Uploaded by common.user152211

Petunjuk Praktikum Mekanika: Panduan Eksperimen Fisika

advertisement
LEMBAR PENGESAHAN
BAHAN PENGAJARAN
Judul Bahan Ajar
Petunjuk Praktikum Mekanika
Mata Kuliah
Mekanika
Semester / Prodi
II/P.Fisika
Tahun Akademik
2022/2023
Tim Penyusun
1. Drs. Purwiro Harjati, M.Pd
2. Dr. Arif Rahman A., M.Pd
Jumlah Halaman
27
Keterangan
Tidak diterbitkan, digunakan
untuk kalangan sendiri
Dengan ini menyatakan bahwa Bahan Pengajaran tersebut di atas telah
disahkan untuk dapat digunakan dalam proses perkuliahan Mekanika T.A.
2024/2025
Disahkan Oleh :
Dekan FKIP UM Metro
Metro, April 2025
Kepala Lab. Pendidikan IPA Terpadu
Dr.Arif Rahman Aththibby, MPd.si.
M.Barkah Salim, M.Pd.Si
NIDN.
NIDN. 0202058602
0203128801
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH
MEKANIKA
Dosen Pengampu :
Drs. Purwiro Harjati, M.Pd
Dr. Arif Rahman A., M.Pd
Asisten :
Sri Mulyani, M.Pd
Puja Tria Oktaviana
Feby Ayunda
Laboratorium Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Metro
TA. Genap 2024/2025
Daftar Isi
Halaman Judul .............................................................................................................. i
Halaman Pengesahan .................................................................................................. ii
Daftar Isi ....................................................................................................................... iii
Topik Praktikum I Hukum II Newton .............................................................................. 1
Topik Praktikum II Gerak Sentripetal ............................................................................. 4
Topik Praktikum III Gerak Harmonik pada Bandul Matematis ..................................... 10
Topik Praktikum IV Hukum Kekekalan Momentum ..................................................... 14
Topik Praktikum V Kesetimbangan Benda Tegar ........................................................ 20
Topik Praktikum VI Hukum Hooke ............................................................................. 23
Panduan Praktikum Mekanika
PERCOBAAN I
HUKUM II NEWTON
A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu menentukan besar percepatan benda (a).
2. Mampu menentukan besar tegangan tali (T)
B. Kajian Teori
Bila ada resultan gaya yang timbul pada sebuah benda, dapat
dipastikan benda tersebut kan bergerak dengan suatu percepatan
tertentu. Bila benda semula dalam keadaan diam akan bergerak
dipercepat dengan percepatan tertentu, sedangkan bila benda
semula bergerak dengan kecepatan tetap akan berubah menjadi
gerak dipercepat atau diperlambat. Resultan gaya yang bekerja
pada benda yang bermassa konstan adalah setara dengan hasil kali
massa benda dengan percepatannya. Pernyataan inilah yang
dikenal sebagai Hukum II Newton. Secara matematis hukum
tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
Gambar 1. Benda diberi gaya F
∑𝐹 = π‘šπ‘Ž
............................... (1)
dimana m adalah massa benda dalam satuan kg, a adalah
percepatan benda dalam satuan m/s², dan F adalah resultan gaya
yang bekerja pada benda.  adalah resultan gaya yang
menjumlahkan beberapa gaya pada benda.
