Uploaded by sherina507

jurnal AMRI (1)

advertisement
PENENTUAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU
TEMPE KABUPATEN WAJO SULAWESI SELATAN
Amri, Muh. Alimuddin Hamzah, Amiruddin
Program Studi Geofisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Hasanuddin
Kampus UNHAS Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 2045
E-mail: [email protected]
SARI BACAAN
Danau Tempe yang merupakan salah satu danau terbesar di Sulawesi Selatan terletak di
Kabupaten Wajo (70%), dan Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Pada daerah tersebut
terdapat berbagai kegiatan yang membuang limbah secara langsung atau tidak
langsung ke danau dan waduk, antara lain limbah penduduk, pertanian,
peternakan, sert industri dan pertambangan, termasuk erosi DAS sebagai sumber
pencemaran air dan Pendangkalan danau atau waduk. Dari kasus tersebut maka
dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengkaji daya tampung beban
pencemaran air Danau Tempe dengan fokus parameter Phosfor sebagai indikator
utama dalam perhitungan status trofik dan Daya Tampung Beban Pencemaran Air
(DTBPA). Pengamatan kualitas air dilakukan melalui pengambilan contoh air untuk
selanjutnya dianalisis di laboratorium keudian diklafikasikan dengan menggunakan
Metode Storet. Dari pengamatan parameter diatas di dapatkan Status Trofik Danau Tempe
berdasarkan nilai total-P tergolong ke dalam Hipertrofik sedangkan nilai total-N
tergolong ke dalam Oligotrofik.
Kata Kunci : Danau Tempe, Pendangkalan, Daya
Pencemaran Air (DTBPA), Status Trofik.
Tampung
Beban
ABSTRACT
Tempe Lake is one of the biggest lake in South Sulawesi which located in Wajo
regency (70%), Soppeng and Sidrap regency . In the area, there was some activity
that direct throwed waste or undirect to lake or reservoir, such as waste residents,
agriculture, husbandry, industry and mining, including DAS erosion as source
pollution and shallowing of water of lake reservoir . Based on the problem, this
research was directed to calculate water pollution load capacity of Tempe lake
with focussing on parameters Phosfor as the main indicator in the calculation of
trophic status and water pollution load capacity. Water quality was observed
through some sample of water and then analyzed in laboratory. It was then
classified by using Storet method. it was observed that Tempe Lake of Trophic
Status based on the value of the total-P, was belong to the Hypertrophic, while for
the value of total-N belonging to the Oligotrophic.
Key word : Tempe Lake , Shallowing , Water Pollution Load Capacity, Trofic
Statu
PENDAHULUAN
Danau Tempe merupakan salah satu
danau di Sulawesi Selatan yang
termasuk tipe danau paparan banjir
dengan letak geografis Danau Tempe
pada kordinat antara 3º39’ – 4º16, LS
dan 119º 53’ – 120º 27’BT. Danau
Tempe yang mempunyai Luas
14.406 hektar, terletak di tiga
wilayah kabupaten: Wajo (8.510 ha),
Soppeng (3.000 ha), Sidrap (2.896
ha). Pada musim hujan luas Danau
Tempe sekitar 45.000 ha, musim
kemarau sekitar 1.000 ha.
Beban pencemaran dari berbagai
sektor pada DTA dan DAS akan
meningkat terus sesuai dengan
pertumbuhan jumlah penduduk dan
kegiatan lainnya. Oleh karena itu
Batasan wilayah studi adalah daerah
sekitar Danau Tempe yang diprediksi
terkena dampak dari pembuangan
limbah. Pengamatan kualitas air
dilakukan melalui pengambilan
contoh sampel air untuk selanjutnya
dianalisis di laboratorium. Parameter
yang
akan
diamati
meliputi
parameter
fisika
dan
kimia.
Pengambilan sampel dilakukan pada
air permukaan danau dan sungaisungai inlet dan outlet. Untuk
mengkaji daya tampung beban
pencemaran air Danau Tempe dengan
fokus parameter Phosfor sebagai
indikator utama dalam perhitungan
status trofik dan Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Danau
Tempe.
