Uploaded by angrummaningsih27

Sistem Pencernaan pada Manusia

advertisement
Sistem Pencernaan pada Manusia
Agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh makanan yang dikonsumsi perlu dilakukan proses terlebih
dahulu yaitu dicerna dan berlangsungnya proses ini diperlukan alat-alat pencernaan dan kelenjar
pencernaan.
Alat Pencernaan Makanan
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, antara lain adalah:
a. Rongga Mulut,
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat
pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut
terdapat bebrapa organ penunjang dalam proses pencernaan, diantaranya:
1). Gigi,
berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan
menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim
pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan
dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap
(permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi
susu (dens lakteus).
a). Formula Gigi Manusia
Gambar 6.7. Formula gigi susudan Gigi Permanen
Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut:
– Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
– Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
– Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah
makanan.
Pada gigi permanen. seluruhnya berjumlah 32 gigi geraham susu digantikan oleh gigi
premolar dan bukan geraham permanen. geraham permanen tumbuh di belekang gigi
premolar. dan berjumlah 3 untuk setiap bagian. sehingga gigi permanen. bila disebutkan
dari depan adalah Insisif 1, insisif 2, kaninus, premolar, premolar 2, molar 1, molar 2 dan
molar 3.
2). Struktur jaringan keras gigi
Secara klinis, gigi terdiri mahkota, leher gigi, dan akar gigi. Mahkota adalah bagian gigi
yang terlihat pada rongga mulut, akar adalah bagian gigi yang tertanam pada tulang rahang,
dan leher gigi adalah bagian pertemuan mahkota dengan akar. Struktur gigi terdiri dari 4
bagian yaitu enamel, dentin, pulpa, dan sementum.
a). Mahkota tersusun atas:
(1). email (bagian terluar),
adalah lapisan terluar gigi, yang menutupi seluruh mahkota gigi dan merupakan
bagian tubuh yang paling keras dan dibentuk oleh sel-sel yang disebut ameloblast.
Jaringan email adalah struktur kristalin yang tersusun oleh jaringan anorganik 96 %,
material organik hanya 1 % dan sisanya adalah air. Komposisi ini membuat sifat
email gigi mirip seperti keramik.
Meskipun sangat keras, email rentan terhadap serangan asam, baik langsung dari
makanan atau dari hasil metabolisme bakteri yang memfermentasi karbohidrat yang
kita makan dan menghasilkan asam. Pola makan yang kaya asam akan
mempercepat kerusakan email gigi.
(2). dentin,
merupakan struktur penyusun gigi yang terbesar. Jaringan ini jauh lebih lunak
dibandingkan email karena komposisi material organiknya lebih banyak dibandingkan
email yaitu mencapai 20 %, di mana 85 % dari material organik tersebut adalah
kolagen. Sisanya adalah air sebanyak ± 10 % dan material anorganik 70 %.
Secara anatomis, dentin sangat berhubungan erat dengan jaringan pulpa.kalau dilihat
dengan menggunakan mikroskop , dentin berbentuk seperti saluran yang disebut
tubuli dentin dan berisi sel odontoblast dan cairan tubuli dentin. Sel ini dianggap
sebagai bagian dari dentin maupun jaringan pulpa karena badan selnya ada di
rongga pulpa namun serabutnya (yang disebut serabut tomes) memanjang ke
dalam tubuli-tubuli dentin yang termineralisasi. Serabut tomes inilah yang membuat
dentin dianggap sebagai jaringan hidup dengan kemampuan untuk bereaksi terhadap
rangsang fisiologis maupun patologis.
Gambar 6.8. Struktur gigi
sumber : http://www.sman2-tsm.sch.id/wp-content/uploads/2010/01/anatomi_gigi23.jpg
(3). Pulpa (bagian terdalam).
Pulpa adalah suatu rongga yang berisi pembuluh darah dan persyarafan bagi gigi.
Pulpa gigi banyak memiliki kemiripan dengan jaringan ikat lain pada tubuh manusia,
namun ia memiliki karakteristik yang unik. Di dalam pulpa terdapat berbagai elemen
jaringan seperti pembuluh darah, persyarafan, serabut jaringan ikat, cairan interstitial,
dan sel-sel seperti fibroblast, odontoblast dan sel imun.
