Uploaded by anitaariyani04

Kisi-kisi UAS 2019 2020 Fisika Sekolah 2

advertisement
I
KISI-KISI UJIAN AKHIR SEMESTER
FISIKA SEKOLAH 2 (SEMUA ROMBEL)
TAHUN2019/2020
No
1 Menentukan waktu yang diperlukan untuk
Listrik Arus
mengisi muatan pada sebuah “powerbank”
Searah
yang masih “terisi” sebagian sampai “penuh”,
apabila besaran-besaran fisis terkait diketahui.
Catatan:
Biasanya muatan maksimum yang dapat
tersimpan di baterei HP atau powerbank dalam
satuan: mAh atau milliampere hour. Misal: Q
= 9600 mAh = 9,6 Ah
1
Q  It
2
3
4
I : kuat arus listrik (A)
t : selang waktu (h)
Q : banyaknya muatan (Ah)
Menentukan perubahan terangnya nyala lampu
pada susunan kombinasi seri-paralel tiga
lampu identik yang dihubungkan sumber
tegangan dilengkapi dengan tiga saklar, bila
posisi saklar ada yang diubah dari “on” ke
“off” atau sebaliknya.
Catatan:
Terangnya lampu dinyatakan dengan daya.
2
Daya dapat dinyatakan sebagai: P  I R
I : kuat arus yang melalui resistor tersebut
R : hambatan resistor tersebut
Membandingkan daya dari dua buah resistor
pada susunan kombinasi seri-paralel tiga buah
resistor (tidak identik) dengan sumber
tegangan.
Menentukan nilai hambatan yang harus
dipasang serta cara memasangnya jika sebuah
“basicmeter” akan digunakan sebagai
voltmeter atau sebagai ammeter.
Catatan:
Sebagai ammeter dipasang hambatan Shunt,
paralel terhadap basicmeter
dengan RShunt  n  1Rm
Sebagai voltmeter dipasang hambatan depan,
seri terhadap basicmeter
dengan RShunt 
5
2
3
4
Rm
n  1
Menentukan potensial listrik pada suatu titik
dan muatan pada kapasitor dalam rangkaian
5
II
Elektrostatika
1
2
3
4
5
6
III
Medan magnet
1
P
2
O
θ
r
a
I
dua loop terdiri dari dua baterei dan beberapa
resistor serta satu kapasitor, jika ada salah
satu titik pada rangkaian yang dihubungkan
dengan tanah (“arde”).
Catatan: kapasitor tidak dapat dilalui oleh arus
DC, namun dapat menyimpan muatan listrik.
Besaran-besaran fisis pada bola konduktor
bermuatan listrik: distribusi muatan, medan
listrik, potensial listrik, kapasitansi, usaha
untuk memindahkan muatan
Membandingkan gaya elektrostatik antara dua
bola bermuatan listrik pada jarak tertentu,
sebelum disentuhkan dengan sesudah
disentuhkan
Menentukan arah medan listrik secara
kualitatif pada salah satu titik sudut sebuah
persegi, bila besar dan jenis muatan di tiga titik
sudut lainnya diketahui.
Menentukan waktu tempuh maksimum yang
dialami oleh partikel bermuatan listrik sebelum
berhenti sesaat, jika diberi kecepatan awal
tertentu sejajar dengan arah medan listriknya.
Menentukan sifat besaran-besaran fisis pada
kapasitor (kapasitansi, muatan maksimum
yang dapat tersimpan, beda potensial listrik,
kuat medan listrik, energi tersimpan) bila
kapaitor disisipi bahan dielektrik
Menentukan muatan tersimpan dalam suatu
susunan kapasitor (kombinasi seri-paralel) bila
susunan tersebut dihubungkan dengan sumber
tegangan listrik
Dua kawat paralel panjang berarus listrik (arah
arus bisa sama arah atau berlawanan arah):
diminta untuk menentukan letak titik yang kuat
medan magnetnya nol.
