Uploaded by User97083

BARU FULL LAPORAN PBL PUSKESMAS NURLINA npm 2007110122

advertisement
LAPORAN HASIL STUDI LITERASI PROFIL
PUSKESMAS RAWAT INAP BABAHROT KECAMATAN
BABAHROT KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
PROVINSI ACEH DALAM KEGIATAN PBL DARING KESMAS
TERINTEGRASI
TAHUN 2021
Disusun Oleh:
NURLINA
NPM : 2007110122
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
2021
Lampiran 1 : Halaman Pernyataan
HALAMAN PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
: NURLINA
NPM
: 2007110122
Alamat
: Desa Alue Peunawa
Kecamatan
: Babahrot
Kabupaten
: Aceh Barat Daya
Dengan ini menyatakan bahwa :
1. Laporan hasil kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) Daring Kesmas
Terintegrasi ini benar saya buat sendiri dan bukan merupakan hasil plagiasi.
Seluruh rujukan dan referensi yang sayagunakan di dalam laporan ini telah
sesuai dengan yang tercantum pada bagian daftar pustaka;
2. Saya bersedia menyerahkan laporan ini untuk dicek plagiasi oleh bagian
Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh;
3. Saya siap menerima segala sanksi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Aceh jika dikemudian hari ditemukan plagiasi;
4. Laporan ini telah siap untuk dipresentasikan di hadapan dosenpembimbing
kelompok Praktek Belajar Lapangan (PBL) Daring Kesehatan Masyarakat
Terintegrasi Tahun 2021.
Demikian surat pernyataan ini saya buat secara sadar dan tanpa
paksaan dari pihak manapun.
Babahrot, 07 Februari 2021
NURLINA
Lampiran 2: Halaman Pengesahan
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini telah disetujui dan dipresentasikan di hadapan Dosen
Pembimbing Kelompok Praktek Belajar Lapangan (PBL) Daring Kesmas
Terintegrasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Muhammadiyah Aceh
NURLINA
2007110122
Babahrot, 07 Februari 2021
Mengetahui Pembimbing
Dosen Pembimbing
Ketua Pelaksana PBL Daring
(Fahrisal Akbar, SKM., MPH)
( Wardiati, SKM, M.Kes )
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan praktek dan laporan belajar lapangan terintegrasi ini dapat
diselesaikan dengan baik. Shalawat beriringkan salam untuk baginda Rasulullah SAW yang telah
membawa umat manusia dari alam jahiliyah ke alam islamiah. Dari alam kebodohan ke alam
yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Praktek Belajar Lapangan (PBL) terintegrasi merupakan wadah untuk lebih memahami
secara langsung cabang-cabang ilmu kesehatan masyarakat yang ada di masyarakat seperti
kesehatan lingkungan, epidemiologi, promosi kesehatan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan
kerja, penyuluhan kesehatan, dan lain sebagainya. Dalam pengalaman praktek belajar lapangan
terintegrasi yang dilaksanakan ini diharapkan pada mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu
kesehatan masyarakat dari berbagai teori perencanaan kesehatan yang berhubungan dengan caracara: menemukan, menganalisis, dan menetapkan prioritas masalah serta mensosialisasikan
permasalahan tersebut pada masyarakat setempat.
Pada tahun ini pelaksanaan PBL dilakukan secara daring yang diberi nama : PBL Daring
Kesmas Terintegrasi Tahun 2021. Kegiatan PBL daring ini dilaksanakan mengingat masih
tingginya kasus pandemic Covid-19 di Indonesia.
Penyelesaian hasil laporan PBL Terintegrasi ini tidak terlepas dari bantuan dan
bimbingan semua pihak mulai dari awal pembuatan laporan hingga selesainya laporan ini. Untuk
itu melalui tulisan ini kami mengucapkan terimakasi kepada:
1. Bapak Prof. Asnawi Abdullah, SKM, MHSM, M.Sc,HPPF, DLSHTM,Ph.D selaku
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh.
2. Ibu Farrah Fahdhieni, SKM,MPH selaku Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Aceh.
3. Bapak Fahrisal Akbar,SKM.,MPH selaku Ketua panitia beserta tim pelaksana PBL
Terintegrasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh.
4. Ibu Agustina, SST, M.Kes selaku Dosen
pembimbing PBL kelompok 11 Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammdiyah Aceh.
5. Seluruh mahasiswa/i peserta PBL Terintegrasi Tahun 2021.
6. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu dalam
menyelesaikan laporan ini.
Kami juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
kelengkapan hasil laporan PBL terintegrasi ini, sehingga dapat bermanfaat bagi semua pembaca.
Semoga dengan adanya laporan PBL ini dapat membantu dan manjadi referensi untuk kegiatan
PBL terintegrasi berikutnya.
Banda Aceh, 07 Februari 2021
Nurlina
2007110122
DAFTAR ISI
a. HALAMAN JUDUL ..................................................................................................
b. HALAMAN PERNYATAAN .....................................................................................
c. HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................
d. KATA PENGANTAR ................................................................................................