Jika satu benda terletak pada bidang mendatar yang licin
dihubungkan dengan benda lain dengan menggunakan seutas tali
melalui sebuah katrol, di mana benda yang lain dalam keadaan
tergantung tampak seperti gambar 2. Aplikasi Hukum II Newton
1
Panduan Praktikum Mekanika
Dalam hal ini kedua benda merupakan satu sistem yang
mengalami percepatan sama, maka berdasarkan persamaan Hukum
II Newton dapat dinyatakan sebagai berikut:
𝑣
π‘š
𝐴
π‘Ž = 𝑑 = π‘š +π‘š
𝑔 ................................. (2)
𝐴
𝐡
dengan:
a
= percepatan sistem (m/s2)
mA = massa benda A (kg)
mB = massa benda B (kg)
g
= percepatan gravitasi setempat (m/s2)
t
= waktu (s)
1
𝑠 = 𝑠0 + 𝑣0 𝑑 + 2 π‘Žπ‘‘ 2 ...................... (3)
Bila benda semula dalam keadaan diam, maka percepatan dapat
dituliskan persamaannya sebagai berikut:
2𝑠
π‘Ž = 𝑑2
....................................... (4)
Besarnya tegangan tali (T) dapat ditentukan dengan meninjau
resultan gaya yang bekerja pada masing-masing benda, dan
didapatkan persamaan:
𝑇 = π‘šπ‘Ž + π‘šπ‘”
.............................. (5)
C. Alat dan bahan
Banyaknya
1. Mobil/troli mekanika dengan massa yang sama
2
2. Rel mobil
1
3. Beban 5 gram – 25 gram
5
4. Tali
secukupnya
5. Stopwatch
2
6. Katrol sedang dan dudukannya
1
7. Penggaris 1 meter
1
8. Neraca ohaus
1
2
Panduan Praktikum Mekanika
D. Prosedur Percobaan
1. Timbang mobil atau troli (π‘šπ΄ ) dan beban (π‘šπ΅ ) menggunakan
neraca sebanyak 5 kali.
2. Anggap massa tali di abaikan karena jauh lebih ringan dibanding
dengan massa beban.
3. Buat rangkaian seperti pada gambar
Troli (π‘šπ΄ )
Troli (π‘šπ΅ )
Gambar 2. Rangkaian Praktikum
4. Letakkan troli (π‘šπ΄ ) pada jarak 1m dari titik akhir pengukuran.
5. Letakkan beban 5 gram pada mB sehingga massa π‘šπ΅ lebih besar
dibandingkan π‘šπ΄ .
6. Ketikan troli sudah mulai bergerak hitung waktunya dengan
menggunakan stopwatch.
7. Catat pada tabel pengambilan data.
8. Ulangi langkah 5-7 pada penambahan tiap 5 gram hingga beban
bernilai 25 gram
E. Tabel Pengambilan Data
No.
mA (kg)
mB (kg)
∑
3
s (m)
t (s)
t2 (s2)
a (m/s2)
T(N)
Panduan Praktikum Mekanika
PERCOBAAN II
GERAK SENTRIPETAL
A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu menentukan hubungan gaya sentripetal (𝐹𝑠 )
dengan jari-jari (r).
2. Mahasiswa mampu menentukan hubungan kecepatan linier (𝑣)
dengan jari-jari (r).
3. Mahasiswa mampu menentukan hubungan periode (𝑇) dengan
jari-jari (r).
B. Kajian Teori
Gerak melingkar adalah gerak suatu benda dengan lintasan
yang berbentuk lingkaran. Dimana gerak melingkar dapat kita
temukan disetiap tempat dan kejadian di kehidupan kita, misalkan
saja roda berputar melingkar, jarum jam yang bergerak melingkar,
bumi berputar mengelilingi matahari dalam orbit mendekati
lingkaran, dan sebagainya. Gerak melingkar yang dipelajari dalam
fisika ada dua yaitu gerak melingkar beraturan dan berubah
beraturan. Pada materi kelas sepuluh yang dibahas adalah gerak
melingkar beraturan yaitu gerak benda dalam sebuah lintasan
lingkaran dengan kelajuan yang konstan.
