Uploaded by yopy.novitasari17052

Kewirausahaan Yopy Novitasari 170523627012

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perabot
atau
furniture
perkembangan yang
unik dari
sebagai
masa
elemen
ke
pengisi
masa.
interior
Perkembangan
memiliki
ini
juga
dipengaruhi budaya dari suatu wilayah. Perkembangan furniture berubah
seiring
dengan
bertumbuhnya desain
interior.
Pada mulanya
diciptakan sebagai upaya manusia untuk menghasilkan
kemudahan
dalam
menjalani
furniture
kenyamanan
dan
kehidupan. (Wicaksono & Trisnawati, 2014)
Tingginya kebutuhan dan permintaan manusia akan furniture, berdampak
pada banyak munculnya jenis usaha baru untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Salah satunya adalah produsen furniture. Di Indonesia sendiri
terdapat lebih dari 2000 usaha produsen
mebel
yang bernaung dalam
ASMINDO (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia).
Bojonegoro merupakan salah satu kota industri pengolahan kayu jati di
Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan antara lain kusen, daun pintu dan jendela
maupun mebeler. Banyaknya industri kecil menengah yang memproduksi barangbarang tersebut memungkinkan banyaknya limbah yang dihasilkan. Limbah yang
dihasilkan dapat mencapai 25% dari volume bahan yang digunakan. Limbah
tersebut dapat berupa sebetan,partikel maupun serbuk gergaji. Potensi ini perlu
digunakan untuk memberikan manfaat atau nilai tambah bagi produk utamanya,
yaitu dengan memanfaatkan limbah-limbah tersebut untuk pembuatan papan tiruan
seperti papan partikel.
Salah satu bentuk realisasi kepedulian terhadap limbah kayu yaitu ditunjukkan
oleh salah satu produsen mebel di Bojonegoro yaitu Shri Redjeki Mebel yang
berlokasi di Jalan Sawunggaling No.57-A, Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro,
Kabupaten Bojonegoro. Shri Redjeki Mebel telah beroperai sejak tahun 2011. Shri
Redjeki Mebel mampu mengolah limbah kayu jati menjadi papan limbah jati.
Papan dari limbah kayu jati ini memiliki mutu terjamin karena kayu dipastikan
telah memasuki tahap pengeringan pabrikasi sehingga keawetannya terjaga.
1
Biasanya papan limbah jati digunakan untuk bahan baku furniture, housing
component (komponen rumah), kitchen set, lantai dan kerajinan kayu lainnya.
MERAK (Meja dan Rak) Eco Friendly adalah salah satu produk kayu yang
memanfaatkan produk limbah kayu jati Shri Redjeki Mebel guna mendorong
pemanfaatan limbah kayu yang selama ini tak terpakai. MERAK (Meja dan Rak)
Eco Friendly diharapkan mampu membantu pemerintah dalam penanganan limbah
sekaligus guna meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bojonegoro.
MERAK (Meja dan Rak) Eco Friendly disesain minimalis sehingga tidak
membutuhkan tempat yang luas namun MERAK (Meja dan Rak) Eco Friendly
tetap mampu memunculkan kesan modern, mewah dan elegan.
1.2 Tujuan
Berdasarkan uraian pada latar belakang, tujuan dari pembuatan produk ini
adalah sebagai berikut :
1) Memenuhi kebutuhan manusia di bidang properti.
2) Menciptakan produk yang praktis dalam penggunaan.
3) Menciptakan produk dengan kualitas penggunaan yang maksimal.
Sementara tujuan dari pembuatan makalah ini berdasarkan latar belakang
yang telah dipaparkan adalah sebagai berikut :
1) Mengetahui proses pembuatan produk sejak tahap perencanaan.
2) Mengetahui manfaat produk secara terperinci.
3) Menganalisa dari segi keuangan dalam pembuatan produk.
1.3 Manfaat
Berdasarkan uraian pada latar belakang, manfaat / kegunaan dari pembuatan
produk ini adalah untuk memenuhi beberapa kebutuhan yang dapat dikemas dalam
satu produk, dengan rincian manfaat / kegunaannya sebagai berikut :
1) Memenuhi kebutuhan manusia utamanya pelajar yakni meja belajar.
2) Memenuhi kebutuhan untuk tempat meletakkan barang (seperti
kosmetik bagi perempuan atau buku bagi pelajar).
2
Sementara manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Masyarakat Umum

Memberikan informasi tentang inovasi pada properti berupa produk
furniture.

Memberikan satu pilihan baru yang dapat dijadikan pilihan dalam
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2) Mahasiswa

Meningkatkan kreatifitas untuk mencari inovasi-inovasi baru dalam
dunia teknik sipil.
1.4 Profil Perusahaan
1.4.1 Nama Perusahaan
Perusahaan yang penulis bentuk bernama
agrapanafurnicraft.co
yaitu Agrapana Furniture Craft Corporation. Agrapana itu sendiri berasal
dari bahasa sanskerta yang memiliki arti sumber hidup yang utama.
Furniture adalah istilah yang digunakan untuk perabot rumah tangga. Craft
adalah kerajinan. Sedangkan untuk corporation merupakan perusahaan. Jadi
agrapanafurnicraft.co merupakan perusahaan kerajinan yang bergerak
dibidang perabot rumah tangga yang dijadikan sebagai sumber kehidupan
yang utama. Nama perusahaan ini dipilih berdasarkan pertimbangan visi
dari perusahaan yaitu menghasilkan produk yang berguna dan harapan
kedepannya perusahaan akan berdiri kuat.
1.4.2 Logo Perusahaan
Logo perusahaan memiliki rupa yang menunjukkan identitas
perusahaan baik dari segi perusahaan itu sendiri maupun nama perusahaan.
Agrapana
itu sendiri berasal dari bahasa sanskerta yang memiliki arti
sumber hidup yang utama. Furniture adalah istilah yang digunakan untuk
perabot rumah tangga. Craft
adalah kerajinan. Sedangkan untuk
corporation merupakan perusahaan. Perusahaan Agrapana Furniture Craft
Corporation merupakan perusahaan kerajinan yang bergerak dibidang
perabot rumah tangga yang dijadikan sebagai sumber kehidupan yang
utama. Logo Agrapana Furniture Craft Corporation ini memiliki wujud
3
desain yang disesuaikan. Makna perusahaan itu sendiri diwujudkan dalam
bentuk logo perusahaan Agrapana Furniture Craft Corporation di bawah
ini.
Gambar 1.1 Logo Perusahaan
1.4.3 Visi dan Misi

