Uploaded by User10420

Makalah Sistem & Prosedur

advertisement
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, nikmat dan iman kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas
makalah yang berjudul “Praktek membuat Sistem dan Prosedur”. Makalah ini
disusun untuk memenuhi sebagian prasyarat guna mememuhi nilai mata kuliah
Manajemen Perkantoran.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyelesaian makalah ini
dapat terlaksana berkat bantuan dari berbagai pihak. Maka dari itu, dengan segala
kerendahan hati sebagai ungkapan rasa syukur atas segala bantuan yang diberikan
perkenankan penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Henry Eryanto M.M, selaku dosen mata kuliah Manajemen
Perkantoran.
2. Teman-teman seperjuangan prodi D3 Administrasi Perkantoran A angkatan
2017.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena
itu, penulis mengharapkan saran, kritik dan masukan yang membangun untuk
sempurnanya makalah ini. Penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
Jakarta, 27 September 2018
Kelompok 12
1
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
...................................................................................... 1
DAFTAR ISI ....................................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 5
1.3 Tujuan ............................................................................................ 5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Kerja dan Prosedur Kerja ................................ 6
2.1.1 Pengertian Prosedur Kerja ................................................... 6
2.1.2 Pengertian Sistem Kerja ..................................................... 6
2.2 Manfaat dari Sistem Kerja dan Prosedur Kerja ............................. 7
2.3 Asas-asas penyusunan Sistem Kerja dan Prosedur Kerja ............. 8
2.4 Pengaturan pokok di Bidang Sistem kerja dan Prosedur Kerja
dalam sebuah Organisasi .............................................................. 8
2.5 Prinsip-prinsip dan Teknik Penyusannya ...................................... 9
2.6 Simbol-simbol dalam Prosedur ................................................... 10
2.7 Kegunaan simbol-simbol dalam Prosedur ................................... 11
2.8 Keuntungan Sistem kerja dan Prosedur kerja ............................. 12
2
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem perkantoran ialah segenap rangkaian prosedur yang telah menjadi pola
kebulatan, tata kerja, dan tata tertib dalam penyelesaian sesuatu bidang kerja atau
fungsi pokok dalam suatu organisasi. Misalnya sistem kearsipan atau sistem
penyimpanan warkat yang meliputi pedoman-pedoman penyimpanannya, ukuranukuran bakunya, alat perlengkapannya, tata cara penaruhan dan pengambilan
warkat, tata tertib peminjaman berkas sampai prosedur penyingkiran dan
pemusnahan arsip.
Menurut Ahli Inggris J.C. Denyer (Office Management, 1975) memberikan
definisi sistem perkantoran sebagai berikut:
Dapatlah dikatakan bahwa suatu sistem perkantoran adalah urutan baku
operasi-operasi dalam suatu kegiatan perusahaan khusus (pembayaran upah,
pembuatan
faktur
penjualan,
dangan bagaimana operasi-operasi
dan
itu
sebagainya)
dilaksanakan
dan
(metode)
berkenaan
maupun
dengan dimana dan bila mana dilaksanakan.
Definisi yang diberikan oleh Terry:
Suatu prosedur perkantoran dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian
langkah-langkah ketatausahaan yang bertalian, biasanya dilaksanakan oleh lebih
dari satu orang, yang membentuk suatu cara yang diterima dan menjadi tetap
dalam menjalankan suatu tahap aktivitas perkantoran yang penting dan
menyeluruh.
Jadi Prosedur perkantoran adalah segenap rangkaian metode kantor yang telah
menjadi langkah-langkah tetap dalam penyelesaian sesuatu pekerjaan di bidang
tatausaha biasanya oleh lebih daripada satu petugas.
4
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan yang akan dibahas sebagai
berikut:
(1) Apa pengertian Sistem kerja dan Prosedur kerja?
(2) Apa saja manfaat dari Sistem kerja dan Prosedur kerja?
(3) Apa saja asas-asas penyusunan Sistem kerja dan Prosedur kerja?
(4) Bagaimana pengaturan pokok di bidang Sistem kerja dan Prosedur kerja
dalam sebuah Organisasi?
(5) Bagaimana Prinsip-prinsip dan Teknik Penyusunannya?
