Uploaded by hasan

adoc.tips mata-kuliah-asuhan-kebidanan-kehamilan

advertisement
MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN
KEHAMILAN
 100 Menit
TINJAUAN MATA KULIAH
A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah
Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan ini memberikan kemampuan untuk
melaksankan asuhan kebidanan pada kehamilan dengan pendekatan manajemen
kebidanan yang didasari konsep – konsep, sikap dan ketrampilan serta hasil evidence
based dengan pokok bahasan asuhan sesuai dengan konsep dasar asuhan pada ibu hamil
secara komprehensif dan berkesinambungan, pengkajian terfokus dalam kehamilan,
Memastikan kehamilan, Menetapkan diagnosis kehamilan dengan tepat, Memberikan asuhan
sesuai tahapan perkembangan kehamilan ibu, Memberikan pendidikan kesehatan dan
konseling kehamilan pada ibu dan keluarga sesuai kebutuhan, Memberikan pendidikan pada
calon orang tua (parentcraft education), Menyiapkan ibu dan keluarga menghadapi persalinan
dan antisipasi kegawatdaruratan, Memantau perkembangan kehamilan, Mendeteksi dini
penyimpangan kehamilan normal, Mendokumentasikan hasil temuan dan asuhan yang sudah
dilakukan serta yang memerlukan pemantauan lanjutan.
B. Kegunaan/Manfaat Mata Kuliah
Dengan adanya mata kuliah asuhan kebidanan kehamilan diharapkan mahasiswa
menjadi lebih kompeten dan lebih profesional dalam memberikan dan menerapkan
asuhan kebidanan masa kehamilan.
C. Standar Kompetensi Mata Kuliah
Standar kompetensi mata kuliah asuhan kebidanan kehamilan adalah mahasiswa
diharapkan mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal dan dapat
memdeteksi dini komplikasi masa kehamilan.
D. Susunan Urutan Bahan Ajar
1. Melaksanakan asuhan sesuai dengan konsep dasar asuhan pada ibu hamil secara
komprehensif dan berkesinambungan
a. Konsep
dasar proses kehamilan : mulai dari konsepsi s/d perkembangan
janin(Review)
b. Konsep dasar asuhan kehamilan meliputi filosofi, etika dalam asuhan kehamilan,
standar pelayanan asuhan kehamilan, manajemen kebidanan dalam kehamilan
c. Proses adaptasi fisiologi dan psikologi dalam kehamilan
2. Melakukan pengkajian terfokus dalam kehamilan
a. Tanda tanda dan gejala kehamilan
b. Pemantauan Pertumbuhan dan perkembangan dan kesejahteraan janin
3. Memastikan kehamilan
Pengkajian terfokus dan tes diagnostik dalam masa kehamilan
4. Menetapkan diagnosis kehamilan dengan tepat
5. Memberikan asuhan sesuai tahapan perkembangan kehamilan ibu
a. Kebutuhan dasar ibu hamil sesuai dengan tahap perkembangannya meliputi
nutrisi, kebersihan, seksualitas, bekerja di dalam maupun diluar rumah
b. Asuhan kehamilankunjungan awal dan ulang
6. Memberikan pendidikan kesehatan dan konseling kehamilan pada ibu dan keluarga
sesuai kebutuhan
a. Ketidaknyamanan selama kehamilan dan antisipasinya
b. Kebutuhan dasar ibu hamil sesuai dengan tahap perkembangannya
7. Memberikan pendidikan pada calon orang tua (parentcraft education).
a. Memberikan pendidikan kesehatan pada ibu dan keluarga mengenai tanda-tanda
bahaya, tehnik mengurangi ketidaknyamanan yang lazim terjadi dalam kehamilan,
persiapan persalinan, persiapan menjadi orang tua, bimbingan antisipasi.
b. Promosi dan dukungan pada ibu untuk menyusui
8. Menyiapkan ibu dan keluarga menghadapi persalinan dan antisipasi kegawatdaruratan
Perencanaan dan persiapan persalinan dan kegawatdaruratan (P4K)
9. Memantau perkembangan kehamilan
Perkembangan normal kehamilan dengan menggunakan Buku KIA
10. Mendeteksi dini penyimpangan kehamilan normal
a. Deteksi dini terhadap komplikasi / penyulit pada ibu
b. Deteksi dini terhadap komplikasi janin
c. Diagnosis pada komplikasi / kelainan pada ibu dan janin
d. Rencana tindakan pada kelaian / komplikasi pada ibu dan janin melalui kolaborasi
dengan tim work
e. Rencana tindakan pada kelaian / komplikasi pada ibu dan janin melalui rujukan
11. Mendokumentasikan hasil temuan dan asuhan yang sudah dilakukan serta yang
memerlukan pemantauan lanjutan
E. Petunjuk Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat mempelajari bahan ajar ini dan menbaca referensi yang
direkomendasikan sebagai buku acuan, membuka e-learning yang sudah ada.
BAB I
KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
N
O
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampumendiskripsikankonsepdasarasuhank a. Konsepdasar proses kehamilan:
ehamilan
mulaidarikonsepsi
s/d
perkembanganjanin(Review)
b. Konsepdasarasuhankehamilanmelipu
tifilosofi,
etikadalamasuhankehamilan,
standarpelayananasuhankehamilan,
manajemenkebidanandalamkehamila
n
c. Proses
adaptasi
fisiologi
dan
psikologi dalam kehamilan
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan konsep dasar asuhan
masa kehamilan
URAIAN MATERI
A. PengertianKehamilan
Kehamilan adalah suatu proses merantai yang berkesinambungan dan terdiri
dari ovulasi pelepasan sel telur, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, implantasi pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh
kembang hasil konsepsi sampai aterm. (manuaba,2010)
Kehamilan merupakan suatu proses alamiah (normal) dan bukan proses
patologis, tetapi kondisi normal dapat terjadi patologis. Hal tersebut dalam melakukan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan kehamilan
1
asuhan tidak perlu melakukan intervensi intervensi yang tidak perlu kecuali ada
indikasi (sulistyawati,2009)
Masa kehamilan dimulai kdari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dihitung dari haid pertama
haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan pertama dimulai dari hasil
konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dimulai dari bulan ke 4 sampai ke 6,
triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai ke 9. (syaifuddin,2008)
B. Tahapan Kehamilan
a. Konsepsi
Konsepsiadalahpertemuanantara
ovum
matangdanspermasehat
yang
memungkinkanterjadinyakehamilan. (Sulistyawati.A, 2009; h.35)
b. Fertilisasi
Fertilisasimerupakankelanjutandari
yaituspermabertemudengan
ovum,
proses
konsepsi,
terjadipenyatuanspermadengan
sampaidenganterjadiperubahanfisikdankimiawi
ovum,
ovum-
spermahinggamenjadibuahkehamilan. (Sulistyawati.A, 2009; h.36)
c. Implantasi (nidasi)
Implantasi (nidasi) adalahmasuknyaatautertanamnyahasilkonsepsikedalam
endometrium. (Sulistyawati.A, 2009; h.37)
Setelahterjadipembuahanakibatbersatunyaseltelurdengansel
kemudiandiikutiolehbeberapa
proses,
spermatozoa,
pembelahan,
danselanjutnyahasilkonsepsimelakukannidasiatauimplantasi,
makaselanjutnyahasilkonsepsimengalamipertumbuhandanperkembanganmenjadij
anin.
RANGKUMAN
Kehamilan merupakan suatu proses alamiah (normal) dan bukan proses
patologis, tetapi kondisi normal dapat terjadi patologis. Hal tersebut dalam melakukan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan kehamilan
2
asuhan tidak perlu melakukan intervensi intervensi yang tidak perlu kecuali ada
indikasi.
Kehamilan merupakan proses dari hasil konsepsi, fertilisasi dan implantasi
dari sperma membuahi sel telur.
TES FORMATIF
1. Yang dimaksudkehamilanadalah..
A. suatu proses merantai yang berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi pelepasan
sel telur, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot,
implantasi pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh kembang hasil
konsepsi sampai aterm
B. Masaperubahan uterus yang berangsurangsurkembalisepertikeadaansemula yang
dimulaisetelahbayilahir
C. Masasetelahplasentalahirdanberakhirketikaalatalatkandungankembalisepertikeadaansebelumhamil.
Masanifasberlangsungselamakira-kira 6 minggu.
D. Masawaktu 6-8 minggusetelahpersalinan
2. Seorang perempuan umur 25 tahundatangkeBPMdengankeluhantidakhaidkuranglebih
3
bulan,mengeluhselalumualpadapagihari,
menggunakanKBPiltapitidakrutinkarenalupa.
anakpertamabaruberumur 1
KemudianbidanmemeriksaNy.
tahun,
Sari
dandidapatkanhasilpemeriksaanyaitutekanandarah 110/80 mmHg, Nadi 80 x/menit,
ballotement (+), PP test (+) danHb 10,5 gr%. Apakah perubahan psikologis yang
mungkindialamipada pasien tersebut.............
A. Ibumerasadirinyajelekdananeh
B. Ibumerasasehatdannyamandengankehamilannya
C. Ibumerasakhawatirdantakutkalaubayinyatidak normal
D. Ibumencaritanda-tandauntuklebihmeyakinkanbahwadirinyahamil
3. Seorangperempuanumur 25 tahun datang ke BPM dengan keluhan mual, pusing
merupakan kasus dari.....
A. Persalinan
B. Kehamilan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan kehamilan
3
C. Nifas
D. Masa persalinan
E. kb
Kunci Jawaban;
1. A
2. D
3. B
4. B
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo, Sarwono, 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : YBP
– SP
Wiknjosastro, Hanifa, 2006. Ilmu Kebidanan, Edisi Ketiga, Jakarta : YBP-SP.
Wulanda, Febri Ayu. 2011. Biologi Reproduksi. Salemba Medika : Jakarta.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan kehamilan
4
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan kehamilan
5
BAB II
KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1
KOMPETENSI DASAR
Mampu menjelaskan konsep
dasar asuhan kehamilan
INDIKATOR
a. Mampu menjelaskan filosofi asuhan kehamilan
b. Mampu menjelaskan etika dalam asuhan
kehamilan
c. Mampu menjelaskan standar pelayanan asuhan
kehamilan
d. Mampu menjelaskan Manajemen kebidanan
dalam kehamilan
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan konsep dasar asuhan
kehamilan.
URAIAN MATERI
A. Filosofi asuhan kehamilan
1. Kehamilan merupakan proses alamiah
Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan nomal
berarti adalah bersifat fisiologis, bukan patologis.Oleh karenanya, asuhan yang di
berikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus
memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan – tindakan
yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care)
Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang
professional yang sama atau dari satu tim kecil tenaga professional sebab dengan
begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
8
selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah
mengenal si pemberi asuhan.
3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family
centered)
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang
di berikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan
kepentingan bidan.Asuhan yang di berikan hendaknya tidak hanya melibatkan ibu
hamil saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab
keluarga menjadi bagian integral /tak teroisahkan dari ibu hamil.Sikap, perilaku
dan kebiasaan ibu hamil sangat di pengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang di alami
oleh Ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain itu,
keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan
dukungan yang kuat bagi anggotanya. Dalam hal pengambilan keputusan haruslah
merupakan kesepakan bersama antara ibu, keluarganya, bidan, dengan ibu sebagai
penentu utama dalam proses pengambilan keputusan. Ibu mempunyai hak untuk
memilih dan memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh
pelayanan kebidanannya.
4. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan
memperoleh
pengetahuan
atau
pengalaman
yang
berhubungan
dengan
kehamilannya.
Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan
merswat ibu hamil, karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi dan
pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan harus di
berdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan
keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang di lakukan oleh bidan .
Seorang bidan harus memahami bahwa kehamilan dan persalinan
merupakan proses yang alamiah dan fisiologis, walau tidak di pungkiri dalam
beberapa kasus mungkin terjadi komplikasi sejak awal karena kondisi
tertentu/komplikasi tersebut terjadi kemungkinan. Proses kelahiran meliputi
kejadian fisik, psikososial dan kultural.
Kehamilan merupakan pengalaman yang sangat bermakna bagi perempuan,
keluarga dan masyarakat. Perilaku ibu selama masa kehamilannya mempengaruhi
kehamilanya,perilaku
ibu
dalam
mencari
penolong
persalinan
akan
mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang akan di lahirkan. Bidan harus
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
9
mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mencegah komplikasi pada saat
kehamilan dan persalinan sebagai satu kesatuan yang utuh. (Marmi, 2011; h.1011)
B. Etika dalam asuhan kehamilan
Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan issu utama diberbagai tempat,
dimana sering terjadi karena kurang pemahaman para praktisi pelayanan
kebidanan terhadap etika.Bidan sebagai pemberi pelayanan harus menjamin
pelayanan yang profesional dan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan
kebidanan. Bidan sebagai praktisi pelayanan harus menjaga perkembangan
praktek berdasarkan evidence based. Sehingga di sini berbagai dimensi etik dan
bagaimana pendekatan tentang etika merupakan hal yang penting untuk digali
dan dipahami.
Tuntutan bahwa etik adalah hal penting dalam kebidanan salah satunya
adalah karena bidan merupakan profesi yang bertanggung jawab terhadap
keputusan yang dibuat sehubungan dengan klien harus mempunyai tanggung
jawab moral terhadap keputusan yang diambil. Untuk dapat menjalankan praktek
kebidanan dengan baik tidak hanya dibutuhkan pengetahuan klinik yang baik,
serta pengetahuan yang up to date, tetapi bidan juga harus mempunyai
pemahaman isu etik dalam pelayanan kebidanan.
C. Standar pelayanan asuhan kehamilan
Standar pelayanan asuhan kehamilan (standar minimal ANC) adalah 14 T, yaitu :
1) Timbang dan ukur tinggi badan
Timbang BB dan pengukuran TB pertambahan BB yang normal pada ibu
hamil yaitu berdasarkan massa tubuh (BMI : body masa index) dimana
metode ini menentukan pertambahan optimal selama masa kehamilan, karena
merupakan hal yang penting untuk mengetahui BMI wanita hamil. Total
pertambahan BB pada kehamilan yang normal 11,5-16 kg adapun TB
menentukan panggul ibu, ukuran normal yang baik untuk ibu hamil antara
lain < 145 cm.
2) Ukur tensi darah
Tekanan darah perlu diukur untuk mengetahui perbandingan nilai dasar
selama kehamilan. Tekanan darah yang adekuat perlu untuk mempertahankan
fungsi plasenta, tetapi tekanan darah sistolik 140 mmHg atau diastolic 90
mmHg pada saat awal pemeriksaan dapat mengindikasi potensi hipertensi.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
3) Tinggi fundus uteri
Apabila usia kehamilan di bawah 24 minggu pengukuran dilakukan dengan
jari, tetapi apabila kehamilan diatas 24 minggu memakai Mc Donald yaitu
dengan cara mengukur tinggi fundus memakai metlin dari tepi atas sympisis
sampai fundus uteri kemudian ditentukan sesuai rumusnya.
4) Tetanus Toxoid (TT)
Pemberian imunisasi tetanus toxoid pada kehamilan umumnya diberikan 2
kali saja, imunisasi pertama diberikan pada usia 16 minggu untuk yang kedua
diberikan 4 minggu kemudian, akan tetapi untuk memaksimalkan
perlindungan maka dibuat jadwal pemberian imunisasi pada ibu.
Tabel 1 Jadwal pemberian imunisasi TT
Interval (selang
Lama
%
waktu minimal) Perlindungan Perlindungan
Pada kunjungan
TT1
antenatal pertama
4 minggu setelah
TT2
3 tahun
80
TT1
6 bulan setelah
TT3
5 tahun
95
TT2
1 tahun setelah
TT4
10 tahun
99
TT3
1 tahun setelah
TT5
25 tahun
99
TT4
(Sumber : Rukiah.A.Y dan Yuianti.L, 2014; h.120)
Antigen
5) Tablet Fe (min 90 tablet selama hamil)
Zat besi pada ibu hamil (Fe) adalah mencegah difisiensi zat besi pada ibu
hamil, bukan menaikkan kadar hemoglobin. Wanita hamil perlu menyerap zat
besi rata-rata 60 mg/hari, kebutuhannya meningkat secara signifikan pada
trimester 2, karena absorpsi usus yang tinggi. Fe diberikan 1x1 perhari setelah
rasa mual hilang, diberikan sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan.
Tablet zat sebaiknya tidak diminum dengan teh atau kopi, karena akan
mengganggu penyerapan. Jika ditemukan anemia berikan 2-3 tablet zat besi
perhari. Selain itu untuk memastikannya dilakukan pemeriksaan Hb yang
dilakukan 2 kali selama kehamilan yaitu pada saat kunjungan awal dan pada
usia kehamilan 28 minggu atau jika ada tanda-tanda anemia.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
11
6) Tes PMS
Penyakit menular seksual adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan
seksual.Akan berisiko tinggi apabila dilakukan dengan berganti-ganti
pasangan.Baik laki-laki maupun perempuan bisa berisiko tertular penyakit
kelamin.Perempuan berisiko lebih besar tertular karena bentuk alat
reproduksinya lebih rentan terhadap PMS.Beberapa jenis penyakit menular
yang harus diketahui, adalah gonorrhea, sifilis (raja singa), trikonomiasis,
ulkus mole (chancroid), klamidia, kutil kelamin, herpes, HIV/AIDS,
trikomoniasis, Pelvic Inflammatory Disease (PID).
7) Pemeriksaan HB (Haemoglobulin)
Dianjurkan
pada
saat
kehamilan
diperiksa
Haemoglobulin
untuk
memeriksakan darah ibu, apakah ibu mengalami anemia atau tidak,
mengetahui golongan darah ibu, sehingga apabila ibu membutuhkan donor
darah pada saat persalinan ibu sudah mempersiapkannya sesuai dengan
golongan darah ibu.
8) Pemeriksaan VDRL
Menganjurkan untuk pemeriksaan VDRL untuk mendeteksi secara dini risiko
penularan penyakit IMS.
9) Perawatan payudara, senam payudara dan tekan payudara
Sangat penting dan sangat dianjurkan selama hamil dalam merawat payudara,
karena untuk kelancaran proses menyusui dan tidak adanya komplikasi pada
payudara, karena segera setelah lahir bayi akan dilakukan IMD.
10) Pemeliharaan tingkat kebugaran/senam ibu hamil
Untuk melatih nafas saat menghadapi proses persalinan, dan untuk menjaga
kebugaran tubuh ibu selama hamil.
11) Temu wicara
Anamnesa meliputi biodata riwayat menstruasi, kesehatan, kehamilan,
persalinan, dan nifas, biopsikososial dan pengetahuan klien.
12) Pemeriksaan protein urine atas indikasi
Sebagai pemeriksaan penunjang dilakukan pemeriksaan protei urine, karena
untuk mendeteksi secara dini apakah ibu mengalami hipertensi atau
tidak.Karena apabila hasil protein (positif), maka ibu bahaya PEB.
13) Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
12
Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mendeteksi secara dini ditakutkan
ibu mengalami penyakit Diabetes Militus (DM).
14) Pemberian terapi kapsul yodi untuk daerah endemis gondok
Diberikannya terapi tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan
yodium, dan mengurangi terjadinya kekerdilan pada bayinya kelak.Pemberian
terapi anti malaria daerah endemis malaria. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L,
2014; h.118-125)
D. Manajemen kebidanan dalam kehamilan
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan
sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah, temuan, serta keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk
mengambil suatu keputusan yang berfokus pada pasien.
Proses manajemen kebidanan terdiri atas langkah-langkah berikut ini :
1) Pengkajian
Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan
lengkap
dari
berbagai
sumber
yang
berkaitan
dengan
kondisi
klien.Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis.Anamnesis adalah
pengkajian dalam rangka mendapatkan data tentang pasien melalui pengajuan
pertanyaan-pertanyaan. Anamnesis dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu :
a) Auto anamnesis
Adalah anamnesis yang dilakukan pada pasien langsung.Jadi data yang
diperoleh adalah data primer, karena langsung dari sumbernya.
b) Allo anamnesis
Adalah anamnesis yang dilakukan kepada keluarga pasien untuk
memperoleh data tentang pasien.Ini dilakukan pada keadaan darurat
ketika pasien tidak memungkinkan lagi untuk memberikan data yang
akurat.
2) Interpretasi data dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis, masalah, dan
kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang
telah dikumpulkan.Langkah awal dari perumusan diagnosis atau masalah
adalah pengolahan data dan analisis dengan menggabungkan data satu dengan
lainnya sehingga tergambar fakta.
3) Merumuskan diagnosa/masalah potensial
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
13
Pada langkah ini kita mengidentifikasikan masalah atau diagnosis potensial
lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga. Langkah ini
membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil
terus mengamati kondisi klien.Bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila
diagnosis atau masalah potensial benar-benar terjadi.
4) Mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan
segera
Dalam pelaksanaannya terkadang bidan dihadapkan pada beberapa situasi
yang memerlukan penanganan segera (emergensi) dimana bidan harus segera
melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien, namun kadang juga berada
pada situasi pasien yang memerlukan tindakan segera sementara menunggu
intruksi dokter, atau bahkan mungkin juga situasi pasien yang memerlukan
konsultasi dengan tim kesehatan yang lain. Disini bidan sangat dituntut
kemamuannya untuk dapat selalu melakukan evaluasi keadaan pasien agar
asuhan yang diberikan tepat dan aman.
5) Merencanakan asuhan kebidanan
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh berdasarkan langkah
sebelumnya.
Semua
perencanaan
yang
dibuat
harus
berdasarkan
pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan, teori yang up to date,
perawatan berdasarkan bukti (evidence based care), serta divasilidasikan
dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh
pasien. Dalam menyusun perencanaan sebaiknya pasien dilibatkan, karena
pada akhirnya pengambilan keputusan dalam melaksanakan suatu rencana
asuhan harus disetujui oleh pasien. Untuk menghindari perencanaan asuhan
yang tidak terarah, maka dibuat terlebih dahulu pola piker sebagai berikut:
a) Tentukan tujuan tindakan yang akan dilakukan, meliputi sasaran dan
target hasil yang akan dicapai.
b) Tentukan rencana tindakan sesuai dengan masalah dan tujuan yang akan
dicapai.
6) Pelaksanaan asuhan kebidanan
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan
pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Realisasi dari
perencanaan dapat dilakukan oleh bidan, pasien, atau anggota keluarga yang
lain.jika bidan tidak melakukannya sendiri ia tetap memikul tanggung jawab
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
14
atas terlaksananya seluruh perencanaan. Dalam situasi dimana ia harus
berkolaborasi dengan dokter, misalnya karena pasien mengalami komplikasi,
bidan masih tetap bertanggung jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan
bersama tersebut. Manajemen yang efisien akan menyingkatkan waktu, biaya,
dan meningkatkan mutu asuhan.
7) Evaluasi
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada
pasien, kita mengacu kepada beberapa pertimbangan berikut ini.
a) Tujuan asuhan kebidanan
(1) Meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan kesehatan.
(2) Memfasilitasi ibu untuk menjalani kehamilannya dengan rasa aman
dan penuh percaya diri.
(3) Meyakinkan wanita dan pasangannya untuk mengembangkan
kemampuannya
sebagai
orang
tua
dan
untuk
mendapatkan
pengalaman berharga sebagai orang tua.
(4) Membantu keluarga untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan
mereka dan mengemban tanggung jawab terhadap kesehatnnya
sendiri.
b) Efektivitas tindakan untuk mengatasi masalah
Dalam melakukan evaluasi seberapa efektif tindakan dan asuhan yang kita
berikan kepada pasien, kita perlu mengkaji respons pasien dan
peningkatan kondisi yang kita targetkan pada saat penyusunan
perencanaan.Hasil pengkajian ini kita jadikan sebagai acuan dalam
pelaksanaan acuan berikutnya.
c) Hasil acuan
Hasil acuan adalah bentuk konkret dari perubahan kondisi pasien dan
keluarga
yang
meliputi
pemulihan
kondisi
pasien,
peningkatan
kesejahteraan emosional, peningkatan pengetahuan dan kemampuan
pasien mengenai perawatan diri, serta peningkatan kemandirian pasien
dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya. (Sulistyawati.A,
2009; h.165-187)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
15
RANGKUMAN
Kehamilan merupakan proses alamiahPerubahan-perubahan yang terjadi pada
wanita selama kehamilan nomal berarti adalah bersifat fisiologis, bukan patologis.
Oleh karenanya, asuhan yang di berikan pun adalah asuhan yang meminimalkan
intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari
tindakan – tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan issu utama diberbagai tempat,
dimana sering terjadi karena kurang pemahaman para praktisi pelayanan kebidanan
terhadap etika. Bidan sebagai pemberi pelayanan harus menjamin pelayanan yang
profesional dan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan kebidanan.
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan
sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah, temuan, serta keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk
mengambil suatu keputusan yang berfokus pada pasien.