Di dalam pulpa, terdapat dua jenis serabut syaraf yaitu serabut syaraf bermyelin
(serabut A) dan tanpa myelin (serabut C). Serabut sensorik pada pulpa berasal dari
syaraf trigeminal dan memasuki ujung akar pulpa melalui foramen apikal. Serabut
syaraf A terletak di daerah perbatasan dentin-pula, dan bila terstimulasi maka akan
terasa rasa sakit yang tajam. Sedangkan serabut syaraf C terdistribusi di seluruh
kamar pulpa, bila serabut syaraf tipe ini terangsang maka akan terasa rasa sakit yang
lebih berat dan biasanya gigi telah mengalami cedera, misalnya karena benturan atau
karies mencapai pulpa
2). Akar tersusun atas:
(a).Sementum (bagian terluar), Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan
gigi
agar
tetap
melekat
pada
gusi.
Terdiri
atas:
Lapisan
semen,
merupakan
pelindung
akar
gigi
dalam
gusi.
Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi.
(b).dentin, dan pulpa (bagian terdalam). Pada pulpa gigi terdapat banyak pembuluh saraf
dan pembuluh darah.
2). Lidah, Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
3). Kelenjar ludah (parotis)
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Kelenjar ludah terdapat di bawah lidah, di rahang bawah
sebelah kanan dan kiri serta di bawah telinga sebelah kanan dan kiri faring. Kelenjar ludah
menghasilkan air ludah (saliva). Saliva keluar dipengaruhi oleh kondisi psikhis yang
membayangkan makanan tertentu serta refleks karena adanya makanan yang masuk ke dalam
mulut. Saliva mengandung enzim ptialin atau amilase ludah.
Gambar 6.9. Kelenjar ludah (parotis)
a. Faring
Faring merupakan daerah yang kita sebut sebagai kerongkongan, di bagian atas faring terdapat
persimpangan yang menuju ke esofagus dan trakea (batang tenggorokan). Pada permukaan
faring terdapat penutup dari tulang rawan yang disebut sebagai epiglottis. Ketika kita menelan ,
epiglotis menutup lubang yang menuju tenggorokan untuk melindungi sistem pernapasan
terhadap masuknya makanan atau cairan selama penelanan.
Gambar 6.10. faring
c. Esofagus
Esofagus mengalirkan makanan dari faring turun menuju lambung . Gerakan peritaltis akan
mendorong bolus sepanjang esofagus yang sempit. Otot pada bagian atas paling atas esofagus
adalah otot lurik (otot sadar). Dengan demikian tindakan penelanan dimulai secara sadar , tetapi
kemudian gelombang kontraksi tak sadar oleh otot polos pada sisa esofagus selanjutnya akan
menggantikannya. Amilase ludah akan terus menghidrolisis pati dan glokogen sementara bolus
makanan lewat melalui esofagus.
d. Lambung ( Ventriculus )
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat
menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot
polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut.
Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot
menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa
kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
1). Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang
pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
2). Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan
sangat sedikit
3). Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
4). Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan
menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
(1). Merangsang keluamya sekretin
(2). Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
(3). Desinfektan
(4). Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu
mengeluarkan getahnya.
Gambar 6.11. Lambung ( Ventriculus )
Sumber : http://softilmu.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan-penjelasan-lambung.html
e. Usus halus ( Intestinum )
Usus halus memiliki panjang kurang lebih 6 – 8 meter dan secara morfologi dibagi menjadi 3, yaitu
:
a. Duodenum ( usus 12 Jri panjang kurang libih 25 cm
b. Yeyenum ( usus kosong ) panjang kurang lebih 7 meter
c. Ileum ( usus serap ) panjang kurang lebih 1 meter.
Gambar 6.11. Usus halus ( Intestinum )
Dinding usus halus banyak dihasilkan kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah yang bersifat
alkalis ( basa ) dan berperanan menetralisir makanan dari asam lambung serta mengubah pH
usus halus ke pH optimal agar enzim pancreas bekerja
Getah yang dihasilkan dinding usus halus mengadung beberapa enzim, yaitu :
(1). Sukrose, mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
(2). Maltose, mencerna maltosa menjadi glukosa
(3). Laktose, mencerna laktosa menjadi galaktosa
(4). Erepsinogen yang diaktifkan enterokinase menjadi erepsin yang merupakan enzim peptidase
yang mengubah peptone menjadi asam amino.
Dinding usus 12 jari adanya rangsang HCl menjadikan suasana asam akan menyebabkan
keluarnya hormone sekretin dan kolsistokinin, kerjasama kedua hormone tersebut merangsang
pancreas yang sebenarnya sebagai kelenjar ganda, yaitu endokrin dan eksokrin, Endokrin
pancreas terdiri dari pulau-pulau langerhans mengeluarkan insulin dan adrenalin.