Gambar 3. Gerak Melingkar pada Ayunan Konis
4
Panduan Praktikum Mekanika
Ayunan konis (ayunan kerucut) adalah putaran sebuah benda
yang diikat pada seutas tali yang panjangnya L ujung atas tali diikat
pada satu titik tetap dan benda diputar mengitari permukaan
membentuk kerucut. Ayunan konis ini adalah salah satu penerapan
gaya sentripetal pada gerak melingkar beraturan. Dimana ketika
benda berputar secara horizontal tanpa membentuk sudut maka
bentuk gerakannya seperti pada gambar 2 berikut ini.
v
R
Fs
mg
Gambar 4. Gerak Melingkar pada bidang horizontal
Besaran-besaran dalam gerak melingkar beraturan adalah:
1. Periode (T)
Periode didefinisikan sebagai selang waktu yang dibutuhkan oleh
suatu benda ketika berputar melingkar sebanyak satu kali putaran.
Periode dilambangkan oleh T, dengan satuan SI adalah sekon.
𝑑
𝑇=𝑛
................................................. (6)
Keterangan:
T = periode (s)
t = waktu (s)
n = banyaknya putaran
5
Panduan Praktikum Mekanika
2. Kecepatan sudut ()
Kecepatan sudut adalah besarnya sudut yang ditempuh per satuan
waktu. Kecepatan sudut memiliki satuan (rad/s). kecepatan sudut juga
disebut dengan kecepatan anguler (anguler artinya sudut).
2πœ‹
πœ” = 𝑇 = 2πœ‹π‘“
……………………………………… (7)
Hubungan antara v dengan  adalah v ο€½ r
3. Kecepatan Linear (v)
Kecepatan linear v adalah kecepatan yang arahnya menyinggung
lingkaran. Kecepatan linear memiliki satuan m/s. Untuk benda yang
berputar membentuk lingkaran dengan laju konstan v, dapat dituliskan:
2πœ‹π‘Ÿ
𝑣= 𝑇
................................................ (8)
Karena dalam satu putaran benda menempuh satu keliling lingkaran
(2πœ‹π‘Ÿ).
4. Percepatan sentripetal (as)
Percepatan sentripetal adalah percepatan yang selalu tegak lurus
terhadap kecepatan linear dan mengarah kepusat lingkaran.
𝑣
𝑣2
..................................... (9)
π‘Žπ‘  = ωv = (π‘Ÿ ) 𝑣 = π‘Ÿ
Jadi untuk benda yang melakukan gerak melingkar beraturan, laju linear
adalah konstan, tetapi benda masih mengalami percepatan sentripetal as.
Menurut hukum Newton ke dua (∑ 𝐹 = π‘šπ‘Ž), sebuah benda yang
memiliki percepatan harus memiliki gaya total yang bekerja padanya.
Benda yang bergerak membentuk lingkaran, seperti bola di ujung tali,
dengan demikian harus memiliki gaya yang diberikan padanya untuk
mempertahankan geraknya dalam lingkaran itu. Dengan demikian,
diperlukan gaya total untuk memberinya percepatan sentripetal π‘Žπ‘  . Besar
gaya yang dibutuhkan dapat dihitung menggunakan hukum Newton ke
6
Panduan Praktikum Mekanika
𝑣2
dua untuk komponen radial, ∑𝐹𝑠 = π‘šπ‘Žπ‘  dengan π‘Žπ‘  = π‘Ÿ dan ∑𝐹𝑠 adalah
gaya total dalam arah radial.
𝑣2
∑𝐹𝑠 = π‘šπ‘Žπ‘  = π‘š π‘Ÿ
............................. (10)
Karena arah as adalah menuju pusat lingkaran pada setiap waktu, maka
gaya total juga harus diarahkan ke pusat lingkaran.
C. Alat dan Bahan
1. Tongkat besi
2. Bandul
3. Pengait
4. Tali/benang
5. Korek
6. Cutter
D. Prosedur Kerja
1. Ukur panjang tali
2. Masukkan tali ke dalam pipa besi yang sudah disediakan
3. Ikat salah satu ujung tali dengan bandul dan ujung tali lainnya
diikat dengan pengait agar tali tidak tenggelam ke dalam pipa,
seperti pada gambar 5.