Visi
Menjadi mitra / partner strategis yang sanggup memberikan
kepuasan,
minat
sekaligus
Customer ataupun Corporate
industri furniture yang
kenyamanan,
Customer. Sehingga
berdaya
saing
kuat,
bagi Personal
terwujudnya
berkelanjutan
dan
berwawasan lingkungan.

Misi
1) Membuat furniture dengan jaminan mutu bahan yang sangat
baik,
sehingga
pada
akhirnya
mampu
menghasilkan furniture yang berkualitas.
2) Mengembangkan usaha sehingga dapat bersaing dipasar
domestik dan internasional.
3) Mencapai sukses dan mengutamakan kepuasan konsumen
4
1.4.4 Value
Perusahaan memberikan harga rendah tetapi tidak di semua harga
yang artinya kualitas, integritas, pelayanan dan hal-hal yang berkaitan
dengan kepuasan tidak turut dipatok rendah melainkan sebaliknya.
1.4.5 Motto Perusahaan
Motto agrapanafurnicraft.co adalah “Best furniture, for now and in the
future.”
1.5 Visualisasi Produk
Gambar Perspektif (Open)
Gambar Tampak Depan
Gambar Perspektif (Close)
Gambar Tampak Samping Kiri
(Close)
Gambar Tampak Samping
Gambar Tampak Samping
Kanan (Open)
Kanan (Close)
5
Gambar Tampak Belakang
Gambar Tampak Atas (Close)
Gambar Tampak Samping Kiri
(Open)
Gambar Tampak Atas (Open)
Gambar Tampak Bawah
Gambar Tampak Bawah
(Close)
(Open)
Gambar 1.2 Produk Usaha MERAK Eco Friendly
1.6 Spesifikasi Produk
Spesifikasi produk merupakan pedoman kerja yang harus dilaksanakan oleh
pelaksana pekerjaan atau bagian produksi fabrikasi dalam sebuah industri atau oleh
kontraktor dalam bidang jasa konstruksi (Wasito, 2014).
1.6.1 Nama Produk
Produk yang akan diproduksi ini merupkan sebuah furnitur
(peralatan rumah/ruangan), nama produk ini yaitu MERAK Eco Friendly
yang memiliki kepanjangan yaitu Meja dan Rak yang ramah lingkungan.
6
1.6.2 Manfaat Produk
Produk yang kami ciptakan memiliki banyak manfaat sesuai dengan
tujuannya yaitu sebagai produk multifungsi, berikut adalah beberapa macam
manfaat produk ini :
1) Untuk meja belajar di sisi kirinya
2) Untuk menyimpan beberapa barang dalam laci
3) Sebagai tempat menaruh barang di sisi atas loker lemari (bisa
berupa kosmetik jika penggunanya adalah perempuan)
4) Sebagai tempat menaruh buku di atas meja belajar
1.6.3 Jenis Produk
Produk yang akan kami buat merupakan sebuah mebel meja dan
lemari yang desainnya dijadikan satu. Produk ini berbahan dasar kayu yang
pada tahap produksi nantinya akan direncanakan sedemikian rupa supaya
kebutuhan akan bahan dasarnya sesuai dan tidak berlebih sehingga
menjadikan harga jual yang terjangkau pula.
MERAK Eco Friendly
ini merupakan produk kayu yang
memanfaatkan produk limbah kayu jati Shri Redjeki Mebel guna
mendorong pemanfaatan limbah kayu yang selama ini tak terpakai.
1.6.4 Ukuran Produk
MERAK Eco Friendly memiliki ukuran 64 cm untuk panjang, 48 cm
untuk lebar, dan 160 cm untuk tinggi. Produk dibuat dengan detail
potongan-potongan yang sudah ditentukan. (terlampir).
1.6.5 Keunggulan Produk
Produk ini memiliki berbagai macam keunggulan yakni :
1) Memiliki lebih dari satu fungsi atau bisa disebut dengan
multifungsi dibandingkan dengan produk lain yang mayoritas
hanya memiliki satu fungsi saja.
2) Penggunaan produk ini dapat membuat sebuah ruangan terlihat
lebih luas karena desain produk yang memang dibuat muat dalam
luasan ruang yang kecil.
7
3) Desain yang ditawarkan dalam produk ini tidak ketinggalan
zaman dan tetap modern dengan harga yang terjangkau sehingga
membuat
sebuah
ruangan
tetap
terlihat
elegan
dengan
penggunaannya.
1.6.6 Sasaran Produk
Target konsumen produk ini adalah masyarakat yang membutuhkan
mebel dengan penggunaan yang multifungsi di tengah keterbatasan
ketersediaan luas ruangan seperti masyarakat yang barusaja memiliki rumah
baru dan sedang memenuhi perabot rumahnya yang tidak memiliki luas
begitu besar, pengusaha kos-kosan yang membutuhkan perabot dengan
kegunaan maksimal demi memenuhi fasilitas kamar kosan, siswa SD SMP
SMA yang membutuhkan fasilitas berupa meja dan rak yang tidak terlihat
riweh sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, maupun owner sebuah
apartemen yang menawarkan ruangan-ruangannya yang memiliki kegunaan
maksimal praktis tetapi tetap menarik sehingga membutuhkan produk mebel
yang tepat pula.
1.6.7 Peluang Usaha
1) Desain produk yang menarik dan multifungsi.
2) Lokasi penjualan produk yang strategis dan berada di kawasan
perkotaan padat penduduk.
3) Fasilitas yang memadai.
1.6.8 Ancaman Usaha
Adanya pesaing yang menjual jenis produk yang sama berupa mebel
meja dan rak gantung dengan harga yang lebih murah ataupun desain yang
