Uploaded by User80269

PKN

advertisement
MAKALAH
DEMOKRASI DI INDONESIA DAN IMPLEMENTASINYA
Dosen Pembimbing:
Iin Inayah, M.Pd
Disusun Oleh:
Agung Wahyu Pambudi
(1820201079)
Aldian Rifqy Rizqullah
(1820201070)
Shaldan Ghafar Hanafi
(1820201103)
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini.
Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari
segi penulisan, isi dan lain sebagainya. Maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan
saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan datang.
Demikian sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan
sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini penulis
mengucapkan terima kasih, semoga segala bantuan dari semua pihak mudah-mudahan
mendapat amal baik yang diberikan oleh Allah SWT.
Tangerang, 25 Desember 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 1
DAFTAR ISI ................................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN ........................................................................................... 3
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................. 3
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 3
C. Tujuan .............................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 4
A. Demokrasi dan Implementasinya .................................................................... 4
B. Arti dan Perkembangan Demokrasi ................................................................. 5
C. Bentuk-Bentuk Demokrasi .............................................................................. 7
D. Kelemahan dan Kelebihan dari Masing-Masing Demokrasi .......................... 10
BAB III
PENUTUP ........................................................................................................ 12
A. Simpulan .......................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelaksanaan demokrasi indonesia saat ini sedang berjalan menuju demokrasi
yang dewasa, dimana rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi tampak terlihat
jelas. Partisipasi masyarakat dalam politik menunjukkan bahawa demokrasi semakin
tampak di indonesia.
Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses
demokratisasi. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses
pembangunan politik bagi negara-negara berkembang seperti di indonesia, karena di
dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya
adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan
walikota dan bupati dilakukan secara langsng. Sistem ini membuka ruang dan
membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.
B.
1.
2.
3.
4.
Rumusan Masalah
Apa pengertian demokrasi dan implementasinya?
Apa arti dan bagaimana perkembangan demokrasi?
Apa saja bentuk-bentuk demokrasi?
Apa kelemahan dan kelebihan dari masing-masing demokrasi?
C. Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
2. Untuk menjelaskan tentang demokrasi di Indonesia dan implementasinya
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara
sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara
untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga
kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam
tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat
yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara
ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling
mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga
pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan
kewenangan
eksekutif,
lembaga-lembaga
pengadilan
yang
berwenang
menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR,
untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di
bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib
bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang
memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan
peraturan.
Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting,
misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum.
Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun
oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum.
Sebagai tambahan, tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak
pilih).
Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan
memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang
lebih luas. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung
tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat
memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan
rakyat. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum
sering dijuluki pesta demokrasi. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian
masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola, bukan sistem pemerintahan
yang bagus, sebagai tokoh impian ratu adil. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin
negara, masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang
sudah teruji mampu membangun negara. Banyak negara demokrasi hanya memberikan
hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun, dan
yang tak memliki catatan kriminal (misal, narapidana atau bekas narapidana).
B. ARTI DAN PERKEMBANGAN DEMOKRASI
1. Pengertian Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai
upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk
dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
a.
Menurut Internasional Commision of Jurits
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi
ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka
pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan
demokrasi adalah rakyat.
b. Menurut Lincoln
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
(government of the people, by the people, and for the people).
c.
Menurut C.F Strong
Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik
ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya
mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu.
1. Perkembangan Demokrasi
Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada
abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah
sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini
telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat,
dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai
pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam
bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai
indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam
suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan
negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat.
Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika
fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata
tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan
absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi
manusia.
Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya
kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan
tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan
membawa kebaikan untuk rakyat.
Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus
ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan
mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi
kekuasaan lembaga negara tersebut.
2.
Implementasi Demokrasi
a. Di Lingkungan Keluarga
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam
bentuk sebagai berikut:
1) Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara;
2) Menghargai pendapat anggota keluarga lainya;
3) Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja;
4) Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.
b. Di Lingkungan Masyarakat
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam
bentuk sebagai berikut:
1) Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya;
2) Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi;
3) Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya;
4) Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi;
5) Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.
c. Di Lingkungan Sekolah
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk
sebagai berikut:
1) Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan;
2) Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama;
3) Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita;
4) Mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah;
5) Sikap anti kekerasan.
d. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat
diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
1) Bersedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas;
2) Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat
warganya;
3) Memiliki kejujuran dan integritas;
4) Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik;
5) Menghargai hak-hak kaum minoritas;
6) Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat;
7) Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk menyelesaikan
masalah-masalah kenegaraan.
