BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang berperan dalam meningkatkan kapasitas potensi sumber daya manusia (SDM), tentu tidak cukup bila hanya mengandalkan teori saja dalam proses belajar mengajar. Ditambah lagi dengan dinamika kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat di era Revolusi Industri 4.0, semakin menuntut keterampilan dan keahlian SDM yang lebih berkualitas. Teori yang ada pada buku, maupun pembelajaran yang diberikan di kelas tentu tidaklah cukup dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa. Oleh sebab itu, Praktek Kerja Lapangan Industri menjadi sebuah kebijakan perguruan tinggi untuk menyeimbangkan penguasaan teori dan keterampilan pada tiap mahasiswa. Mahasiswa mendapatkan gambaran dunia kerja dan mengasah keterampilan sesuai dengan bidang studinya, sehingga setelah lulus nanti dapat menjadi tenaga kerja yang terampil dan mempunyai daya saing tinggi. Praktek Kerja Industri menurut Husamah (2013:70) adalah salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkronantara program pendidikan di sekolah dengan program keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Praktek Kerja Lapangan Industri atau disingkat PKLI merupakan kelompok mata kuliah umum pada program studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Medan. PKLI adalah program wajib bagi mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan, yang berbobot 3 SKS dan dapat dikontrak apabila mahasiswa telah menyelesaikan 110 SKS matakuliah. Denganadanya program PKLI, mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan diharap mampu memahami system operasional kerja, etika perusahaan, organisasi dan hierarki dalam perusahaan, serta memperdalam pengetahuannya mengenai pekerjaan konstruksi dengan terjun langsung ii kelapangan. Sehingga setelah lulus nanti mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan dapat memenuhi kemampuan lulusan yang dibutuhkan dunia kerja/dunia usaha. Praktek Kerja Lapangan Industri (PKLI) dilaksanakan kurang lebih 2 bulan pada suatu proyek yang sedang berjalan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menguasai teknik pelaksanaan bagian-bagian struktur bangunan dilapangan. Adapun pekerjaan struktur yang sedang dikerjakan selama PKLI dilakasanakan yaitu pekerjaan penggalian, pekerjaan, pekerjaan plat lantai, pekerjaan balok, Pekerjaan Kolom. Kondisi ini memungkinkan mahasiswa untuk menggali informasi yang ingin diketahui pada proyek tersebut. Dalam pekerjaan selama PKLI mahasiswa memfokuskan pada pekerjaan Plat Lantai Pada Struktur Plat Lantai di gunakan untuk Lantai Sebuah Kontruksi Sebuah Bangunan. Perencaaan dimensi Plat Lantai dapat berbeda-beda tergantung dari perencana . Dalam pekerjaan Plat Lantai harus diperhatikan dari mulai pekerjaan awal seperti persiapan alat dan bahan pemasangan bekesting , pekerjaan pembesian, pekerjaan pengecoran, pekerjaan pembongkaran bekesting, dan tahap perawatan beton. Sehingga dengan kondisi ini memungkinkan bagi mahasiswa untuk menggali sedalam mungkin akan informasi yang ingin di ketahui tentang proyek pembangunan tersebut. Dengan begitu pula adapun bekal dan ilmu yang telah didapat oleh mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Unimed dapat berkembang menjadi tenaga yang profesional pada bidangnya, khususnya di bidang pendidikan dan bidang usaha pada umumnya. Untuk mencapai hal itu, maka kurikulum Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan dapat terwujud dengan adanya mata Kuliah Praktek Kerja Lapangan Industri (PKLI) ini. AdapunProyek yang adalahpekerjaanpembangunanGedung menjadiobyek kelasfisikAkademiParawisata PKLI Medan Jln. RumahSakitHaji No. 12, KenanganBaru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371. Oleh karenaitu, dalampelaksanaanPraktikLapanganKerjaIndustri penulismengambiljuduldalamlaporan PELAKSANAAN PLAT PKLI “TEKNIK iniyaitu: LANTAIPADAPROYEK (PKLI), PEMBANGUNAN GEDUNG KELAS FISIK AKADEMI PARAWISATA MEDAN JLN. RUMAH SAKIT HAJI penulisakanmelaporkanmengenaiteknik Lantai pada dan .Dalamlaporanini, tahapanpelaksanaanpengerjaanPlat proyekinisesuaidenganapa yang dilihat dan diamatiselamamelakukanPekerjaanPraktekLapanaganInsdustri (PKLI) B. Tujuan AdapuntujuandariPraktekKerjaLapangaIndustriadalahsebagaiberikut : 1. UntukmengetahuistrukturOrganisaidalamPembangunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisata Medan. 2. Untukmengetahuiperalatan dan bahan yang digunakandalamPembangunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisata Medan 3. UntukmengetahuitahapanpelaksanaanPlat LantaiPembangunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisata Medan 4. Untukmengetahuiperbedaanpengetahuan yang selamaini di pelajaridalambangkuperkuliahandenganpengalamandilapangandalamPemban gunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisata Medan C. Manfaat Ada pun manfaatPraktekKerjaLapangaIndustri danpenulisanlaporanadalahsebagaiberikut : 1. BagiPemilikProyek Sebagaisumber data dan pembandingteori selamainidipelajarimahasiswadalambangkuperkuliahandengan pelaksanaanPlat Lantai Pada Proyek Pembangunan FisikAkademiParawisata Medan. 2. BagilembagaMahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan yang proses Gedung Kelas Dapatmenjalinkerjasamaantarapihakkampus RazasaKaryasebagaisumber Gedung data dan PT. danselakupelaksanaanpembangunan kelasfsikAkademiParawisata Medan, sehinggamahasiswamudahmendapatkantempatpembandingteori yang selamaini di pelajarmahasiswadalambangkuperkuliahan. 3. BagiMandor dan Tukang Mendapatilmubaru yang berkembangdalamteori dan dapatmengaplikasikannyaataumembandingkannyasecaralangsungdalampeke rjaanproyek. 4. BagiMahasiswa Menambahpengetahuandenganmembandingkanteori yang selamaini pelajaridalambangkuperkuliahandengankenyataan lapangansertamenambahpengetahuaitentangalat di di dan pergunakankhususnyadalampelaksanaanPlat Lantai. bahan yang di BAB II LANDASAN TEORI A. Plat Lantai 2.1 PengertianPelatLantai Pelatadalahstruktur tipis yang dibuatdaribetonbertulangdenganbidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerjategaklurus pada bidangstrukturtersebut. Ketebalanbidangpelatrelatiflebihkecildibandingkanbentangpanjang/lebarbidangny a. Pelatbetonbertulanginisangatkaku bangunangedung, yang bekerja dan arahnya horizontal, pelatiniberfungsisebagaidiafragma/unsurpengaku sangatbermanfaatuntukmendukungketegaranbalok pada sehingga portal. pada horizontal Beban pelatumumnyadiperhitungkanterhadapbebangravitasi yang (bebanmati dan/ ataubebanhidup), bebantersebut juga mengakibatkanterjadimomenlentur oleh karenaitupelat juga direncanakanterhadapbebanlentur (seperti pada kasusbalok). 2.2 TumpuanPelat Untukmerencanakanpelatbetonbertulang yang perludipertimbangkantidakhanyapembebanansaja, tetapi juga jenisperletakkan dan jenispenghubung di tempattumpuan. Kekakuanhubunganantarapelat dan tumpuanakanmenentukanbesarmomen yang terjadi pada pelat. Untukbangunangedung, baloksecaramonolit, kesatuanatau yaitupelatdidukung umumnyapelattersebutditumpu oleh balok- yaitupelat dan balokdicorbersama-samasehinggamenjadisatuoleh dinding-dindingbangunan. oleh balokbajadengansistemkompositataudidukunglangsung Kemungkinanlainnya, balokoleh kolomsecaralangsungtanpabalok yang dikenaldenganpelatcendawan (lihatgambar 3.5). Gambar 2.1TumpuanPelat 2.3 JenisPerletakkanPelat Kekakuanhubunganantarapelat dan konstruksipendukungnya (balok) menjadi salah satubagiandariperencanaanpelatdapatdilihat pada gambar 3.6. Ada 3 jenisperletakkanpelat pada balok, yaitusebagaiberikut : 1. Terletak bebas Keadaaniniterjadijikapelatdiletakkanbegitusajadiatasbalok, atauantarapelat dan baloktidakdicorbersama-sama, sehinggapelatdapatberotasibebas pada tumpuantersebut. Pelat yang termasukdalamkategoriterletakbebas. ditumpu oleh tembok juga 2. Terjepitelastis Keadaaniniterjadijikapelat dan balokdicorbersama-samasecaramonolit, tetapiukuranbalokcukupkecil, sehinggabaloktidakcukupkuatuntukmencegahterjadinyarotasipelat. 