lebih menarik.
8
BAB II
METODOLOGI PELAKSANAAN
Adanya sebuah produk tidak semata-mata jadi begitu saja, sebelum terciptanya
produk tersebut tentu melalui serangkaian proses dari tahap perencanaan sampai
pelaksanaan. Kami juga melakukan penelitian terlebih dahulu. Penelitian yang kami
buat
termasuk penelitian
yang memiliki
serangkaian kegiatan
penyelidikan,
mendiskripsikan dan menganalisa secara intensif dan terperinci. Penelitian ini
memerlukan banyak sumber dalam pengembangannya. Dalam hal ini implementasi teori
pengertian dengan penelitian ini diwujudkan dengan menyusun desain secara terus
menerus disesuaikan dengan kenyataan di lapangan dan di pasar. Metode yang kami
laksanakan dalam mewujudkannya ditempuh dengan alur sebagai berikut :
1. Penelitian
terhadap kebutuhan
dan selera pasar
11. Perbaikan
11. Produk siap
dijual
10. Tidak sesuai
10. Sesuai
2. Menentukan jenis
produk sesuai hasil
penelitian
3. Menentukan batas
modal
9. Simulasi dan uji
coba hasil
pembuatan
4. Menentukan
bahan yang akan
digunakan
5. Merencanakan desain
produk sesuai dengan
hasil penelitian dan jenis
bahan
8. Pembuatan
produk
6. Menganalisa dan
menghitung produk secara
ekonomi sesuai dengan
desain
9
7. Meempersiapkan
bahan peralatan dan
tenaga kerja
Berikut adalah beberapa rincian dan penjelasan dari alur-alur yang telah
digambarkan pada bagan di atas:
2.1 Modal Awal
Dalam setiap usaha dibutuhkan modal awal untuk terciptanya suatu produk.
Modal dapat diperoleh dari dana pribadi yang memang sudah dipersiapkan atau
dikumpulkan sejak lama, anggaran dana yang diperoleh dari pihak perusahaan,
maupun dari hasil meminjam di suatu bank yang memang terikat kerja sama sejak
awal berdirinya perusahaan.
Pada produksi produk MERAK Eco Friendly ini modal awal yang
disediakan adalah sebesar Rp 150,000,000. Penentuan modal awal ini sudah melalui
pertimbangan-pertimbangan tertentu seperti berapa banyak produk yang akan
dihasilkan dalam satu kali produksi, maupun dari pengalaman produksi produk lain
sebelumnya. Untuk menentukan apakah modal awal ini cukup untuk membangun
usaha ini termasuk dalam modal untuk awal produksi produk dapat dilihat pada bab
selanjutnya yakni bab analisa ekonomi.
2.2 Desain Produk
Pembuatan desain MERAK Eco Friendly dilakukan dengan menggunakan
aplikasi CAD untuk menggambar sketch produk. Ukuran produk ini adalah 160 x 48
x 64 cm dengan digambar per potongan untuk memudahkan dalam pelaksanaan
proses produksi.
2.3 Analisa Ekonomi
Analisa ekonomi dilakukan secara terperinci mengingat terbatasnya modal
yang disediakan. Ketelitian dalam aspek ini juga dibutuhkan karena berkaitan
dengan laba/rugi yang nantinya akan menjadi profit perusahaan. Analisa ekonomi
dari produk MERAK Eco Friendly ini akan dibahas lebih lanjut pada bab
selanjutnya.
10
2.4 Persiapan Alat dan Bahan / Material
Alat dan bahan yang harus disiapkan sebelum proses produksi adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.1 Daftar Kebutuhan Alat dan Bahan
Alat
Bahan / Material
Gergaji Mesin Pemotong Kayu
Papan Limbah Kayu Jati
Meteran
Kayu Jati
Penggaris
Lem Kayu
Pensil
Cat Minyak
Kuas Cat
Cat Kilat/ Plitur
Kuas Lem
Handle
Mesin Bor Kayu
Paku
Ampelas
Engsel
Palu
Baut Mur
Ketam Kayu
Alat Pahat Kayu
2.5 Tahap Produksi
2.5.1 Proses Pemotongan Kayu
Proses pemotongan kayu disesuaikan dengan desain yang sudah
ditentukan.
2.5.2 Penghalusan Kayu
Pembuatan kayu yang sudah dipotong-potong per bagian yang sudah
ditentukan
kemudian
di
haluskan
dengan
menggunakan
ampelas.
Penghalusan kayu ini dilakukan untuk menambah kualitas produk yang
lebih bagus.
2.5.3 Perangkaian Produk
Proses merangkai kayu menjadi produk meja lemari sesuai desain
dengan cara dilem per bagian yang sudah ditentukan menggunakan lem
kayu dan dipasangkan beberapa paku di bagian yang telah ditentukan.
11
2.5.4 Pengecatan Produk
Proses pengecetan produk sesuai dengan desain yang telah
ditentukan. Dimana pengecatan ini bertujuan untuk menghasilkan produk
yang lebih menarik dilihat.
2.5.5 Pelapisan Produk
Selanjutnya adalah proses pelapisan produk dengan plitur khusus
agar terlihat mengkilat dan dapat menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi.
12
BAB III
MANAJEMEN DAN PENGORGANISASIAN
3.1 Aspek Manajemen dan Organisasi
3.1.1 Identitas Bisnis
Nama
: Agrapana Furniture Craft Corporation
Bentuk Badan Usaha
: Usaha Perseorangan
Jenis Usaha
: Produksi dan Perdagangan Mebel dan Furnitur
Pelaksana
: Tim Perusahaan
Pemilik
: Yopy Novitasari
