Uploaded by common.user151865

Laporan KKN Bandeng Sultan UMI 2025

advertisement
LAPORAN KULIAH KERJA NYATA PROFESI
BANDENG SULTAN
Oleh :
Nur Azizah Haris
07220220030
LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2025
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini merupakan hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata Profesi Universitas
Muslim Indonesia. Kuliah Kerja Nyata Profesi ini adalah salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi S1 Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Universitas Muslim
Indonesia. Laporan ini telah disetujui dan disahkan sebagai Laporan Kuliah Kerja Nyata
Profesi. Maka yang terdaftar namanya dibawah ini:
Nama
: Nur Azizah Haris
Stambuk
: 07220220030
Jurusan
: Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
Telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P) yang dilaksanakan
pada tanggal 24 September sampai dengan 30 November 2024 di Mitra WMK UMI 2024
(Bandeng Sultan).
Makassar, 3 Desember 2025
Menyetujui
Supervisi KKN UMI
Nama Supervisi KKN Profesi
Mengetahui,
Ketua LPkM – UMI
Dr. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd.
1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dan kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat dan hidayah-Nya, diiringi dengan usaha dan doa kami dapat melaksanakan Kuliah
Kerja Nyata profesi (KKN-P) dan menyelesaikan laporan kuliah kerja nyata profesi ini.
Mata kuliah KKN PROFESI beserta laporan ini merupakan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar sarjana di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia. Kuliah Kerja
Nyata Profesi ini berlangsung di Mitra WMK UMI 2024 (Bandeng Sultan).
Selama persiapan dan pelaksanaan KKN PROFESI ini kami telah mendapat
banyak bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak oleh karena itu kami tidak lupa
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ketua Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA.
2. Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH.
3. Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim
Indonesia Dr. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd..
4. . selaku supervise KKN PROFESI
5. Ketua Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK UMI Dr. Ir. Muhammad
Jamal, M.Si.
6. Semua pihak yang telah mendukung saya dalam menyusun laporan ini
Makassar, 3 Desember 2025
Nur Azizah Haris
2
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN-P) ........................................................... 2
1.3 Manfaat Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P) ............................................. 2
1.4 Falsafah Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P) ............................................. 3
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT. SERMANI STEEL ................ 6
2.1 Sejarah ........................................................................................................... 6
2.2 Data Singkat .................................................................................................. 7
2.3 Struktur Organisasi dan JOB Descripstion pada Bandeng Sultan ................ 7
2.4 Lingkungan Kerja........................................................................................ 10
2.5 Produksi Bandeng Sultan Secara Garis Besar ............................................. 15
2.6 Unit Pendukung........................................................................................... 28
BAB III KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA ..................................................... 29
3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ................................................................. 29
3.2 Jenis Kegiatan ............................................................................................. 29
BAB IV IDENTIFIKASI MASALAH YANG DIHADAPI ...................................... 31
4.1 Masalah Yang Dihadapi .............................................................................. 31
4.2 Pemecahan Masalah .................................................................................... 31
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ............................................................................ 32
5.1 Simpulan ..................................................................................................... 32
5.2 SARAN ....................................................................................................... 32
3
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Struktur Organisasi Bandeng Sultan
4
7s
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sebagai salah satu wadah belajar mahasiswa, kampus selalu memastikan
mahasiswa dapat terwadahi dengan baik, baik secara akademik maupun organisasi.
Dengan demikian, terciptanya manusia-manusia unggul dengan berbagai
pengetahuan dan pengalaman untuk menjadi sumber daya yang dapat bersaing di
dunia kerja dapat diwujudkan. Oleh sebab itu, perguruan tinggi islam swasta tertua,
terbesar dan terkemuka di Kawasan Indonesia Timur, Universitas Muslim Indonesia
(UMI) memberi ruang kepada mahasiswa untuk menimba ilmu dalam hal kesiapan
kerja di lapangan dengan menghadirkan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P).
Kuliah Kerja Nyata Profesi adalah mata kuliah yang mewajibkan setiap
mahasiswa untuk melakukan magang sebagai persiapan di dunia kerja kelak. Seluruh
fakultas dan departemen di UMI diwajibkan untuk memprogramkan mata kuliah ini
kepada mahasiswa semester tujuh. Kehadirannya diharapkan mampu membuat
mahasiswa mengaplikasikan seluruh pelajaran yang telah di dapatkan di bangku
kuliah, baik itu teknis maupun teori. Penerapan keilmuan dalam mata kuliah ini akan
membantu mahasiswa dalam menginterpretasikan pengetahuan yang telah ia
dapatkan sebelumnya.