e. DAFTAR ISI ...............................................................................................................
f. DAFTAR TABEL ........................................................................................................
A. BAB I Pendahuluan ..................................................................................................
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................................
1.2 Tujuan ........................................................................................................................
1.3 Lokasi Puskesmas .....................................................................................................
B. BAB II Gambaran Umum Puskesmas ....................................................................
2.1 Keadaan Geografis dan Demografis Wilayah ...........................................................
2.2 Visi dan Misi Puskesmas ..........................................................................................
2.3 Peran Puskesmas .......................................................................................................
2.4 Fungsi Puskesmas .....................................................................................................
2.5 Wewenang Puskesmas ...............................................................................................
2.6 Tujuan Pelayanan ......................................................................................................
2.7 SDM Puskesmas .......................................................................................................
2.8 Usaha-Usaha Kegiatan Pokok Puskesmas
2.9 Struktur Organisasi ...................................................................................................
C. BAB III Layanan, Target dan Standar Sarana Puskesmas .................................
3.1 Layanan Kesehatan .............................................................................................
A. UKM Esensial .............................................................................................................
a. Pelayanan Promosi Kesehatan ........................................................................
b. Pelayanan Kesehatan Lingkungan ..................................................................
c. Pelayanan KIA-KB .........................................................................................
d. Pelayanan Gizi ................................................................................................
e. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ........................................
f. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat .............................................
B. UKM Pengembangan ..................................................................................................
a. Pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ..................................................
b. Pelayanan Kesehatan Lansia ...........................................................................
3.1 Target dan Sasaran Puskesmas Secara Nasional ..................................................
3.2 Standar Sarana Pelayanan Kesehatan ...................................................................
D. BAB IV PENUTUP ...................................................................................................
1.1 Kesimpulan ............................................................................................................
E. DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pembangunan kesehatan berkelanjutan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hiup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan yang setinggi
tingginya dapat terwujud. Hal ini menuntut adanya dukungan sumber daya yang cukup. Serta
arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan yang tepat.
Derajat kesehatan merupakan salah satu factor yang mempengaruh terhadap kualitas
sumberdaya manusia, karena hanya dengan sumberdaya manusia yang sehat akan lebih produkif
dan meningkatkan daya saing manusia serta daya saing suatu daerah.
Derajat kesehatan manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya keadaan
lingkungan,perilaku, pelayanan kesehatan serta keturunan. Pengaruh sangat besar adalah keadaan
lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan serta perilaku dari masyarakat yang
merugikan kesehatan,baik masyarakat di pedesaan maupun perkotaan, disebabkan karena
kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat di bidang kesehatan, ekonomi maupun
teknologi.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan secara
menyeluruh,terpadu, sistematis dan kesinabungan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah
daerah kabupaten Aceh Barat Daya beserta masyarakat, termasuk penggerak dunia usaha