Gambar 5. Rangkaian Alat Gerak Sentipetal
7
Panduan Praktikum Mekanika
4. Putar pipa besi hingga konstan, kemudian hitung periode yang
telah di tentukan
5. Kemudian catat hasil pengamatan dalam pada tabel hasil
6. Buatlah kesimpulan untuk kegiatan praktikum ini
E. Tabel Pengambilan Data
No.
m
r
t
(kg)
(m)
(s)
n
T
v
F1
F2
(s)
(m/s)
Percobaan
Hitung
(N)
(N)
A. Pertanyaan/Diskusi
1. Berdasarkan praktikum, faktor apa yang menyebabkan benda
bergerak melingkar?
2. Bagaimana hubungan jari-jari putar dengan periode dan gambarkan
grafik hubungannya!
3. Bagaimana hubungan jari-jari putar
dengan kecepatan dan
gambarkan grafik hubungannya!
4. Bagaimana hubungan jari-jari putaran dengan gaya sentripetal dan
gambarkan grafik hubungannya!
8
Panduan Praktikum Mekanika
B. Grafik Data
1. Hubungan R dengan T
2. Hubungan R dengan V
3. Hubungan R denganFs
C. Kesimpulan
Buatlah kesimpulan dari praktikum yang telah kalian lakukan!
9
Panduan Praktikum Mekanika
PERCOBAAN III
GERAK HARMONIK PADA BANDUL MATEMATIS
A. Tujuan Praktikum
Menghitung percepatan gravitasi bumi di Laboratorium Pendidikan
Fisika
B. Kajian Teori
Percepatan gravitasi belum dapat di ukur secara langsung
pengukuran dapat melalui eksperimen dengan memanfaatkan
perumusan suatu konsep atau hukum fisika. Banyak persamaanpersamaan yang dapat digunakan untuk mengukur percepatan
gravitasi, salah satu di antaranya adalah ayunan sederhana.
Ayunan sederhana atau bandul matematis memiliki periode yang
memenuhi persamaan berikut.
𝑙
𝑇 = 2πœ‹√𝑔
.............................................. (11)
Dari persamaan periode diatas, dapat dilihat adanya unsur besaran
percepatan gravitasi g. Apabila nilai T dan 𝑙 diketahui maka nilai g
dapat dihitung yaitu memenuhi
𝑙
𝑔 = 4πœ‹ 2 𝑇 2
....................................... (12)
Untuk mengukur percepatan gravitasi g melalui eksperimen dengan
mengunakan persamaan diatas dapat dirancang alat seperti pada
gambar 6. Benda diikat dengan benang sepanjang 𝑙 , digantungkan
pada statif kemudian di ayunkan. Dengan mengukur waktu pada 10
ayunan sehingga berlaku:
𝒕
𝑻 = 𝟏𝟎 𝑠
............................................ (13)
C. Alat dan Bahan
1. Stopwatch (nst = 0,01 sekon)
2. Busur derajad 1 buah (nst = 10˚)
3. Benang sekucupnya.
4. Penggaris (mistar) dengan panjang 100 cm (nst = 0,1 cm)
10
Panduan Praktikum Mekanika
5. Statif 6
6. Neraca Ohaus (nst = 0,01 g )
7. Beban (25 g , 50 g , 100 g )
8. Gunting
D. Prosedur percobaan
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
pratikum serta mengecek keadaan alat apakah dalam keadaan
baik, kemudian mengkalibrasi alat seperti neraca Ohaus dan
stopwatch.
2. Menimbang massa masing-masing beban dengan menggunakan
neraca Ohaus kemudian mencatat hasilnya.
3. Mengikat masing-masing beban dengan benang kemudian
benang dipotong dengan menggunakan gunting sesuai dengan
kebutuhan masing- masing beban.
