Uploaded by User73730

Makalah ICT klpk 7

advertisement
MAKALAH
KOMPUTER SEBAGAI SARANA KERJA
BK
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata kuliah : Teori dan Aplikasi ICT
Dosen Pengampu : Maliki M.Pd.I
Oleh Kelompok 7 :
1. Nuri Alpiani
(200303007)
2. Nurul Kholis Maolida Yanti
(200303022)
3. Zaenal Abidin Sahrawi
(200303029)
4. M. Taufik Sahrul Sani
(200303032)
KELAS A
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
(i)
KATA PENGANTAR
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Maliki M.Pd.I, selaku Dosen Mata Kuliah Teori
dan Aplikasi ICT yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan
wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
[tempat, tanggal pembuatan makalah]
Penulis
(ii)
DAFTAR ISI
JUDUL ............................................................................................................................................................
i
KATA
PENGANTAR ...................................................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI .................................................................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah ...............................................................................................................
B. Rumusan
Masalah ..........................................................................................................................
C. Tujuan
Pembahasan .......................................................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1. Penerapan Komputer Sebagai Sarana Multifungsi dalam Pelayanan Bimbingan dan
Konseling
2.1.1. Penerapan Komputer Sebagai Sarana Kerja BK di Sekolah Dasar
2.1.2. Penerapan Komputer sebagai sarana kerja BK di Sekolah Menengah
2.1.3. Penerapan Komputer Sebagai Sarana Kerja BK di Perguruan Tinggi
2.2 Teknologi Komputer
2.2.1 Komputer Berbasis Internet
2.2.2 Komputer Berbasis Non-Internet
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Teknologi sudah memasuki berbagai segi kehidupan termasuk dunia pendidikan yang sudah
berkembang sejak munculnya NFSNET di Amerika, sedangkan di Indonesia sendiri sejak tahun
1972 didirikannya PUSILKOM pada Universitas Indonesia dan sejak tahun 2004 TIK dimasukan
dalam kurikulum pembelajaran pendidikan formal. Teknologi yang sekarang sangat berkembang
dalam dunia pendidikan, yaitu komputer dan komputer yang berbasis internet. Bimbingan dan
Konseling yang merupakan bagian yang terintegrasi oleh pendidikan formal maka dituntut pula
untuk menguasai teknologi terutama komputer dan komputer berbasis internet.
Sebagai sebuah peralatan, komputer dapat memberikan banyak manfaat dalam
mempermudah aktivitas kerja seorang konselor dan guru BK. Sebagai seorang guru bimbingan
dan konseling komputer akan sangat bermanfaat untuk mempermudah proses-proses yang
mendukung maksimalnya layanan bimbingan dan konseling. Sebagai contoh: penyimpanan data
base siswa di sekolah. Penggunaan komputer sebagai tempat penyimpanan data base tentu
memberikan kemudahan dalam hal efisiensi ruang dan tenaga bagi guru bimbingan dan
konseling, karena dengan penggunaan komputer guru pembimbing tidak perlu lagi menyiapkan
lemari khusus untuk menyimpan ribuan tumpukan kertas yang menyimpan data-data siswa di
sekolah.
B. Rumusan masalah
a. Bagaimana peran komputer sebagai sarana multifungsi dalam pelayanan BK ?
b. Bagaimana perkembangan teknologi komputer ?
C. Tujuan pembahasan
a. Memberikan pengatahuan tentang peran penggunaan komputer sebagai sarana
multifungsi dalam pelayanan BK
b. Memberikan pengetahuan teknologi komputer
BAB II
PEMBAHASAN
Para pakar dibidang teknologi dan informasi memberikan kepada kita bebarapa pengertian
dan pendapat tentang komputer. Berikut ini beberapa pengertian dan pendapat tentang
komputer yang saya dapatkan:
Widjadja Tunggal (1993) mengemukakan bahwa komputer adalah suatu mesin yang dapat
memanipulasi data dengan sendiri
Fuori (Budiyanto dan Mauliana, 2010) berpendapat bahwa komputer adalah suatu alat
pemrosesan data yang dapat melakukan perhitungan besar dan cepat, termasuk perhitungan
aritmetika dan operasi logika tanpa campur tangan manusia.