3. Terjepitpenuh Keadaaniniterjadiapabilapelat dan balokdicorbersama-samasecaramonolit, dan ukuranbalokcukupbesar, sehinggamampuuntukmencegahterjadinyarotasipelat. Gambar 2.2JenisPerletakanPelat 2.4 Jenis-JenisPelatLantai Berdasarkan sistem perencanaan penulangannya, pelat dibagi menjadi dua macam, yaitu : 1. Penulangan pelat satu arah (one way slab) Pelatdengantulanganpokoksatuarahdijumpaijikapelatbetonlebihdominanme nahanbeban yang berupamomenlentur pada bentangsatuarahsaja. Contohpelatsatuarahadalahpelatkantilever dan pelat yang ditumpu oleh tumpuansejajar. 2. Penulangan pelat dua arah (two way slab) Pelatdengantulanganpokokduaarahdijumpaijikapelatbetonmenahanbeban yang berupamomenlentur pada bentangduaarah. Contohpelatduaarahadalahpelat yang ditumpuempatsisi yang salingsejajar. 2.5 PersyaratanPenulanganPelatLantai Adapun persyaratan penulangan pelat lantai berdasarkan SNI 2847:2013 adalah sebagai berikut : 1. Luas tulangan slab dalam masing-masing arah untuk sistem slab dua arah harus ditentukan dari momen-momen pada penampang kritis, tetapi tidak boleh kurang dari yang disyaratkan. 2. Spasi tulangan pada penampang kritis tidak boleh melebihi dua kali tebal slab, kecuali untuk bagian luas slab konstruksi sel atau berusuk. Pada slab yang melintasi ruang sel, tulangan harus disediakan seperti disyaratkan. 3. Tulangan momen positif yang tegak lurus terhadap tepi tak menerus harus menerus ke tepi slab dan mempunyai penanaman, lurus atau kait, paling sedikit 150 mm dalam balok tepi (spandrel), kolom, atau dinding. 4. Tulangan momen negatif yang tegak lurus terhadap tepi tak menerus harus dibengkokkan, dikait, atau jikalau tidak diangkur dalam balok tepi (spandrel), kolom, atau dinding, dan harus disalurkan pada muka tumpuan menurut ketentuan. 5. Bila slab tidak ditumpu oleh balok tepi (spandrel) atau dinding pada tepi tak menerus, atau bila kantilever slab melewati tumpuan, pengangkuran tulangan harus diizinkan di dalam slab tersebut. 6. Pada sudut eksterior slab yang ditumpu oleh dinding tepi atau bila satu atau lebih balok tepi mempunyai nilai αf lebih besar dari 1,0, tulangan slab atas dan bawah harus disediakan pada sudut eksterior. 7. Tulangan sudut pada kedua sisi atas dan bawah slab harus cukup untuk menahan momen per satuan lebar sama dengan momen positif maksimum per satuan lebar pada panel slab. 8. Momen tersebut harus diasumsikan berporos terhadap sumbu tegak lurus terhadap diagonal dari sudut pada sisi atas slab dan berporos terhadap sumbu yang paralel terhadap diagonal dari sudut pada sisi bawah slab. 9. Tulangan pojok harus disediakan untuk suatu jarak dalam masing-masing arah dari sudut sama dengan seperlima bentang yang lebih panjang. 10. Tulangan sudut harus ditempatkan paralel terhadap diagonal pada sisi atas slab dan tegak lurus terhadap diagonal pada sisi bawah slab. Sebagai alternatif, tulangan harus ditempatkan dalam dua lapis paralel terhadap sisi-sisi slab pada kedua sisi atas dan bawah slab. 11. Bila panel drop (drop panel) digunakan untuk mengurangi jumlah tulangan momen negatif pada bagian slab datar (flat slab) diatas kolom, dimensi panel drop (drop panel). 2.6 PeraturanTeknisPelaksanaanPembesianPelat Adapun syarat cara pembengkokan tulangan berdasarkan SNI 2847: 2013 adalah sebagai berikut : 1. Semua tulangan harus dibengkokan dalam keadaan dingin, kecuali bila diizinkan lain oleh insinyur profesional bersertifikat. 2. Tulangan yang sebagian yang sudah tertanam di dalam beton tidak boleh dibengkokan di lapangan, kecuali seperti yang ditunjukkan dalam dokumen kontrak, atau diizinkan oleh insinyur profesional bersertifikat. Selain cara pembengkokan tulangan, kondisi permukaan tulangan juga harus diperhatikan. Berikut ini adalah syarat kondisi permukaan tulangan berdasarkan SNI 2847 : 2013. 1. Pada saat beton dicor, tulangan harus bebas dari lumpur, minyak, atau pelapis bukan logam lainnya yang dapat menurunkan lekatan. Pelapis epoksi tulangan baja yang sesuai dengan standar yang dirujuk dalam peraturan yang diizinkan. 2. Kecuali untuk baja prategang, tulangan baja dengan karat, lapisan permukaan hasil oksidasi akibat pemanasan (mill scale), atau kombinasi keduanya, harus dianggap memenuhi syarat, asalkan dimensi minimum (termasuk tinggi ulir) dan berat benda uji yang disikat dengan tangan menggunakan kawat baja memenuhi spesifikasi ASTM yang sesuai yang dirujuk dalam peraturan. 3. Baja prategang harus bersih dan bebas dari minyak, kotoran, lapisan permukaan hasil oksidasi (scale), lubang permukaan akibat korosi dan karat yang berlebihan. Lapisan tipis karat diizinkan. 2.7 PeraturanTeknisPekerjaanBeton Pada PelatLantai Adapun peraturan teknis pekerjaan beton pada pelat lantai adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan cetakan (bekisting) Perencanaancetakan yang sesuaidenganstandar Nasional Indonesia (SNI 2847:2013), yaitu: a. Cetakan harus menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk, garis, dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan oleh dokumen kontrak. b. Cetakan harus kokoh dan cukup rapat untuk mencegah kebocoran mortar. c. Cetakan harus diperkaku atau diikat dengan baik untuk mempertahankan posisi dan bentuknya. d. Cetakan dan tumpuannya harus direncanakan sedemikian hingga tidak merusak struktur yang dipasang sebelumnya. e. Perancangan cetakan harus menyertakan pertimbangan faktor-faktor berikut : - Kecepatan dan metode pengecoran. - Beban selama pelaksanaan konstruksi, termasuk beban vertikal, horizontal, dan tumbukan. - Persyaratan cetakan khusus untuk pelaksanaan konstruksi cangkang, pelat lipat, kubah, beton arsitektural, atau elemenelemen sejenis. f. Cetakan untuk komponen struktural beton prategang harus dirancang dan dibuat untuk mengizinkan pergerakan komponen struktur tanpa kerusakan selama penerapa gaya prategang. 2. Persiapan Peralatan dan Tempat Penyimpanan Persiapan sebelum pengecoran beton berdasarkan (SNI2847:2013) meliputi hal berikut : a. Semua peralatan untuk pencampuran dan pengangkutan beton harus bersih. b. Semua sampah atau kotoran harus dibersihkan dari cetakan yang akan diisi beton. c. Cetakan harus dilapisi dengan benar. d. Bagian dinding bata pengisi yang akan bersentuhan dengan betonharus dibasahi secara cukup. e. Tulangan harus benar-benar bersih dari lapisan yang berbahaya. f. Air harus dikeringkan dari tempat pengecoran sebelum beton dicor kecuali bila tremie digunakan atau kecuali bila sebaliknya diizinkan oleh petugas bangunan. g. Semua material halus (laitance) dan material lunak lainnya harus dibersihkan dari permukaan beton sebelum beton tambahan dicor terhadap beton yang mengeras. 3. Pengecoran dan Pemadatan SistempengecoransebaiknyaharussesuaidenganketetapanStandar Nasional Indonesia (SNI 2847:2013) bahwa : a. Beton harus dicor sedekat mungkin pada posisi akhirnya untuk menghindari terjadinya segregasi akibat penanganan kembali atau segregasi akibat pengaliran. b. Pengecoran beton harus dilakukan dengan kecepatan sedemikian hingga beton selama pengecoran tersebut, tetap dalam keadaan plastis dan dengan mudah dapat mengisi ruang di antara tulangan. c. Beton yang telah mengeras sebagian atau telah terkontaminasi oleh bahan lain tidak boleh dicor pada struktur. d. Beton yang ditambah air lagi atau beton yang telah dicampur ulang setelah pengikatan awal tidak boleh digunakan kecuali bila disetujui oleh insinyur profesional bersertifikat. e. Setelah dimulainya pengecoran, maka pengecoran tersebut harus dilakukan secara menerus hingga mengisi secara penuh panel atau penampang sampai batasnya, atau sambungan yang ditetapkan sebagaimana diizinkan atau dilarang. f. Permukaan atas cetakan vertikal secara umum harus datar. g. Jika diperlukan siar pelaksanaan, maka sambungan harus dibuat sesuai dengan ketetapan. h. Semua beton harus dipadatkan secara menyeluruh dengan menggunakan peralatan yang sesuai selama pengecoran dan harus diupayakan mengisi sekeliling tulangan dan seluruh celah dan masuk ke semua sudut cetakan. Pemadatanbetonharusmengikutiketentuanberikutini( SNI 03-3976-1995) : a. Beton yang dicorkan harus dipadatkan secara sempurna dengan alat yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan, alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam beton dan daerah sudut acuan; b. Dalam hal pemadatan beton dilakukan dengan alat penggetar : - Lama penggetaran untuk setiap titik harus dilakukan sekurangkurangnya 5 detik, maksimal 15 detik; - Batang penggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bagian beton yang sudah mengeras dan tidak boleh dipasang lebih dekat 100 mm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras serta diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh batang penggetar; - Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang batang penggetar dan tidak boleh lebih dari 500 mm. Untuk bagian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi lapis. 