Uploaded by User21613

untuk mba endang

advertisement
LAPORAN TAHUNAN
2012
ANNUAL REPORT
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Daftar Isi Content
Daftar Isi
Content
Ihtisar Keuangan
Financial Highligts
Informasi Perusahaan
Corporate Information
16
Profil Dewan Komisaris
The Board of Commissioner Profile’s
18
Laporan Direksi
Report of the Board of Director
Profil Direksi
The Board of Director Profile’s
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Review and the Analysis of Management
Program Pengembangan Usaha
Business Development Program
21
Sejarah Singkat Perusahaan
Company Brief History
04
05
06
10
Kegiatan Usaha Perseroan
Company Business Activities
12
Overview atas Prospek Kopi dan Karet
Overview on Prospects of Coffee and
Natural Rubber
Saham
Shares
14
Sumber Daya Manusia
Human Resources
35
Struktur Organisasi
Organization Structure
15
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
36
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
42
Visi dan Misi Perusahaan
Visi and Mission of the Company
Struktur Perusahaan
Company Structure
2
01
Laporan Dewan Komisaris
Report of the Board of Commissioners
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
23
27
31
33
Ikhtisar Keuangan
Financial Highligts
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Consolidated Statements of Finance Position
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
2012
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar :
Aset Pajak Tangguhan, Neto
Penyertaan Saham
Aset Tetap, Neto
Aset Lain – Lain
2011
2010
380.248
279.879
266.833
5.170
3.473
283.053
10.667
9.234
630
119.914
13.709
4.192
630
117.685
25.271
Current Assets
Non-Current Assets :
Deffered Tax Assets, Net
Investment in Shares of Stock
Fix Assets, Neto
Other Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar
302.363
143.487
147.778
Total Non Current Assets
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
682.611
236.668
421.366
180.507
414.611
194.444
Total Assets
Current Liabilities
1.380
2.128
4.358
Non Current Liabilities :
Deffered Tax Liabilities, Net
2.599
830
31.557
36.366
273.034
5.677
1.077
25.688
34.570
215.077
1.275
21.017
26.650
221.094
Long-Term Debts
Obligation Under Finance Lease
Other Non-Current Liabilities
Total Non-Current Liabilities
Total Liabilities
Over the Cost Investment, Neto
586
Excess of Net Assets of Consolidated Subsidiaries
206.289
421.366
192.931
414.611
Equity, Net
Total Liabilities and Shareholders’ Equity
Liabilitas Jangka Panjang :
Liabilitas Pajak Tangguhan, Neto
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban sewa pembiayaan
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas
Kelebihan Aset Bersih Atas Biaya Perolehan
Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi Bersih
Ekuitas, Neto
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
409.577
682.611
Aset - Liabilitas - Ekuitas
Assets - Liabilities - Equity
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
800.000
700.000
600.000
500.000
409.577
400.000
300.000
421.366
215.077 206.289
200.000
221.094
100.000
2012
2011
2010
Total Assets
Total Liabilities
Equity
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
1
Ikhtisar Keuangan
Financial Highligts
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi
Consolidated Statements of Comprehensive Income
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
Penjualan Neto
Laba Bruto
Laba Operasi
Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak
Laba Rugi Komperhensif Periode Berjalan
2012
2011
2010
1.305.117
1.246.291
928.527
Net Sales
159.948
66.858
126.475
48.316
101.301
46.247
Gross Profit
Income From Operations
50.795
25.623
37.117
23.858
39.242
25.685
Income Before Tax Expense
Total Comprehensive Income for the Period
Laba Rugi Komperhensif Tahun Berjalan yang
Dapat Diatribusikan Kepada :
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali
Total Comprehensive Income for the
Year Attributable to :
14.088
11.535
12.837
11.021
12.919
12.766
Equity Holders Of The Parent Entity
Non-Controlling Interest
Dalam Rupiah
In Rupiah
2012
Laba Per Saham Dasar
2011
10
Rata-Rata Jumlah Saham yang Beredar (Lembar)
2010
9
9
Basic Earnings Per Share
1.440.000.000 1.440.000.000 1.440.000.000 Average Number of Outstanding Shares
Penjualan Neto - Laba Rugi Komperhensif
Periode Berjalan
Net - Sales Total Comprehensive Income For
The Period
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
1.400.000
1.200.000
1000.000
800.000
600.000
400.000
200.000
25.623
2012
2011
Net Sales
Total Comprehensive Income
2
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
2010
Ikhtisar Keuangan
Financial Highligts
Angka - Angka Penting
Consolidated Significant Numbers
2012
2011
2010
%
%
%
RASIO PERTUMBUHAN
Penjualan Neto
Laba Operasi
Laba (Rugi) Komperhensif Periode Berjalan
Jumlah Aset
Ekuitas
GROWTH RATIO
5
34
57
38
7
4
(7)
7
(43)
62
99
2
7
17
12
RASIO USAHA
Net Sales
Income From Operation
Total Comprehensive Income for the Period
Total Asset
Equity
BUSINESS RATIO
12
10
11
5
16
10
4
23
11
5
24
11
2
2
3
Income from Operation to Total Assets
Total Comprehensive Income (Loss) for the Period
to Net Sales
Laba (Rugi) Komperhensif Periode Berjalan
6
12
13
Total Comprehensive Income (Loss) for the Period
Terhadap Ekuitas
Laba (Rugi) Komperhensif Periode Berjalan
4
6
6
to Equity
Total Comprehensive Income (Loss) for the Period
Laba Bruto Terhadap Penjualan Neto
Laba Operasi Terhadap Penjualan Neto
Laba Operasi Terhadap Ekuitas
Laba Operasi Terhadap Jumlah Aset
Laba (Rugi) Komperhensif Periode Berjalan
Terhadap Penjualan Neto
Terhadap Jumlah Aset
Jumlah Liabilitas Terhadap Jumlah Aset
MODAL KERJA BERSIH
(JUTAAN RUPIAH)
Income from Operation to Equity
to Total Assets
RASIO KEUANGAN
Aset Lancar Terhadap Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Terhadap Ekuitas
Gross Profit to Net Sales
Income from Operation to Net Sales
FINANCIAL RATIO
161
155
138
67
40
104
51
115
53
143.580
99.287
74.294
Current Assets to Current Liabilities
Total Liabilities to Equity
Total Liabilities to Total Assets
NET WORKING CAPITAL
(IN MILLION RUPIAH)
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
3
Informasi Perseroan
Corporate Information
Nama Perusahaan
PT Prasidha Aneka NiagaTbk.
Company Name
PT Prasidha Aneka NiagaTbk.
Bidang Usaha :
Pengolahan dan Perdagangan Karet Remah, Kopi Bubuk
dan Instan serta Kopi Biji
Line of Business :
Crumb Rubber Processing and Trade, Coffee Powder
and Instant, and Coffee Beans
Tanggal Pendirian :
16 April 1974
Date of Estabilishment :
16 April 1974
KANTOR PUSAT
Plaza Sentral Lantai 20
Jl. Jend. Sudirman Kav 47 – 48 Jakarta 12930, Indonesia
Tel.
: ( 021 ) 5790 4478 – 5790 4488
Fax.
: ( 021 ) 5288 0082 – 527 4849
Email : [email protected]
HEAD OFFICE
Plaza Sentral Lantai 20
Jl. Jend. Sudirman Kav 47 – 48 Jakarta 12930, Indonesia
Tel.
: ( 021 ) 5790 4478 – 5790 4488
Fax.
: ( 021 ) 5288 0082 – 527 4849
Email : [email protected]
CABANG
1. Palembang - Sumatera Selatan
Jl. Ki Kemas Rindho, Kertapati Palembang 30258 Indonesia
Tel. : (0711) 513358 – 511168
Fax. : (0711) 510654
BRANCHES
1. Palembang - Sumatera Selatan
Jl. Ki Kemas Rindho, Kertapati Palembang 30258 Indonesia
Tel. : ( 0711) 513358 – 511168
Fax. : (0711) 510654
2. Bandar Lampung
Jl. Ikan Koki No. 5, Bandar Lampung 35226, Indonesia
Tel. : (0721) 487188
Fax. : (0721) 481883
2. Bandar Lampung
Jl. Ikan Koki No. 5, Bandar Lampung 35226, Indonesia
Tel. : (0721) 487188
Fax. : (0721) 481883
AKUNTAN PUBLIK
Purwantono, Suherman & Surja
Gedung Bursa Efek Indonesia, Menara 2, Lantai 7
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52 – 53 Jakarta 12190,
Indonesia
INDEPENDENT AUDITOR
Purwantono, Suherman & Surja
Bursa Efek Indonesia Building, Menara 2, Floor 7
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52 – 53 Jakarta 12190,
Indonesia
BIRO ADMINISTRASI
PT. Raya Saham Registra
Plaza Sentral Lantai 2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 47 – 48 Jakarta 12930, Indonesia
Tel. : ( 021 ) 252 5666 Fax. : ( 021 ) 252 5028
SHARE REGISTRAR
PT. Raya Saham Registra
Plaza Sentral Lantai 2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 47 – 48 Jakarta 12930, Indonesia
Tel. : ( 021 ) 252 5666 Fax. : ( 021 ) 252 5028
4
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Visi dan Misi Perusahaan
Vision and Mision of the Company
VISI
VISION
Menjadi perusahaan Agro Bisnis terTo be a leading Company in the Agridepan dengan manejemen profesional. business with professional management.
MISI
MISSION
PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk mengembangkan usahanya atas dasar saling
menghormati serta mempercayai. Kunci suksesnya perusahaan dalam membangun kepercayaan internasional adalah melalui pelayanan yang prima dan
menjaga standar kualitas yang tinggi
terhadap semua relasi bisnisnya.
PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk values
business relationships based on mutual
respect and trust. We offer our clients
the highest standards in quality service,
on which we have built our international reputation for excellence, integrity
and reliability.
Melalui kerja keras, dukungan serta
kerja sama yang erat antara karyawan
dan pimpinan, perusahaan selalu berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya perusahaan guna mencapai
tujuan usaha.
By means of individual efforts and
teamwork of our employees led by an
enlightened management, the company shall continue to optimize the entire
resources of the company to reach it’s
business goal.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
5
Sejarah Singkat Perusahaan
Company Brief History
1974
P
erseroan yang didirikan dengan Akta Pendirian nomor 7 pada tanggal 16 April 1974, semula bernama
PT Aneka Bumi Asih dan berkedudukan di Jakarta.
Mendapat Pengesahan dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman nomor Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober
1974 dan diumumkan dalam Berita Negara nomor 37
tanggal 10 Mei 1994, Tambahan nomor 2488.
P
T Prasidha Aneka Niaga (The Company) was established under the name of PT Aneka Bumi Asih with
Notarial Deed no, 7 dated April 16, 1974 domiciled in
Jakarta and got approval by the Ministry of Justice in
its Decree no, Y.A.5/358/23 dated October 3, 1974.
The Establishment Deed was published in the
Supplement no. 2488 of the State Gazette no. 37 dated
May 10, 1994.
6
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Jejak Langkah
Milestones
1984
B
erdasarkan Akta Nomor 189 tanggal 25 April
1984, telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Nomor C2-4686.HT.01-04.
Th.84 tanggal 21 Agustus 1984, didaftarkan di Kantor
Pengadilan Negeri Palembang tanggal 11 September
1984 dibawah Nomor 84/1984, dan telah diumumkan
dalam Berita Negara tanggal 10 Mei 1994 Nomor 37
Tambahan Nomor 2489, tempat kedudukan Perseroan
dipindahkan dari Jakarta ke Palembang.
W
ith Notarial Deed no. 189 dated April 25,
1984 that has been approved by the Ministry
of Justice in its Decree no. C2-4686.HT.01-04.
Th.84 dated August 21, 1984 and registered at the Court
of Palembang dated September 11, 1984 under registration no. 84/1984 and was published in the Supplement
no. 2489 of the State Gazette no. 37 dated May 10, 1994
regarding the changing of its domicile from Jakarta to
Palembang.
Sejarah Singkat Perusahaan
Company Brief History
Jejak Langkah
Milestones
1994
D
alam rangka melakukan Penawaran Umum,
Perseroan merubah seluruh Anggaran Dasarnya
dengan Akta nomor 127 tanggal 10 Mei 1994
dan telah mendapat Persetujuan Menteri Kehakiman
melalui Surat Keputusan nomor C2-10.238.HT.01.04.
TH.94 tanggal 5 Juli 1994 yang diumumkan dalam Berita Negara nomor 58 tanggal 21 Juli 1995 Tambahan
nomor 6079.
Pada tanggal 24 Mei 1994 Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek
dengan Bursa Efek Jakarta, disusul pada tanggal 1
Juni 1994 dengan Bursa Efek Surabaya dengan jumlah
30.000.000 (tiga puluh juta) saham Perseroan dengan nilai nominal Rp1.000,- untuk ditawarkan kepada
masyarakat dengan harga Penawaran Rp3.000,- per
saham.
Pada tanggal 22 September 1994, Perseroan mendapatkan Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran nomor S-1645/PM/1994 dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal.
Perseroan telah menerbitkan Prospektus pada tanggal
26 September 1994 dalam rangka Penawaran Umum
atas sahamnya. Penawaran Perdana telah dilakukan di
Bursa Efek Jakarta pada tanggal 18 Oktober 1994.
W
1993
D
engan Akta nomor 39 tanggal 29 Desember
1993 tentang Perubahan Anggaran Dasar, Perseroan berganti nama menjadi PT Prasidha Aneka
Niaga (PAN) dan telah mendapat Persetujuan
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan nomor
C2-3792.HT.01.04.TH.94 tanggal 1 Maret 1994, yang
diumumkan dalam Berita Negara nomor 40 tanggal 20
Mei 1994 Tambahan nomor 2678.
W
ith Notarial Deed no. 39 dated December
1993 the Articles of Association of the Company has been amended and the Company
changed its name to be PT Prasidha Aneka Niaga or
shortly named PAN with approval Decree no. C2-3792.
HT.01.04.TH.94 dated March 1, 1994 of the Ministry of
Justice and was published in the Supplement no. 2678
of the State Gazette no. 40 dated May 20, 1994.
ith regard to the Initial Public Offering of
Shares the Company has amended its Articles of Association under Notarial Deed no.
127 dated May 10, 1994 and has got Approval from
the Ministry of Justice under Decree no. C2-10.238.
HT.01.04.TH.94 dated Juli 5, 1994 and published in the
Supplement no. 6079 of the State Gazette no. 58 dated
July 21, 1995.
On May 24, 1994 the Company has signed the Preliminary Agreement of shares Registration with Bursa Efek
Jakarta (The Jakarta Stock Exchange), followed on July
1, 1994 with Bursa Efek Jakarta (The Surabaya Stock Exchange) for its 30.000.000 (thirty million) shares with
par value of Rp1,000,- and an offering price Rp3,000,per share.
On September 22, 1994 the Company received an official Notice no. S-1645/PM/1994 signed by the Chairman of Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam – the
Capital Market Supervisory Agency) stating that the
Registration was effective.
On September 26, 1994 the Company has published
the Prospectus for its Initial Public Offering of share
purpose. Initial Public Offering took place at the Jakarta Stock Exchange on October 18, 1994.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
7
Sejarah Singkat Perusahaan
Company Brief History
Jejak Langkah
Milestones
1997
D
engan Akta nomor 7 tanggal 10 April 1997 tentang Perubahan Anggaran Dasar yang telah
mendapatkan Persetujuan dengan Surat Keputusan Menteri Kehakimannomor C2-3797.HT.01.04.
TH.97 tanggal 15 Mei 1997 serta Penerimaan Laporan
Perubahan Anggaran Dasar nomor C2-HT.01.04A.7887
tanggal 15 Mei 1997, Anggaran Dasar Perseroan
disesuaikan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas nomor 1 tahun 1995 dan Undang-Undang Pasar
Modal nomor 8 tahun 1995, yang telah di umumkan
dalam Berita Negara nomor 43 tanggal 30 Mei 1997
Tambahan nomor2135. Dalam perubahan Anggaran
Dasar tersebut selain dibagikan saham bonus, nilai
Nominal Saham dari Rp.1.000,- per saham berubah
menjadi Rp.500,- per saham. Modal Dasar Perseroan
ditingkatkan dari 300.000.000 (tiga ratus juta) saham dengan nilai Rp.300.000.000.000,- (tiga ratus
miliar Rupiah) menjadi 1.440.000.000 (satu miliar
empat ratus empat puluh juta) saham dengan nilai
Rp720.000.000.000,- (tujuh ratus dua puluh miliar
Rupiah). Modal Ditempatkan dan Disetor penuh menjadi 360.000.000 (tiga ratus enam puluh juta) saham
dengan nilai Rp.180.000.000.000,- (seratus delapan
puluh miliar Rupiah).
U
nder Notarial Deed no. 7 dated April 10, 1997
the Company has amended its Articles of Association with regard to the adjustment that have
to be done in accordance with the new Law on Limited
Liability Companys – Law Number 1 year 1995 and Law
on Capital Market – Law no. 8 year 1995. The Amendment was approved by the Ministry of Justice under.
Decree no. C2-3797.HT.01.04.TH.97 dated May 15,
1997 and receipt report of the respective Amandement
no. C2-HT.01.04A.7887 dated May 15, 1997 and was
published in the Supplement no. 2135 of State Gazette
no. 43 dated May 30, 1997. In this amendment apart
with the distribution of Bonus in form of shares. the par
value has been splitted from Rp.1.000,- per share to
be Rp500,- per share. Authorized Capital was increased
from 300.000.000 (three hundred million) shares with
total par value of Rp.300.000.000.000,- (three hundred billion Rupiah) to be 1.440.000.000,- (one billion
four hundred and fourty million) shares with total par
value of Rp.720.000.000.000,- (seven hundred twenty billion Rupiah). Issued and Paid Up Capital became
360.000.000 (three hundred sixty million) shares with
total par value or Rp.180.000.000.000,- (one hundred
eighty billion Rupiah).
8
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
2001
D
W
engan Persetujuan RUPS tanggal 27 Juni 2001
diputuskan saham Perseroan (kode PSDN) terhitung mulai tahun 2001 menyatakan keluar (Delist) dari pencatatan di Bursa Efek Surabaya.
ith the approval of the General Meeting of
shareholders on June 27, 2001, it was decided
that starting the commercial year 2001 the
company delisted its shares (code PSDN) from the Bursa Efek Surabaya (Surabaya Stock Exchange).
2004
B
erdasarkan Akta Nomor 42 tanggal 8 November
2004, yang pelaporannya telah diterima dan dicatat dalam Database Sisminbakum Direktorat
Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor C-28241 HT.01.04.TH.2004 tanggal 10 November 2004, Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Perseroan menjadi 1.440.000.000 (satu miliar empat
ratus empat puluh juta) saham dengan nilai nominal
seluruhnya Rp.720.000.000.000,- (tujuh ratus dua puluh miliar Rupiah).
W
ith Notarial Deed no. 42 dated November 8, 2004which report was accepted and
registered in the Database of the Sisminbakum of the Directorate General Administration for the
Common Law of the Department of Law and Human
Rights of the Republic of Indonesia under no. C-28241
HT.01.04.TH.2004 dated November 10, 2004, the Issued Capital and Paid Up Capital of the Company
became 1.440.000.000 (one billion four hundred
and fourty million) shares with a total face value of
Rp.720.000.000.00,- (seven hundred twenty billion
Rupiah).
Sejarah Singkat Perusahaan
Company Brief History
Jejak Langkah
Milestones
2008
B
erdasarkan Akta nomor 10 tanggal 20 Oktober
2008. Perubahan Seluruh Anggaran Dasar ini untuk
disesuaikan dengan Undang-Undang Per- seroan
Terbatas nomor 40 Tahun 2007 serta Peraturan
Bapepam-LK nomor IX.J.1 Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK nomor Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei
2008. Perubahan mana telah mendapat Persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor AHU97905.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 18 Desember
2008 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan nomor
AHU-0123352.AH.01.09 Tahun 2008 tanggal 18 Desember 2008. Dalam Perubahan Anggaran Dasar ini,
domisili Perseroan pindah dari Palembang ke Jakarta
Selatan. Alamat kedudukan Perseroan sekarang di
Plaza Sentral – Lantai 20, Jl. Jenderal Sudirman No. 47,
Jakarta Selatan 12930.
U
nder Notarial Deed no. 10 dated October 20,
2008. The amendment was made due to the
latest Law number 40 year 2007 on Limited Liability Companys and the regulation issued by Bapepam-LK no. IX.J.1, enclosure of Decree of Bapepam-LK
no. Kep-179/BL/2008 dated May 14, 2008. The amendment got the Approval from the Ministry of Laws and
Human Rights under Decree no. AHU-97905.AH.01.02
year 2008 dated December 18, 2008 and was Registered in the Company Registration No. AHU-0123352.
AH.01.09 year 2008 dated December 18, 2008. In this
amendment, the Domicile of the Company is changed
from Palembang to Jakarta Selatan. Domicile address is
now at Plaza Sentral 20th Floor, Jl. Jenderal Sudirman
No. 47 – South Jakarta 12930.
erakhir Anggaran Dasar Perseroan diubah berdasarkan Akta Nomor 267 tanggal 29 Nopember
2011 yang telah mendapat persetujuan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor AHU-04784.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 30
Januari 2012 dan telah didaftar dalam Daftar Perseroan
Nomor AHU-0007786.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal
30 Januari 2012. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
tersebut sehubungan dengan Kuasi Reorganisasi yang
dijalankan dengan pengurangan nilai nominal saham
dari Rp.500,- menjadi Rp.175,- per saham dan pengurangan Nilai Modal Dasar dari Rp.720.000.000.000,(tujuh ratus dua puluh miliar Rupiah) menjadi
Rp.252.000.000.000,- (dua ratus lima puluh dua miliar
Rupiah) yang terbagi atas 1.440.000.000 (satu miliar
empat ratus empat puluh juta) lembar saham serta
pengurangan Modal Ditempatkan yang telah disetor
penuh dari Rp.720.000.000.000,- (tujuh ratus dua puluh miliar Rupiah) menjadi Rp.252.000.000.000,- (dua
ratus lima puluh dua miliar Rupiah) yang terbagi atas
1.440.000.000 (satu miliar empat ratus empat puluh
juta) lembar saham.
T
he latest Amendment of the Articles of Association of the Company with the Notarial
Deed no. 267 dated November 29, 2011 has
got the approved from the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia no. AHU04784.AH.01.02.Tahun 2012 dated January 30, 2012
and has been registered in the Company Registration
no AHU-0007786.AH.01.09.Tahun 2012 dated January 30,2012. It was made with regard to the Quasi
Reorganization that was carried out by diluting the
face value from Rp.500,- to be Rp.175,- per share that
caused the dilution in the Authorised Capital from
Rp.720.000,000.000,- (seven hundred twenty billion
Rupiah) to be Rp.252.000.000.00,- (two hundred fifty
two billion Rupiah, consisting of 1.440.000.000 (one
billion four hundred fourtymillion) shares and the dilution in the issued capital that was fully paid up from
Rp.720.000.000.000,- (seven hundred twenty billion
Rupiah) to be Rp.252.000.000.000 (two hundred fifty
two billion Rupiah) consisting of 1.440.000.000 (one
billion four hundred fourty) shares.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
9
Kegiatan Usaha Perseroan
Company Business Actvities
Kegiatan dan bidang usaha yang kini dijalankan Perseroan, utamanya adalah Pengolahan dan Perdagangan Karet Remah, Kopi Bubuk dan Instan serta Kopi
Biji. Sedangkan Coklat, Tapioka, Lada Hitam dan Vanila
sementara ini belum diaktifikan kembali.
Areas of the Company’s business is now run, primarily are Crumb rubber Processing and Trade, and Instant
Coffee Powder and Coffee Seeds. While Cocoa, Tapioca,
Black Pepper and Vanilla while it has not turned back.
Produksi Karet Remah dilakukan Kantor Cabang Perseroan di Palembang, Sumatra Selatan. Produksi Kopi
Bubuk dan instan dilakukan oleh anak perusahaan Perseroan yaitu PT. Aneka Coffee Industry di Sidoarjo,
Jawa Timur. Pengolahan kopi biji dilakukan di Kantor
Cabang Perseroan di Bandar Lampung dan Anak Perusahaan Perseroan PT. Aneka Bumi Kencana di Surabaya.
Crumb rubber is produced by the Company’s Branch
Office in Palembang, South Sumatra. Production of
coffee and instant coffee powder made by the Company’s subsidiary, PT. Aneka Coffee Industry in Sidoarjo,
East Java. Processing of coffee beans made in the Company’s Branch Office in Bandar Lampung and the company’s subsidiary PT. Aneka Bumi Kencana in Surabaya.
Crumb Rubber
Industri karet remah yang terletak di Palembang menghasilkan 3 Jenis Standard Indonesia Rubber (SIR) yaitu
: SIR 5, SIR 19 dan SIR 20. Produk–produk terutama digunakan sebagai bahan baku pembuatan ban.
Crumb rubber industry located in Palembang clicking
produce 3 Type Standard Indonesian Rubber (SIR) is:
SIR 5, SIR 19 and SIR 20. The products are mainly used
as raw material for the manufacture of tires.
Ekspor Karet remah Perseroan terutama ke pabrikpabrik ban terkemuka di Amerika Serikat, Korea Selatan, Eropa dan Jepang.
Crumb Rubber Company exports mainly to the leading
tire manufacturers in the United States, South Korea ,
Europe and Japan.
Distribusi dan Pemasaran
Marketing and Distribution
Kegiatan pemasaran perusahaan dan anak perusahaan
disentralisir pada kantor pusat di Jakarta. Sistim sentralisasi dilakukan sehingga pelaksanaan kebijakan–kebijakan yang ditetapkan oleh Direksi Perusahaan dapat
dikoordinasikan secara efektif.
Marketing activities of the company and its subsidiaries be centralized at the head office in Jakarta. System
sen-decentralization policy implementation done so the policies established by the Board of Directors of the
Company can be coordinated effectively.
10
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Kegiatan Usaha Perseroan
Company Business Actvities
Negara tujuan ekspor antara lain :
Karet Remah
: Amerika serikat, Belanda, Korea Selatan
Kopi Instan
: Jepang, Thailand, Vietnam, China,
Malaysia, Singapore, Filipina
Biji Kopi
: Jepang, Jerman, Belanda, Amerika
Serikat, Inggris
Countries of export destination :
Crumb Rubber : USA, the Netherlands, South Korea
Instant Coffee
Coffee Beans
: Japan, Thailand, Vietnam, China,
Malaysia, Singapore, Philippines
: Japan, Germany, the Netherlands,
USA, Great Britain
Kopi
Indonesia merupakan salah satu penghasil biji kopi
Robusta. PT. Aneka Bumi Kencana di Surabaya dan PT.
Tirta Harapan Bali di Singaraja belum aktif lagi dalam
mengolah dan export biji kopi.
Indonesia is one among the biggest Robusta producing
countries. PT. Aneka Bumi Kencana in Surabaya and PT.
Tirtha Harapan Bali in Singaraja is temporarily not active.
Kopi Bubuk dan Instan
PT. Aneka Coffee Industry, anak perusahaan di Sidoarjo,
Jawa Timur memiliki kapasitas terpasang pengolahan
kopi bubuk terbesar 2.400 ton dan pengolahan kopi instan sebesar 4.600 ton per tahun.
PT. Aneka Coffee Industry a subsidiary located in
Sidoarjo, East Java, is producing Instant Coffee and
Roasted & Ground Coffee. It has an install capacity of
Instant Coffee 2.400 tons and Roasted & Ground Coffee 4.600 tons per year
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
11
Saham
Shares
Daftar pemegang saham Perseroan pada tanggal 31
Desember 2012 sesuai dengan data dari Biro Administrasi Efek Perseroan adalah sebagai berikut
List of shareholders of the Company on 31 December
2012 according to data from the Stock Administration
Bureau of the Company are as follows
Komposisi Pemegang Saham
Nama Pemegang Saham
Innovest Offsore Ventures Ltd.
Igianto Joe
PT. Aneka Bumi Prasidha
PT. Aneka Agroprasidha
Lion Best Holdings Limited
Masyarakat
Jumlah
Compositions Shareholders
Jumlah Saham
%
Total Shares
675.754.545
46,927
272.378.790
18,915
136.500.000
9,479
114.000.000
7,917
111.866.665
7,769
129.500.000
8,993
1.440.000.000 100,000
Nilai
Shareholders
Value
118.257.045.375 Innovest Offsore Ventures Ltd.
47.666.288.250
Igianto Joe
23.887.500.000
PT. Aneka Bumi Prasidha
19.950.000.000
PT. Aneka Agroprasidha
19.576.666.375
Lion Best Holdings Limited
22.662.500.000
Public
252.000.000.000
Total
Sumber : BAE
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per tanggal 31
Desember 2012 berdasarkan Daftar Pemegang Saham
yang dibuat oleh Biro Adminstrasi Efek, hanya memiliki porsi yang sangat kecil atas saham Perseroan yaitu
sebanyak 23.786.000 lembar saham atau 1,652% dari
total 1.440.000.000 lembar saham, dengan perincian :
Nama Pemegang Saham
Shareholders
Widyono Lianto
Agus Soegiarto
Jeffry Sanusi Soedargo
Didik Tandiono
H. Sjamsul Bachri Uding
Moenardji Soedargo
Jumlah
Sumber : BAE
12
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Board of Commissioners and the Board of Directors
of the Company as at 31 December 2012 based on
the Register of Shareholders made by the Stock Administration Bureau, only a very small portion of the
Company’s shares as many as 23.786 million shares,
or 1.652% of the total of 1.44 billion shares, with the
details:
Jumlah Saham
Total Shares
78.000
20.051.000
450.000
600.000
2.157.000
%
0,005
1,393
0,031
0,042
0,150
450.000
23.786.000
0,031
1,652
Saham
Shares
Kronologis Pencatatan dan Penambahan Jumlah Saham serta Perubahan Nilai Nominal Saham
The Cronology of Stock Listing and Issuing and the
amendment of the Face Value
Tanggal Pencatatan
Listing Date
Tindakan Perseroan
Company Action
Total Saham
Total Stocks
22 September 1994
22 September 1994
Pernyataan Efektif dari Bapepam-LK
Atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham
Registration of Share Emition is Declared
Effective by Bapepam-LK
30.000.000
Saham
Shares
18 Oktober 1994
18 October 1994
Pencatatan dan Penawaran Saham Perdana
Initial Public Offering
120.000.000
Saham
Shares
Juli 1997
July 1997
Pemecahan Nilai Nominal dari
Stock Split from
Rp. 1000,jadi / to
Rp. 500,-
240.000.000
Saham
Shares
Juli 1997
July 1997
Saham Bonus
Bonus Stock
2:1
360.000.000
Saham
Shares
Desember 2003
December 2003
Konversi Hutang dengan 1.080.000.000 Saham
Debt to Equity Swap
Share 1.080.000.000
1.440.000.000
Saham
Shares
Januari 2012
January 2012
Kuasi Reorganisasi dengan Penurunan Nilai Nominal Saham
Quasi Reorganization by Diluting the Face Value of the Share
Rp. 500,- jadi / to Rp. 175,-
1.440.000.000
Saham
Shares
Harga Saham per Tri Wulan
Share Price per Quarter
2012
Kapasitas Pasar
Market Capitalization
Tertinggi
Highest
Terendah
Lowest
2011
Penutupan
Closing
Volume
Volume
Kapasitas Pasar
Market Capitalization
Tertinggi
Highest
Terendah
Lowest
Penutupan
Closing
Volume
Volume
Tri Wulan I
1st Quarter
352,800,000,000
310
245
245
275,500
100,800,000,000
90
59
70
58,500
Tri Wulan II
2nd Quarter
216,000,000,000
305
120
150
256,000
240,480,000,000
167
70
167
339,500
Tri Wulan III
3rd Quarter
250,560,000,000
230
131
174
212,500
432,000,000,000
320
170
300
212,500
Tri Wulan IV
4th Quarter
295,200,000,000
270
122
205
1,312,000
446,400.000.000
310
230
310
31,000
Sumber : PT Indonesian Capital Market Electronic Library
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
13
Struktur Organisasi
Organization Structure
RUPS /
AGS
DIREKSI
DEWAN KOMISARIS
Board of Director
Board of Commissioner
SEKRETARIS PERUSAHAAN
CORPORATE SECRETARY
PETRUS R. ARIF
UNIT INTERNAL AUDIT
ROBERT DARLIANTO
14
KOMITE AUDIT /
AUDIT COMMITEE
KETUA MERANGKAP ANGGOTA /
CHIEF CUM MEMBER
FERY YENNOTO
ANGGOTA / MEMBERS
DANIEL
VONALITA SANTOSO
PRESIDEN DIREKTUR /
PRESIDENT DIRECTOR
JEFFRY SANUSI SOEDARGO
PRESIDEN KOMISARIS /
PRESIDENT COMMISSIONER
MANSJUR TANDIONO
WAKIL PRESIDEN DIREKTUR /
VICE PRESIDENT DIRECTOR
DIDIK TANDIONO
WAKIL PRESIDEN KOMISARIS /
VICE PRESIDENT COMMISSIONER
WIDYONO LIANTO
DIREKTUR / DIRECTOR
H. SJAMSUL BACHRI UDING
KOMISARIS / COMMISSIONER
MADE SUDHARTA
DIREKTUR / DIRECTOR
BUDI PRINGGOSUSANTO
KOMISARIS / COMMISSIONER
AGUS SOEGIARTO
DIREKTUR / DIRECTOR
LIE SUKIANTONO BUDINARTA
KOMISARIS INDEPENDEN /
INDEPENDENT COMMISSIONER
FERY YENNOTO
DIREKTUR / DIRECTOR
MOENARDJI SOEDARGO
KOMISARIS INDEPENDEN /
INDEPENDENT COMMISSIONER
ROBERTUS SUKAMTO
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Struktur Perusahaan
Company Structure
Surabaya
Singaraja
Sidoarjo
Plaza Sentral Lantai 20
Jl. Jend. Sudirman Kav 47 – 48
Jakarta 12930, Indonesia
PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Cabang Bandar Lampung
CABANG PERUSAHAAN
BRANCHES
PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Cabang Palembang - Sumatera Selatan
ANAK PERUSAHAAN
SUBSIDIARIES
Perseroan memiliki tiga anak perusahaan yaitu
PT Aneka Bumi Kencana, PT Tirta Harapan Bali, dan
PT Aneka Coffee Industry.
The Company has three subsidiaries namely
PT Aneka Bumi Kencana, PT Tirta Harapan Bali, and
PT Aneka Coffee Industry.
PT. Aneka Bumi Kencana
Domisili : Jl. Raya Mulyosari No. 326, Surabaya 60113,
Jawa Timur,
Tel.
: ( 62-31 ) 5965848 – 49 / 5962256
Fax.
: ( 62 -31 ) 5962257
Kegiatan: Perusahaan ini menjalankan kegiatan usaha
pengolahan biji kopi.
PT. Aneka Bumi Kencana
Domicile : Jl. Raya Mulyosari No. 326, Surabaya 60113,
Jawa Timur,
Tel.
: ( 62-31 ) 5965848 – 49 / 5962256
Fax.
: ( 62 -31 ) 5962257
Activities : The company is running its business of pro cessing coffee beans.
PT Tirta Harapan Bali
Domisili : Jl. Erlangga No. 26 Singaraja, Bali,
Tel.
: ( 62-362 ) – 21088 / 21611
Fax.
: ( 62-362 ) – 21086
Kegiatan: Kegiatan usaha mengolah biji kopi. Tapi sementara ini tidak beroperasi.
PT Tirta Harapan Bali
Domicile : Jl. Erlangga No. 26 Singaraja, Bali,
Tel.
: ( 62-362 ) – 21088 / 21611
Fax.
: ( 62-362 ) – 21086
Activities : Running its business of processing coffee
beans. But in the meantime was in standstill.
PT. Aneka Coffee Industry
Domisili : Jl. Raya Trosobo Km. 23,5. Kecamatan Taman,
Kabupaten Sidoarjo 61257, Jawa Timur.
Tel.
: ( 62-31 ) - 8971064 / 8971073
Fax.
: ( 62-31 ) - 8972469 / 8973508
Status : Penanaman Modal Asing (PMA)
Kegiatan: Kegiatan usaha adalah industri kopi dengan
membuat kopi instan serta kopi goreng dan
kopi bubuk, terutama untuk tujuan eksport.
PT. Aneka Coffee Industry
Domicile : Jl. Raya Trosobo Km. 23,5. Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo 61257, Jawa Timur.
Tel.
: ( 62-31 ) - 8971064 / 8971073
Fax.
: ( 62-31 ) - 8972469 / 8973508
Status
: Foreign Invesment Company
Activities : Running its business of coffee industry,
producing instant coffee and ground coffee
as well, mainly for export.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
15
Laporan Dewan Komisaris
Report of the Board of Commissioners
ertumbuhan nekonomi global masih dibayangi
kesuraman di tahun 2012. Secara total ekonomi turun
3% di tahun 2012 dimana kondisi ekonomi negaranegara maju masih berusaha untuk sembuh dari krisis
tahun 2008-2009 dan ekonomi negara-negara
emerging market tidak mampu untuk menutupi pelemahan ekonomi negara-negara maju tersebut. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012
mencapai angka 6,23% ditunjang oleh permintaan
domestik yang cukup kuat dan potensi membaiknya
ekspor meskipun masih dibayangi oleh ketidakpastian
ekonomi global.
T
Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik dan investasi dalam negeri yang kuat
sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh pelemahan
ekonomi dunia. Situasi ekonomi sebagaimana disebutkan di atas, tentunya ikut memberikan pengaruh terhadap Perseroan.
Indonesian economic growth was boosted by high domestic demands and investments and was thus not
affected by the weakening global economy. Unfortunately, however, it cannot be denied that our Company
could not totally escape from the global economic condition.
P
he global economic growth in 2012 was relatively
slow. Overall, the economy was dragged down
to 3% as the effect of the crisis of 2008-2009.
While the developed countries were trying to recover
from the economic downturn, the emerging market countries were unable to cover it up. Surprisingly,
however, Indonesian economic growth in 2012 rose to
point 6,23%. It was strongly supported by high domestic demands and improved export activities in spite of
unstable global economic condition.
Dalam kapasitas kami sebagai Dewan Komisaris unIn our capacity as the Board of Commissioners, whose
tuk mengawasi tugas Direksi, maka penilaian kami
duty is to supervise the work of the Board of Directors,
terhadap kinerja Direksi mewe appraise the performance
ngenai pengelolaan dan pen- Kami juga melihat bahwa prospek of the Company’s management and acknowledge that
capaian kinerja perusahaan
tahun 2012 cukup baik. Un- perusahaan di tahun 2013 akan the 2012 achievement of the
tuk itu untuk Dewan Komisa- tetap bagus. Namun kami juga Board of Directors is fairly
ris mengharapkan Direksi mengingatkan agar perusahaan satisfying. Accordingly, we
dan seluruh karyawan untuk
expect that Board of Direcmempertahankan komitmen tetap harus mengantisipasi hal- tors and all employees maindan kerjasama yang optimal hal yang dapat mempengaruhi tain their commitment and
maximize their cooperation
agar ditahun yang akan da- kinerja usaha.
tang kinerja Perseroan bisa
for a better performance in
lebih baik lagi.
the following years.
Kami juga melihat bahwa
prospek perusahaan di tahun
2013 akan tetap bagus. Namun kami juga mengingatkan agar perusahaan tetap
harus mengantisipasi hal-hal
yang dapat mempengaruhi
kinerja usaha.
We predict that the company’s
prospect in 2013 will remain positive. Nevertheless, we should remember that the Company must
anticipate any factors that may
affect the performance.
We predict that the company’s prospect in 2013 will
remain positive. Nevertheless, we should remember
that the Company must anticipate any factors that may
affect the performance.
Sejalan dengan hal-hal yang telah disampaikan di atas,
Dewan Komisaris juga mengapresiasi langkah-langkah
manajemen dalam upaya untuk terus memperbaiki
implementasi tata kelola Perusahaan yang Baik (Good
Corporate Governance). Demikian pula mengenai
pelaksanaan pengelolaan sumber daya manusia (SDM)
sebagai suatu faktor penting bagi berjalannya proses
pengelolaan perusahaan yang baik.
In addition, the Board of Commissioners also appreciates the managerial efforts to improve the implementation of Good Corporate Governance and manage
Human Resources management as one of the essential
factors for company’s performance.
Dalam tugas sehari-hari, kami selaku Dewan Komisaris
juga dibantu oleh Komite Audit. Kami merekomendasikan kepada seluruh pemegang saham untuk menerima
laporan keuangan yang disampaikan oleh Direksi Perseroan dan telah ditelaah oleh Komite Audit.
On daily basis, we are also assisted by Audit committee. We recommend that all shareholders receive
the financial report which was sent by the Company’s
Board of Directors and had been examined by Audit
committee.
16
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Laporan Dewan Komisaris
Report of The Board of Commissioner
Pada tahun 2012, komposisi Dewan Komisaris bekerja secara sinergi sesuai bidang tugas masing-masing. Ada pun
komposisi Dewan Komisaris pada tahun 2012 masih sama
dengan tahun 2011 dan tidak mengalami perubahan.
In 2012, the Board of Commissioners had worked in a
synergy in accordance with one’s duty. Moreover, there
has not been any change in the structure of the Board
of Commissioners from 2011 to 2012.
Akhir kata, Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan yang setinggi-tinggi kepada seluruh manajemen
perusahaan yang bekerja keras sesuai arah dan strategi
yang tepat serta sesuai dengan arahan Pemegang Saham.
At last, we deliver our appreciation to all Company’s
management who has worked very hard in a good
strategy and precise instruction as directed by shareholders.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Mansjur Tandiono
Presiden Komisaris / President Commissioner
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
17
Profil Dewan Komisaris
The Board of Commissioner Profile’s
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Dewan Komisaris melakukan
pengawasan dan pemberian nasehat kepada Direksi
dalam mengelola Perseroan sehari-hari. Berdasarkan
Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris terdiri dari
sekurang-kurangnya empat orang dan Perseroan memiliki Dewan Komisaris terdiri dari enam orang. Dewan
mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi dalam
masalah strategis dan kebijakan perusahaan. Tiap anggota Dewan dipilih langsung oleh para pemegang saham dan Anggran Dasar Perseroan menentukan masa
jabatan Komisaris lima tahun. Dewan Komisaris yang
diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 30 Juni 2009, akan berakhir
masa jabatannya pada RUPST di tahun 2014.
Pursuant to Law No. 40 of 2007 concerning Limited
Liability Company, the Board of Commissioners is responsible for supervising and advising the Directors in
the day-to-day management of the company. According to the Article of Association of the Company, the
Board of Commissioners consisting of not less than
four members and the company has in total six members, serve as the supervisory body of the company. It
supervises the Board of Directors on strategic and policy matters. Each commissioners is elected directly by
the shareholders and according to the Article of Association of the Company, serve for a period of five years.
The Board of Commissioners was installed by The Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) in 30
June 2009 and will complete their terms in AGMS 2014
Susunan Komisaris
The Board of Commissioners
Presiden Komisaris
Wakil Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
MANSJUR TANDIANO
WIDYONO LIANTO
MADE SUDHARTA
AGUS SIGIARTO
FERY YENNOTO
ROBERTUS SUKAMTO
President Commissioner
Vice President Commissioner
Commissioner
Commissioner Independent
Commissioner Independent
Commissioner
BIOGRAFI
BIOGRAPHY
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1947. Ia merupakan salah satu perintis
pendiri Dharmala Group. Menjadi Managing Director Divisi Perdagangan Dharmala Group mulai tahun 1980 hingga memisahkan diri di tahun 1984 untuk
mendirikan usaha Prasidha. Saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris
PT. Aneka Coffee Industry sejaktahun 1996.
Indonesian citizen, born in 1947. He is one of the Dharmala Group founders.
Held the position as the Managing Director of Dharmala Group’s Trade division
from 1980 until parted to establish Prasidha Group in 1984. He is also holding the position as President Commissioner of PT. Aneka Coffee Industry since
1996.
Presiden Komisaris
President Commissioner
18
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Profil Dewan Komisaris
The Board of Commissioner Profile’s
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mandala Surabaya tahun 1979. Memulai karirnya sebagai Auditor di Kantor Akuntan Drs. Wolfrey Jademurni dari tahun
1980 hingga 1981. Lalu menjabat sebagai Asisten Manajer Internal Audit di
Dharmala Group sampai tahun 1984. Sejak Juli 1984 menjabat sebagai Manajer
Keuangan dan Akunting Prasidha Group sampai dengan tahun 1993. Sejak 1996
memegang jabatan sebagai Direktur pada PT Indoarabica Mangkuraja. Saat ini
menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Prasidha Aneka Niaga Tbk sejak
tahun 2003.
Wakil Presiden Komisaris
Vice President Commissioner
Indonesian citizen, born in 1955. Completed his study at the Faculty of Economics Widya Mandala University, Surabaya in 1979. Started his career as and
Auditor in Public Accountant office Drs. WolfreyJademurni from 1980 to 1981
and he was an Assistant to Internal Audit Manager in Dharmala Group from
1981 to 1984. Joined Prasidha Group in 1984 as Finance Accounting Manager
until 1993. Starting 1996 he became the Director of PT Indoarabica Mangkuraja.
Recently has been holding the position of Vice President Commissioner of PT
Prasidha Aneka Niaga Tbk since 2003.
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1940. Karirnya dalam bidang pengelolaan
dan perdagangan hasil bumi dimulai tahun 1989, sebagai Komisaris PT. Tirtha
Harapan Bali hingga tahun 1994. Sejak tahun 1995 menjabat sebagai Direktur
dalam perusahaan yang sama. Menjadi Komisaris Perseroan sejak Juni 1995
hingga saat ini.
Indonesian citizen, born in 1940, his career in the processing and trading of agricultural products commenced in 1989 as Commissioner in PT. Tirtha Harapan
Bali and continued until 1994. Since 1995 he has been the Director of the same
Company. He is holding the position as Commissioner of the Company since
1995.
Commissioner
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1953. Menyelesaikan pendidikan di Universitas Trisakti Jakarta tahun 1976. Memulai karirnya sebagai Kepala Produksi
lada putih di FaJusuf Latief, Bangka dari tahun 1975 hingga 1980, hingga terakhir menjabat sebagai Direktur sejak 1985 hingga sekarang. Komisaris perusahaan penangkapan ikan PT. Aneka Sumber Tata Bahari di Ambon dari tahun 1991
sampai sekarang.
Indonesian citizen, born in 1953. Completed his college at the University of Trisakti Jakarta in 1976. Started his career as Production Head of white pepper for
FaJusuf Latief, Bangka, since 1975 until 1980, and holding the position as the
Director of the Company since 1985 up to now. Commissioner for PT. Aneka
Sumber Tata Bahari, a fishing company in Ambon, since 1991 up to now.
Komisaris
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
19
Profil Dewan Komisaris
The Board of Commissioner Profile’s
BIOGRAFI
BIOGRAPHY
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1966. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya tahun 1990. Memulai karirnya sebagai Auditor pada Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Drs. Roy & Rekan dari
tahun 1988 hingga tahun 1991 dan sejak Februari 1991 hingga 1996 sebagai
Internal Auditor di PT. Kharisma Mandrasakti. Sejak 1997 sampai dengan 2004
yang bersangkutan menjabat sebagai Accounting and Financial Manager PT.
Kharisma Mandrasakti. Diangkat sebagai Komisaris Independen perseroan sejak
Juni 2002.
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Indonesian citizen, born in 1966. Completed his study at the faculty of Economics Airlangga University, Surabaya in 1990. Started his career as an auditor in
Public Accountant Office & Consultan Drs. Roy &Rekan from 1988 until 1991
and since February 1991 until 1996 as an Internal Auditor at PT. Kharisma Mandrasakti since 1997 up to 2004 as Accounting and Financial Manager PT. Kharisma Mandrasakti. Appointed as Independent Commissioner of the Company
since June 2002.
BIOGRAFI
BIOGRAPHY
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1944. Menyelesaikan pendidikan terakhir
S2 di Magister Manajemen Jurusan Manajemen Keuangan STIE Internasional
Golden, Jakarta tahun 1998 dan mengikuti pelatihan dibeberapa Negara. Memulai karirnya pada tahun 1965 di Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim),
sekarang menjadi Bank Mandiri, dan telah pensiun tahun 1998 dengan pangkat
terakhir Pegawai Utama Golongan V. Sebagai Tim Pengelola Sementara pada
Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dari tahun 1999 sampai dengan
2004, anggota ahli Honoris Institut Bankir Indonesia pada tahun 1998 dan dari
tahun 2005 sampai dengan sekarang sebagai Konsultan Keuangan pada perusahaan swasta.
Komisaris Independen
Independent Commissioner
20
Indonesian citizen, born in 1944. Completed his Master in Financial Management at the Institute of Economics International Golden in 1998. Gained some
training abroad in several countries. Started his career at Bank Ekspor Import
Indonesia (Exim Bank) now known as Bank Mandiri and retired in 1998. From
1999 until 2004 he was in the Temporary Management Team of the Indonesian
Banking Restructuring Agency (IBRA). In 1998 became member of the Expert
Staff of the Indonesian Honoris Bankers Institute, starting 2005 until now as
the Finance Consultant at a private company.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Laporan Direksi
Report of The Board of Director
itopang oleh strategi usaha yang tepat dan kerja
keras seluruh jajaran manajemen, Perseroan
pada tahun 2012 telah berhasil mencapai kinerja yang meggembirakan. Pecapaian tersebut tidak
terlepas dari situasi makro ekonomi nasional yang
menggembirakan di tahun 2012 di mana pertumbuhan
ekonomi nasional berada paling tinggi diantara negaranegara Asia setelah China.
S
Pencapaian tersebut di atas patut kami syukuri dengan
senantiasa tetap bekerja keras untuk menjaga, serta
berusaha meningkatkannya bagi kinerja terbaiknya
di masa-masa yang akan datang. Berikut ini sejumlah
upaya penting yang kami lakukan di tahun 2012:
We are really grateful for the achievement while committed to work harder to maintain and improve the
Company’s performance for the next few years. Here is
the list of our efforts in 2012:
1. Memaksimalkan sumber-sumber daya yang dimiliki
Perseroan yaitu memanfaatkan secara maksimal
dan efisien, fasilitas-fasilitas produksi, pengolahan
dan pendukung yang dimiliki.
1. Maximizing the Company’s resources by efficiently
utilizing the production, processing, and other supporting facilities.
2. Terus meningkatkan modal kerja dengan memperoleh penambahan pinjaman kredit modal kerja
dari PT. Bank Danamon Indonesia yang berupa peningkatan plafon fasilitas Open Account Financing
(OAF) dari semula sebesar US$8.000.000 menjadi
US$10.000.000 pada bulan September 2012. Semua dilakukan agar Perseroan dapat terus meningkatkan operasionalnya.
2. Raising capitals by credit loans facility from PT. Bank
Danamon Indonesia, such as Open Account Financing (OAF) which was increased from US$8.000.000
to US$10.000.000 in September 2012. Therefore,
the Company can continuously improve their operational activity.
3. Perseroan juga berusaha meningkatkan kualitas
sumber daya manusianya dengan memberikan
training dan pelatihan kepada para karyawannya
agar dapat menunjang kegiatan operasional Perseroan secara lebih maksimal.
3. Improving human resources quality by training the
employees to maximize Company’s performance.
D
ustained by accurate economic strategy and hard
work, in 2012 the Company’s management gained
a satisfying achievement. It was partly due to the
significant growth of national macro economy in which
Indonesian economic growth rate was on top after China among other Asian countries.
Another significant improvePerkembangan penting lainnya adalah pada tahun 2012 Berkat kerja keras tim manaje- ment is that in 2012 the quasi
proses Kuasi Reorganisasi men dan seluruh karyawan, Per- process of Company’s RePerseroan yang sudah diorganization which had run
jalankan sejak pertengahan seroan telah berhasil mencapai since mid 2011 was finally
tahun 2011 akhirnya telah kinerja yang cukup menggembi- approved by Law and Human
Rights Minister of Indonemendapat persetujuan dari rakan di tahun 2012.
sia by a letter of agreement:
Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik InAHU-04784.AH.01.02. Year
donesia dengan surat nomor: Thanks to the Management 2012. By this letter of agreeAHU-04784.AH.01.02. tahun Team and all employees for the ment, the Company’s value of
2012. Dengan adanya surat hard work that the Company share was raised from Rp 500,
persetujuan tersebut maka
- to Rp 175,- a share. Therefore,
nilai nominal saham Perusa- could successfully gain a satisfy- the authorized, issued, and
haan berubah dari Rp500,- ing achievement in 2012.
fully paid-up capitals of the
menjadi Rp175,- per saham,
Company was also changed
sehingga modal dasar, modal
from Rp 720.000.000.000,ditempatkan dan disetor penuh Perseroan berubah dari to Rp252.000.000.000,-, followed by deficit losses in
Rp720.000.000.000,- menjadi Rp252.000.000.000,the Company’s equity.
yang diiringi dengan hilangnya beban defisit pada ekuitas Perseroan.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
21
Laporan Direksi
Report of The Board of Director
Menyadari peran Perseroan sebagai perusahaan go
public yang senantiasa tunduk terhadap ketentuan
dan kebijakan Pasar Modal serta etika bisnis, manajemen terus berupaya meningkatkan praktik tata kelola
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Komitmen keterbukaan, akuntabilitas, transparansi,
serta kewajaran, menjadi prinsip yang terus dijunjung
tinggi. Selain itu, sebagai bagian dari bentuk pelaksanaan GCG, pada tahun 2012, juga aktif melaksanakan
program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility - CSR).
Realizing the role of the Company as a go public company which obeys the rule and policy of the Capital
Market and business etiquette, our management has
been always trying to improve Good Corporate Governance, that is, upholding honesty, accountability,
transparency, and fairness principle. Moreover, as an
implementation of GCG, in 2012 management also had
actively held Corporate Social Responsibility program.
Berkat kerja keras tim manajemen dan seluruh karyawan, Perseroan telah berhasil mencapai kinerja yang
cukup menggembirakan di tahun 2012. Untuk itu kami
atas nama manajemen Perseroan ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan
loyalitas yang telah ditunjukan oleh para staf dan karyawan.
Thanks to the Management Team and all employees
for the hard work that the Company could successfully gain a satisfying achievement in 2012. Therefore,
as a Company’s management, we are willing to highly
appreciate the dedication and loyalty of all staffs and
employees.
Kami juga berterimakasih kepada para pemegang saham, mitrausaha, serta seluruh stekeholders atas
kepercayaan yang telah diberikan. Dukungan tersebut memberikan arti yang besar bagi keberhasilan PT
Prasidha Aneka Niaga Tbk dalam melanjutkan pertumbuhan yang berkesinambungan di masa depan yang penuh tantangan.
We are also grateful to the shareholders, business partners, and all stakeholders for the trust. Those supports
are very meaningful for the success of PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk in continuing the development in the
future.
Direksi
Board of Directors
Jeffry Sanusi Soedargo
Presiden Direktur / President Director
22
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Profil Direksi
The Board of Directors Profile’s
Direksi bertindak sebagai badan eksekutif perusahaan
dimana berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan masing-masing Direktur dipilih untuk bertugas selama
empat tahun. Direksi saat ini yang diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada
tanggal 4 Juni 2010 akan berakhir masa jabatannya
pada RUPS di tahun 2014.
The Board of Directors serves as the executive body of
the companypursuant to the Article of Association the
Company,each director is elected to serve for a period
of four years. The existing Board of Directors was installed by The Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) in June 4, 2010 and will complete their
terms in The General Meeting of Shareholders in 2014.
Susunan Direksi
The Board of Directors
Presiden Direktur
Wakil Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Sekretaris Perusahaan
JEFFRY SANUSI SOEDARGO
DIDIK TANDIONO
H. SJAMSUL BACHRI UDING
BUDI PRINGGOSUSANTO
LIE SUKIANTONO BUDINARTA
MOENARDJI SOEDARGO
PETRUS R. ARIF
President Director
Vice President Director
Director
Director
Director
Director
Corporate Secretary
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1953. Menyelesaikan pendidikannya di
Fakultas Ekonomi Universitas Trisaksti pada tahun 1979. Memulai karirnya di
Dharmala Group dan setelah berkecimpung di beberapa divisi antara lain perdagangan komoditas, umum, perakitan sepeda motor, loging dan konstruksi,
diangkat menjadi Managing Director di Divisi Konstruksi dan Umum pada tahun
1981 hingga memisahkan diri untuk bergabung dengan kelompok usaha
Prasidha di tahun 1984 sebagai Senior Executive Vice President. Menjadi Wakil
Presiden Direktur Perseroan sejak Mei 1994 dan mulai tahun 2000 menjadi
Presiden Direktur sampai dengan saat ini.
Presiden Direktur
President Director
Indonesian citizen, born in 1953. Completed his study at the Faculty of Economics of Trisakti University in 1979. Started his career in Dharmala Group and after
serving in several divisions in including commodity trading, general affairs, motorcycles assembling, loging and construction. He was promoted as the managing director of the construction and general affair division in 1981, until he separated to join Prasidha Group in 1984 as Vice President Director since may 1994
and starting in 2000 he is the President Director of the company until now.
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1959. Memperoleh gelas Master of Sceince
dari University of Southern California, Amerika Serikat pada tahun 1984. Memulai karir di PT. Aneka Sumber Kencana yang sejak tahun 1984 dan diangkat
sebagai Direktur Utama dari tahun 1984 hingga tahun 1991. Menjadi Komisaris
Perseroan sejak tahun 1994. Mulai Juni 2000 diangkat menjadi Wakil Presiden
Direktur Perseroan.
Indonesian citizen, born in 1959. Obtained a Master of Science degree from the
University of Southern California, USA in 1984. Started his career at PT. Aneka
Sumber Kencana in 1984 and was appointed President Director from 1984 to
1991. Hold the position of Commissioner of the Company since 1994. As of
June 2000 he is holding the position as Vice President Director of the company.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
23
Profil Direksi
The Board of Directors Profile’s
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1953. Mulai karirnya di perusahaan yang
dirintis oleh almarhum ayahnya yang bergerak di bidang perdagangan komoditas. Pada tahun 1984 almarhum ayahnya menjadi salah satu pendiri Kelompok
Usaha Prasidha dan H. Sjamsul Bachri Uding menjadi Senior Vice President.
Menjadi Direktur Perseroan sejak tahun 1994. Saat ini juga menjabat sebagai
Direktur Utama PT. Indoarabica Mangkuraja sejak bulan Mei 1994. Beliau juga
menjabat sebagai Komisaris PT. Aneka Coffee Industry sejak 1996.
Indonesian citizen, born in 1953. Started his career in the company founded by
his late father, which was dealing in commodity trading. In 1984 his late father became one of the founders of Prasidha Group and H. Sjamsul Bachri Uding
became Senior Vice President. Holding position as Director of Company since
1994. Currently he is also President Director of PT. Indoarabica Mangkuraja
which he held since May 1994. He also is commissioner of PT. Aneka Coffee
Industry since 1996.
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1935. Menyelesaikan pendidikannya di
Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya tahun 1967. Mengikuti training di SGV Manila tahun 1968–1969 dan mengikuti Management and Accounting Course for Construction Industries yang diselenggarakan oleh Australian Society of Accountants di Sydney tahun 1974-1975. Memulai karir sebagai Auditor
