Uploaded by Muhammad Tohib Habib

2- MAPRI STRUKTUR ORGANISASI

advertisement
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara
sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit
serta
memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan atau pun
masyarakat. 1
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak mendasar masyarakat yang
wajib diselenggarakan oleh pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam UndangUndang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir
dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Pasal 34 ayat (3) “Negara
bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak”. 2
Puskesmas adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan
lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014, Puskesmas merupakan unit
pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam membangun derajat kesehatan
masyarakat di wilayah kerjanya dalam mewujudkan kecamatan sehat. Sebuah
Puskesmas dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas dalam menjalankan fungsinya
di masyarakat. Pada dasarnya, aktivitas Puskesmas dalam membangun derajat
kesehatan masyarakat tidak lepas dari konsep dasar organisasi. 2
Organisasi sering didefinisikan sebagai sekelompok manusia (group of
people) yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama (common
goals). Organisasi terdiri dari orang-orang dengan usaha yang terkoordinasi.
Mereka harus bekerja sama atas dasar pembagian kerja, peran, dan wewenang
masing-masing anggota. Tujuan dari sebuah organisasi akan menentukan struktur
organisasi. Struktur organisasi merupakan kerangka yang juga menunjukkan
1
hubungan antar fungsi serta wewenang dan tanggung jawab masing- masing
komponen. 3
Pengorganisasian puskesmas didefinisikan sebagai proses penetapan
pekerjaan-pekerjaan pokok untuk dikerjakan, pengelompokkan pekerjaan, dan
sumber daya untuk mencapai tujuan puskesmas secara efektif dan efisien. Struktur
organisasi diperlukan guna menjamin manajemen yang efektif. Struktur organisasi
Puskesmas diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 tentang
Puskesmas, struktur organisasi Puskesmas yang disusun oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban kerja
Puskesmas. Organisasi puskesmas paling sedikit terdiri dari kepala puskesmas,
kepala subbagian tata usaha, penanggung jawab upaya kesehatan masyarakat dan
keperawatan kesehatan masyarakat, penanggung jawab upaya kesehatan
perorangan, kefarmasian dan laboratorium, dan penanggung jawab jaringan
pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. 2
Puskesmas sebagai suatu organisasi merupakan unit pelaksana teknis dinas
kesehatan kabupaten/kota. Salah satu Puskesmas yang terdapat di kota Padang
adalah Puskesmas Ambacang dengan wilayah kerja untuk Kecamatan Kuranji.
Oleh karena itu, penulis mengangkat makalah dengan judul “Struktur Organisasi
Puskesmas” untuk mengetahui gambaran struktur organisasi di Puskesmas
Ambacang Kota Padang.
1.2.
Rumusan Masalah
Bagaimana struktur organisasi di Puskesmas Ambacang Kota Padang ?
1.3.
Tujuan Penulisan
1.3.1. Tujuan Umum
Makalah ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai struktur
organisasi Puskesmas Amabacang Kota Padang.
2
1.3.2. Tujuan Khusus
Mengetahui implementasi struktur organisasi Puskesmas berdasarkan
Permenkes nomor 75 tahun 2014 di Puskesmas Ambacang.
1.4.
Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka yang
merujuk pada beberapa literatur dan Laporan Tahunan Puskesmas
Ambacang tahun 2018.
3
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Definisi Organisasi
Menurut para ahli, definisi organisasi dimaknai berbeda-beda, yaitu:
a.
3
Stephen F. Robbins
Organisasi adalah unit sosial yang sengaja didirikan untuk jangka
waktu yang relatif lama, beranggotakan dua orang atau lebih yang bekerja
bersama-sama dan terkoordinasi, mempunyai pola kerja tertentu yang
terstruktur, serta didirikan untuk mencapai tujuan bersama atau satu set
tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
b.
David Cherrington
Organisasi adalah sistem sosial yang mempunyai pola kerja yang
teratur dan yang didirikan oleh manusia serta beranggotakan sekelompok
manusia dalam rangka mencapai satu set tujuan tertentu.
c.
Richard Daft
Organisasi adalah sebuah entitas sosial yang berorientasi pada
tujuan dengan suatu sistem kegiatan yang terstruktur dan mempunyai batasbatas yang bisa teridentifikasi.
d.
Secara umum
Organisasi adalah kelompok orang yang secara bersama-sama
ingin mencapai tujuan yang sama.
2.2.
Definisi Puskesmas
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 pasal 1
dijelaskan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan
upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. 2
4
2.3.
Klasifikasi Puskesmas
Puskesmas dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristik wilayah
kerja dan kemampuan penyelenggaraan dalam rangka memenuhi pelayanan
kesehatan. Berdasarkan karakteristik wilayah kerja, Puskesmas dikategorikan
menjadi Puskesmas kawasan perkotaan, Puskesmas kawasan pedesaan, serta
Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil. Berdasarkan kemampuan
penyelenggaraan, Puskesmas dikategorikan menjadi Puskesmas non rawat inap
dan Puskesmas rawat inap. 2
2.4.
Tujuan Puskesmas
Puskesmas bertujuan untuk mendukung terwujudnya suatu kecamatan
yang sehat. Pembangunan kesehatan di Puskesmas bertujuan untuk
mewujudkan masyarakat : 2
a. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat.
b. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu
c. Hidup dalam lingkungan yang sehat
d. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
2.5.
Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas
Prinsip penyelenggaraan Puskesmas meliputi: 2
a. Paradigma sehat, adalah Puskesmas mendorong seluruh pemangku
kepentingan untuk berkomitmen dalam upaya mencegah dan
mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat.
b. Pertanggungjawaban wilayah, adalah Puskesmas menggerakkan dan
bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya.
c. Kemandirian masyarakat, adalah Puskesmas mendorong kemandirian
hidup sehat bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
d. Pemerataan, adalah Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan
5
yang dapat diakses dan dijangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah
kerjanya secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama,
budaya, dan kepercayaan.
e. Teknologi tepat guna, adalah Puskesmas menyelenggarakan pelayanan
kesehatan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai
dengan kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan, dan tidak
berdampak buruk bagi lingkungan.
f. Keterpaduan dan kesinambungan, adalah Puskesmas mengintegrasikan
dan mengoordinasikan penyelenggaraan UKM (Upaya Kesehatan
Masyarakat) dan UKP (Upaya Kesehatan Perseorangan) lintas program
dan lintas sektor serta melaksanakan sistem rujukan yang didukung
dengan manajemen Puskesmas.