4. Perawatan Beton Setelah proses pengecoran, beton tidak boleh dibiarkan begitu saja. Beton harus dirawat agar mutu beton yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan. Perawatan beton menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 2847:2013), yaitu : a. Beton (selain beton kekuatan awal tinggi) harus dirawat pada suhu di atas 10°C dan dalam kondisi lembab untuk sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoranm kecuali jika dirawat sesuai dengan perawatan dipercepat. b. Beton kekuatan awal tinggi harus dirawat pada suhu di atas 10°C dan dalam kondisi lembab untuk sekurang-kurangnya selama 3 hari pertama kecuali dirawat sesuai dengan perawatan dipercepat. 5. Pembongkaran Cetakan dan Penopang,serta Penopangan Kembali Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI2847:2013) peraturan dalam pembongkaran cetakan dan penopang, serta penopang kembali,yaitu: PembongkaranCetakan Cetakanharusdibongkardengancarasedemikianrupa tidakmengurangikeamanan dan agar kemampuanlayanstruktur. Beton yang akanterpapardenganadanyapembongkarancetakanharusmemilikikeku atan yang cukup yang tidakakanrusak oleh pelaksanaanpembongkaran. PembongkaranPenopang dan PenopanganKembali Ketentuanuntukpelat dan balokkecualibilakomponenstrukturtersebutdicor pada permukaantanah, yaitu : a. Sebelum memulai pelaksanaan konstruksi, membuat prosedur dan jadwal kontraktor harus untukpembongkaran penopang dan pemasangan penopang kembali dan untuk perhitungan beban yang disalurkan ke struktur selama proses. - Analisis struktur dalam perencanaan danpenopang dan data kekuatan beton yang dipakai dan harusdiserahkan pembongkaran oleh cetakan kontraktor kepada pengawas lapangan. - Tidak boleh ada beban konstruksi yang ditumpukan di atas suatu bagian struktur yang sedang dibangun, juga tidak bolehada penopang dibongkar dari suatu bagian struktur yang sedang dibangun kecuali apabila bagian dari struktur tersebut bersama-sama dengan cetakan dan penopang yang tersisamemiliki kekuatan yang memadai untuk menumpu berat sendirinya dan bebanyang ditempatkan padanya. - Kekuatan yang memadai tersebut harus ditunjukkan melalui analisis diusulkan, struktur dengan memperhatikan beban yang kekuatan sistemcetakandan penopang,sertadata kekuatan beton. Data kekuatan beton harus didasarkan pada pengujian silinder beton yang dirawat di lokasi konstruksi, atau bilamana disetujui pengawas lapangan, didasarkan pada prosedur lainnya untuk mengevaluasi kekuatan beton. b. Beban konstruksi yang melebihi kombinasi beban mati tambahan ditambah beban hidup tidak boleh ditumpukan di atas bagian struktur yang sedang dibangun tanpa penopang, kecuali jika analisis menunjukkan bahwa bagian struktur yang dimaksud memiliki kekuatan yang cukup untuk menumpu beban tambahan tersebut. c. Tumpuan cetakan untuk beton prategang tidak boleh dibongkar sampai kondisi gaya prategang yang telah diaplikasikan mencukupi bagi komponen struktur prategangtersebut untuk memikul beban matinya dan beban konstruksi yang diantisipasi B. OrganisasiProyekSecaraUmum Proyekmerupakansuatukegiatanusaha yang kompleks, memilikiketerbatasanterhadapwaktu, sifatnyatidakrutin, anggaran sumberdayasertamemilikispesifikasitersendiriatasproduk dan yang akandihasilkan. Pelaksanaproyekharusdiselenggarakansecaramenyeluruhmulaidariperencanaanpe mbangunanfisik, sampaidenganpemeliharaan yang macamunsur komponenpendukung. satubagiandarimanajemenproyek dan yang Salah melibatkanbermacam- memegangperanancukuppentingadalahorganisasiproyek, sebuahproyekakanberhasiljika di dalamnyaterdapatpengorganisasian yang baik. Denganadanyaketerbatasan-keterbatasandalammengerjakansuatuproyek, makasebuahorganisasiproyeksangatdibutuhkanuntukmengatursumberdaya yang dimiliki yang agar dapatmelakukanaktivitas-aktivitas sinkronsehinggatujuanproyekbisatercapai. Strukturadalahcarasesuatudisusunataudibangunorganisasi merupakansuatuwadahberkumpulnya minimal yang dua untukmencapaisebuahtujuan. Organisasiadalahsuatuwadahkegiatansekelompokmanusiaataubadandenganpemba orang gian tugas daya tertentuuntukmencapaitujuanbersamadenganmemanfaatkansumber semaksimalmungkin. Kegiatantersebutdapatberupa jasa maupunlainnyasesuaidengantujuan. Banyaksedikitnyakegiatandapatmempengaruhijumlahtenagasebagaipelaksanakegi atan. Organisasiadalahbersatunyakegiatan-kegiatandariduaindividuataulebih bawahsatukoordinasi, (Ervianto, 2005: dan 40). di berfungsimempertemukanmerekamenjadisatutujuan Semakinbanyakindividuataukelompok terlibatdenganmacamkegiatanataujenjangkewenangan bentukorganisasiakansemakinkompleks. yang yang beragam, Fungsiorganisasi kompleksadalahmengubahsesuatudapatberupa yang material, informasi, ataupunmasyarakatmelaluisuatutatananterkoordinasiyangmampumemberikannilait ambah, sedemikianrupasehinggamemungkinkanorganisasimencapaitujuannyadenganbaik. Dalamhalinistrukturorganisasiproyeksangatberkaitaneratdenganmanajeme nproyekdimanamanajemenproyekadalah tata caraatausistempengelolaanpekerjaankonstruksidalammengelolasumberdaya dan dana dan suatuproyekuntukmencapaitujuandenganmenggunakanmetode-metode sistematikatertentu (Putri Lynna, 2012: 32). Manajemensuatuproyekpembangunanmempunyaitujuanmenyelesaikanpro yeksesuaibataswaktu dan biaya yang direncanakandengankualitasbangunan yang optimal. Oleh sebabitukerjasama yang baikantarunsurpendukungdalammelaksanakantugas kewajibannyaberdasarkanbatasruanglingkup masingmutlakdiperlukan, dan dan dan wewenangmasing- merupakan modal dasardarikelangsungansuatuproyekmenujukeberhasilan. Keberhasilansuatuproyeksangattergantungdariperilakuataukegiatansatuansatuanpendukungpelaksanaorganisasinya dikoordinasikandalamsuatusistemmanajemen. yang Untukitudituntut individuatausatuan-satuandalamorganisasipengeloladapatbekerja terorganisiruntukmewujudkansesuaidengankeinginannya, agar individu- sama secara jadwalkegiatan, anggarankeuangan, monitoring dan laporankemajuansertasegeramengambillangkahlangkahperbaikanbilamanadibutuhkan.Sistemmanajemenproyekmemberikan tata cara kepadaindividu-individudenganberlainantugasnya, agar mampubekerja sama untukmencapaiharapantertentuproyek. Terdapatstrukturorganisasiuntukdipilih pada pelaksanaanproyeksesuaijenisproyeknya.Pengelolaproyekbertanggungjawabuntuk menyelesaikansuatutujuanorganisasisesuaidengan daya, dana, waktu, peralatan, batas teknologi, menurutspesifikasisumber manusia dan material untukmencapaistandarkualitaskesepakatansehinggatercapaisuatukeuntunganbagise muabelahpihak. perencanaan Olehkarenaitulahmakadiperlukanadanyamanajemen, secara sistematis dalamsuatuwadahberbentukorganisasi. Didalam dan perhitungan, tersusun penyelenggaraan rapi pembangunan proyek dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap perancangan, perencanaan, dan pembangunan hingga tahap pemeliharaan dimana hal tersebut merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dapat dilakukan secara sistematis dan melibatkan berbagai unsur yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Unsurunsur tersebut membentuk suatu organisasi proyek di mana masing-masing mempunyai peranan, fungsi dan tanggung jawab yang jelas. Organisasi proyek dalam suatu pelaksanaan proyek sangat diperlukan sebagai bagian dari manajemen suatu proyek yang sesuai dan saling berhubungan dan tentunya harus selalu berjalan pada peraturan-peraturan/tata tertib yang telah ditentukan.Sedangkan manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengelola sumber daya dan dana suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan menggunakan suatu metode dan sistematika tertentu agar tercapai daya guna yang sebesarnya. Dengan adanya manajemen proyek yang baik dan teratur di dalam suatu proyek diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan dan kelancaran proyek hingga tujuan dari proyek akan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Setiapstrukturorganisasitersebutmempunyai salingberkaitan, tugas jadiharusdibutuhkankerjasama masing-masing yang yang baik. Untukmencapaitujuandariorganisasi, dandibuatsuatusistemhubungankerjasesuaidengankondisipekerjaansepertiberikut: 1. Tugaspokokdariorganisasi. 