TES FORMATIF
1. Kehamilan merupakan ...
a. Proses alamiah
b. Proses buatan
c. Proses pencangkokan
d. Proses kloning
2. Pelayanan yang terpusat pada wanita (ibu hamil) dalam asuhan kebidanan
berdasarkan...
a. Kebutuhan bidan
b. Kebutuhan masyarakat
c. Kebutuhan ibu
d. Kebutuhan tetangga
3. Yang termasuk standar asuhan kehamilan kecuali....
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
16
a. Ukur tekanan darah
b. Timbang berat badan
c. Ukur tinggi fundus uteri
d. Ukur suhu
Kunci jawaban
1. A
2. C
3. D
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,. 2002.
Bobak , L. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 2004.
Hanifa Wiknjosastro, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.1999
Sarwono Prawiroharjo. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo. 2000.
Mochtar, R. 2008. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
17
BAB III
PROSES ADAPTASI FISIOLOGI DAN PSIKOLOGI DALAM KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1
KOMPETENSI DASAR
Mampu menjelaskan proses
adaptasi fisiologi dan psikologi
dalam kehamilan
INDIKATOR
a. Mampumenjelaskan proses adaptasi
fisiologis
b. Mampu menjelaskan proses adaptasi
patologis
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan adaptasi fisiologi dan
psikologi dalam kehamilan
URAIAN MATERI
A. Proses Adaptasi Fisiologi Dan Psikologi Dalam Kehamilan
a. Proses adaptasi fisiologis dalam kehamilan
1) Sistem Reproduksi
a) Uterus
(1) Ukuran, pada kehamilan cukup bulan , ukuran uterus adalah 30 x 25
x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000 cc. hal ini memungkinkan
bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan janin. Pada saat ini rahim
membesar akibat hipertropri dan hiperplasi otot polos rahim,
serabut–serabut kolagennya menjadi higroskopik, dan endrometrium
menjandi desidua. Jika penambahan ukuran TFU per tiga jari, dapat
dicermati dalam table berikut ini. (Sulistyawati,2009; h. 59-60)
Tabel 2. TFU Menurut Penambahan Per Tiga Jari
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
18
Usia Kehamilan (Minggu)
Tinggi Fundus Uteri (TFU)
12
16
20
24
28
32
3 jari di atas simfisis
Pertengahan pusat simfisis
3 jari di bawah pusat
Setinggi pusat
3 jari di atas pusat
Pertengahan pusat prossesus
xyphoideus (PX)
36
3 jari di bawah prossesus
xyphodeus (PX)
40
Pertengahan pusat prossesus
xyphodeus (PX)
(Sumber : Sulistyawati, 2009; h. 60)
(2) Berat
Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjandi
1.000 gram pada akhirnya. (Sulistyawati,2009; h. 60)
Tabel 3. Bentuk Uterus Berdasarkan Usia Kehamilan
Usia
Kehamilan
Bulan pertama
Bentuk dan Konsistensi Uterus
Seperti buah alpukat.
Istmus rahim menjadi hipertropi dan
bertambah panjang sehingga bila diraba
terasa lebih lunak , keadaan ini yang disebut
dengan tanda hegar
2 bulan
Sebesar telur bebek
3 bulan
Sebesar telur angsa
4 bulan
Berbentuk bulat
5 bulan
Rahim teraba seperti berisi cairan ketuban,
rahim terasa tipis, itulah sebabnya mengapa
bagian- bagian janin ini dapat dirasakan
melalui perabaan dinding perut
(Sumber : Sulistyawati,2009; h. 60)
(3) Posisi rahim dalam kehamilan
(a) Pada permulaan kehamilan, dalam posisi antefleksi atau
retlofeksi.
(b) Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis.
(c) Setelah itu, mulai memastikan rongga perut yang dalam
pembesaran dapat mencapai batas hati.
(d) Pada ibu hamil rahim biasanya mobile, lebih mengisi rongga
abdomen kanan dan kiri.
(Sulistyawati,2009; h. 60-61)
(4) Vaskularisasi
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
19
Arteri uterine dan ovarika bertambah dalam diameter, panjang
dan anak-anak cabangnya, pembuluh darah vena mengembang dan
bertambah. (Sulistyawati, 2009; h. 61)
(5) Servik uteri
Betambah vaskularisasinya dan menjadi lunak, kondisi ini yang
disebut dengan tanda goodell.Kelenjar endoservikal membesar dan
mengeluarkan banyak cairan mukus.Oleh karena pertambahan dan
pelebaran pembulu darah, warnanya menjadi livid, dan ini disebut
dengan tanda Chadwick. (Sulistyawati,2009; h. 61)
(6) Ovarium
Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum
graviditas sampai terbentuknya plasenta yang akan mengambil alih
penegeluaran estrogen dan progesterone. (Sulistyawati,2009; h. 61)
(7) Vagina daan vulva
Oleh karena pengaruh estrogen, terjadi hipervaskularisasi pada
vagina dan vulva, sehingga pada bagian tersebut terlihat lebih merah
atau
kebiruaan,kondisi
ini
disebut
dengan
tanda
chdwick.
(Sulistyawati,2009; h. 61)
2) Sistem Kardiovaskuler
Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap
menitnya atau biasa disebut sebagai curah jantung (cardiac output)
meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada usia
kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 16- 28
minggu. Oleh Karena curah jantung yang meningkat, maka denyut jantung
pada saat istirahat juga meningkat ( dalam keadaaan normal 70 kali/ menit
menjadi 80-90 kali/ menit). Pada ibu hamil dengan penyakit jantung.Ia dapat
jatuh dalam keadaaan decompensate cordis.
Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun
karena pembesaran rahim menekan vena yang membawa darah dari tungkai
ke jantung, selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%, setelah
persalinan curah jantung menurun sampai 15-25 di atas batas kehamilan lalu
secara perlahan kembali ke batas kehamilan.
Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi
karena adanya perubahan dalam darah ke rahim.Janin yang terus tumbuh,
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
20
menyebabkan darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. Pada akhir usia
kehamilan,
rahim
menerima
seperlima
dari
seluruh
darah
ibu.
(Sulistyawati,2009; h. 61-62)
3) Sistem Urinaria
Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah
yang volumenya meningkat (selama 30-50% atau lebih), Yang puncaknya
terjadi pada usia kehamilan 16 -24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan
( pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang
membesar). (Sulistyawati,2009; h. 62)
4) Sistem Gastrointestinal
Rahim yang semakin membesar akan menekan rectum dan usus bagian
bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi. Sembelit semakin berat
karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar
progesterone.
Wanita hamil sering mengalami rasa panas di dada (heartburn) dan
sendawa, yang kemungkinan terjadikarena makanan lebih lama berada di
dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah
yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.
(Sulistyawati,2009; h. 63)
5) Sistem Metabolisme
Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan tulangnya
dan ini terjadi ketika trimester terakhir.Oleh karena itu, peningkatan asupan
kalsium
sangat
diperlukan
untuk
menunjang kebutuhan.Peningkatan
kebutuhan kalsium mencapai 70% dari diet biasanya. Penting bagi ibu hamil
untuk selalu sarapan karena kadar glukosa darah ibu sangat berperan dalam
perkembangan janin, dan berpuasa saat kehamilan akan memproduksi lebih
banyak ketosis yang dikenal engan “ cepat merasakan lapar” yang mungkin
berbahaya pada janin. Kebutuhan zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000
mg, 5.000 mg dibutuhkan untuk meningkatkan masa sel darah merah dan 300
mg untuk trasportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki usia 12 minggu,
200 mg sisanya untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh. Wanita hamil
membutuhkan zat besi rata-rata 3,5 mg/ hari
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
21
Pada saat metabolisme lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol
sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. hormon somatropin mempunyai
peranan dalam pembentukan lemak payudara. Deposit lemak lainya
tersimpan di badan , paha, perut, dan lengan.
Pada metabolisme mineral yang terjadi adalah sebagai berikut :
a) Kalsium
Dibutuhkan rata- rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk pembentukan
tulang terutama di trimester akhir dibutuhkan 30-40 gram.
b) Fosfor
Dibutuhkan rata-rata 2 gr/hari
c) Air
Wanita hamil cenderung mengalami retensi air
(Sulistyawati,2009; h. 63-64)
6) Sistem Muskuluskoletal
Estrogen dan progesteron member efek maksimal pada relaksasi otot
dan ligamen pelvis pada akhir kehamilan.Relaksasi ini digunakan oleh pelvis
untuk meningkatkan kemampuan menguatkan posisi janin pada akhir
kehamilan dan pada saat kelahiran sebagaai efek dari estrogen. Simfisis pubis
melebar sampai 4 mm pada usia kehamilan 32 minggu dan sakrokoksigeus
tidak teraba, diikuti
terabanya koksigis
sebagai
pengganti
bagian
belakang.adanya sakit pinggang dan ligament pada kehamilan tua disebabkan
oleh meningkatnya pergerakan pelvis akibat pembesaran uterus. Bentuk
tubuh selalu berubah menyesuaikan dengan pembesaraan uterus ke depan
karena tidak adanya otot abdomen.bagi wanita yang kurus lakukan
lumbalnya lebih dari nomal dan menyebabkan lordosis dan gaya beratnya
berpusat pada kaki bagian belakang. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang
berulang terutama di bagian punggung. Oleh karena rasa sakit ini
membutuhkan waktu lama untuk relaksasi, biasanya wanita hamil
menggangap apa yang ia rasakan adalah suatu penderitaan yang kadang
mempengaruhi suasana psikologi, selain sikapa tubuh yang lordosis,gaya
berjalan juga menjadi berbeda dibandingkan ketika tidak hamil, yang
kelihatan seperti akan jatuh dan tertatih-tatih. (Sulistyawati,2009; h. 64-65)
7) Kulit
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
22
Topeng kehamilan (cloasma gravidarum) adalah bintik-bintik pigmen
kecokelatan yang tampak dikulit, kening, dan pipi. Peningkatan pigmentasi
juga terjadi di sekeliling putting susu, sedangkan di perut bawah bagian
tengah biasanya tampak garis gelap, yaitu spider angioma (pembuluh darah
kecil yang member gambaran seperti laba-laba) bisa muncul di kulit, dan
biasanya di atas pinggang. Pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding
tipis sering kali tampak di tungkai bawah.Pembesaran rahim menimbulkan
peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastic dibawah kulit,
sehingga
menimbulkan
striae
gravidarum/striae
lividae.Bila
terjadi
peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan gemeli, dapat terjadi
diastasis rekti bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah
pigmentasinya dan disebut sebagai linea nigra. Adanya vasodilatasi kulit
menyebabkan ibu mudah berkeringat. (Sulistyawati,2009; h. 65)
8) Payudara
Beberapa perubahan yang dapat diamati oleh ibu adalah sebagai berikut :
a) Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, dan berat.
b) Dapat teraba nodul-nodul, akibat hipertropi kelenjar alveoli.
c) Bayangan vena-vena lebih membiru.
d) Hiperpigmentasi pada aerola dan putting susu.
e) Kalau diperas akan keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna
kuning.(Sulistyawati,2009; h. 65)
9) Sistem Endokrin
Selama siklus menstruasi normal, hipofisis anterior memproduksi LH
dan FSH. Folikel stimulating hormone (FSH) merangsang folikel de graf
untuk menjadi matang dan berpindah ke permukaan ovarium di mana ia
dilepaskan. Folikel yang kosong dikenal sebagai korpus luteum dirangsang
oleh LH untuk memproduksi progesterone.Progesterone dan estrogen
merangsang proliferasi dari desidua (lapisan dalam uterus) dalam upaya
mempersiapkan implantasi jika kehamilan terjadi. Plasenta yang terbentuk
secara sempurna dan berfungsi 10 minggu setelah pembuahan terjadi, akan
mengambil alih tugas korpus luteum untuk memproduksi estrogen dan
progesterone.
(Sulistyawati,2009; h. 66)
10) Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Berat Badan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
23
Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi
badan adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan
rumus berat badan dibagi tinggi badan pangkat 2. Nilai IMT mempunyai
rentang sebagai berikut :
19,8-26,6
: normal
< 19,8
: underweight
26,6-29,0
: overweight
> 29,0
: obese
Pertumbuhan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi selama
hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan.Jika terdapat kelambatan
dalam penambahan berat badan ibu, ini dapat mengindikasikan adanya
malnutrisi sehingga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin intrauteri
(Intra-Uterin
Growth
Retardation-IUGR).Disarankan
pada
ibu
primigravida untuk tidak menaikkan berat badannya lebih dari 1 kg/bulan.
Perkiraan peningkatan berat badan yang dianjurkan, yaitu :
 4 kg pada kehamilan trimester I.
 0,5 kg/minggu pada kehamilan trimester II sampai III.
 Totalnya sekitar 15-16 kg.
(Sulistyawati,2009; h. 68-69)
11) Sistem Pernapasan
Ruang abdomen yang membesar karena meningkatnya ruang rahim dan
pembentukan hormon progesterone menyebabkan paru-paru berfungsi sedikit
berbeda dari biasanya.Wanita hamil bernapas lebih cepat dan lebih dalam
karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk janin dan untuk
dirinya.Lingkar dada wanita hamil agak membesar.Lapisan saluran
pernapasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh
penumpukan darah (kongesti).Kadang hidung dan tenggorokan mengalami
penyumbatan parsial akibat kongesti ini.Tekanan dan kualitas suara wanita
hamil agak berubah. (Sulistyawati,2009; h. 69)
B. Proses adaptasi psikologi dalam kehamilan
1) Perubahan peran selama kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan ibu akan mengalami
perubahan psikologis dan pda saat ini pula wanita akan mencoba untuk
beradaptasi terhadap peran barunya melalui tahapan berikut :
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
24
a) Tahap antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya dengan dengan
merubah peran sosialnya melalui latihan formal (misalnya kelas-kelas
kehamilan)
dan
informal
melalui
model
peran
(role
model).
Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita hamil dan ibu muda
lainnya akan mempercepat proses adaptasi untuk mencapai penerimaan
peran barunya sebagai seorang ibu.
b) Tahap honeymoon (menerima peran, mencoba penyesuaian diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya dengan cara
mencoba menyesuaikan diri. Secara internal wanita akan mengubah
posisinya sebagai penerima kasih sayangdari ibunya menjadi pemberi
kasih sayang terhadap bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih
sayang, wanita akan menuntut dari pasangannya. Ia akan mencoba
menggambarkan figur ibunya dimasa kecilnya dan membuat suatu daftar
hal-hal yang positif dari ibunya untuk kemudian ia adaptasi dan terapkan
kepada bayinya nanti. Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini
adalah seiring dengan sudah mapannya beberapa persiapan yang
berhubungan dengan kelahiran bayi, termasuk dukungan semangat dari
orang-orang terdekatnya.
c) Tahap stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam peran)
Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami suatu
titik stabil dalam penerimaan peran barunya. Ia akan melakukan aktivitasaktivitas yang bersifat positif dan berfokus untuk kehamilannya, seperti
mencari tahu tentang informasi seputar persiapan kelahiran, cara
mendidik dan merawat anak, serta hal yang berguna untuk menjaga
kondisi kesehatan keluarga.
d) Tahap akhir (perjanjian)
Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya, namun ia
tetap mengadakan “perjanjian” dengan dirinya sendiri untuk sedapat
mungkin “menepati janji” mengenai kesepakatan-kesepakatan internal
yang telah ia buat berkaitan dengan apa yang akan ia perankan sejak saat
ini sampai bayinya lahir kelak.
2) Perubahan psikologis trimester I (periode penyesuain)
a) Ibu merasa tidak sehat dan kadang merasa benci dengan kehamilannya.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
25
b) Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan.
Bahkan kadang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja.
c) Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini
dilakukan sekadar meyakinkan dirinya.
d) Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat
perhatian dengan seksama.
e) Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang
ibu yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah
mungkin dirahasiakannya.
f) Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita,
tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan.
3) Perubahan psikologi trimester II (periode kesehatan yang baik)
a) Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan
kadar hormon yang tinggi.
b) Ibu sudah bisa menerima kehamilannya.
c) Merasakan gerakan anak.
d) Merasa
terlepas
dari
ketidaknyamanan
dan
kekhawatiran.
e) Libido meningkat.
f) Menuntut perhatian dan cinta.
g) Merasa
bahwa
bayi
sebagai
individu
yang
merupakan bagian dari dirinya.
h) Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil
lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi ibu.
i) Ketertarikan
dan
aktivitasnya
terfokus
pada
kehamilan, kelahiran dan persiapan untuk peran
baru.
4) Perubahan psikologis trimester III (periode penantian dengan penuh
kewaspadaan)
a) Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak
menarik.
b) Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu.
c) Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan,
khawatir akan keselamatannya.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
26
d) Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi
yang mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya.
e) Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya.
f) Merasa kehilangan perhatian.
g) Perasaan mudah terluka (sensitif)
h) Libido menurun.
(Sulistyawati,2009; h. 75-77)
RANGKUMAN
Sistem Reproduksi terdiri dari UterusUkuran, pada kehamilan cukup
bulan , ukuran uterus adalah 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari
4.000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan
janin.BeratBerat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjandi Pada 4
bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis.Setelah itu, mulai
memastikan rongga perut yang dalam pembesaran dapat mencapai batas
hati.Pada ibu hamil rahim biasanya mobile, lebih mengisi rongga abdomen
kanan dan kiri.(Sulistyawati,2009; h. 60-61)
VaskularisasiArteri uterine dan ovarika bertambah dalam diameter,
panjang dan anak-anak cabangnya, pembuluh darah vena mengembang dan
bertambah.(Sulistyawati, 2009; h. 61).
Servik uteriBetambah vaskularisasinya dan menjadi lunak, kondisi ini
yang disebut dengan tanda goodell. Ovarium,Vagina daan vulva
Sistem KardiovaskulerSelama kehamilan, jumlah darah yang dipompa
oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut sebagai curah jantung
(cardiac output) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi
pada usia kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan
16- 28 minggu. Oleh Karena curah jantung yang meningkat, maka denyut
jantung pada saat istirahat juga meningkat ( dalam keadaaan normal 70 kali/
menit menjadi 80-90 kali/ menit). Pada ibu hamil dengan penyakit jantung. Ia
dapat jatuh dalam keadaaan decompensate cordis, Sistem Urinaria, Sistem
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
27
Gastrointestinal, Sistem Metabolisme, Kulit, Payudara, Sistem Endokrin,
Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Berat Badan, Sistem Pernapasan.
Proses adaptasi psikologi dalam kehamilanmeliputi perubahan peran
selama kehamilan yaitu perubahan psikologis trimester I (periode
penyesuain), Perubahan psikologi trimester II (periode kesehatan yang baik),
Perubahan psikologis trimester III (periode penantian dengan penuh
kewaspadaan).
TES FORMATIF
1. Apa saja perubahan psikologis pada TM II?
2. Apa saja perubahan yang terjadi pada adaptasi fisiologis pada ibu hamil?
3. Berapa kali minimal ibu wajib ANC?
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Walsh, Linda. V. 2003. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Rukiyah dan yulianti.2009. Asuhan Kebidanan Kehamilan I. Jakarta : TIM
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
28
BAB IV
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
KOMPETENSI DASAR
1.
Mampu menjelaskan factor-faktor yang
mempengaruhi kehamilan
INDIKATOR
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi
Kehamilan
a. Fisik
b. Psikologis
c. Lingkungan, sosial, budaya
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok
faktor-faktor yang
mempengaruhi kehamilan
URAIAN MATERI
A. Fisik
1) Status Kesehatan
a) Kehamilan pada usia tua
Segi negatif kehamilan diusia tua
(1) Kondisi fisik ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun akan sangat
menentukan proses kelahiranya. Hal ini pun turut mempengaruhi
kondisi janin.
(2) Pada proses pembuhan, kualitas sel telur wanita usia ini sudah
menurun jika dibandingkan dengan sel telur pada wanita dengan usia
reproduksi sehat (25- 30). Jika pada proses pembuahan, ibu
mengalami
gangguan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
pertumbuhan
dan
perkembangan
buah
24
kehamilan, sehingga menyebabkan terjadinya Intra Uterine Growth
Retardation (IUGR) yang berakibat bayi berat lahir rendah (BBLR).
(3) Kontraksi uterus juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik ibu, jika
ibu mengalami penurunan kondisi,terlebih pada primitua (hamil
pertama dengan usia ibu lebih dari 40 tahun ) maka keadaan ini harus
benar- benar diwaspadai.
Segi positif hamil di usia tua
(1) Kepuasan peran sebagai ibu
(2) Merasa lebih siap
(3) Pengetahuan mengenai perawatan kehamilan dan bayi ebih baik
(4) Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
(5) Mampu mengambil keputusan
(6) Karier baik, status ekonomi lebih baik
(7) Perkembangan intelektual anak lebih tinggi
(8) Periode menyusui lebih lama
(9) Toleransi pada kelahiran lebih besar
b) Kehamilan multiple (kehamilan lebih dari satu janin)
Biasanya kehamilan multiple mengindikasikan adanya beberapa
penyulit pada proses persalinannya, sehingga persalinan operatif (sectio
caesaria/SC) lebih dipertimbangkan.
c) Kehamilan dengan HIV
Pada kehamilan dengan ibu yang mengidap HIV, janin akan menjadi
sangat rentan terhadap penularan selama proses kehamilannya. Virus HIV
kemungkinan besar akan ditransfer melalui plasenta kedalam tubuh bayi.
(Sulistyawati,2009; h. 99-100)
2) Status Gizi
Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat sangat mutlak dibutuhkan
oleh ibu hamil agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan
perkembangan bayi yang dikandungnya dan persiapan fisik ibu untuk
menghadapi persalinan dengan aman. Pemenuhan gizi seimbang selama
hamil akan meningkatkan kondisi kesehatan bayi dan ibu, terutama dalam
menghadapi
masa
nifas
sebagai
modal
awal
untuk
menyusui.
(Sulistyawati,2009; h. 101)
3) Gaya Hidup
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
25
Selain pola makan yang dihubungkan dengan gaya hidup masyarakat
sekarang, ternyata ada beberapa gaya hidup lain yang cukup merugikan
seorang wanita hamil. Misalnya kebiasaan begadang, bepergian jauh dengan
berkendaraan motor, dan lain. Gaya hidup ini akan menggangu kesejahteraan
bayi yang dikandungnya karena kebutuhan istirahat mutlak harus dipenuhi.
(Sulistyawati,2009; h. 101)
4) Perokok /Alkohol
Ibu hamil yang merokok akan sangat merugikan dirinya dan bayinya.
Bayi akan kekurangan oksigen dan racun yang diisap melalui rokok dapat
ditrasfer lewat plasenta ke dalam tubuh bayi. Pada ibu hamil dengan merokok
berat kita harus waspada akan risiko keguguran,kelahiran premature, BBLR,
bahkan kematian janin. (Sulistyawati,2009; h. 101)
5) Hamil Di Luar Nikah/ Kehamilan Yang Tidak Diharapkan
Jika kehamilan yang tidak diharapkan, maka secara otomatis ibu akan
sangat membeci kehamilan, sehingga tidak ada keinginan dari ibu untuk
melakukan hal- hal positif yang dapat meningkatkan kesehatan bayinya.pada
kasus ini kita harus waspada adanya keguguran, premature, dan kematian
janin. Pada kehamilan di luar nikah hampir bisa dipastikan bahwa pasangan
masih belum siap dalam hal ekonomi. Selain itu, kurang siap ibu untuk
merawat bayinya juga perlu diwaspadai agar tidak terjadi postpartum blues.
(Sulistyawati,2009; h. 101)
B. Faktor Psikologis
1) Stressor internal
Factor yang pemicu stress ibu hamil yang berasal dari diri ibu sendiri.
Adanya beban psikologis yang ditanggung oleh ibu dapat menyebabkan
gangguan perkembangan bayi yang nantinya akan terlihat bayi lahir. Anak
akan tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang tidak baik,
bergantung pada kondisi stress yang dialami oleh ibunya, seperti anak yang
menjadi seorang dengan kepribadian temperamental, autis, atau orang yang
terlalu rendah diri (minder). Ini tentu saja tidak kita harapkan. Oleh karena
itu, oleh karena itu, pemantauan kesehatan psikologis pasien sangat perlu
dilakukan. (Sulistyawati,2009; h. 102)
2) Stressor eksternal
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
26
Pemicu stress yang berasal dari luar, bentuknya sangat bervariasi.
Misalnya masalah ekonomi, konflik keluarga, pertengkaran dengan suami,
tekanan dari lingkungan (respon negative dari lingkungan padaa kehamilan
lebih dari 5 kali), dan masih bnayak kasus yang lain. (Sulistyawati,2009; h.
