Kasus Pada Komputer lokal

advertisement
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 1 DARI 19
BAGIAN KETUJUH :
KASUS PADA KOMPUTER LOKAL
(TUNING)
1. Pendahuluan
Ketika komputer masih sederhana, terdapat dua cara mudah untuk
mengukur kinerja komputer. Pertama, menggunakan parameter sistem itu
sendiri misalnya laju detak prosesor atau jumlah instruksi yang dapat diproses
tiap satuan waktu. Jumlah instruksi yang diproses dalam satuan waktu tertentu
diekspresikan dalam 'satuan' MIPS (millions instruction per second). Ukuran
ini menjadi tidak adil digunakan pada komputer yang menggunakan prosesor
dengan arsitektur berbeda. Prosesor berarsitektur RISC misalnya, memerlukan
lebih banyak instruksi untuk menjalankan suatu tugas (task) tertentu
dibandingkan dengan prosesor berasitektur CISC. Dengan ukuran MIPS,
prosesor RISC akan tampak bekerja jauh lebih cepat (menjalankan lebih
banyak instruksi per satuan waktu) dibanding prosesor CISC meskipun lama
waktu yang digunakan untuk menyelesaikan satu tugas bisa jadi sama.
Cara kedua adalah dengan menggunakan benchmark sintetis.
Whetstone dan Dhrystone merupakan contoh benchmark sintetis yang banyak
digunakan untuk mengukur kinerja komputer. Benchmark sintetis berupa
program pendek yang dibuat menyerupai tingkah-laku program aplikasi yang
ada. Melalui kajian mendalam terhadap berbagai program aplikasi yang ada,
dibuat suatu program pendek yang merupakan gabungan dari berbagai
komputasi matematis, kalang (loop), pemanggilan fungsi, dan sebagainya.
Terhadap pengukuran dengan benchmark sintetis terdapat dua kelemahan.
Selain keraguan apakah program yang disusun benar-benar mewakili program
aplikasi yang sebenarnya, keraguan hasil pengukuran juga disebabkan oleh
mudahnya teknik pengukuran ini dimanipulasi dengan melakukan optimisasi
kompilator (Sharp dan Bacon, 1994:65).
2. Metodologi Optimalisasi
Pemilihan instrumen Pengukuran
Pemilihan ini amat bergantung dengan subyek yang akan di ukur. Berikut ini
adalah beberapa contoh metode pengujian bagi komponen komputer
1. Tes CPU
Terdiri dari :
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 2 DARI 19
1. TES ARITMATIK CPU : Benchmark MP Dhrystone (MIPS) CPU
(aritmatik) 32-bit dan Benchmark P Whetstone (MFLOPS) FPU/SSE
(Floating Point) 32-bit.
2. Tes CPU MULTIMEDIA : Dilakukan berdasarkan Intel mandelbrot
application dan mesin Mandelbrot 4x, terdiri dari :
a. tes integer : MP SSE2, MP SSE (streaming SIMD), MP
Enhanced MMX, MP MMX, MP ALU
b. Tes floating point : MP SSE2, MP SSE (streaming SIMD), MP
3Dnow! Enhanced MMX, MP 3Dnow!, MP FPU
Gambaran Tes CPU secara detail
1. CPU Tes - Overall
Memberikan tugas khusus yang intensif kepada prosesor yang banyak
digunakan pada aplikasi sehari-hari yaitu tes operasi integer dan floating
point.
2. CPU Test - JPEG decompression
Tes ini mewakili tugas CPU ketika browsing di web dalam membaca
dokumen dengan gambar. Tes ini mecoba medekompresi 3 gambar dalam
waktu 10 detik mulai dari ukuran file gambar 149kB, 771kB, dan 889kB.
Hasilnya dalam Mpixels/s, berapa banyak rata-rata gambar yang berhasil
didekompresi per detik.
Teknis Detil Tes :
Standard JPEG library (version 6b) diambil dari Independent JPEG Group
(www.ijg.org). file gambar akan di load ke memori sebelum didewkompresi
proses decoding JPEG menggunakan pipeline fixed-point IDCT dan RGB-24
dengan output dalam pixel format, jadi tes ini adalah tes operasi integer.
3. CPU Test - Zlib compression & decompression
Proses kompres dan dekompresi terdapat banyak pada aplikasi sehari-hari.
Data yang akan ditransfer biasanya mengalami proses-proses ini ketika
ditransfer. Ada 3 file, yaitu 887kB JPG image, 1468kB file text , dan 1280kB
file executable, yang akan mengalami kompresi berapa kali dalam waktu 10
detik tergantung kamampuan CPU, lalu dalam putaran 10 detik berikutnya
mengalami dekompresi. Hasil dalam bentuk MBytes/s, atau berapa megabytes
data yang dapat dikompresi/dekompresi per detik.
Teknis Detil Tes :
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 3 DARI 19
Test ini adalah perhitungan integer. Setiap file tes akan terload dalam 1MB
memory buffer sebelum dikompresi. Area buffer lainnya dengan ukuran
500KB digunakan untuk mengkompresi data buffer, dan waktu untuk
mengkompresi/dekompresi data dapat diindikasikan sebagai CPU speed.
Standar LZ77 metode kompresi didapat dari open source ZLIB
(www.gzip.org/zlib/)
4. CPU test - Text search
Text file berukuran besar digunakan dalam tes ini, yang diukur adalah berapa
operasi cari yang sukses. Proses pencarian teks ini banyak digunakan pada
aplikasi browsing the web, e-mail, dan proses pengolahan dokumen.
merupakan operasi integer.
Teknis Detil Tes :
Menggunakan Boyer-Moore algorithm, dipilih karena amat efisien dalam
aplikasi sehari-hari. Text file sebesar 1.5MB diload ke sistem memori
sebelum pencarian dilakukan. Mengukur banyaknya frekuensi yang tampil
dalam menemukan teks yang dicari dalam waktu 10 detik.