2. Pengelompokan dalam satu sistematika tertentu. 3. Pekerjaan dari tiap-tiap petugas dari organisasi itu. 4. Tanggung jawab dari tiap-tiap petugas dalam rangka pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya. 5. Kekuasaan atau wewenang dari tiap-tiap petugas. 6. Pelimpahan tanggung jawab kepada bagian-bagian dalam organisasi itu. 7. Ukuran-ukurannya yang diperlukan didalam menilai berhasil atautidaknya pelaksanaan tugas tiap-tiap petugas dalam organisasi. Gambar 2. 3: SkemaSrtukturOrganisasi Secaragarisbesar,unsur-unsur yang terlibatdalampelaksanaanpembangunanproyekmeliputipemberitugas konsultanperencana (Design Architect), (Owner), konsultanpengawas dan kontraktorpelaksana. 1. PemilikProyek Pemilikproyekataupemberitugasataupenggunajasaadalah yang orang/badan memilikiproyek dan memberikanpekerjaanataumenyuruhmemberikanpekerjaankepadapihakpeny ediajasa dan yang membayarbiayapekerjaantersebut. Penggunajasadapatberupaperseorangan badan/lembaga/instansipemerintahmaupunswasta. Hak dan kewajibanpenggunajasaadalah: a. Menunjukkanpenyediajasa (konsultan dan kontraktor) b. Memintalaporansecaraperiodikmengenaipelaksanaanpekerjaan yang telahdilakukan oleh penyediajasa. c. Memberikanfasilitasbaikberupasarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihakpenyediajasauntukkelancaranpekerjaan d. Menyediakan dana kemudiamembayarkepadapihakpenyediajasasejumlahbiaya dan yang diperlukanuntukmewujudkansebuahbangunan e. Ikutmengawasijalannyapelaksanaanpekerjaan direncanakandengancaramenempatkanataumenunjukkansuatu yang badan atau orang untukbertindakatasnamapemilik. f. Mengesahkanperubahandalampekerjaan (bilaterjadi) g. Menerima dan mengesahkanpekerjaan yang telahsesuaidenganapa yang dikehendaki Wewenangpemberitugasadalah: a. Memberitahukanhasillelangsecaratertuliskepadamasingmasingkontraktor b.Dapatmengambilalihpekerjaansecarasepihakdengancaramemberitahuka nsecaratertuliskepadakontraktorjikatelahterjadihal-hal di luarkontrak yang ditetapkan. 2. Konsultan Pihak/badan yang disebutkonsultandapatdibedakanmenjadidua ,yaitukonsultanperencana dan konsultanpengawas. Konsultanperencanadapatdipisahkanmenjadibeberapajenisberdasarkanspesia lisasinya, yaitukonsultan bidangmekanikal yang dan menanganibidangarsitektur, elektrikaldan lain bidangsipil, sebagainya. Berbagaijenisbidangtersebutumumnyamenjadisatukesatuan dan disebutkonsultanperencana. Konsultanperencanaadalah orang/badan yang membuatperencanabangunansecaralengkapbaikbidangarsitektur, bidang lain yang melekateratmembentuksebuah sipil system dan bangunan. Konsultanperencanadapatberupaperseorangan/perseoranganberbabadan hokum/badan hokum yang bergerakdalambidangperencanapekerjaanbangunan. Hak dan kewajibankonsultanperenacanaadalah: a. Membuatperencanaansecaralengkap rencanakerja dan yang terdiridarigambarrencana, syarat-syarat, hitunganstruktur, rencanaanggaranbiaya. b. Memberikanusulansertapertimbangankepdapenggunajasa dan pihakkontraktortentagpelaksanaanpekerjaan. c. Memberikanjawaban yang dan penjelasankepadakontraktortentanghal-hal kurangjelasdalamgambarrencana, rencanakerja syarat. d. Membuatgambarrevisibilaterjadiperubahanperencana. e. Menghadirirapatkoordinasipengeloaanproyek. dan syarat- Konsultanpengawasadalah orang/badan yang ditunjukkanpenggunajasauntukmembantudalampengelolaanpelaksanaanpe kerjaanpembangunanmulaiawalhinggaberakhirnyapekerjaantersebut. Hak dan kewajibankonsultanpengawasadalah: a. Menyelesaikanpelaksanaanpekerjaandalamwaktu yang telahditetapkan. b. Membimbinga dan mengadakanpengawasansecaraperiodikdalampelaksanaanpekerjaan. c. Melakukanperhitunganprestasipekerjaan. d. Mengkordinasi dan mengendalikankegiatankonstruksisertaaliranninformasianatarberbag aibidang agar pelaksanaanpekerjaanberjalan lancer. e. Menghindarikesalahan yang memungkinkanterjadinyasedinimungkinsertamenghindaripembengka kanbiaya. f. Mengatasi dan memecahkanpersoalan yang timbul di lapangan agar dicapaihasilakhirsesuaikualitas, kuantitassertawaktupelaksanaan yang telahditetapkan. g. Menerimaataumenolak material/peralatan yang didatangkankonstraktor h. Menghentikansementarabilaterjadipenyimpangandariperaturan yang berlaku. i. Menyusunlaporankemajuanpekerjaan (harian, mingguan, bulanan) j. Menyiapkan dan menghitungadanyakemungkinanpekerjaantambahn/kurang. 3. Kontraktor Kontraktoradalah orang/ badan yang menyelenggarakansesuaibiaya telahditetapkanberdasarkangambarrencana menerimapekerjaan dan yang dan peraturansertasyarat-syarat yang ditetapkan. Kontraktordapatberuapperusahaanperseorangan berbadanhukumatausebuah badan hokum yang yang bergerakdalambidangpelaksanaanpekerjaan. Hak dan kewajibankontraktorialah: a. Melaksanakanpekerjaansesuaigambarrencana, syarat, risalahpenjelasanpekerjaan peraturan (aanvullings) dan syarat- dan syarat- disahkan oleh syarattambahan yang telahditetapkan oleh penggunajasa. b. Membuatgambar-gambarpelaksana yang konsultanpengawassebagai wakil daripenggunajasa. c. Menyediakanalatkeselamatankerjaseperti yang diwajibkandalamperaturanuntukmenjagakeselamatanpekerja dan masyarakat. d. Membuatlaporanhasilpekerjaanberupalaporanharian, mingguan, dan bulanan. e. Menyerahkanseluruhatausebagianpekerjaan yang telahdiselesaikannyasesuaiketetapan yang berlaku. Pihak-pihak yang terlibatsecaralangsung di lapanganproyek yang dibuatdalamstrukturorganisasi : 4. Manager Proyek Project manager adalah orang yang bertanggungjawabatas planning, controlling, dan mengawasisecaralangsung Bertanggungjawabkepadakepalacabangnya team project management. di unitnyamasing-masing. Tugas dan tanggungjawab project manager adalahsebagaiberikut : a. Membuat RAPK (RencanaAnggaranPelaksanaanKendali) dan kegiatanperencanaan yang lain. b. Membinahubungankerja yang baikdengan owner, konsultanperencana, dan mitrakerjalainnya. c. Mengelola dan bertanggungjawabatasseluruhsumberdayaproyeksehinggadapatefektif dan efisiengunatercapainyasasaran dan tujuanproyek. d. Menggerakkansumberdayagunatercapainyasasaranproyekdarisegibiay a, waktu, mutu, dan keselamatan. e. Menelitirencanapelaksanaanproyek yang dibuat oleh kontraktor. f. Memberikanpersetujuanpembayarankepadakonsultanataukontraktor. g. Menyelenggarakanrapatmingguan. Wewenang Project Manager adalah a. Menentuanhargasatuanupahkerja. b. Mengesahkanbukti-buktipembayaran. c. Mengadakankontrakkerjadengansuplayer dan mandor. d. Mewakiliperusahaanmenjalinhubungandengan owner 5. Site Manager Site Manager adalah yang turutbertanggungjawabatasberlangsungnyakegiatanproyek. Adapuntugas yang di embankankepadaseorangSite Manager yaitu : a. Membuat time schedule sebelumpelaksanaanproyek. b. Memimpinkegiatanpelaksanaanproyek. c. Melakukanpengendalianproyek. d. Mengatasikendala dan hambatan yang terjadi di lapangan. e. Melakukanpemantauandenganketatatasprestasipenyediajasadenganse geramelaporkankepadapimpinanbagianproyekapabilapelaksanaanpek erjaanmengalamiketerlambatanuntukkemudianmembuatpenanggulan gansertaperbaikan. f. Mengecek dan menandatanganidokumententangpengendalianmutu dan volume pekerjaan. g. Membuatlaporanbulanan dan minggunandalamrapat yang diadakanpenggunajasa. h. Melaporkankemajuanpelaksanaanpekerjaandalamrapat yang diadakanpenggunajasa. i. 6. Mempertanggungjawabkanrugi dan labaproyek. Logistik Logistikmerupakaninstansi pelaksanaan, dan yang melakukan pengendalianaliran proses perencanaan, yang efisien dan efektifdaribarangataujasa dan informasiterkaitmulaidarititikasalsampaipenggunaanuntukmemenuhikeperlu anpelanggan. Kata kunci logistic adalahalirandenganobjekbarangataujasadengantujuanmenyediakanbarangde