Pengenalan Dasar K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Tujuan Pembelajaran
1. Memahami dasar K3
2. Mampu mengidentifikasi sumber potensi
bahaya (hazard) pada umumnya yang
berhubungan dengan proses kerja dan
equipment
3. Mampu menetapkan tindakan pengendalian
dan evaluasi keefektifan dari suatu hazard
4. Mampu memahami terkait penyakit akibat
kerja
Apa itu Keselamatan? Kesehatan? K3?
KESELAMATAN
Kesehatan
Suatu kondisi di mana pekerja
terlindungi dari risiko cedera fisik atau
kecelakaan kerja selama melakukan
aktivitasnya
Kondisi pekerja yang bebas dari
penyakit akibat kerja, baik yang
bersifat fisik, mental, maupun
sosial.
K3 ?
3
Pengertian K3
◉ Filosofi
◉ Keilmuan
Setiap orang berhak untuk bekerja
dengan aman, sehat, dan terhindar dari
risiko kecelakaan maupun penyakit
akibat kerja.
Multidisiplin ilmu yang mempelajari caracara untuk mengidentifikasi,
menganalisis, mengevaluasi, dan
mengendalikan bahaya (hazard) di
tempat kerja dengan tujuan melindungi
keselamatan, kesehatan, dan
kesejahteraan pekerja.
Simpelnya:
“K3 bukan cuma aturan kerja. K3
adalah wujud nyata dari menghargai
hidup”
4
Sejarah K3
1. Zaman Kuno (sebelum Masehi):
•
•
Penggunaan kain penutup wajah oleh
penambang di Romawi
Ciri: belum sistematis, masih bersifat
alami dan empiris
2. Revolusi Industri (1750–1850):
•
•
•
Revolusi industry menyebabkan
lonjakan kecelakaan kerja
Jam kerja panjang, kondisi kerja buruk
→ banyak korban jiwa
Muncul kesadaran akan pentingnya
perlindungan pekerja
6
Sejarah K3 (Lanjutan...)
3. K3 Mulai diakui sebagai Ilmu (Abad 19 – 20):
•
•
•
Muncul studi formal tentang penyakit akibat kerja,
bahaya industri, dan teknik pengendalian
Perang Dunia I & II → banyak pengembangan teknologi
K3 untuk industri militer dan manufaktur
Lahirnya standar internasional & organisasi → ILO
(1919)
4. Era Modern (Abad 21):
•
•
•
K3 berkembang menjadi ilmu multidisiplin: teknik,
kesehatan, psikologi, manajemen
Fokus tak hanya pada keselamatan fisik, tapi juga
kesehatan mental, ergonomi, dan budaya kerja
Muncul sistem manajemen K3. Contoh: ISO 45001,
digitalisasi K3 (sensor, AI, predictive analysis)
7
Konsep K3
Konsep lama
• Kecelakaan merupakan nasib sial
• Tidak perlu berusaha mencegah
• Masih banyak pengganti pekerja
Konsep baru
• Memandang kecelakaan bukan sebuah nasib
• Kecelakaan pasti ada penyebabnya sehingga
dapat dicegah
• Peran pimpinan sangat penting dan
menentukan
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970:
1.
•
•
•
2.
Kewajiban pengusaha menyediakan lingkungan
kerja yang aman
Pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat
kerjaPeran pengawas K3
Hak pekerja untuk mendapat perlindungan
Undang-Undang No. 13 Tahun 2003:
•
•
Pasal 86: Pekerja berhak memperoleh
perlindungan atas keselamatan, kesehatan, moral
kerja, dan perlakuan yang sesuai dengan harkat
manusia.
Pasal 87: Pengusaha wajib menerapkan Sistem
Manajemen K3 (SMK3) yang diatur dalam
peraturan pemerintah.
3. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun
2012:
•
•
•
Wajib diterapkan oleh perusahaan dengan ≥100
pekerja atau potensi bahaya tinggi
Standar implementasi dan evaluasi SMK3
Audit SMK3 dan sertifikasi
Lambang K3
Bentuk lambang
berupa palang
berwarna hijau
dengan roda
bergerigi sebelas
dengan warna dasar
putih
Arti (Makna) Tanda Palang
Bebas dari kecelakaan dan penyakit
akibat kerja (PAK).
Arti (Makna) Roda Gigi
Bekerja dengan kesegaran jasmani dan
rohani.
Arti (Makna) Warna Putih
Bersih dan suci.
Arti (Makna) Warna Hijau Selamat, sehat
dan sejahtera.