5. CPU test - Audio Conversion
Kompresi MP3 file audio menggunakan algoritma public audio compression
format Ogg Vorbis (http://www.gnu.org/directory/oggvorbis.html). Microsoft
MP3 decoder (terdapat pada DirectShow filter DirectX) digunakan untuk
dekompresi. Untuk MP3 encoder menggunakan Ogg Vorbis encoder. Tes ini
mengukur CPU workload dari MP3 playback dan kompresi.
Teknis Detil Tes :
30 detik 128kbit/s MP3 stream (500kb ukuran terkompresi) didekompresi
secara simultan ke 44kHz/16bit PCM format dan dalam Ogg Vorbis format.
DirectShow digunakan untuk membuat filter graph agar kinerja dan waktu
yang digunakan dapat dihitung. Filter yang dipakai dalam graf tersebut : File
Source (Async.), MPEG-I Stream Splitter, MPEG Layer-3 Decoder, Vorbis
Stream Encoder, AVI Mux dan Null Renderer,
6. CPU test – Kalkulasi 3D Vector
Simulasi rambut pada kepala manusia merupakan salah satu teknik advanced
real-time 3D demo. Ini banyak digunakan pada game terakhir. Obyek pada
rambut terdiri dari banyak sekali polygon. Yang membentuk suatu hubungan
yang amat kecil satu sama lain. Kalkulasi floating point 3D transformation
yang sangat kompleks dibutuhkan untuk dapat menampilkan hal ini. Tes
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 4 DARI 19
Tanggal :
Lokasi :
berlangsung dalam 10 detik, hasilnya menunjukkan berapa fram yang berhasil
ditampilkan dalam masa tersebut.
Susun!
Teknis Detil Tes :
Test simulasi keadaan physics dan pencahayaan pada rambut. Rambut tersebut
dijadikan model menggunakan garis polygon dengan 7300 rambut 8 node,
menkonsumsi 7300 * (24 + 8*24) = 1576800 ~= 1.5 MB memory. Kode fisik
rambut diproses memperhatikan 3 hal : gravitasi, kelurusan rambut dan
kriting. Teknik pencahayaan adalah anisotropic, dikodekan dengan MAXFX's vector template library. Kode terdiri dari penambahan vektor, produk
titik dan garis silang dan normalisasi vektor yang menggunakan nilai 32 bit
floating-point.
2. TES MEMORI
Kondisi Pengukuran :
• Multiprosesor sampai 32 CPU dan SMT.
• Benchmark operasi aritmatik (assignment, skala, penambahan, triad)
• Tes perlu 50% lebih memori fisik yang tidak terpakai.
• Tutup semua program, terlebih jika memorinya lebih kecil dari 16MB.
• Perlu 2 menit pada pada mesin kelas P6 dengan memori 64 MB.
Metode tes :
• ALU/FPU tes memori
• MMX tes memori (integer)
• I/F SSE tes memori – SGI bandwidth memori (integer dan Float)
• I/F EMMX/SSE tes memori – AMD bandwidth memori (integer dan
Float)
• MP/MT
• Mengecek informasi di DMI/SMBIOS pada Motherboard
Gambaran Tes Memori secara detail
1. Memory Tests – Overall
Tes ini mengukur kinerja subsistem memori, L2 dan L1 cache dengan
memberikan operasi read, write, read-modify-write, dan random access, suatu
operasi yang sering terjadi di kebanyakan aplikasi.
Tes ini untuk
mendapatkan maximum throughput pada satu bagian proses saja, dengan
catatan hanya satu tugas saja ketika terjadi transfer di memori.
2. Memory tests - Raw Access and Random Access
Memori di tes dengan memberikan ukuran operasi yang berbeda untuk operasi
read, write, and read-modify-write dan mengambil data di daftar STL.
ANALISIS KINERJA SISTEM
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 5 DARI 19
Teknis Detil Tes :
Operasi Raw read, write, dan read-modify-write sangat baik dimulai dari 3072
kilobytes array yang berkurang sampai 1536 kB, 384 KB, 48 KB dan akhirnya
6 KB. Setiap ukuran blok dites sebanyak 2 detik dan jumlah data yang
terakses yang diukur. Dalam tes STL daftar dari elemen 116 byte dibangun
dan diurutkan oleh kunci integer pseudo-random. Daftar tersebut
menunjukkan berapa waktu yang mungkin untuk 2 detik dan berapa total
akses terhadap elemen data yang didapatkan. Ada 6 tes, yaitu dengan 24576
item dalam data 1536 kB, berkurang sampai 12288 item (768 kB), 6144 item
(384 kB), 1536 item (96 kB), 768 item (48 kB) dan 96 item yang paling kecil
berkorespondensi ke 6 kB of total data.
3. Tes Video memory sub-sistem
membebani memori dengan aplikasi desktop windows. Tes akan mendorong
memori internal kartu grafis dan bandwith dengan kecepatan transfer pada
AGP. Sesuatu beban yang biasa terjadi pada saat aplikasi melakukan scrolling
dokumen dan moving/resizing windows.
Teknis Detil Tes :
Tes dimulai dengan membuat back buffered primary surface pada resolusi
1024x768 32 bit di DX exclusive mode dan satu off-screen bidang kerja
dalam format pixel yang sama. Bidang kerja tersebut di-update dengan setiap
frame yang ditransfer dari bus AGP, yang mewakili kecepatan scrolling (1, 4,
16 and 32 scan lines / frame). Bidang kerja akan terisi setiap frame yang
kemudian akan membebani bandwith internal memori. Setiap kecepatan
transfer tersebut dicatat setiap 3 detik dan berapa total frame yang berhasil diupdate itulah hasil yang didapatkan.
3. TES MEDIA PENYIMPANAN
3.1. TES HARD-DISK
Terdiri dari pengukuran :
• DTR (data Transfer rate)
• Tes kinerja file sistem pada media penyimpanan.