Sebagai mahasiswa teknik elektro, penulis menyadari bahwa mata kuliah ini
begitu penting untuk penulis dan mahasiswa lainnya. Mata kuliah ini akan membantu
mahasiswa dalam melihat berbagai realitas yang ada di ruang kerja. Selain itu,
dengan adanya mata kuliah ini, mahasiswa dapat lebih mengembangkan seluruh
pengetahuan yang telah didapatkan sebelumnya.
Pemilihan tempat KKN-P yang dipilih oleh penulis yaitu PT Sermani Steel.
Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi seng. Pemilihan tempat kuliah kerja
nyata profesi adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Adanya
keterkaitan antara tempat magang dan jurusan yang dipilih di bangku kuliah tentunya
sangat baik untuk pengaplikasian berbagai pengetahuan yang telah didapatkan
1
sebelumnya. Hubungan ini juga akan menunjang mahasiswa, baik dari segi teori
maupun praktik. Dengan KKN-P di tempat yang sesuai dengan konsentrasi akan
banyak lagi pengalaman yang akan di dapatkan di lapangan nantinya.
1.2 TUJUAN KULIAH KERJA NYATA (KKN-P)
Adapun beberapa tujuan dilakukannya KKN PROFESI adalah sebagai berikut :
1. Sebagai tugas akademik yang diberikan oleh kampus.
2. Untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan.
3. Untuk mengenal dan mengetahui bagaimana dunia kerja yang sebenarnya.
4. Untuk mengetahui bagaimana bekerja sama dengan rekan kerja
dalam membangun suatu instansi.
5. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang dunia kerja sehingga dapat
digunakan ketika memasuki dunia kerja.
6. Untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui
dan memahami segala aktivitas operasional yang dilakukan oleh perusahaan.
1.3 MANFAAT KULIAH KERJA NYATA PROFESI (KKN-P)
Manfaat dari kegiatan pelaksanaan kegiatan KKN PROFESI ini adalah sebagai
berikut.
1. Bagi Mahasiswa
a. Penulis dapat belajar untuk berkerja secara profesional.
b. Penulis dapat belajar untuk berada di bawah tekanan.
c. Penulis dapat belajar untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi saat
bekerja.
d. Penulis dapat menerapkan pelajaran teori maupun praktik yang telah
didapatkan di bangku kuliah dalam bekerja.
e. Penulis dapat berkenalan dengan orang-orang baru.
2. Bagi Instansi/Perusahaan yang bersangkutan
a. Membantu menyelesaikan tugas dan pekerjaan sehari-hari di instansi
/Perusahaan tempat KKN PROFESI dilaksanakan.
b. Meningkatkan kinerja instansi / Perusahaan tempat KKN PROFESI
dilaksanakan
c. Sebagai salah satu sarana penghubung antara pihak instansi/perusahaan
2
dengan Fakultas Teknik Universitas Muslim Makassar.
3. Bagi Fakultas
1. Sebagai bahan evaluasi atas laporan hasil Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) yang dilakukan oleh mahasiswa untuk penyesuain kurikulum dimasa yang
akan datang agar menjadi lebih baik.
2. Sebagai sarana pengenalan instansi pendidikan jurusan ilmu teknik kepada
badan usaha yang membutuhkan lulusan atau tenaga kerja yang dihasilkan
oleh Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia Makassar.
3. Sebagai media untuk menjalin hubungan kerja dengan instansi/perusahaan
yang dijadikan sebagai tempat Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P).
4. Penulis dapat berkenalan dengan orang-orang baru.
b. FALSAFAH KULIAH KERJA NYATA PROFESI (KKN-P)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara
memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah- tengah
masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani
masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. KKN dilaksanakan oleh perguruan
tinggi dalam upaya meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa dan
untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar pada perguruan tinggi.