di Kantor Akuntan Publik Drs. Prasetio, Utomodan Co, dari tahun 1964 hingga
tahun 1967 dan menjadi konsultan manajemen dari tahun 1967 hingga tahun
1972. Bergabung dalam kelompok usaha Prasidha di tahun 1984 sebagai Senior
Vice President dan menjadi Direktur Perseroan sejak bulan Mei 1994. Saat ini
juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT. Aneka Coffee Industry.
Direktur
24
Indonesian citizen, born in 1935.Completed his study at Faculty of Economics Airlangga University, Surabaya in 1967. Attended training in SGV Manila in
1968-1969 and Management and Accounting Course for Construction industries conducted by Australian Society of Accountants in Sydney in 1974-1975.
Started his career as an auditor at the Public Accountant office Drs. Prasetio,
Utama& Co. from 1964 to 1967 and became Director Management Consultant
in 1967 until 1972. He joined Prasidha Group in 1984 as Senior Vice President
and has become Director of the company since May 1994. Currently he is Vice
President Director PT. Aneka Coffee Industry.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Profil Direksi
The Board of Directors Profile’s
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1954. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti tahun 1979. Memulai karirnya sebagai Akuntan
di PT. TigaIkan dari tahun 1978 hingga tahun 1981 dan sebagai anggota Tim Perencanaan Perusahaan di Satya Djaja Raya Group tahun 1981-1983. Mulai tahun
1983 hingga tahun 1984 menjadi kepala Akuntan di PT. Permadja Surya, divisi
konstruksi dari Dharmala Group. Bergabung dengan kelompok usaha Prasidha
tahun 1984 sebagai kepala Akuntan sampai dengan tahun 1993 dan menjadi
Direktur Perseroan sejak bulan Mei 1994.
Direktur
Indonesian citizen, born in 1954. Completed his study at the faculty of Economics Trisakti University in 1979. Started his career as an accountant in PT TigaIkan
from 1978 to 1981 and became member of Company Planning Team in SatyaDjaja Raja Group in 1981-1983. From 1983 to 1984 he was chief accountant
division of Dharmala Group. Joined Prasidha Group in 1984 as Chief Accountant
to 1993 and has been the Director of the company since May 1994.
Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1964. Memperoleh gelar Bachelor of Science dari University of Shoutern California, Amerika Serikat pada tahun 1987
serta gelar Master of International Management dari THUNDERBIRD, The
American Graduate School of Internastional Management, Amerika Serikat
pada tahun 1988. Memulai karirnya dengan mengikuti Job Training di Itochu
Corporation – Jepang pada tahun 1989, kemudian sebagai Asisten Kepala Divisi
Niaga Prasidha Group dari tahun 1990 hingga 1994. Menjadi Direktur Perseroan
sejak Juni 1995 hingga sekarang, dan sejak tahun 2003 juga menjadi Chief Operating Officer / Executive Vice President PT. Aneka Coffee Industry.
Direktur
Indonesian citizen, born in 1964. Obtained his Bachelor of Science degree from
the University of Southern California, USA in 1987 and Master of International
Management degree from THUNDERBIRD, the American Graduate School of
International Management, USA in 1988. Started his career by participating in
the job training at Itochu Corporation, Japan in 1989, then became assistant to
the head of Trading Division of the Company since 1990 to 1994. Holds the position as director of this company since June 1995 until now and since 2003 as
a Chief Operating Officer / Executive Vice President PT Aneka Coffee Industry.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
25
Profil Direksi
The Board of Directors Profile’s
BIOGRAFI
BIOGRAPHY
Warga Negera Indonesia, lahir tahun 1943. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi jurusan Perusahaan di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana
dan Universitas Kristen Indonesia pada tahun 1970. Mengikuti pelatihan pada
tahun 1972 di Siemens Bombay dan pada tahun 1974 di perusahaan Siemens
AG Jerman, Austria dan Negeri Belanda. Memulai karirnya di Siemens Indonesia muilai tahun 1970 hingga 1976 sebagai General Manager. Dari tahun 1976
sampai 1978 bekerja pada PT. Dian Graha Elektrika, agen tunggal Siemens AG.
Kemudian pada tahun 1979 sampai 1984 bekerja di EKONID (Perkumpulan Indonesia-Jerman) di Jakarta. Pada bulan Juli 1984 mulai bekerja di Prasidha
Group dan sejak tahun 1994 diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan PT.
Prasidha Aneka Niaga Tbk sampai sekarang
Sekretaris Perusahaan
26
Indonesian citizen, born in 1943. Completed his study in Business Economic at
the Faculty of Economic of Krisanadwipayana University and Indonesia Christian University in 1970. Attended Training in 1972 at Siemens Bombay and in
1974 at Siemens AG in Germany, Austria and Netherland. Started his career in
1970 until 1976 as General Manager at Siemens Indonesia. In 1976 until 1978
worked at PT Dian GrahaElektrika, sole agent of Siemens AG. From 1979 until
1984 he worked at EKONID (PerkumpulanEkonomi Indonesia Jerman) in Jakarta. He joined Prasidha Group starting July 1984 and 1994 was promoted as
Corporate Secretary of PT Prasidha Aneka NiagaTbk until now
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Review and Analysis of the Management
KINERJA PERSEROAN
COMPANY’S PERFORMANCE
Laporan Posisi Keuangan
Financial Report
Total AsetperusahaannaiksebesarRp261.244.722.670,(62%) dari Rp421.366.403.319,- di tahun 2011 ke
Rp682.611.125.989,- di tahun 2012, dimana aset
lancar naik sebesar Rp102.368.603.792,- (36,84%)
dari Rp277.879.090.840,- di tahun 2011 menjadi
Rp380.247.694.632,- di tahun 2012, yang terutama
disebabkan kinerja operasional positif dari Perusahaan
dan juga disebabkan oleh adanya kenaikan persediaan
setelah pada tahun 2012 Perusahaan mendapatkan
tambahan modal kerja dari PT. Bank Danamon Indonesia Tbk yang dipergunakan untuk membeli persediaan
untuk meningkatkan operasi. Aset tetap Perusahaan
mengalami kenaikan sebesar Rp163.138.489.940,(136,05%) dari Rp119.914.346.805,- di tahun 2011
menjadi Rp283.052.836.745,- di tahun 2012 yang
terutama disebabkan penilaian kembali (revaluasi) aset
tetap yang dilakukan Perusahaan dalam rangka Kuasi
Reorganisasi Perusahaan tahun 2012.
The total assets of the company increased
by
Rp261.244.722.670,(62%),
in
which,
Rp421.366.403.319,- in 2011 to Rp682.611.125.989,in 2012, that the current assets increased
by
Rp102.368.603.792,(36,84%),
from
Rp277.879.090.840,- in 2011 to Rp380.247.694.632,in 2012. It was especially caused by Company’s positive operational performance and the increasing number of allocation after the Company got additional
capitals from PT. Bank Danamon Indonesia Tbk to
buy any allocation to support the operational activity. Meanwhile, the Company’s fixed assets also increased by Rp163.138.489.940,- (136,05%), in which,
Rp119.914.346.805,- in 2011 to Rp283.052.836.745,in 2012. This was particularly caused by Company’s
fixed assets revaluation in the quasi reorganization of
the Company in 2012.
Liabilitas jangka pendek perusahaan naik sebesar
Rp56.161.115.192,- (31,11%) dari Rp180.506.510.703,- di
th 2011 menjadi Rp236.667.625.895,- di tahun 2012 terutama disebabkan oleh naiknya pinjaman bank jangka
pendek, sedangkan liabilitas jangka panjang naik sebesar Rp1.795.421.687,- (5,19%) dari Rp34.570.786.578,di tahun 2011 menjadi Rp36.366.208.265,- di tahun
2012 terutama disebabkan adanya penambahan liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Company’s
short-term
liabilities
increased
by
Rp56.161.115.192,(31,11%),
in
which,
Rp180.506.510.703,- in 2011 to Rp236.667.625.895,in 2012. This particularly occurred since there was an increase in short-term bank loans. Meanwhile, long-term
liabilities increased by Rp1.795.421.687,- (5,19%), from
Rp34.570.786.578,- in 2011 to Rp36.366.208.265,- in
2012. This was caused by the increase in the long-term
employee benefits liabilities.
Pada tahun 2012 aset pajak tangguhan turun sebesar
Rp4.063.564.925,- (44,01%), liabilitas pajak tangguhan
turun sebesar Rp747.823.793,- (35,14%) sedangkan liabilitas imbalan kerja karyawan naik sebesar Rp5.867.323.526,(22,84%).
In 2012, deferred tax assets decreased by
Rp4.063.564.925,- (44,01%), deferred tax liabilities
decreased by Rp747.823.793,- (35,14%), while employee
benefits liabilities increased by Rp5.867.323.526,(22,84%).
Sehubungan dengan Kuasi Reorganisasi Perusahaan
pada tahun 2012, nilai nominal saham Perusahaan
mengalami penurunan dari Rp500,- per saham menjadi Rp175,- per saham, sehingga modal dasar Perusahaan mengalami penurunan Rp468.000.000.000,(65%) dari Rp720.000.000.000,- di tahun
2011
menjadi Rp252.000.000.000,- di tahun 2012, namun
pada tahun 2012 Perusahaan tidak lagi mengalami
akumulasi rugi (defisit) dan mencatatkan Saldo laba
sebesar Rp13.426.647.820,- dari tahun sebelumnya
defisit Rp568.384.877.345,-. Ekuitas Perusahaan juga
mengalami kenaikan Rp203.288.185.791,- (98,55%)
dari Rp206.289.106.038,- di tahun 2011 menjadi
Rp409.577.291.829,- di tahun 2012.
In line withthe Company’s Quasi Reorganization in 2012,
the Company’s value of share decreased from Rp 500,per share to Rp 175,- per share. Hence, the Company’s
authorized capital decreased by Rp468.000.000.000,(65%), from Rp720.000.000.000,- in 2011 down to
Rp252.000.000.000,- in 2012. However, the Company
did not suffer deficits anymore and generated profits
by Rp13.426.647.820,- from the previous year’s deficit of Rp568.384.877.345,-. Company’s equity also
increased by Rp203.288.185.791,- (98,55%), from
Rp206.289.106.038,- in 2011 to Rp409.577.291.829,in 2012.
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Comprehensive Income Statement
Penjualan neto naik Rp58.825.993.611,- (4,72%)dari Rp1.246.290.753.836,- di tahun 2011 menjadi
The net sales increased by Rp58.825.993.611,(4,72%), from Rp1.246.290.753.836,- in 2011 to
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
27
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Review and Analysis of the Management
Rp1.305.116.747.447,- di tahun 2012, terutama disebabkan oleh meningkatnya kuantitas penjualan barang dagangan Perusahaan. Sementara itu laba yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan sebesar Rp1.251.163.712,- (9,75%)
dari laba Rp12.837.248.097,- di tahun 2011 menjadi
laba Rp14.088.411.809,- di tahun 2012 terutama disebabkan oleh meningkatnya kinerja operasional Perusahaan pada tahun 2012.
Rp1.305.116.747.447,- in 2012, especially caused by
increases in Company’s sales of goods. On the other
hand, the profits that could be attributed to the main
entity owners increased by Rp1.251.163.712,- (9,75%)
from the profits of Rp12.837.248.097,- in 2011 to
Rp14.088.411.809,- in 2012. It was caused by the increase in Company’s operational performance in 2012.
Analisis atas Beban Usaha.
Analysis of Operating Expenses
Beban operasi naik Rp14.931.764.280,- (19,10%)
dari 78.158.501.802,- di tahun 2011 menjadi
Rp93.090.266.082,- di tahun 2012 seiring dengan operasional Perusahaan dan Anak Perusahaan tertentu di
tahun 2012.
In line with the operation of the Company and certain subsidiaries, the operating expenses increased by
Rp14.931.764.280,- (19,10%), from Rp78.158.501.802,in 2011 to Rp93.090.266.082,- in 2012.
Kemampuan membayar Utang dan tingkat kolektibilitas piutang Perseroan.
Company’s Capability of Liabilities Payment and Collectability of Receivables
Kemampuan perseroan membayar utang dalam jangka
pendek masih cukup baik dimana dapat dilihat dari rasio aset lancar terhadap liabilitas lancar yang sebesar
161%, dan dari rasio total kewajiban terhadap jumlah
aktiva sebesar 40% yang menandakan bahwa perseroan
masih mempunyai kemampuan di dalam menyelesaikan
utangnya, untuk tingkat kolektibilitas piutang perseroan
juga dalam tingkat yang baik, dimana sebagian besar
piutang yang dimiliki adalah piutang yang belum jatuh
tempo dengan persentase sebesar 86,17% sedangkan
persentase piutang yang melebihi 60 hari hanya sebesar
0,66% dari total piutang perseroan.
Company’s capability of short-term liabilities payment
is considered good enough. It is seen from the ratio of
current assets to current liabilities, amounted to 161%.
From the total ratio, the debt to the assets is amounted to 40% showing that the company has still a good
capability to pay its liabilities. On the other hand, the
Company’s collectability of receivables is also good. Almost all receivables owned by the Company have not
yet reached maturity by the percentage of 86, 17%.
Meanwhile, receivables in excess of 60 days are only
0,66% of total Company’s receivables.
Kejadian-kejadian penting tahun 2012.
Company’s Milestone in 2012
- Kuasi Reorganisasi PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk.
Quasi Reorganization of PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk.
Pada tahun 2012 Perseroan telah melaksanakan kuasi
reorganisasi, adapun tujuan dan manfaat dilaksanakannya Kuasi Reorganisasi oleh Perseroan adalah sebagai
berikut :
In 2012, the Company had held quasi reorganization.
The objectives and the benefits of the quasi reorganization are:
• Perseroan dapat memulai awal yang baik (fresh
start), dengan neraca menunjukkan nilai sekarang
dan tanpa dibebani defisit.
• Company is expected to have a fresh start following balance sheet showing the current value without
any accumulated deficit.
• Pelaksanaan Kuasi Reorganisasi akan memperbaiki
struktur ekuitas Perseroan Dengan mengeliminasi
defisit, dan menilai kembali seluruh aset serta kewajiban Perseroan sebesar nilai wajarnya.
• Improving Company’s equity structure by eliminating deficit and reviewing company’s liability fairly.
• Pelaksanaan Kuasi Reorganisasi akan memperbaiki
kondisi keuangan dengan tidak dicatatnya lagi defisit pada ekuitas Perseroan, dengan demikian akan
memberikan dampak positif bagi para pemegang saham Perseroan karena Perseroan dapat melakukan
pembagian dividen sesuai dengan ketentuan yang
• Improving financial condition by not having deficit
record in the Company’s equity. It will give positive
impacts to the shareholders since the dividend can
be sent by the Company according to the applicable
provision, including UU No.40 Year 2007 of Incorporated Company.
28
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Review and Analysis of the Management
berlaku, termasuk Undang-undang No. 40 Tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas.
• Perbaikan kondisi keuangan Perseroan dapat meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk
memiliki saham Perseroan, sehingga perdagangan
saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia menjadi
lebih likuid.
• The improvement of financial condition of the Company is expected to be able to attract the investors
to have the Company’s shares. Thus, the Company’s
stock trading in Indonesia Stock Exchanges becomes
more liquid.
- Tambahan Modal kerja dari PT. Bank Danamon
Indonesia Tbk.
- Additional Working Capital by PT. Bank Danamon
Indonesia Tbk.
Pada tahun 2012, Perusahaan telah mendapatkan persetujuan untuk memperoleh tambahan modal kerja
dalam bentuk Open Account Financing (OAF) dari PT.
Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDI), dengan plafond
sebesar US$2.000.000 sehingga total plafond yang
diperoleh Perusahaan dari fasilitas tersebut menjadi
US$10.000.000. Sedangkan modal kerja Perusahaan
dari PT. Bank DBS Indonesia (DBS) masih sama dengan tahun lalu, yaitu fasilitas kredit berjangka dengan
plafond sebesar US$9.000.000, fasilitas pembiayaan
Pre-Export Financing (PEF) dengan plafond sebesar
US$9.000.000 dan fasilitas modal kerja dalam bentuk
Collateral Monitoring Agreement (CMA) dengan plafond sebesar US$15.000.000.
In 2012, the Company had been approved to get additional capital by PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.
(BDI) in the form of Open Account Financing (OAF).
This facility has a plafond of US$2.000.000 and the
Company got total plafond of US$10.000.000. On
the other hand, the working capital from PT. Bank
DBS Indonesia (DBS) remained unchanged since last
year, in which, term credit facility with the plafond of
US$9.000.000, Pre-Export Financing facility with the
plafond of US$9.000.000, and Collateral Monitoring
Agreement with the plafond of US$15.000.000.
Perusahaan mengharapkan dampak yang positif untuk kinerja di tahun mendatang atas kejadian-kejadian
tersebut diatas, dimana dengan tambahan modal kerja
dari bank dipergunakan untuk meningkatkan operasional Perusahaan.
Considering the milestones above, the Company expects that it will give good impacts on the future performances, such as getting additional working capital
from any banks to improve the Company’s operation.
Pengaruh Perubahan Harga Internasional terhadap
Kinerja Perusahaan.
The Effects of International Prices Changes on Company’s Performance
Harga pasaran internasional merupakan komponen
penting di dalam pendapatan Perusahaan, dimana
harga jual dan harga beli produk Perusahaan akan langsung menyesuaikan dengan fluktuasi harga internasional dari komoditas yang diperdagangkan oleh Perusahaan, adapun harga internasional yang memberikan
pengaruh signifikan terhadap pendapatan Perusahaan
adalah :
International market price is an essential component
in Company’s income where the products’ selling and
buying price will directly adapt to the international
price fluctuation of the Company’s traded commodities. That is why the international prices give significant effects to the Company’s income, such as:
1. Harga pasaran internasional karet remah, dimana
yang menjadi acuan adalah SICOM TSR20 Price,
dengan harga rata-rata untuk tahun 2011 adalah
US Cents 451,9006 per kg dan rata-rata tahun 2012
adalah US Cents 315,5761 per kg, pergerakan harga
per bulannya dapat dilihat dari grafik berikut :
1. The international reference price of crumb rubber
is SICOM TSR20 Price, with the average prices of
US Cents 451, 9006 per kg in 2011, and US Cents
315,5761 per kg in 2012. The trend of prices per
month can be seen in the graph below:
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
29
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Review and Analysis of the Management
2. Harga pasaran internasional dari kopi robusta, dimana yang menjadi acuan adalah ICO Robusta –
London Price, dengan harga rata-rata untuk tahun
2011 adalah US Cents 101,23 per lb dan harga ratarata untuk tahun 2012 adalah US Cents 91,87 per
lb, pergerakan per bulannya dapat dilihar dari grafik
berikut :
2. The international reference of Robusta coffee is ICO
Robusta – London Price, with the average prices of
US Cents 101,23 per lb in 2011 and US Cents 91,87
per lb in 2012. The monthly trend can be seen in the
graph below:
Dari data tersebut diatas dapat kita lihat bahwa turunnya harga pasaran internasional terutama untuk
harga pasaran internasional karet remah, berpengaruh langsung terhadap nilai penjualan. Total nilai
penjualan bersih Perusahaan tetap mengalami kenaikan sebesar Rp58.825.993.611,- (4,72%)- dari
Rp1.246.290.753.836,- di tahun 2011 menjadi
Rp1.305.116.747.447,- di tahun 2012 dikarenakan meningkatnya kuantitas penjualan barang dagangan Perusahaan.
From the data above, it can be concluded that the
decrease of international market price, especially for
crumb rubber price, has a direct effect on the sales.
The total net sales of the Company increased by
Rp58.825.993.611,- (4,72%); Rp1.246.290.753.836,- in
2011 to Rp1.305.116.747.447,- in 2012. This is caused by
the increase in the Company’s quantity of sales.
30
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Program Pengembangan Usaha
Business Development Program
Program Pengembangan Usaha Tahun 2013 adalah
kelanjutan atas apa yang telah dilaksanakan Perseroan
bersama Cabang dan anak Perusahaan di tahun yang
lampau.
Business Development Program 2013 is a continuation
of what has been previously done by the Company,
Branches, and its Subsidiaries, in several previous years.
Membaiknya struktur permodalan Perseroan dengan
hilangnya defisit setelah melakukan Kuasi Reorganisasi,
kinerja Perseroan terus membaik secara bertahap dan
sejak tahun 2008 operasional Perseroan sebenarnya sudah mulai mencatat adanya laba.
In line with the improvement of Company’s capital
structure by deficit losses after quasi reorganization,
Company’s performance is gradually improving. Since
2008, the Company’s operational activity begins to
generate profit.
Manajemen Perseroan dalam tahun 2013 akan mengaktifkan kembali bisnis dalam bidang kopi biji atau
lazim disebut The Green Bean. Sebelum mengalami
krisis ekonomi dan keuangan baik di tahun 2002 maupun 1998, Perseroan memang berpengalaman panjang
dalam bidang kopi biji atau green bean ini bahkan sekitar
30 tahun yang lampau merupakan salah satu eksportir
kopi biji atau green bean yang terbesar di Indonesia untuk jenis kopi Robusta.
In 2013, Company’s management will reactivate the
coffee bean business or commonly known as The Green
Bean. Before suffering from economic and financial crisis in 2002 or in 1998, Company has experienced The
Green Bean business. Around 30 years ago, it has ever
been the biggest green bean exporter in Indonesia for
Robusta.
Secara bertahap Perseroan akan mengaktifkan kembali
bisnis kopi biji atau green bean ini.
Company will gradually reactivate the coffee bean or
the green bean business.
Salah satu faktor penting yang harus menunjangnya
adalah kecukupan modal kerja yang diharapkan bisa
diperoleh Perseroan dari krediturnya.
One of the essential factors to support this business is
the sufficiency of the capitals which can be obtained
from the creditor.
Sejalan dengan mengaktifkan kembali bisnis kopi biji
atau green bean, melihat kinerja disektor karet remah
yang cukup menggembirakan, Perseroan memutuskan untuk menambah kapasitas produksi karet remah
sebesar 3.000 MTon per tahun.
In line with activating the green bean business, the performance in rubber business is also satisfying. Therefore, the Company decides to increase the rubber production to 3.000 MTon a year.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
31
Program Pengembangan Usaha
Business Development Program
Ditahun 2013 Perseroan menambah satu line produksi
baru di pabrik karet remah Perseroan di Palembang
dengan merenovasi bangunan pabrik lama yang sudah
ada. Untuk melengkapinya, di atas tanah kosong milik
Perseroan dalam kompleks pabrik karet remah didirikan bangunan baru yang berfungsi sebagai kamar jemur karet remah.
In 2013, the Company expands one new production
line in rubber factory in Palembang by renovating the
old factory building. To complete the new line, a new
building is built on the Company’s heath. This new
building functions as rubber drying room.
Modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi
karet remah ini bersumber dari :
• Modal sendiri ;
• Pinjaman dari bank.
The capitals to improve the capacity of rubber production are sourced from:
• Self-capital ;
• Bank loans
Dengan selesainya satu line produksi karet remah yang
baru ini dengan sendirinya akan membutuhkan tambahan tenaga kerja dan diperkirakan sekitar 200 tenaga
kerja tambahan akan terserap oleh pabrik karet remah
Perseroan di Palembang.
This new line of rubber production will automatically
require extra labors. It is expected that around 200
labors will be needed by Company’s rubber factory in
Palembang.
Anak Perusahaan Perseroan di Sidoarjo yaitu PT Aneka
Coffee Industry (PT ACI) yang memproduksi kopi bubuk,
kopi instan serta ekstrak kopi telah selesai memperbesar
unit processingnya sehingga kapasitasnya meningkat
dari 3.600 MTon menjadi 4.600 MTon per tahun. Untuk
memelihara dan menjamin kelancaran produksi di tahun
2013, PT ACI akan mengganti unit mesin roasting atau
mesin goreng kopi biji yang telah berusia 15 tahun, dengan mesin yang baru.
The Company’s subsidiary in Sidoarjo, PT Aneka Coffee
Industry (PT ACI), that produces coffee powder, instant
and extracts coffee, has succeeded increasing its processing unit capacity from 3.600 MTon to 4.600 MTon
a year. In order to maintain and ascertain the continuity of the production, in 2013 PT ACI plans to replace
the old roasting machine which has been aged 15 years
with the new one.
Untuk tahun usaha 2013, Perseroan bersama cabangcabangnya dan anak Perusahaan akan memfokuskan
pada ketiga kegiatan pengembangan tersebut di atas.
In 2013, the Company, its branches and subsidiaries
will focus on those three developing activities.
Melalui ketiga hal tersebut, Perseroan berupaya untuk meningkatkan kinerjanya agar bisa mencapai hasil
yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
By running those three activities, Company tries to improve its performance so that it can reach a better result than the previous years.
32
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
S
Overview atas Prospek Kopi dan Karet
Overview on Prospects of Coffee and Natural Rubber
etelah beberapa tahun mengalami pengembangan
ekonomi dengan dua angka, China sebagai negara
ekonomi terbesar nomor 2 dunia mulai memper- ketat
kebijakan moneternya untuk mengekang inflasi dan
pada 2012 berhasil menekan angka inflasi menjadi 3,2
% pada akhir tahun dan menurunkan tingkat pertumbuhannya menjadi 7,8 %. Tingkat pertumbuhan
ini masih menjadi yang tertinggi di dunia dimana USA
hanya mencapai 2 % dan tingkat pengangguran turun
menjadi 7,7 % pada akhir 2012 berkat penggelontoran
oleh Bank Sentral (FED Reserve) sebesar US$ 85 milyar
per bulan. India yang diganggu inflasi 8 % hanya tumbuh 4,5 % dan negara-negara Indonesia tumbuh 6,3 %,
Brazil dan Rusia kurang dari 4 %, sedangkan Jepang yang
mulai pulih dari tsunami pada awal 2011 hanya tumbuh
2,0 % karena sengketa pulau Senkaku / Diaoyu dengan
China menciutkan ekspornya ke China selain kehilangan
ekspornya ke Uni Eropah dan USA. Uni Eropah dan 27
negara (Eurozone – 17 negara) mengalami stagnasi dengan pengecualian Perancis yang masih tumbuh 0,4 %
dan Jerman 1,7 % tahun ini menyebabkan pertumbuhan
ekonomi dunia melambat menjadi 3,2 % untuk seluruh
tahun 2012.
A
fter several years double digit growth of its
economy, China as the no 2 biggest economy
of the world, tightened its monetary policy
to suppress the rate of inflation and in the year 2012
managed to push down the inflation rate to 3.2 %
while lowering its annual growth of GDP to 7.8 %. This
growth rate was still the highest in the world, as USA
succeeded in achieving 2 % amid the easing of its unemployment rate to 7.7 % at end 2012 thanks to the
liquidity injection by its Central Bank (Federal Reserve)
of US Dollar 85 billion per month (QE 3). India which
faced an inflation rate of 8 % grew only by 4.5 % and
Brazil as well as Russia less than 4 %, while Indonesia
achieved a 6.3 % growth. Japan, which has recovered
from the tsunami in early 2011, grew at 2 %, due to its
dispute with China over the Senkaku / Diaoyu islands.
The dispute had diminished its exports to China besides its loss of exports to European Union and USA.
European Union (27 states) including the Eurozone
(17 states) experienced a stagnation of its economies
except France which grew by 0.4 % and Germany by
1.7 %. The above factors slowed the global economic
growth to 3.2 % in 2012.
Kopi
Coffee
Berdasarkan study International Coffee Organization
(ICO) “Outlook for World Coffee Market” di bulan Maret 2013, konsumsi kopi dunia dari 2002 – 2012 telah
bertumbuh dari 111.2 juta karung menjadi 142.2 juta
karung yang mana telah bertumbuh dengan rata-rata
pertumbuhan 2.5 % / tahun.
In the recent study of The International Coffee Organization (ICO) of March 2013, “Outlook for World Coffee
Market”, the world aggregate coffee consumption from
2002 – 2012 grew from 111,2 million bags to 142,2 million bags, that means the average growth is 2,5% annually.
Tingkat pertumbuhan konsumsi tertinggi terjadi di
negara-negara produsen kopi itu sendiri dengan pertumbuhan 4.3 % / tahun diikuti di negara-negara pasar
konsumen baru dengan pertumbuhan 3.9 % / tahun.
The highest growth took place at the producing countries themselves with a growth rate of 4,3 % annually followed by the new consuming countries with a
growth rate of 3,9 % annually.
Sementara produksi kopi dunia dalam 11 tahun terakhir
mengalami pertumbuhan produksi yang berfluktuatif
dari tahun ke tahun dengan variatif antara pertumbuhan dan penyusutan. Namun secara umum dalam
periode tersebut tetap terjadi pertumbuhan produksi
yang masih dibawah pertumbuhan konsumsi. Oleh karenanya, dalam periode yang sama, untuk menopang
pertumbuhan konsumsi yang mantap tersebut, penggunaan persediaan kopi dunia tidak terhindarkan sehingga tingkat persediaan kopi dunia telah menurun
hingga mencapai tingkatan yang sehat dan tidak berlebihan.
Meanwhile the world coffee production in the last 11
years showed a fluctuation from year to year with a
variation between growth and shrinkage. However
generally in that period, there was still a growth in the
production level but it was less than the growth in the
consumption level. Therefore, for the same period, to
support the stable consumption growth, the withdrawal out of the world coffee stock was unavoidable and as
a result of that the world coffee stock has declined and
reached a favorable level with out any excessive stock.
Kedepannya, ICO memperkirakan bahwa konsumsi
kopi dunia masih akan terus tumbuh secara mantap
dan akan tetap menjadi faktor pendukung bagi harga
kopi. Walaupun demikian, kondisi-kondisi temporer
seperti terjadinya lonjakan produksi musiman pada zona-zona produsen tertentu dan gangguan pada perdagangan kopi sebagai dampak dari efek krisis ekonomi
In the future, ICO predicted that the stable world coffee consumption still will grow and will certainly be a
supporting factor of the coffee price. Anyhow, the temporary conditions such as seasonal steep increase in
the production that happened in certain zones of production and disturbances in the coffee trade as a result
of the economy crisis that happened in certain zones
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
33
Overview atas Prospek Kopi dan Karet
Overview on Prospects of Coffee and Natural Rubber
pada zona-zona negara konsumen tertentu, masih akan
menjadi faktor penentu fluktuasi harga.
of coffee consuming countries, still will be determinant
price fluctuation.
Karet
Rubber
Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia
2012 dibanding 2011 konsumsi karet dan dunia masih
bertahan pada 10.947.000 ton. Namun produksi dunia
naik pesat menjadi 11.406.000 ton sehingga pada akhir
tahun tercipta surplus sebanyak 459.000 ton. Harga SIR
20 yang pada awal tahun tercatat Usc. 340 c/kg mendapat tekanan sehingga pada pertengahan Agustus turun menjadi Usc. 240/kg. Dengan diberlakukannya AETS
(pengurangan ekspor) oleh ITRC (Thailand, Indonesia,
Malaysia) pada 1 Oktober sebanyak 300.000 ton sampai
31 Maret 2013 pada awal Desember harga mulai membaik menjadi 290 Usc. / kg. Dengan terpilihnya Shinzo ABE
menjadi PM Jepang yang menginginkan reflasi ekonomi
Jepang maka BOJ (Bank Sentral Jepang) menggencarkan
Asset Purchase program dan dampaknya pelemahan
Yen dari sekitar 81,40 yen / USD menjadi 93 Yen / USD
yang menaikkan harga karet di pasar TOCOM. Pada akhir
Desember 2012 SIR 20 mencatat harga 320 Usc/kg. Sementara ini dengan tidak adanya penambahan konsumsi
karet alam dunia, karena pengurangan konsumsi di USA,
Uni Eeropah dan Jepang, China dan Indonsia menambah
konsumsinya masing masing dari 3.611.000 ton di 2011
menjadi 3.765.000 ton di 2012 (tambah 4,2 % di China)
dan 441.000 ton menjadi 492.000 ton di 2012 (tambah
11,5 % di Indonesia) yang menjadi indikator adanya pertumbuhan industri kendaraan dan ban sebesar 3,5 % dan
5 % menjadi faktor penyangga harga karet alam di tahun
ini dan tahun yang akan datang.
With the slower growth of the global economy in
2012, global natural rubber consumption remained at
10.947.00
tons. However global production increased
faster to 11.406.000, thereby resulting in a surplus
of 459.000 tons at end 2012. Prices of SIR 20 which
was at 340 Usc/kg was under pressure and in mid August was at 240 Usc/kg. The implementation of AETS
(Agreed Export Tonnage Scheme) an export reduction
scheme of 300.000 tons by ITRC countries (Thailand,
Indonesia, Malaysia) on October 1, 2012 until March
31, 2013, prices gradually recovered to 290 Usc/kg in
early December 2012. With the election of Shinzo Abe
as Japan’s Prime Minister who launched the policy of
reflating the Japanese economy thereby prompting the
Japan Central Bank (BOJ) to aggressively increase its
Asset Purchase Program with the effect of weakening
the Yen from 81,40 to the USD to 93 Yen / USD and
raising rubber prices in TOCOM market at end December 2012, price of SIR 20 was quoted at 320 Usc/
kg. While the global natural rubber consumption stagnated due to reduction in USA, European Union and Japan, China and Indonesia increased their consumption.
China increased its consumption by 4.2 % to 3.765.000
tons from 3.611.000 tons in 2011 and Indonesia by 11.5
% to 492.000 tons from 441.000 tons in 2011 which
indicated a growth in the automotive and tyre industry
of 3.5 % and 5 % respectively and was an important
factor in supporting natural rubber prices in the year
and beyond.
34
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Sumber Daya Manusia
Human Resources
PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk bersama dengan ketiga
anak perusahaan, yaitu :
The Company with its three subsidiaries :
1.
PT Aneka Bumi Kencana
Surabaya
2.
PT Aneka Coffee Industry
Sidoarjo
3.
PT Tirtha Harapan Bali
Singaraja
Pada tanggal 31 Desember 2012 memiliki Total Sumber
Daya Manusia sebanyak 1.161 orang. Berikut ini tabel
mengenai Sumber Daya Manusia secara keseluruhan
yaitu PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk bersama ketiga
anak perusahaannya, selama dua tahun berturut-turut:
By the end of December 31, 2012 has a total Human
Resources of 1.161 persons. The following tables show
the specification of the total Human Resources of the
company and its three subsidiaries :
A. Tabel Sumber Daya Manusia Berdasarkan Tingkat
Pendidikan
A. Table of Human Resources Based on Education
Level
Tingkat Pendidikan / Education Level
SD
Elementary
Tahun
Year
SLTP
SLTA
Sarjana
Junior High School Senior High School Under / Graduate
Jumlah
Total
2012
L
298
P
193
JML
491
L
118
P
13
JML
131
L
356
P
45
JML
401
L
105
P
33
JML
138
1.161
2011
299
180
479
138
14
152
343
43
386
104
36
140
1.157
SD
: Sekolah Dasar
SLTP
: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
SLTA
: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
Sarjana : Lulusan Perguruan Tinggi
ES
: Elementary School
JHS
: Junior High School
SHS
: Senior High School
Under / Graduate: Academy / University
B. Tabel Sumber Daya Manusia Berdasarkan Jabatan
Serta Status Tetap / TidakTetap
B. Table of Human Resources Based on Position and
Status of Fixed / Unfixed
Tahun / Year
L
Komisaris
Direksi
Manager
Staf
Karyawan Tetap
Karyawan Borongan
Jumlah
9
11
23
73
2012
P
JUMLAH
0
9
0
11
8
31
23
96
L
9
11
23
73
2011
P
JUMLAH
0
9
0
11
8
31
23
96
754
7
253
0
1.007
7
768
0
242
0
1.010
0
877
284
1.161
884
273
1.157
Commissioner
Director
Manager
Staff
Fixed Worker
Cassual Worker
Total
C. Pengembangan Sumber Daya Manusia
C. Human Resources Development
Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Perseroan
bersama anak perusahaannya didasarkan pada beberapa
pertimbangan mengingat kebutuhan dan sifat dari kegiatan
usaha yang dilakukan, seiring dengan adanya peraturan
baru yang menyangkut kepentingan dan kebutuhan
perusahaan, seperti misalnya peraturan baru dibidang Perpajakan. Pada tahun 2012 sebanyak 3 orang dari Bagian
Akunting mengikuti kursus di bidang Perpajakan, kemudian
sebanyak 2 orang telah mengikuti sosialisasi peraturan
Bapepam-LK.
Human Resource Development in the Company and
its subsidiaries are based on several considerations in
mind the needs and nature of the operations carried
out, in line with the new regulations concerning the
interests and needs of the company, such as new regulations in the field of taxation. In 2012 as many as 3 of
the Accounting Section to follow courses in the field of
taxation, then as many as 2 people have followed the
laws and regulations of Bapepam-LK.
Dari anak-anak perusahaan tidak kurang 25 orang dari
berbagai bagian dengan berbagai jabatan mengikuti
pelatihan dalam bidang masing-masing sebagai upaya
manajemen dalam mengembangkan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
From the subsidiaries not less then 25 staffs from various
department have joined training to improver their knowledge related to their function in the company in order to
have better performance in the company.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
35
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
Dewan Komisaris dan Direksi menyadari pentingnya
tata kelola perusahaan. Tata kelola perusahaan yang
baik merupakan faktor kunci yang sangat berpengaruh
terhadap efektifitas kerja, maupun kemampuannya
melaksanakan transaksi yang transparan, andal, dapat
dipertanggung-jawabkan dan wajar
The Board of commissioners and Directors of the company recognize the importance of good corporate
governance. Good Corporate governance is viewed as
a key and indispensable factor to ensure effective performance, as wellas its abillity to enforce transparency,
responsibility, accountability and fair transactions.
Struktur Tata Kelola Perusahaan didalam Perseroan
terdiri dari organ utama yaitu Rapat Umum Pemegang
Saham, Dewan Komisaris, Direksi dan organ pendukung
yaitu Unit Audit Internal, Komite Audit, dan Sekretaris
Perseroan.
The structure of Good Corporate Governance in a
Company consists of General Meeting of Shareholders, Board of Commissioners, and Board of Directors as
the main structure or body. Meanwhile, Internal Audit
Unit, Audit Committee, and Company Secretary serves
as the supporting structure or body.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ
Perusahaan merupakan wadah para pemegang saham
untuk mengambil keputusan penting. Wewenang ini
tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi
dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dan
peraturan perundang-undangan.
As one of the company’s structure or body, General
Meeting of Shareholders is a means of any substantial
decision-making. This authority is given to neither the
Board of Commissioners nor the Board of Directors regarding the charter and legislation.
RUPS diadakan sedikitnya sekali dalam setahun,
dilokasi yang mudah terjangkau oleh pemegang saham. Dalam forum RUPS, pemegang saham berhak
memperoleh keterangan terkait dengan Perseroan,
sepanjang berhubungan dengan mata acara rapat dan
tak bertentangan dengan kepentingan Perseroan.
General Meeting of Shareholders is held at least once a
year at a convenient location. In this forum, the shareholders deserve to get any related information regarding the Company, as long as they are in line with the
meeting subjects and Company’s interest.
Untuk melindungi kepentingan pemegang saham, Perseroan memastikan bahwa RUPS diselenggarakan pada
waktunya dan dipersiapkan sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar Perusahaan, peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan(Bapepam LK)
dan peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI).
To protect the shareholders’ interest, the Company
ensures that the General Meeting will be held on the
right time and well-prepared in accordance with the
Company’s charter, Capital Market Supervisory Agency
and Financial Institution policy, and Indonesia Stock
Exchange policy.
Di tahun 2012, Perseroan telah melakukan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 21 Juni 2012 bertempat di Asean Room, The Sultan
Hotel, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Adapun hasil keputusan RUPS tersebut telah diumumkan Perseroan melalui
dua surat kabar berperedaran Nasional yaitu Harian
Kontan dan Harian Investor Daily tanggal 22 Juni 2012.
In 2012, the Company had held the Annual General
Meeting of Shareholders on June 21, 2012 in Asean
Room, The Sultan Hotel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
The Company had announced the result of the meeting
via two national newspapers, Kontan and Investor Daily
on June 22, 2012.
DEWAN KOMISARIS
THE BOARD OF COMMISSIONERS
Dewan Komisaris bertindak sebagai badan yang melakukan pengawasan terhadap perseroan dan juga
memberikan pengarahan kepada Direksi atas strategi
dan berbagai hal kebijakan. Begitu juga memonitor kemajuan dan hasil dari kebijakan, program dan keputusan yang dibuat oleh Direksi atau yang disetujui oleh
Dewan Komisaris atau Rapat Umum Pemegang Saham.
The Board of Commissioners serves as the supervisory
body of the company and it provides guidance to the
Board of Directors on strategic and policy matters.
Likewise, it monitors the progress and results of policies, program and decisions either made by the board
of Directors or those approved by the board of Commissioners or by the shareholders general meeting.
Dewan Komisaris terdiri dari sekurang-kurangnya empat orang anggota, dengan susunan seorang Presiden
Komisaris, seorang Wakil Presiden Komisaris, atau dua
The board of commissioners consists of at least four
members serving as a Chairman, a Vice Chairman, and
two or more of commissioners.
36
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
orang Anggota Dewan Komisaris atau lebih.
Para anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS
untuk waktu lima tahun terhitung sejak tanggal RUPS
yang mengangkatnya sampai ditutupnya RUPS yang
kelima setelah tanggal pengangkatan tersebut. Anggota Dewan Komisaris yang masa jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali.
The board of commissioners is appointed by the General Meeting of Shareholders for five years tenure,
commenced by the date when the General Meeting
of Shareholders appoints them until the fifth General
Meeting is officially closed. The members of the board
of commissioners can be appointed again after their
tenure is over.
Pada tanggal 31 Desember 2012, berdasarkan Akta
No. 02 tanggal 16 Juli 2009 dan Akta No. 08 tanggal
04 Juni 2010, keduanya dibuat oleh Ny. Liliana Arif
Gondoutomo, SH, Notaris di Jakarta, susunan Dewan
Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
• Presiden Komisaris : Mansjur Tandiono
• Wakil Presiden Komisaris : Widyono Lianto
• Komisaris : Made Sudharta
• Komisaris : Agus Soegiarto
• Komisaris Independen : Fery Yennoto
• Komisaris Independen : Robertus Sukamto
According to the Deed No. 02 dated 16 July 2009 and
No. 08 dated 04 June 2010 which were verified by a
notary, Mrs. Liliana Arif Gondoutomo, SH in Jakarta,
commenced on December 31 2012, the board of commissioners are:
• President Commissioner : Mansjur Tandjono
• Vice President Commissioner : Widyono Lianto
• Commissioner : Made Sudharta
• Commissioner : Agus Soegiarto
• Independent Commissioner: Fery Yennoto
• Independent Commissioner: Robertus Sukamto
Rapat Dewan Komisaris
The Board of Commissioners Meeting
Pada tahun 2012 Dewan Komisaris melakukan rapat
secara berkala tiap bulan dengan tingkat kehadiran secara umum 100%. Komisaris juga melaksanakan rapat
bersama Direksi Perseroan setiap kuartal dengan tingkat kehadiran secara umum100%.
In 2012, the board of commissioners had held monthly
meeting with almost 100% attendance. The board of
commissioners also quarterly holds joint meeting with
the board of directors with almost 100% attendance.
Komisaris Independen
The Independent Commissioners
Dalam kerangka tata kelola perseroan yang baik, Dewan Komisaris dalam tugasnya mengawasi, memandu
dan mengendalikan Direksi haruslah independen. Penunjukkan Komisaris Independen tidak mempunyai
hubungan dengan Direksi atau Para Pemegang Saham.
In the framework of good corporate governance, the
Board of Commissioners, in carrying out its duty in supervising guiding and controlling the Board of Directors
should idealy be independent. The appointment of idependent commissioners who has no affiliation with the
Board of Directors or shareholders.
Saat ini, 2 (dua) dari 6 (enam) Komisaris Perusahaan
adalah Komisaris Independen yaitu : Fery Yennoto dan
Robertus Sukamto. Fery Yennoto bertindak sebagai
Ketua Komite Audit
At present, two (2) of the company’s six (6) commissioners is independent named Fery Yennoto and Robertus Sukamto. And the same time Fery Yennoto also as
chairman of the Audit Committee.
DIREKSI
THE BOARD OF DIRECTORS
Direksi bertindak sebagai badan eksekutif perusahaan,
bertanggung jawab atas semua kebijakan yang strategis dan operasional Perusahaan sehari-hari. Masingmasing Direktur mempunyai wilayah tanggung jawab
sendiri.
The Board of Director is responsibility for the management of the company’s operations in accordance with
its vision and mission and with the aim of attaining the
goals that have been set forth. The Board of Directors
serves as the executive body of the company, responsible for all strategic and day-today operations of the
company. Each of the directors has their own areas of
responsibility.
Pada tanggal 31 Desember 2012, berdasarkan Akta No.
08 tanggal 04 Juni 2010 dari Ny. Liliana Arif Gondoutomo, Notaris di Jakarta, susunan Direksi Perseroan
Likewise the board of commissioners, according to the
Deed No. 02 dated 16 July 2009 and No. 08 dated 04
June 2010 which were verified by a notary, Mrs. Liliana
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
37
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
adalah sebagai berikut:
•
•
•
•
•
•
Presiden Direktur : Jeffry Sanusi Soedargo
Wakil Presiden Direktur : Didik Tandiono
Direktur : H. Sjamsul Bachri Uding
Direktur : Budi Pringgosusanto
Direktur : Lie Sukiantono Budinarta
Direktur : Moenardji Soedargo
Arif Gondoutomo, SH in Jakarta, commenced on December 31 2012, the board of directors are:
• President Director : Jeffry Sanusi Soedargo
• Vice President Director : Didik Tandiono
• Director : H. Sjamsul Bachri Uding
• Director : Budi Pringgosusanto
• Director : Lie Sukiantono Budinarta
• Director : Moenardji Soedargo
Rapat Direksi
The Board of Directors Meeting
Selama tahun 2012 Direksi Perseroan mengadakan
rapat rutin setiap 4 bulan dengan tingkat kehadiran
100%, guna pelaksanaan tanggung jawab dan koordinasi.
Throughout 2012, the Company’s Directors held regular meeting every four-months, and the attendance
rate was 100%. This meeting served as part of responsibility and coordination.
Selain itu Direksi juga menghadiri rapat koordinasi dengan Dewan Komisaris setiap kuartal dengan tingkat
kehadiran secara umum 100%.
The board of directors also attended the quarterly
meeting with the board of commissioners, and the attendance was 100%.
Renumerasi
Remuneration
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan
melalui rapat bersama antara Dewan Komisaris dan
Direksi setiap tahunnya dan kemudian disetujui oleh
RUPS.
The board of commissioners and directors remuneration is decided by the joint meeting of both commissioners and directors to be later approved in the
General Meeting of Shareholders.
RUPST 2012 memutuskan jumlah remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sejumlah
Rp. 7.900.000.000,- (tujuh miliar sembilan ratus juta
rupiah) setahun yang berlaku sejak bulan Juni 2012
sampai dengan bulan Mei 2013
The Annual General Meeting of Shareholders 2012 decided the remuneration value of Rp. 7.900.000.000,(seven billion nine hundreds million rupiahs) for both
board of commissioners and directors. This remuneration is effective from June 2012 until May 2013.
SEKRETARIS PERSEROAN
COMPANY SECRETARY
Sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No.IX.I.4,
Perusahaan mengangkat Sekretaris Perusahaan yang
bertugas sebagai pejabat penghubung antara Perusahaan dengan Organ Perusahaan serta para pemangku
kepentingan.
According to the Capital Market Supervisory Agency
and Financial Institution (Bapepam-LK) policy No.
IX.I.4, the Company appoints the Company Secretary
that serves as liaison officers between the Company, its
organ and stakeholders.
Tugas pokok Sekretaris Perusahaan antara lain bertanggung jawab terhadap berbagai fungsi yang berhubungan
dengan kepatuhan dan pengungkapan informasi yang
lengkap dan tepat waktu terutama untuk kepentingan
pasar modal dan pemegang saham, memberi saran kepada Direksi mengenai pelaksanaan prinsip-prinsip GCG
di Perusahaan, menyampaikan laporan ke Otoritas Pasar
Modal, memberikan informasi kepada manajemen tentang perubahan dan perkembangan terkini yang terjadi
di lingkungan peraturan Pasar Modal, serta mengelola
Daftar Pemegang Saham Terkini, pendokumentasian
catatan rapat-rapat Direksi dan Dewan Komisaris,
mengatur RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.
The Company Secretary is responsible for any issues
related to the submissions and disclosing detailed information, especially for the importance of the capital
market and shareholders, giving advice to the directors
particularly on the implementation of GCG’s principles,
sending report to the Capital Market Authority, and
managing the list of the recent shareholders, documenting both commissioners and directors meeting
notes, and organizing the Annual General Meeting of
Shareholders and Extraordinary General Meeting of
Shareholders.
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi
dan saat ini Sekretaris Perseroan dijabat oleh Petrus R. Arif.
The Company Secretary is responsible to the board of
directors and now is occupied by Mr. Petrus R. Arif.
38
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
Sekretaris Perusahaan bertugas membantu Direksi
dalam hal:
• Menyebarluaskan informasi Perseroan kepada pihak
luar, khususnya investor, masyarakat pasar modal
dan para pemegang saham.
• Memantau kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan dan peraturan pasar modal yang berlaku.
• Penghubung antara Perseroan dengan Otoritas Jasa
Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral
Efek Indonesia maupun Masyarakat.
• Melaksanakan segala komitmen Perseroan terhadap
terlaksananya Keterbukaan Informasi.
The Company Secretary is also responsible for helping
the board of directors in case of:
• Disclosing the Company’s information to the investors, the capital market community, and the shareholders.
• Supervising the Company’s submission to the capital market’s provision and regulation.
• Being the liaison between the Company, Financial
Services Authority, Indonesia Stock Exchange, Kustodian Indonesian Central Securities Depository, or
society.
• Performing all Company’s commitment to information transparency.
UNIT AUDIT INTERNAL
INTERNAL AUDIT UNIT
Pada tahun 2010, Direksi dan Dewan Komisaris telah
mengesahkan Piagam Unit Audit Internal sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.7.
In 2010, the board of commissioners and directors had
authorized the Internal Audit Unit Charter according to
the Capital Market Supervisory Agency and Financial
Institutions (Bapepam-LK) policy No. IX.I.7.
Piagam Audit Internal antara lain memberikan penjabaran terkait pedoman pelaksanaan kerja bagi Unit
Audit Internal dalam rangka menyelenggarakan program kerja secara profesional sesuai dengan penugasan
yang telah ditetapkan.
Internal Audit Charter includes the elaboration of the
working guidelines for Internal Audit Unit in professionally operating the work programs.
Perseroan telah mengimplementasikan sistem audit intern, melakukan pengawasan terhadap aktivitas operasional, melakukan audit terhadap aktivitas masa lampau, penilaian atas kecukupan dan efektifitas sistem
pengendalian intern pada semua kegiatan operasional
Perseroan, termasuk dalam hal pengelolaan asset, kebijakan, prosedur intern perusahaan yang mendukung
proses kerja intra divisi.
Company has implemented an internal audit system,
carries out internal control of the operational activities, audit from the past activities, encompasses assessment on the adequacy and effectiveness of the
internal control systems implemented at all platform
of company operations, including assets management,
internal policies, internal company procedures which
encouraged intra division work process
Perseroan terus menerapkan sistem pembenahan
secara berkesinambungan dan mensosialisasikan
masalah risiko perusahaan, agar Direksi dan Staff dapat
memahami masalah guna mengeliminir risiko usaha
yang dihadapi. Sistem pengendalian intern mengindentifikasikan masalah kepatuhan, efektifitas, efisiensi
kerja, dan opini masukkan yang dianggap penting untuk
pengembangan perusahaan. Kegiatan pengendalian di
monitor kesesuaiannya dengan rencana, dan bila dianggap perlu diadakan revisi.
Company implements system improvement continuously and socializes company risk issue, in order that
Board of Director and staff could understand the issue
for eliminating business risk. Internal control system
indentifying compliance, effectiveness, efficiency of
work, and important input opinion for company progress. Audit activities are then monitored against the
plan, and if necessary, revisions will be made.
Tugas dan Tanggung Jawab
Task and Responsibility
Unit Audit Internal bertanggung jawab dalam fungsi
operational Audit Internal dan melaporkan hasilnya kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris. Selain itu
juga melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi
dan efektivitas di bidang akutansi, keuangan, pemasaran,
produksi dan operasional lainnya dan melaporkan hasil
temuan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris,
dan memberikan saran perbaikan (jika ada).
Internal Audit Unit is responsible for any operational
internal audit functions and reporting the result to the
President and the board of commissioners. This unit is
also responsible for investigating and appraising the efficiency and effectiveness in accounting, financial, marketing, production and other operational sectors, then
giving any suggestions (if needed).
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
39
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
Unit Audit Internal bertanggung jawab secara langsung
kepada Presiden Direktur, dalam pelaksanaan penugasannya memberikan pandangan dan pendapatnya
tanpa pengaruh atau pun tekanan dari pihak manajemen atau pihak lain.
Internal Audit Unit is directly responsible to the President Director. In their duty, this unit should say their
views and opinions without any external interventions.
Laporan Unit Audit Internal
Internal Audit Unit Report
Selama tahun 2012, kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh Audit Internal mencakup :
• Membantu Direksi memeriksa sistem, prosedur dan
kebijakan yang sudah ditetapkan perusahaan dan
melakukan evaluasi terhadap kegiatan setiap unit
kerja.
• Mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal
yang sudah ditetapkan perusahaan.
• Memberikan saran perbaikan kepada setiap unit kerja yang telah dievaluasi
• Menyusun laporan hasil audit kepada Direksi atas
kegiatan yang sudah dilakukan
• Memantau dan melaporkan tindakan perbaikan
yang telah disarankan
In 2012, the Internal Audit Unit had run several actions,
such as:
•
Assisting the Directors in examining system, procedure, and policy, and evaluating activities in
each division.
•
Evaluating the internal control performance.
•
Recommending the corrections to each evaluated
division.
•
Arranging the report of the audit result to the Directors.
•
Supervising and reporting any recommended corrective actions.
Unit Audit Internal dijabat oleh Robert Darlianto, berikut riwayat singkat beliau.
Internal Audit Unit is occupied by Mr. Robert Darlianto.
Here his profile.
Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1955, menyelesaikan studi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti. Memulai karirnya sebagai Akunting di beberapa perusahaan dan
tahun 2006 diangkat sebagai Internal Audit Perseroan. Semenjak tahun 2010 dikukuhkan
sebagai Manager Unit Audit Internal PT Prasidha Aneka Niaga Tbk.
Indonesian citizen, born in 1955, completed his study from Faculty of Economy, Trisakti
University. Started his career as an accountant in several companies and in 2006 became
the Company’s Internal Audit. Since 2010, become the Manager of Internal Audit Unit of
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk.
KOMITE AUDIT
THE AUDIT COMMITTEE
Tugas Komite Audit
The Tasks of The Audit Committee
Komite Audit bertanggung jawab untuk memastikan
pemenuhan (compliance) perusahaan terhadap hukum
dan peraturan yang ditetapkan oleh otoritas pengatur, memastikan kecukupan dan ketelitian dari laporan
keuangan, mencakup laporan audit dari auditor independen, mengamati efektifitas system pengawasan internal perusahaan, dan menyelidiki ketidakkonsistenan
dan ketidaktepatan implementasi dari keputusan yang
dibuat oleh Dewan Komisaris dan Direksi.
The Audit committee is responsible to ensure the compliance of regulations and legal aspects is applied by
the company, also to ensure the completeness and
accuracy of the financial report covering the auditor’s
report of the independent auditor, to observe the effectiveness of the internal supervisory system and also
to investigate the consistency and the in-accuracy
Implementation of the decision made by the board
of Commissioners and Directors. The Audit Committee consisting of 3 persons (see the respective table)
