MODUL PERKULIAHAN Aljabar Linear Pengantar Vektor Norm dan Sudut Vektor Fakultas Program Studi Tatap Muka Ilmu Komputer Teknik Informatika 07 Abstract Kode MK Disusun Oleh F061700006 Eugenius Kau Suni, ST.,MT. Kompetensi Materi ini membahas tentang Pengantar Vektor Mahasiswa diharapkan dapat Norm dan Sudut Vektor. memahami Pengantar Vektor Norm dan Melakukan Perhitungan Sudut Vektor. Pembahasan PENGANTAR VEKTOR Vektor didefinisikan sebagai besaran yang memiliki arah. Kecepatan, gaya dan pergeseran merupakan contoh – contoh dari vektor karena semuanya memiliki besar dan arah walaupun untuk kecepatan arahnya hanya positif dan negatif. Vektor dikatakan berada di ruang – n ( Rn ) jika vektor tersebut mengandung n komponen. Jika vektor bearada di R2 maka dikatakan vektor berada di bidang, sedangkan jika vektor berada di R3 maka dikatakan vektor berada di ruang. Secara geometris, di bidang dan di ruang vektor merupakan segmen garis berarah yang memiliki titik awal dan titik akhir. Vektor biasa dinotasikan dengan huruf kecil tebal atau huruf kecil dengan ruas garis. Sejumlah besaran beserta kuantitasnya seperti luas, panjang, massa, suhu, dan sejenisnya dapat disebut sebagai skalar. Besaran-besaran yang disertai dengan arah disebut sebagai vektor. Sehingga vektor didefinisikan sebagai besaran yang memiliki arah. Misalkan sebuah kendaraan bergerak dengan kecepatan 70 km/jam ke arah barat. Kecepatan dan arah kendaraan ini membetuk sebuah vektor yang disebut kecepatan kendaraan. Contoh lain dapat dijumpai saat sebuah meja didorong dengan gaya tertentu sehingga mengalami pergeseran tempat. Dalam kasus seperti ini dapat dijumpai sebuah vektor gaya dan pergeseran. Secara simbolis, vektor dapat dinyatakan dengan huruf kecil tebal seperti a, b, c, x, y, z, atau huruf lainnya. Secara geometrik, sebuah vektor dapat dinyatakan sebagai ruas garis terarah atau anak panah pada bidang dan ruang. Contoh : 2020 2 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id Arah anak panah menunjukkan arah vektor sedangkan panjang anak panah menunjukkan besaran vektor. Dari gambar di atas terlihat beberapa segmen garis berarah ( vektor ) seperti AB , AC dan AD dengan A disebut sebagai titik awal , sedangkan titik B, C dan D disebut titik akhir. Vektor posisi didefinisikan sebagai vektor yang memiliki titik awal O ( untuk vektor di bidang , titik O adalah ( 0,0 )). Operasi-operasi pada vektor antara lain : 1. Penjumlahan dua vektor 2. Perkalian vektor dengan skalar 3. Perhitungan vektor Penjumlahan Dua Vektor Misalkan maka vektor ( dan adalah vektor – vektor yang berada di ruang yang sama , + ) didefinisikan sebagai vektor yang titik awalnya = titik awal dan titik akhirnya = titik akhir . Contoh : Perhatikan gambar di atas. Misalkan didefinisikan sebagai w = + = AB dan , maka w akan memiliki titik awal = A dan titik akhir = C, jadi w merupakan segmen garis berarah AC . 2020 3 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. = BC , jika vektor w Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id Jumlah Vektor Metode Segitiga dapat diamati pada contoh berikut ini : Jika v dan w adalah sebarang vektor yang diletakkan sedemikian sehingga titik akhir v berhimpit dengan titik awal w, maka jumlah vektor v + w direpresentasikan dengan anak panah dari titik awal v hingga titik akhir w. Jumlah Vektor Metode Jajar Genjang dapat diamati pada contoh berikut ini : Jika v dan w adalah sebarang vektor yang diletakkan sedemikian sehingga titik awalnya saling berhimpit dan masing-masing ujungnya dihubungkan dengan bayangan vektor selainnya, maka jumlah vektor v + w direpresentasikan dengan anak panah yang berhimpit dengan garis diagonal jajar genjang. Vektor Nol dan Negatif dapat dijelaskan sebagai berikut ini : Vektor nol adalah vektor dengan panjang nol dan dinyatakan sebagai 0. Secara geometrik vektor nol dapat direpresentasikan dengan sebuah titik. Vektor nol memiliki sifat : 0+v=v+0=v Jika v sebarang vektor taknol, maka -v adalah bentuk negatif dari v dan didefnisikan sebagai vektor yang besarnya sama dengan v namun memiliki arah yang berlawanan. Vektor ini memiliki sifat : v + (-v) = 0 2020 4 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id Perkalian Vektor dengan Skalar Perkalian vektor adalah operasi perkalian dengan dua operand (objek yang dikalikan) berupa vektor. Tetapi hasil operasi ini tidak selalu adalah vektor. Terdapat tiga macam perkalian vektor, yaitu produk skalar atau perkalian titik (dot product atau scalar product), perkalian silang (cross product atau vector product atau directed area product) dan perkalian langsung (direct product). Perkalian vektor ini dikaitkan dengan vektor nol. Vektor nol didefinisikan sebagai vektor yang