Fisiografi Danau Tempe
Danau Tempe secara topografi dan
hidrologi tidak terpisah dari 2 (dua)
danau di sekitarnya yaitu Danau
Sidenreng dan Danau Buaya yang
jumlah beban pencemaran yang
masuk perairan danau termasuk
limbah pakan ikan dari budidaya
ikan perlu ditentukan alokasinya
dengan memperhatikan kondisi
sosial ekonomi serta konservasi
sumber daya air jangka panjang.
Perhitungan dan penetapan daya
Tampung Beban Pencemaran Air
(DTBPA) pada danau merupakan
kebutuhan yang diatur peraturan
perundangan yang berlaku saat ini,
perizinan pembuangan limbah ke
dalam sumber air memerlukan dasar
acuan hasil penetapan DTBPA.
Demikian
juga
program
pengendalian
pencemaran
air
memerlukan ketetapan DTBPA
tersebut.
mempunyai daerah pengaliran sungai
seluas 6.138 Km², secara limnologi
dan ekologi, danau ini termasuk tipe
danau entropies, yaitu berbentuk
cawan yang sangat datar dengan
karakteristik
tersedianya
lahan
pasang surut luas di sekitar danau.
Pada umumnya Danau Tempe dalam
setahun dapat menutupi areal seluas
10.000 ha dan pada musim kemarau
dapat menurun menjadi 1000 ha.
Tingginya
produktifitas
dan
kesuburan Danau Tempe terlihat dari
semakin meningkatnya pertumbuhan
gulma air pada perairan danau
dimana luas penutupannya mencapai
40 %. Hal ini dapat menjadi ancaman
karena membantu mempercepat
proses pendangkalan Danau Tempe.
Tanaman air yang menjadi gulma di
danau adalah didominasi oleh eceng
gondok, akar tanaman ini dapat
mencapai dasar danau dan menjadi
perangkap
sedimen
kemudian
mengendapkan di dasar danau.
METODE
Pengambilan Dan Analisis Sampel
Kualitas Air
Pengamatan kualitas air dilakukan
melalui pengambilan contoh air
untuk selanjutnya dianalisis di
laboratorium. Parameter yang akan
diamati meliputi parameter fisika dan
kimia.
Pengambilan
sampel
dilakukan pada air permukaan danau
tempe dan sungai-sungai inlet dan
outlet. Adapun parameter kualitas air
yang diukur adalah :
Parameter FISIKA meliputi :
1. TDS
2. TSS
3. Temperatur
Parameter KIMIA meliputi :
1. pH
2. BOD
3. COD
4. DO
5. Total Fosfat
6. Nitrat
7. Amonia
8. Arsen
9. Kobalt
10. Barium
11. Boron
12. Selenium
13. Cadnium
14. Sulfat
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
Kromium-6
Tembaga
Besi
TImbal
Mangan
Air Raksa
Seng
Klorida
Kesadahan
Sianida
Flourida
Nitrit
Klorin Bebas
Belerang Sebagai
Tabel 1. Lokasi Pengambilan Sampel Kualitas Air
Kode Sampling
OD
SB
SL
BB
CD
SW
Posisi Geografis
S : 040 07’ 51,2”
E : 1200 01’ 35,3”
S : 040 04’ 32,3”
E : 1200 01’ 08,9”
S : 040 10’ 27,3”
E : 1190 56’ 37,6”
S : 040 08’ 22,8”
E : 1190 56’ 08,9”
S : 040 06’ 55,7”
E : 119058’ 36,7”
S : 040 07’ 58,2”
E : 1200 01’ 37,6”
Keterangan
Outlet Danau Tempe (OD)
Muara Sungai Bila (SB)
Muara Sungai Lawo (SL)
Muara sungai Batu-Batu (BB)
Central Danau (CD)
Sungai Walanae (SW)
Perhitungan
Daya
Beban Pencemaran
Tampung
Metode penentuan Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Danau
terdiri dari rumus umum perhitungan
daya tampung beban pencemaran air
dan
rumus perhitungan daya
tampung beban pencemaran untuk
budidaya perikanan. Rumus umum
perhitungan beban pencemaran air
tersebut
digunakan
untuk
menghitung beban pencemaran dari
berbagai
sumber,
sedangkan
perhitungan daya tampung untuk
budidaya
perikanan
ditentukan
berdasarkan
jumlah
limbah
budidaya dan status trofik.
