Uploaded by yogialja526

PKLI RAHMAT

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Perguruan
tinggi
sebagai
lembaga
pendidikan
yang
berperan
dalam
meningkatkan kapasitas potensi sumber daya manusia (SDM), tentu tidak cukup
bila hanya mengandalkan teori saja dalam proses belajar mengajar. Ditambah lagi
dengan dinamika kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi informasi
yang cukup pesat di era Revolusi Industri 4.0, semakin menuntut keterampilan
dan keahlian SDM yang lebih berkualitas. Teori yang ada pada buku, maupun
pembelajaran yang diberikan di kelas tentu tidaklah cukup dalam meningkatkan
pemahaman dan keterampilan mahasiswa.
Oleh sebab itu, Praktek Kerja Lapangan Industri menjadi sebuah kebijakan
perguruan tinggi untuk menyeimbangkan penguasaan teori dan keterampilan pada
tiap mahasiswa. Mahasiswa mendapatkan gambaran dunia kerja dan mengasah
keterampilan sesuai dengan bidang studinya, sehingga setelah lulus nanti dapat
menjadi tenaga kerja yang terampil dan mempunyai daya saing tinggi. Praktek
Kerja Industri menurut Husamah (2013:70) adalah salah satu bentuk implementasi
secara sistematis dan sinkronantara program pendidikan di sekolah dengan
program keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia
kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Praktek Kerja Lapangan Industri
atau disingkat PKLI merupakan kelompok mata kuliah umum pada program studi
Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Medan.
PKLI adalah program wajib bagi mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan,
yang berbobot 3 SKS dan dapat dikontrak apabila mahasiswa telah menyelesaikan
110 SKS matakuliah. Denganadanya program PKLI, mahasiswa Pendidikan
Teknik Bangunan diharap mampu memahami system operasional kerja, etika
perusahaan,
organisasi dan hierarki dalam perusahaan, serta memperdalam
pengetahuannya
mengenai
pekerjaan
konstruksi
dengan
terjun
langsung
ii
kelapangan. Sehingga setelah lulus nanti mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
dapat memenuhi kemampuan lulusan yang dibutuhkan dunia kerja/dunia usaha.
Praktek Kerja Lapangan Industri (PKLI) dilaksanakan kurang lebih 2 bulan pada
suatu proyek yang sedang berjalan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami
dan menguasai teknik pelaksanaan bagian-bagian struktur bangunan dilapangan.
Adapun pekerjaan struktur yang sedang dikerjakan selama PKLI dilakasanakan
yaitu pekerjaan penggalian, pekerjaan, pekerjaan plat lantai, pekerjaan balok,
Pekerjaan
Kolom.
Kondisi
ini memungkinkan
mahasiswa
untuk
menggali
informasi yang ingin diketahui pada proyek tersebut. Dalam pekerjaan selama
PKLI mahasiswa memfokuskan pada pekerjaan Plat Lantai Pada Struktur Plat
Lantai di gunakan untuk Lantai Sebuah Kontruksi Sebuah Bangunan. Perencaaan
dimensi Plat Lantai dapat berbeda-beda tergantung dari perencana . Dalam
pekerjaan Plat Lantai harus diperhatikan dari mulai pekerjaan awal seperti
persiapan alat dan bahan pemasangan bekesting , pekerjaan pembesian, pekerjaan
pengecoran, pekerjaan pembongkaran bekesting, dan tahap perawatan beton.
Sehingga dengan kondisi ini memungkinkan bagi mahasiswa untuk menggali
sedalam mungkin
akan
informasi yang
ingin
di ketahui tentang proyek
pembangunan tersebut. Dengan begitu pula adapun bekal dan ilmu yang telah
didapat oleh mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Unimed dapat berkembang
menjadi tenaga yang profesional pada bidangnya, khususnya di bidang pendidikan
dan bidang usaha pada umumnya. Untuk mencapai hal itu, maka kurikulum
Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan dapat terwujud dengan
adanya mata Kuliah Praktek Kerja Lapangan Industri (PKLI) ini.
AdapunProyek
yang
adalahpekerjaanpembangunanGedung
menjadiobyek
kelasfisikAkademiParawisata
PKLI
Medan
Jln.
RumahSakitHaji No. 12, KenanganBaru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli
Serdang, Sumatera Utara 20371.
Oleh
karenaitu,
dalampelaksanaanPraktikLapanganKerjaIndustri
penulismengambiljuduldalamlaporan
PELAKSANAAN
PLAT
PKLI
“TEKNIK
iniyaitu:
LANTAIPADAPROYEK
(PKLI),
PEMBANGUNAN
GEDUNG KELAS FISIK AKADEMI PARAWISATA MEDAN JLN.
RUMAH
SAKIT
HAJI
penulisakanmelaporkanmengenaiteknik
Lantai
pada
dan
.Dalamlaporanini,
tahapanpelaksanaanpengerjaanPlat
proyekinisesuaidenganapa
yang
dilihat
dan
diamatiselamamelakukanPekerjaanPraktekLapanaganInsdustri (PKLI)
B. Tujuan
AdapuntujuandariPraktekKerjaLapangaIndustriadalahsebagaiberikut :
1. UntukmengetahuistrukturOrganisaidalamPembangunan
Gedung
Kelas
FisikAkademiParawisata Medan.
2. Untukmengetahuiperalatan
dan
bahan
yang
digunakandalamPembangunan
Gedung Kelas FisikAkademiParawisata Medan
3. UntukmengetahuitahapanpelaksanaanPlat
LantaiPembangunan
Gedung Kelas
FisikAkademiParawisata Medan
4. Untukmengetahuiperbedaanpengetahuan
yang
selamaini
di
pelajaridalambangkuperkuliahandenganpengalamandilapangandalamPemban
gunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisata Medan
C. Manfaat
Ada pun manfaatPraktekKerjaLapangaIndustri
danpenulisanlaporanadalahsebagaiberikut :
1.
BagiPemilikProyek
Sebagaisumber
data
dan
pembandingteori
selamainidipelajarimahasiswadalambangkuperkuliahandengan
pelaksanaanPlat
Lantai
Pada
Proyek
Pembangunan
FisikAkademiParawisata Medan.
2. BagilembagaMahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
yang
proses
Gedung
Kelas
Dapatmenjalinkerjasamaantarapihakkampus
RazasaKaryasebagaisumber
Gedung
data
dan
PT.
danselakupelaksanaanpembangunan
kelasfsikAkademiParawisata
Medan,
sehinggamahasiswamudahmendapatkantempatpembandingteori
yang
selamaini di pelajarmahasiswadalambangkuperkuliahan.
3. BagiMandor dan Tukang
Mendapatilmubaru
yang
berkembangdalamteori
dan
dapatmengaplikasikannyaataumembandingkannyasecaralangsungdalampeke
rjaanproyek.
4. BagiMahasiswa
Menambahpengetahuandenganmembandingkanteori
yang
selamaini
pelajaridalambangkuperkuliahandengankenyataan
lapangansertamenambahpengetahuaitentangalat
di
di
dan
pergunakankhususnyadalampelaksanaanPlat Lantai.
bahan
yang
di
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Plat Lantai
2.1 PengertianPelatLantai
Pelatadalahstruktur tipis yang dibuatdaribetonbertulangdenganbidang yang
arahnya
horizontal,
dan
beban
yang
bekerjategaklurus
pada
bidangstrukturtersebut.
Ketebalanbidangpelatrelatiflebihkecildibandingkanbentangpanjang/lebarbidangny
a.
Pelatbetonbertulanginisangatkaku
bangunangedung,
yang
bekerja
dan
arahnya
horizontal,
pelatiniberfungsisebagaidiafragma/unsurpengaku
sangatbermanfaatuntukmendukungketegaranbalok
pada
sehingga
portal.
pada
horizontal
Beban
pelatumumnyadiperhitungkanterhadapbebangravitasi
yang
(bebanmati
dan/ ataubebanhidup), bebantersebut juga mengakibatkanterjadimomenlentur oleh
karenaitupelat juga direncanakanterhadapbebanlentur (seperti pada kasusbalok).
2.2 TumpuanPelat
Untukmerencanakanpelatbetonbertulang
yang
perludipertimbangkantidakhanyapembebanansaja, tetapi juga jenisperletakkan dan
jenispenghubung
di
tempattumpuan.
Kekakuanhubunganantarapelat
dan
tumpuanakanmenentukanbesarmomen yang terjadi pada pelat.
Untukbangunangedung,
baloksecaramonolit,
kesatuanatau
yaitupelatdidukung
umumnyapelattersebutditumpu
oleh
balok-
yaitupelat dan balokdicorbersama-samasehinggamenjadisatuoleh
dinding-dindingbangunan.
oleh
balokbajadengansistemkompositataudidukunglangsung
Kemungkinanlainnya,
balokoleh
kolomsecaralangsungtanpabalok
yang
dikenaldenganpelatcendawan
(lihatgambar
3.5).
Gambar 2.1TumpuanPelat
2.3 JenisPerletakkanPelat
Kekakuanhubunganantarapelat
dan
konstruksipendukungnya
(balok)
menjadi salah satubagiandariperencanaanpelatdapatdilihat pada gambar 3.6. Ada 3
jenisperletakkanpelat pada balok, yaitusebagaiberikut :
1.
Terletak bebas
Keadaaniniterjadijikapelatdiletakkanbegitusajadiatasbalok,
atauantarapelat
dan baloktidakdicorbersama-sama, sehinggapelatdapatberotasibebas pada
tumpuantersebut.
Pelat
yang
termasukdalamkategoriterletakbebas.
ditumpu
oleh
tembok
juga
2.
Terjepitelastis
Keadaaniniterjadijikapelat
dan
balokdicorbersama-samasecaramonolit,
tetapiukuranbalokcukupkecil,
sehinggabaloktidakcukupkuatuntukmencegahterjadinyarotasipelat.
3.
Terjepitpenuh
Keadaaniniterjadiapabilapelat
dan
balokdicorbersama-samasecaramonolit,
dan
ukuranbalokcukupbesar,
sehinggamampuuntukmencegahterjadinyarotasipelat.
Gambar 2.2JenisPerletakanPelat
2.4 Jenis-JenisPelatLantai
Berdasarkan sistem perencanaan penulangannya, pelat dibagi menjadi dua
macam, yaitu :
1.