4. Merangkai peralatan seperti gambar 6 di bawah ini:
Gambar 6. Bandul Matematis
5. Dari keadaan yang sudah setimbang (gambar 6), bandul ditarik
sehingga menyimpang dengan sudut sejauh 20 o terhadap titik
kesetimbangan (dengan menjaga agar tali bandul tidak kendor
saat ditarik) dan menyiapkan stopwatch yang telah menunjukkan
titik nol.
11
Panduan Praktikum Mekanika
B`
B
A
Gambar 7. Lintasan Bandul Matematis
6. Bandul kemudian dilepaskan, secara bersamaan, stopwatch juga
ditekan. Dan selanjutnya mengamati waktu yang diperlukan oleh
bandul untuk melakukan 10 kali ayunan, pada gambar 7 dapat
diketahui bahwa 1 kali ayunan adalah gerak dari: B – A – B’ – A
– B. Kemudian hasilnya dicatat pada jurnal praktikum.
7. Mengulangi langkah 5 dan 6 sebanyak 5 kali percobaan
8. Pengambilan data pertama adalah dengan melakukan variasi
terhadap panjang tali L, dengan mengganti panjang tali (L) yang
semula 50,0 cm diganti menjadi 65,0 cm, 80,0 cm, dan 100,0 cm,
105,0 cm. dengan massa beban (m) yang digunakan sama untuk
berbagai variasi panjang tali yaitu m = 100,00 gram. Dan
mengulangi langkah–langkah 5, 6, dan 7 untuk masing–masing
panjang tali. Hasilnya dicatat dalam tabel 1 pada jurnal pratikum
yang telah dibuat.
9. Pada pengambilan data kedua, yang divariasikan adalah massa
beban. Caranya adalah dengan mengulangi langkah–langkah 5,
6, dan 7 untuk massa beban 10,47 gram, 50,00 gram, dan 100,00
gram. Hanya saja pada langkah 5 sudutnya diubah menjadi 150,
tetapi panjang tali yang pada pengambilan data ketiga, yang
divariasikan adalah sudut simpangan =  bandul. Caranya yaitu
dengan mengulangi langkah 5, 6, dan 7 untuk 30o dan 60o.
12
Panduan Praktikum Mekanika
Panjang tali dan massa beban yang digunakan sama untuk
berbagai sudut simpangan yaitu L = 50,0 cm dan m = 100,00
gram. Hasilnya dicatat dalam tabel 3 pada jurnal pratikum yang
telah dibuat.
10. Pada pengambilan data ketiga, yang divariasikan adalah sudut
simpangan =  bandul. Caranya yaitu dengan mengulangi
langkah 5, 6, dan 7 untuk 30o dan 60o. Panjang tali dan massa
beban yang digunakan sama untuk berbagai sudut simpangan
yaitu L = 50,0 cm dan m = 100,00 gram. Hasilnya dicatat dalam
tabel 3 pada jurnal pratikum yang telah dibuat.
E. Tabel Pengambilan Data
1. Tabel pengukuran massa bandul
NO
m (g)
t (s)
T (s)
T2 (s)
g (m/s2)
∑
2. Table pengukuran periode terhadap panjang tali
NO
l (m)
t (s)
T (s)
T2 (s)
g (m/s2)
∑
3. Table pengukuran sudut terhadap massa bandul
NO
πœƒ
t (s)
T (s)
∑
13
T2 (s)
g (m/s2)
Panduan Praktikum Mekanika
PERCOBAAN IV
HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM
A. Tujuan Praktikum
Tujuan utama dari praktikum ini adalah agar dapat memahami
hukum kekekalan momentum dan mengaitkannya dengan hukum
Newton ke-2 dan ke-3, serta dapat membedakan tumbukan elastik
dan tumbukan inelastik.
B. Kajian Teori
Momentum atau biasa ditulis dengan lambang P dapat
didefinisikan sebagai suati hasil kali antara massa (m) dengan
kecepatan (v). Atau dapat ditulis sebagi berikut:
𝑃 = π‘šπ‘£
........................................... (14)
Dikarenakan kecepatan adalah besaran vektor, maka
momentum dapat dinyatakan dalam bentuk vektor juga. Satuan dari
momentum adalah kg m/s2 . Dari rumus diatas, dapat disimpulkan
bahwa semakin besar massa dan kecepatan benda maka besar
momentumnya juga semakin besar.
