MENJADI BERBEDA SETELAH BENCANA

advertisement
MENJADI BERBEDA SETELAH
BENCANA
Menjadi Berbeda yang dimaksudkan disini adalah
ketika terjadi suatu perubahan yang mendadak
terhadap keadaan fisik / sistem biologis seseorang
yang didapatkannya setelah mengalami suatu
bencana. Dimana perubahan tersebut kemudian
membawa beberapa dampak yang tidak terbatas
pada dampak fisik saja.
Seseorang yang mengalami keadaan ini kemudian
sering disebut sebagai seseorang yang difabel.
Pengertian DIFABEL...
Difabel (Different Ability) adalah seseorang yang
keadaan fisik atau sistem biologisnya berbeda
dengan orang lain pada umumnya.
Beberapa hal yang bisa menyebabkan
difabel
Jangan katakan aku tak bisa
Hanya karena aku tak miliki yang biasanya ada
Jangan menganggapku beban
Hanya karena aku bergerak sedikit lebih lamban
Biarkan aku berdiri dengan keyakinanku
Biarkan aku berjalan dengan caraku
Terimalah aku sebagai pribadi
Sama seperti aku menerimamu sebagai pribadi
Ada sebagian orang yang menjadi difabel sejak lahir
namun ada juga yang menjadi difabel karena
mengalami suatu peristiwa. Akhir – akhir ini kita sering
mendengar peristiwa kekerasan yang ditujukan atau
tanpa sengaja mengenai seseorang. Sebagai contoh
adalah peristiwa : tawuran, pemboman dan konflik
bersenjata. Namun adapula peristiwa yang terjadi
secara tiba – tiba / tanpa perencanaan seperti
kecelakaan dan bencana alam. Peristiwa – peristiwa
inilah yang kemudian disebut bencana dan dapat
menyebabkan seseorang yang mengalaminya
menjadi difabel.
Masalah
–
masalah
yang
menyertai penyintas (survivor)
mungkin
Fisik Æ Luka yang diderita penyintas dari suatu
bencana dapat bersifat sementara maupun
permanen. Pengobatan / operasi yang harus
dijalani dalam penyembuhan biasanya juga
menjadi tantangan tersendiri bagi para penyintas.
Psikologis Æ Perubahan yang mendadak akan
membuat seseorang merasa tidak siap untuk
menerimanya. Hal ini seringkali akan membuat
seseorang merubah atau menata ulang cara
pandangnya terhadap diri sendiri.
Ekonomi Æ Suatu bencana dapat menghilangkan
/ menghabiskan harta benda seseorang sehingga
ia tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan dirinya.
Sosial Æ Perubahan keadaan membuat ia harus
menyesuaikan diri lagi dengan lingkungannya.
Baik itu lingkungan pergaulan ataupun pekerjaan.
Selain itu ia juga harus berhadapan dengan
bagaimana cara masyarakat menerima dirinya.
Keluarga Æ Adakalanya penyintas menjadi
sangat tergantung / menarik diri dari keluarganya.
Di sisi lain terdapat situasi dimana keluarga tidak /
belum dapat memahami / menerima keadaan
penyintas.
Secara psikologis terdapat beberapa hal
yang mungkin terjadi pada penyintas
(survivor), antara lain :
Perasaan takut yang berkelanjutan terhadap
penyebab bencana/ tempat kejadian/ hal – hal
lain yang dapat mengingatkan penyintas
terhadap bencana yang pernah dialaminya.
Terus – menerus teringat terhadap kejadian
bencana.
Kemarahan yang berkepanjangan (merasa
diperlakukan secara tidak adil, belum dapat
menerima kenyataan, merasa lelah menyesuaikan
diri)
Perasaan depresi
Cara pandang terhadap diri sendiri menjadi
negatif
Hilangnya kepercayaan diri
Hal – hal yang dapat dilakukan penyintas
untuk kembali berdaya
Mengenali keadaan diri yang sekarang, yaitu
mengenai apa yang bisa dan tidak bisa kita
lakukan.
Kembali bertangung jawab atau mengambil alih
kontrol terhadap diri sendiri.
Mendefinisikan kembali tujuan dan cita – cita
hidup.
Mempelajari hal–hal baru yang bisa meningkatkan
kemampuan dan kepercayaan diri.
Membagi pengetahuan kepada orang lain, hal ini
secara tidak langsung dapat mengurangi beban
diri dan memberikan
orang lain.
pembelajaran
kepada
Bentuk dukungan yang dapat diberikan
keluarga atau orang terdekat
Mempelajari & memahami keadaan serta
perasaan penyintas
Memberikan ruang pada penyintas untuk memilih
cara yang terbaik untuk pulih.
Memperlakukan penyintas secara wajar / tidak
memberikan perhatian yang berlebih – lebihan
yang dapat membuat penyintas merasa tidak
nyaman.
Melibatkan penyintas pada kegiatan sehari – hari.
Menghargai usaha – usaha penyintas.
Bentuk dukungan yang dapat diberikan
oleh masyarakat dan pemerintah
™ Menerima kehadiran penyintas dalam lingkungan
sosial.
™ Memahami bahwa penyintas bukanlah orang
yang tidak berdaya. Penyintas perlu mendapat
kesempatan untuk menunjukkan kemampuan
mereka.
™ Memfasilitasi kebutuhan – kebutuhan penyintas
dalam ruang gerak sosial dan pekerjaan.
™ Melibatkan penyintas dalam kegiatan – kegiatan
kemasyarakatan sehingga mereka juga merasa
terlibat, merasa memiliki dan bertanggung jawab
terhadap lingkungannya.
Peran psikolog / konselor dalam membantu
penyintas
Tidak jarang selain perubahan fisik terdapat pula
perubahan yang sifatnya psikologis yang juga
memerlukan penanganan. Namun ada kalanya baik
penyintas maupun keluarga tidak memperhatikan /
menyadari faktor ini, mereka jadi menarik diri dari
lingkungan, karena merasa berbeda dan khawatir
akan tanggapan orang lain. Tidak adanya
penanganan dari sisi psikologis
dapat berakibat
pada menurunnya kesehatan psikologis seseorang.
Di sinilah biasanya seorang psikolog / konselor
berperan yaitu dengan memberikan dorongan /
intervensi kepada penyintas agar dapat kembali
kepada fungsi sosialnya dan menerima keadaan
dirinya yang baru. Psikolog dan konselor juga dapat
memberikan psikoedukasi atau dukungan pada
keluarga mengenai cara – cara mendampingi
penyintas.
Jl. Kemang III / No. 8
Jakarta 12730, Indonesia
Telp. : 62-21-7197476
Faks : 62-21-7195444
Email : [email protected]
Download