3.1.2 Legalitas Bisnis
Kelayakan legalitas bisnis adalah kelayakan akan surat izin
perusahaan yang dapat menunjukan integritas perusahaan itu sendiri yang
dapat membuat konsumen mempercayai kualitas perusahaan. Oleh karena
itu, perusahaan ini menekankan izin pada surat izin mendirikan bangunan,
surat izin gangguan, surat izin usaha, surat tanda daftar perusahaan
perorangan, notaris dan penjabat pembuatan akta di Malang, nomor pokok
wajib pajak, dan surat ijin perdagangan.
3.1.3 Pengorganisasian
Suatu perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa
adanya suatu sistem untuk mengendalikannya. Maka dari itu dibutuhkan
suatu pengorganisasian yang baik dan tepat. Pengorganisasian perusaahn
tersebut didasarkan atas pemisahan tugas dan tanggung jawab. Pemisahan
tugas dan tanggung jawab juga merupakan aspek penting dalam suatu
perusahan agar keduanya dapat berjalan dengan baik maka perlu dibangun
suatu sistem organisasional. Sistem organisasional perusahaan terbagi atas
beberapa bagian sesuai dengan bidangnya mulai dari owner perusahaan itu
sendiri, bagian keuangan perusahaan, peneliti dan perancanaan produk,
bagian produksi hingga bagian pemasaran. Kesemuanya saling berhubungan
dan dijadikan penentu suksesnya sebuah perusahaan itu sendiri. Struktur
13
organisasi perusahaan Agrapana Furniture Craft Corporation ini adalah
sebagai berikut :
Owner
Keuangan
Peneliti dan
Perencanaan
Produk
Produksi
Pemasaran
Bagian
pemotongan
Bagian
perkayuan
Bagian
Perakitan
Bagian
Pengecatan
Bagian
Finishing
Gambar 3.1 Susunan Organisasi Perusahaan
14
Berikut merupakan tugas dan wewenang tiap bagian pada Agrapana
Furniture Craft Corporation:
Tabel 3.1 Tugas dan Wewenang Bagian-bagian Organisasi
Peneliti dan
Ketua
Keuangan
Perencanaan
Produksi
Pemasaran
Produk
Mengawasi
Mengatur
Melakukan
Memilih
Memasarkan
produksi
keuangan
penelitian pada
bahan baku
hasil
pasar
produksi
Bertindak
Mengatur
Mendesain
Mengawasi
Menentukan
sebagai
pembelian
produk
kualitas bahan target pasar
marketing
barang baku
baku
Melaksanakan Merencanakan
Melaksanakan Memberi
/ memberi
anggaran
produksi dan
diskon
perintah
untuk ke
pengemasan
apabila
produksi
depan
konsumen
membeli
dalam
jumlah besar
3.2 Analisa Pekerjaan
3.2.1 Kompetensi Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang akan direkrut/diperlukan untuk menjalankan
usaha memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Tukang yang masuk dalam bagian produksi harus memiliki keterampilan
dalam bidang mebel dan furnitur.
2) Kepala pengawas masing-masing bagian harus memiliki keterampilan
dalam mengawasi dan memiliki jiwa leadership yang baik.
3) Setiap karyawan harus memiliki basic yang sesuai dengan tiap bidangnya
4) Semua karyawan mampu melaksanakan tugas dan wewenangnya dengan
baik bahkan dalam keadaan tertekan karena proses produksi sekalipun
15
5) Semua karyawan memiliki sikap yang jujur, berhati-hati dan bekerja
keras dalam bekerja.
6) Usia maksimal 40 tahun
3.2.2 Kompensasi
Kompensasi yang akan diterima seluruh karyawan atas keja kerasnya
dalam mendukung dan membantu jalannya usaha yaitu dengan pemberian
gaji sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui, pemberian bonus pada
waktu-waktu tertentu, juga pemberian izin apabila terdapat karyawan yang
berhalangan masuk kerja dengan syarat alasan yang jelas dan dapat
dipertanggungjawabkan.
16
BAB IV
ANALISIS EKONOMI
4.1 Kebutuhan Dana
4.1.1 Biaya Investasi
Biaya yang digunakan untuk membeli barang-barang investasi atau
biaya pertama kali saat akan membuka usaha diantaranya sebagai berikut :
Tabel 4.1 Investasi Tanah dan Bangunan
No.
Jenis Investasi
1
Tanah
2
Bangunan
Vol
Satuan
Harga/sat
12 x 15
m²
Rp
500,000
Rp 90,000,000
1
bh
Rp35,000,000
Rp 35,000,000
Jumlah Total
Jumlah
Rp 125,000,000
Tabel 4.2 Investasi Peralatan Kantor
No
Jenis Bahan
Vol
Satuan
Harga/sat
Jumlah
1
Meja dan kursi tamu
1
set
Rp 3,500,000
Rp
3,500,000
2
Kursi putar
2
bh
Rp
Rp
500,000
3
Komputer
2
bh
Rp 5,000,000
Rp 10,000,000
4
File Cabinet
2
bh
Rp 1,250,000
Rp
2,500,000
5
Telepon Kabel
2
bh
Rp
Rp
320,000
250,000
160,000
Jumlah Total
Rp 16,820,000
Tabel 4.3 Investasi Mesin Produksi
No
Jenis Bahan
1 Mesin potong kayu
Vol
Satuan
Harga/sat
2
bh
Rp 1,190,000
Jumlah
Rp
2,380,000
Rp
2,380,000
modern mektek MT 583
Jumlah Total
17
4.1.2 Perhitungan Volume Produk
1) Menghitung Volume Kebutuhan Kayu
Berikut adalah lanjutan rincian perhitungan volume kebutuhan kayu
berdasarkan perhitungan total panjang kayu dan luas kayu pada tabel di
atas :