Membandingkan besar induksi magnetik pada
titik di sumbu kumparan (P), dengan titik di
pusat kumparan (O), dari kumparan tipis
berarus listrik (lihat gambar kiri).
Catatan:
Induksi magnetik di titik P: B( P ) 
dengan sin  
7
8
9
10
11
12
13
o Ia sin 
2r 2
a
o Ia 2
B

atau: ( P )
r
2r 3
Induksi magnetik di titik O: B( O ) 
3
6
o I
2a
Gerak partikel bermuatan listrik di dalam
14
4
5
IV
GGL Induksi
1
2
3
4
5
medan litrik E dan medan magnet B (kasus
akselerator lurus): diminta menentukan besar
dan arah medan magnet B agar lintasan
partikel berupa garis lurus, jika jenis muatan,
arah kecepatan, arah medan listrik diketahui.
Menentukan arah gaya magnetik pada kawat
berarus listrik di dalam medan magnet
homogen, jika arah arus dan arah medan
magnet diketahui.
Gaya magnetik pada partikel bermuatan listrik
yang bergerak di dalam medan magnet:
disajikan gambar lintasan partikel berupa
lingkaran di dalam sistem koordinat kartesian,
diminta untuk menentukan jenis muatan
partikel dan arah medan magnet yang sesuai
dengan gambar tersebut.
Menentukan besar GGL induksi pada
kumparan jika jumlah lilitan, jejari kumparan
dan perubahan medan magnet untuk selang
waktu tertentu diketahui.
Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya induktansi diri (L) suatu induktor.
Menentukan arah arus listrik induksi pada loop
kawat konduktor (searah jarum jam atau
melawan arah jarum jam) jika loop berada di
sekitar kawat lurus panjang berarus listrik
dengan arus listrik yang berubah (bisa
bertambah atau berkurang).
Magnet batang digerakkan masuk atau keluar
dari kumparan yang dihubungkan dengan
galvanometer dengan polaritas galvanometer
diketahui, diminta untuk menentukan arah arus
yang melalui galvanometer serta arah
simpangan galvanometer tersebut.
Catatan:
Pada umumnya terminal negatif galvanometer
berada di sebelah kiri dan terminal positif di
sebelah kanan. Simpangan galvanometer
memiliki sifat:
 jika arus listrik masuk melalui terminal
positif dan keluar dari terminal negatif,
maka jarum galvanometer menyimpang
ke kanan
 jika arus listrik masuk melalui terminal
negatif dan keluar dari terminal positif,
maka jarum galvanometer menyimpang
ke kiri.
Transformator dengan efisiensi.
Lampu dengan spesifikasi (daya dan tegangan)
15
16
17
18
19
20
21
V
Arus Bolak
Balik
1
2
3
4
5
VI
Radiasi medan
Elektromagnetik
1
2
VII
Gelombang
Cahaya
1
2
VIII Optika Geo dan
Alat-alat Optik
1
tertentu (diketahui) dihubungkan dengan
output transformator, namun tegangan output
transformator berbeda dengan spesifikasi
tegangan lampu. Jika tegangan primer dan
sekunder serta kuat arus primer diketahui,
diminta untuk menentukan efisiensi dari
transformator tersebut.
Menentukan besar arus efektif yang mengalir
pada rangkaian seri R-L-C dihubungkan
dengan sumber arus listrik bolak balik jika
persamaan tegangan sesaat sumber, resistansi
resistor, induktansi induktor, dan kapasitansi
kapasitor diketahui.
Menentukan faktor-faktor yang dapat
mengubah sifat rangkaian dari induktif
menjadi kapasitif (atau sebaliknya).
Menentukan nilai kapasitansi suatu kapasitor
pada rangkaian seri R-L-C agar terjadi
resonansi jika persamaan tegangan sesaat
sumber dan induktansi diri induktor diketahui.
Menentukan perubahan sifat rangkaian yang
semula dalam keadaan resonansi (bersifat
resistif), jika ada besaran-besaran fisis lainnya
yang diubah.