• Tes baca : buffer, random, sekuensial
• Tes tulis : buffer, random, sekuensial
• Tes cari
Gambaran Tes harddisk secara detail
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 6 DARI 19
1. HDD Tests – Overall
Mengukur kinerja dengan mengukur operasi Read dan write menggunakan
cache dan uncache. Tes ini mensimulasikan aplikasi real seperti menulis,
membaca dan meng-copy file. Pertama kali eksekusi program, semua bagian
logikal disk akan diuji, termasuk space yang masih kosong.
Teknis Detil Tes :
Directori sementara "__PCMARK" akan dibuat dalam root directory pada
disk yang dipilih. Akan diulang pembuatan sebanyak 8x8x8 subdirectory pada
directory sementara tersebut. Waktu untuk membuat struktur directory ini
tidak diukur.
2. File write test
18 file dibuat dengan ukuran bervariasi dari 1KB sampai 128MB, dengan total
data yang ditulis sampai 256MB. Rata-rata penulisan (MB/s) yang diambil
sebagai hasil. Untuk mensimulasi cara penulisan random, 18 file tersebut
ditempatkan secara random di directory yang dibuat. 1MB buffer memori
digunakan untuk membuat raw data untuk ditulisi. Untuk file yang lebih besar
dari 1 MB digunakan buffer yang sama secara bersamaan. Penulisan file dites
dengan 2 cara, yaitu mode cache dan mode uncache. Pada mode uncache, file
buffer terus diisi ketika penulisan dilakukan. Dalam mode cache, setiap file
ditulisi sekali dan file-file sistem kemudian men-copy data ke file cache
sebelum dicopy ke hard-disk. Penulisan dengan cache lebih lambat dari
metode uncache.
3. Tes File Read
Pembacaan berdasarkan directory yang sudah dibuat dan file yang sudah
ditulisi. 1MB bufferjuga digunakanuntuk menyimpan data sementara, dan file
dibaca dalam random. Rata-rata reading rate (MB/s) adalah hasilnya. Tes baca
juga menggunakan cache dan non-cache mode. Dalam mode cache
pembacaan file sistem akan mengcopy data dari harddisk ke file cache
sebelum data berada di buffer memori.
4. Tes File copy
Tes ini dilakukan dengan cara meng-copy ke directory yang didefinisikan
terlebih dahulu, dengan nama lain. Analisisnya dilakukan dengan
mengkombinasikan tes read dan write. Setelah operasi copy dilakukan, file
sementara dihapus. Rata-rata transfer rate data (MB/s) adalah hasilnya.
File System sangat berpengaruh pada score
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 7 DARI 19
Windows akan menyiapkan blok memori sebagai cache operasi file. Cache
dapat lebih besar dari 80% total memori sistem. Sebelum semua tes tersebut,
penggunaan memori buffer diminimalkan terlebih dahulu.
3.2. TES CD-ROM/DVD
Tes perbandingan CD-ROM/DVD drive dan controller :
· tes baca : Buffer, Random, Sequential
· tes cari
Benchmark yang dilakukan dapat terdiri atas 2 macam tes :
• Kinerja Data CD : Disk dengan kapasitas data 600MB+ dibutuhkan
minimal (64MB+) file data., termasuk pula data MPEG, MOV, AVI
dan database yang besar.
• Kinerja VideoCD / DVD : Untuk tes VideoCD, perlu 300MB+
VideoCD rekomendasi 600MB+ VideoCD
· Tes biasanya memerlukan waktu 10 menit pada mesin kelas P6 dengan 32x
CD-ROM.
Metode tes :
1. Mem-bypass Windows Cache : menggunakan mode write through
untuk bypass cache, normalnya menggunakan cache.
2. Mengaktifkan Multi processing / multi threading Benchmark,
normalnya single threaded mikroprosesor sistem.
3. Menggunakan statik MP load balance, normalnya selalu melakukan
kalibrasi CPU sebelum eksekusi dan menggunakan unit variabel kerja.
4. Mengambil ekstra informasi disc.
4. Tes Sistem Video (tampilan)
Terdiri dari 4 Macam tes Video:
•
•
•
•
Video encoding, melakukan kompresi ASF (Advanced Streaming
Format, a type of MPEG4).
ASF playback, memainkan clip ASF yang dibuat pada tes encoding.
DVD playback, memainkan clip DVD (a type of MPEG2)dan
mengukur CPU utilization.
Video quality, testing DVD playback quality.
Catatan : encoding ASF dan tes playback membutuhkan Microsoft Windows
Media Encoder 7.1 dan Microsoft Windows Media Player 7.1. Playback DVD
dan tes kualitas video membutuhkan program DVD playback, antara lain :
•
Cyberlink PowerDVD
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 8 DARI 19
•
•
Intervideo WinDVD
Ravisent Cinemaster
Gambaran Tes Video secara detail
1. Kompresi ASF
ASF video clip dibuat dari MPEG1 clip, menggunakan Windows Media
Encoder. Dua clip yang dibuat : clip low-resolution dengan resolusi 352x288,
dan clip high-resolution dari hasil DivX, dengan resolusi 640x480.
2. ASF playback
Dua clip yang dimainkan : clip low-resolution dengan resolusi 352x288, dan
clip high-resolution dari hasil DivX, dengan resolusi 640x480.
3. DVD playback
Mengukur CPU load dengan menjalankan playback 2 clip DVD dengan
resolusi 720x480, pada 4 Mbit/s bit rate dan pada variabel 7-12 Mbit/s bit rate.
4. Video quality
DVD playback quality dites berdasarkan tes de-interlace. De-interlacing
adalah proses transformasi content video interlaced (modus bergerak) ke
format yang dapat ditampilkan pada layar monitor.
Semua tes (kecuali tes kualitas gambar) diukur berdasarkan rata-rata
frame rate (rendered frames / detik), Semua tes performance
dijalankan dengan cara:
1. Menginisialisasi scene
2. Merender 1-3 (termasuk dalam tes) frame untuk pemanasan yaitu
mendownload tekstur yang dibutuhkan ke memori grafik card.
3. Memulai perhitungan timer
4. Merender sebanyak-banyaknya frame yang mungkin dalam n
detik.