Penulangan pelat satu arah (one way slab)
Pelatdengantulanganpokoksatuarahdijumpaijikapelatbetonlebihdominanme
nahanbeban
yang
berupamomenlentur
pada
bentangsatuarahsaja.
Contohpelatsatuarahadalahpelatkantilever dan pelat yang ditumpu oleh
tumpuansejajar.
2.
Penulangan pelat dua arah (two way slab)
Pelatdengantulanganpokokduaarahdijumpaijikapelatbetonmenahanbeban
yang
berupamomenlentur
pada
bentangduaarah.
Contohpelatduaarahadalahpelat yang ditumpuempatsisi yang salingsejajar.
2.5 PersyaratanPenulanganPelatLantai
Adapun persyaratan penulangan pelat lantai berdasarkan SNI 2847:2013
adalah sebagai berikut :
1.
Luas tulangan slab dalam masing-masing arah untuk sistem slab dua arah
harus ditentukan dari momen-momen pada penampang kritis, tetapi tidak
boleh kurang dari yang disyaratkan.
2.
Spasi tulangan pada penampang kritis tidak boleh melebihi dua kali tebal
slab, kecuali untuk bagian luas slab konstruksi sel atau berusuk. Pada slab
yang melintasi ruang sel, tulangan harus disediakan seperti disyaratkan.
3.
Tulangan momen positif yang tegak lurus terhadap tepi tak menerus harus
menerus ke tepi slab dan mempunyai penanaman, lurus atau kait, paling
sedikit 150 mm dalam balok tepi (spandrel), kolom, atau dinding.
4.
Tulangan momen negatif yang tegak lurus terhadap tepi tak menerus harus
dibengkokkan, dikait, atau jikalau tidak diangkur dalam balok tepi
(spandrel), kolom, atau dinding, dan harus disalurkan pada muka tumpuan
menurut ketentuan.
5.
Bila slab tidak ditumpu oleh balok tepi (spandrel) atau dinding pada tepi
tak menerus, atau bila kantilever slab melewati tumpuan, pengangkuran
tulangan harus diizinkan di dalam slab tersebut.
6.
Pada sudut eksterior slab yang ditumpu oleh dinding tepi atau bila satu
atau lebih balok tepi mempunyai nilai αf lebih besar dari 1,0, tulangan slab
atas dan bawah harus disediakan pada sudut eksterior.
7.
Tulangan sudut pada kedua sisi atas dan bawah slab harus cukup untuk
menahan momen per satuan lebar sama dengan momen positif maksimum
per satuan lebar pada panel slab.
8.
Momen tersebut harus diasumsikan berporos terhadap sumbu tegak lurus
terhadap diagonal dari sudut pada sisi atas slab dan berporos terhadap
sumbu yang paralel terhadap diagonal dari sudut pada sisi bawah slab.
9.
Tulangan pojok harus disediakan untuk suatu jarak dalam masing-masing
arah dari sudut sama dengan seperlima bentang yang lebih panjang.
10. Tulangan sudut harus ditempatkan paralel terhadap diagonal pada sisi atas
slab dan tegak lurus terhadap diagonal pada sisi bawah slab. Sebagai
alternatif, tulangan harus ditempatkan dalam dua lapis paralel terhadap
sisi-sisi slab pada kedua sisi atas dan bawah slab.
11. Bila panel drop (drop panel) digunakan untuk mengurangi jumlah
tulangan momen negatif pada bagian slab datar (flat slab) diatas kolom,
dimensi panel drop (drop panel).
2.6 PeraturanTeknisPelaksanaanPembesianPelat
Adapun syarat cara pembengkokan tulangan berdasarkan SNI 2847: 2013
adalah sebagai berikut :
1.
Semua tulangan harus dibengkokan dalam keadaan dingin, kecuali bila
diizinkan lain oleh insinyur profesional bersertifikat.
2.
Tulangan yang sebagian yang sudah tertanam di dalam beton tidak boleh
dibengkokan
di lapangan,
kecuali seperti yang
ditunjukkan
dalam
dokumen kontrak, atau diizinkan oleh insinyur profesional bersertifikat.
Selain cara pembengkokan tulangan, kondisi permukaan tulangan juga
harus diperhatikan.
Berikut ini adalah syarat kondisi permukaan tulangan
berdasarkan SNI 2847 : 2013.
1.
Pada saat beton dicor, tulangan harus bebas dari lumpur, minyak, atau
pelapis bukan logam lainnya yang dapat menurunkan lekatan. Pelapis
epoksi tulangan baja yang sesuai dengan standar yang dirujuk dalam
peraturan yang diizinkan.
2.
Kecuali untuk baja prategang, tulangan baja dengan karat, lapisan
permukaan hasil oksidasi akibat pemanasan (mill scale), atau kombinasi
keduanya, harus dianggap memenuhi syarat, asalkan dimensi minimum
(termasuk tinggi ulir) dan berat benda uji yang disikat dengan tangan
menggunakan kawat baja memenuhi spesifikasi ASTM yang sesuai yang
dirujuk dalam peraturan.
3.
Baja prategang harus bersih dan bebas dari minyak, kotoran, lapisan
permukaan hasil oksidasi (scale), lubang permukaan akibat korosi dan
karat yang berlebihan. Lapisan tipis karat diizinkan.
2.7 PeraturanTeknisPekerjaanBeton Pada PelatLantai
Adapun peraturan teknis pekerjaan beton pada pelat lantai adalah sebagai
berikut :
1.
Perencanaan cetakan (bekisting)
Perencanaancetakan yang sesuaidenganstandar Nasional Indonesia (SNI
2847:2013), yaitu:
a.
Cetakan harus menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk,
garis, dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan oleh
dokumen kontrak.
b.
Cetakan harus kokoh dan cukup rapat untuk mencegah kebocoran
mortar.
c.
Cetakan
harus
diperkaku
atau
diikat
dengan
baik
untuk
mempertahankan posisi dan bentuknya.
d.
Cetakan dan tumpuannya harus direncanakan sedemikian hingga
tidak merusak struktur yang dipasang sebelumnya.
e.
Perancangan cetakan harus menyertakan pertimbangan faktor-faktor
berikut :
- Kecepatan dan metode pengecoran.
- Beban selama pelaksanaan konstruksi, termasuk beban vertikal,
horizontal, dan tumbukan.
- Persyaratan
cetakan
khusus
untuk
pelaksanaan
konstruksi
cangkang, pelat lipat, kubah, beton arsitektural, atau elemenelemen sejenis.
f.
Cetakan untuk komponen struktural beton prategang harus dirancang
dan dibuat untuk mengizinkan pergerakan komponen struktur tanpa
kerusakan selama penerapa gaya prategang.
2.
Persiapan Peralatan dan Tempat Penyimpanan
Persiapan
sebelum
pengecoran
beton
berdasarkan
(SNI2847:2013)
meliputi hal berikut :
a.
Semua peralatan untuk pencampuran dan pengangkutan beton harus
bersih.
b.
Semua sampah atau kotoran harus dibersihkan dari cetakan yang
akan diisi beton.
c.
Cetakan harus dilapisi dengan benar.
d.
Bagian
dinding
bata
pengisi yang
akan
bersentuhan
dengan
betonharus dibasahi secara cukup.
e.
Tulangan harus benar-benar bersih dari lapisan yang berbahaya.
f.
Air harus dikeringkan dari tempat pengecoran sebelum beton dicor
kecuali bila tremie digunakan atau kecuali bila sebaliknya diizinkan
oleh petugas bangunan.
g.
Semua material halus (laitance) dan material lunak lainnya harus
dibersihkan dari permukaan beton sebelum beton tambahan dicor
terhadap beton yang mengeras.
3.
Pengecoran dan Pemadatan
SistempengecoransebaiknyaharussesuaidenganketetapanStandar
Nasional
Indonesia (SNI 2847:2013) bahwa :
a.
Beton harus dicor sedekat mungkin pada posisi akhirnya untuk
menghindari terjadinya segregasi akibat penanganan kembali atau
segregasi akibat pengaliran.
b.
Pengecoran beton harus dilakukan dengan kecepatan sedemikian
hingga beton selama pengecoran tersebut, tetap dalam keadaan
plastis dan dengan mudah dapat mengisi ruang di antara tulangan.
c.
Beton yang telah mengeras sebagian atau telah terkontaminasi oleh
bahan lain tidak boleh dicor pada struktur.
d.
Beton yang ditambah air lagi atau beton yang telah dicampur ulang
setelah pengikatan awal tidak boleh digunakan kecuali bila disetujui
oleh insinyur profesional bersertifikat.
e.
Setelah dimulainya pengecoran, maka pengecoran tersebut harus
dilakukan secara menerus hingga mengisi secara penuh panel atau
penampang sampai batasnya,
atau sambungan yang ditetapkan
sebagaimana diizinkan atau dilarang.
f.
Permukaan atas cetakan vertikal secara umum harus datar.
g.
Jika diperlukan siar pelaksanaan, maka sambungan harus dibuat
sesuai dengan ketetapan.
h.
Semua
beton
harus
dipadatkan
secara
menyeluruh
dengan
menggunakan peralatan yang sesuai selama pengecoran dan harus
diupayakan mengisi sekeliling tulangan dan seluruh celah dan masuk
ke semua sudut cetakan.
Pemadatanbetonharusmengikutiketentuanberikutini( SNI 03-3976-1995) :
a.
Beton yang dicorkan harus dipadatkan secara sempurna dengan alat
yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan,
alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam beton dan
daerah sudut acuan;
b.
Dalam hal pemadatan beton dilakukan dengan alat penggetar :
- Lama penggetaran untuk setiap titik harus dilakukan sekurangkurangnya 5 detik, maksimal 15 detik;
- Batang penggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bagian beton
yang sudah mengeras dan tidak boleh dipasang lebih dekat 100
mm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras serta
diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh batang penggetar;
- Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang
batang penggetar dan tidak boleh lebih dari 500 mm. Untuk
bagian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi
lapis.
4.
Perawatan Beton
Setelah proses pengecoran, beton tidak boleh dibiarkan begitu saja. Beton
harus dirawat agar mutu beton yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan.
Perawatan beton menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 2847:2013),
yaitu :
a.
Beton (selain beton kekuatan awal tinggi) harus dirawat pada suhu di
atas 10°C dan dalam kondisi lembab untuk sekurang-kurangnya
selama 7 hari setelah pengecoranm kecuali jika dirawat sesuai
dengan perawatan dipercepat.
b.
