SKRIPSI ANALISA FAKTOR KEPATUHAN REMAJA TERHADAP PERATURAN DAERAH KAWASAN TANPA ROKOK DI SEKOLAH WILAYAH KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA Oleh : MUHAMMAD FIKRI HADJU C11114350 Pembimbing : dr. MUHAMMAD HUSNI CANGARA, Ph.D, Sp.PA, DFM DISUSUN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2017 PANITIA UJIAN SIDANG SKRIPSI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Skripsi dengan judul “Analisa Faktor Kepatuhan Remaja Terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba” telah disetujui, diperiksa, dan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada : Hari/Tanggal : Rabu/ 22 November 2017 Waktu : 10.00 WITA Tempat : Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Pembimbing, dr. Muhammad Husni Cangara, Ph.D, Sp.PA, DFM NIP. 19770409 200212 1 002 Panguji 1 Penguji 2 Dr. dr. Berti Julian Nelwan, DFM., M.Kes., Sp.PA Dr. dr. Rina Masadah, Sp.PA, M.Phil, DFM NIP. 19670718 199903 1 002 NIP. 19670429 199202 2 002 , ii BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN TELAH DISETUJUI UNTUK DICETAK DAN DIPERBANYAK Skripsi dengan judul : Analisa Faktor Kepatuhan Remaja Terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Makassar, November 2017 Pembimbing, dr. Muhammad Husni Cangara, Ph.D, Sp.PA, DFM NIP. 19770409 200212 1 002 iii HALAMAN PENGESAHAN Telah disetujui untuk dibacakan pada seminar hasil di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan judul : “Analisa Faktor Kepatuhan Remaja Terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba” Hari/Tanggal : Senin/ 13 November 2017 Waktu : 13.00 WITA Tempat : Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar, 13 November 2017 Pembimbing, dr. Muhammad Husni Cangara, Ph.D, Sp.PA, DFM NIP. 19770409 200212 1 002 iv LEMBAR PERNYATAAN ANTI PLAGIARISME Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh skripsi ini adalah hasil karya saya. Apabila ada kutipan atau pemakaian dari hasil karya orang berupa tulisan, data, gambar atau ilustrasi baik yang telah dipublikasi atau belum dipublikasi, telah direferensi sesuai dengan ketentuan akademis. Saya menyadari plagiarisme adalah kejahatan akademik, dan melakukannya akan menyebabkan sanksi yang berat berupa pembatalan skripsi dan akademik lainnya. Makasaar, 13 November 2017 Muhammad Fikri Hadju C11114350 v ANALISA FAKTOR KEPATUHAN REMAJA TERHADAP PERATURAN KAWASAN TANPA ROKOK DI SEKOLAH WILAYAH KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA ABSTRAK Latar Belakang : Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang menimbulkan dampak yang buruk bagi si perokok dan orang-orang disekitarnya. Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan jumlah perokok pemula dan menjaga kesehatan lingkungan dari asap rokok. Pada tahun 2015, Kabupaten Bulukumba menetapkan Peraturan Daerah No. 2 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observartional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara quota sampling dengan total 97 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan p value = 0,05 menggunakan program SPSS. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba pada bulan Agustus – September 2017. Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 97 siswa yang merokok terdapat 54 orang yang patuh (59,5%) dan 43 orang yang tidak patuh (40,5%). Tidak terdapat hubungan antara latar belakang perilaku merokok (0,510), pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok (0,106), pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok (0,258), sikap kepala sekolah/ penanggung jawab (0,572) dan adanya hubungan terbalik antara tersedianya sarana dan prasarana (0,003) terhadap kepatuhan remaja pada peraturan kawasan tanpa rokok. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara latar belakang perilaku merokok, pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok, pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok, sikap kepala sekolah/penanggung jawab, tersedianya sarana dan prasarana terhadap kepatuhan remaja pada peraturan kawasan tanpa rokok di sekolah SMA/sederajat di Kacamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Kata kunci : Kawasan Tanpa Rokok, Kepatuhan, Remaja vi ANALYSIS OF ADOLESCENT FACTORS TO REGULATION OF NON SMOKING AREA IN SCHOOL SUB-DISTRICT OF BULUKUMPA DISTRICT OF BULUKUMBA ABSTRACT Background : Smoking is a habit that had a bad impact on the smoker and the people around him. The Non smoking area is a government effort to reduce the number of beginner smokers and maintain environmental health from cigarette smoke. In 2015, the District of Bulukumba stipulates Regional Regulation No. 2 about Non Smoking Area. Objective : To know the factors of adolescent adherence to Regulation of Non Smokng Area in school Sub-District of Bulukumpa District of Bulukumba. Method : This research is an observational analytic study with cross sectional study design. Sampling was done by quota sampling with total 97 people. Data analysis using Chi-square test with p value = 0,05 using SPSS program. This research was conducted in Bulumpa sub-district in August – September 2017. Results : The results of this study indicate that of 97 students who smoked there were 54 obedient peple (59m5%) dan 43 disobedient people (40,5%). There is no correlation between background of smoking behavior (0,510), knlowledge about danger of cigarette content (0,106), knowledge of non smoking area (0,258), principal/ responsibility attitude (0,572) and existaence of inverse and infrastructur (0,003) to adolescent adherence to non smoking area regulation. Conclusion : there is no correlation between background of smoking behavior, knowledge about danger of cigarette content, knowledge about non smoking area, atitude of principal/ responsibitlity, availabililty of facilies and infrastructure to adolescent obedience to non smoking area regulation in high school / equal in Subdistrict of Bulukumpa District of Bulukumba. Keyword : Non smoking area, obedience, adolescent. vii KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta‟ala. yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya kepada kita semua dengan segala keterbatasan yang penulis miliki, akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dalam rangka penyelesaian studi di semester akhir dalam mengikuti jenjang preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Shalawat serta salam senantiasa tercurah atas junjungan Nabi Muhammad Shallallahu „Alaihi Wasallam, keluarga, sahabat serta para pengikutnya yang senantiasa istiqamah di jalan Islam. Dengan rahmat dan petunjuk Yang Maha Kuasa, kemudian disertai usaha, doa, serta arahan dan bimbingan dokter pembimbing, maka skripsi yang berjudul “Analisa Faktor Kepatuhan Remaja Terhadap Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba” dapat terselesaikan. Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini, penulis menemui hambatan– hambatan, tetapi atas izin Allah kemudian bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, hambatan tersebut dapat teratasi. Dengan tulus ikhlas dan rendah hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT kemudian orangtua tercinta Ayahanda Veni Hadju dan Helmi Arbie atas doa, ketulusan, dan kasih sayangnya selama ini, serta kepada saudaraku-saudaraku tersayang atas perhatian, motivasi dan bantuan selama ini. Ucapan terima kasih penulis haturkan pula kepada : viii 1. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, para Pembantu Dekan, staf Pengajar, dan tata usaha yang telah memberikan bantuan dan bimbingan kepada penulis. 2. dr. Muhammad Husni Cangara, Ph.D., Sp.PA., DFM selaku dosen pembimbing yang telah memberikan berbagai bimbingan dan pengarahan dalam pembuatan dan membantu kami dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktu. 3. Dr. dr. Berti Julian Nelwan, DFM., M.Kes., Sp.PA selaku penguji dalam skripsi ini yang telah meluangkan waktunya untuk turut memberikan perbaikan ataupun saran dalam penulisan skripsi ini. 4. Dr. dr. Rina Masadah, Sp.PA, M.Phil, DFM selaku penguji dalam skripsi ini yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan saran yang membangun kepada penulis. 5. dr.Tjiang Sari Lestari selaku KPM Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. 6. Staf pengajar dan karyawan Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Pimpinan, staf pengajar, dan seluruh karyawan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. 7. Rekan-rekan seperjuangan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Angkatan 2014 (Neutrof14vine) atas kebersamaan, bantuan, dan motivasi selama ini. 8. Teman-teman sepembimbing Gianina Helena, Astri Dewi, dan Lukman yang telah berjuang bersama dalam penyelesaian skripsi ini. ix 9. Seluruh pihak yang tidak sempat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis selama penyusunan skripsi ini. Akhirnya, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak demi penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bisa berkontribusi dalam perbaikan upaya kesehatan dan bermanfaat bagi semua pihak. Makassar, Penulis x November 2017 DAFTAR ISI Table of Contents HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................................. iv KATA PENGANTAR .......................................................................................................... viii DAFTAR ISI........................................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ................................................................................................................. xiii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................1 1.1 Latar Belakang Permasalahan ........................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................................... 4 1.3.1 Tujuan Umum ...................................................................................................... 4 1.3.2 Tujuan Khusus ..................................................................................................... 5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................................6 2.1 Rokok ............................................................................................................................. 6 2.1.1 Pengertian Rokok ................................................................................................. 6 2.1.2 Kandungan Rokok ............................................................................................... 7 2.2 Peraturan Kawasan Tanpa Rokok................................................................................... 7 2.2.1 Penjelasan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No. 188/MENKES/PB/I/2011 No. 7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok 7 2.2.2 Penjelasan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok ................................................................................. 10 2.3 Teori Kepatuhan ........................................................................................................... 14 BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN .......................................16 3.1 Konsep Penelitian......................................................................................................... 16 3.2 Hipotesis Penelitian ...................................................................................................... 