Gambar 8. Tumbukan antara dua benda bermassa
Pada gambar diatas, tumbukan yang terjadi antara benda 1
dan benda 2 sama besar, karena sama-sama bergerak dengan
kecepatan tertentu dan dengan massa tertentu, maka ketika kedua
benda tersebut bertumbukan, masing-masing benda memberikan
gaya ke benda lain sehingga besar momentumnya dapat diketahui.
Besarnya momentum yang bekerja pada saat tumbukan dapat
diketahui melalui persamaan :
14
Panduan Praktikum Mekanika
𝑃 = 𝑃′
................
(15)
π‘š1 𝑣1 + π‘š2 𝑣2 = π‘š1 𝑣1 ′ + π‘š2 𝑣2 ′
1. Tumbukan Lenting Sempurna (e = 1)
Tumbukan lenting sempurna atau perfectly elastic collison adalah
tumbukan dimana gaya yang bekerja pada kedua benda adalah
gaya konservatif, sehingga besar energi kinetik sebelum dan
sesudah tumbukan besarnya sama.
Gambar 9. Tmbukan lenting sempurna
Pada tumbukan lenting sempurna, terjadi kekekalan energi
kinetik, yang dapat dibuktikan dengan persamaan dibawah ini :
π‘š1 (𝑣1 − 𝑣1 ′) = π‘š2 (𝑣2 − 𝑣2 ′)
........................
(16)
Kemudian dari persamaan diturunkan menjadi hukum kekekalan
energi kinetik, yaitu :
.............. (17)
Dimana:
βˆ†π‘£ = kecepatan relatif benda 2 dilihat oleh benda 1 sesaat
sebelum tumbukan
15
Panduan Praktikum Mekanika
βˆ†π‘£′= kecepatan relatif benda 2 dilihat oleh benda 1 sesaat setelah
tumbukan
2. Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali (e = 0 )
Tumbukan tidak lenting sama sekali atau perfectly inelastic
collision adalah tumbukan dimana setelah terjadi tumbukan,
kedia benda akan menempel menjadi satu dan mempunya
kecepatan yang sama.
Gambar 10. Tidak lenting sama sekali
Pada tumbukan tidak lenting sama sekalim berlaku hukum
kekekalan momentum sebagai berikut :
m1v1  m2 v2 ο€½ m1  m2 v'
................... (18)
Pada tumbukan tidak lenting sama sekali tidak berlaku hukum
kekekalan energi kinetik, sehingga da energi kinetik yang hilang
selama proses tumbukan. Besarnya energi kinetik yang hilang,
dapat dihitung dengan cara :
................. (19)
3. Tumbukan Lenting Sebagian ( 0 <e < 1 )
Tumbukan lenting sebagian adalah tumbukan dimana nilai
koefisien restitusinya berada diantara lebih 0 sampai dengan
lebih kecil dari 1. Untuk mengukur koefisien restitusi dapat
digunakan rumus :
16
Panduan Praktikum Mekanika
................ (20)
Semakin mendekati nilai 0, maka tumbukan semakin tidak
lenting, sedangkan semakin mendekati nilai 1, maka tumbukan
semakin lenting.
C. Alat dan Bahan
No
1.
2.
3.
4.
5.
Nama Alat dan Bahan
Kereta luncur
Rel kereta
Stopwatch
Neraca ohaus
Beban
Jumlah
2 pcs
2 potong
2 pcs
1 pcs
1 paket
D. Prosedur percobaan
1. Timbang kerata luncur
2. Membuat rangkaian seperti pada gambar 10.
x
𝑀1
𝑀2
Gambar 11. Rangkaian percobaan tumbukan
3. Dorong 𝑀1 ke arah kanan dan 𝑀2 ke arah kiri secara bersamaan.
Catat waktu yang di tempuh oleh 𝑀1 dan 𝑀2 sampai kedua benda
bertumburan dan waktu yang ditempuh 𝑀1 dan 𝑀2 dari mulai
bertumbukan sampai berhenti.
