Uploaded by widya10

(047) NI PUTU EKA DHIANA PRATIWI (1)

advertisement
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN FRAKTUR FIBULA 1/3 DISTAL DEXTRA
OLEH :
NI PUTU EKA DHIANA PRATIWI
P07120219047
2A / S.Tr KEPERAWATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2020/2021
ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA PASIEN “Ny. WIP”
DENGAN DIAGNOSA FRAKTUR FIBULA DEXTRA
DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT ABDI MEDIKA
TANGGAL 06-08 AGUSTUS 2020
KASUS
Pasien diantar oleh keluarganya ke RS Abdi Medika pada tanggal 6 Agustus
2020 pada pukul 16.00 WITA.Pasien diterima dan mendapat penanganan utama di
UGD RS Abdi Medika dengan keluhan pasien mengalami nyeri,bengkak pada kaki
kanannya. Pasien mengatakan nyeri timbul saat bergerak maupun tidak. Nyeri
timbul di bagian kaki kanan dengan sensasi terbakar atau seperti ditusuk-tusuk dan
tertimpa beban berat. Nyeri yang terasa berkisar 7(0-10). Pasien mendapatkan
tindakan pemasangan infus pada tangan kiri dan pemasangan gift dan obat pereda
nyeri.Kemudian pada tanggal 7 Agustus 2020 pukul 09.00 WITA pasien
dipindahkan ke ruang Melati untuk mendapatkan terapi selanjutnya.
I.
PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2020 pukul 11.00 wita di Ruang
Melati RS Abdi Medika dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan
catatan medis pasien.
1. Identitas
Pasien
Nama
: “Ny.WIP”
Umur
: 50 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Agama
: Hindu
Suku/bangsa
: Indonesia
Status perkawinan
: Menikah
Pendidikan
: S1
Pekerjaan
: Pensiunan PNS
Alamat
: Jalan Siulan, Badung
No RM
Tanggal MRS
Diagnosa Medis
421998
: 07 Agustus 2020
: Close Fraktur Fibula 1/3 distal dextra
Penanggung Jawab
Nama
: “Tn. WD”
Umur
: 38 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Pekerjaan
: Swasta
Hubungan dengan pasien : Anak kandung
2. Alasan Masuk Rumah sakit
1) Keluhan Utama.
Pasien mengeluh nyeri pada kaki kanannya, bengkak dan tidak dapat
digerakkan setelah jatuh saat menuruni tangga.
3. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Alergi
Pasein mengatakan tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan atau
obat-obatan
2) Riwayat Kesehatan Keluarga
Anggota keluarga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit seperti pasien
3) Riwayat Penyakit terdahulu
Klien mengatakan bahwa baru pertama kali klien mengalami kecelakaan
yang mengakibatkan fraktur. Sebelumnya pasien tidak pernah dirawat di
Rumah Sakit
4. Pola Kesehatan Fungsional Gordon
a) Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien mengatakan peduli dan sadar akan kesehatan dirinya sendiri dan segera
pergi memeriksakan dirinya kerumah sakit jika merasa gejala-gejala aneh.
b) Pola Nutrisi – Metabolik
Pasien mengatakan keadaan sakit saat ini tidak mempengaruhi pola makan dan
minum pasien
c) Pola Eliminasi
Pasien mengatakan BAB sekali dalam sehari biasanya pada pagi hari,
konsistensi lunak, bau khas dan warna kuning kecoklatan sedangkan BAK 3-4
kali dengan warna,bau yang khas. Namun agak susah karena pergerakan
terbatas dan nyeri
d) Pola Aktivitas – Latihan
Pasien mengatakan sulit beraktivitas seperti biasanya, berpindah dari berdiri
keduduk dan membolak balik posisi sehingga dibantu oleh keluarga
e) Pola Istirahat – Tidur
Pasien mengatakan tidak memiliki masalah tidur, namun kadang terganggu
karena nyeri yang dirasakan. Pasien tiap harinya tidur 5-7 jam.
f) Pola Kognitif – Persepsi
pasien mengatakan tidak mengalami keluhan dengan kemampuan sesasi, baik
penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, pengecap. Pasien tidak
memakai kaca mata atau alat bantú dengar.
g) Pola Persepsi Diri – Konsep Diri
pasien mengatakan sakit yang dirasakan adalah sebuah ujian dalam hidupnya
dan berharap setelah menjalani perawatan dapat pulih dan beraktivitas seperti
biasa.
