10. Kelainan sistem peredaran darah - XI MIA 1

advertisement
KELAINAN PADA SISTEM
PEREDARAN DARAH MANUSIA
Kahartik Yoganingrum
Norma Yuniar
Mahendra Aulia Rahman
Penyebab Masalah pada Pembuluh Darah
Berbagai masalah yang terjadi pada Pembuluh Darah disebabkan oleh pola makan dan
gaya hidup yang tidak sehat. Sistem peredaran darah terdiri atas jaringan dari organ,
darah, dan pembuluh darah. Organ dan pembuluh darah bertanggung jawab untuk
mengalirkan darah yang berisi, nutrisi, oksigen, hormon dan gas-gas lain menuju sel.
Kolesterol dan Pola Makan
• Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80%
dihasilkan oleh tubuh (organ hati) dan 20% dihasilkan
dari luar tubuh berupa zat makanan.
• Kolesterol yang berasal dari zat makanan dapat
meningkatan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi jika
konsumsi seimbang dengan kebutuhan, maka tubuh
akan tetap sehat.
• Kolesterol tidak larut dalam darah. Untuk itu, agar
dapat dikirim ke seluruh tubuh, kolesterol dikemas
bersama protein menjadi partikel lipoprotein.
• Kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yaitu Low Density
Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein
• LDL kolesterol atau kolesterol lipoprotein
berkepadatan rendah dikenal sebagai kolesterol
jahat karena kolesterol LDL melekat pada dinding
arteri dan bisa menyebabkan terjadinya
penutupan arteri serta menyebabkan
peyempitan dan penyumbatan aliran darah.
Akibatnya, jantung kesulitan untuk memompa
darah dan akhirnya berlanjut ke gejala serangan
jantung. Bila penyumbatan itu terjadi di otak,
maka akan menyebabkan stroke.
• HDL kolesterol atau kolesterol lipoprotein
berkepadatan tinggi dikenal sebagai kolesterol
baik karena membawa kembali kolesterol buruk
ke organ hati untuk pemrosesan lebih lanjut.
Rokok
• Bahaya rokok bukan saja berdampak pada perokok aktif,
namun juga pada perokok pasif. Perokok aktif adalah orang
yang merokok, sedangkan perokok pasif adalah orang yang
terkena imbas secara langsung dari kegiatan merokok.
• Saat merokok, segala zat beracun yang ada dalam rokok
akan mengalir dalam darah dan juga menyebabkan
terkontaminasinya zat-zat penting dalam darah. Dan akan
terjadi penggumpalan dalam pembuluh darah, sehingga
aliran darah menjadi tidak lancar dan tersumbat.
• Rokok terbuat dari tembakau (Nicotiana Tobaccum L.). Asap
rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia
berbahaya. Zat kimia yang dikeluarkan terdiri dari
komponen gas (85%) dan partikel.
KELAINAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
MANUSIA
Anemia
• Anemia adalah penyakit akibat kekurangan hemoglobin
dalam darah. Penyebab anemia adalah kurangnya
kandungan hemoglobin dalam eritrosit, kurangnya eritrosit
dalam darah, dan atau kurangnya volume darah dari
volume normal. Anemia dapat terjadi pada tubuh seseorang
yang terluka dan mengeluarkan banyak darah, misalnya
akibat kecelakaan.
• Anemia juga dapat terjadi karena kekurangan ion besi
(anemia gizi), kekurangan vitamin B12 karena tubuh tidak
mampu menyerap vitamin B12 (anemia pernisiosa), dan
anemia aplastik yaitu anemia yang disebabkan oleh
kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
Hemofilia
• Hemofilia adalah penyakit darah yang sulit membeku.
Luka sedikit saja darah dapat mengucur terus, sehingga
penderita mengalami kurang darah, bahkan bisa
menyebabkan kematian. Penyakit ini bersifat menurun,
diwariskan orang tua kepada anaknya. Kaum laki-laki
besar kemungkinan mendapat warisan penyakit ini,
karena gen hemofilia cenderung menampakkan
pengaruhnya pada laki-laki. Hemofilia bersifat
mematikan sehingga kaum perempuan akan mati
sebelum dewasa jika menderita penyakit ini.
Leukimia
• Leukimia atau kanker darah adalah penyakit yang
disebabkan oleh bertambahnya sel darah putih
yang tak terkendali. Disamping itu, sel darah putih
akan memakan sel darah merah (eritrosit) sehingga
penderita mengalami anemia berat.