Metode STORET merupakan salah
satu metode untuk menentukan status
mutu air yang umum digunakan.
Dengan metoda STORET ini dapat
diketahui parameter-parameter yang
telah memenuhi atau melampaui
baku mutu air.
Secara prinsip metoda STORET
adalah membandingkan antara data
kualitas air dengan baku mutu air
yang
disesuaikan
dengan
peruntukannya guna menentukan
status mutu air.
Cara untuk menentukan status mutu
air adalah dengan menggunakan
system
nilai
dari
“US-EPA
(Environmental Protection Agency)”
dengan mengklasifikasikan mutu air
dalam empat kelas, yaitu :
Penentuan Status Mutu Air
Dengan Menggunakan Metode
STORET
(1) Kelas A : baik sekali, dengan skor = 0
(2) Kelas B : baik, dengan skor = -1 s/d -10
(3) Kelas C : sedang, dengan skor = -11 s/d -30
(4) Kelas D : buruk, dengan skor < -31
memenuhi baku mutu
cemar ringan
cemar sedang
cemar berat
Rumus Umum Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Danau
atau Waduk
Perhitungan Daya Tampung Beban
Pencemaran Air Danau tersedia pada
rumus yang dinyatakan dalam satuan
luas danau (m2) atau perairan danau
per satuan waktu
(tahun).
Perhitungan rinci dan penjelasannya
sebagai berikut :
[Pa]i
[Pa] DAS
[Pa]d
Morfologi dan hidrologi danau
(1). Ž = 100 x V / A
Dimana :
Ž
V
A
:Merupakan kedalaman ratarata danau (m)
:Merupakan
volume
air
danau (juta m3)
:Merupakan luas perairan
danau (Ha)
Mutu Air atau Kelas
Air (mg /m3)
:Kadar parameter Pa
hasil
pemantauan
Danau (mg/m3)
:Jumlah alokasi beban
Pa dari Daerah Aliran
Sungai (DAS) atau
Daerah Tangkapan
Air (DTA) (mg/m3)
:Alokasi beban Pa
limbah kegiatan pada
perairan
danau
(mg/m3)
Daya tampung beban pencemaran
air parameter Pa pada air danau
dan/atau waduk
(5). L = Δ [Pa]d Ž ρ / (1- R)
(6). R = 1 / (1 + 0,747 ρ0,507)
(2). ρ = Qo / V
(7). La = L x A /100 = Δ [Pa]d A
Ž ρ /100 (1- R)
Dimana :
Dimana :
ρ
:Merupakan laju penggantian
air danau (1/tahun)
Qo :Merupakan jumlah debit air
keluar danau (juta m3 /
tahun), pada tahun kering
Alokasi
beban
parameter Pa
L
La
pencemaran
R
(3). [Pa]STD = [Pa]i + [Pa]DAS +
[Pa]d
(4). [Pa]d
= [Pa]STD - [Pa]i –
[Pa]DAS
Dimana :
[Pa]STD
:Merupakan
syarat
kadar parameter Pa
maksimal sesuai Baku
:Merupakan
daya
tampung limbah Pa
per satuan luas danau
(mgPa/m2)
:Merupakan jumlah
daya tampung limbah
Pa pada perairan
danau (kg Pa/tahun)
:Merupakan total Pa
yang tinggal bersama
sedimen
Persamaan pada rumus-rumus (5),
(6) dan (7) berkaitan dengan alokasi
beban pencemaran dari DAS atau
DTA dan kegiatan lain pada perairan
danau atau waduk pada Rumus (3).
membatasi proses eutrofikasi jika
kadarnya kurang dari delapan kali
kadari Fosfor. Klorofil-a adalah
pigmen tumbuhan hijau yang
diperlukan
untuk
fotosintesis.