Beton kekuatan awal tinggi harus dirawat pada suhu di atas 10°C dan
dalam kondisi lembab untuk sekurang-kurangnya selama 3 hari
pertama kecuali dirawat sesuai dengan perawatan dipercepat.
5.
Pembongkaran Cetakan dan Penopang,serta Penopangan Kembali
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI2847:2013) peraturan dalam
pembongkaran cetakan dan penopang, serta penopang kembali,yaitu:

PembongkaranCetakan
Cetakanharusdibongkardengancarasedemikianrupa
tidakmengurangikeamanan
dan
agar
kemampuanlayanstruktur.
Beton
yang
akanterpapardenganadanyapembongkarancetakanharusmemilikikeku
atan
yang
cukup
yang
tidakakanrusak
oleh
pelaksanaanpembongkaran.

PembongkaranPenopang dan PenopanganKembali
Ketentuanuntukpelat
dan
balokkecualibilakomponenstrukturtersebutdicor
pada
permukaantanah, yaitu :
a.
Sebelum memulai pelaksanaan konstruksi,
membuat prosedur dan jadwal
kontraktor harus
untukpembongkaran
penopang
dan pemasangan penopang kembali dan untuk perhitungan
beban yang disalurkan ke struktur selama proses.
-
Analisis
struktur
dalam
perencanaan
danpenopang
dan data kekuatan beton yang dipakai
dan
harusdiserahkan
pembongkaran
oleh
cetakan
kontraktor
kepada
pengawas lapangan.
-
Tidak boleh ada beban konstruksi yang ditumpukan di atas
suatu bagian struktur yang sedang dibangun, juga tidak
bolehada penopang dibongkar dari suatu bagian struktur
yang sedang dibangun kecuali apabila bagian dari struktur
tersebut bersama-sama dengan cetakan dan penopang yang
tersisamemiliki kekuatan yang memadai untuk menumpu
berat sendirinya dan bebanyang ditempatkan padanya.
-
Kekuatan yang memadai tersebut harus ditunjukkan melalui
analisis
diusulkan,
struktur
dengan
memperhatikan
beban
yang
kekuatan sistemcetakandan penopang,sertadata
kekuatan beton. Data kekuatan beton harus didasarkan pada
pengujian silinder beton yang dirawat di lokasi konstruksi,
atau bilamana disetujui pengawas lapangan, didasarkan
pada prosedur lainnya untuk mengevaluasi kekuatan beton.
b.
Beban
konstruksi
yang
melebihi
kombinasi
beban
mati
tambahan ditambah beban hidup tidak boleh ditumpukan di atas
bagian struktur yang sedang dibangun tanpa penopang, kecuali
jika analisis menunjukkan bahwa bagian struktur yang dimaksud
memiliki kekuatan yang cukup untuk menumpu beban tambahan
tersebut.
c.
Tumpuan cetakan untuk beton prategang tidak boleh dibongkar
sampai
kondisi
gaya
prategang
yang
telah
diaplikasikan
mencukupi bagi komponen struktur prategangtersebut untuk
memikul beban matinya dan beban konstruksi yang diantisipasi
B. OrganisasiProyekSecaraUmum
Proyekmerupakansuatukegiatanusaha
yang
kompleks,
memilikiketerbatasanterhadapwaktu,
sifatnyatidakrutin,
anggaran
sumberdayasertamemilikispesifikasitersendiriatasproduk
dan
yang
akandihasilkan.
Pelaksanaproyekharusdiselenggarakansecaramenyeluruhmulaidariperencanaanpe
mbangunanfisik,
sampaidenganpemeliharaan
yang
macamunsur
komponenpendukung.
satubagiandarimanajemenproyek
dan
yang
Salah
melibatkanbermacam-
memegangperanancukuppentingadalahorganisasiproyek,
sebuahproyekakanberhasiljika di dalamnyaterdapatpengorganisasian yang baik.
Denganadanyaketerbatasan-keterbatasandalammengerjakansuatuproyek,
makasebuahorganisasiproyeksangatdibutuhkanuntukmengatursumberdaya
yang
dimiliki
yang
agar
dapatmelakukanaktivitas-aktivitas
sinkronsehinggatujuanproyekbisatercapai.
Strukturadalahcarasesuatudisusunataudibangunorganisasi
merupakansuatuwadahberkumpulnya
minimal
yang
dua
untukmencapaisebuahtujuan.
Organisasiadalahsuatuwadahkegiatansekelompokmanusiaataubadandenganpemba
orang
gian
tugas
daya
tertentuuntukmencapaitujuanbersamadenganmemanfaatkansumber
semaksimalmungkin.
Kegiatantersebutdapatberupa
jasa
maupunlainnyasesuaidengantujuan.
Banyaksedikitnyakegiatandapatmempengaruhijumlahtenagasebagaipelaksanakegi
atan.
Organisasiadalahbersatunyakegiatan-kegiatandariduaindividuataulebih
bawahsatukoordinasi,
(Ervianto,
2005:
dan
40).
di
berfungsimempertemukanmerekamenjadisatutujuan
Semakinbanyakindividuataukelompok
terlibatdenganmacamkegiatanataujenjangkewenangan
bentukorganisasiakansemakinkompleks.
yang
yang
beragam,
Fungsiorganisasi
kompleksadalahmengubahsesuatudapatberupa
yang
material,
informasi,
ataupunmasyarakatmelaluisuatutatananterkoordinasiyangmampumemberikannilait
ambah,
sedemikianrupasehinggamemungkinkanorganisasimencapaitujuannyadenganbaik.
Dalamhalinistrukturorganisasiproyeksangatberkaitaneratdenganmanajeme
nproyekdimanamanajemenproyekadalah
tata
caraatausistempengelolaanpekerjaankonstruksidalammengelolasumberdaya
dan
dana
dan
suatuproyekuntukmencapaitujuandenganmenggunakanmetode-metode
sistematikatertentu (Putri Lynna, 2012: 32).
Manajemensuatuproyekpembangunanmempunyaitujuanmenyelesaikanpro
yeksesuaibataswaktu dan biaya yang direncanakandengankualitasbangunan yang
optimal.
Oleh
sebabitukerjasama
yang
baikantarunsurpendukungdalammelaksanakantugas
kewajibannyaberdasarkanbatasruanglingkup
masingmutlakdiperlukan,
dan
dan
dan
wewenangmasing-
merupakan
modal
dasardarikelangsungansuatuproyekmenujukeberhasilan.
Keberhasilansuatuproyeksangattergantungdariperilakuataukegiatansatuansatuanpendukungpelaksanaorganisasinya
dikoordinasikandalamsuatusistemmanajemen.
yang
Untukitudituntut
individuatausatuan-satuandalamorganisasipengeloladapatbekerja
terorganisiruntukmewujudkansesuaidengankeinginannya,
agar
individu-
sama
secara
jadwalkegiatan,
anggarankeuangan,
monitoring
dan
laporankemajuansertasegeramengambillangkahlangkahperbaikanbilamanadibutuhkan.Sistemmanajemenproyekmemberikan
tata
cara kepadaindividu-individudenganberlainantugasnya, agar mampubekerja sama
untukmencapaiharapantertentuproyek.
Terdapatstrukturorganisasiuntukdipilih
pada
pelaksanaanproyeksesuaijenisproyeknya.Pengelolaproyekbertanggungjawabuntuk
menyelesaikansuatutujuanorganisasisesuaidengan
daya,
dana,
waktu,
peralatan,
batas
teknologi,
menurutspesifikasisumber
manusia
dan
material
untukmencapaistandarkualitaskesepakatansehinggatercapaisuatukeuntunganbagise
muabelahpihak.
perencanaan
Olehkarenaitulahmakadiperlukanadanyamanajemen,
secara
sistematis
dalamsuatuwadahberbentukorganisasi.
Didalam
dan
perhitungan,
tersusun
penyelenggaraan
rapi
pembangunan
proyek dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap perancangan, perencanaan,
dan pembangunan hingga tahap pemeliharaan dimana hal tersebut merupakan
suatu rangkaian kegiatan yang dapat dilakukan secara sistematis dan melibatkan
berbagai unsur yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Unsurunsur tersebut membentuk suatu organisasi proyek di mana masing-masing
mempunyai peranan, fungsi dan tanggung jawab yang jelas.
Organisasi proyek dalam suatu pelaksanaan proyek sangat diperlukan
sebagai bagian dari manajemen suatu proyek yang sesuai dan saling berhubungan
dan tentunya harus selalu berjalan pada peraturan-peraturan/tata tertib yang telah
ditentukan.Sedangkan manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai kemampuan
untuk mengelola sumber daya dan dana suatu proyek untuk mencapai tujuan
dengan menggunakan suatu metode dan sistematika tertentu agar tercapai daya
guna yang sebesarnya. Dengan adanya manajemen proyek yang baik dan teratur
di dalam suatu proyek diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan dan
kelancaran proyek hingga tujuan dari proyek akan dapat tercapai sesuai dengan
yang diharapkan.
Setiapstrukturorganisasitersebutmempunyai
salingberkaitan,
tugas
jadiharusdibutuhkankerjasama
masing-masing
yang
yang
baik.
Untukmencapaitujuandariorganisasi,
dandibuatsuatusistemhubungankerjasesuaidengankondisipekerjaansepertiberikut:
1. Tugaspokokdariorganisasi.
2. Pengelompokan dalam satu sistematika tertentu.
3. Pekerjaan dari tiap-tiap petugas dari organisasi itu.
4. Tanggung jawab dari tiap-tiap petugas dalam rangka pelaksanaan
tugas yang dibebankan kepadanya.
5. Kekuasaan atau wewenang dari tiap-tiap petugas.
6. Pelimpahan
tanggung
jawab
kepada
bagian-bagian
dalam
organisasi itu.
7. Ukuran-ukurannya
yang
diperlukan
didalam
menilai
berhasil
atautidaknya pelaksanaan tugas tiap-tiap petugas dalam organisasi.
Gambar 2. 3: SkemaSrtukturOrganisasi
Secaragarisbesar,unsur-unsur
yang
terlibatdalampelaksanaanpembangunanproyekmeliputipemberitugas
konsultanperencana
(Design
Architect),
(Owner),
konsultanpengawas
dan
kontraktorpelaksana.
1. PemilikProyek
Pemilikproyekataupemberitugasataupenggunajasaadalah
yang
orang/badan
memilikiproyek
dan
memberikanpekerjaanataumenyuruhmemberikanpekerjaankepadapihakpeny
ediajasa
dan
yang
membayarbiayapekerjaantersebut.
