Uploaded by common.user21365

18 Game Pelatihan Populer: Buku Manual Permainan Latihan

advertisement




18 

Game 


Pelatihan



 Populer 





Iwan Pramana


18
Game Pelatihan
Populer
Iwan Pramana

18 Game Pelatihan Populer
Penulis:
Iwan Pramana
ISBN: 978-602-74227-0-4
Penerbit:
PT Insan Mandiri Cendekia
Redaksi:
Menara Standard Chartered 30/F
Jalan Dr. Satrio, Kav. 164, Jakarta
Telp : (021) 2555 5968
Fax : (021) 2555 5601
Email: [email protected]
http://www.quickstart.co.id
Blog: www.quickstart-Indonesia.com
Facebook: Quickstart.Indonesia
Twitter: @QuickSTART_ID
Cetakan pertama, April 2016
Cetakan kedua, Juli 2018
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan
cara apa pun tanpa ijin tertulis dari penerbit.
Edisi digital buku ini bisa diunduh di www.slideshare.net/t4pt3n
“I had the privilege of working with Iwan Pramana, in his
capacity as an External Consultant during a 2-week
workshop that I conducted for Sinar Mas in Jakarta I was
impressed with Iwan's ability to engage the audience
through his patient and empathetic approach. Iwan has also
scored top marks with his skills in using games in his
delivery that he was conferred the title "Game Master" by
the other participants of the workshops. I really enjoyed
working with Iwan and would recommend him to anyone
who is looking for an innovative and professional facilitator.
“
Aileen Tan
Award winning Facilitator, International Consultant,
Coach, Strategist in Change Management and People
Development – Australian Institute of Management
Kata Pengantar
Pada suatu sesi pelatihan yang diadakan oleh Sinarmas Academy
dengan pembicara dari Iclif, Malaysia pada bulan Februari 2016,
aktivitas akhir yang dipersyaratkan adalah dengan membuat
Personal Goal Planning Worksheet.
Terpikir oleh saya untuk membuat sebuah buku. Isinya apa
waktu itu masih samar-samar. Dan sesuai target yang saya
pasang di worksheet itu – yaitu bulan April 2016, maka saya
mengumpulkan resources yang ada untuk membuat buku
tersebut. Dan inilah buku itu, ada di hadapan Anda.
Buku ini penting buat saya karena terakhir saya menulis buku
10 tahun lalu. Semoga ini adalah awal yang tepat untuk
membuat lagi beberapa buku dalam waktu dekat.
Buku ini berisi kumpulan game yang saya temukan dan gunakan
selama ini sebagai fasilitator yang dikembangkan dan
dimodifikasi dari observasi outbond, training, ataupun acara
televisi. Karena itu, bisa jadi, Anda akan menemukan beberapa
game dalam buku ini dalam buku tentang Training Games.
Beberapa sahabat yang saya ingat pernah melakukan game ini
antara lain: Bapak Sebastian Simand, Dzulfikar Al Bandawie,
Bapak Agi Rahmat, Ibu Vera Adjas dan Mas Adjie. Untuk itu, saya
mengucapkan banyak terimakasih. Semoga apa yang kita
bagikan bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Besar harapan saya Anda akan menemukan game yang pas buat
Anda pakai. Jika ada yang kurang pas, silahkan disesuaikan.
Tidak ada jaminan bahwa game yang sukses di suatu kelas,
sukses di kelas yang lain.
Selamat mencoba!
Iwan Pramana
Terimakasih kepada…
Sinarmas Academy: Bapak Handi Kurniawan, Bapak Alex
Wangsadinata, Ibu Sri Mahayani, Ivana Wijaya, Clairine Wiyardi,
Mas Nanang.
PricewaterhouseCoopers, People & Change: Bapak Beni
Edmunandar, Ibu Astuti Rah Diati, Lia Marina, Setya
Prabaswara, Riski Widyasari, Nadya Arnindhita, Lila
Panggabean, Dwi Nur Rachmawati.
QuickSTART: Bapak Ari Widyanto, Bapak Hendri Ma’ruf, Dimas
Firdaus, Ryan Dwi Yanuar.
Personal Development coach: Bapak A. Muchlis Alimin & Ibu
Irene Wuisan.
Terimakasih untuk semua usaha, pengorbanan waktu, biaya,
sumber daya, berbagi tawa, berbagi semangat, berbagi kisah,
berbagi kue, berbagi cerita, serta memberi dukungan dan
percaya kepada saya.
Untuk itu semua saya mengucapkan terimakasih.
Semoga matahari selalu memberikan kehangatan di hati Anda
semua, angin selalu menghembuskan berita gembira,
awan membawa kebahagiaan hujan dan doa-doa Anda semua
selalu dikabulkan Tuhan.
Amien.
Daftar Isi
Kata Pengantar
Terimakasih kepada..
Daftar Isi
1. Perkenalan
2. Berburu Banteng
3. Daftar Benda
4. Turunan Kata
5. Meniru Gerakan
6. Ngobrol Unik
7. Suit Tarzan
8. Formasi Barisan
9. 100 – 25
10.Koboi
11.Kalau kau
12.Menyambung Kata
13.Kunci Rahasia
14.Pasti Salah
15.Tugu Pancoran
16.Bingo
17.Daftar Makanan
18.Lomba Yel-yel
Profil Penulis
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
……
iv
v
vi
1
3
6
8
11
13
15
18
20
22
24
27
29
31
33
36
39
41
42
1. Perkenalan 
Dalam pelatihan yang diikuti oleh peserta yang berasal dari
berbagai divisi atau daerah maka agar situasi dapat
menjadi cair dengan cepat dapat dilakukan game pelatihan
perkenalan dengan cara sebagai berikut:
Tujuan
– Agar peserta satu dengan yang lain saling mengenal
– Agar proses pelatihan berjalan lancar
– Agar tercipta ikatan / bonding antar peserta pelatihan
Peserta
Semua peserta pelatihan termasuk fasilitator dan co
fasilitator serta tim support yang terlibat. Maksimal 30
orang. Lebih dari itu bisa menimbulkan rasa bosan.
Waktu
10 -20 menit tergantung jumlah peserta pelatihan
Format
Lingkaran
Proses
Mintalah peserta untuk membuat formasi lingkaran. Proses
pembuatan lingkaran ini bisa juga dijadikan game
tersendiri tergantung kreatifitas fasilitator.
Misalnya: Peserta dengan huruf awal yang sama tidak
boleh bersebelahan. Atau bisa juga: Peserta yang berasal
dari divisi atau daerah yang sama harus berseberangan.
Setelah lingkaran terbentuk kemudian tiap peserta diminta
memperkenalkan diri dengan menambahkan hal unik di
belakang namanya. Agar suasana tidak terlalu kaku
fasilitator bisa juga meneriakkan yel pelatihan ketika
lingkaran sudah terbentuk.
Contoh: “Nama saya Budi bakso, karena saya suka sekali
makan bakso” (yang seru, apabila peserta dapat
menambahkan cerita bagaimana awalnya, sejak kapan, dan
lain lain yang berhubungan dengan keunikannya)
Jika nama yang digunakan peserta dalam game ini unik,
biasanya akan di ingat terus oleh peserta pelatihan sampai
pelatihan selesai.
Selamat mencoba!
2. Berburu Banteng