Parameter
Klorofil-a
mengindikasikan kadar biomassa
algae, dengan perkiraan rata-rata
beratnya adalah 1% dari biomassa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Status Trofik Danau Tempe
Kondisi
kualitas
air
danau
diklasifikasikan
berdasarkan
eutrofikasi yang disebabkan adanya
peningkatan kadar unsur hara dalam
air. Faktor pembatas sebagai penentu
eutrofikasi adalah unsur Fosfor (P)
dan Nitrogen (N). Pada umumnya
rata-rata tumbuhan air mengandung
Nitrogen dan Fosfor masing-masing
0,7% dan 0,09% dari berat basah.
Fosfor membatasi eutrofikasi jika
kadar Nitrogen lebih dari delapan
kali
kadar
Fosfor,
Nitrogen
Eutrofikasi
disebabkan
oleh
peningkatan kadar unsur hara
terutama parameter Nitrogen dan
Fosfor pada air danau Eutrofikasi
diklasifikasikan
dalam
empat
kategori status trofik (lihat Tabel 2)
yaitu :
Tabel 2. Kriteria Status Trofik Danau
Kadar rata-rata
Total-N (μg/l)
Kadar Rata-rata
Total-P (μg/l)
Kadar rata-rata
khlorofil-a (μg/l)
Kecerahan
Rata-rata (m)
Oligotrof
Mesotrof
Eutrof
≤ 650
≤ 750
≤ 1900
< 10
< 30
< 100
< 2.0
< 5.0
< 15
≥ 10
≥4
≥ 2.5
Hipereutrof
> 1900
≥ 100
≥ 200
< 2.5
Status Trofik
Sumber: KLH 2009, Modifikasi OECD 1982, MAB 1989; UNEP-ILEC, 2001
Tingkat kesuburan perairan dapat
dihitung
berdasarkan
beberapa
parameter yang sangat berpengaruh
terhadap kesuburan danau tersebut
sesuai dengan perhitungan Indeks
Status Trofik atau Tropik Status
Index (TSI) yaitu: Total-P, Total-N,
klorofil-a, dan kecerahan. Penentuan
ke empat parameter tersebut
berdasarkan adanya keterkaitan yang
erat dari masing-masing parameter,
dimana unsur pencemar yang masuk
ke perairan danau yang berupa
phosphor
dan
nitrogen
akan
menyebabkan
terjadinya
pertumbuhan fitoplankton di perairan
tersebut yang ditandai dengan adanya
konsentrasi klorofil-a, akibat lebih
lanjut adalah dengan adanya
kepadatan klorofil-a yang akan
menyebabkan terhambatnya cahaya
yang masuk kedalam kolom perairan
danau yang ditandai dengan makin
pendeknya
atau
dangkalnya
kecerahan. Dilain pihak dangkalnya
kecerahan perairan dapat pula
disebabkan karena tingginya kadar
total suspended solid (TSS) dan
total dissolved solid (TDS) terutama
pada
peraiaran
yang
banyak
mendapat masukan air dari daratan
atau sungai yang telah mengalami
erosi di bagian hulu atau DAS. Hasil
pengamatan parameter limnologis
Danau Tempe untuk menetapkan
status trofik danau disajikan dalam
Tabel 3. Nilai indikator diperoleh
dari nilai rata-rata 2 (dua) kali
pengukuran.