Arti (Makna) 11 (sebelas) Gerigi Roda
Sebelas Bab Undang-Undang No 1
Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Implementasi K3
Operasi
Lingkungan
Engineering
Security
Medical
K3
Training
Test & Evaluation
Fasilitas
Industrial
Hygiene
Information
Systems
TransPortation
13
Insiden K3
Pengertian Insiden
Semua kejadian yang tak diinginkan yang berkaitan
dengan keselamatan kerja.
Kecelakaan Kerja
1. Kecelakaan Kerja (Accident)
Insiden yang menyebabkan cedera, penyakit akibat
kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian).
2. Nearmiss (hampir celaka)
Suatu insiden yang tidak menimbulkan cedera atau
kerusakan, tapi seharusnya bisa kalau situasinya sedikit
berbeda.
Nearmiss (hampir celaka)
Penyebab Kecelakaan Kerja
Penyebab
Dasar
1. Kurangnya
Prosedur/Aturan.
Penyebab
Tidak
Langsung
1. Faktor Pekerjaan.
2. Faktor Pribadi.
2. Kurangnya Sarana.
3. Kurangnya
Kesadaran.
4. Kurangnya
Kepatuhan.
Penyebab
Langsung
Kecelakaan
Kerja
1. Tindakan Tidak
Aman. (UNSAFE
ACTION)
1. Kontak Dengan
Bahaya.
2. Kondisi Tidak
Aman. (UNSAFE
CONDITION)
2. Kegagalan Fungsi.
Kerugian
1. Manusia (Cedera,
Keracunan, Cacat,
Kematian, PAK).
2. Mesin/Alat (Kerusakan
Mesin/Alat).
3. Material/Bahan
(Tercemar, Rusak,
Produk Gagal).
4. Lingkungan (Tercemar,
Rusak, Bencana Alam).
Teori Efek Domino – H.W. Heinrich
Kerugian Kecelakaan Kerja
Biaya Langsung
1.
2.
Rp. 1 Juta
Biaya Pengobatan & Perawatan.
Biaya Kompensasi (Asuransi).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Biaya Tidak Langsung
Teori Gunung Es
Kecelakaan Kerja
Rp. 5 – 50 Juta
(Biaya Kerusakan Aset
Yang Tidak
Diasuransikan)
Rp. 5 – 3Juta
(Biaya Lain-lain
Yang Tidak Diasuransikan)
{
{
1. Kerusakan Bangunan.
2. Kerusakan Alat dan Mesin.
3. Kerusakan Produk dan Bahan/Material.
4. Gangguan/Terhentinya Produksi.
5. Biaya Administrasi.
6. Pengeluaran Sarana dan Prasarana Darurat.
7. Waktu untuk Investigasi.
8. Pembayaran Gaji untuk Waktu Hilang .
9. Biaya Perekrutan dan Pelatihan.
10. Biaya Lembur.
11. Biaya Ekstra Pengawas.
12. Waktu untuk Administrasi.
13. Penurunan Kemampuan Tenaga Kerja yang
Kembali karena Cedera.
14. Kerugian Bisnis dan Nama Baik.
Prinsip Dasar Penerapan K3
Penerapan Kompetensi
Sistem Manajemen
K3
6.2.5.
dan
Kesadaran
7.Peningkatan
Penyediaan
Sarana,
Prasarana,
dan
Identifikasi
dan
Evaluasi
Risiko
Secara
(SMK3): Aktif Semua Pihak:
3. K3:
Partisipasi
Lingkungan Kerja Aman:
Sistematis:
•
K3bukan
harus dilatih,
dikelola
secara
sistematis:
1.
Pencegahan
lebih
utama
dari
• • Pekerja
harus
diedukasi,
dan HSE,
• Ventilasi
K3
hanya
urusan
bagian
cukup
Setiap
aktivitas
kerja
harus
dianalisis
4. •Pemenuhan
Standar
dan
Regulasi:
perencanaan,
pelaksanaan,
evaluasi,
penanggulangan:
akan pentingnya
keselamatan
tapi
tanggung
bersama:
• disadarkan
tersedia
&jawab
berfungsi
untuk
mengetahui
potensi
bahaya
dan
• APAR
Perusahaan
wajib
mematuhi
peraturan
dan
perbaikan
berkelanjutan
(PDCA
•
Melakukan
inspeksi
rutin
peralatan
kerja
manajemen,
pekerja,
pengawas,
dan
• Alat
kerja terawat
risikonya
perundangan
dan standar teknis K3
cycle)
•
Pemasangan
rambu
• Contoh:
safety
induction
utk keselamatan
pekerja baru,
kontraktor
→ Alat
bantu:
HIRADC
(Hazard
yang
berlaku:
UU,
permenaker,
audit K3
→
Tools:
SMK3
Nasional
(PP
50/2012),
ISO
sebelum
ada korban
pelatihan
penggunaan
APD,
apar,
dsb
Identification,
Risk Assessment, and
berkala
45001
Determining Control)
18
Bahaya/Hazard K3
Pengertian
Semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang
berpotensi menimbulkan cedera dan atau
penyakit akibat kerja (PAK).