4. Catat hasil pengamatan pada table pengamatan
5. Lakukan kegiatan yang sama pada no 3 dan 4, pada keadaan 𝑀1
di dorong dan 𝑀2 diam.
6. Jika bisa menggunakan video analisis lebih baik.
17
Panduan Praktikum Mekanika
E. Tabel Pengambilan Data
No.
ma (kg)
mb (kg)
sa (m)
sb (m)
tb (s)
sa’ (m)
ta (s)
19
1
sb’ (m)
ta’ (s)
tb’(s)
p’ (kg/m3)
p’ (kg/m3)
Panduan Praktikum Mekanika
PERCOBAAN V
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
A. Tujuan Praktikum
Mengetahui kesetimbangan pada benda tegar
B. Kajian Teori
Benda tegar adalah istilah yang sering digunakan dalam
dunia Fisika untuk menyatakan suatu benda yang tidak akan
berubah bentuknya setelah diberikan suatu gaya pada benda itu.
Pada sebuah benda tegar, setiap titik harus selalu berada pada jarak
yang sama dengan titik-titik lainnya. Sedangkan yang dimaksud
keseimbangan benda tegar/titik berat adalah kondisi dimana suatu
benda berada dalam keseimbangan rotasi (artinya benda tersebut
tidak mengalami rotasi/pergerakan).
Sebuah beda berada dalam keadan seimbang jika benda
tersebut tidak mengalami percepatan linier ataupun percepatan
anguler. Benda yang diam dikatakan bahwa benda tersebut dalam
keseimbangan statis. Sedangkan benda yang bergerak tanpa
percepatan, dikatan bahwa benda tersebut dalam keseimbangan
dinamis.
Agar sebuah benda diam, jumlah gaya yang bekerja padanya
harus berjumlah nol. Karena gaya merupakan vektor, komponenkomponen gaya total masing-masing harus nol. Dengan demikian,
syarat kesetimbangan adalah:
𝐹⃗π‘₯ = 0,𝐹⃗𝑦 = 0,
𝐹⃗𝑧 = 0
................. (21)
Apabila ada tiga buah gaya yang bekerja pada suatu tiitk tangakap
dan partikel tersebut dalam keadaan setimbang maka berlaku :
20
Panduan Praktikum Mekanika
F1
F1
sin α1
𝛼2
F3
=
F2
sin α2
=
F3
sin α3
α3
α1
F2
Gambar 12. Gaya pada suatu titik
C. Alat dan Bahan
1. Statif 2 buah
2. Katrol 2 buah
3. Dinamometer 2 buah
4. Benang
5. Beban
6. Busur
D. Prosedur Percobaan
1. Susunlah alat-alat seperti pada gambar
θ1
θ2
katrol
θ3
dinamometer
w
Gambar 13. Rangkaian percobaan kesetimbangan
2. Atur beban hingga mencapai keseimbangan. Ukur dan catat
tegangan tiap tali
21
Panduan Praktikum Mekanika
3. Ukur sudut yang terbentuk θ1 , θ2 dan θ3
4. Bandingkan hasil hitung (π»β„Ž ) dengan hasil ukur (𝐻𝑒 )
𝐻 −𝐻
5. Hitung ralat relatif dari data yang diperolehπ‘…π‘Ÿ = |π»β„Ž +𝐻𝑒 | π‘₯ 100%
β„Ž
𝑒
6. Ulangi langkah dengan mengubah kedudukan beban kekiri dan
kekanan
7. Buat laporkan hasil pengamatan pada laporan sementara
8. Buat kesimpulan dari data yang diperoleh
E. Tabel Pengambilan Data
Hasil Ukur
Kedudukan Beban
T1
T2
T3
Sudut
θ1
θ2 θ3
Hasil Hitung
Ralat Relatif
T1
T1
T2
T3
T2
T3
(N) (N) (N) (0) (0) (0) (N) (N) (N) (N) (N) (N)
22
Panduan Praktikum Mekanika
PERCOBAAN VI
HUKUM HOOKE
A. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui konstanta pada masing-masing pegas
B. Kajian Teori
Apabila suatu pegas ditarik atau ditekan dalam batas liniernya
dengan gaya luar (F), maka pada pegas akan muncul gaya
(F’)sebagai reaksi terhadap gaya luar F dan besarnya sebanding
lurus dengan pertambahan panjang pegas, serta arahnhya
berlawanan dengan gaya luar F. Gaya F’ ini disebut gaya elastik.