nganjumlah yang tepat, waktu yang tepat, lokasi yang tepat dan biaya yang tepat. Kegiaanutama logistic adalahpengadaan, penyediaan, penyimpanan, pengangkutan, pergudangan, pengemasan, keamanan dan penengananbarang dan jasabaikdalambentukbahanbaku, barangantara dan barangjadi. PeraLnlogisticdalammencapai “lebihmurah” rekayasaulanglogisticuntukmengurangibiaya, denganmengaturkapasitas, logistic yang lain ramping Strategi dapatdilaksanakandenganmenggunakankeandalan akuratuntukmenjaminpemenuhanpesanan proses antara skalaekonomi, penguranganpenyediaan. adalah dan “lebihbaik” dan ketangggapan sempurna. “lebihcepat” dapatdiwujudkandenganmelakukanpengelolaanwaktuancangantara yang Strategi yang lain denganmenggunakanperamalandengan data yang lebihbaik, optimasiantrian, produksi dan distribusitepatwaktu dan pemilihanmodatransportasi. Tugas dan tanggungjawab logistic adalahsebagaiberikut: a. Melaksanakanpengadaanbahanataupermintaan material. b. Mengatur dan mengontrolpenggunaan material. c. Bertanggungjawabataspenyimpanan material. d. Mengadakanmobilisasialatberatmaupunringansesuaipermintaan. e. Melakukanperawatanterhadapsemuaalatbaiksaatdigunakanmaupuntida k. f. Melakukanperbaikanjikaadaperalatan yang rusak. 7. Mechanical Electrical Plumbing (MEP) Mechanical, electrical dan plumbingmerupakansebuahbidangpekerjaanseputarutilitasbangunanseperti sistem tata udara, air bersih dan drainase, sistemtransportasibangunan, sistemlistrik dan sistemelektronikbangunan. MEP adalah salah satubidangdimanaterdiridariberbagaijurusan/disiplinilmusepertiteknikmesi n, teknikelektro, teknikfisika dan juga tekniklingkunganbahkanbeberapa juga terdiridariteknikkimia. berkecimpungdalam Sehingga MEP adalah setidaknyamenguasaibeberapadisiplinilmu Dan sampaisaatini, yang belumadasebuahjurusan orang-orang yang orang-orang yang diperolehdaripengalaman. yang mengajarkantentang MEP secarakeseluruhanberbedadenganpendidikan di dunia Eropa yang mempelajarikeseluruhantentang MEP yang dikenaldengannamajurusan Building Service Engineering.Adapunbagian-bagian MEP adalah : a. Sistem tata udara dan ventilasimekanik yang terdiriatassistemchiller, air cooler split dan VRV/VRF, water cooler VRV/VRF sertasistemventilasimekanik dan natural. b. Sistem plumbing yang terdiriatassistempengolahan air bersih dan air limbah (STP), sistemdrainase, sistem air hujan, sistempemipaan gas, sistempneumatictube pada rumahsakitsertasistem RO. c. Sistempemadamankebakaranyaknisistemsprinkel, hydran dan sistem APAR. d. Sistemtransportasibangunanyaitusistemlift, elevator / escalator / travelator. e. Sistemelektricaldiantaranyaadalahsistemtegangantingggi, sistemteganganmenengah dan sistemteganganrendah. f. Sistemelektronikterbagiatassistemkomunikasi sistemfirealarm, sistem tata suara, dan sistem kabel data, MATV-televisi, sistemsecurity& CCTV-kamera dan securitysertasistemnurse call. 8. Surveyor Surveyor adalahseseorang yang melakukanpemeriksaanataumengawasi dan mengamatisuatupekerjaanlainnya pada proyek. Dalam dunia kerjaistilah Surveyor kebanyakanmenjurus pada dunia lapanganygnantinyamenjadiobjekutamadalamhalmenjalankantugasnya. Berikutadalahtugasdari surveyor adalah : a. Melakukanpelaksanaansurveilapangan dan penyelidikanataupengukurantempat-tempatlokasi yang dikerjakanterutamauntuk mayor item. b. Mencatat dan mengevaluasihasilpengukuran telahdilakukansehinggadapatmeminimalisirkesalahan yang dan melakukantindakkoreksi dan pencegahannya. c. Melaporkan dan bertanggungjawabhasilpekerjaankekepalaproyek. 9. Mandor Mandoradalah orang mengaturkerjatukang yang di secaralangsungmembawahitukang lapangan. Adapunfungsi dan dan kerjatukangsebagaiberikut : a. Mendatangkansejumlahtenagakerjasesuaidengankualifikasi diperlukansepertikelompoktukangkayu dan lainnya. b. Memimpin dan mengawasipekerjaantukang. yang c. Mengendalikankualitaspekerjaan agar sesuaidenganspesifikasisertagambar-gambarperencanaan. d. Mengelolaupaya pada pekerjaantukang. e. Menyiapkanbuku daftar hadir para tukang. f. Menerimamasukan yang dibutuhkan oleh para tukang. 10. KepalaTukang Kepalatukangadalah orang secaralangsungberhubungandenganmandor dan yang tukang. Seseorang di bidanginimenjadiperantaraanatauwalidarisekianbanyaktukang lapangandalampekerjaannya. di Kepalatukangbersama- samadenganmandormengawasikinerjatukang dan memberikantugaskepadatukang di awalpekerjaan. Tugaskepalatukangadalahsebagaiberikut: a. Memimpin para tukagbangunan agar bias memahami dan bekerjasesuaidenganarahanpelaksanaataupemilikbangunan b. Sebagaitempatpenitipangajitukangsecarakeseluruhanuntukkemudiame mbagikannyakembalikepada para tukangsesuaidenganpemdapatanmasing- masing. c. Merupakantukang senior yang tekahahlidibidangnyajadi bias menjaditempatbertanya dan belajarbagitukangdengankemampuannyadibawahnya, apabilakepalatukangtidak bias menjawabmakadapatdisampaikankepadapelaksanauntukdiberikanpejel asan d. Memberikancontohbagaimanacaramengerjakansuatupekerjaan baik dan cepat e. Melaporkankepadapelaksanamengenaikesulitanataukendaladalampela ksanaanuntukdiberikanjalankeluar yang f. Memberitahukan daftar alat yang dibutuhkan oleh tukangdalammelaksanakanpekerjaan 11. Tukang Tukangadalah orang-orang yang terlibatsecaralangsungdalammenyelesaikanpekerjaan Merekalahpekerja-pekerja di di lapangan. lapangan yang ahlidalambeberapabidangnyaataumemilikispesialisasitersendiri, misalnyatukangbatu, tukangkayu, tukangbesi, tukangplester dan lain-lain. Adapuntugas dan tanggungjawabtukangadalah: a. Mempertanggungjawabkanpekerjaan yang dilaksanakandilapangan. b. Bertanggungjawabkepadamandorataspekerjaan yang dilaksanakan c. Membantumandorjikaadahal yang diperlukanmengenaipekerjaan yang dilakukan. d. Mengerjakanpekerjaannyasesuaidenganjob sheetpekerjaandilapangan 12. K3 (Keamanan, Kesehatan dan KeselamatanKerja) K3 merupakansebagaipenanggungjawabataskesehatan keselamatankerjaselamamelaksanakantugas dan di lapangan. a. Memberikanpengarahanlangsungkepadasetiappekerja agar Berikutadalahfungsidari K3 yaitu : dalammelaksanakankegiatandapatmencegah dan mengurangiresikoadaanyakecelakaandilapangan. b. Memberikanfasilitas cukupsaatmelaksanakankegiatandilapangan. c. Memantausetiappekerjadalammelaksanakan sop yang teladibuat yang B. Alat Yang DigunakanSecaraUmum Pada PelaksanaanPekerjaan Plat Lantai. Peralatan yang digunakan pada pelaksanaanpembangunanmall suzuya ini terdiridariperalatan mesin dan peralatantangan.Adapun peralatan darimesin yang digunakanadalahsebagai berikut : 1. Concrete MixerTruck Untukmengadukbetondapatmenggunakanalatpengadukmekanisyaituconcre te mixertruck. Trukadukanbetonmerupakanalatpengadukbetondalamjumlahbesar, concrete mixer truckiniberkapasitas 5m3 . Dimana waktu untuk pengadukan campuran cor beton selama ± 1 menit Selamapengangkutantabungtruck sampai yang menit dan juga mixerharusselaluberputar agar sehinggamutubeton yang tidakterjadipengerasan/pemisahanagregat, dibawatidakberubahdarimutu 1,5 dikehendaki serta yang harus perlu diperhatikan dalam pengadukan cor beton adalah hasil dari pengadukan dengan memperhatikan susunan warna yang sama. Berdasarkanarahperaturan batch-nya, mesinadukdibedakanmenjadi 3 yaitumesinaduk yang berputar vertical (vertical mixing or reversing drum mixer), mesinaduk yang berputarmendatar (horizontal miing or pan drum mixer)dan mesinadukberputar miring (tilting drum mixing). Gambar 2.4Pengadukan Ready Mix (ConcreteMixerTruck) 2. Dump Truck Dump truck adalahsebuahkendaraanbermotor digunakanuntukmengangkutbarang. yang Jeniskendaraaninibiasadisebut juga sebagaimobilbarang. Kendaraanjenisinibiasadigunakandalambidangkonstruksi untukmemindahkan material pada dan jarakmenegahsampaijarakjauh (500 m ataulebih). Setiapjenistrukmemilikidayaangkuttersendiritergantungkepadabeberapavariab el, diantaranyajumlah ban, jumlahsumbu/konfigurasisumbu, muatansumbu, kekuatan ban, dayadukungjalan. Gambar 2.5 Dump Truck 3. Concrete Pump Concrete pump adalah mesin yang dilengkapi dengan pompaan lengan (boom) betonready yangberfungsiuntukmemompa/ mixkestrukturbangunan membantumengahantarkancampuran yang akandicor. Pumpdigunakansaatpengecoran plat lantai. Gambar 