102)
3) Dukungan Keluarga
Setiap tahap usia kehamilan, ibu akan mengalami perubahan baik yang
bersifat fisik maupun psikologis. Ibu harus melakukan adaptasi pada setiap
perubahan yang terjadi, dimana sumber stress terbesar terjadi karena dalam
rangka melakukan adaptasi terhadap kondisi tertentu. Dalam menjalani proses
itu, ibu hamil sangat membutuhkan dukungan yang intensif dari keluarga
dengan cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang. (Sulistyawati,2009; h.
102)
4) Penyalahgunaan Obat
Kekerasan yang dialami oleh ibu hamil di masa kecil akan sangat
membekas dan memengaruhi kepribadiaan . ini perlu kita berikan perhatian
karena pasien yang mengalami riwayat ini, tenaga kesehatan harus lebih
maksimal dalam menempatkan dirinya sebagai teman atau pendamping yang
dapat dijadikan tempat bersandar bagi pasien dalm masalah kesehatan, pasien
dengan riwayat ini biasaanya tumbuh dengan kepribadian yang tertutup.
(Sulistyawati,2009; h. 102-103)
5) Kekerasan Yang Dilakukan Oleh Pasangan (Partner Abuse)
Hasil penelitian menunjukan bahwa korban kekerasan terhadap
perempuan adalah wanita yang telah bersuami. Setiap bentuk kekerasan yang
dilakukan oleh pasangan harus selalu diwaspadai oleh tenaga kesehatan
jangan sampai kekerasan yang terjadi akan membahayakan ibu dan bayinya.
Efek psikologis yang muncul adalah gangguan rasa aman dan nyaman pada
pasien. Sewaktu-waktu pasien akan mengalami perasaan terancam yang akan
berpengaruh
terhadap
pertumbuhan
dan
perkembangan
janinya.
(Sulistyawati,2009; h. 103)
C. Faktor Lingkungan, Sosial, Dan Budaya
1) Kebiasaan, Adat Istiadat
Ada beberapa kebiasaan adat istiadat yang merugikan kesehatan ibu
hanil. Tenaga kesehatan harus dapat menyikapi ini dengan bijaksana, jangan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
27
sampai menyinggung ―kearifan lokal‖ yang sudah berlaku di daerah tersebut.
(Sulistyawati,2009; h. 103)
2) Fasilitas Kesehatan
Adanya fasilitas kesehatan yang memadai akan sangat menetukan
kualitas pelayanan kepada ibu hamil. Deteksi dini terhadap kemungkinan
adanya penyulit akan lebih tepat, sehingga langkah antisipatif akan lebih
cepat diambil. Fasilitas kesehatan ini sangat menetukan atau berpengaruh
terhadap upaya penurunan angka kesehatan ibu (AKI). (Sulistyawati,2009; h.
103)
3) Ekonomi
Pada ibu hamil dengan tingkat sosial ekonomi yang baik, otomatis akan
mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikologis yang baik pula. Status gizi
pun akan meningkat karena nutrisi yang didapatkan berkualitas, selain itu ibu
tidak akan terbebani secara psikologis mengenai biaya persalinan dan
pemenuhan kebutuhan sehari-hari setelah bayinya lahir.
(Sulistyawati,2009; h. 104)
4) Kekerasan Dalam Kehamilan
Tekanan psikologis yang dialami oleh ibu karena terjadinya kekersan
dalaam kehamilan akan membawa dampak yang sangat tidak baik bagi
bayinya. Jika ibu mengalami depresi, maka kemungkinan besar motivasi ibu
untuk merawat bayinya juga akan menurun, sehingga bidan perlu waspada
terhadap adanya penyulit dan komplikasi tersebut. (Sulistyawati,2009; h. 104)
5) Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan ibu hamil juga sangat berperan dalam kualitas
perawatan bayinya. Informasi yang berhubungan dengan perawatan
kehamilan sangat dibutuhkan, sehingga akan meningkatkan pengetahuannya.
Semakin
tinggi
pendidikan
seseorang,
maka
semakin
baik
pula
pengetahuanya tentang sesuatu. (Sulistyawati,2009; h. 104)
6) Pekerjaan
Pekerjaaan seseorang akan menggambarkan aktivitas dan tingkat
kesejahteraan ekonomi yang akan didapatkan hasil penelitian juga
menunjukan bahwa ibu yang berkerja mempunyai tingkat pengetahuan yang
lebih baik dari pada ibu yang tidak bekerja, karena pada ibu yang bekerja
akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain,
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
28
sehingga lebih mempunyai banyak peluang juga untuk mendapatkan
informasi seputar keadaaanya. (Sulistyawati,2009; h. 105)
RANGKUMAN
Kondisi fisik ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun akan sangat menentukan
proses kelahiranya. Hal ini pun turut mempengaruhi kondisi janin.
Segi positif hamil di usia tua
1) Kepuasan peran sebagai ibu
2) Merasa lebih siap
3) Pengetahuan mengenai perawatan kehamilan dan bayi ebih baik
4) Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
5) Mampu mengambil keputusan
6) Karier baik, status ekonomi lebih baik
7) Perkembangan intelektual anak lebih tinggi
8) Periode menyusui lebih lama
9) Toleransi pada kelahiran lebih besar
Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat sangat mutlak dibutuhkan oleh ibu hamil
agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang
dikandungnya dan persiapan fisik ibu untuk menghadapi persalinan dengan aman.
Pemenuhan gizi seimbang selama hamil akan meningkatkan kondisi kesehatan bayi dan ibu,
terutama dalam menghadapi masa nifas sebagai modal awal untuk menyusui.
TES FORMATIF
1. Bagaimana status gizi pada ibu hamil ?
2. Bagaimana cara bidan menangani pasien yang mempunyai adat istiadat yang
merupakan itu sangat penting baginya tetapi dalam medis tidak baik. Jelaskan
alasanya !
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
29
3. Jelaskan faktor psikilogis terhadap ibu primipara !
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
\
DAFTAR PUSTAKA
Ai Yeyeh Rukiyah DKK. Asuhan Kebidanan. Jakarta; Diposkan oleh MIDWIFERY
class B di 07.44
Janah , Nurul. 2011. Biologi Reproduksi. Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA.
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS — SP.
VARNEY’S MID WIFERY 2004
Obsetri Williams 2002
Wulanda,Ayu Febri. 2011 .Biologi reproduksi. Jakarta : Salemba Medika
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
30
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
31
BAB V
TANDA TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu mengidentifikasi Tanda tanda Tanda tanda dan gejala kehamilan
dan gejala kehamilan
a. Tanda pasti kehamilan
b. Tanda tidak pasri hamil
c. Tanda dugaan hamil
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok
bahasan tanda dan gejala
kehamilan.
URAIAN MATERI
A. Tanda pasti kehamilan
a. Terdengar denyut jantung janin (DJJ)
b. Terasa gerak janin
c. Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran embrio
d. Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya kerangka janin (kurang dari 16
minggu)
B. Tanda tidak pasti hamil
a. Rahim membesar
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
30
b. Tanda Hegar
c. Tanda Chadwick
Yaitu warnanya kebiruan pada servik, vagina, dan vulva.
d. Tanda Piskacek
Yaitu pembesaran uterus kesalah satu arah sehingga menonjol jelas kearah
pembesaran tersebut.
e. Braxton hicks
Bila uterus dirangsang (distimulasi dengan diraba) akan mudah berkontraksi.
f. Basal metabolism rate (BMR) meningkat
g. Ballottement positif
Jika dilakukan pemeriksaan palpasi diperut ibu dengan cara menggoyanggoyangkan disalah satu sisi, maka akan terasa “ pantulan” disisi yang lain.
h. Tes Urine Kehamilan ( tes HCG) positif
Tes urine dilaksanakan minimal 1 minggu setelah terjadi pembuahan. Tujuan dari
pemeriksaan ini adalah mengetahui kadar hormon gonadotropin dalam urine.
Kadar yang melebihi ambang normal mengindikasikan bahwa wanita mengalami
kehamilan.
C. Dugaan Hamil
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
31
a. Aminorea/ tidak mengalami menstruasi sesuai siklus (terlambat haid)
b. Nausea, aneroksia, emesis, dan hipersalivasi.
c. Pusing
d. Miksi/ sering buang air besar
e. Obstipasi.
f. Hiperpigmentasi striae
g. Varises
h. Payudara menegang
i. Perubahaan perasaan
j. BB bertambah.
(Sulistyawati,2009; h. 83-85)
RANGKUMAN
1. Tanda Pasti Kehamilan
a. Terdengar denyut jantung janin (DJJ)
b. Terasa gerak janin
c. Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran embrio
d. Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya kerangka janin (kurang dari 16
minggu)
2. Tanda tidak pasti kehamilan
a. Rahim membesar
b. Tanda Hegar
c. Tanda Chadwick
d. Tanda Piskacek
e. Braxton hicks
f. Basal metabolism rate (BMR) meningkat
g. Ballottement positif
h. Tes Urine Kehamilan ( tes HCG) positif
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
32
TES FORMATIF
1.
Sebutkan tanda pasti kehamilan !
2.
Sebutkan tanda tidak pasti kehamilan !
3.
Sebutkan dugaan kehamilan !
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,. 2002.
Bobak , L. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 2004.
Hanifa Wiknjosastro, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.1999
Sarwono Prawiroharjo. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo. 2000.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
33
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
34
BAB VI
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KESEJAHTERAAN JANIN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu
menjelaskan a. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan janin
pertumbuhan
dan b. Mendiskripsikan Embriogenesis (pertumbuhan
perkembangan
mudigah)
kesejahteraan janin
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
C. Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan pertumbuhan dan
perkembangan kesejahteraan janin.
URAIAN MATERI
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Kesejahteraan Janin
Setelah terjadi pembuahan akibat bersatunya sel telur dengan sel spermatozoa,
kemudian diikuti oleh beberapa proses, pembelahan, dan selanjutnya hasil konsepsi
melakukan nidasi atau implantasi, maka selanjutnya hasil konsepsi mengalami
pertumbuhan dan perkembangan antara lain :
1.
Embriogenesis (pertumbuhan mudigah)
Pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional (embrional plate) kemudian
berdiferensiasi menjadi 3 unsur lapisan : ektodermal, mesodermal, dan entodermal.
Ruang amnion akan tumbuh pesat mendesak exocoeloma, sehingga dinding ruang
amnion mendekati korion. Mesoblas di ruang amnion dan mudigah menjadi padat
disebut body stalk yang merupakan jembatan antara embrio dan dinding trofoblas,
yang kelak akan menjadi tali pusat. Pada tali pusat terdapat : Jelly Whayrton :
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
42
jaringan lembek untuk melindungi pembuluh darah, 2 arteri umbilikalis, 1 vena
umbilikalis. Kedua arteri dan vena ini menghubungkan sistem kardiovaskular janin
dengan plasenta sistem kardiovaskular akan terbentuk pada kehamilan minggu ke
sepuluh.
2.
Minggu ke-0
Sperma membuahi ovum kemudian hasil konsepsi membagi menjadi dua, empat,
delapan, setelah menjadi morulla masuk untuk menempe ± 1 hari setelah konsepsi.
3.
Minggu ke-4/ bulan ke-1
Dari embrio, bagian tubuh pertama muncul adalah : tulang belakang, otak dan saraf,
jantung, jantung, sirkulasi darah, dan pencernaan terbentuk.
4.
Minggu ke-8/ bulan ke-2
Perkembangan embrio lebih cepat, jantung mulai memompa darah.
5.
Minggu ke-12/ bulan ke-3
Embrio berubah menjadi janin. Denyut jantung janin dapat dilihat dengan
pemeriksaan Ultrasonografi (USG), berbentuk manusia, gerakan pertama dimulai,
jenis kelamin sudah dapat ditentukan, ginjal sudah memproduksi urine.
6.
Minggu ke-16/ bulan ke-4
Sistem mosculuskeletal matang, sistem saraf terkontrol, pembuluh darah
berkembang cepat, denyut jantung janin terdengar lewat Doppler, pancreas
memproduksi insulin.
7.
Minggu ke-20/ bulan ke-5
Verniks melindungi tubuh, lanugo menutupi tubuh, janin membuat jadwal untuk
tidur, menelan dan menendang.
8.
Minggu ke-24/ bulan ke-6
Kerangka berkembang cepat, perkembangan pernafasan dimulai.
9.
Minggu ke-28/ bulan ke-7
Janin bernafas, menelan dan mengatur suhu, surfactant mulai terbentuk di paru-paru,
mata mulai buka dan tutup, bentuk janin 2/3 bentuk saat lahir.
10. Minggu ke-32/ bulan ke-8
Lemak coklat berkembang di bawah kulit, mulai simpan zat besi, kalsium dan
fosfor.
11. Minggu ke-38/ bulan ke-9
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
43
Seluruh uterus digunakan bayi sehingga tidak bisa bergerak banyak, antibody ibu
ditransfer ke bayi untuk mencapai kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai
kekebalan bekerja bayi bekerja sendiri. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h.14-15)
RANGKUMAN
Setelah terjadi pembuahan akibat bersatunya sel telur dengan sel spermatozoa,
kemudian diikuti oleh beberapa proses, pembelahan, dan selanjutnya hasil konsepsi
melakukan nidasi atau implantasi, maka selanjutnya hasil konsepsi mengalami
pertumbuhan dan perkembangan antara lain :
a. Embriogenesis (pertumbuhan mudigah)
Pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional (embrional plate) kemudian
berdiferensiasi menjadi 3 unsur lapisan : ektodermal, mesodermal, dan entodermal.
Ruang amnion akan tumbuh pesat mendesak exocoeloma, sehingga dinding ruang amnion
mendekati korion. Mesoblas di ruang amnion dan mudigah menjadi padat disebut body
stalk yang merupakan jembatan antara embrio dan dinding trofoblas, yang kelak akan
menjadi tali pusat.
TES FORMATIF
1. Bagaimana cara sperma membuahi ovum pada minggu ke 0?
2. Sebutkan 3 unsur lapisan pada pertumbuhan embrio!
3. Pada minggu ke berapa Perkembangan embrio lebih cepat, jantung mulai memompa
darah dan jelaskan alasannya!
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
44
DAFTAR PUSTAKA
Bobak
Irene,
Lowdermik
Deitra
Leonard,
Jensen
Margaret
Duncan.
2005.
Keperawatan Maternitas.Jakarta:EGC
Cuningham, Gant, Leveno dkk.2004. Obstetri Williams edisi 21. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono.2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka
Linkages. (2004). Exclusive breastfeeding: the only water source young infants
need, frequently asked question. Http://www.linkagesproject.org/media/
publications/ENA_references/ref4.7%2.pdf. Dibuka tanggal 20 Januari 2006.
Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC, Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Prawirohardjo.Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS — SP; 1999.
Roesli, U. (2000). Mengenal ASI eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal, Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Stoppard, M. (1999). Minggu-minggu pertama kehidupan. Jakarta: Arcan
Varney,Helen, dkk. 2003.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4.Jakarta :EGC
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
45
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
46
BAB VII
PENGKAJIAN TERFOKUS DAN DIAGNOSTIC DALAM MASA KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu menjelaskan pengkajian terfokus a. Pemeriksaan fisik
dan diagnostic dalam masa kehamilan
b. Pemeriksaan
kebidanan
(status
obstreticus)
c. Menghitung taksiran berat janin
(TBJ)
d. Menghitung usia kehamilan
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan pengkajian terfokus
dan diagnostik dalam masa kehamilan.
URAIAN MATERI
A. Pengkajian Terfokus Dan Tes Diagnostic Dalam Masa Kehamilan
1. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada kunjungan awal prenatal difokuskan untuk
mengidentifikasi kelainan yang sering mengontribusi morbiditas dan mortalitas dan
untuk mengidentifikasi gambaran tubuh yang menunjukkan gangguan genetik.
Pemeriksaan harus mencakup penetapan tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan
darah (TD) dan nadi, dan pemeriksaan kulit, kelenjar tiroid, jantung, paru, payudara,
ekstremitas, dan abdomen, serta pemeriksaan pelvis. (Marmi, 2011; h. 162)
Pemeriksaan fisik dilakukan secara head to toe (dari kepala sampai kaki),
meliputi :
a.
Kepala
1) Rambut (warna, kebersihan, mudah rontok atau tidak)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
73
2) Telinga (kebersihan, gangguan pendengaran)
3) Mata (konjungtiva, seklera, kebersihan, kelainan, gangguan penglihatan
4) Hidung (kebersihan, polip, alergi debu)
5) Mulut (bibir : warna, integritas jaringan/lembab, kering, atau pecah-pecah;
lidah : warna, kebersihan; gigi : kebersihan, karies, gangguan pada mulut)
b.
Leher (pembesaran kelenjar limfe, parotitis)
c.
Dada (bentuk, simetris/tidak)
1) Payudara (bentuk, besar masing-masing payudara/seimbang atau tidak,
hiperpigmentasi aerola payudara, teraba massa, nyeri/tidak, kolostrum,
keadaan putting : menonjol, datar, atau masuk ke dalam, kebersihan, bentuk
bra)
2) Denyut jantung
3) Gangguan pernafasan (auskultasi)
d.
Perut (bentuk, bekas luka operasi, strie, linea, TFU, hasil pemeriksaan palpasi
leopold, TBJ, DJJ)
e.
Ekstremitas
1) Atas (gangguan/kelainan, bentuk)
2) Bawah (bentuk, edema, varises)
f.
Genital (kebersihan, pengeluaran pervagina, tanda-tanda infeksi vagina)
g.
Anus (hemoroid, kebersihan)
(Sulistyawati, 2009; h.175-177)
2. Pemeriksaan kebidanan (status obsstericus)
a. Inspeksi
1) Muka (adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah,
adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi)
2) Leher (apakah vena terbendung di leher/misalnya pada penyakit jantung,
apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membengkak)
3) Dada (bentuk buah dada, pigmentasi putting susu, dan gelang susu, keadaan
putting susu, adakah colostrums.
4) Perut (perut membesar ke depan atau ke samping, keadaan pusat, pigmentasi
linea alba, nampakkah gerakan anak atau strie gravidarum atau bekas luka)
5) Vulva (keadaan perenium, carilah varises, tanda Chadwick, condylomata,
flour)
6) Anggota bawah (cari varises, oedema, luka cicatrix pada lipat paha)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
74
b. Palapasi
Untuk menentukan :
1) Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan.
2) Menentukan letaknya anak dalam rahim.
3) Selain dari pada itu selalu juga harus diraba apakah ada tumor-tumor lain
dalam rongga perut, kista, myoma, limpa, yang membesar.
4) Cara melakukan palpasi ialah menurut Leopold yang terdiri atas 4 bagian :
a) Leopold I
 Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha
 Pemeriksaan berdiri sebelah kanan penderita, dan melihat kearah
muka penderita.
 Rahim dibawa ke tengah
 Tingginya fundus uteri ditentukan
 Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus.
Sifat kepala ialah keras, bundar dan melenting. Sifat bokong lunak,
kurang bundar dan kurang melenting. Pada letak lintang fundus uteri
kosong. Pemeriksaan tuanya kehamilan dari tingginya fundus uteri.
b) Leopold II
 Kedua tangan pindah ke samping.
 Tentukan dimana punggung anak. Punggung anak terdapat difihak
yang memberikan rintangan yang terbesar, carilah bagian-bagian kecil
yang biasanya terletak bertentangan dengan fihak memberi rintangan
yang terbesar.
 Kadang-kadang di samping terdapat kepala atau bokong ialah pada
letak lintang.
c) Leopold III
 Dipergunakan satu tangan saja
 Bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari lainnya
 Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan
Leopold III untuk menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan
apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu
atas panggul.
d) Leopold IV
 Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki penderita.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
75
 Dengan kedua tangan ditentukan apa yang menjadi bagian bawah.
 Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam pintu atas
panggul, dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga
panggul.
 Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan dari bagian terbawah
dari kepala yang masih teraba dari luar.
Jadi, Leopold IV untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah
dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul.
(Marmi, 2014; h. 166-168)
5) Meraba pergerakan janin
Pemantauan aktivitas atau gerakan janin dapat secara subyektif
(ditanyakan kepada ibu), atau objektif (palpasi atau dengan USG). Normal
gerakan janin dirasakan oleh ibu sebanyak > 10 kali perhari (pada usia 32
minggu). Seiring berjalannya waktu, dengan bertambahnya usia kehamilan,
maka gerakan janin akan lebih sering dan lebih jelas terasa, bahkan kadang
gerakannya dapat terlihat dari luar. (Marmi,2011; h. 186-188)
c. Auskultasi
Dilakukan dengan stetoskop monoaural tetapi dapat juga dipergunakan
stetoskop kepala atau dengan deptone. Dengan stetoskop dapat didengar
bermacam-macam bunyi berasal :
1) Gerak anak
Bunyi jantung anak, bising tali pusat, dan gerakan bayi.
2) Dari ibu
Bising rahim, bunyi aorta, bunyi usus
3) Bunyi jantung anak
a) Baru dapat didengar pada akhir bulan ke-5, walaupun dengan ultrasound
(doptone) sudah di dengar pada akhir bulan ke-3.
b) Frekuensi lebih cepat dari bunyi jantung oraang dewasa ialah antara 120140 atau menit.
c) Karena badan anak dalam kyphode dan didepan pada terdapat lengan anak
maka bunyi jantung paling jelas terdengar di fihak punggung anak dekat
pada kepala. Pada presentasi biasa (letak kepala) tempat ini kiri atau
kanan di bawah pusat. Jika bagian-bagian anak belum dapaat ditentukan,
maka bunyi harus dicari tengah diatas sympysis. (Marmi, 2011; h.168)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
76
3. Menghitung taksiran berat janin (TBJ)
Menurut Mc Donald penghitungan taksiran berat janin (TBJ), yaitu :
a. Belum masuk PAP
Rumus : TBJ = (TFU-12) x 155
b. Sudah masuk PAP
Rumus : TBJ = (TFU-11) x 155
4. Menghitung usia kehamilan
Rumus Naegel terutama untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL, EDC =
Expected Date of Confinement). Rumus ini terutama berlaku untuk wanita dengan
siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke-14. Rumus Naegel
memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan
kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari,
sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan.
Rumus Naegel dapat dihitung hari haid pertama ditambah 7 dan bulannya
dikurang 3 dan tahun ditambah 1.
Contoh :
Seorang ibu hamil memiliki HPHT 15-9-2005 dan diperiksa pada 27-11-2005. Maka
umur kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL) adalah :
15-09-2005 = 2 minggu 1 hari
31-10-2005 = 4 minggu 3 hari
27-11-2005 = 3 minggu 6 hari
Jumlah 9 minggu 10 hari
Berarti usia kehamilan : 10 minggu 3 hari
Jadi umur kehamilan saat periksa adalah 10 minggu 3 hari atau 10 minggu genap.
Cara menghitungnya :
1 minggu terdiri atas 7 hari
a. Tanggal 15-09-2005, berarti hari ke-15. Ini sama dengan 2x7 hari = 14 hari + 1
hari (2 minggu lebih 1 hari)
b. Bulan oktober (bulan 10) terdiri atas 31 hari. Ini berarti 4x7 hari = 28 hari + 3
hari atau sama dengan 4 minggu 3 lebih hari
c. Tanggal 27-11-2005 berarti hari ke-27 sama dengan 3x7 hari = 21 hari + 6 hari
(3 minggu lebih 6 hari). Sementara HPL dihitung dengan rumus Naegel =
hari+7, bulan -3 = 15+7, 9-3, jadi HPL = 22-06-2005. (Marmi, 2011; h. 71-72)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
77
RANGKUMAN
Pemeriksaan
fisik
pada
kunjungan
awal
prenatal
difokuskan
untuk
mengidentifikasi kelainan yang sering mengontribusi morbiditas dan mortalitas dan
untuk mengidentifikasi gambaran tubuh yang menunjukkan gangguan genetik.
Pemeriksaan harus mencakup penetapan tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan
darah (TD) dan nadi, dan pemeriksaan kulit, kelenjar tiroid, jantung, paru, payudara,
ekstremitas, dan abdomen, serta pemeriksaan pelvis..
TES FORMATIF
Soal uraian :
1. Seorang ibu datang ke tempat bidan tanggal 20 oktober mengatakan HPHT tanggal 3
maret 2015. Hitunglah umur kehamilan dan HPL !
2. Bagaimana cara menghitung taksiran berat janin (TBJ)
3. Mengapa pada ibu hamil harus dilakukan pemeriksaan pada perut atau leopold?
4. Seorang ibu datang ke tempat bidan tanggal 3 oktober 2015 mengatakan HPHT
tanggal 1 Maret 2014. Hitunglah umur kehamilan dan HPL !
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
78
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
79
Pantikawati ,I.2010.Asuhan Kebidanan kehamilan. Yogyakarta : Nuha Medika.
Saifuddin.2000.Buku Ajar Nasional Pelayanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Depkes
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
80
BAB VII
DIAGNOSA KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu
mendiskripsikan a. Diagnosa kehamilan
diagnosa kehamilan
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok
bahasan mendiskripsikan
diagnosa kehamilan
URAIAN MATERI
A. Diagnosa Kehamilan
Diagnosis kebidanan (nomenklatur) adalah diagnosis yang ditegakkan bidan dalam
lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosis kebidanan.