Menurut Bahari, dkk (2011) “Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin
elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama,
serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti”.
Menurut Gausel (Hurairah, 2009) ‘bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer
ialah bimbingan dan konseling pendidikan’.
Dari beberapa pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa komputer adalah alat
yang mampu melakukan proses penyimpanan dan pengolahan data informasi secara lebih
akurat dan cepat serta merupakan satu kesatuan komponen yang biasa disebut perangkat keras
(hardware) yang mempunyai fungsi masing – masing, bukan hanya hardware saja yang berperan
dalam menjalankan komputer tetapi perangkat lunak (software) untuk membuat komputer
dapat digunakan yang berupa aplikasi atau program. Penggunaan fungsi komputer dipengaruhi
oleh manusia sebagai pengguna fitur yang terdapat pada komputer agar dapat dimanfaatkan
secara efektif dan efisien yang biasa disebut dengan brainware. Ketika salah satu antara
software, hardware dan brainware yang berkerja kurang baik maka hasil yang didapatkan dalam
penggunaan komputer akan kurang baik atau rusak. Jadi, software, hardware, dan brainware
merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam menjalankan suatu teknologi komputer yang
akan menentukan hasil dari penggunaan komputer.
2.1 Penerapan Komputer Sebagai Sarana Multifungsi dalam Pelayanan Bimbingan dan
Konseling
Menurut Nurfitriyani (2011) peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam dunia
bimbingan dan konseling. Muhammad Surya (2006 dalam Nurfitriyani, 2011) mengemukakan bahwa
sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang
dilayaninya (konseli) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka, tetapi dapat juga dilakukan
melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet dalam bentuk cyber counseling.
Komputer dapat membantu konselor dalam melakukan assesmen terhadap proses konseling,
seperti ITP (Inventori Tugas Perkembangan) dan ATP (Analisis Tugas Perkembangan). Ada pula Computer
Assisted Counseling (CAC), yaitu software atau aplikasi konseling mandiri yang membantu konseli untuk
mudah mendapatkan penyelesaian masalah yang dialami meskipun tidak perlu bertemu dengan
konselor. Walaupun demikian, tetap saja konseling yang dilakukan secara face to face lebih mengena
dan CAC tidak dapat menggantikan fungsi dari konseling konvensional itu sendiri, CAC hanya mengambil
sedikit peran konseling konvensional agar bertambah efektif dan efesien. Jika konseli berada dalam
keadaan darurat dan tidak ada konselor pada saat itu maka CAC dapat berperan dalam membantu
konseli.
Nurfitriyani (2011) kemudian memaparkan beberapa penerapan komputer sebagai sarana kerja
bimbingan dan konseling mulai dari tingkat sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.
2.1.1. Penerapan Komputer Sebagai Sarana Kerja BK di Sekolah Dasar
Komputer sebagai sarana kerja Bimbingan Konseling pada jenjang Sekolah Dasar, dapat diterapkan
sebagai :