Game ini sangat cocok untuk ice breaking pelatihan
sebelum pelatihan dimulai. Selain itu game ini juga dapat
digunakan saat siang hari dimana level energi pelatihan
biasanya perlu ditingkatkan lagi.
Tujuan
– Agar peserta lebih relaks mengikuti pelatihan
– Agar peserta lebih konsentrasi
Peserta
Seluruh peserta pelatihan
Waktu
10 sampai 15 menit tergantung suasana yang tercipta
Format
Lingkaran
Proses
Dalam game pelatihan ini peserta diminta membuat posisi
melingkar. Kemudian fasilitator akan menjelaskan kepada
peserta pelatihan aturan permainan berburu banteng.
Setiap peserta pelatihan, tangan yang kanan berfungsi
sebagai banteng yang ditunjukkan dengan arah telunjuk
menghadap ke bawah. Sementara tangan yang kiri -posisi
telapak tangannya menghadap ke atas- akan berfungsi
sebagai perangkap banteng yang akan menangkap banteng
yang melompat.
Sehingga dalam permainan ini, setiap peserta, tangan
kanannya menjadi banteng, dengan posisi awal: ujung
telunjuk diletakkan di tengah telapak tangan kiri peserta
yang ada di sebelah kanannya.
Kemudian, fasilitator menjelaskan, bila ada kata-kata
“banteng” maka semua tangan kanan (banteng) harus
meloncat setinggi tingginya sehingga tidak terkena
perangkap, sedangkan tangan kiri (perangkap) sesegera
mungkin menangkap banteng yang loncat.
Game pelatihan ini seru bila fasilitator dapat membuat
ramuan cerita yang menarik yang membuat peserta
menduga-duga kapan kata-kata banteng akan diucapkan.
Biasanya, agar peserta sedikit penasaran, selain kata-kata
banteng, pilihlah kata-kata yang berawalan “Ba” seperti:
bantal, badak, bando, dan lain lain. Buatlah sebuah cerita
yang bisa dimainkan dalam 1-5 menit.
Contoh cerita: Pada suatu hari Tono (ambil nama seorang
peserta) dan Toni (nama peserta) berburu Ba…dak ke
hutan. Ditengah jalan mereka bertemu dengan Rani (nama
peserta) dan Ririn yang akan berburu Ba…nteng! Dan
seterusnya.
Selamat mencoba!
3. Daftar Benda