16 BAB 4 METODE PENELITIAN ...........................................................................................18 4.1 Rancangan Penelitian ................................................................................................... 18 xi 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................................ 18 4.3 Populasi dan Sampel Penelitian.................................................................................... 18 4.3.1 Populasi Penelitian ............................................................................................. 18 4.3.2 Sampel Penelitian .............................................................................................. 18 4.4 Variabel Penelitian ....................................................................................................... 19 4.5 Instrumen Penelitian dan Teknik Pengambilan Data .................................................... 21 4.6 Analisis Data ................................................................................................................ 21 BAB 5 HASIL PENELITIAN .......................................................................................................22 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ............................................................................. 22 5.2 Karakteristik Demografi Responden ............................................................................. 22 5.3 Pengaruh Latar Belakang Perilaku Merokok terhadap Kepatuhan ............................... 23 5.4 Pengaruh Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok terhadap Kepatuhan ........ 25 5.5 Pengaruh Pengetahuan Tentang KTR terhadap Kepatuhan ........................................ 26 5.6 Pengaruh Tersedianya Sarana dan Prasarana terhadap Kepatuhan ............................... 27 5.7 Pengaruh Perilaku Merokok Kepala Sekolah/Penanggung Jawab terhadap Kepatuhan 28 5.8 Pengaruh Sikap Kepala Sekolah/Penanggung Jawab terhadap Kepatuhan ................... 29 BAB 6 PEMBAHASAN ........................................................................................................31 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................................36 7.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 36 7.2 Saran ............................................................................................................................ 36 Daftar Putaka .........................................................................................................................38 Lampiran 1 .............................................................................................................................40 Lampiran 2 . Lembar pengantar penelitian .............................................................................41 Lampiran 3 . Lembar kuesioner penelitian .............................................................................42 Lampiran 4. Lembaran skoring kuesioner ..............................................................................48 Lampiran 5. Hasil Data ..........................................................................................................52 xii DAFTAR TABEL Tabel 5.1. Karakteristik Responden .................................................................................23 Tabel 5.2. Pengaruh Latar Belakang Perilaku Merokok .................................................. 24 Tabel 5.3. Pengaruh Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok .......................... 25 Tabel 5.4. Pengaruh Pengetahuan Tentang Kawasan Tanpa Rokok ................................ 26 Tabel 5.5. Pengaruh Tersedianya sarana dan prasarana ...................................................28 Tabel 5.6. Pengaruh Perilaku Merokok Kepala Sekolah/ Penanggung Jawab ................ 29 Tabel 5.7. Pengaruh Sikap Kepala Sekolah/Penanggung Jawab .................................. 30 xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi si perokok dan orang-orang disekitarnya (Soetjiningsih, 2010). Merokok banyak disukai oleh semua kalangan, baik orang tua maupun remaja, walaupun sebagian besar dari mereka mengetahui akibat buruk dari rokok. Merokok memberikan konsekuensi yang signifikan baik kesehatan fisik, psikologis serta ekonomis. Dampak merokok terhadap kesehatan telah diketahui secara luas. Lebih dari 4.000 bahan kimia telah diidentifikasi dalam asap tembakau. Banyak di antarnya beracun, beberapa bersifat radioaktif. Lebih dari 40 diketahui menyebabkan kanker. Bahan-bahan kimia ini terutama terkonsentrasi di dalam tar, yaitu cairan cokelat lengket yang terkondensasi dari asap tembakau. Tembakau menghasilkan begitu banyak bahan kimia karena sangat tingginya suhu (sampai 900° C) yang ditimbukan di ujung rokok yang menyala ketika dihisap oleh perokok (Crofton dan Simpson, 2009). Merokok juga menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kosen pada 2010 bahwa 12,7% kematian akibat penyakit yang terkait dengan merokok, dengan total 190.260 jiwa terdiri dari 100,680 jiwa laki-laki dan perempuan sebesar 89.580 jiwa. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh rokok di Indonesia mencapai Rp. 245,41 Trilyun (53,20%) dan produkivitas yang hilang akibat kesakitan dan disabilitas terkait merokok sebesar Rp. 105,3 Trilyun (40,60%). Biaya untuk 1 rawat inap sebesar Rp. 1,85 Trilyun (5,51%) dan biaya untuk rawat jalan sebesar Rp. 0,26 Trilyun (0,96%) (Kosen, 2012). Beban ekonomi yang terkait dengan tembakau ini hampir 4 kali lipat lebih besar daripada pendapatan negara dari cukai rokok tahun 2010 ( Rp. 63,2 Trilyun). Prevalensi perokok di Indonesia adalah terbesar ke 3 dunia setelah Negara Cina dan India. Menurut survey WHO pada tahun 2002, jumlah perokok di Indonesia sangat mengkhawatirkan, lebih dari setengah populasi merupakan perokok aktif, terdapat 63,5% perokok laki-laki, dan 4,5% perokok perempuan. Ditemukan juga bahwa sekitar 69,1 % pria Indonesia berusia 20 tahun atau lebih merokok secara reguler dengan jumlah yang lebih tinggi di daerah pedesaan yaitu 74% (Jamal, 2006). Anak-anak dari keluarga merokok cenderung mengikuti jejak yang sama dengan orang tuanya. Remaja yang berasal dari keluarga konservatif akan lebih sulit untuk terlibat dengan rokok atau obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang permisif dan yang mempunyai pengaruh paling kuat yaitu orang tuanya sendiri sebagai figur perokok dil ingkungannya (Nasution, 2007). Dan menurut Sumiyati (2007), faktor orang tua yang menyebabkan perilaku merokok pada remaja adalah 20,41%. Pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah perokok pemula melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Pasal 25 PP 109 Tahun 2012 dengan jelas dikatakan setiap orang dilarang menjual produk tembakau menggunakan mesin layan diri, kepada anak di bawah usia 18 tahun, dan kepada perempuan hamil. Pada pasal 26 dikatakan pemerintah melakukan 2 pengendalian iklan produk tembakau. Dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015 sampai 2019, ditargetkan bisa menurunkan jumlah perokok pemula dari angka 7 lebih mnjadi 5,2%. Tetapi pada tahun 2016 angkanya naik menjadi 8,8% (Depkes, 2017) Pada tahun 2014, telah terdapat 127 kabupaten / kota di 32 provinsi yang memiliki Peraturan Darah (Perda) terkait Kawasan Tanpa Rokok. Langkah ini sangat penting demi melindungi masyarkat dari ancaman gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tercemar asap rokok (Depkes, 2014). Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok, yang bertujuan untuk terciptanya kawasan sehat yang sesuai dengan PP No. 109 Tahun 2012 (Fajar, 2015). Sangat banyak juga publikasi ilmiah terkait rokok, buku-buku yang diterbitkan terkait dampak rokok, dan komunitas yang bertujuan untuk mengurangi jumlah perokok karena dampak yang ditimbulkan sangat buruk baik itu untuk individu atau untuk Negara. Dari penelitian ini, peneliti ingin melihat faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok khususnya di lingkungan sekolah yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat. 1.2 Rumusan Masalah Penerapan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi dampak dari rokok dan solusi yang tepat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Salah satu kawasan yang penting adalah sekolah terutama sekolah menengah atas atau sederajat. Berdasarkan masalah yang dihadapi tersebut maka penting diketahui 3 a) Bagaimanakah pengaruh latar belakang perilaku merokok dengan kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. b) Bagaimanakah pengaruh pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok dengan kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. c) Bagaimanakah pengaruh pengetahuan tentang peraturan Kawasan Tanpa Rokok dengan kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. d) Bagaimanakah pengaruh sarana dan prasarana dengan kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. e) Bagaimanakah pengaruh perilaku merokok kepala sekolah / penanggung jawab dengan kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. f) Bagaimanakah pengaruh sikap kepala sekolah / penanggung jawab dengan kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kepatuhan remaja terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 4 1.3.2 Tujuan Khusus a) Mengetahui pengaruh latar belakang perilaku merokok terhadap kepatuhan remaja pada Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. b) Mengetahui pengaruh pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok terhadap kepatuhan remaja pada Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. c) Mengetahui pengaruh pengetahuan tentang peraturan Kawasan Tanpa Rokok terhadap kepatuhan remaja pada Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. d) Mengetahui pengaruh sarana dan prasarana terhadap kepatuhan remaja pada Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. e) Mengetahui pengaruh penanggung jawab perilaku merokok kepala sekolah / terhadap kepatuhan remaja pada Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. f) Mengetahui pengaruh sikap kepala sekolah / penanggung jawab terhadap kepatuhan remaja pada Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rokok 2.1.1 Pengertian Rokok Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat. Zat adiktif lain sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya. Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No. 188/MENKES/PB/I/2011 No. 7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok telah disebutkan bahwa rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap, dan atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu, atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica, dan spesies lainnya atau sintesisnya yang asanya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Kebiasaan merokok mendatangkan banyak bahaya, yaitu meningkatkan angka kematian pada penderita asma, pneumonia, influenza dan penyakit sitem pernapasan lainnya. Sebagian besar pendertia penyakit paru obstruktif kronik adalah akibat menghirup asap rokok. Angka infeksi sisem pernapasan berkurang pada orang yang berhenti merokok dibandingkan dengan yang tetap merokok (Djojodibroto, 2014). 