Volume Balok I 2.5 x 5 = (160 cm x 2.5 cm x 5 cm) x 2
= (1.6 m x 0.025 m x 0.05 m) x 2
= 0.004 m3

Volume Balok II 2.5 x 5 = (160 cm x 2.5 cm x 5 cm) x 2
= (1.6 m x 0.025 m x 0.05 m) x 2
= 0.0042 m3
Total Volume Balok
= 0.004 + 0.0042
= 0.0082 m3

Volume Papan Kayu I
= 7.08 cm2 x 1.5 cm
= 0.0708 m2 x 0.015 m
= 0.00106 m3

Volume Papan Kayu II
= 11.8 cm2 x 1.5 cm
= 0.118 m2 x 0.015 m
= 0.00177 m3

Volume Papan Kayu III = 16.52 cm2 x 1.5 cm
= 0.1652 m2 x 0.015 m
= 0.00248 m3

Volume Papan Kayu IV = 19.47 cm2 x 1.5 cm
= 0.1947 m2 x 0.015 m
= 0.00292 m3

Volume Papan Kayu V
= 24.19 cm2 x 1.5 cm
= 0.2419 m2 x 0.015 m
= 0.00363 m3

Volume Papan Kayu VI = (4.72 cm2 x 1.5 cm) x 4
= (0.0472 m2 x 0.015 m) x 4
= 0.00283 m3
Total Volume Papan
= 0.01469 m3
18
2) Menghitung Volume Kebutuhan Cat Minyak

Luas Balok Kayu I
= [(168 cm x 2.5 cm)2 + (168 cm x 5
cm)2 + (2.5 cm x 5 cm)2]
= 0.48 m2

Luas Balok Kayu II
= [(160 cm x 2.5 cm)2 + (160 cm x 5
cm) 2 + (2.5 cm x 5 cm)2]
= 0.504 m2

Luas Papan Kayu I
= [(12 cm x 59 cm) 2 + (12 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.1452 m2

Luas Papan Kayu II
= [(20 cm x 59 cm) 2 + (20 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.242 m2

Luas Papan Kayu III = [(28 cm x 59 cm) 2 + (28 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.3388 m2

Luas Papan Kayu IV = [(33 cm x 59 cm) 2 + (33 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.3993 m2

Luas Papan Kayu V
= [(41 cm x 59 cm) 2 + (41 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.4961 m2

Luas Papan Kayu VI = [(8 cm x 59 cm) 2 + (8 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2] x 4
= 0.458 m2
Total Luas
= 3.0634 m2
Daya Sebar Cat
= 12 m2/liter
𝟑.𝟎𝟔𝟑𝟒 𝒎𝟐
Maka cat yang dibutuhkan= 𝟏𝟐 𝒎𝟐 /𝒍𝒊𝒕𝒆𝒓
= 0.2552 liter
19
3) Menghitung Volume Kebutuhan Cat Plitur
Perhitungan didasarkan pada ukuran yang telah dipaparkan dan
cara perhitungannya sama dengan perhitungan volume kebutuhan cat
minyak.

Luas Balok Kayu I
= [(168 cm x 2.5 cm)2 +(168 cm x 5
cm) 2 + (2.5 cm x 5 cm)2]
= 0.48 m2

Luas Balok Kayu II
= [(160 cm x 2.5 cm)2 +(160 cm x 5
cm) 2 + (2.5 cm x 5 cm)2]
= 0.504 m2

Luas Papan Kayu I
= [(12 cm x 59 cm) 2 + (12 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.1452 m2

Luas Papan Kayu II
= [(20 cm x 59 cm) 2 + (20 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.242 m2

Luas Papan Kayu III = [(28 cm x 59 cm) 2 + (28 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.3388 m2

Luas Papan Kayu IV = [(33 cm x 59 cm) 2 + (33 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.3993 m2

Luas Papan Kayu V
= [(41 cm x 59 cm) 2 + (41 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2]
= 0.4961 m2