Game Pelatihan ini bisa digunakan dalam sesi ice breaking
pagi sebelum sesi dimulai atau bisa juga digunakan saat
habis istirahat siang. Instruksinya mudah dan bisa
dimainkan oleh semua peserta. Namun begitu, tetap
diperlukan konsentrasi yang tinggi.
Tujuan
– Agar peserta lebih konsentrasi
– Melatih kecepatan dan ketepatan berpikir
Peserta
Untuk hasil maksimal: 20-25 orang.
Waktu
10 sampai 15 menit
Format
Lingkaran
Proses
Mintalah peserta untuk berdiri membentuk lingkaran.
Kemudian sampaikan tujuannya yaitu setiap orang diminta
menyebutkan sebuah benda dalam kategori tertentu dan
dilanjutkan dengan orang berikutnya. Misalnya, fasilitator
memberi instruksi, “Sebutkan benda-benda yang ada di
rumah”, maka setiap peserta bergantian menyebutkan:
kursi, meja, sendok, dan lain-lain.
Untuk menjaga agar terjadi kesepahaman dalam
memainkan game ini, perlu disampaikan beberapa aturan
yang berlaku, seperti:
1. Dilarang mengulangi benda yang disebut (fungsinya).
Misalnya: A menyebutkan “sapu”, maka B tidak boleh
“sapu lidi” C tidak boleh “sapu ijuk” karena sama
fungsinya. Jadi benda yang dicari harus berbeda.
2. Batasan waktu berpikir. tentukanlah waktunya, jangan
terlalu lama. 3 detik misalnya.
3. Juri. Tentukan jurinya sebelum game dilakukan.
Selamat mencoba!
4. Turunan Kata
Game Pelatihan Turunan Kata ini memiliki instruksi yang
mudah dan bisa dimainkan semua orang sehingga
membuat game ini menjadi salah satu game pelatihan
populer yang banyak dimainkan. Game ini juga ‘memaksa’
setiap orang untuk berkontribusi kepada kelompoknya
sehingga praktis tidak ada yang hanya menjadi pengamat
saja dalam game ini.
Tujuan
– Melatih kecepatan dan ketepatan berpikir
- Melatih kerja sama dan pembagian tugas kelompok
Peserta
Idealnya per kelompok 3-5 orang
Waktu
10 sampai 15 menit
Format
Kelompok-kelompok kecil
Proses
Bagilah peserta ke dalam beberapa kelompok. Setelah itu,
sampaikanlah kepada peserta bahwa mereka akan bermain
Turunan Kata dimana setiap kelompok akan diberikan
sebuah kata untuk kemudian di cari turunan katanya.
Semakin banyak turunan kata yang terjadi maka semakin
besar kemungkinan menangnya.
Contoh: Untuk kata PERLENGKAPAN, maka turunan
katanya antara lain: lengkap, kapan, naga, elang, papan,
apa,.. dan seterusnya.
Sebelum mulai fasilitator perlu menyampaikan di awal
beberapa peraturan yang wajib dipatuhi selama
memainkan game ini.
Misalnya:
1. Semua kata turunan yang ditulis tidak boleh
merupakan nama orang. Kecuali jika ada benda yang
sudah menggunakan nama itu. Contoh: di kelas ada
yang bernama Melati. Maka, turunan kata yang ditulis
boleh Melati karena Melati adalah nama bunga.
2. Tidak boleh berupa singkatan dalam berbagai bentuk
dan asosiasinya baik resmi maupun yang tumbuh dari
kreativitas masyarakat. Misalnya: DPR, MPR, Baper,
Perda, PSSI dan lain-lain.
3. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang benar.
Bagaimana menentukan kelompok pemenangnya?
Pemenang bisa ditentukan dari beberapa cara antara lain:
1. Jumlah kata yang paling banyak. Semakin banyak kata
turunan yang dibuat maka semakin besar kemungkinan
menangnya.
2. Tiap kata turunan yang terjadi diberi bobot. Misal:
3 huruf bernilai @ 10, 4 huruf bernilai @ 20 dst. Tetapi cara
ini lebih lama.
Selamat mencoba!
5. Meniru Gerakan

Game ini bisa digunakan dalam sesi sebelum sesi dimulai
atau bisa juga digunakan saat Anda membahas mengenai
agility atau ketangkasan. Jika Anda hanya ingin lucu-lucuan
saja, bisa juga. Tinggal memberikan instruksi 1, 2, 1, 2…
lalu mainkan.
Tujuan
– Melatih kecepatan dan ketepatan gerak
- Melatih konsentrasi
Peserta
Bisa digunakan untuk kelas besar hingga 300 orang
Waktu
10 sampai 15 menit
Format
Berpasangan, saling berhadapan
Proses
Mintalah peserta untuk berdiri berhadapan dan berpasangpasangan. Kemudian sampaikan bahwa tujuan game ini
adalah meniru gerakan teman yang ada dihadapannya.
Sampaikan bahwa fasilitator hanya akan memberikan
instruksi 1, 2, 1, 2.. Karena itu, sebelum game dimulai
peserta wajib menentukan diri dan pasangannya siapa
yang menjadi 1 dan siapa yang menjadi 2.
Kemudian fasilitator menyampaikan bahwa ketika
fasilitator menyebut “1” maka orang dengan kode “1”
wajib membuat gerakan dan “2” sesegera menirukan
gerakan “1”. Demikian pula sebaliknya, jika fasilitator
menyebut angka “2” maka “2” wajib membuat gerakan
dan “1” wajib mengikuti gerakan “2”. Pemenangnya adalah
yang paling sedikit membuat kesalahan saat menirukan
gerakan pasangannya.
Catatan: Bila perlu, tentukanlah tema gerakan yang
diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan terlebih
dahulu. Selamat mencoba!
6. Ngobrol Unik