5. ketika n detik tercapai, gambarkan black triangle setelah semua
frame dalam pipeline, untuk meyakinkan semua frame sudah
berhasil ditampilkan.
6. Mengunci isi frame buffer
7. Men-stop timer
8. Membebaskan frame buffer
9. Menghitung hasilnya berdasarkan NumberOfFramesRendered /
Time
10. De-inisialisasi scene
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 9 DARI 19
Tanggal :
Lokasi :
5. Tes Network / LAN Bandwidth
Susun!
Menggunakan interface ICMP (ping / Echo) untuk mengukur waktu respon
dan lebar bandwith transfer ke suatu host.
Metode tes :
• Ping untuk status koneksi.
• Melihat statistik transfer.
• Mengecek IPX/SPX
• Mengecek informasi domain dan workgroup.
Library winsock – fungsi pada winsock (versi 16-bit dan 32-bit) :
1. Status library
2. Maksimum soket proses yang dapat digunakan, menunjukkan berapa
koneksi yang dapat dilakukan dalam satu waktu.
3. Maksimum ukuran UDP datagram (KB) dari paket yang dapat dikirim
UDP.
4. Host name (nama domain, komputer), IP address, IPX address (alamat
hardware)
5. Informasi service : nama, port, protokol : FTP, telnet, HTTP.
6. Tes Crunch
Tes ini menjalankan 3 tes secara simultan :
•
•
•
CPU Test - JPEG Decompression, membebani sebagian besar CPU dan
juga memory subsystem.
Memory Test - Raw 3072 kB modifikasi Blok, membebani sebagian besar
memory subsystem, begitu juga CPU.
Memory Test - Video - 1 scanline, membebani memori grafik card
bandwidth dan bus AGP.
Tes ini dilakukan untuk mengecek seberapa kuat sistem menjalankan tugas
secara simultan dan dibebani oleh beberapa macam elemen yang berbeda.
Perencanaan dan tahap pengukuran
•
Memanfaatkan monitor software sampling (secara batch atau secara
online)
1. Ekstraktor memanfaatkan time interval (jam, clock system) untuk
menginterupsi aktivitas sistem pada interval waktu reguler bagi
ekstraksi data yang berfokus kepada keadaan sistem.
2. Analizer dipanggil secara periodik untuk melakukan analisa terhadap
respon sistem terhadap ditugas-tugas yang diberikan kepadanya.
ANALISIS KINERJA SISTEM
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 10 DARI 19
•
•
Menugaskan CPU kepada program dengan prioritas lebih besar atau
program yang memiliki beban kerja (work load) yang lebih berat.
Memeriksa frekuensi penggunaan resources sistem seperti memori pada
even-even aktivitas sistem tersebut.
3. Contoh Pengukuran
Pengukuran Kinerja Komputer dan Permasalahannya
Tulisan berikut ini akan mengulas salah satu benchmark yang banyak
dipergunakan, yakni SPEC, yang dikembangkan oleh System Performance
Evaluation Corporation. Uraian tentang benchmark SPEC ini dimaksudkan
untuk menjelaskan cara pengukuran kinerja komputer dengan
membandingkan waktu eksekusi yang diperlukan oleh suatu komputer untuk
satu program tertentu dengan waktu eksekusi pada komputer rujukan. Pada
bagian berikutnya diuraikan mengenai kelemahan pengukuran kinerja berbasis
'waktu eksekusi program' tersebut dan alternatif lain yang dapat dilakukan
untuk memperbaiki pengukuran kinerja komputer tersebut.
SPEC95
Sebagai upaya untuk mendapatkan tolok-ukur baku agar dapat
membandingkan kinerja berbagai sistem komputer, sekelompok perusahaan
besar antara lain: DEC, Hewlett-Packard, IBM, Intel, dan Sun sepakat
membentuk lembaga non-profit yang diberi nama System Performance
Evaluation Corporation (Sharp dan Bacon, 1994:66; Reilly, 1995). Lembaga
ini ditugasi untuk mengembangkan dan memberi dukungan terhadap
pembakuan benchmark kinerja komputer.
Sebelum membuat program untuk mengukur kinerja komputer, SPEC telah
mempelajari sejumlah program yang umum dipakai, menganalisis algoritma
dan bahasa mesinnya, menentukan cara mengukur kinerja komputer, dan
menentukan rumusan untuk membuat rerata skor kinerja komputer dari skorskor yang diperoleh masing-masing elemen benchmark. Benchmark SPEC
terdiri atas dua kelompok program. Satu kelompok merupakan programprogram yang dititik-beratkan pada operasi atas bilangan integer dan satu
kelompok lainnya dititikberatkan pada operasi atas bilangan floating-point.
Perangkat benchmark pertama yang dibuat diperkenalkan pada tahun 1989,
karenanya disebut SPEC89. Pada tahun 1992 dimunculkan versi baru, dan
dengan demikian SPEC89 tdak digunakan lagi. SPEC92 terdiri atas 20
program yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni untuk operasi bilangan
integer dan untuk operasi bilangan floating-point. Saat ini, SPEC92 juga
sudah tidak digunakan lagi karena telah dimunculkan perangkat benchmark
baru yakni SPEC95. Pada SPEC95 ini, komputer rujukan yang digunakan
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
Tanggal :
Lokasi :
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 11 DARI 19
sebagai pembanding berubah dari semula VAX-11/780 menjadi Sun
SPARCstation 10/40. Dengan demikian, bila dikatakan skor SPECint95
adalah 5.0, maka berarti sistem yang diuji 5 kali lebih cepat dibanding Sun
SPARCstation 10/40.
SPEC95, yang diperkenalkan pada bulan Agustus 1995, merupakan perangkat
benchmark yang terdiri atas dua bagian, yakni CINT95 (ditulis dalam bahasa
C) dan CFP95 (ditulis dalam bahasa Fortran). CINT95 merupakan bagian dari
perangkat SPEC95 yang mengukur kinerja komputer terhadap operasi
bilangan integer, yang diasumsikan mewakili program aplikasi bisnis. Bagian
lain, yakni CFP95, mengukur kinerja komputer terhadap operasi bilangan
floating-point yang diasumsikan mewakili program aplikasi ilmiah-numerik.
