No Slide Title - World Agroforestry Centre

advertisement
A. Masalah sehubungan dengan pembukaan hutan di
kawasan Lindung
PILIHAN TEKNOLOGI AGROFORESTRY/KONSERVASI UNTUK PERTANIAN BERBASIS KOPI
F. Agus, M. van Noordwijk, B.
DI SUMBERJAYa
Verbist
D. Perkiraan Dampak berbagai
Perlakuan
Erosi (t/ha/th)
B. Pilihan Teknologi yang
sudah dikenal
Pembukaan hutan yang berada di kawasan
lindung mengancam fungsi daerah aliran
sungai (DAS) berupa:
• Menurunnya serasah di permukaan tanah akibat
tergerus air.
• Menurunnya daya DAS menyerap air hujan
sehingga meningkatkan aliran permukaan dan hasil
air di sungai.
• Meningkatnya fluktuasi debit antara musim hujan
dan musim kemarau (meningkatnya peluang banjir
di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau).
• Menurunnya kualitas air sungai karena
meningkatnya sedimentasi.
2. Gulud
1. Rorak (lobang angin)
Rorak merupakan suatu sistem konservasi yang
ampuh dalam menahan erosi, meningkatkan
infiltrasi dan menahan air aliran permukaan.
Petani berpendapat bahwa sistem ini baik untuk
menahan hanyutnya serasah dan pupuk serta
memperbaiki pertumbuhan akar kopi.
Gulud membantu menahan erosi dan
mengurangi hanyutan hara serta meningkatkan
infiltrasi (resapan air) ke dalam tanah. Saluran
gulud dijadikan sebagai tempat menumpuk sisa
tanaman sehingga mempertahankan
kandungan bahan organik tanah dan
meningkatkan perkembangan jasad renik tanah.
Makna gambar:
• Pembuatan lajur rumput
atau pembuatan gulud
dapat mengurangi erosi
70
sampai tingkat tertentu
kontrol
gulud
60
strip
dibandingkan dengan
50
rumput
pengelolaan tanpa
40
konservasi (kontrol).
30
mono• Dengan bertambahnya
20
kultur multiumur kopi, permukaan
10
strata
tanah semakin tertutup oleh
0
tajuk pohon dan lapisan
Kopi 2 th
Kopi 2 th,
Kopi 2 th,
Kopi 8 th
Kopi 8 th
2 thn
8 thnMultistrata
kopi
Strip kopiGulud
monokultur
serasah. Selain dari pada
Rumput
itu, kandungan bahan
Dampak berbagai pengelolaan
organik tanah juga semakin
terhadap besarnya erosi pada
meningkat sehingga tanah
kebun kopi dengan kemiringan
menjadi gembur, resapan
60% diramalkan dengan
air meningkat dan erosi
persamaan Griffith University
berkurang.
Erosion System Template
• Pada sistem multistrata,
(GUEST). Sistem kebun kopi
penutupan permukaan
yang diramalkan adalah sistem
tanah menjadi lebih
sempurna sehingga dapat
monokultur dan multistrata
menekan erosi sampai
berumur 2 dan 8 tahun.
tingkat yang tidak
merugikan.
E. Penelitian
4. Sistem multi strata
3. Lajur (strip) rumput
Lahan hutan berlereng curam yang baru
dibuka dan baru ditanami selain peka
terhadap erosi dan longsor, juga cepat
menurun produktivitasnya
Strip rumput paling mudah pembuatannya.
Cukup dengan membiarkan gulma (semak)
tetap tumbuh pada lajur selebar 30 cm
memotong lereng. Petani sumberjaya sering
membuat lajur pada baris tanaman dengan
menumpuk tanah dan rumput hasil siangan
membentuk baris.
C. Pilihan lain yang masih
perlu diteliti
Pada sistem pertanaman kopi monokultur,
terutama untuk kebun kopi yang masih
muda, banyak petani yang melakukan
penyiangan secara intensif (satu kali
sebulan). Ini menyebabkan permukaan
tanah lebih terbuka sehingga tanah mudah
tererosi.
• Sistem ini selain pohon kopi juga ada
pohonan lainnya seperti petai, jengkol,
alpukat, kemiri, dll.
• Hasil yang dapat diambil beraneka sehingga
sangat membantu petani jika harga kopi
anjlok.