Upaya yang dapat dilakukan untuk
memperbesar faktor daya pada suatu rangkaian
listrik.
Menentukan urutan (frekuensi, panjang
gelombang, energi) dari spektrum gelombang
elektromagnetik.
Alat atau kegiatan yang memanfaatkan
gelombang elektromagnetik tertentu (misal:
sinar gamma, sinar X, ultra violet, infra merah
dan sebagainya)
Gejala-gejala fisika yang membuktikan bahwa
cahaya bersifat sebagai gelombang.
Perubahan besaran-besaran fisis gelombang
(frekuensi, laju rambat, panjang gelombang,
arah rambat) jika gelombang cahaya merambat
dari medium satu ke medium lain yang
kerapatan optiknya (indeks biasnya) berbeda.
Pembentukan bayangan oleh cermin
cekung.
Menentukan panjang fokus cermin cekung
apabila diketahui nilai perbesaran bayangan
dan jarak antara benda ke layar.
Catatan:
 ada kata “layar”, maka bayangan bersifat
nyata
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
 bila bayangan bersifat nyata pasti bersifat
terbalik
 bila bayangan terbalik maka perbesaran
bayangan negatif (m = - ……)
 perbesaran bayangan m 
m
2
3
4
IX
Optika Fisik
1
2
3
4
 si
atau
so
hi
ho
 Jarak benda ke layar = si – so jika bayangan
diperbesar, atau
 Jarak benda ke layar = so – si jika bayangan
diperkecil
(“subscript” o = object, dan i = image)
Pembiasan dan pemantulan sempurna.
Menganalisis sinar yang merambat dari
medium satu ke medium lainnya dikaitkan
dengan indeks bias masing-masing medium,
sudut kritis, kemungkinan sinar dibiaskan dan
kemungkinan sinar dipantulkan sempurna.
Susunan cermin dan lensa.
Menentukan letak bayangan akhir jika sebuah
benda diletakkan di antara cermin konvergen
(cekung) dan lensa konvergen yang dipasang
saling berhadapan dengan sumbu utama
berimpit, dimana sinar datang dari benda
menuju ke cermin, dipantulkan cermin menuju
ke lensa dan terakhir dibiaskan oleh lensa
membentuk bayangan akhir.
Mikroskop.
Menentukan perbesaran mikroskop untuk
pengamat rabun dekat (tanpa kacamata)
dengan akomodasi maksimum.
Interferensi cahaya.
Menentukan selisih lintasan optik antara dua
sinar yang dapat menghasilkan interferensi
konstruktif (maksimum) pada layar.
Percobaan Young.
Menentukan panjang gelombang sinar pada
percobaan Young untuk celah ganda jika jarak
antar celah, jarak celah ke layar serta jarak
garis terang pusat ke garis terang yang ke n
diketahui.
Difraksi pada kisi.
Menentukan upaya yang harus dilakukan agar
jarak antara dua garis terang berdekatan pada
layar semakin jauh.
Polarisasi cahaya karena pemantulan
32
33
34
35
36
36
38
X
Gejala Kuantum
1
2
3
(hukum Brewster):
Menentukan hubungan sinar bias dan sinar
pantul serta hubungan antara indeks bias
dengan sudut polarisasi.
Radiasi benda hitam.
39
Hubungan antara temperatur dengan (panjang
gelombang atau frekuensi) pada saat intensitas
energinya maksimum.
Efek Fotolistrik.
40
Upaya untuk memperbesar energi kinetik
maksimum elektron foto pada peristiwa efek
fotolistrik
Efek Compton.
41
Membandingkan perubahan panjang
gelombang serta perubahan energi jika terdapat
dua sinar dengan dengan panjang gelombang
berbeda menumbuk target diam yang sama dan
menghasilkan sudut hamburan yang sama.
Catatan:  
h
1  cos 
mo c
Energi foton: E  hf atau E 
4
hc

Sifat gelombang dari materi (panjang
gelombang de Broglie):
Menentukan hubungan antara panjang
gelombang de Broglie dengan beda potensial
listrik.
