Uploaded by Anitamardianabisnis

Makalah patriotisme

advertisement
MAKALAH
“Nasionalisme dan konten youtuber 'Ferdian Palaka'
dalam pandemi covid 19”
SURABAYA - Jawa Timur
“Untuk Memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan patriotisme ”
Oleh :
Adelia Sri Wahyuningsih
(1611900037)
Icha Widyaningtyas
(1611900040)
Imaz tri rahayu
(1611900048)
Anita Mardiana
(1611900056)
Herika
(1611900058)
SASTRA INGGRIS
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
TAHUN AJARAN 2020/2021
“Nasionalisme dan konten youtuber 'Ferdian Palaka'
dalam pandemi covid 19”
BAB I
A. Latar belakang
Dapat kita ketahui Covid-19 merupakan wabah penyakit yang pertama kali ditemukan di
Wuhan, China. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan,
pneumonia akut, Hingga kematian. Penyebaran virus ini cukup mudah dan dapat
menyerang siapa saja yang memiliku daya tahan tubuh rendah. Oleh karena Itu beberapa
negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah
penyebaran virus Corona.
Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
untuk menekan penyebaran virus ini. Ditengah adanya wabah ini terdapat salah satu
youtuber 'Ferdian Paleka' melakukan aksi yang tidak sepantasnya untuk di lakukan,
bersama dua rekannya. Di dalam video yang dia unggah di Youtube paleka Perbuatannya
menuai kecaman masyarakat dan warganet.
Pasalnya, Ferdian dan rekannya melakukan aksi prank dengan memberikan dus mi
berisikan sampah dan batu kepada transpuan. Ia lantas menemukan beberapa transpuan di
Jalan Ibrahim Adjie, Bandung dan membagikan dus mi yang disebutnya sembako. Para
korban mengaku tak terima atas perbuatan Ferdian Paleka tersebut dan memilih jalur
hukum.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah pembahasan ini adalah:
1. Bagaimana peristiwa itu terjadi, dan mengapa Ferdian Paleka membuat konten itu di
tengah wabah Covid-19?
2. Bagaimana peranan pemerintah daerah dalam menanggulangi peristiwa ini agar tidak
terjadi lagi?
3. Mengapa nasionalisme perlu dikembangkan dalam menyikapi kasus Ferdian Paleka?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan ini untuk:
1. Dapat menjelaskan kronologi kasus pembagian sembako sampah oleh youtuber
FerdianPaleka kepada pembaca.
2. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah terhadap kasus Ferdian Paleka, dan
penanggulangannya di pandemi Covid-19 ini.
3. Untuk memberi wawasan pembaca mengenai perlunya merefleksikan nilai-nilai
Pancasila dalam menyikapi hal yang berhubungan dengan kemanusiaan.
BAB II
A. Penelitian
Kami mengambil beberapa junal penelitian untuk dijadikan topik pada makalah kami untuk
sehingga kami dapat mengembangkan ide yang kami sampaikan saat mengkaji penelitian yang
dilakukan. Dengan mencari penelitian yang terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian
dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Namun penulis mengambil beberapa
penelitian sebagai acuan dan referensi untuk mengembangkan bahan kajian pada penelitian
penulis. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan
penelitian yang dilakukan penulis.
Nama penelitian
Idrus Ruslan
Anggraeni Kusumawardani
& Faturochman
Judul penelitian
Membangun Nasionalisme
sebagai solusi untuk
mengatasi konflik SARA di
Indonesia
NASIONALISME
Hasil penelitian
Definisi nasionalisme yang
merupakan suatu paham
kebangsaan yang ada pada
masyarakat suatu bangsa
akibat adanya persamaan
sejarah, penderitaan akibat
penjajahan.
Nasionalisme sebagai suatu
ideologi, memerlukan
aktualisasi sesuai perubahan
zaman dan tantangan yang
dihadapi.
Pembeda:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Idrus Ruslan memberikan hasil bagaimana
membangun nasionalisme sebagai solusi untuk mengatasi konflik SARA di Indonesia.
Dalam penelitian terdahulu ini memang tidak menemukan penelitian dengan judul
yang sama tapi di dalam nya terdapat beberapa hal yang dapat kami jadikan materi
pada makalah kami. Seperti nasionalisme merupakan suatu paham kebangsaan yang
ada pada masyarakat suatu bangsa akibat adanya persamaan sejarah, penderitaan
akibat penjajahan. Rasa kebangsaan tersebut melahirkan persatuan antar masyarakat
suatu bangsa tanpa melihat perbedaan latar belakang seperti agama, suku, ras,
golongan, bahasa dan lain-lain yang ingin hidup merdeka dan bebas dari penindasan
dan penjajahan. Membangun nasionalisme di Indonesia harus dimulai dari semangat
mencintai manusia dan kemanusiaan. jika Ferdian Paleka tidak dapat memenuhi itu ia
kurang memiliki rasa nasionalisme dalam dirinya.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni Kusumawardani & Faturochman
memberikan hasil tentang definisi Nasionalisme sebagai suatu ideologi, memerlukan
aktualisasi sesuai perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi.