6 2.1.2 Kandungan Rokok Nikotin adalah zat, atau bahan senyawa pyrrolidine yang terdapat dalam nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang bersifat adiktif dapat mengakibatkan ketergantungan. Tar adalah kondensat asap yang merupakan total residu dihasilkan saat Rokok dibakar setelah dikurangi Nikotin dan air, yang bersifat karsinogenik. Kandungan naftalene lain, seperti: gas CO, aceton (bahan pembuat cat), (bahan pembuat kapur barus), arsenic (elemen metaloid, yang membentuk sejumlah komponen beracun), methanol (bahan bakar roket), vinyl chloride (bahan plastic PVC), phenol butane (bahan bakar korek api), potassium nitrat (bahan baku pembuatan bom dan pupuk), polonium-201 (bahan radioaktif), ammonia (bahan untuk pencuci lantai), DDT (digunakan untuk racun serangga), hydrogen cyanide (gas beracun), dan cadmium (digunakan untuk aki mobil). 2.2 Peraturan Kawasan Tanpa Rokok 2.2.1 Penjelasan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No. 188/MENKES/PB/I/2011 No. 7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok Pengaturan Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok oleh pemerintah ini bertujuan untuk : 1. Memberikan acuan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan Kawasan Tanpa Rokok. 2. Memberikan perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok. 3. Memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat. 7 4. Melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik secara langsung maupun tiddak langsung. Pada peraturan ini, disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di setiap wilayahnya. Kawasan Tanpa Rokok yang tercantum adalah : 1. Fasilitas pelayanan kesehatan Suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. 2. Tempat proses belajar mengajar Gedung yang digunakan untuk kegiatan belajar, mengajar, pendidikan dan/atau pelatihan. 3. Tempat anak bermain Area tertutup maupun terbuka yang digunkan untuk kegiatan bermain anak-anak. 4. Tempat ibadah Bangunan atau ruang tertutup yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus dipergunakan untuk beribadah bagi para pemeluk masing-masing agama secara permanen, tidak termasuk tempat ibadah keluarga. 5. Angkutan umum Alat angkutan bagi masyarakat yang dapat berupa kendaraan darat, air, dan udara biasanya dengan kompensasi. 8 6. Tempat kerja Tiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau yang dimasuki ternaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. 7. Tempat umum Semua tempat tertutup yang dapat diakses oleh masyarakat umum dan/atau tempat yang dapat dimanfaatkan bersama-sama untuk kegiatan masyarkat yang dikelola oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat. 8. Tempat lainnya yang ditetapkan Tempat terbuka yang dapat dimanfaatkan bersama-sama untuk kegiatan masyarakat. Kawasan Tanpa Rokok juga dapat menyediakan tempat khusus untuk merokok dengan memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Merupkan ruang terbuka atau ruang yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik. 2. Terpisah dari gedung/tempat/ ruang utama dan ruang lain yang digunakan untuk beraktivitas 3. Jauh dari pintu masuk dan keluar. 4. Jauh dari tempat orang berlalu-lalang. 9 2.2.2 Penjelasan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Isi pada peraturan daerah Kabupaten Bulukumba No. 2 Tahun 2015 kurang lebih sama dengan Peraturan Bersama Menkes dan Mendagri No. 188?MENKES/PB/I/2011 No. 7 Tahun 2011. Pimpinan atau penanggung jawab tempat tersebut wajib menerapkan Kawasan Tanpa Rokok. Setiap orang dilarang untuk merokok, menjual, mengiklankan dan mempromosikan produk tembakau di tempat atau area yang dinyatakan sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Pimpinan atau penanggung jawab tempat tesebut dapat menyediakan tempat khusus untuk merokok dengan ketentuan tertentu. Setiap orang dilarang menjual produk tembakau menggunakan mesin layan diri, kepada anak dibawah usia 18 tahun, dan kepada perempuan hamil. Pemerintah daerah juga harus melakukan pengendalian iklan produk tembakau yang di lakukan pada media luar ruang. Ketentuan untuk pemasangan iklan produk tembakau sebagai berikut : 1. Tidak diletakkan di Kawasan Tanpa Rokok. 2. Tidak diletakkan di jalan utama atau protokol. 3. Harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang. 4. Tidak boleh melebihi ukuran 72 m2. 5. Tidak boleh melanggar ketentuan tata ruang yang telah ditetapkan oleh pemerintah Daerah. Pemerintah daerah juga dapat menyelenggarakan iklan layanan 10 masyarakat mengenai bahaya menggunakan rokok, untuk memenuhi akses tersedianya informasi dan edukasi kesehatan masyarakat. Pemerintah juga mengharapkan peran serta dari masyrakat dalam menyukseskan Kawasan Tanpa Rokok untuk mewujudkan tempat atau lingkungan yang bersih dan sehat serta bebas dari asap rokok. Peran masyarakat bisa dalam bentuk sebagai berkut : 1. Pengaturan Kawasan Tanpa Rokok diligkungan masing-masing. 2. Penyampaian saran, masukan, dan pendapat dalam penetapan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok. 3. Keikutsertaan dalam kegiatan penyelenggaraan dan pengendalian penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok melalui pengawasan sosial. Pemerintah daerah memfasilitasi adanya peran dari masyarakat dalam bentuk penyediaan bantuan yang diperlukan bagi terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok. Bupati juga melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok di daerah. Pembinaan dan pengawasan dilakukan daengan membentuk tim yang ditetapkan dengan keputusan bupati. Bupati juga dapat melimpahkan kepada camat untuk pembinaan dan pengawasan dalam tingkat desa dan kelurahan. Bupati melakukan pembinaan atas penyelenggaran program tersebut dengan cara : 11 1. Mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok. 2. Mencegah perokok pemula dan melakukan konseling untuk tidak merokok. 3. Memberikan informasi, edukasi, dan pengembangan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. 4. Bekerja sama dengan badan / atau lembaga internasional atau organisasi kemasyarakatan untuk menyelenggarakan Kawasan Tanpa Rokok. 5. Memberikan penghargaan kepada orang yang telah berjasa dalam membantu penyelnggaraan Kawasan Tanpa Rokok. Bupati melakukan pengawasan dengan mengambil tindakan administratif terhadap pelanggaran ketentuan dalam peraturan daerah. Pengawasan ini dilakukan untuk mengetahui ketaatan setiap orang terhadap ketentuan tentang penjualan, iklan sponsor, dan Kawasan Tanpa Rokok, dan mengetahui ketaatan pimpinan atau penaggung jawab Kawasan Tanpa Rokok terhadap ketentuan penyelenggaran Kawasan Tanpa Rokok. Pimpinan atau penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok wajib melakukan pengawasan terhadap setiap orang yang merokok, memproduksi, menjual mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau di Kawasan Tanpa Rokok yang menjadi wilayah kerjanya. Dalam hal ini, pimpinan atau penanggung jawab berwenang: a) Menegur setiap orang yang merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, dan / atau mempromosikan produk tembakau di 12 Kawasan Tanpa Rokok yang menjadi wilayah kerjanya. b) Memerintahkan setiap orang yang tidak mengindahkan teguran untuk meninggalkan Kawasan Tanpa Rokok. c) Menghentikan penjualan, iklan, dan / atau promosi produk tembakau. Setiap orang, lembaga dan / atau badan yang melanggar ketentuanketentuan yang telah ditetapkan, dikenakan sanksi administratif. Sanksi tersebut dapat berupa : a) Teguran. Teguran diberikan dalam bentuk teguran lisan, kemudian teguran tertulis yang dilaksanakan 3 tahapan. Jika teguran tidak diindahkan maka dikenakan sanksi berupa denda administratif, pembekuan dan/atau pencabutan izin. b) Pembekuan dan/atau pencabutan izin. c) Denda administratif. Denda untuk perorangan paling sedikit Rp 50.000,- dan paling banyak Rp 100.000,- untuk setiap kali pelanggaran. Denda untuk lembaga/ badan paling sedikit Rp 1.000.000,00 dan/atau penegelan. Denda ini dapat disetor ke kas daerah jika pemerintah daerah dapat menyelesaikan permasalahan tanpa melalui pengadilan. d) Sanksi lain seseuai ketentuan perundang-undangan 13 2.3 Teori Kepatuhan Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang perilaku di bidang kesehatan, seperti teori ABC yang dicetuskan oleh Sulzer, Azaroff dan Mayer tahun 1977, Teori Reaction-action yang dicetuskan oleh Fesbein dan Ajzen pada tahun 1980, Teori Thought and Feeling yang dirumuskan oleh WHO pada tahun 1984 dan Teori Preced-Proced yang dicetuskan oleh Lawrence Green tahun 1991. Dari sekian banyak teori perilaku kesehatan yang ada, Teori Lawrence Green merupakan yang paling populer dan paling banyak digunakan karena mudah dimengerti. Teori Lawrence Green membagi faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan masyarakat menjadi 3 faktor utama, faktor predisposisi (Predisposing factor), faktor pemungkin (Enabling factor) dan faktor penguat (reinforcing factor) (Notoatmojo, 2003). Untuk Mempelajari faktor yang mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan Perda KTR, teori yang paling cocok digunakan adalah Teori Lawrence Green tentang kesehatan. Kepatuhan terhadap Perda KTR pada dasarnya merupakan perilaku orang-orang yang berada pada suatu kawasan untuk tidak merokok di wilayah tersebut.Kepatuhan pelaksanaan Perda KTR sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang berada di wilayah tersebut beserta penanggung jawab pada wilayah tersebut (Devhy, 2014). Dalam pendekatan menggunakan teori Lawrence Green, faktor predisposisi bagi remaja di Sekolah meliputi : latar belakang perilaku merokok, pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok, pengetahuan tentang peraturan yang berlaku. Faktor pemungkin yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat berupa : penyediaan fasilitas pendukung seperti pemberian stiker tanda dilarang merokok, poster dan juga sarana / prasarana 14 lainnya yang dapat menunjang untung berlangsungnya peraturan tersebut. Faktor penguat merupakan tauladan yang bisa diambil dari orang berpengaruh di wilayah tersebut, meliputi : perilaku merokok dan sikap kepala sekolah/ penanggung jawab. 15 BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Konsep Penelitian Faktor Predisposisi : 1. Latar Belakang Perilaku Merokok 2. Pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok 3. Pengetahuan tentang peraturan Kawasan Tanpa Rokok Faktor Pemungkin : Kepatuhan terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok 1. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang Faktor Penguat : 1. Sikap dan perilaku merokok kepala sekolah/ penanggung jawab 3.2 Hipotesis Penelitian Berdasarkan konsep penelitian diatas, dapat disusun hipotesis sebagai berikut : 1. Latar Belakang perilaku merokok mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 16 2. Pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 3. Pengetahuan tentang peraturan Kawasan Tanpa Rokok mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 4. Tersedianya sarana dan prasarana mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 5. Perilaku Merokok penanggung jawab wilayah mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 6. Sikap Penanggung jawab mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok di sekolah wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. 17 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat observasional dengan rancangan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dengan variabel tergantung yaitu dengan cross-sectional analitik. 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Pengambilan data pada penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi-selatan. Data ini diambil selama 2 bulan, yaitu Bulan Juli dan Bulan Agustus tahun 2017. 