perencanaan pembangunan di semua lintas sektor haruslah mampu mempertimbangkan dampak
negative maupun positif terhadap sektor kesehatan , baik bagi individu, keluarga maupun
masyarakat.
Di sektor kesehatan terdiri, upaya kesehatan lebih mengutamakan upaya-upaya preventif
dan promotif yang proaktif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative.
Data dan informasi sebagai sumber daya yang sangat strategis dalam pengelolaan
pembangunan kesehatan haruslah berkualitas. Data yang berkualitas lahir dari tata kelola data
yang terpadu, merupakan hasil koordinasi yang baik antara sisi substansi data (isi dan kegunaan
data tersebut) dan sisi metodologi data (bagimana data tersebut dihasilkan).
1.2 Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
Profil kesehatan sebagai salah satu produk dari hasil pengelolaan dan informasi di harapkan
dapat memberikan gambaran atau potret kesehatan secara konprehensif. Profil kesehatan
Puskesmas Rawat Inap Babahrot serta merupakan salah satu sarana untuk menguavaluasi
hasil kinerja puskesmas.
1.2.2. Tujuan Khusus
a. Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan
serta
manajemen Puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
b. Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan peringkat
kategori kelompok Puskesmas.
c. Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan masukan dalam
penyusunan rencana kegiatan Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk
tahun yang akan datang.
1.3 Lokasi Puskesmas
Lokasi Puskesmas Rawat Inap Bahahrot Terletak di Desa Pantee Cermin Kecamatan
Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya.
BAB II
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS
2.1 Keadaan Geografis dan Demografis Wilayah
1.2.1 Geografi dan Demografi
Kecamatan Babahrot merupakan kecamatan paling ujung dari Kabupaten Aceh Darat
yang berbatasan Sebelah Barat dengan Kabupaten Nagan Raya, sebelah Timur dengan
Kecamatan Kuala Batee terletak di bagian paling barat gugusan kepulauan Nusantara dan
berjarak 97 Km dari Samudra Hindia, memiliki dua buah puskesmas sebagai pusat pelayanan
kesehatan yakni Puskesmas Rawat Inap Babahrot dan Puskesmas le Mirah. Letak Puskesmas
Rawat Inap Babahrot sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues, sebelah Selatan
berbatasan dengan Samudra Hindia, sebelah barat berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas le
Mirah, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kuala Batee Puskesmas Babahrot
memiliki Jarak tempuh ke Ibukota Provinsi Aceh sejauh 332 Km.
Gambar 1.1
Letak Geografis Puskesmas Rawat Inap Babahrot
Puskesmas Rawat Inap Babahrot memiliki wilayah kerja sebanyak 9 desa/gampong
dengan luas wilayah 234,8 Km2, diantaranya :
Tabel 1.1
Jumlah Desa Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Babahrot
1
Alue Peunawa
2
Desa Blang Dalama
3
Desa Alue Jeureujak
4
Desa Pantee Cermin
5
Desa Pantee Rakyat
6
Desa Blang Raja
7
Desa Teladan Jaya
8
Desa Simpang Gadeng
9
Desa Cot Seumantok
1.2.2 Visi dan Misi Puskesmas
1.1 Visi Puskesmas
Tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya indonesia sehat 2021.
1.2 Misi Puskesmas
Misi pembangunan kesehatan disenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung
tercapainya misi kesehatan nasional, yaitu :
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan yang diselenggarakannya.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta
lingkungannya.
e. Komitmen terhadap pelayanan Puskesmas ramah serta bernuansa islami
Motto puskesmas Rawat Inap Babahrot adalah:
CERIA ( Cepat, Efektif, Ramah, Ikhlas, Akuntabel)
1.3 Peran Puskesmas
Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang secara porfesional melakukan upaya
pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk
dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyrakat di suatu
wilayah.
Jika ditinjau dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan
puskesmas di Indonesia adalah amat unik. Sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan di
Indonesia, maka puskesmas bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan
masyarakat, juga bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran.
2.4 Fungsi Puskesmas
Ada 3 fungsi puskesmas, yaitu :
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan puskesmas selalu berupaya
menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembanguan lintas sector termasuk oleh
masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.
2. Pusat pemberdayaan masyarakat. Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama
pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran,
kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat,
berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber
pembiayaan, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan
program kesehatan.
3. Pusat
pelayanan
kesehatan
