Uploaded by oknielherwandi11

PERTEMUAN 4

advertisement
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
Sub materi
Alokasi Waktu
: SMP NEGERI 7 Banjarmasin
: IPA Terpadu
: VIII/Semester 1
: Struktur dan Fungsi Tumbuhan
: Stuktur dan Fungsi Jaringan (BATANG, DAUN)
: 2 JP (2 x 40 Menit)
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Kompetensi Dasar
Indikator
3.4 Menganalisis keterkaitan struktur
jaringan tumbuhan dan fungsinya,
serta teknologi yang terinspirasi oleh
struktur tumbuhan.
3.4.1 Mengidentifikasi
struktur
fungsi pada batang
dan
3.4.2 Mengidentifikasi
fungsi pada daun
dan
4.4
4.4.1 Menganalisis hubungan struktur
dan fungsi jaringan pada batang
Menyajikan karya dari hasil
penelusuran
berbagai
sumber
informasi tentang teknologi yang
terinspirasi dari hasil pengamatan
struktur tumbuhan.
struktur
4.4.2 Menganalisis hubungan struktur
dan fungsi jaringan pada batang
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
3.3.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan fungsi pada batang melalui
pengamatan
3.3.2
Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan fungsi pada daun melalui
pengamatan
3.3.3
Peserta didik mampu menganalisis hubungan struktur dan fungsi jaringan pada
batang melalui pengamatan
3.3.4
Peserta didik mampu menganalisis hubungan struktur dan fungsi jaringan pada
daun melalui pengamatan
D. MATERI AJAR
Struktur dan fungsi tubuh tumbuhan adalah tampilan fisik tubuh tumbuhan.
Tampilan fisik tubuh tumbuhan ini dapat berupa bentuk luar (morfologis) dan bentuk
dalam (anatomis).
Bentuk luar (morfologis) tubuh tumbuhan mudah di kenali atau di amati dari
penampakan bagian tubuh tumbuhan. Sedangkan untuk mengetahui bentuk dalam
(anatomis) tubuh tumbuhan dapat terlihat jika telah melalui proses pembedahan atau
pembuatan sayatan tipis, setelah disayat bagian tumbuhan tersebut diamati dengan
menggunakan mikroskop.
1.
2.
3.
4.
Gambar 1. organ jaringan pada tumbuhan
Gambar 2. jaringan parenkim & jaringan gabus
Gambar 3. Tipe-tipe sel penyusun jaringan
Gambar 4. jaringan meristem
Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan epidermis yang berfungsi untuk
pelindung, jaringan parenkimia yang berfungsi sebagai dasar untuk jaringan lainnya,
jaringan penguat yang terdiri dari sklerenkemia dan kolenkemia, dan jaringan
pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem. Jaring-jaring tersebut kemudian akan
membentuk organ seperti akar, batang, daun, dan buah. Berikut penjelasannya lebih
lanjut.
Fungsi Batang Tumbuhan
Batang pada tumbuhan berfungsi sebagai penyangga. Batang juga terdiri atas
pembuluh yang menyalurkan air dan mineral yang penting ke seluruh bagian
tumbuhan. Tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk membuat makanannya,
sehingga fungsi batang yang lain adalah memastikan tumbuhan mendapat sinar
matahari. Batang pohon merupakan batang berkayu yang sangat kuat dengan cabangcabang kayu. Batang pohon tumbuh tinggi untuk memperoleh sinar matahari. Batang
tumbuhan lain seperti tumbuhan menjalar, melingkar, dan meliuk juga bertujuan
untuk mencari jalan mendapatkan sinar matahari.
Struktur Batang Tumbuhan
Sama dengan struktur akar, struktur batang terdiri atas struktur luar dan struktur
dalam. Struktur luar pada tumbuhan tingkat tinggi dibedakan menjadi struktur
tumbuhan berkayu dan struktur tumbuhan tak berkayu (herba). Sedangkan struktur
dalamnya terdiri dari bagian epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.
Struktur luar
Perbedaan struktur luar pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu. Tumbuhan
herba dan tumbuhan berkayu memiliki daun-daun di sepanjang batangnya.
1. Batang tumbuhan herba
Batang tumbuhan herba biasanya, berwarna hijau, jaringan kayu sedikit atau tidak
ada, ukuran batang kecil, dan umumnya relatif pendek. Bagian luar batang terdiri dari
epidermis yang tipis dan tidak mengandung gabus. Pada epidermis terdapat stomata
sehingga jaringan di dalamnya dapat mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon
dioksida. Contoh: pacar air, jagung, bayam, kacang, dan bunga matahari.
2. Batang tumbuhan kayu
Batang tumbuhan berkayu umumnya keras dan umurnya relatif panjang. Permukaan
batang keras dan di bagian tertentu terdapat lentisel. Lentisel berhubungan dengan
bagian dalam batang dan berfungsi sebagai tempat pertukaran gas di batang. Pada
tumbuhan berkayu yang masih muda terdapat klorofil, sehingga dapat melakukan
fotosintesis. Akan tetapi, jika sudah terbentuk lapisan gabus kemampuan fotosintesis
menjadi hilang. Lapisan gabus terbentuk oleh kambium gabus. Adanya aktivitas
kambium menyebabkan rusaknya jaringan yang terdapat pada korteks dan epidermis.
Dengan rusaknya jaringan tersebut akan menyebabkan kemampuan fotosintesis
menjadi hilang.
Struktur dalam
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatomi
maupun morfologinya.
1. Batang dikotil
Pada ujung batang tumbuhan dikotil terdapat titik tumbuh berupa meristem apikal
(ujung). Di belakang meristem apikal secara berurutan terdapat protoderm yang
nantinya akan membentuk epidermis dan prokambium, di mana prokambium akan
membentuk xilem, floem, dan kambium vasikuler, serta meristem dasar yang akan
membentuk empulur dan korteks.
Pada jaringan primer batang dikotil terdapat bagian-bagian berikut.