1. Pusat arsip data siswa
2. Informasi kasus atau presensi bimbingan
3. Alat penyelenggaraan konseling kelompok melalui proyekto
2.1.2. Penerapan Komputer sebagai sarana kerja BK di Sekolah Menengah
1. Pemanfaatan internet
2. Pemakaian surat elektronik (email dan messaging dengan memperhatikan etika)
3. Publikasi pengumuman baik dalam blog maupun arsip pada komputer
4. Materi ajar menggunakan media proyektor
5. Program publikasi dan informasi
6. Penyelenggaraan kompetensi ilmiah, seni, ketangkasan secara online yang bernilai positif bagi peserta
didik
7. Pembuatan database peserta didik.
2.1.3. Penerapan Komputer Sebagai Sarana Kerja BK di Perguruan Tinggi
1. Bimbingan Konseling melalui Surat Elektronik atau e-mail
2. Pemberian informasi melalui websites / homepages
3. Bimbingan dan Konseling kelompok melalui chat room
4. Konsultasi melalui komputer konferensi video, atau grup
5. Periklanan mengenai layanan Bimbingan Konseling melalui e-mail maupun web
6. Pelatihan keterampilan melalui software dan simulasi terkomputerisasi
7. Pengambilan sumber daya informasi
8. Penyimpanan catatan kasus
9. Informasi konseli
10. Tata kearsipan
2.2
TEKNOLOGI KOMPUTER
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi
antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap
muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam
bentuk "cyber counseling". Saat seorang konselor memberikan layanan bimbingan di kelas, tentu akan
sangat menarik apabila materi layanan tersebut disampaikan dengan bantuan program-program
komputer misalnya dengan menggunakan microsof office power point. Dengan cara seperti ini siswa
akan lebih tertarik untuk menyimak materi dan materi tersebut akan lebih mudah dicerna siswa. Selain
dapat digunakan untuk dapat memberikan layanan secara langsung terhadap siswa, computer juga
sangat diperlukan dalam menciptakan dukungan system yang baik untuk memperlancar layanan
bimbingan & konseling. Misalnya saja dalam kegiatan manajemen yang meliputi peningkatan mutu
bimbingan dan konseling melalui pengembangan program, pengembangan staf, pengembangan sumber
daya dan pengembangan penataan kebijaksanaan. Untuk mengembangkan mutu program bimbingan
dan konseling, perlu diadakan penelitian dan evaluasi yang tentunya melibatkan data-data baik itu
mengenai program-program bimbingan dan konseling sendiri, implikasi program tersebut terhadap
siswa dan sekolah, serta data-data rahasia lainnya, sehingga peran komputer disini sangat dibutuhkan.
Bisa dibayangkan jika tidak ada komputer, konselor harus menyimpan, mengolah data-data tersebut
dalam bentuk kertas-kertas yang mungkin banyaknya beberapa lemari, tentu ini sangat tidak efektif dan
akan menghambat kinerja konselor serta kesuksesan program bimbingan dan konseling itu sendiri.
2.2.1 Komputer Berbasis Internet
Pada layanan konseling juga terdapat teknologi komputer yang berbasis internet untuk malakukan
konseling dengan konseli, seperti: Cyber Counseling, E–counseling, chatting, videocall, dan voice call
merupakan bentuk aplikasi yang dapat membantu konselor dalam proses konseling dengan cara yang
lebih modern selain melakukan pertemuan dengan konseli secara langsung. Aplikasi yang
mempermudah jalannya konseling ini merupakan cara yang baru dalam berkomunikasi secara lebih
mudah dengan konseli, tetapi konseling yang menggunakan teknologi ini bukan berarti menggantikan
cara konseling konvensional (face to face). Hanya saja ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi
kendala yang sering menjadi hambatan bagi proses konseling konvensional, seperti masalah waktu yang
tidak tersedia dan jarak yang memisahkan.
Dengan internet juga konselor dapat berkomunikasi sesama konselor, dapat mencari informasi dan
menyebarkannya dengan cepat dan mudah, dapat mengetahui perkembangan zaman dan pergaulan
konseli (peserta didik), dapat melakukan pendekatan terhadap konseli (peserta didik). Jadi, komputer
merupakan sarana kerja BK yang cukup efektif dan penting. Mulai dari pengolahan data hingga
melakukan cyber counseling dapat dilakukan jika konselor dapat menguasai komputer dan komputer
berbasis internet.