Sekret pancreas menyebabkan suasana lambung menjadi netral karena adanya ion bikarbonat
sehingga enzim berfungsi secara optimal. Sedangkan Eksokrin pancreas menghasilkan enzimenzim pencernaan yang meliputi :
(a). Lipase membantu mengubah lembak menjadi asam lemak dan gliserol
(b). Amylase mengubah amilum menjadi maltosa dan glukosa
(c). Tripsinogen merupakan zimogen ( enzim belum aktif ) lalu diaktifkan oleh enterokinase tripsin,
enzim ini dalam suasana basa akan mengubah protein dan peptone menjadi paptida.
Kolsistokinin akan merangsang Vesica felea ( kelenjar empedu ) mengeluarkan empedu. Perlu
diketahui bahwa hasil pencernaan kimia makanan dalam usus halus akan berbentuk sari-sari
makanan yang dapat diserap oleh tubuh berupa asam, amino, asam lemak, gliserol. Usus halus
berperanan penting dalam proses penyerapan karena usus halus memiliki vili usus ( jonjot usus )
dan mikrofili.
f. Kolon ( Usus besar )
Alat ini berperanan penting dalam proses absorbsi air, membentuk masa feces, dan membentuk
lender untuk melumasi permukaan mukosa, selain itu di dalam kolon terdapat Echerecia Colli yang
berperanan mensintesa vit K dan Biotin sehingga mudah diserap melalui diding kolon sehingga di
dalam kolon terjadi pencernaan secara kimiawi dan secara mekanik.
Menurut posisinya kolon ada tiga daerah, yaitu :
– Kolon ascendens kolon yang arahnya keatas
– Kolon Transversum, merupakan kolon yang arahnya mendatar.
– Kolon Descendens merupakan kolon yang arahnya ke bawah
Sisa dari penyerapan usus besar berupa feses yang kemudian akan keluar melalui anus proses
ini disebut defakasi ( Buang air besar ). Yang menyebabkan keluarnya feses adalah adanya
rangsang gastrokolik.
a.
Gambar 6.12. Kolon ( Usus besar )
Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses
ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot
spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun
rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Defekasi diawali dengan terjadinya
penggelembungan bagian rektum akibat suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik.
Kemudian akibat adanya aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan
mengakibatkan
terjadinya
defekasi.
Di
dalam
usus
besar
ini
semua
proses
pencernaan
telah
selesai
dengan sempurna.
4. Kelenjar pencernaan
Selain alat pencernaan, kelenjar pencernaan merupakan bagian penting dari proses
pencernaan membantu kelancarnan penyerapan zat-zat makanan yang diperlukan tubuh.
Gambar 6.13. Hati Kantong Empedu Pancreas
a. Hati
merupakan kelenjar pencernaan yang paling besar sebagai pengatur keseimbangan nutrient
dalam darah dan sebagai penghasil empedu
b. Kantong empedu
Kantong empedu menempel di hati, sebagai tempat menampung cairan empedu. Empedu
dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang tua atau rusak oleh hati. Cairan empedu
dialirkan ke dalam duodenum. Pengeluaran cairan empedu dipengaruhi oleh hormon
kolesistokinin. Hormon ini dihasilkan oleh duodenum.
c. Kelenjar pankreas
Kelenjar pankreas terletak di rongga perut di dekat lambung. Pankreas menghasilkan enzim
pencernaan yang dialirkan menuju duodenum, yaitu:enzim amilase, enzim tripsinogen, enzim
lipase dan NaHCO3. Sekresi enzim dari pankreas dipengaruhi oleh hormon sekretin.
Hormon sekretin dihasilkan oleh duodenum pada saat makanan masuk duodenum (usus dua
belas jari).
d. Kelenjar pada usus halus
Kelenjar pada usus halus menghasilkan enzim enterokinase, enzim erepsin (peptidase),
enzim maltase, enzim sukrase, enzim laktase dan enzim nuklease serta lipase. Pengeluaran
enzim-enzim ini dipengaruhi oleh hormon enterokrinin yang dihasilkan oleh duodenum.
Zat makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh.