Luas Papan Kayu VI = [(8 cm x 59 cm) 2 + (8 cm x 1.5
cm) 2 + (59 cm x 1.5 cm) 2] x 4
= 0.458 m2
Total Luas
= 3.0634 m2
Daya Sebar Cat
= 12 m2/liter
20
𝟑.𝟎𝟔𝟑𝟒 𝒎𝟐
Maka cat yang dibutuhkan= 𝟏𝟐 𝒎𝟐 /𝒍𝒊𝒕𝒆𝒓
= 0.2552 liter
4.1.3 Anggaran Bahan Baku
Anggaran bahan baku merupakan anggaran yang dikeluarkan untuk
pengadaan bahan baku yang digunkan unruk proses produksi.
4.1.4 Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah semua biaya yang harus dibayarkan untuk
membeli komponen-komponen bahan baku yang digunakan pada satu unit
produk.
Tabel 4.4 Biaya Bahan Baku
No.
Nama Barang
Vol
Sat
Harga/unit
Jumlah
Papan limbah
1
kayu jati
0.01469
m³
Rp
650,000
Rp
95,49.15
2
Kayu jati
0.0082
m³
Rp 15,000,000
Rp
123,000
3
Lem kayu
1
kg
Rp
13,000
Rp
13,000
4
Cat minyak
0.2552
lt
Rp
75,000
Rp
19,146
5
Cat kilat / plitur
0.2552
lt
Rp
20,000
Rp
5,106
6
Handle
2
bh
Rp
20,000
Rp
40,000
7
Paku
5
kg
Rp
36,000
Rp
1,800
8
Engsel
2
bh
Rp
13,000
Rp
26,000
9
Baut Mur (isi 10)
8
pcs
Rp
8,000
Rp
6,400
Rp
244,001
Jumlah Total
4.1.5 Biaya Alat Produksi
Biaya alat produksi adalah semua biaya yang harus dibayarkan untuk
pemakaian alat yang digunakan pada satu unit produk.
21
Tabel 4.5 Biaya Alat Produksi
No.
Nama Barang
Vol
Sat
Harga/unit
Jumlah
1
Gergaji mesin
1
bh
Rp
495,000
Rp
495,000
2
Meteran
2
bh
Rp
60,000
Rp
120,000
3
Penggaris
2
bh
Rp
2,500
Rp
5,000
4
Pensil
2
bh
Rp
2,000
Rp
4,000
5
Kuas cat
4
bh
Rp
5,000
Rp
20,000
6
Kuas lem
2
bh
Rp
16,000
Rp
32,000
7
Mesin bor kayu
2
bh
Rp
215,000
Rp
430,000
8
Ampelas
1
roll
Rp
15,000
Rp
15,000
9
Palu
5
bh
Rp
26,220
Rp
131,100
10
Ketam kayu
1
bh
Rp
405,000
Rp
405,000
11
Alat pahat kayu
1
set
Rp
100,000
Rp
100,000
Jumlah Total
Rp 1,757,100
4.1.6 Biaya Mesin dan Suku Cadang
Biaya mesin dan suku cadang merupakan biaya yang harus
dibayarkan untuk penggunaan mesin, suku cadang yang harus diganti, serta
bahan bakar atau sumber energi yang digunakan untuk menjalankan mesin.
Tabel 4.6 Biaya Operasional Mesin
No.
Proporsi
Jenis Pembiayaan
Harga
Jumlah
1
5.5
Listrik
Rp
850
Rp 4,675
2
0.12
Perawatan ketam
Rp 15,000
Rp 1,800
3
0.006
Suku cadang/mata ketam
Rp 120,000
Rp
720
Jumlah biaya pengerjaan 12 lembar papan
Rp 7,195
Biaya pengerjaan 1 lembar papan
Rp 599.58
Perhitungan biaya mesin dan suku cadanguntuk mengerjakan satu
lembar papan adalah sebagai berikut :

Kapasitas kerja mesin : 60 menit/5 menit
22
= 12 lembar/jam
Artinya setiap jam mesin dapat mengerjakan 12 lembar dengan
masing-masing lembar membutuhkan waktu 5 menit.

Kebutuhan listrik per jam : 5 kwh/jam + 10 % = 5.5 kwh/jam

Kebutuhan perawatan mata ketam 100 lbr = 12/100 = 0.12 kali
Mata ketam memiliki daya tahan pemakaian sampai 100 lembar,
maka dari itu apabila dalam satu jam dapat diselesaikan 12
lembar papan, kebutuhan perawatan mata ketamnya adalah 0.12
kali.