Game ini biasanya dimainkan untuk aktivitas ice breaking
yang tidak membutuhkan energi yang besar. Namun
begitu, tingkat kesulitan game ini termasuk tinggi karena
peserta diharuskan berpikir dengan cepat untuk
melanjutkan obrolan yang dilakukan.
Tujuan
– Melatih kecepatan berpikir
- Melatih kreativitas dalam menjawab
Peserta
20-30 orang per kelas agar lebih variatif.
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Berpasangan, saling berhadapan
Proses
Peserta dalam posisi berhadapan - saling berpasangan.
Fasilitator kemudian menyampaikan bahwa mereka akan
mengobrol tetapi dengan awalan huruf yang sama.
Contoh: Amir berpasangan dengan Joko. Ia memilih huruf
A sebagai awalan tiap obrolan. Maka Amir bisa memulai
kalimat sebagai berikut:
Amir : Apa kabar Joko? Lama kita tidak ketemu
Joko
: Aku baik kabarnya. Kamu sekarang tinggaldimana?
Amir : Aku sekarang tinggal di Bandung, aku kerja di sana.
Joko
: Alangkah baiknya kalau kita ngobrol-ngobrol lagi
Amir : Asik juga tu kalau bisa ngobrol-ngobrol lagi
Joko
: Akan aku hubungi lagi kamu ya.
dan seterusnya…
Jika dalam 5 detik lawan bicara gagal menjawab atau
melanjutkan pembicaraan, maka dia dianggap kalah. Dan
pemenang akan mendapatkan hadiah atau maju ke babak
selanjutnya.
Selamat mencoba!
7. Suit Tarzan

Game pelatihan ini sangat pas untuk dimainkan setelah
makan siang. Walau pun tidak terlalu banyak melakukan
gerakan, game ini membutuhkan konsentrasi dan kerja
sama kelompok yang baik untuk mendapatkan
kemenangan. Suit ini adalah salah satu suit yang bisa
digunakan selain dari 2 suit konvensional lainnya yaitu:
gajah-semut-orang dan batu-gunting-kain.
Tujuan
– Melatih kerjasama kelompok
– Melatih konsentrasi
Peserta
Maksimal 30 orang, dibagi menjadi dua kelompok besar
Waktu
10 sampai 15 menit
Format
Dua kelompok besar, saling berhadapan
Proses
Peserta di bagi menjadi dua kelompok besar. Sehingga tiap
peserta dari grup A akan berhadapan dengan peserta dari
grup B. Jika peserta jumlahnya ganjil, maka fasilitator /
asisten fasilitator dapat juga ikut bermain dalam game ini
sehingga jumlahnya genap.
Aturan main:
1. Ini adalah game kelompok. Walaupun masing-masing
orang berhadapan, namun semua gerakan yang
dilakukan anggota kelompok harus sama. Jika ada yang
tidak sama akan di diskualifikasi.
2. Akan dilakukan 3 kali suit. Setiap memulai suit akan
diberikan waktu 3 menit untuk berunding di
kelompoknya.
Tiap peserta saling berhadapan punggung sebelum
game di mulai. Begitu ada aba-aba 1... 2... 3... mulai!
maka mereka secara serentak melompat sambil
berbalik badan dan melakukan gerakan yang di pilih
oleh kelompoknya. Gerakan apa saja yang bisa
digunakan?
a. Gerakan Tarzan: memukul-mukul dada sambil
menirukan suara Tarzan “Aaauuuooooo…”
b. Gerakan Macan: Tangan posisi mencengkeram –
dihadapkan ke orang yang ada di depannya sambil
menirukan suara macan “Auuummm…”
c. Gerakan Jane: Tangan posisi melambai – dihadapkan
ke lawan yang ada di depannya sambil berkata
“Haaaiiii…”
Aturan menang – kalahnya adalah sebagai berikut:
Tarzan menang melawan macan
Macan menang melawan jane
Jane menang melawan Tarzan
Selamat mencoba!

8. Formasi Barisan 




Game pelatihan ini sangat cocok untuk ice breaking setelah
makan siang. Game ini membuat peserta bergerak
mengikuti gerakan kelompoknya. Atau bisa juga dilakukan
pagi saat fasilitator melihat peserta membutuhkan
tambahan semangat.
Tujuan
– Melatih kerjasama kelompok
– Melatih konsentrasi
Peserta
Batasi maksimal 30 orang agar masih mudah di atur.
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Lingkaran (di awal sebelum game dimulai)
Proses
Fasilitator menjelaskan bahwa selain diminta untuk
membuat formasi, jumlah anggota kelompoknya harus
sesuai.
Rumus: sudut x jumlah orang
Misalnya jika fasilitator menyebutkan “Formasi 4x4″, maka
peserta harus membentuk formasi 4 sudut dengan
anggotanya 4 orang.
Misalnya lagi. Fasilitator menyebutkan “Formasi 3x3″ Maka
peserta harus membentuk formasi 3 sudut dan 3 orang.
Gunakan peluit sebagai penanda pergantian formasi.
Untuk tiap formasi berikan waktu kira-kira 10-20 detik.
Jika ada orang yang tidak mendapatkan posisi sudut maka
orang tersebut bisa ditempatkan di tengah-tengah formasi.
Selamat mencoba!
9. 100-25

