MAKALAH “Nasionalisme dan konten youtuber 'Ferdian Palaka' dalam pandemi covid 19” SURABAYA - Jawa Timur “Untuk Memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan patriotisme ” Oleh : Adelia Sri Wahyuningsih (1611900037) Icha Widyaningtyas (1611900040) Imaz tri rahayu (1611900048) Anita Mardiana (1611900056) Herika (1611900058) SASTRA INGGRIS FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA TAHUN AJARAN 2020/2021 “Nasionalisme dan konten youtuber 'Ferdian Palaka' dalam pandemi covid 19” BAB I A. Latar belakang Dapat kita ketahui Covid-19 merupakan wabah penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, Hingga kematian. Penyebaran virus ini cukup mudah dan dapat menyerang siapa saja yang memiliku daya tahan tubuh rendah. Oleh karena Itu beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Ditengah adanya wabah ini terdapat salah satu youtuber 'Ferdian Paleka' melakukan aksi yang tidak sepantasnya untuk di lakukan, bersama dua rekannya. Di dalam video yang dia unggah di Youtube paleka Perbuatannya menuai kecaman masyarakat dan warganet. Pasalnya, Ferdian dan rekannya melakukan aksi prank dengan memberikan dus mi berisikan sampah dan batu kepada transpuan. Ia lantas menemukan beberapa transpuan di Jalan Ibrahim Adjie, Bandung dan membagikan dus mi yang disebutnya sembako. Para korban mengaku tak terima atas perbuatan Ferdian Paleka tersebut dan memilih jalur hukum. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah pembahasan ini adalah: 1. Bagaimana peristiwa itu terjadi, dan mengapa Ferdian Paleka membuat konten itu di tengah wabah Covid-19? 2. Bagaimana peranan pemerintah daerah dalam menanggulangi peristiwa ini agar tidak terjadi lagi? 3. Mengapa nasionalisme perlu dikembangkan dalam menyikapi kasus Ferdian Paleka? C. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan ini untuk: 1. Dapat menjelaskan kronologi kasus pembagian sembako sampah oleh youtuber FerdianPaleka kepada pembaca. 2. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah terhadap kasus Ferdian Paleka, dan penanggulangannya di pandemi Covid-19 ini. 3. Untuk memberi wawasan pembaca mengenai perlunya merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam menyikapi hal yang berhubungan dengan kemanusiaan. BAB II A. Penelitian Kami mengambil beberapa junal penelitian untuk dijadikan topik pada makalah kami untuk sehingga kami dapat mengembangkan ide yang kami sampaikan saat mengkaji penelitian yang dilakukan. Dengan mencari penelitian yang terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Namun penulis mengambil beberapa penelitian sebagai acuan dan referensi untuk mengembangkan bahan kajian pada penelitian penulis. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis. Nama penelitian Idrus Ruslan Anggraeni Kusumawardani & Faturochman Judul penelitian Membangun Nasionalisme sebagai solusi untuk mengatasi konflik SARA di Indonesia NASIONALISME Hasil penelitian Definisi nasionalisme yang merupakan suatu paham kebangsaan yang ada pada masyarakat suatu bangsa akibat adanya persamaan sejarah, penderitaan akibat penjajahan. Nasionalisme sebagai suatu ideologi, memerlukan aktualisasi sesuai perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi. Pembeda: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Idrus Ruslan memberikan hasil bagaimana membangun nasionalisme sebagai solusi untuk mengatasi konflik SARA di Indonesia. Dalam penelitian terdahulu ini memang tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama tapi di dalam nya terdapat beberapa hal yang dapat kami jadikan materi pada makalah kami. Seperti nasionalisme merupakan suatu paham kebangsaan yang ada pada masyarakat suatu bangsa akibat adanya persamaan sejarah, penderitaan akibat penjajahan. Rasa kebangsaan tersebut melahirkan persatuan antar masyarakat suatu bangsa tanpa melihat perbedaan latar belakang seperti agama, suku, ras, golongan, bahasa dan lain-lain yang ingin hidup merdeka dan bebas dari penindasan dan penjajahan. Membangun nasionalisme di Indonesia harus dimulai dari semangat mencintai manusia dan kemanusiaan. jika Ferdian Paleka tidak dapat memenuhi itu ia kurang memiliki rasa nasionalisme dalam dirinya. 2. Penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni Kusumawardani & Faturochman memberikan hasil tentang definisi Nasionalisme sebagai suatu ideologi, memerlukan aktualisasi sesuai perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi. B. Landasan Teori Pada bahasan ini kami menggunakan Jurnal TAPIs Vol.10 No.1 Januari-Juni 2014, “Membangun nasionalisme sebagai solusi untuk mengatasi konflik SARA di Indonesia” oleh Idrus Ruslan, karena kasus Ferdian Paleka kali ini menyangkut diskriminasi terhadap SARA, kami memutuskan menggunakan jurnal ini sebagai salah satu landasan teori. Pada jurnal tersebut Idrus Ruslan menjelaskan “nasionalisme merupakan suatu paham kebangsaan yang ada pada masyarakat suatu bangsa akibat adanya persamaan sejarah, penderitaan akibat penjajahan. Rasa kebangsaan tersebut melahirkan persatuan antar masyarakat suatu bangsa tanpa melihat perbedaan latar belakang seperti agama, suku, ras, golongan, bahasa dan lain-lain yang ingin hidup merdeka dan bebas dari penindasan dan penjajahan” dapat di simpulkan Membangun nasionalisme di Indonesia harus dimulai dari semangat mencintai manusia dan kemanusiaan. jika Ferdian Paleka tidak dapat memenuhi itu ia kurang memiliki rasa nasionalisme dalam dirinya, Indonesia sendiri memiliki semboyan Bhinneka tunggal ika sehingga harus dapat menerima segala perbedaan. Adanya perbedaan-perbedaan tersebut merupakan sumber kekayaan nasional yang tidak dimiliki oleh bangsa atau negara lain, dan hal ini yang seharusnya membuat kesatuan di Indonesia semakin kuat. Kami menganggap, sikap etis dari nasionalisme adalah kemanusiaan. Artinya, kita tidak hanya asal mencintai bangsa. Cinta kepada bangsa diwujudkan dalam komitmen praktis untuk terjun menegakkan kemanusiaan. Kami juga menggunakan JOM Fakultas Hukum Volume III Nomor 1, Februari 2016 oleh Fani Indriani dengan judul “ tinjauan Yuridis tindak pencemaran nama baik melalui media social”, pembahasan di jurnal ini dapat kita gunakan sebagai landasan hukum yang patut diterima oleh Ferdian Paleka. Kami mengutip “DidalamPasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 telah dia atursedemikian rupa, larangan content yangmemiliki muatan penghinaan dan ataupencemaran nama baik ini sebenarnyaberusaha untuk memberikanperlindungan atas hak-hak seseorangatau individu, dimana setiap pengguna informasi melalui media yangmenyangkut data pribadi seseorangharus dilakukan atas persetujuan orangtersebut. Tidak hanya didalam undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik saja yang mengatur tentangpencemaran nama baik Kitab UndangUndang Hukum Pidana juga mengaturhal tersebut. Pasal-pasal mengenaipenghinaan dan pencemaran nama baikantara lain Pasal 310 dan 311 KitabUndang-Undang Hukum Pidana.” C. Konsep Teori Dalam makalah ini kami mengambil konsep nasionalisme. Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsabangsa lain. Suatu bangsa adalah sekelompok manusia dengan persamaan karakter atau watak yang tumbuh karena persamaan nasib atau pengalaman yang telah dijalani. Nasionalisme merupakan suatu kesadaran atau keinsyafan rakyat sebagai suatu bangsa. Stoddart menegaskan bahwa nasionalisme merupakan keyakinan yang diteguh sejumlah besar orang, yang merupakan suatu nasionalitas Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa. Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap warga Indonesia memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Seperti kasus Ferdian Paleka yang merupakan salah satu youtuber Indonesia. Salah satu kontennya viral yang menyinggungkan di tengah wabah Covid-19 yaitu dengan memberikan sembako berisi isi sampah kepada waria. Sikap seperti ini seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia harus bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam bertindak terhadap sesama. Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya belaka, tetapi harus memberikan konten yang lebih mendidik atau memberikan edukasi kepada masyarakat yang lebih baik. Senantiasa menjunjung tinggi nilai keadilan, transparan, memuaskan publik. Adapun fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan negara, setiap warga Indonesia harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran untuk saling bersikap adil, tidak diskriminasi, mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan sesama. BAB III A. Penyajian Dalam kasus Ferdian Pleka ini cukup menimbulkan banyak kontroversi terutama karena adanya program PSBB , mengingat pandemic Covid-19 yang semakin memburuk. Disini kami akan menjabarkan mengenai kronologi kasus tersebut dan hubungan kasus tersebut dengan nilai nasionalisme. 1. Kronologi Kejadian Aksi bagi-bagi ‘sembako’ yang dilakukan YouTuber Ferdian Paleka kepada waria mendapat kecaman dari publik. Pasalnya, kardus yang dibagikan itu diisi sampah. Kini, sosok Ferdian pun menjadi perbincangan netizen. Setelah melakukan aksi tak terpuji itu sang YouTuber dicari-cari hingga dilaporkan ke polisi. Seperti diketahui pada rekaman tersebut Ferdian dan kedua temannya memperlihatkan beberapa bingkisan yang disimpannya didalam mobil. Adegan selanjutnya mereka tampak mengorek-ngorek tempat sampah. Para pemuda ini kemudian berkendara dengan menggunakan mobil untuk mencari targetnya dan membagikanya bingkisan berisi sampah itu kepada para transgender atau waria yang tengah mangkal di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung.Ferdian pun memberitahukan apa isi sembako yang terbungkus di dalam kotak kardus itu. Video itu pun kemudian diunggah Ferdian Paleka ke akun YouTubenya sendiri. Ternyata Ferdian berniat usil ingin nge-prank orangorang yang mendapatkan sembakonya. Dengan sengaja ia membagikan paket sembako yang ternyata isinya hanya batu dan sampah. Youtuber yang telah mendapat lebih dari 87.000 subscriber ini terlihat senang ketika berhasil melakukan prank tersebut. Bahkan ia seakan tak peduli dengan apa kata masyarakat terkait aksinya itu. Komunitas transgender atau waria Kota Bandung yang tergabung dalam Srikandi Pasundan mendampingi empat korban prank bantuan isi sampah oleh Youtuber Ferdian Paleka, mendatangi Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin 4 Mei 2020 dini hari. Kedatangan mereka untuk melaporkan perbuatan Ferdian Paleka yang dianggap keterlaluan dengan membuat konten pembagian bantuan makanan di dalam dus tapi ternyata isinya sampah. Polisi menyebut bahwa ide prank sembako berisi sampah ini berasal dari A, salah satu pemuda yang terekam dalam video viral tersebut. Awalnya saat mendengar ide tersebut, Ferdian dan TB langsung nanggapinya, sampai akhirnya aksi prank itu pun tercetus dan direkam tiga pemuda tersebut. Ferdian mengaku aksinya tersebut hanya prank atau lelucon saja. Setelah melakukan prank dengan memberi sembako berisi sampah, Ferdian Paleka pun menghilang tanpa jejak. Ia sempat berseloroh bakal menyerahkan diri ke polisi jika follower instagramnya menyentuh angka 30 ribu. Hal ini makin menguatkan akan prilaku youtuber tersebut yang tidak memahami situasi kekinian terutama saat pandemi COVID-19. Terlebih prilakunya yang tidak bertanggung jawab dengan menghilang dari kejaran pihak berwajib sekalpun hanya untuk kebutuhan klarifikasi. 2. Penangan Pemerintah Menanggapi kasus Ferdian, Kepala Subdivisi Paguyuban Korban UU ITE (PAKU ITE) Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Mohamad Arsyad mengungkapkan, sebaiknya aspek edukasi harus diutamakan dari fenomena penyebaran informasi elektronik di media sosial. Pemerintah harus mengintervensi para pemilik platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, maupun Youtube untuk lebih selektif memantau isi konten yang ditayangkan. Terlepas dari itu. Disini tindakan Ferdian tak termasuk sebagai aktivitas berekspresi karena ada unsur kesengajaan, dia melakukan tindakan bersifat tercela. Pasal 27 ayat 3 UU ITE mengatur soal