h) Pola Peran – Hubungan
pasien mengatakan hubungannya dengan keluarga baik dan harmonis dan
pasien mendapat dukungan dari keluarga dalam proses pengobatan
i) Pola Seksual – Reproduksi
pasien tidak mengalami gangguan daam masalah seksual
j) Pola Koping – Toleransi Stress
pasien mengatakan selalu mengambil keputusan dengan berdiskusi bersama
keluarga tentang masalah yang dihadapi dan selalu bererita tentang
keadaannya
k) Pola Nilai Keperayaan
pasien mengatakan sudah melaksanakan ibadah sesuai dengan keperayaan
yang dianutnya serta menjalani pengobatan dengan baik bertentangan dengan
nilai atau budaya yang dianut
5. Pengkajian Fisik
a. Keadaan Umum
1) Kesan umum
: lemah
2) Bentuk tubuh
: Kurus
3) Warna Kulit
: Sawo matang
4) TB/BB
: 165/60
5) Risiko jatuh
8
b. Tanda – Tanda Vital dan Pemeriksaan Nyeri :
1) Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
2) Suhu
: 37 oC
3) Nadi
: 94x/menit
4) Respirasi
: 20x/menit
5) P (Paliatif)
: ketika digerakkan dan tidak digerakkan
6) Q (Quality)
: ditusuk – tusuk
7) R (Regio)
: nyeri pada kaki (betis) bagian kanan
8) S (Skala/Saerity) : skala nyeri 7
9) T(time)
: hilang timbul
c. Keadaan Fisik
a) Kepala
1) Inspeksi :
a. bentuk simetris
b. rambut pendek
c. warna rambut hitam
d. distribusi rambut jarang
e. kulit kepala bersih
2) Palpasi :
a. Tidak ada massa
b. Tidak ada pembengkakan
c. Tidak ada bejolan
d. Tidak ada nyeri tekan
b) Mata
1) Inspeksi :
a. Mata nampak sembab
b. bentuk mata cekung
c. refleks mata baik
d. pupil ishokor
e. lapang pandang baik
f. konjungtiva merah muda.
2) Palpasi :
a. mata teraba keras
b. tidak ada nyeri tekan.
c) Hidung
1) Inspeksi :
a. bentuk simetris
b. tidak ada sekret
c. tidak ada nafas cuping hidung
2) Palpasi :
a. Tidakada pembengkakan
b. Tidak ada nyeri tekan
3) Pemeriksaan
Hasil Pemeriksaan nervus I ( Olfaktoris) tidak ada kelainan.
d) Telinga
1) Inspeksi :
a. bentuk simetris
b. tidak ada sekret
c. pendengaran baik
d. tidak ada lesi
2) Palpasi :
a. Tidak ada nyeri tekan
b. Tidak ada massa
3) Pemeriksaan
a. Hasil Pemeriksaan tes nervus VIII (Acustikus), klien dapat
mendengar bisikan.
b. Dapat Mendengarkan garpu tala (Tes Rinne,Weber)
e)
Mulut & gigi
1) Inspeksi :
a. mukosa bibir lembab
b. keadaan gigi bersih dan lengkap
c. lidah simetris
d. warna lidah merah muda
e. tidak ada lesi
2) Palpasi :
a. Tidak ada nyeri tekan
b. Tidak ada massa
c. Tidak ada pembengkakan
3) Pemeriksaan
Hasil Pemeriksaan nervus X ( VAGUS ) Ovula terangkat saat
mengatakan “Ah”.
f) Wajah
1) Inspeksi :
a. Wajah terlihat pucat dan lemas
b. bentuk simetris,
c. tidak ada lesi
2) Palpasi :
a. Tidak ada nyeri tekan
b. Tidak ada pembengkakan
c. Tidak ada massa
g) Leher
1) Inspeksi :
a. bentuk simetris
b. tidak ada nyeri tekan
c. tidak ada pembesaran kelejar tiroid
d. arteri karotis teraba
e. tidak ada pembesaran vena jugularis.
2) Palpasi :
a. Tidak ada nyeri tekan
b. arteri karotis teraba
c. tidak ada massa
d. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
e. tidak ada pembesaran kelenjar limfe
h) Thorax :
1) Inspeksi :
a. bentuk simetris
b. pergerakan dada simetris
2) Palpasi :
a. Tidak ada nyeri tekan
b. Tidak ada massa
c. vibrasi / getaran bicara terasa.
3) Perkusi :
a. bunyi ketukan terdengar dan terasa
4) Auskultasi :
a. Tidak terdengar sumbatan aliran udara
b. Suara nafas terdengar
c. Nafas teratur
i) Abdomen : bentuk normal, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi.
1) Inspeksi :
Bentuk normal,pergerakan baik
2) Auskltasi :
a. terdengar suara bising usus
b. suara pembuluh darah terdengar.