and regularly is doing their tasks and meeting once in
a month.
Laporan Komite Audit
Report of the Audit Committee
Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam
Audit committees is to assist the Board of Commis-
40
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
menjalankan fungsi pengawasan atas operasional perusahaan dan memberikan masukan yang diperlukan
mengenai pengendalian intern perusahaan.
sioner in the supervision function and give advice about
internal control.
Kegiatan Komite Audit antara lain :
• Berdiskusi dengan Dewan Direksi, Dewan Komisaris,
dan Auditor Eksternal
• Menelaah independensi dan objektifitas Auditor
Eksternal, serta mengkaji temuan -temuan dari auditor eksternal
• Mengawasi jalannya sistem pengendalian intern perusahaan
• Menelaah informasi keuangan perusahaan
Audit committee activities:
• Discuss with Board of Directors, Board of Commissioner and External Auditor
• Evaluate Independency and objectivity of external
auditor and analyze findings from auditors
• Evaluate Internal Control
• Review financial information
Komite audit beranggotakan pihak-pihak yang independen dan Ketua Komite Audit tersebut juga merupakan Komisaris Independen perusahaan.
Audit Committee consists of independent members
and Audit committee Chairman is also an independent
commissioner.
Keanggotaan Komite Audit adalah sebagai berikut :
Fery Yennoto
: Ketua Komite Audit
merangkap anggota
Daniel
: Anggota Komite Audit
Vonalita Santoso : Anggota Komite Audit
Members of Audit Committee are as follows :
Fery Yennoto
: Chairman and Member of
audit committee
Daniel
: Member of audit committee
Vonalita Santoso : Member of audit committee
Komite audit mengadakan rapat sebanyak empat kali
pada tahun 2012 yang membahas laporan keuangan
perusahaan dan kegiatan komite audit dengan ratarata tingkat kehadiran 100 %.
In 2012 Audit committee has held four times meetings,
to discuss the company financial statements and audit
committee activities with 100 % average percentage
attendance
Hasil penelaahan atas kompensasi Dewan Direksi dan
Dewan Komisaris menunjukkan bahwa kompensasi telah sesuai dengan pedoman yang disetujui dalam rapat
umum pemegang saham.
The review of the implementation of compensation
for Board of Director and Board of commissioners indicated that payment has been made accordance to
shareholder’s guidelines in the shareholders’ meeting.
Riwayat Hidup Anggota Komite Audit
Curriculum Vitae of Audit Committee
Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1981, menyelesaikan studi dari Fakultas Komputer Akuntansi, Universitas Bina Nusantara, memulai karirnya di PT Asuransi Permata Nipponkoa pada tahun 2003, dan berpindah ke beberapa perusahaan dan sejak bulan desember 2009 sampai dengan sekarang menjadi anggota komite audit PT Prasidha Aneka Niaga,
Tbk.
Indonesian Citizen, born in 1981, completed his study from accounting computer faculty ,
Bina Nusantara University , started his career at PT Asuransi Permata Nipponkoa in 2003,
after took several position in several company, since December 2009 until now, become
member of audit committee of PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk.
Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1987, menyelesaikan studi dari Fakultas Akuntansi, Universitas Katolik Soegijapranata, pada tahun 2009 bekerja di PT Buana Propertindo,
sejak bulan Juli 2009 sampai dengan sekarang menjadi anggota komite audit PT Prasidha
Aneka Niaga, Tbk.
Indonesian Citizen, born in 1987, completed her study from accounting faculty, Soegijapranata Catholic University , started her career at PT Buana Propertindo in April 2009, since
July 2009 until now, become member of audit committee of PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
41
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
Perusahaan memiliki komitmen menjalankan fungsi
CSR dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada
kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan tersebut
terus diupayakan agar sesuai dengan konsep dasar
CSR, yaitu memberikan bantuan dan dorongan kepada
masyarakat dan lingkungannya agar ikut memperoleh
manfaat ekonomi, akses pendidikan dan kesehatan,
menjaga kelestarian alam sekitar, serta melestarikan
budaya.
The Company has committed CSR function in a variety
of activities that focus on caring for the community.
The activities continue to be pursued in accordance
with the basic concept of CSR, which provide support
and encouragement to people and their environment
in order to participate in the economic benefits, access
to education and health, preserving the environment,
and preserving culture.
Pada tahun 2012 Perseroan mengadakan beberapa kegiatan dalam rangka tanggung jawab sosial. Kegiatankegiatan tersebut dilakukan melalui Kantor Cabang
Perseroan yang berada di Palembang serta melalui
PT. Aneka Coffee Industry, salah satu anak perusahaan
Perseroan di Sidoarjo, Jawa Timur.
In 2012 the Company entered into a number of activities within the framework of social responsibility.
Such activities are carried out through the Company’s
branch office located in Palembang as well as through
PT. Aneka Coffee Industry, one of the subsidiaries of the
Company in Sidoarjo, East Java.
Beberapa kegiatannya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
Some activities that have been performed are as follows :
PT Prasidha Aneka NiagaTbk – Kantor Cabang Palembang
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dibidang kesehatan, Perseroan secara swadaya telah mendirikan
Poliklinik yang berlokasi di areal kantor Perseroan. Poliklinik tersebut selain memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi Karyawan Perseroan juga
memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
sekitar Perseroan.
As a form of social responsibility in the field of health,
the Company has set up a self-help clinic located in the
office area of the Company. The Polyclinic in addition
to providing health services free of charge to employees of the Company also provides health services to the
community about the Company.
Perbaikan Jembatan Sungai Sikung Jl. Ki Kemas Rindho
yang berlokasi di sekitar perusahaan. Jembatan tersebut sangat vital bagi penduduk sekitar, selain sebagai
sarana penghubung juga sebagai lalu lintas ekonomi.
Sikung River Bridge repairs Jl. Kiemas Rindho located
around the company. The bridge is vital for local people, as well as a means of connecting traffic as well as
economic.
42
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
Dalam rangka memperingati Hari Raya Keagamaan Idul
Adha 1433 H, Perseroan mengadakan kegiatan berupa
pemotongan hewan Qurban untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat di sekitar Perseroan.
In order to commemorate the religious holiday Eid alAdha 1433 H, the Company held the animal sacrifices
in the form of cuts to the meat then distributed to
communities around the Company.
PT Aneka Coffee Industry, Sidoarjo
Bertempat di Kantor Perseroan di Sidoarjo, telah diselenggarakan kegiatan donor darah massal. Kegiatan
tersebut dilakukan secara berkala dengan bekerja sama
dengan PMI Surabaya. Kegiatan sosial ini diharapkan
bisa membantu sesama dan dapat menjadi gaya hidup
masyarakat. Adapun donor darah telah dilaksanakan
pada :
1. Tanggal 09 April 2012
2. Tanggal 04 Oktober 2012
3. Tanggal 27 Desember 2012
Located at the Company’s office in Sidoarjo, has held
a mass blood donation activities. Activities are carried
out periodically in cooperation with PMI Surabaya. Social activities is expected to help others and can be a
lifestyle. The blood drive was held on :
1. Dated April 9, 2012
2. Dated October 4, 2012
3. Dated December 27, 2012
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
43
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
Disela-sela kegiatan produksi, Perseroan juga menerima kunjungan dari berbagai pihak.
1. Kunjungan dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Taman,
Sidoarjo pada tanggal 16 Februari 2012. Kegiatan ini
bertujuan untuk selain untuk menambah pengetahuan juga mengenalkan ruang lingkup produksi kopi
dikalangan siswa didik.
2. Kunjungan dari Polresta Taman, Sidoardjo pada bulan Oktober 2012. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memupuk silaturahmi.
Sidelines of production activities, the Company also received visits from various parties.
1. Visits of students of SMA Negeri 1 Garden, Sidoarjo
on February 16, 2012. This activity aims to increase
knowledge but to also introduce the scope of coffee
production among student learners.
Mengadakan bakti sosial dengan mengumpulkan
sampah yang dapat di daur ulang kembali, seperti
sampah plastik bekas air mineral. Sampah-sampah
yang telah terkumpul tersebut kemudian disumbangkan kepada fakir miskin disekitar perusahaan.
Hold social events to collect waste that can be recycled
again as scrap plastic waste mineral water. Rubbish
that has collected is then donated to the poor around
the company.
44
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
2. Visits from Police Parks, Sidoarjo in October 2012.
The visit also aims to foster friendship.
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
45
Halaman Ini sengaja dikosongkan
The page was intentionally left blank
Tahunan 2012 / Annual Report 2012
46 Laporan
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Laporan Auditor Independen
Report of the Independent Auditor
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk 47
Halaman Ini sengaja dikosongkan
The page was intentionally left blank
Tahunan 2012 / Annual Report 2012
48 Laporan
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
Laporan Tahunan 2012 / Annual Report 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk 49
Halaman Ini sengaja dikosongkan
The page was intentionally left blank
Tahunan 2012 / Annual Report 2012
50 Laporan
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
dan Entitas Anak/and Subsidiaries
Laporan keuangan konsolidasian
beserta laporan auditor independen
31 Desember 2012, 30 Januari 2012,
31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/
31 Desember 2010 dan tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dan periode satu bulan yang berakhir pada tanggal
30 Januari 2012 setelah kuasi reorganisasi/
Consolidated financial statements
with independent auditors’ report
December 31, 2012, January 30, 2012,
December 31, 2011 and January 1, 2011/
December 31, 2010 and years ended
December 31, 2012 and 2011, eleven months period
ended December 31, 2012 and one month period
ended January 30, 2012 after quasi-reorganization
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
31 DESEMBER 2012, 30 JANUARI 2012,
31 DESEMBER 2011 DAN 1 JANUARI 2011/
31 DESEMBER 2010 DAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011,
PERIODE SEBELAS BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN PERIODE
SATU BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30
JANUARI 2012
SETELAH KUASI REORGANISASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
DECEMBER 31, 2012, JANUARY 30, 2012,
DECEMBER 31, 2011 AND JANUARY 1, 2011/
DECEMBER 31, 2010 AND
YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012
AND 2011, ELEVEN MONTHS PERIOD ENDED
DECEMBER 31, 2012 AND ONE MONTH PERIOD
ENDED JANUARY 30, 2012
AFTER QUASI-REORGANIZATION
Daftar Isi
Table of Contents
Halaman/
Page
Independent Auditors’ Report
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian …………...
1-3 ............... Consolidated Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasian .......................................................
Consolidated Statements of
4 ................................................. Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas
Konsolidasian ........................................................
Consolidated Statements of Changes in
5-7 .......................................................................... Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian ..............................
8-9 ........................ Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.......
10-118 ......... Notes to the Consolidated Financial Statements
**********************
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012,
31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION
December 31, 2012, January 30, 2012,
December 31, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30 Jan. 2012*/
Jan. 30, 2012*
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
1Jan. 2011/
31 Des. 2010/
Jan. 1, 2011/
Dec. 31, 2010
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Pihak ketiga, neto
Pihak-pihak berelasi
Piutang lain-lain, neto
Persediaan, neto
Uang muka kepada pemasok
dan lain-lain
Biaya dibayar di muka
ASSETS
2d,2u,4
2u,6
2e,7
2u
2f,8
2g
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan, neto
Penyertaan saham
Tanaman perkebunan
Menghasilkan, neto
Belum menghasilkan
Aset tetap, neto
Taksiran tagihan pajak
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Biaya tangguhan hak atas
tanah, neto
2n,16
2u,9
2h,10
2i,2j,11
2n,16
2d, 2u, 5,32
85.657.618.688
76.051.988.538
44.100.518.397
37.925.852.649
61.509.121.596
3.703.764.720
194.085.397
225.987.469.477
42.754.438.065
8.161.060.500
216.907.280
205.103.016.080
58.180.433.978
4.723.756.968
220.372.528
162.977.980.785
67.895.346.778
3.185.915.895
517.322.777
154.065.950.383
2.330.926.157
864.708.597
3.763.965.622
751.393.452
6.879.169.834
796.858.350
2.558.033.766
684.756.209
380.247.694.632
336.802.769.537
277.879.090.840
266.833.178.457
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Third parties, net
Related parties
Other receivables, net
Inventories, net
Advances to suppliers
and others
Prepaid expenses
Total Current Assets
5.170.074.154
3.473.181.636
9.672.423.949
3.473.181.636
9.233.639.079
630.000.000
4.192.000.743
630.000.000
682.249.906
283.052.836.745
3.179.286.787
7.657.000.000
112.580.000
296.342.140.337
3.290.605.941
2.941.824.783
1.159.017.568
119.914.346.805
2.050.772.647
7.334.625.000
659.388.813
117.684.967.643
3.540.905.243
NON-CURRENT ASSETS
Deferred tax assets, net
Investments in shares of stock
Plantations
Mature, net
Immature
Fixed assets, net
Estimated claims for tax refunds
3.025.750.000
1.903.990.000
1.915.112.000
1.904.794.000
Restricted time deposits
1.296.940.000
1.445.547.708
1.459.057.500
1.621.175.000
1.599.753.500
356.575.529
446.783.100
80.000.000
3.392.157.619
265.679.279
365.342.000
161.184.655
3.388.353.118
268.784.279
365.342.000
161.062.700
1.994.942.229
6.598.523.740
243.316.279
446.404.700
927.128.333
Deferred land rights, net
Advance for purchase of
fixed assets
Goodwill, net
Loan to employee
Security deposit
Others asset
Jumlah Aset Tidak Lancar
302.363.431.357
328.081.833.124
143.487.312.479
147.778.171.723
Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET
682.611.125.989
664.884.602.661
421.366.403.319
414.611.350.180
TOTAL ASSETS
Uang muka pembelian aset tetap
Goodwill, neto
Pinjaman kepada karyawan
Uang jaminan
Aset lain-lain
32
2u
2u
*) Setelah mencerminkan penyesuaian kuasi reorganisasi (Catatan 2s dan 35).
*) After reflecting the quasi-reorganization adjustments (Notes 2s and 35).
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial statements form
an integral part of these consolidated financial statements taken as a
whole.
1
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2012, 30 Januari 2012,
31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012, January 30, 2012,
December 31, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30 Jan. 2012*/
Jan. 30, 2012*
1Jan. 2011/
31 Des. 2010/
Jan. 1, 2011/
Dec. 31, 2010
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Beban akrual
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
Utang pajak
Uang muka pelanggan
Pendapatan diterima di muka
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank
Pembiayaan konsumen
Kewajiban sewa pembiayaan
LIABILITIES AND EQUITY
213.318.150.256
201.212.012.882
157.332.123.948
125.874.000.000
6.260.905.899
130.123.228
4.791.755.212
12.857.156.822
58.331.468
4.524.997.464
7.225.043.611
359.193.599
4.407.130.303
18.374.043.175
36.651.500
3.850.426.163
6.436.080.231
891.500.749
363.298.440
5.827.305.357
2.267.847.168
4.590.463.127
15.000.000
1.726.831.179
2.765.192.361
60.861.999
18.850.800.125
3.516.012.000
1.323.098.320
3.266.946.000
1.760.955.062
3.297.124.800
1.553.600.136
23.736.240.000
7.200.000
888.194.834
CURRENT LIABILITIES
Short-term bank loans
Trade payables
Third parties
Other payables
Accrued expenses
Short-term employees benefit
liabilities
Taxes payable
Customers’ advances
Unearned revenue
Current maturities of
long-term debts
Bank loans
Consumer financing
Obligations under finance lease
236.667.625.895
232.138.850.663
180.506.510.703
194.443.610.157
Total Current Liabilities
2n,16
1.380.295.042
2.058.085.587
2.128.118.835
4.358.301.746
NON-CURRENT LIABILITIES
Deferred tax liabilities, net
2u,17
2j, 2u,18
2.599.144.437
830.141.980
4.825.719.326
1.076.545.863
5.676.686.294
1.076.678.169
1.275.255.082
31.556.626.806
26.313.876.450
25.689.303.280
21.017.053.511
Long-term debts, net of
current maturities
Bank loans
Obligations under finance lease
Long-term employees benefit
liabilities
2u,12
2u,13
2e, 2u
2l, 2u,14
2n,16
2l,15
2u,17
2j, 2u,18
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan, neto
Liabilitas jangka panjang, setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
Liabilitas imbalan kerja
jangka panjang
2o,31
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas
KELEBIHAN NILAI ASET
BERSIH ATAS BIAYA
PEROLEHAN ANAK
PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASI, NETO
2b
36.366.208.265
34.274.227.226
34.570.786.578
26.650.610.339
Total Non-Current Liabilities
273.033.834.160
266.413.077.889
215.077.297.281
221.094.220.496
Total Liabilities
585.899.204
EXCESS OF NET ASSETS OF
CONSOLIDATED
SUBSIDIARIES OVER THE
COST OF INVESTMENTS, NET
-
-
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal
Rp175 per saham pada
tanggal 31 Desember 2012
dan 30 Januari 2012
(31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember
2010: Rp500 per saham)
Modal dasar,
ditempatkan dan
disetor penuh 1.440.000.000 saham
Tambahan modal disetor
2s,20,35
2s,35
252.000.000.000
52.681.380.953
252.000.000.000
52.681.380.953
Selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas
sepengendali
2k,2s,35
-
-
*) Setelah mencerminkan penyesuaian kuasi reorganisasi (Catatan 2s dan 35).
-
720.000.000.000
-
(430.308.190)
720.000.000.000
-
(430.308.190 )
EQUITY
Equity attributable to equity
holders of the parent entity
Capital stock par value
- Rp175 per share as of
December 31, 2012
and January 30, 2012
(December 31, 2011 and
January 1, 2011/December 31,
2010: Rp500 per share)
Authorized,
issued and
fully paid 1,440,000,000 shares
Additional paid-in capital
Difference in the value of
restructuring transactions
among companies under
common control
*) After reflecting the quasi-reorganization adjustments (Notes 2s and 35).
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial statements form
an integral part of these consolidated financial statements taken as a
whole.
2
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2012, 30 Januari 2012,
31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012, January 30, 2012,
December 31, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30 Jan. 2012*/
Jan. 30, 2012*
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
1Jan. 2011/
31 Des. 2010/
Jan. 31, 2011/
Dec. 31, 2010
LIABILITAS DAN EKUITAS
(lanjutan)
LIABILITIES AND EQUITY
(continued)
EKUITAS (lanjutan)
Saldo laba (akumulasi rugi)
(akumulasi rugi sebesar
Rp567.723.113.356
dieliminasi melalui
kuasi reorganisasi pada
tanggal 30 Januari 2012)
EQUITY (continued)
2s,35
Sub-Jumlah
Kepentingan Nonpengendali
Total Ekuitas
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS
2b,19
13.426.647.820
-
318.108.028.773
304.681.380.953
Retained earning (accumulated losses)
(accumulated losses amounted to
Rp567,723,113,356
was eliminated as result of
the quasi reorganization
as of January 30, 2012)
(568.384.877.345)
(581.222.125.442 )
151.184.814.465
138.347.566.368
Sub-Total
Non-controlling Interest
91.469.263.056
93.790.143.819
55.104.291.573
54.583.664.112
409.577.291.829
398.471.524.772
206.289.106.038
192.931.230.480
Total Equity
414.611.350.180
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
682.611.125.989
664.884.602.661
*) Setelah mencerminkan penyesuaian kuasi reorganisasi (Catatan 2s dan 35).
421.366.403.319
*) After reflecting the quasi-reorganization adjustments (Notes 2s and 35).
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial statements form
an integral part of these consolidated financial statements taken as a
whole.
3
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan periode satu bulan
yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012
setelah kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
Years ended December 31, 2012 and 2011,
eleven months period ended
December 31, 2012 and
one month period ended January 30, 2012
after quasi-reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
Notes
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
PENJUALAN NETO
2l,21
1.305.116.747.447
1.219.197.629.033
85.919.118.414
1.246.290.753.836
NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN
2l,22
1.145.168.660.646
1.068.735.043.807
76.433.616.839
1.119.815.828.536
COST OF GOODS SOLD
159.948.086.801
150.462.585.226
9.485.501.575
126.474.925.300
GROSS PROFIT
917.646.272
11.677.492.209
LABA BRUTO
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012*
BEBAN (PENDAPATAN) OPERASI
Beban penjualan
2l
23
13.462.908.906
12.545.262.634
Beban umum dan administrasi
Beban operasi lainnya
Pendapatan operasi lainnya
24
25
26
73.368.203.760
10.567.008.599
(4.307.855.183 )
68.795.193.028
10.537.564.943
(1.336.172.209 )
93.090.266.082
Beban Operasi, Neto
LABA OPERASI
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
2l,4,5
2l,27
LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK
Beban Pajak, Neto
2n,16
LABA PERIODE BERJALAN
Laba komprehensif lain-lain
JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN
Laba/Jumlah laba rugi komprehensif
tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
19
JUMLAH
LABA PER SAHAM DASAR
2t,28
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
OPERATING EXPENSES (INCOME)
Selling expenses
General and administrative
expenses
Other operating expenses
Other operating incomes
4.573.010.732
29.443.656
(2.971.682.974)
57.639.491.159
12.912.754.701
(4.071.236.267 )
90.541.848.396
2.548.417.686
78.158.501.802
Operating Expenses, Net
66.857.820.719
59.920.736.830
6.937.083.889
48.316.423.498
INCOME FROM OPERATIONS
960.814.721
(17.023.982.788 )
906.573.608
(16.039.911.132)
50.794.652.652
44.787.399.306
54.241.113
(984.071.656)
6.007.253.346
434.124.079
(11.633.675.196)
37.116.872.381
(13.258.381.823 )
Finance income
Finance charges
INCOME BEFORE
TAX EXPENSE
(25.171.248.381 )
(23.182.017.249)
(1.989.231.132)
25.623.404.271
21.605.382.057
4.018.022.214
23.858.490.558
INCOME FOR THE PERIOD
Tax Expense, Net
-
-
-
-
Other comprehensive income
25.623.404.271
21.605.382.057
4.018.022.214
23.858.490.558
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE PERIOD
14.088.411.809
11.534.992.462
13.426.647.820
8.178.734.237
661.763.989
3.356.258.225
12.837.248.097
11.021.242.461
Income /Total comprehensive
income for the year
attributable to:
Equity holders of the parent entity
Non-controlling interest
25.623.404.271
21.605.382.057
4.018.022.214
23.858.490.558
TOTAL
9,78
9,32
0,46
8,91
BASIC EARNINGS PER SHARE
*) Setelah mencerminkan penyesuaian kuasi reorganisasi (Catatan 2s dan 35).
*) After reflecting the quasi-reorganization adjustments (Notes 2s and 35).
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial statements form
an integral part of these consolidated financial statements taken as a
whole.
4
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan
periode satu bulan yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012 setelah kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal saham dasar, ditempatkan
dan disetor penuh/
Capital stock authorized,
issued and
fully paid
Saldo per 1 Januari 2011/
31 Desember 2010
(Catatan 20)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
Years ended December 31, 2012 and 2011,
evelen months period ended December 31, 2012 and
one month period ended January 30, 2012 after quasi-reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/
Equity Attributable to Equity Holders of The Parent Entity
Komponen Ekuitas Lainnya/
Other Components of Equity
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali/
Selisih
Difference in the value
Tambahan
penilaian kembali
of restructuring
Modal Disetor/
aset/
transactions
Saldo Laba
Additional
Revaluation
among
(Akumulasi Rugi)/
Paid-in
increment of
companies under
Retained Earnings
Capital
assets
common control (Accumulated Losses)
Jumlah/
Total
-
(430.308.190)
Pelepasan kepentingan
nonpengendali
-
-
-
-
-
-
(1.000.000)
(1.000.000)
Disposal of
non-controlling interest
Pembayaran dividen kepada
kepentingan nonpengendali
-
-
-
-
-
-
(10.499.615.000)
(10.499.615.000)
Payments of dividends to
the non-controlling interests
Jumlah laba rugi komprehensif
tahun 2011
-
-
-
-
12.837.248.097
12.837.248.097
11.021.242.461
23.858.490.558
Total comprehensive income
for 2011
Saldo per 31 Desember 2011
720.000.000.000
-
-
151.184.814.465
55.104.291.573
206.289.106.038
Balance as of December 31, 2011
4.018.022.214
Total comprehensive income for
one month period ended
January 30, 2012
188.164.396.520
Revaluation increment
of assets conducted in
quasi-reorganization
-
Revaluation increment
of assets used to
eliminate accumulated losses
-
Restructuring transactions
among companies under
common control
that increase the
accumulated losses
Jumlah laba rugi komprehensif untuk
periode satu bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Januari 2012
Selisih penilaian kembali aset yang
dilakukan dalam rangka kuasi
reorganisasi
Selisih penilaian kembali aset yang
dipakai untuk mengeliminasi
akumulasi rugi
Selisih nilai transaksi
restrukturisasi
entitas sepengendali
yang menambah
akumulasi rugi
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
188.164.396.520
-
(188.164.396.520 )
-
661.763.989
-
-
188.164.396.520
430.308.190
(430.308.190 )
661.763.989
188.164.396.520
-
-
54.583.664.112
3.356.258.225
-
-
-
192.931.230.480
Balance as of January 1, 2011/
December 31, 2010
(Note 20)
-
(568.384.877.345 )
138.347.566.368
Ekuitas,
Neto/
Equity, Net
720.000.000.000
(430.308.190 )
(581.222.125.442 )
Kepentingan
nonpengendali/
Non-controlling
interest
The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken
as a whole.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
5
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan
periode satu bulan yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012 setelah kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal saham dasar, ditempatkan
dan disetor penuh/
Capital stock authorized,
issued and
fully paid
Penurunan nilai nominal saham
(468.000.000.000)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY (continued)
Years ended December 31, 2012 and 2011,
eleven months period ended December 31, 2012 and
one month period ended January 30, 2012 after quasi-reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/
Equity Attributable to Equity Holders of The Parent Entity
Komponen Ekuitas Lainnya/
Other Components of Equity
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali/
Selisih
Difference in the value
Tambahan
penilaian kembali
of restructuring
Modal Disetor/
aset/
transactions
Saldo Laba
Additional
Revaluation
among
(Akumulasi Rugi)/
Paid-in
increment of
companies under
Retained Earnings
Capital
assets
common control (Accumulated Losses)
-
-
-
468.000.000.000
Tambahan kepentingan
nonpengendali sehubungan
dengan kuasi reorganisasi
-
-
-
-
(35.329.594.021 )
Tambahan modal disetor
sehubungan dengan
kuasi reorganisasi
-
52.681.380.953
-
-
(52.681.380.953)
252.000.000.000
52.681.380.953
-
-
Saldo per 30 Januari 2012
setelah kuasi reorganisasi
-
Kepentingan
nonpengendali/
Non-controlling
interest
Jumlah/
Total
-
(35.329.594.021 )
-
-
Reduction in value of paid-in capital
-
Addition to non-controlling
interests in relation to
the quasi-reorganizattion
-
Additional paid-in-capital in relation
to quasi-reorganization
398.471.524.772
Balance as of January 30, 2012
after quasi-reorganization
8.178.734.237
21.605.382.057
Total comprehensive income for
eleven months period
ended December 31, 2012
(10.499.615.000)
(10.499.615.000)
Payments of dividends to
the non-controlling interests
91.469.263.056
409.577.291.829
35.329.594.021
304.681.380.953
Jumlah laba rugi komprehensif
periode sebelas bulan
yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012
-
-
-
-
13.426.647.820
13.426.647.820
Pembayaran dividen kepada
kepentingan nonpengendali
-
-
-
-
-
-
252.000.000.000
52.681.380.953
-
-
13.426.647.820
318.108.028.773
Saldo per 31 Desember 2012
Ekuitas,
Neto/
Equity, Net
93.790.143.819
Balance as of December 31, 2012
The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken
as a whole.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
6
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan
periode satu bulan yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012 setelah kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY (continued)
Years ended December 31, 2012 and 2011,
eleven months period ended December 31, 2012 and
one month period ended January 30, 2012 after quasi-reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/
Equity Attributable to Equity Holders of The Parent Entity
Komponen Ekuitas Lainnya/
Other Components of Equity
Modal saham dasar, ditempatkan
dan disetor penuh/
Capital stock authorized,
issued and
fully paid
Saldo per 31 Desember 2011
Selisih penilaian kembali aset yang
dilakukan dalam rangka kuasireorganisai
Selisih penilaian kembali aset yang
dipakai untuk mengeliminasi
akumulasi rugi
Selisih nilai transaksi
restrukturisasi
entitas sepengendali
yang menambah
akumulasi rugi
Penurunan nilai nominal saham
720.000.000.000
-
-
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali/
Selisih
Difference in the value
penilaian kembali
of restructuring
aset/
transactions
Saldo Laba
Revaluation
among
(Akumulasi Rugi)/
increment of
companies under
Retained Earnings
assets
common control (Accumulated Losses)
Tambahan
Modal Disetor/
Additional
Paid-in
Capital
-
-
-
-
(430.308.190)
188.164.396.520
(568.384.877.345 )
-
(188.164.396.520 )
-
-
-
-
-
430.308.190
(468.000.000.000)
-
-
-
188.164.396.520
(430.308.190 )
468.000.000.000
Kepentingan
nonpengendali/
Non-controlling
interest
Jumlah/
Total
151.184.814.465
188.164.396.520
-
Ekuitas,
Neto/
Equity, Net
55.104.291.573
206.289.106.038 Balance as of December 31, 2011
-
188.164.396.520
Revaluation increment
of assets conducted in
quasi-reorganization
-
Revaluation increment
of assets used to
eliminate accumulated losses
-
-
-
-
Restructuring transactions
among companies under
common control
that increase the
accumulated losses
-
-
-
Deduction paid-in capital
-
Addition to non-controlling
interests in relation to
the quasi-reorganizattion
-
Additional paid-in-capital in relation
to quasi-reorganization
Tambahan kepentingan
nonpengendali sehubungan
dengan kuasi reorganisasi
-
-
-
-
(35.329.594.021 )
Tambahan modal disetor
sehubungan dengan
kuasi reorganisasi
-
52.681.380.953
-
-
(52.681.380.953)
Jumlah laba rugi komprehensif
tahun 2012
-
-
-
-
14.088.411.809
14.088.411.809
11.534.992.462
25.623.404.271
Total comprehensive income
for 2012
Pembayaran dividen kepada
kepentingan nonpengendali
-
-
-
-
-
-
(10.499.615.000)
(10.499.615.000)
Payments of dividends to
the non-controlling interests
Saldo per 31 Desember 2012
252.000.000.000
52.681.380.953
-
-
13.426.647.820
(35.329.594.021 )
35.329.594.021
-
318.108.028.773
-
91.469.263.056
409.577.291.829 Balance as of December 31, 2012
The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken
as a whole.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
7
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan periode satu bulan
yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012
setelah kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Penerimaan kas dari:
Pendapatan sewa
Penghasilan bunga dan lain-lain
Restitusi pajak
Pembayaran kas kepada pemasok
Pembayaran kas untuk:
Gaji dan upah
Beban usaha (di luar
gaji dan upah)
Pajak penghasilan badan
dan pajak lainnya
Beban bunga
Kas neto yang diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan (kenaikan) uang muka
pembelian aset tetap
Penerimaan dividen neto
Hasil penjualan
aset tetap
Pembelian aset tetap,
termasuk uang muka
pembelian aset
melalui pembiayaan konsumen
Biaya terkait tanaman belum
menghasilkan
Hasil penjualan neto
penyertaan saham
Penambahan penyertaan
saham
Kas neto digunakan untuk
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan pinjaman
bank jangka pendek
Pembayaran pinjaman bank jangka
panjang
Pembayaran dividen kepada
kepentingan nonpengendali
Pembayaran kewajiban sewa
pembiayaan
Pembayaran pinjaman
pembiayaan konsumen
Kas neto diperoleh dari (digunakan
untuk) aktivitas pendanaan
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
CASH FLOWS
Years ended December 31, 2012 and 2011,
eleven months period ended
December 31, 2012 and
one month period ended January 30, 2012
after quasi-reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012*
1.306.063.846.629
1.208.063.955.657
1.776.981.485
1.728.131.085
960.814.720
906.573.607
944.177.672
918.113.052
(1.159.954.288.622) (1.058.526.284.454)
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
97.999.890.972
1.290.361.835.067
48.850.400
3.231.783.553
54.241.113
455.329.835
26.064.620
1.139.877.033
(101.428.004.168) (1.142.342.234.579 )
(49.677.052.812 )
(45.337.259.847)
(4.339.792.965)
(50.501.636.909 )
(51.536.543.175 )
(49.850.813.518)
(1.685.729.657)
(51.600.301.905 )
(21.256.020.691 )
(16.575.618.730 )
(20.936.556.234)
(15.634.549.055)
(319.464.457)
(941.069.675)
(19.715.934.031 )
(10.227.919.355 )
10.746.296.476
21.331.310.293
(10.585.013.817)
9
1.788.599.618
320.999.980
1.792.404.119
319.015.350
(3.804.501)
1.984.630
11
308.469.000
308.469.000
11
(9.019.793.241 )
(8.444.402.625)
(575.390.616)
(15.971.803.245 )
(569.709.906 )
(569.669.906)
(40.000)
(499.628.755 )
-
-
-
-
-
-
-
(7.171.434.549 )
(6.594.184.062)
(577.250.487)
20.800.798.709
(3.388.353.118 )
294.506.145
450.960.000
230.050.740
(1.000.000 )
(18.885.268.233 )
8
1.999.900.342.395
(1.946.772.970.744)
1.844.014.563.266
(1.833.885.934.781)
(10.499.615.000 )
(10.499.615.000)
(2.335.634.005 )
(2.116.856.625)
155.885.779.129
34.543.997.148
(112.887.035.963)
(18.349.913.200 )
(218.777.380)
-
-
-
40.292.122.646
(2.487.843.140)
42.779.965.786
*) Setelah mencerminkan penyesuaian kuasi reorganisasi (Catatan 2s dan 35).
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
(10.499.615.000 )
(1.613.395.611 )
(7.200.000 )
4.073.873.337
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Cash received from customers
Cash received from:
Rent income
Interest income and others
Tax refunds
Cash payments to suppliers
Cash payments for:
Salaries and wages
Operating expenses (excluding
salaries and wages)
Corporate income tax
and other taxes
Interest expense
Net cash provided by
(used in) operating activities
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Decrease (increase) in advances for
purchases of fixed assets
Net dividend income
Proceeds from disposal of
fixed assets
Acquisitions of
fixed assets, including
advance for purchase of
assets through
consumer financing
Cost related to immature
plantations
Net proceeds from sale of
investment in shares of stock
Addition of investment
in shares of stock
Net cash used in
investing activities
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Additions to
short-term bank loans
Payments of long-term bank loans
Payment of dividends to
the non-controlling interest
Payments of obligations under
finance lease
Payments of consumer
financing loan
Net cash provided by (used in)
financing activities
*) After reflecting the quasi-reorganization adjustments (Notes 2s and 35).
The accompanying notes to the consolidated financial statements form
an integral part of these consolidated financial statements taken as a
whole.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011,
periode sebelas bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan periode satu bulan
yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012
setelah kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
KENAIKAN
NETO KAS DAN SETARA KAS
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
43.866.984.573
DAMPAK NETO PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS KAS DAN
SETARA KAS
(2.309.884.282 )
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
CASH FLOWS (continued)
Years ended December 31, 2012 and 2011,
eleven months period ended
December 31, 2012 and
one month period ended January 30, 2012
after quasi-reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Period Eleven
Months Ended
December 31,
2012
12.249.283.091
(2.643.652.941)
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
Period One
Month Ended
January 30,
2012*
31.617.701.482
333.768.659
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
5.989.403.813
NET INCREASE
IN CASH AND CASH
EQUIVALENTS
185.261.935
NET EFFECTS OF CHANGES
IN EXCHANGE RATE
ON CASH AND
CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL PERIODE
4
44.100.518.397
76.051.988.538
44.100.518.397
37.925.852.649
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR PERIODE
4
85.657.618.688
85.657.618.688
76.051.988.538
44.100.518.397
*) Setelah mencerminkan penyesuaian kuasi reorganisasi (Catatan 2s dan 35).
CASH AND CASH
EQUIVALENTS AT
BEGINNING OF PERIOD
CASH AND CASH
EQUIVALENTS
AT END OF PERIOD
*) After reflecting the quasi-reorganization adjustments (Notes 2s and 35).
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial statements form
an integral part of these consolidated financial statements taken as a
whole.
9
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
UMUM
a.
1.
Pendirian Perusahaan
GENERAL
a.
The Company’s establishment
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (“Perusahaan”)
didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih
berdasarkan akta Notaris Paul Tamara
No. 7 tanggal 16 April 1974. Akta pendirian
Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal
3 Oktober 1974 dan diumumkan dalam
Tambahan No. 2488 dari Berita Negara
No. 37 tanggal 10 Mei 1994. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan. Perubahan terakhir dengan Akta
Notaris Dr.Irawan Soerodjo, SH, MSi No. 267
tanggal 29 November 2011 mengenai
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk
melakukan kuasi reorganisasi dan telah
disahkan
oleh
Menteri
Hukum
dan
Hak
Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
dalam
Surat
Keputusan
No. AHU04784.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal
30 Januari 2012.
PT
Prasidha
Aneka
Niaga
Tbk
(the “Company”) was established under
the name of PT Aneka Bumi Asih based on
the Notarial Deed No. 7 of Paul Tamara dated
April 16, 1974. The deed of the Company’s
establishment was approved by the Ministry of
Justice in its Decision Letter No. Y.A.5/358/23
dated October 3, 1974 and was published in
the Supplement No. 2488 of State Gazette
No.
37
dated
May
10,
1994.
Its Articles of Association has been amended
several times. The latest amendment was
covered by Notarial Deed No. 267 of
Dr. Irawan Soerodjo, SH, MSi dated
November
29,
2011
regarding
the
amendments of the Company’s Articles of
Association to conduct quasi-reorganization
and was approved by the Minister of Laws and
Human Rights of the Republic of Indonesia in
its
Decision
Letter
No.
AHU04784.AH.01.02.Year 2012 dated January 30,
2012.
Perusahaan berdomisili di Jalan Jenderal
Sudirman No. 47, Jakarta Selatan dan
pabriknya berlokasi di Jalan Ki Kemas Rindho,
Kertapati, Palembang. Perusahaan saat ini
bergerak dalam bidang pengolahan dan
perdagangan hasil bumi. Perusahaan memulai
kegiatan usaha komersialnya pada tahun
1974.
The Company is domiciled at Jenderal
Sudirman Street No. 47, South Jakarta and its
factory is located at Ki Kemas Rindho Street,
Kertapati, Palembang. The Company is
currently engaged in agricultural products
processing and trading. The Company started
its commercial operations in 1974.
Innovest Offshore Venture Ltd., British Virgin
Island adalah entitas induk langsung dan
entitas induk terakhir Perusahaan dan Entitas
Anak.
Innovest Offshore Venture Ltd., British Virgin
Island, is the direct parent company and
ultimate parent company of the Company and
Subsidiaries.
10
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.
UMUM (lanjutan)
b.
c.
GENERAL (continued)
b. The Company’s public offerings
Penawaran umum efek Perusahaan
Pada
tanggal
22
September
1994,
berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar
Modal (BAPEPAM) No. S-1645/PM/1994,
Perusahaan melalui Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya (yang telah bergabung menjadi
Bursa
Efek
Indonesia)
menawarkan
30.000.000 lembar sahamnya dengan nilai
nominal Rp1.000 per saham kepada
masyarakat dengan harga jual Rp3.000
per saham. Perbedaan antara jumlah nilai
nominal dengan jumlah harga jual saham (agio
saham) tersebut sebesar Rp60.000.000.000.
On September 22, 1994, based on the Capital
Market Supervisory Agency
(BAPEPAM)
Letter No. S-1645/PM/1994, the Company
offered to the public through the Jakarta
and Surabaya Stock Exchanges (which have
merged to become the Indonesia Stock
Exchange) 30,000,000 shares with Rp1,000
par value a share at the selling price per share
of Rp3,000. The difference between the total
par value and selling price of the shares
sold
(capital
paid
in
excess
of par value) amounted to Rp60,000,000,000.
Pada tahun 1997, Perusahaan membagikan
saham bonus (untuk setiap pemegang
2 saham yang tercatat dalam daftar pemegang
saham tanggal 8 Juli 1997, berhak atas
1 saham bonus).
In 1997, the Company distributed bonus
shares (1 bonus share for every 2 shares held
by the shareholders on record as of
July 8, 1997).
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan
mengubah nilai nominal saham dari Rp500 per
lembar saham menjadi Rp175 per lembar
saham. Penurunan nominal saham ini
diperlukan Perusahaan untuk melakukan kuasi
reorganisasi secara hukum. Perusahaan dan
Entitas Anak melakukan kuasi reorganisasi
secara konsolidasian. Selisih penilaian kembali
aset dari Perusahaan dan Entitas Anak
dieliminasi terhadap akumulasi rugi secara
konsolidasian.
As of January 30, 2012, the Company
changed the par value from Rp500 per share
to become Rp175 per share. The reduction of
share was needed by the Company to conduct
quasi-reorganization legally. The quasireorganization
is
conducted
on
the consolidated basis. The revaluation
increment in the asset values of the Company
and Subsidiaries is eliminated against
the accumulated losses on consolidated basis.
Struktur Entitas Anak yang dikonsolidasi
c.
The details of Subsidiaries which are
consolidated directly or indiretly, are as
follows:
Rincian mengenai Entitas Anak yang
dikonsolidasi, baik secara langsung maupun
tidak langsung, adalah sebagai berikut:
Domisili dan
tahun usaha
komersial
dimulai/
Domicile
and year
commercial
Entitas Anak/
Subsidiaries
Bidang usaha/
Business
Structure of consolidated Subsidiaries
Persentase pemilikan efektif (%)/
Effective percentage of ownership (%)
operations
started
31 Des. 2012 30 Jan. 2012/
Dec. 31, 2012 Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Jumlah aset
(dalam jutaan Rupiah)
Total assets
(in millions Rupiah)
31 Des. 2012/ 30 Jan. 2012/ 31 Des. 2011/
Dec. 31, 2012 Jan. 30, 2012 Dec. 31, 2011
Langsung/Direct
PT Aneka Coffee
Industry (“ACI”)
Pabrik kopi bubuk dan
instan /Roasted and
instant coffee
manufacturing
PT Aneka Bumi
Kencana
Pengolahan dan
perdagangan hasil bumi/
Agricultural products
processing and trading
Sidoarjo, 1996
65,0000
65,0000
65,0000
284.785
Surabaya, 1984
99,9900
99,9900
99,9900
25.474
11
282.461 168.836
26.683
6.470
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.
UMUM (lanjutan)
c.
Struktur Entitas Anak yang dikonsolidasi
(lanjutan)
Entitas Anak/
Subsidiaries
Bidang usaha/
Business
GENERAL (continued)
c.
Domisili dan
tahun usaha
komersial
dimulai/
Domicile
and year
commercial
operations
started
Structure of consolidated Subsidiaries
(continued)
Persentase pemilikan efektif (%)/
Effective percentage of ownership (%)
31 Des. 2012
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Jumlah aset
(dalam jutaan Rupiah)
Total assets
(in millions Rupiah)
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Langsung (lanjutan)/
Direct (continued)
PT Tirtha Harapan Bali
Pengolahan dan
perdagangan hasil bumi/
Agricultural products
processing and trading
Singaraja, 1973
99,9900
99,9900
99,9900
4.418
4.637
898
Perkebunan dan
pengolahan hasil bumi/
Plantation and agriculture
processing products
Bengkulu, 1989
61,1020
61,1020
61,1020
9.576
13.826
11.683
Tidak langsung/Indirect
PT Indoarabica
Mangkuraja
PT Aneka Widya Graha (“AWG”)
PT Aneka Widya Graha (“AWG”)
Berdasarkan Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., Msi. No. 217 pada tanggal 30 Maret
2011, para pemegang saham AWG menyetujui
pengalihan utang kepada Perusahaan sebesar
Rp5.833.000.000 menjadi saham dengan
menerbitkan 5.833.000 lembar saham baru
dengan nilai nominal Rp1.000 per saham. Hal
ini tidak mengubah kepemilikan saham
Perusahaan terhadap AWG.
Based on the notarial deed of Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., Msi. No. 217 dated March 30,
2011, the shareholders of AWG approved
the conversion of existing payables to
the Company amounting to Rp5,833,000,000
into share capital with issuance of 5,833,000
new shares with par value of Rp1,000 per
share. This transaction did not
affect
the Company’s ownership interest in AWG.
Lebih lanjut lagi pada tanggal 2 Mei 2011,
Perusahaan menyetujui untuk menjual seluruh
saham AWG yang dimiliki oleh Perusahaan
kepada pihak ketiga, yang diaktakan dengan
Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi.
No. 5 dan 6 dengan harga penjualan sebesar
Rp94.132.000.
Furthermore on May 2, 2011, the Company
agreed to sell all shares of AWG, owned by
the Company to third parties, which is
notarized by the Notarial Deed of Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., Msi. No. 5 and 6 with selling
price amounting to Rp94,132,000.
Sehubungan dengan kedua transaksi tersebut,
laba penjualan penyertaan saham bersih yang
diakui adalah sebesar Rp63.927.560, setelah
dikurangi
biaya-biaya
atas
penjualan
penyertaan tersebut dan amortisasi kelebihan
nilai aset bersih atas biaya perolehan entitas
anak yang dikonsolidasi, neto (Catatan 26),
dan dicatat sebagai bagian dari “Pendapatan
Operasi Lainnya” pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
In accordance with those two transactions,
the gain on sale of investment in shares of
stocks, net recognized is Rp63,927,560, after
deducting related expenses and amortization of
the excess of net assets of consolidated
subsidiary over the cost of investment, net
(Note 26), and was recorded as part of “Other
Operating Income” in the consolidated
statement of comprehensive income.
12
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.
UMUM (lanjutan)
c.
d.
Struktur Entitas Anak yang dikonsolidasi
(lanjutan)
GENERAL (continued)
c.
Structure of consolidated Subsidiaries
(continued)
PT Aneka Sumber Kencana (“ASK”) dan
PT Lampung Sumber Kencana Pelleting
Factory (“LSKPF”)
PT Aneka Sumber Kencana (“ASK”) and
PT Lampung Sumber Kencana Pelleting
Factory (“LSKPF”)
Pada tanggal 6 April 2011, Perusahaan
menyetujui untuk membeli seluruh saham ASK
dan LSKPF yang dimiliki oleh kepentingan
nonpengendali, yang diaktakan dengan Akta
Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi. No. 23
dan 25 dengan harga pembelian masingmasing sebesar Rp1.000.000. Sebagai
akibatnya, Perusahaan menjadi pemilik 100%
saham atas ASK dan LSKPF.
On April 6, 2011, the Company agreed to buy
all shares of ASK and LSKPF, owned by noncontrolling interest, which was notarized by the
Notarial Deed of Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
Msi. No. 23 and 25 with purchase price
amounting to Rp1,000,000 each. As a result,
the Company became the owner of 100%
shares of ASK and LSKPF.
Pada tanggal 26 April 2011 dan 28 April 2011,
Perusahaan menerima surat persetujuan
masing-masing dari PT Bank Danamon
Indonesia Tbk (“Danamon”) dan PT Bank DBS
Indonesia (“DBS”), kreditur utama Perusahaan,
dimana Danamon dan DBS menyetujui
proposal Perusahaan, untuk melakukan
merger vertikal dengan ASK dan LSKPF,
Entitas Anak, untuk melaksanakan kuasireorganisasi dan menjual saham di AWG
(Catatan 17 dan 20).
On April 26, 2011 and April 28, 2011,
the Company received the Consent Letter from
PT
Bank
Danamon
Indonesia
Tbk
(“Danamon”) and PT Bank DBS Indonesia
(“DBS”), respectively, the Company’s main
creditors, whereby, Danamon and DBS have
agreed with the Company’s proposals, to
merge vertically with ASK and LSKPF,
Subsidiaries, to perform quasi-reorganization,
and to sell its share in AWG (Notes 17 and
20).
Lebih lanjut pada tanggal 24 Juni 2011, para
pemegang saham Perusahaan menyetujui
merger antara Perusahaan, ASK dan LSKPF,
Entitas Anak, yang diaktakan dengan Akta
Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi.
No. 265. Sehubungan dengan transaksi
tersebut, ASK dan LSKPF bergabung ke
dalam Perusahaan dan menjadi bubar karena
hukum tanpa proses likuidasi. Tidak terdapat
laba atau rugi atas transaksi ini dimana akunakun dicatat pada nilai buku.
Furthermore,
on
June
24,
2011,
the Company’s shareholders approved the
Company to merge with ASK and LSKPF,
Subsidiaries, which was notarized by the
Notarial Deed of Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
Msi. No. 265. In accordance with this
transaction, ASK and LSKPF merged into the
Company and became dissolve without
liquidation process. No gain or losses were
recognized for this transaction since the
accounts were recorded at book value.
Karyawan, Dewan Komisaris, Direksi dan
Komite Audit
d.
Employees, Board of Commissioners,
Directors and Audit Committee
As of December 31, 2012, January 30, 2012
and December 31, 2011, the members of
the Company’s Board of Commissioners,
Directors, and Audit Committee are as follows:
Pada tanggal 31 Desember 2012, 30 Januari
2012 dan 31 Desember 2011, susunan
anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite
Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
13
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.
UMUM (lanjutan)
GENERAL (continued)
d. Karyawan, Dewan Komisaris, Direksi dan
Komite Audit (lanjutan)
Presiden Komisaris
Wakil Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Presiden Direktur
Wakil Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
d.
Employees, Board of Commissioners,
Directors and Audit Committee (continued)
:
:
:
:
:
:
Dewan Komisaris/
Board of Commissioners
Mansjur Tandiono
Widyono Lianto
Made Sudharta
Agus Soegiarto
Fery Yennoto
Robertus Sukamto
:
:
:
:
:
:
President Commissioner
Vice President Commissioner
Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner
Independent Commissioner
:
:
:
:
:
:
Direksi/
Directors
Jeffry Sanusi Soedargo
Didik Tandiono
H. Sjamsul Bachri Uding
Budi Pringgosusanto
Lie Sukiantono Budinarta
Moenardji Soedargo
:
:
:
:
:
:
President Director
Vice President Director
Director
Director
Director
Director
:
:
:
Chairman
Member
Member
Komite Audit/
Audit Committee
Ketua
Anggota
Anggota
2.
:
:
:
Fery Yennoto
Vonalita Santoso
Daniel
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki 548
(lima ratus empat puluh delapan), 542 (lima
ratus empat puluh dua) dan 552 (lima ratus
lima puluh dua) karyawan tetap (tidak diaudit)
masing-masing pada tanggal 31 Desember
2012, 30 Januari 2012 dan 31 Desember
2011.
The Company and Subsidiaries have total of
548 (five hundred and forty eight), 542 (five
hundred and forty two) and 552 (five hundred
and
fifty
two)
permanent
employees
(unaudited) as of December 31, 2012,
January 30, 2012 and December 31, 2011,
respectively.
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab
atas
penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian yang telah diselesaikan dan
diotorisasi untuk terbit pada tanggal 14 Maret
2013.
The management of the Company is
responsible for the preparation of the
consolidated financial statements which were
completed and authorized for issue on
March 14, 2013.
IKHTISAR
SIGNIFIKAN
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
Presented below are the significant accounting
policies adopted in preparing the consolidated
financial statements of the Company and
Subsidiaries.
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang
signifikan yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan
Entitas Anak.
14
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
a.
Dasar penyusunan
konsolidasian
laporan
2.
keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
a.
Basis of preparation
financial statements
of
consolidated
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun
dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”),
yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi
Keuangan,
Ikatan
Akuntan
Indonesia dan peraturan-peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk perusahaan
publik. Seperti yang diungkapkan dalam
catatan-catatan terkait berikutnya, beberapa
standar akuntansi yang telah direvisi dan
diterbitkan yang diterapkan efektif pada
tanggal 1 Januari 2012.
The consolidated financial statements have
been prepared
in
accordance
with
Indonesian Financial Accounting Standards
(“SAK”), which comprise the Statements
and
Interpretations
issued
by
the Board of Financial Accounting Standards
of the Indonesian Institute of Accountants
and the Regulations and the Guidelines
on
Financial
Statement
Presentation
and Disclosures issued by by the Capital
Market and Financial Institutions Supervisory
Agency (BAPEPAM-LK) for publicly-listed
companies. As disclosed further in the relevant
succeeding notes, several amended and
published accounting standards are effectively
adopted on January 1, 2012.
Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan
arus kas konsolidasian, dan menggunakan
konsep biaya historis, kecuali seperti yang
disebutkan dalam Catatan atas laporan
keuangan konsolidasian yang relevan.
The consolidated financial statements have
been prepared on the accrual basis, except for
the consolidated statements of cash flows, and
using the historical cost concept of accounting,
except as disclosed in the relevant Notes
herein.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara
kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan dengan
menggunakan metode langsung.
The consolidated statements of cash flows
present receipts and payments of cash and
cash equivalents classified into operating,
investing and financing activities using
the direct method.
Mata uang penyajian yang digunakan pada
laporan keuangan konsolidasian adalah
Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
The presentation currency used in the
consolidated
financial
statements
is
Indonesian Rupiah, which is the Company and
Subsidiaries’ functional currency.
15
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
2.
Prinsip-prinsip konsolidasian
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Principles of consolidation
Laporan keuangan konsolidasian meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan Entitas
Anak seperti yang disebutkan pada Catatan 1c
yang dimiliki oleh Perusahaan (secara
langsung atau tidak langsung) dengan
kepemilikan saham lebih dari 50% dan
dikendalikan oleh Perusahaan.
The consolidated financial statements include
the accounts of the Company and Subsidiaries
mentioned in Note 1c, in which the Company
maintains (directly or indirectly) equity
ownership of more than 50% and is controlled
by the Company.
Seluruh transaksi dan saldo akun antar
perusahaan yang signifikan (termasuk laba
atau rugi yang belum direalisasi) telah
dieliminasi.
All significant intercompany transactions and
account balances (including the related
unrealized gains or losses) have been
eliminated.
Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak
tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan
memperoleh pengendalian, sampai dengan
tanggal entitas induk kehilangan pengendalian.
Subsidiaries are fully consolidated from
the date of acquisitions, being the date on
which the Company obtained control, and
continue to be consolidated until the date such
control ceases.
Seluruh laba rugi komprehensif entitas anak
diatribusikan pada pemilik entitas induk dan
pada kepentingan nonpengendali (KNP)
bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP
mempunyai saldo defisit.
Total comprehensive income within a
subsidiary is attributed to the owners of
the parent and to the non-cotrolling interest
(NCI) even if that results in a deficit balance.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu
Entitas Anak, maka Perusahaan:

menghentikan pengakuan aset (termasuk
setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;

menghentikan pengakuan jumlah tercatat
setiap KNP;

menghentikan
pengakuan
akumulasi
selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas,
jika ada;

mengakui nilai wajar pembayaran yang
diterima;

mengakui setiap sisa investasi pada nilai
wajarnya;

mengakui
setiap
perbedaan
yang
dihasilkan sebagai keuntungan atau
kerugian diakui sebagai laba rugi; dan

mereklasifikasi
bagian
induk
atas
komponen yang sebelumnya diakui
sebagai laba komprehensif lainnya ke
laba rugi, atau mengalihkan secara
langsung ke saldo laba.
In case of loss of control over a Subsidiary,
the Company:

derecognizes the assets (including
goodwill) and liabilities of the subsidiary;

derecognizes the carrying amount of any
NCI;

derecognizes the cumulative translation
differences, recorded in equity, if any;




16
recognizes
the
fair
value
of
the consideration received;
recognizes the fair value of any
investment retained;
recognizes any surplus or deficit in profit
or loss; and
reclassifies the parent’s share of
components previously recognized in
profit or loss or retained earnings, as
appropriate.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
2.
Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Principles of consolidation (continued)
NCI represents the portion of the profit or loss
and net assets of the Subsidiaries attributable
to equity interests that are not owned directly
or indirectly by the Company, which are
presented respectively in the consolidated
statements of comprehensive income and
under equity section of the consolidated
statements of financial position, respectively,
separately from the corresponding portion
attributable to the equity holders of the parent
entity.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi
dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak
dapat diatribusikan secara langsung maupun
tidak langsung oleh Perusahaan, yang masingmasing disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk.
c.
Kombinasi Bisnis
c.
Business Combinations
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan
secara prospektif PSAK 22 (Revisi 2010),
“Kombinasi Bisnis” yang berlaku bagi
kombinasi bisnis yang terjadi pada atau
setelah awal tahun/periode buku yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.
The Company and Subsidiaries prospectively
adopted PSAK 22 (Revised 2010), “Business
Combinations”, applicable for business
combinations that occur on or after
the beginning of a financial year/period
commencing on or after January 1, 2011.
Sesuai dengan ketentuan transisi
dari
PSAK 22 (Revisi 2010), sejak tanggal
1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas Anak:
In accordance with the transitional provision
of PSAK 22 (Revised 2010), starting
January 1, 2011, the Company and
Subsidiary:
 ceased the goodwill amortization;
 eliminated the carrying amount of
the related accumulated amortization of
goodwill; and
 performed an impairment test of goodwill
in accordance with PSAK 48 (Revised
2009), “Impairment of Assets”.


menghentikan amortisasi goodwill;
mengeliminasi jumlah tercatat akumulasi
amortisasi goodwill terkait; dan

melakukan uji penurunan nilai atas
goodwill sesuai dengan PSAK 48 (Revisi
2009), “Penurunan Nilai Aset”.
Business combinations are accounted for
using the acquisition method. The cost of an
acquisition is measured as the aggregate of
the consideration transferred, measured at
acquisition date fair value and the amount of
any NCI in the acquiree. For each business
combination, the acquirer measures the NCI
in the acquiree either at fair value or at
the proportionate share of the acquiree’s
identifiable net assets. Acquisition costs
incurred are directly expensed and included in
administrative expenses.
Kombinasi
bisnis
dicatat
dengan
menggunakan
metode
akuisisi.
Biaya
perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada
nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur
pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi.
Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak
pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang
teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi.
Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan
langsung dan disertakan dalam beban-beban
administrasi.
17
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
c.
2.
Kombinasi Bisnis (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
c.
Business Combinations (continued)
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis,
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas
keuangan yang diambil alih berdasarkan pada
persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan
kondisi terkait lain yang ada pada tanggal
akuisisi. Hal ini termasuk pengelompokan
derivatif melekat dalam kontrak utama oleh
pihak yang diakuisisi.
When the Company and Subsidiaries acquire
a business, it assesses the financial assets
acquired
and
liabilities
assumed
for
appropriate classification and designation in
accordance with the contractual terms,
economic circumstances and pertinent
conditions as at the acquisition date. This
includes the separation of embedded
derivatives in host contracts by the acquiree.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan
secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur
kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki
sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada
nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui
keuntungan atau kerugian yang dihasilkan
dalam laba rugi.
If the business combination is achieved in
stages, the acquisition date fair value of
the acquirer’s previously held equity interest
in the acquiree is remeasured to fair value at
the acquisition date through profit or loss.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur
pada harga perolehan yang merupakan selisih
lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan
dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari
aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih. Jika imbalan tersebut
kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak
yang diakuisisi, selisih tersebut diakui di dalam
laporan laba rugi sebagai keuntungan dari
pembelian dengan diskon setelah sebelumnya
manajemen menilai kembali identifikasi dan
nilai wajar dari aset yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih.
At acquisition date, goodwill is initially
measured at cost being the excess of
the aggregate of the consideration transferred
and the amount recognized for NCI over
the net identifiable assets acquired and
liabilities assumed. If this consideration is
lower than the fair value of the net assets of
the subsidiary acquired, the difference is
recognized in profit or loss as gain on bargain
purchase after previously assessing the
identification and fair value measurement of
the acquired assets and the assumed
liabilities.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada
jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian
penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan
nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu
kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas
(“UPK”) dari Perusahaan dan Entitas Anak
yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi
kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset
atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi
ditetapkan atas UPK tersebut.
After initial recognition, goodwill is measured
at cost less any accumulated impairment
losses. For the purpose of impairment testing,
goodwill acquired in a business combination
is, from the acquisition date, allocated to each
of the Company and Subsidiary’s cashgenerating units (“CGU”) that are expected to
benefit from the combination, irrespective of
whether other assets or liabilities
of
the acquiree are assigned to those CGUs.
18
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
c.
2.
Kombinasi Bisnis (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
c.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu
UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut
dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan
dengan operasi yang dihentikan tersebut
termasuk dalam jumlah tercatat operasi
tersebut ketika menentukan keuntungan atau
kerugian dari pelepasan. Goodwill yang
dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai
relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK
yang ditahan.
d.
e.
Business Combinations (continued)
Where goodwill forms part of a CGU and part
of the operation within that CGU is disposed
of, the goodwill associated with the operation
disposed of is included in the carrying amount
of the operation when determining the gain or
loss on disposal of the operation. Goodwill
disposed of in this circumstance is measured
based on the relative values of the operation
disposed of and the portion of the CGU
retained.
Kas dan setara kas serta deposito
berjangka yang dibatasi penggunaannya
d.
Cash and cash equivalents and restricted
time deposits
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan
semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu
3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal
penempatan dan tidak dijaminkan atas pinjaman
serta tidak dibatasi penggunaannya.
Cash and cash equivalents consist of all
unrestricted cash on hand and in banks and
investments with maturities of 3 (three) months
or less from the dates of placement and not
pledged as collateral to loans.
Deposito berjangka dengan pembatasan
penggunaannya disajikan sebagai “Deposito
Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya”.
Time deposits that are restricted in used are
classified as “Restricted Time Deposit”.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
e.
Transactions with related parties
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan
PSAK 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi”. PSAK ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo
pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen,
dalam laporan keuangan konsolidasian dan
juga diterapkan terhadap laporan keuangan
secara individual.
The Company and Subsidiaries applied
PSAK 7 (Revised 2010), “Related Party
Disclosures”. The PSAK requires disclosure of
related party relationships, transactions and
outstanding balances, including commitments,
in the consolidated financial statements and
also applies to individual financial statements.
Transaksi
ini
dilakukan
berdasarkan
persyaratan yang disetujui oleh kedua belah
pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin
tidak sama dengan transaksi lain yang
dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
The transactions are made based on terms
agreed by the parties, where as such terms
may not be the same as those transactions
with unrelated parties.
Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan
dalam catatan-catatan atas laporan keuangan
konsolidasian yang relevan.
All significant transactions and balances with
related parties are disclosed in the relevant
notes to the consolidated financial statements.
19
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
f.
g.
2.
Persediaan
f.
Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang
lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan
dengan menggunakan metode rata-rata
bergerak (moving-average method). Nilai
realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam
kegiatan usaha biasa, dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang
diperlukan untuk membuat penjualan.
Inventories are stated at the lower of cost or
net realizable value. Cost is determined using
the moving-average method. Net realizable
value is the estimated selling price in the
ordinary course of business, less the
estimated costs of completion and the
estimated costs
necessary
to
make
the sale.
Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan
penyisihan
untuk
keusangan
dan/atau
penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil
penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai
realisasi neto persediaan.
The Company and Subsidiaries provides
allowance for obsolescence and/or decline in
market values of inventories based on periodic
reviews of the physical conditions and net
realizable values of the inventories.
Biaya dibayar di muka
g. Prepaid expenses
Prepaid expenses are amortized and charged
to operations over the periods benefited.
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan
dibebankan pada operasi selama masa
manfaatnya.
h.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Tanaman perkebunan
h. Plantations
Tanaman perkebunan kopi diklasifikasikan
dalam tanaman perkebunan yang belum
menghasilkan dan menghasilkan. Tanaman
perkebunan
yang
belum
menghasilkan
dinyatakan sebesar harga perolehan, dimana
telah mencakup akumulasi biaya dari
penanaman, penyuburan, dan pemeliharaan
tanaman, dan alokasi biaya tidak langsung.
Tanaman
perkebunan
yang
belum
menghasilkan akan direklasifikasi ke tanaman
perkebunan yang menghasilkan saat tanaman
perkebunan
dapat
dipanen.
Tanaman
perkebunan yang belum menghasilkan tidak
diamortisasi dan dicatat sebagai bagian dari
“Aset Tidak Lancar” dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Coffee plantations are classified into immature
plantations and mature plantations. Immature
plantations are stated at cost, which consists
of accumulated costs of planting, fertilizing and
up-keeping of the plantations, and allocations
of indirect overhead costs. Immature
plantations will be reclassified to the mature
plantations at the time the plants become
harvestable. Immature plantations are not
amortized and recorded as a part of “NonCurrent Assets” in the consolidated statements
of financial position.
Tanaman perkebunan yang menghasilkan
dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi
akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai.
Tanaman perkebunan yang menghasilkan
diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus atas umur produktif ekonomi, yaitu
20 (dua puluh) tahun.
Mature plantations are stated at cost less
accumulated amortization and impairment
losses. Mature plantations are amortized using
the straight-line method over their economic
productive life of 20 (twenty) years.
20
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
2.
Aset tetap
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
i.
Fixed Assets
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK 16 (Revisi
2011), “Aset Tetap” dan ISAK 25, “Hak atas
Tanah”.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted PSAK 16 (Revised
2011), “Fixed Assets” and ISAK 25, “Land
Rights”.
ISAK 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan
legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna
Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”)
dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh
pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan
tidak
diamortisasi.
Sementara
biaya
pengurusan
atas
perpanjangan
atau
pembaruan legal hak atas tanah dalam
bentuk HGU, HGB dan HP diakui sebagai
bagian dari akun “Beban Ditangguhkan, Neto”
pada laporan posisi keuangan konsolidasian
dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
pendek antara umur hukum hak dan umur
ekonomik tanah.
ISAK 25 prescribes that the legal cost of land
rights in the form of Business Usage Rights
(“Hak Guna Usaha” or “HGU”), Building Usage
Right (Hak Guna Bangunan or “HGB”) and
Usage Rights (“Hak Pakai” or “HP”) when the
land was acquired initially are recognized as
part of the cost of the land under the “Fixed
Assets” account and not amortized. Meanwhile
the extension or the
legal
renewal
costs of land rights in the form of
HGU, HGB and HP were recognized as
part of “Deferred Charges, Net” account in
the consolidated statements of financial
position and were amortized over the shorter
of the rights' legal life and land's economic life.
Penerapan PSAK 16 (Revisi 2011) dan
ISAK 25 tidak memberikan dampak yang besar
terhadap
pelaporan
keuangan
dan
pengungkapan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
The adoption of PSAK 16 (Revised 2011) and
ISAK 25 has no significant impact on
the financial reporting and disclosures in
the consolidated financial statements.
Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, yang terdiri atas harga
perolehan dan biaya-biaya tambahan yang
dapat diatribusikan langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
supaya aset tersebut siap digunakan sesuai
dengan maksud manajemen.
All fixed assets are initially recognized at cost,
which comprises its purchase price and any
costs directly attributable in bringing the asset
to the location and condition necessary for it to
be capable of operating in the manner
intended by management.
21
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
2.
Aset tetap (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
i.
Fixed Assets (continued)
Setelah
pengakuan
awal,
aset
tetap
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai.
Subsequent to initial recognition, fixed assets
are carried at cost less any subsequent
accumulated depreciation and impairment
losses.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset
tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya
dan
dihitung
dengan
menggunakan metode garis lurus untuk
bangunan dan prasarana dan menggunakan
metode saldo menurun ganda untuk aset tetap
lainnya berdasarkan persentase sebagai
berikut:
Depreciation of an asset starts when it is
available for use and is computed using the
straight-line
method
for
building
and
improvements and using the double-declining
balance method for other properties based on
the annual rates of depreciation as follows:
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Persentase/Rates
5 - 10%
25
10 - 25
25 - 50
25 - 50
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan
dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset
jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat
mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
The carrying amounts of fixed assets are
reviewed for impairment when events or
changes in circumstances indicate that the
carrying values may not be fully recoverable.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset
tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi
manfaat
ekonomi
masa
depan
yang
diekspektasikan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan tersebut dimasukkan
ke dalam laba rugi untuk tahun penghentian
pengakuan tersebut dilakukan.
The carrying amount of an item of fixed assets
is derecognized upon disposal or when no
future economic benefits are expected from its
use or disposal. Any gain or loss arising from
the derecognition of the asset is directly
included in the profit or loss when the item is
derecognized.
22
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
j.
2.
Aset tetap (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
i.
Fixed Assets (continued)
Nilai residu, umur manfaat dan metode
penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan
disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
The asset residual values, useful lives and
depreciation method are reviewed at each
year end and adjusted prospectively if
necessary.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak disusutkan.
Land are stated at cost and not depreciated.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar
biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi
beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang
terjadi sehubungan dengan pendanaan aset
tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi
biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun
“Aset Tetap” yang bersangkutan pada saat
aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan
dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam
penyelesaian tidak disusutkan karena belum
tersedia untuk digunakan.
Constructions in-progress are stated at cost,
including capitalized borrowing costs and other
charges incurred in connection with the
financing of the said asset constructions.
The accumulated costs will be reclassified to
the appropriate “Fixed Assets” account when
the construction is completed. Assets under
construction are not depreciated as these are
not yet available for use.
Beban
pemeliharaan
dan
perbaikan
dibebankan pada operasi pada saat terjadinya.
Beban pemugaran dan penambahan dalam
jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah
tercatat aset tetap terkait jika memenuhi
kriteria pengakuan.
Repairs and maintenance are taken to
the profit or loss when these are incurred.
The cost of major renovation and restoration is
included in the carrying amount of the related
fixed asset when meet the recognition of
criteria.
Sewa
j.
Leases
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK 30 (Revisi
2011), “Sewa”.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted PSAK 30
(Revised 2011), “Lease”.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh
mana risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset sewa pembiayaan berada
pada lessor atau lessee, dan pada substansi
transaksi daripada bentuk kontraknya.
The Company and Subsidiaries classifies
leases based on the extent to which risks and
rewards incidental to the ownership of a
leased asset are vested upon the lessor or the
lessee, and the substance of the transaction
rather than the form of the contract.
Penerapan PSAK 30 (Revisi 2011) tidak
menyebabkan perubahan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of PSAK 30 (Revised 2011) has
no significant impact on the financial reporting
and disclosures in the consolidated financial
statements.
23
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
j.
2.
Sewa (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
j.
Leases (continued)
Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee
Finance Lease - as Lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan
secara substansi seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan aset sewa
pembiayaan. Sewa tersebut dikapitalisasi
sebesar nilai wajar aset sewa pembiayaan atau
sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai
wajar. Pembayaran sewa minimum harus
dipisahkan antara bagian yang merupakan
beban keuangan dan bagian yang merupakan
pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga
menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik
yang konstan atas saldo liabilitas. Beban
keuangan dibebankan langsung ke operasi
tahun/periode berjalan.
A lease is classified as a finance lease if it
transfers substantially all the risks and rewards
incidental to ownership of the leased assets.
Such leases are capitalized at the inception of
the lease at the fair value of the leased
property or, if lower, at the present value of
minimum lease payments. Lease payments
are apportioned between the finance charges
and reduction of the lease liability so as to
achieve a constant rate of interest on the
remaining balance of liability. Finance charges
are charged directly to operations
of
the current year/period.
Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa
lessee akan mendapatkan hak kepemilikan
pada akhir masa sewa, aset sewa pembiayaan
disusutkan selama estimasi masa manfaat aset
tersebut, jika tidak terdapat kepastian tersebut,
maka aset sewa pembiayaan disusutkan
selama periode yang lebih pendek antara umur
manfaat aset sewa pembiayaan atau masa
sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi
jual dan sewa-balik kembali ditangguhkan dan
diamortisasi selama sisa masa sewa.
Capitalized leased assets are depreciated over
the shorter of the estimated useful life of the
asset or the lease term, if there is no
reasonable certainty that lessee will obtain
ownership by the end of the lease term. Any
excess of sales proceeds over the carrying
amount of an asset in a sale-and-leaseback
transaction is deferred and amortized over the
lease term.
Sewa Operasi - sebagai Lessee
Operating Lease - as Lessee
Suatu sewa diklasfikasikan sebagai sewa
operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansi seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan aset. Dengan
demikian, pembayaran sewa diakui sebagai
beban dengan dasar garis lurus (straight-line
method) selama masa sewa.
A lease is classified as an operating lease if it
does not transfer substantially all the risks and
rewards incidental to ownership of the leased
asset. Accordingly, the related lease payments
are recognized in profit or loss on a straightline method over the lease term.
24
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
k.
2.
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
k.
The excess of cost over the net book value of
each transaction with companies under
common control is recorded as “Difference in
the Value of Restructuring Transactions
among Companies under Common Control”
and presented under the Equity section in
the consolidated statements of financial
position.
Selisih antara biaya perolehan dengan nilai
buku setiap transaksi dengan entitas
sepengendali dibukukan dalam akun “Selisih
Nilai
Transaksi
Restrukturisasi
Entitas
Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian
dari Ekuitas di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
l.
Difference arising from restructuring
transactions among companies under
common control
Pendapatan dan beban
l.
Revenue and expense
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan
manfaat ekonomi akan diperoleh oleh
Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya
dapat diukur secara handal. Pendapatan
diukur pada nilai wajar
imbalan
yang
diterima,
dikurangi
jumlah
diskon,
rabat dan termasuk pajak penjualan (“PPN”).
Revenue is recognized to the extent that it is
probable that the economic benefits will flow to
the
Company
and
Subsidiaries
and
the revenue can be reliably measured.
Revenue is measured at the fair value
of the consideration received, after discount
or rebates and excluding sales tax (“VAT”).
Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi
pengaturan pendapatannya melalui kriteria
tertentu
untuk
menentukan
apakah
Perusahaan dan Entitas Anak bertindak
sebagai prinsipal atau agen. Perusahaan dan
Entitas Anak berkesimpulan untuk bertindak
sebagai prinsipal dalam semua perjanjian
pendapatannya. Kriteria spesifik berikut juga
harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:
The Company and Subsidiaries assess their
revenue arrangements againts specific criteria
in order to determine if it is are acting as
principal or agent. The Company and
Subsidiaries have concluded that they are
acting as principal in all of their revenue
arrangements.
The
following
specific
recognition criteria must also be met before
revenue recognized:
Penjualan Barang
Sale of Goods
Revenue from sales arising from physical
delivery of the Company and Subsidiaries’
products is recognized when the significant
risks and rewards of ownership of the goods
have passed to the buyer, which generally
coincide with their delivery and acceptance.
Pendapatan dari penjualan yang timbul dari
pengiriman fisik produk-produk Perusahaan dan
Entitas Anak diakui bila risiko dan manfaat yang
signifikan telah dipindahkan kepada pembeli,
yang pada umumnya bersamaan waktunya
dengan pengiriman dan penerimaannya.
25
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Pendapatan dan beban (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
l.
Revenue and expense (continued)
Pendapatan/Beban Keuangan
Finance Income/Charges
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur
berdasarkan biaya perolehan diamortisasi,
pendapatan atau beban keuangan dicatat
dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran atau penerimaan kas di
masa datang selama perkiraan umur dari
instrumen keuangan, sebagaimana mestinya,
digunakan periode yang lebih singkat, sampai
mencapai nilai tercatat neto dari aset keuangan
atau liabilitas keuangan.
For all financial instruments measured at
amortized cost, finance income or expense is
recorded using the EIR, which is the rate that
exactly discounts the estimated future cash
payments or receipts through the expected life
of the financial instrument or a shorter period,
where appropriate, to the net carrying amount
of the financial asset or liability.
Dividen
Dividends
Pendapatan diakui pada saat hak Perusahaan
dan Entitas Anak untuk menerima pembayaran
ditetapkan.
Revenue is recognized when the Company
and Subsidiaries’ right to receive the payment
is established.
Pendapatan Sewa
Rental Income
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa
operasi atas properti investasi diakui secara
garis lurus selama periode sewa dan termasuk
dalam pendapatan karena sifat transaksinya.
Rental income arising from operating leases
on investment properties is accounted for on a
straight-line method over the lease terms and
included in revenue due to its operating
nature.
Beban
Expenses
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Expenses are recognized when they are
incurred (accrual basis).
m. Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing
m. Foreign
balances
currency
transactions
and
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK 10 (Revisi
2010), “Transaksi dalam Mata Uang Asing”.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted PSAK 10 (Revised
2010), “Effects of Foreign Exchange
Currencies”.
Penerapan PSAK 10 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan perubahan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of PSAK 10 (Revised 2010) has
no significant impact on the financial reporting
and disclosures in the consolidated financial
statements.
26
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
m. Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing (lanjutan)
m. Foreign
currency
balances (continued)
transactions
and
Berdasarkan
pertimbangan
sebagaimana
diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
keuangan konsolidasian ini, manajemen
Perusahaan dan Entitas Anak memutuskan
bahwa mata uang fungsional Perusahaan dan
Entitas Anak adalah Rupiah.
Based on judgment as discribe in Note 3 to
the consolidated financial statements, the
Company and Subsidiaries’s management
determined that functional
currency
of
the Company and Subsidiaries is Indonesian
Rupiah.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat
dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal
pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing dijabarkan sesuai dengan
rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan
oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
perbankan terakhir untuk tahun/periode yang
bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada
operasi tahun/periode kini.
Transactions involving foreign currencies are
recorded in Indonesian Rupiah at the rates of
exchange prevailing at the time the
transactions are made. At the reporting date,
monetary assets and liabilities denominated in
foreign currencies are adjusted to reflect the
average of the selling and buying rates of
exchange prevailing at the last banking
transaction date of the year/period, as
published by Bank Indonesia, and any
resulting gains or losses are credited or
charged to operations of the current
year/period.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset
dan liabilitas moneter pada tanggal
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 adalah kurs tengah Bank
Indonesia sebagai berikut:
As of December 31, 2012, January 30, 2012
and December 31, 2011, the monetary assets
and liabilities were adjusted to Rupiah using
the Bank Indonesia middle rates of exchange as
follows:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Mata uang
EUR1
US$1
YEN100
SGD1
n.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
12.810
9.670
11.197
7.907
11.846
8.985
11.709
7.163
Pajak penghasilan
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
11.739
9.068
11.680
6.974
Currency
EUR1
US$1
YEN100
SGD1
n. Income tax
Effective January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries applied PSAK 46 (Revised 2010),
”Income Taxes” which prescribes
the
accounting treatment for income taxes to
account for the current and future tax
consequences
of
the
future
recovery
(settlement) of the carrying amount of assets
(liabilities) that are recognized in the statements
of financial position; and transactions and other
events of the current year that are recognized in
the consolidated financial statements. The
revised SAK also prescribes an entity to present
the underpayment/overpayment of
income
tax, as part of “Tax Expense - Current” in the
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK 46
(Revisi 2010), “Pajak Penghasilan” yang
menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak
penghasilan
dalam
memperhitungkan
konsekuensi pajak kini dan mendatang dari
pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat
aset (liabilitas) masa depan yang diakui
dalam laporan posisi keuangan dan transaksi
dan kejadian lain dari tahun kini yang diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian. SAK
revisi ini juga mensyaratkan entitas untuk
mencatat kekurangan/kelebihan pembayaran
pajak penghasilan sebagai bagian dari
27
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
“Beban Pajak Kini” dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian. Perusahaan dan
Entitas Anak juga menyajikan bunga/denda, jika
ada, sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”
Penerapan awal SAK revisi ini tidak berdampak
terhadap laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan dan Entitas Anak.
consolidated statement of comprehensive
income. The Company and Subsidiaries also
presented interest/penalty, if any, as part of “Tax
Expenses - Current”. The initial adoption of the
revised SAK did not give any impact to the
Company and Subsidiaries’ consolidated
financial statements.
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah
dari pajak penghasilan badan yang terutang
saat ini dan pajak tangguhan.
Income tax expense represents the sum of the
corporate income tax currently payable and
deferred tax.
Pajak kini
Current tax
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun
berjalan dan lalu diukur sebesar jumlah yang
diharapkan
dapat
direstitusi
dari
atau
dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif
pajak dan peraturan pajak yang digunakan
untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang
telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan.
Current income tax assets and liabilities for the
current and prior year are measured at the
amount expected to be recovered from or paid
to the tax authority. The tax rates and tax laws
used to compute the amount are those that
have been enacted or substantively enacted as
the reporting dates.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat
saat surat ketetapan pajak diterima atau apabila
dilakukan banding, ketika hasil banding sudah
diputuskan.
Amendments to taxation obligations are
recorded when an assessment is received or if
appealed against, when the results of the
appeal are determined.
Pajak tangguhan
Deferred tax
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan
metode liabilitas atas perbedaan temporer pada
tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya
untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal
pelaporan.
Deferred tax is provided using the liability
method on temporary differences at the
reporting date between the tax bases of assets
and liabilities and their carrying amounts for
financial reporting purposes at the reporting
date.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer yang kena pajak.
Deferred tax liabilities are recognized for all
taxable temporary differences.
28
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
n. Income
Income tax
tax (continued)
(continued)
n.
n. Pajak
penghasilan
(lanjutan)
n.
Pajak
penghasilan
(lanjutan)
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan
dan saldo terbawa rugi fiskal yang belum
dikompensasikan,
sepanjang
perbedaan
temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang
akan datang, kecuali apabila perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan berasal dari
investasi pada entitas anak dan entitas
asosiasi, maka aset pajak tangguhan diakui
sepanjang perbedaan temporer tersebut
kemungkinan besar akan dibalik di masa
depan yang dapat diperkirakan dan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal
pada masa yang akan datang.
Deferred tax assets are recognized for all
deductible temporary differences and carry
forward of unused tax losses to the extent that it
is probable that taxable profits will be available
against which the deductible temporary
differences and carry forward of unused tax
losses can be utilized, except in respect of
deductible temporary diffrerences associated
with investments in subsidiaries and associates
deffered tax assets are recognized only to the
extent that is probable that the temporary
differences will reverse in the forseeable future
and taxable profit will be available againts which
the temporary differences can be utilized.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
pada setiap tanggal pelaporan dan nilai
tercatat aset pajak tangguhan tersebut
diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak
memadai untuk mengkompensasi sebagian
atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
Aset pajak tangguhan yang belum diakui
sebelumnya ditelaah pada setiap tanggal
pelaporan dan diakui sepanjang laba kena
pajak yang akan datang kemungkinan besar
akan tersedia untuk dipulihkan.
The carrying amount of deferred tax assets is
reviewed at each reporting date and reduced to
the extent that it is no longer probable that
sufficient taxable profit will be available to
allow all or part of the benefit of the deferred
tax assets to be utilized. Unrecognized
deferred tax assets are reassessed at each
reporting date and are recognized to the extent
that it has become probable that future taxable
income will allow the deferred tax assets to be
recovered.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan
dipakai pada tahun saat aset direalisasikan
atau liabilitas diselesaikan berdasarkan
peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
telah secara substantif berlaku pada tanggal
pelaporan.
Deferred tax assets and liabilities are
measured at the tax rates that are expected to
apply to the year when the asset is realized or
the liability is settled based on the tax laws that
have been enacted or substantively enacted as
at the reporting date.
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas
pajak tangguhan yang disebabkan perubahan
tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan,
kecuali
untuk
transaksi-transaksi
yang
sebelumnya telah langsung dibebankan atau
dikreditkan ke ekuitas.
Changes in the carrying amount of deferred tax
assets and liabilities due to a change in tax
rates are charged to current year operations,
except to the extent that they relate to items
previously charged or credited to equity.
Pajak tangguhan sehubungan dengan bagian
yang diakui di luar laba atau rugi diakui di luar
laba atau rugi. Pajak tangguhan tersebut
diakui berkaitan dengan transaksi baik yang
ada di pendapatan komprehensif lainnya atau
langsung dibebankan ke ekuitas.
Deferred tax relating to items recognized
outside of profit or loss is recognized outside
profit or loss. Deferred tax items
are
recognized in correlation to the underlying
transaction either in other comprehensive
income or directly in equity.
29
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
Deferred tax assets and deferred tax liabilities
are offset if and only if when a legally
enforecable right exists to offset current tax
assets againts current tax liabilities relate to the
income taxes levied by the same taxation
authority on the same taxable entity, or the
different taxable entities intends to settle its
current assets and liabilities on a net basis.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan saling-hapus jika dan hanya jika
entitas anak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk saling hapus atas aset pajak kini,
dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait
dengan pajak penghasilan yang dikenakan
oleh otoritas perpajakan yang sama atas
entitas kena pajak yang sama, atau entitas
kena pajak yang berbeda bermaksud untuk
menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto.
o.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Imbalan kerja karyawan
o. Employees benefits
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK 24 (Revisi
2010), “Imbalan Kerja”.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted PSAK 24 (Revised
2010), “Employee Benefit”.
Penerapan PSAK 24 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan perubahan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of PSAK 24 (Revised 2010) has
no significant impact on the financial reporting
and disclosures in the consolidated financial
statements.
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat
penyisihan manfaat untuk memenuhi dan
menutup imbalan minimum yang harus dibayar
kepada karyawan-karyawan sesuai dengan
Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003
(“Undang-undang Tenaga Kerja”). Penyisihan
tersebut diestimasi dengan menggunakan
perhitungan aktuarial metode “Projected Unit
Credit”.
The Company and Subsidiaries made
provisions of the benefits in order to meet and
cover the minimum benefits required to be
paid to the qualified employees under Labor
Law No. 13/2003 (the “Labor Law”). The said
provisions are estimated using actuarial
calculations using the “Projected Unit Credit”
method.
Penyisihan biaya jasa masa lalu ditangguhkan
dan diamortisasi selama sisa masa kerja ratarata yang diharapkan dari karyawan yang
memenuhi syarat tersebut. Selain itu,
penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan
langsung pada operasi tahun/periode berjalan.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam
asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai
pendapatan atau beban apabila akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang
belum diakui pada akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti, pada tanggal
tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial
yang melebihi batas 10% tersebut diakui atas
dasar metode garis lurus selama ekspektasi
rata-rata sisa masa kerja karyawan yang
memenuhi syarat.
Provisions made pertaining to past service
costs are deferred and amortized over the
expected average remaining service years of
the qualified employees. On the other hand,
provisions for current service costs are directly
charged to operations of the current
year/period. Actuarial gains or losses arising
from experience adjustments and changes in
actuarial assumptions are recognized as
income or expense when the net cumulative
unrecognized actuarial gains or losses at the
end of the previous reporting period exceed
the greater of 10% of the present value of
the defined benefit obligations, at that date.
The actuarial gains or losses in excess of the
said 10% threshold are recognized on a
straight-line method over the expected
average remaining service years of the
qualified employees.
30
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
n.
tax (continued)
o. Income
Employees
benefits (continued)
n.
penghasilan
(lanjutan)
o. Pajak
Imbalan
kerja karyawan
(lanjutan)
Actuarial gains or losses and past service
costs from other long-term employee benefits
are recognized immediately in the current
period’s profit or loss.
Keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya
jasa lalu dari imbalan kerja jangka panjang
lainnya langsung diakui pada laba rugi periode
berjalan.
p.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Penurunan nilai aset non keuangan
p. Impairment of non-financial assets
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan
secara prospektif PSAK 48 (Revisi 2009),
“Penurunan Nilai Aset”, termasuk goodwill dan
aset yang berasal dari kombinasi bisnis
sebelum tanggal 1 Januari 2011.
The Company and Subsidiaries prospectively
adopted
PSAK
48
(Revised
2009),
“Impairment of Assets”, including goodwill and
assets acquired from business combinations
before January 1, 2011.
PSAK 48 (Revisi 2009) menetapkan prosedurprosedur yang diterapkan entitas agar aset
dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya.
Suatu
aset
dicatat
melebihi
jumlah
terpulihkannya jika jumlah tersebut melebihi
jumlah yang akan dipulihkan melalui
penggunaan atau penjualan aset. Pada kasus
demikian, aset mengalami penurunan nilai dan
pernyataan ini mensyaratkan entitas mengakui
rugi penurunan nilai. PSAK ini juga
menentukan kapan entitas membalik suatu
rugi penurunan nilai dan pengungkapan yang
diperlukan.
PSAK 48
(Revised
2009)
prescribes
the procedures to be employed by an entity to
ensure that its assets are carried at no more
than their recoverable amount. An asset is
carried more than its recoverable amount if its
carrying amount exceeds the amount to be
recovered through used or sale of the asset. If
this is the case, the asset is described as
impaired and this PSAK requires the entity to
recognize an impairment loss. This revised
PSAK also specifies when an entity should
reverse an impairment loss and prescribes
disclosures.
Penerapan PSAK 48 (Revisi 2009) tersebut
mengharuskan uji penurunan nilai bagi
goodwill minimal satu kali setiap tahun atau
lebih sering bila ada indikasi penurunan nilai.
The adoption of PSAK 48 (Revised 2009)
required the impairment test of goodwill at
least once a year and more frequently when
indications for impairment exist.
Pada setiap akhir periode pelaporan,
Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah
terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut
atau pada saat pengujian tahunan atas
penurunan nilai aset tertentu (yaitu aset tidak
berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas,
aset tidak berwujud yang belum dapat
digunakan, atau goodwill yang diperoleh dalam
suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka
Perusahaan dan Entitas Anak membuat
estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut.
The Company and Subsidiaries assess at
each annual reporting period whether there is
an indication that an asset may be impaired. If
any such indication exists, or when annual
impairment testing for an asset (i.e. an
intangible asset with an indefinite useful life,
an intangible asset not yet available for use, or
goodwill acquired in a business combination)
is required, the Company and Subsidiaries
makes an estimate of the asset’s recoverable
amount.
31
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
p.
Penurunan
(lanjutan)
nilai
aset
non
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
keuangan
p.
Impairment
(continued)
of
non-financial
assets
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset
individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas
(“UPK”) dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian
besar independen dari aset atau kelompok
aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar
daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut
dipertimbangkan
mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset
diturunkan nilainya menjadi sebesar nilai
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari
operasi yang berkelanjutan diakui pada
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
sebagai “Rugi Penurunan Nilai”. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas
masa depan neto didiskontokan ke nilai kini
dengan
menggunakan
tingkat
diskonto
sebelum
pajak
yang
menggambarkan
penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan
risiko spesifik atas aset.
An asset’s recoverable amount is the higher of
an asset’s or Cash Generating Unit (“CGU”)’s
fair value less costs to sell and its value in
use, and is determined for an individual asset,
unless the asset does not generate cash
inflows that are largely independent of those
from other assets or groups of assets. Where
the carrying amount of an asset exceeds its
recoverable amount, the asset is considered
impaired and is written down to its recoverable
amount. Impairment losses of continuing
operations are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income as
“Impairment Losses”. In assessing the value in
use, the estimated net future cash flows are
discounted to their present value using a pretax discount rate that reflects current market
assessments of the time value of money and
the risks specific to the asset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual, digunakan harga penawaran
pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas
Anak menggunakan model penilaian yang
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh
penilaian berganda atau indikator nilai wajar
yang tersedia.
In determining fair value less costs to sell,
recent market transactions are taken into
account, if available. If no such transactions
can be identified, The Company and
Subsidiaries used an appropriate valuation
model to determine the fair value of
the
assets.
These
calculations
are
corroborated by valuation multiples or other
available fair value indicators.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang
berkelanjutan, jika ada, diakui pada laba rugi
sesuai dengan kategori biaya yang konsisten
dengan fungsi dari aset yang diturunkan
nilainya.
Impairment losses of continuing operations, if
any, are recognized in profit or loss under
expense categories that are consistent with
the functions of the impaired assets.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode
pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam
periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah
menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan,
maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang
telah diakui dalam periode sebelumnya untuk
aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat
perubahan asumsi-asumsi yang digunakan
An assessment is made at each end of
reporting period as to whether there is any
indication
that
previously
recognized
impairment losses recognized for an asset
other than goodwill may no longer exist or may
have decreased. If such indication exists,
the recoverable amount is estimated. A
previously recognized impairment loss for an
asset other than goodwill is reversed only if
there has been a change in the assumptions
used to determine the asset’s recoverable
32
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
p.
q.
Penurunan
(lanjutan)
nilai
aset
non
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
keuangan
p.
Impairment
(continued)
of
non-financial
assets
untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir
diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan
ke
jumlah
terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah
tercatat
aset
tidak
melebihi
jumlah
terpulihkannya maupun jumlah tercatat,
setelah
dikurangi
penyusutan,
seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
yang telah diakui untuk aset tersebut pada
tahun
sebelumnya.
Pembalikan
rugi
penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang
direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar
yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
amount since the last impairment loss was
recognized. If that is the case, the carrying
amount of the asset is increased to its
recoverable amount. The reversal is limited so
that the carrying amount of the assets does
not exceed its recoverable amount, nor
exceed the carrying amount that would have
been determined, net of depreciation, had no
impairment loss been recognized for the asset
in prior years. Reversal of an impairment
loss is recognized in profit or loss. After such a
reversal, the depreciation charge on the said
asset is adjusted in future periods to
allocate the asset’s revised carrying amount,
less any residual value, on a systematic basis
over its remaining useful life.
Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap
tahun dan ketika terdapat suatu indikasi bahwa
nilai tercatatnya mengalami penurunan nilai.
Penurunan nilai bagi goodwill ditetapkan
dengan menentukan jumlah tercatat tiap UPK
(atau kelompok UPK) dimana goodwill terkait.
Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari
jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui.
Rugi penurunan nilai terkait goodwill tidak
dapat dibalik pada periode berikutnya.
Goodwill is tested for impairment annually and
when circumstances indicate that the carrying
value may be impaired. Impairment is
determined for goodwill by assessing the
recoverable amount of each CGU (or group of
CGUs) to which the goodwill relates. Where
the recoverable amount of the CGU is less
than their carrying amount, an impairment loss
is recognized. Impairment losses relating to
goodwill cannot be reversed in future periods.
Provisi
q. Provisions
Provisi diakui jika Perusahaan dan Entitas
Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat
hukum maupun bersifat konstruktif) yang
akibat
peristiwa
masa
lalu
besar
kemungkinannya
penyelesaian
kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisions are recognized when the Company
and Subsidiaries have a present obligation
(legal or constructive) where, as a result of a
past event, it is probable that an outflow of
resources embodying economic benefits will
be required to settle the obligation and a
reliable estimate can be made of the amount
of the obligation.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika arus keluar
sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi
dibalik.
Provisions are reviewed at each reporting date
and adjusted to reflect the current best
estimate. If it is no longer probable that an
outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligation,
the provision is reversed.
33
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
r.
s.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Pelaporan segmen
r.
Segment reporting
Segmen
adalah
bagian
khusus
dari
Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat
baik dalam menyediakan produk dan jasa
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan
produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
tertentu (segmen geografis), yang memiliki
risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen
lainnya.
A segment is a distinguishable component of
the Company and Subsidiaries that is engaged
either in providing certain products (business
segment), or in providing products within a
particular economic environment (geographical
segment), which is subject to risks and
rewards that are different from those of other
segments.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen mencakup item-item yang dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
Item-item segmen ditentukan sebelum saldo
dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas
Anak, dieliminasi sebagai bagian dari proses
konsolidasi.
Segment revenue, expenses, results, assets
and liabilities include items directly attributable
to a segment as well as those that can be
allocated on a reasonable basis to that
segment. They are determined before intragroup balances and intra-group transactions
are eliminated, as part of consolidation
process.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mengelompokkan usaha mereka menjadi
empat jenis industri, yaitu pengolahan dan
perdagangan hasil bumi, pabrik kopi bubuk
dan instan, real estat, dan perkebunan dan
pengolahan hasil bumi.
The Company and Subsidiaries categorize
their business into four industry types, namely,
agricultural products processing and trading,
roasted and instant coffee manufacturing, real
estate, and plantation and agriculture
processing products.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
juga
mengelompokkan usaha mereka berdasarkan
area geografis menjadi dua area, yaitu
Indonesia dan negara-negara asing.
The Company and Subsidiaries also classified
their business based on geographical area,
namely Indonesia and foreign countries.
Kuasi reorganisasi
s.
Quasi-Reorganization
Pursuant to PSAK 51 (Revised 2003),
“Accounting for Quasi-reorganization”, a
quasi-reorganization
is
an
accounting
procedure which enables an entity to
restructure its equity by eliminating its
accumulated losses and reappraising all of its
assets and liabilities at fair value. By this
procedure, the entity is expected to continue
its business as if it was a fresh start, with a
consolidated statement of financial position
showing a better financial position with no
past accumulated losses.
Sesuai dengan PSAK 51 (Revisi 2003),
“Akuntansi
Kuasi
Reorganisasi”,
kuasi
reorganisasi merupakan prosedur akuntansi
yang mengatur entitas merestrukturisasi
ekuitasnya dengan mengeliminasi akumulasi
rugi dan menilai kembali seluruh aset dan
liabilitas pada nilai wajar. Dengan melakukan
prosedur ini, entitas diharapkan dapat
melanjutkan usahanya seperti baru, dengan
laporan posisi keuangan konsolidasian yang
menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik
tanpa akumulasi rugi dari masa lampau.
34
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
s.
Kuasi reorganisasi (lanjutan)
s.
Quasi-Reorganization (continued)
Nilai wajar aset dan liabilitas ditentukan
berdasarkan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak
tersedia, estimasi nilai wajar didasarkan pada
informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai
wajar dilakukan dengan mempertimbangkan
harga aset sejenis dan teknik penilaian yang
paling sesuai dengan karakteristik aset dan
liabilitas yang bersangkutan, antara lain
metode nilai kini dan arus kas diskonto.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan
nilai wajar aset dan liabilitas berdasarkan hasil
penilaian dari Penilai Independen.
The fair values of assets and liabilities are
determined based on market values. If the
market value is unavailable, the estimated fair
value is determined using the best
information available. The estimates of the
fair values put into consideration prices of the
similar type of assets and a valuation
technique most suitable to the characteristics
of the related assets and liabilities, among
others, present value method and discounted
cash flows method. The Company and
Subsidiaries determined the fair value of
assets and liabilities based on the appraisal
result from an Independent Appraiser.
Sesuai dengan PSAK 51 (Revisi 2003)
tersebut, eliminasi atas saldo defisit terhadap
akun-akun ekuitas dilakukan melalui urutan
prioritas sebagai berikut:
 Cadangan umum (legal reserve);
 Cadangan khusus;
 Selisih penilaian kembali aset dan liabilitas
(termasuk didalamnya selisih revaluasi aset
tetap) dan selisih penilaian yang sejenisnya
(misalnya, selisih penilaian efek tersedia
untuk dijual, selisih transaksi perubahan
ekuitas entitas anak/entitas asosiasi dan
pendapatan komprehensif lain);
Tambahan setoran modal dan akun sejenis
lainnya;
Modal saham.
Under the PSAK 51 (Revised 2003),
the elimination of deficit is applied against
equity accounts in the order of priority as
follows:
 Legal reserve;
 Special reserve;
 Revaluation increment on assets and
liabilities (included the difference arising
from revaluation of fixed assets) and the
difference arising from similar assessment
(for examples, difference arising from
availavle-for-sale securities, difference
arising
from
changes
in
subsidiaries/associates
and
other
comprehensive income);
 Additional paid-in capital and the similar
accounts;
 Share capital.
Seperti yang dijelaskan pada Catatan 35,
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan
kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Januari
2012 mengikuti persyaratan dari PSAK di atas.
As discussed in Note 35, the Company and
Subsidiaries conducted quasi-reorganization
as of January 30, 2012 following the provision
of the above PSAK.


