Uploaded by common.user14398

(Aljabar Linier Elementer 1) VEKTOR.new

advertisement
VEKTOR
OLEH KELOMPOK IX :
MONICA YULIANTI
(4153111046)
NINDIA NANDA RIATI
(4153111048)
NITA KUSUMA SARI
(4153111049)
Mata Kuliah
Dosen Matakuliah
: Aljabar Linier Elementer I
: ERLINAWATY SIMANJUNTAK S.Pd, M.Si
a
b
1. PENDAHULUAN
Ukuran fisis suatu benda dinyatakan secara kuantitas yaitu:
 Skalar
: menyatakan besar.
 Vektor
: menyatakan besar dan arah.
Pada bagian ini vektor di ruang-2 dan di ruang-3 akan diperkenalkan secara
geometris, operasi ilmu hitung (aritmatik) pada vektor tersebut akan
didefinisikan, dan membahas beberapa sifat dasar .
2. ISTILAH DALAM VEKTOR
 Vektor-vektor dapat dinyatakan secara geometris sebagai segmen-segmen
garis terarah atau panah-panah di ruang-2 atau ruang-3.
 Arah panah menentukan arah vektor dan panjang panah menyatakan
besarnya vektor (magnitude).
 Ekor panah dinamakan titik awal (initial point) dari vektor
 Ujung panah dinamakan titik terminal (terminal point)
 Vektor-vektor yang mempuyai panjang dan arah yang sama dinamakan
ekuivalen
 Vektor dinyatakan dengan:

huruf kecil tebal, misal u, v, w, dan x

Dua huruf kapital cetak tebal yang melambangkan titik awal dan titik ujung vektor
tersebut, misal AB (vektor yang memanjang dari titik A dan titik B)
 Bilangan dalam vektor dinyatakan sebagai skalar. Semua sklaar merupakan
bilangan riil dan dinyatakan dengan huruf kecil biasa, misalnya a, b, k, v, dan
x
(b)
(a)
(c)
Gambar 1. (a) vektor a
(b) vektor AB
(c) vektor-vektor ekivalen
3. VEKTOR
Definisi 3.1
Jika u dan v adalah vektor maka jumlah kedua vektor itu diperoleh dengan
menggeser v sedemikian sehingga ekornya berimpit dengan kepala vektor u
dan kemudian mendefinisikannya u + v sebagai vektor yang memanjang dari
titik awal vektor u ke ujung vektor v.
Definisi.
Jika u dan v adalah sebarang dua vektor, maka jumlah u + v adalah vektor
yang ditentukan sebagai berikut. Tempatkanlah vektor v sehingga titik
awalnya berhimpit dengan titik terminal u. Vektor u + v dinyatakan oleh
panah dari titik awal u terhadap titik terminal v.
Definisi
Untuk mencari jumlah , atau resultan, vektor u dan v , gerakkanlah v
tanpa mengubah besarnya atau arahnya hingga pangkalnya berimpit
dengan kepala u. Cara ini (disebut Hukum Segitiga)
(a)
(b)
Gambar 2 (a) dan (b) penjumlahan vektor u + v
Dalam gambar 2 (b) jelas bahwa
u+v=v+u
Definisi 3.1 dikenal dengan hukum jajaran-genjang untuk penjumlahan
vektor. Sebab, dalam gambar 3.2, u + v adalah diagonal jajar genjang,
dengan sisi-sisi u dan v.
Untuk sembaran vektor v, kita mendefinisikan –v sebagai vektor yang di
peroleh dari v dengan cara menukarkan ekor dan kepalanya.
v + (-v) = 0
Vektor yang panjangnya nol dinamakan vektor nol (zero vektor) dan
dinyatakan dengan 0. Kita definisikan :
0+v=v+0=v
Definisi
Jika u dan v adalah sebarang dua vektor, pengurangan v dari u didefinisikan
oleh:
u – v = u + (-v)
Gambar 3 (a) dan (b) selisih u - v
Definisi
Untuk sembarang vektor v dan skalar k, mendefinisikan vektor kv sebagai
vektor yang panjangnya adalah 𝑘 kali panjang vektor v dan yang arahnya
sama dengan arah v jika 𝑘 > 0 atau arahnya sama dengan arah –v jika k <
0. Vektor kv dinamakan kelipatan skalar vektor v.
Definisi
Jika v adalah vektor tak nol dan k bilangan riil tak nol (skalar), maka hasil
kali kv didefinisikan sebagai vektor yang panjangnya 𝑘 kali panjang v dan
yang arahnya sama seperti arah v jika 𝑘 > 0 dan berlawanan dengan arah
v jika k < 0. Kita definisikan kv = 0 jika k = 0 dan v = 0.