2.6.
Lambang Puskesmas
Lambang Puskesmas harus diletakkan di depan bangunan serta mudah
terlihat oleh masyarakat. Arti dari lambang tersebut adalah: 2
a. Bentuk segienam (heksagonal), melambangkan:

Keterpaduan dan kesinambungan yang berintegrasi dari 6 prinsip yang
melandasi penyelenggaraan Puskesmas.

Makna pemerataan pelayanan kesehatan yang mudah diakses
masyarakat.

Pergerakan dan pertanggungjawaban Puskesmas di wilayah kerjanya.
b. Irisan dua buah bentuk lingkaran, melambangkan:

Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya
masalah kesehatan masyarakat.

Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya
masalah kesehatan perorangan.
c. Stilasi bentuk sebuah bangunan, melambangkan Puskesmas sebagai
tempat/wadah diberlakukannya semua prinsip dan upaya dalam proses
penyelenggaraan kesehatan.
6
d. Bidang segitiga, mewakili tiga faktor yang mempengaruhi status derajat
kesehatan masyarakat yaitu genetik, lingkungan, dan perilaku.
e. Bentuk palang hijau di dalam segienam, melambangkan pelayanan
kesehatan yang mengutamakan promotif preventif.
f. Warna hijau, melambangkan tujuan pembangunan kesehatan yang
diselenggarakan Puskesmas, dalam rangka mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
g. Warna putih, melambangkan pengabdian luhur Puskesmas.
Gambar 2.1. Lambang Puskesmas (dikutip dari Permenkes Nomor 75 Tahun
2014 tentang Puskesmas)
2.7.
Fungsi Puskesmas
Ada tiga fungsi pokok Puskesmas yaitu: 2
1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
2. Membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu di
wilayah kerjanya.
2.8.
Struktur Organisasi Puskesmas
Puskesmas
merupakan
unit
pelaksana
teknis
Dinas
Kesehatan
Kabupaten/Kota, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Stuktur organisasi
Puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas masing-masing puskesmas.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 pasal 33 ayat (1),
Puskesmas dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas. Sementara itu, organisasi
Puskesmas terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 pasal 34
7
ayat (1) dan (2). Pada ayat (1) dijelaskan bahwa organisasi Puskesmas disusun oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban
kerja Puskesmas. Pada ayat (2), Organisasi Puskesmas paling sedikit terdiri atas:
1. Kepala Puskesmas
Kepala puskesmas merupakan seorang Tenaga Kesehatan dengan kriteria
sebagai berikut:
a. Tingkat pendidikan paling rendah sarjana dan memiliki kompetensi
manajemen kesehatan masyarakat;
b. Masa kerja di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun; dan
c. Telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas.
Kecuali dalam hal Puskesmas tersebut berada di kawasan terpencil dan
sangat terpencil yang tidak tersedia seorang tenaga kesehatan dengan tingkat
pendidikan paling rendah sarjana, maka tenaga kesehatan dengan tingkat
pendidikan paling rendah diploma tiga dapat menjadi kepala Puskesmas.
Kepala puskesmas bertanggung jawab atas semua kegiatan puskesmas dan
mengusulkan kebutuhan sumber daya puskesmas kepada Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota. Kepala puskesmas berfungsi memimpin, mengawasi, dan
melaksanakan koordinasi kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan
struktural dan jabatan fungsional.
2. Kepala sub Bagian Tata Usaha
Kepala sub bagian tata usaha bertugas membantu pimpinan dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsi di bidang :
8

Data dan informasi

Perencanaan dan penilaian

Keuangan

Umum dan kepegawaian
3. Penanggungjawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi upaya kesehatan
masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat pengembangan. Berdasarkan
World Health Organization (WHO) yang dikenal dengan Basic Seven menjelaskan
tentang program pokok pelayanan kesehatan dasar yang meliputi:2
1.. Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana (maternal and
child health care)
Program pelayanan kesehatan KIA dan KB di Puskesmas yang
ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada PUS (Pasangan Usia Subur)
untuk ber KB, pelayanan ibu hamil, bersalin, dan nifas serta pelayanan bayi
dan balita.
2. Pelayanan pengobatan (medical care)
Bentuk pelayanan kesehatan untuk mendiagnosa, melakukan
tindakan pengobatan pada seseorang pasien dilakukan oleh seorang dokter
secara ilmiah berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh selama
anamnesis dan pemeriksaan.
3. Pelayanan kesehatan lingkungan (environmental sanitation)
Program pelayanan kesehatan lingkungan di puskesmas untuk
meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi
dasar, pengawasan mutu lingkungan, dan tempat umum termasuk
pengendalian pencemaran lingkungan dengan peningkatan peran serta
masyarakat.
9
4. Pelayanan promosi kesehatan (health education)
Program pelayanan kesehatan puskesmas yang diarahkan untuk
membantu masyarakat agar hidup sehat secara optimal melalui kegiatan
penyuluhan (individu, kelompok maupun masyarakat).
5. Laboratorium sederhana (simple laboratory)
6. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit (communicable
disease control)
Program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk encegah dan
mengendalikan penyakit menular/infeksi (misalnya TB, DBD, Kusta dll).
7. Pencatatan dan pelaporan (simple statistic)
Upaya kesehatan masyarakat pengembangan merupakan upaya kesehatan
masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya bersifat inovatif dan/atau bersifat
ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas masalah
kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di
masing-masing Puskesmas. Upaya pengembangan puskesmas yang dibawahi
adalah :
1. Pelayanan kesehatan jiwa
Program pelayanan kesehatan jiwa yang dilaksanakan oleh tenaga
Puskesmas dengan didukung oleh peran serta masyarakat, dalam rangka
mencapai derajat kesehatan jiwa masyarakat yang optimal melalui kegiatan
pengenalan/deteksi dini gangguan jiwa, pertolongan pertama gangguan jiwa
dan konseling jiwa. Sehat jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta
mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain
sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan
orang lain. Misalnya ada konseling jiwa di Puskesmas.