(Salmah, dkk, 2013; h. 158)
Dalam bagian ini yang disimpulkan oleh bidan antara lain sebagai berikut :
1. Paritas
Paritas adalah riwayat reproduksi seorang wanita yang berkaitan dengan
kehamilannya (jumlah kehamilan). Dibedakan dengan primigravida (hamil yang
pertama kali) dan multigravida (hamil yang kedua atau lebih).
Contoh :
a. Primigravida : G1P0A0
G1 (gravid 1) atau hamil yang pertama kali
P0 (partus nol) berarti belum pernah partus atau melahirkan
A0 (abortus nol) berarti belum pernah mengalami abortus
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
81
b. Multigravida : G3P1A1
G3 (gravid 3) atau ini adalah kehamilannya yang ketiga
P1 (partus 1) atau sudah pernah mengalami persalinan satu kali
A1 (abortus 1) atau sudah pernah mengalami abortus satu kali
2. Usia kehamilan dalam minggu
3. Keadaan janin (letak, presentasi, posisi)
4. Keadaan ibu dan janin (normal atau tidak normal)
Contoh :
Seorang ibu bernama Ny. M berumur 22 tahun hamil anak pertama belum pernah
keguguran, umur kehamilan 32 minggu, janin tunggal hidup intra uterine, letak
memanjang, presentasi kepala, punggung kanan, belum masuk panggul, DJJ 136x/menit,
TTV dalam batas normal, ibu mengatakan mengeluh sering BAK.
Jawab : Ny.M umur 22 tahun G1P0A0 umur kehamilan 32 minggu, janin tunggal hidup
intra uterine, letak memanjang, preskep, puka, bagian terendah janin belum masuk
panggul dengan hamil normal.
RANGKUMAN
Diagnosiskebidanan (nomenklatur) adalah diagnosis yang ditegakkan bidan dalam lingkup
praktik kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosis kebidanan.
Diagnosis kehamilan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaanklinis
berdasarkan tanda dan gejala kehamilan
TES FORMATIF
Soal Uraian:
1. Jelaskan yang dimaksud multigravida !
2. Jelaskan yang dimaksud dengan ibu primipara !
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
82
DAFTAR PUSTAKA
Wiknjosastro, H.2006.Ilmu kebidanan. Jakarta : EGC
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
83
BAB IX
KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL SESUAI TAHAPANPERKEMBANGANNYA
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
KOMPETENSI
INDIKATOR
DASAR
1.
Mampu
memberikan
Kebutuhan dasar ibu hamil sesuai tahap
kebutuhan dasar ibu
perkembangannya
hamil sesuai tahapan a. Kebutuhan fisik ibu hamil akan oksigen
perkembangannya
b. Kebutuhan fisik ibu hamil akan nutrisi
c. Kebutuhan fisik ibu hamil akan personal hygiene
d. Kebutuhan fisik ibu hamil akan pakaian
e. Kebutuhan fisik ibu hamil akan eliminasi
f. Kebutuhan fisik ibu hamil akan seksual
g. Kebutuhan fisik ibu hamil akan mobilisasi
h. Kebutuhan fisik ibu hamil akan exercise
i. Kebutuhan fisik ibu hamil akan senam hamil
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok
bahasan memberikan
kebutuhan dasar ibu hamil sesuai tahapan perkembangan.
URAIAN MATERI
Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Sesuai Tahapan Perkembangannya
A. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil akan Oksigen
Kebutuhan oksigen berhubungan dengan perubahan sistem pernafasan pada
masa kehamilan. Kebutuhan oksigenselamakehamilan meningkat sebagai respon
tubuh terhadap akselerasi metabolisme rate perlu untuk menambah masa jaringan
pada payudara, hasil konsepsi dan masa uterus dll, akibat terjadi perubahan anatomi
paru, diameter thoraks meningkat 2 cm langkaran dada akanmeningkat 5-7 cm, sudut
costa 68 sebelum kehamilan menjadi 103 pada kehamilan trimester ketiga.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
98
Fungsi paru – paru wanita hamil bernafas lebih dalam (karena meningkatnya
tidal volume, jumlah pertukaran gas pada setiap kali nafas), meningkatnya volume
tidal respiratory dihubungkan dengan repiratory rate normal akibat dari
meningkatnya volume respiratory kira –kira 26% permenit. Hal ini yang
menyebabkan menurunnya konsentrasi CO2. Progesteron dan oestrogen diduga
bertanggung
jawab terhadap meningkatnya sensitivitas pada pusat persarafan.
(Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 77-78)
B. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Akan Nutrisi
Nutisi ini berkaitan dengan pemenuhan kalori yang digunakan oleh tubuh
sebagai pengelola:
a. Proses physic 66% digunakan tubuh untuk kebutuhan
pencernaan, sekresi, temperatur
(penafasan, sirkulasi,
tubuh ) di tambah untuk pertumbuhan dan
perbaikan 1.440Kcal/Dag.
b. Aktivitas/hari seperti jalan, posisi tubuh, bicara perpindah-pindah dari satu tempat
ketempat lain, makan membutuhkan energi 17% total tidak hamil. Bekerja rata –
rata 7-10% = 150-200Kcal.
c. Metabolisme 7% menjadi 144 Kcal dengan pembagian kondisi tidak hamil= 2100
Kcal/hari, hamil=2500 kcal/hari (fetus, plasenta, uterus, mammae), lactasi= 3000
Kcal/hari.
Gunakan model piramida makanan sebagai pedoman diet sehat, piramida ini
tersusun dari beberapabagian yang berisi jenis makanan tertentu semakin besar
bagian piramida tersebut, semakin besar porsi makanan yang boleh dikonsumsi setiap
hari. Demikian juga sebaiknya jenis makanan pada puncak piramida sebaiknya
dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Pada model piramida makanan pada puncak piramida gula, lemak, dan
minyak,Tingkat III susu, yogurt, dan keju daging,unggas, ikan, kacang –kacangan
dan telur, tingkat II sayur dan buah-buahan,tingkat I roti, sereal, nasi dan pasta.
Wanita hamil harus betul-betul mendapatkan perhatian susunan dietnya,
terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan
kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus
prematurus, inersia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, dan lain –
lain. Sedangkan makanan berlebihan dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk,
pre eklamsi, janin besardan sebagainya. Zat-zat yang diperlukan antara lain yaitu
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
99
protein, karbohidrat, zat lemak, mineral atau bermacam – macam garam terutama
kalsium, fosfor dan zat besi (Fe), vitamin dan air.
Kekurangan unsur tersebut dapat berakibat buruk bagi kondisi kesehatan
apalagi pada ibu hamil yang lebih membutuhkan banyak gizi untuk pertumbuhan
janin. Pada ibu hamil diupayakan agar tidak mengalami defisiensi Fe yang dapat
menyebabkan
anemia,karena
anemia
ini
dapat
berakibat
buruk
dalam
kehamilan,persalinan ataupun nifas. Sehingga ibu hamil diharuskan untuk
mengkonsumsi tablet Fe setiap hari selama kehamilan erjumlah 90 tablet hal ini
dilakukan untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Selain itu untuk memastikannya
dilakukan pemeriksaan darah hemoglobin untuk mengetahui kadar Hb dalam tubuh
ibu yang dilakukan 2 kali selama masa kehamilan. Dengan semikian maka ibu hamil
harus benar – benar memperhatikan intake makanan yang dikonsumsi sehingga dapat
terpenuhi semua kebutuhan gizinya. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 78-80)
C. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Akan Personal Hygiene
Personal hyangiene ini berkaitan dengan perubahan sistem pada tubuh ibu
hamil, hal ini disebabkan selama kehamilan PH vagina menjadi asam berubah dari 43 menjadi 5-6,5 akibat vagina mudah terkena infeksi, stimulus oestrogen
menyebabkan adanya Flour Albus (keputihan), peningkatan vaskularisasi di perifer
mengakibatkan wanita hamil sering berkeringat, uterus yang membesar menekan
kandung kemih, mengakibatkan keinginan wanita hamil untuk sering berkemih,
mandi teratur mencegah iritasi vagina, teknik pencucian perianal dari depan
kebelakang pada triwulan pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah
(morning sickness). Keadaan ini menyababkan perawatan gigi tidak diperhatikan
dengan baik, sehingga timbul karies, gingivitis, dan sebagainya. Tindakan
penambalan gigi dan pencabutan gigi jarang merupakan kontraindikasi. Kerusakan –
kerusakan gigi ini tidak diperhatikan dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan
komplikasi, seperti nefritis, septikemia, sepsis puerperalis, oleh karena infeksi di
rongga mulut misalnya pulpitis yang telah manahun, dapat menjadi sarang infeksi
yang menyebar kemana – mana. Maka dari itu bila keadaan mengijinkan, tiap wanita
hamil harus memeriksakan giginya secara teratur sewaktu hamil. (Rukiah.A.Y dan
Yulianti.L, 2014; h. 80-81)
D. Kebutuan Fisik Ibu Hamil Akan Pakaian
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
0
Baju hamil yang praktis selama enam bulan kehamilan menggunakan baju
biasa yang longgar, pilihlah bahanyang tidak panas dan mudah menyerap keringat,
bagian dada harus longgar karena payudara akan membesar, bagian pinggang harus
longgar kalau perlu terdapat tali untuk menyesuaikan perut yang terus membesar,
brach disiapkan paling sedikit dua buah dengan bukaan didepan untuk memudahkan
menyusui, sepatu kenakan yang bertumit tetapi jangan yang rata dan hindari sepatu
yang bertali karena akan merepotkan anda.
Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman tanpa sabuk/pita yang
menekandibagian perut/pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat
dileer, stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan
karenadapat menghambat sirkulari darah. Pakaian wanita hamil harus ringan
danmenarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu harus
tersa pas, enak danaman,sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik bagi
kaki, khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera
kaki yang sering terjadi.
Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara yang tambah
besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui. BH harus tali
besar sehingga tidak terasa sakit dibahu. Pemakaian BH dianjurkan terutama pada
kehamilan dibulan ke 4 sampai ke 5 sesudah terbiasa bole menggunakan BH
tipis/tidak memakai BH sama sekali jika tanpa BH terasa lebih nyama. Ada dua
pilihan BH yang biasa tersedia, yaitu BH katun biasa dan BH nylon yang halus.
Korset yang khusus untuk ibu hamildapat membantu menekan perut bawah
tyang melorotdan mengurangi nyeri punggung. Korset ibu hamil didesain untuk
menyangga bagian perut di atas sympisis pubis disebelah depan dan masing – masing
disisi bagian tengah pinggang disebelah belakang. Pemakaian korset tidak boleh
menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan ketat tapi lembut) pada perut yang
membesar dan dianjurkan pada wanita hamil yang mempunyai tunas otot perut yang
rendah. Korset yang tidak didesain untuk kehamilan dapat menimbulkan
ketidaknyamanan dan tekanan pada uterus dan wanita hamil tidak dianjurkan untuk
mengenakan. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 81-82)
E. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Akan Eliminasi
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
1
Kebutuhan fisik ibu hamil akan eliminasi berkaitan dengan adaptasi
gastrointestinal sehingga menyebabkan penurunan tonus dan motiliti lambung dan
usus terjadi reabsorsi zat makanan peristalitik usus lebih lambat sehingga
menyebabkan obstipasi.
Ibu hamil sering mengalami gangguan eliminasimisalkan susah buang air
besar berkaitan dengan perubahan hormon progesteron yang sifatnya membuat reaksi
otot – otot polos sehingga usus mengalami gangguan peristalitic yang fungsinya
untuk mendorong faeses keluar dan semakin ibu sulit BAB, faeses semakin
menumpuk dan akhirnya mengeras.
Upaya yang dilakukan adalah dengan pemberian banyak cairan dengan minum
banyak dan makan buah – buahan yang memperlancar BAB sehingga lancar,
dianjurkan juga ibu melakukan relaksasi dengan senamringan agar usus bergerak
(terjadi peristaltic) dengan baik.
Penekanan kandung kemih karena pengaruh hormon oestrogen dan
progesteron sehingga menyebabkan sering buang air kecil pada trimester I ibu
mengalami sering BAK dikarenakan penekanan kandung kemih karena membesarnya
uterus di rongga panggul, setelah trimester III ibu mengalami sering buang air kecil
karena penekanan kandung kemih karena kepalasuda turun memasuki rongga
panggul dan menekan kandung kemih di tambah lagi karena ibu hamil biasanya
banyak minum sehingga BAK menjadi lebih sering. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L,
2014; h. 82-83)
F. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Akan Seksual
Meningkatnya vaskularisasi pada vagina dan visera pelvis dapat mengakiatkan
meningkatnya sensitifitas seksual sehingga meningkatkan hubungan intercourse
sebaiknya ketakutan akan injuri padaibu ataupun janin akan mengakibatkan
menurunnya pola seksualitas, anjuran yang diberikan yaitu jangan melakukan
hubungan intercoursesesudah buang air kecil. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h.
83)
G. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Akan Mobilisasi, Body Mekanik
Berhubungan dengan sistem muskulo skeletal persendian sakro-iliaka, sakrokoksigis dan pubik yang akan menyebabkan adanya keretakan, pusat gravitasi
berubah sehingga postur tubuh berubah, terjadi perubahan fostur tubuh menjadi
lordosi fisiologis. Penekanan pada ligament dan pelvic, cara baring, duduk, berjalan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
2
dan berdiri dihindari jangan sampai mengakibatkan injuri karena jatuh. (Rukiah.A.Y
dan Yulianti.L, 2014; h. 83)
H. Kebutuan Fisik Ibu Hamil Akan Exercise
Berhubungan dengan adanya peregangan otot-otot, perlunakan ligamentligament dan perlonggaran persendian sehingga area yang paling bawah terpengaruh
adalah tulang belakang (curva longgar yang berlebihan), otot-otot abdominal
(meregang diatas uterus), otot dasar panggul (menahan berat badan dan tekanan
uterus).
Tujuannya menyangga dan menyesuaikan tubuh agar lebih baik dalam
menyannga badan kehamilan, memperkuat otot untuk menopang tekanan tambahan,
membangun daya tahan tubuh, memperbaiki sirkulasi dan respirasi, menyesuaikan
dengan adanya pertambahan berat badan dan perubahan keseimbangan, meredakan
ketegangan dan membangun relaksasi, membentuk kebiasaan bernafas yang baik,
memperoleh kepercayaan sikap mental yang baik. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014;
h. 83-84)
I. Senam Hamil
a. Tujuan umum :
Dapat menjaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam proses
mekanisme persalinan. Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta
kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan.
Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.
b. Tujuan khusus :
Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot
dasar panggul, ligament dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme
persalinan. Melonggarkan persendian-persendian yang berhubungan dengan
persalinan. Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu
mengatasi keluhan-keluhan, letak janin, dan mengurangi sesak nafas.
Memperoleh cara melakukan kontraksi dan relaksasi yang sempurna. Menguasai
teknik-teknik pernafasan dalam persalinan. Dapat mengatur diri kepada
ketenangan.
c. Syarat mengikuti senam hamil :
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
3
Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
Latihan dilakukan setelah kehamilan 22 minggu. Latihan dilakukan secara teratur
dan disiplin. Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin di
bawah pimpinan instruktur senam hamil.
d. Gerakan dalam senam hamil
1) Latihan pendahuluan
Tujuan : untuk mengetahui daya kontraksi otot-otot tubuh, luas gerakan
persendian dan mengurangi serta menghilangkan rasa nyeri dan kekuatan
tubuh.
2) Latihan 1
Duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan, kedua tungkai kaki diluruskan
dan dibuka sedikit, seluruh badan lemas dan rileks. Kemudian gerakan kaki
ke depan dan ke belakang secara bergantian.
3) Latihan 2
Duduk tegak, kedua kaki lurus dan rapat. Lakukan latihan dengan meletakkan
tungkai kanan di atas tungkai kiri, kemudian tekan tungkai kiri dengan
kekuatan seluruh tungkai kanan sambil mengempiskan dinding perut bagian
atas dan mengerutkan liang dubur selama beberapa saat.
4) Latihan 3
Duduk tegak, kedua tangkai lurus, rapat dan rileks. Kemudian lakukan latihan
angkat tungkai kanan ke atas lalu letakkan kembali, begitu pula sebaliknya.
5) Latihan 4
Duduk bersila, badan tegak, kedua tangan diatas bahu, kedua lengan
disamping badan. Kemudian tekan ke samping payudara dengan sisi lengan
atas, lalu putarkan kedua lengan ke depan, ke atas samping telinga, teruskan
sampai ke belakang dan akhirnya kembali ke sikap semula.
6) Latihan 5
Berbaring terlentang kedua lengan disamping badan dan kedua lutut ditekuk.
Kemudian angkat pinggul sampai badan dan kedua tungkai atas membentuk
sudut dengan lantai yang ditahan kedua kaki dan bahu, lalu turunkan pelanpelan.
7) Latihan 6
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
4
Berbaring terlentang, kedua tungkai lurus, kedua lengan berada disamping
badan, keseluruhan badan rileks. Kemudian panjangkan tungkai kanan
dengan menarik tungkai kiri mendekati bahu kiri.
8) Latihan 7
Panggul diputar ke kanan dan ke kiri, kemudian tekankan pinggang ke lantai
sambil mengempiskan perut dan mengerutkan otot dubur.
9) Latihan inti minggu ke 22-25 latihan pembentukan sikap tubuh.
Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping badan dan
santai. Lalu angkat pinggang sampai badan membentuk lengkungan,
kemudian tekankan pinggang ke lantai sambil mengempiskan perut, serta
kerutkan otot-otot dubur.
10) Latihan kontraksi relaksasi
Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki ditekuk
pada lutut, lalu tegangkan otot-otot muka dengan jalan mengerutkan dahi,
mengatupkan tulang rahang dan menegangkan otot-otot leher selama
beberapa detik.
11) Latihan pernafasan (minggu ke 26-30)
Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki ditekuk
pada lutut. Kemudian letakkan tangan kiri diatas perut, lakukan pernafasan
diafragma, tarik nafas melalui hidung lalu hembuskan nafas melalui mulut.
12) Latihan pembentukan sikap tubuh
Merangkak, kedua tangan sejajar bahu, tubuh sejajar dengan lantai,
sedangkan tangan dan paha tegak lurus. Kemudian tundukan kepala sampai
terlihat kearah vulva, pinggang diangkat sambil mengempiskan perut ke
bawah dan mengerutkan dubur. Lalu turunkan pinggang.
13) Latihan kontraksi dan relaksasi
Berbaring terlentang, kedua tangan disamping badan, kedua kaki ditekuk
pada lutut dan santai. Kemudian lemaskan seluruh tubuh, kepalkan kedua
lengan dan tegangkan selama beberapa detik, lalu lemaskan kembali.
14) Latihan pernafasan (minggu 31-34 latihan)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
5
Berbaring terlentang, kedua kaki ditekuk pada lutut, kedua lengan disamping
badan dan lemaskan badan. Kemudian lakukan pernafasan dada selama 1
menit lalu ikuti dengan pernafasan diafragma.
15) Pembentukan sikap tubuh (minggu 35 sampai partus latihan)
Berdiri tegak, kedua lengan disamping badan, kedua kaki selebar bahu dan
berdiri relaks. Kemudian lakukan gerakan jongkok perlahan-lahan, tapi badan
tetap lurus. Latihan kontraksi dan relaksasi berbaring terlentang, kedua lengan
disamping badan kedua kaki ditekuk dan lemaskan badan. Kemudian lakukan
pernafasan diafragma.
16) Pembentukan sikap tubuh
Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki ditekuk
pada lutut dan relaks, angkat badan dan bahu, letakkan dagu diatas dada
melihat kearah vulva.
17) Latihan kontraksi dan relaksasi
Tidur terlentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki lurus, lemaskan
seluruh tubuh, lakukan pernafasan secara teratur dan berirama. Tegangkan
seluruh otot tubuh dengan cara katupkan rahang kerutan dahi, tegangkan otototot leher, kepalkan kedua tangan, tegangkan bahu, tegangkan otot-otot perut,
kerutkan dubur, tegangkan kedua tungkai kaki dan tahan nafas.
18) Latihan pernafasan
Tidur terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua lengan (posisi litotomi) dan
relaks. Buka mulut sedikit dan bernafaslah sedalam-dalamnya lalu tutup
mulut, latihan mengejan seperti BAB kearah bawah dan depan.
19) Latihan relaksasi
Ada 4 posisi relaksasi yaitu : posisi terlentang kedua kaki lurus, berbaring
terlentang, kedua lutut ditekuk, berbaring miring atu posisi relaksasi sedang
duduk. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 84-87)
J. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Akan Istirahat/Tidur
Berhubungan dengan kebutuhan kalori padamasa kehamilan, mandi air hangat
sebelum tidur, tidur dalam posisi miring ke kiri, letakkan beberapa bantak untuk
menyangga, padaibu hamil sebaiknya banyak menggunakan waktu luangnya untuk
banyak beristirahat atautidur walau bukan tidur betulan hanya baringkan badan untuk
memperbaiki sirkulasi darah, jangan bekerja terlalu capek dan berlebihan.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
6
Wanita hamil boleh bekerja, tetapi jangan terlampau berat. Lakukanlah
istirahat sebanyak mungkin. Wanita hamil yang menjadi buruh berhak mendapatkan
cuti hamil satu tengah ulan sebelum persalinan dan satu tengah bulan setelah
persalinan (menurut undang-undang perburuhan). Hendaknya menasihatkan pada
wanita hamil agar segera ke dokter atau ke rumah sakit bila terjadi perdaran
pervaginam. Demikian pula bila ada rasa sakit di perut bila suhu badannya naik
tinggi, berkeringat banyak, penglihatan berkurang atau berkunang-kunang, kencing
sedikit, keluar cairan dari vaginadan sebgainya. Hendaknya keluhan ini ditanggapi
dengan baik oleh pengawas kehamilannya. Hindari pekerjaan yang membahayakan
atau terlalu berat atau berhubungan dengan radiasi/bahan kimia, terutama usia
kehamilan muda. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 87-88)
K. Imunisasi
Kehamilan bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap bernagai penyakit
yang dapat dicegah, hal ini karena kumingkinan adanya akibat yang membahayakan
janin. Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya vaksin tetanus untuk
mencegah kemungkinan tetanus neonatorum. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h.
88)
Tabel 4. Jadwal pemberian imunisasi TT
Interval (selang
Lama
waktu minimal)
Perlindungan
Pada kunjungan
TT1
antenatal pertama
TT2
4 minggu setelah TT1
3 tahun
TT3
6 bulan setelah TT2
5 tahun
TT4
1 tahun setelah TT3
10 tahun
TT5
1 tahun setelah TT4
25 tahun
(Sumber : Rukiah.A.Y dan Yuianti.L, 2014; h.88)
Antigen
%
Perlindungan
80
95
99
99
L. Travelling/Perjalanan
Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama
dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan
gangguan siirkulasi serta oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu
lama. Sabuk pengaman yang digunakan dikendaraan jangan sampai menekan perut
yang menonjol. Jika mugkin perjalanan jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat
udara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu
ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
7
menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk
bepergian.
Bepergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi/diare karena
asupan makanan yang dan minuman cenderung berbeda seprti biasanya karena akibat
perjalanan yang melelahkan. (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 88-89)
M. Aktivitas dalam dan luar rumah/ pekerjaan
Wanita hamil tetap dapat bekerja namun aktivitas yang dijalaninya tidak boleh
terlalu berat. Istirahat untuk wanita hamil dianjurkan sesering mungkin. Seorang
wanita hamil di sarankan untuk menghentikan aktivitasnya apabila mereka
merasakan gangguan dalam kehamilan. Pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik
berat, berdiri dalam jangka waktu lama, pekerjaan dalam industri mesin, atau
pekerjaaan yang memiliki efek samping lingkungan (contoh: limbah) harus di
modifikasi.menurut undang- undang perburuhan, wanita hamil berhak mendapatkan
cuti 1,5 bulan sebelum bersalin dan 1,5 bulan sesudah melahirkan. (Sulistyawati,
2009; h.127)
RANGKUMAN
A. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil akan Oksigen
Kebutuhan oksigen berhubungan dengan perubahan sistem pernafasan pada
masa kehamilan. Kebutuhan oksigenselamakehamilan meningkat sebagai respon
tubuh terhadap akselerasi metabolisme rate perlu untuk menambah masa jaringan
pada payudara, hasil konsepsi dan masa uterus dll, akibat terjadi perubahan anatomi
paru, diameter thoraks meningkat 2 cm langkaran dada akanmeningkat 5-7 cm, sudut
costa 68 sebelum kehamilan menjadi 103 pada kehamilan trimester ketiga.