4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi Penelitian Populasi penelitian ini adalah semua siswa SMA atau sederajat yang berada di wilayah Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. 4.3.2 Sampel Penelitian Sampel penelitian ini diambil dari semua anggota populasi yaitu siswa laki-laki yang merokok dan bersedia mengisi kuisioner di SMA atau sederajat wilayah Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Jumlah sampel minimal diambil menurut rumus Slovin (2010) untuk jumlah populasi yang diketahui, yaitu n = N : (1+Ne2) Keterangan n = Jumlah sampel 18 N = Total Populasi yaitu jumlah siswa laki-laki SMA atau sederajat di Kecamatan Bulukumpa (1.115) e = Tingkat Kesalahan yang diinginkan (0,10%) Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, jumlah sampel minimal yang dibutuhkan adalah 92 orang. 4.4 Variabel Penelitian Variabel Definisi Operasional Cara Ukur Skala Nominal Variabel Terikat Kepatuhan Kepatuhan remaja terhadap Responden Terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok mengisisi Peraturan dinilai menggunakan kuisioner kuisioner Kawasan Tanpa untuk mendeskripsikan secara Rokok di kepatuhannya di sekolah. Yaitu mandiri Sekolah remaja tidak merokok di sekolah Variabel Bebas Latar Belakang Latar Belakang perilaku merokok Responden Perilaku dipengaruhi oleh lingkungan atau mengisisi merokok tidak kuisioner Nominal secara mandiri Pengetahuan Pengetahuan remaja tentang bahaya Responden tentang bahaya kandungan pada rokok mengisisi kandungan kuisioner 19 Nominal rokok secara mandiri Pengetahuan Pengetahuan masyarakat tentang Responden tentang peraturan KTR yang ditetapkan mengisisi peraturan yaitu Peraturan Bersama Menkes kuisioner Kawasan Tanpa dan Mendagri Tahun 2011 dan secara Rokok Peraturan Daerah Kabupaten mandiri Nominal Bulukumba No. 2 Tahun 2015. Sarana dan Fasiltas yang mendukung Observasi prasarana berlangsungnya Kawasan Tanpa menggunakan Rokok merupakan stiker dan lembar spanduk yang diletakkan di sekitar observasi Nominal sekolah. Perilaku Guru adalah wali kelas di setiap Wawancara merokok guru sekolah. terstruktur Nominal menggunakan kuisioner Sikap Penanggung jawab adalah Kepala Wawancara penanggung sekolah. terstruktur jawab menggunakan kuisioner 20 Nominal 4.5 Instrumen Penelitian dan Teknik Pengambilan Data Data variabel terikat dan data variabel bebas untuk variabel latar belakang perilkau merokok, pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok, pengetahuan tentang Peraturan Kawasan Tanpa Rokok dikumpulkan dengan kuisioner (terlampir) yang diisi oleh responden. Variabel sarana dan prasarana diambil dari hasil observasi sesuai form observasi (terlampir), dan variabel untuk guru dan penanggung jawab dikumpulkan melalui wawancara tersturktur menggunakan kuisioner (terlampir). 4.6 Analisis Data Sebelum dilakukan analisis dilakukan cleaning, coding, tabulasi data dan kemudian data dimasukkan ke dalam komputer. Data primer yang berupa data deskriptif akan disajikan dalam bentuk tabel dengan gambar atau diagram. Kemudian data dianalisis menggunakan uji chi-square dan apabila p≤0,05 maka hipotesis nol akan ditolak. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Sciense). 21 BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba SulawesiSelatan. Jumlah sekolah yang dilakukan penelitian yaitu 6 sekolah, sesuai jumlah sekolah SMA atau sederajat di Kecamatan Bulukumpa. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMAN 2 Bulukumba dan MAN 1 Bulukumba yang terletak di Kelurahan Tanete, SMA 14 Bulukumba di Desa Salassae, SMKN 8 Bulukumba di Desa Bontominasa, SMKN 11 Bulukumba di Desa Sapobonto, dan MAS Darul Qalam yang terletak di Desa Barugae. 5.2 Karakteristik Demografi Responden Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 97 orang siswa sesuai kriteria yang telah ditentukan. Informasi didapatkan menggunakan kuisioner yang dibagikan di sekolah masing-masing. Jumlah siswa yang paling banyak adalah kelas dua belas (67). Dari enam sekolah yang dilakukan tempat penelitian, didapatkan paling banyak berasal dari sekolah SMAN 2 Bulukumba (21). Didapatkan juga jumlah perokok dengan konsumsi sedang-berat yaitu lebih dari satu bungkus dalam sehari adalah 23% (Tabel 5.1). 22 Tabel 5.1 Karakteristik Responden Karakteristik Responden Frekuensi (f) Presentasi (%) X 16 16,5 XI 19 19,6 XII 62 63,9 SMAN 2 Bulukumba 21 21,6 SMAN 14 Bulukumba 19 19,6 MAN 1 Bulukumba 8 8,2 MAS Darul Qalam 10 10,3 SMKN 8 Bulukumba 19 19,6 SMKN 11 Bulukumba 20 20,6 Sedang-Berat(>1bungkus setiap hari) 23 23,7 Ringan (<1bungkus) 74 76,3 Kelas Sekolah Riwayat Konsumsi Rokok 5.3 Pengaruh Latar Belakang Perilaku Merokok terhadap Kepatuhan Latar Belakang Perilaku merokok responden dinilai dengan menggunakan kuisioner yang berisi 7 buah pertanyaan. Setiap soal memiliki poin 1 atau 2, jika jumlah poin ≤10 maka interpretasinya adalah perilaku merokok tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jika lebih dari itu maka dinilai sebagai perilaku merokok yang dipengaruhi oleh lingkungan. 23 Tabel 5.2 Pengaruh Latar Belakang Perilaku Merokok terhadap Kepatuhan KTR di SMA/Sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kepatuhan Nilai Variabel Patuh, Tidak Patuh, f(%) f(%) Total P Perilaku Merokok 24(52,2%) 22(47,8%) 46(100%) dipengaruhi oleh lingkungan 0,510 Perilaku Merokok Tidak 30(58,8%) 21(41,2%) 51(100%) 54(59,5%) 43(40,5%) 97(100%) dipengaruhi oleh lingkungan Total Tabel 5.2 menunjukkan jumlah siswa dengan perilaku merokok yang dipengaruhi oleh lingkungan dan patuh adalah 24, dimana jumlah ini lebih banyak dari siswa yang tidak patuh yaitu 22 orang, walaupun perbedaan nilainya tidak jauh. Dari hasil analisis ini juga didapatkan siswa dengan perilaku merokok tidak dipengaruhi oleh lingkungan dan patuh adalah 30, dan lebih banyak dari yang tidak patuh yaitu 21 orang. Dari hasil ini, tidak ditemukan pengaruh terhadap kepatuhan dengan nilai p ≥ 0,05. 24 5.4 Pengaruh Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok terhadap Kepatuhan Pengetahuan tentang Bahaya Kandungan rokok dinilai menggunakan kuisioner dengan jumlah pertanyaan 9 soal. Setiap soal memiliki poin 1 atau 2 sehingga jika total poin ≥16 maka interpretasinya adalah responden mengetahui tentang bahaya kandungan rokok. Tabel 5.3 Pengaruh Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok terhadap Kepatuhan KTR di SMA/Sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kepatuhan Nilai Tidak Variabel Patuh, f(%) Patuh, Total P f(%) Pengetahuan Tentang Bahaya 25(48,1%) 27(51,9%) 52(100%) Kandungan Rokok Baik 0,106 Pengetahuan Tentang Bahaya 29(64,4%) 16(35,6%) 45(100%) 54(59,5%) 43(40,5%) 97(100%) Kandungan Rokok Kurang Total Tabel 5.3 menunjukkan jumlah siswa yang mengetahui tentang bahaya kandungan rokok dengan baik dan patuh adalah 25 orang, dan yang tidak patuh lebih banyak yaitu 27 orang, walaupun perbedaannya sangat sedikit. Dapat dilihat juga jumlah siswa dengan pengetahuan tentang bahaya kandungan rokok kurang yaitu 29 25 orang, dan lebih banyak dibandingkan yang tidak patuh yaitu 16 orang. Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan, tidak adanya hubungan kepada dua variable tersebut dengan nilai P ≥ 0,05. 5.5 Pengaruh Pengetahuan Tentang KTR terhadap Kepatuhan Tabel 5.4 Pengaruh Pengetahuan Tentang KTR terhadap Kepatuhan KTR di SMA/Sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kepatuhan Nilai Tidak Variabel total Patuh, OR P Patuh, f(%) f(%) Pengetahuan Tentang Kawasan Tanpa Rokok 35(60,3%) 23(39,7%) 57(100%) Baik 0,258 1,6 Pengetahuan Tentang Kawasan Tanpa Rokok 19(48,7%) 20(51,3%) 39(100%) 54(59,5%) 43(59,5%) 97(59,5%) Kurang Total Pengetahuan tentang Kawasan Tanpa Rokok dinilai menggunakan kuisioner dengan jumlah pertanyaan 10 soal. Setiap 26 soal memiliki poin 1 atau 2 sehingga jika total poin ≥16 maka interpretasinya adalah responden mengetahui tentang Kawasan Tanpa Rokok. Tabel 5.4 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mengetahui tentang peraturan kawasan tanpa rokok dengan baik dan patuh adalah jumlah yang terbanyak yaitu 35 orang (60,3%), sedangkan yang tidak patuh yaitu 23 orang (39,7%). Hasil ini juga menunjukkan jumlah siswa yang kurang mengetahui tentang Kawasan Tanpa Rokok dan patuh adalah 19 orang dan lebih sedikit dari yang tidak patuh yaitu 20 orang walaupun perbedaannya sangat dekat. Tidak ditemukan adanya hubungan pada variable ini. 5.6 Pengaruh Tersedianya Sarana dan Prasarana terhadap Kepatuhan Tersedianya sarana dan prasarana dinilai dengan observasi langsung oleh peneliti, dengan melihat tiga kategori yaitu adanya spanduk, pamphlet, atau kawasan khusus rokok. Jika salah satu dari tiga tersebut ada, maka dinilai tersedianya sarana dan prasarana. Hanya ada dua sekolah yang tersedia dari enam sekolah. 27 Tabel 5.5 Pengaruh Tersedianya sarana dan prasarana terhadap Kepatuhan KTR di SMA/Sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kepatuhan Nilai Variabel Tidak Total P Patuh Patuh Sarana dan Prasarana Tidak 45(65,2%) 24(34,8%) 69(100%) Tersedia 0,003 Sarana dan Prasarana Tersedia Total 9(32,1%) 19(67,9%) 28(100%) 54(59,5%) 43(40,5%) 97(100%) Tabel 5.5 menunjukkan murid yang sekolah dengan sarana dan prasarana tersedia dan patuh, yaitu 9 orang dan yang tidak patuh lebih banyak yaitu 19 orang. Sedangkan murid yang sekolah dengan sarana dan prasarana tidak tersedia dan patuh ada 45 orang, dan yang tidak patuh yaitu 69orang. Hasil analisis ini ditemukan hubungan, tapi terbalik dari hipotesa yang diharapkan. 5.7 Pengaruh Perilaku Merokok Kepala Sekolah/Penanggung Jawab terhadap Kepatuhan Perilaku Merokok Kepala Sekolah/ Penanggung Jawab diukur menggunakan kuisioner yang diisi oleh peneliti, Jika penanggung jawab tidak merokok disekolah, maka perilaku merokok dinilai baik. Penilaian penanggung jawab dimasukkan di setiap responden siswa. 28 Tabel 5.6 Pengaruh Perilaku Merokok Kepala Sekolah/Penanggung Jawab terhadap Kepatuhan KTR di SMA/Sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kepatuhan Nilai Variabel Total Tidak P Patuh, f(%) Patuh, f(%) Perilaku Merokok Kepala Sekolah / Penanggung Jawab 54(55,7%) 43(44,3%) 97(100%) Baik Perilaku Merokok Kepala Sekolah / Penanggung Jawab 0 0 0 54(59,5%) 43(40,5%) 97(100%) Kurang Total Tabel 5.6 menunjukkan bahwa semua kepala sekolah/ penanggung jawab di sekolah tersebut berperilaku merokok baik di sekolah. Sehingga didapatkan data yang homogen. 5.8 Pengaruh Sikap Kepala Sekolah/Penanggung Jawab terhadap Kepatuhan Sikap kepala sekolah / penanggung jawab diukur menggunakan kuisioner yang diisi oleh peneliti. Kuisioner terdiri dari 5 pernyataan, jika salah satunya terdapat peryataan yang tidak disetuju, maka hasilnya adalah kurang. 29 Tabel 5.7 Pengaruh Sikap Kepala Sekolah/Penanggung Jawab terhadap Kepatuhan KTR di SMA/Sederajat di Kecamatan Bulukumpa Kepatuhan Nilai Variabel Tidak Total P Patuh, f(%) Patuh, f(%) Sikap Kepala Sekolah / 47(54,7%) 39(45,3%) 86(100%) Penanggung Jawab Baik 0,572 Sikap Kepala Sekolah / 7(63,6%) 4(36,4%) 11(100%) 54(59,5%) 43(40,5%) 97(100%) Penanggung Jawab Kurang Total Tabel 5.7 menunjukkan bahwa siswa yang belajar di sekolah dengan sikap kepala sekolah / penanggung jawab baik dan patuh yaitu 47 orang dan yang tidak patuh lebih sedikit yaitu 39 orang. Dari tabel ini juga didapatkan siswa yang belajar di sekolah dengan sikap kepala sekolah/penanggung jawab kurang dan patuh lebih banyak yaitu 7 orang dibandingkan yang tidak patuh yaitu 4 orang. Dari hasil analisis ini tidak ditemukan adanya hubungan. 