Uploaded by common.user55484

PANDUAN PENGELOLAAN KAWASAN BEBAS ROKOK

advertisement
PANDUAN PENGELOLAAN KAWASAN
BEBAS ROKOK
Rumah Sakit Ibu dan Anak
SENTOSA
Makassar
Jl. Jenderal Sudirman No. 52 Telepon (0411) 3612720, 3624248 Fax (0411) 3619711
Rumah Sakit Ibu dan Anak
SENTOSA
Makassar
JL. JENDERAL SUDIRMAN NO. 52 TELEPON(0411)3612720/3624248 EMAIL [email protected]
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SENTOSA MAKASSAR
NOMOR : 09/02/SK/AKRED/RSIAS/I/2019
TENTANG
PANDUAN PENGELOLAAN KAWASAN BEBAS ROKOK
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SENTOSA MAKASSAR
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SENTOSA MAKASSAR
Menimbang
:
a. Bahwa rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila
digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi undividu
dan asyarakat baik selaku perokok aktif maupun perokok pasif,
oleh sebab itu diperlukan perlindungan terhadap bahaya rokok
bagi
kesehatan
secara
menyeluruh,
terpadu
dan
berkesinambungan;
b. Bahwa untuk udara yang sehat dan bersih hak bagi setiap orang,
maka
diperlukan
kesadaran,
kemauan
dan
kemampuan
masyarakat untuk mencegah dampak penggunaan rokok baik
langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan, guna
terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal, perlu
dilakukan pengaturan kawasan tanpa rokok sebagai upaya
menciptakan udara yang sehat dan bersih;
c. Bahwa upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat dari
bahaya akibat rokok, membudayakan hidup sehat, menekan
perokok pemula dan melindungi kesehatan perokok pasif;
d. Bahwa sasaran kawasan tanpa rokok adalah tempat umum,
tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, arena kegiatan
anak-anak, tempat ibadah RS Syafira harus bertanggung jawab
akan terwujudnya kawasan tanpa rokok di lingkungan kerjanya;
e. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
point 1, 2, 3, 4 perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa.
Mengingat
:
1. Instruksi Menkes RI No.84/MENKES/INST/II/2002 tentang
Kawasan Tanpa Rokok Di Tempat kerja Dan Sarana Kesehatan.
2. Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
3. Peraturan Pemerintah No.81 Tahun 1999.
4. Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2000.
5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1277/Menkes/SK/X/2001
tentang Organisasi Dan Tata kerja Departemen Kesehatan
6. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.186/1999 tentang Unit
Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
7. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No.10/KPTS/2000
tentang ketentuan teknis terhadap bahaya kebakaran pada
bangunan gedung dan lingkungan.
8. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No.11/KPTS/2000
tentang ketentuan teknis manajemen Penanggulangan kebakaran
di Perkotaan
9. Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi
Manusia
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
:
PERTAMA
: Memberlakukan kawasan tanpa rokok di rumah sakit ibu dan anak sentosa
makassar
KEDUA
: Setiap orang harus mematuhi kebijakan kawasan tanpa rokok di RSIA
Sentosa Makassar
KETIGA
: Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan bilamana di
kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka akan
diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Makassar
Pada tanggal : 12 Januari 2019
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN
ANAK SENTOSA MAKASSAR
dr. Jemmy Lao
NIK. 2101017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Kehadirat Tuhan yang telah memberikan
bimbingan dan petunjukNya, sehingga tersusunnya Panduan Pengelolaan Kawasan Bebas Rokok
di Rumah sakit Ibu Dan Anak Sentosa Makassar. Panduan
ini disusun bertujuan untuk
meminimalisasi dan meniadakan risiko yang ditimbulkan oleh berbagai potensi bahaya yang ada
di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa.
Panduan ini disusun berdasarkan Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi rumah Sakit
yang dikeluarkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit versi SNARS I.
Dengan tersusunnya Panduan Pengelolaan Kawasan Bebas Rokok di Rumah Sakit Ibu Dan
Anak Sentosa Makassar ini diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan tugas bagi, Tim MFK,
serta pihak pengunjung dan karyawan terkait di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Sentosa Makassar.
Kami menyadari dalam penyusunan Panduan ini masih banyak kekurangan dan diharapkan adanya
masukan dari pembaca sebagai bahan perbaikan. Akhirnya pada kesempatan ini pula kami
sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Penyusun yang segala
upayanya telah menyelesaikan panduan ini.
Semoga Tuhan melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua.
Makassar, Juni 2019
Tim Penyusun
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................................................
i
DAFTAR ISI .......................................................................................................................
ii
BAB I
DEFINISI..........................................................................................................
1
BAB II
RUANG LINGKUP…………………..............................................................
