I. DESKRIPSI SINGKAT II. TUJUAN PEMBELAJARAN KEBUTUHAN

advertisement
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
I. DESKRIPSI SINGKAT
Kebutuhan manusia merupakan sesuatu hal yang harus dipenuhi untuk
meningkatkan darajat kesehatan. Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima
kebutuhan yang membentuk tingkatan yang dikenal dengan Hirarki Maslow. Lima
kebutuhan Maslow disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga tidak
terlalu krusial adapun kebutuhan yang dimaksud meliputi : kebutuhan fisiologis,
kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan cinta dan memiliki, kebutuhan harga
diri dan kebutuhan aktualisasi diri.
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu untuk melaksterampilan
dasar kebidanan I dengan pendekatan manajemen kebidanan didasari konsep, sikap
dan keterampilan.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan tentang Kebutuhan fisik oksigen
2. Menjelaskan tentng Nutrisi
3. Menjelaskan tentng Cairan elektrolit
4. Menjelaskan tentng Intake dan output cairan
5. Menjelaskan tentng Eliminasi
6. Menjelaskan tentng Personal hygiene
7. Menjelaskan tentng Body mekanik dan posisi
8. Menjelaskan tentng Istirahat dan tidur
9. Menjelaskan tentng Kebutuhan psikososial
10. Menjelaskan tentng Kebutuhan rasa nyaman
16
III. POKOK BAHASAN
Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan – pokok bahasan sebagai berikut yaitu :
1. Memberikan bantuan kebutuhan dasar
a.
Kebutuhan fisik oksigen
b.
Nutrisi
c.
Cairan elektrolit
d.
Intake dan output cairan
e.
Eliminasi
f.
Personal hygiene
g.
Body mekanik dan posisi
h.
Istirahat dan tidur
i.
Kebutuhan psikososial
j.
Kebutuhan rasa nyaman
IV. BAHAN AJAR
1. Jobsheet
2. Daftar Tilik
V. URAIAN MATERI
A. Memberikan Bantuan Kebutuhan Dasar
1. Oksigen
Oksigen memegang peranan penting dalam semua proses tubuh secara
fungsional. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh secara fungsional
mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena
itu, kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital
bagi tubuh. Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem
pernapasan secara fungsional. Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem
17
respirasi, maka kebutuhan oksigen akan mengalami gangguan. Sering kali individu
tidak menyadari terhadap pentingnya oksigen. Proses pernapasan dianggap sebagai
sesuatu yang biasa-biasa saja. Banyak kondisi yang menyebabkan seseorang
mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen, seperti adanya
sumbatan pada saluran pernapasan. Pada kondisi ini, individu merasakan
pentingnya
Sistem
oksigen.
tubuh
yang
Berperan
dalam
Kebutuhan
Oksigenasi
Saluran pernapasan bagian atas:
a.
Hidung, proses oksigenasi diawali dengan masuknya udara melalui hidung.
b.
esophagus.
c.
Laring, merupakan saluran pernapasan setelah faring.
d.
Epiglotis, merupakan katup tulang rawan yang bertugas menutup laring saat
proses penutupan saluran pernapasan bagian bawah :
e.
Trakhea, merupakan kelanjutan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebta
torakalis kelima.
f.
Bronkhus, merupakan kelanjutan dari trakhea yang bercabang menjadi
bronchus kanan dan kiri
g.
Bronkiolus, merupakan saluran percabangan setelah bronchus.
h.
Alveoli, merupakan kantung udara tempat terjadinya pertukaran oksigen
dengan karbondioksida.
i.
Paru-Paru (Pulmo), Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem
pernapasan.
Proses oksigena.
j.
Ventilasi
Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli
atau dari alveoli ke atmosfer. Proses ventilasi di pengaruhi oleh beberapa hal,
yaitu adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru, semakin tinggi
tempat maka tekanan udara semakin rendah, demikian sebaliknya, semakin
rendah
tempat
tekanan
udara
semakin
tinggi.
Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complienci dan recoil.
Complience merupakan kemampuan paru untuk mengembang. sedangkan
recoil adalah kemampuan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. Pusat
pernapasan, yaitu medulla oblongata dan pons, dapat dipengaruhi oleh
ventilasi.
Proses
ventilasi
ini
18
dipengaruhi
oleh
beberapa
faktor
:
1.Adanya
2.Adanya
konsentrasi
kondisi
oksigen
jalan
napas
di
atmosfer
yang
baik
3.Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan
ekspansi atau kembang kempis.
k.
DifusiGas
Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen dialveoli dengan kapiler paru
dan co2 di kapiler dengan alveoli. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh
beberapa paktor, yaitu luasnya permukaan paru, tebal membran respirasi atau
permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial (keduanya dapat
mempengaruhi proses difusi apabila terjadi proses penebalan). Perbedaan
tekanan dan konsentrasi O2 (hal ini sebagai mana O2 dari alveoli masuk
kedalam darah oleh karena tekanan O2 dalam rongga alveoli lebih tinggi dari
tekanan O2 dalam darah vena pulmonalis, masuk dalam darah secara difusi).
l.
TransformasiGas
Transfortasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan
tubuh dan Co2 jaringan tubuh ke kapiler. Transfortasi gas dapat dipengaruhi
oleh beberapa factor, yaitu curah jantung (kardiak output), kondisi pembuluh
darah, latihan (exercise), perbandingan sel darah dengan darah secara
keseluruhan (hematokrit), serta eritrosit dan kadar Hb.
Fungsi pernafasan antara lain :
1. Mengambil O2 (oksigen).
2. Mengeluarkan CO2 (karbondioksida) sisa pembakaran.
3. Meningkatkan dan melembabkan udara.
4. Melindungi sistem pernafasan dan jaringan lain dari serangan patogenik.
5.Untuk pembentukan komunikasi seperti berbicara, bernyanyi, berteriak dan
menghasilkan suara.
2. ORGAN-ORGAN PERNAPASAN
1. Hidung (nasal)
Hidung mempunyai 2 (dua) rongga yang dibagi oleh suatu sekat yang disebut
septumnasi. Dinding bagian dalam rongga hidung (capum nasi) terdiri dari selaput
lendir yang berfungsi menetralisir suhu dan kelembaban udara yang masuk sehingga
tidak berbeda dengan suhu tubuh. Dibagian dalam rongga hidung terdapat bulu-bulu
halus yang berfungsi menyaring debu/ kotoran yang masuk kedalam hidung pada saat
bernapas.
19
2. Tekak (faring)
Merupakan suatu rongga yang menyambung antara cavumnasi dengan laring. Faring
terletak dibelakan rongga hidung, rongga mulut dan didepan kerongkongan bagian atas.
Tekak terbagi atas 3 (tiga) bagian:
a. Bagian atas disebut nasofaring.
b. Bagian tengah disebut orofaring.
c. Bagian bawah disebut laringo faring.
3. Pangkal tenggorokan (laring)
Laring terletak dibawah epiglotis hingga dibawah jakun. Bentuknya seperti pipa bulat,
terdiri dari kepingan-kepingan tulang rawan yang diikat oleh pigmen dan membran.
Pada bagian ini terdapat pita suara. Dinding laring bagian dalam terdiri dari selaput
lendir yang berguna untuk menyesuaikan suhu dan kelembaban udara yang masuk agar
