Uploaded by fonnychristiney27

Perencanaan SDM

advertisement
Nama : Arwin Tanjung
NIM : 18220128
A. Pengertian dan Manfaat Perencanaan SDM
Perencanaan SDM merupakan proses perencanaan sistematis untuk memaksimalkan sumber
daya manusia sebagai aset utama perusahaan.
Tujuan dari perencanaan SDM ini adalah untuk memastikan kesesuaian antara tenaga kerja dan
pekerjaan, baik dari segi jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan. Proses ini didasari
oleh supply dan demand dalam konteks SDM perusahaan.
Perencanaan SDM bermanfaat bagi perusahaan dalam berbagai hal, yaitu:



Membantu HR mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai kualifikasi di kemudian
hari.
HR bisa bekerja secara proaktif dalam menemukan kandidat yang sesuai.
Sesuai dengan tujuan masing-masing perusahaan, perencanaan SDM memungkinkan HR untuk
mengidentifikasi, memilih, dan mengembangkan kompetensi atau tenaga kerja yang dibutuhkan
oleh perusahaan.
B. Proses Perencanaan SDM
Secara garis besar, proses perencanaan SDM dibagi menjadi 4 langkah yang meliputi:
1. Persediaan Tenaga Kerja Saat Ini
Langkah paling awal yang bisa dilakukan dalam memulai perencanaan SDM yaitu menilai
ketersediaan sumber daya manusia yang ada di perusahaan.Penilaian ini termasuk studi
komprehensif dari berbagai aspek SDM, seperti jumlah, skill, kompetensi, kualifikasi,
pengalaman, usia, jabatan, kinerja, kompensasi, dan lain sebagainya.Dalam tahap ini, HR juga
bisa melakukan wawancara dengan manager tim untuk memahami tantangan dari sisi SDM yang
sedang dihadapi, serta kualifikasi yang dirasa penting untuk dimiliki oleh karyawan tim tersebut.
2. Kebutuhan SDM di Masa Mendatang
Langkah selanjutnya dari perencanaan SDM yaitu menganalisa kebutuhan tenaga kerja di masa
mendatang. Dalam langkah ini, berbagai variabel HR seperti pengurangan SDM, lowongan yang
akan dibuka, promosi jabatan, mutasi karyawan, dan lain sebagainya perlu dimasukkan ke dalam
pertimbangan.Selain itu, variabel tidak terduga seperti pengunduran diri serta pemecatan juga
perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam analisa.
3. Perkiraan Permintaan dan Pasokan Sumber Daya Manusia
Setelah memiliki inventaris sumber daya manusia yang lengkap, tahap selanjutnya adalah
memperkirakan tenaga kerja yang diperlukan untuk masa yang akan datang.Organisasi atau
perusahaan akan mempertimbangkan apakah perlu adanya penambahan tenaga kerja, apakah
perlu meningkatkan produktivitas dan kemampuan karyawan saat ini.Ini dapat dilakukan melalui
pelatihan dan pengembangan keterampilan baru dan apakah ada kandidat-kandidat yang
berpotensi untuk direkrut menjadi karyawan untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan tersebut.
4. Memperkirakan Kesenjangan Sumber Daya Manusia
Perbandingan antara Permintaan dan Pasokan Sumber Daya Manusia ini akan menghasilkan
“kelebihan” atau “kekurangan” terhadap SDM yang diperlukan. Apabila terjadi kekurangan
SDM, maka yang harus dilakukan adalah melakukan pengrekrutan karyawan baru atau
melakukan peningkatan produktivitas dan kinerja dengan menggunakan karyawan yang tersedia
pada saat ini. Namun apabila terjadi kelebihan SDM, maka organisasi atau perusahaan harus
melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap karyawannya.
5. Merumuskan Rencana Tindakan Sumber Daya Manusia
Rencana tindakan SDM ini tergantung pada hasil perkiraan kesenjangan SDM yaitu kelebihan
ataupun kekurangan dalam organisasi. Apakah diperlukan perekrutan baru, pelatihan, mutasi
atau transfer antar departemen atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
6. Pemantauan, Pengendalian dan Umpan Balik
Setelah menerapkan rencana tindakan SDM, inventaris atau persediaan SDM harus diperbaharui
selama periode tertentu. Rencana aksi ini harus dipantau dan mengidentifikasikan kelemahankelemahannya untuk diambil tindakan selanjutnya. Perbandingan antara Rencana SDM dengan
penerapan aktual harus dilakukan untuk memastikan tindakannya sesuai dengan ketersediaan
jumlah karyawan yang diperlukan untuk berbagai pekerjaan pada organisasi yang bersangkutan.
C. Penyebab Permintaan SDM
1. Faktor Eksternal
 Ekonomi
 Sosial Politik Hukum
 Teknologi
 Pesaing
2. Faktor Organisasional
 Rencana strategic
 Anggaran
 Ramalan penjualan dan produksi
 Perusahaan baru
 Desain organisasi dan jabatan
3. Faktor Angkatan Kerja
 Pensiun
 Pengunduran diri
 Pemberhentian
 Kematian
 Kemangkiran
D. Metode Peramalan Kebutuhan SDM




Zero Base Forecasting : menggunakan tingkat kekaryawanan organisasi saat ini sebagai
titik awal untuk menentukan kebutuhan pentediaan staf di masa depan
Bottom Up Approach : setiap level yang berurutan dalam organisasi, mulai dari yang
terendah, meramalkan kebutuhannya, hingga akhirnya menghasilkan ramalan agregat
mengenai karyawan yang dibutuhkan.
Hubungan antara volume penjualan dengan jumlah karyawan yang dibutuhkan : salah
satu predictor tingkat kekaryawanan yang paling berguna adalah volume penjualan. Ada
hubungan positif antara permintaan produk dengan jumlah karyawan yang dibutuhkan.
Model Simulasi : teknik permalan dengan melakukan eksperimen mengenai situasi nyata
menggunakan model matematis.
Pertanyaan
1. Apa tindakan yang dapat dilakukan jika diramalkan deficit (kekurangan) karyawan?
Jawab :
 Rekruitmen Kreatif : pendekatan – pendekatan baru untuk merekrut.
 Insentif Kompensasi : Karena persaingan yang ketat dalam mendapatkan karyawan pada
situasi permintaan tinggi, perusahaan harus mengandalkan insentif kompensasi
 Program Pelatihan : program-program pelatihan khusus diperlukan untuk mempersiapkan
orang-orang yang sebelumnya belum mampu bekerja agar dapat mengisi posisi-posisi dalam
perusahaan.
 Standar Seleksi yang Berbeda : memperendah standar-standar kekaryawanan agar cukup
banyak orang tersedia untuk mengisi jabatan-jabatan.
2. Sebutkan estimasi-estimasi apa saja yang ada dalam penawaran SDM!
Jawab :
a) Estimasi Penawaran Internal
 Audit SDM
 Rencana Suksesi
 Bagan Penggantian
b) Estimasi Penawaran Eksternal
 Kebutuhan eksternal
 Analisis pasar tenaga kerja
 Sikap masyarakat
 Demografi
Download