Kegiatan KKN dilaksanakan di luar kampus dengan maksud meningkatkan
relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan
ilmu pengetahuan, tekonologi serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang
semakin meningkat, serta meningkatkan perpepsi mahasiswa tentang relevansi
antara kurikulum yang dipelajari di kampus dengan realita pembangunan dalam
masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan KKN haruslah dilaksanakan sebagai
pemahaman belajar yang baru dan yang tidak akan pernah diperoleh di dalam
kampus. KKN harus menekankan aspek pengalaman belajar yang menghubungkan
konsep-konsep akademis dengan realitas kehidupan masyarakat.
Program KKN ini merefleksikan pengetahuan teoretik yang disinergikan
dengan pengalaman di lapangan serta diharapkan mampu meningkatkan
kepribadian mahasiswa dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam kehidupan
3
sosial kemasyarakatan. Dengan selesainya ber-KKN, mahasiswa harus meningkat
potensinya dan merasa memiliki pengalaman baru, kemampuan baru, dan
kesadaran baru tentang masyarakat, bangsa, dan tanah air maupun dirinya sendiri
yang akan sanga berguna sebagai bekal menjadi sarjana.
Program pendayagunaan potensi mahasiswa di tengah-tengah masyarakat
yang dikenal dengan nama KKN dan dilaksanakan oleh kalangan perguruan tinggi
telah dimulai sejak 1950 dengan kegiatan yang disebut Pengerahan Tenaga
Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi perbedaan kemajuan ( yang
pada umunya merupakan pengaruh pendidikan) antara Jawa dan Luar Jawa. Pada
saat itu, mahasiswa diterjunkan ke daerah-daerah terutama di luar Jawa guna
membaktikan diri dan mengamalkan ilmunya, terutama dalam bidang
pembangunan masyarakat desa seperti mendirikan sekolah-sekolah, melakukan
pemberantasan buta huruf, dan pembangunan fisik (meskipun dengan / dalam
berbagai keterbatasan). Program Pengerahan tenaga mahasiswa dinilai sangat
berhasil. Hal itu dibuktikan melalui realitas bahwa dalam waktu yang relatif
singkat, daerah-daerah di luar Jawa telah berhasil mendirikan sekolah-sekolah
menengah, yang pada giliran berikutnya berpengaruh besar terhadap bangkitnya
semangat membangun diseluruh pelosok tanah air.
Keberhasilan program ini bukan tanpa memerlukan pengorbanan bagi
pelakunya,yakni para para mahasiswa. Pengorbanan itu antara lain waktu studi para
mahasiswa menjadi lebih lama, bahkan banyak di antara mereka tidak dapat
menyelesaikan kuliahnya atau “dipaksa tetap tinggal” di pedesaan karena
masyarakat setempat sengat mengharapkan kehadirannya untuk memenuhi harapan
muncul maupun berlanjutnya pembangunan di pedesaan, dan juga sebagai realisasi
atau pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada 1971 tiga Universitas besar
(yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin dan Universitas Andalas)
ditunjuk oleh Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
sebagai proyek perintis melaksanakan kegiatan serupa Program Pengerahan Tenaga
Mahasiswa yang disebut Pengabdian Mahasiswa pada masyarakat.
Hasil pelaksanaan proyek perintis tersebut kemudian dibahas pada Rapat
Rektor Universitas/Institut pada Maret 1972. Dalam rapat itu, para rektor
4
bersepakat untuk melanjutkan proyek perintis tersebut dengan melibatkan 13
Universitas yakni Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara,Universitas
Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro,
Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana,
Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam
Ratulangi, Universitas Patimura. Kegiatan tersebut lebih ditingkatkan lagi pada
1973. Pengalaman,bahan-bahan dan informasi dari berbagaai program tersebut
(khususnya proyek perintis) menjadi masukan bagi Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan untuk mengembangkan kegiatan “Pengabdian Mahasiswa kepada
Masyarakat” yang berlaku menyeluruh bagi Universitas/Institut Negeri, yang
kemudian disebut sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada tahun 2006 mulai
diimplementasikan KKN yang direvitalisasi. Hal ini dilakukan sebagai respon
perguruan tinggi terhadap kuatnya tekanan globalisasi pada lapisan masyarakat di
Indonesia.