Game pelatihan 100 - 25 ini hampir sama dengan game
sebelumnya. Bedanya terletak pada caranya saja. Kalau
game sebelumnya berdasarkan bentuk, kalau ini
berdasarkan jumlah.
Tujuan
– Melatih kerjasama kelompok
– Melatih kecepatan
Peserta
Masih bias dimainkan hingga 100 orang. Tetapi butuh
bantuan beberapa asisten untuk mengarahkan peserta.
Hati-hati, karena terlalu semangat peserta bisa terjatuh.
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Lingkaran (di awal sebelum di mulai)
Proses
Dalam game pelatihan ini peserta di minta membuat posisi
melingkar.
Setiap peserta pelatihan yang laki-laki dan wanita akan
dilabeli 100 dan 25. Untuk menentukan label ini
tergantung fasilitator. Biasanya, untuk gender yang
jumlahnya sedikit, diberi label nilai yang lebih kecil.
Game ini tujuannya memilih teman sehingga jumlah nilai
dalam kelompok anda nilainya sesuai dengan yang di minta
fasilitator.
Misal, laki-laki nilainya 100, wanita 25. Maka, kalau diminta
nilai 150 maka formasi itu dari: 1 kali-laki (@100) dan 2
wanita, atau semuanya 6 wanita (@25)
Gunakan peluit untuk menandai waktu mulai dan waktu
akhir. jangan lama-lama, cukup 10-15 detik saja untuk satu
nilai. Buatlah variasi dari jumlah nilai yang diberikan,
misalnya: 150, 250, 300.. Dan seterusnya.
Penting: perhatikan peserta yang fisiknya lemah.
Selamat mencoba!
10. Koboi
Apa yang Anda bayangkan jika mendengar kata koboi?
Hmm.. pasti tidak jauh berhubungan dengan kuda, pistol,
indian, lencana sherif, gurun berdebu, dan lain-lain. Nah,
kali ini game-nya akan mengambil tema koboi. Game
pelatihan koboi ini cocok dimainkan siang hari sebelum
masuk sesi siang.
Tujuan
– Melatih konsentrasi
Peserta
Minimal 10 orang. Maksimal 30 orang agar tidak terlalu
lama.
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Lingkaran
Proses
Buatlah lingkaran. Tujuan permainan ini adalah merespon
tembakan dengan tepat dan cepat. Jumlah orang yang
tersisa yang selamat dari tembakan adalah pemenangnya.
Caranya bermainnya mudah. Fasilitator berada di tengahtengah lingkaran. Kemudian dengan berpura-pura
membawa pistol di tangan kanannya ia akan menembak
peserta sesuai kehendaknya. Peserta yang di tembak
harus tetap diam, namun 1 peserta yang tepat ada di
sebelah kanan dan 1 di kirinya yang terkena tembakan.
Ketika terkena tembakan gerakannya meniru orang yang
terkena tembak, sambal berkata, “Aaa..”.
Mulailah menembak. “Dor.” Bergeraklah ke arah kanan
atau kiri sehingga seluruh peserta mendapatkan ‘giliran’
ditembak. Jika 1 putaran selesai, ulangi dengan putaran
kedua, namun dengan gerakan menembak yang lebih
cepat. Berilah hadiah sebagai bentuk apresiasi atas
konsentrasi mereka.
Selamat mencoba!
11. Kalau kau..
Game pelatihan ini sangat pas untuk membuat suasana
kelas menjadi lebih menyenangkan. Contoh gerakangerakan awal memang dari fasilitator. Tetapi yang
membuat meriah adalah gerakan-gerakan yang dibuat dari
kreativitas peserta sendiri.
Tujuan
– Melatih kerjasama kelompok
– Melatih kreativitas
Peserta
Per kelompok @5 orang.
Waktu
5 menit untuk setiap kelompok. Bergantian di setiap sesi
istirahat.
Formasi
Tidak ada
Proses
Game ini adalah game yang diambil dari lagu anak-anak.
Kalau dahulu Anda pernah ikut pramuka, pasti tahu lagu ini
karena termasuk salah satu lagu yang sering dinyanyikan.
Apalagi bila dalam suasana perlombaan seperti Lomba
Tingkat (LT) atau Jambore.
Lagunya begini:
Kalau kau …. (diisi identitas group) tepuk tangan (plok plok
plok)
Kalau kau …. tepuk pundak (plok plok plok)
Kalau kau …. ayo kita lakukan, kalau kau …. jentik jari (tik
tik)
Kalau kau …. hentak bumi (bruk bruk bruk)
Kalau kau …. tepuk paha (plok plok plok)
Kalau kau …. ayo kita lakukan, kalau kau .… semuanya
(plok plok plok, plok plok plok, tik tik, bruk bruk bruk, plok
plok plok)
Gampang kan?
Setelah fasilitator memberi contoh kemudian mintalah
peserta melakukannya secara bersama-sama. Kemudian,
agar kemeriahan tidak cepat hilang, bagilah tugas kepada
masing-masing kelompok untuk membuat gerakan sendiri
yang BERBEDA dengan gerakan yang telah dicontohkan. Ini
berguna agar dalam aktivitas pelatihan ini tidak monoton
dan peserta terpacu untuk memberikan yang terbaik dari
timnya.
Setalah itu bagilah waktu penampilan kelompok dengan
jeda setiap habis istirahat dimana salah satu kelompok
akan mendapatkan kesempatan untuk memimpin kelas
dengan gerakan yang dibuat oleh kelompoknya. Dengan
cara ini, kelompok berikutnya yang akan maju otomatis
akan menyajikan gerakan kelompok yang berbeda dan
lebih baik dibanding kelompok yang telah tampil terlebih
dahulu.
Selamat mencoba!
12. Menyambung Kata