sesuai dengan suhu tubuh.
Laring terdiri dari 5 (lima) tulang rawan, sebagai berikut:
a. Kartilago tiroid (1 buah) dengan jakun.
b. Kartilago ariteanoid (2 buah) berbentuk beker.
c. Kartilago krikoid (1 buah) berbentuk cincin.
d. Kartilago epiglotis (1 buah).
4. Batang tenggorokan (trachea)
Bentuknya seperti pipa, terletak dari faring hingga sebatas vertebralis thorakalis ke 5.
Tersusun dari 16 hingga 20 buah cincin tulang rawan yang bagian belakangnya diikat
oleh jaringan fibrosa dan otot. Bagian dalamnya dilapisi oleh selaput lendir, yang
berguna untuk menyesuaikan udara yang masuk. Pada trachea terdapat sel-sel bersilia
gunanya untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan
udara pernapasan.
5. Cabang trachea (bronkus)
Ada 2 buah bronkus yaitu bagian kiri dan kanan. Bronkhus kanan lebih pendek dari
bronchus kiri. Bronkhus bercabang lagi menjadi bronchus paru-paru yaitu bronchus
paru atas, bronchus paru tengah dan bronchus paru bawah. Cabang bronchus yang besar
disebut segmenlobus dan cabang selanjutnya disebut segmen bronchus.
6. Cabang bronkus (bronkhiolus) terdapat didalam paru-paru.
Cabang bronkhiolus banyak sekali dengan garis tengah 1 mm. Diujung bronkhiolus
terdapat suaru kantong udara yang disebut alveoli.
7. Kantong udara (alveoli) merupakan akhir dari bronkhiolus.
20
Alveoli membentuk kelompok-kelompok yang disebut asinus, yang merupakan unit
fungsional paru-paru. Disini terjadi pertukaran oksigen dari udara dan karbondioksida
dari darah. Alveoli dikelilingi pembuluh darah atau kapiler.
8. Paru-paru.
Bentuknya seperti kerucut, berada didalam rongga thorak yang diselaputi oleh pleural.
Diantara paru kanan dan kiri terdapat jantung. Paru-paru terdapat atas bagian-bagian
oleh celah-celah yang disebut lobus.
a. Paru-paru kanan terdiri atas lobus superior, lobus medius dan lobus inferior.
b. Paru-paru kiri terdiri atas lobus superior dan lobus inferior.
Setiap lobus terdiri dari lobula-lobula yaitu kumpulan dari alveoli.
Kapasitas paru-paru
Merupakan kesanggupan paru-paru dalam menampung udara di dalamnya. Waktu
ekspirasi udara di dalam paru-paru masih tertinggal ± 3 liter, sedangkan pada waktu
pernapasan tertinggal ± 2 ½ liter.
PROSES TERJADINYA PERNAPASAN
Refleks bernapas diatur oleh pusat pernapasan medulla oblongata.
Inspirasi terjadi jika : Nervus prenikus Rangsangan Muskulus diafragma mengkerut
datar Jarak stratum vertebra semakin lusa dan melebar Rongga dada membesar
sehingga pleura tertarik Tekanan udara berkurang sehingga udara masuk Ekspirasi
terjadi jika : Otot relaksasi Rongga dada menjadi kecil Udara di dorong keluar.
MACAM-MACAM PERNAPASAN
1. Pernapasan dada
Pada saat bernapas, rangka terbesar bergerak. Ini terjadi pada rangka lunak yaitu
pada orang-orang muda dan perempuan.
2. Pernapasan perut
Pada waktu bernapas diafragma turun naik, maka biasanya terjadi pada orang tua.
Jika tulang rawannya tidak begitu lembek yang disebabkan banyak zat kapur
mengendap di dalamnya dan ini banyak kelihatan pada pria.
FISIOLOGI PERNAPASAN
1. Pengendalian pernapasan
Proses pernapasan dikendalikan oleh kimiawi dan syaraf. Pada proses kimiawi,
karbondioksida merangsang saraf di medulla oblongata dan disalurkan lewat saraf
phrenikus dan saraf interkostalis yang selanjutnya menuju otot-otot pernapasan (otot
diafragma atau interkostalis). Otot ini berkontraksi sehingga terjadilah pernapasan.
21
2. Kecepatan pernapasan
Napas wanita lebih cepat dari pria. Patokan normalnya sebagai berikut (sumber
Fundamental Of Nursing, Lilis Taylor, Lippincott, 1997) :
a. Bayi usia< 1 tahun : 30 – 60 X/Menit.
b. Anak usia 1-5 tahun : 20 – 40 X/Menit
c. Anak usia 6 – 12 tahun : 15 – 25 X/Menit
d. Dewasa : !6 – 20 X/Menit.
3. Kebutuhan tubuh akan oksigen
Oksigen diperlukan oleh tubuh pada tingkat metabolisme sel. Sel tubuh yang tidak
memperoleh oksigen akan mengalami kerusakan dan mati. Bila seseorang
kekurangan oksigen akan terlihat kebiru-biruan pada ujung telunjuk tangan, bibir
serta ujung telinga
a. Nutrisi
Sistem yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah system pencernaan
yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Saluran pencernaan dimulai
dari mulut sampai usus halus bagian distal, sedangkan organ asesoris terdiri atas hati,
kantong empedu, dan pankreas.
Saluran Pencernaan
1) Mulut
Mulut merupakan bagian awal dari saluran pencernaan yang terdiri atas dua bagian
luar (vestibula), yaitu ruang diantar gusi, gigi, bibir, dan pipi; serta bagian dalam
yang terdiri dari rongga mulut.
2) Faring dan esophagus
Faring merupakan bagian saluran pencernaan yang terletak di belakang hidung,
mulut, dan laring. Faring berbentuk kerucut dengan bagian terlebar di bagian atas
yang berjalan hingga vertebrae servikal keenam. Faring langsung berhubungan
dengan esophagus, sebuah tabung yang memiliki otot dengan panjang ± 20-25cm
yang terletak di belakang trachea dan di depan tulang punggung, kemudianmasuk
melalui toraks menembus diafragma yang berhubungan langsung dengan abdomen
dan menyambung dengan lambung.
Esophagus merupakan bagian yang menghantarkan makanan dari faring menuju
lambung, bentuknya seperti silinder yang berongga dengan panjang 2cm. kedua
ujungnya dilindungi oleh sphincter. Dalam keadaan normal sphincter bagian atas
selalu tertutup, kecuali bila ada makanan masuk ke dalam lambung. Keadaan ini
22
bertujuan untuk mencegah gerakan balik ke oragan bagian atas, yaitu esophagus.
Proses penghantaran makanan dilakukan dengan kerja peristaltic.
3) Lambung
Lambung merupakan bagian saluran pencernaan yang terdiri atas bagian atas
(disebut fundus), bagian utama, dan bagian bawah yang horizontal (disebut antrum
pilorik). Lambung ini berhubungan langsung dengan esophagus melalui orifisium
kardia dan dengan duodenum melalui orifisium pilorik. Lambung terletak di bawah
diafragma dan di depan pancreas. Lambung memiliki fungsi sebagai berikut :
a) Fungsi motoris adalah menampung makanan, mencagah makanan menjadi
partikel kecil, dan mencampurnya dengan asam lambung
b) Fungsi sekreasi dan pencernaan adalah mensekresi pepsinogen rennin, dan
lipase. Pepsinogen diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin yang dapat memecah
protein menjadi proteosa an peptone.
4) Usus Halus
Usus halus terletak di daerah umbilicus dan dikelilingi oleh usus besar. Usus halus
merupakan tabung berlipat-lipat dengan panjang ± 2,5 m dalam keadaan hidup.
Pada dinding usus halus, khususnya mukosa, terdapat beberapa nodula jaringan
limfa yang disebut kelenjar soliter yang berfungsi sebagai pelindung terhadap
infeksi.
Pada umumnya, fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorpsi chime dari
lambung. Zat makanan yang telah halus akan diabsorpsi di dalam usus halus, yakni
pada duodenum. Disisni terjadi absorpsi besi, kalsium dengan bantuan vitamin D;