(6) Sebutkan simbol-simbol dalam Prosedur!
(7) Apa saja kegunaan simbol-simbol dalam Prosedur?
(8) Apa saja keuntungan Sistem dan Prosedur?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan sebagai berikut:
(1) Dapat menjelaskan pengertian Sistem kerja dan Prosedur kerja.
(2) Dapat menyebutkan manfaat dari Sistem kerja dan Prosedur kerja.
(3) Dapat menyebutkan asas-asas penyusunan Sistem kerja dan Prosedur
kerja.
(4) Dapat menjelaskan bagaimana pengaturan pokok di bidang Sistem kerja
dan Prosedur kerja dalam sebuah Organisasi.
(5) Dapat
menjelaskan
bagaimana
Prinsip-prinsip
dan
Teknik
Penyusunannya.
(6) Dapat menyebutkan simbol-simbol dalam Prosedur.
(7) Dapat menjelaskan kegunaan simbol-simbol dalam Prosedur.
(8) Dapat menyebutkan keuntungan Sistem dan Prosedur.
5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Kerja dan Prosedur Kerja
2.1.1 Pengertian Sistem Kerja
Sistem adalah sekumpulan unsur/elemen yang saling berkaitan dan saling
mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Sistem kerja adalah suatu rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang
kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka melaksanakan
sesuatu bidang pekerjaan.
Pentingnya sistem kerja atau sistem perkantoran :
1. Mengakibatkan pekerjaan kantor menjadi lebih lancar (artinya arus
pekerjaan yang lebih baik).
2. Memberikan pengawasan yang lebih baik mengenai apa yang dilakukan
dan bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan.
3. Mengakibatkan penghematan dalam biaya tetap dan biaya tambahan.
4. Mengakibatkan koordinasi yang lebih baik di antara bagian-bagian yang
berlainan.
5. Membantu dalam latihan pegawai-pegawai baru.
6. Dihubungkan dengan formulir perkantoran, alat pekerjaan tata-usaha yang
penting.
2.1.2 Pengertian Prosedur Kerja
Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain
sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang
harus ditempuh dalam rangka penyelesaian sesuatu bidang tugas.
1.
Prinsip- Prinsip Penyusunan Prosedur Kerja
Pada hakekatnya prosedur kerja disusun agar setiap pekerjaan dapat
diselesaikan dengan sebaik-baiknya dengan tahapan yang teratur, dan pada
6
akhirnya dapat diselesaikan menurut limit waktu yang telah ditentukan. Untuk
menyusun prosedur kerja ini tentu saja diperlukan proses yang panjang dan
dilakukan oleh orang-orang yang telah kompeten di bidangnya.
Apabila kondisi tersebut di atas telah dipenuhi untuk menyusun sesuai
prosedur kerja, maka dilaksanakanlah penyusunan prosedur kerja berdasarkan
prinsip-prinsip sebagai berikut :
Ø
Rasional
Setiap prosedur kerja harus masuk akal dan mudah dipahami, sehingga senua
oraang sesuai klasifiasinya agar dengan mudah untuk mengerti
Ø
Sistimatis
Menggungakan urutan kerja yang teratur, yakni mengalir dari tahap pertama
dan selanjutnya
Ø
Bersifat Operasional
Menjelaskan tentang teknis pelaksanaan yang dapat dikerjakan dan dapat
bersifat teoritis.
Ø
Menggunakan Jarak Terpendek
Setiap pekerjaan sedapat mungkin tidak melalui jalur atau jenjang yang
panjang
Ø Menekankan Kepada Prinsip Kerja
Semua pekerjaan yang saling berkaitan ditempatkan secara berurutan.
2.2 Manfaat dari Sistem Kerja dan Prosedur Kerja
Berdasarkan pengertian yang ada maka manfaat yang dapat diperoleh dari
sistem kerja dan prosedur kerja adalah sebagai berikut:
1. Sistem kerja dan Prosedur kerja penting artinya sebagai suatu pola kerja
yang merupakan penjabaran tujuan, sasaran, program kerja, fungsi-fungsi
dan kebijaksanaan ke dalam kegiatan-kegiatan pelaksanaan yang nyata.