t.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Laba per saham dasar
t.
Basic earnings per share
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK 56 (Revisi
2011), “Laba Per Saham”.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted PSAK 56 (Revised
2011), “Earnings Per Share”.
Penerapan PSAK 56 (Revisi 2011) tidak
menimbulkan perbedaan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of PSAK 56 (Revised 2011) has
no significant impact on the financial reporting
and disclosures in the consolidated financial
statements.
35
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
t.
u.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Laba per saham dasar (lanjutan)
t.
Basic earnings per share (continued)
Laba per saham dasar dihitung dengan
membagi laba periode berjalan yang dapat
diatribusikan ke pemilik entitas induk dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham yang
ditempatkan dan disetor penuh selama tahun
berjalan, yaitu sebanyak 1.440.000.000 lembar
saham masing-masing untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012,
periode sebelas bulan yang berakhir pada
31 Desember 2012, periode satu bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Januari 2012 dan
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2011.
Basic earnings per share is computed by
dividing income for the period attributable to
equity holders of the parent entity by
the weighted-average number of issued and
fully paid shares outstanding during the year of
1,440,000,000 shares for the year ended
December 31, 2012, eleven months period
ended December 31, 2012, one month period
ended January 30, 2012 and for the year
ended December 31, 2011, respectively.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi
saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal
31 Desember 2012, 30 Januari 2012
dan 31 Desember 2011, dan oleh karenanya,
laba per saham dilusian tidak dihitung dan
disajikan pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
The Company has no outstanding dilutive
potential ordinary shares as of December 31,
2012, January 30, 2012 and December 31,
2011, and accordingly, no diluted earnings per
share is calculated and presented in the
consolidated statements of comprehensive
income.
Instrumen Keuangan
u. Financial Instruments
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK 50
(Revisi
2010),
“Instrumen
Keuangan:
Penyajian”, dan PSAK 55 (Revisi 2011),
“Instrumen
Keuangan:
Pengakuan
dan
Pengukuran”, serta PSAK 60, “Instrumen
Keuangan:
Pengungkapan”,
yang
menggantikan PSAK 50 (Revisi 2006), "
Instrumen
Keuangan:
Penyajian
dan
Pengungkapan" dan PSAK 55 (Revisi 2006),
“Instrumen
Keuangan:
Pengakuan
dan
Pengukuran”.
Effective January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted PSAK 50 (Revised
2010), “Financial Instruments: Presentation”,
and PSAK 55 (Revised 2011), “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”,
and PSAK 60, “Financial Instruments:
Disclosures”, which superseded PSAK 50
(Revised 2006), “Financial Instruments:
Presentation and Disclosures”, and PSAK 55
(Revised 2006), “Financial Instruments:
Recognition and Measurement”.
Penerapan PSAK Revisi baru tersebut
memberikan pengaruh yang besar terhadap
pengungkapan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
The adoption of those new revised PSAK have
significant impact on disclosures in the
consolidated financial statements.
36
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
u.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Instrumen keuangan (lanjutan)
u. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan
Financial Assets
Pengakuan Awal
Initial Recognition
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 55
(Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai salah
satu dari aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang
diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga
jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk
dijual, mana yang sesuai. Perusahaan dan
Entitas Anak menetapkan klasifikasi aset
keuangan setelah pengakuan awal dan, jika
diperbolehkan dan sesuai, akan melakukan
evaluasi atas klasifikasi ini pada setiap akhir
tahun keuangan.
Financial assets within the scope of PSAK 55
(Revised 2011) are classified as financial
assets at fair value through profit or loss, loans
and receivables, held-to-maturity investments,
or available-for-sale financial assets, as
appropriate. The Company and Subsidiaries
determines the classification of its financial
assets after initial recognition and, where
allowed and appropriate, re-evaluates this
designation at each financial year-end.
Pada saat pengakuan awalnya,
aset
keuangan diukur pada nilai wajar, dan dalam
hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
melalui laba atau rugi, ditambah dengan biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
When financial assets are recognized initially,
they are measured at fair value, and in the
case of financial assets not at fair value
through profit or loss, plus directly attributable
transaction costs.
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Subsequent Measurement
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset
keuangan
non-derivatif
dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Setelah
pengakuan awal, PSAK 55 (Revisi 2011)
mensyaratkan aset tersebut dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE), dan
keuntungan atau kerugian terkait diakui pada
laba rugi ketika pinjaman yang diberikan dan
piutang
dihentikan
pengakuannya
atau
mengalami penurunan nilai, atau melalui
proses amortisasi.
Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market. After initial recognition, PSAK 55
(Revised 2011) requires such assets to be
carried at amortized cost using the effective
interest (EIR) method, and the related gains or
losses are recognized in profit or loss when
the loans and receivables are derecognized or
impaired, as well as through the amortization
process.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak
meliputi kas dan setara kas, piutang usaha,
piutang lain-lain, penyertaan saham, uang
jaminan, deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
dan
pinjaman
kepada
karyawan.
The Company and Subsidiaries’ financial
assets include cash and cash equivalents,
trade
receivables,
other
receivables,
investments in shares of stock, security
deposits, restricted time deposits and loan to
employees.
37
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
u.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Instrumen keuangan (lanjutan)
u. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran
(lanjutan)
Setelah
Pengakuan
Financial Assets (continued)
Subsequent Measurement (continued)
Awal
a) Piutang
a) Receivables
Piutang usaha dan lain-lain diklasifikasikan
dan dicatat sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang sesuai dengan PSAK
55 (Revisi 2011).
Trade and other receivables are classified
and accounted for as loans and receivables
under PSAK 55 (Revised 2011).
Penyisihan atas jumlah yang tidak tertagih
dicatat bila ada bukti yang obyektif bahwa
Perusahaan dan Entitas Anak tidak akan
dapat menagih piutang tersebut. Piutang
tidak tertagih dihapuskan pada saat
diidentifikasi. Rincian lebih lanjut tentang
kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai
aset keuangan diungkapkan pada paragrafparagraf berikutnya yang relevan pada
Catatan ini.
An allowance is made for uncollectible
amounts when there is an objective
evidence
that
the
Company
and
Subsidiaries will not be able to collect the
receivables. Bad debts are written off when
identified. Further details on the accounting
policy for impairment of financial assets are
disclosed in the relevant succeeding
paragraphs under this Note.
b) Investments
Instruments
b) Investasi dalam Instrumen Ekuitas yang
Tidak Memiliki Kuotasi
Investasi dalam instrumen ekuitas yang
tidak memiliki harga kuotasi di pasar aktif
dicatat pada biaya perolehan bila (i) nilai
tercatatnya adalah kurang lebih sebesar
nilai wajarnya; atau (ii) nilai wajarnya tidak
dapat diukur secara andal.
in
Unquoted
Equity
Investments in equity instruments that do
not have quoted market prices in an active
market are carried at costs if either (i) their
carrying amounts approximate their fair
values; or, (ii) their fair values cannot be
reliably measured.
Penghentian Pengakuan
Derecognition
A financial asset, or, where applicable a part of
a financial asset or part of a group of similar
financial assets, is derecognized when:
Penghentian pengakuan atas suatu aset
keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk
bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan serupa, terjadi bila:
i. the contractual rights to receive cash
i.
hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
ii. Perusahaan dan Entitas Anak mentransfer
hak kontraktual untuk menerima arus kas
yang berasal dari aset keuangan tersebut
atau
menanggung
kewajiban
untuk
membayar arus kas yang diterima tersebut
tanpa penundaan yang signifikan kepada
pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
penyerahan dan apabila (a) secara
flows from the financial asset have
expired; or
ii. the Company and Subsidiaries have
transferred their contractual rights to
receive cash flows from the financial asset
or have assumed an obligation to pay
them in full without material delay to a
third party under a “pass-through”
38
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
u.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
u. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penghentian Pengakuan (lanjutan)
Derecognition (continued)
substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, atau (b) secara substansial tidak
mentransfer dan tidak mempertahankan
seluruh
risiko
dan
manfaat
atas
kepemilikan aset keuangan tersebut,
namun telah mentransfer pengendalian
atas aset keuangan tersebut.
arrangement and either (a) have
transferred substantially all the risks and
rewards of the financial asset, or (b) have
neither
transferred
nor
retained
substantially all the risks and rewards of
the financial asset, but have transferred
control of the financial asset.
Apabila Perusahaan dan Entitas Anak
mentransfer hak untuk menerima arus kas
yang berasal dari aset keuangan atau
mengadakan kesepakatan penyerahan, atau
tidak
mentransfer
maupun
tidak
mempertahankan secara substansi seluruh
risiko dan manfaat atas aset keuangan
tersebut
namun
telah
mentransfer
pengendalian atas aset keuangan tersebut,
maka suatu aset keuangan baru diakui oleh
Perusahaan dan Entitas Anak sebesar
keterlibatannya yang berkelanjutan dengan
aset keuangan tersebut.
Where the Company and Subsidiaries have
transferred their rights to receive cash flows
from a financial asset or have entered into a
pass-through arrangement, or have neither
transferred nor retained substantially all the
risks and rewards of the financial asset but
have transferred control of the financial asset,
a new financial asset is recognized to the
extent of the Company and Subsidiaries’
continuing involvement in the asset.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk
pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah antara nilai
tercatat aset yang ditransfer dan nilai maksimal
pembayaran yang diterima yang mungkin
harus dibayar kembali oleh Perusahaan dan
Entitas Anak.
Continuing involvement that takes the form of
a guarantee over the transferred asset is
measured at the lower of the original carrying
amount of the asset and the maximum amount
of consideration received that the Company
and Subsidiaries could be required to repay.
Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak
juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang
ditransfer
diukur
atas
dasar
yang
merefleksikan hak dan kewajiban Perusahaan
dan Entitas Anak yang ditahan.
In that case, the Company and Subsidiaries
also recognizes an associated liability. The
transferred asset and the associated liability
are measured on a basis that reflects the
rights and obligations that the Company and
Subsidiaries has retained.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset
keuangan secara keseluruhan, maka selisih
antara nilai tercatat dan jumlah dari
(i) pembayaran yang diterima, termasuk aset
baru yang diperoleh dikurangi dengan liabilitas
baru yang ditanggung; dan (ii) keuntungan
atau kerugian kumulatif yang telah diakui
secara langsung dalam ekuitas, harus diakui
pada laba atau rugi.
On derecognition of a financial asset in its
entirety, the difference between the carrying
amount and the sum of (i) the consideration
received, including any new asset obtained
less any new liability assumed; and (ii) any
cumulative gain or loss that has been
recognized directly in equity, is recognized in
the profit or loss.
39
The original
original consolidated
consolidated financial
financial statements
statements included
included herein
herein are
are in
in
The
the Indonesian
Indonesian language.
language.
the
PT PRASIDHA
PRASIDHA ANEKA
ANEKA NIAGA
NIAGA Tbk
Tbk
PT
DAN ENTITAS
ENTITAS ANAK
ANAK
DAN
CATATAN ATAS
ATAS LAPORAN
LAPORAN KEUANGAN
KEUANGAN
CATATAN
KONSOLIDASIAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember
Desember 2012,
2012, 30
30 Januari
Januari 2012
2012 dan
dan
31
31 Desember
Desember 2011
2011 dan
dan Tahun
Tahun yang
yang Berakhir
Berakhir pada
pada
31
Tanggal-tanggal 31
31 Desember
Desember 2012
2012 dan
dan 2011,
2011,
Tanggal-tanggal
Periode Sebelas
Sebelas Bulan
Bulan yang
yang Berakhir
Berakhir
Periode
pada Tanggal
Tanggal 31
31 Desember
Desember 2012
2012 dan
dan
pada
Periode Satu
Satu Bulan
Bulan yang
yang Berakhir
Berakhir pada
pada Tanggal
Tanggal
Periode
30 Januari
Januari 2012
2012 Setelah
Setelah Kuasi
Kuasi reorganisasi
reorganisasi
30
(Disajikan dalam
dalam Rupiah,
Rupiah, kecuali
kecuali dinyatakan
dinyatakan lain)
lain)
(Disajikan
2.
2.
PT PRASIDHA
PRASIDHA ANEKA
ANEKA NIAGA
NIAGA Tbk
Tbk
PT
AND SUBSIDIARIES
SUBSIDIARIES
AND
NOTES TO
TO THE
THE CONSOLIDATED
CONSOLIDATED FINANCIAL
FINANCIAL
NOTES
STATEMENTS
STATEMENTS
December 31,
31, 2012,
2012, January
January 30,
30, 2012
2012 and
and
December
December 31,
31, 2011
2011 and
and Years
Years Ended
Ended
December
December 31,
31, 2012
2012 and
and 2011,
2011, Eleven
Eleven Months
Months
December
Period Ended
Ended December
December 31,
31, 2012
2012 and
and
Period
One Month
Month Period
Period Ended
Ended January
January 30,
30, 2012
2012
One
After Quasi-Reorganization
Quasi-Reorganization
After
(Expressed in
in Rupiah,
Rupiah, unless
unless otherwise
otherwise stated)
stated)
(Expressed
IKHTISARKEBIJAKAN
KEBIJAKANAKUNTANSI
AKUNTANSIPENTING
PENTING
IKHTISAR
(lanjutan)
(lanjutan)
u.
2.2. SUMMARY
SUMMARYOF
OFSIGNIFICANT
SIGNIFICANTACCOUNTING
ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Instrumen keuangan (lanjutan)
u. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Impairment of Financial Asset
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan
dan Entitas Anak mengevaluasi apakah
terdapat bukti yang obyektif bahwa aset
keuangan atau kelompok aset keuangan
mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai
atas aset keuangan atau kelompok aset
keuangan dianggap telah terjadi, jika dan
hanya jika, terdapat bukti yang obyektif
mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari
satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah
pengakuan awal aset tersebut (“peristiwa
kerugian”), dan peristiwa kerugian tersebut
berdampak pada estimasi arus kas masa
depan aset keuangan atau kelompok aset
keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
The Company and Subsidiaries assess at
each reporting date whether there is any
objective evidence that a financial asset or a
group of financial assets is impaired. A
financial asset or a group of financial assets is
deemed to be impaired if, and only if, there is
an objective evidence of impairment as a
result of one or more events that has occurred
after the initial recognition of the asset (an
incurred “loss event”) and that loss event has
an impact on the estimated future cash flows
of the financial asset or the Company and
Subsidiaries of financial assets that can be
reliably estimated.
Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi
pihak peminjam atau kelompok peminjam
mengalami kesulitan keuangan signifikan,
wanprestasi atau tunggakan pembayaran
bunga atau pokok, terdapat kemungkinan
bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit
atau melakukan reorganisasi
keuangan
lainnya dan pada saat data yang dapat
diobservasi
mengindikasikan
adanya
penurunan yang dapat diukur atas estimasi
arus kas masa datang, seperti meningkatnya
tunggakan atau kondisi ekonomi yang
berkorelasi dengan wanprestasi.
Evidence of impairment may include
indications that the debtors or a group of
debtors is experiencing significant financial
difficulty, default or delinquency in interest or
principal payments, the probability that they
will enter bankruptcy or other financial
reorganization, and when observable data
indicate that there is a measurable decrease in
the estimated future cash flows, such as
changes in arrears or economic conditions that
correlate with defaults.
a) Financial Assets Carried at Amortized Cost
a) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan Diamortisasi
For loans and receivables carried at
amortized cost, the Company and
Subsidiaries
first
assess individually
whether objective evidence of impairment
exists individually for financial assets
that
are
individually
significant,
or collectively
for
financial
assets
that are not individually significant. If
the Company and Subsidiaries determine
that no objective evidence of impairment
exists for
an
individually
assessed
financial asset, whether significant or not,
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang
yang dicatat pada biaya perolehan yang
diamortisasi, Perusahaan dan Entitas Anak
pertama kali secara individual menentukan
bahwa terdapat bukti obyektif mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan yang
signifikan secara individual, atau secara
kolektif untuk aset keuangan yang tidak
signifikan
secara
individual.
Jika
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan
tidak terdapat bukti obyektif mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan yang
dinilai secara individual, terlepas aset
keuangan tersebut signifikan atau tidak,
40
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
u.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
u. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Impairment of Financial Asset (continued)
a) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan Diamortisasi (lanjutan)
a) Financial Assets Carried at Amortized Cost
(continued)
maka Perusahaan dan Entitas Anak
memasukkan aset tersebut ke dalam
kelompok aset keuangan yang memiliki
karakteristik risiko kredit yang sejenis dan
menilai penurunan nilai kelompok tersebut
secara kolektif. Aset yang penurunan
nilainya dinilai secara individual dan untuk
itu kerugian penurunan nilai diakui atau
tetap diakui, tidak termasuk dalam
penilaian atau penurunan nilai secara
kolektif.
it includes the asset in a group of financial
assets with similar credit risk characteristics
and collectively assesses them for
impairment. Assets that are individually
assessed for impairment and for which an
impairment loss is, or continues to be,
recognized are not included in a collective
assessment or impairment.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jumlah
kerugian tersebut diukur sebagai selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai kini
estimasi arus kas masa datang (tidak
termasuk kerugian kredit di masa
mendatang yang belum terjadi). Nilai kini
estimasi arus kas masa datang didiskonto
menggunakan suku bunga efektif awal dari
aset keuangan tersebut. Jika pinjaman
yang diberikan atau piutang memiliki suku
bunga variabel, tingkat diskonto untuk
mengukur kerugian penurunan nilai adalah
suku bunga efektif terkini.
When there is objective evidence that an
impairment loss has been incurred, the
amount of the loss is measured as the
difference between the asset’s carrying
amount and the present value of estimated
future cash flows (excluding future credit
losses that have not been incurred).
The present value of the estimated future
cash flows is discounted at the financial
asset’s original EIR. If a loan or receivable
has a variable interest rate, the discount
rate for measuring impairment loss is the
current EIR.
Nilai tercatat aset keuangan dikurangi
melalui penggunaan akun cadangan dan
jumlah kerugian tersebut diakui secara
langsung dalam laba rugi. Pendapatan
bunga terus diakui atas nilai tercatat yang
telah dikurangi tersebut berdasarkan suku
bunga
yang
digunakan
untuk
mendiskontokan arus kas masa depan
dengan tujuan untuk mengukur kerugian
penurunan nilai. Pinjaman yang diberikan
dan piutang beserta dengan cadangan
terkait dihapuskan jika tidak terdapat
kemungkinan yang realistis atas pemulihan
di masa mendatang dan seluruh agunan,
jika ada, sudah direalisasi atau ditransfer
kepada Perusahaan dan Entitas Anak.
The carrying amount of the asset is reduced
through the use of an allowance account
and the amount of the loss is directly
recognized in profit or loss. Interest income
continues to be accrued on the reduced
carrying amount based on the rate of
interest used to discount future cash flows
for the purpose of measuring impairment
loss. Loans and receivables, together with
the associated allowance are written off
when there is no realistic prospect of future
recovery and all collateral, if any, has been
realized or has been transferred to
the Company and Subsidiaries.
41
The original
original consolidated
consolidated financial
financial statements
statements included
included herein
herein are
are in
in
The
the Indonesian
Indonesian language.
language.
the
PT PRASIDHA
PRASIDHA ANEKA
ANEKA NIAGA
NIAGA Tbk
Tbk
PT
DAN ENTITAS
ENTITAS ANAK
ANAK
DAN
CATATAN ATAS
ATAS LAPORAN
LAPORAN KEUANGAN
KEUANGAN
CATATAN
KONSOLIDASIAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember
Desember 2012,
2012, 30
30 Januari
Januari 2012
2012 dan
dan
31
31 Desember
Desember 2011
2011 dan
dan Tahun
Tahun yang
yang Berakhir
Berakhir pada
pada
31
Tanggal-tanggal 31
31 Desember
Desember 2012
2012 dan
dan 2011,
2011,
Tanggal-tanggal
Periode Sebelas
Sebelas Bulan
Bulan yang
yang Berakhir
Berakhir
Periode
pada Tanggal
Tanggal 31
31 Desember
Desember 2012
2012 dan
dan
pada
Periode Satu
Satu Bulan
Bulan yang
yang Berakhir
Berakhir pada
pada Tanggal
Tanggal
Periode
30 Januari
Januari 2012
2012 Setelah
Setelah Kuasi
Kuasi reorganisasi
reorganisasi
30
(Disajikan dalam
dalam Rupiah,
Rupiah, kecuali
kecuali dinyatakan
dinyatakan lain)
lain)
(Disajikan
2.
2.
PT PRASIDHA
PRASIDHA ANEKA
ANEKA NIAGA
NIAGA Tbk
Tbk
PT
AND SUBSIDIARIES
SUBSIDIARIES
AND
NOTES TO
TO THE
THE CONSOLIDATED
CONSOLIDATED FINANCIAL
FINANCIAL
NOTES
STATEMENTS
STATEMENTS
December 31,
31, 2012,
2012, January
January 30,
30, 2012
2012 and
and
December
December 31,
31, 2011
2011 and
and Years
Years Ended
Ended
December
December 31,
31, 2012
2012 and
and 2011,
2011, Eleven
Eleven Months
Months
December
Period Ended
Ended December
December 31,
31, 2012
2012 and
and
Period
One Month
Month Period
Period Ended
Ended January
January 30,
30, 2012
2012
One
After Quasi-Reorganization
Quasi-Reorganization
After
(Expressed in
in Rupiah,
Rupiah, unless
unless otherwise
otherwise stated)
stated)
(Expressed
IKHTISARKEBIJAKAN
KEBIJAKANAKUNTANSI
AKUNTANSIPENTING
PENTING
IKHTISAR
(lanjutan)
(lanjutan)
u.
2.2. SUMMARY
SUMMARYOF
OFSIGNIFICANT
SIGNIFICANTACCOUNTING
ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Instrumen keuangan (lanjutan)
u. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Impairment of Financial Asset (continued)
a) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan Diamortisasi (lanjutan)
a) Financial Assets Carried at Amortized Cost
(continued)
If, in a subsequent year, the amount of
the estimated impairment loss increases or
decreases because of event occurring after
the impairment was recognized, the
previously recognized impairment loss is
increased or
reduced by adjusting
the allowance account. The reversal shall
not result in a carrying amount of the
financial asset that exceeds what the
amortized cost would have been had the
impairment not been recognized at the date
the impairment is reversed. If a future writeoff is later recovered, the recovery is
recognized in profit or loss.
Jika, dalam tahun berikutnya, nilai estimasi
kerugian penurunan nilai aset keuangan
bertambah
atau
berkurang
yang
dikarenakan peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui, maka kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui
ditambahkan atau dikurangi (dipulihkan)
dengan menyesuaikan akun cadangan.
Pemulihan
tersebut
tidak
boleh
mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan
melebihi biaya perolehan diamortisasi yang
seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui
pada tanggal pemulihan dilakukan. Jika
penghapusan nantinya terpulihkan, jumlah
pemulihan aset keuangan diakui pada laba
rugi.
b) Financial Assets Carried at Cost
b) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan
When there is objective evidence that an
impairment loss has occured, the amount of
the impairment loss is measured as the
difference between the carrying amount of
the financial asset and the present value of
estimated future cash flows discounted at
the current market rate of return for a
similar financial asset (excluding future
expected credit losses that have not yet
been incurred).
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian
penurunan nilai telah terjadi, maka jumlah
kerugian
penurunan
nilai
diukur
berdasarkan selisih antara nilai tercatat
aset keuangan dengan nilai kini dan
estimasi arus kas masa mendatang yang
didiskontokan pada tingkat pengembalian
yang berlaku di pasar untuk aset keuangan
serupa (tidak termasuk ekspektasi kerugian
kredit masa datang yang belum terjadi).
42
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
u.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
u. Financial Instruments (continued)
Liabilitas Keuangan
Financial Liabilities
Pengakuan Awal
Initial Recognition
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup
PSAK 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba atau rugi, liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, atau derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung
nilai yang efektif, mana yang sesuai. Pada
tanggal pelaporan, Perusahaan dan Entitas
Anak tidak memiliki liabilitas keuangan selain
yang
diklasifikasikan
sebagai
liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak
menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan
pada saat pengakuan awal.
Financial liabilities within the scope of PSAK
55 (Revised 2011) are classified as financial
liabilities at fair value through profit or loss,
finance liabilities at amortized cost, or as
derivatives designated as hedging instruments
in an effective hedge, as appropriate. As at the
reporting dates, the Company
and
Subsidiaries has no other financial liabilities
other than those classified as finance liabilities
at amortized cost. The Company and
Subsidiaries determine the classification of its
financial liabilities at initial recognition.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dalam
bentuk liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi dicatat pada nilai wajar
ditambah biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung.
Financial liabilities in the form of finance
liabilities at amortized cost are initially
recognized at their fair values plus directly
attributable transaction costs.
Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas
Anak meliputi pinjaman bank jangka pendek,
utang usaha, utang lain-lain, beban akrual,
pinjaman bank jangka panjang dan kewajiban
sewa pembiayaan.
The Company and Subsidiaries’ financial
liabilities include short-term bank loans, trade
payables, other payables, accrued expenses,
bank loans - long term and obligation under
finance lease.
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Subsequent Measurement
a) Long-term Interest-bearing Finance liabilities
at amortized cost
a) Liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi Jangka Panjang yang
Dikenakan Bunga
Subsequent to initial recognition, long-term
interest-bearing finance liabilities at amortized
cost are measured at amortized costs using
EIR method. At the reporting dates, accrued
interest is recorded separately from the
associated borrowings within the current
liabilities section. Gains and losses are
recognized in the consolidated statements of
comprehensive income when the liabilities
are derecognized as well as through
amortization process using the EIR method.
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi
jangka panjang yang dikenakan
bunga
diukur dengan biaya yang diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE. Pada
tanggal pelaporan, biaya akrual bunga
dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
terkait dalam bagian liabilitas lancar.
Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif kondolidasian
ketika liabilitas dihentikan pengakuannya
serta
melalui
proses
amortisasi
menggunakan metode SBE.
43
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
u.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
u. Financial Instruments (continued)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Pengukuran
(lanjutan)
Setelah
Pengakuan
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Financial Liabilities (continued)
Subsequent Measurement (Continued)
Awal
a) Long-term Interest-bearing Finance liabilities
at amortized cost (continued)
a) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi
Jangka
Panjang
yang
Dikenakan Bunga (lanjutan)
Amortized cost is calculated by taking into
account any discount or premium on
acquisition and fee or costs that are an
integral part of the EIR. The EIR amortization
is included under “Finance Charges” account
in
the
consolidated
statements
of
comprehensive income.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung
dengan mempertimbangkan setiap diskonto
atau premium atas perolehan dan komisi
atau biaya yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat
sebagai bagian dari "Beban Keuangan"
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
b) Utang
b) Payables
Liabilities for current trade and other accounts
payable, and accrued expenses are stated at
carrying amounts (notional amounts), which
approximate their fair values.
Liabilitas untuk utang usaha dan utang lainlain lancar, dan beban akrual dinyatakan
sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional),
yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Penghentian Pengakuan
Derecognition
Suatu
liabilitas
keuangan
dihentikan
pengakuannya pada saat kewajiban yang
ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
A financial liability is derecognized when the
obligation under the contract is discharged or
cancelled or expired.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar
dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau bila
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut
secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat
sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas
keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of an
existing liability are substantially modified,
such an exchange or modification is treated as
derecognition of the original liability and the
recognition of a new liability, and the difference
in the respective carrying amounts is
recognized in the consolidated statements of
comprehensive income.
44
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
The preparation of consolidated financial
statements, in conformity with Indonesian
Financial Accounting Standards, requires
management to make estimations and
assumptions that affect amounts reported
therein. Uncertainty in making assumptions
and estimates can cause material adjustment
to the carrying value of assets and liabilities in
the next reporting period.
Penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian
sesuai
dengan
Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat estimasi dan
asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
yang dilaporkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Ketidakpastian
mengenai
asumsi
dan
estimasi
tersebut
dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
a.
Pertimbangan
a.
Judgments
The following judgments are made by
management in the process of applying
the Company’s and Subsidiaries’ accounting
policies that have the most significant effects
on the amounts recognized in the consolidated
financial statements:
Pertimbangan
berikut
ini
dibuat
oleh
manajemen
dalam
rangka
penerapan
kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas
Anak yang memiliki pengaruh paling signifikan
atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
Penentuan mata uang fungsional
Determination of functional currency
Mata uang fungsional dari masing-masing
entitas dalam grup perusahaan adalah mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana
entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah
mata uang yang mempengaruhi pendapatan
dan beban dari produk dan jasa yang
diberikan.
The functional currency of each entity in the
Group is the currency from the primary
economic environment where such entity
operates. Those currency are the currencies
that influence the revenues and costs of each
respective entity.
Penentuan
mata
uang
fungsional
membutuhkan pertimbangan, karena suatu
entitas dapat bertransaksi dalam lebih dari
satu mata uang dalam aktivitas usahanya
sehari-hari. Mayoritas kegiatan operasional
Perusahaan dan Entitas Anak termasuk
pembelian dan biaya-biaya dilakukan dengan
mata uang Rupiah. Sementara pendapatan
Perusahaan dan Entitas Anak didapat dari
penjualan ekspor, yang juga dilakukan dengan
berbagai jenis mata uang dan hanya
menggunakan Dolar AS sebagai mata uang
untuk perdagangan internasional.
The determination of functional currency
requires consideration, since an entity can do
transactions in more than one currency in day
to day operations. The Company and
Subsidiaries’ majority operation including
purchase and cost transactions are conducted
in Rupiah. While the Company and
Subsidiaries’ revenue are coming from export
sales, these are also conducted in various
currencies and only use the US Dollar as the
currency for international trading.
45
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
a.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Pertimbangan (lanjutan)
SOURCE OF
(continued)
a.
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Judgments (continued)
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Classification of financial assets and financial
liabilities
Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan
klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu
sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan mempertimbangkan apakah definisi
yang ditetapkan PSAK 55 (Revisi 2011)
dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan
dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas
Anak seperti diungkapkan pada Catatan 2u.
The Company and Subsidiaries determine
the classifications of certain assets and
liabilities as financial assets and financial
liabilities by judging if they meet the definition
set forth in PSAK 55 (Revised 2011).
Accordingly, the financial assets and financial
liabilities are accounted for in accordance with
the Company’s and Subsidiaries’ accounting
policies disclosed in Note 2u.
Alokasi Harga Beli dan Penurunan Nilai
Goodwill
Purchase Price
Impairment
Akuntansi akuisisi mensyaratkan penggunaan
estimasi akuntansi secara ekstensif dalam
mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi,
termasuk aset tak berwujud. Akuisisi bisnis
tertentu oleh Entitas Anak menimbulkan
goodwill. Sesuai PSAK 22 (Revisi 2009),
“Kombinasi Bisnis”, goodwill Entitas Anak
tersebut rencananya akan diamortisasi sampai
dengan tanggal 8 Januari 2021. Namun,
setelah
manajemen
Perusahaan
melakukan
estimasi
atas
kinerja
PT Indo Arabica Mangkuraja, Entitas Anak dari
PT Aneka Coffee Industry, Entitas Anak,
manajemen Perusahaan memutuskan untuk
menurunkan seluruh nilai goodwill tersebut
dan mencatatnya sebagai bagian dari “Beban
Operasi Lainnya” dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian tahun 2011
(Catatan 25).
Acquisition accounting requires extensive use
of accounting
estimates
to
allocate
the purchase price to the fair market values of
the assets and liabilities purchased, including
intangible
assets.
Certain
business
acquisitions of the Company and Subsidiaries
have
resulted
in
goodwill.
Under
PSAK
22
(Revised 2009),
“Business
Combinations”, such goodwill is planned
to be amortized until January 8, 2021.
However, after the Company’s management
estimates
the
performance
of
PT Indo Arabica Mangkuraja, Subsidiary of
PT Aneka Coffee Industry, a Subsidiary,
the Company’s management agreed to impair
all the goodwill and recorded as part of “Other
Operating Expense” in 2011 consolidated
statements
of
comprehensive
income
(Note 25).
46
Allocation
and
Goodwill
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
b.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Estimasi dan asumsi
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
b. Estimates and assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama
estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode
berikutnya, diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang
tersedia pada saat laporan keuangan
konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi
mengenai perkembangan masa depan,
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas
Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future
and other key sources of estimation
uncertainty at the end of reporting period that
have a significant risk of causing a material
adjustment to the carrying amounts of assets
and liabilities within the next financial
year/period
are
disclosed
below.
The Company and Subsidiaries based their
assumptions and estimates on parameters
available when the consolidated financial
statements
were
prepared.
Existing
circumstances and assumptions about future
developments, may change due to market
changes or circumstances arising beyond
the control of the Company and Subsidiaries.
Such changes are reflected in the assumptions
as they occur.
Pensiun dan imbalan kerja
Pension and employee benefits
Penentuan kewajiban dan biaya pensiun dan
kewajiban imbalan kerja Perusahaan dan
Entitas Anak bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris
independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda
dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan
Entitas Anak yang memiliki pengaruh lebih dari
10% kewajiban imbalan pasti, ditangguhkan
dan diamortisasi secara
garis
lurus
selama rata-rata sisa masa kerja karyawan.
The determination of the Company’s and
Subsidiaries’ obligations and cost for pension
and employee benefits liabilities is dependent
on its selection of certain assumptions used by
the independent actuaries in calculating such
amounts. Those assumptions include among
others, discount rates, annual salary increase
rate, annual employee turn-over rate, disability
rate, retirement age and mortality rate. Actual
results that differ from the Company’s and
Subsidiaries’ assumptions which effects
are more than 10% of
the
defined
benefit
obligations
are
deferred
and
being amortized on a straight-line method
over the
expected
average
remaining
service years of the qualified employees.
Sementara Perusahaan dan Entitas Anak
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada
hasil aktual atau perubahan signifikan dalam
asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan
Entitas Anak dapat mempengaruhi secara
material liabilitas diestimasi atas pensiun dan
imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
While the Company and Subsidiaries believe
that its assumptions are reasonable and
appropriate, significant differences in the
Company’s
and
Subsidiaries’
actual results or significant changes in
the Company’s and Subsidiaries’ assumptions
may materially affect its estimated liabilities for
pension and employee benefits and net
employee benefits expense.
47
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
c.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
SOURCE OF
(continued)
c.
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimates and assumptions (continued)
Pensiun dan imbalan kerja (lanjutan)
Pension and employee benefits (continued)
Nilai tercatat atas estimasi liabilitas imbalan
kerja Perusahaan dan Entitas Anak pada
tanggal
31
Desember
2012
adalah
Rp31.556.626.806
(30 Januari 2012:
Rp26.313.876.450, 31 Desember 2011:
Rp25.689.303.280). Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 31.
The carrying amount of the Company’s and
Subsidiaries’ estimated liabilities for employee
benefits as of December 31, 2012 is
Rp31,556,626,806
(January
30, 2012:
Rp26,313,876,450, December 31, 2011:
Rp25,689,303,280).
Further details
are
discussed in Note 31.
Penyusutan aset tetap
Depreciation of fixed assets
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode saldo menurun ganda,
kecuali untuk bangunan disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi
masa
manfaat
ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan
20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya.
Perubahan
tingkat
pemakaian
dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi
masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset,
dan karenanya biaya penyusutan masa depan
mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset
tetap Perusahaan dan Entitas Anak pada
tanggal 31 Desember 2012 adalah masingmasing
sebesar
Rp283.052.836.745
(30
Januari
2012: Rp296.342.140.337,
31 Desember 2011: Rp119.914.346.805).
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 11.
The costs of fixed assets are depreciated on
the double-declining balance method, except
for the building are depreciated on the straightline method over their estimated useful lives.
Management properly estimates the useful
lives of these fixed assets to be within 5 to 20
years. These are common life expectancies
applied in the industries where the Company
and Subsidiaries conduct its businesses.
Changes in the expected level of usage and
technological development could impact the
economic useful lives
and the residual
values of these assets, and therefore future
depreciation charges could be revised. The
net carrying amounts of the Company’s
fixed assets as of December 31, 2012 are
Rp283,052,836,745
(January 30, 2012: Rp296,342,140,337,
December 31, 2011: Rp119,914,346,805),
respectively. Further details are disclosed in
Note 11.
Instrumen keuangan
Financial instruments
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat aset
dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai
wajar, yang mengharuskan penggunaan
estimasi akuntansi. Sementara komponen
signifikan atas pengukuran nilai wajar
ditentukan menggunakan bukti obyektif yang
dapat
diverifikasi,
jumlah
perubahan
nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan dan
Entitas Anak menggunakan metodologi
penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar
aset dan
liabilitas
keuangan
tersebut
dapat
mempengaruhi
secara
langsung
laba atau rugi Perusahaan dan Entitas Anak.
The Company and Subsidiaries carries certain
financial assets and liabilities at fair values,
which requires the use of accounting
estimates. While significant components of fair
value measurement were determined using
verifiable objective evidences, the amount of
changes in fair values would differ if
the Company and Subsidiaries utilized
different valuation methodology. Any changes
in fair values of these financial assets
and liabilities
would
affect
directly
the Company’s and Subsidiaries’ profit or loss.
48
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
b.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
b. Estimates and assumptions (continued)
Instrumen keuangan (lanjutan)
Financial instruments (continued)
Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai
wajar dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal 31 Desember
2012 adalah sebesar Rp158.366.880.666 (30
Januari
2012:
Rp133.192.587.298,
31
Desember
2011:
Rp110.404.320.150)
(Catatan 33), sedangkan nilai tercatat liabilitas
keuangan dalam laporan perubahan posisi
keuangan konsolidasian pada tanggal 31
Desember
2012
adalah
sebesar
Rp232.769.331.332
(30
Januari 2012:
Rp229.582.664.887, 31 Desember 2011:
Rp180.927.580.860) (Catatan 33).
The carrying amount of financial assets carried
at fair values in the consolidated statements of
financial position as of December 31, 2012 is
Rp158,366,880,666 (January 30, 2012:
Rp133,192,587,298, December 31, 2011:
Rp110,404,320,150)
(Note
33),
while
the carrying amount of financial liabilities
carried in the consolidated statements of
financial position as of of December 31, 2012
is Rp232,769,331,332 (January 30, 2012:
Rp229,582,664,887, December 31, 2011:
Rp180,927,580,860) (Note 33).
Aset Pajak Tangguhan
Deferred Tax Assets
Aset pajak tangguhan diakui atas liabilitas
imbalan kerja karyawan, uang muka pemasok,
piutang lain-lain, piutang usaha, aset tetap,
kewajiban sewa pembiayaan dan uang
jaminan. Estimasi signifikan oleh manajemen
disyaratkan dalam menentukan jumlah aset
pajak
tangguhan
yang
dapat
diakui,
berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
penghasilan kena
pajak dan
strategi
perencanaan pajak masa depan.
Deferred tax assets are recognized for
employee benefits liability, advances to
suppliers, other receivables, trade receivables,
fixed assets, obligation under finance lease
and security deposits. Significant management
estimates are required to determine the
amount of deferred tax assets that can be
recognized, based upon the likely timing and
the level of future taxable profits together with
future tax planning strategies.
49
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
b.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
b. Estimates and assumptions (continued)
Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
Deferred Tax Assets (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak tidak memiliki rugi fiskal yang
dapat dikompensasi (30 Januari
2012:
Rp22.347.751.416 dan 31 Desember 2011:
Rp21.263.049.168). Rugi fiskal tersebut terkait
dengan Perusahaan dan Entitas Anak yang
yang sebagian besar belum kadaluwarsa dan
tidak dapat digunakan untuk disalinghapuskan
dengan penghasilan kena pajak entitas lain
dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
As of December 31, 2012, the Company and
Subsidiaries have no tax loss carried forwards
(January 30, 2012: Rp22,347,751,416 and
December 31, 2011: Rp21,263,049,168).
These tax losses relate to Subsidiaries where
most are not yet expired and may not be used
to offset taxable profits elsewhere in the
Company and Subsidiaries
Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Impairment of Non-financial Assets
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset
atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang
lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual didasarkan
pada ketersediaan data dari perjanjian
penjualan yang mengikat yang dibuat dalam
transaksi normal atas aset serupa atau harga
pasar yang dapat diamati dikurangi dengan
biaya tambahan yang dapat diatribusikan
dengan pelepasan aset.
An impairment exists when the carrying value
of an asset or CGU exceeds its recoverable
amount, which is the higher of its fair value
less costs to sell and its value in use. The fair
value less costs to sell calculation is based on
available data from binding sales transactions
in an arm’s length transaction of similar assets
or observable market prices less incremental
costs for disposing the asset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model
arus kas yang didiskontokan. Arus kas
diproyeksikan untuk sepuluh tahun ke depan
dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi
yang belum ada perikatannya atau investasi
signifikan di masa depan yang akan
meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji. Nilai
terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat
diskonto yang digunakan untuk model arus kas
yang didiskontokan seperti halnya dengan
arus kas masuk masa depan yang diharapkan
dan tingkat pertumbuhan yang digunakan
untuk tujuan ekstrapolasi. Asumsi utama yang
digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan
UPK, masing-masing dijelaskan lebih rinci
dalam Catatan 34.
The value in use calculation is based on a
discounted cash flow model. The future cash
flow projection is for a year of ten years and
does not include restructuring activities that is
not yet committed to or significant future
investments
that
will
enhance
the asset’s performance of the CGU being
tested. The recoverable amount is most
sensitive to the discount rate used for
the discounted cash flow model as well as
the expected future cash inflows and
the growth rate used for extrapolation
purposes. The way assumptions used to
determine the recoverable amount for the
different CGU, are further explain in Note 34.
50
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
b.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
b. Estimates and assumptions (continued)
Penurunan Nilai Aset Non Keuangan (lanjutan)
Impairment of Non-financial Assets (continued)
Pada tanggal 30 Juni 2011, aset dan liabilitas
ACI
dinilai
oleh
penilai
independen.
Berdasarkan penilai independen, nilai wajar
tanaman
menghasilkan
memiliki
nilai
Rp4.412.737.172. Oleh karenanya, ACI
mencatat kerugian penurunan nilai tanaman
menghasilkan
sebesar
Rp1.088.231.579.
Penentuan nilai wajar bergantung pada
pemilihan asumsi yang digunakan oleh penilai
independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat produksi, harga jual kopi pasar,
estimasi biaya-biaya dan tingkat diskonto.
On June 30, 2011, ACI’s assets and liabilities
have been appraised by an independent
appraisal. Based on independent appraisal,
the fair value of mature plantations as of
June 30, 2011 amounted to Rp4,412,737,172.
Accordingly, ACI recorded impairment losses
on
mature
plantations
amounting
to
Rp1,088,231,579. The determination of fair
value is dependent on its selection of certain
assumptions used by the independent
appraisal in calculating such amounts. Those
assumption include among others, production
rate, coffee’s market selling price, costs
estimation and discount rate.
Cadangan Penurunan
Keusangan Persediaan
dan
Allowance for Decline in Market Values and
Obsolescence of Inventories
Penyisihan penurunan nilai pasar dan
keusangan persediaan diestimasi berdasarkan
fakta dan situasi yang tersedia, termasuk
namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik
persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi
biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi
dievaluasi kembali dan disesuaikan jika
terdapat tambahan informasi yang yang
mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai
tercatat persediaan Perusahaan dan Entitas
Anak sebelum cadangan atas keusangan dan
penurunan
nilai
pasar
berjumlah
Rp225.987.469.477
pada
tanggal
31 Desember 2012 (30 Januari 2012:
Rp205.103.016.080, 31 Desember 2011:
Rp162.977.980.785). Penjelasan lebih lanjut
diungkapkan dalam Catatan 8.
Allowance for decline in market values and
obsolescence of inventories is estimated
based on the best available facts and
circumstances, including but not limited to,
the inventories’ own physical conditions, their
market selling prices, estimated costs of
completion and estimated costs to be incurred
for their sales. The provisions
are reevaluated and adjusted as additional
information received affects the amount
estimated. The
carrying
amount
of
the Company and Subsidiaries’ inventories
before allowance for obsolescence and decline
in
market
values
amounted
to
Rp225,987,469,477 as of December 31, 2012
(January 30, 2012: Rp205,103,016,080,
December 31, 2011: Rp162,977,980,785).
Further details are contained in Note 8.
Nilai
Pasar
51
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
b.
ESTIMASI
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
b. Estimates and assumptions (continued)
Piutang
Allowance for Impairment Losses on Trade
Receivables
Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi
akun tertentu jika terdapat informasi bahwa
pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi
kewajiban
keuangannya.
Dalam hal tersebut, Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mempertimbangkan,
berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas pada, jangka
waktu hubungan dengan pelanggan dan status
kredit dari pelanggan berdasarkan catatan
kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang
telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik
atas jumlah piutang pelanggan guna
mengurangi jumlah piutang yang diharapkan
dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas
Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali
dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
diterima mempengaruhi jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai atas piutang usaha.
Nilai tercatat dari piutang usaha Perusahaan
dan Entitas Anak sebelum cadangan kerugian
penurunan nilai berjumlah Rp65.305.139.056
pada
tanggal
31
Desember
2012
(30
Januari
2012:
Rp51.236.657.385,
31 Desember 2011: Rp63.225.349.766).
Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 6.
The Company and Subsidiaries evaluates
specific accounts where it has information
that certain customers are
unable
to
meet
their
financial
obligations.
In these cases, the Company
and
Subsidiaries uses judgment, based
on
the best available facts and circumstances,
including but not limited to, the length of its
relationship with
the
customer
and
the customer’s current credit status based on
third party credit reports and known market
factors, to record specific provisions for
customers against amounts due to reduce its
receivable amounts that the Company and
Subsidiaries expects to collect. These specific
provisions are re-evaluated and adjusted as
additional information received
affects
the amounts of allowance for impairment
losses on trade receivables. The carrying
amount of the Company and Subsidiaries’
trade receivables before allowance for
impairment
losses
amounted
to
Rp65,305,139,056 as of December 31, 2012
(January
30, 2012: Rp51,236,657,385,
December 31, 2011: Rp63,225,349,766).
Further details are contained in Note 6.
Cadangan
Usaha
atas
Penurunan
Nilai
52
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KAS DAN SETARA KAS
4.
Cash and cash equivalents consist of:
Kas dan setara kas terdiri dari:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Kas
Dalam Rupiah
Dalam Dolar AS
(31 Des. 2012: US$10.213,
30 Jan. 2012: US$9.650 dan
31 Des. 2011: US$7.614)
Bank
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
PT Bank DBS Indonesia
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation
Limited, Surabaya
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
Citibank N.A., Surabaya
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp40 juta)
Rekening Dolar AS
(31 Des. 2012: US$2.826.804,
30 Jan. 2012: US$4.011.659 dan
31 Des. 2011: US$2.408.321)
Citibank N.A., Surabaya
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation
Limited, Surabaya
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
Setara kas - deposito berjangka
Rekening Rupiah
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Mayapada Internasional Tbk
Rekening Dolar AS
PT Bank DBS Indonesia
(31 Des. 2012: US$1.000.000 dan
30 Jan. 2012: US$1.250.000)
Jumlah Kas dan Setara Kas
CASH AND CASH EQUIVALENTS
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
6.854.514.455
3.709.675.280
2.098.334.387
98.759.710
86.705.250
69.043.752
11.821.609.207
4.838.511.287
5.017.978.497
3.062.679.002
2.137.543.442
2.083.160.989
3.521.396.955
4.066.430.526
7.742.893.174
548.911.552
44.124.099
44.124.099
486.500.446
356.723.108
184.863.408
145.754.768
132.262.316
3.202.413.225
1.128.887.861
139.307.976
1.949.121.492
-
5.745.252
5.745.252
Cash on hand
In Rupiah
In US Dollar
(Dec. 31, 2012: US$10,213,
Jan. 30, 2012: US$9,650 and
Dec. 31, 2011: US$7,614)
Cash in banks
Rupiah Accounts
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
PT Bank DBS Indonesia
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation
Limited, Surabaya
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
Citibank N.A., Surabaya
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Others (each below
Rp40 million)
13.469.138.963
8.514.970.815
2.780.564.502
7.430.881.083
15.538.513.443
8.764.024.504
4.954.932.479
8.732.991.172
6.796.616.075
1.899.250.081
531.463.103
873.370.213
3.307.360.860
995.413.766
220.552.984
139.807.990
136.839.014
138.144.905
US Dollar Accounts
(Dec. 31, 2012: US$2,826,804,
Jan. 30, 2012: US$4,011,659 and
Dec. 31, 2011: US$2,408,321)
Citibank N.A., Surabaya
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation
Limited, Surabaya
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
-
Cash equivalents - time deposits
Rupiah Accounts
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Mayapada Internasional Tbk
21.000.000.000
2.100.318.904
9.000.000.000
2.000.000.000
9.670.000.000
11.231.250.000
-
US Dollar Accounts
PT Bank DBS Indonesia
(Dec. 31, 2012: US$1,000,000
and Jan. 30, 2012: US$1,250,000)
85.657.618.688
76.051.988.538
44.100.518.397
Total Cash and Cash Equivalents
53
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
4.
The annual interest rates on the above time
deposits are as follows:
Tingkat suku bunga tahunan atas deposito
berjangka tersebut adalah sebagai berikut:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Rupiah
Dolar AS
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
6,02% - 6,50%
2,19% - 2,20%
5%
0,25% - 0,5%
DEPOSITO BERJANGKA
PENGGUNAANNYA
YANG
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
7,00% - 8,00%
0,6% - 0,90%
Rupiah
US Dollar
The Company and Subsidiaries do not have
related party relationship with the banks where
cash and cash equivalents are placed.
Perusahaan dan Entitas Anak tidak berelasi dengan
bank di mana kas dan setara kas ditempatkan.
5.
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
DIBATASI
5.
RESTRICTED TIME DEPOSITS
Akun ini merupakan deposito berjangka PT Aneka
Coffee Industry (“ACI”), Entitas Anak, yang
ditempatkan pada PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk senilai Rp850.000.000 dan
US$225.000 pada tanggal 31 Desember 2012,
Rp700.000.000 dan US$134.000 pada tanggal
30 Januari 2012 dan 31 Desember 2011.
This account consists of time deposits of PT Aneka
Coffee Industry (“ACI”), a Subsidiary, placed at
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
amounting to Rp850,000,000 and US$225,000 as
of December 31, 2012, Rp700,000,000 and
US$134,000 as of January 30, 2012 and
December 31, 2011.
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya
dalam Rupiah memiliki tingkat bunga antara 4,25%
sampai 5,5% pada tahun 2012 (30 Januari 2012:
5% dan 31 Desember 2011: antara 5,50% sampai
7,00%), sementara deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya dalam Dolar AS memiliki
tingkat bunga antara 0,25% sampai 0,5% pada
tahun 2012 (30 Januari 2012: antara 0,25% sampai
0,5% dan 31 Desember 2011: antara 0,25%
sampai 0,50%).
The restricted time deposits in Rupiah currency
earned annual interest at rates ranging from 4.25%
to 5.5% in 2012 (January 30, 2012: 5% and
December 31, 2011: from 5.50% to 7.00%), while
the restricted time deposits in US Dollar currency
earned annual interest at rates ranging from 0.25%
to 0.5% in 2012 (January 30, 2012: from 0.25% to
0.50% and December 31, 2011: from 0.25% to
0.50%).
Seluruh deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya ini dijadikan sebagai jaminan atas
fasilitas bank garansi yang diperoleh oleh ACI
(Catatan 32).
All restricted time deposits are pledged as
collateral to the bank guarantee facilities obtained
by ACI (Note 32).
54
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PIUTANG USAHA
6.
TRADE RECEIVABLES
Piutang usaha terdiri dari:
Trade receivables consist of:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Dolar AS
US Dollar
Pihak ketiga
Utexam Logistics Limited, Singapura
(31 Des. 2012: US$1.734.097,
30 Jan. 2012: US$1.970.346 dan
31 Des. 2011: US$2.108.834)
PT Hankook Indonesia Tire
(US$528.628)
Feng Nian Company
Pte. Ltd., Singapura
(31 Des. 2012: US$468.512
dan 31 Des. 2011: US$435.976)
Societe Des Matieres Premieres
Tropicales Pte., Ltd., Singapura
(31 Des. 2012: US$423.794
30 Jan. 2012: US$730.444 dan
31 Des. 2011: US$993.084)
Hankook Tire Co., Ltd., Korea
(US$357.893)
New Continent Enterprise
Pte., Ltd., Singapura
(US$307.836)
RCMA American Inc.,
Singapura
(US$405.044)
PT Santos Jaya Abadi
(US$389.961)
N. Polymer International Pte. Ltd.,
Singapura
(US$350.258)
Sara Lee Coffee & Tea Limited,
Thailand
(US$284.445)
Lain-lain
(31 Des. 2012: US$126.870,
30 Jan. 2012: US$481.708 dan
31 Des. 2011: US$375.847)
Third Parties
16.768.714.702
17.703.560.339
19.122.905.986
5.111.837.247
-
-
4.530.514.134
-
3.953.429.824
4.179.872.530
6.573.991.500
9.005.285.531
3.460.823.569
-
-
2.976.777.698
-
-
-
-
3.672.942.074
-
-
3.536.166.348
-
-
3.176.140.995
-
-
2.579.347.260
1.226.832.901
4.335.372.000
3.408.177.876
Pihak-pihak berelasi (Catatan 7)
Itochu Corp., Ltd., Taiwan
(31 Des. 2012: US$260.616,
30 Jan. 2012: US$775.811 dan
31 Des. 2011: US$418.536)
Itochu Corp., Ltd., Japan
(31 Des. 2012: US$122.400,
30 Jan. 2012: US$130.974 dan
31 Des. 2011: US$102.390)
Sub jumlah
Utexam Logistics Limited, Singapore
(Dec. 31, 2012: US$1,734,097,
Jan. 30, 2012: US$1,970,346 and
Dec. 31, 2011: US$2,108,834)
PT Hankook Indonesia Tire
(US$528,628)
Feng Nian Company
Pte., Ltd., Singapore
(Dec. 31, 2012: US$468,512 and
Dec. 31, 2011: US$435,976)
Societe Des Matieres Premieres
Tropicales Pte., Ltd., Singapore
(Dec. 31, 2012: US$423,794,
Jan. 30, 2012: US$730,444 and
Dec. 31, 2011: US$993,084)
Hankook Tire Co., Ltd., Korea
(US$357,893)
New Continent Enterprise
Pte., Ltd., Singapura
(US$307,836)
RCMA American Inc.,
Singapore
(US$405,044)
PT Santos Jaya Abadi
(US$389,961)
N. Polymer International Pte. Ltd.,
Singapore
(US$350,258)
Sara Lee Coffee & Tea Limited,
Thailand
(US$284,445)
Others
(Dec. 31, 2012: US$126,870,
Jan. 30, 2012: US$481,708 and
Dec. 31, 2011: US$375,847)
Related Parties (Note 7)
2.520.156.720
6.982.294.500
3.795.284.448
1.183.608.000
1.178.766.000
928.472.520
Itochu Corp., Ltd., Taipei
(Dec. 31, 2012: US$260,616,
Jan. 30, 2012: US$775,811 and
Dec. 31, 2011: US$418,536)
Itochu Corp., Ltd., Japan
(Dec. 31, 2012: US$122,400,
Jan. 30, 2012: US$130,974 and
Dec. 31, 2011:US$102,390)
41.959.137.501
36.773.984.339
53.178.152.862
Sub-total
55
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PIUTANG USAHA (lanjutan)
6.
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
TRADE RECEIVABLES (continued)
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Rupiah
Rupiah
Pihak ketiga
Third Parties
PT Java Prima Abadi
PT Harapan Surya Lestari
PT Santos Jaya Abadi
Lain-lain
13.200.000.000
2.567.994.000
283.800.000
7.294.207.555
567.600.000
207.900.000
7.018.968.000
6.668.205.046
1.885.400.000
238.392.000
3.889.875.795
4.033.529.109
PT Java Prima Abadi
PT Harapan Surya Lestari
PT Santos Jaya Abadi
Others
Sub jumlah
65.305.139.056
51.236.657.385
63.225.349.766
Sub-total
Cadangan kerugian penurunan nilai
Jumlah
Belum jatuh tempo
Jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
(92.252.740)
(321.158.820)
65.212.886.316
50.915.498.565
Persentase (%)/Percentage (%)
31 Des. 2012/
30 Jan. 2012/ 31 Des. 2011/
Dec. 31, 2012
Jan. 30, 2012 Dec. 31, 2011
86,17
86,09
86,52
(321.158.820 )
Allowance for impairment losses
62.904.190.946
Total
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
56.196.149.345
Jumlah/Amount
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
43.833.198.523
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
54.422.907.762
12,35
0,95
0,66
11,34
2,49
0,71
12,98
0,43
0,58
8.053.245.071
622.780.000
432.964.640
5.775.912.042
1.267.930.000
359.616.820
8.165.965.968
272.408.960
364.067.076
Jumlah Piutang Usaha
Cadangan kerugian
penurunan nilai
100,13
100,63
100,51
65.305.139.056
51.236.657.385
63.225.349.766
(92.252.740)
(321.158.820)
Jumlah
100,00
(0,13)
(0,63)
(0,51)
100,00
100,00
65.212.886.316 50.915.498.565
Current - not due
Past due:
1 - 30 days
31 - 60 days
Over 60 days
(321.158.820)
Total Trade Receivables
Allowance for impairment
losses
62.904.190.946
Total
Cadangan kerugian penurunan nilai dilakukan
untuk menutup kemungkinan kerugian adanya
piutang tidak tertagih.
The allowance for impairment losses is provided to
cover the possible losses from the non-collection of
the amounts.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya
penurunan nilai piutang pada akhir tahun,
manajemen berkeyakinan bahwa cadangan atas
penurunan nilai piutang usaha di atas dapat
mencukupi
untuk
menutup
kerugian atas
penurunan nilai piutang tersebut.
Based on the results of review for impairment of
receivable accounts at the end of the year, the
management believes that the above allowance for
impairment of trade receivables is sufficient to
cover losses from impairment of such receivables.
Perubahan saldo cadangan atas penurunan nilai
adalah sebagai berikut:
The movements in the balance of allowance for
impairment losses are as follows:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Saldo awal
Penambahan
Penghapusan
Saldo akhir
321.158.820
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
(228.906.080)
321.158.820
-
310.693.820
10.465.000
-
Beginning balance
Additions
Write-offs
92.252.740
321.158.820
321.158.820
Ending balance
56
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
7.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PIUTANG USAHA (lanjutan)
6.
TRADE RECEIVABLES (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2012, sebagian piutang
usaha Perusahaan dan seluruh piutang usaha
PT Aneka Coffee Industry, Entitas Anak dengan
nilai sebesar US$3.778.741 dan Rp23.335.536.555
(30 Januari 2012: US$2.886.031 dan
Rp12.976.105.853 dan 31 Desember 2011:
US$2.913.951 dan Rp10.047.196.904) dijadikan
sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka
pendek dan jangka panjang yang diperoleh dari
PT Bank DBS Indonesia (Catatan 12 dan 17).
As of December 31, 2012, part of trade receivables
of the Company and all of trade receivables of
PT Aneka Coffee Industry, a Subsidiary, amounting
to
US$3,778,741
and
Rp23,335,536,555
(January
30,
2012:
US$2,886,031
and
Rp12,976,105,853 and December 31, 2011:
US$2,913,951 and Rp10,047,196,904) are pledged
as collateral to the short-term and long-term bank
loans obtained from PT Bank DBS Indonesia
(Notes 12 and 17).
Pada tanggal 31 Desember 2012, sebagian piutang
usaha
Perusahaan
sebesar
US$551.905
(30 Januari 2012: US$1.157.576 dan 31 Desember
2011: US$2.950.424) dijadikan sebagai jaminan
atas pinjaman bank jangka pendek yang diperoleh
dari PT Bank Danamon Indonesia
Tbk
(Catatan 12).
As of December 31, 2012, part of the Company’s
trade receivables amounting to US$551,905
(January 30, 2012: US$1,157,576 and
December 31, 2011: US$2,950,424) are also
pledged as collateral to the short-term bank loan
obtained from PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(Note 12).
SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI
7.
BALANCES
AND
RELATED PARTIES
TRANSACTIONS
WITH
In the normal course of business, the Company
and Subsidiaries engages in trade and other
transactions with related parties, which are
affiliated with the Company and Subsidiaries
through equity ownership, either direct or indirect,
and/or under common control, and/or common key
management. The significant transactions and
balances with these related parties are as follows:
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan
dan Entitas Anak melakukan transaksi dagang dan
transaksi lainnya dengan pihak-pihak berelasi,
yang terafiliasi dengan Perusahaan dan Entitas
Anak melalui kepemilikan ekuitas langsung dan tak
langsung, dan/atau di bawah kendali pihak yang
sama, dan/atau melalui manajemen kunci yang
sama. Transaksi dan saldo yang signifikan dengan
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
57
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
7.
Penjualan kepada
pihak-pihak
berelasi/
Sales to
related
parties
BALANCES
AND
TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
Pembelian dari
pihak-pihak
berelasi/
Purchases
from related
parties
Piutang dari
pihak-pihak
berelasi/
Amounts
owed by
related parties *
WITH
Utang kepada
pihak-pihak
berelasi/
Amounts
owed to
related parties **
Pihak-pihak berelasi lainnya/Other related parties:
Itochu Corp., Ltd.,
Taiwan/Taipei
2012
2011
44.845.985.735
45.996.957.154
-
2.520.156.720
3.795.284.448
-
Itochu Corp., Ltd.,
Jepang/Japan
2012
2011
25.168.959.585
25.402.422.465
9.244.951.009
5.133.176.356
1.183.608.000
928.472.520
-
Itochu Corp., Ltd.,
Thailand
2012
2011
20.497.538.367
6.248.696.967
-
-
-
* Nilai diklasifikasikan sebagai piutang usaha/The amounts are classified as trade receivables
** Nilai diklasifikasikan sebagai utang usaha/The amounts are classified as trade payables
Syarat dan ketentuan transaksi-transaksi
dengan pihak-pihak berelasi
Terms and conditions of the transactions with
related parties
a.
a.
Penjualan dan pembelian dari pihak-pihak
berelasi dilakukan pada harga yang disepakati
tergantung jenis produk terkait dan/atau
berdasarkan harga pasar. Saldo terkait pada
akhir tahun adalah tanpa jaminan, tanpa
bunga dan penyelesaian dilakukan dalam
bentuk tunai. Tidak terdapat jaminan yang
diberikan atau diterima untuk setiap piutang
atau utang dari pihak-pihak berelasi. Untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan dan
Entitas Anak tidak membuat provisi atas
penurunan nilai piutang dari pihak-pihak
berelasi,
dikarenakan
manajemen
berpendapat bahwa, berdasarkan hasil
penilaian, seluruh piutang dagang dari pihakpihak berelasi dapat ditagih.
Penilaian ini dilakukan pada setiap akhir tahun
keuangan dengan memeriksa posisi keuangan
dari pihak-pihak berelasi dan pasar di mana
pihak-pihak tersebut beroperasi.
58
Sales and purchases from related parties are
made at agreed prices depending on the type
of product involve and/or based on market
prices. The related outstanding balances at
end of year are unsecured, interest-free and
settlement is made in cash. There have been
no guarantees provided or received for any
related parties receivables or payables. For
the years ended December 31, 2012 and
2011, the Company and Subsidiaries have not
made any provision for impairment relating to
the amounts due from related parties, since
management
believes,
based
on
its
assessment, that all trade receivables from
related parties are fully collectible.
This assessment is undertaken each financial
year by examining the financial positions of
the related parties concerned, and the market
in which the related parties operate.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
b.
7.
PT Aneka Coffee Industry (“ACI”), Entitas
Anak, mengadakan penjanjian biaya komisi
tanpa jangka waktu yang pasti dengan Itochu
Corp., Jepang (“ITC”), dimana ACI akan
membayar beban komisi sebesar persentase
tertentu dari nilai faktur penjualan komersial
kepada pelanggan tertentu. Sebaliknya, ITC,
sebagai agen komisi, menjamin pembayaran
pelanggan. Selama tahun 2012 biaya komisi
yang dibayarkan kepada ITC sebesar
Rp900.029.467 (satu bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Januari 2012: Rp143.429.400
dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011:
Rp775.729.727) disajikan sebagai bagian dari
akun “Beban Penjualan - Komisi Penjualan”
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian (Catatan 23).
BALANCES
AND
TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
b.
PT Aneka Coffee Industry (“ACI”), a
Subsidiary, entered into a commission fee
agreement with Itochu Corp., Japan (“ITC”)
with indefinite duration, whereby ACI will pay
commission fees at certain percentage of the
commercial invoice value of sales to certain
customers. In return, ITC, as a commission
agent, guarantees the customers’ payments.
In 2012 commission fees paid to ITC
amounted to Rp900,029,467 (one month
ended January 30, 2012: Rp143,429,400 and
for the year ended December 31, 2011:
Rp775,729,727) are presented as part of
“Selling Expenses - Sales Commissions” in the
consolidated statements of comprehensive
income (Note 23).
The payables arising from these transactions
amounting to US$25,036 in December 31,
2012 (January 30, 2012: US$53,016 and
December 31, 2011: US$35,637) are recorded
as part of “Accrued Expenses - Sales
Commissions” (Note 14) in the consolidated
statements of financial position.
Saldo utang ACI dari transaksi tersebut
sebesar US$25.036 pada tanggal
31 Desember 2012 (30 Januari 2012:
US$53.016
dan
31
Desember
2011:
US$35.637) disajikan sebagai bagian dari
akun “Beban Akrual - Komisi Penjualan”
(Catatan 14) dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
c.
WITH
c.
ACI mengadakan perjanjian perantara dengan
ITC pada tanggal 1 Juli 2005, dimana ACI
menunjuk ITC sebagai perantaranya untuk
transaksi future dan/atau option biji kopi
(“transaksi”)
di
London
International
Financial Futures and Option Exchange
(LIFFE) dan/atau New York Coffee, Sugar &
Cocoa Exchange, Inc. (NYCSCE), yang
terutama bertujuan untuk melindungi risiko
kerugian yang timbul dari fluktuasi harga biji
kopi. ACI akan membayar biaya perantara
kepada ITC atas transaksi-transaksi tersebut
sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian.
Sehubungan dengan PSAK 55 (Revisi 2011),
“Instrumen
Keuangan:
Pengakuan
dan
Pengukuran”, transaksi kontrak komoditi
berjangka ini tidak memenuhi syarat atas
akuntansi lindung nilai.
59
ACI entered into an agency agreement with
ITC dated July 1, 2005, whereby ACI
appointed ITC as its agent for the futures
and/or options transactions of coffee beans
(the “transactions”) in London International
Financial Futures and Options Exchange
(LIFFE) and/or New York Coffee, Sugar &
Cocoa Exchange, Inc. (NYCSCE), which are
primarily intended to hedge its exposures on
risks of losses arising from the fluctuations
in prices of the coffee beans. ACI will pay ITC
agency fees for the transactions as stipulated
in the agreement. In accordance with PSAK 55
(Revised 2011), “Financial Instruments:
Recognition and Measurement”, the said
future commodity contracts did not meet
the requirements for hedge accounting.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
d.
7.
Kompensasi manajemen kunci
BALANCES
AND
TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
d.
Kompensasi kepada personil manajemen kunci
yang terdiri dari dewan komisaris dan direksi
Perusahaan adalah sebagai berikut:
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
WITH
Key Management compensation
Compensation of key management personnel
consisting of boards of commissioners and
directors of the Company are as follows:
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012*
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Gaji dan imbalan pekerja
jangka pendek
Imbalan pascakerja
7.427.700.000
921.498.889
6.893.200.000
865.977.883
534.500.000
55.521.006
6.596.000.000
780.327.066
Salaries and other short-term
employee benefits
Post-employment benefits
Jumlah
8.349.198.889
7.759.177.883
590.021.006
7.376.327.066
Total
The relationships with the related
mentioned in the foregoing are as follows:
Hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
parties
Pihak-pihak berelasi
dengan Entitas Anak/
Related parties with
Subsidiary
Itochu Corp., Ltd.,
Jepang/Japan
Jenis hubungan/
Type of relationships
Transaksi pihak-pihak berelasi/
Related parties transactions
Mempunyai pengaruh yang
signifikan dalam Entitas Anak/
Has significant influences in
Subsidiary
Perantara untuk menjual kopi instan,
perdagangan kopi dan untuk transaksi
berjangka dan/atau opsi biji kopi/
Agent for selling instant coffee, trading coffee
and agent for trading future and/or option
transactions of coffee beans
Itochu Corp., Ltd.,
Taiwan/Taipei dan/and
Thailand
Mempunyai pengaruh yang
signifikan dalam Entitas Anak/
Has significant influences in
Subsidiary
Perantara untuk menjual kopi instan/
Agent for selling instant coffee
60
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PERSEDIAAN
8.
INVENTORIES
Inventories consist of:
Persediaan terdiri dari:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Bahan baku
Karet - slabs
Kopi
82.798.259.962
25.965.700.151
31.895.245.800
32.492.141.316
14.110.841.794
26.023.929.215
Raw materials
Rubber - slabs
Coffee
Barang dalam proses
Karet - blanket
Kopi
51.108.598.438
-
55.022.391.979
500.155.750
45.013.931.787
-
Work in process
Rubber - blanket
Coffee
Barang jadi
Karet remah
Kopi
31.359.994.439
24.060.693.345
38.426.476.561
36.023.332.714
29.415.423.217
36.862.624.348
Finished goods
Crumb rubber
Coffee
215.293.246.335
194.359.744.120
151.426.750.361
Sub-total
Bahan pembantu dan
pembungkus
10.694.223.142
10.743.271.960
11.551.230.424
Supplies and packaging materials
Jumlah Persediaan
225.987.469.477
205.103.016.080
162.977.980.785
Total Inventories
Sub-jumlah
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak telah melakukan kuasi reorganisasi
dengan menilai kembali nilai persediaan
Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal
tersebut mengikuti nilai wajarnya berdasarkan
laporan penilai independen, Toto Suharto & Rekan
tertanggal 7 Maret 2013, sehingga terdapat
penambahan
nilai
persediaan
sebesar
Rp4.846.811.596 pada tanggal 30 Januari 2012
yang berasal dari selisih penilaian kembali yang
dilakukan dalam kuasi reorganisasi pada tanggal
tersebut (Catatan 35).
On January 30, 2012, the Company and
Subsidiaries have conducted quasi-reorganization
with reassessed the Company’s and Subsidiaries’
inventories as of the date based on the fair value,
based on the independent appraisal, Toto Suharto
& Rekan’s report dated March 7, 2013, thus
the addition of inventories amounting to
Rp4,846,811,596 as of January 30, 2012 from
revaluation increment in the quasi-reorganization
on that date (Note 35).
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga
pasar dan kondisi fisik persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa
cadangan untuk keusangan dan penurunan nilai
pasar persediaan tidak diperlukan.
Based on a review of the market prices and
physical conditions of
the
inventories
at
the reporting dates, management believes that
there is no need to provide the allowance for
obsolescence and decline in market values of
inventories.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, harga
pasar atas persediaan kopi dan karet remah lebih
tinggi dibandingkan biaya perolehannya, sehingga
tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan
nilai persediaan.
As of December 31, 2012 and 2011, the market
price for coffee and crumb rubber is higher than its
cost, thus, no allowance for decline in market value
is needed.
61
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.
9.
PERSEDIAAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
8.
INVENTORIES (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2012, persediaan milik
Perusahaan yang diperoleh melalui pendanaan
dari PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) dan seluruh
persediaan milik PT Aneka Coffee Industry, Entitas
Anak, kecuali bahan pembantu dan pembungkus,
yaitu sebesar Rp186.240.024.023 (30 Januari
2012: Rp146.082.139.669 dan 31 Desember 2011:
Rp107.574.908.085) dijadikan sebagai jaminan
atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka
panjang yang diperoleh dari DBS (Catatan 12
dan 17).
As of December 31, 2012, inventories owned by
the Company which were funded through
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) and all of
inventories owned by PT Aneka Coffee Industry, a
Subsidiary, except for supplies and packaging
materials
totalling
to
Rp186,240,024,023
(January 30, 2012: Rp146,082,139,669 and
December 31, 2011: Rp107,574,908,085) are
pledged as collateral for the short-term and longterm bank loan obtained from DBS (Notes 12
and 17).
Pada tanggal 31 Desember 2012, persediaan milik
Perusahaan yang diperoleh melalui pendanaan
dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“BDI”),
kecuali bahan pembantu dan pembungkus dan real
estat,
yaitu
sebesar
Rp25.781.207.898
(30 Januari 2012: Rp37.971.613.750 dan
31 Desember 2011: Rp37.783.640.609) dijadikan
sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka
pendek yang diperoleh dari BDI (Catatan 12).
As of December 31, 2012, inventories owned by
the Company which were funded through
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“BDI”), except
for supplies and packaging materials and real
estate totalling to Rp25,781,207,898 (January 30,
2012: Rp37,971,613,750 and December 31, 2011:
Rp37,783,640,609) are pledged as collateral for
short-term bank loan obtained from BDI (Note 12).
Pada tanggal 31 Desember 2012, persediaan telah
diasuransikan terhadap risiko kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu
paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan
gabungan sebesar US$25.337.742, yang menurut
pendapat manajemen cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
As of December 31, 2012, inventories are covered
by insurance against losses from fire and other
risks under a policy package with combined
coverage amounting to US$25,337,742, which in
management’s opinion, are adequate to cover
possible losses that may arise from such risks.
PENYERTAAN SAHAM
9.
Rincian
penyertaan
saham
pada
tanggal
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
The details of investments in shares of stock as of
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 are as follows:
31 Desember 2012 dan 30 Januari 2012/
December 31, 2012 and January 30, 2012
Nama Perusahaan
PT Bursa Berjangka Jakarta
PT Sarana Aceh Ventura
PT Sarana Bengkulu Ventura
PT Sarana Sumsel Ventura
Persentase
kepemilikan/
Percentage of Biaya perolehan/
ownership
Acquisition cost
3,448%
3,760
0,270
0,260
Jumlah Penyertaan Saham
62
Investees
3.027.557.649
435.623.987
10.000.000
-
PT Bursa Berjangka Jakarta
PT Sarana Aceh Ventura
PT Sarana Bengkulu Ventura
PT Sarana Sumsel Ventura
3.473.181.636
Total Investments in Shares of Stock
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
9.
INVESTMENTS
(continued)
IN
SHARES
OF
STOCK
31 Desember 2011/December 31, 2011
Nama Perusahaan
PT Bursa Berjangka Jakarta
PT Sarana Aceh Ventura
PT Sarana Sumsel Ventura
PT Sarana Bengkulu Ventura
Persentase
kepemilikan/
Percentage of Biaya perolehan/
ownership
Acquisition cost
3,448%
3,760
0,260
0,270
Jumlah Penyertaan Saham
Investees
400.000.000
200.000.000
20.000.000
10.000.000
PT Bursa Berjangka Jakarta
PT Sarana Aceh Ventura
PT Sarana Sumsel Ventura
PT Sarana Bengkulu Ventura
630.000.000
Total Investments in Shares of Stock
Pada tahun 2012, Perusahaan menerima dividen
bersih atas penyertaannya pada PT Bursa
Berjangka Jakarta, PT Sarana Aceh Ventura dan
PT
Sarana
Bengkulu
Ventura
senilai
Rp300.000.000, Rp19.015.350 dan Rp1.984.630
dalam bentuk dividen tunai dan Rp1.984.000 dalam
bentuk dividen saham dari PT Sarana Bengkulu
Ventura.
In 2012, the Company received net dividends for
its investment in
shares
of
stock
of
PT Bursa Berjangka Jakarta, PT Sarana Aceh
Ventura and PT Sarana Bengkulu Ventura
amounting to Rp300,000,000, Rp19,015,350 and
Rp1,984,630 in the form of cash dividends and
Rp1,984,000 in the form of stock dividends from
PT Sarana Bengkulu Ventura.
Pada tahun 2011, Perusahaan menerima dividen
bersih atas penyertaannya pada PT Bursa
Berjangka Jakarta senilai Rp294.506.145.
In 2011, the Company received net dividends for
its investment in
shares
of
stock
of
PT Bursa Berjangka Jakarta amounting to
Rp294,506,145.
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak telah melakukan kuasi reorganisasi
dengan menilai kembali nilai penyertaan saham
Perusahaan pada tanggal tersebut mengikuti nilai
wajarnya, sehingga terdapat penambahan nilai
penyertaan saham sebesar Rp2.843.181.636 pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 30 Januari
2012 yang berasal dari selisih penilaian kembali
yang dilakukan dalam kuasi reorganisasi pada
tanggal 30 Januari 2012 (Catatan 35).
On January 30, 2012, the Company and
Subsidiaries have conducted quasi-reorganization
by revaluing the Company’s investments in shares
of stock as of the date based on the fair value, thus
the addition of investments in shares of stock
amounting to Rp2,863,181,636 as of December 31,
2012 and January 30, 2012 respectively from
revaluation increment in the quasi-reorganization
on January 30, 2012 (Note 35).
Pada akhir periode pelaporan, manajemen
Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat
bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa
penyertaan saham mengalami penurunan nilai.
At the end of reporting period, the Company’s
management believes that there is no objective
evidence that the investments in shares of stock is
impaired.
63
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TANAMAN PERKEBUNAN
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
10. PLANTATIONS
Tanaman perkebunan terdiri dari:
Plantations consist of:
- Tanaman menghasilkan
- Mature plantation
31 Desember 2012/December 31, 2012
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
Penambahan/
Additions
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Pengurangan/
Deduction
16.324.751.506
12.294.695.144
4.960.327.282
7.902.152.065
-
Nilai buku
Kerugian penurunan nilai
4.030.056.362
1.088.231.579
-
-
Nilai buku, neto
2.941.824.783
21.285.078.788
20.196.847.209
1.088.231.579
1.088.231.579
Impairment losses
-
Net book value
Carrying value
Accumulated amortization
30 Januari 2012/January 30, 2012
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
Penambahan/
Additions
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Pengurangan/
Deduction
16.324.751.506
12.294.695.144
4.960.327.282
245.152.065
-
21.285.078.788
12.539.847.209
Nilai buku
Kerugian penurunan nilai
4.030.056.362
1.088.231.579
-
-
1.088.231.579
8.745.231.579
Impairment losses
Nilai buku, neto
2.941.824.783
7.657.000.000
Net book value
31 Desember 2011/December 31, 2011
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
Penambahan/
Additions
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Pengurangan/
Deduction
16.324.751.506
8.990.126.506
3.304.568.638
-
16.324.751.506
12.294.695.144
Nilai buku
Kerugian penurunan nilai
7.334.625.000
-
1.088.231.579
-
1.088.231.579
4.030.056.362
Impairment losses
Nilai buku, neto
7.334.625.000
2.941.824.783
Net book value
Amortisasi
dari
tanaman
menghasilkan
dibebankan ke beban pokok penjualan.
64
Carrying value
Accumulated amortization
The amortization of mature plantations is
charged to cost of goods sold.
C
Accumulate
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
10. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)
10. PLANTATIONS (continued)
- Tanaman menghasilkan (lanjutan)
- Mature plantation (continued)
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas
Anak
telah
melakukan
kuasi
reorganisasi dengan menilai kembali nilai
tanaman perkebunan-menghasilkan Entitas
Anak pada tanggal tersebut mengikuti nilai
wajarnya, sehingga penambahan tanaman
perkebunan-menghasilkan
pada
tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 30 Januari
2012
mencakup
jumlah
sebesar
Rp4.960.327.282 yang berasal dari selisih
penilaian kembali yang dilakukan dalam kuasi
reorganisasi pada tanggal 30 Januari 2012
(Catatan 35).
On January 30, 2012, the Company and
Subsidiaries
have
conducted
quasireorganization by revaluing Subsidiary’s mature
plantation as of the date based on the fair value,
thus the addition of mature plantation as of
December 31, 2012 and January 30, 2012
included an amount of Rp4,960,327,282 from
revaluation increment in the quasi-reorganization
on January 30, 2012 (Note 35).
Pada tanggal 30 Juni 2011, berdasarkan
laporan penilai independen, Toto Suharto &
Rekan, nilai wajar tanaman menghasilkan pada
tanggal
30
Juni
2011
memiliki
nilai
Rp4.412.737.172, yang menyebabkan rugi
penurunan nilai tanaman menghasilkan sebesar
Rp1.088.231.579 yang dicatat sebagai bagian
dari “Beban Operasi Lainnya” pada laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian tahun 2011.
On June 30, 2011, based on the independent
appraisal, Toto Suharto & Rekan’s report, the fair
value of mature plantations as of June 30, 2011
amounted to Rp4,412,737,172, which resulted an
impairment losses on mature plantations
amounting to Rp1,088,231,579, which is
recorded as part of “Other Operating Expenses”
in
2011
consolidated
statement
of
comprehensive income.
Entitas Anak memiliki tanah untuk perkebunan
seluas kurang lebih 590 hektar dan sampai
dengan 31 Desember 2012, Entitas Anak telah
menggunakan tanah tersebut untuk penanaman
seluas kurang lebih 190 hektar.
The Subsidiary owns a parcel of land of
approximately 590 hectares and up
to
December 31, 2012, the Subsidiary has used
approximately 190 hectares of the land for
planting.
Semua
tanaman
menghasilkan
tidak
diasuransikan terhadap risiko kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya.
All the plantations are not covered by insurance
against losses from fire and other risks.
- Tanaman belum menghasilkan
- Immature plantation
Immature plantations consist of expenses
relating to the replanting the plantations of
approximately 70 hectares, 57 hectares and
57 hectares area of the land in 2012, one month
ended January 30, 2012 and in 2011 and the
incurred
expenses
amounted
to
Rp1,728,727,474 in 2012 (one month ended
January 30, 2012: Rp1,159,057,568 and the
year
ended
December
31,
2011:
Rp1,159,017,568).
Tanaman belum menghasilkan terdiri dari biaya
sehubungan dengan penanaman kembali
tanaman perkebunan seluas kurang lebih
70 hektar, 57 hektar dan 57 hektar tanah
masing-masing pada tahun 2012, satu bulan
yang berakhir 30 Januari 2012 dan tahun 2011
dan
biaya
yang
terjadi
sebesar
Rp1.728.727.474 pada tahun 2012 (satu bulan
yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2012:
Rp1.159.057.568 dan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011: Rp1.159.017.568).
65
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
10. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)
10. PLANTATIONS (continued)
- Tanaman belum menghasilkan (lanjutan)
- Immature plantation (continued)
On January 30, 2012, based on the independent
appraisal, Toto Suharto & Rekan’s report, the fair
value of mature plantations as of January 30,
2012 are amounted to Rp112,580,000, which
resulting an impairment losses on mature
plantations amounting to Rp1,046,477,568, from
revaluation increment in the quasi-reorganization
on January 30, 2012 (Note 35).
Pada tanggal 30 Januari 2012, berdasarkan
laporan penilai independen, Toto Suharto &
Rekan,
nilai
wajar
tanaman
belum
menghasilkan pada tanggal 30 Januari 2012
memiliki
nilai
Rp112.580.000,
yang
menyebabkan rugi penurunan nilai tanaman
menghasilkan sebesar Rp1.046.477.568 yang
berasal dari selisih penilaian kembali yang
dilakukan dalam kuasi reorganisasi pada
tanggal 30 Januari 2012 (Catatan 35).
11. ASET TETAP
11. FIXED ASSETS
Aset tetap terdiri dari:
Fixed assets consist of:
31 Desember 2012/December 31, 2012
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Nilai Tercatat
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Aset dalam penyelesaian
31.975.686.557
66.672.775.864
1.148.355.174
133.875.215.939
5.683.769.748
12.010.290.950
2.112.385.651
68.747.183.443
49.115.933.354
320.957.970
57.839.821.714
2.517.110.940
5.669.946.736
1.532.114.293
49.181.636
25.281.062
846.459.000
9.778.198
2.676.040.056
957.203.581
(2.676.040.056)
100.722.870.000
118.464.749.274
1.469.313.144
191.665.856.017
8.175.599.626
17.790.982.267
958.681.690
Jumlah
253.478.479.883
185.743.068.450
930.699.896
957.203.581
439.248.052.018
Total
2.507.631.349
3.068.972.115
Asset under Finance Lease
Transportation equipment
Machinery and equipment
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan
Mesin dan peralatan
Jumlah
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Jumlah
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan
Mesin dan peralatan
2.905.273.816
2.128.464.000
590.561.432
1.152.912.000
31.000.318
212.403.885
258.512.217.699
187.486.541.882
1.174.104.099
-
444.824.655.482
Total
31.687.069.238
1.100.211.649
92.328.498.262
4.326.571.181
7.985.678.839
5.033.933.055
113.129.273
14.474.331.939
1.282.076.244
2.152.503.623
36.002.200
21.225.167
822.264.510
420.703.581
36.721.002.293
1.213.340.922
106.766.828.001
5.587.422.258
9.736.621.532
Accumulated Depreciation
Direct ownership
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
137.428.029.169
23.055.974.134
879.491.877
420.703.581
160.025.215.006
Total
774.018.254
972.585.477
Asset under Finance Lease
Transportation equipment
Machinery and equipment
453.511.054
716.330.671
743.148.301
256.254.806
1.937.520
-
Jumlah
138.597.870.894
24.055.377.241
881.429.397
Nilai Buku
119.914.346.805
66
(957.203.581)
-
Carrying Value
Direct ownership
Land
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
Construction in progress
(420.703.581)
-
161.771.818.737
Total
283.052.836.745
Net Book Value
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. FIXED ASSETS (continued)
11. ASET TETAP (lanjutan)
30 Januari 2012/January 30, 2012
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Reklasifikasi/
Reclassifications
Nilai Tercatat
Carrying Value
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Aset dalam penyelesaian
Jumlah
Direct ownership
31.975.686.557
66.672.775.864
1.148.355.174
133.875.215.939
5.683.769.748
12.010.290.950
2.112.385.651
68.747.183.443
48.440.729.973
320.957.970
52.396.924.607
1.982.453.410
4.227.647.736
1.182.768.686
-
-
100.722.870.000
115.113.505.837
1.469.313.144
186.272.140.546
7.666.223.158
16.237.938.686
3.295.154.337
253.478.479.883
177.298.665.825
-
-
430.777.145.708
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan
Mesin dan peralatan
Jumlah
2.905.273.816
2.128.464.000
441.500.432
-
31.000.318
212.403.885
258.512.217.699
177.740.166.257
243.404.203
-
3.315.773.930
1.916.060.115
436.008.979.753
Total
Direct ownership
31.687.069.238
1.100.211.649
92.328.498.262
4.326.571.181
7.985.678.839
355.000.599
501.495
517.105.201
54.449.060
57.019.847
-
-
32.042.069.837
1.100.713.144
92.845.603.463
4.381.020.241
8.042.698.686
137.428.029.169
984.076.202
-
-
138.412.105.371
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan
Mesin dan peralatan
Transportation equipment
Machinery and equipment
Accumulated Depreciation
Pemilikan langsung
Jumlah
Total
Asset under Finance Lease
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Land
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
Construction in progress
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
Total
Asset under Finance Lease
453.511.054
716.330.671
57.410.396
29.419.444
1.937.520
-
-
508.983.930
745.750.115
Transportation equipment
Machinery and equipment
Jumlah
138.597.870.894
1.070.906.042
1.937.520
-
139.666.839.416
Total
Nilai Buku
119.914.346.805
296.342.140.337
Net Book Value
31 Desember 2011/December 31, 2011
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Nilai Tercatat
Carrying Value
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Aset dalam penyelesaian
Jumlah
Direct ownership
31.975.686.557
64.834.392.708
1.148.355.174
121.544.049.695
9.213.580.231
11.178.805.884
696.598.618
1.478.043.723
12.429.677.573
648.168.636
1.298.469.891
2.112.385.651
122.516.326
4.131.912.919
825.305.213
-
360.339.433
24.004.997
(46.066.200)
358.320.388
(696.598.618)
31.975.686.557
66.672.775.864
1.148.355.174
133.875.215.939
5.683.769.748
12.010.290.950
2.112.385.651
240.591.468.867
17.966.745.474
5.079.734.458
-
253.478.479.883
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan
Mesin dan peralatan
Jumlah
Land
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
Construction in progress
Total
Asset under Finance Lease
929.800.000
2.128.464.000
1.975.473.816
-
-
243.649.732.867
19.942.219.290
5.079.734.458
67
-
2.905.273.816
2.128.464.000
258.512.217.699
Transportation equipment
Machinery and equipment
Total
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. FIXED ASSETS (continued)
11. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2011/December 31, 2011
Saldo Awal/
Beginning
Balances
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Saldo Akhir/
Ending
Balances
Reklasifikasi/
Reclassifications
Akumulasi Penyusutan
Accumulated Depreciation
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Jalan perkebunan
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor
Kendaraan
Direct ownership
28.441.605.364
1.033.255.154
80.767.487.979
8.060.243.425
7.397.182.906
3.245.463.874
66.956.495
11.659.521.612
443.987.000
1.333.825.696
98.511.329
4.177.659.244
745.329.763
-
31.687.069.238
1.100.211.649
92.328.498.262
4.326.571.181
7.985.678.839
125.699.774.828
16.749.754.677
5.021.500.336
-
137.428.029.169
19.370.834
245.619.562
434.140.220
470.711.109
-
-
453.511.054
716.330.671
Jumlah
125.964.765.224
17.654.606.006
5.021.500.336
Nilai Buku
117.684.967.643
Jumlah
Aset Sewa Pembiayaan
Buildings and improvements
Road in plantation
Machinery and equipment
Office equipment
Transportation equipment
Total
Asset under Finance Lease
Kendaraan
Mesin dan peralatan
138.597.870.894
Total
119.914.346.805
Net Book Value
The details of gains on disposals of fixed assets
are as follows:
Rincian dari laba atas pelepasan aset tetap adalah
sebagai berikut:
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
-
Transportation equipment
Machinery and equipment
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Ended
December 31,
2012
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Penerimaan dari penjualan
Nilai buku neto
308.469.000
80.270.817
308.469.000
51.208.019
29.062.798
450.960.000
58.234.122
Laba (rugi) atas pelepasan aset tetap
228.198.183
257.260.981
(29.062.798)
Proceeds from disposals
Net book value
392.725.878 Gains (loss) on disposals of fixed assets
Aset tetap dalam penyelesaian
Constructions in-progress
Aset tetap dalam penyelesaian terdiri dari:
Constructions in-progress consist of the following:
31 Desember 2012
Bangunan dan prasarana
Persentase
Penyelesaian/
Completion
Percentage
60,00% - 95,00%
Total
Nilai Tercatat/
Carrying Value
958.681.690
958.681.690
30 Januari 2012
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan pabrik
April - Juni 2013/
April - June 2013
December 31, 2012
Bulidings and improvements
Total
January 30, 2012
26,64-65,00%
26,64%
Total
9.778.198
Oktober 2012 - Juni 2013/
October 2012 – June 2013
Bulidings and improvements
April - Juni 2013/
April - June 2013 Machinery and plant equipment
3.295.154.337
Total
3.285.376.139
31 Desember 2011
December 31, 2011
Bangunan dan prasarana
65,00%
Mesin dan peralatan pabrik
20,55%
Total
Perkiraan Waktu
Penyelesaian/
Estimated Time of
Completion
9.778.198
Maret 2012 - Juni 2013/
march 2012 - June 2013
Bulidings and improvements
Januari - Juni 2012/
January - June 2012 Machinery and plant equipment
2.112.385.651
Total
2.102.607.453
68
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. FIXED ASSETS (continued)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Depreciation expense of fixed assets which were
charged to operations are as follows:
Beban penyusutan aset tetap yang dibebankan
pada operasi adalah sebagai berikut:
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012*
1.056.218.399
Tahun yang
Berakhir pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Beban pokok penjualan
Beban umum dan administrasi
(Catatan 24)
10.988.070.832
9.931.852.433
15.744.079.965
13.067.306.408
13.052.618.765
14.687.643
1.910.526.041
Cost of goods sold
General and administrative expenses
(Note 24)
Jumlah
24.055.377.240
22.984.471.198
1.070.906.042
17.654.606.006
Total
Penambahan dan pengurangan pada 31 Desember
2012 dan 30 Januari 2012 termasuk penambahan
dan pengurangan dari revaluasi aset tetap yang
dilakukan dalam rangka kuasi reorganisasi pada
tanggal 30 Januari 2012.
Additions and deductions in December 31, 2012
and January 30, 2012 included addition and
deduction from revaluation of fixed assets
conducted for
quasi-reorganization
as
of
January 30, 2012.
Pada tanggal 30 Januari 2012 (setelah kuasi
reorganisasi), Perusahaan dan Entitas Anak
mengestimasikan masa manfaat seluruh gedung
pada aset tetap berkisar 20 (dua puluh) sampai
dengan 30 (tiga puluh) tahun sejak tanggal efektif
laporan posisi keuangan konsolidasian setelah
penyesuaian kuasi reorganisasi. Perubahan
estimasi umur ekonomis aset tetap ini berdasarkan
hasil penilaian dari KKJP Toto Suharto dan Rekan
(“TnR”), Penilai Independen dan diterapkan secara
prospektif sesuai dengan PSAK 25 (Revisi 2009),
“Kebijakan
Akuntansi,
Perubahan
Estimasi
Akuntansi dan Kesalahan”.
On January 30, 2012 (after quasi-reorganization),
the Company and Subsidiaries estimates the
useful life of the whole building in fixed assets
ranging from 20 (twenty) to 30 (thirty) years
starting from the effective date of the consolidated
statements of financial position after adjustments
of quasi-reorganization. The changes in useful life
of the fixed assets is based on the appraisal result
by KKJP Toto Suharto dan Rekan (“TnR”),
Independent Valuer and applied prospectively
based on PSAK 25 (Revised 2009), “Accounting
Policies, Changes in Accounting Estimates and
Errors”.
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak telah melakukan kuasi reorganisasi
dengan menilai kembali nilai aset tetap
Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal
tersebut mengikuti nilai wajarnya berdasarkan
laporan penilai independen, Toto Suharto & Rekan
tertanggal 7 Maret 2013, sehingga terdapat
penambahan
nilai
aset
tetap
sebesar
Rp176.560.553.574 pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 30 Januari 2012 yang
berasal dari selisih penilaian kembali yang
dilakukan dalam kuasi reorganisasi pada tanggal
30 Januari 2012 (Catatan 35).
On January 30, 2012, the Company and
Subsidiaries have conducted quasi-reorganization
by revaluing the Company’s and Subsidiaries’ fixed
assets as of the date based on the fair value,
based on the independent appraisal, Toto Suharto
& Rekan’s report dated March 7, 2013, thus the
addition
of
fixed
assets
amounted
to
Rp176,560,553,574 as of December 31, 2012 and
January 30, 2012 respectively arising from
revaluation increment in the quasi-reorganization
on January 30, 2012 (Note 35).
69
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. FIXED ASSETS (continued)
11. ASET TETAP (lanjutan)
As of December 31, 2012, the acquistion cost of
fully depreciated fixed asset of the Company and
Subsidiaries that are still in use in operation
amounted to Rp3,139,704,456.
Pada tanggal 31 Desember 2012, harga perolehan
aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak yang
sudah disusutkan penuh yang masih digunakan
dalam operasi sebesar Rp3.139.704.456.
Hak atas tanah
Land rights
Hak atas tanah seluas 5.473 meter persegi masih
dalam proses pengalihan menjadi atas nama
Perusahaan. Selain itu, Perusahaan dan Entitas
Anak memiliki Hak Guna Bangunan atas beberapa
lahan tanah di berbagai lokasi untuk periode yang
berkisar dari 20 sampai 30 tahun. Hak-hak tersebut
akan berakhir pada berbagai tanggal mulai dari
tahun 2013 sampai 2037. Manajemen Perusahaan
dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa Hak Guna
Bangunan tersebut dapat diperpanjang pada saat
tanggal masa berlakunya berakhir.
The transfer of the title of land rights totaling
5,473 square meters to the Company’s name is
currently in process. In addition, the Company and
Subsidiaries have the Buildings Rights (Hak Guna
Bangunan) several parcels of land located at
several places for periods ranging from 20 to
30 years. These rights will expire at various dates
starting from the year 2013 to
2037.
The Company’s and Subsidiaries’ management
believe that the terms of the above Buildings Rights
can be extended upon their expiration dates.
Penjaminan dan asuransi atas aset tetap
Collateralization and insurance of fixed assets
Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap
tertentu milik Perusahaan dan PT Aneka Coffee
Industry, Entitas Anak, dijadikan sebagai jaminan
atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka
panjang yang diperoleh dari PT Bank DBS
Indonesia (Catatan 12 dan 17). Selain itu, pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 semua
kendaraan yang diperoleh melalui pinjaman sewa
pembiayaan dijaminkan terhadap masing-masing
fasilitas kredit terkait.
As of December 31, 2012, certain fixed assets
owned by the Company and PT Aneka Coffee
Industry, a Subsidiary, are pledged as collateral for
short-term and long-term bank loan obtained from
PT Bank DBS Indonesia (Notes 12 and 17). In
addition, as of December 31, 2012 and 2011, all
vehicles acquired through finance leases were
used to secure the respective credit facilities.
Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap
sebesar Rp283.052.836.745 telah diasuransikan
terhadap risiko kerugian atas kebakaran dan risiko
lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar
US$34.175.500 dan Rp14.750.900.000, yang
menurut pendapat manajemen cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas risiko
tersebut.
As of December 31, 2012, the fixed assets
amounted to Rp283,052,836,745 are covered by
insurance against losses from fire and other risks
under blanket insurance policies with combined
coverage amounting to US$34,175,500 and
Rp14,750,900,000, which in management’s
opinion, are adequate to cover possible losses that
may arise from such risks.
70
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK
12. SHORT-TERM BANK LOANS
The balances of short-term bank loans are as
follows:
Saldo pinjaman jangka pendek adalah sebagai
berikut:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
PT Bank DBS Indonesia
(31 Des. 2012: US$18.059.788,
30 Jan. 2012: US$16.144.214 dan
31 Des. 2011: US$10.750.256)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(31 Des. 2012: US$4.000.000
30 Jan. 2012: US$6.250.000 dan
31 Des. 2011: US$6.600.000)
Jumlah
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
174.638.150.256
145.055.762.882
97.483.323.948
38.680.000.000
56.156.250.000
59.848.800.000
PT Bank DBS Indonesia
(Dec. 31, 2012: US$18,059,788,
Jan. 30, 2012: US$16,144,214 and
Dec. 31, 2011: US$10,750,256)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(Dec. 31, 2012: US$4,000,000,
Jan. 30, 2012: US$6,250,000 and
Dec. 31, 2011: US$6,600,000)
213.318.150.256
201.212.012.882
157.332.123.948
Total
Perusahaan
a.
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
The Company
PT Bank DBS Indonesia (”DBS”)
a.
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”)
Berdasarkan
Perjanjian
Kredit
antara
Perusahaan
dan
DBS
pada
tanggal
18 Desember 2006, yang terakhir diperbaharui
pada tanggal 28 Februari 2013, DBS setuju
untuk memberikan fasilitas-fasilitas sebagai
berikut:
Based on the Credit Agreement between
the Company and DBS dated December 18,
2006, which was last amended
on
February 28, 2013, DBS agreed to provide
the following facilities:


Term loan facility (Facility A) with
a maximum amount of US$9,000,000, for
refinancing the Company’s existing term
loan facility from The ADM Maculus Fund,
L.P. and Innovest Offshore Ventures Ltd.
The term of the facility is 5 (five) years
and will mature on December 15, 2013.

Pre-export financing facility (Facility B)
with
a
maximum
amount
of
US$9,000,000, for the Company’s working
capital.
Working capital facility in the form of
Collateral
Monitoring
Agreement
(Facility C) with a maximum amount of
US$15,000,000, for the Company’s
working capital.


Fasilitas kredit berjangka (Fasilitas A)
dengan
batas
maksimum
sebesar
US$9.000.000, yang digunakan untuk
pembiayaan kembali utang Perusahaan
dari The ADM Maculus Fund, L.P. dan
Innovest Offshore Ventures Ltd. Jangka
waktu pinjaman adalah 5 (lima) tahun dan
akan
jatuh
tempo
pada
tanggal
15 Desember 2013.
Fasilitas pembiayaan pre-export financing
(Fasilitas B) dengan batas maksimum
sebesar US$9.000.000, untuk kebutuhan
modal kerja Perusahaan.
Fasilitas modal kerja dalam bentuk
Collateral
Monitoring
Agreement
(Fasilitas C) dengan batas maksimum
sebesar US$15.000.000, untuk kebutuhan
modal kerja Perusahaan.