2. Pelayanan kesehatan gigi masyarakat
Program pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan
Puskesmas kepada masyarakat baik didalam maupun diluar gedung
(mengatasi kelainan atau penyakit rongga mulut dan gizi yang merupakan
10
salah satu penyakit yang terbanyak di jumpai di Puskesmas.
3. Pelayanan kesehatan tradisional komplementer
Program pembinaan terhadap pelayanan pengobatan tradisional,
pengobat tradisional dan cara pengobatan tradisional. Yang dimaksud
pengobatan tradisional adalah pengobatan yang dilakukan secara turun
temurun, baik yang menggunakan herbal (jamu), alat (tusuk jarum, juru
sunat) maupun keterampilan (pijat, patah tulang).
4. Pelayanan kesehatan olahraga
Semua bentuk kegiatan yang menerapkan ilmu pengetahuan fisik
untuk meningkatkan kesegaran jasmani masyarakat, baik atlet maupun
masyarakat umum. Misalnya pembinaan dan pemeriksaan kesegaran
jasmani anak sekolah dan kelompok masyarakat yang dilakukan puskesmas
di luar gedung.
5. Pelayanan kesehatan indera
Program pelayanan kesehatan mata terutama pemeliharaan
kesehatan (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) dibidang mata dan
pencegahan kebutaan oleh tenaga kesehatan Puskesmas dan didukung oleh
peran serta aktif masyarakat. Misalnya upaya penanggulangan gangguan
refraksi pada anak sekolah.
6. Pelayanan kesehatan lansia
Program pelayanan kesehatan usia lanjut atau upaya kesehatan
khusus yang dilaksanakan oleh tenaga Puskesmas dengan dukungan peran
serta aktif masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat usia lanjut. Misalnya pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi
dini penyakit degeneratif, kardiovaskuler seperti : diabetes melitus,
hipertensi dan osteoporosis pada kelompok masyarakat usia lanjut.
7. Pelayanan kesehatan kerja
Program pelayanan kesehatan kerja puskesmas yang ditujukan
untuk masyarakat pekerja informal maupun formal diwilayah kerja
puskesmas dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit serta
11
kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja.
Misalnya pemeriksaan secara berkala di tempat kerja oleh petugas
puskesmas.
4. Penanggung Jawab UKP, Kefarmasian, dan Laboratorium
Penanggung jawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium membawahi
beberapa kegiatan, yaitu :
a. Pelayanan pemeriksaan umum
b. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
c. Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
d. Pelayanan gawat darurat
e. Palayanan gizi yang bersifat UKP
f. Pelayanan persalinan
g. Pelayanan rawat inap untuk puskesmas dengan pelayanan rawat inap
h. Pelayanan kefarmasian
i. Pelayanan laboratorium
5. Penanggungjawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan.
Penanggungjawab jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas
pelayanan kesehatan membawahi : 5
a. Puskesmas Pembantu
Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan
berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam ruang
lingkup wilayah yang lebih kecil dan masih dalam wilayah kerja puskesmas. Tujuan
puskesmas pembantu adalah untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan
kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya, sedangkan fungsi puskesmas
pembantu adalah menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan yang
dilakukan puskesmas di wilayah kerjanya.
Penanggung jawab puskesmas pembantu adalah seorang perawat atau
bidan, yang ditetapkan oleh kepala dinas kesehatan atas usulan kepala puskesmas.
12
Puskesmas pembantu didirikan dengan perbandingan satu puskesmas pembantu
untuk dua sampai tiga desa/kelurahan. Perannya adalah :
1. Meningkatkan akses dan jangkauan pelayanan dasar di wilayah kerja
puskesmas
2. Mendukung pelaksaan pelayanan kesehatan terutama UKM
3. Mendukung pelaksanaan kegiatan posyandu, imunisasi, pemberdayaan
masyarakat, dan lain-lain
4. Mendukung pelayanan rujukan
5. Mendukung pelayanan promotif dan preventif
b. Puskesmas Keliling
Puskesmas Keliling adalah jaringan pelayanan puskesmas yang sifatnya
bergerak, untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat
di wilayah kerja puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam Gedung
Puskesmas. Puskesmas keliling dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan dengan memperhatikan siklus kebutuhan pelayanan. Fungsinya
menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam
wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan terutama di
daerah terpencil dan terisolasi. Peran puskesmas keliling adalah : 5
1. Meningkatkan akses dan jangkauan pelayanan dasar di wilayah kerja
puskesmas
2. Mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan di daerah yang jauh dan
sulit
3. Mendukung pelaksanaan kegiatan luar gedung seperti posyandu,
imunisasi, KIA, penyuluhan kesehatan, surveilans, pemberdayaan
masyarakat, dan lain-lain.
4. Mendukung pelayanan promotif dan preventif
c. Bidan Desa
Bidan desa merupakan bidan yang ditempatkan dan bertempat tinggal pada
satu desa dalam wilayah kerja Puskesmas sesuai penugasan kepala puskesmas.
13
Tugas bidan desa yaitu :
1. Pelayanan KIA-KB
2. Pelayanan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat
3. Deteksi dini dan pengobatan awal terkait kesehatan ibu dan anak,
termasuk gizi.
2.9.
Organisasi Puskesmas menurut Tata Kelola PPK BLUD
Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan, pada pasal
68 dan 69 mengatur tentang pengelolaan keuangan negara yaitu Badan Layanan
Umum atau disingkat BLU. Dalam pelaksanaannya diatur oleh Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 dan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum. 4
Tata kelola organisasi Puskesmas menuju Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD), maka struktur organisasi menjadi : 4
1. DPRD Kota Padang
DPRD Kota Padang berperan dalam menetapkan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Daerah, menetapkan
persetujuan bersama dengan Walikota terhadap anggaran Puskesmas
melalui Raperda APBD, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
Perda tentang APBD dan menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan
anggaran Puskesmas melalui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan
APBD.