 Fungsi makanan :
- Untuk peretumbuhan dan perkembangan tubuh
- Pemeliharanan dan mengganti sel – sel yang rusak
- Pengatur metabolisme tubuh
- Menjaga keseimbangan cairan tubuh
- Pertahanan tubuh terhadap penyakit
 Syarat makan sehat
Agar makanan yang kita konsumsi bermanfaat bagi tubuh maka harus memiliki syarat sebagai
makan sehat, yaitu :
- Harus mengandung cukup kalori
- Mengandung cukup karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang diperlukan
tubuh
- Makanan mudah dicerna
- Mengandung cukup air
- Makanan tidak mengandung bibit penyakit
Jenis dan fungsi zat-zat makanan yang diperlkan leh tubuh
Makan yang kita konsumsi setiap hari sangat diperlukan sekali oleh tubuh untuk menjaga
kesehatan, keseimbangan tubuh, sebagai sumber energi idealnya bahan makanan tersebut harus
mengandung 6 macam zat makanan, yaitu :
1. Protein
Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadangkadang terdapat unsure P dan S.Protein yang berasal dari tumbuhan dan hewan didalam tubuh
dihidrolisis menjadi asam amino dengan bantuan enzim protease, protein mengandung asam
amino (essensial dan non essensial). Kebutuhan protein untuk orang dewasa adalah 1
gram/kg.BB/hari,
protein
Adapun
fungsi
protein,
yaitu
:
1.
Penghasil
energi
(
1
gram
=
4,1
kalori
)
2.
Pembangun
jaringan-jaringan
baru
dan
mengganti
yang
rusak
3.
Pembuat
enzim
dan
hormone
4.
Penjaga
keseimbangan
asam
basa
dalam
tubuh
5. Pembentuk antibodi
Jika kebutuhan tersebut berlebih, maka kelebihannya akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk
urea inilah yang disebut Nitrogen Balans.
Asam Amino Essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, jadi harus
didatangkan
dari
luar.
Misalnya
:
Leusin,
Lisin,
Metionin,
Fenilalanin,
dsb.
Protein terutama ditemukan dalam daging,telur,susu,kacang-kacangan dan sereal tidak
menghasilkan energi
1. Lemak (Lipid)
Lemak merupakan senyawa organic yang tersusun atas unsur-unsur C, H, O dan ada P dan N.
senyawa ini tidak larut di dalam air tetapi larut dalam pelarut organic seperti eter, minyak tanah
dan kloroform. Lemak dan minyak sering kali disebut lipid dan tersusun atas trigliserida yang
tersusun atas asam lemak dan gliserol.
Asam lemak ada 2 macam yaitu asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang dapat disintesis
sendiri oleh tubuh bersama gliserin, dan asam lemak ini biasanya berbentuk padat. Dan asam
lemak tidak jenuh, yaitu asam lemak yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan harus didatang
dari luar, dan biasanya berbentuk cair serta banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan
Peranan lemak meliputi :
sebagai penghasil energi( 1 gram = 9,3 kalori )
pelarut vitamin A, D, E dan K
pelindung alat – alat tubuh
sebagai pembangun sel – sel tertentu dalam tubuh
sebagai cadangan tubuh untuk menahan rasa lapar
sebagai pembentuk membrane sel
pembuat hormone steroid
Kebutuhan lemak untuk orang dewasa adalah 0,5 – 1 gram/kg.BB/hari, didalam tubuh lemak
dihidrolisis dengan bantuan enzim lipase menghasilkan asam lemak dan gliserol
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa kompleks yang tersusun atas unsur, C, H dan O. Kelebihan
karbohidrat dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak. Karbohidrat dikelompokan ada 3
golongan, yaitu
Monosakarida, merupakan karbohidrat yang emiliki satu gugus gula .
Contohnya adalah : glukosa, fruktosa dan galaktosa
Disakarida, merupakan karbohidrat yang memiliki 2 gugus gula.
Contohnya, adalah maltosa, laktosa dan sukrosa.
Polisakarida, merupakan karbohidrat yang memiliki banyak gugus gula.
Contohnya, adalah amilum, selulosa dan glikogen.
Peranan karbohidrat dalam tubuh adalah :
sebagai sumber energi utama(4 kal/g).
menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh
untuk pembentukan sel
untuik metabolisme.
Sumber karbohidrat, padi, jagung ubi kayu, gandum, ubi jalar, dan lain- lain.
1. d. Vitamin
Vitamin mutlak diperlukan oleh tubuh walau dalam jumlah yang relative sedikit, kekurangan
vitamin orang akan menderita avitaminosis ( deficiency ) karena vitamin berperanan dalam :
–
Pertumbuhan
–
Pengaturan fungsi tubuh agar metabolisme berjalan dengan lancer tu normal .