Game ini bisa dilakukan bila suasana kelas mulai low batt
dan butuh penyegaran. Caranya sangat mudah, fasilitator
menyebutkan sebuah kalimat kemudian semua peserta
wajib melanjutkan kalimat yang diucapkan oleh fasilitator
dengan kalimat berikutnya. Hmm… apanya ya yang
menarik?
Tujuan
– Melatih konsentrasi
– Melatih kreativitas
Peserta
Jumlah antara 20-30 orang
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Duduk di tempat masing-masing
Proses
Caranya mudah, setelah peserta duduk bacakanlah sebuah
kalimat. Usahakan kalimatnya berhubungan dengan
pelatihan yang diadakan. Hmm.. Sebenarnya tidak
berhubungan juga tidak apa-apa.  Contoh:
A: “Hari ini hari Senin kita bertemu di dalam pelatihan
kepemimpinan.”
Maka, tugas peserta berikutnya adalah melanjutkan
kalimat itu dengan kata terakhir kepemimpinan, misalnya:
B: “Kepemimpinan penting sekali dewasa ini.”
Nah, tugas peserta berikutnya memulai kalimatnya dengan
“ini”.
Penting dicatat bahwa kalimat yang dibuat tidak harus
‘nyambung.’ Jadi bisa saja peserta berikutnya membuat
kalimat seperti ini:
C: “Ini kakak Budi.”
D: “Budi tidak punya adik.”
E: “Adik punya kakak bernama Budi.”
Selamat mencoba!
13. Kunci Rahasia
Game ini adalah game tebak-tebakan. Siapa yang paling
sering menebak dengan benar, kelompoknya yang menang.
Tujuan
– Melatih intuisi
– Melatih konsentrasi
Peserta
Per kelompok @ 3 orang. Maksimal 30 orang
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Per kelompok
Proses
Konsentrasi! Tugas tiap kelompok cuma satu, yaitu
menebak siapa di antara anggota kelompok lawan yang
membawa Kunci Rahasia.
Caranya mudah, setelah kelompok dibagi dengan anggota
@ 3 orang. Tiap kelompok diminta berhadapan, saling
tatap, dan boleh saling melemparkan kalimat seperti saat
petinju akan bertanding.
Misalnya: Tim A berhadapan dengan Tim B. Tim A
kemudian diminta menulis nama seorang anggotanya di
kertas yang memegang kunci rahasia tersebut. Kertas ini
kemudian diserahkan kepada fasilitator. Tim B kemudian
diminta untuk menebak siapa yang namanya ditulis di
dalam kertas. Jika tebakan Tim B benar, maka nama tim A
yang ditulis di dalam kertas harus menjadi anggota tim B.
Tetapi jika tebakannya salah, maka Tim A berhak memilih
seorang anggota Tim B untuk diminta menjadi anggotanya.
Sebelum menjawab, Tim B mendapatkan waktu 1 menit
untuk berdiskusi. Tidak ada tanya jawab antara kedua tim.
Selamat mencoba!
14. Pasti Salah