• Gejala leukimia yaitu: demam, kedinginan, badan
lemah dan sakit kepala, sering mengalami infeksi,
penurunan berat badan, nyeri tulang dan sendi,
berkeringat terutama di malam hari.
Siklemia
• Sicklemia (Anemia Sel Sabit) adalah penyakit turunan
berupa kelainan hemoglobin (hemoglobinopati), yaitu
terbentuknya hemoglobin S yang fungsinya terganggu
sehingga sel darah merah berbentuk bulan sabit.
• Hemoglobin normal seharusnya mengandung asam
glutamat, tetapi karena terjadi kesalahan dalam
penerjemahan, hemoglobin mengandung valin atau
lisin. Hal ini menyebabkan hemoglobin menghasilkan
sel sabit.
• Anemia sel sabit merupakan kelainan genetik terkait
gen resesif.
Thalassemia
• Thalasemia merupakan suatu penyakit kelainan
darah resesif autosomal atau bersifat genetik
dimana kerusakan DNA akan menyebabkan
ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari
keempat rantai asam amino yang memproduksi sel
darah merah (hemoglobin) penderitanya, serta
mudah rusak sehingga kerap menyebabkan
anemia.
Hemoglobin merupakan salah satu
pembentuk sel darah merah, yang terdiri
dari 4 rantai asam amino (2 rantai amino
alpha dan 2 rantai amino beta) yang
bekerja bersama-sama untuk mengikat
dan mengangkut oksigen keseluruh tubuh.
Kegagalan pembentukkan rantai asam
amino menyebabkan thalasemia, hal
tersebut ditandai oleh defisiensi produksi
globin pada hemoglobin, dimana terjadi
kerusakan sel darah merah didalam
pembuluh darah sehingga umur eritrosit
menjadi pendek (kurang dari 100 hari).
Hipertensi
• Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi jika tekanan
darah sistole dan diastole di atas normal, yaitu sistole lebih
besar dari 140 mm Hg atau tekanan diastole lebih
besar dari 99 mmHg. Tekanan darah yang ideal adalah
tekanan sistole 120 mmHg, dan tekanan diastole 80 mmHg.
Penyebabnya antara lain adalah penyakit ginjal, banyak
merokok, kegemukan, gangguan dalam transpor garamgaram dan hormon. Tetapi dapat pula karena faktor
keturunan.
• Hipertensi dapat menyebabkan jantung harus bekerja keras
sehingga otot-ototnya menebal, beban terhadap arteri
semakin besar sehingga mudah pecah. Bila arteri yang
menuju otak pecah dapat menimbulkan stroke. Hipertensi
ditandai dengan badan lemah, pusing, napas pendek, dan
palpitasi jantung.
Hipotensi
• Hipotensi atau tekanan darah rendah merupakan suatu
keadaan yang ditandai dengan tekanan sistole dan
diastolnya di bawah ukuran normal (<90/70
mmHg). Tekanan darah rendah ditandai dengan gejala
mudah pusing ketika bangun tidur, badan cepat lelah
atau lesu, tangan dan kaki terasa dingin, mata
berkunang-kunang terutama setelah jongkok lalu
berdiri, atau pingsan. Hipotensi dapat disebabkan oleh
pendarahan, diare yang disertai muntah, kekurangan
mineral dalam makanan (diet terlalu ketat), atau
mengkonsumsi obat penurun tekanan darah secara
berlebihan.
Arteriosklerosis
• Arteriosklerosis disebabkan oleh tumpukan lemak di bagian
bawah lapisan dinding arteri.
• Arteriosklerosis bisa terjadi di otak, jantung, ginjal, organ
vital lainnya, dan lengan serta tungkai.
• Jika arteriosklerosis terjadi di arteri yang menuju otak
(arteri karotid), maka bisa menyebabkan stroke.
• Jika arteriosklerosis terjadi dalam arteri yang menuju
jantung (arteri koroner), maka bisa menyebabkan serangan
jantung.
• Arteriosklerosis bermula saat sel darah putih (monosit)
pindah dari aliran darah ke dinding arteri dan berubah
menjadi sel-sel penumpuk lemak. Penumpukan ini
menyebabkan penebalan di lapisan arteri.
Deep Vein Trombosis
DEFINISI
• Trombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis (DVT)) adalah
suatu keadaan yang ditandai dengan ditemukannya bekuan darah
di dalam vena dalam.