Ada beberapa macam vitamin, yaitu A, B, C, D, E dan K. Vitamin ini dibagi dalam 2 kelompok,
yaitu
1). Vitamin Yang Larut Dalam Air (Water Soluble Vitamins)
– B1 (Aneurin = Thiamin) : Untuk mempengaruhi absorbsi lemak dalam usus. Defisiensinya
menyebabkan
Beri-Beri
dan
Neuritis.
– B2 (Riboflavin = Laktoflavin) : Transmisi rangsang sinar ke mata. Defisiensinya akan
mengakibatkan
Katarak,
Keilosis.
– Asam Nikotin (Niasin) : Proses pertumbuhan, perbanyakan sel dan anti pelagra. Defisiensi akan
menyebabkan
Pelagra
dengan
gejala
3
D:
Dermatitis,
Diare,
Dimensia.
– B6 (Piridoksin = Adermin) : Untuk pergerakan peristaltik usus. Defisiensi akan menyebabkan
Kontipasi
(Sembelit).
Asam
Pantotenat
:
Defisiensi
akan
menyebabkan
Dermatitis
PABA (Para Amino Asam Benzoat) : Untuk mencegah timbulnya uban
Kolin
:
Defisiensi
akan
menimbulkan
timbunan
lemak
pada
hati.
Biotin
(Vitamin
H)
:
Defisiensi
akan
menimbulkan
gangguan
kulit
Asam Folat : Defisiensi akan menimbulkan Anemia defisiensi asam folat.
B12
(Sianokobalamin)
:
Defisiensi
akan
menimbulkan
Anemia
Pernisiosa
Vitamin C (Asam Askorbinat) : Berfungsi dalam pembentukan sel, pembuatan trombosit.
Defisiensi akan menimbulkan pendarahan gusi, karies gigi, pendarahan di bawah kulit. Pada jeruk
selain vitamin C ditemukan pula zat Sitrin dan Rutin yang mampu menghentikan pendarahan. Zat
tersebut ditemukan olelj Sant-Gyorgi disebut pula Vitamin P.
2). Vitamin Yang Larut Dalam Lemak (Lipid Soluble Vitamins)
– Vitamin A (Aseroftol) : Berfungsi dalam pertumbuhan sel epitel, mengatur rangsang sinar pada
saraf mata. Defisiensi awal akan menimbulkan gejala Hemeralopia (rabun senja) dan Frinoderma
(kulit bersisik). Kemudian pada mata akan timbul Bercak Bitot setelah itu mata akan mengering
(Xeroftalmia)
akhirnya
mata
akan
hancur
(Keratomalasi).
– Vitamin D : Mengatur kadar kapur dan fosfor, (Kalsiferol = Ergosterol) memperlancar proses
Osifikasi. Defisiensi akan menimbulkan Rakhitis. Ditemukan oleh McCollum, Hesz dan
Sherman.
–
Vitamin
E
(Tokoferol)
:
Berperan
dalam
meningkatkan
Fertilitas.
– Vitamin K (Anti Hemoragi) : Ditemukan oleh Dam dan Schonheydcr. Berfungsi dalam
pembentukan protrombin. Dibuat dalam kolon dengan bantuan bakteri Escherichia coli
1. e.
Mineral
Mineral merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit dan diambil dalam
bentuk ion serta memiliki sifat yang mudah larut di dalam air serta tidak mengalami proses
pencernaan tetapi langsung diserap oleh usus.
Ada 3 kelompok mineral yang dikenal, yaitu :
1. Makronutrien yaitu mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah banyak dan harus
tersedia, contoh Na, Ca, K, Mg bersifat alkali, P Cl bersifat asam.
2. Mikronutrien merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit dan
harus ada, contohnya Manganium, Kromium, Kobalt, Molebvdonium Selenium, Ferum,
Jodium, Cuprum, Florium.
Nutrien tambahan, Merupakan mineral yang tidak mutlak diperlukan
1. f.
Air
Air sangat penting dalam membantu proses berlangsungnya pencernaan oleh tubuh. Peranannya
adalah :
–
membantu proses pencernaan
–
–
Mengangkut mineral dalam jaringan
Mengangkut sisa metabolisme.
1. Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata
Sistem pencernaan pada hewan invertebrata umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada
protozoa, porifera, dan Coelenterata.Pencernaan dilakukan dalam alat khusus berupa vakuola
makanan, sel koanosit dan rongga gastrovaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada
cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. pencernaan
dilakukan dengan cara absorbs langsung melalui kulit cacing yang dikeluarkan oleh getah
pencernaan secara ekstrasel.
a. Sistem Pencernaan Makanan Pada Cacing Tanah
Makanan cacing tanah berupa daun-daunan serta sampah organik yang sudah lapuk. Cacing
tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat
diserap oleh tubuhnya. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.
Gambar 6.1 Sistem Pencernaan Makanan pada
Cacing
b. Sistem Pencernaan Pada Serangga
Sebagaimana pada cacing tanah, serangga memiliki sistem pencernaan makanan yang sudah
sempurna, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus sampai anus.Pencernaan pada
serangga
dilakukan
secara
ekstrasel.
2. Sistem Pencernaan Pada Hewan vertebrata
Organ pencernaan pada hewan vertebrata meliputi saluran pencernaan (tractus digestivus) dan
kelenjar pencernaan (glandula digestoria
a. Sistem Pencernaan Pada Ikan
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut
terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut
yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah
(enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah
sekitar insang.Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak
dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke
lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa
jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan.
Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama
besarnya. Usus bermuara pada anus.Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas.
Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian
depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan
lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang
disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu
berbentuk bulat, berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara
pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila
diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali,
fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim – enzim pencernaan dan hormon insulin.
Gambar 6.2. Sistem Pencernaan Makanan
pada Pisces
b. Sistem Pencernaan Pada Amfibi
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan
dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa
hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:
1. rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk
menangkap mangsa,
2. esofagus; berupa saluran pendek,
3. ventrikulus
(lambung),
berbentuk
kantung
yang
bila
terisi
makanan
menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya
esofagus dan lubang keluar menuju usus
4. intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi:
duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
5. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan
6. kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi,
dan urine.
7. Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah
kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi
mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan.
pankreas berwarna Kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari
(duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada
duodenum.
Gambar 6.3. Sistem Pencernaan Makanan
pada Amphibia
c. Sistem Pencernaan Pada Reptil
Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara
berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi:
1) rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masing
memiliki
deretan
gigi
yang
berbentuk
kerucut,
gigi
menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga
terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,
2) esofagus (kerongkongan),
3) ventrikulus(lambung),
4) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.
Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia
memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna kemerahan. Kantung empedu terletak pada tepi
sebelah kanan hati. Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuningkuningan.
Gambar 6.4. Sistem Pencernaan Makanan
pada Reptil
d. Sistem Pencernaan Pada Burung
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan
pada burung terdiri atas:
1) paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
2) rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan
tanduk,
3) faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini
disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,
4) lambung terdiri atas:
– Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya
tipis.
– Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan
biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk
membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”,
6) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
Usus
halus
pada
burung
terdiri
dari
duodenum,
jejunum
dan
ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati
tidak terdapat kantung empedu.
e.
Sistem
Pencernaan
pada
Hewan
Mamah
Biak
(Ruminansia)
Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba, sapi, kerbau disebut sebagai hewan
memamah biak (ruminansia). Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan
kompleks. Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada
umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain.
Perbedaan sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia, tampak pada struktur gigi, yaitu
terdapat geraham belakang (molar) yang besar, berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang
sulit dicerna. Di samping itu, pada hewan ruminansia terdapat modifikasi lambung yang
dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu: rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut
kitab), dan abomasum (perut masam).
Dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Kapasitas rumen
80%, retlkulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasums 7-8′/o.Pembagian ini terlihat dari bentuk
gentingan pada saat otot spingter berkontraksi. Abomasum merupakan lambung yang
sesungguhnya pada hewan ruminansia. Hewan herbivora, seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak
mempunyai struktur lambung seperti halnya pada sapi untuk fermentasi selulosa. Proses
fermentasi atau pembusukan yang dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banvak
mengandung bakteri. proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi
dilambung. Akibatnya, kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena pencernaan selulosa
hanya terjadi satu kali, yaitu pada sekum. Sedangkan pada sapi, proses pencernaan terjadi dua
kali, yaitu pada lambung dan sekum keduanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.
Adanya bakteri selulotik pada lambung hewan memamah biak merupakan bentuk simbiosis
mutualisme yang dapat menghasilkan vitamin B serta asam amino. Di samping itu, bakteri ini
dapat ,menghasilkan gas metan (CH4), sehingga dapat dipakai dalam pembuatan biogas sebagai
sumber energi altematif.
3
Download