Tabel 1 :
Elemen-elemen CINT95
Nama Program
Deskripsi
Waktu Referensi
(Detik)
Program kecerdasan buatan, menjalankan
program permainan Go melawan dirinya sendiri
4600
124.m88ksim Simulator cip mikroprosesor Motorola 88100,
menjalankan program uji Dhrystone dan
program uji memori
1900
126.gcc
Melakukan kompilasi untuk bahasa mesin
prosesor SPARC berbasis kompilator GNU C
versi 2.5.3.
1700
129.compress Program pemampat (compress) dan pengurai
(decompress) file teks sebesar 16 MB yang
bekerja dalam-memori (in-memory), dengan
metode pengkodean Limpel-Ziv adaptif
1800
130.li
Interpreter bahasa LISP
1900
132.ijpeg
Program pemampat dan pengurai citra (image)
dengan berbagai parameter, yang bekerja dalammemori.
2400
134.perl
Melakukan manipulasi numerik dan teks
(anagram dan pemfaktoran bilangan prima)
1900
147.vortex
Membuat dan memanipulasi tiga basis data yang
saling berkaitan
2700
099.go
ANALISIS KINERJA SISTEM
Susun!
Tanggal :
Lokasi :
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 12 DARI 19
Susun!
Tabel 2 :
Elemen-elemen CFP95
Nama Program Deskripsi
Waktu Referensi
(Detik)
101.tomcatv
Mewakili program bidang dinamika fluida/
translasi geometris. Membangkitkan sistem
koordinat dua-dimensi pada domain geometris
umum.
3700
102.swim
Model perairan dangkal dengan 1024x1024 kisi
8600
103.su2cor
Simulasi Monte Carlo, bidang fisika kuantum.
Melakukan perhitungan massa partikel elementer
berdasarkan teori Quark-Gluon
1400
104.hydro2d
Bidang astrofisika, menyelesaikan persamaan
hidrodinamik Navier Stokes untuk menghitung
semburan galaktik
2400
107.mgrid
Bidang elektromagnetis, memecahkan persoalan
medan potensial 3 dimensi multikisi (multigrid)
2500
110.applu
Bidang
dinamika
fluida/matematika,
menyelesaikan sistem matriks dengan pivoting
2200
125.turb3d
Simulasi turbulensi homogen isotropik dalam
kubus
4100
141.apsi
Pemecahan
persoalan
berkaitan
dengan
temperatur, angin, serta kecepatan dan distribusi
polutan
2100
145.fppp
Menyelesaikan derivasi multielektron , bidang
kimia kuantum
9600
146.wave5
Penyelesaian persamaan Maxwell pada jaring
Cartesian
3000
Bencmark SPEC95 mengukur dan membandingkan kinerja komputer dalam
tiga kategori pilihan:
1. Kinerja terhadap bilangan integer versus floating point
2. Kinerja dengan kompilasi agresif versus kompilasi konservatif
3. Kecepatan versus throughput
Berdasarkan pilihan-pilihan tersebut, SPEC95 memungkinkan dibuatnya
'ukuran' komposit sebagai berikut:
ANALISIS KINERJA SISTEM
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 13 DARI 19
Tanggal :
Lokasi :
Tabel 3.
Pilihan 'Ukuran' Kinerja Komposit
Susun!
Metode Kompilasi
Kecepatan
Throughput
Kompilasi Agresif
SPECint95
SPECfp95
SPECint_rate95
SPECfp_rate95
Kompilasi Konservatif SPECint_base95 SPECint_rate_base95
SPECfp_base95 SPECfp_rate_base95
Yang dimaksud ukuran komposit adalah bahwa skor indivual dihitung untuk
tiap-tiap elemen program (8 elemen pada CINT95 dan 10 elemen pada
CFP95) dalam CINT95 atau CFP95 dan hasilnya digunakan untuk
menghitung ukuran komposit ini.
Untuk pengukuran kecepatan, setiap elemen benchmark memiliki SPECratio.
SPECratio adalah referensi waktu SPEC dibagi dengan waktu-pelaksanaan
(runtime) tiap-tiap elemen program pada sistem yang diukur.
Ukuran komposit kecepatan dapat dihitung sebagai berikut:
1.
SPECint95
:
Rerata geometris dari 8 buah SPECratio (satu untuk
tiap elemen program CINT95) bila masing-masing
elemen program dikompilasi dengan optimisasi
agresif.
2.
SPECint_base95
:
Rerata geometris dari 8 buah SPECratio (satu untuk
tiap elemen program CINT95) bila masing-masing
elemen program dikompilasi dengan optimisasi
konservatif
3.
SPECfp95
:
Rerata geometris dari 10 rasio ternormalisasi (satu
untuk tiap elemen program CFP95) bila masingmasing elemen program dikompilasi dengan
optimisasi agresif.
4.
SPECfp_base95
:
Rerata geometris dari 10 rasio ternormalisasi (satu
untuk tiap elemen program CFP95) bila masingmasing elemen program dikompilasi dengan
optimisasi agresif.
Untuk mendapatkan ukuran throughput atau laju eksekusi program, yang
disebut juga 'metode kapasitas homogen' beberapa salinan elemen program
tertentu dijalankan. Metode ini terutama cocok untuk sistem multiprosesor.
Hasilnya, yang disebut laju SPEC (SPECrate) menggambarkan berapa banyak
elemen program yang dapat dijalankan pada satu waktu tertentu. Dengan
ANALISIS KINERJA SISTEM
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 14 DARI 19
demikian laju SPEC menggambarkan kapasitas sistem untuk tugas-tugas yang
sama karakteristiknya dengan program uji (Dixit dan Reilly, 1995).
Sama seperti ukuran kecepatan, SPEC mendefinisikan rerata ukuran laju
sebagai berikut:
1. SPECint_rate95 = Rerata geometris dari 8 buah SPECrate
ternormalisasi (satu untuk tiap elemen program CINT95) bila masingmasing elemen program dikompilasi dengan optimisasi agresif.