C. BENTUK – BENTUK DEMOKRASI
1. Menurut Torres
Demokrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu yang pertama ialah, formal democracy
dan kedua, substansive democracy, yaitu menunjuk pada bagaimana proses demokrasi
itu dilakukan. Formal democracy menunjuk pada demokrasi dalam arti system
pemerintahan. Hal ini dapat dilihat dari dalam berbagai pelaksanaan demokrasi di
berbagai Negara. Dalam suatu Negara misalnya dapat demokrasi dengan menerapkan
system presidensial, atau system parlementer.
a.
Sistem presidensial
Sistem ini menekankan pentingnya pemilihan presiden secara langsung, sehingga
presiden terpilih mendapatkan mandate secara langsung dari rakyat. Dalam system ini
kekuasaan eksekutif sepenuhnya berada di tangan presiden. Oleh karena itu presiden
ialah kepala eksekutif dan sekaligus menjadi kepala Negara. Presiden sebagai penguasa
sekaligus menjadi kepala Negara. Presiden sebagai penguasa sekaligus sebagai symbol
kepemimpinan Negara. Sistem seperti ini di sebagaimana diterapkan di Negara Amerika
dan Indonesia.
b.
Sistem parlementer
Sistem ini menerapkan model yang menyatu antara kekuasaan eksekutif dan
legislatif. Kepala eksekutif adalah berada di tangan seorang perdana menteri. Adapun
kepala Negara adalah berada pada seorang ratu, misalnya di Negara Inggris atau ada pula
yang berada di tangan seorang presiden misalnya di India. Selain bentuk demokrasi
sebagaimana dipahami di atas terdapat beberapa system demokrasi yang mendasarkan
pada prinsip filosofi Negara :
a .
Demokrasi Perwakilan Liberal.
Prinsip demokrasi ini didasarkan pada filsafat kenegaraan bahwa manusia adalah
mahluk individu yang bebas. Oleh karena itu dalam system dalam system demokrasi ini
kebebasan individu sebagai dasar fundamental dalam pelaksanaan demokrasi.
Menurut Held (2004: 10), bahwa demokrasi perwakilan liberal merupakan suatu
pembaharuan kelembagaan pokok untuk mengatasi problema kesinambungan antara
kekuasaan memaksa dan kebebasan. Dalam demokrasi ini kelembagaan Negara
melindungi serta menjamin atas kebebasan secara individu dalam hidup bernegara.
Rakyat harus diberikan jaminan kebebasan secara individual baik didalam kehidupan
politik, ekonomi, social, keagamaan bahkan kebebasan anti agama.
Konsekuensi dari implementasi system dan prinsip demokrasi ini adalah
berkembang persaingan bebas, terutama dalam kehidupan ekonomi sehingga akibatnya
individu yang tidak mampu menghadapi persaingan tersebut akan tenggelam. Akibatnya
kekuasaan kapitalislah yang menguasai kehidupan Negara, bahkan berbagai kebijakan
dalam Negara sangat ditentukan oleh kekuasaan kapital.
b.
Demokrasi Satu Partai dan Komunisme
Demokrasi satu partai ini lazimnya dilaksanakan di Negara-negara komunis
seperti,Rusia,Cina,Vietnam,dan lainya, kebebasan formal berdasarkan demokrasi liberal
akan menghasilkan kesenjangan kelas yang semakin lebar dalam masyarakat, dan
akhirnya kapitalislah yang menguasai Negara.
Dinamika pemerintahan Negara yang menganut sitem partai tunggal cenderung
statis (non kompetitif ) karena di haruskan menerima pimpinan dari partai dominant.
Dalam system ini tidak ditoleransi kemungkinan adanya partai-partai lain Berdasarkan
teori serta praktek demokrasi sebagaimana dijelaskan, maka pengertian demokrasi secara
filosofi menjadi semakin luas, artinya masing-masing paham mendasarkan pengertian
bahwa kekuasan di tangan rakyat.
2.
a.
b.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
c.
Menurut Eric Hiariej
Dalam sejarah terdapat sedikitnya tiga bentuk demokrasi yang pernah dicoba:
demokrasi langsung (direct democracy/assembly democracy), demokrasi perwakilan
(representative democracy), demokrasi permusyawaratan(deliberative democracy).
Berikut ini adalah gambaran singkat tentang bentuk-bentuk demokrasi tersebut
Demokrasi Langsung
Praktik demokrasi paling tua; praktik demokrasi pada asosiasi yang berukuran
kecil. Berdasarkan pada partisipasi langsung, tanpa perwakilan dan terus menerus dari
warga desa dalam membuat dan melaksankan keputusan bersama. Tidak terdapat batas
yang tegas antara pemerintah dan yang diperintah, semacam system self-government,
pemerintah dan yang diperintah adalah orang yang sama Sistem kelembagaan: pertemuan
warga (mass meeting, town meeting, pertemuan RT/RW, dll), referendum.