2. Walikota Padang
Walikota Padang adalah orang yang mewakili Pemerintah Kota
Padang selaku pemilik Puskesmas, Walikota memiliki kewajiban:
a. Memiliki mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Dewan
Pengawas dan Pejabat Pengelola BLUD.
b. Memiliki mekanisme untuk mengesahkan RSB, RBA dan Laporan
Pertanggungjawaban Tahunan dengan tepat waktu.
14
c. Memiliki mekanisme penilaian kinerja Puskesmas dan penilaian
kinerja Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola.
d. Memiliki mekanisme baku dan transparan menyangkut pemberian
persetujuan atas semua kegiatan Puskesmas yang memerlukan
persetujuan Walikota.
e. Berkewajiban melakukan pembinaan teknis kepada BLUD melalui
Sekretaris Daerah dan Dinas Kesehatan Kota Padang serta
pembinaan keuangan BLUD melalui Dinas Pendapatan, Keuangan
dan Pengelolaan Aset Daerah.
f. Berkewajiban untuk menjaga tujuan pendirian Puskesmas tetap
terlaksana dan memberikan manfaat yang semaksimal mungkin bagi
negara dan daerah untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan
rakyat.
Walikota Padang mempunyai hak-hak sebagai berikut :
a. Hak untuk melaksanakan segala wewenang yang tidak diserahkan
kepada Dewan Pengawas dan/atau Pejabat Pengelola.
b. Hak untuk memperoleh informasi material mengenai Puskesmas
secara tepat waktu dan teratur.
Walikota Padang mempunyai wewenang sebagai berikut :
a. Membentuk Dewan Pengawas pada Puskesmas sesuai ketentuan
yang berlaku.
b. Mengangkat dan memberhentikan Pejabat Pengelola dan Pejabat
Struktural.
3. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang selaku Dewan Pengawas
adalah organ BLUD puskesmas yang bertugas melakukan pengawasan dan
memberikan nasihat kepada Pejabat Pengelola, serta memberi saran dan
masukan kepada Wali kota menyangkut pengolaan dan pengurusan
puskesmas oleh Pejabat Pengelola.
15
Dewan Pengawas bertanggung jawab kepada Walikota dan
melaporkan pelaksanaan tugasnya secara berkala paling sedikit satu kali
dalam satu semester dan sewaktu-waktu bila diperlukan. Dewan Pengawas
memiliki kewajiban sebagai berikut :5
a. Melaporkan kinerja Puskesmas kepada Walikota
b. Memberikan nasihat kepada Pejabat Pengelola BLUD dalam
melaksanakan kepengurusan BLUD.
c. Memonitor tinjak lanjut hasil evalusi dan penilaian kinerja.
d. Memberikan pendapat dan saran kepada Walikota mengenai rencana
strategis bisnis (RSB) rencana bisnis dan anggaran (RBA) yang
diusulkan oleh Pejabat Pengelola.
e. Mengikuti perkembangan kegiatan BLUD, memberikan pendapat dan
saran kepada Walikota mengenai setiap masalah yang dianggap penting
bagi pengurusan BLUD.
f. Melaporkan kepada Walikota bila terjadi gejala menurunnya kinerja
BLUD
Struktur Organisasi Puskesmas setelah penerapan Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) ditetapkan berdasarkan SK
Walikota tentang Pemberlakuan Pola Pengelolaan Pada Dinas Kesehatan Kota
sebagai Badan Layanan Umum Daerah. Pembentukan dan Susunan Organisasi
Puskesmas sebagai berikut : 4
1. Pejabat Pengelola Puskesmas
Pimpinan BLUD (Puskesmas) adalah seorang Pejabat Pengelola
Puskesmas. Pejabat Pengelola adalah pimpinan tertinggi sebagai
penanggung jawab umum operasional dan keuangan puskesmas yang
bertanggungjawab kepada Walikota melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota
Padang.
2. Pejabat Keuangan
a.
Umum dan Kepegawaian
b.
Inventaris Barang
16
c.
Keuangan
Kepala Sub Bagian Tata Usaha bertindak sebagai Koordinator
Keuangan, Inventaris dan Kepegawaian yang bertanggungjawab kepada
pimpinan BLUD (Kepala UPT) dan berfungsi sebagai penanggung jawab
keuangan Puskesmas.
3. Pejabat Teknis
Upaya kesehatan masyarakat, terdiri dari :
a. Program Promosi Kesehatan.
Tugas koordinator : Menggerakkan dan membimbing masyarakat
kearah preventif dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan di
wilayah kerja puskesmas.
b. Program Gizi.
Tugas koordinator : Mengamati keadaan gizi masyarakat dan
mengupayakan perbaikan gizi masyarakat.
c. Program Kesehatan Lingkungan.
Tugas koordinator : Mengkoordinir dan menyelenggarakan
pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan sesuai standar yang telah
ditentukan.
d. Program Pemberantasan Pengendalian Penyakit ( P2P).
Tugas koordinator : Mengkoordinir dan menyelenggarakan
pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Penyakit menular dan tidak menular
diwilayah kerja Puskesmas Ambacang.
e. Program Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KIA-KB)
Tugas koordinator : Menyelenggarakan pelayanan KIA dan KB di
puskesmas.
f. Pengobatan.
Tugas koordinator : Mengkoordinir penyelenggaraan, pemeriksaan
danpengobatan rawat jalan, UGD dan PUSTU/Puskeskel
17
Upaya Kesehatan Perorangan, terdiri dari :
a. Program Kesehatan Indera.
Tugas koordinator : Membantu pimpinan dalam upaya pelayanan
kesehatan mata di wilayah kerja puskesmas.
b. Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Tugas koordinator : Membina dan mengawasi upaya kesehatan
sekolah yang ada di wilayah kerja puskesmas.
c. Program Kesehatan Gigi dan Mulut.
Tugas Koordinator : Menyelenggarakan pelayanan pengobatan dan
pencegahan penyakit gigi dan mulut dalam wilayah kerja puskesmas.
d. Program Kesehatan Jiwa.