30 BAB 6 PEMBAHASAN Perilaku merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Sehingga yang dimaksud dengan perilaku manusia, pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas. Intervensi terhadap faktor perilaku secara garis besar dapat dilakukan memalui dua tahap: 1. Paksaan, mengadopsi perilaku kesehatan dengan cara-cara tekanan, paksaan yaitu bisa secara tidak langsung dalam bentuk undang-undang atau peraturan. 2. Pendidikan, mengadopsi perilaku kesehatan dengan cara persuasi, bujukan, imbauan,dll. (Notoatmojo, 2012) Meskipun perilaku adalah bentuk respons atau reaksi terhadap stimulus, namun dalam memberikan respons sangat tergantung pada karakteristik atau faktor-faktor lain dari orang yang bersangkutan. Fakto-faktor yang membedakan respons berbeda tiap-tiap orang disebut determinan perilaku. Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Determinan internal (karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat given) dan Determinan ekternal yang termasuk lingkungan fisik, social, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya (Notoatmojo, 2012). Jumlah siswa terbanyak pada penelitian ini yaitu siswa SMAN 2 Bulukumba, hal ini dikarekan jumlah siswa pada sekolah ini khususnya lakilaki paling banyak diantara sekolah lain. Hampir sebagian besar siswa lakilaki pada sekolah SMK merupakan perokok, hal ini dapat dilihat dari jumlah 31 siswanya yang sedikit tetapi jumlah perokoknya berbeda sedikit dengan di sekolah SMA. Banyaknya jumlah siswa yang patuh dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktor yaitu peraturan yang ditetapkan oleh pihak sekolah agar siswa tidak merokok di sekolah dan adanya peneguran secara langsung. Tetapi beberapa siswa masih merokok di sekolah dan melanggar Kawasan Tanpa Rokok dengan cara bersembunyi atau merokok di tempat yang tidak lihat oleh pihak sekolah. Oleh Karena itu, peran pemerintah sangatlah penting, begitu juga pengelola disetiap tempat yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok dan semua masyarakat yang terlibat di lingkungan itu. Oleh karena itu pedoman kawasan tanpa rokok akan dapat berhasil jika seluruh masyarakat ikut berperan dalam mewujudkannya (Shirley dkk, 2016). Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang untuk merokok, yang diperkirakan memiliki pengaruh juga terhadap kepatuhan remaja terhadap peraturan kawasan tanpa rokok. Tentu dengan lingkungan yang baik diharapkan remaja bisa mematuhi aturan kawasan tanpa rokok. Pada penelitian ini, dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang tidak merokok di sekolah dan latar belakang perilaku merokoknya dipengaruhi oleh lingkungan yaitu hampir sama dengan yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh variabel yang digunakan terlalu umum, sehingga tidak terjadi hubungan yang berarti. Pengetahuan siswa tentang bahaya kandungan rokok tidak memperlihatkan adanya hubungan terhadap kepatuhan kawasan tanpa rokok. 32 Hal ini disebabkan karena alat pengukuran/ kuisioner yang digunakan pada penelitian ini tidak membahas pengetahuan remaja secara mendalam tentang bahaya rokok pada perokok pasif, sehingga pengetahuan yang mendorong seseorang untuk mematuhi kawasan tanpa rokok tidak diketahui secara pasti. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa semua perilaku penanggung jawab adalah baik, yaitu tidak ada kepala sekolah / penanggung jawab sekolah yang merokok di sekolah. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh sikap moral yang dimiliki oleh penanggung jawab sebagai pihak yang condong diikuti atau dilihat oleh siswa. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus. Newcomb, salah seorang ahli psikologis sosial menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Menurut Allport, sikap mempunyai tiga komponen pokok, yaitu Kepercayaan, emosional dan kecenderungan untuk bertindak (Notoatmojo, 2012). Sehingga sikap penanggung jawab pada penelitian ini kurang berpengaruh, dan adanya faktor-faktor yang lebih dominan. Program Kawasan Tanpa Rokok ini sangat berpengaruh dengan sikap Penanggung Jawab jika adanya tindakan yang nyata seperti hukuman yang tegas bagi pelanggar di tempat yang diberlakukan peraturan ini, sebagaimana kesehatan masyarakat merupakan kegiatan politik yang harus didukung oleh pemerintah tempat tersebut. Kekuasaan ini juga merupakan kemampuan sebuah kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain atau masyarakat lain, sehingga orang lain atau kelompok masyarakat tersebut 33 melaksanakan sesuai dengan apa yang diinginkan pemegang kekuasaan tersebtut (Achmadi, 2008). Penelitian yang dilakukan prabandari, dkk(2009) dengan jumlah sampel 463 mahasiswa FK UGM menyebutkan bahwa sebagian besar mahasiswa berpendapat bahwa sanksi atau denda jika seseorang merokok di kampus diperlukan. Hal ini menujukkan bahwa sikap penanggung jawab sangat berperan dalam mengurangi jumlah perokok di sekolah yang ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Dari 6 sekolah yang dinilai, hanya dua sekolah yang memiliki sarana dan prasarana peraturan KTR dengan media yang sangat terbatas atau sangat kurang. Dari data tersebut didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara tersedianya sarana dan prasarana terhadap kepatuhan dengan hasil tidak tersedianya sarana dan prasarana maka meningkatkan jumlah kepatuhan. Tentu hasil analisa ini tidak bisa dijadikan sebuah faktor yang meningkatkan kepatuhan peraturan KTR. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh penilaian yang kurang objektif, dimana sarana dan prasarana yang tersedia pada 2 sekolah hanya berupa pamphlet kecil yang terpajang pada sekolah di beberapa titik yang sedikit dan tidak bisa dilihat semua orang secara langsung karena ukurannya yang kecil. Sarana dan prasarana harus dimiliki oleh pelaksana kebijakan untuk menunjang peraturan tersebut berjalan dengan efektif dan efisien. Sarana dan prasarana yang telah tersedia harus juga senantia diikuti oleh kinerja yang lebih signifikan ( Azkha, 2013). Untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap Kawasan Tanpa Rokok, maka dibutuhkan penyesuaian dengan teori 34 kepatuhan yang lain seperti determinan perilaku yang lebih spesifik. Faktor yang perlu digali yaitu faktor internal remaja dan juga faktor eksternal yang menggali lebih mendalam tentang faktor kepatuhan remaja tersebut. Pada dasarnya setiap kategori umur dan lokasi pada populasi maka akan menggambarkan hasil yang berbeda. Dalam setiap penelitian tentu tidak bisa terbebas dari setiap keterbatasan, begitu juga dengan penelitian ini. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer yang sebagian variable diisi langsung oleh siswa. Sehingga adanya bias hasil karena penilaian dari beberapa siswa remaja tidak menjawab kuisioner sesuai keadaanya. Instrument kuisioner yang digunakan bukan kuisioner yang baku digunakan nasional, tetapi improvisasi dari beberapa jurnal yang dilakukan di Indonesia. Jumlah sample yang didapatkan terlalu sedikit untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. 35 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitia dan pembahasan maka dapat dibuat beberapa simpulan sebagai berikut: 1. Latar Belakang Perilaku Merokok tidak mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR di sekolah. 2. Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok tidak mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR di sekolah. 3. Pengetahuan tentang Kawasan Tanpa Rokok tidak mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR di sekolah. 4. Sarana dan prasarana tidak mempengarui kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR di sekolah. 5. Perilaku Merokok Penanggung Jawab tidak bisa dinilai dapat mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR di sekolah. 6. Sikap Penanggung Jawab tidak mempengaruhi kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR di sekolah. 7.2 Saran Berdasarkan hasil penelitan, pembahasan dan simpulan yang diambil, maka dapat dirumuskan saran sebagai berikut: 1. Meningkatkan kepatuhan remaja terhadap peraturan KTR dengan adanya ketegasan yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan memberikan sanksi yang membuat siswa tidak melakukan pelanggaran kembali. 36 2. Segala upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang peraturan KTR perlu dilakukan baik dalam bentuk sosialisasi atau dengan cara lain. 3. Sarana dan prasarana yang mendukung peraturan KTR harus disediakan di setiap tempat berlakunya peraturan KTR khususnya di sekolah, dan jumlah yang disediakan harus disesuaikan dengan keadaan sekolah sehingga semuanya mengetahui adaya peraturan tersebut. 4. Perlunya penelitian yang lebih lanjut dengan instrument yang lebih baik dan jumlah sample yang lebih banyak dengan pendekatan yang lebih spesifk sehingga hasil yang didapatkan jelas. 37 Daftar Putaka Achmadi UF, 2008. Horison Baru Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta. Adams ML, Jason LA, Pokomy S, Hunt Y, 2009. The Relationship Between Tobacco School Policies and Youth Tobacco Use. Journal of School Health ; 79(1):17-23 Albers AB et al, 2008. Household Smoking Bans and Adolescent Antismoking Attidudes and Smokin Initiation : Findings From Longitudinal Study of Massachusetts Youth Cohort. Pub Health; 98(10):1886-93 Azkha Nizwardi, 2013. Studi Efektivitas Penerapan Kebijakan Perda Kota Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam Upaya Menurunkan Perokok Aktif di Suamtera Barat Tahun 2013. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia ; Vol 02 No.4. Astuti K, 2007. Mencari Prediktor Perilaku Merokok pada Remaja Awal. Fakultas Psikologi, Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta. Dalam Jurnal Riset Daerah Kabupaten Bantul, 1-5. Crofton J dan Simpson D, 2009. Tembakau : Ancaman Global. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. p10 Depkes, 2017. Pemerintah Upakan Pengurangan Jumlah Perokok Pemula. Dapat diakses di http://www.depkes.go.id/article/view/17060200002/pemerintahupayakan-pengurangan-jumlah-perokok-pemula-.html Depkes, 2014. Menkes : pemda Segera Terbitkan Regulasi KTR. Dapat diakses di http://www.depkes.go.id/article/view/201406040001/menkes-pemda-segera-terbitkan-regulasi-ktr-.html Deverell M et al, 2006. Diffusion of Local Restauran Smoking Regulations in Massachusetts : Identifying Disparities in Health Protection for Population Subgroups. J Public Health Management Practice ; 12(3):262-9 38 Devhy NLP, 2014. Pengaruh Faktor Pengelola terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok pada Hotel Berbintang di Kabupaten Bandung. Tesis, Universitas Udayana, Indonesia. Djojodibroto D, 2014. Bab Lain-lain dalam Respirologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. pp230-231 Fajar, 2015. Bulukumba Terapkan Kawasan Tanpa Rokok. Dapat diakses di http://fajar.co.id/2015/08/26/bulukumba-terapkan-kawasan-tanparokok/ Jamal S, 2006. Pria desa Berpendidikan Rendah, Perokok Terbanyak. Jurnal Kedokteran dan Farmasi,33, 152-155. Kosen S, 2012. Current Burden nd Economic Cost of Major Tobacco Attributed Diseaes in Indonsia. Singapore : Presented at The World Conferrence on Tobacco or Healh (WCTHOH) Nasution IK, 2007. Perilaku Merokok pada Remaja. Program Studi Psikoklogi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara Medan. Notoatmojo S, 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat cetakan Kedua. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmojo S, 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. pp137-140 Prabandari YS, 2009. Kawasan Tanpa Rokok Sebagai Alternatif Pengendalian Tembakau Studi Efektivitas Penerapan Kebijakan Kampus Bebas Rokok Terhadap Perilaku dan Status Merokok Mahasiswa Di Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 12(04). Shirley K F L, Wahyati E Y, Siarif J T, 2016. Kebijakan Tentang Pedoman KawasanTanpa Rokok Dikaitkan dengan Asas Manfaat. Soepra, 2(1), 104-111 Soetjiningsih, 2010. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta : Sagung Seto. Sumiyati, 2007. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Merokok pada Remaja. Skripsi Strata Satu, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 39 Lampiran 1 RIWAYAT HIDUP PENULIS Nama : Muhammad Fikri Hadju NIM : C111 14 350 Tempat Tanggal Lahir : Maros, 7 November 1996 Alamat : Darul Istiqomah Maccopa Maros, Sulawesi-Selatan Agama : Islam Suku :- Nama Orang Tua Ayah : Veni Hadju Ibu : Helmi Arbie Riwayat Pendidikan Tahun 2002 Lulus TK Darul Istiqomah Tahun 2008 Lulus SDITQ Al-Irsyad Tengaran Tahun 2011 Lulus MTs Al-Iryad Tengaran Tahun 2014 Lulus MA Daar El-Qolam Tanggerang Tahun 2014-Sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin 40 Lampiran 2 . Lembar pengantar penelitian (diisi oleh peneliti) Tanggal :................................................................................................... PENGANTAR Nama saya Muhammad Fikri Hadju, mahasiswa semester VI Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, sedang melakukan penelitian tentangFaktor Kepatuhan Remaja terhadap Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Wilayah Kecamatan Bulukumpa. Respon yang anda berikan dalam kuisioner ini akan kami rahasiakan. Data pribadi yang tercantum disebarluaskan secara umum. Dengan demikian, identitas anda akan terjamin sesuai dengan pernyataan ketersediaan yang anda isi. Kami meminta bantuan anda untuk mengisi kuisioner ini dengan sejujur-jujurnya, untuk kesesuaian hasil penelitian dengan data yang ada. Terima kasih atas perhatian dan partisipasi anda. Bulukumba, Agustus 2017 Peneliti, Muhammad Fikri Hadju 41 Lampiran 3 . Lembar kuesioner penelitian No responden : KUESIONER PENELITIAN Latar Belakang Perilaku Merokok, Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok, Pengetahuan Tentang Peraturan Kawasan Tanpa Rokok, dan Kepatuhan Remaja Terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah I. Karakteristik 1. Nama : 2. Umur : th 3. Alamat : 4. Nama Sekolah : II. Latar Belakang Perilaku Merokok 1. Apakah anda merokok? a. Ya b. Tidak 2. Apakah anda menghabiskan >1 bungkus rokok setiap hari ? a. Ya b. Tidak 3. Apakah alasan anda merokok karena terpengaruh orang lain ? a. Ya b. Tidak 4. Apakah anda merokok pada pertama kali bersama teman-teman ? a. Ya b. Tidak 5. Apakah orang tua anda merokok ? a. Ya b. Tidak 6. Apakah orang-orang di sekitar lingkungan anda juga merupakan perokok ? a. Ya b. Tidak 7. Apakah iklan rokok yang menarik dapat membuat anda ingin mencoba produk tersebut ? a. Ya b. Tidak 8. Apakah iklan rokok yang menarik dapat membuat anda ingin mencoba produk tersebut ? a. Ya b. Tidak 9. Apakah menurut anda, merokok merupakan lambang kejantanan seorang pria? 42 a. Ya b. Tidak III. Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok 1. Apakah anda mengetahui bahaya dari kandungan rokok ? a. Ya b. Tidak 2. Selain tar dan nikotin, apakah anda mengetahui kandungan berbahaya lainnya didalam rokok ? a. Tahu b. Tidak tahu 3. Apakah kandungan seperti gas CO, aceton, arsenic, methanol, dll juga terdapat didalam sebatang rokok ? a. Ya b. Tidak 4. Apakah anda mengetahui efek dari zat berbahaya didalam rokok tersebut dapat mengakibatkan bahaya pada tubuh ? a. Tahu b. Tidak tahu 5. Apakah anda mengetahui rokok dapat membahayakan kesehatan paru- paru? a. Tahu b. Tidak tahu 6. Apakah anda mengetahui rokok dapat membahayakan kesehatan organ lain selain paru-paru ? a. Tahu b. Tidak tahu 7. Menurut anda, apakah organ seperti : ginjal, pankreas, kantung kemih, dan leher rahim dapat juga terganggu akibat rokok ? a. Ya b. Tidak 8. Dari pengetahuan mengenai bahaya rokok yang anda ketahui, menurut anda apakah rokok juga dapat menyebabkan gangguan kehamilan pada wanita ? a. Ya b. Tidak 9. Apakah rokok dapat mengganggu kesehatan tulang dan darah ? a. Ya b. Tidak 43 IV. Pengetahuan Tentang Peraturan Kawasan Tanpa Rokok 1. Apakah anda mengetahui mengenai Kawasan Tanpa Rokok ? a. Tahu b. Tidak Tahu 2. Apakah anda mengetahui bahwa pemerintah telah mengeluarkan peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok melalui Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No.188/MENKES/PB/I/2011 No. 7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok ? a. Tahu b. Tidak tahu 3. Apakah anda mengetahui bahwa bupati juga mengeluarkan peraturan Kawasan Tanpa Rokok melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR)? a. Tahu b. Tidak tahu 4. Apakah anda mengetahui bahwa tempat belajar mengajar merupakan Kawasan Tanpa Rokok ? a. Tahu b. Tidak tahu 5. Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di tempat-tempat umum? a. Tahu b. Tidak tahu 6. Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di tempat kerja? a. Tahu b. Tidak tahu 7. Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di tempat ibadah? a. Tahu b. Tidak tahu 8. Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di fasilitas kesehatan? a. Tahu b. Tidak tahu 9. Apakah anda mengetahui mengenai sanksi yang diberikan pemerintah pada pelanggar peraturan Kawasan Tanpa Rokok ? a. Tahu b. Tidak tahu 10. Apakah anda mengetahui bahwa pemerintah bulukumba akan memberikan denda maksimal Rp. 100.000,- pada pelanggar Kawasan Tanpa Rokok ? a. Ya b. Tidak tahu 44 V. Kepatuhan Terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok 1. Apakah anda merokok di sekolah? A. Ya B. Tidak 2. Jika Ya, Apakah anda merokok di Tempat khusus merokok? A. Ya B. Tidak 3. Apakah anda ditegur ketika merokok di sekolah? A. Ya B. Tidak 4. Jika anda tidak merokok di sekolah, sebutkan alasanya : A. Ada Sanksi B. Etika C. Kesadaran Pribadi D. Lainya (sebutkan): … 45 Form Observasi Tersedianya sarana dan prasarana sebagai Penunjang Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah No. Kuisioner Tgl berkunjung Hasil Observasi :[ ] : : 1. Tersedia Jam 2. Tidak Tersedia A. Informasi Umum 1. Nama Sekolah : 2. Alamat : 3. Desa : 4. Kecamatan : 5. Kabupaten : B. Indikator 1. Ada tanda kawasan tanpa rokok disekitar sekolah berupa spanduk A. Ada B. Tidak 2. Ada tanda dilarang merokok berupa poster atau pamflet A. Ada B. Tidak 3. Ada tempat khusus merokok di sekitar sekolah A. Ada B. Tidak 46 KUISIONER PENELITIAN Perilaku Merokok dan Sikap oleh Guru dan Penanggung Jawab terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok A. Karakterisrtik 1. Nama : 2. Umur : th 3. Jenis Kelamin : 4. Pendidikan : 5. Nama Sekolah : 6. Jabatan B. Perilaku Merokok 1. Apakah anda merokok? A. Ya B. Tidak 2. Bila Ya, apakah anda merokok di sekolah? A. Ya B. Tidak 3. Apakah anda merokok di tempat khusus merokok? A. Ya B. Tidak C. Sikap 1. Asap rokok tidak hanya berdampak pada perokok tetapi pada orang disekitarnya A. Setujur B. Tidak setuju 2. Kegiatan merokok di dalam ruangan di tempat apapun harus dilarang A. Setuju B. Tidak Setuju 3. Perda KTR pada sekolah dibuat bukan untuk melarang orang merokok tetapi untuk mengatur A.Setuju B. Tidak Setuju 4. Penerapan Perda KTR pada sekolah merupakan tanggung jawab guru/Kepala sekolah A. Setuju B. Tidak Setuju 47 Lampiran 4. Lembaran skoring kuesioner I. Perilaku Merokok dan Latar Belakang Perilaku merokok No 1 Pertanyaan Apakah anda merokok? Ya Tidak Apakah anda menghabiskan >1 bungkus rokok setiap hari ? 2 Ya Tidak Apakah alasan anda merokok karena terpengaruh orang lain? 3 Ya Tidak Apakah anda merokok pada pertama kali bersama teman4 teman? Ya Tidak Apakah orang tua anda merokok ? 5 Ya Tidak Apakah orang-orang di sekitar lingkungan anda juga 6 merupakan perokok ? Ya Tidak Apakah iklan rokok yang menarik dapat membuat anda ingin 7 mencoba produk tersebut ? Ya Tidak Apakah iklan rokok yang menarik dapat membuat anda ingin 8 mencoba produk tersebut ? Ya Tidak Apakah menurut anda, merokok merupakan lambang 9 kejantanan seorang pria? Ya Tidak *7-10 : Perilaku merokok dipengaruhi oleh lingkungan 11-14 : Perilaku merokok tidak dipengaruhi ole ingkungan 48 Skor Tidak Diberi Skor 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 II. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 *9-15 Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pertanyaan Apakah anda mengetahui bahaya dari kandungan rokok ? Ya Tidak Selain tar dan nikotin, apakah anda mengetahui kandungan berbahaya lainnya didalam rokok ? Ya Tidak Apakah kandungan seperti gas CO, aceton, arsenic, methanol, dll juga terdapat didalam sebatang rokok ? Ya Tidak Apakah anda mengetahui efek dari zat berbahaya didalam rokok tersebut dapat mengakibatkan bahaya pada tubuh ? Ya Tidak Apakah anda mengetahui rokok dapat membahayakan kesehatan paru- paru? Ya Tidak Apakah anda mengetahui rokok dapat membahayakan kesehatan organ lain selain paru-paru ? Ya Tidak Menurut anda, apakah organ seperti : ginjal, pankreas, kantung kemih, dan leher rahim dapat juga terganggu akibat rokok ? Ya Tidak Dari pengetahuan mengenai bahaya rokok yang anda ketahui, menurut anda apakah rokok juga dapat menyebabkan gangguan kehamilan pada wanita ? Ya Tidak Apakah rokok dapat mengganggu kesehatan tulang dan darah ? Ya Tidak : Tidak mengetahui bahaya kandungan merokok 16-18 : mengetahui bahaya kandungan merokok 49 Skor 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 III. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengetahuan Tentang Peraturan KTR Pertanyaan Apakah anda mengetahui mengenai Kawasan Tanpa Rokok ? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa pemerintah telah mengeluarkan peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok melalui Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No.188/MENKES/PB/I/2011 No. 7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok ? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa bupati juga mengeluarkan peraturan Kawasan Tanpa Rokok melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR)? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa tempat belajar mengajar merupakan Kawasan Tanpa Rokok ? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di tempat-tempat umum? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di tempat kerja? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di tempat ibadah? Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok juga berlaku di fasilitas kesehatan? Ya Tidak Apakah anda mengetahui mengenai sanksi yang diberikan pemerintah pada pelanggar peraturan Kawasan Tanpa Rokok ? 