serta vitamin A,D,E dn K dengan bantuan empedu dan asam folat.
5) Usus Besar
Usur besar (kolon) merupakan kelanjutan dari usus halus, mulai dari katup
ileokolik atau ileosaekal sebagai tempat lewatnya makanan.
Fungsi utama usus besar adalah mengabsorsi air (± 90%), elektrolit, vitamin, dan
sedikit glukosa.
6) Organ Asesoris
a) Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh
b) Kantong Empedu
23
Kantong empedu merupakan sebuah kantong yang terletak di bawah kanan hati
atau lekukan permukaan bawah hati sampai di pinggiran depan yang memiliki
panjang 8-12 cm, dengan kapasitas 40-60 cm3.
c) Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar yang strukturnya sama dengan kelenjar ludah
dengan memilliki panjang ± 15 cm.
ZAT GIZI
Zat gizi (nutrient) merupakan zat yang terdapat di dalam makanan, yang terdiri atas :
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi berbentuk amilum.
2. Lemak
Pencernaan lemak dimlai dalam lambung karena dalam mulut tidak ada enzim pemecah
lemak
3. Protein
Kelenjar ludah dalam mulut tidak membuat enzim protease terdapat dalam lambung.
4. Mineral
mineral tidak menbutuhkan pencernaan. Mineral hadir dalam bentuk tertentu sehingga
tubuh mudah untuk memprosesnya.
5. Vitamin
Proses penyerapan vitamin dapat dilakukan dengan difusi sederhana. Vitamin yang
larut dalam lemak diserap oleh system transport aktif yang membawa lemak ke seluruh
tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam air mempunyai beberapa variasi mekanisme
transport aktif.
6. Air
Air merupakan zat gizi yang paling mendasar. Tubuh manusia terdiri dari kira-kira 5070% air. Asupan air secara teratur sangat penting disbandingkan dengan supan nutrisi
lain.
KESEIMBANGAN ENERGI LAIN
Energi merupakan kapasitas untuk melakukan sebuah aktivitas yang dapat diukur melalui
pembentukan panas. Energi pada manusia dapat diperoleh dari berbagai asupan zat gizi
diantaranya protein, karbihidrat, lemak, maupun bahan makanan yang disimpan dalam
tubuh. Tubuh memerlukan keseimbangan energi untuk melakukan sebuah aktivitas.
Keseimbangan tersebut dapat dihitung melalui kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan
seseorang, kebutuhan kalori dasar/basal, dan tingkat aktivitas.
24
Rumus = Berat Badan Ideal x 10
KKB
Keterangan KKB = kebutuhan kalori basal
Metabolisme Basal
Diet Wanita Hamil
Pada wanita, masa hamil merupakan saat dimana zat gizi diperlukan dalam jumlah yang
lebih banyak, secara kuantitas maupun kualitas dibandingkan dengan saat tidak hamil.
Asupan zat gizi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan juga untuk tumbuh
kembang janin dalam kandungan.
Diet ibu menyusui
Masa menyusui juga memerlukan asupan gizi yang baik agar dapat menghasilkan air
susu dalam jumlah yang maksimal untuk bayinya.
GANGGUAN/MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN NUTRISI
1. Obesitas
Obesitas merupakan peningkatan berat badan yang melebihi 20% batas normal berat
badan seseorang.
2. Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan gizi pada tingkat
seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan yang tidak sesuai dengan
kebutuhan tubuh.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI
Pengetahuan
Rendahnya pengetahuan tentang manfaat makanan bergizi dapat memengaruhi pola
konsumsi makan. Hal tersebut dapt disebabkan oleh kurangnya iinformasi, sehingga dapat
terjadi kesalaahan dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, dapat
memengaruhi status gizi seseorang.
Kebiasaan
Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertantu dapat juga
memengaruhi status gizi.
Kesukaan
25
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan kurangnya
variasi makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat gizi yang dibutuhkan secara
cukup.
Ekonomi
Status ekonomi dapat memengaruhi perubahan status gizi. Penyediaan makanan yang
bergizi membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga perubahan status gizi dipengaruhi
oleh status ekonomi. Dengan kata lain, orang dengan status ekonomi kurang biasanya
kesulitan dalam penyediaan makanan bergizi. Sebaliknya, orang dengan status ekonomi
cukup lebih mudah untuk menyediakan makanan yang bergizi.
b. Cairan elektrolit
Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh diatur oleh ginjal, kulit, paruparu dan gastrointestinal
Ginjal
Ginjal merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhan
cairan dan elektrolit.
Kulit
Kulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan yang terkait dengan proses
pengaturan panas.
Paru-paru
Organ paru-paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible
water loss ± 400ml/hari.
Gastrointestinal
Gastrointestinal merupakan organ saluran pencernan yang berperan dalam mengeluarkan
cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. Dalam keadaan normal, cairan yang
hilang dalam system ini sekitar 100-200 ml/hari.
Selain itu, pengaturan keseimbangan cairan dapat melalui mekanisme rasa haus yang
dikontrol oleh system endokrin (hormonal), yakni anti diuretic hormone (ADH), system
aldosteron, prostaglandin, dan glukokortikoid.
ADH
Hormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air ehingga dapat
mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh
Aldesteron
26
Hormon ini diekresi oleh kelenjar adrenal ddi tubulus ginjal dan berfungsi pada absorbsi
natrium
Prostaglandin
Prostaglandin merupakan asam lemak yang terdapat pada jaringan yang berfungsi
merespons radang, pengendalian tekanan darah, kontraksi uterus, dan pengaturan gerakan
gastrointestinal.
Glukokortikoid
Hormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yng menyebabkan
volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium.
Kebutuhan Cairan Tubuh bagi Manusia
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis
kebutuhan ini memiliki proporsi besar dalam bagia tubuh dengan hampir 90% dari total
berat badan.
Cara Perpindahan Cairan
Difusi
Difusi merupakan tercampurnya molekul-molekul dalam cairan, gas atau zat padat secra
bebas atau acak
Osmosis
Osmosis adalah proses perpindahan pelarut murni (seperti air) melalui membrane
semipermeabel, biasanya terjadi dari larutan dengan konsentrasi yang kurang pekat ke
larutan dengan konsentrasi lebih pekat, sehingga larutan yang berkonsentrasi rendah
volumenya akan berkurang, sedangkan larutan yang berkonsentrasi lebih tinggi akan
bertambah volumenya.
Transpor aktif
Proses perpindahan cairan tubuh dapat menggunakan mekanisme transport aktif. Transport
aktif merupakan gerak zat yang akan berdifusi dan berosmosis yang memerlukan aktivitas
metabolic dan pengeluaran energi untuk menggerakkan berbagai materi guna menembus
membrane sel
Faktor yang Berpengaruh dalam Pengaturan Cairan
Proses pengaturan cairan di pengaruhi oleh dua faktor yakni :