Tugas koordinator : Membina dan mengawasi pelayanan kesehatan
masyarakat yang berhubungan dengan kejiwaan yang ada diwilayah
kerja puskesmas
e. Program Kesehatan Olahraga.
Tugas koordinator : Membina dan mengawasi upaya kesehatan yang
berhubungan dengan kegiatan olahraga.
f. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Tugas koordinator : Membina kesehatan, keselamatan pekerja, serta
lingkungan tempat kerja yang sehat.
g. Program Kesehatan Usia Lanjut
Tugas koordinator : Melaksanakan kegiatan pembinaan, perawatan,
pemeriksaan penyuluhan kesehatan kepada penduduk usia lanjut di
wilayah kerja puskesmas.
18
h. Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Tugas koordinator : Membantu pimpinan dalam membina kegiatan
perawatan kesehatan masyarakat di luar gedung puskesmas.
i. Penyakit Tidak Menular (PTM)
Tugas koordinator : Membina dan mengawasi pelayanan
kesehatan masyarakat dengan menjaring Penyakit tidak menular yang
ada di wilayah kerja puskesmas.
Upaya Kesehatan Penunjang, terdiri dari :
a. Laboratorium.
Tugas koordinator : Mengkoordinir pemeriksaan laboratorium dan
penyediaan reagensia yang diperlukan oleh puskesmas.
b. Pencatatan & Pelaporan ( SP2TP ).
Tugas
koordinator
:
Menyiapkan
laporan,
perencanaan,
monitoring dan evaluasi kegiatan puskesmas serta membantu pimpinan
dalam proses menajemen yang ada di puskesmas.
c. Farmasi.
Tugas koordinator : Mengkoordinir penyelenggaraan Apotek
puskesmas, termasuk administrasi obat – obatan serta penyimpannya.
BAB 3
ANALISIS SITUASI
3.1.
Sejarah Puskesmas
Puskesmas Ambacang didirikan pada tanggal 5 Juli 2006. Kepala
puskesmas pertama adalah dr. Dewi Susanti Febri. Saat itu puskesmas hanya
memiliki 15 orang staf. dr. Dewi Susanti Febri menjabat sebagai kepala
puskesmas sampai bulan Maret 2009, setelah itu dr. Hj. May Happy menjabat
sampai tahun 2012. Tahun 2012 hingga bulan Juli tahun 2018 dipimpin oleh Trice
Erwiza, S.KM, M.Kes, lalu setelah itu Puskesmas Ambacang dipimpin oleh dr.
Weni Fitria Nazulis. 6
Puskesmas Ambacang terletak di salah satu kelurahan pada Kecamatan
Kuranji kota Padang yaitu kelurahan Pasar Ambacang. Karena terletaknya
puskesmas dikelurahan tersebut maka diberi nama Puskesmas Ambacang Kuranji
sesuai dengan masukan dari berbagai pihak antara lain Kepala Dinas Kesehatan
Kota Padang dengan sebutan “Puskesmas Ambacang Kuranji”. Awalnya
pelaksanaan program puskesmas ini masih bekerja sama dengan Puskesmas
Kuranji, karena 4 kelurahannya sebagai wilayah kerja Puskesmas Kuranji. Pada
tahun 2006 telah berdiri sendiri dapat dilaksanakan secara mandiri dan
berkesinambungan. 6
Puskesmas Ambacang berfungsi dalam menyelenggarakan pembangunan
berwawasan kesehatan. Visinya adalah menjadikan kecamatan sehat yang mandiri
dan berkeadilan. Visi ini dilaksanakan dengan beberapa misi, antara lain:
membangun kesehatan di wilayah yang akan memberikan dukungan agar
tercapainya
visi
pembangunan
nasional;
menggerakkan
pembangunan
berwawasan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ambacang; mendorong
kemandirian untuk hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat; memelihara dan
meningkatkan mutu, pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan; serta
memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, dan masyarakat
serta lingkungannya. 6
20
3.2.
Kondisi Geografis
Puskesmas Ambacang terletak pada 0° 55' 25.15" Lintang Selatan dan
+100° 23' 50.14" Lintang Utara, dan terletak pada ketinggian 57 m dari permukaan
laut. Luas wilayah kerja Puskesmas Ambacang adalah sekitar 12 km2 meliputi
empat kelurahan, yaitu: Kelurahan Pasar Ambacang, Kelurahan Anduring,
Kelurahan Ambacang, dan Kelurahan Lubuk Lintah. 6
Secara geografis Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang berbatasan dengan
kecamatan dan kelurahan yang menjadi tanggung jawab selain Puskesmas
Ambacang, antara lain:
Utara
: Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji
Timur
: Wilayah Kerja Puskesmas Pauh
Selatan
: Wilayah Kerja Puskesmas Andalas
Barat
: Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo
Gambar 3.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang 6
Dilihat dari segi topografis dan geografis Puskesmas Ambacang yang
terletak di Jalan Raya By Pass KM 8,5 Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan
Kuranji, Kota Padang (± 8 km dari pusat kota) dapat terjangkau dengan kendaraan
roda dua atau roda empat pribadi maupun sarana angkutan umum berupa angkutan
kota, ojek, dan becak sehingga akses masyarakat ke puskesmas mudah. 6
21
3.3.
Kondisi Demografis dan Sasaran Puskesmas
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ambacang yang menjadi
sasaran kegiatan Puskesmas selama tahun 2018 adalah sebanyak 52.032 jiwa
dengan luas wilayah kerja sekitar 12 km2. Distribusi kependudukan menurut
kelurahan adalah sebagai berikut. 6
Tabel 3.1 Data Distribusi Penduduk menurut Kelurahan di Wilayah Kerja
Puskesmas Ambacang tahun 2018 6
Jenis Kelamin
Kelurahan
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
Ps. Ambacang
9.322
9.337
18.659
Anduring
7.434
7.445
14.879
Lubuk Lintah
5.394
5.406
10.800
Ampang
3.876
3.818
7.694
Jumlah
26.026
26.006
52.032
Berdasarkan data di atas, kepadatan penduduk di wilayah kerja
Puskesmas
Ambacang
Kuranji
adalah
sekitar
4.224
penduduk/km2.