Epidermis. Lapisan ini terletak paling luar dari organ batang. Epidermis terdiri
atas lapis sel yang dinding selnya sudah mengalami penebalan yang disebut kutikula.
Lapisan kutikula ini berfungsi untuk melindungi batang terhadap kekeringan. Sel-sel
epidermis biasanya berbentuk rektanguler dan tersusun rapat tanpa adanya ruang
antarsel. Susunan ini menyebabkan terjadinya pengurangan transpirasi dan dapat
melindungi jaringan di sebelah dalamnya dari kerusakan dan serangan hama.

Korteks. Korteks terdiri atas kolenkim yang susunannya berdesakan rapat dan
parenkim yang longgar dengan banyak ruang antarsel. Pada beberapa tumbuhan,
parenkim korteks bagian tepi mengandung kloroplas, sehingga

Endodermis. Endodermis sering disebut juga floeterma atau sarung amilum
karena banyak berisi butir-butir amilum. Pada beberapa tumbuhan, floeterma
mengalami penebalan membentuk pita caspary. Endodermis terdiri atas satu lapisan
sel saja dan berfungsi sebagai pemisah antara korteks dan silinder pusat.

Stele/silinder pusat. Stele merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis
terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. Pada bagian dalam perikambium
terdapat empulur dan berkas vasikuler yang tersusun dari xilem dan floem. Empulur
merupakan parenkim yang berada di tengah-tengah stele. Empulur juga berada di
sekitar berkas vasikuler berbentuk seperti jari-jari sehingga disebut jari-jari empulur.
2. Batang Monokotil
Secara morfologi batang tumbuhan dikotil biasanya bercabang-cabang, ruas-ruasnya
tidak tampak dengan jelas, serta mengalami pertumbuhan sekunder (membesar). Pada
batang monokotil, ukuran meristem apikalnya kecil. Jika dilihat, struktur penampang
melintang batang tanaman monokotil, dapat dijumpai struktur jaringan sebagai
berikut.

Epidermis. Epidermis merupakan struktur terluar yang disusun oleh satu lapis
sel. Epidermis dilengkapi dengan stomata dan bulu-bulu. Pada umumnya epidermis
tumbuhan monokotil sama dengan tumbuhan dikotil.

Korteks. Jaringan korteks terdiri atas beberapa lapis sel dengan rongga-rongga
udara di antara sel-selnya. Fungsi jaringan ini yaitu sebagai tempat pertukaran gas.
Pada tumbuhan monokotil, korteks kadang-kadang terdeferensiasi secara baik atau
kadang sangat sempit, bahkan tidak dapat dibedakan dengan stele.

Stele. Pada tumbuhan monokotil, batas korteks dan stele biasanya tidak terlalu
terlihat. Xilem dan floem terdapat pada lapisan stele ini dan susunan berkas
pengangkut yaitu bertipe kolateral tertutup, sehingga batang pada tumbuhan
monokotil tidak mengalami pertumbuhan membesar.