Tekanan cairan, proses difusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan

Membran semipermiabel, merupakan penyaring agar cairan yang bermolekul
besar tidak tergabung.
Jenis Cairan
27
Cairan zat gizi (nutrien)
Pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan kalori 450 kalori setiap hari. Cairan
nutrien dapat diberikan melalui intravena dalam bentuk karbohidrat, itrogen dan vitamin
untuk metabolisme. Kalori yang terdapat dalam cairan nutrien dapat berkisar antara 2001500 kalori perliter. Cairan nutrien terdiri atas :

Karbohidrat dan air

Asam amino

Lemak
Blood volume expanders
Blood volume expanders merupakan jenis cairan yang berfungsi meningkatkan volume
darah sesudah kehilangan darah atau plasma
Gangguan/ masalah dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan
1. Hipovolume atau dehidrasi
Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan
pengeluaran cairan.
Ada tiga macam kekurangan volume cairan eksternal atau dehidrasi, yaitu:

Dehidrasi isotonic, terjadi jika kekurangan sejumlah cairan dan elektrolitnya yang
seimbang

Dehidrasi hipertonik, terjadi jika kehilangan sejumlah air yang lebih banyak
daripada elektrolitnya

Dehidrasi hipotonik, terjadi jika tubuh lebih banyak kehilangan elektrolitnya
daripada air.
Macam dehidrasi (kurang volume cairan) berdasarkan derajatnya :
Dehidrasi berat
1)
Pengeluaran/ kehilangan cairan 4-6 L
2)
Serum natrium 159-166 mEq/L
3)
Hipotensi
4)
Turgor kulit buruk
5)
Oliguria
6)
Nadi dan pernapasan meningkat
7)
Kehilangan cairan mencapai > 10% BB
Dehidrasi sedang
1)
Kehilangan cairan 2-4 l atau antara 5-10% BB
2)
Serum natrium 152-158 mEq/L
28
3)
Mata cekung
Dehidrasi ringan, dengan terjadinya kehiangan cairan sampai 5% BB atau 1,5-2 L
2. Hipervolume atau overhidrasi
Terdapat dua manifestasi yang ditimbulkan akibat kelebihan cairan yaitu, hipervolume
(peningkatan volume darah) dan edema (kelebihan cairan pada interstisial).
KEBUTUHAN ELEKTROLIT
Elektrolit terdapat pada seluruh cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung oksigen, nutrient,
dan sisa metabolisme (seperti karbondioksida), yang semuanya disebut dengan ion.
Komposisi elektrolit
Komposisi elektrolit dalam plasma sebagai berikut :
Natrium
: 135- 145 m Eq/L
Kalium
: 3,5-5,3 m Eq/L
Klorida
: 100-106 m Eq/L
Bikarbonat arteri
: 22-26 m Eq/L
Bikarbonat vena
: 24-30 m Eq/L
Kalsium
: 4-5 m Eq/L
Magnesium
: 1,5-2,5 m Eq/L
Fosfat
: 2,5-4,5 mg/100ml
Pengaturan Elektrolit
Pengaturan keseimbanga natrium
Natrium merupakan kation dalam tubuh yang berfngsi dalam pengaturan osmolaritas dan
volume cairan tubuh.
Pengaturan keseimbangan kalium
Kalium merupakan kation utama yang terdapat dalam cairan intrasel dan berfungsi
mengatur keseimbangan elektrolit.
Aldosteron juga berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalium dalam plasma (cairan
ekstrasel). System pengaturannya melalui tiga langkah:

Peningkatan konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel yang menyebabkan
peningkatan produksi aldosteron

Peningkatan jumlah aldosteron akan memengaruhi jumlah kalium yang
dikeluarkanmelalui ginjal