Demokrasi Perwakilan
Praktik demokrasi yang paling lebih belakangan sebagai jawaban terhadap
beberapa kelemahan demokrasi langsung; parktik demokrasi pada asosiasi yang
berukuran besar seperti Negara.
Berdasarkan pada partisipasi yang terbatas (partisipasi warga hanya dalam waktu
yang singkat) dan hanya dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu tertentu seperti
dalam bentuk keikutsertaan dalam pemilihan umum.
Berdasarkan pada partisipasi yang tidak langsung (masyarakat tidak
mengoperasikan kekuasaan sendiri), tapi memilih wakil yang akan membuat kebijakan
atas nama masyarakat
Pemerintah dan yang diperintah terpisah secara tegas, demokratis tidaknya
demokrasi bentuk ini tergantung pada kemampauan para wakil yang dipilih membangun
dan mempertahankan hubungan yang efektif antara pemerintah dan yang diperintah.
Sistem kelembagaan:
para wakil rakyat yang dipilh: parlemen para pejabat Negara yang dipilih: kepala
pemerintahan dan pembantu-pembantunya, judikatif, dll.
Pemilihan umum yang adil, bebas dan berkala
Media massa yang membuka kesempatan bagi kebebasan berpendapat dan kebebasan
mendapatkan informasi dan pengetahuan
Sistem asosiasi yang bersifat otonom: partai politik, organisasi massa, dll
Hak pilih bagi semua orang dewasa dan hak untuk menduduki jabatan-jabatan publik.
Demokrasi Permusyawaratan
Bentuk demokrasi paling kontemporer; dipraktikan pada masyarakat yang
kompleksdan berukuran besar, bentuk demokrasi yang menggabungkan aspek partisipasi
langsung dan bentuk demokrasi perwakilan.
D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASING-MASING DEMOKRASI
1.
Kelebihan Dan Kekurangan Demokrasi Langsung
Kelebihan
1) Menjamin kendali warganegara terhadap kekuasaan politik
2) Mendorong warganegara meningkatkan kapasitas pribadinya; misalnya meningkatkan
3) kesadaran politik, meningkatkan pengetahuan pribadi dll
4) Membuat warganegara tidak tergantung pada politisi yang memiliki kepentingan
sempit
5) Masyarakat lebih mudah menerima keputusan yang sudah dibuat Masyarakat lebih
dekatdengan (konflik) politik dan karenanya berpotensi melahirkan kehidupan bersama
yang tidak stabil
Kekurangan
1) Sulit dioperasikan pada masyarakat yang berukuran besar
2) Menyita terlalu banyak waktu yang diperlukan warganegara untuk melakukan hal-hal
lain; dan karenanya bisa menimbulkan apatisme
3) Sulit menghindari bias kelompok dominan
2.
1)
2)
3)
4)
1)
Kelebihan dan Kekurangandari bentuk Demokrasi Pewalian
Kelebihan
Lebih mudah diterapkan dalam masyarakat yang lebih kompleks.
Jarak yang jauh dari proses pembuatan kebijakan yang sesungguhnya bisa membuat
masyarakat bisa menolaknya ketika hendak diterapkan
Mengurangi beban masyarakat dari tugas-tugas membuat, merumuskan dan
melaksankan kebijakan bersama
Memungkinkan fungsi-fungsi pemerintahan berada di tangan-tangan yang lebih
terlatih untuk itu
Kekurangan
Mudah terjebak dalam kepentingan para wakil rakyat yang bertentangan
dengankepentingan masyarakat
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakya, oleh
rakyat, untuk rakyat. Nilai-niai yang terkandung dalam demokrasi adalah nilai kebebasan
dan kesetaraan. Di Indonesia yang menggunakan demokrasi pancasila, Nilai-nilai
demokrasi yang terjabar dari nilai-nilai Pancasila adalah :
1. Kedaulatan rakyat;
2. Republik
3. Negara berdasar atas hukum
4. Pemerintahan yang konstitusional
5. Sistem perwakilan
6. Prinsip musyawarah
7. Prinsip ketuhanan Salah satu implementasi nilai demokrasi adalah partisipasi
masyarakat dalam politik, Budiardjo (2009:367) menyatakan partisipasi politik adalah
kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan
politik, antara lain dengan jalan memilih pimpinan Negara dan, secara langsung atau
tidak langsung, memengaruhi kebijakan pemerintah (public policy). Bentuk dari
pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam politik antara lain adalah partisipasi dalam
pemilihan umum dan partisipasi untuk memprotes pemerintahan.
DAFTAR PUSTAKA
Kaelan. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma
http://dedypri2.blogspot.com/2015/02/demokrasi-di-indonesia-dan.html
Download