Menurut Sampson, Kolodinsky, & Greeno (Harul Huda, 2011) Berdasarkan potensi penggunaan
komputer untuk konselor dalam bimbingan dan konseling, maka dibuat secara sederhana manfaat
komputer berbasis internet sebagai berikut :
 Website/Blog
Website ini berfungsi sebagai pusat informasi palayanan bimbingan dan konseling kepada siswa
di sekolah. Hal ini akan memberikan gambaran awal kepada siswa tentang proses layanan
bimbingan dan konseling, termasuk di dalamnya informasi materi yang diberikan kepada siswa
dalam layanan bimbingan dan konseling.
 E-mail
Email adalah layanan surat elektronik yang memungkinkan pengiriman surat secara lebih cepat
dan murah.
 Chat room
Layananan chat room gratis banyak di sediakan saat ini. Kita bisa membuat grup khusus untuk
sekolah yang kita layani untuk memberikan layanan bimbingan konseling secara virtual.
 Video call
Video call ini memungkinkan orang-orang dapat berkomunikasi dengan bertatap muka secara
langsung dengan lawan bicaranya.
2.2.2 Komputer Berbasis Noninternet
Komputer berbasis noninternet juga turut memberikan andil yang besar bagi pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan komputer berbasis noninternet dalam
pengarsipan dan pengolahan data informasi konseli yang ditangani. Beberapa program komputer yang
dapat digunakan seperti Microsoft office: Microsoft office word dapat digunakan untuk mencatat data-
data dan informasi konseli, microsoft excel untuk mengelola data, dan Microsoft office power point
yang dapat digunakan sebagai media partner pada saat memberikan layanan kelompok kepada siswa.
Saat ini telah muncul juga beberapa software berbasis pelayanan siswa yang dapat diakses di internet.
Salah satu diantaranya adalah SIBK (Sistem Informasi Bimbingan dan Konseling). Software ini dapat
digunakan oleh konselor sekolah untuk menyimpan, dan mengolah data-data siswa yang ada di sekolah.
Wahid Suharman (2011), mempaparkan manfaat komputer berbasis noninternet dalam bimbingan dan
konseling, yaitu :
 Sebagai media partner untuk mempermudah kerja-kerja konselor dalam mengoptimalkan
layanannya.
 Untuk pengarsipan data personal siswa. Data personal tersebut terdiri atas data pribadi
siswa, catatan informasi siswa, dan catatan-catatan kasus.
 Untuk membuat rancangan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dengan
memanfaatkan program-program aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office word,
Microsoft Office Excell, dan Microsoft Office Access.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komputer sebagai salah satu sarana kerja Bimbingan dan konseling memberikan banyak
kemudahan bagi para praktisi bimbingan dan konseling. Kemampuan komputer yang mampu
menginput, mengoutput, dan mengolah data dengan cepat adalah salah satu keunggulannya.
Secara sederhana saya dapat menyimpulkan bahwa komputer sebagai sarana kerja BK memiliki
dua prospek utama yaitu:
1. Komputer berbasis internet, yang dapat digunakan untuk melakukan proses bimbingan dan
konseling virtual dari jarak jauh, dan
2. Komputer berbasis noninternet yang dapat digunakan sebagai media partner dalam
pengadministrasian data personal konseli melalui aplikasi-aplikasi perkantoran yang disediakan.
3.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan makalah di atas maka dapat disampaikan saran sebagai berikut :
 Perlunya sosialisasi oleh pihak-pihak yang berada dalam lingkungan bimbingan dan
konseling, dalam hal ini adalah para pakar-pakar bimbingan dan konseling untuk
menyampaikan urgensi komputer sebagai sarana multifungsi dalam layanan bimbingan dan
konseling.
 Perlunya diadakan pelatihan penggunaan komputer secara umum, dan penggunaan
beberapa aplikasi perkantoran yang dapat digunakan dalam adminsitrasi bimbingan dan
konseling. Sehingga kedepannya bimbingan dan konseling tidak hanya menggunakan caracara konvensional dalam pemberian layanannya.
DAFTAR PUSTAKA
content://com.sec.android.app.sbrowser/readinglist/1025195505.mhtml
Download