Catatan:
deBroglie 
42
h
, kecepatan partikel v diperoleh
mv
dari perubahan energi potensial listrik menjadi
energi kinetik atau eV 
XI
Relativitas
1
2
3
4
XII
Atom dan
Radioaktivitas
1
1 2
mv , dengan h
2
tetapan Planck, m massa partikel, e muatan
partikel, v kelajuan partikel, dan V beda
potensial listrik untuk mempercepat partikel.
Dilatasi waktu (cukup jelas)
Kontraksi panjang (cukup jelas)
Menentukan kelajuan partikel (mendekati laju
cahaya) jika prosentase perubahan massanya
diketahui.
Menentukan perbandingan energi kinetik
dengan energi diamnya jika kelajuan partikel
(mendekati laju cahaya) diketahui.
Menentukan perubahan: energi kinetik, energi
potensial, dan energi mekanik (total), jika
elektron pada atom hidrogen mengalami
43
44
45
46
47
transisi dari orbit satu ke orbit lain (bisa dari
orbit lebih dalam ke orbit lebih luar, atau
sebaliknya).
Catatan:
 Energi potensial listrik dari elektron pada
atom hidrogen dirumuskan: E p   k
e2
r
(ada tanda negatif) dengan r : jejari orbit.
 Bila elektron pindah dari orbit
yang lebih dalam ke orbit yang
lebih luar, maka r membesar, Ep
mengecil tetapi negatif, berarti Ep
menjadi besar.
 Sebaliknya bila elektron pindah
dari orbit yang lebih luar ke orbit
yang lebih dalam, maka r
mengecil, Ep membesar tetapi
negatif, berarti Ep menjadi kecil
 Energi kinetik Ek = ½ mv2, dapat
dirumuskan juga sebagai Ek  k
e2
2r
(positif)
 Bila elektron pindah dari orbit yang
lebih dalam ke orbit yang lebih luar,
maka r membesar, Ek mengecil
 Sebaliknya bila elektron pindah dari
orbit yang lebih luar ke orbit yang
lebih dalam, maka r mengecil, Ek
membesar.
 Energi mekanik (total) elektron
e2
dirumuskan: Etotal  k
(ada tanda
2r
negatif)
Dari persamaan ini:
 bila elektron pindah ke orbit lebih
luar, r membesar, Etotal mengecil
tetapi negatif berarti Etotal membesar.
Bila elektron pindah orbit maka harus
ada penyerapan atau pelepasan energi.
 bila elektron pindah ke orbit lebih
dalam, r mengecil, Etotal membesar
tetapi negatif berarti Etotal mengecil.
Sudah barang tentu elektron pindah orbit jika
ada ada penyerapan atau pelepasan energi.
 Bila atom menyerap energi,
elektron akan tereksitasi ke orbit
yang lebih luar, sudah barang tentu
2
energi mekanik (total) bertambah.
 Sebaliknya bila elektron kembali ke
tingkat semula (ke orbit lebih
dalam), atom akan melepas energi
berupa foton. Sudah barang tentu
energi mekalik (total) berkurang.
Menentukan tingkat eksitasi elektron pada
48
atom hidrogen jika atom tersebut menyerap
sejumlah energi.
Catatan:
 Energi elektron pada kulit dengan bilangan
kuantum utama n adalah: En  
3
4
13,6
n2
elektronvolt
 Tingkat energi elektron bersifat diskrit.
Menentukan panjang gelombang terpendek
dari foton yang dipancarkan jika elektron
mengalami transisi dari kulit (orbit) yang lebih
luar ke kulit (orbit) yang lebih dalam.
Menentukan konstanta peluruhan jika
diketahui aktivitas radiasi mula-mula dan
aktivitas radiasi setelah selang waktu tertentu.
 t
Catatan: At  Ao e
At : aktivitas radiasi setelah selang waktu t
Ao : aktivitas radiasi mula-mula
t : selang waktu
λ : konstanta disintegrasi
e = bilangan natural, dimana ln e = 1
49
50
Download