Pada model piramida makanan pada puncak piramida gula, lemak, dan
minyak,Tingkat III susu, yogurt, dan keju daging,unggas, ikan, kacang –kacangan
dan telur, tingkat II sayur dan buah-buahan,tingkat I roti, sereal, nasi dan pasta.
Wanita hamil harus betul-betul mendapatkan perhatian susunan dietnya,
terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan
kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus
prematurus, inersia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, dan lain –
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
8
lain. Sedangkan makanan berlebihan dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk,
pre eklamsi, janin besardan sebagainya. Zat-zat yang diperlukan antara lain yaitu
protein, karbohidrat, zat lemak, mineral atau bermacam – macam garam terutama
kalsium, fosfor dan zat besi (Fe), vitamin dan air.
TES FORMATIF
Soal uraian :
1. Sebut dan jelaskan kebutuhan fisik pada ibu hamil!
2. Jelaskan kebutuhan fisik ibu hamil akan excerise!
3. Jelaskan tujuan umum dan tujuan khusus senam hamil!
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Rukiyah dan yulianti.2009.Asuhan Kebidanan Kehamilan 1. Jakarta : TIM.
Yuechan.2011.Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan. Jakarta : TIM
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
9
BAB X
ASUHAN KUNJUNGAN AWAL DAN ULANG
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu
mendeskripsikan Asuhan kunjungan awal dan ulang
asuhan kunjungan awal dan
a. Kunjungan ANC
ulang
b. Menentukan diagnostik
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
C. Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan asuhan kunjunagn
awal dan ulang.
URAIAN MATERI
A. Asuhan Kehamilan Kunjungan Awal dan Ulang
Kunjungan Ante-natal Care (ANC) minimal :
 Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu)
 Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27 minggu)
 Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28-40 minggu)
1. Asuhan Kehamilan Pada Kunjungan Awal
Tujuan kunjungannya, yaitu :
a.
Menentukan tingkat kesehatan ibu dengan melakukan pengkajian riwayat
lengkap dan uji skrining yang tepat.
b.
Menetapkan catatan dasar tentang tekanan darah, urinalisis, nilai darah, serta
pertumbuhan dan perkembangan janin yang dapat digunakan sebagai standar
pembandingan sesuai kemajuan kehamilan.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
98
c.
Mengidentifikasi faktor resiko dengan mendapatkan riwayat detil kebidanan
masa lalu dan sekarang.
d.
Memberi kesempatan pada ibu dan keluarga untuk mengekspresikan dan
mendiskusikan adanya kekhawatiran tentang kehamilan saat ini dan kehamilan
yang lalu,proses persalinan, serta masa nifas.
e.
Menganjurkan adanya pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam upaya
mempertahankan kesehatan ibu dan perkembangan bayinya.
f.
Membangun hubungan saling percaya karena ibu dan bidan mitra dalam asuhan.
Pengkajian Data Ibu Hamil
a.
Data Subyektif
1) Biodata
2) Anamnesa
b.
Data Obyektif
1) Pemeriksaan Umum
2) Pemeriksaan Head To Toe
3) Pemeriksaan Penunjang
Menentukan Diagnosis
a.
Menetapkan Normalitas Kehamilan
1) Membuat kesimpulan dari seluruh hasil temuan
2) Berdasarkan data dasar (subyektif dan obyektif) yang mengacu pada kondisi
yang fisiologis dalaml kehamilan.
3) Dituntut pemahaman mengenai perubahan fisiologis ibu hamil, serta
adaptasi psikologis ibu hamildi setiap trimester.
b.
Membedakan Ketidaknyamanan Selama Kehamilan Dengan Komplikasi
Kehamilan
1) Mengkaji dari keseluruhan yang dirasakan pasien melalui anamnesa yang
efektifdan komunikatif. Perlu adanya hubungan interpersonalyamg baik
terlebih dahulu dengan pasien sehingga pasien dapat dengan nyaman
menyampaikan apa yang dirasakan dengan terbuka.
2) Dilakukan dengan pemeriksaan fisik, terutama yang berkaitan dengan
keluhan yang dirasakan pasien untuk lebih dipertajam.
3) Pengambilan kesimpulan yang tidak tepat berakibat fatal karena jika ada
penyulit atau komplikasi yang seharusnya segera di lakukan tindakan tidak
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
99
terdeteksi dapat meningkatkan AKI dan secara tidak langsung bidan
berperan dalam meningkatkan AKI tersebut.
c.
Mengidentifikasi Tanda dan Gejala Penyimpangan dari Keadaan Normal
1) Melalui anamnesa dengan teknik yang efektif.
2) Bidan menguasai teori mengenai kahamilan yang normal dan tidak normal
(tanda, gejala, pemeriksaan)
d.
Mengidentifikasi Kunjungan untuk Kebutuhan Belajar
1) Kunjungan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pasien untuk
belajar mengenai hal – hal yang berhubungan dengan kehamilannya.
2) Bidan harus aktif dalam mengajukan pertanyaan yang dapat menggiring
kepada kesimpulan mengenai apa yang harus disampaikan kepada pasien,
sehingga penyuluhan (KIE) yang diberikan benar – benar sesuai dengan
kebutuhan pasien.
Mengembangkan Perencanaan
a.
Menetapkan Kebutuhan Pemeriksaan Laboratorium
b.
Pemeriksaan laboratorium awal dan rutin yang harus dilakukan adalah
pemeriksaan kadah Hb, untuk mengetahui apakah dalam keadaan anemia atau
tidak di awal kehamilannya.pemeriksaan awal ini dijadikan sebagai patokan
dalam memantau kemajuan kahamilannya.
c.
Pemeriksaan laboratorium yang lain adalah sebagai berikut.
1) Kadar leukosit, apabila ada indikasi terjadi infeksi
2) Protein urine, untuk penapisan pre-eklamsi.
3) Hematokrit, untuk penapisan DHF
4) Pemeriksaan darah, untuk penapisan penyakit malaria
5) Pemeriksaan pembiakan bakteri jika ada indikasi khusu untuk penegakan
diagnosis infeksi.
d.
Menetapkan Kebutuhan Belajar/Bimbingan bagi pasien
1) Berdasarkan apa yang ditanyakan pasien
2) Berdasarkan pengkajian dara subyektif dan obyekrif
3) Contoh : Anemia
Data dasar yang mendukung adalah sebagai berikut :
Data Subyektif : pasien mengatakan tidak suka makan sayuran, telur, dan
daging.makan sehari dua kali, yaitu bakso dan mie ayam. Akhir – akhir ini
sering pusing, mata berkunang – kunang, dan mudah lelah.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
100
Data Obyektif : trimester 1 belum ada peningkatan BB, konjungtiva anemis,
ujung jari tangan dan kaki pucat, kadar Hb 9 gram %.
4) Selain kasus atau keadaan khusus yang dialami oleh pasien, bidan tetap
perlu memberikan materi – materi pendidikan kesehatan sesuai dengan usia
kehamilannya, antara lain sebagai berikut :
a) Nutrisi /pemenuhan gizi selama hamil
b) Olahraga ringan/senam hamil
c) Istirahat
d) Kebersihan
e) Pemberian ASI untuk bayi
f) KB pasca-persalinan
g) Tanda – tanda bahaya selama hamil
h) Aktivitas seksual
i) Kegiatan sehari – hari/pekerjaan
j) Obat – oabatan
k) Asap Rokok
l) Sikap tubuh yang baik
m) Pakaian dan sepatu
5) Menetapkan Kebutuhan untuk Pengobatan Komplikasi Ringan
a) Bidan mempunyai hak untuk melakukan pengobatan komplikasi ringan
pada ibu hamil (Permenkes 900, Standar Pelayanan Kebidanan)
b) Namun dalam [emberian pengobatan ini bidan juga tetap harus
memperhatikan aturan (dosis) yang tepat. Jika obat yang diberikan
adalah antibiotik, maka hati – hati dengan adanya riwayat alergi terhadap
obat antibiotik.
6) Menetapkan Kebutuhan untuk Konsultasi atau Rujukan ke Tenaga
Kesehatan Lain
a) Dalam pelaksanaan asuhan kadang dijumpai yang membutuhkan
konsultasi atau rujukan ke tenaga kesehatan lain.
b) Konsultasi ini bertujuan agar pemecahan masalah yang di ambil benarbenar sesuai dengan apa yang di alami pasien karena ditangani secara
lebih spesifik oleh ahli yang kompeten.
c) Beberapa contoh kasus yang memerlukan konsultasi dan rujukan antara
lain sebagi berikut :
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
101
Tabel 5. Contoh Kasus dan Konsultan atau Rujukannya
No
Contoh Kasus
1. Ibu hamil dengan riwayat
abortus lebih dari satu kali
2. Ibu hamil dengan depresi
3. Ibu hamil dengan penyakit DM,
jantung
4. Ibu hamil dengan trauma pada
kasus kecelakaan dan
mengalami cedera tulang dan
otot
5. Ibu dengan penyakit hepatitis
6. Ibu hamil dengan HIV/AIDS
7.
Ibu hamil dengan hiperemesis
gravidarum
(Sumber : Sulistyawati, 2009; h. 144)
Konsultan/Rujukan
Dokter Obstetrik dan ginekologi
Psikolog/psikiater
Dokter spesialis penyakit dalam
dan ahli gizi
Dokter spesialis bedah dan ahli
fisioterapi
Dokter ahlipenyakit dalam
Dokterb ahli penyakit dalam,
psikolog, dan tokoh agama
sebagai pendukung mental ibu
Dokter spesialis obstetrik dan
ginekologi
7) Menetapkan Kebutuhan untuk Konseling yang Spesifik (Anticipatory
Guidance)
a) Setiap pasien yang di asuh mempunyai karakteristik yamg berbeda –
beda dan mempunyai kebutuhan yang berbeda.
b) Bidan perlu umtuk menitikberatkan ini untuk membuat keputusan
tentang perlu tidaknya diberikan konseling secara khusus.
c) Konseling ini dimaksudkan agar permasalahan atau ketidaktahuan
pasien dapat diatasi sehingga masa kehamilan dapat berlangsung denagn
aman dan nyaman.
d) Beberapa kasus yang membutuhkan konseling atau anticipatory
guidance antara lain berikut:
(1) Primigravida.
(2) Multigravida dengan sibling rivalry.
(3) Pasang usia muda.
(4) Kehamilan di luar nikah.
(5) Primitua
(6) Kehamilan dengan penyulit, dan sebaginya.
8) Menetapkan kebutuhan Konseling HIV / AIDS
a) Setiap pasien hamil yang
positif
mengidap virus HIV harus kita
dampingi dengan pemberian konseling secara intensif.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
102
b) Ibu hamil dengan HIV sangat rentan dengan berbagai kondisi yang
berkaitan dengan perjalanan penyakitnya serta kondisi psikologis yang
labil.
c) Materi konseling yang dapat direncanakan untuk ibu hamil dengan
HIV/AIDS antara lain sebagai berikut.
9) Maetri Konseling ang dapat di rencanankan untuk ibu hamil dengan HIV /
AIDS antara lain sebagai berikut.
a) Peneriman ibu terhadap kehamilan ini ( menerima atau menolak).
b) Motivasi untuk melanjutkan dan melakukan perawatan kehamilan.
c) Dukungan lingkukan keluarga dan pasangan.
d) Pengambilan keputusan perawatan,termasuk kepastian penanggung
biaya perawatan dan pengobatan ( misalnya bekerja sama dengan
yayasan yang memberikan perhatian lebih pada penderita HIV /AIDS.
e) Pertemuan intensif ibu hamil dengan melibatkan suami / pasangan untuk
mendiskusikan kelanjutan perawat dengan berbagai kemungkinan
penyulit yang dihadaapi.
f) Ketidaknyamanan yang dirasakan sesuai dengan perkembangan janin
dan usia kehamilan serta keluhan yang dirasakan sesuai dengan stadium
penyakit AIDS – nya.
10) Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan perkembangan kehamilan.
a) Jadwal kunjungan dibuat berdasarkan kesepakatan antara pasien dengan
bidan. Bidan memberikan gmabaran atau informasi mengenai frekuensi
kunjungan ibu hamil (minimal 1 satu bulan atau 4 kali selama hamil).
b) Jadwal kunjungan dibuat berdasarkan kesepakatan, halini dimaksudkan
agar pasien mempunyai tanggung jawaab terhadap kesehatan dirinya
serta adanya penghargaan terhadap pasien dalam membuat keputusan.
2. Asuhan Kehamilan Pada Kunjungan Ulang
a.
Mengevaluasi Penemuan terhadap Masalah yang Terjadi serta aspek-aspek yang
Menonjol pada Wanita Hamil.
1) Oleh karena banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan
pemeriksaan lengkap selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan
ulang
difokuskan
pada
pendeteksian
komplikasi
-
komplikasi,
mempersiapkan kelahiraan, kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang
terfokus dan pembelajaran.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
103
2) Pada tahap ini bidan menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi
beserta aspek – aspek yang menonjol yang membutukan penangana dan
pemberian KiE.
b.
Mengevaluasi Data Dasar
1) Pada tahapini bidan melakukan evaluasi data dasar yang dipertimbangan
dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan yang pertama.
2) Evaluasi tersebut dapat dicermati pada tabel berikut ini.
Tabel 6. Data-dasar Evaluasi pada Kunjungan Awal
Pertimbangan untuk
Data Dasar
Amenore
Diagnosis kehamilan
Tanggal menstruasi terakhir
Diagnosis kehamilan
Keluhan yang disampaikan pasien
Pemberian konseling
Hasil pemeriksaan fisik:
 Kenaikan BB
 Tes urine kehamilan (tes HCG) positif
 Cloasma gravidarum
 Perubahan payudara
 Linea nigra
 Tanda Chadwick
 Tanda Hegar
(Sumber : Sulistyawati, 2009; h. 146)
c.
Diagnosis kehamilan
Mengevaluasi Keefektifan Manajemen Asuhan
1) Bidan melakukan penilaian
mengenai efektivasi
asuhan yang sudah
dilaksanaakan pada kunjungan sebelumnya.
2) Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada
asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta memastikan aspekmanayang
efektif agar dapat dipertahankan
3) Pada tahap inikegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :
a) Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apayang sudah dilakukan
pada kunjungan sebelumya.
b) Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal – hal yang berfokus pada
pemantauan kesehataan ibu dan janin.
4) Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai
berikut.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
104
a) Kesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan
pada kunjungan sebelumnya.
b) Hal – hal yang membuat pasien kurang merasa nymamn.
c) Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil
dari proses KIE yang lalu.
d) Berkurangnya ketidaknyamanan yang dirasaka padakunjungan yang lalu
setelah dilakukan penatalaksanaan.
d.
Pengkajian Data Fokus
1) Riwayat
a) Menanyakan bagaimana perasaan pasien sejakkunjungan terakhirnya
b) Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan dan kekhawatiran
yang timbul sejak kunjungan terakhir.
c) Gerakan janin dalam 24 jam terakhir.
2) Deteksi Ketifdaknyamanan dan komplikasi
a) Menanyakan keluhan – keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil
b) Menanyakan kemungkinan tanda – tanda bahaya yang dialami oleh ibu.
3) Pemeriksaan fisik
a) Pemeriksaan tekanan darah.
b) Mengukur TFU ( menggunakan tangan jika usia kehamilan <
12
minggu dan menggunakan metline jika usia kehamilan > 12 minggu )
untuk memantau perkembangan janin.
c) Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan
kehamilan ganda, serta mengetahui presentasi, letak , posisi, dan
penurunan kepala ( jika usia kehamilan > 36 minggu )
d) Memeriksa DJJ
4) Pemeriksaan laboratorium
a) Protein urine
b) Glukosa urine
5) Mengembangkan Rencana sesuai dengan kebutuhan dan Perkembangan
Kehamilan
a) Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya.
b) Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan
kesehatan pada ibu hamil.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
105
c) Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi
kegawatdaruratan.
d) Ajari ibu untuk mengenal tanda – tanda bahaya, pastikan ibu untuk
memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya.
e) Buat kesepakartan untuk kunjungan berikutnya
(Sulistyawati, 2009; h.135-147)
RANGKUMAN
Asuhan Kehamilan Kunjungan Awal dan Ulang
Kunjungan Ante-natal Care (ANC) minimal :
 Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu)
 Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27 minggu)
 Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28-40 minggu)
Pengkajian Data Ibu Hamil
a. Data Subyektif
1. Biodata
2. Anamnesa
b. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
2. Pemeriksaan Head To Toe
3. Pemeriksaan Penunjang
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
106
TES FORMATIF
Soal uraian :
1. Bagaimana cara mengidentifikasi tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan
normal
2. Data yang bisa diperoleh dari pasien, keluarga atau orang terdekat disebut dengan
data ...
3. Bagaimana sikap anada sebagai bidan tentang mengembangkan rencana sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan kehamilan
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Dewi,
Vivian Nanny L D dan
Hamil.Jakarta:Salemba Medika.
Sunarsih,
Tri.2011.
Asuhan
Kebidanan
Ibu
Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Jakarta : Salemba
Medika
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
107
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
108
BAB XI
KETIDAKNYAMANAN SELAMA KEHAMILAN DAN ANTISIPASINYA
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu
mendeskripsikan Ketidaknyamanan
ketidaknyamanan
selama antisipasinya
kehamilan dan antisipasinya
selama
kehamilan
dan
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidananyang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok
bahasan ketidaknyamanan
selama kehamilan dan antisipasinya.
URAIAN MATERI
A. Ketidaknyamanan Selama Kehamilan dan Antisipasinya
Tabel 7. Ketidaknyamanan dan Cara Mengatasinya
NO
1
Ketidaknyamanan
Cara Mengatasi
Sering BAK.
TM I & III
a. Penjelasan mengenai sebab
terjadinya
b. Kosongkan saat ada dorongan untuk
kencing
c. Perbanyak minum pada siang hari
d. Jangan kurangi minum untuk
mencegah nokturia, kecuali jika
nokturia sangat mengganggu tidur di
malam hari
e. Batasi minum kopi, teh, dan soda
f. Jelaskan tentang bahaya infeksi
saluran kemih dengan menjaga
posisi tidur, yaitu dengan berbaring
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
98
2
Striae gravidarum.
a.
Tampak jelas pada
bulan ke 6-7
b.
3
Hemoroid.
Timbul TM II & III
a.
b.
c.
d.
4
5
Kelelahan/Fatigue.
Pada TM I
a.
b.
c.
a.
Keputihan.
Terjadi TM I, II, dan
III
b.
c.
6
7
Keringat bertambah
secara perlahan terus
meningkat sampai
akhir kehamilan
Sembelit.
TM II & III
a.
b.
c.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
8
9
Kram pada kaki
setelah usia
kehamilan 24
minggu
Mengidam (pica)
TM I
a.
b.
c.
a.
b.
10
Napas Sesak
TM II Dan III
a.
b.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
miring kekiri dan kaki ditinggikan
untuk mencegah diuresis
Gunakan emolien topical atau
antipruritik jika ada indikasi
Gunakan baju longgar yang dapat
menopang payudara dan abdomen
Hindari konstipasi
Makan-makanan yang berserat dan
banyak minum
Gunakan kompres es atau air hangat
Dengan perlahan masukkan kembali
anus setiap selesai BAB
Yakinkan bahwa ini normal pada
awal kehamilan
Dorong ibu untuk sering beristirahat
Hindari istirahat yang berlebihan
Tingkatkan
kebersihan
dengan
mandi tiap hari
Memakai pakaian dalam dari bahan
katun dan mudah menyerap
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan
makan buah dan sayur
Pakailah pakaian yang tipis dan
longgar
Tingkatkan asupan cairan
Mandi secara teratur
Tingkatkan diet asupan cairan
Buah prem atau jus prem
Minum cairan dingin atau hangat,
terutama saat perut kosong
Istirahat cukup
Senam hamil
Membiasakan buang air besar secara
teratur
Buang air besar segera setelah ada
dorongan
kurangi konsumsi susu( kandungan
fosfornya tinggi)
latihan dorsofleksi pada kaki dan
meregangkan otot yang terkena
gunakan penghangatan untuk otot
tidak perlu dikhawatirkan selama
diet memenuhi kebutuhannya.
Jelasakan tentang bahaya makanan
yang tidak bisa diterima, mencakup
gizi
yang
diperlukan
serta
memuaskan rasa mengidam atau
kesukaan menurut kultur
Jelaskan penyebab fisiologisnya.
Dorongan agar secara sengaja
99
11
12
13
14
15
mengatur laju dan dalamnya
pernapasan pada kecepatan normal
yang terjadi.
c. Merentangkan tangan di atas kepala
serta menarik napas panjang.
d. Mendorong postur tubuh yang baik,
melakukan pernapasan interkostal.
Nyeri Ligamentum a. Berikan
penjelasan
mengenai
rotundum
penyebab nyeri
TM II Dan III
b. Tekuk lutut kearah abdomen
c. Mandi air hangat
d. Gunakan sebuah bantal untuk
menopang uterus dan bantal lainnya
letakkan di antara lutut sewaktu
dalam posisi berbaring miring
Berdebar- debar
Jelaskan bahwa hal ini normal pada
(palpitasi jantung).
kehamilan.
Mulai akhir trimester
I
Panas
a. Makan sedikit-sedikit tetapi sering
perut(heartburn).
b. Hindari makan berlemak dan
Mulai bertambah
berbumbu tajam.
sejak TM II dan
c. hindari rokok, asap rokok, alkohol,
berambah semakin
dan cokelat.
lamanya kehamilan. d. Hindari berbaring setelah makan.
Hilang pada waktu
e. Hindari minum air putih saat makan
persalinan.
.
f. Kunyah permen karet
g. Tidur dengan kaki ditinggikan.
Perut Kembung.
a. Hindari makan yang mengandung
TM II Dan III
gas
b. Mengunyah makanan secara teratur
c. Lakukan senam secara teratur
d. Pertahankan saat buang air besar
yang teratur
Pusing/Sinkop
TM II Dan III
a. Bangun secara perlahan dari posisi
istirahat
b. Hindari berdiri terlalu lama dalam
lingkungan yang hangat dan sesak
c. Hindari berbaring dalam posisi
terlentang
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
100
16
Mual dan Muntah
TM I
a. Hindari
bau
atau
faktor
penyebabnya.
b. Makan biskuit kering atau roti bakar
sesaat sebelum bangun dari tempat
tidur di pagi hari.
c. Duduk tegak setiap kali selesai
makan.
d. Hindari makanan yang berminyak
dan berbumbu.
e. Makan makanan kering di antara
waktu makan.
f. Minum minuman berkarbonat.
g. Bangun dari tidur secara perlahan.
h. Hindari menggosok gigi setelah
makan
i. Minum teh herbal
j. Istirahat sesuai kebutuhan.
17 Sakit Punggung atas a. Gunakan posisi tubuh yang baik
dan bawah.
b. Gunakan bra yang menopang dengan
TM II dan III
ukuran yang tepat
c. Gunakan kasur yang keras
d. Gunakan bantal ketika tidur untuk
meluruskan punggung
18 Varises pada kaki
a. Tinggikan kaki sewaktu berbaring.
TM II dan III
b. Jaga agar kaki tidak bersilangan
c. Hindari berdiri atau duduk terlalu
lama.
d. Senam untuk melancarkan peredaran
darah.
e. Hindari pakaian atau korset yang
ketat
(Sumber : Sulistyawati,2009; h. 123-127)
RANGKUMAN
Ketidaknyamanan Selama Kehamilan dan Antisipasinya
NO
1
Ketidaknyamanan
Cara Mengatasi
Sering BAK.
TM I & III
g. Penjelasan mengenai sebab
terjadinya
h. Kosongkan saat ada dorongan untuk
kencing
i. Perbanyak minum pada siang hari
j. Jangan kurangi minum untuk
mencegah nokturia, kecuali jika
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
101
k.
l.
2
Striae gravidarum.
c.
Tampak jelas pada
bulan ke 6-7
d.
3
Hemoroid.
Timbul TM II & III
e.
f.
g.
h.
4
5
Kelelahan/Fatigue.
Pada TM I
d.
e.
f.
d.
Keputihan.
Terjadi TM I, II, dan
III
e.
f.
6
7
Keringat bertambah
secara perlahan terus
meningkat sampai
akhir kehamilan
Sembelit.