Peningkatan pengeluaran kalium; konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel
menurun
29
Pengaturan keseimbangan kalsium
Kalsium dalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang
Pengaturan keseimbangan magnesium
Magnesium merupakan kation dalam tubuh yang terpenting kedua dalam cairan intrasel
Pengaturan keseimbangan klorida
Klorida merupakan anion utama dalam cairan ekstrasel, tetapi klorida dapat ditemukan
pada cairan ekstrasel dan intrasel. Fungsi klorida biasanya bersatu dengan natrium yaitu
mempertahankan keseimbangan tekanan osmotic dalam darah
Pengaturan keseimbangan bikarbonat
Bikarbonat merupakan elektrolit utama dalam larutan buffer (penyangga) dalam tubuh
1. Pengaturan keseimbangan fosfat (PO4)
Fosfat bersama-sama dengan kalsium berfungsi dalam pembentukan gigi dan
tulang. Fosfat diserap dari saluran pencernaan dan dikeluarkan melalui urine.
Jenis Cairan Elektrolit
Cairan elektrolit adalah cairan saline atau cairan yang memiliki sifat bertegangan tetap.
Cairan saline terdir dari cairan isotonic, hipotonik, dan hipertonik.
Konsentrasi isotonic disebut juga normal saline yang banyak dipergunakan.
Gangguan /Masalah Kebutuhan Elektrolit
Hiponatremia, merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasma
darah yang ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang dari 135
mEq/L,mual,muntah dan diare.
Hipernatremia, suatu keadaan dimana kadar natrium dalam plasma tinggi, yang
ditandai dengan adanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit buruk dan
permukaan kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering, dll
Hipokalemia, merupakan suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah.
Hipokalemia ini dapat terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien yang
mengalami diare berkepanjangan.
Hiperkalemia, merupakan suatu keadaan dimana kadar kalium dalam darah tinggi.
Keadaan ini sering terjadi pada pasien luka bakar, penyakit ginjal, asidosis metabolik.
Hiperkalemia dditandai dengan adanya mual, hiperaktifitas system pencernaan,dll
Hipokalsemia,
merupakan kekurangan kadar kalsium dalam plasma darah.
Hipokalsemia ditandai dengan adanya kram otot dan karam perut, kejang,bingung, dll
30
Hiperkalsemia, merupakan suatu keadaan kelebihan kadar kalsium dalam darah. Hal
ini terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar gondok dan makan
vitamin D secara berlebihan.
Hiperkalsemia ditandai dengan adanya nyeri pada tulang, relaksasi otot, batu ginjal, dll,
dan kadar kalsium daam plasma lebih dari 4,3 mEq/L
Hipomagnesia, merupakan kekurangan kadar magnesium dalam darah. Hipomagnesia
ditandai dengan adanya iritabilitas, tremor, kram pada kaki dan tangan, dll, serta kadar
magnesium dalam darah kurang dari 1,3 mEq/L
Hipermagnesia, merupakan kelebihan kadar magnesium dalam darah. Hal ini ditandai
dengan adanya koma, gangguan pernapasan, dan kadar magnesium lebih dari 2,5
mEq/L
KESEIMBANGAN ASAM BASA
Aktivitas tubuh memerlukan keseimbangan asam basa, keseimbangan asam basa dapat
diukur dengan pH (derajat keasaman). Dalam keadaan normal, nilai pH cairan tubuh
7,35-7,45. keseimbangan dapat dipertahankan melalui proses metabolisme dengan
sistem buffer pada seluruh cairan tubuh dan melalui pernapasan dengan sistem regulasi
(pengaturan di ginjal). Tiga macam sistem larutan buffer cairan tubuh yaitu larutan
bikarbonat, larutan buffer fosfat, dan larutan buffer protein.
Jenis Asam Basa
Cairan basa (alkali) digunakan untuk mengoreksi osidosis. Keadaan osidosis dapat di
sebabkan karena henti jantung dan koma diabetikum. Contoh cairan alkali antara lain
natrium (sodium laktat) dan natrium bikarbonat. Laktat merupakan garam dari asam
lemah yang dapat mengambil ion H+ dari cairan, sehingga mengurami keasaman
(asidosis). Ion H+ diperoleh dari asam karbonat (H2CO3), yang mana terurai menjadi
HCO3 (bikarbonat) dan H+. selain system pernapasan, ginjal juga berperan untuk
mempertahankan keseimbangan asam basa yang sangat kompleks.
Gangguan/Masalah Keseimbangan Asam Basa
Asidosis respiratorik, merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh karena
kegagalan system pernapasan dalam membuang karbondioksida dari cairan tubuh
Asidosis metabolik, merupakan suatu keadaan kehilangan basa atau terjadi
penumpukan asam.
Alkalosis respiratorik, merupakan suatu keadaan kehilangan CO2, dari paru-paru yang
dapat menimbulkan terjadinya paCO2 arteri ukurang dari 35 mmHg, pH lebih dari 7,45.
31
Alkalosis metabolik, merupakan suatu keadaan kehilangan ion hydrogen atau
penambahan cairan basa pada cairan tubuh denganadanya peningkatan bikarbonat
plasma lebih dari 26 mEq/L dan pH arteri lebih dari 7,45.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Cairan dan Elektrolit
Kebutuhan cairan elektrolit dalam tubuh dipengaruhi oleh faktor=faktor :
1. usia. Perbedaan usia menentukan luas permukaan tubuh dan aktivitas organ,
sehingga dapat memengaruhi jumlah kebutuhan cairan dan elektrolit.
2. temperature yang tinggi menyebabkan proses pengeluaran cairan melalui keringat
cukup banyak, sehingga tubuh akan banyak kehilangan cairan.
3. diet. Apabila tubuh kekurangan zat gizi, maka tubuh akan memecah cadangan
makanan yang tersimpan dalam tubuh sehingga terjadi penggerakan cairan dari
interstisial ke interseluler, yang dapat berpengaruh pada jumlah pemenuhan
kebutuhan cairan.
4. stress dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, melalui
proses peningkatan produksi ADH karena pada proses ini dapat meningkatkan
metabolisme sehingga mengakibatkan terjadinya glikolisis otot yang dapat
menimbulkan retensi natrium dan air.
5. sakit. Pada keadaan sakit terdapat banyak sel yang rusak, sehingga untuk
memperbaikinya sel membutuhkan proses pemenuhan cairan yang cukup.
c. Intake dan output cairan
d. Eliminasi
Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua, yakni eliminasi urine (kebutuhanbuang air kecil)
dan eliminasi alvi (kebutuhan buang air besar)
KEBUTUHAN ELIMINASI URINE
Organ yang Berperan dalam Eliminasi urine
Ginjal
Merupakan organ retropenitoneal (di belakang selaput perut) yang terdiri atas ginjal
sebelah kanan dan kiri tulang punggung. Ginjal berperan sebagi pengatur komposisi dan
volume cairan dalam tubuh.
Kandung kemih (bladder, buli-buli)
Merupakan sebuah kantung yang terdiri atas otot halus yang berfungsi sebagai
penampung air seni (urine).
Uretra
32
Merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar.
Proses Berkemih
Berkemih merupakan proses pengosongan vesika urinaria (kandung kemih). Vesika
urinaria dapat menimbulkan rangsangan saraf bila urinaria berisi ± 250-450 cc (pada
orang dewasa) dan 200-250 cc (pada anak-anak).
Komposisi urine :
1. Air (96%)
2. Larutan (4%)

Larutan Organik
Urea, ammonia, keratin, dan asam urat

Larutan Anorganik
Natrium (sodium), klorida, kalium (potasium), sufat, magnesium, fosfor. Natrium
klorida merupakan garam anorganik yang paling banyak.
Faktor yang Memengaruhi Eliminasi Urine
Diet dan asupan
Jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang memengaruhi output urine
(jumlah urine). Protein dan natrium dapat menentukan jumlah urine yang
dibentuk.selain itu, minum kopi juga dapat meningkatkan pembentukan urine.
Respon keinginan awal untuk berkemih
Kebiasan mengabaikan keinginan awal utnuk berkemih dapat menyebabkan urin
banyak tertahan di vesika urinaria, sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria dan
jumlah ppengeluaran urine
Gaya hidup
Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi. Hal ini
terkait dengan tersedianya fasilitas toilet.
Stress psikologis
Meningkatkan stres dapat meningkatkan frekuensi keinginan berkemih. Hal ini karena
meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkemih dan jumlah urine yang
diproduksi.
Tingkat aktivitas
Eliminasi urine membutuhkan tonus otot vesika urinearia yang baik untuk fungsi
sphincter. Kemampuan tonus otot di dapatkan dengan beraktivitas. Hilangnya tonus
otot vesika urinearia dapt menyebabkan kemampuan pengontrolan berkemih menurun.
Tingkat perkembangan
33
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga dapat memengaruhi pola berkemih. Hal
tersebut dapat ditemukan pada anak, yang lebih mengalami mengalami kesulitan
untuk mengontrol buang air kecil. Namun kemampuan dalam mengontrol buang air
kecil meningkat dengan bertambahnya usia
Kondisi penyakit
Kondisi penyakit dapat memengaruhi produksi urine, seperti diabetes mellitus.
Sosiokultural
Budaya dapat memegaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi urine, seperti adanya
kultur pada pada masyarakat tertentu yang melarang untuk buang air kecil di tempat
tertentu.
Kebiasaan seseorang
Seseorng yang memiliki kebiasaan berkemh di toilet, biasanya mengalami kesulitan
untuk berkemih dengan melalui urineal/pot urine bila dalam keadaan sakit.
Tonus otot
Tonus otot yang berperan penting dlam membantu proses berkemih adalah otot
kandung kemih, otot abdomen, dan pelvis. Ketiganya sangat berperan dalam kontraksi
sebagai pengontrolan pengeluaran urine
Pembedahan
Pembedahan berefek menurunkan filtrasi glomerulus sebagai dampak dari pemberian
obat anestesi sehingga menyebabkan penurunan jumlah produksi urine.
Pengobatan
Pemebrian tindakan pengobatan dapat berdampak pada terjadinya peningkatan atau
penurunan proses perkemihan.
Pemeriksaan diagnostik
Pemeriksaan diagnostik ini juga dapat memengaruhi kebutuhan eliminasi urine,
khususnya prosedur-prosedur yang berhubungan dengan tindakan pemeriksaan saluran
kemih seperti intra venus pyelogram (IVP).
Gangguan/Masalah Kebutuhan Eliminasi Urine
Retensi urine,merupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat
ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih.
Tanda klinis retensi :