2. SPECint_rate_base95 = Rerata geometris dari 8 buah SPECrate
ternormalisasi (satu untuk tiap elemen program CINT95) bila masingmasing elemen program dikompilasi dengan optimisasi konservatif.
3. SPECfp_rate95 = Rerata geometris dari 10 buah SPECrate
ternormalisasi (satu untuk tiap elemen program CFP95) bila masingmasing elemen program dikompilasi dengan optimisasi agresif.
4. SPECfp_rate_base95 = Rerata geometris dari 8 buah SPECrate
ternormalisasi (satu untuk tiap elemen program CINT95) bila masingmasing elemen program dikompilasi dengan optimisasi konservatif.
Benchmark lainnya
Selain SPEC95, berbagai benchmark dikembangkan untuk mengukur kinerja
komputer. Berikut ini disajikan beberapa contoh beserta deskripsi singkatnya
untuk memberikan gambaran mengenai perbedaan masing-masing.
Whetstone merupakan benchmark sintetik yang dikembangkan oleh Curnow
dan Wichman pada tahun 1976 (Sharp dan Bacon, 1994: 68). Benchmark ini
dimaksudkan untuk mengukur kinerja komputer dalam mengolah bilangan
floating point dan digunakan untuk membandingkan arsitektur maupun
kompilator teroptimisasi yang dijalankannya. Program semula dibuat dalam
bahasa Algol dengan kompilator Algol 60 yang menterjemahkannya menjadi
instruksi untuk mesin Whetstone imajiner (Sill, 1996). Kelemahan benchmark
Whetstone adalah kecilnya ukuran modul/program benchmark sehingga
sistem memori di luar cache tidak teruji, dan dengan optimisasi kompilator
dengan mudah didapatkan skor benchmark tinggi tanpa mengubah sistem
yang diuji (Sill, 1996).
Dhrystone juga merupakan benchmark sintetik yang dikembangkan oleh
Reinhold Weicker pada awal tahun 1980-an dan difokuskan untuk mengukur
kinerja komputer atas bilangan integer dan string (Sharp dan Bacon, 1994:68).
Program asli ditulis dalam bahasa Ada, dan kemudian diterjemahkan ke dalam
bahasa-bahasa lain. Sama seperti Whetstone, program benchmark Dhrystone
memiliki ukuran yang terlalu kecil (sekitar 1,5 KB) sehingga tidak dapat
menguji sistem di luar cache. Optimisasi kompilator juga dapat dilakukan
untuk mempertinggi skor perolehan (Sill, 1996).
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 15 DARI 19
Linpack yang dikembangkan oleh Jack Dongarra, kernelnya dikembangkan
dari rutin program aplikasi aljabar linier (Sharp dan Bacon, 1994:68; Sill,
1996). Semula ditulis dan digunakan dalam lingkungan bahasa program
Fortran namun tersedia juga versi bahasa C. Sebagian besar waktu uji
merupakan waktu eksekusi subrutin yang menjalankan operasi matriks y(i) =
y(i) + a * x(i). Versi standar bekerja dengan matriks ukuran 100x100, tetapi
juga tersedia versi dengan ukuran matriks 300x300 dan 1000x100 dengan
aturan optimisasi yang berbeda. Kelemahannya, program hanya mewakili tipe
komputasi matriks yang memang banyak digunakan dalam bidang bidang
sains (Sill, 1996).
NAS Parallel Benchmark (NPB), yang dikembangkan oleh peneliti di NAS,
yakni cabang dari NASA Ames Research Lab, untuk mengukur kinerja
komputer paralel. NPB dikembangkan khusus untuk mengukur kinerja
komputer paralel, yang memerlukan penulisan ulang program agar dapat
secara efektif dan efisien membagi beban komputasi di antara prosesorprosesornya (Sharp dan Bacon, 1994:68).
Para peneliti di Universitas Illinois, yang telah lama bekerja dengan
superkomputer, tidak puas dengan berbagai teknik yang dipakai dalam
mengembangkan berbagai benchmark. Mereka mengembangkan benchmark
yang disebut Perfect Club, yang memiliki pendekatan pengukuran mirip
dengan SPEC. Perfect Club merupakan gabungan dari aplikasi-aplikasi riil
yang disumbangkan oleh kelompok-kelompok peminat komputasi dan
diorganisasi sedemikian rupa sehingga menjadi satu benchmark. Benchmark
Perfect Club terutama mengukur kinerja atas bilangan floating-point dan
biasanya dieksekusi pada superkomputer. Tujuan utama proyek Perfect Club
adalah mengkarakterisasi program aplikasi dalam hal perilaku algoritmanya
sehingga memungkinkan pemakai memperoleh prediksi kinerja yang
diharapkan untuk program aplikasi yang dikembangkannya (Sharp dan Bacon,
1994:68).
Benchmark iCOMP dikembangkan oleh Intel untuk membandingkan kinerja
prosesor-prosesor yang ada di pasaran. Ketika prosesor generasi 486
diperkenalkan, di pasaran muncul berbagai versi mulai 486SX, 486DX2, dan
sebagainya. Agar calon pembeli memiliki gambaran ringkas kinerja prosesor,
Intel mengembangan angka indeks yang merupakan angka kinerja prosesor
dibandingkan dengan kinerja prosesor rujukan. Benchmark ini khusus
mengukur kinerja prosesor dan tidak mencerminkan kinerja komputer secara
keseluruhan (Sharp dan Bacon, 1994:68). Popularitas iCOMP terutama karena
benchmark ini hampir selalu menjadi ukuran kinerja prosesor-prosesor Intel
dalam iklan-iklannya (setidaknya sampai generasi Pentium).