3
BAB III
TATA LAKSANA……………………………………..................................... 4
BAB IV
DOKUMENTASI……………………………................................................... 8
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
ii
BAB I
DEFINISI
Peraturan
bersama
Menteri
Kesehatan
dan
Mentri
Dalam
Negeri
Nomer
188/MENKES/PB/I/2011 Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa
Rokok mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau
area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual,
mengiklankkan dan/ atau mempromosikan produk tembakau.
Penetapan kawasan tanpa rokok merupakan upaya perlindungan yang efektif dari bahaya asap
rokok, memeberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat serta
melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung
maupun tidak langsung. Penetapan kawasan tanpa rokok ini perlu diselenggarakan di lingkungan
Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa Makassar selain sebagai tempat kerja juga merupakan
fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengembangan kawasan tanpa rokok mempunyai landasan hukum yaitu Peraturan Pemerintah
RI Nomor 81 tahun 1999 dan Nomor 38 tahun 2000 tentang Pengamanan Rokok Bagi
Kesehatan, perihal Kawasan Tanpa Rokok pasal 23, 24 dan pasal 26 tentang peran masyarakat.
Landasan hukum tersebut yaitu :
1. Pasal 23
Tempat umum dan atau tempat kerja yang spesifik sebagai tempat penyelenggaraan
upaya kesehatan, proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, kegiatan ibadah dan
angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok.
2. Pasal 24
Pimpinan atau penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja harus mengupayakan
terbentuknya kawasan tanpa asap rokok
3. Pasal 26
Masyarakat termasuk setiap orang yag memproduksi rokok dan setiap orang yang
memasukan rokok ke dalam wilayah Indonesia, memiliki kesempatan untuk berperan
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
1
seluas – luasnya dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal melalui
terbentuknya kawasan tanpa rokok pada tempat umum, tempat kerja dan angkutan umum.
Manfaat kawasan tanpa rokok di fasilitas pelayanan kesehatan dan tempat kerja adalah
sebagai berikut:
1. Fasilitas pelayanan kesehatan
a. Menciptakan tempat yang sehat, nyaman dan aman
b. Pengunjung tidak terganggu asap rokok
c. Memberi citra yang positif
d. Mengurangi resiko terjadinya kebakaran
e. Menegakkan etika merokok
2. Tempat kerja
a. Menciptakan tempat kerja yang sehat, nyaman dan aman
b. Karyawan tidak terganggu asap rokok ketika bekerja
c. Memberi citra yang positif
d. Mengurangi resiko kebakaran
e. Menegakkan etika merokok
f. Biaya pemeliharaan kesehatan untuk karyawan berkurang
g. Biaya pemeliharaan sarana kerja kantor berkurang
h. Meningkatkan produktivitas kerja dan menurun tingkat absensi karyawan
i. Membantu karyawan untuk berhenti merokok.
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
2
BAB II
RUANG LINGKUP
Panduan kawasan tanpa rokok di lingkungan Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa
mencakup definisi dari kawasan tanpa rokok, manfaat kawasan tanpa rokok dan tata laksana
dalam menjalankan kawasan tanpa rokok di lingkungan Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa.
Dalam hal ini semua pihak yang berada di lingkungan rumah sakit mulai dari staff medis dan
non medis, seluruh pengunjung rumah sakit dan seluruh pasien rumah sakit ikut berperan dalam
mentaati perataturan yang dibuat untuk mencapai kawasan tanpa rokok, dengan cara tidak
merokok pada saat berada di area Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa.
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
3
BAB III
TATA LAKSANA
Langkah – Langkah Mengembangkan Kawasan Tanpa Rokok :
NO
KEGIATAN
TEMPAT UMUM
TEMPAT KERJA
1
ANALISIS SITUASI
Kajian:
Kajian :
Para penentu kebijakan/ pimpinan
a. Apakah ada larangan
a. Apakah ada
di tempat umum, tempat kerja dan
angkutan umum perlu mengkaji
merokok?
b. Kapan peraturan
larangan merokok?
b. Kapan peraturan
ulang tentang kebijakan yang ada
dibuat dan mengapa
dibuat dan
dan bagaimana sikap dan perilaku
dibuat?
mengapa dibuat?
khalayak sasaran (karyawan,
c. Apa yang dilakukan
c. Apa yang di
pengunjung, pengemudi, dan
pengelola dan
lakukan karyawan
penumpang) terhadap kebijakan
pengunjung melihat
dan pengunjung
Kawasan Tanpa Rokok. Kajian ini
larangan tersebut?
melihat larangan
untuk memperoleh data sebagai
dasar membuat
kebijakan Kawasan Tanpa Rokok
d. Apakah pegelola dan
tersebut?
pengunjung mentaati? d. Apakah karyawan
e. Apakah ada ruangan
khusus untuk
mentaati?
e. Apakah ada
merokok?
ruangan khusus
f. Bila belum ada
untuk merokok?
kebijakan ambil
f. Bila belum ada
keputusan untuk
kebijakan ambil
mengembangkan
keputusan untuk
Kawasan Tanpa
mengembangkan
Rokok
Kawasan Tanpa
Rokok
g. Apa keuntungan
perusahaan bila
mengembangkan
kawasan tanpa
rokok?
