Uploaded by User71001

01. SEJARAH ILMU ASTRONOMI

advertisement
SEJARAH ILMU
ASTRONOMI
Dr. Eko Hariyono
Periode Sejarah Astronomi
Islam
Ahli sejarah sains, Donald Routledge Hill, membagi
sejarah astronomi Islam ke dalam empat periode.
 Periode pertama (700-825 M) adalah masa
asimilasi dan penyatuan awal dari astronomi
Yunani, India dan Sassanid.
 Periode kedua (825-1025) M adalah masa
investigasi besar-besaran dan penerimaan serta
modifikasi sistem Ptolomeus.
 Periode ketiga (1025-1450 M), masa kemajuan
sistem astronomi Islam.
 Periode keempat (1450-1900 M), masa stagnasi,
hanya sedikit kontribusi yang dihasilkan.
Beberapa Astronom Islam


Nasiruddin at-Tusi berhasil memodifikasi model
semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsipprinsip mekanika untuk menjaga
keseragaman rotasi benda-benda langit.
Selain itu, ahli matematika dan astronomi AlKhawarizmi, banyak membuat tabel-tabel
untuk digunakan menentukan saat terjadinya
bulan baru, terbit-terbenam matahari, bulan,
planet, dan untuk prediksi gerhana.
 Al-Batanni
banyak mengoreksi
perhitungan Ptolomeus mengenai orbit
bulan dan planet-planet tertentu. Dia
membuktikan kemungkinan gerhana
matahari tahunan dan menghitung
secara lebih akurat sudut lintasan
matahari terhadap bumi, perhitungan
yang sangat akurat mengenai lamanya
setahun matahari 365 hari, 5 jam, 46 menit
dan 24 detik.
Al-Battani
 Mengusulkan
teori baru untuk
menentukan kondisi dapat terlihatnya
bulan baru.
 Mengubah sistem perhitungan
sebelumnya yang membagi satu hari ke
dalam 60 bagian (jam) menjadi 12
bagian (12 jam), dan setelah ditambah
12 jam waktu malam sehingga berjumlah
24 jam.
 Buku
fenomenal karya Al-Battani pun
diterjemahkan Barat. Buku ‘De Scienta
Stelarum De Numeris Stellarum’ itu kini
masih disimpan di Vatikan. Tokoh-tokoh
astronomi Eropa seperti Copernicus,
Regiomantanus, Kepler dan Peubach tak
mungkin mencapai sukses tanpa jasa AlBatani. Copernicus dalam bukunya ‘De
Revoltionibus Orbium Clestium’ mengaku
berutang budi pada Al-Battani.
Ilmuwan Islam dalam bidang
Astronomi

Al-Battani (858-929).
Sejumlah karya tentang astronomi terlahir dari buah
pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer
adalah al-Zij al-Sabi. Kitab itu sangat bernilai dan
dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama
beberapa abad, selepas Al-Battani meninggal
dunia. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan
baru, perkiraan panjang matahari, dan mengoreksi
hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan
planet-planet tertentu. Al-Battani juga
mengembangkan metode untuk menghitung
gerakan dan orbit planet-planet. Ia memiliki peran
yang utama dalam merenovasi astronomi modern
yang berkembang kemudian di Eropa.

Al-Sufi (903-986 M)
Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama
lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi
merupakan sarjana Islam yang mengembangkan
astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam
menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan
planet dan juga pergerakan matahari. Dalam
Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi
menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan
kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga
ada menulis mengenai astrolabe (perkakas kuno
yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan
benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara
penggunaannya.

Al-Biruni (973-1050 M)
Ahli astronomi yang satu ini, turut memberi
sumbangan dalam bidang astrologi pada
zaman Renaissance. Ia telah menyatakan
bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada
zaman itu, Al-Biruni juga telah memperkirakan
ukuran bumi dan membetulkan arah kota
Makkah secara saintifik dari berbagai arah di
dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35
diantaranya didedikasikan untuk bidang
astronomi.

Al-Farghani
Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn
Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan
salah seorang sarjana Islam dalam bidang
astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah
merupakan salah seorang ahli astronomi pada
masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis
mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai
teori matematik di balik penggunaan peralatan
astronomi itu. Kitabnya yang paling populer
adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm
al-Nujum tentang kosmologi.
 http://www.gaulislam.com/astronomi-
islam-menguak-rahasia-langit
Perkembangan Teori
 Geosentris (Bumi sebagai pusat
Astronomi
tata surya)