2. Melalui Sistem kerja dan Prosedur kerja yang dibuat dengan tepat, dapat
dilakukan dengan standardisasi dan pengendalian kerja dengan setepattepatnya.
7
3. Sistem kerja dan Prosedur kerja bermanfaat baik bagi para pelaksana
maupun semua pihak yang berkepentingan, untuk dijadikan sebagai
pedoman kerja.
2.3 Asas-asas Penyusunan Sistem Kerja dan Sistem Kerja
Supaya ada kejelasan, maka guna penyusunan Sistem kerja dan Prosedur
kerja perlu memperhatikan beberapa asas sebagai berikut:
1. Harus dinyatakan secara tertulis dan disusun secara sistematis, serta
dituangkan dalam bentuk manual atau pedoman kerja pelaksanaannya.
2. Harus dikomunikasikan atau diinformasikan secara sistematis, kepada
semua petugas atau pihak yang bersangkutan atau yang berkepentingan.
3. Harus selaras dengan kebijaksanaan pimpinan yang berlaku dan dengan
kebijaksanaan umum yang ditentukan pada tingkat yang lebih tinggi.
4. Harus dapat mendorong pelaksanaan kegiatan secara efisien serta
menciptakan jaminan yang memadai bagi terjaganya sumber-sumber yang
berada dibawah pengendalian organisasi.
5. Secara periodik harus ditinjau dan dievaluasi kembali serta bila perlu
direvisi dan disesuaikan dengan keadaan.
2.4 Pengaturan Pokok Di Bidang Sistem Kerja dan Prosedur Kerja dalam
sebuah Organisasi
Secara umum kebijaksanaan pengaturan di bidang Sistem kerja dan Prosedur
kerja dapat dinyatakan sebagai berikut:
1. Setiap pimpinan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan
sinkronisasi baik dalam lingkungan instansi masing-masing maupun
dengan instansi atau kantor lain.
2. Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan
mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan membimbing serta
memberikan petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
8
3. Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti petunjuk dan
bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dengan menyampaikan
laporan berkala tepat pada waktunya.
4. Setiap pimpinan organisasi wajib mengolah dan memanfaatkan laporan
guna bahan pengambilan keputusan, penyusunan laporan lebih lanjut dan
memberikan petunjuk kepada bawahan.
5. Dalam menyampaikan suatu laporan, setiap satuan organisasi wajib
memberikan tembusan kepada satuan organisasi lainnya yang secara
fungsional mempunyai hubungan kerja.
2.5 Prinsip-prinsip dan Teknik Penyusunannya
Mengingat pentingnya Sistem kerja dan Prosedur kerja sebagaimana telah
diuraikan, maka dalam teknik penyusunannya dan penentuan Sistem kerja dan
Prosedur kerja yang harus dipakai dalam setiap instansi hendaknya dapat dipenuhi
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Sistem kerja dan Prosedur kerja, harus disusun dengan memperhatikan
segi-segi tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya dan waktu yang
tersedia serta segi luas, macam, dan sifat dari tugas atau pekerjaan.
2. Untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat maka terlebih
dahulu dipersiapkan penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema
organisasi berikut klasifikasi jabatan dan analisis jabatannya, unsur-unsur
kegiatan didalam organisasi dan lainnya.
3. Hendaknya ditentukan satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan
prosedurnya.
4. Perlu didaftar secara rinci tentang pekerjaan yang harus dilakukan berikut
lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas
termaksud.
5. Dalam penetapan urutan tahap demi tahap dari rangkaian pekerjaan, maka
antara tahap yang satu dengan tahap yang berikutnya harus terdapat
hubungan yang sangat erat yang keseluruhannya menuju ke satu tujuan.
9
6. Setiap tahap harus merupakan suatu kerja nyata dan perlu untuk
pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang
dimaksudkan.
7. Perlu ditetapkan tentang kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang
diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas termaksud.
8. Sistem kerja dan Prosedur kerja harus disusun secara tepat sehingga
memiliki stabilitas dan fleksibilitas.
9. Penyusunan Sistem kerja dan Prosedur kerja harus selalu disesuaikan
dengan perkembangan teknologi.
