Uploaded by User41679

manajemen rizki

advertisement
Nama
: Aji Fauzi A.R
NIM
: C.16.31201.019
Prodi
: Teknik Pertambangan
Mata Kuliah : Manajemen Eksplorasi
Batuan Karbonat Yang Digunakan
Pada Pembuatan Semen
Batuan karbonat adalah batuan sedimen yang mempunyai komposisi
yang dominan (lebih dari 50%) dan terdiri dari garam-garam karbonat, yang
dalam prakteknya secara umum meliputi Batugamping dan Dolomit.
Pembentukan batuan karbonat sendiri terjadi secara kimia, tetapi yang penting
adalah turut sertanya organisme di dalam batuan karbonat. Proses
Pembentukannya dapat terjadi secara insitu, yang berasal dari larutan yang
mengalami proses kimiawi maupun biokimia dimana pada proses tersebut
organisme turut berperan, dan dapat pula terjadi butiran rombakan yang telah
mengalami transportasi secara mekanik dan kemudian diendapkan pada tempat
lain, dan pembentukannya dapat pula terjadi akibat proses diagenesa dari
batuan karbonat yang lain (sebagai contoh yang sangat umum adalah proses
dolomitisasi, dimana kalsit berubah menjadi dolomite).
Menurut (Landes, 1959), selain dipengaruhi oleh lingkungan laut
dangkal dan tanpa adanya pengendapan material asal daratan, pembentukan
batuan karbonat membutuhkan lingkungan pengendapan dengan syarat-syarat
khusus sebagai berikut:
1. Dasar laut yang relatif datar dan stabil.
2. Kedalaman laut yang dangkal.
3. Suhu air yang relatif hangat (± 38° C).
4. Ombak yang tidak begitu besar.
5. Tidak ada arus yang besar dan kuat.
6. Kegaraman air laut sekitar 13% (permil).
Untuk mineralogi dan komposisi kimia batuan karbonat sendiri tidak
memperlihatkan lingkungan pengendapan, tetapi penting sebagai derajat diagenesa
rekristalisasi dan penggantian kalsium karbonat (Graha, 1987).
a) Aragonit : CaCO3 (Ortorombik)
Bentuk yang paling tidak stabil, sering dalam bentuk serabut. Jarum-jarum
aragonit biasanya diendapkan secara kimiawi, dari prespitasi langsung dari air
laut. Diagenesanya berubah menjadi kalsit, juga organisme membuat rumah
(test) dari aragonit seperti moluska.
Gambar 1.2. Batuan Aragonit
b) Kalsit : CaCO3 (Heksagonal)
Mineral ini lebih stabil, dan biasanya merupakan hablur yang baik.
Terdapat sebagai rekristalisasi dari aragonit, sering merupakan cavity filling
atau semen, dalam bentuk kristal – kristal yang jelas. Kebanyakan gamping
terdiri dari kalsit.
Gambar 1.3. Batuan Kalsit
c) Dolomit : CaMg (CO3)2
Dolomit merupakan mineral penting, terutama sebagai batuan reservoir,
kristal sama dengan kalsit berbedanya pada bidang refraksi dari kalsit. Terjadi
secara primer (precipitasi langsung dari air laut), tetapi kebanyakan hasil
dolomotisasi dari kalsit.
Gambar 1.4. Batuan Dolomit
Semen (cement) adalah hasil industri dari paduan bahan baku: batu
kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempung/tanah liat atau bahan
pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk/bulk,
tanpa memandang proses pembuatannya, yang mengeras atau membatu pada
pencampuran dengan air. Bila semen dicampurkan dengan air, maka
terbentuklah beton. Beton nama asingnya, concrete-diambil dari gabungan
prefiks bahasa latin com, yang artinya bersama-sama, dan crescere (tumbuh),
yang maksudnya kekuatan yang tumbuh karena adanya campuran zat tertentu.
Batu kapur/gamping adalah bahan alam yang mengandung senyawa kalsium
oksida (CaO), sedangkan lempung/tanah liat adalah bahan alam yang
mengandung senyawa: silika oksida (SiO2), aluminium oksida (Al2O3), besi
oksida (Fe2O3) dan magnesium oksida (MgO). Untuk menghasilkan semen,
bahan baku tersebut dibakar sampai meleleh, yang kemudian dihancurkan dan
ditambah dengan gips (gypsum) dalam jumlah yang sesuai. Hasil akhir dari
proses produksi dikemas dalam kantong/zak dengan berat rata-rata 40 kg atau
50 kg.
Adapun jenis-jenis dari semen sendiri yaitu sebagai berikut:
1. Semen Abu atau semen Portland
Adalah bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan, dibentuk dari bahan
utama batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang diolah dalam
tanur yang bersuhu dan bertekanan tinggi Semen ini biasa digunakan
sebagai perekat untuk memplester. Semen ini berdasarkan prosentase
kandungan penyusunannya terdiri dari 5 tipe, yaitu tipe I sampai tipe V.
2. Semen Putih (gray cement)
Adalah semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan untuk
pekerjaan penyelesaian (finishing), seperti sebagai filler atau pengisi.
Semen jenis ini dibuat dari bahan utama kalsit (calcite) limestone murni.
3. Oil Well Cement atau semen sumur minyak
Adalah semen khusus yang digunakan dalam proses pengeboran minyak
bumi atau gas alam, baik di darat maupun di lepas pantai.
4. Mixed & Fly Ash Cement
Adalah campuran semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash). Pozzolan
buatan (fly ash) merupakan hasil sampingan dari pembakaran batubara
yang mengandung amorphous silica, aluminium oksida, besi oksida dan
oksida lainnya dalam variasi jumlah. Semen ini digunakan sebagai
campuran untuk membuat beton, sehingga menjadi lebih keras.
Download