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 16 DARI 19
Kritik terhadap Benchmark
Pengukuran kinerja komputer dengan benchmark yang ada saat ini banyak
dikritik karena seperti orang buta meraba gajah. Bergantung pada bagian yang
dipegang, gajah bisa didefinisikan sebagai tinggi seperti pohon kelapa,
panjang dan kecil seperti ular, atau lebar dan tipis seperti kipas (Gustafson dan
Todi, 1998). Benchmark yang ada cenderung mengukur satu aspek dari
kinerja komputer dan hasilnya digunakan untuk menggeneralisasi kinerja
keseluruhan.
Menyadari masalah itu, benchmark Perfect Club dan SPEC mengembangkan
apa yang disebut suite aplikasi (yakni sekumpulan aplikasi terdiri atas elemenelemen program yang masing-masing mengukur berbagai aspek perilaku
sistem agar diperoleh gambaran sistem lebih lengkap). Suite semacam itu
biasanya sulit dipangkalkan (porting) ke komputer lain, terutama komputer
paralel, dan bila berhasil dipangkalkan diperlukan waktu berjam-jam untuk
mengeksekusinya (Gustafson dan Todi, 1998).
Menurut Gustafson dan Todi (1998) aplikasi semacam itu tetaplah hanya
mengukur satu titik sampel dari kinerja komputer sementara yang diperlukan
adalah mengukur seluruh rentang kinerja komputer. Benchmark-benchmark
tersebut memiliki satu karakteristik yang sama, yakni ukuran masalahnya
dibuat tetap. Komputer-komputer dibandingkan dari segi berapa lama
diperlukan waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena benchmark
harus dapat dieksekusi pada banyak jenis komputer, maka ukuran masalah
dipilih sedemikian rupa sehingga diharapkan semua komputer sasaran uji
dapat menjalankan benchmark dengan baik. Ukuran masalah pada NAS
Parallel Benchmark misalnya, disesuaikan dengan kapasitas komputer Cray
X-MP yang ada di NASA Ames Research Center meskipun banyak komputer
paralel yang memiliki lebih banyak memeri dan dirancang untuk masalahmasalah yang jauh lebih besar. Meskipun para pengembang NAS Parallel
Benchmark telah membuat lima ukuran masalah yang berbeda tetapi tetap
tidak menemukan cara untuk membandingkan komputer dengan kapasitas
memori yang sangat berbeda. Oleh karena itulah, dukungan terhadap
penggunaan NAS Parallel Benchmark makin lama makin surut (Gustafson
dan Todi, 1998).
McMahon, yang merancang benchmark Livermore Loop menunjukkan upaya
awal untuk mengeksplorasi penggunaan ukuran masalah yang berbeda dalam
satu benchmark. Panjang vektor diubah-ubah pada suatu rentang tertentu
untuk merepresentasikan berbagai rejim (konfigurasi dan kapasitas) memori
sistem komputer. Hanya saja rentang variasi panjang vektor tidak cukup besar
untuk mengakomodasi rejim memori (untuk tahun 1997 saja rasio ukuran
yang cukup representatif adalah 1.000.000 : 1) dan benchmark Livermore
Loop dinyatakan dengan satu skor tunggal sehingga meniadakan perbedaan
struktur uji yang dilakukan.
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 17 DARI 19
Benchmark Whetstone, yang dibuat oleh Curnow dan Wichman, juga
dimaksudkan untuk menghindari sindrom 'orang buta dan gajah' dengan
memberikan bobot yang dapat diatur untuk aspek-aspek komputasi yang
berbeda, misalnya matematika bilangan integer, pemanggilan subrutin, fungsifungsi khusus, percabangan, dan sebagainya (Gustafson dan Todi, 1998).
Pengguna benchmark ini dapat memilih sendiri bobot yang dipakai untuk
aplikasi target, mengatur bobot benchmark, dan menggunakan skor total
sebagai prediktor kinerja komputer tersebut. Meskipun demikian, benchmark
Whetstone dengan bobot yang telah disediakan di dalamnya sebagai bobot
default lebih sering digunakan sebagai perbandingan.
Hal lain yang tidak masuk dalam perhitungan para perancang benchmark
adalah fakta bahwa menurut hukum Moore, kinerja komputer bertambah
sebesar 60% setiap tahun. Semua benchmark mendasarkan diri pada masalah
berukuran tetap (fixed-size problem) sehingga relatif terhadap kinerja yang
terus meningkat, masalah yang diujikan sebagai pengukur kinerja menjadi
sangat kecil dalam beberapa tahun kemudian. Benchmark LINPACK,
misalnya, mulai dengan menentukan bahwa ukuran matriks harus 100x100.
Ketika kinerja komputer bertambah besar dan penghitungan matriks
berukuran 100x100 terselesaikan lebih cepat dari waktu yang diperlukan
pemrogram untuk menekan tombol ENTER, ukuran masalah diperbesar
dengan matriks 300x300 dan kemudian 1000x1000. Bahkan selanjutnya
perancang LINPACK mengijinkan versi 'sebesar yang dapat ditampung oleh
memori'.
Meski LINPACK berupaya melakukan penskalaan ukuran masalah terhadap
peningkatan kinerja, ada hal lain yang juga perlu diperhatikan. Ukuran
memori pada sistem komputer meningkat 4 kali lipat setiap 3 tahun. Jumlah
operasi yang dijalankan pada sistem komputer meningkat dengan faktor 64.
Bila kecepatan pemrosesan juga dianggap mengikuti hukum Moore dengan
peningkatan sebesar 4 kali, maka berarti waktu yang diperlukan untuk
menjalankan program 'LINPACK terskala' tersebut meningkat dengan faktor
16. Dengan kondisi seperti itu, 'LINPACK terskala' praktis sama dengan
LINPACK berukuran tetap, relatif terhadap peningkatan instrinsik sistem
komputer tersebut di atas. Satu hal yang pasti adalah bahwa pengukuran
kinerja komputer sebenarnya ditentukan oleh batas waktu yang dapat ditolerir
manusia untuk menunggu hasil eksekusi program pengukur, dan ini
merupakan batas ukuran masalah yang dapat diberikan kepada komputer
sebagai penguji kinerja.