Tabel 3. Nilai rata-rata indikator status tropik Danau Tempe
Stasiun
Pengamatan
OD
SW
SB
SL
CD
BB
Jumlah Total
Total – N
(mg/L)
0,11
0,06
0,34
0,39
0,06
0,11
1,070
Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat
dijelaskan, jika dilihat dari rata-rata
kandungan Total-N, Total-P dan
kecerahan, maka Danau Tempe
digolongkan ke dalam status trofik
“hipertrofik”, sedangkan dari aspek
parameter rata - rata khlofil-a maka
Danau Tempe digolongkan ke dalam
status trofik “oligotrofik”. Dengan
demikian,
dangkalnya
rata-rata
kecerahan perairan Danau Tempe ini
bukan disebabkan karena kepadatan
fitoplankton
melainkan
karena
tingginya kelarutan total suspended
solid (TSS) dan total disslved solid
(TDS). Penentuan status trofik
Danau Tempe tersebut di atas
mengacuh pada Peraturan Menteri
Negara Lingkungan Hidup, Nomor:
28 Tahun 2009 tanggal 5 Agustus
2009 tentang Metode Penentuan
Daya Tampung Beban Pencemaran
Air Danau Dan/Atau Waduk.
2. Perhitungan Daya
Beban Pencemaran
Tampung
Total – P
(mg/L)
0,52
0,42
0,41
0,60
0,67
0,53
2,550
Khlorofil – a
(mg/L)
0,0006
0,0008
0,0004
0,0011
0,0015
0,0011
0.0055
Kecerahan
(m)
0,42
0,46
0,20
0,24
0,28
0,22
1.82
Perhitungan daya tampung beban
pencemaran air Danau Tempe
didasarkan atas kemampuan sumber
daya air untuk menerima masukan
beban pencemar
yang tidak
melebihi batas syarat kualitas air
untuk berbagai peruntukannya.
Daya
tampung
danau
yaitu
kemampuan
perairan
danau
menampung beban pencemaran air
sehingga memenuhi baku mutu air
dan status trofik.
Baku mutu air danau terdiri dari
parameter fisika, kimia
dan
mikrobiologi. Sedangkan persyaratan
status
trofik
danau
meliputi
parameter kecerahan air, Nitrogen,
Phosphor serta Klorofil-a. Kadar Ptotal merupakan faktor penentuan
status trofik.
Metode penentuan daya tampung
beban pencemaran air danau dan/atau
waduk merujuk pada Peraturan
Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 28 tahun 2009 tentang Daya
Tampung Beban Pencemaran Air
Danau dan/atau waduk, pada
V = Ž x A / 100 = 99,68 juta
m3.
Lampiran I: Metode Penentuan Daya
Tampung Beban Pencemaran Air
Danau dan/atau Waduk.
Daya tampung beban pencemaran air
danau
tergantung
kepada
karakteristik dan kondisi lingkungan
disekitarnya, yaitu:
a. Morfologi dan hidrologi
danau.
b. Kualitas air dan status trofik
danau.
c. Persyaratan atau baku mutu
air
untuk
pemanfaatan
sumber daya air danau.
d. Alokasi beban pencemaran
air dari berbagai sumber dan
jenis air limbah yang masuk
danau.

a.
c.
Morfologi dan Hidrologi Danau
Tempe
Morfologi danau terdiri dari
parameter karakter fisik, yaitu:
Luas
perairan
danau
berdasarkan analisis GIS pada
citra Lansat TM-7 diperoleh
luas Danau Tempe (A) adalah
12.779,63 Ha;
b.
Kedalaman rata-rata
Danau Tempe (Ž) ditetapkan 5
m;
Volume air danau dan/atau
waduk dihitung berdasarkan
persamaan (1):
Parameter hidrologi Danau
Tempe yang dihitung terdiri
dari parameter karakteristik
aliran air, yaitu:
a.
b.
Debit air keluar Danau
Tempe ditentukan dengan
mengambil rata-rata tahunan
debit minimum yang tercatat
pada Stasiun
Tampange
(Sungai Cenranae) sebesar
202 m3/s atau 6370 juta
m3/tahun
Laju penggantian air Danau
Tempe
dihitung
dengan
persamaan (2):
𝑄
𝜌 = 𝑉𝑜
= 6.370 juta m3/tahun /
99,68 juta m3= 63.904 /
tahun
 Kualitas Air dan Status Trofik
Danau
Hasil pengukuran parameter
kualitas air pada beberapa
stasiun di dalam Danau Tempe
dilakukan dua kali dengan waktu
berbeda, pertama pada bulan
September 2012 (Tabel 4) dan
kedua pada bula Desember 2012
(Tabel 5).