B. Landasan Teori
Pada bahasan ini kami menggunakan Jurnal TAPIs Vol.10 No.1 Januari-Juni 2014,
“Membangun nasionalisme sebagai solusi untuk mengatasi konflik SARA di Indonesia”
oleh Idrus Ruslan, karena kasus Ferdian Paleka kali ini menyangkut diskriminasi terhadap
SARA, kami memutuskan menggunakan jurnal ini sebagai salah satu landasan teori.
Pada jurnal tersebut Idrus Ruslan menjelaskan “nasionalisme merupakan suatu paham
kebangsaan yang ada pada masyarakat suatu bangsa akibat adanya persamaan sejarah,
penderitaan akibat penjajahan. Rasa kebangsaan tersebut melahirkan persatuan antar
masyarakat suatu bangsa tanpa melihat perbedaan latar belakang seperti agama, suku, ras,
golongan, bahasa dan lain-lain yang ingin hidup merdeka dan bebas dari penindasan dan
penjajahan” dapat di simpulkan Membangun nasionalisme di Indonesia harus dimulai dari
semangat mencintai manusia dan kemanusiaan. jika Ferdian Paleka tidak dapat memenuhi
itu ia kurang memiliki rasa nasionalisme dalam dirinya, Indonesia sendiri memiliki
semboyan Bhinneka tunggal ika sehingga harus dapat menerima segala perbedaan. Adanya
perbedaan-perbedaan tersebut merupakan sumber kekayaan nasional yang tidak dimiliki
oleh bangsa atau negara lain, dan hal ini yang seharusnya membuat kesatuan di Indonesia
semakin kuat.
Kami menganggap, sikap etis dari nasionalisme adalah kemanusiaan. Artinya, kita tidak
hanya asal mencintai bangsa. Cinta kepada bangsa diwujudkan dalam komitmen praktis
untuk terjun menegakkan kemanusiaan.
Kami juga menggunakan JOM Fakultas Hukum Volume III Nomor 1, Februari 2016 oleh
Fani Indriani dengan judul “ tinjauan Yuridis tindak pencemaran nama baik melalui media
social”, pembahasan di jurnal ini dapat kita gunakan sebagai landasan hukum yang patut
diterima oleh Ferdian Paleka. Kami mengutip “DidalamPasal 27 ayat (3) Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2008 telah dia atursedemikian rupa, larangan content yangmemiliki
muatan penghinaan dan ataupencemaran nama baik ini sebenarnyaberusaha untuk
memberikanperlindungan atas hak-hak seseorangatau individu, dimana setiap pengguna
informasi melalui media yangmenyangkut data pribadi seseorangharus dilakukan atas
persetujuan orangtersebut. Tidak hanya didalam undang-undang Informasi dan Transaksi
Elektronik saja yang mengatur tentangpencemaran nama baik Kitab UndangUndang
Hukum Pidana juga mengaturhal tersebut. Pasal-pasal mengenaipenghinaan dan
pencemaran nama baikantara lain Pasal 310 dan 311 KitabUndang-Undang Hukum
Pidana.”
C. Konsep Teori
Dalam makalah ini kami mengambil konsep nasionalisme. Makna nasionalisme secara
politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan
pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan
penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan
masyarakat, bangsa dan negaranya.
Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan
negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti
kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh
memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus
mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsabangsa lain.
Suatu bangsa adalah sekelompok manusia dengan persamaan karakter atau watak yang
tumbuh karena persamaan nasib atau pengalaman yang telah dijalani. Nasionalisme
merupakan suatu kesadaran atau keinsyafan rakyat sebagai suatu bangsa. Stoddart
menegaskan bahwa nasionalisme merupakan keyakinan yang diteguh sejumlah besar
orang, yang merupakan suatu nasionalitas
Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling
mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Bahkan tidak
sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan
nasionalisme yang kuat, maka setiap warga Indonesia memiliki orientasi berpikir
mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara.
