Uploaded by User124624

POSTUR TUBUH TM 5

advertisement
POSTUR TUBUH
Oleh :
Marlynda Happy Nurmalita Sari, S.ST, MKM
Struktur Tubuh Manusia
Pengaturan Fungsi Tubuh
• Aktivitas berbagai organ dalam tubuh berada di bawah kontrol sistem
syaraf dan sistem endokrin.
• Sistem endokrin mengontrol dengan cara mensekresikan hormone, efeknya
agak lambat dibanding dengan sistem syaraf yang mengontrol dengan
impuls sepanjang serabut syaraf.
• Macam-macam sistem organ :
1. Sistem pencernaan
2. Sistem pancaindera
3. Sistem syaraf
4. Sistem endokrin
5. Sistem reproduksi, dll
Pengertian Postur Tubuh
• Postur tubuh adalah betuk, keadaan tubuh, sikap perawakan,
perawakan seseorang (KBBI)
• Postur tubuh merupakan perpaduan antara tinggi badan, berat badan,
serta berbagai ukuran antropometrik lainnya yang ada pada diri
seseorang (Sugiyanto, 2001).
• Postur tubuh adalah bentuk tubuh atau sikap badan yang terlihat dari
ujung kaki sampai ujung rambut dan merupakan perpaduan antara TB,
BB dan ukuran antropometrik lainnya yang ada pada diri seseorang
• Postur tubuh manusia merupakan posisi tubuh yang dipertahankan
untuk melawan gravitasi bumi ketika berdiri, duduk maupun berbaring.
Postur
• Postur : memberikan bentuk tubuh
• Upaya tubuh untuk melawan berat yang dipengaruhi gravitasi
• Ditentukan terutama oleh :
1. Vertebre
2. Otot-otot besar tubuh : otot punggung, paha, dll
3. Sistem extrapyramidal
Evaluasi Postur Tubuh
• Ada 2 pendekatan yaitu :
1. Evaluasi statis dilakukan terhadap postur seseorang pada saat yang
bersangkutan dalam posisi diam (fixed position)
2. Evaluasi dinamis dilakukan pada saat yang bersangkutan sedang
bergerak, yang meliputi gerak pada saat berjalan, berlari,
memanjat, turun tangga dan berdiri (Johnson L and Jack K Nelson,
2000)
Hubungan Anatomi dengan Postur Tubuh
Postur Tubuh Salah
Cedera
Kelainan Anatomi Tubuh
Kelainan & Penyakit terkait dengan Anatomi Tubuh
1. Kusta
Penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit
ini menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf dan otot
2. Malnutrisi (Kekurangan Gizi)
Kondisi dimana seseorang kekurangan asupan gizi sehingga
tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup untuk metabolisme dan
pertumbuhan
3. Atritis
Peradangan pada sendi
Tulang Belakang / Columna Vertebrae
Kelainan Postur Tubuh
1. LORDOSIS
Istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kelengkungan bagian
dalam dari rongga tulang belakang. Dua segmen dari rongga tulang belakang
servikal dan lumbalis, biasanya lordotic yaitu mereka ditetapkan dalam suatu
kurva yang memiliki kecembungan anterior (ke depan) dan cekungan posterior
(belakang) dalam konteks anatomi manusia.
Excessive or hyperlordosis sering disebut sebagai swayback atau saddle back
LORDOSIS (1)
• Konsekuensi dari lekukan/ curvatures lordotic normal dari vertebral column,
(juga dikenal sebagai lekukan sekunder/ secondary curvatures ) adalah :
bahwa ada perbedaan ketebalan antara bagian anterior dan posterior dari
intervertebral disc .
• Lordosis juga dapat meningkat pada pubertas kadang-kadang tidak menjadi
jelas sampai awal atau pertengahan 20-an.
• Ketidakseimbangan kekuatan otot dan panjang juga merupakan penyebab,
seperti paha belakang lemah, atau fleksor pinggul ketat.
• Kelengkungan lordotic berlebihan juga disebut hollow back ,saddle back, dan
swayback.
• Penyebab umum lordosis berlebihan termasuk tight low back muscles,
excessive visceral fat , and pregnancy.
2. Kifosis / Kyphosis
• Kifosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang
melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bungkuk.
