Uploaded by User44216

Sejarah bahasa Indonesia

advertisement
Nama
Nim
Matakuliah
: Aldiansyah
: 180731640031
: Pendidikan Bahasa Indonesia
Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia tersebut merupakan Bahasa yang berasal dari Bahasa melayu. Dari
beberapa prasasti yang di temukan seperti prasasti Kedukan bukit, Talang tuo, Telaga batu, Kota
kapur, dan Karang brahi, yang mana pada prasasti-prasasti tersebut berangka tahun dengan
menggunakan Bahasa melayu kuno dari bukti tersebutlah dapat di ketahui bahwa kerjaan Sriwijaya
menngunakan Bahasa melayu atau sering di sebut Bahasa melayu kuno. Bahasa tersebut juga di
gunakan oleh sriwijaya sebagai Bahasa resmi pemerintahannya, sehingga Bahasa yang di gunakan
pada saat itu adalah Bahasa melayu kuno tersebut. Selain itu penggunaan Bahasa melayu juga
ternyata tidak hanya di Sumatra atau lebih tepatnya di sriwijaya saja namun terdapat juga berbagai
prasasti di daerah-daerah lain yang mennggunkana Bahasa melayu kuno tersebut seperti prasasti
Gandasuli (832), yang di temukan di jawa tengah dan Bogor. Selain di gunakan sebagai Bahasa
resmi pemerintahan, Bahasa jawa kuno tersebut di gunakan sebagai Bahasa yang di gunakan untuk
penyebaran agaman islam dan juga Bahasa yang di gunakan untuk perdagangan, sebab pada masa
itu Sriwijaya di kenal dengan sector perdagangannya.
Setelah berakhirnya kerajaan Sriwijaya dan di gantikan oleh Malaka, hal tersebut juga
berdampak pada perkembangan Bahasa melayu kono tersebut. Selain itu letak malaka yang
strategis juga menyebabakan Bahasa melayu kuno tersebut cepat tersebar ke seluruh Indonesia.
Namun kekuasaan Malaka tersebut tidak bisa bertahan lama sebab Malaka pada saat itu telah di
taklukkan oleh Portugis.. Namun pada saat datangnya bangsa Portugis tersebut Bahasa melayu
kuno tetap di gunakan untuk berkomunikasi sebab Bahasa melayu kuno tersebut sudah di gunakan
di seluruh Nusantara. Pada saat itu orang-orang belanda tersebut juga ingin menggunakan Bahasa
melayu tersebut untuk berkomunikasi, sehingga pada tahun 1901 di buatlah sebuah kata-kata resmi
dari Bahasa melayu tersebut oleh seseorang yang berasal dari belanda yaitu Van Ophuijsen tidak
hanya sendiri ia juga di bantu oeh kedua temannya yaitu Nawawi Soetan Ma’moer dan
Mochhammad Taib Soetan Ibrahim. Yang mana ejaan yang telah di buat tersebut di tuangkan
dalam kitab logat melayu agar mudah untuk di pelajari. Setelah Namun terdapat beberapa peristiwa
yang terjadi sebelum Bahasa melayu di ubah menjadi Bahasa indonesai seperti yang sekarang ini.
Selanjutnya di buatnya penerbit buku-buku yang berbahasa melayu pada tanggal 1908.
Selain itu juga pada tangga 16 Juni 1927 merupakah sebuah hari di mana di gunakannya Bahasa
Indonesia untuk yang pertama sekali. Pada kongres pemuda 1yang di lakuakan pada tanggal 30-2
Mei 1926, yang mana sebelum nya Muhammad Yamin berpendapat megenai Bahasa melayu
menjadi Bahasa persatuan berbeda dengan pendapat M. Tabrani juga berpendapat untuk Bahasa
persatuan tersebut adalah Bahasa Indonesia, dari hasil tersebut di dapatlah sebuah keputusan pada
saat itu yang mana pendapat M. Tabrani yang di terima yang mana Bahasa Indonesia yang di
gunakan sebagai Bahasa persatuan, dari hasil tersebut berlanjut ke Kongres pemuda II yang mana
pada kongres pemuda II pada tangga 28 Oktober 1928 berupa sumpah pemuda yang juga
menyatakan bahwa Bahasa persatuan tersebut adalah Bahasa melayu yang kemudian di ganti
namanya menjadi Bahasa Indonesia. Tepat sehari setelah tanggal 17 agustus 1945 bahasa
indonesai juga di tetapkan sebagai Bahasa resmi negara melaui pasal 36 UUD 1945. Hingga saat
ini Bahasa indonesi tetap menjadi Bahasa resmi negara dan Bahasa yang di gunakan saat ini.
Hingga saai ini terdapat bebagai macam perubahan dari ejaan republik hingga ejaan yang di
sempurnakan atau EYD.
DAFTAR RUJUKAN
Nurdjan,S, Firman, & Mirnawati. 2018. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Makasar :
Aksara Timur
Sujinah, Fatin, R, & Rachmawati, K, R. 2018. Buku Ajar Bahasa Indonesia Edisi Revisi. Surabaya:
UM Surabaya Publishing
Kridalaksana, H. 2010, Masa-Masa Awal Bahasa Indonesia. Depok: Laboratorium Leksdkologi
dan Leksikografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Download