10. Untuk penggambaran tentang penerapan suatu prosedur tertentu sebaiknya
dipergunakan simbol dan skema atau bagan prosedur dengan setepattepatnya. Bagan semacam ini sering disebut skema arus kerja.
11. Untuk menjamin penerapan Sistem kerja dan Prosedur kerja dengan
setepat-tepatnya, maka perlu dipakai buku pedoman.
2.6 Simbol-simbol dalam Prosedur
Simbol-simbol
dipergunakan
untuk
menggambarkan
suatu
prosedur
pekerjaan .Simbol-simbol tersebut adalah :
1. Lingkaran Besar
Lingkaran besar menunjkkan operasi (operating) atau sesuatu yang harus
dikerjakan.Apabila ditengahnya dibubuhi huruf C berarti pekerjaan
tersebut harus dikerjakan dengan mesin , dan apabila dibubuhi dengan
huruf M berarti harus dikerjakan dengan mesin,dan apabila dibubuhi huruf
T artinya dikerjakan dengan mesin ketik (typewriter).
2. Belah Ketupat
Belah ketupat atau segi empat berbentuk berlian (diamond) adalah symbol
untuk menunjukkan pemeriksaan (inspection, control, and check)
mengenai mutu atau kualitas (quality).
10
3. Segi Empat Bujur Sangkar
Segi empat bujur sangkar mennjukkan pemeriksaan mengenai jumlah atau
kuantitas. Apabila dibubuhi dengan huruf D berarti ada penahanan atau
penundaan suatu proses karena harus menunjukkan tindakan atau
penyelesaian lebih lanjut.
4. Segi Tiga Terbalik
Segi tiga terbalik ini menunjukkan penyimpangan (storage) secara tetap
(permanent).
5. Segi Tiga Ganda Terbalik
Symbol ini menunjukkan penyimpangan untuk sementara (temporary).
6. Lingkaran Kecil
Lingkaran kecil berarti pemindahan (transfer) atau pengangkuttan
(transport).
7. Anak Panah
Anak panah menunjukkan arah jalannya atau arus (flow) sesuatu dokumen
melalui sesuatu preoses pengerjaan.
2.7 Kegunaan simbol-simbol dalam Prosedur
Simbol-simbol tersebut digunakan sebagai tanda dalam rangka membuat
skema arus kerja atau prosedur kerja yang bermanfaat untuk mengetahui:
1. Jenis pekerjaan, tahap, gerakan dan bagian pekerjaan yang bagaimanakah
yang diperlukan untuk penyelesaian suatu bidang tugas.
2. Waktu rata-rata yang diperlukan baik untuk penyelesaian setiap tahap atau
jenis pekerjaan termaksud maupun waktu seluruhnya yang diperlukan
untuk penyelesaian tugas termaksud.
3. Persyaratan kecakapan keterampilan pegawai yang diperlukan untuk dapat
mengerjakan pekerjaan yang bersangkutan dengan sebaik-baiknya.
4. Peralatan dan fasilitas kerja yang diperlukan untuk dapat mengerjakan
pekerjaan yang bersangkutan.
11
5. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk suatu bidang tugas atau bidang
kegiatan dan sebagai salah satu alat evaluasi kerja pegawai.
6. Apakah peralatan, fasilitas, dan tenaga kerja telah dimanfaatkan sesuai
dengan kapasitas yang semestinya.
7. Adanya kemacetan yang paling banyak terjadi.
Disamping untuk mengetahui hal tersebut, maka skema arus kerja atau
prosedur kerja juga mempunyai kegunaan sebagai berikut:
1. Pedoman kerja dan alat pendidikan, terutama bagi pegawai baru.
Disebut sebagai skema arus kerja atau skema proses kerja atau skema
prosedur kerja.
2. Alat untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
3. Alat untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja
yang tepat.
4. Alat untuk mengatur tata ruang kantor.
5. Alat untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang bertumpuk.
6. Alat perencanaan kerja dan pengembangannya di kemudian hari.
7. Alat untuk mengadakan klasifikasi, uraian dan analisis jabatan.
8. Alat untuk menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh
proses kerja.