2.6Pompa Beton (ConcretePump) 4. Concrete Bucket BiasanyaConcrete Concrete bucketadalah tempat pengangkutan beton dari concrete mixer truck sampai ketempat pengencoran dan alat bantu saatmelakukanpengecorandenganpenggunaanbantuan tower crane. Dalam pengerjaannya, dibutuhkan satu orang sebagai operator concrete bucket yang bertugas untuk membuka atau menguci agar coran beton tidak tumpah pada saat dibawa ke area pengecoran dengan tower crane. Gambar 2.7Concrete Bucket 5. AlatGetar (Concrete Vibrator) AlatgetaratauConcrete berfungsi Vibratoradalahsejenis untuk mesin penggetar memadatkanadukanbetonbasah saatdimasukankedalamcetakanatau yang dikenaldengan pengecoran.Dengandemikiandiharapkanseluruhbagian-bagian sulitseperti di antaratulangan balok,dapatterisibetondenganpadat plat dan lantai, rapat. yang pada proses yang kolom maupun Sehinggatidakterjadicelah- celahkosong yang akanmenyebabkanbetonkeropos atau akan mengurangi kekuatan beton itu sendiri. Vibrator terdiri dari 3 bagian yaitu: motor, ujung getar dan pipa yang menghubungkan motor dengan ujung getar. Gambar 2.8AlatGetar(Concrete Vibrator) 6. Pemotong Baja(Bar Cutter) Bar cutterberfungsiuntukmemotongbesitulangansesuaidenganukuran yang dibutuhkan, setelah itu tulangan dapat digunakan untuk dipasang pada pelat lantai, kolom dan balok. Sehinggauntukukuran dibutuhkanharusdipotongdenganbar cutter,sebelumdipotong, tulanganterlebihdahuluditandai akandipotongsesuaidenganukuraan yang pada yang diperlukan. titik Dengan yang adanya bar cutter ini pekerjaan pembesian akan lebih rapi dan dapat menghemat besi yang dipakai. Gambar 2.9Pemotong Baja(Bar Cutter) 7. Pembengkok Baja(Bar Bender) Bar benderdigunakanuntukmembengkokkanbajatulangansesuaidenganukuran yang dibutuhkan,misalnyadigunakanuntukmembuatsengkang, dan kolom. Gambar 2.10Pembengkok Baja (Bar Bender) beugel balok 8. KeretaSorong Keretasorang atau yang sering dikenal dengan sebutan beko inimerupakanalat yang sederhana dengan menggunakan tenaga manusia. Kereta sorong digunakanuntukmemuatkan perkakas, bahan dan alat-alat yang diperlukan pekerja seperti pasir, semen, kerikil dan batu bata serta untuk mengakutadukanbetondari concrete mixer ketempatpengecorandalamjarak yang terdekatsehinggapekerjaanlebihefektif. Gambar 2.11KeretaSorong 9. Tower Crane Tower cranesalah satu jenis alat berat dan menjadi sentaral atau paling utama yang ada pada bangunan gedung bertingkat dan jembatan. Tower cranedigunakanuntukmengangkat material atau bahan maupun konstruksi bangunan dari bawah menuju bagian atassecaara horizontal maupunvertikal, menahannyaapabiladiperlukan, sertamenurunkanmuatanketempat lain yang ditentukandenganmekanismependongkrak ( luffing) dan pemutar (slewing). Bahan untuk membuat tower crane adalah baja dan terdiri dari mast dan base section, telescopic set dan slewing. Kemudian ada lagi counter jib, cad head dan jib section serta hook dan trolley. Strukturnya sendiri selalu kaku dan standardnya ditentukan oleh pabrik pembuatannya. Tower craneterdiridaribeberapabagian yang dapatdibongkarpasangketikadigunakan/dipakai, sehinggamudahuntukdibawakemanasaja. cranebiasanyadiangkutsecaraterpisah Tower menggunakankendaraan (trailer) ketempatproyekkemudiandipasangkembali pun di tempatproyek, tidakluputdaribantuansaudaranyayaitumobile pemasangantower cranetermasukcukup yang pemasanganya crane. Dan lama karenabanyakbagian-bagian harusdipasangtermasukpembuatanpondasitower crane.Sedangkancarapengoperasianyatergolongberbahaya dan beresikotinggi, operator harusberada di cabin. Sedangkancabinnyaberada di ujung tower, meskiberesikotinggitetapisebandingdenganhasil yang didapat. Selain Tower Crane adabeberapajenis crane antara lain:Crawler Crane, Hidraulik Crane, Hoist Crane (fixed crane), Jip CranedanMobilCrane. Gambar 2.12Tower Crane 10. Generator Set Generator setadalahsuatumesin berfungsisebagaipenggerak motor sehinggadapatmenghasilkantenagalistrik. generator set (motor) Energy diesel listrik listrik inidigunakanuntukpower melayaiberbagaikeperluansepertikebutuhanlistrikalatconcrete yang (dynamo) yang berasal supply dan yang vibarator,mesin las listrik, bar bender, bar cutter, penerangproyek,kebutuhanlstrikkantor,dan sebagainya. Gambar 2.13Generator Set 11. Perancah(Scaffolding) Scaffoldingadalahsuatustrukturpenyanggahsementara digunakanuntukmenopangpekerja yang dan material dalamsuatupekerjaankonstruksibangunanatauperbakangedung.Perancahdiguna kansebagaialat bantu perancaherbahankayu pengerjaanproyek.Terdapatduajenisperancahyaitu, dan perancahberbahanbesi yang disusunmenjadistrukturpenyanggah yang seringdikenaldenganschaffolding. Gambar 2.14Perancah (Schaffolding) 12. Air Compressor Air Compressor digunakanuntukmembersihkan area yang akandicor agar semuakotoran-kotoran yang tersebutbaikdebuataupotongankayubisa berada di di area dorongkeluar. Alatiniakanmengeluarkantekananudara akanmendorongkotorankeluarsehinggaketikapengecoran yang area akandicorakanbersihdaribenda-benda yang akanmengurangikekuatanbeton. yang Gambar 2.15Air Compressor 13. Las Listrik Las listrikdigunakanuntukmengikat/menyambungbesiataubaja.caramencairkanseba gianlogaminduk dan menghasilkansambungan yang continue. Gambar 2.16Las Listrik 14. Theodolite Total Station Theodolite merupakanalat bantu dalamproyekuntukmenentukan as bangunan dan titik as elemen-elemenstruktursepertikolom, balok, retaining wall dan plat lantaisehinggaposisibangunan dikerjakansamasepertigambarrencana, sudutbanguna.Alatinidipergunakan elevasitanahgaliantimbunan. yang sertamembuatsudutjuga untukmenentukanelevasitanah dan Gambar 2.17 Theodolite Total Station 15. Automatic Level Topcon Automatic level topcondigunakanuntukmenetukanelevasi,membuatsudut- sudutbanguanan.Alatinidipergunakan juga untukmenentukanelevasitanah dan elevasitanahgalian dan timbunan. Gambar 2.18AutomaticLevel Topcon 16. Pipa Tremie Pipa tremieadalah pipa yang digunakanuntukmengaturtinggijatuhbeton pada saatpengecoran. Pipa tremiebiasadipasang pada ujungbawahconcrete bucket sehinggabeton yang keluardariconcrete bucket tidaklangsungjatuh dan menumbuklokasipengecoran. Gambar 2.19 Pipa Tremie 17. Peralatan Tangan (Hand Tools) Selainalat-alatkonstruksitersebut di atasterdapat juga peralatantangansederhana yang seringdigunakandalamproyekbangunangedung. alatinidapatmembantutukanguntukpekerjaan Alat yang ringan - dan mendetail. Adapun peralatan dari tangan yang digunakanadalahsebagaiberikut : a. Martil atau Palu Martil atau palu adalah alat yang digunaka untuk memberikan tumbukan kepada benda. Palu digunakan untuk memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan menghancurkan suatu objek. Gambar 2.20Martil atau Palu b. SendokSpesi Sendokspesidisebutjuaga “cetok” daripelatlogamdengantangkaidarikayu yang dibuat berfungsiuntuk mengambil spesi dari tempat spesi pada pemasanganbata, dan untukmembuatplesteran. Gambar 2.21Sendok Spesi c. Roskam/ Trowel Trowel/ roskammerupakanalat berfungsiuntukmenghaluskanpermukaan barudicorsetelahmenabur floor slab hardener yang beton pada yang permukaan slabbetontersebut. Alatinimerupakanbaranginventarisdariperusahaankontraktorsendiri.Roska mdisebut juga alatlepas yang dibuatdarikayuataulogam.Roskamdigunakanuntukmemplesterdinding dapat dan lantai. Gambar 2.22Roskam/ Trowel d. Metaran/ Pita Ukur Meteranadalahalat yang befungsiuntukmengukurpanjangataujarak, untukmenentukanposisi marking kolommakaukuran-ukuran yang ada pada gambarharusdirealisasikan di lapangandenganalat bantu meteran.Setiappekerjaanharuslahselalumenggunakanalatinikarenasetiappe kerjaanharussesuaidenganapa yang telahdiperhitungan oleh perencana dan terjagasetiapukurannya agar bangunanberdiritegak. Pita ukurataualatpengukurmeterandibuatdari pita bajadenganlebar 1 cm dan panjangnyasesuaidengankebutuhanrolbajainidiberikanukurandalam dan mm sertadigulungmasukdalamsebuahrumahan cm yang dibuatdaripelatlogam.Pita ukurdigunakanuntukpekerjaanpengukuranpanjangpada pelasanaanpekerjaanbangunan dan pengkuranpanjangbenda-bendakerja. Gambar 2.23Meteran/ Pita Ukur e. Rol Siku Rol sikudapatdibuaatdarilogamataukayu yang bergunauntukmembuatsudut 90’ antaraduabuahgarisataubidang