50 Skor 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Ya Tidak Apakah anda mengetahui bahwa pemerintah bulukumba 10 akan memberikan denda maksimal Rp. 100.000,- pada pelanggar Kawasan Tanpa Rokok ? Ya Tidak *10-15 : Tidak mengetahui tentang Peraturan KTR 16-20 : mengetahui tentang peraturan KTR 51 1 2 1 Lampiran 5. Hasil Data No. Umur Sekolah Kelas Konsumsi Rokok Kepatuhan Teguran Sarana Prasarana Perilaku PJ Sikap PJ 1 17 SMAN 14 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 2 17 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 3 17 SMAN 14 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 4 17 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 5 17 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 6 17 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 7 17 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 8 17 SMAN 14 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 9 17 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 10 18 SMAN 14 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 11 17 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 12 16 SMAN 14 Bulukumba 11 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 13 16 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 14 17 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 15 17 SMAN 14 Bulukumba 11 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 16 17 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 17 17 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 18 16 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 19 16 SMAN 14 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 20 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 21 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 22 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 23 16 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 24 17 SMKN 8 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 25 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 26 17 SMKN 8 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 27 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 28 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 29 18 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 30 18 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 31 18 SMKN 8 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 32 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 33 17 SMKN 8 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 34 16 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 35 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 36 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 37 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 38 17 SMKN 8 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 39 17 MAN 1 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 40 17 MAN 1 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 41 19 SMKN 11 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 52 42 17 MAN 1 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 43 17 MAN 1 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 44 18 MAN 1 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 45 17 MAN 1 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 46 16 MAN 1 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 47 18 MAN 1 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 48 16 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 49 16 SMAN 2 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 50 17 SMAN 2 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 51 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 52 18 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 53 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 54 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 55 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 56 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 57 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 58 16 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 59 17 SMAN 2 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tersedia Baik Baik 60 18 SMAN 2 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 61 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 62 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 63 17 SMAN 2 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 64 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 65 16 SMAN 2 Bulukumba 10 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 66 16 SMAN 2 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 67 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tersedia Baik Baik 68 18 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tersedia Baik Baik 69 17 SMAN 2 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 70 17 MA Darul Qalam 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 71 16 MA Darul Qalam 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 72 17 MA Darul Qalam 11 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 73 17 MA Darul Qalam 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 74 20 MA Darul Qalam 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 75 17 MA Darul Qalam 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 76 21 MA Darul Qalam 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 77 17 MA Darul Qalam 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 78 15 MA Darul Qalam 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 79 17 MA Darul Qalam 11 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Kurang 80 16 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 81 17 SMKN 11 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 82 19 SMKN 11 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 83 18 SMKN 11 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 84 16 SMKN 11 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 53 85 16 SMKN 11 Bulukumba 12 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 86 15 SMKN 11 Bulukumba 11 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 87 16 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 88 15 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 89 16 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 90 16 SMKN 11 Bulukumba 10 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 91 17 SMKN 11 Bulukumba 10 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 92 16 SMKN 11 Bulukumba 10 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 93 15 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 94 17 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 95 18 SMKN 11 Bulukumba 12 >1 bungkus rokok setiap hari Tidak Patuh Tidak Tidak Tersedia Baik Baik 96 15 SMKN 11 Bulukumba 10 <1 bungkus rokok Tidak Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 97 16 SMKN 11 Bulukumba 10 >1 bungkus rokok setiap hari Patuh Ya Tidak Tersedia Baik Baik 54 Latar Belakang Perilaku Merokok No P1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 P2 2 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 P3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 P4 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 P5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 55 P6 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 P7 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 Total 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 11 11 11 9 11 14 9 9 13 11 11 9 8 7 10 12 12 8 9 9 9 11 11 11 12 11 11 11 12 11 10 12 13 10 8 9 9 12 9 9 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 2 2 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 56 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 11 13 11 13 11 7 13 10 11 14 10 11 13 11 14 12 10 8 8 9 10 9 12 11 9 10 11 11 10 11 11 12 10 11 10 10 10 10 10 11 9 10 11 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 57 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 12 10 11 13 10 10 13 7 9 10 11 11 10 9 Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 P1 P2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 P3 1 1 2 2 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 P4 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 P5 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 1 2 1 2 2 P6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 58 P7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 P8 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 P9 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2 Total 16 14 17 18 16 17 17 14 15 13 17 18 16 18 18 18 18 17 15 16 11 12 12 12 10 12 10 9 12 10 16 13 16 15 15 14 14 14 16 16 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 59 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 1 2 16 12 18 18 14 10 17 17 17 15 18 17 13 17 16 17 15 10 18 17 14 12 15 16 15 17 16 16 15 14 17 16 17 11 15 15 16 18 14 16 18 15 18 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 60 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 2 17 13 16 12 14 17 17 18 11 16 18 13 17 13 Pengetahuan Tentang Kawasan Tanpa Rokok No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 P1 P2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 P3 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 P4 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 P5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 P6 1 2 1 2 2 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 61 P7 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 P8 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 P9 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 P10 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Total 19 16 19 15 19 13 15 18 19 14 15 20 17 16 11 18 18 19 15 17 14 16 16 16 15 16 20 18 16 18 13 14 19 17 16 13 13 16 12 12 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 62 1 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 14 13 20 18 13 11 17 16 20 13 17 15 18 11 13 12 12 15 16 16 17 13 16 18 13 14 15 18 11 12 17 18 17 10 18 16 18 17 19 13 20 16 20 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 63 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 20 16 15 17 15 16 15 20 18 15 19 12 20 16 Lampiran 6. Analisis Data Test Validitas dan Realibitas Kuisioner Latar Belakang Perilaku Merokok Correlations v1_nomor1 v1_nomor1 v1_nomor2 v1_nomor3 v1_nomor4 v1_nomor5 v1_nomor6 v1_nomor7 totalskor 1 ** .042 -.068 .102 .357 -.089 .522* .001 .862 .776 .669 .122 .709 .018 20 20 20 20 20 20 20 20 .667** 1 -.042 .068 .153 .408 .089 .612** .862 .776 .519 .074 .709 .004 Pearson Correlation .667 Sig. (2-tailed) N v1_nomor2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .001 N v1_nomor3 20 20 20 20 20 20 20 20 Pearson Correlation .042 -.042 1 .408 .153 -.102 .312 .442 Sig. (2-tailed) .862 .862 .074 .519 .669 .181 .051 20 20 20 20 20 20 20 20 -.068 .068 .408 1 .167 .167 .218 .389 .776 .776 .074 .482 .482 .355 .090 20 20 20 20 20 20 20 20 Pearson Correlation .102 .153 .153 .167 1 .688** .491* .667** Sig. (2-tailed) .669 .519 .519 .482 .001 .028 .001 20 20 20 20 20 20 20 20 Pearson Correlation .357 .408 -.102 .167 .688** 1 .491* .667** Sig. (2-tailed) .122 .074 .669 .482 .001 .028 .001 20 20 20 20 20 20 20 20 * * 1 .570** N v1_nomor4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N v1_nomor5 N v1_nomor6 N v1_nomor7 Pearson Correlation -.089 .089 .312 .218 .491 .709 .709 .181 .355 .028 .028 20 20 20 20 20 20 20 20 * ** .442 .389 ** ** ** 1 Sig. (2-tailed) N totalskor .522 Sig. (2-tailed) .018 .004 .051 .090 .001 .001 .009 20 20 20 20 20 20 20 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 20 100.0 0 .0 20 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 64 .667 .667 .009 Pearson Correlation N .612 .491 .570 20 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .656 7 65 Test Validitas dan Realiblitas Kuisioner Pengetahuan Tentang Bahaya Kandungan Rokok Correlations v2nomor1 Pearson v2nomor v2nomor v2nomor v2nomor v2nomor v2nomor v2nomor v2nomor v2nomor totalskorv 