1
Gambar 4. melukiskan hubungan di antara vektor dan vektor 2 𝒗, −1 𝒗, 2𝒗, −3 𝒗
CONTOH:
Nyatakan w dalam bentuk u dan v.
Penyelesaian:
Oleh kerena u + w = v , maka menyusul bahwa w = v – u
2
Dalam gambar 𝐴𝐵 = 3 𝐴𝐶. Nyatakan m dalam bentuk u dan v.
Penyelesaian:
2
2
m = u + 𝐴𝐵 = u + 3 𝐴𝐶 = u + 3 𝐯 − 𝐮
1
= 3𝐮 +
2
𝐯
3
Secara lebih umum, jika 𝐴𝐵 = t𝐴𝐶, dimana 0 < 𝑡 < 1, maka
m = (1 – t) u + tv
Ekspresi yang baru saja diperoleh untuk m dapat pula dituliskan sebagai
u + t(v – u)
Jika diketahui vektor-vektor u, v, dan w pada gambar 5. Tunjukkan
bagaimaa cara menentukan konstanta a dan b sehingga w = au + bv
Penyelesaian :
pertama-tama gambarkan sebuah garis yang melalui kepala vektor w,
sejajar dengan v, sampai memotong perpanjangan u. Selanjutnya kita tarik
garis melalui kepala w, sejajar dengan u sampai memotong v atau
perpanjangannya.
Karena OA + OB = w = au + bv, maka OA dan OB masing-masing tidak lain
adalah au + bv. Skalar a sekarang dapat ditentukan dengan cara
membandingkan panjang u dengan panjang au, begitu pula dapat ditentukan
dengan cara membandingkan panjang v dengan panjang bv.
(a)
(b)
Gambar 5
4. SISTEM KOORDINAT VEKTOR
4.1. Sistem koordinat vektor ruang-2
Misalkan v sebarang vektor pada bidang, v telah di tempatkan sehingga titik
awalnya berada di titik asal sistem koordinat siku-siku. Koordinat (𝑣1 , 𝑣2 ) dari
titik terminal v merupakan komponen-komponen v. Ditulis:
v = (𝑣1 , 𝑣2 )
Operasi penjumlahan vektor dan operasi perkalian vektor dengan skalar
sangat mudah dilakukan dalam komponen-komponen.
Jika v = (𝑣1 , 𝑣2 ) dan w = (𝑤1 , 𝑤2 ) maka:
v + w = (𝑣1 + 𝑤1 , 𝑣2 + 𝑤2 )
..............................................................(1)
Jika v = (𝑣1 , 𝑣2 ) dan k adalah sebarang skalar, maka
kv = (𝑘𝑣1 , 𝑘𝑣2 )
..............................................................(2)
Karena v – w = v + (-w), diikuti rumus (1) dan (2) maka :
v – w = (𝑣1 − 𝑤1 , 𝑣2 − 𝑤2 )
4.2. Sistem koordinat vektor ruang-3
Vektor v dilokasikan sehingga titik awalnya berada di titik asal sisetm
koordinat siku-siku, maka koordinat-koordinat titik terminal dinamakan
komponen-komponen v. Ditulis:
v = (𝑣1 , 𝑣2, 𝑣3 )