memiliki panjang = 0. Misalkan skalar , k ∈ R . Perkalian vektor vektor tak nol dan k adalah dengan skalar k , k vektor yang panjangnya || || kali panjang didefinisikan sebagai dengan arah : Jika k > 0 --› searah dengan Jika k < 0 --› berlawanan arah dengan Contoh : Perhitungan Vektor Diketahui a dan b vektor–vektor di ruang yang komponen – komponennya adalah = ( a1,a2,a3 ) dan = ( b1,b2,b3 ) Maka + = (a1 + b1, a2 + b2, a3 + b3 ) k. = (a1 - b1, a2 - b2, a3 - b3 ) = ( ka1, ka2, ka3 ) Jika = AB kemudian titik koordinat A = ( a1,a2,a3 ) dan B = ( b1,b2,b3 ) Maka = (b1 − a1 , b2 − a2, b3 − a3 ) 2020 5 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id VEKTOR PADA RUANG BERDIMENSI DUA Diulang kembali, vektor adalah suatu besaran yang mempunyai nilai besar dan arah. Suatu vektor dapat digambarkan sebagai ruas garis berarah. Nilai besar vektor dinyatakan dengan panjang garis dan arahnya dinyatakan dengan tanda panah. Notasi vektor biasanya dengan menggunakan tanda anak panah di atasnya atau bisa juga dengan menggunakan huruf kecil yang tebal. Suatu vektor biasanya juga bisa dinyatakan dengan pasangan terurut bilangan real atau bisa juga dengan menggunakan matriks kolom. Misalkan v adalah sebarang vektor yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga titik awalnya berhimpit dengan titik asal sistem koordinat siku-siku. Koordinat (v1, v2) dari titik akhir v disebut komponen v, ditulis : v = (v1, v2) Ekuivalen Dua vektor ekuivalen secara geometris akan diletakkan saling berhimpit pada bidang koordinat karena mempunyai besaran dan arah yang sama. Dua vektor : v = (v1, v2) dan w = (w1,w2) dikatakan akuivalen jika dan hanya jika : v1 = w1 dan v2 = w2 Penjumlahan dan Perkalian Skalar Jika v = (v1, v2) dan w = (w1,w2) sebarang vektor dan k adalah sebarang skalar, maka : v + w = (v1 + w1, v2 + w2) kv =(kv1, kv2) 2020 6 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id Vektor pada ruang 2 dimensi dapat juga diamati pada gambar di bawah ini : Contoh : Jika v = (1,-2), w = (7, 6), dan k = 4, maka v + w = (1 + 7,-2 + 6) = (8, 4) kv = 4 (1,-2) = (4,-8) Pengurangan Vektor Karena v - w = v + (-1) w, maka v - w = (v1 - w1, v2 - w2) Buktikan bahwa hubungan ini berlaku ! Suatu vektor biasanya juga bisa dinyatakan dengan pasangan terurut bilangan real atau bisa juga dengan menggunakan matriks kolom. Misalnya : Maksudnya vektor tersebut 2 ke arah kanan dan 3 ke arah atas. Vektor berarti titik A sebagai titik pangkal dan titik B sebagai ujung. Vektor dengan vektor besarnya panjangnyapanjangnya sama, hanya arahnya saling berlawanan. Jadi jika vektor dinyatakan dengan 2020 7 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. maka vektor suka dinyatakan dengan Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id . Dua vektor dikatakan sama jika besar dan arahnya sama. Artinya suatu vektor letaknya bisa dimana saja asalkan besar dan arahnya sama. Vektor Posisi Vektor posisi yaitu vektor yang posisi letaknyaletaknya tertentu. Misalnya merupakan vektor posisi dimana pangkalnya di titik A dan ujungnya di titik B. Atau misalnya yaitu vektor posisi yang awalnya di titik pusat dan ujungnya di titik A. Vektor posisi dan seterusnya biasanya diwakili oleh vektor dengan huruf kecil misalnya dan sebagainya. Jadi , Contoh : Jika titik A1,21,2 dan B5,95,9 maka tentukan AB! Penyelesaian : AB = 9–2,5–19–2,5–1 = 7,4 2020 8 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id SOAL LATIHAN – 7 Kerjakanlah soal-soal berikut ini : 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan vektor, dan jelaskan pula perbedaan vektor dan skalar ? 2. Tentang perkalian vektor. Diketahui a = ( 1, −3 ) dan b = ( 3k, −1 ) Tentukan nilai k agar a dan b saling tegak lurus ! 3. Perhatikan gambar vektor dua dimensi berikut ini : Jelaskanlah vektor pada gambar di atas sesuai pemahaman Anda ! 2020 9 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id Daftar Pustaka [1] Anton, H. 1997. Aljabar Linear Elementer (terjemahan). Jakarta: Erlangga. Edwin J [2] Utomo, A. S. (2018). Pengantar Metode Komputasi: Untuk sains dan Teknik. UGM PRESS. [3] Farida, N., & Suryadinata, N. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Aljabar Linear Berbasis Open Ended. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 5(2), 145-151. [4] Rosita, C. D., Nopriana, T., & Dewi, I. L. K. (2017). Bahan Ajar Aljabar Linear Berbasis Kemampuan Pemahaman Matematis. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 6(2), 266-272. [5] Yusuf Yahya, Suryadi HS, Agus S, 2010. Matematika Dasar Untuk Perguruan Tinggi. Serial Matematika dan Komputer Aski, Ghalia Indonesia. 2020 10 Aljabar Linear Eugenius Kau Suni, ST., MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana.ac.id