Mengembangkan benchmark tanpa memperhitungkan laju peningkatan kinerja
dapat diibaratkan mematok harga barang tanpa memperhitungkan laju inflasi
(dan perlu diingat, 'inflasi' kinerja komputer adalah 60% pertahun). Ketika
LINPACK petama kali digunakan, waktu yang diperlukan dengan matriks
100x100 dikumpulkan dari berbagai sistem komputer yang ada di berbagai
instutusi dan dilaporkan secara rutin. Pada taraf presisi 32 bit, matriks
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 18 DARI 19
100x100 tersebut hanya memerlukan 40.000 byte memori dan 670.000 operasi
floating-point.Komputer VAX-11/780 memerlukan beberapa detik untuk
menjalankan program tersebut - cukup untuk memberi kesempatan manusia
melakukan pengukuran dengan cermat. Komputer CRAY Y-MP8/832 hanya
memerlukan waktu eksekusi 1/300 detik, jauh lebih cepat dari kemampuan
monitor menyegarkan (to refresh) tampilan untuk memberitahukan bahwa
proses komputasi telah selesai (Gustafson, dkk, 1996). Bahkan dengan taraf
presisi 64 bit, CRAY hanya memerlukan 1/30.000 dari kapasitas memorinya
untuk menyelesaikan persoalan itu. Berikutnya, LINPACK dikembangkan
dengan matriks 300x300, kemudian 1000x1000. Variasi taraf presisi dan
optimisasi yang diijinkan menyebabkan skor benchmark LINPACK menjadi
relatif, bergantung pada persoalan dan taraf presisi yang digunakan saat
pengujian.
Benchmark dengan Pendekatan Lain
Sebagai upaya untuk mengembangkan benchmark yang lebih baik, peneliti di
Ames Laboratory merancang program yang disebut sebagai SLALOM (The
Scalable,
Language-independent,
Ames
Laboratory
One-minute
Measurement). Benchmark SLALOM mengukur kinerja komputer dengan
pendekatan waktu-tetap (fixed-time), bukan ukuran-masalah tetap (fixed-size
problem). Dengan prinsip waktu-tetap, dimungkinkan membandingkan
berbagai jenis komputer, dari komputer personal sampai komputer paralel
berkemampuan besar. SLALOM, yang secara otomatis menyesuaikan dengan
daya komputasi (computing power) yang ada dan memperbaiki kekurangan
berbagai benchmark sebelumnya, memiliki sifat-sifat: sangat terskala,
memecahkan persoalan riil, memperhitungkan juga waktu yang diperlukan
untuk unit masukan dan keluaran, dan dapat dijalankan pada komputer paralel
serta menggunakan berbagai bahasa yang ada (Gustafson, dkk, 1996).
Meskipun dirancang untuk memanfaatkan memori sesuai dengan kecepatan
komputer, SLALOM tidak dapat dijalankan selama satu menit (waktu yang
diperlukan untuk pengukuran) pada komputer yang kapasitas memorinya
relatif kurang terhadap kecepatannya. Akibatnya, komputer dengan kapasitas
memori kecil tidak dapat diukur kinerjanya dengan SLALOM.
Benchmark dengan pendekatan lain juga dibuat oleh peneliti di Ames
Laboratory, dikenal dengan nama HINT (Hierarchial INTegration).
Benchmark ini menghasilkan satuan ukuran yang disebut QUIPS (Quality
Improvement Per Second) dan tidak menggunakan ukuran-masalah tetap
ataupun waktu-tetap. HINT dikembangkan berdasarkan benchmark SLALOM
tetapi bekerja lebih cepat. Bedanya, HINT tidak mematok ukuran masalah
(problem size) maupun waktu komputasi. QUIPS merupakan satuan yang
digunakan untuk mengukur banyaknya usaha yang dilakukan komputer pada
rentang waktu tertentu. Gustafson, peneliti yang mengembangkan HINT, tidak
menginginkan waktu yang terlalu singkat untuk melakukan pengukuran
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
BAB 7 KASUS PADA KOMPUTER - HAL 19 DARI 19
karena kebanyakan komputer bekerja sangat cepat pada awalnya, lalu mulai
menurun kecepatannya setelah banyak terjadi kemelesetan (miss) cache dan
mulai menggunakan memori utama atau bahkan harus mengakses data pada
harddisk (Gustafson dan Snell, 1997).
Meskipun belum sepopuler benchmark lain, misalnya SPEC95, HINT diklaim
sebagai benchmark yang memungkinkan pembandingan yang adil terhadap
perbedaan-perbedaan ekstrim dalam hal arsitektur komputer, kineja absolut,
kapasitas memori, dan taraf presisi komputasi. HINT merupakan perbaikan
dari SLALOM dalam hal linieritas (kualitas penyelesaian masalah, pemakaian
memori, dan banyaknya operasi, semuanya proporsional), mudah dikonversi
ke komputer dengan arsitektur berbeda, serta menyatukan taraf presisi dan
ukuran memori ke dalam satu kinerja. Sampai saat ini HINT masih belum
banyak diuji dan belum cukup populer untuk digunakan sebagai tolok-ukur
kinerja komputer universal.
Penutup
Perancangan pengukur kinerja komputer yang universal semakin sulit
dilakukan akibat semakin bervariasinya arsitektur komputer, konfigurasi dan
kapasitas memori, taraf presisi sistem, maupun teknik optimisasi kompilator.
Berbagai pendekatan ilmiah dilakukan dalam upaya merancang benchmark
yang memperhitungkan semua aspek di atas, tetapi tetap mudah digunakan.
Sampai saat ini, pemakai sendirilah yang harus menentukan benchmark
pilihannya, sekedar untuk mendapatkan prediksi kinerja komputer bila diberi
beban kerja sesuai dengan pemakaian yang sebenarnya. Dengan tetap
memperhatikan 'kelemahan' benchmark yang dipakai, setidaknya dapat
diperoleh gambaran awal kinerja komputer atas beban-kerja yang akan
diberikan kepadanya.
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi :
Susun!
Download