Jika v = (𝑣1 , 𝑣2, 𝑣3 ) dan w = (𝑤1 , 𝑤2, 𝑤3 ) , maka
v + w = (𝑣1 + 𝑤1 , 𝑣2 + 𝑤2, 𝑣3 + 𝑤3 )
v – w =(𝑣1 − 𝑤1 , 𝑣2 − 𝑤2, 𝑣3 − 𝑤3 )
Jika v = (𝑣1 , 𝑣2, 𝑣3 ) dan k sebarang skalar, maka
kv = (𝑘𝑣1 , 𝑘𝑣2, 𝑘𝑣3 )
Tiga vektor khas di ruang-3 adalah
𝐢 = 1, 0, 0 ,
𝐣 = 0, 1, 0 , dan
𝐤 = (0, 0, 1)
Ini disebut vektor satuan baku atau vektor basis. Setiap vektor v = (𝑣1 , 𝑣2, 𝑣3 )
dapat di tulis dalam bentuk i, j, dan k sebagai berikut :
v = (𝑣1 , 𝑣2, 𝑣3 ) = 𝑣1 𝒊 + 𝑣2 𝐣 +𝑣3 𝐤
Jika vektor 𝑃1 𝑃2 mempunyai titik awal 𝑃1 𝑥1 , 𝑦1 , 𝑧1 dan titik terminal
𝑃2 𝑥2 , 𝑦2 , 𝑧2 , maka
𝑃1 𝑃2 = 𝑂𝑃1 − 𝑂𝑃2 = 𝑥2 , 𝑦2 , 𝑧2 − 𝑥1 , 𝑦1 , 𝑧1 = 𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 , 𝑧2 − 𝑧1
Contoh:
Komponen – komponen vektor v = 𝑃1 𝑃2 dengan titik awal 𝑃1 (2, -1, 4) dan titik
terminal 𝑃2 = ( 7, 5, −8) adalah
v = (7 − 2, 5 − (−1), (−8) − 4) = (5, 6, −12)
Teorema 1. Jika 𝒖, 𝒗, 𝒘 adalah vektor-vektor di ruang-2 atau ruang-3 dan k serta
1 adalah skalar, maka hubungan berikut berlaku.
a. 𝒖 + 𝒗 = 𝒗 + 𝒖
b. (𝒖 + 𝒗) + 𝒘 = 𝒖 + (𝒗 + 𝒘)
c.
𝒖 + 0 = 0 + 𝒖 = 𝒖
d. 𝒖 + (−𝒖) = 0
e. 𝑘(𝑙𝒖) = (𝑘𝑙)𝒖
f.
𝑘(𝒖 + 𝒗) = 𝑘𝒖 + 𝑘𝒗
g. (𝑘 + 𝑙)𝒖 = 𝑘𝒖 + 𝑙𝒖
h. 1𝒖 = 𝒖
i.
k𝒖 = k 𝒖
b. (𝒖 + 𝒗) + 𝒘 = 𝒖 + (𝒗 + 𝒘)
 Bukti b (analitik)
Misalkan 𝒖 = 𝑢1 , 𝑢2 , 𝑢3 , 𝒗 = (𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 ), dan 𝒘 = (𝑤1 , 𝑤2 , 𝑤3 )
Maka ∶ 𝒖 + 𝒗 + 𝒘 = [(𝑢1 , 𝑢2 , 𝑢3 ) + (𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 ) + (𝑤1 , 𝑤2 , 𝑤3 )]
= (𝑢1 +𝑣1, 𝑢2 +𝑣2 , 𝑢3 +𝑣3 )+ (𝑤1 , 𝑤2 , 𝑤3 )
= ([𝑢1 +𝑣1 ]+𝑤1 , [𝑢2 +𝑣2 ]+𝑤2 , [𝑢3 +𝑣3 ]+𝑤3 )
= (𝑢1 +[𝑣1+𝑤1 ], 𝑢2 +[𝑣2 +𝑤2 ], 𝑢3 +[𝑣3 +𝑤3 ])
= 𝑢1 , 𝑢2 , 𝑢3 + (𝑣1+𝑤1 , 𝑣2 +𝑤2 , 𝑣3 +𝑤3 )
= 𝒖 + (𝒗 + 𝒘)
 Bukti b (geometris)
Misalkan u, v, w dinyatakan oleh 𝑃𝑄, 𝑄𝑅. 𝑑𝑎𝑛 𝑅𝑆 seperti gambar di bawah ini:
𝒗 + 𝒘 = 𝑄𝑆
dan
𝒖 + (𝒗 + 𝒘) = 𝑃𝑆
dan
(𝒖 + 𝒗) + 𝒘 = 𝑃𝑆
Juga
𝒖 + 𝒗 = 𝑃𝑅
Maka
𝐮 + (𝐯 + 𝐰) = (𝐮 + 𝐯) + 𝐰
f. 𝑘(𝒖 + 𝒗) = 𝑘𝒖 + 𝑘𝒗
Bukti:
𝑘(𝒖 + 𝒗)
= 𝑘( 𝑢1 , 𝑢2 , 𝑢3 + (𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 ))
= 𝑘(𝑢1 +𝑣1 , 𝑢2 +𝑣2 , 𝑢3 +𝑣3 )
= (𝑘𝑢1 + 𝑘 𝑣1 , 𝑘𝑢2 +𝑘𝑣2 , 𝑘𝑢3 + 𝑘𝑣3 )
= 𝑘𝑢1 , 𝑘𝑢2 , 𝑘𝑢3 + (𝑘𝑣1 , 𝑘𝑣2 , 𝑘𝑣3 )
= 𝑘 𝑢1 , 𝑢2 , 𝑢3 + 𝑘(𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 )
= 𝑘𝒖 + 𝑘𝒗
i.