TM II & III
d.
e.
f.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
nokturia sangat mengganggu tidur di
malam hari
Batasi minum kopi, teh, dan soda
Jelaskan tentang bahaya infeksi
saluran kemih dengan menjaga
posisi tidur, yaitu dengan berbaring
miring kekiri dan kaki ditinggikan
untuk mencegah diuresis
Gunakan emolien topical atau
antipruritik jika ada indikasi
Gunakan baju longgar yang dapat
menopang payudara dan abdomen
Hindari konstipasi
Makan-makanan yang berserat dan
banyak minum
Gunakan kompres es atau air hangat
Dengan perlahan masukkan kembali
anus setiap selesai BAB
Yakinkan bahwa ini normal pada
awal kehamilan
Dorong ibu untuk sering beristirahat
Hindari istirahat yang berlebihan
Tingkatkan
kebersihan
dengan
mandi tiap hari
Memakai pakaian dalam dari bahan
katun dan mudah menyerap
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan
makan buah dan sayur
Pakailah pakaian yang tipis dan
longgar
Tingkatkan asupan cairan
Mandi secara teratur
Tingkatkan diet asupan cairan
Buah prem atau jus prem
Minum cairan dingin atau hangat,
terutama saat perut kosong
Istirahat cukup
Senam hamil
Membiasakan buang air besar secara
teratur
Buang air besar segera setelah ada
dorongan
102
TES FORMATIF
Soal uraian :
1. Bagaimana bisa terjadi Sembelit pada TM II & III
2. Tindakan apa yang harus dilakukan bidan pada nyeri Ligamentum rotundum TM II
dan III
3. Bagaimana cara mengatasi sakit punggung atas dan bawah pada TM II dan III
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Dewi,
Vivian Nanny L D dan
Hamil.Jakarta:Salemba Medika.
Sunarsih,
Tri.2011.
Asuhan
Kebidanan
Ibu
Liana, Merry.2013.Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan.Jakarta : Depkes
Bahan Ajar AsuhanKebidananKehamilan
103
BAB XII
KEBUTUHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL SESUAI TAHAP
PERKEMBANGANNYA
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
N
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Mampu menjelaskan
KebutuhanPsikologisIbuHamilSesuaiTahapPerke
mbangannya
a. Mampumenjelaskan
PersiapanSaudaraKandung
b. MampumenjelaskanDukungan
Keluarga
c. PerasaanAman Dan
NyamanSelamaKehamilan
d. MampumenjelaskanPersiapan
Menjadi Orang Tua
e. Mampu memberikan
dukunganyang besar Dari
TenagaKesehatan
O
1
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata
Kuliahasuhankebidanankehamilaninimemberikankemampuankepadamahasiswauntuk
melaksankanasuhankebidananpadamasakehamilandenganpendekatanmanajemenkebid
ananyang didasarikonsep – konsep, sikapdanketrampilansertahasil evidence based
denganpokokbahasankebutuhan psikologis ibu hamil sesuai tahap perkembangannya.
URAIAN MATERI
A. KebutuhanPsikologisIbuHamilSesuaiTahapPerkembangannya
1. PersiapanSaudaraKandung ( Sibling)
Sibling
rivalry
adalah
rasa
persaingandiantarasaudarakandungakibatkelahirananakberikutnya.Biasanyaterjadipad
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
20
aanakusia
2-3
tahun.
Sibling
rivalry
inibiasanyaditunjukandenganpenolakanterhadapkelahiranadiknya,
menangis,
menarikdiridarilingkungannya,
menjauhdariibunya,
ataumelakukankekerasanterhadapadiknya (memukul, menindih, mencubitdll)
Beberapalangkahuntukmencegah sibling rivalry, yaitu:
a.
Jelaskanpadaanaktentangposisinya (meskipunadaadiknya, iatetapdisayangioleh
ayah ibu)
b.
Libatkananakdalammempersiapkankelahiranadiknya
c.
Ajakanakuntukberkomunikasidenganbayisejakmasihdalamkandungan
d.
Ajakanakuntukmelihatbenda-benda yang berhubungandengankelahiranbayi
2. DukunganKeluarga
Ibusangatmembutuhkandukungandanungkapankasihsayangdari
terdekatnya,
orang-orang
terutamasuami.Kadangibudihadapkanpadasuatusituasi
iasendirimengalamiketakutandankesendirian,
Kekhawatirantidak
di
terutamapada
yang
trimester
akhir.
sayangsetelahbayilahirkadangjugamuncul,
sehinggadiharapkanbagikeluargaterdekat
agar
selalumemberikandukungandankasihsayang.Bidansangatberperandalammemberikanp
engertianinipadasuamidankeluarga.
3. PerasaanAman Dan NyamanSelamaKehamilan
Selamakehamilanibubanyakmengalamiketidaknyamananfisikdanpsikologis.Bi
danbekerjasamadengankeluargadiharapkanberusahadansecaraantusiasmemberikanper
hatiansertamengupayakanuntukmengatasiketidaknyamanandanketidakamanan
yang
dialamiolehibu.
Kondisipsikologis
yang
dialamiolehibuakansangatberpengaruhterhadapperkembanganbayi.
Tingkat
kepercayaaanibuterhadapabidandankeluargajugasangatmempegaruhikelancaran
proses persalinan.
4. PersiapanMenjadi Orang Tua
Bagipasangan
yang
barupertamapunyaanak,
persiapandapatdilakukandenganbanyakberkonsultasidengan
orang
yang
mampuuntukmembagipengalamannyadanmemberikannasehatmengenaipersiapanmen
jadi
orang
tua.Bagipasangan
yang
sudahmempunyailebihdarisatuanak,
dapatbelajardaripengalamanmengasuhanaksebelumnya.Selainpersiapan mental, yang
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
21
takkalahpentingnyaadalahpersiapanekonomi, karenabertambahanggota, bertambah
pula kebutuhannya.
5. Dukungan Dari TenagaKesehatan
Bagiseorangibuhamil,
tenagakesehatankhususnyabidanmempunyaitempattersendiridalamdirinya.Harapanpa
sienadalahbidandapatdijadikansebagaitemanterdekatdimanaiadapatmencurahkanisiha
tidankesulitanyadalammenghadapikehamilandanpersalinan.
Posisiiniakansangatefektifsekalijikabidandapatmengembangkankemampuannyadalam
menjalinhubungan
yang
baikdenganpasien.
Adanyahubungansalingpercayaakanmemudahkanbidandalammemberikanpenyuluhan
kesehatan. (Sulistyawati, 2009; h.128-129)
RANGKUMAN
kebutuhanpsikologisibuhamilsesuaitahapperkembangannya
persiapansaudarakandung
(
sibling)Sibling
seperti
rivalry
adalah
rasa
persaingandiantarasaudarakandungakibatkelahirananakberikutnya.
Biasanyaterjadipadaanakusia 2-3 tahun. Beberapalangkahuntukmencegah sibling rivalry,
yaituJelaskanpadaanaktentangposisinya (meskipunadaadiknya, iatetapdisayangioleh ayah
ibu),
Libatkananakdalammempersiapkankelahiranadiknya,
Ajakanakuntukberkomunikasidenganbayisejakmasihdalamkandungan,
Ajakanakuntukmelihatbenda-benda yang berhubungandengankelahiranbayi.
DukunganKeluargaIbusangatmembutuhkandukungandanungkapankasihsayangdar
i
orang-orang
terdekatnya,
NyamanSelamaKehamilan.persiapanmenjadi
barupertamapunyaanak,
terutamasuami.PerasaanAman
orang
tuabagipasangan
Dan
yang
persiapandapatdilakukandenganbanyakberkonsultasidengan
orang
yang
mampuuntukmembagipengalamannyadanmemberikannasehatmengenaipersiapanmenjadi
orang
tua.
Dukungandaritenagakesehatanbagiseorangibuhamil,
tenagakesehatankhususnyabidanmempunyaitempattersendiridalamdirinya.Harapanpasien
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
22
adalahbidandapatdijadikansebagaitemanterdekatdimanaiadapatmencurahkanisihatidankes
ulitanyadalammenghadapikehamilandanpersalinan.
Posisiiniakansangatefektifsekalijikabidandapatmengembangkankemampuannyadalamme
njalinhubungan
yang
baikdenganpasien.
Adanyahubungansalingpercayaakanmemudahkanbidandalammemberikanpenyuluhankes
ehatan. (Sulistyawati, 2009; h.128-129)
TES FORMATIF
1. Beberapalangkahuntukmencegah sibling rivalry, yaitu kecuali
a. Jelaskanpadaanaktentangposisinya
(meskipunadaadiknya,
iatetapdisayangioleh ayah ibu)
b. Tidak melibatkananakdalammempersiapkankelahiranadiknya
c. Ajakanakuntukberkomunikasidenganbayisejakmasihdalamkandungan
d. Ajakanakuntukmelihatbenda-benda yang berhubungandengankelahiranbayi
2. Kebutuhanpsikologisibuhamilsesuaitahapperkembangannya yaitu kecuali
a. PersiapanSaudaraKandung ( Sibling)
b. DukunganKeluarga
c. PerasaanAman Dan NyamanSelamaKehamilan
d. PersiapanMenjadi Orang Tua
e. Semua benar
3. Sibling
rivalry
adalah
rasa
persaingandiantarasaudarakandungakibatkelahirananakberikutnya.
Biasanyaterjadipadaanakusia?
a. 2-3 tahun
b. 3-4 tahun
c. 4-5 tahun
d. 5-6 tahun
4. Ada berapakan kebutuhanpsikologisibuhamilsesuaitahapperkembangannya
a. 1
b. 2
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
23
c. 3
d. 4
e. 5
5.
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: MitraCendikia. (hlm: 87-96).
Irhami. 2010. Proses AdaptasiPsikologis IbuMasa Nifas. zikramyblog.blogspot.com/2010/06/zikra-proses-adaptasi-psikologis-ibu.html
Diunduh 25 September 2013 Pukul 12.45 PM
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan PadaMasa Nifas. Jakarta: SalembaMedika (hlm: 63-69).
Suherni, 2007. PerawatanMasa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 85-100).
The_wie. 2009. Proses AdaptasiPsikologis IbuDalam
Masa Nifas.the2w.blogspot.com/2009/10/proses-adaptasi-psikologis-ibudalam.html Diunduh 23 Septemeber 2013 Pukul 13.30 PM
Walsh, Linda. V. 2003. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
24
BAB XIII
MEMBERIKAN PENDIDIKAN PADA CALON ORANG TUA
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1
KOMPETENSI DASAR
Mampu menjelaskan
perubahan fisiologi pada ibu
hamil
INDIKATOR
menjelaskan Tanda
a. Mampu
Bahaya
Kehamilan
b. Mampu menjelaskan Persiapan Persalinan
c. Mampu menjelaskan Persiapan Menjadi
Orang Tua
d. Mampu memberikan Promosi dan dukungan
pada ibu untuk menyusui
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidanan yang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan perubahan fisiologis
ibu hamil.
URAIAN MATERI
A. Memberikan Pendidikan Pada Calon Orang Tua
1. Tanda Bahaya Kehamilan
Beberapa tanda bahaya yang penting untuk disampai kepada pasien dan keluarga
adalah :
a.
Perdarahan pervagina
b.
Sakit kepala hebat
c.
Masalah penglihatan
d.
Bengkak pada muka atau tangan
e.
Nyeri abdomen yang hebat
f.
Bayi kurang bergerak seperti biasa
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
8
(Sulistyawati, 2009; h.128)
2. Persiapan Persalinan
Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk persalinan adalah sebagai berikut :
a.
Biaya dan penentuan tempat serta penolong persalinan
b.
Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan jika terjadi suatu
komplikasi yang membutuhkan rujukan.
c.
Surat-surat fasilitas kesehatan (misalnya : ASKES, jaminan kesehatan dari
tempat kerja, Kartu Sehat, dll).
d.
Pembagian peran ketika ibu berada di RS (Ibu dan mertua, yang menjaga anak
lainnya/jika bukan persalinan yang pertama).
Selain beberapa hal diatas, yang tak kalah penting untuk di persiapkan dari ibu
adalah pemahaman akan tanda-tanda pasti persalinan, yaitu :
a.
Rasa sakit atau mules diperut dan menjalar ke perut bagian bawah sampai ke
pinggang bagian belakang, yang disebut sebagai kontraksi. Kontraksi ini terjadi
secara teratur dan semakin lama semakin sering dengan intensitas yang
meningkat. Minimal 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 30-40 detik.
b.
Adanya pengeluaran pervagina berupa sekret yang berwarna merah muda
disertai lendir.
c.
Kadang dijumpai pengeluaran air ketuban yang terjadi secara spontan (selaput
ketuban pecah) dengan ciri-ciri adanya pengeluaran air ketuban seketika dalam
jumlah banyak atau sedikit-sedikit tetapi dalam waktu yang lama (rembes).
Perlu ditekankan kepada ibu dan keluarga untuk dapat membedakan antara
pengeluaran air seni dengan air ketuban, karena perbedaan konsistensinya
sangat tipis, terutama jika air ketuban sudah terserap dalam kain. (Sulistyawati,
2009; h. 122)
3. Persiapan Menjadi Orang Tua
Bagi pasangan yang baru pertama punya anak, persiapan dapat dilakukan
dengan banyak berkonsultasi dengan orang yang mampu untuk membagi
pengalamannya dan memberikan nasehat mengenai persiapan menjadi orang tua.
Bagi pasangan yang sudah mempunyai lebih dari satu anak, dapat belajar dari
pengalaman mengasuh anak sebelumnya. Selain persiapan mental, yang tak kalah
pentingnya adalah persiapan ekonomi, karena bertambah anggota, bertambah pula
kebutuhannya. (Sulistyawati, 2009; h.129)
4. Promosi dan dukungan pada ibu untuk menyusui
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
9
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi yang
perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
a. Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong
payudara dari bawah, bukan menekan dari depan. Sebaliknya ibu hamil masuk
dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”.
b. Penyuluhan (audio-visual) tentang :
1) Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
2) Manfaat rawat gabung
3) Perawatan bayi
4) Gizi ibu hamil dan menyusui
5) Keluarga berencana,dll
c. Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan
dalam keberhasilan menyusui.
d. Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil.
Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh
faktor-faktor :
a. Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing.
b. Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga /
tidak.
c. Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
d. Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara
kejiwaan untuk menyusui adalah :
a. Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam
menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah
proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah,
petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati.
b. Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula.
c. Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman
menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain.
d. Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam
keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya,
sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
10
e. Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus
dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga
keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya.
RANGKUMAN
Adapaun tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan pervagina, Sakit
kepala hebat, Masalah penglihatan, Bengkak pada muka atau tangan, Nyeri
abdomen yang hebat, Bayi kurang bergerak seperti biasa. (Sulistyawati, 2009;
h.128)
Persiapan Persalinan Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk
persalinan adalah biaya dan penentuan tempat serta penolong persalinan,
Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan jika terjadi
suatu komplikasi yang membutuhkan rujukan, Surat-surat fasilitas kesehatan
(misalnya : ASKES, jaminan kesehatan dari tempat kerja, Kartu Sehat, dll).
Selain beberapa hal diatas, yang tak kalah penting untuk di persiapkan
dari ibu
adalah pemahaman akan tanda-tanda pasti persalinan, yaitu Rasa
sakit atau mules diperut dan menjalar ke perut bagian bawah sampai ke
pinggang bagian belakang, yang disebut sebagai kontraksi. Kontraksi ini
terjadi secara teratur dan semakin lama semakin sering dengan intensitas yang
meningkat. Minimal 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 30-40 detik, Adanya
pengeluaran pervagina berupa sekret yang berwarna merah muda disertai
lender, Kadang dijumpai pengeluaran air ketuban yang terjadi secara spontan
(selaput ketuban pecah) dengan ciri-ciri adanya pengeluaran air ketuban
seketika dalam jumlah banyak atau sedikit-sedikit tetapi dalam waktu yang
lama (rembes). Perlu ditekankan kepada ibu dan keluarga untuk dapat
membedakan antara pengeluaran air seni dengan air ketuban, karena
perbedaan konsistensinya sangat tipis, terutama jika air ketuban sudah terserap
dalam kain. (Sulistyawati, 2009; h. 122)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
11
Persiapan Menjadi Orang Tua Bagi pasangan yang baru pertama punya
anak, persiapan dapat dilakukan
dengan banyak berkonsultasi dengan orang
yang mampu untuk membagi pengalamannya dan memberikan nasehat
mengenai persiapan menjadi orang tua. Bagi pasangan yang sudah mempunyai
lebih dari satu anak, dapat belajar dari pengalaman mengasuh anak
sebelumnya. Selain persiapan mental, yang tak kalah pentingnya adalah
persiapan ekonomi, karena bertambah anggota, bertambah pula kebutuhannya.
(Sulistyawati, 2009; h.129)
Promosi dan dukungan pada ibu untuk menyusui yaitu payudara
sebagia sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi.
TES FORMATIF
1. Yang termasuk dalam tanda bahaya kehamilan adalah
a. Perdarahan pervagina
b. Sakit kepala hebat
c. Masalah penglihatan
d. Bengkak pada muka atau tangan
e. Semua benar
2. Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk persalinan adalah sebagai berikut
a. Biaya dan penentuan tempat serta penolong persalinan
b. Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan jika terjadi
suatu komplikasi yang membutuhkan rujukan
c. Surat-surat fasilitas kesehatan (misalnya : ASKES, jaminan kesehatan dari
tempat kerja, Kartu Sehat, dll)
d. Pembagian peran ketika ibu berada di RS (Ibu dan mertua, yang menjaga anak
lainnya/jika bukan persalinan yang pertama)
e. Semua benar
3. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam persiapan menyusui berupa
a. Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing.
b. Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga /
tidak
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
12
c. Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
d. Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat
e. Kurangnya pendidikan ibu
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,. 2002.
Bobak , L. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 2004.
Hanifa Wiknjosastro, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.1999
Sarwono Prawiroharjo. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo. 2000.
Siti Saleha. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas, Jakarta : Salemba Medika. 2009
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
13
BAB XIV
PROGRAM PERENCANAAN PROSEDUR DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)
DENGAN STIKER DALAM PERSIAPAN DALAM MENGHADAPI PERSAINAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
Mampu mendiskripsikan
program perencanaan
INDIKATOR
a. Memberitahui kepada keluarga tentang
perencanaan program P4K
b. Mengetahui indikator pada perencanaan P4K
prosedur dan pencegahan
komplikasi (p4k)
Dengan stiker dalam
persiapan dalam
menghadapi persainan
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidanan yang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok
bahasan mendiskripsikan
program perencanaan prosedur dan pencegahan komplikasi (p4k) dengan stiker dalam
persiapan dalam menghadapi persainan
URAIAN MATERI
A. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan stiker dalam
persiapan menghadapi persalinan
Ibu beserta suami dan anggota keluarga yang lain harus sudah merencanakan
persalinan
yang
aman
oleh
tenaga
kesehatan
:
menentukan
tempat
untuk
bersalin/melahirkan, menentukan penolong persalinan, menginformasikan riwayat
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
1
kehamilan, tanda-tanda ibu hamil yang akan bersalin atau melahirkan, dan suami dapat
mendampingi selama proses persalinan berlangsung dan mendukung upaya rujukan bila
diperlukan.
Indikator Pemantauan Pelaksanaan P4K, yaitu :
1.
Presentase desa melaksanakan P4K dengan stiker.
2.
Presentase ibu hamil mendapat stiker.
3.
Presentase ibu hamil berstiker mendapat pelayanan antenatal sesuai standar.
4.
Presentase ibu hamil berstiker bersalin di tenaga kesehatan.
5.
Presentase ibu hamil, bersalin, dan nifas berstiker yang mengalami komplikasi
tertangani.
6.
Presentase menggunakan KB pasca salin.
7.
Presentasi ibu bersalin di nakes mendapatkan pelayanan nifas.
(Pudiastuti.R.D.,2011; h. 99-100)
RANGKUMAN
Ibu beserta suami dan anggota keluarga yang lain harus sudah merencanakan
persalinan
yang
aman
oleh
tenaga
kesehatan
:
menentukan
tempat
untuk
bersalin/melahirkan, menentukan penolong persalinan, menginformasikan riwayat
kehamilan, tanda-tanda ibu hamil yang akan bersalin atau melahirkan, dan suami dapat
mendampingi selama proses persalinan berlangsung dan mendukung upaya rujukan bila
diperlukan, dan Indikator Pemantauan Pelaksanaan P4K.
TES FORMATIF
1. Apa kepanjangan dari P4K?
a. Program perencanaan persiapan persalinan dan komplikasi
b. Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi
c. Program perencanaan persalinan dan penanganan komplikasi
d. Program perencanaan persalinan dan penanggulangan komplikasi
2. Dibawah ini yang merupakan pengertian P4K?
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
2
a. Program untuk mencegah kematian ibu
b. Program untuk mencegah kematian bayi
c. Program untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka
kematian bayi
d. Program untuk mencegah komplikasi pada ibu
3. Program P4K merupakan program yang melibatkan peran aktif?
a. Suami, keluarga, dan masyarakat
b. Suami, keluarga, dan kader
c. Suami, keluarga, dan bidan
d. Suami, kader, dan bidan
4. Program P4K mempunyai pengertian dibawah ini kecuali ?
a. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
difasilitasi oleh Bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga
danmasyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman
b. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
difasilitasi oleh Bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga
danmasyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan
menghadapi komplikasi bagi ibu hamil
c. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
difasilitasi oleh Bidan di desa dalam merencanakan persalinan yang aman
dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil
d. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
difasilitasi oleh Bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga
danmasyarakat dalam persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil
5. Berikut ini merupakan pengertian dari P4K?
a. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
difasilitasi oleh Bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga
danmasyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan
menghadapi komplikasi bagi ibu hamil
b. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi
c. Suatu program mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
difasilitasi oleh Bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga
danmasyarakat
dalam merencanakan persalinan yang amand
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
3
d. Suatu program yang difasilitasi oleh bidan dalam rangka persiapan
mengahdapi komplikasi
Kunci Jawaban;
1. B
2. D
3. C
4. B
5. A
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Pudiastuti, Ratna Dewi. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Hamil Normal dan Patologi.
Yogyakarta : Nuha Medika
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
4
BAB XV
PENGISIAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1
KOMPETENSI DASAR
Mampu menjelaskan apa yang a.
b.
ada di dalam buku KIA dan
c.
mengisi Buku Kesehatan Ibu d.
INDIKATOR
Mampu menjelaskan pengertian
Mampu menjelaskan pentingnya buku KIA
Mampu menjelaskan tujuan buku KIA
Mampu membantu untuk persiapan
Dan Anak (KIA)
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata
Kuliahasuhankebidanankehamilaninimemberikankemampuankepadamahasiswauntuk
melaksankanasuhankebidananpadamasakehamilandenganpendekatanmanajemenkebid
anan yang didasarikonsep – konsep, sikapdanketrampilansertahasil evidence based
denganpokokbahasanisi dan cara mengisi buku KIA.
URAIAN MATERI
1. PengertianBukuKesehatanIbu Dan Anak (KIA)
Buku KIA adalah Buku yang berisi tentang catatan Kesehatan Ibu dan Anak
dan berbagai informasi,serta cara memelihara Kesehatan Ibu Anak.
Buku KIA juga sebagai:
a. Alat pemantauan KIA yang dimiliki oleh keluarga dan digunakan di semua
fasilitas kesehatan.
b. Gabungan kartu Kesehatan Ibu Anak/rekam medik dari sejak kehamilan
sampai dengan Anak berumur 5 tahun.
c. Alat penyuluh Kesehatan/pembelajaran,alat komunikasi kesehatan.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
8
d. Buku KIA alat integrasi pelayanan kesehatan ibu, neonatal (bayi lahir s/d
28 hari) sampai balita (bawah lima tahun).
2. Pentingnya Buku KIA
a. Buku KIA sebagai catatan perkembangan kesehatan Ibu dan anak sejak
masa kehamilan, kelahiran, nifas, bayi sampai balita
b. Buku KIA harus dipunyai oleh seluruh ibu hamil di Surakarta
c. Distribusi Buku KIA melalui sarana pelayanan kesehatan yang melayani
KIA.
d. Pemberian Buku KIA diutamakan pada saat pelayanan ANC
e. Pengadaan Buku KIA secara bertahap menuju kepada pengadaan mandiri.
f. Buku KIA untuk Ibu hamil saat ini dicetak dengan APBD Kota Surakarta
g. Isi Buku KIA sesuai dengan standarisasi
h. Alat dokumentasi hasil pelayanan Kesehatan Ibu Anak
i. Sebagai alat rujukan.
3. Tujuan PengisianBuku KIA :
a. Digunakan sebagai alat komunikasi dengan petugas kesehatan pada saat
ibu/anak mendapat pelayanan kesehatan.
b. Informasi kesehatan tentang ibu dan anak dapat disimpan dan dibaca oleh
keluarga guna memahami pesan/informasi yang tercantum dalam buku
KIA.
c. Untuk memudahkan tugas dalam memahami secara mandiri.
d. Mengikuti perkembangan bumil,bayi dan balita serta bila mungkin
penyakit-penyakit yang ada.
e. Alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan masalah kesehatan ibu
dan anak.
f. Mencatat pelayanan gizi ibu dan anak termasuk rujukannya.