Tabel 4 Hasil pengukuran parameter kualitas air Danau Tempe pada bulan september 2012
No
Fisika
1
2
3
4
5
6
7
Kimia
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Parameter
Satuan
0
Suhu Air
Warna Air
Bau
Conductivity
Kakeruhan
TSS
TDS
pH
BOD
COD
Dissolved Oxigen (DO)
T-Phosfat (P)
Amoniak (NH3)
-
Nitrit (NO2 )
Nitrat (NO3-N)
Sulfat (SO4)
S sebagai H2S
Minyak dan Lemak
Fenol
Dtergen (MBAS)
Pb (Timbal)
Cd (Kadnium)
Cu (Tembaga)
Zn (Seng)
Fe (Besi)
Mn (Mangan)
Kalsium (Ca2+)
Magnesium (Mg)
-
Khlorida Cl
Karbondioksida (CO2)
OD
LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL AIR
SW
SB
SL
CD
BB
Baku Mutu
Kelas II
27.90
27.80 28.00 28.00
29.90
28.00 Deviasi-3
UnitsPtCo/Colour 241.00
48.00 539.00 128.00 161.00
50.00
25
TB
TB
TB
TB
TB
TB
µmhcs/cm 1,194.00 1,842.00 1,492.00 2,610.00 1,051.00 1,450.00
1500
nTU
34.50
38.90 37.40 35.90
35.90
37.80
15
mg/L
42.00
9.00 97.00 28.00
21.00
10.00
50
mg/L
556.00 870.00 700.00 1,250.00 490.00 680.00
1000
C
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
µg/L
µg/L
µg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
7.32
7.04
6.20
7.70
0.31
0.00
0.04
0.03
4.46
0.003
tt
tt
tt
tt
tt
tt
1.126
1.05
0.05
70.07
40.04
12.40
6.00
7.22
7.32
7.24
8.00
5.76
4.80
12.40
8.30
3.30
14.70
6.10
4.80
0.31
0.34
0.80
0.00
0.00
0.00
0.02
0.08
0.03
tt
0.56
0.73
4.04
6.96
4.63
0.003 0.003 0.002
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
0.053 0.006 0.017
0.08
2.25
0.16
tt
tt
tt
124.12 78.08 158.16
46.05 54.05 76.08
17.80 14.20 24.90
2.00
2.00
4.00
7.44
3.20
6.20
4.50
0.45
0.01
0.07
0.05
2.45
0.004
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
2.09
tt
68.07
32.03
12.40
2.00
7.42
4.80
6.20
5.10
0.39
0.00
0.80
0.18
1.25
0.004
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
1.71
tt
4.00
42.04
19.50
4.00
6.0 – 8.5
3
25
4
0.2
0,06
10
0.002
800
1.00
150
0,03
0,01
0,02
0,05
-
Tabel 5. Hasil pengukuran parameter kualitas air Danau Tempe pada bulan Desember 2012
No
Parameter
Satuan
Parameter Fisika
o
1 Suhu
C
2 Colour
UnitsPtCo/Colour
3 Bau
4 Conductivity
µmhcs/cm
5 Kekeruhan
NTU
mg/L
6 TSS
mg/L
7 TDS
Parameter Kimia
8 pH
▬
mg/L
9 BOD
mg/L
10 COD
mg/L
11 Dissolved Oxigen (DO)
mg/L
12 Phosphat (PO4)
mg/L
13 Amoniak (NH3)
OD
LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL AIR
SW
SB
SL
CD
BB
Baku Mutu Air
Kelas II
25.5
81
TB
1393.0
98.14
10.0
681.0
25.9
64
TB
1758.0
38.49
10.0
866.0
25.5
192
TB
1158.0
62.60
24.0
565.0
25.7
49
TB
1332.0
20.05
5.0
651.0
25.7
25.8
535
10
TB
TB
1949.0 1074.0
244.00 21.41
52.0
4.0
966.0 523.0
Deviasi-3
6.10
0.76