3) Perkusi :
a. bunyi ketukan terasa dan terdengar,
b. tidak ada gas dan tidak kembung
4) Palpasi :
a. Tidak ada masa
b. Tidak ada nyeri tekan
j) Ekstremitas
1) Atas : bentuk normal. Jari-jari lengkap, infuse dipasang pada tangan
sebelah kiri pasien. kekuatan otot pada tangan kanan ( 5,5,5) kekuatan
otot pada tangan kiri ( 5,5,5)
2) Bawah : bentuk normal, jari kaki lengkap, kaki
sebelah
kanan
terdapat fraktur, tidak terdapat lesi di sekitar fraktur. Refleks babinsky
positif kiri Refleks Chaddok positif kiri. kekuatan otot pada kaki
kanan ( 4,2,4 ). kekuatan otot pada kaki kiri ( 5,5,5)
k) Genetalia
Tidak terobservasi
II.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
a) ANALISIS DATA
Ruang
: Melati
Nama Pasien
: Ny. WIP
No. RM
NO
1
421998
DATA FOKUS
MASALAH
DS :
KEMUNGKINAN
PENYEBAB
Fraktur
 pasien
menyatakan
pasien
merasa tidak nyaman dengan
keadaannya
karena
nyeri
Nyeri
yang dirasakan pada kaki
kanannya, dengan skala nyeri
7 (0-10).
 Pasien
mengatakan
nyeri
timbul saat bergerak maupun
Sulit Menggerakkan
Ekstremintas
tidak.
 Pasien
mengatakan
nyeri
timbul di bagian kaki kanan
Nyeri Akut
dengan sensasi terbakar atau
seperti
ditusuk-tusuk
dan
Gangguan Mobilitas
Fisik
tertimpa beban berat.
DO :
 Wajah
pasien
tampak
meringis kesakitan
 TD
2
:120/80 mmHg
Suhu
: 37 oC
Nadi
: 94x/menit
RR
: 20x/menit
DS :
 Pasien
Gangguan
mengatakan
sulit
Mobilitas Fisik
untuk
melakukan
sendiri
seperti
toileting,
mobilitas
aktivitas
mandi,
berpakaian,
di
TT
maupun
berpindah.
DO :
 Pasien tampak dibantu dalam
melakukan aktivitas seperti
mandi, toileting, berpakaian,
mobilitas
berpindah.,
di
TT
dan
maupun
kesulitan
dalam merubah posisi ketika
tidur
b) DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen penedera fisik dibuktikan dengan
mengeluh nyeri, tampak menringis, frekuensi nadi meningkat
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal
dibuktikan dengan mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas, kekuatan otot
menurun, rentang gerak (ROM) menurun, nyeri saat bergerak dan gerakan
terbatas
III. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
a) INTERVENSI
NO
TUJUAN DAN KRITERIA
DX
HASIL
1
Setelah
dilakukan
asuhan
keperawatan 3x24 jam diharapkan
tingkat
nyeri
menurun
dengan
INTERVENSI
observasi :
1. Identifikasi
lokasi,
karakteristik,
durasi,
frekuensi, kualitas, intensitas nyeri
2. Identifikasi skala nyeri
kriteria hasil :
1. Keluhan nyeri menurun
2. Meringis menurun
terapeutik :
1. Berikan
3. Frekuensi nasi membaik
teknik
nonfarmakologis
untuk
mengurangi rasa nyeri
2. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa
nyeri
edukasi :
1. Jelaskan strategi meredakan nyeri
2. Anjurkan
teknik
nonfarmakologis
untuk
mengurangi rasa nyeri
2
Setelah
dilakukan
asuhan
observasi :
keperawatan 3x24 jam diharapkan
1. Identifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan
mobilitas fisik meningkat dengan
2. Monitor kondisi umum selama melakukan
mobilisasi
kriteria hasil :
1. Pergerakan
ekstremitas
1. Fasilitasi aktivitas mobilisasi dengan alat bantú
meningkat
2. Kekuatan otot meningkat
3. Rentang
terapeutik :
gerak
(ROM)
meningkat
4. Gerakan terbatas menurun
(pagar tempat tidur, krug)
2. Fasilitasi melakukan pergerakan
3. Libatkan keluarga untuk membantu pasien
dalam meningkatkan pergerakan
edukasi :
1. Anjurkan mobilisasi dini
2. Ajarkan
mobilisasi
sederhana
yang
harus
dilakukan (duduk ditempat tidur,duduk disisi
tempat tidur, pindah dari tempat tidur ke kursi)
IV.