k𝒖 = k 𝒖
Bukti :
k𝒖 =
=
𝑘𝑢1 , 𝑘𝑢2 , 𝑘𝑢3
(𝑘𝑢1 )2 +(𝑘𝑢2 )2 + (𝑘𝑢3 )2
= 𝑘 2 (𝑢1 2 + 𝑢2 2 + 𝑢3 2 )
= 𝑘 2 (𝑢1 2 + 𝑢2 2 + 𝑢3 2 ) = k 𝒖
4.3 Panjang Vektor
Panjang sebuah vektor v sering dinamakan norma v dan dinyatakan dengan || v
||.
Panjang norma vektor v = (𝑣1 , 𝑣2 ) dengan teorema phytagoras
𝐯 =
𝒗𝟐𝟏 + 𝒗𝟐𝟐
Mislakan v = (𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 ), adalah vektor di ruang -3. Dengan teorema phyagoras:
𝒗
𝟐
= 𝑶𝑹𝟐 + 𝑹𝑷𝟐
= 𝑶𝑸𝟐 + 𝑶𝑺𝟐 + 𝑹𝑷𝟐
=𝒗𝟐𝟏 + 𝒗𝟐𝟐 + 𝒗𝟐𝟑
Jadi,
𝐯 =
𝒗𝟐𝟏 + 𝒗𝟐𝟐 + 𝒗𝟐𝟑
Jika 𝑃1 𝑥1 , 𝑦1 , 𝑧1 dan 𝑃2 𝑥2 , 𝑦2 , 𝑧2 , adalah dua titik di ruang-3, maka jarak d di
antara kedua titik tersebut adalah norma vektor 𝑃1 𝑃2 . Karena
𝑃1 𝑃2 = 𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 , 𝑧2 − 𝑧1
Maka
𝑑=
(𝑥2 − 𝑥1 )2 +(𝑦2 − 𝑦1 )2 +(𝑧2 − 𝑧1 )2
Demikian juga untuk 𝑃1 𝑥1 , 𝑦1 dan 𝑃2 𝑥2 , 𝑦2 , adalah titik di ruang-2, maka jarak
antara kedua titik tersebut adalah
𝑑=
(𝑥2 − 𝑥1 )2 +(𝑦2 − 𝑦1 )2
CONTOH:
Misalkan v = (4, -3). Carilah 𝒗 dan carilah vektor satuan u dengan arah
sama seperti v.
Penyelesaian:
𝐯 =
𝒗𝟐𝟏 + 𝒗𝟐𝟐
𝐯 =
42 + (−3)2
𝐯 = 25
𝐯 =5
Untuk mencari u, kita bagi v dengan panjangnya 𝑣
𝐯
(𝟒, −𝟑)
𝟏
𝟒 −𝟑
𝐮=
=
= 𝟒, −𝟑 = ( ,
)
2
2
v
𝟓
𝟓
𝟓
4 + (−3)
Panjang u = 1
Norma vektor v = (-3,2,1) adalah
𝐯 =
(−3)2 +22 + 12 = 14
Jarak d diantara titik 𝑃1 2, −1, −5 dan 𝑃2 4, −3,1 adalah
𝑑=
(4 − 2)2 +(−3 + 1)2 +(1 + 5)2 = 44 = 2 11
Download