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2 .538* .385 .601** .341 .664** .560* .105 .664** .715** .014 .094 .005 .142 .001 .010 .660 .001 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .538* 1 .685** .664** .538* .601** .319 .245 .601** .748** .001 .001 .014 .005 .171 .299 .005 .000 1 Correlatio n Sig. (2tailed) N v2nomor2 Pearson Correlatio n Sig. (2- .014 tailed) N v2nomor3 Pearson 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .385 .685** 1 .533* .385 .492* .599** .272 .698** .760** .094 .001 .015 .094 .027 .005 .246 .001 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 ** ** * 1 ** ** .390 .369 ** .873** .000 .000 .089 .110 .000 .000 20 20 20 20 20 20 1 ** .341 .454 * ** .748** .001 .142 .044 .001 .000 Correlatio n Sig. (2tailed) N v2nomor4 Pearson .601 .664 .533 .811 .818 .818 Correlatio n Sig. (2- .005 .001 .015 20 20 20 20 .341 .538 * .385 ** .142 .014 .094 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .664** .601** .492* .818** .664** 1 .453* .302 .798** .841** .001 .005 .027 .000 .001 .045 .196 .000 .000 tailed) N v2nomor5 Pearson .811 .664 .664 Correlatio n Sig. (2tailed) N v2nomor6 Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) 66 N v2nomor7 20 20 20 .390 .341 .453 * .005 .089 .142 .045 20 20 20 20 20 .105 .245 .272 .369 .454* .660 .299 .246 .110 20 20 20 .664** .601** .001 Pearson 20 20 * .319 ** 20 20 20 20 1 * ** .715** .010 .171 .044 .001 .000 20 20 20 20 20 .302 .454* 1 .302 .465* .044 .196 .044 .196 .039 20 20 20 20 20 20 20 .698** .818** .664** .798** .664** .302 1 .935** .005 .001 .000 .001 .000 .001 .196 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 ** ** ** ** ** ** ** * ** 1 .560 .599 20 .454 .664 Correlatio n Sig. (2tailed) N v2nomor8 Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N v2nomor9 Pearson Correlatio n Sig. (2- .000 tailed) N totalskorv Pearson .715 2 Correlatio .748 .760 .873 .748 .841 .715 .465 .935 n Sig. (2- .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .039 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 20 tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Case Processing Summary N Cases Valid Excluded a Total % 20 100.0 0 .0 20 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .912 9 67 20 Test Validitas dan Realibitias Kuisioner Pengetahuan Tentang Kawasan Tanpa Rokok Correlations v3nomor1 Pearson v3nomor1 v3nomor2 v3nomor3 v3nomor4 v3nomor5 v3nomor6 v3nomor7 v3nomor8 v3nomor9 v3nomor10 1 .408 .105 .250 .140 .459 * .250 ** .250 .327 .074 .660 .288 .556 .042 .288 .001 .288 .159 .001 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .408 1 .471 * .272 -.229 .187 -.068 .272 .102 .134 .525 .036 .246 .332 .429 .776 .246 .669 .574 .017 20 .667 totalskorv3 .679 ** Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor2 Pearson * Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor3 Pearson .074 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .105 .471 * 1 -.105 .308 .168 -.105 -.105 .419 .435 .660 .036 .660 .186 .478 .660 .660 .066 .055 .009 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .327 ** -.111 .444 * -.250 -.145 .332 .160 .001 .641 .050 .288 .541 .153 20 20 20 20 20 20 20 1 * .327 .327 .210 .275 .520 .013 .160 .160 .374 .241 .019 20 20 20 20 20 20 20 * 1 -.076 ** .115 .150 .749 .001 .630 .527 .004 .567 ** Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor4 Pearson 20 .250 .272 -.105 .288 .246 .660 20 20 20 1 .688 Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor5 Pearson 20 .546 * .140 -.229 .308 .327 .556 .332 .186 .160 20 20 20 20 * .187 .168 .042 .429 .478 .001 .013 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 .250 -.068 -.105 -.111 .327 -.076 1 .444 * .167 .218 .332 .288 .776 .660 .641 .160 .749 .050 .482 .355 .153 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 * .327 ** * 1 .167 .218 .482 .355 .002 20 20 20 Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor6 Pearson .459 .688 ** .546 .688 .618 ** Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor8 Pearson ** .272 -.105 .444 .001 .246 .660 .050 .160 .001 .050 20 20 20 20 20 20 20 .667 .688 .444 .655 ** Correlation Sig. (2-tailed) N 68 20 v3nomor9 Pearson .250 .102 .419 -.250 .210 .115 .167 .167 1 .288 .669 .066 .288 .374 .630 .482 .482 20 20 20 20 20 20 20 20 .327 .134 .435 -.145 .275 .150 .218 .218 .159 .574 .055 .541 .241 .527 .355 .355 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 20 ** .332 .520 ** .332 .764 ** .594 ** Correlation Sig. (2-tailed) N v3nomor10 Pearson .000 .006 20 20 20 ** 1 .764 .672 ** Correlation Sig. (2-tailed) N totalskorv3 Pearson .679 ** .525 * .567 * .618 .655 ** .594 ** .001 20 20 ** 1 .672 Correlation Sig. (2-tailed) .001 .017 .009 .153 .019 .004 .153 .002 .006 .001 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Case Processing Summary N Cases Valid Excluded a Total % 20 100.0 0 .0 20 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .734 10 69 20 Deskripsi dan Normalitas Data Descriptives totalskor Statistic Std. Error Mean 10.52 .157 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 10.20 Upper Bound 10.83 5% Trimmed Mean 10.52 Median 11.00 Variance 2.377 Std. Deviation 1.542 Minimum 7 Maximum 14 Range 7 Interquartile Range 2 Skewness Kurtosis totalskorv2 Mean .040 .245 -.061 .485 15.12 .241 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 14.64 Upper Bound 15.60 5% Trimmed Mean 15.26 Median 16.00 Variance 5.651 Std. Deviation 2.377 Minimum 9 Maximum 18 Range 9 Interquartile Range 3 Skewness -.739 .245 Kurtosis -.356 .485 15.91 .262 totalskorv3 Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 15.39 Upper Bound 16.43 5% Trimmed Mean 15.96 Median 16.00 Variance 6.668 Std. Deviation 2.582 Minimum 10 Maximum 20 70 Range 10 Interquartile Range 4 Skewness -.225 .245 Kurtosis -.773 .485 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df a Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. totalskor .160 97 .000 .955 97 .002 totalskorv2 .180 97 .000 .909 97 .000 totalskorv3 .112 97 .004 .959 97 .004 a. Lilliefors Significance Correction Latar Belakang Perilaku Merokok * Kepatuhan Terhadap KTR Crosstabulation Kepatuhan Terhadap KTR Patuh Latar Belakang Perilaku Dipengaruhi Lingkungan Merokok Count % within Latar Belakang Tidak Patuh Total 24 22 46 52.2% 47.8% 100.0% 44.4% 51.2% 47.4% 24.7% 22.7% 47.4% 30 21 51 58.8% 41.2% 100.0% 55.6% 48.8% 52.6% 30.9% 21.6% 52.6% 54 43 97 55.7% 44.3% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% Perilaku Merokok % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Tidak Dipengaruhi Count Lingkungan % within Latar Belakang Perilaku Merokok % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Total Count % within Latar Belakang Perilaku Merokok % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total 71 Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Exact Sig. (2- Exact Sig. (1- sided) sided) sided) df a 1 .510 .206 1 .650 .433 1 .510 .433 b Asymp. Sig. (2- Fisher's Exact Test .545 N of Valid Cases .325 97 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 20.39. b. Computed only for a 2x2 table Pengetahuan Bahaya Kandungan Rokok * Kepatuhan Terhadap KTR Crosstabulation Kepatuhan Terhadap KTR Patuh Pengetahuan Bahaya Tahu Kandungan Rokok Count % within Pengetahuan Tidak Patuh Total 25 27 52 48.1% 51.9% 100.0% 46.3% 62.8% 53.6% 25.8% 27.8% 53.6% 29 16 45 64.4% 35.6% 100.0% 53.7% 37.2% 46.4% 29.9% 16.5% 46.4% 54 43 97 55.7% 44.3% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% Bahaya Kandungan Rokok % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Tidak Tahu Count % within Pengetahuan Bahaya Kandungan Rokok % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Total Count % within Pengetahuan Bahaya Kandungan Rokok % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Chi-Square Tests 72 Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Exact Sig. (2- Exact Sig. (1- sided) sided) sided) df a 1 .106 1.997 1 .158 2.636 1 .104 2.619 b Asymp. Sig. (2- Fisher's Exact Test .151 N of Valid Cases .079 97 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 19.95. b. Computed only for a 2x2 table Pengetahuan tentang KTR * Kepatuhan Terhadap KTR Crosstabulation Kepatuhan Terhadap KTR Patuh ;Pengetahuan tentang KTR Tahu Count Tidak Patuh Total 35 23 58 60.3% 39.7% 100.0% 64.8% 53.5% 59.8% 36.1% 23.7% 59.8% 19 20 39 48.7% 51.3% 100.0% 35.2% 46.5% 40.2% 19.6% 20.6% 40.2% 54 43 97 55.7% 44.3% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% % within ;Pengetahuan tentang KTR % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Tidak Tahu Count % within ;Pengetahuan tentang KTR % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Total Count % within ;Pengetahuan tentang KTR % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Exact Sig. (2- Exact Sig. (1- sided) sided) sided) a 1 .258 .850 1 .357 1.277 b df Asymp. Sig. (2- 73 Likelihood Ratio 1.276 1 .259 Fisher's Exact Test .301 N of Valid Cases .178 97 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 17.29. b. Computed only for a 2x2 table Tersedianya sarana dan prasarana KTR * Kepatuhan Terhadap KTR Crosstabulation Kepatuhan Terhadap KTR Patuh tersedianya sarana dan Tidak Tersedia Count prasarana KTR Tidak Patuh Total 45 24 69 65.2% 34.8% 100.0% 83.3% 55.8% 71.1% 46.4% 24.7% 71.1% 9 19 28 32.1% 67.9% 100.0% 16.7% 44.2% 28.9% 9.3% 19.6% 28.9% 54 43 97 55.7% 44.3% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% % within tersedianya sarana dan prasarana KTR % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Tersedia Count % within tersedianya sarana dan prasarana KTR % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Total Count % within tersedianya sarana dan prasarana KTR % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio df Exact Sig. (1- sided) sided) sided) 1 .003 7.539 1 .006 8.895 1 .003 Fisher's Exact Test N of Valid Cases Exact Sig. (2- a 8.829 b Asymp. Sig. (2- .004 97 74 .003 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12.41. b. Computed only for a 2x2 table Perilaku PJ * Kepatuhan Terhadap KTR Crosstabulation Kepatuhan Terhadap KTR Patuh perilakuPJ Baik Count Tidak Patuh Total 54 43 97 % within perilakuPJ 55.7% 44.3% 100.0% % within Kepatuhan 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% 54 43 97 % within perilakuPJ 55.7% 44.3% 100.0% % within Kepatuhan 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% Terhadap KTR % of Total Total Count Terhadap KTR % of Total Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square N of Valid Cases . a 97 a. No statistics are computed because perilakuPJ is a constant. 75 Sikap PJ * Kepatuhan Terhadap KTR Crosstabulation Kepatuhan Terhadap KTR Patuh Sikap PJ Kurang Count Tidak Patuh Total 7 4 11 % within SikapPJ 63.6% 36.4% 100.0% % within Kepatuhan 13.0% 9.3% 11.3% 7.2% 4.1% 11.3% 47 39 86 % within SikapPJ 54.7% 45.3% 100.0% % within Kepatuhan 87.0% 90.7% 88.7% 48.5% 40.2% 88.7% 54 43 97 55.7% 44.3% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 55.7% 44.3% 100.0% Terhadap KTR % of Total Baik Count Terhadap KTR % of Total Total Count % within SikapPJ % within Kepatuhan Terhadap KTR % of Total Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction df Likelihood Ratio Exact Sig. (1- sided) sided) sided) 1 .572 .059 1 .808 .324 1 .569 Fisher's Exact Test N of Valid Cases Exact Sig. (2- a .319 b Asymp. Sig. (2- .750 97 a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 4.88. b. Computed only for a 2x2 table 76 .408