strata
pertama.
Puskesmas
bertanggung
jawab
menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh , terpadu dan
berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab
puskesmas adalah :
a.
Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayananan kesehatan perorangan adalah pelayanan kesehatan yang bersifat pribadi
dengan tujuan umum menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan,
tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan penegahan penyakit.
b.
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang bersifat public
dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah
penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan:
Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara :
o Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam
rangka menolong dirinya sendiri
o Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan
menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien
o Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis
maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut
tidak menimbulkan ketergantungan
o Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
o Bekerja sama dengan sector-sektor yang bersangkutan dalam melaksanankan
program puskesmas
2.5 Wewenang Puskesmas
Dalam menyelenggarakan fungsi UKM, Puskesmas berwenang untuk:
a) Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan
analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan
b) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
c) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam
bidang kesehatan
d) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan
sektor lain terkait
e) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan
berbasis masyarakat
f) Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas
g) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan
h) Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap akses mutu dan cakupan
Pelayanan Kesehatan
i) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan
terhadap Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Penanggulangan Penyakit.
Dalam menyelenggarakan fungsi UKP, Puskesmas berwenang untuk :
a) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Dasar secara Komprehensif, berkesinambungan
dan bermutu
b) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan
preventif
c) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat
d) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
e) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter
dan antar profesi
f) Melaksanakan Rekam Medis
g) Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan
Kesehatan
h) Melaksanakan peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan
i) Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama di wilayah kerjanya
j) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan.
2.6 Tujuan Pelayanan Kesehatan Oleh Puskesmas
Tujuan pelayanan kesehatan oleh puskesmas sejalan dengan visi dan misi puskesmas yaitu:
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung
tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja
Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan
“Indonesia sehat 2021” khususnya bagi masyarakat aceh.
2.7 SDM Puskesmas
Untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan perencanaan dan pendayagunaan sumber
daya manusia kesehatan serta dalam rangka pembangunan kesehatan 2015-2019, maka Dinas
Kesehatan Aceh telah melakukan pemetaan SDM Kesehatan dalam bentuk dokumen Dekripsi
pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Aceh tahun 2018 yang
dapat di manfaatkan untuk membadingkan antara kebutuhan dengan persedian SDM Kesehatan
yang dimiliki oleh fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Jumlah SDM Kesehatan yang di tingkatkan Kompetensinya sebanyak 57 Orang.
Tabel 1.2
Data SDM di Puskesmas Rawat Inap Babahrot
Jenis SDMK
PNS
KONTRAK
JUMLAH
Dokter Umum
1
2
3
Dokter Gigi
0
1
1
Kebidanan
6
3
9
Bidan Desa
9
0
9
Keperawatan
10
3
13
Nutrisionis
2
1
3
Fisioterapi
0
0
0
Sanitarian/kesling
0
1
1
Tenaga Kesmas
3
2
5
Asisten Apoteker
0
1
1
Pengadminitrasi Umum (KTU)
1
10
11
Pranata Laboratorium
0
0
0
Tenaga Non Kesehatan
0
1
1
2.8 Usaha- Usaha Kegiatan Pokok Puskesmas
Demi tercapainya visi pembangunan kesehatan, puskesmas bertanggung jawab
menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, yang
keduanya jika ditinjau dari Sistem Kesehatan Nasional merupakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama.
Sesuai dengan tenaga dan fasilitas yang ada pada Puskesmas Rawat Inap Babahrot,
adapun usaha kegiatan pokok yang dilaksanakan oleh Puskesmas Rawat Inap Babahrot
adalah:
Upaya Kesehatan Wajib
1. Upaya Promosi Kesehatan
2. Upaya Kesehatan Lingkungan
3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KIA dan KB)
4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
5. Upaya Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular
6. Upaya Pelayanan dan Pengobatan Penyakit
Upaya Kesehatan Pengembangan
1. Usaha Kesehatan Sekolah
2. Usaha Perawatan Kesehatan Masyarakat
3. Usaha KesehataGigi dan Mulut
4. Usaha Kesehatan Mata
5. Usaha Kesehatan Usia Lanjut / Lansia
6. Usaha Kesehatan Jiwa
7. Usaha Kesehatan Kerja
8. Usaha Pembinaan Pengobatan Tradisional
Pelayanan Penunjang Kesehatan Masyarakat
1. Laboratorium sederhana
2. Pencatatan dan Pelaporan
2.9Sruktur Organisasi Puskesmas Rawat Inap Babahrot
Susunan organisasi Puskesmas Rawat Inap Babahrot terdiri dari:
1. Unsur pimpinan (Kepala Puskesmas) adalah penanggung jawab pembangunan dan
pembinaan kesehatan di tingkat kecamatan.
2. Unsur pembantu pimpinan (Tata Usaha)
1.
Surat menyurat
2.
Kepegawaian
3.
Keuangan
4.
SP2TP
5.
Perlengkapan
6.
Umum/RT
3. Unsur pelaksana, yang terdiri dari 7 unit program yang melaksanakan 18 kegiatan
pokok puskesmas.
a. Unit P2M
1.
Surveilance
2.
Diare/rabies
3.
TB/Kusta
4.
Imunisasi
5.
ISPA/Scabies
b. Unit KESGA
1.
KIA
2.
Gizi
3.
Usila
4.
KB
5.
Kesehatan Kerja
c. Unit pemulihan Kesehatan dan Rujukan
1.
Pengobatan
2.
Pelayanan Darurat
3.
Kes. Gigi dan Mulut
4.
MTBS
d. Unit Kesling, PSM dan PKM
1.
2. Kesling
3.
4. UKS
5.
6. Olah Raga
7.
Promkes Masyarakat
8.
PHN
e. Unit Keperawatan
f. Unit Penunjang
1.
Laboratorium
2.
Pengelolaan Obat
g. Unit Pelayanan Khusus
-
Kesehatan Jiwa
-
Kesehatan Mata
Adapun 18 kegiatan pokok yang dijalankan oleh Puskesmas Rawat Inap Babahrot
adalah sebagai berikut:
I. Upaya Kesehatan wajib puskesmas, meliputi :
1. Promosi Kesehatan masyarakat
2. Kesehatan lingkungan
3. KIA dan KB
4. Usaha peningkatan gizi
5. Pemberantasan penyakit menular
6. Upaya pengobatan
II. Upaya kesehatan pengembangan puskesmas
1. Upaya kesehatan sekolah
2. Perawatan kesehatan masyarakat
3. Upaya kesehatan kerja
4. Upaya kesehatan gigi dan mulut
5. Kesehatan jiwa
6. Kesehatan mata
7. Kesehatan dan usia lanjut
8. Pembinaan pengobatan tradisional
9. Peran serta masyarakat
III. Upaya pelayanan penunjang
1.
Laboratorium sederhana
2.
Pencegahan infeksi
3. SP2TV
BAB III
LAYANAN, TARGET DAN STANDAR SARANA PUSKESMAS
1. Layanan Kesehatan
A. UKM Esensial
Setiap Puskesmas harus menyelenggarakan Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) Esensial tanpa melihat kriteria puskesmas.
UKM Esensial meliputi beberapa jenis pelayanan, yaitu :
a.
Pelayanan Promosi Kesehatan
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat merupakan sarana kesehatan
yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu peranan puskemas
hendaknya tidak lagi menjadi sarana pelayanan pengobatan dan rehabiliatif saja tetapi juga lebih
ditingkatkan pada upaya promotif dan preventif. Oleh karena itu promosi kesehatan (promkes)
menjadi salah satu upaya wajib di puskesmas. Promosi kesehatan di puskesmas merupakan upaya
puskesmas dalam memberdayakan pengunjung dan masyarakat baik didalam maupun di luar
puskesmas agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengenali masalah kesehatan,
mencegah dan menanggulanginya. Dengan promosi kesehatan juga menjadikan lingkungan
puskesmas lebih aman, nyaman, bersih dan sehat dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS). Promosi kesehatan dipuskesmas merupakan tanggung jawab bersama antara petugas,
pengunjung maupun masyarakat. Petugas puskesmas diharapkan menjadi teladan perilaku sehat
dimasyarakat dan melahirkan gerakan pemberdayaan masyarakat. Sedang para pengunjung
puskesmas yaitu para pasien dan keluarganya dapat menerapkan perilaku sehat juga aktif menjadi
penggerak atau kader kesehatan dimasyarakat. Upaya dimaksud juga menjadi tangung jawab
pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi puskesmas agar dapat
melaksanakan promosi kesehatan di puskesmas.
Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap
program. Setiap petugas kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat memiliki
tugas penyuluhan. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, setiap petugas harus
memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang teknis medis dan bidang penyuluhan
kesehatan meliputi :
a. Keluarga Berencana
b. Kesehatan ibu hamil dan menyusui
c. Gizi pada anak balita dan imunisasi
d. Kebersihan lingkungan dan personal hygiene
e. Penyakit menular di masyarakat.
Di Puskesmas Rawat Inap Babahrot ini penyuluhan ini dibagi 2 yaitu :
a. Di dalam gedung (Puskesmas)
b. Di luar gedung (Posyandu, Sekolah ,Meunasah,Balai Desa)
b. Pelayanan Kesehatan Lingkungan
Keadaan lingkungan fisik dan biologis pemukiman penduduk belum baik, baru
sebagian kecil penduduk yang menikmati air bersih dan fasilitas penyehatan lingkungan. Hal
ini berakibat masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena berbagai macam
penyakit.
Upaya penyehatan lingkungan pemukiman adalah upaya untuk meningkatkan
kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan mutu