71
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
12. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Perusahaan (lanjutan)
a.
The Company (continued)
PT Bank DBS Indonesia (”DBS”) (lanjutan)
a.
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) (continued)
Pinjaman jangka pendek dari DBS tersebut
dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar cost
of fund ditambah dengan persentase margin
sebesar 2,75% dan dibayar setiap 3 (tiga)
bulanan.
The short-term bank loan from DBS bears
interest at annual rate equal to the cost of fund
plus a certain margin rate of 2.75% and
payable quarterly.
Fasilitas pinjaman jangka pendek ini dijamin
oleh tanah Perusahaan, bangunan dan
prasarana, mesin dan peralatan (termasuk
tanah dan mesin dan peralatan yang dahulu
milik PT Aneka Sumber Kencana (“ASK”) dan
PT Lampung Sumber Kencana Pelleting
Factory (“LSKPF”), Entitas Anak), piutang
usaha, persediaan, klaim asuransi, saldo
rekening di DBS, tanah yang dimiliki pihakpihak yang berelasi, seluruh penyertaan
saham milik Perusahaan atas PT Aneka
Coffee Industry, Entitas Anak, dan jaminan
pribadi oleh Mansjur Tandiono, Made
Sudharta, Jeffry Sanusi Soedargo dan H.
Sjamsul Bachri Uding, masing-masing sebagai
komisaris dan direksi Perusahaan (Catatan
6, 8 dan 11).
The short-term facilities are secured by
the
Company’s
land,
buildings
and
improvements, machineries and equipment
(including the land and machineries and
equipment formerly owned by PT Aneka
Sumber Kencana (“ASK”) and PT Lampung
Sumber Kencana Pelleting Factory (“LSKPF”),
Subsidiaries), trade receivables, inventories,
insurance claim, the Company’s current
accounts at DBS, land owned by related
parties, all the Company’s shares in PT Aneka
Coffee Industry, a Subsidiary, and covered by
personal guarantees of Mansjur Tandiono,
Made Sudharta, Jeffry Sanusi Soedargo
and H. Sjamsul Bachri Uding, the Company’s
commissioners and directors, respectively
(Notes 6, 8 and 11).
Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
DBS, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk,
antara lain, melakukan penggabungan usaha
atau konsolidasi, menjual aset tetap,
memberikan jaminan untuk pihak-pihak lain,
menjaminkan aset kepada pihak ketiga,
mengubah
bentuk
usaha,
mengubah
Anggaran Dasar, pemegang saham atau
manajemen dan modal saham, memperoleh
fasilitas pinjaman baru dari bank/lembaga
keuangan lain dan membagikan dividen.
Without the prior written agreement from DBS,
the Company is not permitted to, among
others, enter into mergers or consolidation, sell
fixed assets, provide guarantee to other
parties, pledge assets to third parties, change
nature of business, make changes in Articles
of Association, shareholders or management
and capital stock, obtain new loan facility from
other banks/financial institutions and declare
dividends.
Pada tanggal 28 April 2011, Perusahaan
menerima surat persetujuan dari DBS, dimana
DBS menyetujui proposal Perusahaan, untuk
melakukan merger vertikal dengan dengan
ASK dan LSKPF, Entitas Anak, melaksanakan
kuasi reorganisasi dan menjual saham di AWG
(Catatan 1c dan 35).
On April 28, 2011, the Company has received
Consent Letter from DBS, whereby, DBS has
agreed for the Company proposals, to merge
vertically with ASK and LSKPF, Subsidiaries,
to perform quasi-reorganization, and to sell its
share in AWG (Notes 1c and 35).
72
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
12. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Perusahaan (lanjutan)
a.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
The Company (continued)
PT Bank DBS Indonesia (”DBS”) (lanjutan)
a.
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) (continued)
Setiap tiga bulan, Perusahaan harus
mempertahankan
rasio
kemampuan
membayar bunga (interest coverage ratio)
sebesar minimum 2 kali, rasio utang terhadap
ekuitas maksimum sebesar 1,50 kali dan rasio
utang terhadap EBITDA maksimum sebesar
4,25 kali. Di samping itu, Perusahaan juga
harus mempertahankan rasio lancar sebesar
minimum 100% dan nilai aset bersih sebesar
minimum Rp125 milyar. Menurut perjanjian
kredit, pembatasan keuangan di atas dapat
berubah tergantung dari hasil penilaian
keuangan yang dilakukan oleh dan untuk
kepentingan DBS atas proyeksi keuangan
Perusahaan.
The Company shall, on a quarterly basis,
maintains an interest coverage ratio at a
minimum of 2 times, a maximum debt to equity
ratio of 1.50 times and a maximum debt to
EBITDA ratio of 4.25 times. In addition,
the Company shall also maintain a current
ratio at a minimum of 100% and total net worth
at a minimum of Rp125 billion. According to
the credit agreement, the above financial
covenants may change subject to financial due
dilligence conducted by and at the sole
discretion of DBS on the Company’s financial
projections.
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
mempunyai rasio kemampuan membayar
bunga (interest coverage ratio) sebesar 4,04
kali, rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,99
kali dan rasio utang terhadap EBITDA sebesar
3,96 kali. Di samping itu, Perusahaan juga
mempunyai rasio lancar sebesar 101% dan
nilai aset bersih sebesar Rp417 milyar.
As of December 31, 2012, the Company has
an interest coverage ratio of 4.04 times, a debt
to equity ratio of 0.99 times and a debt to
EBITDA ratio of 3.96 times. In addition,
the Company also has a current ratio of 101%
and total net worth of Rp417 billion.
Sehubungan
dengan
Perjanjian
Kredit,
Perusahaan
mengadakan
Perjanjian
Pengawasan atas Jaminan dengan DBS
dan PT (Persero) Superintending Company
of Indonesia (“Sucofindo”) pada tanggal
18 Desember 2006. Berdasarkan perjanjian
ini, Perusahaan dan DBS menunjuk Sucofindo
untuk mengawasi pergerakan barang (slabs,
blanket dan karet remah) yang terdapat di
tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan
rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam
perjanjian tersebut. Sebagai kompensasi,
Perusahaan harus membayar biaya jasa
bulanan sebesar US$2.600 per lokasi.
In accordance with the Credit Agreement,
the Company entered into a Collateral
Monitoring Agreement with DBS and
PT (Persero) Superintending Company of
Indonesia (“Sucofindo”) on December 18,
2006. Based on this agreement, the Company
and DBS appointed Sucofindo to monitor
the movement of the goods (rubber-slabs,
rubber-blanket and crumb rubber) at
the appointed storage facilities with the details
of services as stipulated in the related
agreement. As a compensation, the Company
shall pay a monthly fee amounting to
US$2,600 per location.
73
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
12. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Perusahaan (lanjutan)
a.
b.
The Company (continued)
PT Bank DBS Indonesia (”DBS”) (lanjutan)
a.
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) (continued)
Sehubungan dengan Amandemen Ketujuh (7)
Perjanjian Kredit, Perusahaan mengadakan
Perjanjian Pengawasan Agunan dengan DBS
dan
Sucofindo
pada
tanggal
11 April 2011. Berdasarkan perjanjian ini,
Perusahaan dan DBS menunjuk Sucofindo
untuk mengawasi pergerakan barang (slabs,
blanket dan karet remah) yang terdapat di
tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan
rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam
perjanjian tersebut. Sebagai kompensasi,
Perusahaan harus membayar biaya jasa
bulanan sebesar US$4.500 per lokasi atau
sebesar US$2.900 per lokasi jika dilaksanakan
Collateral Monitoring pada saat dan lokasi
yang sama.
In accordance with the seventh (7)
amandement Credit Agreement, the Company
entered into a Collateral Monitoring Agreement
with DBS and Sucofindo on April 11, 2011.
Based on this agreement, the Company and
DBS appointed
Sucofindo
to
monitor
the movement of the goods (rubber-slabs,
rubber-blanket and crumb rubber) at
the appointed storage facilities with the details
of services as stipulated in the related
agreement. As a compensation, the Company
shall pay a monthly fee amounting to
US$4,500 per location or amounting to
US$2,900 per location if there were Collateral
Monitoring in the same time and same
location.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 30 Januari
2012 dan 31 Desember 2011 tidak terdapat
saldo utang yang timbul atas transaksi
tersebut.
As of December 31, 2012 , January 30, 2012
and December 31, 2011 there were no
outstanding payables arising from the
transaction.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (”BDI”)
b.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“BDI”)
Pinjaman jangka pendek kepada BDI
merupakan utang untuk fasilitas open account
financing (“OAF”) yang jatuh tempo pada
tanggal 27 September 2013.
Short-term bank loans to BDI represents open
account financing facility (“OAF”) which will
mature on September 21, 2013.
Berdasarkan Perubahan Perjanjian Kredit
pada tanggal 14 April 2011, BDI memberikan
persetujuan untuk meningkatkan jumlah
plafond utang atas OAF menjadi sebesar
US$8.000.000 dan akan jatuh tempo pada
tanggal 14 April 2012.
Based on the Amendment to the Credit
Agreement dated April 14, 2011, BDI approved
to increase the credit limit of OAF into
US$8,000,000 and will mature on April 14,
2012.
Lebih lanjut lagi, pada tanggal 27 September
2012,
Perusahaan
menerima
surat
persetujuan dari DBS, dimana DBS menyetujui
peningkatan penarikan atas fasilitas OAF dari
BDI menjadi sebesar US$10.000.000 dengan
persyaratan yang sama dengan fasilitas modal
kerja sebelumnya.
Furthermore on September 27, 2012,
the Company has received Consent Letter
from DBS, whereby, DBS has agreed the
increase in the withdrawal for OAF obtained
from BDI into US$10,000,000 with the same
requirements with prior facility.
Perjanjian pinjaman dengan BDI dijamin
dengan jaminan fiducia atas piutang usaha,
persediaan barang dan tanah milik PT Aneka
Bumi Kencana, Entitas Anak (Catatan 6, 8
dan 11).
The credit agreement with BDI is collateralized
with fiduciaries of trade receivables, inventory
and land owned by PT Aneka Bumi Kencana,
a Subsidiary (Notes 6, 8 and 11).
74
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
12. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Perusahaan (lanjutan)
b.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
The Company (continued)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (”BDI”)
(lanjutan)
b.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“BDI”)
(continued)
Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
BDI, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk,
antara lain, menjual harta/kekayaan, aset
tetap, menjaminkan asetnya kepada pihak
ketiga, memberikan jaminan kepada pihak
ketiga, menerima atau memberikan pinjaman
dari/kepada bank lain/institusi keuangan atau
kepada pihak lainnya, merubah sifat dari
bisnis, melakukan perubahan anggaran dasar,
pemegang saham, manajemen, saham dan
melakukan merger atau akuisisi.
Without the prior written agreement from BDI,
the Company is not permitted to, among
others, sells fixed assets, pledges its assets to
third parties, provides guarantee to other
parties, obtains or provides new loan facility
from/to other banks/financial institutions or to
other parties, changes its nature of business,
makes changes in Articles of Association,
shareholders, management and capital stock
and enters into mergers or acquisitions.
Pada tanggal 26 April 2011, Perusahaan
menerima surat persetujuan dari BDI, dimana
BDI menyetujui proposal Perusahaan, untuk
melakukan merger vertikal dengan dengan
PT Aneka Sumber Kencana dan PT Lampung
Sumber Kencana Pelleting Factory, Entitas
Anak, melaksanakan kuasi reorganisasi dan
menjual saham di AWG (Catatan 1c dan 35).
On April 26, 2011, the Company has received
consent letter from BDI, whereby, BDI has
agreed for the Company’s proposals, to merge
with PT Aneka Sumber Kencana and
PT Lampung Sumber Kencana Pelleting
Factory, Subsidiaries, to perform quasireorganization and to sell its share in AWG
(Notes 1c and 35).
Setiap tiga bulan, Perusahaan harus
mempertahankan rasio lancar minimum 125%,
rasio utang terhadap ekuitas maksimum
sebesar 3 kali dan rasio EBITDA terhadap
kewajiban bunga dan pokok pinjaman jangka
panjang minimum sebesar 1,25 kali.
The Company shall, on a quarterly basis,
maintain a current ratio at a minimum of 125%,
a maximum debt to equity ratio at 3 times and
a minimum EBITDA to interest and principal of
1.25 times.
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
mempunyai rasio lancar sebesar 101%, rasio
utang terhadap ekuitas sebesar 0,22 kali dan
rasio EBITDA terhadap kewajiban bunga dan
pokok pinjaman jangka pendek sebesar 4,04
kali.
As of December 31, 2012, the Company has
current ratio of 101%, debt to equity of 0.22
times and EBITDA to interest and principal of
4.04 times.
75
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
12. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Perusahaan (lanjutan)
b.
The Company (continued)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (”BDI”)
(lanjutan)
b.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“BDI”)
(continued)
Sehubungan
dengan
Perjanjian
Kredit,
Perusahaan
mengadakan
Perjanjian
Pengawasan atas Jaminan dengan BDI dan
PT (Persero) Superintending Company of
Indonesia (“Sucofindo”) pada tanggal
23 November 2009. Berdasarkan perjanjian
ini, Perusahaan dan BDI menunjuk Sucofindo
untuk mengawasi pergerakan barang (slabs,
blanket dan karet remah) yang terdapat
di tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan
rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam
perjanjian tersebut.
In accordance with the Credit Agreement,
the Company entered into a Collateral
Monitoring
Agreement
with
BDI
and
PT (Persero) Superintending Company of
Indonesia (“Sucofindo”) on November 23,
2009. Based on this agreement, the Company
and BDI appointed Sucofindo to monitor
the movement of the goods (rubber-slabs,
rubber-blanket and crumb rubber) at the
appointed storage facilities with the details of
services as stipulated in the related
agreement.
Sebagai kompensasi, Perusahaan harus
membayar biaya jasa bulanan sebesar
US$750 per lokasi. Biaya jasa yang
dibayarkan ke Sucofindo sebesar US$14.521
dan Rp2.515.145 pada tahun 2012 (periode
sebelas bulan yang berakhir pada tanggal
31
Desember
2012:
US$13.181
dan
Rp2.263.752, periode satu bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Januari 2012: US$1.340 dan
Rp251.393 dan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011: US$15.590 dan
Rp2.245.498).
As a compensation, the Company shall pay a
monthly fee amounting to US$750
per
location. The fees paid to Sucofindo amounted
to US$14,521 and Rp2,515,145 in 2012
(eleven months period ending December 31,
2012: US$13,181 dan Rp2,263,752, one
month period ended January 30, 2012:
US$1,340 and Rp251,393 and the year ended
December 31, 2011: US$15,590 and
Rp2,245,498).
Pada tanggal 31 Desember 2012, 30 Januari
2012 dan 31 Desember 2011 tidak terdapat
saldo utang yang timbul atas transaksi
tersebut.
As of December 31, 2012 , January 30, 2012
and December 31, 2011 there were no
outstanding payables arising from the
transaction.
76
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. UTANG USAHA
13. TRADE PAYABLES
Trade payables primarily arise from purchases of
raw materials, supplies and other materials as well
as purchases of services required for the Company
and Subsidiaries’ operations. The details of this
account are as follows:
Utang usaha terutama timbul atas pembelian
bahan baku, bahan penolong, dan bahan lainnya,
serta penggunaan jasa yang dibutuhkan untuk
operasi Perusahaan dan Entitas Anak. Rincian dari
akun ini adalah sebagai berikut:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Pihak ketiga
Rupiah
Dolar AS
(31 Des. 2012: US$30.458,
30 Jan. 2012: US$31.570 dan
31 Des. 2011: US$42.621)
Dolar Singapura
(30 Jan. 2012: SGD422.798 dan
31 Des. 2011: SGD422.658)
Euro
(31 Des. 2012: EUR6.025,
30 Jan. 2012: EUR4.335 dan
31 Des. 2011: EUR12.562)
Jumlah
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
5.889.191.046
9.487.571.422
3.384.710.771
294.532.244
284.130.000
729.812.876
-
3.034.074.552
2.947.752.143
77.182.609
51.380.848
162.767.821
Third Parties
Rupiah
US Dollar
(Dec. 31, 2012: US$30,458,
Jan. 30, 2012: US$31,570 and
Dec. 31, 2011: US$76,221)
Singapore Dollar
(Jan. 30, 2012: SGD422,798 and
Dec. 31, 2011: SGD422,658)
Euro
(Dec. 31, 2012: EUR6,025,
Jan. 30, 2012: EUR4,335 and
Dec. 31, 2011: EUR12,562)
6.260.905.899
12.857.156.822
7.225.043.611
Total
14. BEBAN AKRUAL
14. ACCRUED EXPENSES
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Listrik, air dan telepon
Jasa tenaga ahli
Bunga
Komisi penjualan (Catatan 7b)
Lain-lain
1.579.186.516
1.290.000.000
1.136.304.091
289.336.082
496.928.523
1.152.322.380
1.655.000.000
730.942.014
477.171.750
509.561.320
1.878.128.028
1.045.000.000
687.940.033
323.168.777
472.893.465
Electricity, water and telephone
Professional fee
Interest
Sales commissions (Note 7b)
Others
Jumlah
4.791.755.212
4.524.997.464
4.407.130.303
Total
77
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
15. UNEARNED REVENUE
The balances of unearned revenue are as follows:
Saldo pendapatan diterima di muka adalah sebagai
berikut:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Pihak ketiga
Kongfu King Food,
Cina (US$28.200)
Lee Plus Trading, Taiwan
(31 Des. 2012: US$23.702,
30 Jan. 2012: US$56.294
dan 31 Des. 2011: US$56.294)
PT Varuna Tirta Prakasya
PT Bintang Alam Abadi
Exclusive Mark, Malaysia
(US$140.100)
PT Sentana Adidaya Pratama
Tona & Gold Bean Co., Ltd.,
Korea (US$45.763)
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp100 juta)
Jumlah
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
272.694.000
-
-
229.198.340
220.000.000
68.181.817
506.646.000
190.000.000
151.515.149
510.473.992
401.863.471
159.090.907
-
1.260.900.000
80.000.000
100.000.000
-
-
414.976.680
78.786.019
2.267.847.168
140.426.129
1.726.831.179
101.426.592
891.500.749
Third Parties
Kongfu King Food,
China (US$28,200)
Lee Plus Trading, Taipei
(Dec. 31, 2012: US$23,702,
Jan. 30, 2012: US$56,294 and
Dec. 31, 2011: US$56,294)
PT Varuna Tirta Prakasya
PT Bintang Alam Abadi
Exclusive Mark, Malaysia
(US$140,100)
PT Sentana Adidaya Pratama
Tona & Gold Bean Co., Ltd.,
Korea (US$45,763)
Others (each below
Rp100 million)
Total
There were no balances of unearned revenue from
related parties.
Tidak terdapat saldo pendapatan diterima di muka
dari pihak-pihak berelasi.
16. PERPAJAKAN
16. TAXATION
Utang pajak terdiri dari:
Taxes payable consist of:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Taksiran utang pajak
penghasilan - dikurangi dengan
pembayaran pajak di muka
(31 Des. 2012: Rp21.197.079.204,
30 Jan. 2012: Rp21.197.079.204 dan
31 Des. 2011: Rp18.657.454.201)
Utang pajak lainnya
Pajak penghasilan
Pasal 4(2)
Pasal 21
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pajak pertambahan nilai
1.404.622.229
2.876.988.821
1.955.487.029
27.405.359
1.591.902.612
208.046.095
122.789.439
1.617.022.333
8.444.248
1.455.847.916
3.047.629
270.751.550
294.430.508
2.807.440
1.375.954.458
3.954.553
999.370.398
25.821.134
1.342.106.757
245.831.130
79.765.513
392.687.502
548.764.062
Estimated income tax payable
- net of tax prepayments
(Dec. 31, 2012: Rp21,197,079,204,
Jan. 30, 2012: Rp21,197,079,204 and
Dec. 31, 2011: Rp18,657,454,201)
Other taxes payable
Income taxes
Article 4(2)
Article 21
Article 22
Article 23
Article 25
Article 26
Value-added tax
Jumlah Utang Pajak
6.436.080.231
5.827.305.357
4.590.463.127
Total Taxes Payable
78
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. TAXATION (continued)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
The reconciliation between income before tax
expense, as shown in the consolidated statements
of comprehensive income, and taxable income
(accumulated tax loss) of the Company is as
follows:
Rekonsiliasi antara laba komersial sebelum beban
pajak, sesuai dengan laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian, dan laba fiskal
(akumulasi rugi fiskal) Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Laba sebelum beban
pajak sesuai dengan laporan
laba rugi komprehensif
konsolidasian
Laba Entitas Anak sebelum
beban pajak, neto
Amortisasi kelebihan nilai aset neto
atas biaya perolehan Entitas Anak
yang dikonsolidasi
Laba (rugi) sebelum manfaat
(beban) pajak - Perusahaan
Beda waktu:
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Penyusutan aset sewa pembiayaan
Biaya bunga atas transaksi
sewa pembiayaan
Penyusutan aset tetap
Amortisasi beban tangguhan
biaya transaksi
Beban sewa
Cadangan kerugian penurunan
nilai piutang usaha
Pembayaran imbalan kerja karyawan
Amortisasi biaya emisi saham
ditangguhkan
Sub-jumlah
Beda tetap:
Gaji, upah dan kesejahteraan
karyawan
Penghasilan sewa yang telah
dikenakan pajak bersifat final
Jamuan, sumbangan dan
representasi
Perbaikan dan pemeliharaan
Komunikasi
Penghasilan bunga yang telah
dikenakan pajak bersifat final
Sub-jumlah
Taksiran laba (rugi)
fiskal - Perusahaan
Kompensasi rugi fiskal
tahun-tahun sebelumnya:
2008
2010
2011
Laba fiskal (akumulasi rugi fiskal)
- Perusahaan
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
50.794.652.652
44.787.399.306
6.007.253.346
37.116.872.381
(50.369.950.825 )
(41.588.523.455)
(8.781.427.370 )
(50.391.835.472 )
-
-
-
(585.899.204 )
424.701.827
3.198.875.851
(2.774.174.024)
3.161.479.073
2.903.326.559
258.152.514
2.795.363.617
1.130.156.255
1.023.786.436
106.369.819
915.460.545
221.229.600
152.946.905
201.297.385
95.658.072
19.932.215
57.288.833
184.516.180
(2.833.737)
(13.860.862.295 )
(2.018.315.675 )
(1.848.718.674)
(169.597.001)
847.128.333
(1.402.449.697 )
(228.906.080)
(9.750.000 )
(228.906.080)
(9.750.000 )
-
(2.704.650 )
-
-
-
(50.460.427)
2.408.840.078
2.136.693.698
272.146.380
3.284.020.164
4.811.997.688
4.413.116.325
398.881.363
1.749.999.997
1.433.333.332
316.666.665
(523.636.366)
963.216.178
181.279.303
115.650.687
933.793.671
176.118.749
103.180.875
29.422.507
5.160.554
12.469.812
2.151.777.002
177.961.648
131.654.932
(137.357.557 )
(127.864.900)
(9.492.657)
(173.878.156)
7.684.786.296
6.931.678.052
10.518.328.201
12.267.247.601
(1.748.919.400 )
(4.494.624.935)
-
(4.779.258.497 )
(224.743.732 )
(4.494.624.935 )
(4.779.258.497)
(224.743.732)
-
12.267.247.601
(11.247.546.564)
(9.498.627.164 )
(4.779.258.497 )
(224.743.732 )
(4.494.624.935 )
1.019.701.037
79
753.108.244
4.318.338.136
6.082.217.196
Income before tax expense
per consolidated statements
of comprehensive income
Income of Subsidiaries before
tax expense, net
Amortization of excess of net assets
of consolidated Subsidiaries over
the cost of investments
Income (loss) before tax benefit
(expense) attributable to the Company
Temporary differences:
Provision for employees benefits
Depreciation of assets
under finance lease
Interest expense
from finance lease
Depreciation fixed assets
Amortization of deferred charges
of transaction cost
Rent expense
Allowance for impairment losses
of trade receivables
Payments of employees benefits
Amortization of deferred stock
issuance cost
Sub-total
Permanent differences:
Salaries, wages and employees’
welfare
Rent income already subjected to
final tax
Entertainment, donations and
representation
Repairs and maintenance
Communication
Interest income already subjected to
final tax
Sub-total
Estimated tax income (loss)
of the Company
Tax loss carried forward
from prior years:
2008
2010
2011
Tax income (accumulated tax loss)
of the Company
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. TAXATION (continued)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
The computation of current tax expense and
estimated income tax payable (claim for tax
refunds) is as follows:
Perhitungan beban pajak tahun berjalan dan
taksiran utang pajak penghasilan (tagihan pajak
penghasilan) adalah sebagai berikut:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Taksiran penghasilan kena pajak
(dibulatkan)
Perusahaan
Entitas Anak
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
1.019.701.000
85.866.328.000
1.019.701.000
75.874.131.000
9.992.197.000
77.617.072.000
254.925.250
21.466.582.000
254.925.250
18.968.532.750
2.498.049.250
1.053.753.250
19.404.268.000
Estimated taxable income
(rounded-off)
The Company
Subsidiary
Beban pajak - tahun berjalan
Perusahaan
Entitas Anak
Beban pajak - final
Perusahaan
Beban pajak dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
134.000.000
134.000.000
-
72.181.820
21.855.507.250
19.357.458.000
2.498.049.250
20.530.203.070
Tax expense - current
The Company
Subsidiary
Tax expense - final
The Company
Tax expense per consolidated
statements of comprehensive income
Pajak penghasilan dibayar di muka
Perusahaan
Entitas Anak
1.135.119.433
20.061.959.771
1.135.119.433
18.485.412.313
1.576.547.458
1.208.673.230
17.448.780.971
Tax expense - current
The Company
Subsidiary
Taksiran utang pajak penghasilan
(tagihan pajak penghasilan)
Pasal 29 - Perusahaan
Pasal 29 - Entitas Anak
(880.194.183 )
1.404.622.229
(880.194.183)
483.120.437
Laba sebelum beban
pajak sesuai dengan laporan
laba rugi komprehensif
konsolidasian
Laba Entitas Anak sebelum
beban pajak, neto
Amortisasi kelebihan nilai aset neto
atas biaya perolehan Entitas Anak
yang dikonsolidasi
Laba (rugi) sebelum manfaat
(beban) pajak - Perusahaan
(154.919.980 )
1.955.487.029
The reconciliation between tax benefit (expense) is
calculated by applying the applicable tax rates
based on existing tax regulation to the income
before tax expense, and tax expense, as shown in
the consolidated statements of comprehensive
income is as follows:
Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak yang
dihitung dengan menggunakan tarif pajak
berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku
dengan laba sebelum beban pajak, dan beban
pajak, sesuai dengan laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian adalah sebagai
berikut:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
921.501.792
Estimated taxable income
(claim for tax refunds)
Article 29 - The Company
Article 29 - Subsidiary
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
50.794.652.652
44.787.399.306
6.007.253.346
37.116.872.381
(50.369.950.825 )
(41.588.523.455)
(8.781.427.370 )
(50.391.835.472 )
-
-
424.701.827
3.198.875.851
80
(2.774.174.024)
(585.899.204 )
(13.860.862.295 )
Income before tax expense
per consolidated statements
of comprehensive income
Income of Subsidiaries before
tax expense, net
Amortization of excess of net assets
of consolidated Subsidiaries over
the cost of investments
Income (loss) before tax benefit
(expense) attributable to the Company
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. TAXATION (continued)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Beban pajak berdasarkan
tarif pajak yang berlaku
Taksiran laba (rugi) fiskal
Pengaruh pajak atas beda tetap
Koreksi pajak
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
(106.175.457 )
-
(799.718.963)
437.229.850
693.543.506
(437.229.850)
3.465.215.573
125.065.485
(1.921.196.563 )
(67.472 )
(1.732.919.503)
-
(188.277.060)
(67.472)
(1.520.554.299)
487.093.126
Manfaat (beban) pajak berdasarkan
laporan aba rugi komprehensif
Perusahaan
Baban pajak sesuai laporan
laba rugi komprehensif Entitas Anak
(2.027.439.492 )
(2.095.408.616)
(23.143.808.889 )
(21.086.608.633)
(2.057.200.256)
Beban pajak sesuai
laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
(25.171.248.381 )
(23.182.017.249)
(1.989.231.132)
2.556.819.885
(15.815.201.708 )
(13.258.381.823)
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Penyusutan aset sewa pembiayaan
Biaya bunga atas transaksi
sewa pembiayaan
Penyusutan aset tetap
Akumulasi rugi fiskal
Beban sewa
Amortisasi biaya emisi saham
Penyisihan penurunan
nilai piutang usaha
Pembayaran imbalan kerja karyawan
Koreksi pajak
Lain-lain
Tax expense per
consolidated statements of
comprehensive income
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Pengaruh beda waktu pada tarif
pajak yang berlaku
Perusahaan
Penyisihan imbalan kerja
karyawan
Tax benefit (expense) based on
the Company’s statements of
comprehensive income
Tax expense based on Subsidiaries’
statements of comprehensive income
The details of deferred tax benefit (expense) are
as follows:
Rincian manfaat (beban) pajak tangguhan adalah
sebagai berikut:
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
67.969.124
Tax expense based on
applicable tax rates
Estimated tax benefit (loss)
Tax effects on the permanent
differences
Tax correction
Tax effects of temporary differences at
applicable tax rate
The Company
790.369.769
725.831.640
64.538.129
698.840.904
282.539.064
255.946.609
26.592.455
228.865.135
55.307.400
38.236.727
(2.374.656.791 )
(504.578.919 )
50.324.346
23.914.518
(2.811.886.641)
(462.179.669)
4.983.054
14.322.209
437.229.850
(42.399.250)
46.129.045
(708.435 )
2.374.656.791
(350.612.424 )
(57.226.520 )
(2.437.500 )
(67.472 )
-
(57.226.520)
(2.437.500)
-
(67.472)
-
(676.164 )
487.093.126
199.166.976
81
Provision for employees benefits
Depreciation of assets
under finance lease
Interest expense
from finance lease
Depreciation of fixed assets
Accumulated tax loss
Rent expense
Amortization of deferred stock
Writeoff for impairment losses
of trade receivables
Payments of employees benefits
Tax correction
Others
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. TAXATION (continued)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Entitas Anak
Amortisasi tanaman menghasilkan
Penyisihan imbalan kerja
karyawan
Penyusutan aset tetap
Amortisasi biaya tangguhan hak
atas tanah
Biaya bunga - pinjaman bank
Akumulasi rugi fiskal
Pembayaran imbalan kerja karyawan
Laba selisih kurs - pinjaman bank
Laba pelepasan aset tetap
Penyisihan kerugian penurunan nilai
piutang usaha
Manfaat (beban) pajak tangguhan
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
661.310.316
606.201.123
55.109.193
1.024.054.173
Subsidiaries
Amortization of mature plantations
567.982.551
171.106.854
476.377.386
156.172.912
91.605.165
14.933.942
561.011.452
1.928.061.753
Provision for employees benefits
Depreciation of fixed assets
40.529.375
17.951.482
(2.941.105.502 )
(56.175.000 )
(4.112.147 )
(714.818 )
37.151.927
13.525.622
(2.050.251.349)
(56.175.000)
(4.333.970)
(725.514.683)
3.377.448
4.425.860
(890.854.153)
221.823
724.799.865
(3.315.741.131 )
(3.824.559.249)
508.818.118
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Akumulasi rugi fiskal
Aset tetap
Jumlah aset pajak tangguhan
Entitas Anak
Aset tetap
Biaya tangguhan hak atas
tanah
Pinjaman bank
Tanaman menghasilkan
Jumlah liabilitas pajak tangguhan
2.616.250
7.271.821.247
Amortization of deferred land rights
Interest expenses - bank loan
Accumulated tax loss
Payments of employees benefits
Gain on foreign exchange - bank loan
Gain on sale of fixed assets
Allowance for impairment losses
of trade receivables
Deferred tax benefit (expense)
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Deferred tax assets
The Company
4.816.275.051
538.482.925
288.330.681
205.524.598
174.615.744
95.522.894
23.063.185
-
4.092.880.912
617.284.251
342.381.427
278.218.823
174.615.744
95.522.894
80.289.705
2.811.886.641
4.028.342.783
565.469.199
333.658.130
263.964.085
174.615.744
95.522.894
80.289.705
2.374.656.791
2.905.790.588
-
2.485.588.203
2.775.051.213
14.121.805
2.393.983.038
2.941.105.501
14.059.305
9.047.605.666
13.767.841.618
13.265.667.175
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan
Aset sewa pembiayaan
40.529.375
(21.085.590)
147.454.267
(91.113.750 )
(2.461.637)
-
The significant effects of temporary differences
between commercial and tax reporting are
as follows:
Pengaruh pajak yang signifikan atas beda waktu
antara pelaporan komersial dan pajak adalah
sebagai berikut:
Aset pajak tangguhan
Perusahaan
Liabilitas imbalan kerja
karyawan
Kewajiban sewa pembiayaan
Uang jaminan
Aset tetap
Uang muka kepada pemasok
Piutang lain-lain
Piutang usaha
Akumulasi rugi fiskal
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
Subsidiaries
Employees benefits liability
Accumulated tax losses
Fixed assets
Total deferred tax assets
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
971.740.924
1.045.293.026
973.930.935
3.952.142.738
4.121.722.635
4.136.594.078
324.235.000
9.707.892
-
361.386.928
18.899.544
606.201.123
364.764.375
23.547.227
661.310.316
5.257.826.554
6.153.503.256
6.160.146.931
82
Employees benefits liability
Obligation under finance lease
Security deposits
Fixed assets
Advances to suppliers
Other receivables
Trade receivables
Accumulated tax losses
Deferred tax liabilities
The Company
Assets under finance lease
Subsidiaries
Fixed assets
Deferred land rights
Bank loan
Mature plantation
Total deferred tax liabilities
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. TAXATION (continued)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Aset pajak tangguhan
konsolidasian, neto
5.170.074.154
9.672.423.949
9.233.639.079
Consolidated deferred
tax assets, net
Liabilitas pajak tangguhan
konsolidasian, neto
1.380.295.042
2.058.085.587
2.128.118.835
Consolidated deferred
tax liabilities, net
Untuk tujuan penyajian dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, klasifikasi aset atau
liabilitas pajak tangguhan untuk setiap perbedaan
temporer di atas ditentukan berdasarkan posisi
pajak tangguhan neto (aset neto atau liabilitas
neto) setiap entitas.
For purposes of presentation in the consolidated
statements of financial position, the asset or
liability classification of the deferred tax effect of
each of the above temporary differences is
determined based on the net deferred tax position
(net assets or net liabilities) on a per entity basis.
Tarif tunggal pajak penghasilan badan adalah 25%
mulai tahun fiskal 2010 dan seterusnya.
The single rate for corporate income tax is 25%
started for fiscal year 2010 and onwards.
Perusahaan menyampaikan pajak tahunan atas
dasar perhitungan sendiri (“self assessment”).
Sesuai dengan perubahan terakhir atas Undangundang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan yang berlaku mulai tanggal 1 Januari
2008. Kantor Pajak dapat menetapkan atau
mengubah besarnya kewajiban pajak dalam batas
waktu 5 tahun sejak tanggal terutangnya pajak,
sedang untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya,
pajak dapat ditetapkan paling lambat pada akhir
tahun 2013.
The Company submits its tax returns on the basis
of self-assessment. In accordance with the latest
amendments of the general taxation and
procedural law which become
effective
on
January 1, 2008. The Tax Office may assess or
amend taxes within 5 years from the date the tax
becomes payable, while for fiscal year 2007 and
earlier, the tax can be assessed at the latest by
the end of 2013.
Rincian taksiran tagihan pajak adalah sebagai
berikut:
The details of estimated claims for tax refunds are
as follows:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai
Pasal 22
Pasal 23
Pajak Penghasilan Badan
2.299.092.604
880.194.183
2.080.760.156
77.931.182
50.174.955
1.081.739.648
1.895.852.667
77.931.182
5.973.800
71.014.998
Jumlah Taksiran Tagihan Pajak
3.179.286.787
3.290.605.941
2.050.772.647
The Company
Value-added tax
Article 22
Article 23
Corporate Income tax
Total Estimated Claims for Tax
Refunds
As of November 12, 2012, the Company received
Tax Assessment letters of underpayment
(“SKPKB”) No.00001/206/11/324/12 and
No.00001/240/11/324/12 of 2011 corporate income
tax
amounted
to
Rp2,128,939,960
and
Rp1,144,735,200, respectively. The Company have
paid Rp233,270,068 in February 12, 2013 and filled
objection
letter
No.06/PAN/PS/I/13
and
No.07/PAN/PS/I/13 to the Directorate General of
Taxes.
Pada tanggal 12 November 2012, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Kurang Bayar
(“SKPKB”)
No.00001/206/11/324/12
dan
No.00001/240/11/324/12 atas pajak penghasilan
badan tahun 2011 sebesar masing-masing
Rp2.128.939.960
dan
Rp1.144.735.200.
Perusahaan telah membayar Rp233.270.068 pada
tanggal 12 Februari 2013 dan sedang mengajukan
surat
keberatan
No.06/PAN/PS/I/13
dan
No.07/PAN/PS/I/13 kepada Direktorat Jendral
Pajak.
83
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. TAXATION (continued)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
Direktorat Jendral Pajak dalam Surat Keputusan
No.00004/407/11/054/13 tanggal 18 Januari 2013,
telah menyetujui restitusi pajak pertambahan nilai
Perusahaan tahun 2011.
The Directorate General of Taxes in its Decision
Letter No.00004/407/10/054/13 dated January 18,
2013, has approved the claim for tax refund of
the Company’s 2011 value-added tax.
Direktorat Jendral Pajak dalam Surat Keputusan
No.KEP-00002/WPJ.28/KP.05 tanggal 11 Januari
2012, telah menyetujui restitusi pajak penghasilan
Perusahaan tahun 2010.
The Directorate General of Taxes in its Decision
Letter
No.KEP-00002/WPJ.28/KP.05
dated
January 11, 2012, has approved the claim for tax
refund of the Company’s 2010 income tax.
Direktorat Jendral Pajak dalam Surat Keputusan
No.00008/407/10/054/12 tanggal 27 Januari 2012,
telah menyetujui restitusi pajak pertambahan nilai
Perusahaan tahun 2010.
The Directorate General of Taxes in its Decision
Letter No.00008/407/10/054/12 dated January 27,
2012, has approved the claim for tax refund of
the Company’s 2010 value-added tax.
Taksiran rugi fiskal menjadi dasar pengisian Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahun 2011 yang
dilaporkan oleh Perusahaan kepada Kantor Pajak.
The estimated tax loss become basis for filling the
2011 Annual Tax Return (SPT) filed by the
Company to the Tax Office.
Taksiran laba fiskal akan menjadi dasar pengisian
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahun 2012
yang dilaporkan oleh Perusahaan kepada Kantor
Pajak.
The estimated tax income income will become
basis for filling the 2012 Annual Tax Return (SPT)
filed by the Company to the Tax Office.
17. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG
17. LONG-TERM BANK LOANS
Long-term bank loans represent loans payable to
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) which are
obtained by:
Pinjaman bank jangka panjang merupakan
pinjaman kepada PT Bank DBS Indonesia (“DBS”)
yang diperoleh oleh:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
PT Aneka Coffee Industry
(31 Des. 2012: US$632.384,
30 Jan. 2012: US$900.686
dan 31 Des. 2011:
US$990.466)
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
6.115.156.437
8.092.665.326
8.973.811.094
PT Aneka Coffee Industry
(Dec. 31, 2012: US$632,384,
Jan. 30, 2012: US$900,686 and
Dec. 31, 2011: US$990,466)
Sub-jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
(31 Des. 2012: US$363.600,
30 Jan. 2012: US$363.600,
dan 31 Des. 2011:
US$363.600)
6.115.156.437
8.092.665.326
8.973.811.094
Sub-total
3.516.012.000
3.266.946.000
3.297.124.800
Less current maturities
(Dec. 31, 2012: US$363,600,
Jan. 30, 2012: US$363,600 and
Dec. 31, 2011: US$363,600)
Pinjaman bank jangka panjang
2.599.144.437
4.825.719.326
5.676.686.294
Long-term bank loans
84
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Term and Revolving Loan
Term and Revolving Loan
ACI dan PT Bank DBS Indonesia (DBS) melakukan
Perjanjian Fasilitas Bank, sebagaimana tercatat
pada akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi
No. 246 tanggal 26 Juli 2011, dimana DBS setuju
untuk memberikan ACI fasilitas pinjaman dibawah
ini:
ACI and PT Bank DBS Indonesia (DBS) entered
into Banking Facility Agreement, as notarized in
the
Notarial
Deed
No.
246
of
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi dated July 26,
2011, DBS agreed to provide ACI with
the following credit facilities:


Amortizing Term Loan Facility (“Fasilitas
ATL”)
-
Fasilitas ATL tersedia sampai dengan
batas
maksimum
sebesar
US$1.000.000
dengan
masa
penarikan maksimum masing-masing
3 (tiga) tahun dan tenggang waktu 6
(enam) bulan dari tanggal perjanjian.
-
-
Tujuan pinjaman ini untuk membiayai
pengeluaran modal ACI.
Tanggal jatuh tempo adalah pada
tanggal 26 Juli 2014.
Tingkat bunga tahunan sebesar cost
of fund dari DBS ditambah dengan
presentasi marjin 2%.
Biaya fasilitas sebesar 1,25% tetap
per tahun berdasarkan total nilai
fasilitas ATL.
Biaya komitmen sebesar 1% per
tahun dari fasilitas ATL yang tidak
digunakan
oleh
ACI
(undrawn
portion).
-
-
-
-
-

Uncommitted Revolving Credit Facility
(“Fasilitas RCF”)
-
-
-
The available ATL facility is up to a
maximum aggregate amount of
US$1,000,000 with the maximum
validity period of each draw down 3
(three) years and grace period of 6
(six) months after the agreement
date.
The purpose of this loan is to finance
ACI’s capital expenditure.
The maturity date is on July 26,
2014.
Annual interest is DBS’s cost of fund
plus 2% per year.
-
Facility fee of 1.25% flat per annum
on the total amount of ATL facility.
-
Commitment fee of 1% per year of
the ATL facility principal not used by
ACI (undrawn portion).
During 2012, ACI made payment of ATL facility
amounted to US$363,600.
Selama tahun 2012, ACI melakukan pembayaran
atas fasilitas ATL sebesar US$363.600.