rata yang salingberpotongan. Alat ini membentuk sudut siku dan dilengkapi dengan garis-garis ukuran dalam cm. Gambar 2.24Rol Siku f. Ember Ember mengambil memilikifungsi air, yang banyakdalampekerjaantukangyaitu sebagai untuk tempatspesiataucampuranbeton,tempat- tempatperalatantukang dan lain sebagainya. Gambar 2.25Ember g. GergajiTangan Gergajiterbuatdarisebilahbaja satutepinyadibuatbergigitajam tipis, dan yang salah diberitangkaipemegangdarikayu. Gergajimerupakanalat yang digunakanuntukmemotongkayusesuaidenganukuran yang diinginkan. Ada duamacamgergajitanganyaitugergajitanganpemotong gergajitanganbelah. Sedangkangergajitanganpemotong dan di pergunakanuntukmemotongkayu, denganarahmenggergajiadalahtegakIurusterhadaparahuratkayu, sedangkanposisigergajiberbentuksudut 45° Berbentuksudut 60° terhadappermukaankayu. Gambar 2.26GergajiTangan h. Tang Kawat terhadappermukaankayu. Alatinidigunakanuntukpekerjaanpenulanganbalok saatpengikatanantaratulangansengkang pada dan tulanganpokok, yaitudengancaramelilitkankawatpengikatdengankeduatulanganlalumengika tkankawattersebut dan memutarnya, inidibuat agar tulangantidakmengalamipergeseran. Gambar 2.27Tang kawat i. Sekop Sekop yang bulatlancip dipergunakanterbuatdaribajadenganujungnyaada dan persegi. yang Peganganterbuatdarikayu, alatiniberfungsisebagaialatpencampurbetonsecara manual. Gambar 2.28Sekop j. Unting- Unting Unting-untingtersusun olehLogam Talibenangsebagitaliluncur, untingbergunauntukmenentukangaris anti karat sebagaibandul, Kayusebagaialatantaraluncur.Untingvertical/tegak pada ataubidangtegaklurusterhadapgarisdatar menetukanletakttikteagaklurus di bawahsuatutitikdiatasnya. bidang vertical dan Gambar 2.29Unting-Unting k. Cakar/KakiAyam Cakar /kaki ayaminiadalahalatpembantu pada pekerjaaanstruktur plat lantai lapis yang fungsinyaadalahinibergunasebagaipengatur/penjagajarakantara tulanganatas dan bawah beberapatitikluasan. pada tulanganpelat, dipasang Dibuatdaritulangan pada yang dibengkokhinggamembentukkursi/kaki/dudukandengantinggitertentu. Gambar 2.30Cakar/Kaki Ayam C. Bahan-Bahan Yang DigunakanSecaraUmum Pada PelaksanaanPekerjaan Plat Lantai. Bahan–bahan yang digunakanuntukmembangunharusbermutubaiksehinggabangunan dihasilkan pun yang bangunankuat dantidakmengecewakanpelanggan.Secaraumumbahan-bahan yang digunakandalamproyekpembangunangedungadalah : 1. Semen Semen merupakan bahan campuran yang secara kimiawi aktif setelah berhubungan dengan air. Semen adalah bahan pengikat yang terbuat dari kapur sebagai bahan utama dengan bahan-bahan tambahan, misalnya tanah liat. Adapun bahan utama yang terkandung semen adalah kapur (CaO), silikat (SiO2), aluminium (A12O3), magnesit (MgO), serta oksida lain dalam jumlah kecil. Semen juga berguna untuk menyatukan pasir, kerikil, dan air menjadi satu sehingga menjadi beton. Semen yang ditentukan digunakanuntukpembentukanbetonharusjenis SII0013-81 dan semen yang harusmemenuhipersyaratan yang telahditetapkandalamstandaart tersebut. Semua yang dipakaiharussatu merk yang sama dan dikirimharusdilindungidarihujan (kantong) aslidaripabriknya harusdisimpan diletakan di pada dalamkeadaanbaru.Semen dan dan air.Semen yang tinggi, harusterbungkusdalamsak dalamkeadaantertutuprapat. gedungdenganventilasi tempat yang yang baik, Semen tidaaklembab dan sehinggaamandarikemungkinan yang tidakdiingankan.Semen tersebuttidakbolehditumpuklebihdari 10 sak. Ada 2 macam semen yakni semen hidraulis dan semen non-hidraulis. Semen hidraulisadalah semen yang akanmengerasbilabereaksidengan air, tahanterhadap air (water resistance) dan stabil di dalam air setelahmengeras. Sedangkan semen non-hidraulisadalah semen (perekat) dapatmengerastetapitidakstabildalam air contohnyaialah gypsum. yang Jenis-jenis semen dalam dunia konstruksi yaitu: Semen portland putih/ White Portland Cement (WPC), Semen portland pozolan/ Portland Pozzolan Cement (PPC), Semen portland/ Ordinary Portland Cement (OPC), Semen sumur minyak/ Oil Well Cement(OWC), Semen masonry/ Super Masonry Cement (SMC), dan Semen portland komposit/ Portland Composite Cement (PCC). Semen seringdisebut PC (Portland Cement) merupakanbahanpengikatantaraagregatsehinggabetondapathomogen, antara lain: a. Tipe I,yaitu semen Portland untukpenggunaanumum tidakmemerlukanpersyaratan-persyaratankhususseperti yang yang diisyaratkan pada jenis-jenislain. b. Tipe II, yaitu semen Portland yang dalampenggunaanyamemerlukanketahananterhadapsulfatataukalorhidrasis edang. c. Tipe III, yaitu semen Portland yang dalampenggunaanyamemerlukankekuatantinggi pada tahappermulaansetelahpengikatanterjadi. d. Tipe IV, yaitu semen Portland yang dalam penggunaannyamemerlukankalorhidrasirendah. e. Tipe V, yaitu semen Portland yang dalampenggunaannyasulfattinggi. Tabel 2.1. Daftar-DaftarHarga Semen Merek Semen Spesifikasi Semen Satuan Harga (Rp) Semen Gresik Portland Composite Cement 40 kg 57.000 Semen Gresik Portland Composite Cement 50 kg 70.000 Semen Holcim Portland Composite Cement 40 kg 56.000 Semen Holcim Portland Composite Cement 50 kg 68.000 Semen Padang Portland Composite Cement 40 kg 50.000 Semen Padang Portland Composite Cement 50 kg 63.000 Semen Tiga Roda Portland Composite Cement 40 kg 58.000 Semen Tiga Roda Portland Composite Cement 50 kg 70.000 Semen Merah Putih Portland Composite Cement 40 kg 50.000 Semen Merah Putih Portland Composite Cement 50 kg 60.000 Daftar Harga Semen Gresik, Holcim, Padang, TigaRoda dan Merah Putih Gambar 2.31 Semen(Portland Cement) 2. Agregat Agregatadalahbutiran-butiran portland dan air mineral yang yang dicampurkandengan menghasilkanbeton (PBBI semen 1971: 22).Mengingatkomposisiagregrat pada campuranbetonberkisar 60% - 70% makakualitasagregratsangatberpengaruhterhadapkualitasbeton.Denganagregra t yang baik, betondapatdikerjakankuat dan tahan lama sertaekonomis. Tabel 2.2.JenisAgregatBerdasarkanKepadatannya Jenis Kepadatan (kg/m3 ) Ringan 300 – 1800 Sedang 2400 – 3000 Berat >4000 Berdasarkanukuranbutir nominal agregratdibedakanmenjadiduayaitu: a. Agregathalus Agregrathalusadalahagregrat yang semuabutirnyamenembusayakanberlubang 4,8 mm (SII.0052,1980) atau 4,75 mm (ASTM C33,1982) atau 5,0 mm. Agregathalusumumnyaterdiridaripasirataupartikel-partikel lewatsaringan 4 mm 5 mm 1996:5).Agregathalusterdiridaributir-butir yang besih, bebasdaribahan- lumpur, bahan kadarlumpurmaksimum bersih, 1% atau yang organic, tajam dan berat.Agregatharusdisimpan yang (Dipohusodo, dan kotoranlainnya, di tempat keraspermukaannya yang san harusdicegahsupayatidakmenjadipencampurandengantanah. Gambar 2.32AgregatHalus b. Agregatkasar Ukuranbesarukuran nominal maksimumagregatkasartidakmelebihi 1/5 jarak minimum antarasampingcetakanatau 1/3 daritebalpelatAtau ¾ jarak minimum anatarbajatulangan, berkasbajatulangananatara tendon pratekanatau 30 mm, agregatkasarbisa juga disebutkerikil, yaituagregat yang butirannya 580 mm(Daryanto, 1977;40). Gambar 2.33AgregatKasar 3. Air Air merupakanbahanpembantudalampembuatanadukanuntukpemasangan, namundemikian air yang diambilsembaraganakanberpengaruhterhadapkekuatanadukantersebut, supayaadukanmemilikikekentalan digunakanharusbersih, yang optimal, tidakmengandunglumpur, maka minyak, air yang dan juga tidakmengandungunsur-unsurorganik yang dapatmerusakadukanatautulangan.Air laboratorium yang disetujui tersebutharusdiperiksa oleh konsultanpengawas.Jika pada air pada lokasipekerjaantidakmemenuhisyaratuntukdigunakan, makakontraktorharusmencari air yang memadaiuntukitu. 