12.4
4.1
0.72
6.70
1.34
8.3
3.8
0.53
6.93
0.25
31.0
3.6
0.48
6.84
3.35
8.3
6.8
0.39
6.88
0.40
2.1
3.5
0.89
6.90
0.32
37.2
3.9
0.67
6.0 – 8.5
3
25
4
0.2
0.005
0.001
0.002
0.003
0.006
0.002
25
1500
15
50
1000
14 Nitrit (NO2)
mg/L
0.127
0.064
0.114
0.041
0.137
0.168
0,06
15 Nitrat (NO3)
16 Sulfat (SO4)
mg/L
0.18
0.12
0.12
0.05
0.08
0.03
10
mg/L
26.93
5.12
10.40
3.09
32.36
3.63
-
17 S sebagai H2S
mg/L
0.015
0.005
0.011
0.009
0.015
0.010
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
µg/l
µg/l
µg/l
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
tt
0,03
tt
tt
tt
tt
tt
0,234 90069.00 0,014
7.64
1.40
3.68
0,468 0,117 0,117
22.02 14.01
4.00
4.00
8.01
10.01
3.6
5.3
3.6
4.0
4.0
4.0
tt
tt
tt
tt
tt
0,043
0,169
1.32
tt
tt
tt
tt
tt
tt
0,091
5.23
0,104
12.01
10.01
3.6
6.0
tt
tt
tt
tt
tt
tt
0,063
1.40
0,312
20.02
6.01
3.6
4.0
0.002
800
1
100
0,03
0.01
0.02
0.05
-
Minyak & Lemak
Phenol
Detergen (MBAS)
Timbal (Pb)
Kadmium (Cd)
Tembaga (Cu)
Zeng (Zn)
Iron (Fe)
Mangan (Mn)
Kalsium (Ca2+)
Magnesium (Mg)
Khlorida(Cl‾)
Carbon Dioxide (CO2)
16.02
6.01
5.3
4.0
KRSIMPULAN DAN
SARAN
∆[𝑃]𝑑 untuk Oligotrofik
mg/m3
Kesimpulan

Penetapan status alokasi danau
Tempe dengan mengambil parameter
Total-P dan Total-N sebagai
referensi
menghasilkan
temuan
sebagai berikut:

Status trofik danau Tempe
berdasarkan nilai Total-P
tergolong
ke
dalam
Hipertrofik.
Alokasi beban pencemar
danau Tempe, jika memenuhi
kriteria:
Eutrofik:
La Eutrofik = 740.613 kg
P/tahun
Mesotrofik:
La mesotrofik = 222.184 kg
P/tahun
Oligotrofik:
La Oligotrofik = 74.061 kg
P/tahun
Status
trofik
Danau
Tempe
menunjukkan dampak adanya beban
unsur Phosfat
yang memasuki
perairan danau maupun Phosfat hasil
pelapukan biota akuatik yang terjadi
di dalam danau dan tertampung di
dalam badan air.
Seandainya dilakukan pengelolaan
lingkungan, maka Danau Tempe
dapat
ditingkatkan
ke
status
Eutropik, atau Mesotrofik, atau
bahkan Oligotrofik, maka:
Alokasi beban pencemar ∆[𝑃]𝑑
ditetapkan setara dengan nilai kritis
status trofik:
∆[𝑃]𝑑 untuk Eutrofik = 100 mg/m3
∆[𝑃]𝑑 untuk Mesotrofik
= 30
mg/m3
= 10
Status trofik Danau Tempe saat
ini berdasarkan nilai Total-N
adalah oligotrofik. Alokasi
beban pencemaran NDAS = 178
mg/m3. Maka daya tampung
beban pencemaran air parameter
Total-N
pada
air
danau
diperoleh sebagai berikut:
La Eutrofik = 12.010.275 kg P/tahun
La mesotrofik =
3.493.225 kg P/tahun
La Oligotrofik=
2.752.612 kg P/tahun
Alokasi beban pencemaran akibat
kegiatan keramba jaring ikan tidak
dihitung, karena tidak terdapat
kegiatan yang demikian di Danau
Tempe.