Ketika gaya luar F di perkecil atau dibuat nol, gaya elastik juga
disebut gaya pemulih.
Pada tahun 1876, Robert Hooke mengusulkan hukum tentang
pertambahan panjang pegas berbanding lrus dengan gaya yang
diberikan pada benda sehingga di peroleh:
𝐹 = π‘˜ βˆ†π‘₯
𝐹′ = −π‘˜ βˆ†π‘₯ ................. (22)
Maka:
𝐹
π‘˜ = βˆ†π‘₯
......................... (23)
Keterangan: F = Gaya yang diberikan (N)
x = pertambahan panjang (m)
k = konstanta pegas (N/m)
Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih berlawanan
arah terhadap arah simpangan. Perhatikan gambar 14. apabila
sebuah pegas yang digantug diberikan beban m pada salah satu
ujungnya
diberi
simpangan
kebawah
sejauh
–y
dari
titik
setimbangnya, maka bersama dengan saat benda dilepaskan
bekerja sebuah gaya F’ vertikal keatas bertanda positif dan benda
melewati titik keseimbangan hingga mencapai titik tertinggi +y, pada
23
Panduan Praktikum Mekanika
saat itu benda berhenti 𝑣 = 0 (π‘š/𝑠) pada saat ini pula benda-benda
bekerja
gaya
pemulih
F’
vertikal
kebawah
menuju
titik
keseimbangan. Demikian seterusnya sehingga pegas mengalami
getaran selaras.
Gambar 14. Pegas mengalami perubahan panjang
C. Alat dan Bahan
1. Pegas 3 buah
2. Beban 1 set
3. Statif
4. Stopwatch
5. Mistar
24
Panduan Praktikum Mekanika
D. Prosedur Percobaan
1. Rangkai alat seperti pada gambar 15
(a)
(b)
Gambar 15. Rangkaian Percobaan Hukum Hooke
2. Ukur panjang mula-mula pegas (X0)
3. Letakkan beban seperti gambar b
4. Ukur panjang pegas setelah diberi beban (X1)
5. Beri simpangan dan lepaskan sehingga beban bergerak
harmonik
6. Catat waktu yang dibutuhkan beban untuk berosilasi 10 kali
7. Ulangi langkah 1-5 untuk pegas yang lain
8. Buat laporkan hasil pengamatan pada laporan sementara
9. Buat kesimpulan dari data yang diperoleh.
E. Tabel Pengambilan Data
1. Pegas 1
No. m
(kg)
X0
X0
ΔX
F
F.
a
k
(m)
(m)
(m)
(N)
ΔX
(m/s2)
(N/m)
Ζ©
25
Panduan Praktikum Mekanika
2. Pegas 2
No. m
(kg)
X0
X0
ΔX
F
F.
a
k
(m)
(m)
(m)
(N)
ΔX
(m/s2)
(N/m)
X0
X0
ΔX
F
F.
a
k
(m)
(m)
(m)
(N)
ΔX
(m/s2)
(N/m)
Ζ©
3. Pegas 3
No. m
(kg)
Ζ©
26
Download