5
BAB II
GAMBARAN UMUM BANDENG SULTAN
2.1 Sejarah
Bandeng Sultan merupakan usaha kuliner yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan
bandeng, dengan fokus utama pada produksi bandeng tanpa duri dan bandeng presto. Usaha ini
berdiri pada tahun 2019, sekitar tiga bulan sebelum pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
Pendirian usaha dilakukan sebagai respon terhadap kebutuhan konsumen akan produk kuliner
berbahan ikan yang praktis, aman, dan higienis. Pada tahap awal operasional, Bandeng Sultan
mengutamakan kualitas bahan baku, proses produksi yang bersih, serta pengolahan yang sesuai
dengan standar keamanan pangan. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan produk olahan
bandeng yang layak konsumsi, mudah diolah kembali oleh konsumen, dan memiliki cita rasa
yang stabil.
Seiring berjalannya waktu, Bandeng Sultan mulai melakukan diversifikasi produk. Varian
produk yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada bandeng tanpa duri, tetapi juga mencakup
bandeng varian rempah, bandeng crispy, hingga bandeng presto bertulang lunak. Diversifikasi
ini merupakan strategi adaptif untuk memenuhi selera pasar yang semakin beragam, khususnya
segmen konsumen yang menginginkan produk siap saji dan memiliki nilai kepraktisan tinggi.
Sistem produksi dikembangkan secara bertahap melalui kombinasi metode tradisional dan teknik
modern agar kualitas tetap terjaga namun tetap efisien dari sisi operasional.
Dalam perjalanannya, Bandeng Sultan juga mengembangkan strategi pemasaran berbasis
digital untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kehadiran pandemi COVID-19 memberikan
tantangan terhadap sektor UMKM, termasuk pembatasan interaksi langsung dengan konsumen.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bandeng Sultan memanfaatkan media sosial, marketplace, dan
platform komunikasi digital sebagai sarana promosi, transaksi, dan pemesanan produk. Adaptasi
ini tidak hanya mempertahankan stabilitas penjualan, tetapi juga membuka peluang pemasaran
baru seperti pengiriman luar kota maupun kerja sama reseller frozen food.
Selain strategi pemasaran, keberlanjutan Bandeng Sultan didukung oleh pembentukan sistem
manajemen kerja yang profesional. Pengorganisasian tenaga kerja dilakukan secara fungsional,
mulai dari divisi produksi, pemasaran, keuangan, hingga logistik dan distribusi. Setiap bagian
memiliki tugas operasional yang jelas sehingga proses bisnis dapat berjalan efektif dan terukur.
Dengan kombinasi inovasi produk, manajemen organisasi, serta pemanfaatan teknologi digital,
6
Bandeng Sultan mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi pasar yang dinamis serta
persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.
2.2 Data Singkat
1. Nama Usaha
: Bandeng Sultan
2. Bidang Usaha
: Kuliner (Produksi olahan ikan bandeng)
3. Alamat
: Sudiang,Belakang Toko Perkakas, Makassar
4. Produk Utama
: Bandeng tanpa duri & Bandeng presto
5. Visi
: Menjadikan produk Bandeng Sultan sebagai
oleh-oleh khas Makassar terbesar di terbesar
di Indonesia Timur.
6. Misi
: Inovasi produk, peningkatan kualitas &
Standarisasi produk, serta riset pasar secara
berkala.
2.3 Struktur Organisasi Bandeng Sultan
Gambar 1. Struktur Organisasi Bandeng Sultan.
Untuk membantu kelancaran roda perusahaan, maka struktur organisasi perusahaan
diatur sebagai berikut:
1. Pemilik usaha merupakan pemengang keputusan strategis, menentukan visi dan arah
pengembangan usaha serta membangun kerja sama dengan pemasok dan mitra
distribusi.
7
2. Bagian Produksi, bertanggung jawab terhadap proses pengolahan ikan bandeng,
pemilihan bahan baku, pembersihan, pemotongan, penghilangan duri, pengolahan
hingga pengemasan akhir. Serta menjaga kebersihan, keamanan pangan dan cita rasa
produk.
3. Bagian pemasaran dan penjualan (Digital & Sales), bertugas menjalankan strategi
promosi dan membangun branding melalui media sosial serta marketplace. Mengelola
penjualan online dan offline, juga berinteraksi langsung dengan konsumen, menerima
pesanan serta menjaga kepuasan pelanggan.
4. Bagian Keuangan, bertugas mengatur pencatatan arus kas, pengeluaran operasioanl,
pembelian bahan baku dan pembayaran gaji karyawan. Juga bertugas menyusun
pelaporan keuangan sederhana termasuk laba-rugi usaha.