Penggunajasadapatberupaperseorangan
badan/lembaga/instansipemerintahmaupunswasta.
Hak dan kewajibanpenggunajasaadalah:
a. Menunjukkanpenyediajasa (konsultan dan kontraktor)
b. Memintalaporansecaraperiodikmengenaipelaksanaanpekerjaan
yang
telahdilakukan oleh penyediajasa.
c. Memberikanfasilitasbaikberupasarana dan prasarana yang dibutuhkan
oleh pihakpenyediajasauntukkelancaranpekerjaan
d. Menyediakan
dana
kemudiamembayarkepadapihakpenyediajasasejumlahbiaya
dan
yang
diperlukanuntukmewujudkansebuahbangunan
e. Ikutmengawasijalannyapelaksanaanpekerjaan
direncanakandengancaramenempatkanataumenunjukkansuatu
yang
badan
atau orang untukbertindakatasnamapemilik.
f. Mengesahkanperubahandalampekerjaan (bilaterjadi)
g. Menerima dan mengesahkanpekerjaan yang telahsesuaidenganapa yang
dikehendaki
Wewenangpemberitugasadalah:
a. Memberitahukanhasillelangsecaratertuliskepadamasingmasingkontraktor
b.Dapatmengambilalihpekerjaansecarasepihakdengancaramemberitahuka
nsecaratertuliskepadakontraktorjikatelahterjadihal-hal
di
luarkontrak
yang ditetapkan.
2.
Konsultan
Pihak/badan
yang
disebutkonsultandapatdibedakanmenjadidua
,yaitukonsultanperencana
dan
konsultanpengawas.
Konsultanperencanadapatdipisahkanmenjadibeberapajenisberdasarkanspesia
lisasinya,
yaitukonsultan
bidangmekanikal
yang
dan
menanganibidangarsitektur,
elektrikaldan
lain
bidangsipil,
sebagainya.
Berbagaijenisbidangtersebutumumnyamenjadisatukesatuan
dan
disebutkonsultanperencana.
Konsultanperencanaadalah
orang/badan
yang
membuatperencanabangunansecaralengkapbaikbidangarsitektur,
bidang
lain
yang
melekateratmembentuksebuah
sipil
system
dan
bangunan.
Konsultanperencanadapatberupaperseorangan/perseoranganberbabadan
hokum/badan
hokum
yang
bergerakdalambidangperencanapekerjaanbangunan.
Hak dan kewajibankonsultanperenacanaadalah:
a. Membuatperencanaansecaralengkap
rencanakerja
dan
yang
terdiridarigambarrencana,
syarat-syarat,
hitunganstruktur,
rencanaanggaranbiaya.
b. Memberikanusulansertapertimbangankepdapenggunajasa
dan
pihakkontraktortentagpelaksanaanpekerjaan.
c. Memberikanjawaban
yang
dan
penjelasankepadakontraktortentanghal-hal
kurangjelasdalamgambarrencana,
rencanakerja
syarat.
d. Membuatgambarrevisibilaterjadiperubahanperencana.
e. Menghadirirapatkoordinasipengeloaanproyek.
dan
syarat-
Konsultanpengawasadalah
orang/badan
yang
ditunjukkanpenggunajasauntukmembantudalampengelolaanpelaksanaanpe
kerjaanpembangunanmulaiawalhinggaberakhirnyapekerjaantersebut.
Hak dan kewajibankonsultanpengawasadalah:
a. Menyelesaikanpelaksanaanpekerjaandalamwaktu
yang
telahditetapkan.
b. Membimbinga
dan
mengadakanpengawasansecaraperiodikdalampelaksanaanpekerjaan.
c. Melakukanperhitunganprestasipekerjaan.
d. Mengkordinasi
dan
mengendalikankegiatankonstruksisertaaliranninformasianatarberbag
aibidang agar pelaksanaanpekerjaanberjalan lancer.
e. Menghindarikesalahan
yang
memungkinkanterjadinyasedinimungkinsertamenghindaripembengka
kanbiaya.
f. Mengatasi dan memecahkanpersoalan yang timbul di lapangan agar
dicapaihasilakhirsesuaikualitas,
kuantitassertawaktupelaksanaan
yang telahditetapkan.
g. Menerimaataumenolak
material/peralatan
yang
didatangkankonstraktor
h. Menghentikansementarabilaterjadipenyimpangandariperaturan
yang
berlaku.
i. Menyusunlaporankemajuanpekerjaan (harian, mingguan, bulanan)
j. Menyiapkan
dan
menghitungadanyakemungkinanpekerjaantambahn/kurang.
3. Kontraktor
Kontraktoradalah
orang/
badan
yang
menyelenggarakansesuaibiaya
telahditetapkanberdasarkangambarrencana
menerimapekerjaan
dan
yang
dan
peraturansertasyarat-syarat
yang
ditetapkan.
Kontraktordapatberuapperusahaanperseorangan
berbadanhukumatausebuah
badan
hokum
yang
yang
bergerakdalambidangpelaksanaanpekerjaan.
Hak dan kewajibankontraktorialah:
a. Melaksanakanpekerjaansesuaigambarrencana,
syarat,
risalahpenjelasanpekerjaan
peraturan
(aanvullings)
dan
syarat-
dan
syarat-
disahkan
oleh
syarattambahan yang telahditetapkan oleh penggunajasa.
b. Membuatgambar-gambarpelaksana
yang
konsultanpengawassebagai wakil daripenggunajasa.
c. Menyediakanalatkeselamatankerjaseperti
yang
diwajibkandalamperaturanuntukmenjagakeselamatanpekerja
dan
masyarakat.
d. Membuatlaporanhasilpekerjaanberupalaporanharian,
mingguan,
dan
bulanan.
e. Menyerahkanseluruhatausebagianpekerjaan
yang
telahdiselesaikannyasesuaiketetapan yang berlaku.
Pihak-pihak
yang
terlibatsecaralangsung
di
lapanganproyek
yang
dibuatdalamstrukturorganisasi :
4. Manager Proyek
Project manager adalah orang yang bertanggungjawabatas planning,
controlling,
dan
mengawasisecaralangsung
Bertanggungjawabkepadakepalacabangnya
team
project
management.
di unitnyamasing-masing.
Tugas
dan tanggungjawab project manager adalahsebagaiberikut :
a. Membuat
RAPK
(RencanaAnggaranPelaksanaanKendali)
dan
kegiatanperencanaan yang lain.
b. Membinahubungankerja yang baikdengan owner, konsultanperencana,
dan mitrakerjalainnya.
c. Mengelola
dan
bertanggungjawabatasseluruhsumberdayaproyeksehinggadapatefektif
dan efisiengunatercapainyasasaran dan tujuanproyek.
d. Menggerakkansumberdayagunatercapainyasasaranproyekdarisegibiay
a, waktu, mutu, dan keselamatan.
e. Menelitirencanapelaksanaanproyek yang dibuat oleh kontraktor.
f.
Memberikanpersetujuanpembayarankepadakonsultanataukontraktor.
g. Menyelenggarakanrapatmingguan.
Wewenang Project Manager adalah
a. Menentuanhargasatuanupahkerja.
b. Mengesahkanbukti-buktipembayaran.
c. Mengadakankontrakkerjadengansuplayer dan mandor.
d. Mewakiliperusahaanmenjalinhubungandengan owner
5. Site Manager
Site
Manager
adalah
yang
turutbertanggungjawabatasberlangsungnyakegiatanproyek.
Adapuntugas
yang di embankankepadaseorangSite Manager yaitu :
a. Membuat time schedule sebelumpelaksanaanproyek.
b. Memimpinkegiatanpelaksanaanproyek.
c. Melakukanpengendalianproyek.
d. Mengatasikendala dan hambatan yang terjadi di lapangan.
e. Melakukanpemantauandenganketatatasprestasipenyediajasadenganse
geramelaporkankepadapimpinanbagianproyekapabilapelaksanaanpek
erjaanmengalamiketerlambatanuntukkemudianmembuatpenanggulan
gansertaperbaikan.
f.
Mengecek
dan
menandatanganidokumententangpengendalianmutu
dan volume pekerjaan.
g. Membuatlaporanbulanan
dan
minggunandalamrapat
yang
diadakanpenggunajasa.
h. Melaporkankemajuanpelaksanaanpekerjaandalamrapat
yang
diadakanpenggunajasa.
i.
6.
Mempertanggungjawabkanrugi dan labaproyek.
Logistik
Logistikmerupakaninstansi
pelaksanaan,
dan
yang
melakukan
pengendalianaliran
proses
perencanaan,
yang
efisien
dan
efektifdaribarangataujasa
dan
informasiterkaitmulaidarititikasalsampaipenggunaanuntukmemenuhikeperlu
anpelanggan.
Kata
kunci
logistic
adalahalirandenganobjekbarangataujasadengantujuanmenyediakanbarangde
nganjumlah yang tepat, waktu yang tepat, lokasi yang tepat dan biaya yang
tepat. Kegiaanutama logistic adalahpengadaan, penyediaan, penyimpanan,
pengangkutan,
pergudangan,
pengemasan,
keamanan
dan
penengananbarang dan jasabaikdalambentukbahanbaku, barangantara dan
barangjadi.
PeraLnlogisticdalammencapai
“lebihmurah”
rekayasaulanglogisticuntukmengurangibiaya,
denganmengaturkapasitas,
logistic
yang
lain
ramping
Strategi
dapatdilaksanakandenganmenggunakankeandalan
akuratuntukmenjaminpemenuhanpesanan
proses
antara
skalaekonomi,
penguranganpenyediaan.
adalah
dan
“lebihbaik”
dan
ketangggapan
sempurna.
“lebihcepat”
dapatdiwujudkandenganmelakukanpengelolaanwaktuancangantara
yang
Strategi
yang
lain
denganmenggunakanperamalandengan data yang lebihbaik, optimasiantrian,
produksi dan distribusitepatwaktu dan pemilihanmodatransportasi.
Tugas dan tanggungjawab logistic adalahsebagaiberikut:
a. Melaksanakanpengadaanbahanataupermintaan material.
b. Mengatur dan mengontrolpenggunaan material.
c. Bertanggungjawabataspenyimpanan material.
d. Mengadakanmobilisasialatberatmaupunringansesuaipermintaan.
e. Melakukanperawatanterhadapsemuaalatbaiksaatdigunakanmaupuntida
k.
f.