Game Pelatihan ini cocok dimainkan untuk membuat
suasana kelas kondusif kembali. dan bisa dilakukan
dilakukan dengan cara yang sangat mudah.
Fasilitator memberi contoh kalimat pertama yang harus
dilengkapi oleh peserta yang ditunjuk. Kemudian peserta
yang ditunjuk wajib melengkapi kalimat yang dibuat
fasilitator dengan jawaban yang salah.
Tujuan
– Melatih kreativitas & konsentrasi
Peserta
Semua peserta pelatihan, maksimal 30 orang. Ini
merupakan game individu
Waktu
10 menit
Formasi
Lingkaran
Proses
Game ini meminta peserta untuk memberi jawaban salah
dari pertanyaan yang diajukan fasilitator. Setelah itu,
peserta diminta membuat kalimat dengan jawaban yang
telah diberikannya sebagai kata pertama dalam kalimat.
Kalimat pertama datang dari fasilitator, misalnya:
“Sama seperti dengan hari yang lain, hari ini saya menulis
dengan ….”
Maka peserta kedua wajib melengkapi kalimat tersebut
dengan jawaban yang salah. Misalnya, “garpu”
Kalimat berikutnya yang harus dibuat oleh peserta yang
baru saja menjawab adalah dengan dimulai dengan kata
“Garpu”
“Garpu selalu saya gunakan untuk….” Peserta berikut harus
menjawab pertanyaan ini. Misal, “minum”
Kalimat berikutnya: “Minum jus buah sudah menjadi
kebiasaan yang saya lakukan agar…”
Dan seterusnya sehingga semua peserta mendapatkan
giliran untuk melengkapi kalimat yang diajukan.
Selamat mencoba!
15. Tugu Pancoran 
Game pelatihan ini sangat cocok untuk ice breaking pagi
jika Anda melihat peserta tampaknya perlu melakukan
sedikit gerakan agar lebih segar dalam mengikuti pelatihan.
Tujuan
– Bergerak, konsentrasi
Peserta
Maksimum 30 orang
Waktu
5-7 menit
Formasi
Lingkaran
Proses
Dalam formasi lingkaran tanyakan kepada peserta ada yang
tahu Tugu Pancoran? Kemudian tirulah pose Tugu Pancoran
tersebut. Tanyakan juga Tugu Selamat Datang. Minta
peserta untuk menirukan pose tugu tersebut. Sampaikan
bahwa Anda akan membaca sebuah cerita dan
membutuhkan partisipasi dari peserta dengan gerakan
yang sesuai.
Ada beberapa gerakan yang wajib dilakukan, yaitu:
-
Tugu Pancoran: peserta wajib menirukan pose patung
ini (individu)
-
Tugu Selamat Datang: peserta wajib mencari pasangan
dari peserta yang ada untuk membuat pose ini (2
orang)
-
Keliling Jakarta naik motor: 1 orang di depan sebagai
pengendara & 1 orang dibelakang sebagai penumpang
-
Keliling Jakarta naik bajaj: 1 orang di depan, dua orang
bersebelahan dibelakang.
-
Yang berwarna biru adalah password untuk melakukan
gerakan. Jika punya ide lain, silahkan tambahkan
gerakan lain.
Jika sudah, siapkanlah sebuah cerita yang menarik.
Misalnya: Hari ini Joko pergi ke Jakarta naik Bajaj. (peserta
harus langsung membuat gerakan naik bajaj dan berkeliling
kelas). Kemudian mereka berhenti di Tugu Pancoran (maka
dimanapun posisi peserta dikelas, ia wajib menirukan pose
Tugu pancoran. Lanjutkan ceritanya ya.
Selamat mencoba!
16. Bingo!

Game pelatihan ini sangat pas untuk dimainkan sebagai ice
breaking pagi sebelum kelas dimulai bila peserta belum
mengenal satu sama lain.
Tujuan
– Perkenalan
Peserta
Jumlah peserta 25-30 orang.
Waktu
Maksimal 20 menit termasuk pembahasan.
Formasi
Bebas
Proses
Bagikanlah kepada setiap peserta kertas Bingo yang sudah
di isi dengan atribut (suka makan, tinggi, suka pedas, baik
dst) seperti berikut:
suka makan
pemalu
suka
mentraktir
tinggi
suka pedas
baik
anggota tim > bisa nyanyi berat badan
5 orang
ideal
banyak yang
naksir
ganteng
suka
shopping
orangnya
rame
lama bekerja suka minum
< 2 tahun jeruk panas
anggota tim < suka minum suka jalan2
4 orang
kopi
pinter
dandan
sudah punya
cucu
suka lembur lama bekerja
> 7 tahun
bekerja
sendiri
single
cantik
Atribut-atribut ini tidak kaku. Ia bisa disesuaikan dengan
kondisi peserta yang ada.
Tujuan game ini adalah mengisi dengan lengkap 5 kotak di
atas secara vertical, horizontal atau diagonal. Siapa yang
mengisi? Yang mengisi adalah peserta lain dengan cara
memberikan tandatangan di bagian kotak yang kosong.
Penting: Setiap orang hanya boleh membubuhkan 1
tandatangan saja. Jika sudah komplit ia wajib segera
berteriak BINGO!
Catatan: batasi waktu bermain 
Selamat mencoba!
Contoh
pengisian
suka makan
tinggi
suka pedas
baik
suka
shopping
iwan
pemalu
suka
mentraktir
anggota tim > bisa nyanyi berat badan
5 orang
ideal
banyak yang
naksir
ganteng
orangnya
rame
lama bekerja suka minum
< 2 tahun jeruk panas
anggota tim < suka minum suka jalan2
4 orang
kopi
pinter
dandan
sudah punya
cucu
suka lembur lama bekerja
> 7 tahun
bekerja
sendiri
single
BINGO!
cantik
BINGO!
BINGO!
17. Daftar Makanan

