Uploaded by farrassyuja5

Fitokim Tugas 2 fix

advertisement
Extraction of Essential Oil
from Cinnamon
(Cinnamomum zeylanicum)
Farras Syuja
Mia Amalia
Syahida Nur Aulia R.A
Wiliam Renaldi
2
Pendahuluan
- Salah satu obat herbal tertua yang dikenal
- Kulit dan daunnya  sebagai bumbu dan perasa dalam makanan serta
untuk berbagai aplikasi dalam pengobatan
- Minyak atsiri dari kulitnya kaya akan trans-cinnamaldehyde dengan efek
antimikroba
- Hingga saat ini (saat ini = 2014), lebih dari 300 bahan volatil ditemukan
sebagai unsur utama minyak atsiri kayu manis
Kayu Manis
- Minyak atsiri dari kulit kayu manis ditemukan sebagai sumber alami yang
(Cinnamomum zeylanicum)
kaya akan aromatic monoterpene yang unik, dengan trans-
cinnamaldehyde
4
Tujuan
1. Mengekstraksi dan membandingkan dua metode (distilasi uap dan
ekstraksi Soxhlet) yang digunakan untuk ekstraksi minyak atsiri kayu manis
2. Menganalisis dan mengidentifikasi senyawa aktif dalam minyak atsiri
3. Mengidentifikasi sifat antimikroba dalam kayu manis.
Minyak Atsiri
5
Tinjauan Pustaka
Cinnamomum
zeylanicum
Scientific classification
Kingdom :
Plantae
Clade :
Angiosperms
Clade:
Magnoliids
Order:
Laurales
Family:
Lauraceae
Genus:
Cinnamomum
Species:
C. verum
7
SENYAWA YANG PERNAH DIISOLASI
SEBELUMNYA
Dalam sebuah jurnal berjudul “A comparison of essential oil constituents of bark, leaf,
root and fruit of cinnamon (Cinnamomum zeylanicum) grown in Sri Lanka” yang
dipublikasi tahun 2002, untuk pertama kalinya ditemukan senyawa α- ylangene dalam kulit
senyawa Cinnamomum zeylanicum. Selain itu, Sabionol, citrinellyl formate, dan methoxy
eugenol dilaporkan sebagai senyawa baru pada minyak dari akar Cinnamomum zeylanicum
α- ylangene
Sabinol
8
citronellyl formate
Dalam sebuah jurnal yang dipublikasi tahun 2013 berjudul “Antiinflammatory and anti-arthritic activity of type-A procyanidine
polyphenols from bark of Cinnamomum zeylanicum in rats”
dilakukan isolasi Type-A procyanidine polyphenols (TAPP) dari
Cinnamomum zeylanicum
TAPP yang diisolasi dari kulit kayu C. zeylanicum
menunjukkan efek anti-rematik anti-inflamasi pada hewan.
Type-A procyanidine polyphenols (TAPP)
9
AKTIVITAS BIOLOGIS
Pada penelitian ini, semua sampel yang
diekstraksi memiliki sifat antimikroba. Hal ini
ditentukan dari clear zone . Cear zone
diamati dengan mengukur jarak antara
paper disc dengan populasi bakteri
terdekat.
Semua paper disc menunjukkan sifat antimikroba
terhadap bakteri karena ada clear zone yang terbentuk di
sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Cinnamomum
zeylanicum memiliki sifat antimikroba yang baik dan
dapat digunakan dalam produksi antiseptik.
”
10
Metodologi
Kayu manis yang digunakan diperoleh dari toko (Tidak dijelaskan lebih mendetail seputar
tokonya). Kayu manis mudah didapat karena biasa digunakan sebagai bumbu masakan
Metode Distilasi Uap
Metode ekstraksi soxhlet
Tes Senyawa Aktif
Menggunakan HPLC
Tes untuk aktivitas
antimikroba
Metode Distilasi Uap
1. 100 -150 g kayu manis yang telah
dihaluskan dimasukkan ke dalam
labu destilasi (1L)
4. Setelah proses distilasi uap
selesai, produk yang dihasilkan
dikumpulkan dan dipisahkan
menggunakan corong pemisah.
2. Kemudian dihubungkan pada
generator uap melalui tabung kaca dan
kondensor untuk mengambil minyak
3. Minyak diuapkan dengan air
mendidih pada suhu 100 ° C selama 5
dan 10 jam. Campuran yang diperoleh
dibiarkan mengendap dan kemudian
minyak diambil.
5. Minyak atsiri berada di lapisan bawah corong pemisah dan
dipisahkan beberapa kali sampai tidak ada yang tersisa
Metode ekstraksi soxhlet
100-150 g batang kayu manis yg
telah dihaluskan, ditempatkan di
dalam sebuah bidal
Pelarut dipanaskan pada
suhu di atas 100 ° C
selama 5 dan 10 jam.
Kemudian dimasukkan ke dalam
ruang utama ekstraktor Soxhlet.
Pelarut ekstraksi yang digunakan
adalah etanol
Setelah ekstraksi, produk
dikumpulkan dan
dimurnikan
menggunakan rotary
evaporator pada suhu
tetap 50 ° C
14
Kemudian produk
dipindahkan ke dalam
lemari asam selama 1 jam
untuk memastikan semua
etanol yang tersisa dalam
minyak benar-benar
menguap.