Seperti kasus Ferdian Paleka yang merupakan salah satu youtuber Indonesia. Salah satu
kontennya viral yang menyinggungkan di tengah wabah Covid-19 yaitu dengan
memberikan sembako berisi isi sampah kepada waria. Sikap seperti ini seharusnya kita
sebagai rakyat Indonesia harus bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam bertindak
terhadap sesama. Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya belaka, tetapi
harus memberikan konten yang lebih mendidik atau memberikan edukasi kepada
masyarakat yang lebih baik. Senantiasa menjunjung tinggi nilai keadilan, transparan,
memuaskan publik.
Adapun fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan negara, setiap warga
Indonesia harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran untuk saling
bersikap adil, tidak diskriminasi, mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah
Indonesia, dan menjaga keutuhan sesama.
BAB III
A. Penyajian
Dalam kasus Ferdian Pleka ini cukup menimbulkan banyak kontroversi terutama karena
adanya program PSBB , mengingat pandemic Covid-19 yang semakin memburuk. Disini kami
akan menjabarkan mengenai kronologi kasus tersebut dan hubungan kasus tersebut dengan
nilai nasionalisme.
1. Kronologi Kejadian
Aksi bagi-bagi ‘sembako’ yang dilakukan YouTuber Ferdian Paleka kepada
waria mendapat kecaman dari publik. Pasalnya, kardus yang dibagikan itu diisi
sampah. Kini, sosok Ferdian pun menjadi perbincangan netizen. Setelah
melakukan aksi tak terpuji itu sang YouTuber dicari-cari hingga dilaporkan ke
polisi.
Seperti diketahui pada rekaman tersebut Ferdian dan kedua temannya
memperlihatkan beberapa bingkisan yang disimpannya didalam mobil. Adegan
selanjutnya mereka tampak mengorek-ngorek tempat sampah. Para pemuda ini
kemudian berkendara dengan menggunakan mobil untuk mencari targetnya dan
membagikanya bingkisan berisi sampah itu kepada para transgender atau waria
yang tengah mangkal di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota
Bandung.Ferdian pun memberitahukan apa isi sembako yang terbungkus di
dalam kotak kardus itu. Video itu pun kemudian diunggah Ferdian Paleka ke
akun YouTubenya sendiri. Ternyata Ferdian berniat usil ingin nge-prank orangorang yang mendapatkan sembakonya. Dengan sengaja ia membagikan paket
sembako yang ternyata isinya hanya batu dan sampah. Youtuber yang telah
mendapat lebih dari 87.000 subscriber ini terlihat senang ketika berhasil
melakukan prank tersebut. Bahkan ia seakan tak peduli dengan apa kata
masyarakat terkait aksinya itu.
Komunitas transgender atau waria Kota Bandung yang tergabung dalam
Srikandi Pasundan mendampingi empat korban prank bantuan isi sampah oleh
Youtuber Ferdian Paleka, mendatangi Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan
Jawa, Senin 4 Mei 2020 dini hari. Kedatangan mereka untuk melaporkan
perbuatan Ferdian Paleka yang dianggap keterlaluan dengan membuat konten
pembagian bantuan makanan di dalam dus tapi ternyata isinya sampah.
Polisi menyebut bahwa ide prank sembako berisi sampah ini berasal dari A,
salah satu pemuda yang terekam dalam video viral tersebut. Awalnya saat
mendengar ide tersebut, Ferdian dan TB langsung nanggapinya, sampai
akhirnya aksi prank itu pun tercetus dan direkam tiga pemuda tersebut. Ferdian
mengaku aksinya tersebut hanya prank atau lelucon saja.
Setelah melakukan prank dengan memberi sembako berisi sampah, Ferdian
Paleka pun menghilang tanpa jejak. Ia sempat berseloroh bakal menyerahkan
diri ke polisi jika follower instagramnya menyentuh angka 30 ribu. Hal ini
makin menguatkan akan prilaku youtuber tersebut yang tidak memahami situasi
kekinian terutama saat pandemi COVID-19. Terlebih prilakunya yang tidak
bertanggung jawab dengan menghilang dari kejaran pihak berwajib sekalpun
hanya untuk kebutuhan klarifikasi.
2. Penangan Pemerintah
Menanggapi kasus Ferdian, Kepala Subdivisi Paguyuban Korban UU ITE
(PAKU ITE) Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet)
Mohamad Arsyad mengungkapkan, sebaiknya aspek edukasi harus diutamakan
dari fenomena penyebaran informasi elektronik di media sosial. Pemerintah
harus mengintervensi para pemilik platform media sosial, seperti Instagram,
Facebook, Twitter, maupun Youtube untuk lebih selektif memantau isi konten
yang ditayangkan. Terlepas dari itu. Disini tindakan Ferdian tak termasuk
sebagai aktivitas berekspresi karena ada unsur kesengajaan, dia melakukan
tindakan bersifat tercela.