Heliosentris (Matahari sebagai
pusat tata surya
Gerak edar (dikelilingi dan
mengelilingi) benda-benda
langit tersebut diatur oleh
hukum yang disebut hukum
gravitasi Newton (hukum yang
mengatur ge rakan alam
semesta).
Tahun 1686 Newton
mengemukakan bahwa tiap
par tikel (materi) di alam selalu
berinteraksi (tarik-me-narik)
dengan partikel lain.
Model Ptolemy



Claudius Ptolemy tinggal di Roma sekitar tahun 100 M.
Model tata surya dan bola langitnya merupakan
penyempurnaan dari model sebelumnya yang
dikembangkan oleh astronom Yunani.
Kontribusi utama Ptolemeus adalah modelnya dapat
menjelaskan gerakan benda-benda langit secara akurat,
itu menjadi model untuk memahami struktur tata surya.
Di luar cakupan kursus ini, dibahas semua implikasi sosial
dan historis yang kompleks dari model tata surya yang
berpusat pada Bumi versus berpusat pada Matahari.
Tetapi hampir semua model awal, termasuk tata surya versi
Ptolemeus, mengasumsikan bahwa Bumi bukan hanya
pusat tata surya, tetapi seluruh alam semesta.
Copernicus Model
Claudius Ptolemy tinggal di Roma sekitar tahun 100 M.
Model tata surya dan bola langitnya merupakan
penyempurnaan dari model sebelumnya yang
dikembangkan oleh astronom Yunani.
Kontribusi utama Ptolemeus, bagaimanapun, adalah
bahwa modelnya dapat menjelaskan gerakan bendabenda langit secara akurat, itu menjadi model untuk
memahami struktur tata surya. Di luar cakupan kursus ini,
dibahas semua implikasi sosial dan historis yang
kompleks dari model tata surya yang berpusat pada
Bumi versus berpusat pada Matahari. Tetapi hampir
semua model awal, termasuk tata surya versi
Ptolemeus, mengasumsikan bahwa Bumi bukan hanya
pusat tata surya, tetapi seluruh alam semesta.
Hukum Kepler
Antara tahun 1609-1619 Johannes Kepler
mengembangkan teori Nicolaus Copernicus
yaitu Heliosenteris bahwa bumi dan planet
planet mengelilingi matahari dan
menjelaskan mengapa kecepatan planet
planet bervariasi sehingga tersusun Hukum
Kepler 1 2 3
Hukum Gravitasi Newton
mM
F  G 2
r






Gaya interaksi antar benda, besarnya berbanding lurus dengan
massa benda dan berbanding terbalik dengan jarak kuadrat
kedua massa benda tersebut.
G tetapan, nilai dihitung oleh Sir Henry Cavendish (1731 – 1810)
besarnya (6,672 ± 0,004) 10-11 N m2 kg-2 atau m3 kg-1 s-2.
Tanda (-) menyatakan gaya tersebut tarik-menarik.
Arah gaya F selalu lewat titik pusat kedua massa tersebut.
Gaya yang garis kerjanya selalu lewat atau meninggalkan
maupun menuju titik pusat disebut gaya sentral.
Besarnya tergantung hanya pada jarak pusat massa dan tidak
tergantung pada arah disebut isotrop.
Menghitung Nilai G

M

½
ℓ
m
M

M
m ½
ℓ M
I
T  2
 diisi datanya menghasilkan,
k
k  8,34  10 8 N m
Nilai momen putar  = k θ nilai θ = 0,258o = 4,5 .103 rad.


H. Cavendish menghitung
(G) menggunakan alat yang
di buat pada tahun 1798
dengan menghitung torsi
(hasil interaksi dua massa).
Massa M = 12,7 kg dan m =
9,85 kg panjang ℓ = 52,4
cm.
Tali penggantung massa m
melakukan osilasi dengan
momen inersia pada pusat
1,25 .10-3 kg m2 dengan
perioda osilasi T = 769 s.
Sudut 2θ antara dua posisi
keseimbangan 0,516o.
Jarak pusat dua bola besar
kecil 10,8 cm.
• Besar momen puntir,
 = (8,34 .10-8 N m)(4,5 .10-3 rad) = 4,75 .10-10 N
m.
• Nilai momen puntir seimbang dengan gaya
gravitasi.
• Gaya interaksi dua bola M dan m, untuk setiap bola
sebesar:
mM
F G
 F
r2
mM
 r2
G 2 G 
mM 
r
G  6,67  10 11 N m 2 kg  2
Gerak Benda Langit