4. Ready Mix Betonadalah material komposit yang rumit. Betondapatdibuat dan diolahdenganmudah oleh siapapun,bahkan orang-orang yang tidak punya pengertiansamasekalitentangteknologibeton.Ada 3 unsurumum yang terdapat pada betonyaitu; pasta semen, mortar, dan beton. Adapunpengertianmasingmasingunsurtersebutialah:Pasta semen yaituhasilpenggabungan material betonyakni air dan semen, Mortaryaituhasilpenggabungan material semen, air dan agregathalus, dan Betonyaituhasilpenggabunganantara material semen, air, material halusdan material kasar. Karena seperti yang kitaketahuibahwa material pembentukbetonialah semen+air+agregathalus (misalnyapasir) + agregatkasar (mis,kerikil). Namun, pada sebagiankasus di lapanganbetonmasihditambahlagidenganbahankimiapembantu(admixture)unt ukmengubahsifat-sifatnyaketikamasihberupabetonsegar(fresh concrete)atauberonkeras. Betonmempunyaikuattekan yang besarsementarakuattariknyarendah, strukturbangunanbetonselaludikombinasikandengantulanganbajauntukmempe rolehkinerja yang tinggi. Kombinasiiniseringkitasebut juga denganbetonbertulang(reiforce concrete) dan jikaditambahlagidenganbajaprategangakanmenjadibetonprategang(prestresse d concreter). Perancanganbetonharusmemenuhikriteriaperancangan standard yang berlaku. Peraturan dan tata caraperancangantersebutantara lain adalah ASTM, ACI, JIS ataupun SNI. Metode yang dapatdigunakanantara lain Road Note No.4, ACI (American Concrete Institute) dan cara SK.SNI-T-15-1990-03 atau DoE/PU merupakanalat mix error”.Batching plant berfungsiuntukmencampurataumemproduksibeton ready sertacaracoba-coba yang dalamproduksi produksibetonready yang “true besar. mixtetapdalamkualitas and Alatpencampurinidigunakan yang agar baiksesuaistandartbeton yang telahdiaturdalam SNI atauperaturan-peraturan lain yang telahdisahkan, slump test dan strenghtnyastabilsesuaidengan yang diharapkan. Betonready mix dapatdisiapkandenganbeberapajalan, yaitu (Peurifoy etal.1996): a. Central-mixed concrete, dimanabetondicampursepenuhnya di dalamsuatu mixer dan diangkutkeproyekdenganmenggunakantrukmolen. b. Shrink-mixed dalamsuatu concrete, mixer dimanasetengahpencampuranbetondilakukan kemudianbetondicampursepenuhnya di di dalamtruk mixer, pencampuraninibiasanyadilakukandalamperjalananke lokasiproyek. c. Truck-mixed mixer, concrete, dengan 70 dimanabetondicampursepenuhnya di dalamtruk sampai 100 putaran pada suatukecepatan yang cukupuntukmencampurbeton. Betonjenisini pada umumnyadisebut“transit mixerconcrete” karenadicampurdalamperjalanan. Gambar 2.34 Beton Segar (Ready Mix) 5. BahanTambahan (Additive dan Admixture) Admixtureadalahbahan-bahan yang pada ditambahkankedalamcampuranbeton saatatauselamapencampuranberlangsung. Fungsidaribahaniniadalahuntukmengubahsifatdaribeton agar lebihcocokuntukpekerjaantertentuataupununtukmenghematbiaya.Admixtureat aubahantambahdidefinisikandalam Standard Definitions of Terminology Relating to Concrete and Concrete Aggregates (ASTM C.125-1995:61) dan dalam Cement and ConcreteTerminology (ACI SP-19) sebagai material selain air, agregat dan semen hidrolik yang dicampurkandalambetonatau mortar yang ditambahkansebelumatausesudahpengadukandilakukan. Bahantambahdigunakanuntukmemodifikasisifat dan karakteristikdaribetonmisalnyauntukdapatdenganmudahdikerjakan. Menurut ACI Committee 212.IR-81 selaludiperbaikisejak (Revised 1986) yang 1944,1954,1963, 1971 bahwajenisbahantambahuntukbetondikelompokkandalam 5 kelompokyaitu : 1. Water reduction, (zatkimiauntukmenguranginpenggunan air pada beton). Hal inidiharapkan agar tetapdengankekuatan diperolehadukandengannilaifas yang yang samaataudenganfastetap, tapididapatkanadukanbeton yang lebihencer. 2. Retarder (zatkimiauntukmemperlambat proses ikatancampuranbeton).biasanyadiperlukanuntukbeton yang tidaakdibuatdilokasipenuanganbeton.zattambahaninidiantaranyaberupasucr osem sodium gluconate, glucose, citric acid, dan tartaric acid. 3. Accelerators (zatkimiauntukmempercepatpengerasancampuraanbeton).Diperlukanuntuk mempercepat proses pekerjaankonstruksibeton, pncampuranbetondilakukakan di tempatataudekatdenganpenuagannya.Zattambahan CaCL2,Ca(NO3)2 dan yang digunakanadalah NaNO3, kenyataandilapanganterkadangdiperlukankondisikombinasidariketikaperila pada kupenambahanzatkimiatersebutyaituuntukmengurangipenggunaan memperlambatcampuranbeton, atauuntukmengurangi air dan air dan mempercepatwaktupengikatansertapengerasancampuranbeton. a. Sika Viscocrete Sika Viscocretedigunakansebagaiperekatataupenguat semen atausebagaipenutuplubang pada beton yang kurangbaikhasilnya pada pengecoran, sika digunakansebelummelakukanpengecoran dan disiramkan pada tempattertentusaja. b. Sika Cement Sika cementadalah semen dengankekuatandayatahan air yang kuat. Wujudnyasamaseperti semen pada biasanyadenganberat perkarungnyadenganbungkusberwarnakuning. Sika 25 kg cementyang digunakan adalah sika chapdur. Penggunaan semen inidilakukan pada lantaipile cap. (a) (b) Gambar 2.35Bahan Tambahan (a) Sika Viscocrete ; (b) Sika Cement 6. Baja TulanganBeton Menurutbentukfisiknya, yaitubaja polos (plain, terdapatduajenisbajatulangan bar) dan tulanganulir yang digunakan, (deformed bar), untukkeperluankonstruksibetontertulangdiperlukanbajatulanansesuaihasilpere ncanaan. Agar memuaskan, mutubajatulangantetapbaik dan diperolehhasilpekerjaanyang adabeberapahal diperludiperhatikanmengenaaibajatulangan. Hal- harusdiperhatikandenganpenggunaanbajatulangan, antara lain: yang hal yang 1. Ukurantulangan/ diameter daribajatulangantersebutharussesuaidengan yang tercantumdalamgambarrencana 2. Daalammenyimpannyasebaiknyadiletakkan di tempat yang kering dan tidakbersentuhanlangsungdengantanah 3. Baja tulanganharusbebasdariminyak, karat,kotoran yang dapatmengurangidayalekatbetonterhadaptulangantersebut. 4. Penimbunandalamjangkawaktupanjangdiudara yang terbukasebaiknyadihindarkankarenamempermudahterjadinya karat. Pada umumnyajenisbajabeton banyakdigunakanadalahjenisbajabeton polos yang paling karenalebihmudadalam proses pengerjaannya da lebihmudahharganyabiladibandingkandenganjenisbajabetonlaiinya.akantetapi penggunaanbesi pada pembangunanproyekinimenggunakanbesiulir (deformed bar). Gambar 2.36BesiUlir 7. KawatPengikat (Bendrat) Kawatpengikatadalahkawat dan konstruksibetonbetulang. terlebihdulu di yang Kawatpengikatiniterbuatdaribesilunak pijararkanatautidaksepuhsenggaristengah mm.Kawatpengikatinitidakbolehberkarat, air, digunakanuntukmengikatbajatulangan sebabapabilakawatberkarat, minimum yang 1 harusdisimpanbebasdaripengaruh makakawattersebutakanmudahpatah tidakdapatlagidigunakanuntukmengikattulangan. dan Tabel 2.3.KriteriaKawat Baja Teganganlelehkrateristik( tan ) Mutu Sebutan atautegangankrakteristik yang memebrikantegangantetap 0,2%(T=0,2)kg/cm U22 Baja lunak 2200 U24 Baja lunak 2400 U32 Baja sedang 3200 U39 Baja keras 3900 U48 Baja keras 4400 Sumber : PBBI 1971 NI-2 Gambar 2.37KawatBendrat 8. Kayu Kayudigunakansebagaibahandalampekerjaanbetonbertulang berfungsisebagaiperancah ataupuncetakan-cetakanbeton yang yang bersifatsementara. Kayusebagaibahanbangunandapatdibagimenjaditigagolongan, yaitu: 1. Kayubangunanstrukturaladalahkayu digunakandalamstrukturbangunan yang 2. Kayubangunan non strukturaladalahkayubangunan digunakandalambagianbangunan yang yang tidaakberfungsisebagaistrukturbanguanan 3. Kayubangunanuntukkeperluan lain adalahkayu yang tidaktermasukkedalamkeguanangolongandiatastetapidapatdipergunakanseb agaibahanbangunanpenolongataubangunansementara. Gambar 2.38Kayu 9. Tahubeton( decking) Tahubetondigunakanuntukmenjagaketepatanselimutbetonataujaraktulanga ntepi (sengkangdenganbekisting). Tebaltahubetondibuatsesuaidenganselimutbeton yang direncanakan, yaitu 30 mm. Tahubetondibuatataudicetaktersendiridenganbahan dan kekuatan yang samadenganbahanbetonnyasertadilengkapidengankawat untukmeningkatkantahubeton pada tulangan. Gambar 2.39TahuBeton/Beton Decking 10. Besi hollow ikat Besi Hollow digunakan pada proyek pembangunan mall suzuya Medan Johor besi hollow ini digunakan untuk sebagai dudukan dari plywood yang akan menjadi bekisting dari pekerjaan pelat lantai. Pemakaian besi hollow ini termasuk mahal akan tetapi dapat selalu digunakan pada pekerjaan pelat lantai typical kelantai berikutnya. . Gambar 2.40(a) Besi Hollow, (b)Penggunaan Besi Hollow pada Bekesting Pelat lantai dan balok BAB III TEKNIK PELAKSANAAN A. GambaranUmumProyek 1. LokasiProyek Proyek Pembangunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisataMedan,proyek ini adalah penambahan gedung Proyekpembangunaninidikerjakan merupakanperusahaan yang untuk oleh perkuliahan PT. AkademiParawisata. RazasaKarya bergerakdibidangkontraktorperencana yang yang turutberperandalampembangunanGedung Kelas FisikAkademiParawisata Jln. RumahSakit Haji Medan No. 12 Kec. Percut Sei Tuan. Medan