lingkungan dan tempat umum, termasuk pengendalian pencemaran lingkungan dengan
meningkatkan peran serta masyarakat dan keterpaduan pengelolaan lingkungan melalui
analisis dampak lingkungan. Kegiatan upaya penyehatan lingkungan ini bertujuan untuk
merubah, menanggulangi dan menghilangkan unsur fisik yang dapat memberikan pengaruh
buruk terhadap kesehatan masyarakat, dengan harapan angka kesakitan terutama penyakit
menular dapat diminimalkan atau dihilangkan.
Kegiatan yang di lakukan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain:
a. Penyehatan sarana air bersih.
b. Penyehatan pembuangan kotoran.
c. pengawasan pengelolaan sampah.
d. Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum dan tempat pembuatan penjualan makanan
dan minuman (TTU dan TPM).
Tempat pengolahan makanan dan minuman (TP2M), tempat-tempat umum (TTU),
pembinaan rumah sehat serta tempat pembuangan sampah (TPS) menjadi perhatian utama
dari program kesehatan lingkungan. Selain upaya penyuluhan yang dilakukan secara priodik
setiap bulan, juga dilakukan pengawasan terhadap TP2M dan TTU.
c. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KIA dan KB).
a. KIA
Kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut
pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta
anak prasekolah. Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA masyarakat dalam upaya mengatasi
situasi gawat darurat dari aspek non klinik terkait kehamilan dan persalinan.
Salah satu unsur yang penting untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan
diantara ibu, bayi dan anak sekolah adalah memberikan pemeliharaan yang cukup baik pada
waktu hamil yang dimulai sedini mungkin. Penurunan angka kematian ibu maternal dan anak
balita serta penurunan angka kelahiran merupakan sasaran prioritas dalam pembangunan di
bidang kesehatan.
Mengingat hal diatas maka diperlukannya lah upaya kesehatan ibu dan anak yang
meliputi upaya di bidang kedsehatan yang menyagkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil,
ibu melahirkan, ibu menyusui, bayi, anak balita serta anak sekolah.
Tujuan program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup sehat
melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk atau
mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia yaitu Indonesia Sehat 2021,
serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal
yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
Kegiatan ini selain dilaksanakan di puskesmas juga dilaksanakan di luar puskesmas
yaitu di posyandu dalam ruang lingkup Puskesmas Rawat Inap Babahrot.
Kegiatan KIA di Puskesmas Rawat Inap Babahrot meliputi:
a.
Dalam Gedung
1) Pemeriksaan Ibu Hamil, ibu bersalin, anak balita
2) Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil
3) Deteksi dini perkembangan anak pra sekolah
4) Penyuluhan gizi setiap pengunjung ibu hamil dan pemberian vitamin A ibu nifas
serta pemberian tablet Besi (Fe)
a. Luar Gedung
1) Posyandu
a) Penyuluhan tentang kesehatn Ibu hamil, nifas dan menyusui
b) Pemeriksaan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.
c) Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil
d) Pemberian tablet Besi (Fe)
e) Pemberian PMT pada ibu hamil
f) Peningkatan pengetahuan ibu dan peran serta kader posyandu dalam menunjang
program kesehatan ibu dan anak
2) Posyandu Lansia
a) Penyuluhan kesehatan pada Lansia
b) Pemeriksaan dan pemberian therapy
c) Pemantauan gizi lansia melalui KMS Lansia
d) Pemberian PMT
b. Keluarga Berencana
Keluarga berencana adalah perencanaan kehamilan sehingga kehamilan terjadi pada
waktu yang diinginkan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan ibu,
anak, dan keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.
Kegiatan yang dilaksanakan di puskesmas Rawat Inap Babahrot adalah :
a) Komunikasi, informasi dan edukasi (konseling akseptor).
b) Pelayanan kontrasepsi kepada akseptor dengan metode yang diinginkan melalui
puskesmas, posyandu dan pos KB desa.
c) Penyuluhan tentang KB dan memotivasi pasangan usia subur dan calon
pengantin.
d) Pembinaan dan pengayoman medis kontrasepsi peserta KB.
e) Pencatatan dan pelaporan.
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL WILAYAH
PUSKESMAS RAWAT INAP BABAHROT
CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN
KUNJUNGAN NIFAS
c. Pelayanan Gizi Masyarakat
Upaya Perbaikan Gizi masyarakat bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi serta konsumsi
pangan, sehingga berdampak pada perbaikan keadaan atau status gizi, terutama status gizi kurang dan
status gizi buruk, serta mempertahankan keadaan status gizi baik. Program perbaikan gizi
masyarakat bertujuan untuk menurunkan angka penyakit gizi kurang yang umumnya banyak
diderita oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah (baik di desa maupun di kota) terutama
pada anak balita dan ibu.
Usaha-usaha yang dilakukan adalah :