• Bekuan yang terbentuk di dalam suatu pembuluh darah
disebut trombus.
• Trombus bisa terjadi baik di vena superfisial (vena permukaan)
maupun di vena dalam, tetapi yang berbahaya adalah yang
terbentuk di vena dalam.
• Trombosis vena dalam sangat berbahaya karena seluruh atau
sebagian dari trombus bisa pecah, mengikuti aliran darah dan
tersangkut di dalam arteri yang sempit di paru-paru sehingga
menyumbat aliran darah.
• Trombus yang berpindah-pindah disebut emboli.
• Semakin sedikit peradangan di sekitar suatu trombus,
semakin longgar trombus melekat ke dinding vena dan
semakin mudah membentuk emboli.
• Penekanan pada otot betis bisa membebaskan trombus
yang tersangkut, terutama ketika penderita kembali aktif.
• Darah di dalam vena tungkai akan mengalir ke jantung
lalu ke paru-paru, karena itu emboli yang berasal dari
vena tungkai bisa menyumbat satu atau lebih arteri di
paru-paru. Keadaan ini disebut emboli paru.
• Emboli paru yang besar bisa menghalangi seluruh atau
hampir seluruh darah yang berasal dari jantung sebelah
kanan dan dengan cepat menyebabkan kematian.
PENYEBAB
Ditemukan 3 faktor yang berperan dalam terjadinya trombosis vena
dalam:
• Cedera pada lapisan vena
• Meningkatnya kecenderungan pembekuan darah : terjadi pada
beberapa kanker dan pemakaian pil KB (lebih jarang).
Cedera atau pembedahan mayor juga bisa meningkatkan
kecenderungan terbentuknya bekuan darah.
• Melambatnya aliran darah di dalam vena : terjadi pada pasien yang
menjalani tirah baring dalam waktu yang lama karena otot betis
tidak berkontraksi dan memompa darah menuju jantung.
Misalnya trombosis vena dalam bisa terjadi pada penderita serangan
jantung yang berbaring selama beberapa hari dimana tungkai sangat
sedikit digerakkan; atau pada penderita lumpuh yang duduk terus
menerus dan ototnya tidak berfungsi.
• Trombosis juga bisa terjadi pada orang sehat yang duduk terlalu
lama (misalnya ketika menempuh perjalanan atau penerbangan
jauh). Beberapa faktor resiko lainnya adalah
• Riwayat trauma pada tubuh daerah bawah, seperti fraktur
pinggul, tulang paha dan kaki
• Obesitas
• Gagal jantung
• Berada pada ketinggian sekitar diatas 14000 kaki
• Pada pengguna estrogen, seperti pada obat – obatan kontrasepsi
• Kanker
• Pada pasien dengan DIC (gangguan pembekuan intravaskuler)
yang biasanya disertai infeksi atau gagal organ
• Usia lanjut
Jantung Koroner
• Jantung koroner adalah tersumbatnya arteri
koroner sehingga aliran darah yang mencapai selsel otot jantung hanya berjumlah sedikit.
• Jantung koroner dapat disebabkan oleh kebiasaan
merokok, makanan berkolesterol tinggi,
kegemukan, diabetes mellitus, penuaan, tekanan
darah tinggi, dan faktor keturunan.
Varises
• Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena.
• Varises dapat terjadi dimana saja pada bagian
tubuh, pada kaki, tangan, esophagus, scrotum dan
vulva.
• Biasanya pada anggota tubuh bawah ( misalnya
betis)
Penyebab Varises
• Penyebab utama varises adalah
lemah/rusaknya katup pembuluh vena. Pada
pembuluh vena terdapat katup – katup yang
berfungsi untuk menahan agar darah tidak
turun/bergerak mundur. Dengan adanya
katup pada pembuluh vena menyebabkan
darah akan terus mengalir ke arah jantung.
Katup yang rusak atau lemah akan membuat
darah bergerak mundur yang mengakibatkan
darah berkumpul di dalam dan menyebabkan
gumpalan yang mengganggu aliran darah
yang disebut sebagai Varises.
Faktor Penyebab Varises
• Faktor genetik/keturunan. Varises yang
terjadi pada usia muda dan tidak
diketahui penyebabnya kemungkinan
besar varises tersebut disebabkan oleh
faktor genetik atau keturunan.
• Kehamilan. Kehamilan menyebabkan
berat badan bertambah yang akan
membebani kaki dan pembuluh darah
vena yang mengakibatkan aliran darah
dari kaki terhambat.