Melakukanperbaikanjikaadaperalatan yang rusak.
7. Mechanical Electrical Plumbing (MEP)
Mechanical,
electrical
dan
plumbingmerupakansebuahbidangpekerjaanseputarutilitasbangunanseperti
sistem tata udara, air bersih dan drainase, sistemtransportasibangunan,
sistemlistrik
dan
sistemelektronikbangunan.
MEP
adalah
salah
satubidangdimanaterdiridariberbagaijurusan/disiplinilmusepertiteknikmesi
n, teknikelektro, teknikfisika dan juga tekniklingkunganbahkanbeberapa
juga
terdiridariteknikkimia.
berkecimpungdalam
Sehingga
MEP
adalah
setidaknyamenguasaibeberapadisiplinilmu
Dan
sampaisaatini,
yang
belumadasebuahjurusan
orang-orang
yang
orang-orang
yang
diperolehdaripengalaman.
yang
mengajarkantentang
MEP secarakeseluruhanberbedadenganpendidikan di dunia Eropa yang
mempelajarikeseluruhantentang
MEP
yang
dikenaldengannamajurusan
Building Service Engineering.Adapunbagian-bagian MEP adalah :
a. Sistem tata udara dan ventilasimekanik yang terdiriatassistemchiller,
air
cooler
split
dan
VRV/VRF,
water
cooler
VRV/VRF
sertasistemventilasimekanik dan natural.
b. Sistem plumbing yang terdiriatassistempengolahan air bersih dan air
limbah (STP), sistemdrainase, sistem air hujan, sistempemipaan gas,
sistempneumatictube pada rumahsakitsertasistem RO.
c. Sistempemadamankebakaranyaknisistemsprinkel, hydran dan sistem
APAR.
d. Sistemtransportasibangunanyaitusistemlift,
elevator
/
escalator
/
travelator.
e. Sistemelektricaldiantaranyaadalahsistemtegangantingggi,
sistemteganganmenengah dan sistemteganganrendah.
f.
Sistemelektronikterbagiatassistemkomunikasi
sistemfirealarm,
sistem
tata
suara,
dan
sistem
kabel
data,
MATV-televisi,
sistemsecurity& CCTV-kamera dan securitysertasistemnurse call.
8.
Surveyor
Surveyor
adalahseseorang
yang
melakukanpemeriksaanataumengawasi
dan mengamatisuatupekerjaanlainnya pada proyek. Dalam dunia kerjaistilah
Surveyor
kebanyakanmenjurus
pada
dunia
lapanganygnantinyamenjadiobjekutamadalamhalmenjalankantugasnya.
Berikutadalahtugasdari surveyor adalah :
a. Melakukanpelaksanaansurveilapangan
dan
penyelidikanataupengukurantempat-tempatlokasi
yang
dikerjakanterutamauntuk mayor item.
b. Mencatat
dan
mengevaluasihasilpengukuran
telahdilakukansehinggadapatmeminimalisirkesalahan
yang
dan
melakukantindakkoreksi dan pencegahannya.
c. Melaporkan dan bertanggungjawabhasilpekerjaankekepalaproyek.
9.
Mandor
Mandoradalah
orang
mengaturkerjatukang
yang
di
secaralangsungmembawahitukang
lapangan.
Adapunfungsi
dan
dan
kerjatukangsebagaiberikut :
a. Mendatangkansejumlahtenagakerjasesuaidengankualifikasi
diperlukansepertikelompoktukangkayu dan lainnya.
b. Memimpin dan mengawasipekerjaantukang.
yang
c. Mengendalikankualitaspekerjaan
agar
sesuaidenganspesifikasisertagambar-gambarperencanaan.
d. Mengelolaupaya pada pekerjaantukang.
e. Menyiapkanbuku daftar hadir para tukang.
f. Menerimamasukan yang dibutuhkan oleh para tukang.
10. KepalaTukang
Kepalatukangadalah
orang
secaralangsungberhubungandenganmandor
dan
yang
tukang.
Seseorang
di
bidanginimenjadiperantaraanatauwalidarisekianbanyaktukang
lapangandalampekerjaannya.
di
Kepalatukangbersama-
samadenganmandormengawasikinerjatukang
dan
memberikantugaskepadatukang di awalpekerjaan.
Tugaskepalatukangadalahsebagaiberikut:
a. Memimpin
para
tukagbangunan
agar
bias
memahami
dan
bekerjasesuaidenganarahanpelaksanaataupemilikbangunan
b. Sebagaitempatpenitipangajitukangsecarakeseluruhanuntukkemudiame
mbagikannyakembalikepada
para
tukangsesuaidenganpemdapatanmasing- masing.
c. Merupakantukang
senior
yang
tekahahlidibidangnyajadi
bias
menjaditempatbertanya
dan
belajarbagitukangdengankemampuannyadibawahnya,
apabilakepalatukangtidak
bias
menjawabmakadapatdisampaikankepadapelaksanauntukdiberikanpejel
asan
d. Memberikancontohbagaimanacaramengerjakansuatupekerjaan
baik dan cepat
e. Melaporkankepadapelaksanamengenaikesulitanataukendaladalampela
ksanaanuntukdiberikanjalankeluar
yang
f.
Memberitahukan
daftar
alat
yang
dibutuhkan
oleh
tukangdalammelaksanakanpekerjaan
11. Tukang
Tukangadalah
orang-orang
yang
terlibatsecaralangsungdalammenyelesaikanpekerjaan
Merekalahpekerja-pekerja
di
di
lapangan.
lapangan
yang
ahlidalambeberapabidangnyaataumemilikispesialisasitersendiri,
misalnyatukangbatu, tukangkayu, tukangbesi, tukangplester dan lain-lain.
Adapuntugas dan tanggungjawabtukangadalah:
a. Mempertanggungjawabkanpekerjaan yang dilaksanakandilapangan.
b. Bertanggungjawabkepadamandorataspekerjaan yang dilaksanakan
c. Membantumandorjikaadahal yang diperlukanmengenaipekerjaan yang
dilakukan.
d. Mengerjakanpekerjaannyasesuaidenganjob sheetpekerjaandilapangan
12. K3 (Keamanan, Kesehatan dan KeselamatanKerja)
K3
merupakansebagaipenanggungjawabataskesehatan
keselamatankerjaselamamelaksanakantugas
dan
di
lapangan.
a. Memberikanpengarahanlangsungkepadasetiappekerja
agar
Berikutadalahfungsidari K3 yaitu :
dalammelaksanakankegiatandapatmencegah
dan
mengurangiresikoadaanyakecelakaandilapangan.
b. Memberikanfasilitas
cukupsaatmelaksanakankegiatandilapangan.
c. Memantausetiappekerjadalammelaksanakan sop yang teladibuat
yang
B. Alat Yang DigunakanSecaraUmum Pada PelaksanaanPekerjaan Plat
Lantai.
Peralatan yang digunakan pada pelaksanaanpembangunanmall suzuya ini
terdiridariperalatan mesin dan peralatantangan.Adapun peralatan darimesin
yang digunakanadalahsebagai berikut :
1. Concrete MixerTruck
Untukmengadukbetondapatmenggunakanalatpengadukmekanisyaituconcre
te
mixertruck.
Trukadukanbetonmerupakanalatpengadukbetondalamjumlahbesar,
concrete
mixer truckiniberkapasitas 5m3 . Dimana waktu untuk pengadukan campuran
cor
beton
selama
±
1
menit
Selamapengangkutantabungtruck
sampai
yang
menit
dan
juga
mixerharusselaluberputar
agar
sehinggamutubeton
yang
tidakterjadipengerasan/pemisahanagregat,
dibawatidakberubahdarimutu
1,5
dikehendaki
serta
yang
harus
perlu
diperhatikan dalam pengadukan cor beton adalah hasil dari pengadukan
dengan memperhatikan susunan warna yang sama.
Berdasarkanarahperaturan
batch-nya,
mesinadukdibedakanmenjadi
3
yaitumesinaduk yang berputar vertical (vertical mixing or reversing drum
mixer), mesinaduk yang berputarmendatar
(horizontal miing or pan drum
mixer)dan mesinadukberputar miring (tilting drum mixing).
Gambar 2.4Pengadukan Ready Mix (ConcreteMixerTruck)
2. Dump Truck
Dump
truck
adalahsebuahkendaraanbermotor
digunakanuntukmengangkutbarang.
yang
Jeniskendaraaninibiasadisebut
juga
sebagaimobilbarang.
Kendaraanjenisinibiasadigunakandalambidangkonstruksi
untukmemindahkan
material pada
dan
jarakmenegahsampaijarakjauh
(500
m
ataulebih).
Setiapjenistrukmemilikidayaangkuttersendiritergantungkepadabeberapavariab
el,
diantaranyajumlah
ban,
jumlahsumbu/konfigurasisumbu,
muatansumbu,
kekuatan ban, dayadukungjalan.
Gambar 2.5 Dump Truck
3. Concrete Pump
Concrete pump adalah mesin yang dilengkapi dengan pompaan lengan
(boom)
betonready
yangberfungsiuntukmemompa/
mixkestrukturbangunan
membantumengahantarkancampuran
yang
akandicor.
Pumpdigunakansaatpengecoran plat lantai.
Gambar 2.6Pompa Beton (ConcretePump)
4. Concrete Bucket
BiasanyaConcrete
Concrete bucketadalah tempat pengangkutan beton dari concrete mixer
truck
sampai
ketempat
pengencoran
dan
alat
bantu
saatmelakukanpengecorandenganpenggunaanbantuan
tower
crane.
Dalam
pengerjaannya, dibutuhkan satu orang sebagai operator concrete bucket yang
bertugas untuk membuka atau menguci agar coran beton tidak tumpah pada
saat dibawa ke area pengecoran dengan tower crane.
Gambar 2.7Concrete Bucket
5. AlatGetar (Concrete Vibrator)
AlatgetaratauConcrete
berfungsi
Vibratoradalahsejenis
untuk
mesin
penggetar
memadatkanadukanbetonbasah
saatdimasukankedalamcetakanatau
yang
dikenaldengan
pengecoran.Dengandemikiandiharapkanseluruhbagian-bagian
sulitseperti
di
antaratulangan
balok,dapatterisibetondenganpadat
plat
dan
lantai,
rapat.
yang
pada
proses
yang
kolom
maupun
Sehinggatidakterjadicelah-
celahkosong yang akanmenyebabkanbetonkeropos atau akan mengurangi
kekuatan beton itu sendiri. Vibrator terdiri dari 3 bagian yaitu: motor, ujung
getar dan pipa yang menghubungkan motor dengan ujung getar.