5. Bagian Logistik dan Distribusi, bertugas mengelola stok bahan baku dan produk jadi,
mengatur pengiriman produk ke konsumen, reseller, distributor, serta outlet mitra.
Juga menjaga kualitas produk saat pengiriman agar tetap segar dan aman.
2.4 Lingkungan Kerja
1. Faktor Fisik
Lingkungan fisik merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin higienitas,
kesehatan, dan keselamatan tenaga kerja pada UMKM pengolahan pangan. Lingkungan kerja
yang baik akan mempengaruhi produktivitas karyawan sekaligus kualitas produk yang
dihasilkan. Dalam konteks UMKM Bandeng Sultan, aspek fisik yang diperhatikan meliputi suhu
ruang produksi, kelembaban, kebersihan area kerja, pencahayaan, sirkulasi udara, serta kondisi
fasilitas pendukung seperti freezer dan ruang penyimpanan. Seluruh aktivitas produksi dilakukan
pada ruang yang telah dipisahkan dari area konsumen untuk mengurangi kontaminasi silang dan
menjaga standar sanitasi.
Ruang produksi Bandeng Sultan dilengkapi ventilasi terbuka dan sumber sirkulasi yang
memadai sehingga suhu ruangan tetap stabil ketika proses pemotongan, pembersihan, dan
pengolahan berlangsung. Pengaturan ini penting karena proses penanganan ikan bahan baku
memerlukan suhu yang tidak terlalu panas agar kualitas daging tetap terjaga. Selain ventilasi
fisik, area penyimpanan bahan baku dan produk akhir menggunakan freezer / chiller, sebagai
bagian dari kontrol suhu untuk menjaga kesegaran ikan bandeng.
Secara umum, tingkat kebisingan di lingkungan kerja Bandeng Sultan relatif rendah karena
tidak menggunakan mesin industri berukuran besar. Proses produksi dilakukan secara manual
8
atau dengan bantuan alat dapur semi-industri seperti presto cooker, mesin vakum kemasan, dan
alat pemotong. Suara yang dihasilkan masih berada dalam kategori wajar dan tidak mengganggu
operator. Namun demikian, penggunaan pressure cooker (presto) dalam durasi panjang dapat
menghasilkan suara uap tinggi, sehingga pekerja dianjurkan menjaga jarak aman selama proses
tersebut berlangsung.
Sebagai UMKM pangan basah, Bandeng Sultan tidak menghasilkan debu seperti industri
manufaktur. Namun pengolahan ikan dapat menghasilkan bau khas protein hewani atau sisa
organik. Untuk meminimalkan bau dan menjaga kenyamanan pekerja, area pengolahan
dilengkapi saluran pembuangan yang baik, permukaan kerja mudah dibersihkan, serta proses
sanitasi rutin setelah kegiatan produksi selesai.
2. Faktor Kimia
Proses produksi Bandeng Sultan melibatkan bahan pangan, bumbu, serta senyawa
tambahan yang bersifat aman dikonsumsi. Pada tahap pembersihan bahan baku, karyawan
menggunakan deterjen food-grade untuk sanitasi peralatan, bukan bahan korosif berbahaya
seperti HCl atau asam kromat sebagaimana industri logam. Bahan pengawet kimia tidak
digunakan, karena produk bandeng biasanya mempertahankan daya simpan melalui metode
presto, pemasakan, pendinginan, serta pembungkusan vakum.
Penggunaan bahan kimia di lingkungan kerja lebih banyak berupa pembersih dan
antiseptik permukaan, seperti cairan desinfektan, dan sabun cuci peralatan. Seluruh karyawan
dianjurkan menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan plastik atau lateks,
celemek, masker, dan penutup kepala untuk menghindari kontak langsung antara kulit dengan
bahan pangan atau cairan pembersih.
3. Faktor Biologi
Karena berurusan langsung dengan bahan mentah hewani, potensi kontaminasi biologis
merupakan faktor risiko utama di UMKM pangan. Mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan
parasit dapat muncul apabila sanitasi tidak dilakukan dengan baik. Oleh karena itu, Bandeng
Sultan menerapkan praktik good handling practice (GHP), seperti:
•
Mencuci ikan dengan air mengalir sebelum di olah.
•
Menjaga higienitas meja kerja dan pisau.
•
Menyimpan bahan baku beku sesuai suhu standar.