• Sistem multistrata yang sudah berkembang
akan menyerupai hutan dari segi
perlindungannya terhadap tanah dan DAS.
Tanaman penutup tanah dan penyiangan melingkar.
Sistem seperti ini ditemukan pada perkebunan lada di
Kabupaten Lampung Utara. Tanaman kacang-kacangan
(Arachis pintoi) yang menjalar dipakai sebagai penutup
tanah, bermanfaat karena: (a) menyaring tanah (filter)
yang terhanyut karena erosi, (b) menambah pupuk N
bagi lada atau kopi, (c) menggemburkan tanah dan
meningkatkan resapan air.
Penyiangan melingkar di sekeliling pohon perlu dilakukan
secara intensif, bila tidak? Bekicot menyerang lada!
Karena tanaman kacang-kacangan tersebut bisa menjadi
jembatan yang memperlancar perpindahan bekicot dari
satu pohon ke pohon lainnya.
Penelitian ICRAF bertujuan untuk memvalidasi nilai peramalan erosi,
memperbaiki pilihan teknologi, dan memfasilitasi adopsi teknologi
oleh petani (tahun 2001-2003), antara lain terdiri dari:
• Pengukuran erosi dengan berbagai perlakuan konservasi /
agroforestri pada petak kecil (plot) dan tampungan mikro
• Penelitian partisipasi petani untuk mengadaptasikan teknik
konservasi dan agroforestry
• Sumbangan sistem multistrata untuk membentuk lapisan serasah
dan mengurangi erosi
• Aspek agronomi dan ekonomi dari sistem multistrata.
Gutter
‘Chino’
meter
Gutter dan ‘Chino’ meter untuk mengukur erosi dan
aliran permukaan
F. Pilihan Petani
Pilihan Petani dipengaruhi oleh:
• Kemiringan lahan. Sistem mekanis (rorak, gulud) akan lebih
sulit diterapkan pada lahan yang terlalu curam (>40%).
• Ketersediaan tenaga kerja. Pembuatan rorak dan gulud
memerlukan curahan tenaga kerja yang tinggi.
• Ketersediaan biaya. Pengadaan bibit tanaman tertentu (untuk
multistrata) memerlukan biaya.
• Pengalaman petani. Petani akan mudah mengadopsi teknik
yang sudah mereka kenal.
tk
A. Masalah sehubungan dengan pembukaan hutan di
kawasan Lindung
PILIHAN TEKNOLOGI AGROFORESTRY/KONSERVASI UNTUK PERTANIAN BERBASIS KOPI
F. Agus, M. van
DI SUMBERJAYa
Noordwijk, B. Verbist
Makna gambar:
D. Perkiraan Dampak
Berbagai Perlakuan
B. Pilihan Teknologi yang sudah dikenal
70
Erosi (t/ha/th)
60
50
40
30
20
10
0
Pembukaan hutan yang berada di kawasan
lindung mengancam fungsi daerah aliran
sungai (DAS) berupa:
• Menurunnya serasah di permukaan tanah akibat
tergerus air.
• Menurunnya daya DAS menyerap air hujan
sehingga meningkatkan aliran permukaan dan
hasil air di sungai.
• Meningkatnya fluktuasi debit antara musim hujan
dan musim kemarau (meningkatnya peluang banjir
di musim hujan dan kekeringan di musim
kemarau).
• Menurunnya kualitas air sungai karena
meningkatnya sedimentasi.
Kopi 2 th
2. Gulud
1. Rorak (lobang angin)
Rorak merupakan suatu sistem konservasi yang
ampuh dalam menahan erosi, meningkatkan
infiltrasi dan menahan air aliran permukaan. Petani
berpendapat bahwa sistem ini baik untuk menahan
hanyutnya serasah dan pupuk serta memperbaiki
pertumbuhan akar kopi.
Gulud membantu menahan erosi dan mengurangi
hanyutan hara serta meningkatkan infiltrasi
(resapan air) ke dalam tanah. Saluran gulud
dijadikan sebagai tempat menumpuk sisa tanaman
sehingga mempertahankan kadar bahan organik
tanah dan meningkatkan perkembangan jasad
renik tanah.
Kopi 2 th,
Strip
Rumput
Kopi 2 th,
Gulud
Kopi 8 th
monokultur
Kopi 8 th
Multistrata
Perkiraan dampak berbagai
perlakuan terhadap tanah
tererosi pada kebun kopi berumur
2 dan 8 tahun dengan sistem
monokultur dan multistrata pada
lahan berkemiringan 60%
diprediksi dengan persamaan
Griffith University Erosion System
Template (GUEST).