pelanggaran hukum penghinaan atau pencemaran nama baik secara elektronik. Aturan itu cukup kuat untuk menjadi dasar sanksi hukum kepada youtuber, seperti yang dilakukan Ferdian. Tidak dipungkiri tindakan Ferdian sangat melukai perasaan pihak yang menjadi sasaran keisengannya karena bertentangan dengan nilai kepatutan sosial. Kasus ini menimbulkan kerugian secara mental atau rasa malu. Menurunkan harga diri orang korban. Ferdian merupakan contoh masyarakat yang melanggara peraturan pemerintah yang tidak mematuhi protocol kesahatan dan melenggarkan berlangsungnya peraturan PSBB. dari kejadian tersebut bahwa pemerintah harus melakukan tindakan tegas dalam berlangsungnya PSBB agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi dengan memberikan sanksi jerah kepada pelaku. 3. Nilai-Nilai Naionalis dalam Kasus Ferdia Plekea Dari sisi sikap dan perilaku dari ferdian paleka yang kurang mengerti tentang apa pentingnya rasa nasionalisme terhadap diri sendiri. nasionalisme merupakan suatu dogma yang mengajarkan individu untuk berbakti dan mengapdi terhadap bangsa itu sendiri,dan perilaku ferdian kurang bisa dijadikan cerminan oleh para generasi muda di Indonesia selain itu ferdian merupakan seorang youtuber yang ternama dan rata – rata kontennya di asumsi oleh para pemuda milenial ,perbuatan ferdian benar-benar menimbulkan kegaduhan public dimana ia membuat video prank atau menjahili orang lain. Ia melakukan kegiatan pembagian sembako ke sejumlah transpuan di Kota Bandung pada Kamis (30/4). Namun, paket sembako tersebut berisi sampah. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Ferdian dan temannya menyebut mereka sengaja ingin tahu apakah selama Ramadhan ada waria yang masih beredar di jalanan. lalu Ferdian dan temannya mencari-cari sampah dari tong sampah untuk diletakkan ke dalam kardus yang biasa digunakan untuk membagikan sembako. Akibat perbuatannya, empat orang waria di Kota Bandung melaporkan Ferdian Paleka ke Satreskrim Polrestabes, Senin (4/5). Salah seorang korban, Sani (nama panggilan), mengungkapkan, pembagian sembako berisi sampah dilakukan pada Kamis (30/4) dini hari. Ia saat itu tengah bersama temannya, Dini (56), Luna (25), dan Pipiw, di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. tindakan yang dilakukan oleh ferdian tersebut bisa dikenakan pasal dalam Undang-Undang Informasi, Teknologi, dan Elektronik. Ia mengimbau agar para pengguna media sosial lebih memberikan semangat dan rasa optimisme kepada masyarakat di tengah pandemi corona atau Covid-19 serta bekerja sama agar tetap berada di rumah. Namun tata cara dari himbauan tersebut sangatlah menyimpang perbuatan ferdian dan teman-temannya tidak hanya melecehkan waria tetapi juga sebagian masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi pada masa pandemi corona maka dari itu tidak mengherankan bahwa tindakan ferdian tersebut menimbulkan reaksi kemarahan dari masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemi covid-19. kita sendiri sebagai penghuni Negara Indonesia sedikit malu atas perilaku yang dilakukan oleh Ferdian Paleka yang kurang patut untuk dilakukan ,di Negara Indonesia sendiri kita sangat mengagungkan apa itu tidakan moral dan nilainilainnya maka pada kasus ini bisa dikatakan mencemarkan nama baik Negara sendiri, Dari kasus ini kita bisa melihat bahwa pentingnya menerapkan sikap nasionalisme terhadap diri sendiri dan sikap tersebut harus dijadikan pedoman dalam berperilaku serta tetap menjaga nama baik Negara dan bangsa. B. Analisis Pasien virus corona 2020 atau COVID-19 yang semakin banyak di Indonesia membuat kita harus terus waspada sebab kita pun memiliki risiko yang besar untuk mengalami kejadian serupa. Selain menjaga kesehatan tubuh dengan meningkatkan imunitas dan menerapkan pola hidup bersih melalui cuci tangan dengan sabun, berbagai aksi positif dari dan untuk masyarakat pun harus kita dilakukan. Senior advisor of Gender and Youth to WHO, Diah Saminarsih, mengimbau adanya kerjasama dari setiap individu untuk