Amortizing Term Loan Facility (“ATL
Facility”)
Uncommitted Revolving Credit Facility
(“RCF Facility”)
-
Fasilitas RCF tersedia sampai dengan
batas
maksimum
sebesar
US$1.000.000
dengan
masa
penarikan maksimum masing-masing
3 (tiga) bulan dari tanggal penerbitan.
Tanggal jatuh tempo adalah pada
tanggal 26 Juli 2012.
Tingkat bunga tahunan sebesar cost
of fund dari DBS ditambah dengan
presentasi marjin 1,5%.
Biaya fasilitas sebesar 0,75% per
tahun dari total nilai fasiltas RCF.
-
-
85
The available RCF facility is up to a
maximum aggregate amount of
US$1,000,000 with the maximum
validity period of each 3 (three)
months since the issuance date.
The maturity date is on July 26,
2012.
Annual interest is DBS’s cost of fund
plus 1.5% per year.
Facility fee of 0.75% per annum on
the total amount of RCF facility.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PINJAMANBANK
BANKJANGKA
JANGKAPANJANG
PANJANG(lanjutan)
(lanjutan)
17. PINJAMAN
(continued)
17. LONG-TERM BANK LOANS (continued)
PT
PTAneka
AnekaCoffee
CoffeeIndustry
Industry(“ACI”),
(“ACI”),Entitas
EntitasAnak
Anak
(lanjutan)
PT
PT Aneka
Aneka Coffee
Coffee Industry
Industry (“ACI”),
(“ACI”), aa Subsidiary
Subsidiary
(continued)
Term and Revolving Loan (lanjutan)
Term and Revolving Loan (continued)
Fasilitas pinjaman tersebut dijaminkan dengan Hak
Tanggungan pertama atas Sertifikat Tanah No. 588
milik ACI yang berlokasi di Trosobo, Sidoarjo dan
penyerahan rekening bank ACI yang dibukukan di
DBS.
These facilities are secured by first rank of security
right (Hak Tanggungan) on the premises of Land
Certificate No. 588 of the Company located at
Trosobo, Sidoarjo and assignment of ACI’s bank
account in DBS.
Perjanjian fasilitas ini juga menyatakan beberapa
pembatasan, antara lain, untuk mempertahankan
rasio keuangan tertentu seperti debt service
coverage ratio minimum 125%, rasio utang
terhadap nilai aset bersih maksimum sebesar
150%, rasio utang terhadap EBITDA maksimum
sebesar 225% dan nilai aset bersih sebesar
minimum Rp100 milyar.
The facility agreement also stated several
covenants, requiring, among others, maintaining
certain financial ratios such as debt service
coverage ratio at a minimum of 125%, debt to total
networth ratio at a maximum of 150%, debt to
EBITDA at a maximum of 225% and net worth at a
minimum of Rp100 billion.
Pada tanggal 31 Desember 2012, ACI mempunyai
debt service coverage ratio sebesar 2.198%, rasio
utang terhadap nilai aset bersih sebesar 3,488%,
rasio utang terhadap EBITDA sebesar 6,910% dan
nilai aset bersih sebesar Rp177 milyar.
As of December 31, 2012, ACI has a debt service
coverage ratio of 2,198%, debt to total networth
ratio of 3.488%, a debt to EBITDA ratio of 6.910%
and total net worth of Rp177 billion.
Pada tanggal 3 Agustus 2011, ACI menerima
fasilitas
ATL
dengan
jumlah
sebesar
US$1.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal
26 Juli 2014.
On August 3, 2011, ACI has received ATL facility
amounting to US$1,000,000 with maturity date of
July 26, 2014.
Pada tanggal 19 Juni 2012, ACI and DBS
melakukan perubahan Perjanjian Fasilitas Bank
No.294/PFPA-DBSI/VI/2012 untuk merubah provisi
tertentu pada perjanjian No.246 tanggal 26 Juli
2011 sebagai berikut:
On June 19, 2012, ACI and DBS entered into an
Amendment to the Banking Facility Agreement
No.294/PFPA-DBSI/VI/2012 to amend certain
provisions in the Agreement No. 246 dated July 26,
2011 as follows:
-
- ATL Facility with available facility up to a
maximum aggregate amount of US$818,200
with the maximum validity period of each
issuance 3 (three) years and grace period of 6
(six) months. The facility will expire on July 26,
2014 or any other date whereby the Banking
Facility is terminated.
Fasilitas ATL tersedia sampai dengan batas
maksimum sebesar US$818.200 dengan masa
penarikan maksimum masing-masing 3 (tiga)
tahun dan tenggang waktu 6 (enam) bulan dari
tanggal perjanjian. Fasilitas ini akan jatuh
tempo pada tanggal 26 Juli 2014 atau pada
tanggal Fasilitas ini dihentikan.
86
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
(lanjutan)
(continued)
Term and Revolving Loan (lanjutan)
Term and Revolving Loan (continued)
-
-
Fasilitas RCF tersedia sampai dengan batas
maksimum sebesar US$1.000.000 dengan
masa penarikan maksimum masing-masing 3
(tiga) bulan dari tanggal penerbit. Fasilitas ini
akan jatuh tempo pada tanggal 26 Juli 2013
atau pada tanggal Fasilitas ini dihentikan.
Facility with available facility up to a maximum
aggregate amount of US$1,000,000 with the
maximum validity period of each 3 (three)
months since the issuance date. The facility
will expire on July 26, 2013 or any other date
whereby the Banking Facility is terminated.
Based on the loan agreement dated April 19, 2007,
between ACI and DBS, DBS agreed to provide a
term loan facility with a maximum amount of
US$3,000,000. The proceeds of this loan were
used to refinance the long-term loan obtained from
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. This
facility bears interest at the annual rate of 8%
(fixed) and expired on April 19, 2012.
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara ACI dan
DBS pada tanggal 19 April 2007, DBS setuju untuk
memberikan fasilitas pinjaman berjangka dengan
batas maksimum sebesar US$3.000.000. Pinjaman
ini digunakan untuk pembiayaan kembali pinjaman
jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas ini
dikenakan tingkat suku bunga sebesar 8% (tetap)
dan berakhir pada tanggal 19 April 2012.
The loan facility is secured by first rank of security
right (Hak Tanggungan) on the premises covered
by Land Certificate No. 588 of ACI located in
Trosobo, Sidoarjo and instant coffee factory,
fiduciary transfer of its proprietary rights on its
inventories, account receivables, machineries of
instant coffee factory and assignment of ACI’s
bank account opened in DBS.
Fasilitas pinjaman tersebut dijaminkan dengan Hak
Tanggungan pertama atas Sertifikat Tanah No. 588
milik ACI yang berlokasi di Trosobo, Sidoarjo dan
pabrik kopi instan, pemindahan hak pemilikannya
atas persediaan, piutang, mesin-mesin pabrik kopi
instant, serta penyerahan rekening bank ACI yang
dibuka di DBS.
The facility agreement also stated several
covenants, requiring, among others, maintaining
certain financial ratios such as interest coverage
ratio at a minimum of 200%, debt to equity ratio at
a maximum of 150%, debt to EBITDA at a
maximum of 225%, current ratio at a minimum of
100% and net worth at a minimum of Rp75 billion.
Perjanjian fasilitas ini juga menyatakan beberapa
pembatasan, antara lain, untuk mempertahankan
rasio keuangan tertentu seperti rasio kemampuan
membayar bunga (interest coverage ratio)
minimum 200%, rasio utang terhadap ekuitas
maksimum sebesar 150%, rasio utang terhadap
EBITDA maksimum sebesar 225%, rasio lancar
minimum 100% dan nilai aset neto sebesar
minimum Rp75 milyar.
As of January 30, 2012 and December 31, 2011,
ACI was able to meet the requirements in the
Banking Facility Agreement.
Pada tanggal-tanggal 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011, ACI telah memenuhi
persyaratan dalam Perjanjian Bank.
In addition, ACI, without any written approval from
DBS, should not, among others, change the
shareholder’s structure or composition, distribute
any dividends, obtain new loans, and change its
main business.
Sebagai tambahan, tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari DBS, ACI tidak diperbolehkan
untuk, antara lain, mengubah struktur atau
komposisi pemegang saham, membagikan dividen,
memperoleh fasilitas pinjaman baru dan mengubah
bentuk usahanya.
87
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
18.
KEWAJIBAN
SEWA
PEMBIAYAAN
17. PINJAMAN
BANK
JANGKA
PANJANG (lanjutan)
18.
UNDER
FINANCE
LEASE
17. OBLIGATION
LONG-TERM BANK
LOANS
(continued)
PT Aneka Coffee Industry (“ACI”), Entitas Anak
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
memiliki perjanjian sewa pembiayaan dengan
PT Orix Indonesia Finance (“Orix”) dan dengan
PT Chandra Sakti Utama Leasing (“CSUL”) yang
meliputi kendaraan
dengan
jangka
waktu
2 (dua) dan 3 (tiga) tahun yang akan jatuh tempo
pada tahun 2014 dan 2015. Perusahaan memiliki
opsi untuk membeli aset sewa pembiayaan pada
akhir masa sewa pembiayaan.
PT
Aneka
Coffee31,
Industry
(“ACI”),
a Subsidiary
As of
December
2012, the
Company
has lease
commitments with PT Orix Indonesia Finance
(“Orix”) and PT Chandra Sakti Utama Leasing
(“CSUL”) covering transportation equipment within
2 (two) and 3 (three) years periods which will
expire in
2014
and
2015,
respectively.
The Company has the option to purchase
the leased assets at the end of the lease terms.
Uang jaminan yang disetorkan Perusahaan
sehubungan dengan transaksi-transaksi di atas
adalah sebesar Rp411.116.000.
Security deposit paid by the Company regarding
these transactions amounted to Rp411,116,000.
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan
memiliki perjanjian sewa pembiayaan dengan
Orix dan CSUL yang meliputi kendaraan dengan
jangka waktu 2 (dua) dan 3 (tiga) tahun yang akan
jatuh tempo pada tahun 2012, 2013 dan 2014.
Perusahaan memiliki opsi untuk membeli aset
sewa pembiayaan pada akhir masa sewa
pembiayaan.
As of January 30, 2012, the Company has lease
commitments with Orix and CSUL covering
transportation equipment within 2 (two) and 3
(three) years periods which will expire in 2012,
2013 and 2014, respectively. The Company has
the option to purchase the leased assets at the end
of the lease terms.
Uang jaminan yang disetorkan Perusahaan
sehubungan dengan transaksi-transaksi di atas
adalah sebesar Rp85.200.000.
Security deposit paid by the Company regarding
these transactions amounted to Rp85,200,000.
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan
memiliki perjanjian sewa pembiayaan dengan
Orix dan CSUL yang meliputi kendaraan dengan
jangka waktu 2 (dua) dan 3 (tiga) tahun yang akan
jatuh tempo pada tahun 2012, 2013 dan 2014.
Perusahaan memiliki opsi untuk membeli aset
sewa pembiayaan pada akhir masa sewa
pembiayaan.
As of December 31, 2011, the Company has lease
commitments with Orix and CSUL covering
transportation equipment within 2 (two) and 3
(three) years periods which will expire in 2012,
2013 and 2014, respectively. The Company has
the option to purchase the leased assets at the end
of the lease terms.
Uang jaminan yang disetorkan Perusahaan
sehubungan dengan transaksi-transaksi di atas
adalah sebesar Rp1.334.632.520.
Security deposit paid by the Company regarding
these transactions amounted to Rp1,334,632,520.
88
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KEWAJIBAN
SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan)
20.18.
MODAL
SAHAM (lanjutan)
OBLIGATION
UNDER
20.18.
CAPITAL
STOCK (continued)
(continued)
LEASE
Future minimum payments under the lease
agreements are as follows:
Pembayaran sewa minimum di masa yang akan
datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan
adalah sebagai berikut:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
FINANCE
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
2012
2013
2014
2015
1.479.193.716
593.188.996
313.381.504
1.829.898.807
1.071.700.689
240.025.506
-
1.733.784.679
894.596.037
269.669.300
-
Jumlah
Dikurangi bagian bunga
2.385.764.216
(232.523.916)
3.141.625.002
(304.124.077)
2.898.050.016
(267.771.711)
Kewajiban sewa pembiayaan
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
2.153.240.300
2.837.500.925
2.630.278.305
1.323.098.320
1.760.955.062
1.553.600.136
Less current maturities
1.076.678.169
Long-term portion of obligations
under finance lease
Kewajiban sewa pembiayaan
jangka panjang
830.141.980
1.076.545.863
19. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Total
Less interest portion
Obligations under finance lease
19. NON-CONTROLLING INTERESTS
Details of non-controlling interests’ proportionate
share in the net assets and net earnings of
the consolidated Subsidiaries are as follows:
Rincian bagian kepentingan nonpengendali atas
aset neto dan laba neto Entitas Anak yang
dikonsolidasi adalah sebagai berikut:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
PT Aneka Coffee Industry
PT Aneka Bumi Kencana
PT Indoarabica Mangkuraja
92.190.413.230
1.000.000
(722.150.174)
94.045.344.999
1.000.000
(256.201.180)
55.333.795.835
1.000.000
(230.504.262)
Jumlah aset neto
91.469.263.056
93.790.143.819
55.104.291.573
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
2012
2013
2014
2015
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Total net assets
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
PT Aneka Coffee Industry
PT Indoarabica Mangkuraja
12.026.638.374
(491.645.912 )
8.644.683.231
(465.948.994)
3.381.955.143
(25.696.918)
11.251.746.723
(230.504.262 )
Jumlah laba neto
11.534.992.462
8.178.734.237
3.356.258.225
11.021.242.461
20. MODAL SAHAM
PT Aneka Coffee Industry
PT Aneka Bumi Kencana
PT Indoarabica Mangkuraja
PT Aneka Coffee Industry
PT Indoarabica Mangkuraja
Total net earnings
20. CAPITAL STOCK
The ownership details of the Company’s shares of
stock with a par value of Rp175 per share as of
December 31, 2012 and January 30, 2012 and
Rp500 per share as of December 31, 2011 are as
follows:
Rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai
nominal Rp175 per saham pada tanggal
31 Desember 2012 dan 30 Januari 2012 dan
Rp500 per saham pada tanggal 31 Desember 2011
adalah sebagai berikut:
89
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember 2012 dan 30 Januari 2012/
December 31, 2012 and January 30, 2012
Pemegang saham
Innovest Offshore Ventures Ltd.,
British Virgin Islands
Igianto Joe
PT Aneka Bumi Prasidha
PT Aneka Agroprasidha
Lion Best Holding Limited.,
British Virgin Islands
Agus Soegiarto
H. Sjamsul Bachri Uding
Didik Tandiono
Jeffry Sanusi Soedargo
Moenardji Soedargo
Widyono Lianto
Masyarakat
(masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%)
Jumlah
Jumlah saham
dasar, ditempatkan
dan disetor penuh/
Number of shares
authorized, issued
and fully paid
Persentase
pemilikan/
Percentage
of ownership
675.754.545
272.378.790
136.500.000
114.000.000
46,927%
18,915
9,479
7,917
118.257.045.375
47.666.288.250
23.887.500.000
19.950.000.000
111.866.665
20.051.000
2.157.000
600.000
450.000
450.000
78.000
7,769
1,393
0,150
0,042
0,031
0,031
0,005
19.576.666.375
3.508.925.000
377.475.000
105.000.000
78.750.000
78.750.000
13.650.000
105.714.000
7,341
18.499.950.000
100,000%
252.000.000.000
1.440.000.000
Pemegang saham
Jumlah/
Total
31 Desember 2011/December 31, 2011
Jumlah saham
dasar, ditempatkan
dan disetor penuh/
Persentase
Number of shares
pemilikan/
authorized, issued
Percentage
Jumlah/
and fully paid
of ownership
Total
Innovest Offshore Ventures Ltd.,
British Virgin Islands
Igianto Joe
PT Aneka Bumi Prasidha
PT Aneka Agroprasidha
Lion Best Holding Limited.,
British Virgin Islands
Agus Soegiarto
H. Sjamsul Bachri Uding
Didik Tandiono
Jeffry Sanusi Soedargo
Moenardji Soedargo
Widyono
Lianto
Masyarakat
(masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%)
Jumlah
Shareholders
Innovest Offshore Ventures Ltd.,
British Virgin Islands
Igianto Joe
PT Aneka Bumi Prasidha
PT Aneka Agroprasidha
Lion Best Holding Limited.,
British Virgin Islands
Agus Soegiarto
H. Sjamsul Bachri Uding
Didik Tandiono
Jeffry Sanusi Soedargo
Moenardji Soedargo
Lianto
Public (each Widyono
with ownership
interest below 5%)
Total
Shareholders
Innovest Offshore Ventures Ltd.,
675.754.545
272.378.790
136.500.000
114.000.000
46,927%
18,915
9,479
7,917
337.877.272.500
136.189.395.000
68.250.000.000
57.000.000.000
111.866.665
20.000.000
2.157.000
600.000
450.000
450.000
78.000
7,769
1,389
0,150
0,042
0,031
0,031
0,005
55.933.332.500
10.000.000.000
1.078.500.000
300.000.000
225.000.000
225.000.000
39.000.000
105.765.000
7,345
52.882.500.000
100,000%
720.000.000.000
1.440.000.000
British Virgin Islands
Igianto Joe
PT Aneka Bumi Prasidha
PT Aneka Agroprasidha
Lion Best Holding Limited.,
British Virgin Islands
Agus Soegiarto
H. Sjamsul Bachri Uding
Didik Tandiono
Jeffry Sanusi Soedargo
Moenardji Soedargo
Lianto
Public (eachWidyono
with ownership
interest below 5%)
Total
Based on the minutes of the Shareholders’ General
Meeting of the Company No. 08 dated June 21,
2012, the shareholders approved, among others,
that the Company will not distribute dividends from
2011 net income.
Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang
Saham Biasa Perusahaan No. 08 tanggal
21 Juni 2012, para pemegang saham menyetujui,
antara lain, bahwa Perusahaan tidak membagikan
dividen atas laba neto tahun 2011.
90
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
MODAL
SAHAM
(lanjutan)
20. 20.
MODAL
SAHAM
(lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
CAPITAL
STOCK
(continued)
20. 20.
CAPITAL
STOCK
(continued)
Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Perusahaan No. 266 tanggal
29 November 2011, para pemegang saham
menyetujui, antara lain, pelaksanaan kuasi
reorganisasi dan perubahan anggaran dasar
Perusahaan.
Based on the minutes of the Shareholders’
Extraordinary General Meeting of the Company
No.
266
dated
November
29,
2011,
the shareholders approved, among others,
execution of quasi-reorganization and amendments
of the Company’s Articles of Association.
Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Perusahaan No. 265 tanggal
24 Juni 2011, pemegang saham Perusahaan
menyetujui merger antara Perusahaan, ASK dan
LSKPF, Entitas Anak (Catatan 1c).
Based on the minutes of the Shareholders’
Extraordinary General Meeting of the Company
No. 265 dated June 24, 2011, the Company’s
shareholders approved to merge with ASK and
LSKPF, Subsidiaries (Note 1c).
Pengelolaan modal
Capital Management
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan
Entitas
Anak
adalah
untuk
memastikan
pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham.
The primary objective of the Company and
Subsidiaries’ capital management is to ensure that
it maintains healthy capital ratios in order to
support its business and maximize shareholder
value.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
tertentu
dipersyaratkan
untuk
memelihara
tingkat
permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman.
Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah
dipenuhi oleh entitas terkait pada tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012
dan 2011. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak
juga
dipersyaratkan
oleh
Undang-undang
Perseroan efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk
mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal
saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam
dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan.
Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan
dipertimbangkan oleh Perusahaan dan Entitas
Anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(“RUPS”) berikutnya.
The Company and certain Subsidiaries are
required by the respective loan agreements to
maintain the level of existing share capital. This
externally imposed capital requirement has been
complied with by the relevant entities for the years
ended December 31, 2012 and 2011. In addition,
the Company and Subsidiaries is also required by
the Corporate Law effective August 16, 2007 to
contribute to and maintain a non-distributable
reserve fund until the said reserve reach 20% of
the issued and fully paid share capital. This
externally imposed capital requirements will be
considered with by the Company and Subsidiaries
in their next Annual General Shareholders Meeting
(“AGM”).
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur
permodalan
dan
melakukan
penyesuaian,
berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk
memelihara
dan
menyesuaikan
struktur
permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada
pemegang saham, imbalan modal kepada
pemegang saham atau menerbitkan saham baru.
Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
maupun proses untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 30 Januari
2012 dan 31 Desember 2011.
The Company and Subsidiaries manages its capital
structure and makes adjustments to it, in light of
changes in economic conditions. To maintain or
adjust the capital structure, the Company and
Subsidiaries may adjust the dividend payment to
shareholders, return capital to shareholders or
issue new shares. No changes were made in the
objectives, policies or processes during the years
ended December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011.
91
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Pengelolaan modal (lanjutan)
Capital Management (continued)
Perusahaan dan Entitas Anak mengawasi modal
dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing
ratio), dengan membagi utang neto dengan total
modal. Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak
adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
perusahaan-perusahaan terkemuka dalam industri
sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses
terhadap pendanaan pada biaya yang rasional.
Perusahaan dan Entitas Anak menyertakan dalam
pinjaman bank jangka pendek dan utang bank
jangka panjang dikurangi kas dan setara kas.
Termasuk dalam modal adalah modal saham,
ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk.
The Company and Subsidiaries monitors its capital
using gearing ratios, by dividing net debt with
the total capital. The Company and Subsidiaries’
policy is to maintain the gearing ratio within the
range of gearing ratios of the leading companies
with similar industry in Indonesia in order to secure
access to finance at a reasonable cost. The
Company and Subsidiaries includes within shortterm bank loans and long-term bank loans less
cash and cash equivalents. Capital includes share
capital, equity attributable to the majority
shareholders of the parent entity.
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan
Entitas
Anak
adalah
untuk
memastikan
pemeliharaan rasio modal yang sehat yaitu rasio
utang terhadap ekuitas sebesar 1,5 kali untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham. Pada tanggal
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011, rasio utang terhadap ekuitas
Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
The primary objective of the Company’s and
Subsidiary’s capital management is to ensure that
it maintains healthy capital ratios which is a
maximum debt to equity ratio of 1.5 times in order
to support its business and maximize shareholder
value. As of December 31, 2012, January 30, 2012
and December 31, 2011, the Company and
Subsidiaries’ debt to equity are as follows:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
Pinjaman bank jangka pendek
Utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman bank
Utang jangka panjang,
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman bank
213.318.150.256
201.212.012.882
157.332.123.948
3.516.012.000
3.266.946.000
3.297.124.800
Short-term bank loans
Current maturities of
long-term debt Bank loan
2.599.144.437
4.825.719.326
5.676.686.294
Long-term debts,
net of current maturities Bank loan
Total
219.433.306.693
209.304.678.208
166.305.935.042
Total
Dikurangi kas dan setara kas
85.657.618.688
76.051.988.538
44.100.518.397
Less cash and cash equivalents
Pinjaman - neto
133.775.688.005
133.252.689.670
122.205.416.645
Net debts
Total ekuitas
409.577.291.829
398.471.524.772
206.289.106.038
Total equity
0,33
0,33
0,59
Gearing ratio
Ratio utang terhadap modal
92
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. 21.
CAPITAL
STOCK (continued)
NET SALES
20. 21.
MODAL
SAHAM (lanjutan)
PENJUALAN
BERSIH
Penjualan bersih terdiri dari:
Net sales consist of:
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Hasil Bumi
Pihak ketiga
Ekspor
Lokal
Pihak-pihak berelasi
Ekspor
1.042.679.360.150
171.924.903.610
979.763.298.681
160.550.875.624
61.747.796.320
11.374.027.986
90.512.483.687
78.883.454.728
12.797.294.108
79.921.143.227
Agricultural Products
Third parties
Export
Local
Related parties
Export
Jumlah
1.305.116.747.447
1.219.197.629.033
85.919.118.414
1.246.290.753.836
Total
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Utexam Logistics Limited,
Singapura
Societe Des Matiere s
Premieres
Tropicales Pte., Ltd.,
Singapura
New Continent Ente rprises
Pte. Ltd., Singapura
Jumlah
42.78
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Jumlah/
Amount
Periode
Periode
Sebelas Bulan
Satu Bulan
yang Berakhir
yang Berakhir
pada Tanggal
pada Tanggal
31 Desember
30 Januari
2012/
2012/
Eleven Months
One Month,
Period Ended
Period Ended
December 31,
January 30,
2012
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
19,38
31,31
31,21
263.164.797.227
236.264.193.452
26.900.603.775
388.997.838.352
11,76
11,40
16,83
21,48
153.447.074.361
138.985.116.682
14.461.957.679
267.737.512.282
10,86
11,45
2,51
3,82
141.720.982.536
139.567.523.077
2.153.459.459
47.573.818.476
Utexam Logistics Limited,
Singapore
Societe Des Matieres
Premieres
Tropicales Pte., Ltd.,
Singapore
New Continent Enterprises
Pte. Ltd.,Singapore
42,23
50,65
56,51
558.332.854.124
514.816.833.211
43.516.020.913
704.309.169.110
Total
20,16
22. BEBAN POKOK PENJUALAN
22. COST OF GOODS SOLD
Cost of goods sold consist of:
Beban pokok penjualan terdiri dari:
Bahan baku yang digunakan
Upah buruh langsung
Beban pabrikasi (Catatan 11)
Jumlah Beban Produksi
1.021.482.420.985
144.887.189.624
The sales balances exceeding 10% of total net
sales, recorded in agricultural products processing
and trading (Note 29), are as follows:
Saldo penjualan mencapai yang 10% dari jumlah
penjualan bersih, tercatat dalam segmen
pengolahan dan perdagangan hasil bumi (Catatan
29), adalah sebagai berikut:
Persentase dari
jumlah Penjualan Neto/
Percentage to total Net Sales
Periode
Periode
Sebelas Bulan
Satu Bulan
yang Berakhir yang Berakhir
pada Tanggal pada Tanggal
31 Desember
30 Januari
2012/
2012/
Eleven Months One Month
Period Ended
Period Ended
December 31,
January 30,
2012
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
987.391.610.542
12.508.429.723
89.686.962.521
965.879.656.649
11.608.126.481
78.628.560.592
83.133.727.313
900.303.242
6.098.074.647
1.014.363.220.468
10.789.744.021
80.370.588.868
Raw materials used
Direct labor
Factory overhead (Note 11)
1.089.587.002.786
1.056.116.343.722
90.132.105.202
1.105.523.553.357
Total Manufacturing Cost
93
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
22. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan)
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Persediaan barang dalam proses:
Awal tahun
Akhir tahun
45.013.931.787
(51.108.598.438 )
Beban Pokok Produksi
1.083.492.336.135
Persediaan barang jadi:
Awal tahun
Pembelian
Akhir tahun
66.278.047.565
50.818.964.730
(55.420.687.784 )
Jumlah
22. COST OF GOODS SOLD (continued)
1.145.168.660.646
(51.108.598.438)
1.005.007.745.284
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
45.013.931.787
(56.661.446.138)
46.522.113.543
(45.013.931.787 )
78.484.590.851
68.372.581.577
50.775.404.730
(55.420.687.784)
1.068.735.043.807
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
66.278.047.565
43.560.000
(68.372.581.577)
76.433.616.839
Persentase dari
jumlah Penjualan Neto/
Percentage to total Net Sales
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
1.107.031.735.113
Cost of Goods Manufactured
Finished goods:
At beginning of year
Purchases
At end of year
49.885.817.224
29.176.323.764
(66.278.047.565 )
1.119.815.828.536
Total
The purchases balances exceeding 10%, recorded
in agricultural products processing and trading
(Note 29), of total net sales are as follows:
Saldo pembelian yang mencapai 10%, tercatat
dalam segmen pengolahan dan perdagangan hasil
bumi (Catatan 29), dari jumlah penjualan neto
adalah sebagai berikut:
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Work in process:
At beginning of year
At end of year
Jumlah/
Amount
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month,
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Charles Novendra
Mawi
M. Soleh
10,09
4,33
-
10,15
3,67
-
9,28
13,66
-
- 131.676.161.900
56.518.811.800
16,08
-
123.702.536.200
44.779.368.250
-
7.973.625.700
11.739.443.550
-
200.387.740.900
Charles Novendra
Mawi
M. Soleh
Jumlah
14,42
13,82
22,94
16,08 188.194.973.700
168.481.904.450
19.713.069.250
200.387.740.900
Total
23. BEBAN PENJUALAN
23. SELLING EXPENSES
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan
Pengangkutan
Biaya ekspor
Perjalanan dan transportasi
Komisi penjualan (Catatan 7)
Biaya asuransi
Iklan dan promosi
Lain-lain
Jumlah beban penjualan
3.043.597.392
1.999.260.289
1.903.041.726
1.774.048.888
1.492.517.847
1.338.248.493
692.069.132
1.220.125.139
13.462.908.906
The details of selling expenses are as follows:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
2.918.443.792
1.894.634.869
1.819.825.679
1.629.082.127
1.336.091.127
1.199.547.491
608.152.620
1.139.484.929
12.545.262.634
94
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
125.153.600
104.625.420
83.216.047
144.966.761
156.426.720
138.701.002
83.916.512
80.640.210
917.646.272
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
2.615.538.636
1.053.475.739
1.901.457.580
1.627.291.570
1.311.430.248
1.446.502.743
764.295.494
957.500.199
11.677.492.209
Salaries, wages and employees’ welfare
Freight
Export charges
Traveling and transportation
Sales commissions (Note 7)
Insurance expense
Advertising and promotion
Others
Total selling expenses
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
24. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
The details of general and administrative expenses
are as follows:
Rincian beban umum dan administrasi adalah
sebagai berikut:
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan
Penyusutan (Catatan 11)
Penyisihan imbalan kerja karyawan
(Catatan 31)
Jamuan, sumbangan dan representasi
Jasa tenaga ahli
Perjalanan dan transportasi
Administrasi bank
Komunikasi
Sewa
Perbaikan dan pemeliharaan
Pajak dan perizinan
Bahan bakar, listrik dan air
Iklan dan promosi
Lain-lain
Jumlah beban umum
dan administrasi
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
32.297.750.187
13.067.306.408
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
30.236.927.504
13.052.618.765
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
2.060.822.683
14.687.643
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
28.058.622.267
1.910.526.041
6.101.773.526
5.477.200.356
624.573.170
5.039.409.419
6.055.139.828
3.973.207.803
2.805.343.663
1.924.951.386
1.238.435.562
1.115.794.476
894.946.892
821.947.109
417.784.658
162.674.583
2.491.147.679
5.706.226.176
3.241.970.170
2.643.467.910
1.779.887.740
1.094.672.444
1.032.572.090
855.607.616
815.184.909
388.127.309
162.674.583
2.308.055.456
348.913.652
731.237.633
161.875.753
145.063.646
143.763.118
83.222.386
39.339.276
6.762.200
29.657.349
183.092.223
5.360.067.882
4.921.341.327
2.359.658.838
2.105.063.952
1.421.192.434
972.697.277
837.742.824
1.479.379.017
117.251.352
490.596.056
2.565.942.473
Salaries, wages and employees’ welfare
Depreciation (Note 11)
Provision for employees benefits
(Note 31)
Entertainment, donations and
representation
Professional fees
Travelling and transportation
Bank administration
Communication
Rent
Repairs and maintenance
Taxes and licenses
Fuel, electricity and water
Advertising and promotion
Others
73.368.203.760
68.795.193.028
4.573.010.732
57.639.491.159
Total general and
administrative expenses
25. BEBAN OPERASI LAINNYA
25. OTHER OPERATING EXPENSES
The details of other operating expenses are as
follows:
Rincian beban operasi lainnya adalah sebagai
berikut:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Rugi selisih kurs, neto
Rugi transaksi kontrak
komoditi berjangka
Rugi (laba) pelepasan
aset tetap
Kerugian penurunan nilai goodwill
Kerugian penurunan nilai
tanaman menghasilkan
Amortisasi beban tangguhan
Lain-lain
10.038.040.432
10.038.040.432
247.987.546
247.987.546
Jumlah beban operasi lainnya
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
-
-
-
(29.062.798)
-
29.062.798
-
6.598.523.740
280.980.621
280.599.763
380.858
1.088.231.579
847.128.333
127.843.843
Loss on foreign exchange, net
Loss on future commodities
transaction
Loss (gain) on disposal of
fixed assets
Impairment loss of goodwill
Impairment loss of
mature plantations
Amortization of deferred charges
Others
10.567.008.599
10.537.564.943
29.443.656
12.912.754.701
Total other operating expenses
95
-
4.251.027.206
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
26. PENDAPATAN OPERASI LAINNYA
Rincian pendapatan
sebagai berikut:
Penghasilan sewa
Pendapatan dividen
Laba pelepasan
aset tetap
Laba (rugi) selisih kurs, neto
Laba penjualan penyertaan saham,
neto (Catatan 1c)
Amortisasi atas kelebihan
nilai aset neto
Lain-lain
Jumlah pendapatan
operasi lainnya
operasi
26. OTHER OPERATING INCOME
lainnya
The details of other operating income are as
follows:
adalah
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
2.109.074.997
320.999.980
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
1.792.408.332
319.015.350
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
316.666.665
1.984.630
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
1.758.714.366
294.506.145
288.198.183
-
228.198.183
(1.515.809.375)
1.515.809.375
392.725.878
-
-
-
-
63.927.560
1.649.582.023
512.359.719
1.137.222.304
585.899.204
975.463.114
4.307.855.183
1.336.172.209
2.971.682.974
4.071.236.267
27. BEBAN KEUANGAN
Rent income
Dividend income
Gain on sale of
fixed assets
Gain (loss) on foreign exchange, net
Gain on sale of investment
in shares of stock, net (Note 1c)
Amortization of excess of net asset
over the cost of investment
Others
Total other operating
income
27. FINANCE CHARGES
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Biaya bunga - bank
Biaya provisi
Sewa pembiayaan
14.451.903.073
2.345.410.916
226.668.799
13.487.944.756
2.345.410.916
206.555.460
963.958.317
20.113.339
9.379.291.016
1.538.633.492
715.750.688
Interest expense - bank
Provision fee
Finance Lease
Jumlah beban keuangan
17.023.982.788
16.039.911.132
984.071.656
11.633.675.196
Total finance charges
96
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. LABA PER SAHAM
28. EARNINGS PER SHARE
Laba per saham adalah sebagai berikut:
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Laba/jumlah laba komprehensif tahun
berjalan yang diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk
Rata-rata tertimbang jumlah saham
biasa (dalam lembar saham)
Laba per saham dasar
Earnings per share are as follows:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
14.088.411.809
13.426.647.820
661.763.989
12.837.248.097
Income/total comprehensive
income for the year attributable to
Equity holders of the parent entity
1.440.000.000
1.440.000.000
1.440.000.000
1.440.000.000
Weight average number of
common shares (in shares)
9,78
9,32
0,46
8,91
Basic earnings per share
The Company has no outstanding dilutive potential
ordinary shares for years ended December 31,
2012 and 2011 and one month period ended
January 30, 2012 and accordingly, no diluted
earnings per share is calculated and presented in
the consolidated statements of comprehensive
income.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi
saham biasa yang bersifat dilusi pada tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012
dan 2011 dan periode satu bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Januari 2012 dan oleh karenanya,
laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan
pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
29. PELAPORAN SEGMEN
29. SEGMENT REPORTING
Pelaporan segmen usaha Perusahaan dan Entitas
Anak adalah sebagai berikut:
The segment reporting on the Company and
Subsidiaries’ operations is as follows:
a.
a.
Bidang Usaha (dalam jutaan Rupiah)
Scope of Activities (in millions Rupiah)
Bidang Usaha/
Scope of Activities
Pengolahan dan perdagangan
hasil bumi/
Agricultural products processing
and trading
Nama Perusahaan/
Name of Companies
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan/the Company)
PT Lampung Sumber Kencana Pelleting Factory
PT Aneka Sumber Kencana
PT Aneka Bumi Kencana
PT Tirtha Harapan Bali
Pabrik kopi bubuk dan instant/
Roasted and instant coffee manufacturing
PT Aneka Coffee Industry
Perkebunan dan pengolahan hasil bumi/
Plantations and processing agriculture products
PT Indoarabica Mangkuraja
97
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. SEGMENT REPORTING (continued)
29. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Tahun yang berahir pada tanggal 31 Desember 2012/Year ended December 31, 2012
Pengolahan dan
perdagangan
hasil bumi/
Agricultural
products
processing
and trading
PENDAPATAN/
REVENUES
Penjualan ke pihak luar/
Sales to external parties
Lokal/
Local
Perkebunan dan
pengolahan
hasil bumi/
Plantations and
processing
agricultural
products
Pabrik
kopi bubuk
dan instan/
Roasted and
instant coffee
manufacturing
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidation
28.506
141.950
1.170
-
171.926
950.493
182.698
-
-
1.133.191
Penjualan antar segmen/
Inter-segment sales
37.888
-
-
Laba (rugi) operasi/
Income (loss) from
operations
44.212
67.415
Ekspor/
Export
(37.888)
-
(13.562)
(31.208)
66.857
(563)
-
-
202
756
3
-
Bagian laba neto
perusahaan asosiasi,
bersih/
Equity in net earnings
of investee, net
31.209
-
-
Beban pajak/
Tax expense
(2.318)
Beban keuangan/
Finance charges
Pendapatan keuangan/
Finance income
Kepentingan nonpengendali/
Non-controlling interests
(16.461)
(20.694)
(2.159)
961
(31.209)
-
-
(25.171)
(18.504)
(11.535)
(49.712)
14.088
-
6.969
25.635
53.883
INFORMASI TAMBAHAN/
OTHER INFORMATION
Aset segmen/
Segment assets
386.440
283.488
9.828
(617)
679.139
Penyertaan saham/
Investments in shares of stock
124.307
-
-
(120.834)
3.473
Jumlah aset yang dikonsolidasi/
Total consolidated assets
510.747
283.488
9.828
(121.451)
682.612
Liabilitas segmen/
Segment liabilities
242.217
29.947
1.925
(1.055)
273.034
Penyusutan/
Depreciation
9.674
13.618
763
-
24.055
Pengeluaran modal/
Capital expenditures
4.135
6.198
118
-
10.451
Laba (rugi) neto/
Net income (loss)
98
-
(17.024)
(15.718)
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
a.
29. SEGMENT REPORTING (continued)
a.
Bidang Usaha (dalam jutaan Rupiah) (lanjutan)
Scope ofofActivities
Activities
(continued)
(in millions Rupiah)
Periode satu bulan yang berahir pada tanggal 30 Januari 2012/One month period ended January 30, 2012
Pengolahan dan
Perkebunan dan
perdagangan
Pabrik
pengolahan
hasil bumi/
kopi bubuk
hasil bumi/
Agricultural
dan instan/
Plantations and
products
Roasted and
processing
processing
instant coffee
agricultural
Eliminasi/
Konsolidasi/
and trading
manufacturing
products
Elimination
Consolidation
PENDAPATAN/
REVENUES
Penjualan ke pihak luar/
Sales to external parties
Lokal/
Local
Ekspor/
Export
Penjualan antar segmen/
Inter-segment sales
Laba (rugi) operasi/
Income (loss) from
operations
Beban keuangan/
Finance charges
-
11.330
44
-
11.374
53.800
20.745
-
-
74.545
-
-
-
-
-
2.120
9.444
(556)
(4.071)
6.937
(928)
(57)
-
-
(985)
10
44
-
-
54
Bagian laba neto
perusahaan asosiasi,
bersih/
Equity in net earnings
of investee, net
4.071
-
-
(4.071)
-
Manfaat (beban) pajak/
Tax benefit (expense)
507
Pendapatan keuangan/
Finance income
Kepentingan nonpengendali/
Non-controlling interests
(2.370)
-
26
1.709
7.087
INFORMASI TAMBAHAN/
OTHER INFORMATION
Aset segmen/
Segment assets
358.073
287.948
Penyertaan saham/
Investments in shares of stock
116.413
Jumlah aset yang dikonsolidasi/
Total consolidated assets
Liabilitas segmen/
Segment liabilities
(126)
(1.989)
(3.382)
(3.356)
(7.453)
661
18.038
(2.648)
661.411
-
-
(112.940)
3.473
474.486
287.948
18.038
(115.588)
664.884
229.889
38.194
1.159
(2.829)
266.413
Penyusutan/
Depreciation
509
531
31
-
1.071
Pengeluaran modal/
Capital expenditures
465
8
5
-
478
Laba (rugi) neto/
Net income (loss)
99
-
-
(682)
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. SEGMENT REPORTING (continued)
29. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Tahun yang berahir pada tanggal 31 Desember 2011/Year ended December 31, 2011
Pengolahan dan
perdagangan
hasil bumi/
Agricultural
products
processing
and trading
PENDAPATAN/
REVENUES
Penjualan ke pihak luar/
Sales to external parties
Lokal/
Local
Ekspor/
Export
Perkebunan dan
pengolahan
hasil bumi/
Plantations and
processing
agricultural
products
Pabrik
kopi bubuk
dan instan/
Roasted and
instant coffee
manufacturing
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidation
17.193
126.569
1.125
-
144.887
-
1.101.403
954.274
147.129
-
Penjualan antar segmen/
Inter-segment sales
31.175
1.148
-
Laba (rugi) operasi/
Income (loss) from
operations
19.161
66.993
(32.323)
-
(15.912)
(21.926)
48.316
(271)
-
-
187
242
5
-
Bagian laba neto
perusahaan asosiasi,
bersih/
Equity in net earnings
of investee, net
22.712
-
-
Manfaat (beban) pajak/
Tax benefit (expense)
2.622
(16.089)
209
-
230
-
(11.251)
(11.021)
10.607
51.105
(15.698)
(33.177)
12.837
INFORMASI TAMBAHAN/
OTHER INFORMATION
Aset segmen/
Segment assets
230.841
180.892
11.683
(2.680)
420.736
Penyertaan saham/
Investments in shares of stock
109.471
-
-
(108.841)
630
Jumlah aset yang dikonsolidasi/
Total consolidated assets
340.312
180.892
11.683
(111.521)
421.366
Liabilitas segmen/
Segment liabilities
185.520
31.366
1.025
(2.834)
215.077
Penyusutan/
Depreciation
5.282
11.906
466
-
17.654
Pengeluaran modal/
Capital expenditures
5.639
11.260
209
-
17.108
Beban keuangan/
Finance charges
Pendapatan keuangan/
Finance income
Kepentingan nonpengendali/
Non-controlling interests
Laba (rugi) neto/
Net income (loss)
(11.363)
10
0
(22.712)
-
(11.634)
434
-
(13.258)
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
29. SEGMENT REPORTING (continued)
b. a.Pelaporan
Geografis
Bidang Segmen
Usaha (dalam
jutaan Rupiah) (lanjutan)
b. Geographical
a. Scope ofSegment
ActivitiesReporting
(in millions Rupiah)
(continued)
All of the Company and Subsidiaries’
productive assets are located in Indonesia.
The following table presents sales based on
the location of the customers:
Seluruh aset produktif Perusahaan dan Entitas
Anak berada di Indonesia. Tabel berikut
menyajikan penjualan berdasarkan lokasi
pelanggan:
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Indonesia
Negara-negara asing
171.924.903.610
1.133.191.843.837
160.550.875.624
1.058.646.753.409
11.374.027.986
74.545.090.428
144.887.189.624
1.101.403.564.212
Indonesia
Foreign countries
Jumlah penjualan sesuai
laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
1.305.116.747.447
1.219.197.629.033
85.919.118.414
1.246.290.753.836
Total sales
per consolidated statements
of comprehensive income
30. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG
ASING
30. ASSETS AND
CURRENCIES
Aset Lancar
Kas dan setara kas
Dalam Dolar AS
Piutang
Usaha
Dalam Dolar AS
Bukan usaha
Dalam Dolar AS
Total Aset dalam
Mata Uang Asing
US$ 3.837.017
US$ 4.330.646
US$
665
IN
FOREIGN
As of December 31, 2012, the Company’s and
Subsidiaries’ foreign currency denominated assets
and liabilities, as listed below, were restated to
Rupiah using the rates of exchange as stated in
Note 2m:
Pada tanggal 31 Desember 2012, aset dan
liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak dalam mata
uang asing, seperti terlampir di bawah ini, disajikan
dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar
yang berlaku pada tanggal tersebut seperti yang
dijelaskan dalam Catatan 2m:
Mata Uang Asing/
Foreign Currency
LIABILITIES
31 Desember 2012
(Tanggal Pelaporan)/
December 31, 2012
(Reporting Date)
37.103.955.164
14 Maret 2013
(Tanggal Penyelesaian
Laporan Keuangan
Konsolidasian)/
March 14, 2013
(Consolidated
Financial
Statements
Completion Date)
37.230.576.727
Current Assets
Cash and cash equivalents
In US Dollar
41.866.884.761
42.020.261.088
6.430.066
6.452.010
Account receivables
Trade
In US Dollar
Non-trade
In US Dollar
78.977.269.991
79.257.289.825
Total Assets in Foreign
Currencies
101
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30.
DAN LIABILITAS
DALAM(lanjutan)
MATA UANG
31. ASET
LIABILITAS
IMBALAN KERJA
ASING (lanjutan)
Mata Uang Asing/
Foreign Currency
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek
Dalam Dolar AS
Utang
Usaha
Dalam Dolar AS
Dalam Euro
Biaya masih harus dibayar
Dalam Dolar AS
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu
tahun
Dalam Dolar AS
31 Desember 2012
(Tanggal Pelaporan)/
December 31, 2012
(Reporting Date)
14 Maret 2013
(Tanggal Penyelesaian
Laporan Keuangan
Konsolidasian)/
March 14, 2013
(Consolidated
Financial
Statements
Completion Date)
US$
EUR
30.458
6.025
294.532.244
77.182.609
295.537.370
75.791.620
US$
133.864
1.294.392.601
1.298.879.377
Current Liabilities
Short-term bank loan
In US Dollar
Account payables
Trade
In US Dollar
In Euro
Accrued expenses
In US Dollar
3.516.012.000
3.528.010.800
Current maturities of
long-term loans
In US Dollar
218.500.269.710
219.244.342.422
US$ 22.059.788
US$
213.318.150.256
214.046.123.255
363.600
Sub-total
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu
satu tahun
Dalam Dolar AS
30.
ASSETS AND
LIABILITIES
FOREIGN
31. EMPLOYEES
BENEFITS
LIABILITYIN(continued)
CURRENCIES (continued)
Sub-total
Non-current Liabilities
US$
Jumlah Liabilitas dalam
Mata Uang Asing
Liabilitas Neto dalam
Mata Uang Asing
268.784
2.599.144.437
221.099.414.147
2.608.014.354
221.852.356.776
142.122.144.156
142.595.066.951
Long-term loans, net of
current maturities
In US Dollar
Total Liabilities in Foreign
Currencies
Net Liabilities in Foreign
Currencies
The Company and Subsidiaries does not engage in
hedging transactions, however, the Company and
Subsidiaries export sales, which averaged about
87% of consolidated net sales, provide limited
natural hedge against the impact of fluctuations in
exchange rate of Rupiah against foreign
currencies.
Perusahaan dan Entitas Anak tidak melakukan
transaksi lindung nilai, namun penjualan ekspor
Perusahaan dan Entitas Anak yang rata-rata
berkisar 87% dari penjualan neto konsolidasian
dapat memberikan lindung nilai secara natural yang
terbatas dalam menghadapi dampak fluktuasi nilai
tukar Rupiah dengan mata uang asing.
31. LIABILITAS IMBALAN KERJA
31. EMPLOYEES BENEFITS LIABILITY
As of December 31, 2012, the accrual for
employees
benefits
amounted
to
Rp31,556,626,806
(January
30,
2012:
Rp26,313,876,450 and December 31, 2011:
Rp25,689,303,280) was recorded as “Employees
Benefits Liability”. The related
expenses
amounted
to
Rp6,101,773,526
for
the year
ended
December
31,
2012
Pada tanggal 31 Desember 2012, liabilitas imbalan
kerja karyawan
sebesar
Rp31.556.626.806
(30 Januari 2012: Rp26.313.876.450 dan
31 Desember 2011: Rp25.689.303.280) disajikan
sebagai akun “Liabilitas Imbalan Kerja”. Biaya
terkait masing-masing sebesar Rp6.101.773.526
pada
tahun
yang
berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
102
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
(satu bulan yang berakhir pada tangal 30 Januari
2012: Rp624.573.170 dan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2011:
Rp5.039.409.419) dicatat sebagai bagian dari
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 24) dalam
laba rugi.
(one
month
ended
January
30,
2012:
Rp624,573,170 and the year ended December 31,
2011: Rp5,039,409,419) were recorded as part of
General and Administrative Expenses (Note 24) in
profit or loss.
Rincian beban imbalan kerja
Details of the related employee benefits
expense
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2012/
Year Ended
December 31,
2012
Periode
Sebelas Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember
2012/
Eleven Months
Period Ended
December 31,
2012
Periode
Satu Bulan
yang Berakhir
pada Tanggal
30 Januari
2012/
One Month
Period Ended
January 30,
2012
Tahun Yang
Berakhir Pada
Tanggal
31 Desember
2011/
Year Ended
December 31,
2011
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Amortisasi biaya atas jasa
di masa lalu yang belum menjadi hak
Laba aktuarial
3.369.158.361
1.826.949.298
2.993.443.848
1.673.886.099
375.714.513
153.063.199
2.686.199.900
1.682.839.603
616.792.591
288.873.276
569.913.067
239.957.342
46.879.524
48.915.934
562.554.286
107.815.630
Current service cost
Interest on obligation cost
Amortization of past
service cost non vested
Actuarial gain
Jumlah (Catatan 24)
6.101.773.526
5.477.200.356
624.573.170
5.039.409.419
Total (Note 24)
Rincian liabilitas imbalan kerja neto
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Nilai kini kewajiban
imbalan kerja
Beban jasa masa lalu yang
tidak diakui - yang belum
menjadi hak
Kerugian aktuarial yang tidak diakui
Liabilitas imbalan kerja
Karyawan
Details of the net
benefits
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
36.085.164.580
Present value of employees
benefits obligation
(3.282.219.969)
(8.651.291.337)
(3.614.795.136)
(7.873.675.819)
(3.736.360.774)
(6.659.500.526)
Unrecognized past service
cost - non vested
Unrecognized actuarial loss
31.556.626.806
26.313.876.450
25.689.303.280
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Saldo akhir tahun
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
37.802.347.405
43.490.138.112
Mutasi saldo estimasi liabilitas imbalan kerja
neto
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Pembayaran tahun berjalan
liabilities for employee
25.689.303.280
6.101.773.526
(234.450.000)
31.556.626.806
Employees benefits liability
Movements in the balance of the net estimated
liabilities for employee benefits
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
25.689.303.280
624.573.170
-
21.017.053.511
5.039.409.419
(367.159.650)
Balance at beginning of year
Provision during the year
Payments during the year
26.313.876.450
25.689.303.280
Balance at the end of year
103
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
31. EMPLOYEES BENEFITS LIABILITY (continued)
31. LIABILITAS
LIABILITASIMBALAN
IMBALANKERJA
KERJA(lanjutan)
(lanjutan)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja
Movements in the present value of obligation
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Nilai kini kewajiban
imbalan kerja awal
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Amortisasi biaya atas jasa
di masa lalu yang belum menjadi hak
Pembayaran imbalan
Kerugian aktuarial
36.085.164.580
3.369.158.361
1.826.949.298
36.085.164.580
375.714.513
153.063.199
616.792.591
(234.450.000)
1.826.523.282
Nilai kini kewajiban
imbalan kerja akhir
Analisa sensitivitas
diskonto
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
46.879.524
1.141.525.589
43.490.138.112
untuk
risiko
37.802.347.405
tingkat
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
25.889.840.048
2.686.199.900
1.682.839.603
562.554.286
(367.159.650)
5.630.890.393
36.085.164.580
Beginning present value of
employees benefits obligation
Current service cost
Interest on obligation cost
Amortization of past
service cost non vested
Benefit payment
Actuarial loss current year
Ending present value of
employees benefits obligation
Sensitivity analysis for discount rate risk
Pada tanggal 31 Desember 2012, jika tingkat
diskonto meningkat sebesar satu poin dengan
semua
variabel
konstan,
maka
liabilitas
kesejahteraan karyawan lebih rendah sebesar
Rp46.030.057.863, sedangkan jika tingkat diskonto
menurun satu poin, maka liabilitas lebih tinggi
sebesar Rp39.981.341.098.
As of December 31, 2012, if the discount rate is
higher one point with all other variables held
constant, the employee benefits liability would
have been Rp46,030,057,863 lower, while, if the
discount rate is lower one point, the liability would
have been Rp39,981,341,098 higher.
Akrual atas kewajiban Perusahaan dan Entitas
Anak pada tanggal 31 Desember 2012, 30 Januari
2012 dan 31 Desember 2011 didasarkan pada
perhitungan aktuaris yang dilakukan oleh PT Dian
Artha Tama, aktuaris independen, dengan
menggunakan metode “Projected Unit Credit”
dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi berikut
ini:
The accrual of the Company’s and Subsidiaries’
obligations as of December 31, 2012, January 30,
2012 and December 31, 2011 were determined
based on the actuarial calculation performed by
PT Dian Artha Tama, an independent actuary,
using the “Projected Unit Credit” method which
considered the following assumptions:
Tabel kematian
Tingkat bunga diskonto
:
:
Tingkat kenaikan gaji
:
:
Umur pensiun
:
Tingkat cacat
:
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
CSO-1980
5%
per tahun/
5%
per annum
8,5%
per tahun/
8.5%
per annum
55 dan 60 tahun/
55 and 60 years
0,2% per tahun/
0.2% per annum
CSO-1980
5%
per tahun/
5%
per annum
8,5%
per tahun/
8.5%
per annum
55 dan 60 tahun/
55 and 60 years
0,2% per tahun/
0.2% per annum
CSO-1980
6,5%
per tahun/
6.5%
per annum
8,5%
per tahun/
8.5%
per annum
55 dan 60 tahun/
55 and 60 years
0,2% per tahun/
0.2% per annum
104
Mortality table
Discount rate
Salary increase rate
Retirement age
Disability rate
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Des. 2012/
Dec. 31, 2012
Tingkat resign Umur Pensiun
Normal 55
Umur 18-44 tahun
:
Umur 45-54 tahun
:
Tingkat resign Umur Pensiun
Normal 60
Umur 18-49 tahun
:
Umur 50-59 tahun
:
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30 Jan. 2012/
Jan. 30, 2012
2,5% dan 4%
per tahun/
2.5% and 4%
per annum
0% per tahun/
0% per annum
4%per tahun/
4%per annum
0% per tahun/
0% per annum
2,5% dan 4%
per tahun/
2.5% and 4%
per annum
0% per tahun/
0% per annum
4%per tahun/
4%per annum
0% per tahun/
0% per annum
32. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
31 Des. 2011/
Dec. 31, 2011
2,5% dan 4%
per tahun/
2.5% and 4%
per annum
0% per tahun/
0% per annum
4%per tahun/
4%per annum
0% per tahun/
0% per annum
Withdrawal rate Normal Retirement
Age 55
Age 18-44 years
Age 45-54 years
Withdrawal rate Normal Retirement
Age 60
Age 18-49 years
Age 50-59 years
32. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
Pada tanggal 31 Desember 2012, PT Aneka Coffee
Industry, Entitas Anak, menempatkan deposito
berjangka senilai Rp850.000.000 dan US$225.000
(30 Januari 2012 dan 31 Desember 2011:
Rp700.000.000 dan US$134.000) sebagai jaminan
atas fasilitas bank garansi dari PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. Bank garansi tersebut
digunakan
untuk
pembelian
gas
dari
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, SBU
Area Distribusi II Jawa Timur, yang berlaku sampai
tanggal 30 April 2013 (Catatan 5).
As of December 31, 2012, PT Aneka Coffee
Industry, Subsidiaries, pledged time deposits
totaling Rp850,000,000 and US$225,000 (January
30, 2012 and December 31, 2011: Rp700,000,000
and US$134,000) as collateral for bank guarantee
facilities obtained from PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk. The bank guarantee is used for
the procurement of gas from PT Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk, SBU Distribution Area II
East Java, which will expire on April 30, 2013
(Note 5).
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
mempunyai kontrak pembelian mesin dengan
PT Euroasiatic Jaya senilai US$539,000.
Pembayaran dilakukan dengan cicilan duabelas
bulan. Mesin akan dikirimkan pada saat cicilan
ketiga telah dibayarkan. Uang muka pembelian
untuk transaksi ini dicatat sebagai bagian dari
“Uang Muka Pembelian Aset Tetap”.
As of December 31, 2012, the Company had a
purchase machine agreement with PT Euroasiatic
Jaya amounted to US$539.000. The payment done
with installment for twelve months. The Machine
will be delivered after the third istallment have
been paid. The advance payment for this
transaction is recorded as part of “Advance for
Purchase of Fixed Assets”.
105
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31.33.
LIABILITAS
NILAI IMBALAN
WAJAR KERJA
ASET (lanjutan)
DAN LIABILITAS
KEUANGAN
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
31. 33.
EMPLOYEES
BENEFITS
LIABILITY
(continued)
FAIR VALUE
OF FINANCIAL
ASSETS
AND
LIABILITIES
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah
tercatat baik karena jumlah tersebut adalah
approksimasi nilai wajarnya atau karena nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragrafparagraf berikut.
Financial
instruments
presented
in
the consolidated statements of financial position
are carried at fair value, otherwise, they are
presented at carrying amounts as either these are
reasonable approximation of fair values or their fair
values cannot be reliably measured. Further
explanations are provided in the following
paragraphs.
Instrumen keuangan yang dicatat pada nilai
wajar atau biaya perolehan diamortisasi
Financial instruments carried at fair value or
amortized cost
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 55 (Revisi
2011), piutang dan utang yang timbul dari
transaksi kontrak komoditas berjangka dinyatakan
dengan harga kuotasi pasar.
As required by PSAK 55 (Revised 2011),
the receivables and payables arising from future
commodity contracts transactions are stated at
quoted market prices.
Pinjaman jangka panjang kepada karyawan
disajikan pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE, dan tingkat
diskonto yang digunakan mengacu kepada suku
bunga pinjaman pasar saat ini bagi pinjaman yang
serupa. Tingkat suku bunga efektif berkisar antara
6,88% sampai 12,00% per tahun (31 Desember
2011: antara 8,07% sampai 12%) untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
Long-term loans to employees are carried at
amortized cost using EIR, and the discount rates
used are the current market lending rates for
similar types of lending. The effective interest rates
are ranging from 6.88% to 12.00% per annum
(December 31, 2011: from 8.07% to 12.00%) for
the year ended December 31, 2012.
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya
Financial instruments with carrying amounts
that approximate their fair values
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat
(berdasarkan jumlah nosional) kas dan setara kas,
deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak
lancar lainnya - uang jaminan dan pinjaman
kepada karyawan, utang lancar usaha dan lainlain, biaya masih harus dibayar, kewajiban sewa
pembiayaan dan utang bank jangka pendek
kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena
instrumen keuangan tersebut sebagian besar
berjangka pendek.
Management has determined that the carrying
amounts (based on notional amounts) of cash and
cash equivalents, current trade and other
receivables and other non current assets –
restricted time deposit and loan to employe,
current trade and other payables and accrued
expenses, and short-term bank loans reasonably
approximate their fair values because they are
mostly short-term in nature.
Nilai tercatat pinjaman jangka panjang dengan
suku bunga mengambang besarnya kurang lebih
sama dengan nilai wajarnya karena dinilai ulang
secara berkala.
The carrying amounts of long-term loans with
floating interest rates approximate their fair values
as they are re-priced frequently.
106
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. NILAI WAJAR
ASET
KEUANGAN (lanjutan)
DAN
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
LIABILITAS
33. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
LIABILITIES (continued)
Instrumen keuangan dicatat pada nilai selain
nilai wajar
Financial instruments carried at amounts other
than fair values
Penyertaan saham biasa yang tidak memiliki
kuotasi pasar dengan kepemilikan saham di
bawah 20%, dicatat pada biaya perolehan karena
nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Investments in other unquoted ordinary shares
representing equity ownership interest of below
20% are carried at cost as their fair values cannot
be reliably measured.
Tabel berikut menyajikan klasifikasi instrumen
keuangan pada tanggal 31 Desember 2012,
30 Januari 2012 dan 31 Desember 2011:
The table below presents the classification of
financial instruments as of December 31, 2012,
January 30, 2012 and December 31, 2011:
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans
and
receivables
Nilai wajar
melalui
laba rugi/
Fair value
through
profit or loss
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized
cost
Total/Total
31 Desember 2012
December 31, 2012
Aset
Assets
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Current assets
85.657.618.688
65.212.886.316
194.085.397
-
-
85.657.618.688
65.212.886.316
194.085.397
3.473.181.636
-
-
3.473.181.636
Investment
3.025.750.000
446.783.100
356.575.529
-
-
3.025.750.000
446.783.100
356.575.529
Restricted time deposits
Security deposits
Loan to employee
158.366.880.666
-
-
158.366.880.666
Sub-total
Aset tidak lancar
Penyertaan saham
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Uang jaminan
Pinjaman kepada karyawan
Sub-total
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Other receivables
Non-current assets
Liabilitas
Liabilities
Liabilitas jangka pendek
Current liabilities
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
-
-
213.318.150.256
6.260.905.899
130.123.228
4.791.755.212
213.318.150.256
6.260.905.899
130.123.228
4.791.755.212
-
-
3.516.012.000
1.323.098.320
3.516.012.000
1.323.098.320
Short-term bank loans
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Current maturities of
long-term debt Bank loan
Obligations under finance lease
Sub-total
-
-
229.340.044.915
229.340.044.915
Sub-total
Liabilitas jangka panjang
Non-current liabilities
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahunPinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
-
-
2.599.144.437
830.141.980
2.599.144.437
830.141.980
Long-term loans, net of current
Bank loan
Obligations under finance lease
Sub-total
-
-
3.429.286.417
3.429.286.417
Sub-total
107
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. NILAI WAJAR
ASET
KEUANGAN (lanjutan)
DAN
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
LIABILITAS
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans
and
receivables
33. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
LIABILITIES (continued)
Nilai wajar
melalui
laba rugi/
Fair value
through
profit or loss
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized
cost
Total/Total
30 Januari 2012
January 30, 2012
Aset
Assets
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Current assets
76.051.988.538
50.915.498.565
216.907.280
-
-
76.051.988.538
50.915.498.565
216.907.280
3.473.181.636
-
-
3.473.181.636
Investment
1.903.990.000
365.342.000
265.679.279
133.192.587.298
-
-
1.903.990.000
365.342.000
265.679.279
133.192.587.298
Restricted time deposits
Security deposits
Loan to employee
Sub-total
Aset tidak lancar
Penyertaan saham
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Uang jaminan
Pinjaman kepada karyawan
Sub-total
Non-current assets
Liabilitas
Liabilities
Liabilitas jangka pendek
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
Sub-total
Current liabilities
-
-
201.212.012.882
12.857.156.822
58.331.468
4.524.997.464
201.212.012.882
12.857.156.822
58.331.468
4.524.997.464
-
-
3.266.946.000
1.760.955.062
223.680.399.698
3.266.946.000
1.760.955.062
223.680.399.698
Liabilitas jangka panjang
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahunPinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
Sub-total
-
-
Nilai wajar
melalui
laba rugi/
Fair value
through
profit or loss
4.825.719.326
1.076.545.863
5.902.265.189
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized
cost
4.825.719.326
1.076.545.863
5.902.265.189
Long-term loans, net of current
Bank loan
Obligations under finance lease
Sub-total
Total/Total
31 Desember 2011
December 31, 2011
Aset
Assets
Aset lancar
Current assets
44.100.518.397
62.904.190.946
220.372.528
-
-
44.100.518.397
62.904.190.946
220.372.528
Aset tidak lancar
Penyertaan saham
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Uang jaminan
Pinjaman kepada karyawan
Sub-total
Short-term bank loans
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Current maturities of
long-term debt Bank loan
Obligations under finance lease
Sub-total
Non-current liabilities
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans
and
receivables
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Other receivables
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Other receivables
Non-current assets
630.000.000
-
-
630.000.000
Investment
1.915.112.000
365.342.000
268.784.279
110.404.320.150
-
-
1.915.112.000
365.342.000
268.784.279
110.404.320.150
Restricted time deposits
Security deposits
Loan to employee
Sub-total
108
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. NILAI WAJAR
ASET
KEUANGAN (lanjutan)
DAN
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
LIABILITAS
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans
and
receivables
33.
Nilai wajar
melalui
laba rugi/
Fair value
through
profit or loss
FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
LIABILITIES (continued)
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized
cost
Total/Total
31 Desember 2011 (lanjutan)
December 31, 2011 (continued)
Liabilitas
Liabilities
Current liabilities
Liabilitas jangka pendek
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
-
-
157.332.123.948
7.225.043.611
359.193.599
4.407.130.303
157.332.123.948
7.225.043.611
359.193.599
4.407.130.303
-
-
3.297.124.800
1.553.600.136
3.297.124.800
1.553.600.136
Short-term bank loans
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Current maturities of
long-term debt Bank loan
Obligations under finance lease
Sub-total
-
-
174.174.216.397
174.174.216.397
Sub-total
Liabilitas jangka panjang
Non-current liabilities
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahunPinjaman bank
Kewajiban sewa pembiayaan
-
-
5.676.686.294
1.076.678.169
5.676.686.294
1.076.678.169
Long-term loans, net of current
Bank loan
Obligations under finance lease
Sub-total
-
-
6.753.364.463
6.753.364.463
Sub-total
34. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN
MANAJEMEN
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES
Risiko
utama
dari
instrumen
keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko suku
bunga, risiko mata uang, risiko harga komoditas,
risiko kredit, dan risiko likuiditas. Direksi menelaah
dan menyetujui kebijakan untuk mengelola
masing-masing risiko tersebut yang dijelaskan
dengan lebih rinci sebagai berikut:
The main risks arising from the Company and
Subsidiaries’ financial instruments are interest rate
risk, foreign currency risk, commodity price risk,
credit risk and liquidity risk. The Directors review
and agree policies for managing each of these
risks, which are described in more details as
follows:
Risiko Likuiditas
Liquidity Risk
Dalam
menjalankan
operasi
usahanya,
Perusahaan dan Entitas Anak membutuhkan
likuiditas pembiayaan untuk pengadaan bahan
baku, persediaan barang dalam proses dan
persediaan barang jadi. Jumlah likuiditas
pembiayaan yang diperlukan sangat tergantung
pada tingkat harga komoditas. Untuk mengatasi
kebutuhan likuiditas, Perusahaan dan Entitas
Anak selain mendayagunakan modal kerja sendiri,
juga mendapatkan dukungan pembiayaan modal
kerja dari kreditur perbankan.
In conducting its business, the Company and
Subsidiaries require liquidity to finance the
procurement of raw materials, work in process
and
finished
goods
inventory.
The amount of liquidity financing needed depends
on the level of commodity prices. To overcome
the liquidity needs, beside using its own capital,
the Company and Subsidiaries also obtained
additional working capital from banks.
109
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TUJUAN
DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
MANAJEMEN
Kas
Flows
Risiko suku bunga Perusahaan dan Entitas Anak
terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja
dan investasi. Pinjaman pada berbagai suku
bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai
wajar kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Tidak
terdapat pinjaman Perusahaan dan Entitas Anak
yang dikenakan suku bunga tetap.
The Company and Subsidiaries’ interest rate risk
mainly arises from loans for working capital and
investment purposes. Loans at variable rates
expose the Company and Subsidiaries to fair value
interest rate risk. There are no loans of the
Company and Subsidiaries that bear interest at
fixed rate.
Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak
mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas
risiko suku bunga. Untuk pinjaman modal kerja,
Perusahaan dan Entitas Anak dapat berupaya
untuk mengatasi risiko suku bunga dengan
mengalihkannya kepada para pelanggan.
Currently, the Company and Subsidiaries does not
have a formal hedging policy for interest rate
exposures. For working capital loans, the
Company and Subsidiaries may seek to mitigate its
interest rate risk by passing it on to its customers.
Pada tanggal 31 Desember 2012, berdasarkan
simulasi yang rasional, jika tingkat suku bunga
utang bank jangka pendek dan utang jangka
panjang lebih tinggi/lebih rendah 50 basis poin (31
Desember 2011: lebih tinggi/lebih rendah 50 basis
poin), dengan seluruh variabel-variabel lain tidak
berubah, maka laba sebelum pajak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
akan lebih rendah/lebih tinggi sebesar Rp1.800
(tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2011: lebih rendah/lebih tinggi
sebesar Rp1.450), terutama akibat biaya bunga
utang bank jangka pendek dan utang jangka
panjang dengan tingkat bunga mengambang yang
lebih tinggi/lebih rendah.
At December 31, 2012, based on a sensible
simulation, had the interest rates of short-term
bank loans and long-term loans been 50 basis
points higher/lower (December 31, 2011: 50 basis
points higher/lower), with all other variables held
constant, profit before tax for the year ended
December 31, 2012 would have been Rp1,800
lower/higher (year ended December 31, 2011:
Rp1,450 lower/higher), mainly as a result of
higher/lower interest charges on floating rate shortterm bank loans and long-term loans.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat liabilitas
keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 yang
memiliki risiko suku bunga, berdasarkan periode
jatuh temponya masing-masing:
The table below presents the carrying amounts, by
maturity, of the Company and Subsidiaries’
financial liabilities as of December 31, 2012 and
2011 that are exposed to interest rate risk:
111
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TUJUAN
DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
MANAJEMEN
InterestRate
RateRisks
RisksononFair
FairValues
Valuesand
andCash
Cash
Interest
Flows (continued)
RisikoSuku
SukuBunga
Bungaatas
atasNilai
NilaiWajar
Wajardan
danArus
Arus
Risiko
Kas (lanjutan)
Total/
Total
Dalam
1 tahun/
Within
1 year
1 - 2 tahun/
1 - 2 years
2-3
tahun/
2-3
years
3-4
tahun/
3-4
years
4-5
tahun/
4-5
years
Lebih dari
5 tahun/
More than
5 years
Pada
tanggal
31 Des.
2012
Pinjaman
bank jangka
pendek
As of
Dec. 31,
2012
213.318.150.256
213.318.150.256
-
-
-
-
-
Pinjaman
jangka
panjang
yang jatuh
tempo
dalam
waktu satu
tahun
Short-term
bank loans
Current
maturities
of longterm loans
3.516.012.000
3.516.012.000
-
-
-
-
-
Pinjaman
jangka
panjang,
setelah
dikurangi
bagian yang
jatuh tempo
dalam
waktu satu
tahun
Long-term
loans, net
of current
maturities
2.599.144.437
-
2.599.144.437
110
-
-
-
-
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TUJUAN
DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
MANAJEMEN
Kas (lanjutan)
Total/
Total
Pada
tanggal
31 Des.
2011
Pinjaman
bank jangka
pendek
Pinjaman
jangka
panjang
yang jatuh
tempo
dalam
waktu satu
tahun
Pinjaman
jangka
panjang,
setelah
dikurangi
bagian yang
jatuh tempo
dalam
waktu satu
tahun
Flows (continued)
Dalam
1 tahun/
Within
1 year
1
- 2 tahun/
1 - 2 years
2
- 3 tahun/
2 - 3 years
3-4
tahun/
3-4
years
4-5
tahun/
4-5
years
Lebih
dari
5
tahun/
More
than
5 years
As of
Dec. 31,
2011
157.332.123.948
3.297.124.800
5.676.686.294
-
157.332.123.948
3.297.124.800
-
-
3.297.124.800
-
-
2.379.561.494
-
-
-
-
-
-
-
Short-term
bank loans
-
Current
maturities of
long-term
loans
-
Long-term
loans, net of
current
maturities
Risiko Harga Komoditas
Commodity Price Risk
Pada tanggal 31 Desember 2012, berdasarkan
simulasi yang rasional, jika harga komoditas lebih
tinggi/lebih rendah sebesar 10% (31 Desember
2011: lebih tinggi/lebih rendah sebesar 10%) atas
kontrak komoditas berjangka yang masih berlaku
(semua dalam posisi “jual”), dengan seluruh
variabel-variabel lain tidak berubah, maka laba
sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 akan lebih
rendah/lebih tinggi sebesar Rp463.007.534 (tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011:
lebih
rendah/tinggi
rendah
sebesar
Rp3.711.687.238), terutama akibat harga kuotasi
pasar atas kontrak komoditas berjangka yang
masih berlaku yang lebih tinggi/lebih rendah.
As of December 31, 2012, based on a sensible
simulation, had the commodity prices been 10%
higher/lower
(December
31,
2011:
10%
higher/lower) from the outstanding/open contracts
(all at “sell” position), with all other variables held
constant, profit before tax for the year ended
December 31, 2012 would have been lower/higher
amounting to Rp463,007,534 (year ended
December 31, 2011: Rp3,711,687,238
lower/higher), mainly as a result of higher/lower
quoted market prices of the open position future
commodity contracts.
112
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TUJUAN
DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
MANAJEMEN
Risiko
Komoditas
Risiko Harga
Suku Bunga
atas (lanjutan)
Nilai Wajar dan Arus
Commodity
Risk
(continued)
Interest RatePrice
Risks
on Fair
Values and Cash
Kegiatan usaha utama Perusahaan dan Entitas
Anak adalah pengolahan karet remah yang
berasal dari bahan baku slab dan mengolah kopi
instan dan kopi bubuk, yang menggunakan biji
kopi sebagai bahan baku yang utama. Risiko yang
dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak antara lain
adalah fluktuasi harga karet dan kopi dan
tersedianya pasokan
bahan
baku
slab
dan kopi.
The Company and Subsidiaries' main business
activity are processing raw materials slab into
crumb rubber and manufacturing instant and
roasted ground coffee, which use coffee beans as
the main raw materials. Risks faced by
the Company and Subsidiaries are, among others,
fluctuations in raw materials slabs and coffee’s
price and availability of raw materials slab and
coffee supply.
Untuk
mengatasi
risiko
fluktuasi
harga,
manajemen melaksanakan operasional bisnisnya
secara bijaksana dan hati-hati dalam pembelian
bahan baku dan penjualan barang jadi dengan
menerapkan strategi pembelian dan penjualan
antara
lain
yang
mengacu
pada
SICOM (Singapore Commodity Exchange).
Adapun risiko, pasokan bahan baku dapat
diminimalkan karena lokasi pabrik berada di
Sumatera Selatan yang merupakan sentral
produksi karet terbesar di Indonesia. Lebih lanjut
lagi, manajemen juga melaksanakan kebijakan
usaha secara bijaksana dengan menjaga
persediaan minimal biji kopi untuk beberapa bulan
produksi dan melakukan kontrak komoditas
berjangka, jika diperlukan.
To overcome the risk of price fluctuations,
management implement the business prudently
and carefully in the purchase of raw materials slab
and selling crumb rubber based on the purchase
and sales strategy, which refers to SICOM
(Singapore Commodity Exchange). As for the risk,
the supply of raw materials slab can be minimized
because of the location of plants located in South
Sumatra which is the largest rubber production
centers in Indonesia. In addition, the management
also has implemented prudent business policy by
maintaining sufficient buffer stock of coffee bean
for several months of production and entered into
future commodity contracts, if necessary.
Pada tanggal 31 Desember 2012, berdasarkan
simulasi yang rasional, jika harga komoditas lebih
tinggi/lebih rendah sebesar 10% (31 Desember
2011: lebih tinggi/lebih rendah sebesar 10%) atas
kontrak komoditas berjangka yang masih berlaku
(semua dalam posisi “jual”), dengan seluruh
variabel-variabel lain tidak berubah, maka laba
sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 akan lebih
rendah/lebih tinggi sebesar Rp7.679 (tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011: lebih
rendah/tinggi rendah sebesar Rp3.972), terutama
akibat harga kuotasi pasar atas kontrak komoditas
berjangka yang masih berlaku yang lebih
tinggi/lebih rendah.
At December 31, 2012, based on a sensible
simulation, had the commodity prices been 10%
higher/lower
(December
31,
2011:
10%
higher/lower) from the outstanding/open contracts
(all at “sell” position), with all other variables held
constant, profit before tax for the year ended
December 31, 2012 would have been lower/higher
amounting to Rp7,679 (year ended December 31,
2011: Rp3,972 lower/higher), mainly as a result of
higher/lower quoted market prices of the open
position future commodity contracts.
113
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TUJUAN
DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
MANAJEMEN
Risiko Kredit
Credit Risk
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan
Entitas Anak berasal dari kredit yang diberikan
kepada pelanggan dan penempatan rekening
koran dan deposito pada bank.
The Company and Subsidiaries has credit risk
arising from the credits granted to the customers
and placement of current accounts and deposits in
the banks.
Selain dari pengungkapan di bawah ini,
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki
konsentrasi risiko kredit.
Other than as disclosed below, the Company and
Subsidiaries has no concentration of credit risk.
Kas dan Setara Kas
Cash and Cash Equivalents
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan
deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan
kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak. Investasi
atas kelebihan dana dibatasi untuk tiap-tiap bank
dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh
dewan direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk
meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga
mengurangi
kemungkinan
kerugian
akibat
kebangkrutan bank-bank tersebut.
Credit risk arising from placements of current
accounts and deposits is managed in accordance
with the Company and Subsidiaries’s policy.
Investments of surplus funds are limited for each
banks and reviewed annually by the board of
directors. Such limits are set to minimize the
concentration of credit risk and therefore mitigate
financial loss through potential failure of the banks.
Piutang Usaha
Trade Receivables
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan kegiatan
usaha ekspor produk karet remah dan kopi dan
juga penjualan lokal kopi. Selama ini tidak pernah
ada masalah ataupun keterlambatan pembayaran
dari pembeli karena Perusahaan dan Entitas Anak
sangat selektif dalam melakukan hubungan
dagangnya dengan pembeli yang memiliki rekam
jejak yang sangat kredibel dan dapat dipercaya.
The Company and Subsidiaries export crumb
rubber and coffee and also have domestic sales for
coffee. Until now there’s no problem or delay in
the payment from the buyer because the Company
and Subsidiaries are very selective in their
commercial relationships with buyers who are
highly credible and trustworthy.
Terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan
produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang
dapat dipercaya dengan rekam jejak atau sejarah
kredit
yang
baik.
Merupakan
kebijakan
Perusahaan dan Entitas Anak bahwa semua
pelanggan yang akan melakukan pembelian
secara kredit harus melalui prosedur verifikasi
kredit. Selama ini tidak pernah ada masalah
ataupun keterlambatan pembayaran dari pembeli
karena Perusahaan dan Entitas Anak sangat
selektif dalam melakukan hubungan dagangnya
dengan pembeli yang memiliki rekam jejak yang
sangat kredibel dan dapat dipercaya.
The Company and Subsidiaries has policies in
place to ensure that whole sales of products are
made only to creditworthy customers with proven
track records or good credit history. It is the
Company and Subsidiaries’s policy that all
customers who wish to trade on credit terms are
subject to credit verification procedures. Until now
there’s no problem or delay in the payment from
the buyer because the Company and Subsidiaries
are very selective in their commercial relationships
with buyers who are highly credible and
trustworthy.
114
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TUJUAN
DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
MANAJEMEN
Risiko Mata Uang
Foreign Exchange Currency Risk
The Company and Subsidiary’s principal
transactions are carried out in Indonesian Rupiah
and US Dollar. However, the Company and
Subsidiary do not make any special hedge from
Rupiah into US Dollar. The Company and
Subsidiaries mostly used Indonesian Rupiah for
its operation.
Transaksi utama Perusahaan dan Entitas Anak
dilakukan dalam mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Tetapi Perusahaan dan Entitas Anak tidak
membuat lindung nilai yang khusus dari transaksi
Rupiah ke Dolar AS. Perusahaan dan Entitas Anak
sebagian besar menggunakan Rupiah untuk
kegiatan operasionalnya
35. KUASI REORGANISASI
35. QUASI REORGANIZATION
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan kuasi
reorganisasi sesuai dengan PSAK 51 (Revisi 2003)
dengan laporan posisi keuangan konsolidasian
tanggal 30 Juni 2011 yang disetujui oleh para
pemegang saham Perusahaan melalui Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
yang
diselenggarakan
pada
tanggal
29 November 2011. RUPSLB ini diaktakan dengan
Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi. No.
266.
The Company and Subsidiaries conducted a
quasi-reorganization in accordance with PSAK 51
(Revised 2003) using the consolidated statement
of financial position as of June 30, 2011 which was
approved by the shareholders of the Company
through an Extraordinary General Meeting of
Shareholders (RUPSLB) held on November 29,
2011. The RUPSLB was covered by the Notarial
Deed of Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi. No. 266.
Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa
kuasi reorganisasi akan memberikan dampak
positif dan prospek yang baik terhadap Perusahaan
dan Entitas Anak di masa mendatang, antara lain:
 Memulai awal baru dengan laporan posisi
keuangan konsolidasian yang menunjukkan
posisi keuangan dan struktur modal yang lebih
baik tanpa dibebani defisit masa lampau;
 Meningkatkan kemampuan dalam perolehan
pendanaan dalam rangka pengembangan dan
ekspansi usaha;
 Memampukan pembayaran dividen sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku;
 Meningkatkan minat dan daya tarik investor
untuk memiliki saham Perusahaan sehingga
diharapkan akan meningkatkan likuiditas
perdagangan saham Perusahaan.
The Company and Subsidiaries believes that
the quasi-reorganization will give positive effects
and good prospect to the Company and
Subsidiaries moving forward, among others:
 To have a fresh start consolidated statements of
financial position which reflects better financial
position and capital structure without being
burdened by past deficit;
 To enhance funding capability for the purpose of
its business developments and expansions;
 To enable paying dividends according to the
prevailing regulation;
 To enhance the interest and attract investors to
own the shares of the Company which will
eventually increase the liquidity of the
Company’s share trading in the market.
Based on the letter No. AHU-0007786.
AH.01.09.Year2012, dated January 30, 2012,
the Minister of Laws and Human Rights has
approved to the amendments of the Company’s
Articles of Association which changed the par value
from
Rp500
per
share
to
become
Rp175 per share.
Berdasarkan
surat
keputusan
No.
AHU0007786.AH.01.09.Tahun 2012, tanggal 30 Januari
2012, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
telah
menyetujui
perubahan
Anggaran
Dasar Perusahaan yang mengubah nilai nominal
saham dasar dari Rp500 per lembar saham
menjadi Rp175 per lembar saham.
115
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
35. KUASI REORGANISASI (lanjutan)
35. QUASI REORGANIZATION (continued)
Penurunan nominal saham ini diperlukan
Perusahaan untuk melakukan kuasi secara
hukum. Dengan demikian, Perusahaan telah
efektif melakukan kuasi pada tanggal 30 Januari
2012. Kuasi reorganisasi dilakukan secara
konsolidasian. Selisih penilaian kembali aset dari
Perusahaan dan Entitas Anak dieliminasi terhadap
akumulasi rugi secara konsolidasian.
The reduction of share was needed by the Company
to conduct quasi legally. Therefore, the Company
executed quasi effectively on January 30, 2012.
The quasi-reorganization is conducted on the
consolidated basis. The revaluation increment in the
asset values of the Company and Subsidiaries is
eliminated against the accumulated losses on a
consolidated basis.
Ringkasan laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 30 Januari 2012 sebelum dan setelah
kuasi reorganisasi adalah sebagai berikut:
The summary of consolidated statement of
financial position as of January 30, 2012 before
and after the quasi-reorganization is as follow:
Sebelum
Kuasi
Reorganisasi/
Before
QuasiReorganization
Penyesuaian/
Adjustments
Setelah
Kuasi
Reorganisasi/
After
QuasiReorganization
ASET
Persediaan
Aset lancar lainnya
200.256.204.484
131.699.753.457
4.846.811.596
-
205.103.016.080
131.699.753.457
ASSETS
Inventories
Other current assets
Jumlah Aset Lancar
331.955.957.941
4.846.811.596
336.802.769.537
Total Current Assets
630.000.000
2.843.181.636
3.473.181.636
NON-CURRENT ASSETS
Investments in shares of stock
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan saham
Tanaman perkebunan
Menghasilkan, setelah
dikurangi akumulasi
amortisasi sebesar
sebesar Rp12.539.847.209
Belum menghasilkan
Aset tetap, setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar Rp139.666.839.416
Aset tidak lancar lainnya
2.696.672.718
1.159.057.568
4.960.327.282
(1.046.477.568 )
7.657.000.000
112.580.000
119.781.586.763
20.496.931.151
176.560.553.574
-
296.342.140.337
20.496.931.151
Plantations
Mature, net of
accumulated amortization
of Rp12,539,847,209
Immature
Fixed assets,
net of accumulated depreciation
of Rp139,666,839,416
Other non-current assets
Jumlah Aset Tidak Lancar
144.764.248.200
183.317.584.924
328.081.833.124
Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET
476.720.206.141
188.164.396.520
664.884.602.661
TOTAL ASSETS
Jumlah Liabilitas
266.413.077.890
266.413.077.889
Total Liabilities
116
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KUASI REORGANISASI (lanjutan)
35. QUASI REORGANIZATION (continued)
Sebelum
Kuasi
Reorganisasi/
Before
QuasiReorganization
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal
Rp175 per saham
Modal dasar,
ditempatkan dan
disetor penuh 1.440.000.000 saham
Tambahan modal disetor
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Setelah
Kuasi
Reorganisasi/
After
QuasiReorganization
Penyesuaian/
Adjustments
720.000.000.000
-
(468.000.000.000 )
52.681.380.953
(430.308.190)
(567.723.113.356)
430.308.190
567.723.113.356
-
EQUITY
Equity attributable
to owners of the parent
Capital stock - Rp175
par value per share
Authorized,
issued and
fully paid 1,440,000,000 shares
Additional paid-in capital
Difference in the values of
restructuring transactions
among companies under
common control
Accumulated losses
151.846.578.453
58.460.549.798
152.834.802.499
35.329.594.021
304.681.380.953
93.790.143.819
Sub-Total
Non-controlling interest
Ekuitas, neto
210.307.128.251
188.164.396.520
398.471.524.772
Equity, net
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
476.720.206.141
188.164.396.520
664.884.602.661
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas
sepengendali
Akumulasi rugi
Sub-Jumlah
Kepentingan nonpengendali
36. REKLASIFIKASI AKUN
36. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
Certain accounts in the 2011 and 2010
consolidated financial statements have been
reclassified to conform with the presentation of
accounts in the 2012 consolidated financial
statements. The reclassifications are as follows:
Beberapa angka pada tahun 2011 dan 2010 dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian telah
direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian
laporan keuangan konsolidasian tahun 2012.
Reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:
Disajikan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
31 Desember 2011
Aset lancar
Deposito yang dibatasi penggunaannya
Aset tidak lancar
Deposito yang dibatasi penggunaannya
1 Januari 2011/
31 Desember 2010
Aset lancar
Deposito yang dibatasi penggunaannya
Aset tidak lancar
Deposito yang dibatasi penggunaannya
252.000.000.000
52.681.380.953
Reklasifikasi/
Reclassification
1.915.112.000
-
1.904.794.000
-
(1.915.112.000)
1.915.112.000
(1.904.794.000)
1.904.794.000
118
Disajikan
Kembali/
As Reclassified
1.915.112.000
1.904.794.000
Consolidated statements of
financial position
December 31, 2011
Current assets
Restricted time deposits
Non-current assets
Restricted time deposits
January 1, 2011/
December 31, 2010
Current assets
Restricted time deposits
Non-current assets
Restricted time deposits
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
\
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
37. STANDAR AKUNTANSI REVISI YANG TELAH
DITERBITKAN
NAMUN
BELUM
EFEKTIF
BERLAKU
•
PSAK 38 (Revisi 2012), ”Kombinasi Bisnis”.
PSAK revisi ini memberikan pedoman tentang
kombinasi bisnis entitas sepengendali yang
memenuhi definisi kombinasi bisnis sesuai
PSAK 22 (Revisi 2010), ”Kombinasi Bisnis”
baik dari pandangan pembeli dan penjual
suatu kombinasi bisnis. Perusahaan dan
Entitas Anak berencana untuk menerapkan
PSAK ini pada saat tanggal efektif.
117
37. REVISED ACCOUNTING STANDARDS THAT
HAVE BEEN ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE

PSAK
38
(Revised
2012),
“Business
Combination”. This revised PSAK provides
guidance on business combination of entities
under common control qualifying the definition
of a business combination under PSAK 22
(Revised 2010), “Business Combination” from
the perspective of both the buyer and seller of
the business. The Company and Subsidiaries
intends to adopt the standard when it becomes
effective.
The original consolidated financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 30 Januari 2012 dan
31 Desember 2011 dan Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Periode Sebelas Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2012 dan
Periode Satu Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Januari 2012 Setelah Kuasi reorganisasi
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
December 31, 2012, January 30, 2012 and
December 31, 2011 and Years Ended
December 31, 2012 and 2011, Eleven Months
Period Ended December 31, 2012 and
One Month Period Ended January 30, 2012
After Quasi-Reorganization
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
118
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Kantor Pusat
Plaza Sentral Lantai 20
Jl. Jend. Sudirman Kav 47 – 48
Jakarta 12930, Indonesia
Tel. : ( 021 ) 5790 4478 – 5790 4488
Fax. : ( 021 ) 5288 0082 – 527 4849
Email : [email protected]
Download