•
Melakukan penyortiran ikan yang cacat atau berbau.
4. Faktor Ergonomi
Penerapan ergonomi di Bandeng Sultan dilakukan dengan mempertimbangkan
9
kenyamanan pekerja pada area produksi. Peralatan utama seperti meja pemotongan, talenan,
pisau fillet, serta presto cooker disesuaikan dengan tinggi tubuh rata-rata pekerja sehingga
mereka dapat bekerja dengan posisi tubuh yang stabil dan tidak membebani otot. Penataan alat
dilakukan secara vertikal (alat tajam terpisah, area ikan bersih terpisah dari area limbah) sehingga
pekerja tidak perlu melakukan pergerakan berlebih yang menyebabkan kelelahan. Selain itu,
proses penghilangan duri dilakukan sambil duduk pada kursi ergonomis, karena aktivitas ini
memerlukan konsentrasi dan ketelitian dalam waktu cukup lama.
5. Keselamatan Kerja
Sebagai pelaku usaha pangan, Bandeng Sultan menerapkan prinsip dasar Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keamanan pekerja.
Penerapan K3 di lingkungan usaha meliputi:
a.
Sistem Pencegahan Kebakaran
Peralatan dapur seperti kompor gas, oven presto, dan alat pemanas berada pada area khusus
dengan ventilasi terbuka. Gas tabung disimpan jauh dari sumber panas langsung dan memiliki
katup pengaman. Selain itu, pemilik usaha menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
skala rumah tangga yang ditempatkan pada area yang mudah dijangkau karyawan.
b.
Sistem Kelistrikan
Penggunaan listrik terutama pada freezer, mesin vakum kemasan, dan lampu kerja. Instalasi
kabel disusun rapi, tidak bersinggungan dengan area basah, serta dipasang stop kontak dengan
pengaman. Sumber listrik cadangan tidak diperlukan karena operasional tidak bergantung pada
mesin industri besar.
c.
Sistem Pengamanan Peralatan
Peralatan berisiko seperti pisau fillet, kompor tekanan, dan alat pemotong disimpan di area
kerja khusus. Pisau tidak dibiarkan terbuka di jalur lalu lintas pekerja untuk menghindari luka
sayat. Proses presto dilakukan oleh operator yang memahami durasi pemanasan dan pelepasan
tekanan uap.
d.
Alat Pelindung Diri (APD)
Bandeng Sultan mewajibkan penggunaan APD selama produksi, terutama sarung tangan,
penutup kepala, celemek, serta masker. APD berfungsi mencegah kontaminasi silang antara
pekerja dengan bahan pangan, sekaligus mengurangi risiko luka kerja saat penanganan alat tajam.
6. Pengolahan Limbah
10
Sebagai UMKM kuliner, Bandeng Sultan menghasilkan limbah organik berupa sisa
tulang, isi perut ikan, dan potongan daging yang tidak digunakan. Limbah padat dikumpulkan
dalam wadah tertutup dan dibuang secara berkala ke tempat pembuangan sesuai standar
kebersihan. Air sisa pencucian dialirkan melalui saluran pembuangan rumah tangga, dan area
produksi dibersihkan dengan sabun serta disinfektan setelah kegiatan selesai. Tidak terdapat
proses limbah kimia berat atau sistem wastewater treatment skala industri, karena bahan kimia
berbahaya tidak digunakan dalam proses produksi.
2.5 Produksi Bandeng Sultan Secara Garis Besar
Produksi Bandeng Sultan berfokus pada pengolahan ikan bandeng menjadi produk siap
konsumsi dengan keunggulan bandeng tanpa duri.
Tahapan umum proses produksi:
1. Pemilihan bahan baku, ikan bandeng segar diperoleh dari pemasok lokal.
2. Pembersihan & pengolahan awal, Pembuangan isi perut, pencucian higienis.
3. Penghilangan duri, dilakukan secara manual oleh tenaga berpengalaman agar daging tetap
utuh.
4. Pengolahan produk, sesuai jenis produk: presto (tulang lunak), crispy, atau olahan bumbu.
5. Pengemasan, produk dikemas rapi untuk menjaga kualitas, kesegaran, dan ketahanan
distribusi.
6. Distribusi / penjualan, produk dijual melalui toko fisik, marketplace, reseller frozen food,
dan mitra usaha.