• Umur. Semakin tua umur semakin
beresiko menderita varises karena
semakin tua elastisitas pembuluh darah
termasuk pembuluh darah vena semakin
berkurang.
• Terlalu lama berdiri. Terlalu lama berdiri
menyebabkan kaki terlalu lama menahan
beban tubuh yang mengakibatkan beban
pembuluh darah vena bertambah berat,
akibatnya vena mengalami pelebaran.
• Memakai sepatu hak terlalu tinggi. Memakai
sepatu dengan hak tinggi menyebabkan otot
tumit tidak dapat bekerja secara maaksimal
membantu pembuluh darah vena.
• Obesitas. Kelebihan berat badan akan
membuat beban pembuluh darah vena
semakin tinggi sehingga beresiko menderita
varises pada betis kaki.
Hemoroid
• Hemoroid atau sering juga
disebut wasir/ambien adalah pembengkakan dan
peradangan pembuluh darah vena di sekitar anus
dan bagian rektum bawah.
• Hemoroid mirip varises
Penyebab Hemoroid (Wasir)
Hemoroid disebabkan oleh tekanan yang terlalu banyak
pada dubur, sehingga memaksa darah untuk
meregangkan pembuluh darah hingga mengalami
pembengkakan. Biasanya seseorang dimana
orangtuanya mengalami hemoroid, kemungkinan juga
ia dapat mengalaminya juga.
Penyebab Hemoroid paling umum:
• Berusaha untuk buang air besar karena sembelit atau feses
yang keras
• Sering mengalami diare
• Duduk yang terlalu lama
• Duduk di toilet untuk waktu yang lama
• Waktu persalinan/melahirkan
• Tekanan dari janin pada wanita hamil
• Sering angkat beban yang berat
• Kecenderungan ada riwayat keluarga yang juga mengalami
hemoroid
• Obesitas
Limfangitis
• Limfangitis (lymphangitis) adalah peradangan pada
satu atau beberapa pembuluh limfe (atau disebut
juga pembuluh getah bening).
• Pembuluh getah bening merupakan saluran kecil yang
membawa getah bening dari jaringan ke kelenjar
getah bening dan ke seluruh tubuh.
• Adanya luka yang terinfeksi dapat menyebabkan organisme
patogen masuk ke dalam pembuluh limfe danmenimbulkan
peradangan lokal serta penjalaran infeksi yang bermanifestasi
sebagai garis-garis merah pada kulit.
• Peradangan atau infeksi ini akan menjalar naik ke kelenjar getah
bening regional. Bakteri dapat tumbuh dengan cepat di dalam
sistem limfatik.
• Pada orang dengan daya tahan tubuh yang normal, bakteri
streptokokus (jenis streptokokus grup A beta hemolitikus)
merupakan penyebab paling sering terjadinya limfangitis.
• Bakteri streptokokus biasanya memasuki pembuluh-pembuluh ini
melalui gesekan, luka atau infeksi (terutama selulitis) di lengan atau
tungkai.
• Kadangkala, limfangitis juga dapat disebabkan oleh staphylococci
atau bakteri lain, seperti jenis Pseudomonas.
Edema
• Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di
antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga
tubuh.
• Keadaan ini sering dijumpai pada praktek klinik seharihari yang terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan
faktor-faktor yang mengontrol perpindahan cairan tubuh,
antara lain gangguan hemodinamik system kapiler yang
menyebabkan retensi natrium dan air, penyakit ginjal
serta perpindahannya air dari intravascular ke intestinum.
• Pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan
interstisium dikenal sebagai edema.
Penyebab Edema
• Penurunan konsentrasi protein plasma
menyebabkan penurunan tekanan osmotic
plasma. Penurunan ini menyebabkan filtrasi
cairan yang keluar dari pembuluh lebih tinggi,
sementara jumlah cairan yang direabsorpsi
kurang dari normal ; dengan demikian
terdapat cairan tambahan yang tertinggal
diruang –ruang interstisium. Edema yang
disebabkan oleh penurunan konsentrasi
protein plasma dapat terjadi melalui
beberapa cara : pengeluaran berlebihan
protein plasma di urin akibat penyakit ginjal ;
penurunan sintesis protein plasma akibat
penyakit hati ( hati mensintesis hampir semua
protein plasma ); makanan yang kurang
mengandung protein ; atau pengeluaran
protein akibat luka bakar yang luas .