Berdasarkan UU No.50 tahun 1960, angka ini menunjukkan wilayah kerja
Puskesmas Ambacang termasuk kategori kependudukan sangat padat. Selain itu
pertambahan jumlah penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang selama
7 tahun terakhir dari tahun 2010 (43.114 orang) s/d tahun 2018 adalah sebanyak
8.247 orang. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang cukup pesat maka
berbagai masalah dapat bermunculan, seperti masalah kesehatan terutama
penyakit infeksi. 6
Jumlah distribusi sasaran penduduk di wilayah kerja Puskesmas
Ambacang selama tahun 2018 adalah sebagai berikut:
22
Tabel 3.2 Sasaran Program Kesehatan Puskesmas Ambacang Tahun 2018 6
Kelurahan
Pasar
Ambacang
Anduring
Lubuk
Lintah
Ampang
Jumlah
Bayi
Balita
Bumil
Bulin
Bufas
WUS
PUS
Total
Lansia pendu
duk
336
1.615
363
347
349
4.216
3.637
1.245
18.659
264
1.216
290
277
278
3.361
2.899
993
15.879
195
940
210
200
201
2.440
2.105
721
10.800
141
936
743
4.514
150
1.013
142
966
143
966
1.740 1.502
11.757 10.143
513
3.633
7.694
52.032
Berdasarkan
tabel di atas, setiap puskesmas idealnya menangani
maksimal 30.000 penduduk di wilayah kerjanya, sedangkan di wilayah kerja
Puskesmas Ambacang terdapat 52.684 penduduk. Hal ini tentunya menunjukkan
bahwa rasio puskesmas terhadap jumlah penduduk belum mencapai standar ideal.6
3.4.
Sarana dan Prasarana
Puskesmas Ambacang telah memiliki sarana dan prasarana yang
mendukung pelaksanaan kegiatan di puskesmas. Puskesmas ini telah memiliki
gedung permanen dua lantai yang dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan
kegiatan pelayanan kesehatan dan kegiatan administrasi puskesmas. Selain itu
juga terdapat kendaraan operasional puskesmas yang dapat digunakan untuk
menjangkau sarana kesehatan lain dan tempat-tempat pelaksanaan programprogram puskesmas, seperti posyandu, posbindu, poskeskel, dan sebagainya.
Sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ambacang antara lain: 6
a) Puskesmas
: 1 buah
b) Puskesmas Pembantu
: 1 buah
c) Pos Kesehatan Kelurahan
: 1 perkelurahan (total 4)
d) Roda 2/roda 4
: 3/1
e) Klinik/K.Bersalin
:4
f)
:0
RS Swasta
23
Gambar 3.2 Geomapping Sarana Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
Ambacang 6
3.5.
Data Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dalam sistem kesehatan terdiri atas tenaga
kesehatan dan non kesehatan. Tenaga kesehatan merupakan orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan. Tenaga kesehatan dan non kesehatan
dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang berobat di Puskesmas
Ambacang berjumlah 55 orang. 6
Secara kuantitatif, sumber daya tenaga kesehatan yang bertugas di
Puskesmas Ambacang sudah memenuhi standar rata-rata, dimana berdasarkan
lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 dijelaskan bahwa
jumlah minimal tenaga kesehatan untuk puskesmas nonrawat inap kawasan
perkotaan adalah 22 orang. Meskipun demikian, secara kualitatif tetap diperlukan
upaya peningkatan kualitas SDM di Puskesmas Ambacang melalui pendidikan
dan pelatihan, demi terwujudnya pengembangan upaya kesehatan yang lebih
baik.6
24
Tabel 3.3 Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan di Puskesmas Ambacang 6
Status Pegawai
Jenis Petugas
PNS
PTT
Dokter Umum
2
-
Dokter Gigi
2
Sarjana
2
Bidan
Pendidikan Terakhir
Suka Rela/ S2
S1
DIV
DIII
DI
Honor
Sederajat
Jumlah
SLTA
1
-
3
-
-
-
-
3
-
-
2
-
-
-
-
2
-
-
-
2
-
-
-
-
2
13
1
3
-
-
2
15
-
-
17
Perawat
7
-
2
-
1
-
7
-
1
9
Perawat Gigi
1
-
-
-
-
-
-
-
1
1
Kesling
2
-
-
-
-
1
1
-
-
2
Analis
-
-
1
-
-
-
1
-
-
1
Fungsional
1
-
-
-
-
-
-
-
1
1
1
-
-
-
1
-
-
-
-
1
Apoteker
1
-
-
1
-
-
-
-
Asisten
2
-
-
-
-
-
-
-
2
2
2
-
-
-
1
-
1
-
-
2
RR
3
-
2
-
-
-
2
-
3
5
Sopir/cleaning
-
-
3
-
-
-
-
-
2
3
39
1
15
1
11
3
27
0
10
55
-
Kesmas
Analis
Epidemiologi
(SKM)
1
Apoteker
Nutrition
(AKZI/
SKM)
Service
Jumlah
Dari segi rasio tenaga dengan penduduk, sumber daya manusia di Puskesmas
Ambacang relatif kurang memadai. Tenaga medis dokter umum sebanyak 3 orang
25
dengan rasio 1:52.032 jiwa, artinya 1 dokter melayani 17.344 orang. Angka
tersebut sangat jauh dari ideal apabila dikaitkan dengan sistem pelayanan
kesehatan terpadu dimana satu dokter melayani maksimal 2500 penduduk.