Empulur. Empulur terletak di bagian paling dalam dan tersusun dari jaringan
parenkim. Pada beberapa tumbuhan, empulur ada yang menghilang, misalnya pada
tumbuhan padi.
Fungsi Daun

Daun memiliki bentuk dan ukuran tertentu sehingga dapat melakukan tugas
penting, membuat makanan seefisien mungkin. Tumbuhan yang tumbuh di tempat
gelap dan teduh memiliki daun yang lebar agar dapat menangkap sinar matahari
sebanyak mungkin. Di daerah yang banyak hujan, daun sering memiliki lapisan yang
mengkilat dan tahan air. Beberapa daun memiliki duri untuk melindungi diri,
sementara daun lainnya tebal dan kuat untuk bertahan di udara dingin.

Daun memiliki banyak fungsi bagi tumbuhan. Daun berfungsi sebagai tempat
terjadinya fotosintesis dan tempat terjadinya transpirasi atau proses menguapnya air
pada daun. Selain itu daun juga berfungsi sebagai organ pernapasan atau respirasi.
Pada tumbuhan tertentu, daun juga bisa berfungsi sebagai alat reproduksi vegatatif,
misalkan pada tanaman cocor bebek.
Struktur Daun

Secara morfologis dan anatomi, daun merupakan organ tumbuhan yang paling
bervariasi. Daun dapat dibedakan, menjadi beberapa bagian, yaitu pangkal daun,
tangkai daun, dan helaian daun. Bentuk, struktur, dan ukuran daun pada tumbuhan
berbeda-beda. Hal ini, digunakan untuk klasifikasi tumbuhan. Daun tersusun atas tiga
tipe sistem jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.
1. Jaringan Epidermis
Daun memiliki epidermis pada bagian permukaannya, baik permukaan atas,
dinamakan permukaan adaksial, maupun pada permukaan bawah, yang dinamakan
permukaan abaksial.
Sel epidermis umumnya tersusun rapat membentuk suatu lapisan yang kompak, tanpa
ruang interseluler. Pada beberapa tumbuhan, sel-sel epidermis memanjang yang
disebut sel panjang. Di sebelah atas tulang daun terdapat sel pendek yang terdiri atas
dua tipe sel, yaitu sel silika dan sel gabus.
Pada epidermis terdapat hubungan yang putus-putus oleh suatu lubang yang sangat
kecil. Bagian tersebut adalah ruang antarsel yang dibatasi oleh dua sel khusus yang
disebut sel penjaga. Sel penjaga bersama-sama membentuk stroma. Jadi, stomata
terdiri atas sel penutup yang berkloroplas, sel yang tidak berkloroplas, dan celah
stomata.
Stomata berfungsi dalam pertukaran gas dan penguapan air. Pada tumbuhan darat,
stomata umumnya terletak pada bagian bawah permukaan daun. Sedangkan, pada
tumbuhan air, stomata terletak pada permukaan atas daun.
2. Jaringan Mesofil
Mesofil adalah jaringan yang bersifat parenkim, di sebelah dalam epidermis. Mesofil
terdiri atas jaringan palisade dan jaringan bunga karang (jaringan spons). Kedua
jaringan tersebut banyak mengandung kloroplas sehingga menjadi tempat terjadinya
fotosintetis. Jaringan palisade terletak langsung di bawah epidermis, tetapi kadangkadang ada hipodermis di antara epidermis dan jaringan palisade.
Sel-sel parenkim bunga karang bentuknya beragam, dapat menyerupai sel-sel
palisade, karena diameternya hampir sama atau dapat pula memanjang sejajar dengan
arah permukaan daun. Pada jaringan spons terdapat ruang antar sel (sel-selnya tidak
rapat). Pada jaringan spons, terdapat kloroplas yang jumlahnya lebih sedikit
dibandingkan jaringan palisade. Ciri khas sel-sel parenkim bunga karang ialah adanya
cupingcuping yang menghubungkan sel-sel di sebelahnya.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh pada daun terdapat pada tulang daun. Selain itu, pada daun
terdapat urat-urat halus yang berperan sebagai pembuluh nadi yang membawa
makanan ke seluruh tubuh. Tulang daun berfungsi untuk menguatkan daun. Selain itu,
urat-urat daun pada tumbuhan berperan sebagai kerangka daun.
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Pokok : Struktur dan fungsi Tumbuhan
2. Sub Materi
: Struktur, fungsi dan jaringan (batang,daun)
F. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN
Model
: Guided Discovery Learning
Pendekatan
: Saintifik
Metode
: Pengamatan
G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Sumber Belajar :
a.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Mata
Pelajaran IPA Kelas VIII Semester I. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
b.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Guru Mata Pelajaran
IPA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c.
Sumber lain yang relevan
2. Media Ajar : Gambar.
H. LANGKAH KEGIATAN
(2 x 40 Menit)
Kegiatan Pendahuluan ( ± 5 Menit)
Guru :
Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan
YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materi tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai
dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung

Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan fungsi pada batang
melalui pengamatan

Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan fungsi pada daun melalui
pengamatan

Peserta didik mampu menganalisis hubungan struktur dan fungsi jaringan
pada batang melalui pengamatan

Peserta didik mampu menganalisis hubungan struktur dan
(2 x 40 Menit)
fungsi jaringan pada daun melalui pengamatan
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkahlangkah pembelajaran.
Kegiatan Inti ( ± 60 Menit )
Sintak Model
Pembelajaran
Stimulation
(stimullasi/
pemberian
rangsangan)
Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN LITERASI
 Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
perhatian pada topik materi Stuktur fungsi dan jaringan (batang,
daun) dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Pemberian contoh-contoh materi Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun) untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari
media interaktif, dsb
 Membaca.
 Kegiatan literasi ini dilakukan di rumah dan di sekolah dengan
membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain,
dari internet/materi yang berhubungan dengan Stuktur fungsi dan
jaringan (batang, daun)
 Menulis
Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait Stuktur
fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Mendengar
 Pemberian materi Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
oleh guru
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang
(2 x 40 Menit)
materi pelajaran mengenai materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
untuk melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan,
ketelitian, mencari informasi.
Problem
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
statemen
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)
 Mengajukan pertanyaan tentang materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai
dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu
untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Data
KEGIATAN LITERASI
collection
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab
pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan
data)
 Mengamati obyek/kejadian
Mengamati dengan seksama materi Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun) yang sedang dipelajari dalam bentuk
gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan mencoba
menginterprestasikannya.
 Membaca sumber lain selain buku teks
Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan
membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah
pengetahuan dan pemahaman tentang materi Stuktur fungsi dan
jaringan (batang, daun) yang sedang dipelajari.
 Aktivitas
 Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami
dari kegiatan mengamati dan membaca yang akan diajukan kepada
guru berkaitan dengan materi Stuktur fungsi dan jaringan (batang,
daun) Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Stuktur fungsi dan
jaringan (batang, daun) yang telah disusun dalam daftar pertanyaan
kepada guru.
(2 x 40 Menit)
COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:
 Mendiskusikan
Peserta didik secara bersama-sama membahas mengenai materi
Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Stuktur fungsi dan
jaringan (batang, daun) yang telah diperoleh pada buku catatan
dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
 Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan materi dengan rasa percaya diri Stuktur fungsi
dan jaringan (batang, daun) sesuai dengan pemahamannya.
 Saling tukar informasi tentang materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun) dengan ditanggapi
aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh
sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan
diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode
ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Data
processing
(pengolahan
Data)
COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING
(BERPIKIR KRITIK)
Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil
pengamatan dengan cara :
 Berdiskusi tentang data dari Materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Mengolah informasi dari materi Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun) yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
(2 x 40 Menit)
Verification
(pembuktian)
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Stuktur
fungsi dan jaringan (batang, daun)
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi
hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber
melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta
didik.
Generalization
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
(menarik
Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
kesimpulan)
 Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Stuktur fungsi dan
jaringan (batang, daun)r berupa kesimpulan berdasarkan hasil
analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang
materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentang
materi Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun) dan ditanggapi
oleh kelompok yang mempresentasikan.
 Bertanya atas presentasi tentang materi Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun) yang dilakukan dan peserta didik lain diberi
kesempatan untuk menjawabnya.
CREATIVITY (KREATIVITAS)
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :
 Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Menjawab pertanyaan tentang materi Stuktur fungsi dan jaringan
(2 x 40 Menit)
(batang, daun) yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi Stuktur
fungsi dan jaringan (batang, daun) yang akan selesai dipelajari
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Stuktur fungsi dan
jaringan (batang, daun) yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar kerja yang telah disediakan secara individu
untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Catatan : Selama pembelajaran Jenis pesawat sederhana berlangsung, guru mengamati
sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya
diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu,
peduli lingkungan
Kegiatan Penutup ( ± 10 Menit)
Peserta didik :
 Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun) yang baru dilakukan.
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun) yang baru diselesaikan.
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus
mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Stuktur fungsi dan jaringan (batang, daun)
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja
dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran Stuktur fungsi dan jaringan
(batang, daun)
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Stuktur fungsi dan jaringan (batang,
daun) kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
Banjarmasin, ……………………………..
Kepala SMPN 7 Banjarmasin
Guru Mata Pelajaran IPA
Kabul, M. Pd.
Siti Makiah, S.Pd
NIP. 19650428 198902 1 002
NIP. 196305281985022003
Download