Pasal 27 ayat 3 UU ITE mengatur soal pelanggaran hukum penghinaan atau
pencemaran nama baik secara elektronik. Aturan itu cukup kuat untuk menjadi
dasar sanksi hukum kepada youtuber, seperti yang dilakukan Ferdian. Tidak
dipungkiri tindakan Ferdian sangat melukai perasaan pihak yang menjadi
sasaran keisengannya karena bertentangan dengan nilai kepatutan sosial. Kasus
ini menimbulkan kerugian secara mental atau rasa malu. Menurunkan harga diri
orang korban.
Ferdian merupakan contoh masyarakat yang melanggara peraturan pemerintah
yang tidak mematuhi protocol kesahatan dan melenggarkan berlangsungnya
peraturan PSBB. dari kejadian tersebut bahwa pemerintah harus melakukan
tindakan tegas dalam berlangsungnya PSBB agar kejadian seperti itu tidak
terulang lagi dengan memberikan sanksi jerah kepada pelaku.
3. Nilai-Nilai Naionalis dalam Kasus Ferdia Plekea
Dari sisi sikap dan perilaku dari ferdian paleka yang kurang mengerti tentang
apa pentingnya rasa nasionalisme terhadap diri sendiri. nasionalisme
merupakan suatu dogma yang mengajarkan individu untuk berbakti dan
mengapdi terhadap bangsa itu sendiri,dan perilaku ferdian kurang bisa dijadikan
cerminan oleh para generasi muda di Indonesia selain itu ferdian merupakan
seorang youtuber yang ternama dan rata – rata kontennya di asumsi oleh para
pemuda milenial ,perbuatan ferdian benar-benar menimbulkan kegaduhan
public dimana ia membuat video prank atau menjahili orang lain. Ia melakukan
kegiatan pembagian sembako ke sejumlah transpuan di Kota Bandung pada
Kamis (30/4). Namun, paket sembako tersebut berisi sampah.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Ferdian dan temannya
menyebut mereka sengaja ingin tahu apakah selama Ramadhan ada waria yang
masih beredar di jalanan. lalu Ferdian dan temannya mencari-cari sampah dari
tong sampah untuk diletakkan ke dalam kardus yang biasa digunakan untuk
membagikan sembako.
Akibat perbuatannya, empat orang waria di Kota Bandung melaporkan Ferdian
Paleka ke Satreskrim Polrestabes, Senin (4/5). Salah seorang korban, Sani
(nama panggilan), mengungkapkan, pembagian sembako berisi sampah
dilakukan pada Kamis (30/4) dini hari. Ia saat itu tengah bersama temannya,
Dini (56), Luna (25), dan Pipiw, di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung.
tindakan yang dilakukan oleh ferdian tersebut bisa dikenakan pasal dalam
Undang-Undang Informasi, Teknologi, dan Elektronik. Ia mengimbau agar para
pengguna media sosial lebih memberikan semangat dan rasa optimisme kepada
masyarakat di tengah pandemi corona atau Covid-19 serta bekerja sama agar
tetap berada di rumah.
Namun tata cara dari himbauan tersebut sangatlah menyimpang perbuatan
ferdian dan teman-temannya tidak hanya melecehkan waria tetapi juga sebagian
masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi pada masa pandemi corona maka
dari itu tidak mengherankan bahwa tindakan ferdian tersebut menimbulkan
reaksi kemarahan dari masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi
di tengah pandemi covid-19.
kita sendiri sebagai penghuni Negara Indonesia sedikit malu atas perilaku yang
dilakukan oleh Ferdian Paleka yang kurang patut untuk dilakukan ,di Negara
Indonesia sendiri kita sangat mengagungkan apa itu tidakan moral dan nilainilainnya maka pada kasus ini bisa dikatakan mencemarkan nama baik Negara
sendiri, Dari kasus ini kita bisa melihat bahwa pentingnya menerapkan sikap
nasionalisme terhadap diri sendiri dan sikap tersebut harus dijadikan pedoman
dalam berperilaku serta tetap menjaga nama baik Negara dan bangsa.
B. Analisis
Pasien virus corona 2020 atau COVID-19 yang semakin banyak di Indonesia membuat kita
harus terus waspada sebab kita pun memiliki risiko yang besar untuk mengalami kejadian
serupa. Selain menjaga kesehatan tubuh dengan meningkatkan imunitas dan menerapkan
pola hidup bersih melalui cuci tangan dengan sabun, berbagai aksi positif dari dan untuk
masyarakat pun harus kita dilakukan. Senior advisor of Gender and Youth to WHO, Diah
Saminarsih, mengimbau adanya kerjasama dari setiap individu untuk menyebarluaskan
berita positif terkait virus corona, termasuk memberi tahu cara perlindungan diri agar
merata sampai ke pelosok Indonesia.