Penyuluhan gizi dan Penimbangan bayi/balita.

Melaksanakan PWS-Gizi/Pemantauan Status Gizi (PGS).

Pemberian makanan tambahan bagi balita

Pencatatan dan pelaporan.

Pemberian vitamin A kepada balita dan ibu hamil setiap bulan Februari dan Agustus.

Pemberian tablet besi (Fe) untuk ibu hamil.

Pemberian makanan tambahan bagi balita yang berat badannya berada di bawah garis
merah pada KMS.
d. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dilakukan dengan cara :
Memberikan pelayanan pengobatan bagi pasien penyakit menular :diare,TB paru, kusta,
rabies.
Kegiatan dititikberatkan kepada beberapa penyakit terutama yang banyak terdapat di
daerah dengan sanitasi yang jelek serta gizi masyarakat yang masih rendah. Unit P3M
melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan di atas, diantaranya sebagai berikut:

Kegiatan pencegahan penyakit yaitu imunisasi.

Memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit menular dan akibatnya.

Kegiatan pengobatan penyakit meliputi penanggulangan penyakit ISPA, Skabies, TBC
Paru, Kusta, Malaria, DHF, Diare dan Rabies.

Pendataan jumlah penderita dan melaporkan kejadian luar biasa (KLB) ke Dinkes.

Pencarian jumlah penderita penyakit menular.
2.
Pelayanan keperawatan Kesehatan Masyarakat
Perawatan kesehatan masyarakat merupakan suatu sistem dari pelayanan kesehatan
masyarakat. Upaya ini merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat
dengan dukungan peran serta masyarakat.
Tujuan program ini antara lain :
1. Masyarakat memahami pengertian sehat dan sakit.
2. Meningkatkan kemampuan individu, masyarakat untuk melaksanakan upaya
perawatan dasar untuk mengatasi masalah kesehatan.
3. Tertangani kelompok keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan
keperawatan.
4. Terlayaninya kelompok khusus (panti) yang memerlukan pembinaan dan asuhan
keperawatan dasar.
5. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang memerlukan penanganan tindak lanjut dan
asuhan keperawatan di puskesmas dan rumah.
Kegiatan perawatan masyarakat di puskesmas meliputi:
1. Penyuluhan di dalam dan di luar gedung puskesmas.
2. Pelayanan kesehatan.
3. Pelatihan kader.
4. Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) setempat.
5. Rujukan.
B. UKM Pengembangan
a.
Pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah
Program UKS PUSKESMAS Rawat Inap Babahrot membawahi 6 SD. Usaha kesehatan
sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan dalam rangka pembinaan anak
usia sekolah sebagai sasaran utama untuk meningkatkan derajat kesehatan serta membina
dan mengembangkan nilai sikap dan tingkah laku menuju hidup sehat. Untuk mewujudkan
program tersebut dilakukan upaya-upaya yang meliputi :

Meningkatkan kesehatan siswa (promotif)

Mencegah dan memberantas penyakit (preventif)

Mendiagnosa dan pemulihan kesehatan (kuratif)

Rehabilitasi (rehabilitatif)
Dengan demikian setiap anak diberikan kesejahteraan untuk tumbuh berkembang
dan dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan dengan kegiatan sebagai
berikut :

Penimbangan berat badan

Mengukur tinggi badan

Melakukan pemeriksaan umum meliputi mata, hidung, telinga, kuku, gusi, mulut,
serta personal higiene secara keseluruhan.