Ketidaknyamanan daerah pubis

Distensi vesika urinaria

Ketidaksanggupan untuk berkemih
34

Sering berkemih saat vesika urinaria berisi sedikit urine (25-50 ml)

Ketidakseimbangan jumlah urine yang dikeluarkan dengan asupannya

Meningkatkan keresahan dan keinginan berkemih

Adanya urine sebanyak 3000-4000 ml dalam kandung kemih
Penyebab :

Operasi pada daerah abdomen bawah, pelvis vesika urinaria

Trauma sumsum tulang belakang

Tekanan uretra yang tinggi karena otot detrusor yang lemah

Sphincter yang kuat

Sumbatan (striktur uretra dan pembesaran kelenjar prostat)
Inkontinensia urine, merupakan ketidakmampuan otot sphincter eksternal sementara
atau menetap untuk mengontrol ekskresi urine.
Enuresis, merupakan ketiksanggupan menahan kemih (mengompol) yang diakibatkan
tidak mampu mengontrol sphincter eksterna.
Faktor penyebab enuresis :

Kapasitas vesika urinaria lebih besar dari normal

Anak-anak yang tiidurnya bersuara dan tanda-tanda dari indikasi keinginan
berkemih tidak diketahui. Hal itu mengakibatkan terlambatnya bangun tidur untuk
ke kamar mandi

Vesika urrinaria peka rangsang, dan seterusnya, tidak dapat menampung urine
dalam jumlah besar.

Suasana emosional yang tidak menyenangkan dirumah (misalnya, persaingan
dengan saudara kandung atau cekcok dengan orang tua)

Orang tua yang mempunyai pendapat bahwa anaknya akan mengatasi kebiasaannya
tanpa di bantu dengan mendidiknya

Infeksi saluran kemih, perubahan fisik, atau neurologis system perkemihan.

Makanan yang banyak mengandung garam dan mineral

Anak yang takut jalan gelap untuk ke kamar mandi
Perubahan pola eliminasi urine, merupakan keadaan sesorang yang mengalami
gangguan pada eliminasi urine karena obstruksi anatomis, kerusakan motorik sensorik, dan
infeksi saluran kemih. Perubahan eliminasi terdiri atas :

Frekuensi, merupakan banyaknya jumlah berkemih dalam satu hari
35

Urgensi, merupakan perasaan seseorang yang takut mengalami inkontinesia jika
tidak berkemih

Disuria, merupakan rasa sakit dan kesulitan dalam berkemih

Poliuria, merupakan produksi urine abnormal dalam jumlah besar oleh ginjal, tanpa
adanya peningkatan asupan cairan.

Urinaria supresi, merupakan berhentinya produksi urine secara mendadak.
Sistem yang Berperan dalam Eliminasi Alvi
Sistem tubuh berperan dalam proses eliminasi alvi (buang air besar ) adalah sistem
gastrointestinal bawah yang meliputi usus halus dan usus besar.
Proses Buang Air Besar (Defekasi)
Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar. Terdapat
dua pusat ang menguasai refleks untuk defekasi, yang terletak di medula dan sumsum
tulang belakang.
Secara umum, terdapat dua macam terdapat dua macam refleks yang membantu proses
defekasi yaitu refleks defekasi intrinsic dan refleks defekasi parasimpatis.
Gangguan / Masalah Eliminasi Alvi
Konstipasi
Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko tinggi mengalami
statis usus besar sehingga mengalami eliminasi yang jarang atau keras, serta tinja yang
keluar jadi terlalu kering dank eras.
Tanda Klinis :

Adanya fefes yang keras

Defekasi kurang dari 3 kali seminggu

Menurunnya bising usus

Adanya keluhan pada rektum

Nyeri saat mengejan dan defekasi

Adanya perasaaan masih ada sisa feses
Kemungkinan Penyebab:

Defek persarafan, kelemahan pevis, immobilitas karena cedera serebrospinalis,
cerebro vascular accident (CVA), dan lain-lain.

Pola defekasi yang tidak teratur

Nyeri saat defekasi karena hemorrhoid

Menurunnya peristaltic karena stress psikologis

Penggunaan obat seperti antasida, laksantif, atau anestesi
36

Proses menua (usia lanjut)
Diare
Diare merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko sering mengalami
pengeluaran feses dalam bentuk cair. Diare sering disertai kejang usus, mungkin ada rasa
mula dan muntah
Tanda Klinis :

Adanya pengeluaran feses cair

Frekuensi lebih dari 3 kali sehari

Nyeri/kram abdomen

Bising usus meningkat
Kemungkinan Penyebab :

Malabsorpsi atau inflamasi, proses infeksi

Peningkatan peristaltic karena peningkatan metabolisme

Efek tindakan pembedahan usus

Efek penggunaan obat seperti antasida, laksantif, antibiotic, dan lain-lain

Stres psikologis
Inkontinensia Usus
Inkontinesia usus merupakan keadaan individu yang mengalami perubahan kebiasaan dari
proses defekasi normal, sehingga mengalami proses pengeluaran feses tidak disadari. Hal
ini juga disebut sebagai inkontinensia alvi yang merupakan hilangnya kemampuan otot
untuk mengontrol pengeluaran feses dan gas melalui sphincter akibat kerusakan sphincter.
Tanda Klinis :

Pengeluaran feses yang tidak dikehendaki
Kemungkinan Penyebab :