Sumber
1.Manusia.
2.Mesin.
3.Material.
4.Metode.
5.Lingkungan.
Jenis Perwujudan
1.Tindakan
2.Kondisi.
Faktor
1. Biologi
(bakteri, virus, jamur, tanaman, binatang).
2. Kimia (bahan/material/cairan/gas/uap/debu
beracun,
reaktif,
radioaktif,
mudah
meledak/terbakar, iritan, korosif).
3. Fisik/Mekanik
(ketinggian, konstruksi, mesin / alat /
kendaraan /alat berat, ruang terbatas, tekanan,
kebisingan, suhu, cahaya, listrik, getaran,
radiasi).
4. Biomekanik
(gerakan
berulang,
postur/posisi
kerja,
pengangkutan manual, desain tempat kejra
/alat/mesin).
5. Psikologi/Sosial
(stress, kekerasan, pelecehan, pengucilan,
lingkungan, emosi negatif).
Analisis Keselamatan Kerja
Job Safety Analyst (JSA)
→ Proses mengidentifikasi bahaya dan menentukan langkah pengendalian
sebelum suatu pekerjaan dilakukan
Tujuan:
1. Mencegah kecelakaan kerja
2. Menyusun langkah kerja yang aman
3. Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan pekerja terhadap bahaya kerja
4. Menjadi pedoman pelaksanaan kerja aman
Langkah Membuat JSA
Langkah
Penjelasan
1. Pilih pekerjaan
Fokus pada pekerjaan yang berisiko
tinggi, atau pernah menyebabkan insiden
2. Uraikan langkah kerja
Rinci pekerjaan ke dalam tahapantahapan kerja yang logis
3. Identifikasi bahaya di setiap langkah
Apa bahayanya?
4. Tentukan pengendalian bahaya
Tetapkan cara menghilangkan atau
meminimalkan risiko (eliminasi, substitusi,
rekayasa, prosedur, APD)
5. Dokumentasikan dan sosialisasikan
Buat form JSA dan pastikan semua tim
memahami isi dan menerapkannya
Contoh Sederhana JSA dalam Mengelas
Langkah Kerja
Potensi Bahaya
Pengendalian
Persiapan alat
Tersengat listrik
Periksa kabel & grounding
Proses pengelasan
Terpapar sinar UV,
percikan api
Gunakan APD lengkap
(helmet, sarung tangan, apron)
Pembersihan area
Terkena logam
panas
Tunggu dingin, gunakan alat
bantu
Contoh JSA
Teknik Lingkungan, FTP-UB
Contoh JSA
Teknik Lingkungan, FTP-UB
Langkah Membuat JSA
Teknik Lingkungan, FTP-UB
Matriks Resiko K3
Pengertian Resiko K3
Potensi kerugian yang bisa
diakibatkan apabila terdapat kontak
dengan suatu bahaya (contoh : luka
bakar, patah tulang, kram, asbetosis,
dsb).
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Ekstrim Ekstrim
Sering
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Ekstrim
Sedang
Rendah
Sedang
Sedang
Tinggi
Ekstrim
Jarang
Rendah
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sangat
Jarang
Rendah
Rendah
Sedang
Sedang
Tinggi
Rendah
Perlu Aturan/Prosedur/Rambu
Sedang
Perlu Tindakan Langsung
Tinggi
Perlu Perencanaan Pengendalian
Ekstrim
Perlu Perhatian Manajemen Atas
Sangat
Berat
Ringan
Sangat
Sering
Berat
Sangat
Ringan
Frekuensi
Penilaian dan Kategori
Perkalian antara nilai frekuensi
dengan nilai keparahan suatu resiko.
Keparahan
Referensi
◉ Occupational Safety and Health for Technologists,
Engineers, and Managers → Goetsch, David L
◉ KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA : Manajemen dan
Implementasi K3 Di Tempat Kerja → Tarwaka
28
Thanks!
Any questions ?
29