Uploaded by User5713

perkembangan ekonomi

advertisement
Nama : Ayu Intan Situmorang
Nim : 18310032
Prodi : Keuangan Perbankan
Standar Chartered memprediksikan salah satu yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada 2018 adalah investasi.
tirto.id - Standard Chartered memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,2 persen pada 2018, atau lebih cepat dibandingkan
pertumbuhan tahun lalu yang berada di kisaran 5,1 persen.
"Tingkat pertumbuhan akan mendapat dorongan di 2018 dari kebijakan moneter yang longgar, reformasi struktural untuk
menghilangkan bottleneck dalam logistik dan memperbaiki iklim investasi, dan permintaan eksternal yang masih kuat," kata Kepala Ekonom
Standard Chartered Bank Indonesia, Aldian Taloputra dalam acara outlook ekonomi di Jakarta pada Senin (22/1/2018).
Standar Chartered memprediksikan investasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada 2018, karena pemerintah tengah mendorong
proyek infrastruktur dan kontribusi investasi swasta yang didukung membaiknya iklim investasi.
"Investasi sektornya di infrastruktur dan komoditi related. Jadi, mungkin sektor private masih perlahan, tapi data terakhir sudah mulai bervariasi.
Kalau kita lihat penjualan semen cukup naik kuat, di drive dengan proyek infrastruktur," ujar Aldian.
Aldian menyebutkan peningkatan investasi swasta didukung oleh peningkatan level kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) yakni dari
91menjadi 72 pada 2017, pengenalan sistem pengakuan tunggal yang disederhanakan untuk kepentingan lisensi investasi (Pelayanan Terpadu Satu
Pintu/PTSP).
"Nilai minimum proyek berharga Rp100 miliar dengan keterlibatan BUMN dalam proyek infrastruktur juga sudah diatur, dengan harapan membatasi
campur tangan BUMN dan mendorong pembiayaan pihak swasta," ucapnya.
Selain itu, pendukung pertumbuhan ekonomi juga didorong ekspor, yang diperkirakan lebih sedikit moderat. Aldian meyakini neraca perdagangan
2018 akan mengalami surplus per bulan sekitar 200-300 juta dolar AS, meski, pada Desember 2017 mengalami defisit 0,1 miliar dolar AS.
"Tapi menurut kita ekspor masih cukup baik. Komoditi juga kita lihat arahnya masih ke atas. Yang terjadi adalah ekspor tetep naik, tapi pengaruh
impornya juga relatif lebih cepat, makanya defisitnya melebar," terangnya.
Ia menyebutkan pada 2018 ini pertumbuhan ekspor-impor hampir seimbang ada di kisaran 5-6 persen. Sehingga, dia memperkirakan defisit neraca
berjalan (Current Account Deficit/CAD) berada di level 2,1 persen. Sedangkan Bank Indonesia memperhitungkan CAD di kisaran 2-2,5 persen.
"Kemarin agak low base karena naiknya cepat, kelihatannya angkanya tinggi, tapi pertumbuhannya agak melambat. Tapi, kita lihat agak jauh ke
belakang dikit dari 2015, ada kontraksi. Sebenarnya ada tumbuh aja (ekspor) itu baik," sebutnya.
Lebih lanjut, Aldian menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap masih belum merata, meskipun investasi dan ekspor meraih
momentum yang didukung oleh proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan solidnya permintaan dari eksternal.
Namun, kata dia, ada konsumsi yang melemah diakibatkan oleh melambatnya peningkatan upah kerja, adanya kenaikan tarif listrik, dan pemerataan
ketersediaan lapangan kerja di sektor formal.
"Untuk mengimbangi hal ini, pemerintah telah menyempurnakan kebijakan fiskal untuk tahun 2018 dengan subsidi, dana desa, dan belanja sosial
lebih besar, guna meningkatkan daya beli masyarakat
berpenghasilan menengah dan rendah," ungkapnya.
Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 22 Januari 2018
Berdasarkan wacana yang saya baca,saya berpendapat bahwa perkembangan perekonomian di
Indonesia semakin membaik.Serpeti yang saya baca, bahwa investasi menjadi motor penggerak pertumbuhan
ekonomi,dan apabila pemerintah mendukung proyek infrastrktur dan kontribusi investasi swasta maka iklim
investasi akan membaik.
Selain itu,seperti yang saya baca bahwa pendukung pertumbuhan ekonomi juga didorong ekspor. Maka dari
itu, kiranya pemerintah tetap berupaya agar produk-produk yang di ekspor dapat diterima dengan puas hati.
Sehingga dengan mengekspor Indonesia meraih momentum yang lebih baik dan dapat memajukan perekonomian
Indonesia.
Dan kiranya dengan kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah dengan “subsidi,dana desa,dan belanja sosial
lebih besar,guna meningkatkan daya beli masyarakat menengah dan rendah” dapat memajukan perekonomian
Indonesia.
Download
Random flashcards
hardi

0 Cards oauth2_google_0810629b-edb6-401f-b28c-674c45d34d87

Create flashcards