Gangguan sphincter rectal akibat cedera anus, pembedahan, dan lain-lain

Distensi rectum berlebih

Kurangnya control sphincter akibat cedera medula spinalis, CVA, dan lain-lain

Kerusakan kognitif
Kembung
Kembung merupakan keadaan penuh udara dalam perut karena pengumpulan gas
berlebihan dalam lambung atau usus
Hemorroid
37
Hemorrhoid merupakan keadaan terjadinya pelebaran vena di daerah anus sebagai akibat
peningkatan tekanan di daerah anus yang dapat disebabkan karena konstipasi, peregangan
saat defekasi dan lain-lain
Fecal Impaction
Fecal impaction merupakann massa feses karena dilipatan rektum yang diakibatkan oleh
retensi dan akumulasi materi feses yang berkepanjangan. Penyebab fecal impaction adalah
asupan kurang, aktivitas kurang, diet rendah serat, dan kelemahan tonus otot.
Faktor yang Memengaruhi Proses Defekasi
Usia
Setiap tahap perkembangan/usia memiliki kemampuan mengontrol proses defekasi yang
berbeda.
Diet
Diet, pola atau jenis makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi proses defekasi.
Makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dapat membantu proses percepatan
defekasi dan jumlah yang dikonsumsipun dapat memengaruhinya
Asupan cairan
Pemasukana cairan yang kurang dalam tubuh membuat defekasi menjadi keras. Oleh
karena itu, proses absopsi air yang kurang menyebabkan kesulitan proses defekasi.
Aktivitas
Aktivitas dapat memengaruhi proses defekasi karena melalui aktivitas tonus otot abdomen,
pelvis, dan diafragma dapat membantu kelancaran proses defekasi
Pengobatan
Pengobatan juga dapat memengaruhinya proses defekasi, seperti penggunaan laksantif,
atau antasida yang terlalu sering.
Gaya hidup
Kebiasaan atau gaya hidup dapat memengaruhi proses defekasi. Hal ini dapat terlihat pada
seseorang yang memiliki gaya hidup sehat/ kebiasaan melakukan buang air besar di tempat
yang bersih atau toilet, etika seseorang tersebut buang air besar di tempat terbuka atau
tempat kotor, maka akan mengalami kesulitan dalam proses defekasi.
Penyakit
Beberapa penyakit dapat memengaruhi proses defekasi, biasanya penyakit-penyakit
tersebut berhubungan langsung dengan system pencernaan, seperti gastroenteristis atau
penyakit infeksi lainnya.
38
Nyeri
Adanya nyeri dapat memengaruhi kemampuan / keinginan untuk defekasi seperti nyeri
pada kasus hemorrhoid atau episiotomi
Kerusakan sensoris dan motoris
Kerusakan pada system sensoris dan motoris dapat memengaruhi proses defekasi karena
dapat menimbulkan proses penurunan stimulasi sensoris dalam melakukan defekasi.
e. Personal hygiene
Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan
diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik
maupun psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor,
diantaranya : budaya, nilai sosial pada individu atau keluarga, pengetahuan
tentang perawatan diri, serta persepsi terhadap perawatan diri.
JENIS PERAWATAN DIRI BERDASARKAN WAKTU PELAKSANAAN
Perawatan dini hari.
Merupakan perawatan yang dilakukan pada waktu bangun tidur, untuk
melakukan tindakan seperti persiapan dalam pengambilan bahan pemeriksaan
(urine dan feses), memberikan pertolongan, mempersiapkan pasien untuk
melakukan makan pgi dengan melakukan tindakan perawatan diri seperti mencuci
muka dan tangan, serta menjaga kebersihan mulut.
Perawatan pagi hari.
Perawatan yang dilakukansetelah melakukan makan pagi dengan melakukan
perawatan diri seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan eliminasi (buang
air besar dan kecil), mandi dan mencuci rambut, melakukan perawatan kulit,
melakukan pijitan pada punggung, membersihkan mulut, membersihkan kuku, dan
rambut, serta merapikan tempat tidur pasien.
Perawatan siang hari.
diri yang dilakukan setelah melakukan berbagai tindkan pengobatan Perawatan
atau permeriksaan dan setelah makan siang. Berbagai tindakan perawatan diri yang
dapar dilakukan antara lain : mencuci muka dan tangan, membersihkan mulut,
merapikan tempat tidur, serta melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan
kesehatan pasien.
39
Perawataan menjelang tidur.
Perawatan diri yang dilakukan pada saat menjelang tidur agar pasien dapat tidur
atau beristirahat dengan tenang. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan antara lain
: pemenuhan kebutuhan eliminasi (buang air besar dan kecil), mencuci tangan dan
muka, membersihkan mulut, serta memijat daerah punggung.
Tujuan perawatan diri adalah unutk mempertahankan perawatan diri, baik secara
sendiri maupun dengan bantuan, dapat melatih hidup sehat/bersih dengan
memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan, serta
menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan.
JENIS PERAWATAN DIRI BERDASARKAN TEMPAT
Perawatan Diri pada Kulit
Kulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh
dari berbagai kuman atau trauma, sehingga diperlukan perawatan yang adekuat
(cukup) dalam mempertahankan fungsinya.
Fungsi Kulit

Melindungi tubuh dari berbagai masuknya kuman atau truma jaringan bagian
dalam sehingga dapat menjaga keutuhan kulit

Mengatur keseimbangan suhu tubuh serta membantu dalam produksi keringat dan
penguapan

Sebagai alat peraba yang dapat membantu tubuh untuk menerima rangsangan dari
luar melalui rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan suhu.

Sebagai alat ekskresi keringat melalui pengeluaran air, garam, dan nitrogen

Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit yang bertugas mencegah pengeluaran
cairan tubuh yang berlebihan