IMPLEMENTASI
Ruang
: Melati
Nama Pasien
: Ny. WIP
No. RM
NO
1
421998
HARI/TGL/
NO
WAKTU
DX
Jumat, 7
1,2
IMPLEMENTASI
Suhu : 370 C
2020
Nadi : 94 x/mnt
12.00 wita
Respirasi : 20 x / mnt
13.00 wita
1
PARAF
Mengkaji TTV dan keadaan Tekanan darah : 120/80 mmhg
umum pasien
Agustus
EVALUASI
1. Identifikasi
lokasi, DS :
karakteristik, durasi,
1. Pasien
mengatakan
frekuensi, kualitas,
nyeri pada kaki sebelah
intensitas nyeri
kanan
2. Mengidentifikasi
2. Pasien
mengatakan
nyeri hilang timbul
skala nyeri
DO :
1. Pasien tampak meringis
14.00 wita
2
1. Mengidentifikasi
toleransi
fisik
DS :
1. Pasien mengatakan sulit
bergerak
melakukan
2. Pasien
pergerakan
tidak dapat melakukan
2. Memonitor kondisi
umum
aktivitas
selama
seperti
biasanya
melakukan
mobilisasi
mengatakan
DO :
1. Pasien tampak susah
bergerak
Sabtu, 8
1,2
Agustus
Mengkaji TTV dan keadaan TD :120/80 mmhg
Suhu : 36,60 C
umum pasien
2020
Nadi : 82 x/mnt
Respirasi : 20 x / mnt
08.00 wita
08.30 wita
1
1. Berikan
teknik
nonfarmakologis
DS :
1. Pasien
mengatakan
untuk mengurangi
masih
merasa
nyeri
rasa nyeri
pada kaki bagian kanan
2. Kontrol lingkungan
2. Pasien mengatakan rasa
yang memperberat
nyeri yang dirasakan
rasa nyeri
hilang timbul
DO :
1. Pasien
tampak
kooperatif
dalam
melakukan teknik untuk
mengurangi rasa nyeri
09.00 wita
2
1. Fasilitasi
mobilisasi
alat
aktivitas DS :
dengan
1. Pasien
(pagar
dalam
bantu
2. Pasien
masih
pergerakan
3. Libatkan
keluarga
untuk membantu
pasien
dalam
1. Jelaskan
mengatkan
sulit
untuk
DO :
1.
pergerakan
1
melakukan
bergerak
meningkatkan
11.00 wita
sulit
aktivitas
tempat tidur, krug)
2. Fasilitasi melakukan
masih
strategi DS :
Pasien
tampak
dalam bergerak.
sulit
meredakan nyeri
2. Anjurkan teknik
nonfarmakologis
untuk
mengurangi rasa
nyeri
1. Pasien mengatakan
lebih baik setelah di
ajarkan teknik untuk
mengurangi nyeri
2. Pasien
mengatakan
nyeri yang dirasakan
berkurang
DO :
1. Pasien
tampak
lebih
nyaman
2. Pasien
tampak
kooperatif
dalam
melakukan
teknik
mengurangi rasa nyeri
13.00 wita
2
1. Anjurkan mobilisasi
dini
2. Ajarkan mobilisasi
sederhana
yang
harus dilakukan
(duduk
ditempat
tidur,duduk disisi
tempat
tidur,
pindah dari tempat
tidur ke kursi)
DS :
1. Pasien
mengatakan
sudah
mulai
dengan
teknik
paham
yang
diajarkan
2. Pasien
lebih
mengatakan
nyaman
saat
bergerak
DO :
1. Pasien tampak mampu
berpindah posisi
V.
NO
1
EVALUASI
HARI/TGL/
NO
WAKTU
DX
Sabtu,8
1
EVALUASI SUMATIF
PARAF
S : Pasien menyatakan rasa nyeri pada tangan
Agustus 2020
kanannya sudah berkurang dan nyeri suda
13.00 wita
dapat terkontrol dengan skala nyeri 3 (0-10).
Nyeri terasa seperti rasa perih.
O : Wajah pasien nampak lebih tenang
Tanda-tanda vital pasien
TD :120/80 mmhg
Suhu : 36,60 C
Nadi : 82 x/mnt
Respirasi : 20 x / mnt
A : Tujuan tercapai
P : Pertahankan kondisi pasien
2
Sabtu,8
2
S : Pasien mengatakan sudah mampu berjalan
Agustus 2020
dengan
alat
13.00 wita
berpindah posisi
krug,
sudah
O : Pasien masih tampak lebih nyaman
A : Masalah teratasi sebagain
P : Lanjutkan intervensi
mampu
Download