Kapasitas mata ketam : 20 kali perawatan x 100 lembar = 0.006
buah.
4.1.7 Biaya Lain-lain
Tabel 4.7 Biaya Lain-lain
No.
Nama Barang
Vol Satuan
Harga/sat
Jumlah
1
Survey pasar
1
kali
Rp 100,000
Rp 100,000
2
Pemasaran
1
kali
Rp 150,000
Rp 150,000
3
Transport
1
kali
Rp
Rp
75,000
Jumlah Total
75,000
Rp 325,000
4.1.8 Biaya Tenaga Kerja Produksi
Untuk menyelesaikan satu produk dibutuhkan waktu 12 jam. Karena
durasi bekeja dalam satu hari adalah 8 jam, maka waktu yang dibutuhkan
untuk pengerjaan 1 produk adalah 1,5 hari. Sehingga perhitungan biaya
tenaga produksi menjadi seperti di bawah ini :
Tabel 4.8 Biaya Tenaga Produksi
No.
Jumlah
Keahlian Tenaga
Upah/hari
Upah Total
1
1
Kepala tukang kayu
Rp
75,000
Rp
112,500
2
30
Tukang kayu
Rp
65,000
Rp
2,925,000
3
10
Pekerja/kuli
Rp
55,000
Rp
825,000
Jumlah upah pengerjaan 1 m³ kayu
R
Upah pengerjaan 1 produk
Rp
23
3,862,500
88,416
4.1.9 Anggaran Tenaga Kerja
Tabel 4.9 Biaya Operasional Tetap
No.
Jenis Biaya
Jml
Harga/sat
Jumlah
1
Gaji Karyawan
5
Rp
450,000
Rp
2,250,000
2
Biaya penyusutan mesin
1
Rp
30,000
Rp
30,000
3
Biaya penyusutan komputer
1
Rp
100,000
Rp
100,000
4
Biaya penyusutan motor
1
Rp
100,000
Rp
100,000
Rp
2,480,000
Jumlah Total
4.1.10 Anggaran Produksi
Satu produk MERAK dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1,5 hari
dengan jam kerja 8 jam/hari. Berdasarkan kebutuhan waktu dalam
penyelesaiannya, maka anggaran produksi pada setiap pembuatan produk
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.10 Biaya Total Setiap Satu Produksi
No.
Uraian
Jumlah
1
Biaya bahan baku
Rp
244,001
2
Biaya operasional mesin
Rp
599.58
3
Biaya tenaga kerja
Rp
88,416.49
Rp
351,420
Rp
684,437
4 Biaya alat produksi (dihitung tiap 5 produk)
Jumlah Total
4.2 Harga Pokok Produksi
Harga pokok produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan
perusahaan dalam memproduksi suatu produk.
𝐻𝑃𝑃 =
=
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑅𝑝 684,437
0.67
= Rp 1,021,548
24
Rencana keuntungan pada setiap produksi diambil sebesar 25 % dari harga
pokok produksi.
Keuntungan
= 25 % x HPP
= 25 % x Rp 1,021,548
= Rp 255,386.99
4.3 Anggaran Modal Usaha
Modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha produksi MERAK (Meja
dan Rak) Eco Friendly merupakan kumulatif dari biaya investasi ditambah dengan
modal kerja.
Tabel 4.11 Biaya Modal Usaha
No.
Jenis Kebutuhan Biaya
Jumlah
1
Biaya Tanah dan Bangunan
Rp
125,000,000
2
Investasi Mesin Produksi
Rp
2,380,000
3
Investasi Peralatan Kantor
Rp
16,820,000
4
Biaya Bahan Baku
Rp
380,619
5
Biaya Alat Produksi
Rp
1,757,100
6
Biaya Operasional Mesin
Rp
599.58
7
Biaya Lain-lain
Rp
325,000
8
Biaya Operasional Tetap
Rp
2,480,000
9
Biaya Tenaga Kerja
Rp
168,999.05
Rp
149,312,318
Jumlah Total
4.4 Anggaran Pendapatan
Tabel 4.12 Penentuan Harga Penjualan
No.
Uraian
Jumlah
1
Harga Pokok Produksi
Rp
1,021,548
2
Keuntungan 25 %
Rp
255,386.99
Rp
1,276,935
Total Harga Pokok Penjualan
25
4.5 Analisa Break Even Point (BEP)
Titik impas atau dalam bahasa perdagangan dan industri lebih dikenal
dengan BEP (Break Event Point), yaitu merupakan titik balik dimana jumlah biaya
operasi telah tertutupi oleh pendapatan penjualan atau titik kembali modal.
Perhitungan titik impas produk MERAK adalah sebagai berikut:
1) Biaya Operasional Tetap (BT)
= Rp 2,480,000
2) Harga Penjualan (HP)
= Rp 1,276,935
3) Biaya Per Unit Produk (BUP)
= Rp
4) Jumlah Unit Produk yang Terjual (Jup)
=
684,437
𝐵𝑇
𝐻𝑃−𝐵𝑢𝑝
Rp 2,480,000
= Rp 1,276,935− Rp
684,437
= 4 Unit
4.6 Titik Impas Pendapatan
Titik impas merupakan titik balik dimana jumlah biaya operasi telah
tertutupi oleh pendapatan penjualan atau titik kembali modal. Perhitungan titik
impas dipengaruhi oleh penjualan, persentase keuntungan yang diperoleh, serta
biaya operasional yang dikeluarkan terbagi atas biaya tetap dan biaya variabel.
Titik Impas dapat dihitung sebagai berikut :
Biaya tetap (BT)
= Rp 2,480,000
Harga Penjualan (HP)
= Rp 1,276,935
Biaya Per Unit Produk (BUP)
= Rp 684,437
Jumlah Rupiah Penjualan (Jp)
𝐵𝑇
= 𝐵𝑇 + (𝐻𝑃−𝐵𝑢𝑝) 𝑥 𝐵𝑢𝑝
= Rp 2,480,000 +
Rp 2,480,000
Rp 1,276,935− Rp 684,437
𝑥 Rp 684,437
= Rp 5,344,827
4.7 Waktu Pengembalian
Waktu pengembalian adalah waktu yang diperlukan untuk mencapai
titik impas. Menghitung titik impas (BEP) waktu pengembalian :
Jumlah Unit Produk yang Terjual (Jup)
= 4 unit
Kapasitas Produksi Persatuan waktu (KP)
= 0.67 produk/hari
26
Hari Kerja Persatuan Waktu (HK)
= 8 jam/hari
Waktu Pengembalian (WP)
=
𝐽𝑢𝑝
𝐾𝑃
𝑥 𝐻𝐾
4
= 0.67 𝑥 8 = 48 hari
Tabel 4.13 Rekapitulasi Biaya untuk Mendapatkan BEP
Unit
Biaya Tetap
Harga Penjualan
(BT)
(HP)
0
Rp 2,480,000
1
Rp 2,480,000 Rp 1,276,935
2
BUP
Rp -
Total Pendapatan
Laba/Rugi
Rp -
Rp 2,480,000 Rp
2,480,000
Rp
1,021,548
Rp 3,501,548 Rp