4. Persiapan
a. Alat :Alat tulis, Buku KIA
b. Pasien
c. Bidan
5. Hal-hal yang harusdiperhatikanpadasaatpengisianbuku KIA
a. Petugas memahami buku KIA dengan membaca buku KIA dan petunjuk
teknik penggunaan buku KIA.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
9
b. Pengisian buku KIA sesuai dengan hasil pemeriksaan dan menggunakan
bahasa yang benar.
c. Dari tanda ( “ ) pada pesan/informasi yang telah dijelaskan pada ibu.
d. Buku KIA diberikan secepat mungkin bila diketahui adanya kehamilan
6. Cara pengisianbuku KIA
Halaman 1 :
No Reg
: Nomer register ibu,setiap fasilitaskesehatan berbeda
No. Urut
: Nomer unit sesuai register kohort ibu
Tanggal
: Tanggal menerima buku KIA
Nama tempat pelayanan:Nama tempat pelayanan kesehatan yang memberi
bukuKIA
Identitas Keluarga
Nama ibu dan suami : jelas
Tanggal lahir
: jelas
Agama
: jelas
Pendidikan
: jelas
Pekerjaan
: jelas
Alamat rumah dan nomor telepon: jelas
Catatan pelayanan kesehatan ibu
Ibu hamil (Halaman 12-13)
1) Hari pertama haid terakir (HPHT) : Tanggal, bulan, tahun, hari pertama
terakhir bila lupa isi bulan dan tahun
2) Hari taksiran: tanggal bulan dan tahun perkiraan persalinanPersalinan.
(HPL) : beritahu ibu dan keluarga serta jelaskan bahwa
HPHT hanya tanggal perkiraan persalinan
Lingkarlenganatas
:ukuran
LILA
lengankiriatau
(
lengankananbilaibukidal) dalam cm
3) Tinggi badan: tinggi badan ibu dalam cm
4) Penggunanaan kontrasepsi sebelum kehamilan ini.
5) Riwayat penyakit : penyakit yang pernah diderita ibu
6) Hamil ke: jumlah kehamilan termasuk yang sekarang
7) Jumlah persalinan : jumlah persalinan baik yang bayinya lahir hidup
maupun mati (umur kehamilan lebih dari 28 minggu)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
10
8) Jumlah keguguran : jumlah keguguran yang dialami ( umur kehamilan
kurang dari 28 minggu )
Jumlah anak hidup : jumlah anak yang dilahirkan dan masih hidup
sampai saat ini
9) Jumlahlahirmati : jumlahanak yang lahirtidakmemperhatikantandatandakehidupanpadaumumlebih 28 minggu
10) Jumlah anak lahir kurang bulan: jumlah anak yang lahir hidup dengan
umur kehamilan kurang 38 minggu
11) Jarak kehamilan ini dengan persalinan terakhir: waktu antara
persalinan terakhir dengan kehamilan sekarang, termasuk lahir mati
dan keguguran
12) Penolong persalinan terakhir: Penolong persalinan terakhir
13) Cara persalinan terakhir : beri tanda (^) pada kolom yang sesuai, jika
tindakan selain memberi (^) tulis jenis tindakan yang dilakukan.
14) Tanggal : tanggal dan bulan pemeriksaan
15) Keluhan sekarang : keluhan ibu saat diperiksa
16) Tekanan darah : tekanan darah dalam milimeter Hg
17) Berat badan : berat badan dalam kilogram
18) Umur kehamilan: umur kehamilan bedasarkan tinggi fundus uteri yang
dicocokan dengan HPHT ( dalam mg)
19) Tinggi fundus : jelas
20) Letak janin: jelas
21) Denyut jantung janin : hasil perhitungan denyut jantung janin dalam
satu menit
22) Lab : hasil pemeriksaan laboraturium Hb:diisi dalam gr % protein urin,
VDLR diisi (+) atau (-)
23) Pemeriksaan khusus: hasil pemeriksaan khusus seperti : USG,doppler,
foto thoraks, dsb.
24) Tindakan
( Therapi )
(TT)
:
: tindakan atau obat-obat yang diberikan.
: imunisasi TT-1,TT-2, atau TT ulang. Jika tidak diimunisasi
diberi tanda (-) atau tulis status imunisasi TT-ibu hamil.
(Fe) : jumlah dan dosis tablet tamabah darah yang diberikan(Rujukan):
tulis rujuk dan nama tempat rujukan yang dituju(Umpan Balik)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
11
Nasehat yang disampaikan
: tulis umpan balik yang diberikan.
Nasehat singkat kepada ibu hamil dalam menjaga kesehatan selama
hamil.
keterangan : isi nama pemeriksa, tempat pelayanan dan taraf pemeriksa
RANGKUMAN
Buku KIA adalah Buku yang berisi tentang catatan Kesehatan Ibu dan
Anak dan berbagai informasi,serta cara memelihara Kesehatan Ibu Anak.
Buku KIA juga sebagai:Alat pemantauan KIA yang dimiliki oleh keluarga dan
digunakan di semua fasilitas kesehatan, Gabungan kartu Kesehatan Ibu
Anak/rekam medik dari sejak kehamilan sampai dengan Anak berumur 5
tahun, Alat penyuluh Kesehatan/pembelajaran,alat komunikasi kesehatan,
Buku KIA alat integrasi pelayanan kesehatan ibu, neonatal (bayi lahir s/d 28
hari) sampai balita (bawah lima tahun).
Pentingnya Buku KIAsebagai catatan perkembangan kesehatan Ibu dan
anak sejak masa kehamilan, kelahiran, nifas, bayi sampai balita, harus
dipunyai oleh seluruh ibu hamil di indonesia, Distribusi Buku KIA melalui
sarana pelayanan kesehatan yang melayani KIA, Pemberian Buku KIA
diutamakan pada saat pelayanan ANC,Pengadaan Buku KIA secara bertahap
menuju kepada pengadaan mandiri, Buku KIA untuk Ibu hamil saat ini dicetak
dengan APBD Kota Surakarta, Isi Buku KIA sesuai dengan standarisasi, Alat
dokumentasi hasil pelayanan Kesehatan Ibu Anak, Sebagai alat rujukan.
Tujuan PengisianBuku KIA yaituDigunakan sebagai alat komunikasi
dengan petugas kesehatan pada saat ibu/anak mendapat pelayanan kesehatan,
Informasi kesehatan tentang ibu dan anak dapat disimpan dan dibaca oleh
keluarga guna memahami pesan/informasi yang tercantum dalam buku KIA,
Untuk memudahkan tugas dalam memahami secara mandiri, Mengikuti
perkembangan bumil,bayi dan balita serta bila mungkin penyakit-penyakit
yang ada, Alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan masalah
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
12
kesehatan ibu dan anak, Mencatat pelayanan gizi ibu dan anak termasuk
rujukannya.
Persiapanuntuk membuat buku KIA seperti Alat tulis, Buku KIA, Pasien
dan Bidan.
Hal-hal yang harusdiperhatikanpadasaatpengisianbuku KIA adalah
Petugas memahami buku KIA dengan membaca buku KIA dan petunjuk
teknik penggunaan buku KIA, Pengisian buku KIA sesuai dengan hasil
pemeriksaan dan menggunakan bahasa yang benar, Dari tanda ( “ ) pada
pesan/informasi yang telah dijelaskan pada ibu, Buku KIA diberikan secepat
mungkin bila diketahui adanya kehamilan.
TES FORMATIF
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,. 2002.
Bobak , L. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 2004.
Hanifa Wiknjosastro, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.1999
Sarwono Prawiroharjo. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo. 2000.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
13
Siti Saleha. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas, Jakarta : Salemba Medika. 2009
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
14
BAB XVI
DETEKSI DINI TERHADAP KOMPLIKASI ATAU PENYULIT PADA JANIN
DAN IBU
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1.
KOMPETENSI DASAR
Mampu menjelaskan deteksi dini
terhadap komplikasi atau penyulit pada
janin dan ibu
INDIKATOR
a. Mampu mendeteksi ukuran panggul
dalam
b. Mampu mendeteksi pembesran
uterus
c. Mampu
mendeteksi
terhadap
komplikasi ibu dan janin
d. Deteksi dini terhadap komplikasi
ibu dan janin masa kehamilan
lanjut
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidanan yang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan deteksi dini terhadap
komplikasi atau penyulit pada janin dan ibu.
URAIAN MATERI
1. Ukuran Panggul Dalam
a. Pintu Atas Panggul : Conjugata Vera (CD – 1,5) yaitu jarak dari tepi atassymph –
promont dengan ukuran normal : 11 cm, Conjugata Diagnalis Jarak dari tepi
bawah sympisis – promontorium.
b. Pemriksaan Dalam Untuk Menentukan Ukuran Dan Bentuk Panggul Dalam :
Apakah promontorium teraba ; Apakah tidak ada tumor; Apakah linea inominata
teraba ½ at 1/3 bagian; Apakah tulang sakrum mempunyai inklinasi ke depan
atau ke belakang; Apakah sudut arkus pubis cukup luas atau tidak.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
24
c. Ukuran panggul yang sering diapakai dalam kebidanan : ukuran panggul luar.
Distansia Spinarum merupakan jarak antara spina iliaka Anterior Superior (SIAS)
kiri dan kanan (Indonesia, 23 cm, Eropa. 26 cm). Distansia Cristarum : Jarak
terjauh antara Crista Iliaka kanan dan kiri (Indonesia 26 cm, Eropa 29 cm).
Conjugata Eksterna : Jarak pinggir atas sympisis dan ujung Processus Spinosus
tulang lumbal ke-V (Indonesia 18 cm, Eropa 20 cm). Lingkar Panggul : dari
pinggir atas sympisis ke pertengahan antara SIAS dan Trochanter Mayor sepihak
dan kembali melalui tempat – tempat yang sama di pihak lain. (Indonesia 80 cm,
Eropa 90 cm). (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 6-7)
2. Pembesaran Uterus
a. Ukuran, pada kehamilan cukup bulan , ukuran uterus adalah 30 x 25 x 20 cm
dengan kapasitas lebih dari 4.000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya
akomodasi pertumbuhan janin. Pada saat ini rahim membesar akibat hipertropri
dan hiperplasi otot polos rahim, serabut–serabut kolagennya menjadi higroskopik,
dan endrometrium menjandi desidua. Jika penambahan ukuran TFU per tiga jari,
dapat dicermati dalam table berikut ini. (Sulistyawati,2009; h. 59-60)
Tabel 8. TFU Menurut Penambahan Per Tiga Jari
Usia Kehamilan (Minggu)
Tinggi Fundus Uteri (TFU)
12
16
20
24
28
32
3 jari di atas simfisis
Pertengahan pusat simfisis
3 jari di bawah pusat
Setinggi pusat
3 jari di atas pusat
Pertengahan pusat prossesus
xyphoideus (PX)
36
3 jari di bawah prossesus
xyphodeus (PX)
40
Pertengahan pusat prossesus
xyphodeus (PX)
(Sumber : Sulistyawati, 2009; h. 60)
b. Berat
Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjandi 1.000 gram pada
akhirnya. (Sulistyawati,2009; h. 60)
Tabel 9. Bentuk Uterus Berdasarkan Usia Kehamilan
Usia
Kehamilan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
Bentuk dan Konsistensi Uterus
25
Bulan pertama
Seperti buah alpukat.
Istmus rahim menjadi hipertropi dan
bertambah panjang sehingga bila diraba
terasa lebih lunak , keadaan ini yang disebut
dengan tanda hegar
2 bulan
Sebesar telur bebek
3 bulan
Sebesar telur angsa
4 bulan
Berbentuk bulat
5 bulan
Rahim teraba seperti berisi cairan ketuban,
rahim terasa tipis, itulah sebabnya mengapa
bagian- bagian janin ini dapat dirasakan
melalui perabaan dinding perut
(Sumber : Sulistyawati,2009; h. 60)
3. Deteksi Dini Terhadap Komplikasi Ibu Dan Janin Masa Kehamilan
Pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil sangat perlu dilakukan
secara teratur. Hal inu bertujuan untuk menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan
mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga
didapatkan ibu dan anak yang sehat. Selain itu juga untuk mendeteksi dini adanya
tanda bahaya, kelainan, komplikasi dan penyakit yang biasanya dialami olehibu
hamil sehingga hal tersebut dapat dicegah ataupun diobati. Dengan demikian maka
angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi dapat berkurang.
Tanda – tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda yang terjadi pada seorang
ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius
pada ibu atau janin yang dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada
awal kehamilan (hamil muda) ataupada pertengahan atau pada akhir kehamilan
(hamil tua). Tanda –tanda bahaya ini, jika tidak segera dilaporkan dapat mengakitkan
sesuatu yang lebih parah. Segera ke petugas kesehatan bila terdapat tanda – tanda
bahayaseperti dibawah ini.
a. Tanda – tandadini bahaya/komplikasi ibu dan janin masa kehamilan.
1) Perdarahanpervaginam
a) Abortus
Abortus adalah berakhirnya kehamilan oleh akibat – akibat tertentu
pada atau sebelum kehamilan 22 minggu atau buah kehamilan belum
mampu hidup diluar kandungan.
Abortus spontan, abortus yang terjadi secara alamiah tanpa
intervensi luar untuk mengakhiri kehamilan tersebut.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
26
Abortus buatan, terjadi akibat intervensi tertentu yang bertujuan
untuk mengakhiri proses kehamilan (abortus provokatus)
Abortus infeksius, abortus yang disertai komplikasi infeksi.
Penanganan dengan pengosongan uterus.
Missed abortion, perdarahan disertai dengan retensi hasil konsepsi
yang telah mati hingga 8\ minggu atau lebih. Penanganannya dengan
tindakan dilatasi.
Tabel 10.Tanda dan penanganan abortus sesuai jenisnya
Jenis
abortus
Iminen
Insipien
Tanda
Penanganan
Flek (darah coklat)
Ostium terbuka, darah +,
nyeri
Inkomplit
Darah
-/+,
nyeri,
sebagian konsepsi keluar
Komplit
Hasil konsepsi keluar
(Sumber : Marmi, 2011; h. 217)
Bed rest total
Dilatasi dan kuretase
Digital, uterotonika dan
antibiotika
Uterotoni
b) Kehamilan mola
Suatau kehamilan dimana setelah fertilisasi, hasil konsepsi tidak
berkembang menjadi embrio tetapi terjadi proliferasi dari vili korealis
disertai dengan degenerasi hiprodik. Tandanya adanya perdarahan,besar
uterus tidaksesuai umur kehamilan, tidak ada tanda pasti hamil, keluar
jaringan mola, kadar HCG ada gambaran seperti badai salju.
Penanganannya adalah evakuasimola secepatnya dan periksa ulang secara
teratur.
c) Kehamilan ektopik
Kehamilan
ektopik
adalah
kehamilan
dimana
setelah
fertilisasiimplantasi terjadi diluar endometrium kavum uteri,seperti di
ovarium, serviks dan tuba fallopi.Tanda dan gejalanya adalah HCG
positif, amenorea, perdarahan pervagina, nyeri abdomen bagian bawah,
pucat atau anemi, kesadaran menurun dan lemah, syok hipovolemik, nyeri
goyang porsio dan perut kembung. Penangananya dilakukan stabilasasi
dengan merestorasi cairan tubuh dengan larutan kristaloid dan tindakan
operatif.
2) Hipertensi gravidarum
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
27
Hipertensi dalam kehamilan berarti bahwa wanita telah menderita
hipertensi sebelum hamil atau disebut pre eklampsi tidak murni. Hipertensi
dalam kehamilan sering dijumpai dalamklinis, yang terpenting adalah
menegakkan disgnosis seawal mungkin.
Tabel 11.Klasifikasi hipertensi menurut JNC VII (2003)
Klasifikasi
Sistolik
Diastolik
<120
< 180
Pre hipertensi
120 – 139
80 – 89
Hipertensi stadium I
140 – 159
90 – 99
Hipertensi stadium II
>= 160
>=10
Normal
(Sumber : Marmi, 2011; h. 218)
Definisi hipertensi dalam kehamilan menurut WHO:
Tekanan sistol < 140 atau tekanan diastol < 90 mmHg. Kenaikan
tekanan sistolik <15 mmHg dibandingkan tekanan darah sebelum hamil atau
pada trimerter pertama kehamilan.
Klasifikasi
a) Hipertensi esensial hipertensi terjadi sebelum kehamilan atau pada 20
pekan pertama kehamilanyang menetap sampai 12 pekan pasca
persalinan.
b) Hipertensi gestasional kenaikantekanan darah diatas normal pada waktu
kehamilan tanpa terjadi protenuria, dan kembali normal dalam 12 pekan
pasca persalinan.
c) Pre eklampsia dan eklampsia hipertensi ringan sampai berat dengan
proteinuria (>0,3 gr dalam 24 jam). Jika tidak ada proteinuria, tersangka
preeklampsia bila terjadi kenaikan tekanan darah dan ada keluhan sakit
kepala,
gangguan
penglihatan,
nyeri
perut.
Pada
pemeriksaan
laboratorium didapatkan kadar creatinin serum >1,2 mg/dl, jumlah
trombosit < 100.000 sel / mm3, anemia hemolitik dan kenaikan SGOT,
SGPT.
d) Pre eklampsia dengan hipertensi kronik – pre eklampsia yang terjadi
pada penderita hipertensi esensial.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
28
Penatalaksanaan hipertensi dalamkehamilan dengan memberikan obat
anti hipertensi antara lain methyldopa, labetalol, nefidipin SR dan
hydralazine.
3) Nyeri perut bagian bawah
Nyeri perut atau abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan
normla. Nyeri abdomen yang menunjukkan masalah yang mengancam jiwa
adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang meskipun telah istirahat. Hal ini
bisa terjadi pada apendisitis, kehamilan ektopik, abortus, penyakit radang
pelvik, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, solusio
plasenta,infeksisaluran kemihatau infeksi lain.(Marmi, 2011; h. 215-219)
4. Deteksi Dini Terhadap Komplikasi Ibu Dan Janin Masa Kehamilan Lanjut
a. Perdarahan Per Vaginam
Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak,
dan kadang – kadang, tetapi tidak selalu disertai dengan rasa nyeri.
Jika bidan menemukan ibu hamil dengan keluhan perdarahan pervaginam
maka:
1) Tanyakan pada ibu karakteristik perdarahannya, kapan mulai, seberapa
banyak, apa warnanya, adakah gumpalan, dan lain – lain.
2) Tanyakan pada ibu apakah ia merasakan nyeri atau sakit ketika mengalami
perdarahan tersebut.
3) Selanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dari
perdarahan tersebut.
Perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut disebut juga dengan
perdarahan antepartum atau haemorrhage antepartum (HAP) yaitu, perdarahan
dari jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu.Frekuensi HAP 3% dari semua
persalinan.
Klasifikasi HAP :
1) Plasenta previa
2) Solusio plasenta
3) Perdarahan yang belum jelas sumbernya (ruptura sinis marginalis, plasenta
letak rendah, vasa previa)
Penjelasan :
1) Plasenta previa
a) Definisi
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
29
Keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu
pada sekmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan
lahir.
b) Klasifikasi
Menurut De Snoo, diagnosa plasenta previa ditegakkan berdasarkan
pada pembukaan 4-5 cm, dan jika dikombinasikan dari pendapat beberapa
ahli kebidanan di Amerika, maka ditetapkan tiga klasifikasi plasenta
previa, yaitu sebagai berikut :
(1) Plasenta previa totalis (sentralis) : seluruh ostium ditutupi plasenta
(2) Plasenta previa parsialis (lateralis) : seagian ostium ditutupi plasenta
(3) Plasenta previa rendah (marginalis) : tepi plasenta berada3-4 cm
diatas pinggir pembukaan, pada pemeriksaan dalam tidak teraba.
c) Faktor – faktor yang meningkatkan kejadian PP :
(1) Umur
Umur muda
: endometrium masih belum sempurna
Umur tua
: endometrium tumbuh kurang subur
(2) Paritas
Paritas meningkatkan kejadian plasenta previa makin besar karena
endometrium belum sempat tumbuh.
(3) Endometrium yang cacat
(a) Bekas persalinan berulang dengan jarak pendek
(b) Bekas operasi, kuret atau plasenta manual
(c) Malnutrusi
2) Solusio plasenta
a) Definisi
Solusio Plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal
sebelum janin lahir. Frekuensi kejadian solusio plasenta adalah 1 resiko
solusio plasenta dari 50 persalinan.
b) Penyebab :
Trauma langsung terhadap uterus hamil (terjatuh, tendangan anak
yang sedang digendong atau trauma langsung lainnya)
Trauma kebidanan : karena tindakan kebidanan yang dilakukan:
(1) Setelah versi luar
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
30
(2) Setelah memecahkan ketuban
(3) Persalinan anak kedua pada gemeli
(4) Pada kehamilan dengan tali pusat pendek
c) Secara klinis solusio plasenta dibagi :
(1) Solusio plasenta ringan
(a) Terlepasnya sebagian kecil plasenta
(b) Tidak berdarah banyak
(c) Tidak mempengerahui keadaan ibu atau janin
(d) Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya kehitam –
hitaman sedikit sekali
(2) Solusio plasenta sedang
(a) Terlepas lebih dari ¼ nya
(b) Dapat timbul perlahan – lahan dari solusio plasenta ringan
(c) Mendadak, sakit perut terus – menerus kemudian perdarahan
pervaginam
(d) Ibu syok
(e) Uterus teraba tegang terus – menerus, nyeri tekan sehingga bagian
janin susah teraba
(3) Solusio plasenta berat
(a) Terlepas lebih dari 2/3 permukannya
(b) Terjadi tiba – tiba
(c) Ibu syok
(d) Janin telah meninggal
(e) Uterus tegang seperti papan dan sangat nyeri
(f) Perdarahan pervaginam tampaknya tidak sesuai dengan keadaan
syok ibu kadang perdarahan pervaginam mungkin belum sempat
terjadi.
d) Diagnosis solusio plasenta
Anamnesa
(1) Terdapat perdarahan yang disertai rasa nyeri
(2) Terjadi spontan atau trauma
(3) Perut terasa nyeri
(4) Diikuti penurunan sampai terhentinya gerakan janin
Pemeriksaan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
31
(1) Pemeriksaan fisik umum
(2) Keadaan umum tidaksesuai dengan jumlah perdarahan
(3) TD menurun,nadi dan pernafasan meningkat
(4) Penderita tampak anemis
Palpasi abdomen
(1) Perut tegang terus – menerus
(2) Terasa nyeri pada palpasi
(3) Bagian janin sukar ditentukan
Auskultasi
(1) DJJ bervariasi dari asfiksia ringan sampai berat
Pemeriksaan dalam
(1) Terdapat pembukaan
(2) Ketuban tegang dan menonjol
3) Keluar Cairan Per Vaginam
Cairan pervaginam dalam kehamilan normal apabila tidak berupa
perdarahan banyak, air ketuban maupun leukhore yang patologis
Penyebab terbesar persalinan prematur adalah ketuban pecah sebelum
waktunya. Insidensi ketuan pecah dini 10 % mendekati dari semua persalinan
dan 4 % pada kehamilan kurang 34mg.
Penyebab
:
serviks
inkompeten,
keteganganrahim
berlebihan
(kehamilan ganda, hidramnion), kelainan bawaan dari selaput ketuban,
infeksi. Penatalaksanan : pertahankan kehamilan sampai matur, pemberian
kortikosteroid untuk kematangan paru janin, pada UK 24 – 32 minggu untuk
janin tidak dapat diselamatkan perlu dipertimbangkan melakukan induksi,
pada UK aterm dianjurkan terminasi kehamilan dalam waktu 6 jam sampai 24
jam bila tidak ada his spontan.
4) Sakit Kepala Yang Hebat
Wanita hamil bisamengeluh nyeri kepala hebat. Sakit kepala seringkali
merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Namun satu saat
sakit kepala pada kehamilan dapat menunjukan suatu masalah serius apabila
sakit kepala itu dirasakan menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.
5) Penglihatan Kabur
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
32
Wanita hamil mengeluh penglihatan yang kabur. Karena pengaruh
hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan.
Perubahan ringan (minor) adalah normal.
Deteksi dini yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan
pemeriksaan data lengkap, pemeriksaan tekanan darah, protein urine, refleks
dan edema.
6) Bengkak Diwajah Dan Jari – Jari Tangan
Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada
muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan
keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan pertanda anemia, gagal
jantung, atau pre eklampsia.
Deteksi dini yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan
pengumpulan data. Yaitu dengan menanyakan pada ibu apakah ia mengalami
sakit kepala atau masalah visual. Selanjutnya adalah dengan melakukan
pemeriksaan : periksa adanya pembekakan, ukur TD dan protein urin ibu,
periksa haemoglobin ibu (atau warna konjungtiva) dan tanyakan tentang tanda
dan gejala anemia.
7) Gerak Janin Tidak Teraba
Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan trimester 3.
Normalnya ibu mulai merasakan gerakan janinnya selama bulan kelima atau
keenam, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi
tidur, gerakannya akan melemah. Gerakan bayi akan mudah terasa jika ibu
berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.
Gerakan janin berkurang bisa disebabkan oleh aktifitas ibu yang
berlebihan sehingga gerak janin tidak dirasakan, kematian janin, perut tegang
akibat kontraksi berlebihan ataupun kepala sudah masuk panggul pada
kehamilan aterm.