Gambar 2.8AlatGetar(Concrete Vibrator)
6. Pemotong Baja(Bar Cutter)
Bar
cutterberfungsiuntukmemotongbesitulangansesuaidenganukuran
yang
dibutuhkan, setelah itu tulangan dapat digunakan untuk dipasang pada pelat
lantai,
kolom
dan
balok.
Sehinggauntukukuran
dibutuhkanharusdipotongdenganbar
cutter,sebelumdipotong,
tulanganterlebihdahuluditandai
akandipotongsesuaidenganukuraan
yang
pada
yang
diperlukan.
titik
Dengan
yang
adanya
bar
cutter ini pekerjaan pembesian akan lebih rapi dan dapat menghemat besi
yang dipakai.
Gambar 2.9Pemotong Baja(Bar Cutter)
7. Pembengkok Baja(Bar Bender)
Bar
benderdigunakanuntukmembengkokkanbajatulangansesuaidenganukuran
yang
dibutuhkan,misalnyadigunakanuntukmembuatsengkang,
dan kolom.
Gambar 2.10Pembengkok Baja (Bar Bender)
beugel
balok
8. KeretaSorong
Keretasorang
atau
yang
sering
dikenal
dengan
sebutan
beko
inimerupakanalat yang sederhana dengan menggunakan tenaga manusia.
Kereta sorong digunakanuntukmemuatkan perkakas, bahan dan alat-alat yang
diperlukan pekerja seperti pasir, semen, kerikil dan batu bata serta untuk
mengakutadukanbetondari
concrete
mixer
ketempatpengecorandalamjarak
yang terdekatsehinggapekerjaanlebihefektif.
Gambar 2.11KeretaSorong
9. Tower Crane
Tower cranesalah satu jenis alat berat dan menjadi sentaral atau paling
utama yang ada pada bangunan gedung bertingkat dan jembatan. Tower
cranedigunakanuntukmengangkat
material atau bahan maupun konstruksi
bangunan dari bawah menuju bagian atassecaara horizontal maupunvertikal,
menahannyaapabiladiperlukan,
sertamenurunkanmuatanketempat
lain
yang
ditentukandenganmekanismependongkrak ( luffing) dan pemutar (slewing).
Bahan untuk membuat tower crane adalah baja dan terdiri dari mast dan base
section, telescopic set dan slewing. Kemudian ada lagi counter jib, cad head
dan jib section serta hook dan trolley. Strukturnya sendiri selalu kaku dan
standardnya ditentukan oleh pabrik pembuatannya.
Tower
craneterdiridaribeberapabagian
yang
dapatdibongkarpasangketikadigunakan/dipakai,
sehinggamudahuntukdibawakemanasaja.
cranebiasanyadiangkutsecaraterpisah
Tower
menggunakankendaraan
(trailer)
ketempatproyekkemudiandipasangkembali
pun
di
tempatproyek,
tidakluputdaribantuansaudaranyayaitumobile
pemasangantower
cranetermasukcukup
yang
pemasanganya
crane.
Dan
lama karenabanyakbagian-bagian
harusdipasangtermasukpembuatanpondasitower
crane.Sedangkancarapengoperasianyatergolongberbahaya
dan
beresikotinggi,
operator harusberada di cabin. Sedangkancabinnyaberada di ujung tower,
meskiberesikotinggitetapisebandingdenganhasil
yang
didapat.
Selain
Tower
Crane adabeberapajenis crane antara lain:Crawler Crane, Hidraulik Crane,
Hoist Crane (fixed crane), Jip CranedanMobilCrane.
Gambar 2.12Tower Crane
10. Generator Set
Generator
setadalahsuatumesin
berfungsisebagaipenggerak
motor
sehinggadapatmenghasilkantenagalistrik.
generator
set
(motor)
Energy
diesel
listrik
listrik
inidigunakanuntukpower
melayaiberbagaikeperluansepertikebutuhanlistrikalatconcrete
yang
(dynamo)
yang
berasal
supply
dan
yang
vibarator,mesin
las listrik, bar bender, bar cutter, penerangproyek,kebutuhanlstrikkantor,dan
sebagainya.
Gambar 2.13Generator Set
11. Perancah(Scaffolding)
Scaffoldingadalahsuatustrukturpenyanggahsementara
digunakanuntukmenopangpekerja
yang
dan
material
dalamsuatupekerjaankonstruksibangunanatauperbakangedung.Perancahdiguna
kansebagaialat
bantu
perancaherbahankayu
pengerjaanproyek.Terdapatduajenisperancahyaitu,
dan
perancahberbahanbesi
yang
disusunmenjadistrukturpenyanggah yang seringdikenaldenganschaffolding.
Gambar 2.14Perancah (Schaffolding)
12. Air Compressor
Air Compressor digunakanuntukmembersihkan area yang akandicor agar
semuakotoran-kotoran
yang
tersebutbaikdebuataupotongankayubisa
berada
di
di
area
dorongkeluar.
Alatiniakanmengeluarkantekananudara
akanmendorongkotorankeluarsehinggaketikapengecoran
yang
area
akandicorakanbersihdaribenda-benda yang akanmengurangikekuatanbeton.
yang
Gambar 2.15Air Compressor
13. Las Listrik
Las
listrikdigunakanuntukmengikat/menyambungbesiataubaja.caramencairkanseba
gianlogaminduk dan menghasilkansambungan yang continue.
Gambar 2.16Las Listrik
14. Theodolite Total Station
Theodolite
merupakanalat
bantu
dalamproyekuntukmenentukan
as
bangunan dan titik as elemen-elemenstruktursepertikolom, balok, retaining
wall
dan
plat
lantaisehinggaposisibangunan
dikerjakansamasepertigambarrencana,
sudutbanguna.Alatinidipergunakan
elevasitanahgaliantimbunan.
yang
sertamembuatsudutjuga
untukmenentukanelevasitanah
dan
Gambar 2.17 Theodolite Total Station
15. Automatic Level Topcon
Automatic
level
topcondigunakanuntukmenetukanelevasi,membuatsudut-
sudutbanguanan.Alatinidipergunakan
juga
untukmenentukanelevasitanah
dan
elevasitanahgalian dan timbunan.
Gambar 2.18AutomaticLevel Topcon
16. Pipa Tremie
Pipa
tremieadalah
pipa
yang
digunakanuntukmengaturtinggijatuhbeton
pada saatpengecoran. Pipa tremiebiasadipasang pada ujungbawahconcrete
bucket sehinggabeton yang keluardariconcrete bucket tidaklangsungjatuh dan
menumbuklokasipengecoran.
Gambar 2.19 Pipa Tremie
17. Peralatan Tangan (Hand Tools)
Selainalat-alatkonstruksitersebut
di
atasterdapat
juga
peralatantangansederhana
yang
seringdigunakandalamproyekbangunangedung.
alatinidapatmembantutukanguntukpekerjaan
Alat
yang
ringan
-
dan
mendetail.
Adapun peralatan dari tangan yang digunakanadalahsebagaiberikut :
a. Martil atau Palu
Martil atau palu adalah alat yang digunaka untuk
memberikan
tumbukan kepada benda. Palu digunakan untuk memaku, memperbaiki
suatu benda, penempaan logam dan menghancurkan suatu objek.
Gambar 2.20Martil atau Palu
b. SendokSpesi
Sendokspesidisebutjuaga
“cetok”
daripelatlogamdengantangkaidarikayu
yang
dibuat
berfungsiuntuk
mengambil
spesi dari tempat spesi pada pemasanganbata, dan untukmembuatplesteran.
Gambar 2.21Sendok Spesi
c. Roskam/ Trowel
Trowel/
roskammerupakanalat
berfungsiuntukmenghaluskanpermukaan
barudicorsetelahmenabur
floor
slab
hardener
yang
beton
pada
yang
permukaan
slabbetontersebut.
Alatinimerupakanbaranginventarisdariperusahaankontraktorsendiri.Roska
mdisebut
juga
alatlepas
yang
dibuatdarikayuataulogam.Roskamdigunakanuntukmemplesterdinding
dapat
dan
lantai.
Gambar 2.22Roskam/ Trowel
d. Metaran/ Pita Ukur
Meteranadalahalat
yang
befungsiuntukmengukurpanjangataujarak,
untukmenentukanposisi marking kolommakaukuran-ukuran yang ada pada
gambarharusdirealisasikan
di
lapangandenganalat
bantu
meteran.Setiappekerjaanharuslahselalumenggunakanalatinikarenasetiappe
kerjaanharussesuaidenganapa yang telahdiperhitungan oleh perencana dan
terjagasetiapukurannya agar bangunanberdiritegak.
Pita ukurataualatpengukurmeterandibuatdari pita bajadenganlebar 1 cm
dan
panjangnyasesuaidengankebutuhanrolbajainidiberikanukurandalam
dan
mm
sertadigulungmasukdalamsebuahrumahan
cm
yang
dibuatdaripelatlogam.Pita
ukurdigunakanuntukpekerjaanpengukuranpanjangpada
pelasanaanpekerjaanbangunan dan pengkuranpanjangbenda-bendakerja.
Gambar 2.23Meteran/ Pita Ukur
e. Rol Siku
Rol
sikudapatdibuaatdarilogamataukayu
yang
bergunauntukmembuatsudut 90’ antaraduabuahgarisataubidang rata yang
salingberpotongan. Alat ini membentuk sudut siku dan dilengkapi dengan
garis-garis ukuran dalam cm.
Gambar 2.24Rol Siku
f. Ember
Ember
mengambil
memilikifungsi
air,
yang
banyakdalampekerjaantukangyaitu
sebagai
untuk
tempatspesiataucampuranbeton,tempat-
tempatperalatantukang dan lain sebagainya.
Gambar 2.25Ember
g. GergajiTangan
Gergajiterbuatdarisebilahbaja
satutepinyadibuatbergigitajam
tipis,
dan
yang
salah
diberitangkaipemegangdarikayu.
Gergajimerupakanalat
yang
digunakanuntukmemotongkayusesuaidenganukuran yang diinginkan.
Ada
duamacamgergajitanganyaitugergajitanganpemotong
gergajitanganbelah.