2,224,613
Rp 2,480,000 Rp 2,553,870
Rp
2,043,096
Rp 4,523,096 Rp
1,969,226
3
Rp 2,480,000 Rp 3,830,805
Rp
3,064,644
Rp 5,544,644 Rp
1,713,839
4
Rp 2,480,000 Rp 5,107,740
Rp
4,086,192
Rp 6,728,640 Rp
1,620,900
9
Rp 2,480,000 Rp 11,492,415
Rp
9,193,932
Rp 11,673,932 Rp
181,517
11
Rp 2,480,000 Rp 14,046,285
Rp11,237,028
Rp 13,717,028 Rp
329,257
13
Rp 2,480,000 Rp 16,600,154
Rp 13,280,124
Rp 15,760,124
Rp
840,031
15
Rp 2,480,000 Rp 19,154,024
Rp 15,323,219
Rp 17,803,219
Rp 1,350,805
17
Rp 2,480,000 Rp 21,707,894
Rp 17,366,315
Rp 19,846,315
Rp 1,861,579
19
Rp 2,480,000 Rp 24,261,764
Rp 19,409,411
Rp 21,889,411
Rp 2,372,353
21
Rp 2,480,000 Rp 26,815,634
Rp 21,452,507
Rp 23,932,507
Rp 2,883,127
23
Rp 2,480,000 Rp 29,369,504
Rp 23,495,603
Rp 25,975,603
Rp 3,393,901
25
Rp 2,480,000 Rp 31,923,374
Rp 25,538,699
Rp 28,018,699
Rp 3,904,675
27
Rp 2,480,000 Rp 34,477,244
Rp 27,581,795
Rp 30,061,795
Rp 4,415,449
29
Rp 2,480,000 Rp 37,031,114
Rp 29,624,891
Rp 32,104,891 Rp
4,926,223
31
Rp 2,480,000 Rp 39,584,984
Rp 31,667,987
Rp 34,147,987 Rp
5,436,997
33
Rp 2,480,000 Rp 42,138,854
Rp 33,711,083
Rp 36,191,083 Rp
5,947,771
= Penjualan dalam 1 bulan yaitu 21 unit. Berkaitan dengan laporan aliran kas per
bulan.
27
BEP (BREAK EVENT POINT)
Rp60 000 000
Modal Produksi
Rp50 000 000
Untung
Rp40 000 000
Rp30 000 000
Rp20 000 000
Rp10 000 000
Rugi
Rp0
5 Titik Impas
10
15
20
25
30
35
Unit Produksi
Gambar 4.1 Grafik BEP. Garis oranye menunjukkan harga penjualan (HP)
sementara garis biru menunjukkan total pendapatan.
4.8 Laporan Aliran Kas
Tabel 4.14 Aliran Kas
Keterangan
Posisi Awal
Bulan 1
Bulan 2
A. Kas Masuk
1) Saldo kas awal
Rp
904,883
2) Penjualan
Rp
26,825,634
Rp 26,825,634
Rp
27,720,517
Rp
40,847,408.35
2) Bahan Baku
Rp
4,880,021
Rp
4,880,021
3) Biaya Produksi
Rp
8,808,721
Rp
8,808,721
3) Modal sendiri
Rp 14,031,774.23
Rp150,000,000
4) Utang
Total kas masuk
Rp150,000,000
B. Kas Keluar
1) Investasi
Rp 149,095,117
4) Biaya Umum
5) Biaya Bunga
Total Kas Keluar
Rp 149,095,117
Rp
13,688,743
Rp
13,688,743
C. Sisa Kas
Rp
904,883
Rp
14,031,774
Rp
14,031,774
Rp
904,883
Rp
14,031,774
Rp
14,031,774
D. Angsuran Utang
Saldo Kas Akhir
28
4.9 Rencana Laba Rugi
Tabel 4.15 Rencana Laba Rugi
Uraian
Jumlah
Total
Hasil Penjualan
1) Penjualan tunai
Rp
26,825,634
2) Penjualan kredit
Jumlah Penjualan
Rp
26,825,634
Jumlah Biaya Produksi
Rp
2,652,495
Laba kotor
Rp
24,163,139
Jumlah Biaya Operasi
Rp
2,575,000
Laba Operasi
Rp
5,107,739.83
Rp
5,107,739.83
Rp
5,107,739.83
Biaya Pokok Produksi
1) Bahan baku
a. Persediaan awal
b. Pembelian bahan baku
Rp
4,880,021
Rp
2,652,495
c. Persediaan akhir
2) Tenaga Kerja
a. Biaya tenaga kerja
b. Biaya Umum
Biaya Operasi
1) Gaji pemilik
2) Gaji karyawan
Rp
2,250,000
Rp
325,000
3) Biaya administrasi
4) Beban lain-lain
5) Penyusutan
1) Bunga pinjaman
Laba Sebelum Pajak
1) Pajak-pajak
Laba Bersih
29
4.10
Neraca Awal Usaha
Tabel 4.16 Neraca Awal Usaha
Harta (Aktiva) Lancar
1 Kas
Rp
Utang (Pasiva) Lancar
904,883
1 Utang dagang
2 Bank
2 Utang modal
3 Piutang
3
4 Persediaan
4
Gaji dibayar di
5
5 muka
Jumlah Harta
Jumlah Utang
Rp
Lancar
904,883
-
Lancar
Harta Tetap
Utang Jangka Panjang
1 Tanah
Rp 90,000,000
1 Kredit Investasi
2 Bangunan
Rp 35,000,000
2 Utang lain-lain
3 Mesin & Peralatan
Rp
2,380,000
3
4 Inventaris Kantor
Rp 16,820,000
4
Jumlah Utang
5 Kendaraan
Jumlah
6
Jangka P.
-
Jumlah Utang
-
Rp 144,200,000
Akumulasi
Penyusutan
Jumlah Harta
Rp 144,200,000
Tetap
Harta Tak Berwujud
1
Modal
Sewa dibayar di
1 Modal Awal
muka
2
Perizinan
2 Akumulasi laba rugi
3
Amortasi (Paten)
3 Laba disetor
JumlahHarta Tak
Berwujud
TOTAL HARTA
Rp 144,200,000
30
Rp 150,000,000
Jumlah Modal
Rp 150,000,000
TOTAL UTANG
Rp 150,000,000
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan pada bab ini merupakan ulasan secara singkat mengenai rincian
yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya yakni Agrapana Furniture Craft
Corporation bergerak di bidang usaha furnitur dan mebel dengan salah satu produk
MERAK (Meja dan Rak) Eco Friendly dengan segala manfaat dan keunggulannya.
Anggaran pokok produksi MERAK (Meja dan Rak) Eco Friendly membutuhkan
modal sebesar Rp 1,021,548 dengan keuntungan penjualan 25 % sehingga Harga
Penjualan menjadi Rp 1,276,935. Dengan harga penjualan sekian perusahaan akan
mencapai titik impas pada saat penjualan unit ke 4 di bulan pertama.
31
DAFTAR PUSTAKA
Prabowo, Dani. 2018. Kebutuhan Meningkat Peluang Industru Furnitur Tanah Air
Makin
Lebar. Diakses 2 November 2019. URL : https : // properti. Kompas
/read/2018/01/10/180733621/kebutuhan
.com
-meningkat-peluang-industri-furnitur-
tanah-air-makin-lebar
Wasito, Hadi. 2014. Technopreneurship Bidang Industri Konstruksi. Malang: Aditya
Media Publishing
32
Download