Umumnya gerak benda langit karena
adanya atraksi gravitasi (salah satu bentuk
interaksi, gaya sentral).
Gerak partikel karena gaya sentral salah
satu bentuk lintasannya berupa elips
(hukum pertama Kepler).
Pada abad ke 16, lewat pengamatan Tycho
Brahe (1546 – 1601) pada gerakan planet
secara cermat, menghasilkan data dan dari
data tersebut dianalisis oleh Johanes Kepler
(1571 – 1630) sehingga tersusun hukum
sebanyak tiga buah.
Hukum Kepler
 Betulkah bumi mengelilingi matahari ?
 Mengapa planet-planet mengelilingi matahari ?
 Bagaimana lintasan orbit planet-planet tersebut ?
1. Semua planet beredar dalam lintasan elip dengan matahari sebagai fokus.
2. Vektor posisi setiap planet terhadap matahari dalam interval waktu yang sama
menyapu luasan yang sama pula.
3. Kwadrat perioda orbit setiap planet sebanding dengan pangkat tiga dari
sumbu mayor lintasannya.
Apakah Hukum Newton tentang Gravitasi sesuai dengan pernyataan ini
Misal orbit planet terhadap matahari adalah lingkaran :
M M M P M Pv2
G

2
r
r
M
2
G M  2r T 
r
a
2r T
KM
 4 2
T  
 GM M
2
 3
r

c
F1
b
F1
Hukum Kepler 1
Edar lintasan planet (benda
angkasa) berbentuk elips dengan
salah satu fokusnya ditempati
matahari.
The orbit is characterised by its
semimajor axis a and its
eccentricity e.
Rp is the perihelion distance.
Ra is the aphelion distance.
Hukum Kepler 2
Dua vektor posisi
perjalanan planet relatif
terhadap matahari (fokus)
membuat luasan yang
sama dalam waktu yang
sama.
Kepler’s second law is a statement of
conservation of angular momentum.
Hukum Kepler 2 dan Kekekalan Momentum Sudut
MP
r
F
Selalu menuju
ke pusat orbit
MM
τ  r  F  r  F (r )rˆ  0
dL
L  konstan
τ 
0
dt
L  r  p  m (r  v ) ?
Luasan yang disapu r dalam selang waktu dt
dA
dr  vdt
r
MM
h
q
r
Momen gaya :
v
dr
dA  12 rh
h  dr sin q
dA  12 rdr sin q  12 r  dr
 12 r  vdt
dA L
rv  2 
dt m
dA L

= konstan
dt 2m
Dalam interval waktu yang sama posisi r
menyapu luasan yang sama pula
Kuadrat periode planet mengelilingi matahari sebanding dengan
pangkat tiga jarak rata-rata antara planet-matahari, (T2  a3).
Hukum Kepler 3
Astronomi Modern


Kehidupan di Mars
Planet merah (Mars) merupakan planet yang
mendapat konsentrasi penuh dari para
astronom. Bahkan mereka sampai membuat
sebuah robot yang mampu menelusuri
daratan Mars. Nasa phoenix berhasil
mendarat di Mars pada bulan Mei 2008 lalu.
Dari sini diketahui bahwa planet Mars mampu
dihidupi oleh manusia karena terdapat
sumber air di dalamnya.


b.Dark Energy
Prosesi berevolusinya alam semesta pada
orbitnya akan menimbulkan kekuatan super
energi yang maha dahsyat, baik bagi bumi
maupun benda-benda langit lainnya. Energi
tersembunyi tersebut telah memutari bumi,
matahari, planet dan galaksi.[1] Energy atau
kekuatan misterius yang biasa disebut
sebagai energi kegelapan ini telah
ditemukan sekitar 12 tahun lalu. Ilmuwan terus
berusaha untuk mencaritahu mengenai dark
energy ini.


Black Hole[2]
Black Hole merupakan bentuk ketebalan yang
akan mencengkeram apapun yang ada di jagat
raya, termasuk cahaya. Meskipun bentuknya tidak
terlihat, namun para astronom yakin bahwa hal
tersebut merupakan sebuah objek besar yang
mendekati bumi. Ukuran black hole ini diprediksi
semakin membesar dengan berat 3,8 kali lebih
besar dari matahari serta berdiameter 15 mil.
Sebuah simulasi menunjukkan bahwa ketika dua
black hole saling bersatu, energy yang dihasilkan
akan membuat black hole lainnya terbentuk di
luar galaksi.


Penemuan planet terbaru
Para astronom melaporkan ditemukannya planet
yang mungkin paling mirip dengan bumi di sekitar
tata surya. Planet itu lebih besar daripada bumi,
namun dengan teknik yang digunakan oleh para
astronom, teridentifikasi lebih banyak planet yang
besarnya hampir sama dengan bumi.[3] 73
ilmuwan yang mengidentifikasi planet mirip bumi
tersebut memperkirakan bahwa besarnya hanya
lima setengah kali bumi, dan letaknya jauh dari
bintang dibandingkan dengan planet-planet lain
yaitu dua setengah kali jarak bumi dari matahari.
Download