Apa makanan favorit Anda? Apakah sate, soto, macaroni?
Ini adalah game yang bisa membuat Anda lapar setelah
memainkannya. Caranya gampang: tinggal sebutkan saja
makanan favorit Anda.
Tujuan
– Melatih konsentrasi
- Melatih daya ingat
Peserta
Semakin banyak semakin menantang
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Lingkaran
Proses
Minta peserta untuk membuat lingkaran. Berikutnya
sampaikan gambarannya bahwa mereka semua pasti
mempunyai makanan favorit. Ada yang bakso, soto, gadogado, dan lain-lain.
Cara bermainnya mudah. Tinggal menyebutkan makanan
favoritnya.
Kemudian sampaikan peraturannya yaitu:
1. Tiap peserta wajib menyebutkan password game
pelatihan nya yaitu: makanan favorit saya [….]. misal:
bakso
2. Peserta berikutnya wajib menyebutkan apa makanan
favorit peserta terdahulu serta apa makanan favoritnya
Misalnya: makanan favorit saya bakso dan soto
3. Peserta ketiga: makanan favorit saya bakso, soto dan
gado-gado
Demikian seterusnya. Sehingga semakin lama makanan
yang disebutkan akan semakin banyak.
Bayangkan apa yang terjadi pada peserta terakhir 
Selamat mencoba!
18. Lomba Yel-yel

Game ini cocok untuk digunakan sebelum sesi kelas
dimulai. Yel yel yang dibuat peserta bisa digunakan hingga
pelatihan selesai sebagai penyemangat mereka selama
menjadi peserta pelatihan.
Tujuan
– Melatih kerjasama kelompok
– Melatih kreativitas
Peserta
Per kelompok @5-6 orang
Waktu
10 sampai 15 menit
Formasi
Di kelompok masing-masing
Proses
Lomba yel-yel ini bisa digunakan sebagai ice breaking pagi
sebelum kelas dijalankan. Caranya mudah sekali. Seperti
judulnya, mintalah peserta untuk membuat yel-yel
kelompok. Yel-yel ini akan digunakan selama pelatihan.
Nah, agar yel-yel yang dihasilkan dari diskusi peserta bukan
yel-yel seadanya. Berilah tema dan beberapa syarat yang
mudah. Misalnya:
- Yel-yel paling singkat 20 detik, paling lama 1 menit
- Harus bisa dinyanyikan
- Irama lagu yang digunakan adalah lagu anak-anak
- Temanya mengenai kerjasama kelompok.
Selamat mencoba!
Iwan Pramana
Iwan adalah fasilitator dan coach bersertifikasi ICF yang
memfokuskan diri di bidang leadership, motivasi dan
manajemen eksekusi.
Iwan terpilih sebagai mentor terfavorit oleh peserta pelatihan
fase I pada Kegiatan Pelatihan Kemampuan Kepemimpinan dan
Manajerial
Tingkat
Dasar
dan
Menengah
Program
Moderenisasi Pengadaan yang diadakan oleh Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) &
Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) tahun 2017. Ia
juga menjadi peserta terbaik pada Elevator Speed Contest
untuk para fasilitator di Dunamis tahun 2007 serta menjadi
juara pertama pada Safety Talk Contest PT Freeport Indonesia
tahun 1997.
Selama
karirnya
ia
banyak
membantu
pengembangan
organisasi baik perusahaan multinasional, nasional, BUMN,
institusi pemerintah, pendidikan dan lembaga nirlaba.
Iwan bisa dihubungi di [email protected]. Profilnya
bisa dilihat di https://id.linkedin.com/in/iwanpramana
Buku-buku yang ditulis Iwan Pramana
M-Lead: Motivasi & Leadership
2006*
2007
2016
2018
Training & Coaching
2016
2016
2017
2018**
2018
Pengembangan Diri & Sastra
* 16 penulis
** 3 penulis
Bisa dibaca dan diunduh di www.slideshare.net/t4pt3n





Membuat kelas training berada dalam keadaan yang selalu positif
untuk proses pembelajaran itu gampang-gampang susah. Kalau sudak
‘klik’, maka akan sangat menyenangkan membawakannya. Namun,
jika ada hambatan, maka sebaiknya hambatan ini dikurangi atau
dihilangkan agar kelas training berjalan dengan baik.



Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan hambatan
itu adalah dengan memberikan game pelatihan yang secara waktu
memang singkat, namun efeknya bisa cukup untuk beberapa lama.
Manfaatnya antara lain:
• Dapat mengurangi ‘jarak’ antara fasilitator dan peserta. Peserta dan
fasilitator menjadi lebih akrab karena sama-sama menikmati
gamenya.
• Memutus masalah di luar kelas yang terbawa ke dalam kelas.
Dengan game, peserta di ajak untuk masuk ke aktivitas baru.
• Membuat peserta merasa nyaman. Proses pembelajaran akan
lebih efektif jika peserta senang.
• Memberikan energi baru.











Penerbit:
PT Insan Mandiri Cendekia
Redaksi:
Menara Standard Chartered 30/F
Jalan Dr. Satrio, Kav. 164, Jakarta
Telp : (021) 2555 5968
Fax : (021) 2555 5601
Email: [email protected]
http://www.quickstart.co.id
Blog: www.quickstart-Indonesia.com
Facebook: Quickstart.Indonesia
Twitter: @QuickSTART_ID

Download