Menurut Standar Pelayanan Minimal (SPM), satu orang bidan maksimal
menangani 3.000 penduduk saja. Di Puskesmas Ambacang terdapat 17 bidan
yang menangani 52.032 penduduk dengan rasio 1:3.060. Hal ini memperlihatkan
bahwa di Puskesmas Ambacang jumlah bidannya sudah mencukupi. 6
26
3.6. Struktur Organisasi Puskesmas Ambacang 6
Kepala Puskesmas
dr. Weni Fitria Nazulis
Kasubag TU
Hakrimida, SKM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
Koor UKM Esensial dan Perkesmas
dr. Rina Indra Puspita
PJ Promkes : Nurmayanti
PJ Kesling : Afriyeni Zilkifli, AMKL
PJ KIA Ibu : Lismayeni, S.SiT
PJ KIA Anak : Helsa Paduana, Amd,Keb
PJ Gizi : Mardalena,SKM
PJ P2P : Surya,SKM
PJ Surveilans : Surya,SKM
PJ Campak : Surya,SKM
PJ Tb Paru : Sasrawati,AMK
PJ Rabies: Laila Rahmi, AMK
PJ Imunisasi : Laila Rahmi, AMK
PJ Filariasis: Nurhayati,Amd,Keb
PJ Hepatitis : Nurhayati,Amd,Keb
PJ Malaria : Surya,SKM
PJ Diare : Surya,SKM
PJ ISPA : Nurhayati,Amd,Keb
PJ DBD : Surya,SKM
PJ Kusta : Yen Elfi
PJ Perkesms : Sasrawati,AMK
PJ UKS : Nurmayanti,Amd,Keb
1.
2.
3.
4.
5.
Koordinator UKP, Kefarmasian, dan Laboratorium
Drs. Erixon, S.Farm,Apt,M.Si
1. Pely.Umum : Fitri Yerni, Amd,Keb
2. Pely.Lansia : Mahyuni,Amd,Keb
3. Pely. KIA Ibu : Lismayeni Amd,Keb
4. Pely.KIA Anak : Helsa Paduana, Amd,Keb
5. Pely.Kb : Zamlismi,Amd,Keb
6. Pely.P3K : Sasrawati,AMK
7. Pely.PRB : Fitri Yerni, Amd,Keb
8. Pely.Laboratorium : Putri Aminah
9. Pely.Gigi : drg. Kurniati Saokestipa
10. Pely.Rekam Medis : Debi Wira
11. Pely.IGD : Yeti Varda
12. Pely.Kes.Gigi dan Mulut : drg. Kurniati Saokestipa
13. Pely.UKP Gizi/Laktasi : Rusmia Rahmi,AMG
14. Pely.Kefarmasian : Drs. Erixon, S.Farm,Apt,M.Si
15. Pely.Gudang Obat : Rasmaini,AMF
16. Pely.Klinik Sanitasi : Afriyeni Zulkifli,AMKL
Koor UKM Pengembangan
Kesorga : Linda Astuti, Amd, Kep
UKGMD : drg. Kurnati Saokestipa
PKPR : Nurmayanti,Amd, Keb
Kesehatan Mata/Indra : Sasrawati, AMK
Lansia : Devi Sartika, Amd,Keb
6.
7.
8.
9.
10.
11.
IVA : Nurhayati,Amd,Keb
UKK : Mahyuni,Amd,Keb
HIV AIDS : Ns.Titi Infanti,S.Kep
Prolanis : Devi Sarika, Amd,Keb
PTM : Devi Sartika, Amd,Keb
Kes.Jiwa : Yen Elfi
Perencanaan dan
Informasi
SP2TP : Riri Delia, SKM
Kepegawaian dan Umum
1. Kepegawaian :
Hakrimida, SKM
2. Sopir : Jasfahmi
3. CS : Dewi Firi
1.
2.
3.
4.
5.
Keuangan dan Inventaris
Pengelola APBD : Ismawira, SsiT
Pengelola JKN : Yukia Efendi
Pengelola BOK : Ismawira SsiT
Bendahara Pembantu Penerimaan :
Mardalena, SKM
Pengelola Pembantu Pengurus Barang :
Rusmia Rahmi, AMKG
Upaya Kesehatan Jaringan Pelayanan
Puskesmas dan Jejaring Fasyankes
dr. Yulisti Otrina
Pustu : Kartini, Amd, Keb
Poskeskel
-Ps. Ambacang : Neni Indriani, Amd, Keb
-Anduring : Wahyuni H, Amd, Keb
-Lubuk Lntah : Verawati, Amd, Keb
-Ampang : Raadsma Delsy, Amd, Keb
Bikor BPS/Klinik Swasta
Nurmayanti, Amd, Keb
27
3.7.
Visi, Misi, dan Strategi
3.7.1
Visi dan Misi
Dalam fungsinya sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan di
wilayah
kecamatan
kuranji,
Puskesmas
Ambacang mempunyai
Visi
:
“Mewujudkan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ambacang sehat
2019”. Untuk mewujudkan visi ini Puskesmas Ambacang mengusung misi yaitu:
“Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan pelaksanaan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan yang bermutu” 6
Untuk mencapai visi, misi, dan tujuan, Puskesmas Ambacang mempunyai tata nilai
yaitu “AMBACANG” yaitu: 6
A
: Akuntabel (Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan pedoman
dan pelayanan yang ditetapkan)
M
: Malu (Memiliki budaya malu bila tidak melaksankan tugas dengan
sebaik-baiknya)
B
: Berkeadilan (Tidak membeda-bedakan suku, agama, tingkat ekonomi
dalam memberikan pelayanan)
A
: Amanah (Selalu memegang teguh kerahasian jabatan dan kerahasian
pasien yang dilayani)
C
:
Cakap
(Memberikan
pelayanan
berdasarkan
kaidah
profesi
bertanggungjawab, Inovatif, kreatif, dan optimis)
A
: Attitude (Selalu bersikap positif (mengerti, menerima, menghargai dan
memperlakukan secara wajar) terhadap semua pasien dan masyarakat)
N
: Normatif (Bekerja selalu menjaga norma yang berlaku di masyarakat
dan berpegang teguh kepada norma agama)
G
: Giat (Selalu memiliki semangat kerja dan daya juang tinggi dalam
menjalankan tugas).
3.7.2.