• Perlakuan strip rumput atau
perlakuan mekanis seperti
gulud dapat mengurangi
erosi sampai tingkat tertentu
dibandingkan dengan
kontrol tanpa perlakuan
konservasi.
• Dengan bertambahnya umur
kopi, makin banyak
penutupan permukaan tanah
oleh tajuk kopi dan semakin
banyak pula sumbangan
daun-daunan kopi yang
gugur terhadap bahan
organik tanah sehingga
erosi berkurang.
• Pada sistem multistrata,
penutupan tajuk terhadap
permukaan tanah lebih
sempurna dan ini dapat
menekan erosi sampai
tingkat yang dapat
ditoleransi.
E. Penelitian
Penelitian ICRAF untuk memvalidasi nilai prediksi erosi,
memperbaiki pilihan teknologi, dan memfasilitasi adopsi
teknologi oleh petani (tahun 2001-2003) terdiri dari:
4. Sistem multi strata
3. Strip rumput
Lahan hutan berlereng curam yang baru
dibuka dan baru ditanami selain peka
terhadap erosi dan longsor, juga cepat
menurun produktivitasnya
Strip rumput paling mudah pembuatannya. Cukup
dengan membiarkan gulma (semak) tetap tumbuh
pada strip selebar 30 cm memotong lereng.
Petani sumberjaya sering membuat strip pada
baris tanaman dengan menumpuk tanah dan
rumput hasil siangan membentuk baris.
C. Pilihan lain yang masih
perlu diteliti
Pada sistem pertanaman kopi monokultur,
terutama untuk kebun kopi yang masih
muda, banyak petani yang melakukan
penyiangan secara intensif (satu kali
sebulan). Ini menyebabkan sangat sedikit
penutupan terhadap permukaan tanah
sehingga tanah mudah tererosi.
• Sistem ini terdiri dari berbagai macam
tanaman pohon-pohonan (petai, jengkol,
alpukat, kemiri, dll) disamping kopi.
• Hasil yang dapat diambil beraneka sehingga
sangat membantu petani jika harga kopi
anjlok.
• Sistem multistrata yang sudah berkembang
akan menyerupai hutan dari segi
perlindungannya terhadap tanah dan DAS.
Tanaman Penutup tanah dan penyiangan melingkar.
Sistem seperti ini ditemukan pada perkebunan lada di
Kabupaten Lampung Utara. Tanaman kacang-kacangan
(Arachis pintoi) yang digunakan sebagai penutup tanah
berperan sebagai penyaring (filter) tanah dari erosi.
Selain itu tanaman kacang-kacangan ini secara
bersymbiose dengan bakteri mampu menambat nitrogen
dari udara dan nitrogen ini selanjutnya dapat digunakan
oleh tanaman kopi sesudah Arachis melapuk.
Penyiangan secara melingkar di sekeliling batang lada
perlu dilakukan secara intensif. Apabila tidak, Arachis
bisa menjembatani perpindahan bekicot dari satu batang
lada ke batang lain seperti terlihat pada gambar.
Bekicot merusak tanaman lada.
• Pengukuran erosi dengan berbagai perlakuan konservasi/
agroforestri pada petak kecil (plot) dan tampungan mikro
• Penelitian partisipasi petani untuk mengadaptasikan teknik
konservasi dan agroforestry
• Sumbangan sistem multistrata untuk membentuk lapisan
serasah dan mengurangi erosi
• Aspek agronomi dan ekonomi dari sistem multistrata.
Gutter
Chin Ong
meter
Gutter dan Chin Ong meter untuk mengukur erosi dan
aliran permukaan
F. Pilihan Petani
Pilihan Petani dipengaruhi oleh:
• Kemiringan lahan. Sistem mekanis (rorak, gulud) akan lebih
sulit diterapkan pada lahan yang terlalu curam (>40%).
• Ketersediaan tenaga kerja. Pembuatan rorak dan gulud
memerlukan curahan tenaga kerja yang tinggi.
• Ketersediaan biaya. Pengadaan bibit tanaman tertentu (untuk
multistrata) memerlukan biaya.
• Pengalaman petani. Petani akan mudah mengadopsi teknik
yang sudah mereka kenal.
Download