Gerakan bayi kurang dari 3 kali dalam periode 3 jam, merupakan salah
satu tanda dan gejala kondisi berkurangnya gerakan janin yang perlu
mendapatkan perhatian oleh bidan maupun ibu hamil.
Berikut inimerupakan deteksi dini yang perlu dilakukan ;
a) Pengumpulan data
Jika bayi sebelumnya bergerak dan sekarang tidak bergerak, tanyakan
padaibu kapan terakhir bergerak.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
33
b) Pemeriksaan
(1) Raba gerakan janin
(2) Dengarkan DJJ
(3) Jika pemeriksaan radiologi tersedia, konfirmasi kematian janin setelah
5 hari.
c) USG : merupakan sarana diagnostik yang baik untuk memastikan
kematian janin.
8) Nyeri Perut Yang Hebat
Ibu mengeluh nyeri perut pada trimester 3. Nyeri abdomen yang hebat,
menetap, dan tidak hilang dengan beristirahatsangat berkemungkinan
menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa ibu hamildan janin
yang dikandungnya. Nyeri hebat tersebut bisa berarti epindisitis, kehamilan
ektopik,aborsi, penyakit radang panggul, persalinan preterm, grastitis,
penyakit kantung empedu, uterus yang iritabel, abrupsio plasenta, ISK atau
infeksi lain.
Deteksi dini yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan
pengumpulan data, dengan cara: tanyakan pada ibu tentang karakteristiknyeri,
kapan terjadi, seberapa hebat, kapan mulai dirasakan, dan tanyakan pada ibu
apakah ia mempunyai tanda atau gejala lain seperti muntah, diare dan demam.
Pemeriksaanpenting yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Ukur TD , suhu, dan nadi
b) Lakukan pemeriksaan eksternal, pemeriksaan internal, raba kelembutan
abdomen atau rebound tenderness
c) Periksa protein urin
(Marmi, 2011; h. 219-226)
5. Rencana Tindakan Pada Kelainan/Komplikasi Pada Ibu Dan Janin Melalui
Kolaborasi
a. Bidan mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan keadaan
kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
b. Bidan menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas kegawatdaruratan yang
memerlukan tindakan kolaborasi.
c. Bidan merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatdaruratan dan hasil
kolaborasi serta kerja sama dengan klien.
d. Bidan melaksanakan tindakan sesusai dengan rencana dan melibatkan klien.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
34
e. Bidan mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan.
f. Bidan membuat rencana tindak lanjut bersam klien.
g. Bidan membuat pencatatan dan pelaporan.
6. Rencana Pada Kelainan/Komplikasi Pada Ibu Dan Janin Melalui Rujukan
a. Komunikasikan rencana merujuk dengan ibu dan keluarganya, karena rujukan
harus medapatkan pesetujuan dari ibu dan/atau keluarganya. Tenaga kesehatan
perlu memberikan kesempatan, apabila situasi memungkinkan, untuk menjawab
pertimbangan dan pertanyaan ibu serta keluarganya. Beberapa hal yang
disampaikan sebaiknya meliputi:
1) Diagnosis dan tindakan medis yang diperlukan
2) Alasan untuk merujuk ibu
3) Risiko yang dapat timbul bila rujukan tidak dilakukan
4) Risiko yang dapat timbul selama rujukan dilakukan
5) Waktu yang tepat untuk merujuk dan durasi yang dibutuhkan untuk merujuk
6) Tujuan rujukan
7) Modalitas dan cara transportasi yang digunakan
8) Nama tenaga kesehatan yang akan menemani ibu
9) Jam operasional dan nomer telepon rumah sakit/pusat layanan kesehatan yang
dituju
10) Perkiraan lamanya waktu perawatan
11) Perkiraan biaya dan sistem pembiayaan (termasuk dokumen kelengkapan
untuk Jampersal, Jamkesmas, atau asuransi kesehatan)
12) Petunjuk arah dan cara menuju tujuan rujukan dengan menggunakan modalitas
transportasi lain
13) Pilihan akomodasi untuk keluarga
b. Hubungi pusat layanan kesehatan yang menjadi tujuan rujukan dan sampaikan
kepada tenaga kesehatan yang akan menerima pasien hal-hal berikut ini:
1) Indikasi rujukan
2) Kondisi ibu dan janin
3) Rencana terkait prosedur teknis rujukan (termasuk kondisi lingkungan dan
cuaca menuju tujuan rujukan)
4) Kesiapan sarana dan prasarana di tujuan rujukan
5) Penatalaksanaan yang sebaiknya dilakukan selama dan sebelum transportasi,
berdasarkan pengalaman-pengalaman rujukan sebelumnya
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
35
c. Hal yang perlu dicatat oleh pusat layanan kesehatan yang akan menerima pasien
adalah:
1) Nama pasien
2) Nama tenaga kesehatan yang merujuk
3) Indikasi rujukan
4) Kondisi ibu dan janin
5) Penatalaksanaan yang telah dilakukan sebelumnya
6) Nama dan profesi tenaga kesehatan yang mendampingi pasien
d. Saat berkomunikasi lewat telepon, pastikan hal-hal tersebut telah dicatat dan
diketahui oleh tenaga kesehatan di pusat layanan kesehatan yang akan menerima
pasien.
e. Lengkapi
dan
kirimlah
berkas-berkas
berikut
ini
(secara
langsung
ataupun melalui faksimili) sesegera mungkin:
1) Formulir rujukan pasien (minimal berisi identitas ibu, hasil pemeriksaan,
diagnosis kerja, terapi yang telah diberikan, tujuan rujukan, serta nama dan
tanda tangan tenaga kesehatan yang memberi pelayanan)
2) Fotokopi rekam medis kunjungan antenatal
3) Fotokopi rekam medis yang berkaitan dengan kondisi saat ini
4) Hasil pemeriksaan penunjang
5) Berkas-berkas lain untuk pembiayaan menggunakan jaminan kesehatan
f. Pastikan ibu yang dirujuk telah mengenakan gelang identifikasi.
g. Bila terdapat indikasi, pasien dapat dipasang jalur intravena dengan kanul
berukuran 16 atau 18.
h. Mulai penatalaksanaan dan pemberian obat-obatan sesuai indikasi segera setelah
berdiskusi dengan tenaga kesehatan di tujuan rujukan. Semua resusitasi,
penanganan kegawatdaruratan dilakukan sebelum memindahkan pasien.
i. Periksa kelengkapan alat dan perlengkapan yang akan digunakan untuk merujuk,
dengan mempertimbangkan juga kemungkinan yang dapat terjadi selama
transportasi.
j. Selalu siap sedia untuk kemungkinan terburuk.
k. Nilai kembali kondisi pasien sebelum merujuk, meliputi:
1) Keadaan umum pasien
2) Tanda vital (Nadi, Tekanan darah, Suhu, Pernafasan)
3) Denyut jantung janin
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
36
4) Presentasi
5) Dilatasi serviks
6) Letak janin
7) Kondisi ketuban
8) Kontraksi uterus: kekuatan, frekuensi, durasi
l. Catat dengan jelas semua hasil pemeriksaan berikut nama tenaga kesehatan dan
jam pemeriksaan terakhir.
Untuk memudahkan dan meminimalkan resiko dalamperjalanan rujukan,
keperluan untuk merujuk ibu dapat diringkas menjadi BAKSOKU (Bidan, Alat,
Keluarga, Surat, Obat, Kendaraan, dan Uang)
RANGKUMAN
Ukuran Panggul Dalam meliputi Pintu Atas Panggul : Conjugata Vera (CD –
1,5) yaitu jarak dari tepi atassymph – promont dengan ukuran normal : 11 cm,
Conjugata Diagnalis Jarak dari tepi bawah sympisis – promontorium, Pemriksaan
Dalam Untuk Menentukan Ukuran Dan Bentuk Panggul Dalam : Apakah
promontorium teraba ; Apakah tidak ada tumor; Apakah linea inominata teraba ½ at
1/3 bagian; Apakah tulang sakrum mempunyai inklinasi ke depan atau ke belakang;
Apakah sudut arkus pubis cukup luas atau tidak, Ukuran panggul yang sering
diapakai dalam kebidanan : ukuran panggul luar. Distansia Spinarum merupakan
jarak antara spina iliaka Anterior Superior (SIAS) kiri dan kanan (Indonesia, 23 cm,
Eropa. 26 cm). Distansia Cristarum : Jarak terjauh antara Crista Iliaka kanan dan kiri
(Indonesia 26 cm, Eropa 29 cm). Conjugata Eksterna : Jarak pinggir atas sympisis
dan ujung Processus Spinosus tulang lumbal ke-V (Indonesia 18 cm, Eropa 20 cm).
Lingkar Panggul : dari pinggir atas sympisis ke pertengahan antara SIAS dan
Trochanter Mayor sepihak dan kembali melalui tempat – tempat yang sama di pihak
lain. (Indonesia 80 cm, Eropa 90 cm). (Rukiah.A.Y dan Yulianti.L, 2014; h. 6-7)
Pembesaran Uteruspada kehamilan cukup bulan , ukuran uterus adalah 30 x 25
x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya
akomodasi pertumbuhan janin. Pada saat ini rahim membesar akibat hipertropri dan
hiperplasi otot polos rahim, serabut–serabut kolagennya menjadi higroskopik, dan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
37
endrometrium menjandi desidua.Jika penambahan ukuran TFU per tiga jari, dapat
dicermati dalam table berikut ini. (Sulistyawati,2009; h. 59-60)
Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjandi 1.000 gram pada
akhirnya. (Sulistyawati,2009; h. 60)
Deteksi
Dini
Terhadap
Komplikasi
Ibu
Dan
Janin
Masa
KehamilanPemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil sangat perlu dilakukan
secara teratur bertujuan untuk menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu
dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan
anak yang sehat. Tanda – tandadini bahaya/komplikasi ibu dan janin masa kehamilan
seperti perdarahanpervaginam, Abortus, Kehamilan mola, Kehamilan ektopik,
Hipertensi gravidarum, Hipertensi esensial, Hipertensi gestasional, Pre eklampsia dan
eklampsia, proteinuria, Nyeri perut bagian bawah.(Sumber : Marmi, 2011; h. 217)
Deteksi Dini Terhadap Komplikasi Ibu Dan Janin Masa Kehamilan Lanjut
yaitu perdarahan per vaginam, Plasenta previa, Solusio plasenta, Sakit Kepala Yang
Hebat, Penglihatan Kabur, Bengkak Diwajah Dan Jari – Jari Tangan , Gerak Janin
Tidak Teraba, Nyeri Perut Yang Hebat. (Marmi, 2011; h. 219-226)
Untuk memudahkan dan meminimalkan resiko dalam perjalanan rujukan,
keperluan untuk merujuk ibu dapat diringkas menjadi BAKSOKU (Bidan, Alat,
Keluarga, Surat, Obat, Kendaraan, dan Uang)
TES FORMATIF
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
38
\
DAFTAR PUSTAKA
Marmi. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Yoyakarta : Pustaka Pelajar
Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Jakarta :
Salemba Medika
Rukiyah, A.Y dan Yulianti,L. 2014. Ashan Kebidanan Patologi. Jakarta : Trans Info
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan
39
BAB I7
DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO
1
KOMPETENSI DASAR
Mampu menjelaskan
dokumentasi asuhan
kebidanan kehamilan
INDIKATOR
a. Mampu menjelaskan pengertian dokumentasi
b. Mampu menjelaskan tujuan dan fungsi
dokumentasi
c. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip
dokumentasi
d. Mampu menjelaskan manfat dokumentasi
B. DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH
Mata Kuliah asuhan kebidanan kehamilan ini
memberikan kemampuan kepada
mahasiswa untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa kehamilan dengan
pendekatan manajemen kebidanan yang didasari konsep – konsep, sikap dan
ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan dokumentasi asuhan
kebidanan kehamilan.
URAIAN MATERI
A. Dokumentasi Asuhan Kehamilan
1. Pengertian dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti bahan pustaka, baik
berbentuk tulisan maupun berbebtuk rekaman lainnya seperti pita suara atau kaset,
video, film, gambar dan foto.Dokumentasi dalam Bahasa Inggris berarti satu atau
lebih lembar kertas resmi dengan tulisan diatasnya.
Dokumentasi dalam bidang kesehatan atau kebidanan adalah suatu pencatatan
dan pelaporan informasi tentang kondisi dan perkembangan kesehatan pasien dan
semua kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan (bidan, dokter atau perawat
dan petugas kesehatan lainnya).
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
8
Pendokumentasian dari asuhan kebidanan di rumah sakit dikenal dengan
istilah rekam medic. Dokumentasi menurut SK MenKes RI No.749 a adalah berkas
yang berisi catatan dan dokumen yang beriri tentang identitas : anamnesa,
pemeriksaan, tindakan, dan pelayanan lain yang diberikan kepada seseorang kepada
seorang pasien selama dirawat di rumah sakit yang dilakukan di unit-unit rawat
termasuk IGD dan unit rawat inap.
Dokumentasi dalam kebidanan adalah suatu bukti pencatatan dan pelaporan
yang dimiliki oleh bidan dalam melakukan catatan perawatan yang berguna untuk
kepentingan klien, bidan dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan
dengan dasar komunikasi yang akurat dan lengkap secara tertulis dengan tanggung
jawab bidan. Dokumentasi dalam asuhan kebidanan merupakan suatu pencatatan
yang lengkap dan akurat terhadap keadaan atau kejadian yang dilihat dalam
pelaksanaan asuhan kebidanan (proses asuhan kebidanan).
Penyampaian berita atau informasi atau laporan tentang kesehatan atau
perkembangan pasien dilakukan dengan dua cara yaitu :
a.
Pencatatan
Pencatatan adalah data tertulis dan merupakan data resmi tentang kondisi
kesehatan pasien dan perkembangannya.
b.
Pelaporan
Pelaporan adalah penyampaian informasi tentang kondisi dan perkembangan
pasien secara lisan kepada bidan atau perawat lain atau kepada dokter atau tim
kesehatan lainnya.
2. Tujuan dan fungsi dokumentasi
a. Tujuan dokumentasi
1) Mempunyai aspek legal
Dokumentasi ini dapat dimanfaatkan dalam suatu pengadilan, apabila ada
masalah secara hukum.
2) Sebagai alat komunikasi antar tim kesehatan
Merupakan alat komunikasi bagi tenaga kesehatan walaupun para tenaga
kebidanan berkomunikasi secara lisan tetapi catatan kbidanan diperlukan
karena sifatnya permanen.
3) Mempunyai aspek financial ekonomi
Suatu berkas pencatatan mempunyai nilai ekonomi karena isinya dapat
dijadikan bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan di rumah
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
9
sakit atau unit pelayanan lainnya.Tanpa adanya bukti pencatatan tindakan
maka pembayaran tidak dapat dipertanggung jawabkan.
4) Bermanfaat untuk materi penelitian
Dengan mempelajari asuhan kebidanan dan pengobatan terhadap sejumlah
pasien dengan penyakit yang sama maka informasi yang diperoleh akan
membantu untuk mengatasi masalah yang dialami oleh pasien dengan
penyakit yang sama.
5) Mempunyai aspek jaminan mutu
Pencatatan pada klien yang lengkap dan akurat akan member kemudahan bagi
bidan dalam membantu menyelesaikan masalah klien. Dan untuk mengetahui
sejauh mana masalah klien dapat teratasi dan sejauh mana masalah dapat di
identifikasi dan dimonitor melalui catatan akurat. Hal ini akan dapat
membantu meningkatkan mutu pelayanan kebidanan.
b. Tujuan lain yaitu :
1) Bukti pelayanan yang bermutu
2) Tanggung jawab legal terhadap pasien
3) Informasi untuk perlindungan tim kesehatan
4) Pemenuhan pelayanan standar
5) Sebagai sumber dari statistic untuk standarisasi
6) Sumber informasi untuk data wajib
7) Komunikasi untuk konsep menejemen resiko
8) Informasi untuk pendidikan, pengalaman belajar
9) Perlindungan hak pasien
10) Mendokumentasikan
tanggung
jawab
professional
dan
memelihara
kerahasiaan
11) Dokumen untuk menjamin penggantian biaya kesehatan
12) Dokumen untuk perencanaan pelayanan dimasa yang akan datang.
3. Prinsip-prinsip pendokumentasian
a. Prinsip pencatatan
1) Ditinjau dari isi
a) Mempunyai nilai administrative :
Suatu berkas pencatatan mempunyai nilai medis, karena catatan tersebut
dapat digunakan sebagai dasar merencanakan tindakan yang harus
diberikan kepada klien.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
10
b) Mempunyai nilai hukum :
Semua catatan informasi tentang klien merupakan dokumentasi resmi dan
bernilai hukum.
c) Mempunyai nilai ekonomi :
Dokumentasi mempunyai nilai ekonomi, semua tindakan kebidanan yang
belum, sedang, dan telah diberikan dicatat dengan lengkap yang dapat
digunakan sebagai acuan atau pertimbangan biaya kebidanan bagi klien.
d) Mempunyai nilai edukasi :
Dokumentasi mempunyai nilai pendidikan, karena isi menyangkut
kronologis dari kegiatan asuhan kebidanan yang dapat dipergunakan
sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi
kesehatan lainnya.
e) Mempunyai nilai penelitian
Dokumentasi kebidanan mempunyai nilai penelitian, data yang terdapat
didalamnya dapat dijadikan sebagai bahan atau objek riset dan
pengembangan profesi kebidanan.
2) Ditinjau dari teknik pencatatan
a) Mencantumkan nama pasien pada setiap lembaran pencatatan
b) Menulis dengan tinta (idealnya tinta hitam)
c) Menulis atau menggunakan dengan symbol yang telah disepakati oleh
institusi untuk mempercepat proses pencatatan.
d) Menulis catatan selalu menggunakan tanggal, jam tindakan atau observasi
yang dilakukan sesuai dengan kenyataan dan interpretasi.
e) Hindarkan kata-kata yang mempunyai unsure penilaian, misalnya :
tampaknya, rupanya, dan yang bersifat umum.
f) Tuliskan nama jelas pada setiap pesanan, pada catatan observasi dan
pemeriksaan oleh orang yang melakukan.
g) Hasil temuan digambarkan secara jelas termasuk keadaan, tanda, gejala,
warna, jumlah dan besar dengan ukuran yang lazim dipakai.
h) Interpretasi data objektif harus didukung oleh observasi.
i) Kolom jangan dibiarkan kosong, beri tanda bila tidak ada yang perlu
ditulis.
j) Coretan harus disertai paraf disampingnya.
3) Sistem pencatatan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
11
a) Model naratif
b) Model oreantasi masalah
c) Model focus
b. Prinsip pelaksanaan dokumentasi di lapangan atau klinis
1) Dibuat catatan secara singkat, kemudian dipindahkan secara lengkap (dengan
nama jelas dan identifikasi yang jelas)
2) Tidak mencatat tindakan yang belum dilakukan
3) Hasil observasi atau perubahan yang nyata harus segera dicatat
4) Dalam keadaan emergensi dan bidannya terlibat langsung dalam tindakan,
perlu ditugaskan seseorang khusus untuk mencatat semua tindakan secara
berurutan.
5) Selalu tulis nama jelas dan jam serta tanggal tindakan dilakukan.
4. Manfaat pendokumentasian
Manfaat atau fungsi dari dokumentasi adalah :
a. Sebagai dokumen yang sah
b. Sebagai sarana komunikasi antara tenaga kesehatan
c. Sebagai dokumen yang berharga untuk mengikuti perkembangan dan evaluasi
pasien.
d. Sebagai sumber data yang penting untuk penelitian dan pendidikan.
e. Sebagai suatu sarana bagi bidan dalam perannya sebagai pembela (advocate)
pasien, misalnya dengan catatan yang teliti pada pengkajian dan pemeriksaan
awal dapat membantu pasien misalnya pada kasus penganiayaan, pemerkosaan,
yang dapat membantu polisi dalam pengusutan dan pembuktian. (Marmi, 2011;
h.227-233)
RANGKUMAN
Dokumentasi dalam bidang kesehatan atau kebidanan adalah suatu pencatatan
dan pelaporan informasi tentang kondisi dan perkembangan kesehatan pasien dan
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
12
semua kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan (bidan, dokter atau perawat
dan petugas kesehatan lainnya).dokumentasi di bagi menjadi dua yaitu Pencatatan
adalah data tertulis dan merupakan data resmi tentang kondisi kesehatan pasien dan
perkembangannya dan Pelaporan adalah penyampaian informasi tentang kondisi dan
perkembangan pasien secara lisan kepada bidan atau perawat lain atau kepada dokter
atau tim kesehatan lainnya.
Tujuan dan fungsi dokumentasi yaitu mempunyai aspek legal, Sebagai alat
komunikasi antar tim kesehatan, Mempunyai aspek financial ekonomi, Bermanfaat
untuk materi penelitian, Mempunyai aspek jaminan mutu, Bukti pelayanan yang
bermutu, Tanggung jawab legal terhadap pasien.
TES FORMATIF
1. Pengertiandokumentasikebidananmenurut SK MenKes RI 749 adalah…….
a. Berkas yang berisicatatandandokumen yang berisitentangidentitas: Anamnesa,
pemeriksaan,
tindakandanpelayanan
lain
diberikankepadaseseorangkepadaseorangpasienselamadirawatdirumahsakit
yang
yang
dilakukan di unit-unit rawattermasuk UGD dan unit rawatinap.
b. Tulisan
yang
berisikomunikasitentangkenyataan
essensialuntukmenjagakemungkinan-kemungkinan
yang
yang
bisaterjadiuntuksuatuperiodetertentu.
c. suatubuktipencatatandanpelaporan
yang
milikiolehbidandalammelakukancatatanperawatan
di
yang
bergunauntukkepentinganKlien,
bidandantimkesehatandalammemberikanpelayanankesehatandengandasarkomunik
asi yang akuratdanlengkapsecaratertulisdengantanggungjawabbidan
d. suatupencatatan
yang
lengkapdanakuratterhadapkeadaan/kejadian
yang
dilihatdalampelaksanaanasuhankebidanan (proses asuhankebidanan).
e. surat
yang
tertulis/tercetak
yang
dapat
di
pakaisebagaibuktiketerangan
(sepertiaktakelahiran, suratnikah, suratperjanjian, dansebagainya)
2. Tujuandokumentasikebidananadalah. Kecuali…..
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
13
a. Sebagaisaranakomunikasi
b. Sebagaitanggungjawabdantanggunggugat
c. Sebagaiinformasi statistic
d. Sebagaisaranapendidikan
e. Sebagaibentukdarihasilpemikiran
3. Semuacatataninformasitentangklienmerupakandokumentasiresmidanbernilaihukum.bil
aterjadisuatumasalah
yang
berhubungandenganprofesikebidanan,dimanabidansebagaipemberijasa,makadokumen
tasidapatdigunakansewaktu-waktu,sebagaibarangbukti
data-data
di
pengadilan.olehkarenaitu
harus
di
identifikasisecaralengkap,jelas,objektifdanditandatanganiolehtenagakesehatan,
merupakanprinsipdokumentasiditinajudarisegi……
a. Mempunyainilaiekonomi
b. Mempunyainilaiedukasi
c. Mempunyainilaihukum
d. Mempunyainilaipenelitian
e. Menpunyainilaiadministrative
4. Berapamanfaatdokumentasiditinjaudariberbagaiaspekantara lain yaitu……
a. AspekAdministrasi
b. Untukmendefinisikanfokusasuhanbagiklienataukelompok
c. Untukmembedakantanggunggugatbidandaritanggunggugatanggotatimpelayanakes
ehatan yang lain
d. Untukmemberikanpenelahaandanpengevaluasianasuhan (perbaikankualitas )
e. Untukmemberikanancamanteradappelanggaranklien
5. Untukmenunjangtertibnyaadministrasidalamupayapeningkatanpelayanankesehatandir
umahsakit/puskesmas.selainsebagaisuatudokumenrahasia,
catatantentangpasienjugamengidentifikasipasiendanasuhankebidanan
yang
telahdiberikan, adalahpengertiandari……
a. Tujuandokumenpasien
b. Manfaatdokumentasi
c. Pengertiandokumentasi
d. Tipedokumentasi
e. Filosofidokumentasi
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
14
TUGAS
1. Tugas Baca (Buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal)
2. Tugas terstruktur (laporan praktikum di skills lab dan laporan praktek di lapangan)
3. Tugas kelompok (Makalah, bahan diskusi/seminar)
DAFTAR PUSTAKA
Marmi. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Antenatal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Pudiastuti, R.D. 2011. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Yogyakarta : Nuha Medika
Rukiah, A.Y dan Yulianti, L. 2014. Asuhan Kebidanan Kehamilan Berdasarkan Kurikulum
Berbasis Kompetensi. Jakarta : C.V Trans Info Media.
Salmah, dkk. 2013. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta : EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika.
Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui
15
Download