menyebarluaskan berita positif terkait virus corona, termasuk memberi tahu cara perlindungan diri agar merata sampai ke pelosok Indonesia. Masyarakat harus bersatu dan menunjukan sikap solidaritas dengan saling melindungi. Meskipun kebanyakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kita sendiri yang kurang tegas dan kokoh semua dapat diambil dan dibangun mulai dari diri kita sendiri dan selalu menyebarkan kebaikan atau hal positif di lingkungan sekitar, dan Ferdian Paleka seharusnya dapat mengambil poin penting mengapa pemerintah menerapkan PSBB. Dalam kasus Ferdian ini pemahaman akan nilai nasionalisme berperan penting karena dengan menjunjung nilai nasionalisme akan membangun rasa persaudaraan, solidaritas, kedamaian, dan antikekerasan antarkelompok masyarakat dengan semangat persatuaan serta peduli terhadap segala bentuk masalah yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nasionalisme sekarang harus dapat mengisi dan menjawab tantangan masa transisi. Tentunya nilai-nilai baru tidak akan menggoncangkan nasionalisme itu sendiri selama pendukungnya yaitu bangsa Indonesia tetap mempunyai sense of belonging, artinya memiliki nilai-nilai baru yang disepakati bersama. Nasionalisme pada hakekatnya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, karena nasonalisme menentang segala bentuk penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok dalam masyarakat, maupun suatu bangsa. Nasionalisme tidak membeda-bedakan baik suku, agama, maupun ras. Ditengah kehidupan masyarakat saat ini sangat dibutuhkan adanya kesadaran penuh sebagai warga negara sehingga mampu menghadapi masalah mengenai covid 19. Dengan tumbuhnya kesadaran akan kewajiban maka masalah mengenai covid 19 bisa cepat terselesaikan. Kesadaran akan kewajiban tidak hanya dimiliki oleh pemerintah tetapi semua komponen masyarakat yang mempunyai tanggung jawab sesuai dengan bidang tugas, dan kemampuan yang dimiliki, sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah bertugas membuat peraturan mengenai pencegahan covid 19 sesuai dengan kondisi masyarakatnya dan kita sebagai masyarakat berkewajiban menjalankan peraturan tersebut guna mencegah menyebaran covid 19. C. Kesimpulan Rasa kebangsaan atau nasionalisme harus dibangun sedini mungkin secara massif pada setiap masyarakat Indonesia, karena merupakan modal untuk mengikis konflik bernuansa SARA. sebagai masyarakat Indonesia, kita harus sadar akan pentingnya rasa nasionalisme. Kasus Ferdian Paleka harus menjadi pelajaran untuk tidak melakukan tindakan pencemaran nama baik dan harus menegakkan keadilan terhadap sesama. Terutama saat pandemi seperti ini tidak hanya negara yang berperan dalam pengendalian pandemi COVID-19 tetapi masyarakat juga sangat andil dalam pengendalian pandemi saat ini. Saat-saat seperti ini jiwa nasionalisme semua manusia di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan sangat terlihat. Jiwa nasionalisme yang kokoh tentu akan menciptakan rasa cinta tanah air entah dalam kondisi apapun tetap berpikir kedamaian dan ketenteraman dari tanah airnya. Dalam kondisi pandemi seperti ini, harusnya kita sebagai warga negara Indonesia harusnya memelihara negara kita serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi tidak menjadi egois dan mementingkan diri sendiri seperti pada kasus Ferdian Paleka ini. Daftar pustaka https://hellosehat.com/coronavirus/coronavirus-adalah/ http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/issue/view/210 https://bandung.kompas.com/read/2020/05/05/04000061/kasus-prank-sampah-youtuberferdian-paleka-dicari-polisi-hingga-dijerat-uu https://pancasila.weebly.com/pengertian-nasionalisme.html https://wartakota.tribunnews.com/2020/05/08/kronologi-lengkap-kasus-ferdian-palekadari-mulai-awal-viral-sampai-ditangkap-polisi www.liputan6.com/news/read/4245119/polisi-tangkap-rekan www.alinea.id/gaya-hidup/ferdian-paleka-pelajaran-bagi. katadata.co.id/berita/2020/05/08/polisi-tangkap-pelaku... nasional.kompas.com/read/2020/06/11/12104441/pentingnya..