Fokus produksi berada pada konsistensi rasa, higienitas, kualitas tekstur, serta efisiensi
produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar.
2.6 Unit Pendukung
Unit
pendukung
berfungsi
memastikan
keberlangsungan usaha.
1. Pemasok Ikan Bandenng Segar
11
stabilitas
operasional
dan
Pemasok lokal menyediakan bahan baku utama. Kemitraan ini menjaga
kualitas ikan yang digunakan serta memastikan ketersediaan pasokan secara
rutin.
2. Distributor dan Agen Penjualan
Mitra distributor membantu memperluas jangkauan pemasaran ke toko
frozen, reseller, atau kota lain.
3. Restoran dan Katering
Restoran seafood atau usaha katering menjadi pelanggan bulk, terutama
produk bandeng tanpa duri sebagai bahan menu.
4. Marketplace Digital
Melalui kanal digital, Bandeng Sultan mempromosikan produk, menerima
pesanan, menjaga komunikasi dengan konsumen, dan membangun brand
awareness. Media sosial dan marketplace menjadi kanal utama pemasaran:
• Instagram: @bandengsultan
• Facebook: Bandeng Sultan
• Website: bandengsultan.com
5. Kerjasama Institusi
UMKM menjalin kerja sama dengan lembaga seperti BUMN (contoh
Pegadaian) untuk distribusi atau program dukungan UMKM.
12
BAB III
KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA
3.1 TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Profesi dilaksanakan di UMKM
Bandeng Sultan, yang berlokasi di Sudiang, Belakang Toko Perkakas,
Makassar, Sulawesi Selatan. Bandeng Sultan merupakan usaha kuliner yang
bergerak dalam bidang pengolahan ikan bandeng siap konsumsi, dengan
berbagai varian seperti bandeng tanpa duri, bandeng crispy, bandeng rempah,
serta bandeng presto tulang lunak. Seluruh kegiatan KKN Profesi berfokus
pada observasi operasional usaha, praktik kerja lapangan, serta pengembangan
ide solusi berbasis kebutuhan UMKM.
Pelaksanaan KKN Profesi berlangsung pada tanggal 24 September sampai
dengan 30 November 2024. Kegiatan lapangan dilakukan melalui pertemuan
rutin bersama pemilik UMKM dan tenaga kerja produksi. Jadwal observasi
mengikuti waktu operasional UMKM, yaitu mulai pukul 09.00 – 15.00 WITA,
atau disesuaikan berdasarkan kebutuhan proses produksi dan agenda
pengolahan bahan baku. Waktu kegiatan bersifat fleksibel karena pelaksanaan
produksi Bandeng Sultan tidak mengikuti sistem shift pabrik, melainkan
menyesuaikan permintaan pasar dan ketersediaan bahan baku.
3.2 JENIS KEGIATAN
Keterlibatan peserta KKN Profesi Universitas Muslim Indonesia dalam
kegiatan UMKM Bandeng Sultan dilaksanakan berdasarkan arahan pemilik
usaha dan kebutuhan operasional lapangan. Kegiatan mencakup observasi
lapangan, diskusi dengan pelaku usaha, praktik sederhana, serta analisis
permasalahan yang ditemui selama proses produksi dan pemasaran.
1. Pertemuan Pertama, Orientasi
dan
Pengenalan
UMKM
Pada tahap awal, peserta diperkenalkan terhadap lingkungan kerja
Bandeng Sultan, termasuk ruang produksi, area penyimpanan, serta ruang
pengemasan. Pemilik usaha memberikan penjelasan mengenai sejarah
berdirinya UMKM, visi dan misi, jenis produk unggulan, serta strategi
13
pemasaran yang diterapkan. Orientasi ini bertujuan agar peserta dapat
memahami karakteristik usaha, mengenal karyawan, serta menyesuaikan
diri dengan budaya kerja yang berlaku. Pada tahap ini, kegiatan masih
bersifat observasional dan belum diberikan tugas teknis.
2. Pertemuan Kedua, Observasi Sistem Produksi dan Rantai
Operasional
Pada pertemuan ini peserta mulai diarahkan untuk mengamati sistem
operasional UMKM secara langsung. Kegiatan dimulai dari proses
penanganan bahan baku ikan bandeng, tahap pembersihan, penghilangan
duri, hingga proses pengolahan berdasarkan jenis produk. Peserta juga
diperkenalkan pada penggunaan alat-alat pendukung seperti presto cooker,
mesin vakum kemasan, chiller/freezer, serta standar sanitasi yang
diterapkan selama produksi. Mahasiswa diberi penjelasan mengenai alur
distribusi produk, mulai dari proses pengemasan hingga pemenuhan
pesanan konsumen melalui media sosial maupun reseller.