Strategi
Visi dan misi Puskesmas Ambacang akan dicapai dengan beberapa
strategi yang diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang terencana, terarah dan
berkesinambungan. Beberapa strategi tersebut antara lain: 6
28
1. Meningkatkan upaya promosi kesehatan
2. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik dengan lintas
sektor
3. Meningkatkan kualitas SDM puskesmas
4. Meningkatkan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
5. PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga)
29
BAB 4
PEMBAHASAN
Puskesmas Ambacang berlokasi di Jalan Raya By Pass KM 8,5 Kelurahan
Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Luas wilayah kerja Puskesmas
Ambacang adalah sekitar 12 km2 meliputi empat kelurahan, yaitu: Kelurahan Pasar
Ambacang, Kelurahan Anduring, Kelurahan Ambacang, dan Kelurahan Lubuk
Lintah. Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ambacang yang menjadi
sasaran kegiatan Puskesmas adalah sebanyak 52.032. 6
Berdasarkan kemampuan penyelenggaraan, Puskesmas ini termasuk ke
dalam jenis Puskesmas non rawat inap. Puskesmas non rawat inap adalah
Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap, kecuali
pertolongan persalinan normal. 2
Saat ini Puskesmas Ambacang dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas
dari profesi dokter yang bernama dr. Weni Fitria Nazulis. Kepala Puskesmas saat
ini telah memenuhi syarat, yaitu tingkat pendidikan paling rendah sarjana, memiliki
kompetensi manajemen kesehatan masyarakat, masa kerja di Puskesmas minimal 2
tahun, dan telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas.2,6
Struktur organisasi di Puskesmas Ambacang secara umum sudah sesuai
dengan acuan struktur organisasi Puskesmas wilayah perkotaan. Pola struktur
organisasi Puskesmas wilayah perkotaan menurut Permenkes nomor 75 tahun
2014 minimal harus mencakup 6 hal, meliputi kepala puskesmas, kepala tata usaha,
penanggung jawab UKM esensial, penanggung jawab UKM pengembangan,
penanggung jawab UKP, kefarmasian dan laboratorium, serta penanggung jawab
jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. 2
Tenaga kesehatan dan non kesehatan dalam memberikan pelayanan di
Puskesmas Ambacang berjumlah 55 orang. Secara kuantitatif, sumber daya
manusia yang bertugas di Puskesmas Ambacang sudah memenuhi standar rata-rata,
dimana berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
dijelaskan bahwa jumlah minimal sumber daya manusia untuk puskesmas nonrawat
inap kawasan perkotaan adalah 22 orang. Meskipun demikian, secara kualitatif
tetap diperlukan upaya peningkatan kualitas SDM di Puskesmas Ambacang melalui
30
pendidikan dan pelatihan, demi terwujudnya pengembangan upaya kesehatan yang
lebih baik. 2,6
Dari segi rasio tenaga kesehatan dengan penduduk, sumber daya tenaga
kesehatan di Puskesmas Ambacang relatif kurang memadai. Tenaga medis dokter
umum sebanyak 3 orang dengan rasio 1:52.032 jiwa, artinya 1 dokter melayani
17.344 orang. Angka tersebut sangat jauh dari ideal apabila dikaitkan dengan
sistem pelayanan kesehatan terpadu dimana satu dokter melayani maksimal 2.500
penduduk. Tenaga medis bidan sebanyak 17 orang dengan rasio 1:3.060. Menurut
Standar Pelayanan Minimal (SPM), satu orang bidan maksimal menangani 3.000
penduduk. Hal ini memperlihatkan bahwa di Puskesmas Ambacang jumlah
bidannya sudah hampir mencukupi. 6
Hal yang masih menjadi masalah dalam struktur organisasi di Puskesmas
Ambacang saat ini adalah masih ada jabatan fungsional yang diisi oleh orang yang
telah memiliki jabatan lainnya di Puskesmas. Contohnya adalah Bendahara
Pembantu Penerimaan juga memiliki jabatan fungsional sebagai nutrisionis dan
penanggung jawab program Gizi. Hal ini disebabkan kurangnya SDM yang
memiliki kompetensi dibidang tersebut, sehingga jabatan tersebut dipangku
rangkap oleh tenaga kesehatan yang ada. Diantara kerugian yang timbul dan diakui
oleh pemangku jabatan tersebut adalah beban kerja yang semakin bertambah dan
sulit untuk melaksanakan tugas fungsionalnya secara efektif. Sehingga, perlu
dipertimbangkan untuk menambah staf yang memiliki kompetensi agar upaya
kesehatan pada masyarakat dapat terselenggara dengan efektif dan efisien.
31
BAB 5
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
1) Struktur organisasi di Puskesmas Ambacang secara umum sudah sesuai
dengan acuan struktur organisasi Puskesmas wilayah perkotaan
berdasarkan Permenkes nomor 75 tahun 2014.
2) Jumlah dokter umum di Puskesmas Ambacang masih belum memenuhi
Standar Pelayanan Minimal (SPM).
3) Permasalahan dalam struktur organisasi di Puskesmas Ambacang saat ini
adalah masih ada jabatan fungsional yang diisi oleh orang yang telah
memiliki jabatan lainnya di Puskesmas.
2.
Saran
1) Perlunya dilakukan penambahan jumlah dokter umum di Puskesmas
Ambacang yang masih belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal
(SPM).
2) Penambahan staf yang memiliki kompetensi perlu dipertimbangkan agar
tidak ada rangkap jabatan.
3) Jika penambahan staf tidak memungkinkan, alternatif lain yang bisa
dilakukan adalah dengan menjadikan satu orang penanggung jawab pada
jabatan fungsional yang sejenis atau berhubungan.
4) Meningkatkan pelatihan manajemen Puskesmas secara sistematis dan
terencana.
32
DAFTAR PUSTAKA
1. Azwar A. Menuju Pelayanan Kesehatan Yang Lebih Bermutu. Jakarta. Yayasan
Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia; 1996.
2. Permenkes
No.
75
Tahun
2014.
Diunduh
dari:
http://www.depkes.go.id/resources/download/peraturan/PMK-No-75-Th2014- ttg-Puskesmas.pdf . Diakses tanggal: 15 November 2019.
3. Sobirin A. Perilaku Organisasi. Edisi 2. Tangerang Selatan. Universitas
Terbuka; 2019
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Diunduh dari www.bpk.go.id/assets/files/storage/2013/12/file_storage_138616
1111 .pdf. Diakses tanggal: 15 November 2019.
5. Kepmenkes RI No. 828/menkes/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar
Pelayanan Minimal di Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.
6. Puskesmas Ambacang. Laporan Tahunan Puskesmas Ambacang. Padang.
2018.
33
Download