Uploaded by common.user152526

Biaya Ekspor: Panduan Lengkap Biaya Produksi hingga Pengiriman

advertisement
1. Harga Pokok Produksi
HPP terdiri atas biaya produksi adalah biaya bahan baku, alat, dan juga bahan pendukung. Dan
biaya operasional, misalnya perawatan alat, biaya listrik, air, dan lainnya.
JIka menjual barang, tapi tidak memproduksinya, maka unsur HPP nya juga berbeda. Biaya yang
perlu dihitung seperti biaya pembelian produk, biaya kirim, sewa gudang, dan lainnya. Biaya ini
sendiri akan terkait dengan proses penyediaan barang tersebut.
2. Biaya Pengemasan
Biaya pengemasan terdiri dari biaya pembelian kemasan, upah pengemasan, printing, dan
lainnya. Meliputi semua biaya terkait proses pengemasan sebelum produk tersebut diekspor.
3. Biaya Bank
Cara menentukan harga ekspor lainnya adalah dengan memperhatikan biaya bank. Bank sendiri
akan dibutuhkan dalam proses pembayaran. Ada beberapa metode transaksi yang biasanya
digunakan dalam proses ekspor, seperti Telegraphic Transfer, Letter of Credit, atau Cash Against
Document.
Masing-masing metode tersebut juga memiliki biaya yang berbeda. Biaya layanan bank juga bisa
berbeda tergantung jenis bank dan juga negara tujuan ekspor.
4. Biaya Transportasi
Biaya transportasi akan rutin dilakukan. Biaya transportasi sendiri merupakan biaya untuk proses
pengiriman barang dari gudang ke pelabuhan.
5. Biaya Forwarder
Dalam dunia ekspor dan impor, ada satu jasa yang biasa disebut dengan forwarder. Jasa ini sendiri
akan berguna untuk menghubungkan antara eksportir dan importir. Selain itu, jasa ini juga
berguna untuk membantu proses transaksi dari gudang ke pelabuhan dan juga pengurusan
dokumen hingga pengiriman ke negara tujuan.
Jika menggunakan jasa ini, maka biaya untuk pembayaran jasa ini juga perlu diperhitungkan.
Kisaran biaya untuk jasa ini sendiri beragam, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
6. Biaya Pengurusan Dokumen
Jenis dokumen juga akan sangat dipengaruhi oleh jenis barang yang diekspor, hal ini juga akan
berpengaruh dengan biaya pengurusan dokumen. Sebagai contoh, jika mengekspor makanan,
maka akan ada biaya untuk pemeriksaan laboratorium, untuk memastikan makanan tersebut
memenuhi standar.
7. Biaya THC
THC merupakan Terminal Handling Charge, atau biaya penanganan barang selama berada di
pelabuhan. Biaya ini akan tergantung dengan berat barang tersebut. Biaya ini hanya untuk ekspor
yang menggunakan full container.
8. Biaya Bea Keluar
Bea keluar merupakan pungutan negara menurut undang-undang tentang kepabeanan untuk
barang ekspor. Biaya ini juga beragam dan hanya dikenakan pada beberapa jenis produk ekspor.
9. Biaya Kirim
Biaya kirim adalah biaya yang diperlukan untuk proses pengiriman barang dari pelabuhan negara
eksportir ke pelabuhan negara importir. Besaran biaya ini akan tergantung dengan jarak dan juga
layanan yang digunakan.
Beberapa cara pengiriman yang biasanya digunakan, antara lain:
•
Courier: Cara ini biasanya untuk produk ekspor dengan berat kurang lebih 1 kg.
•
Air Cargo: Untuk produk ekspor dengan berat minimal 45 kg yang menggunakan jalur
udara.
•
Sea Cargo Less Container Load: Khusus bobot barang ekspor dengan minimal 1 MT
(Metrik Ton = 1000 kg) memakai kapal laut.
•
Sea Cargo Full Container Load: Khusus barang ekspor berjumlah minimal
1 container memakai kapal laut.
10. Asuransi
Beberapa jasa eksportir juga menggunakan asuransi untuk menjamin barang mereka. Hal ini
berguna untuk memastikan menerima ganti rugi jika terjadi hal yang tidak diinginkan dengan
barang tersebut.
Pembayaran asuransi ini juga akan berbeda dan beragam. Tergantung jenis asuransi yang dipilih,
besaran polis, jenis barang yang dikirim, dan juga beberapa hal lainnya.
Contoh Penentuan Harga Ekspor “Produk OPQ” ke Amerika
Jika, HPP Rp35.000/kg, Biaya Packing Rp4.000/kg, dan Biaya Kirim Rp1000,00/kg (. Maka, Harga
Pokok Penjualan di mana pembeli akan menanggung semua biaya ekspor barang adalah:
Harga Pokok Penjualan Produk OPQ = Rp35.000+Rp4.000+Rp1.000= Rp40.000
Jika menginginkan keuntungan kotor Rp2.000,00/kg, maka harga jualnya adalah:
Harga Jual = Rp40.000+Rp2.000
= Rp. 42.000/kg atau USD 2.720/kg (kurs Rp15.443,00)
Download