Uji senyawa aktif menggunakan HPLC
Senyawa aktif dalam kayu manis
diuji menggunakan HPLC. HPLC
yang digunakan adalah kolom C18
fase terbalik
Fase geraknya terdiri dari campuran
metanol-asetonitril-air dalam
perbandingan volume 35:20:45 dengan
laju aliran 1,0 cm3 / menit
Waktu yang digunakan untuk proses
ini adalah 20 menit dengan suhu 38
° C. Injeksi volume untuk setiap
sampel adalah 50μl.
Deteksi untuk semua sampel
cinnamaldehyde dilakukan pada 221
nm.
Air yang digunakan adalah air dehidrogenasi (dH2O).
10μg sampel minyak atsiri diencerkan dalam metanol 10ml untuk sampel
yang digunakan untuk HPLC. Standar yang digunakan adalah 95% murni
yang diperoleh dari Sigma Aldrich.
Untuk uji antimikroba, Digunakan 4 jenis bakteri untuk
menentukan aktivitas minyak atsiri pada kayu manis yang
diekstraksi. Bacillus subtilis s.p. adalah tipe gram positif,
Escherichia coli adalah tipe gram negatif. Dua bakteri lainnya
adalah bakteri yang tidak diketahui dengan karakteristik yang
juga tidak diketahui.
Bakteri diinkubasi dalam oven selama 48 jam pada suhu 37 ° C untuk memastikan
pertumbuhan koloni bakteri dengan baik.
Pengujian untuk menonaktifkan E. coli dilakukan menggunakan minyak atsiri
dari kayu manis yang dihasilkan pada proses ekstrasi. Aktivitas antibakteri
minyak atsiri diuji menggunakan metode difusi cakram.
16
Uji Aktifitas Antimikroba
Setiap paper disk steril diresapi dengan 10 μl minyak atsiri.
Kemudian paper disk dipindahkan ke ‘piringan agar’ dan
diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37 ° C. Semua proses
dilakukan di bawah aliran laminar.
Aktivitas antimikroba dievaluasi dengan mengukur zona inhibisi
yang dinyatakan dalam milimeter (mm). Zona inhibisi diukur
menggunakan penggaris dan kemudian dicatat untuk analisis
statistik.
17
Analisis Uji-TD
Distilasi UAP
18
Ektraksi Sokhlet
19
Instrumentasi HPLC
20
Pembahasan
Ekstraksi Distilasi Uap
◉
◉
◉
22
Ekstraksi Soxhlet
◉
Proses ekstraksi Soxhlet menggunakan etanol sebagai pelarut karena
bahan kimia lebih efektif daripada air untuk ekstraksi.
◉
Produk dikumpulkan dalam labu alas bulat dan dimurnikan
menggunakan rotary evaporator.
◉
Rotary evaporator menyuling semua etanol dan minyak dibiarkan
dalam bentuk kasar.
◉
Waktu yang diperlukan untuk sampel ekstraksi 5 jam untuk
dimurnikan adalah 42 menit sedangkan sampel ekstraksi 10 jam
mengambil 28 menit
23
24
Penentuan Senyawa Aktif Menggunakan HPLC
25
26
Uji Aktifitas
Antimikroba
Setelah 48 jam inkubasi, bakteri tumbuh seragam dan
sifat antimikroba dapat dievaluasi untuk setiap paper disc. Area
zona bersih untuk setiap cakram kertas diukur dengan
penggaris. Zona bersih lebih besar karena minyak murni tanpa
pengenceran digunakan. Zona bersih diamati dengan
mengukur jarak antara cakram kertas dan populasi bakteri
terdekat.
27
28
◉
Analisis statistik dilakukan untuk menguji apakah
hasilnya signifikan atau tidak signifikan.
◉
Data yang signifikan berarti bahwa data yang
dikumpulkan adalah benar dan sesuai untuk
penelitian ini.
◉
Analisis statistik dihitung menggunakan anova dua
arah.
29
30
31
Analisis Uji-T
◉
T-test adalah untuk menentukan apakah dua sampel kemungkinan berasal dari dua
populasi yang sama yang memiliki rata-rata yang sama.
◉
Dari uji-T, rata-rata, standar deviasi dan rata-rata kesalahan standar dihitung.
◉
Rata-rata kesalahan standar menentukan keakuratan bacaan.
◉
Semakin rendah rata-rata kesalahan standar, semakin akurat pembacaannya
32
Kesimpulan
Dalam destilasi uap, pelarut adalah air sehingga minyak atsiri yang dihasilkan murni tanpa dipengaruhi
oleh pelarut
Ekstraksi Soxhlet menggunakan etanol sebagai pelarut karena lebih efektif daripada air dalam
ekstraksi minyak atsiri
Dari hasil uji HPLC, produk yang diekstraksi menunjukkan bahwa kayu manis mengandung
cinnamaldehyde dalam jumlah tinggi dari kedua metode ekstraksi yaitu 94,728% dari
destilasi uap 5 jam, 94,747% dari distilasi uap 10 jam, 73,16% dari ekstraksi Soxhlet
5 jam, dan 62,737% dari 10 jam ekstraksi Soxhlet
34
Tes antimikroba menunjukkan pembentukan zona bening di semua cakram kertas  semua
ekstrak minyak dari metode dan durasi ekstraksi yang berbeda memiliki sifat antimikroba yang
menghambat pertumbuhan bakteri yang dipilih
35
Daftar Pustaka
Wong, Y. C., M. Y. Ahmad-Mudzaqqir, dan W. A. WanNurdiyana. 2014. “Extraction of Essential Oil from
Cinnamon (Cinnamomum zeylanicum).” Oriental
Journal of Chemistry, Vol. 30, No. (1), 37 – 47
”
37
Terima Kasih
Download