Pemberian obat cacing pada anak SD

Penyuluhan demam berdarah, malaria, infeksi cacing, kebersihan diri

Cara mencuci tangan yang baik dan benar

Demo cuci tangan
b. Pelayanan Kesehatan Lansia
Berdasarkan Undang-Undang No. 9 tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan
setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, maka dalam
upaya pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia dilakukan
pembinaan bagi usia lanjut yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan usia lanjut
agar selama mungkin dapat aktif, mandiri dan berguna.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain:
a. Penyuluhan kesehatan/gizi.
b. Deteksi dan diagnosa dini penyakit-penyakit pada usila.
c. Pemeriksaan berkala.
d. Proteksi dan tindakan khusus usila
e. Posyandu lansia
3. Target dan Sarana Puskesmas Secara Nasional
Target : Seluruh Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Babahrot
Sasaran :
-
Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yng berbasis masyarakat dalam
rangka mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.
-
Meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya bagi masyarakat miskin dan
rentan.
-
Menurunnya jumlah kasus kesakitan dan kematian akibat penyakit.
-
Meningkatkan promosi PHBS di masyarakat
-
Meningkatkan ketersediaan obat dan pembekalan kesehatan secara merata dan
bermutu.
4.
-
Meningkatkan dukungan manajemen adm dan keuangan.
-
Meningkatnya kualitas lingkungan hidup.
-
Meningkatnya pengendalian factor resiko
-
Meningkatkan 3M ( Mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker)
Standar Sarana Pelayanan Kesehatan
Prinsip Dasar SPM Bidang Kesehatan: Kesehatan merupakan kebutuhan dasar
bagi setiap manusia, Merupakan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menjamin
setiap warga negara memperoleh kebutuhan dasarnya.
Tabel 1.3
Standar Sarana Pelayanan Kesehatan
1.
Pelayanan kesehatan ibu hamil;
2.
Pelayanan kesehatan ibu bersalin
3.
Pelayanan kesehatan bayi baru lahir
4.
Pelayanan kesehatan balita
5.
Pelayanan kesehatan pada usia produktif
6.
Pelayanan kesehatan penderita diabetes militus
7.
Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwab berat
8.
Pelayanan kesehatan orang terduga tuberkolosis;dan
9.
Pelayanan kesehatan orang dengan resiko terinfeksi virus yang
10.
melemahkan daya tahan tubuh manusia.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Pembangunan kesehatan berkelanjutan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hiup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan yang setinggi
tingginya dapat terwujud. Hal ini menuntut adanya dukungan sumber daya yang cukup.
Serta arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan yang tepat.
b. Derajat kesehatan merupakan salah satu factor yang mempengaruh terhadap kualitas
sumberdaya manusia, karena hanya dengan sumberdaya manusia yang sehat akan lebih
produkif dan meningkatkan daya saing manusia serta daya saing suatu daerah. Untuk
mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan secara
menyeluruh,terpadu, sistematis dan kesinabungan oleh pemerintah provinsi dan
pemerintah daerah kabupaten Aceh Barat Daya beserta masyarakat, termasuk penggerak
dunia usaha perencanaan pembangunan di semua lintas sektor haruslah mampu
mempertimbangkan dampak negative maupun positif terhadap sektor kesehatan , baik
bagi individu, keluarga maupun masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Ilmi, Ani Auli, 2011, Keperawatan Komunitas. Makassar: Alauddin University Press
Norfatmawati,
Prayudha,
Puskesmas:
BAB
II
Tinjauan
Pustaka2011.
http://digilib.unismus.ac.id/files/disk1/105/jtpunimus-gdl-agussantos-5214-3-bab2.pdf.
Diakses tanggal 06 Januari 2021.
Sudiharto, 2007, Asuhan Keperawatan
Transkultural. Jakarta: EGC
Keluarga:
dengan
Pendekatan
Sudayasa, Putu, 2010, Berbagi Info Tentang Puskesmas. http//www.puskel.com
Diakses tanggal tanggal 06 Januari 2021..
Widiastuti, Thanty, 2008, Tinjauan Umum Tentang Puskesmas,
http://id.scribd.com/doc/91211249/13/E-Tinjauan-Umum-Tentang-Puskesmas.
Diakses tanggal tanggal 06 Januari 2021.
Keperawatan
Download