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
4
h. Bagaimana peran
serikat pekerja
dalam
mewujudkan
Kawasan Tanpa
Rokok?
2
MEMBUAT KEBIJAKAN
Dasar untuk
Dasar untuk
KAWASAN TANPA ROKOK
mengembangkan
megembangkan
kebijakan:
kebijakan:
a. Tentukan tujuan
a. Tentukan
dengan jelas
dengan jelas
b. Pembuatan pesan
b. Pembuatan pesan
yang jelas tentang
yang jelas tentang
tempat yang boleh
tempat yang boleh
dan tidak boleh
dan
merokok
merokok
c. Pesan yang jelas
tentang pelanggaran
d. Fokus pada bahaya
merokok dan etika
merokok
e. Fokus pada kesehatan
dan keselamatan
umum
f. Kaitkan kawasan
tanpa rokok dengan
tidak
boleh
c. Pesan yang jelas
tentang
pelanggaran
d. Fokus pada bahaya
merokok dan etika
merokok
e. Fokus
pada
kesehatan
dan
keselamatan
umum
nilai – nilai yang
f. Kaitkan
mendukung asset
tanpa
tempat umum.
dengan nilai – nilai
g. Penyuluhan kawasan
tanpa rokok
h. Pengadaan media
promosi Kawasan
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
tujuan
yang
kawasan
rokok
mendukung
aset perusahaan
g. Penyuluhan
kawasan
tanpa
5
Tanpa Rokok
rokok
h. Pengadaan media
promosi Kawasan
Tanpa Rokok
3
SOSIALISASI KEBIJAKAN
a. Sosialisasi kebijakan a. Sosialisasi
KAWASAN TANPA ROKOK
Kawasan
Tanpa
Rokok
kebijakan
Kawasan Tanpa
b. Sosialisasi tugas dan
penanggung
dalam
jawab b. Sosialisasi tugas
pelaksanaan
Kawasan
Rokok
Tanpa
Rokok
dan tanggung
jawab manager
dan pengawas
dalam pelaksanaan
Kawasan Tanpa
Rokok.
4
MEMANTAPKAN KEBIJAKAN
Urutkan kebijakan
umumkan kebijakan
Kawasan Tanpa Rokok
Kawasan Tanpa
melalui saluran standard
Rokok melalui saluran
tempat umum,
standard pada
seperti tanda larangan
perusahaan seperti
merokok, poster,
surat edaran, poster,
pengumuman
newsletter, tanda
larangan merokok.
EVALUASI KAWASAN TANPA ASAP ROKOK
EVALUASI
KAWASAN TANPA ROKOK
TEMPAT UMUM
1.
EVALUASI
JANGKA a. Adanya tanda –
PENDEK
Kawasan
4 – 6 BULAN
yang dipasang
b. Adanya
Tanpa
tempat
TEMPAT KERJA
tanda
a. Adanya tanda – tanda
Rokok
Kawasan Tanpa Rokok
yang dipasang
untuk
mematikan rokok ketika
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
b. Adanya
tempat
untuk
mematikan rokok ketika
6
memasuki Kawasan Tanpa
memasuki
Rokok
Tanpa Rokok
c. Adanya
tempat
umum
tanpa asap rokok
2.
EVALUASI
Rokok
1 – 3 TAHUN
dilaksanakan
tempat
kerja
tanpa asap rokok
JANGKA a. Kebijakan Kawasan Tanpa
PANJANG
c. Adanya
Kawasan
a. Kebijakan
Kawasan
dan
Tanpa
diterima
oleh
dan
diterima
pengelola dan pengunjung
tempat umum
b. Dipatuhi dan dimanfaatkan
Rokok
dilaksanakan
oleh
manager dan karyawan
b. Dipatuhi
dan
dimanfaatkan
fasilitas
fasilitas yang mendukung
yang
Kawasan Tanpa Rokok
Kawasan Tanpa Rokok
c. Tidak ada penjual rokok di
c. Tidak ada penjual rokok
sekitar tempat umum
mendukung
di sekitar tempat kerja
d. Pemahaman
Kawasan
Tanpa Rokok bertambah
baik
e. Karyawan tidak merokok
bertambah banyak
f. Semua
merokok
karyawan
di
tidak
Kawasan
Tanpa Rokok
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
7
BAB IV
DOKUMENTASI
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
8
Rumah Sakit Ibu dan Anak S E N T O S A Makassar
9
Download