• Gangguan yang dapat menyebabkan kifosis, meliputi:
1. Osteoporosis
2. Degenerative arthritis of the spine
3. Connective tissue disorders
4. Tuberkulosis dan infeksi tulang belakang lain (akibatnya kerusakan sendi)
5. Kanker atau tumor jinak yang menimpa pada tulang belakang dan memaksa tulang
keluar dari posisi
6. Spina bifida
7. Kondisi yang menyebabkan paralisis, seperti cerebral palsy, polio, dan kaku tulang
belakang
Kifosis / Kyphosis (1)
• Gejala kifosis mungkin termasuk:
1. Postur bungkuk
2. Nyeri punggung ringan
3. Kekakuan atau nyeri spinal
4. Kelelahan
3. Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis
• Suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang
melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita
bungkuk ke samping, membentuk huruf S.
• Kelainana ini dapat terjadi akibat deformitas struktuural kolumna
vertebralis yang ada sejak lahir (congenital) atau dapat timbul akibat
penyakit neuromuskuler misalnya cerebral palsy atau distrofi otot.
• Sebagian skoliosis structural dapat timbul tanpa sebab jelas (idiopatik)
atau karena postur yang buruk.
• Skoliosis menyebabkan deformitas dan kadang-kadang nyeri. Apabila
keadaan ini tidak diatasi, maka fungsi pernapasan dan jantung dapat
terganggu.
Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis (1)
Gambaran klinis:
1. Kelainan penampakan normal vertebra yaitu konkaf-konveks-konkaf
yang terlihat menurun dari bahu ke bokong.
2. Menonjolnya iga di sisi konveks.
3. Tinggi Krista iliaka yang tidak sama. Hal ini dapat menyebabkan satu
tungkai lebih pendek daripada tungkai lainnya.
4. Asimetri rongga toraks dan persambungan yang tidak sesuai dari
vertebra spinalis akan tampak apabila individu membungkuk.
Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis (2)
Penatalaksanaan:
• Skoliosis postural dapat diobati dengan latihan pasif dan aktif. Dapat
dipasang penahan eksternal untuk meningkatkan kepatuhan dan
kecepatan pemulihan.
• Skoliosis struktural dapat diobati dengan intervensi bedah. Intervensi
tersebut dapat berupa penempatan sebuah batang fleksibel di
punggung untuk membalikkan lengkungan kolumna vertebralis. Pada
kasus-kasus yang parah dapat dilakukan fusi (penggabungan) spina di
tingkat yang berbeda untuk memperbaiki deformitas
4. Sublubrikasi
Sublubrikasi adalah kelainan pada
tulang belakang pada bagian leher
yang
menyebabkan
kepala
penderita gangguan tersebut
berubah arah ke kiri atau ke
kanan.
5. Tortikolis
• Tortikolis terjadi karena trauma persalinan pada kepala letak sungsang. Bila
dilakukan traksi pada kepala untuk melahirkan anak, dapat terjadi cedera
m.sternokleidomastoideus yang menimbulkan hematoma sehingga terjadi
pemendekan otot akibat fibrosis. Cedera sternokleidomastoideus ini dapat
terjadi pada setiap metode ekstraksi anak.
• Gambaran klinis:
Kepala miring karena m.sternokleidomastoideus memendek, dan teraba
seperti tali yang kaku. Bila dibiarkan muka akan menjadi asimetri, tulang
belakang akan skoliosis untuk mengimbangi miringnya vertebra servikalis, dan
tengkorak pun akan asimetri.
Tortikolis (1)
Tata laksana:
Bila dijumpai pada bayi, fisioterapi
diberikan setiap hari berupa masase
disertai peregangan dengan harapan otot
dapat memanjang.
Bila fisioterapi tidak berhasil dilakukan
operasi
untuk
memperpanjang
sternokleidomastoid.
Fisioterapi
diteruskan lagi pasca bedah agar tidak
kambuh lagi.
6. Kifolordosis
• Kombinasi dari kifosis dan lordosis.
• Penyebabnya adalah kondisi congenital.
• Penatalaksanaan:
sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis (berdasarkan
penyebab)
7. Kifoskoliosis
• Tidak normalnya kurva spinal
anteroposterior dan lateral.
• Penyebabnya
adalah
kondisi
congenital
• Penatalaksanaan:
Imobilisasi dan operasi (berdasarkan
penyebab dan tingkat keparahan)
8. Footdrop
• Plantarfleksi,
ketidakmampuan
menekuk kaki karena kerusakan saraf
peroneal.
• Penyebabnya
adalah
kondisi
congenital, trauma, posisi imobilisasi
yang tidak baik.
• Penatalaksanaan:
Tidak ada (tidak dapat dikoreksi) dicegah
melalui terapi fisik
9. Pigeon toes
• Rotasi dalam kaki depan, biasa
pada bayi
• Penyebabnya adalah kondisi
congenital dan kebiasaan.
• Penatalaksanaan:
Pertumbuhan,
menggunakan
sepatu khusus
Gambar Kelainan Postur Tubuh
Download