• Peningkatan permeabilitas dinding kapiler
menyebabkan protein plasma yang keluar
dari kapiler ke cairan interstisium
disekitarnya lebih banyak. Sebagai contoh,
melalui pelebaran pori –pori kapiler yang
dicetuskan oleh histamin pada cedera
jaringan atau reaksi alergi . Terjadi
penurunan tekanan osmotik koloid plasma
yang menurunkan kearah dalam
sementara peningkatan tekanan
osmotik koloid cairan interstisium yang
diseabkan oleh kelebihan protein dicairan
interstisium meningkatkan tekanan kearah
luar. ketidakseimbangan ini ikut berperan
menimbulkan edema lokal yang berkaitan
dengan cedera ( misalnya , lepuh ) dan
respon alergi (misalnya , biduran) .
• Peningkatan tekanan vena , misalnya darah
terbendung di vena , akan disertai peningkatan
tekanan darah kapiler, kerena kapiler
mengalirkan isinya kedalam vena. peningkatan
tekanan kearah dinding kapiler ini terutama
berperan pada edema yang terjadi pada gagal
jantung kongestif. Edema regional juga dapat
terjadi karena restriksi lokal aliran balik vena.
Salah satu contoh adalah adalah
pembengkakan di tungkai dan kaki yang sering
terjadi pada masa kehamilan. Uterus yang
membesar menekan vena –vena besar yang
mengalirkan darah dari ekstremitas bawah
pada saat vena-vena tersebut masuk ke rongga
abdomen. Pembendungan darah di vena ini
menyebabkan kaki yang mendorong terjadinya
edema regional di ekstremitas bawah.
• Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan
edema,karena kelebihan cairan yang difiltrasi
keluar tertahan di cairan interstisium dan tidak
dapat dikembalikan ke darah melalui sistem limfe.
Akumulasi protein di cairan interstisium
memperberat masalah melalui efek osmotiknya.
Penyumbatan limfe lokal dapat terjadi, misalnya di
lengan wanita yang saluran-saluran drainase
limfenya dari lengan yang tersumbat akibat
pengangkatan kelenjar limfe selama pembedahan
untuk kanker payudara. Penyumbatan limfe yang
lebih meluas terjadi pada filariasis, suatu penyakit
parasitic yang ditularkan melalui nyamuk yang
terutama dijumpai di daerah-daerah tropis. Pada
penyakit ini, cacing-cacing filaria kecil mirip
benang menginfeksi pembuluh limfe sehingga
terjadi gangguan aliran limfe. Bagian tubuh yang
terkena, terutama skrotum dan ekstremitas,
mengalami edema hebat.Kelainan ini sering
disebut sebagai elephantiasis,karena ekstremitas
yang membengkak seperti kaki gajah.
Infark miokard (IM)
• Infark miokard (IM), umumnya dikenal sebagai
serangan jantung, terjadi ketika sekelompok otot
jantung mati karena penyumbatan mendadak dari
arteri koroner (trombosis koroner).
• Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar
biasa dan sejumlah kerusakan jantung.
• Pemblokiran arteri koroner yang paling sering disebabkan
oleh kondisi yang disebut aterosklerosis, yang merupakan
penumpukan zat lemak secara bertahap dalam aliran
darah di sepanjang lapisan dalam arteri yang membatasi
aliran darah ke jantung.
• Zat-zat ini juga dapat membuat massa abnormal dari
trombosit yang menjadi bekuan darah.
• Jaringan parut yang dihasilkan dari otot mati pada IM
mengubah pola aktivitas listrik jantung.
• Perubahan-perubahan dalam pola listrik ini terlihat
dengan jelas dalam uji elektrokardiografi (EKG), sehingga
alat ini sangat penting untuk mendiagnosis IM.
DAFTAR PUSTAKA
• http://bukusakudokter.org/category/referensi-medis/penyakitdalam/page/2/
• http://caramengobatipenyakitvarises19.wordpress.com/
• http://www.persify.com/id/perspectives/medical-conditionsdiseases/limfangitis-_-951000103646
• http://medicastore.com/penyakit/3192/Limfangitis.html
• http://askep-sari.blogspot.com/2010/11/edema.html
• http://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_pada_sistem_peredar
an_darah_manusia
• http://labcito.co.id/mengenal-penyakit-thalasemia/
• http://mitakurniati.wordpress.com/ipa-2/sistem-dalamkehidupan-manusia/gangguan-atau-kelainan-pada-sistemperedaran-darah/
Download