Perhitungan
beban
pencemaran Danau Tempe hanya
didasarkan pada parameter Total
Phosfat.
Kekeruhan air yang tinggi oleh
padatan tersuspensi dan padatan
terlarut akan menghambat penetrasi
cahaya matahari menembus ke dalam
kolom air sehingga perkembangan
fitoplankton berkurang. Fitoplankton
dan mikroalga lainnya merupakan
biota
akuatik
yang
efektif
mengurangi kelarutan Phosfat di
dalam perairan.
2. Saran
Pada penelitian selanjutnya penulis
sarankan,
sebaiknya
dilakukan
perhitungan beberapa parameter
selain dari total phosfat agar
didapatkan nilai alokasi beban
pencemaran yang lebih berfariatif
dan lebih tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Odum,
Barus, T. A. 2007. Keanekaragaman
Hayati Ekosistem Danau
Toba
dan
Upaya
Pelestariannya,
Pidato
Pengukuhan Jabatan Guru
Besar Tetap dalam Bidang
Limnologi,
Fakultas
Matematika
dan
Ilmu
Pengetahuan
Alam
Universitas Sumatera Utara.
Odum, E.P., G. W. Barrett., 2005.
Fundamentals of ecology. 5th
Edition. Thomson Learning,
United State.
Boyd, C., 1991. Water quail ty
management for pond fish
culture. Elsevier Scientific
Publishing Company. New
York.
Badruddin Machbub, 2010. Jurnal
Sumber Daya Air, Vol 6. No
2 November 2010.
Chambers, K. L. 1970. Biochemical
coevolution.
Twenty-ninth
Biology Colloquium, Oregon
state,
University
Press.
Eugene.
Effendi, Hefni. 2003. Telaah
Kualitas Air Bagi Pengelola
Sumber
Daya
dan
Lingkungan
Perairan.
Yogyakarta: Kanisius
Golterman,
H.l.,
1975.
Physiological limnology: An
approach to the physiology of
lake ecosystems.
Elsevier
Scientific
Publishing
Company.
Amsterdam Oxford –New York.
McComas. S., 2003. Lake and Pond
Management: Guidebook. Lewis
Publishers.
E.P. 1994. Dasar-dasar
Ekologi Edisi Ketiga. Gadjah
Mada
University
Press.
Yogyakarta.
Puslit,
Limnologi LIPI,
limnologi.lipi.go.id
2011,
Putri,
Dwi,
H.A.
2011.
Perbandingan
Komposisi
Jenis, Catch Per Unit Effort
(CPUE) dan Ukuran Panjang
Baku Ikan yang Tertangkap
Dengan Bubu Konde di
Danau
Tempe
(Wajo,
Soppeng
dan
Sidenreng
Rappang).
http://cariebooks.com/pdf/skr
ipsi-andi-hertanti-dwi-putripdf-unhas
repositoryuniversitas.html, (di akses 17
Juli 2013)
Setiadi, D. 1989. Dasar-dasar
Ekologi. Pusat Antar Ilmu Hayat.
IPB.
Thornbury, W.D., 1969. Principle of
Geomorphology,
Second
Edition. John Wiley & Sons,
New York
Wetzel, R.G. dan G.E.Likens, 1979.
Limnological
Analysis.
Pustaka
Sinar
Harapan.
Jakarta.
Wickins, J.F., 1976. Prawn biology
and culture ocean. Mar.
Bion, Ann. Rev. (14) : 435 –
507.
Download