9. Alat untuk mempersiapkan mekanisasi prosedur.
Berikut ini contoh penggunaan simbol pada tata kerja penerimaan surat
masuk di suatu kantor. Penggunaan simbol pada tata kerja suatu kegiatan dapat
dibuat perbedaannya antara keadaan atau kenyataan yang ada dengan keadaan
yang disarankan, sehingga akan terlihat perbedaannya guna dapat dipikirkan
penyempurnaannya lebih lanjut.
2.8 Keuntungan Sistem Dan Prosedur
a.
Sistem dan prosedur memajukan pandangan yang menyeluruh secara realistis.
Perkiraan-perkiraan total sebuah situasi, macam-macam tingkat intensitas
12
mereka pada berbagai bidang sebuah perusahaan dan pengaruh perubahan
atas salah satu bidang tersebut dapat dipastikan.
b.
Sistem kerja dan Prosedur kerja membantu untuk menjadikan pekerjaan yang
berulang menjadi suatu rutin hingga dengan demikian menyederhanakan
pelaksanaannya dan mengurangi pembuatan keputusan diperlukan untuk
mengerjakannya.
c.
Melalui Sistem kerja dan Prosedur kerja uniformitas aksi pekerjaan dicapai.
d.
Mengurangi kemungkinan timbulnya kesalahan-kesalahan.
e.
Ketepatan/kecermatan pula dicapai karena fakta bahwa seorang pekerja
karena spesialisasi pekerjaan menjadi terampil dalam tugasnya dan cocok
untuk pekerjaan khusus.
f.
Sesuatu keuntungan penting yang kerap kali dilupakan adalah bahwa Sistem
kerja dan Prosedur kerja mengurangi pembuatan keputusan yang salah dan
terburu-buru.
g.
Sistem kerja dan Prosedur kerja dapat membantu usaha-usaha latihan.
h.
Sistem kerja dan Prosedur kerja menyebabkan identifikasi dan isolasi dari
bidang-bidang pekerjaan problem.
13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem perkantoran ialah segenap rangkaian prosedur yang telah menjadi pola
kebulatan, tata kerja, dan tata tertib dalam penyelesaian sesuatu bidang kerja atau
fungsi pokok dalam suatu organisasi
Sistem adalah sekumpulan unsur/elemen yang saling berkaitan dan saling
mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan
Prosedur dapat diartikan sebagai serangkaian tahapan pekerjaan kertas terpilih,
biasanya dikerjakan oleh lebih dari satu orang yang merupakan cara-cara yang
ditentukan dan dalam mengadakan keseluruhan fase utama dari aktifitas kantor.
Sistem kerja dan Prosedur kerja penting artinya sebagai suatu pola kerja yang
merupakan penjabaran tujuan, sasaran, program kerja, fungsi-fungsi dan
kebijaksanaan ke dalam kegiatan-kegiatan pelaksanaan yang nyata.
Melalui Sistem kerja dan Prosedur kerja yang dibuat dengan tepat, dapat
dilakukan dengan standardisasi dan pengendalian kerja dengan setepat-tepatnya.
Supaya ada kejelasan, maka guna penyusunan Sistem kerja dan Prosedur
kerja perlu memperhatikan beberapa asas sebagai berikut: harus dinyatakan secara
tertulis dan disusun secara sistematis, serta dituangkan dalam bentuk manual atau
pedoman kerja pelaksanaannya, harus dikomunikasikan atau diinformasikan
secara sistematis, kepada semua petugas atau pihak yang bersangkutan atau yang
berkepentingan.
Sistem dan prosedur yang modern menpertimbangkan suatu perusahaan
sebagai suatu keseluruhan dan menjauhkan dari batasan- batasan, departemen dan
memodeli lebih dari model gagasan yang ketinggalan jaman. Masing – masing
departemen, divisi, unit, sub unit, mengambil bagian dalam pencapaian tujuan.
14
DAFTAR PUSTAKA
Prof.Dr.Hj.Sedarmayanti,M.Pd.,APU. Manajemen Perkantoran Modern
Prof.Dr.Winardi. Manajemen Perkantoran Sistem dan Prosedur
Drs.Moekijat. Administrasi Perkantoran
15
Download