Sedangkangergajitanganpemotong
dan
di
pergunakanuntukmemotongkayu,
denganarahmenggergajiadalahtegakIurusterhadaparahuratkayu,
sedangkanposisigergajiberbentuksudut
45°
Berbentuksudut 60° terhadappermukaankayu.
Gambar 2.26GergajiTangan
h. Tang Kawat
terhadappermukaankayu.
Alatinidigunakanuntukpekerjaanpenulanganbalok
saatpengikatanantaratulangansengkang
pada
dan
tulanganpokok,
yaitudengancaramelilitkankawatpengikatdengankeduatulanganlalumengika
tkankawattersebut
dan
memutarnya,
inidibuat
agar
tulangantidakmengalamipergeseran.
Gambar 2.27Tang kawat
i. Sekop
Sekop
yang
bulatlancip
dipergunakanterbuatdaribajadenganujungnyaada
dan
persegi.
yang
Peganganterbuatdarikayu,
alatiniberfungsisebagaialatpencampurbetonsecara manual.
Gambar 2.28Sekop
j. Unting- Unting
Unting-untingtersusun
olehLogam
Talibenangsebagitaliluncur,
untingbergunauntukmenentukangaris
anti
karat
sebagaibandul,
Kayusebagaialatantaraluncur.Untingvertical/tegak
pada
ataubidangtegaklurusterhadapgarisdatar
menetukanletakttikteagaklurus di bawahsuatutitikdiatasnya.
bidang
vertical
dan
Gambar 2.29Unting-Unting
k. Cakar/KakiAyam
Cakar /kaki ayaminiadalahalatpembantu pada pekerjaaanstruktur plat
lantai
lapis
yang
fungsinyaadalahinibergunasebagaipengatur/penjagajarakantara
tulanganatas
dan
bawah
beberapatitikluasan.
pada
tulanganpelat,
dipasang
Dibuatdaritulangan
pada
yang
dibengkokhinggamembentukkursi/kaki/dudukandengantinggitertentu.
Gambar 2.30Cakar/Kaki Ayam
C. Bahan-Bahan
Yang
DigunakanSecaraUmum
Pada
PelaksanaanPekerjaan Plat Lantai.
Bahan–bahan
yang
digunakanuntukmembangunharusbermutubaiksehinggabangunan
dihasilkan
pun
yang
bangunankuat
dantidakmengecewakanpelanggan.Secaraumumbahan-bahan
yang
digunakandalamproyekpembangunangedungadalah :
1. Semen
Semen merupakan bahan campuran yang secara kimiawi aktif setelah
berhubungan dengan air. Semen adalah bahan pengikat yang terbuat dari
kapur sebagai bahan utama dengan bahan-bahan tambahan, misalnya tanah
liat. Adapun bahan utama yang terkandung semen adalah kapur (CaO), silikat
(SiO2), aluminium (A12O3), magnesit (MgO), serta oksida lain dalam jumlah
kecil. Semen juga berguna untuk menyatukan pasir, kerikil, dan air menjadi
satu sehingga menjadi beton.
Semen
yang
ditentukan
digunakanuntukpembentukanbetonharusjenis
SII0013-81
dan
semen
yang
harusmemenuhipersyaratan
yang
telahditetapkandalamstandaart tersebut. Semua yang dipakaiharussatu merk
yang
sama
dan
dikirimharusdilindungidarihujan
(kantong)
aslidaripabriknya
harusdisimpan
diletakan
di
pada
dalamkeadaanbaru.Semen
dan
dan
air.Semen
yang
tinggi,
harusterbungkusdalamsak
dalamkeadaantertutuprapat.
gedungdenganventilasi
tempat
yang
yang
baik,
Semen
tidaaklembab
dan
sehinggaamandarikemungkinan yang
tidakdiingankan.Semen tersebuttidakbolehditumpuklebihdari 10 sak.
Ada 2 macam semen yakni semen hidraulis dan semen non-hidraulis.
Semen
hidraulisadalah
semen
yang
akanmengerasbilabereaksidengan
air,
tahanterhadap air (water resistance) dan stabil di dalam air setelahmengeras.
Sedangkan
semen
non-hidraulisadalah
semen
(perekat)
dapatmengerastetapitidakstabildalam air contohnyaialah gypsum.
yang
Jenis-jenis
semen dalam dunia konstruksi yaitu: Semen portland putih/ White Portland
Cement (WPC), Semen portland pozolan/ Portland Pozzolan Cement (PPC),
Semen portland/ Ordinary Portland Cement (OPC), Semen sumur minyak/
Oil Well Cement(OWC), Semen masonry/ Super Masonry Cement (SMC),
dan Semen portland komposit/ Portland Composite Cement (PCC).
Semen
seringdisebut
PC
(Portland
Cement)
merupakanbahanpengikatantaraagregatsehinggabetondapathomogen,
antara
lain:
a. Tipe
I,yaitu
semen
Portland
untukpenggunaanumum
tidakmemerlukanpersyaratan-persyaratankhususseperti
yang
yang
diisyaratkan
pada jenis-jenislain.
b. Tipe
II,
yaitu
semen
Portland
yang
dalampenggunaanyamemerlukanketahananterhadapsulfatataukalorhidrasis
edang.
c. Tipe
III,
yaitu
semen
Portland
yang
dalampenggunaanyamemerlukankekuatantinggi
pada
tahappermulaansetelahpengikatanterjadi.
d. Tipe
IV,
yaitu
semen
Portland
yang
dalam
penggunaannyamemerlukankalorhidrasirendah.
e. Tipe V, yaitu semen Portland yang dalampenggunaannyasulfattinggi.
Tabel 2.1. Daftar-DaftarHarga Semen
Merek Semen
Spesifikasi Semen
Satuan
Harga (Rp)
Semen Gresik
Portland Composite Cement
40 kg
57.000
Semen Gresik
Portland Composite Cement
50 kg
70.000
Semen Holcim
Portland Composite Cement
40 kg
56.000
Semen Holcim
Portland Composite Cement
50 kg
68.000
Semen Padang
Portland Composite Cement
40 kg
50.000
Semen Padang
Portland Composite Cement
50 kg
63.000
Semen Tiga Roda
Portland Composite Cement
40 kg
58.000
Semen Tiga Roda
Portland Composite Cement
50 kg
70.000
Semen Merah Putih
Portland Composite Cement
40 kg
50.000
Semen Merah Putih
Portland Composite Cement
50 kg
60.000
Daftar Harga Semen Gresik, Holcim, Padang, TigaRoda dan Merah Putih
Gambar 2.31 Semen(Portland Cement)
2. Agregat
Agregatadalahbutiran-butiran
portland
dan
air
mineral
yang
yang
dicampurkandengan
menghasilkanbeton
(PBBI
semen
1971:
22).Mengingatkomposisiagregrat pada campuranbetonberkisar 60% - 70%
makakualitasagregratsangatberpengaruhterhadapkualitasbeton.Denganagregra
t yang baik, betondapatdikerjakankuat dan tahan lama sertaekonomis.
Tabel 2.2.JenisAgregatBerdasarkanKepadatannya
Jenis
Kepadatan (kg/m3 )
Ringan
300 – 1800
Sedang
2400 – 3000
Berat
>4000
Berdasarkanukuranbutir nominal agregratdibedakanmenjadiduayaitu:
a. Agregathalus
Agregrathalusadalahagregrat
yang
semuabutirnyamenembusayakanberlubang 4,8 mm (SII.0052,1980) atau 4,75
mm
(ASTM
C33,1982)
atau
5,0
mm.
Agregathalusumumnyaterdiridaripasirataupartikel-partikel
lewatsaringan
4
mm
5
mm
1996:5).Agregathalusterdiridaributir-butir
yang
besih,
bebasdaribahan-
lumpur,
bahan
kadarlumpurmaksimum
bersih,
1%
atau
yang
organic,
tajam
dan
berat.Agregatharusdisimpan
yang
(Dipohusodo,
dan
kotoranlainnya,
di
tempat
keraspermukaannya
yang
san
harusdicegahsupayatidakmenjadipencampurandengantanah.
Gambar 2.32AgregatHalus
b. Agregatkasar
Ukuranbesarukuran
nominal
maksimumagregatkasartidakmelebihi
1/5
jarak minimum antarasampingcetakanatau 1/3 daritebalpelatAtau ¾ jarak
minimum anatarbajatulangan, berkasbajatulangananatara tendon pratekanatau
30 mm, agregatkasarbisa juga disebutkerikil, yaituagregat yang butirannya 580 mm(Daryanto, 1977;40).
Gambar 2.33AgregatKasar
3. Air
Air
merupakanbahanpembantudalampembuatanadukanuntukpemasangan,
namundemikian
air
yang
diambilsembaraganakanberpengaruhterhadapkekuatanadukantersebut,
supayaadukanmemilikikekentalan
digunakanharusbersih,
yang
optimal,
tidakmengandunglumpur,
maka
minyak,
air
yang
dan
juga
tidakmengandungunsur-unsurorganik
yang
dapatmerusakadukanatautulangan.Air
laboratorium
yang
disetujui
tersebutharusdiperiksa
oleh
konsultanpengawas.Jika
pada
air
pada
lokasipekerjaantidakmemenuhisyaratuntukdigunakan,
makakontraktorharusmencari air yang memadaiuntukitu.
4. Ready Mix
Betonadalah
material
komposit
yang
rumit.
Betondapatdibuat
dan
diolahdenganmudah oleh siapapun,bahkan orang-orang yang tidak punya
pengertiansamasekalitentangteknologibeton.Ada 3 unsurumum yang terdapat
pada betonyaitu; pasta semen, mortar, dan beton. Adapunpengertianmasingmasingunsurtersebutialah:Pasta
semen
yaituhasilpenggabungan
material
betonyakni air dan semen, Mortaryaituhasilpenggabungan material semen, air
dan agregathalus,
dan Betonyaituhasilpenggabunganantara material semen,
air, material halusdan material kasar.
Karena
seperti
yang
kitaketahuibahwa
material pembentukbetonialah
semen+air+agregathalus (misalnyapasir) + agregatkasar (mis,kerikil). Namun,
pada
sebagiankasus
di
lapanganbetonmasihditambahlagidenganbahankimiapembantu(admixture)unt
ukmengubahsifat-sifatnyaketikamasihberupabetonsegar(fresh
concrete)atauberonkeras.
Betonmempunyaikuattekan
yang
besarsementarakuattariknyarendah,
strukturbangunanbetonselaludikombinasikandengantulanganbajauntukmempe
rolehkinerja
yang
tinggi.