3.
Pertemuan
Ketiga,
Analisis
Permasalahan
&
Diskusi
ketiga,
kegiatan
berfokus
identifikasi
Operasional
Pada
pertemuan
pada
permasalahan yang dialami UMKM. Peserta melakukan sesi tanya jawab
langsung dengan pemilik usaha terkait kendala dalam produksi, pemasaran,
distribusi, dan manajemen stok. Selain itu, peserta melakukan pengamatan
terkait konsistensi kualitas produk, proses kerja manual yang memerlukan
ketelitian tinggi, serta keterbatasan sumber daya manusia. Dari hasil diskusi
tersebut, mahasiswa mulai menyusun poin-poin permasalahan dan alternatif
solusi yang dapat diterapkan oleh Bandeng Sultan.
4. Pertemuan Keempat, Implementasi Dukungan Kegiatan dan
Observasi Lanjutan
Pada tahap ini, peserta diberi kesempatan terlibat secara langsung dalam
aktivitas sederhana seperti pengemasan, penyusunan konten pemasaran
digital, pengambilan foto produk, atau membantu penataan stok. Mahasiswa
juga diarahkan untuk memahami bagaimana sistem pencatatan pesanan
14
dilakukan, bagaimana produk dikomunikasikan ke konsumen melalui
marketplace, dan bagaimana respon pasar ditangani. Kegiatan ini membantu
peserta memahami aspek operasional UMKM secara lebih menyeluruh serta
menilai efektivitas praktik yang telah diterapkan.
15
BAB IV
IDENTIFIKASI MASALAH YANG DIHADAPI
4.1 MASALAH YANG DIHADAPI
Masalah utama yang ditemukan selama pelaksanaan KKN Profesi di UMKM Bandeng
Sultan adalah ketidakpatuhan karyawan terhadap SOP penggunaan alat pelindung diri
(APD) seperti sarung tangan, masker, dan penutup kepala. Sebagian karyawan
menganggap penggunaan APD menghambat kenyamanan saat bekerja, sehingga mereka
sering melepas atau tidak menggunakannya, terutama pada proses pengolahan dan
pengemasan.
4.2 PEMECAHAN MASALAH
Upaya pemecahan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif, yaitu dengan
memberikan penjelasan mengenai pentingnya penggunaan APD terhadap keamanan
pangan dan keselamatan kerja. Selain itu, pemilik usaha melakukan pengawasan sederhana
selama produksi, serta menyediakan APD di area kerja agar mudah diakses. Langkah ini
membantu meningkatkan kesadaran karyawan dan menumbuhkan kebiasaan patuh SOP
secara bertahap.
16
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan KKN Profesi di UMKM Bandeng Sultan, dapat
disimpulkan bahwa proses produksi telah berjalan dengan baik, namun masih
terdapat kendala terkait kepatuhan karyawan terhadap SOP penggunaan alat
pelindung diri (APD). Ketidakpatuhan ini terjadi karena faktor kenyamanan,
kebiasaan kerja lama, serta kurangnya pemahaman mengenai risiko higienitas dan
keselamatan. Meski demikian, upaya edukasi yang dilakukan melalui sosialisasi
langsung dan pengawasan operasional mampu meningkatkan kesadaran karyawan
secara bertahap, sehingga standar keamanan pangan dapat lebih terjaga.
5.2. Saran
Agar kualitas operasional semakin baik, UMKM Bandeng Sultan disarankan
untuk menerapkan pengawasan SOP secara konsisten, termasuk pemberian instruksi
rutin sebelum produksi dimulai. Selain itu, pelatihan sederhana mengenai higienitas
pangan dan keselamatan kerja dapat dijadwalkan secara berkala agar karyawan
memahami pentingnya penggunaan APD. Penyediaan APD yang nyaman, mudah
dijangkau, serta penegakan aturan internal akan membantu membentuk budaya kerja
yang lebih disiplin dan profesional.
17
LAMPIRAN KKN PROFESI
1. SURAT SK KKN
18
19
Download