Masyarakat harus bersatu dan menunjukan sikap solidaritas dengan saling melindungi.
Meskipun kebanyakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kita sendiri yang kurang
tegas dan kokoh semua dapat diambil dan dibangun mulai dari diri kita sendiri dan selalu
menyebarkan kebaikan atau hal positif di lingkungan sekitar, dan Ferdian Paleka
seharusnya dapat mengambil poin penting mengapa pemerintah menerapkan PSBB.
Dalam kasus Ferdian ini pemahaman akan nilai nasionalisme berperan penting karena
dengan menjunjung nilai nasionalisme akan membangun rasa persaudaraan, solidaritas,
kedamaian, dan antikekerasan antarkelompok masyarakat dengan semangat persatuaan
serta peduli terhadap segala bentuk masalah yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Nasionalisme sekarang harus dapat mengisi dan menjawab tantangan masa
transisi. Tentunya nilai-nilai baru tidak akan menggoncangkan nasionalisme itu sendiri
selama pendukungnya yaitu bangsa Indonesia tetap mempunyai sense of belonging, artinya
memiliki nilai-nilai baru yang disepakati bersama. Nasionalisme pada hakekatnya adalah
untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, karena nasonalisme menentang segala
bentuk penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok
dalam masyarakat, maupun suatu bangsa. Nasionalisme tidak membeda-bedakan baik
suku, agama, maupun ras.
Ditengah kehidupan masyarakat saat ini sangat dibutuhkan adanya kesadaran penuh
sebagai warga negara sehingga mampu menghadapi masalah mengenai covid 19. Dengan
tumbuhnya kesadaran akan kewajiban maka masalah mengenai covid 19 bisa cepat
terselesaikan. Kesadaran akan kewajiban tidak hanya dimiliki oleh pemerintah tetapi semua
komponen masyarakat yang mempunyai tanggung jawab sesuai dengan bidang tugas, dan
kemampuan yang dimiliki, sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah
bertugas membuat peraturan mengenai pencegahan covid 19 sesuai dengan kondisi
masyarakatnya dan kita sebagai masyarakat berkewajiban menjalankan peraturan tersebut
guna mencegah menyebaran covid 19.
C. Kesimpulan
Rasa kebangsaan atau nasionalisme harus dibangun sedini mungkin secara massif pada
setiap masyarakat Indonesia, karena merupakan modal untuk mengikis konflik bernuansa
SARA. sebagai masyarakat Indonesia, kita harus sadar akan pentingnya rasa nasionalisme.
Kasus Ferdian Paleka harus menjadi pelajaran untuk tidak melakukan tindakan pencemaran
nama baik dan harus menegakkan keadilan terhadap sesama.
Terutama saat pandemi seperti ini tidak hanya negara yang berperan dalam pengendalian
pandemi COVID-19 tetapi masyarakat juga sangat andil dalam pengendalian pandemi saat
ini. Saat-saat seperti ini jiwa nasionalisme semua manusia di wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia ini akan sangat terlihat.
Jiwa nasionalisme yang kokoh tentu akan menciptakan rasa cinta tanah air entah dalam
kondisi apapun tetap berpikir kedamaian dan ketenteraman dari tanah airnya. Dalam
kondisi pandemi seperti ini, harusnya kita sebagai warga negara Indonesia harusnya
memelihara negara kita serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi tidak menjadi egois dan
mementingkan diri sendiri seperti pada kasus Ferdian Paleka ini.
Daftar pustaka
https://hellosehat.com/coronavirus/coronavirus-adalah/
http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/issue/view/210
https://bandung.kompas.com/read/2020/05/05/04000061/kasus-prank-sampah-youtuberferdian-paleka-dicari-polisi-hingga-dijerat-uu
https://pancasila.weebly.com/pengertian-nasionalisme.html
https://wartakota.tribunnews.com/2020/05/08/kronologi-lengkap-kasus-ferdian-palekadari-mulai-awal-viral-sampai-ditangkap-polisi
www.liputan6.com/news/read/4245119/polisi-tangkap-rekan
www.alinea.id/gaya-hidup/ferdian-paleka-pelajaran-bagi.
katadata.co.id/berita/2020/05/08/polisi-tangkap-pelaku...
nasional.kompas.com/read/2020/06/11/12104441/pentingnya..
Download