Kombinasiiniseringkitasebut
juga
denganbetonbertulang(reiforce
concrete)
dan
jikaditambahlagidenganbajaprategangakanmenjadibetonprategang(prestresse
d concreter).
Perancanganbetonharusmemenuhikriteriaperancangan
standard
yang
berlaku. Peraturan dan tata caraperancangantersebutantara lain adalah ASTM,
ACI, JIS ataupun SNI. Metode yang dapatdigunakanantara lain Road Note
No.4, ACI (American Concrete Institute) dan cara SK.SNI-T-15-1990-03
atau
DoE/PU
merupakanalat
mix
error”.Batching
plant
berfungsiuntukmencampurataumemproduksibeton
ready
sertacaracoba-coba
yang
dalamproduksi
produksibetonready
yang
“true
besar.
mixtetapdalamkualitas
and
Alatpencampurinidigunakan
yang
agar
baiksesuaistandartbeton
yang telahdiaturdalam SNI atauperaturan-peraturan lain yang telahdisahkan,
slump test dan strenghtnyastabilsesuaidengan yang diharapkan.
Betonready
mix dapatdisiapkandenganbeberapajalan, yaitu (Peurifoy etal.1996):
a. Central-mixed concrete, dimanabetondicampursepenuhnya di dalamsuatu
mixer dan diangkutkeproyekdenganmenggunakantrukmolen.
b. Shrink-mixed
dalamsuatu
concrete,
mixer
dimanasetengahpencampuranbetondilakukan
kemudianbetondicampursepenuhnya
di
di
dalamtruk
mixer, pencampuraninibiasanyadilakukandalamperjalananke lokasiproyek.
c. Truck-mixed
mixer,
concrete,
dengan 70
dimanabetondicampursepenuhnya
di dalamtruk
sampai 100 putaran pada suatukecepatan yang
cukupuntukmencampurbeton.
Betonjenisini pada umumnyadisebut“transit
mixerconcrete” karenadicampurdalamperjalanan.
Gambar 2.34 Beton Segar (Ready Mix)
5. BahanTambahan (Additive dan Admixture)
Admixtureadalahbahan-bahan
yang
pada
ditambahkankedalamcampuranbeton
saatatauselamapencampuranberlangsung.
Fungsidaribahaniniadalahuntukmengubahsifatdaribeton
agar
lebihcocokuntukpekerjaantertentuataupununtukmenghematbiaya.Admixtureat
aubahantambahdidefinisikandalam
Standard
Definitions
of
Terminology
Relating to Concrete and Concrete Aggregates (ASTM C.125-1995:61) dan
dalam Cement and ConcreteTerminology (ACI SP-19) sebagai material selain
air, agregat dan semen hidrolik yang dicampurkandalambetonatau mortar
yang
ditambahkansebelumatausesudahpengadukandilakukan.
Bahantambahdigunakanuntukmemodifikasisifat
dan
karakteristikdaribetonmisalnyauntukdapatdenganmudahdikerjakan.
Menurut
ACI
Committee
212.IR-81
selaludiperbaikisejak
(Revised
1986)
yang
1944,1954,1963,
1971
bahwajenisbahantambahuntukbetondikelompokkandalam 5 kelompokyaitu :
1. Water reduction, (zatkimiauntukmenguranginpenggunan air pada beton).
Hal
inidiharapkan
agar
tetapdengankekuatan
diperolehadukandengannilaifas
yang
yang
samaataudenganfastetap,
tapididapatkanadukanbeton yang lebihencer.
2. Retarder
(zatkimiauntukmemperlambat
proses
ikatancampuranbeton).biasanyadiperlukanuntukbeton
yang
tidaakdibuatdilokasipenuanganbeton.zattambahaninidiantaranyaberupasucr
osem sodium gluconate, glucose, citric acid, dan tartaric acid.
3. Accelerators
(zatkimiauntukmempercepatpengerasancampuraanbeton).Diperlukanuntuk
mempercepat
proses
pekerjaankonstruksibeton,
pncampuranbetondilakukakan
di
tempatataudekatdenganpenuagannya.Zattambahan
CaCL2,Ca(NO3)2
dan
yang
digunakanadalah
NaNO3,
kenyataandilapanganterkadangdiperlukankondisikombinasidariketikaperila
pada
kupenambahanzatkimiatersebutyaituuntukmengurangipenggunaan
memperlambatcampuranbeton,
atauuntukmengurangi
air
dan
air
dan
mempercepatwaktupengikatansertapengerasancampuranbeton.
a. Sika Viscocrete
Sika
Viscocretedigunakansebagaiperekatataupenguat
semen
atausebagaipenutuplubang pada beton yang kurangbaikhasilnya pada
pengecoran,
sika
digunakansebelummelakukanpengecoran
dan
disiramkan pada tempattertentusaja.
b. Sika Cement
Sika cementadalah semen dengankekuatandayatahan air yang kuat.
Wujudnyasamaseperti
semen
pada
biasanyadenganberat
perkarungnyadenganbungkusberwarnakuning.
Sika
25
kg
cementyang
digunakan adalah sika chapdur. Penggunaan semen inidilakukan pada
lantaipile cap.
(a)
(b)
Gambar 2.35Bahan Tambahan (a) Sika Viscocrete ; (b) Sika Cement
6. Baja TulanganBeton
Menurutbentukfisiknya,
yaitubaja
polos
(plain,
terdapatduajenisbajatulangan
bar)
dan
tulanganulir
yang
digunakan,
(deformed
bar),
untukkeperluankonstruksibetontertulangdiperlukanbajatulanansesuaihasilpere
ncanaan.
Agar
memuaskan,
mutubajatulangantetapbaik
dan diperolehhasilpekerjaanyang
adabeberapahal
diperludiperhatikanmengenaaibajatulangan.
Hal-
harusdiperhatikandenganpenggunaanbajatulangan, antara lain:
yang
hal
yang
1. Ukurantulangan/
diameter
daribajatulangantersebutharussesuaidengan
yang tercantumdalamgambarrencana
2. Daalammenyimpannyasebaiknyadiletakkan
di tempat
yang
kering
dan
tidakbersentuhanlangsungdengantanah
3. Baja
tulanganharusbebasdariminyak,
karat,kotoran
yang
dapatmengurangidayalekatbetonterhadaptulangantersebut.
4. Penimbunandalamjangkawaktupanjangdiudara
yang
terbukasebaiknyadihindarkankarenamempermudahterjadinya karat.
Pada
umumnyajenisbajabeton
banyakdigunakanadalahjenisbajabeton
polos
yang
paling
karenalebihmudadalam
proses
pengerjaannya
da
lebihmudahharganyabiladibandingkandenganjenisbajabetonlaiinya.akantetapi
penggunaanbesi pada
pembangunanproyekinimenggunakanbesiulir (deformed
bar).
Gambar 2.36BesiUlir
7. KawatPengikat (Bendrat)
Kawatpengikatadalahkawat
dan
konstruksibetonbetulang.
terlebihdulu
di
yang
Kawatpengikatiniterbuatdaribesilunak
pijararkanatautidaksepuhsenggaristengah
mm.Kawatpengikatinitidakbolehberkarat,
air,
digunakanuntukmengikatbajatulangan
sebabapabilakawatberkarat,
minimum
yang
1
harusdisimpanbebasdaripengaruh
makakawattersebutakanmudahpatah
tidakdapatlagidigunakanuntukmengikattulangan.
dan
Tabel 2.3.KriteriaKawat Baja
Teganganlelehkrateristik( tan )
Mutu
Sebutan
atautegangankrakteristik yang
memebrikantegangantetap 0,2%(T=0,2)kg/cm
U22
Baja lunak
2200
U24
Baja lunak
2400
U32
Baja sedang
3200
U39
Baja keras
3900
U48
Baja keras
4400
Sumber : PBBI 1971 NI-2
Gambar 2.37KawatBendrat
8. Kayu
Kayudigunakansebagaibahandalampekerjaanbetonbertulang
berfungsisebagaiperancah
ataupuncetakan-cetakanbeton
yang
yang
bersifatsementara.
Kayusebagaibahanbangunandapatdibagimenjaditigagolongan, yaitu:
1. Kayubangunanstrukturaladalahkayu
digunakandalamstrukturbangunan
yang
2. Kayubangunan
non
strukturaladalahkayubangunan
digunakandalambagianbangunan
yang
yang
tidaakberfungsisebagaistrukturbanguanan
3. Kayubangunanuntukkeperluan
lain
adalahkayu
yang
tidaktermasukkedalamkeguanangolongandiatastetapidapatdipergunakanseb
agaibahanbangunanpenolongataubangunansementara.
Gambar 2.38Kayu
9. Tahubeton( decking)
Tahubetondigunakanuntukmenjagaketepatanselimutbetonataujaraktulanga
ntepi
(sengkangdenganbekisting).
Tebaltahubetondibuatsesuaidenganselimutbeton yang direncanakan, yaitu 30
mm.
Tahubetondibuatataudicetaktersendiridenganbahan
dan kekuatan yang
samadenganbahanbetonnyasertadilengkapidengankawat
untukmeningkatkantahubeton pada tulangan.
Gambar 2.39TahuBeton/Beton Decking
10. Besi hollow
ikat
Besi Hollow digunakan pada proyek pembangunan mall suzuya Medan
Johor besi hollow ini digunakan untuk sebagai dudukan dari plywood yang
akan menjadi bekisting dari pekerjaan pelat lantai. Pemakaian besi hollow ini
termasuk mahal akan tetapi dapat selalu digunakan pada pekerjaan pelat
lantai typical kelantai berikutnya.
.
Gambar 2.40(a) Besi Hollow, (b)Penggunaan Besi Hollow pada Bekesting Pelat
lantai dan balok
BAB III
TEKNIK PELAKSANAAN
A. GambaranUmumProyek
1. LokasiProyek
Proyek Pembangunan Gedung Kelas FisikAkademiParawisataMedan,proyek
ini
adalah
penambahan
gedung
Proyekpembangunaninidikerjakan
merupakanperusahaan
yang
untuk
oleh
perkuliahan
PT.
AkademiParawisata.
RazasaKarya
bergerakdibidangkontraktorperencana
yang
yang
turutberperandalampembangunanGedung
Kelas
FisikAkademiParawisata
Jln. RumahSakit Haji Medan No. 12 Kec. Percut Sei Tuan.
Medan
Download