Memproduksi dan menyerap vitamin D sebagai penghubung atau pemberi vitamin
D dari sinar ultraviolet yang dating dari sinar matahari.
Faktor-faktor yang Memengaruhi kulit
Usia
Perubahan kulit yang dapat ditentukan oleh usia seseoang. Hal ini dapat terlihat pada bayi
yang berusia relative muda dengan kondisi kulit yang sangat rawan terhadap berbagai
trauma atau masuknya kuman.
Jaringan kulit
40
Perubahan dan keutuhan kulit dapat dipengaruhi oleh struktur jaringan kulit. Apabila
jaringan kulit rusak, maka terjadi perubahan pada struktur kulit.
Kondisi/keadaan lingkungan
Beberapa kondisi atau keadaan lingkungan dapat memengaruhi keadaan kulit secara utuh,
antara lain keadaan panas, adanya nyeri akibat sentuhan serta tekanan, dan lain-lain.
f. Body mekanik dan posisi
Pengertian Body Mekanik Body mekanik merupakan penggunaan tubuh yang efisien,
terkoordinir, dan aman untuk menghasilkan pergerakan dan mempertahankan
keseimbangan selama beraktifitas. Istilah body mekanik pada umumnya digunakan
untuk menggambarkan efisiensi pergerakan tubuh seseorang yang digunakan untuk
memindahkan tubuh orang lain atau benda.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Body Mekanik 1. Status Kesehatan Perubahan
status kesehatan dapat mempengaruhi sistem muskuloskeletal dan sistem saraf berupa
penururnan koordinasi. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh penyakit,
berkurangnya kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari – hari dan lain – lain. 2.
Nutrisi Salah satu fungsi nutrisi bagi tubuh adalah membantu proses pertumbuhan
tulang dan perbaikan sel. Kekurangan nutrisi bagi tubuh dapat menyebabkan
kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit. sebagai contoh tubuh yang
kekurangan kalsium akan lebih mudah mengalami fraktur.
Emosi Kondisi psikologis seseorang dapat menurunkan kemampuan mekanika
tubuh dan ambulansi yang baik, seseorang yang mengalami perasaan tidak aman, tidak
bersemangat, dan harga diri rendah. Akan mudah mengalami perubahan dalam
mekanika tubuh dan ambulasi. 4. Situasi dan Kebiasaan Situasi dan kebiasaan yang
dilakukan seseoarang misalnya, sering mengankat benda-benda berat, akan
menyebabkan perubahan mekanika tubuh dan ambulasi
Gaya Hidup Gaya hidup, perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan
stress dan kemungkinan besar akan menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas,
sehingga dapat menganggu koordinasi antara sistem muskulusletal dan neurologi, yang
akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh 6. Pengetahuan Pengetahuan
yang baik terhadap penggunaan mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk
mempergunakannya dengan benar, sehingga mengurangi tenaga yang dikeluarkan.
Sebaliknya, pengetahuan yang kurang dalam penggunaan mekanika tubuh akan
41
menjadikan seseorang beresiko mengalami gangguan koordinasi sistem muskulokeletal
dan saraf.
Akibat Body Mekanik yang Buruk Dampak yang dapat ditimbulkan dari
penggunaan mekanika tubuh yang salah adalah : 1. Terjadi ketegangan sehingga
memudahkan timbulnya kelelahan dan gangguan dalam sistem musculoskeletal. 2.
Resiko terjadinya kecelakaan pada sistem musculoskeletal. Seseorang salah dalam
berjongkok atau berdiri, maka akan memudahkan terjadinya gangguan dalam struktur
musculoskeletal, misalnya kelainan pada tulang vertebrata.
Pengaturan Posisi Pengaturan posisi dalam mengatasi masalah kebutuhan
mobilitas disesuaikan dengan tingkat gangguan seperti : 1. Posisi Fowler Posisi ini
dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernafasan
pasien.
2. Posisi Sim8. Adalah posisi miring ke kanan atau kekiri, hal ini dilakukan
untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat pada pasien
9. 3. Posisi Trendelenburg Pada posisi ini pasien berbaring ditempat tidur
dengan bagian kepala lebih rendah dari bagian kaki. Posisi ini digunakan untuk
melancarkan peredarahan darah ke otak.
4. Posisi Dorsal Recumbent10. Pada posisi ini pasien berbaring telentang
dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Posisi
ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa genitalia serta pada proses
persalinan.
5. Posisi Litotomi11. Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan
mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini
dilakukakn untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan pemasangan
alat kontrasepsi.
6. Posisi Knee Ches12. Posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki
ditekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan
untuk memeriksa daerah rektum dan sigmoid.
13. Kesimpulan Mekanika tubuh adalah usaha koordinasi dari
musculoskeletal dan sistem saraf untuk mempertahankan keseimbangan dengan
tepat. Pada dasarnya, mekanika tubuh adalah cara menggunakan tubuh secara
efisien, yaitu tidak banyak mengeluarkan tenaga, terkoordinasi, serta aman dalam
menggerakkan dan mempertahankan keseimbangan selama beraktifitas.
42
i. Istirahat dan tidur
a. Pengertian Tidur
Suatu kondisi tidak sadar di mana individu dapat dibangunkan oleh stimulus
atau sensori yang sesuai.
b. Fisiologi Tidur
Pengaturan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme selebral
secara bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur
dan bangun.
c. Jenis-jenis tidur
Terdapat dua jenis tidur yaitu: jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya
kegiatan di dalam sistem pengaktivasi retikularis dan jenis tidur yang
disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak, jenis
tidur ini disebut dengan jenis tidur poradoks atau tidur rapid eye movement
(NREM)
Tidur gelombang lambat (slow wave sleep)/ nonrapid eye movement (NREM)
Tahap tidur jenis NREM
a) Tahap 1
Adalah tahap transisi antara bangun dan tidur.
b) Tahap 2
Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun.
c) Tahap 3
Merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas, dan proses
tubuh lainnya lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya dominasi sistem saraf
parasimpatis sehingga sulit untuk bangun.
d) Tahap 4
Merupakan tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan pernapasan
turun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi
lambung menurun dan tonus otot menurun.
Tidur paradoks/ tidur rapid eye movement (REM)
Ciri tidur REM adalah:
1. Biasanya disertai dengan mimpi aktif
2. Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM.
43
3. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat
proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis
4. Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur.
5. Pada otot perifer, terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur.
6. Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah
meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster meningkat, dan metabolisme
meningkat.
7. Tidur ini penting
Fungsi dan Tujuan Tidur
Fungsi dan tujuan masih belum diketahui secara jelas. Meskipun demikian,
tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan
kesehatan. Selain itu, stres pada paru-paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan
lain-lainnya juga menurun aktivitasnya. Energi yang tersimpan selama tidur
diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur
Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kualitas tersebut
dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh
jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan faktor yang
dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur, antara lain:
1) Penyakit
Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang
dapat memperbesar kebutuhan tidur, seperti penyakit yang disebabkan oleh
infeksi, terutama infeksi limpa.
2) Latihan dan kelelahan
Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur
untuk menjaga keseimbangan energi yang telah dikeluarkan. Hal tersebut
terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktivitas dan mencapai kelelahan.
3) Stress psikologis
Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa.
Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan mengalami kegelisahan
sehingga sulit untuk tidur.
d. Obat
Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses tidur, seperti jenis golongan
obat diuretik yang dapat menyebabkan insomnia; antidepresan yang dapat
44
menekan REM; kafein yang dapat meningkatkan saraf simpatis sehingga
menyebabkan kesulitan untuk tidur; golongan beta bloker dapat berefek pada
timbulnya insomnia; dan golongan narkotik dapat menekan REM sehingga
mudah mengantuk.
e.
Nutrisi
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi
protein yang tinggi dapat menyebabkan individu tersebut akan mempercepat
proses terjadinya tidur. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat
juga mempengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidur.
f.
Lingkungan
Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat nempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman
dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan
sehingga mempengaruhi proses tidur.
g. Motivasi
Merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, sehingga
dapat mempengaruhi proses tidur.
Gangguan/Masalah Kebutuhan Tidur
a) Insomnia
Merupakan suatu keadaan yang menyebabkan individu tidak mampu
mendapatkan tidur yang adekuat, baik secara kualitas maupun kuantitas,
sehingga individu tersebut hanya tidur sebentar atau susah tidur.
b) Hipersomnia
Merupakan gangguan tidur dengan kriteria tidur berlebihan. Pada umumnya,
lebih dari sembilan jam pada malam hari.
c) Parasomnia
Merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur.
Misalnya, somnambulisme (berjalan-jalan dalam tidur) yang banyak terjadi
pada anak-anak, yaitu pada tahap III dan IV dari tidur NREM.
d) Enuresis
Merupakan buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur atau disebut
juga dengan istilah mengompol.
e) Apnea tidur dan mendengkur
45
Mendengkur tidak termasuk gangguan tidur, tetapi mendengkur yang disertai
dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah, karena adanya rintangan dalam
pengaliran udara di hidung dan mulut pada waktu tidur.
f)
Narkolepsi
Merupakan keadaan tidur yang tidak dapat dikendalikan, seperti tidur dalam
keadaan berdiri, mengemudikan kendaraan, atau di tengah pembicaraan.
g) Mengigau
Merupakan suatu gangguan tidur bila terjadi terlalu sering dan di luar
kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang.
h) Gangguan pola tidur secara umum
Suatu keadaan ketika individu mengalami atau mempunyai resiko peubahan
jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau
mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
1.
Kebutuhan Psikososial
Manusia adalah mahluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem
terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan
keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan ini disebut sehat,
sedangkan seseorang dikatakan sakit apabila gagal dalam mempertahankan
keseimbangan diri dan lingkungannya. Ada beberapa kebutuhan manusia yang
patut diketahui untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terhadap klien. Setiap
klien mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Hak-hak
tersebut
diharapkan
mampu
memberikan
dukungan
terhadap
pemeliharaan pasien yang lebih efektif sehingga diperoleh kepuasa yang lebih
besar oleh pasien, dokter dan organisasi pelayanan kesehatan lainnya.
1.
HAK-HAK KLIEN
Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial
sehari-hari. Bila seorang memiliki hak terhadap B, maka B mempunyai
kewajiban terhadap A. Hak pasti berhubungan dengan individu yaitu pasien,
sedangkan bidan mempunyai kewajiban/ keharusan untuk pasien. Jadi hak
adalah sesuatu yang diterima oleh pasien, sedangkan kewajiban adalah sesuatu
yang diberikan oleh bidan. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh
bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien.
46
Hak klien adalah hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai hak klien. Hak-hak
tersebut adalah :
1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di rumah sakit / institusi pelayanan kesehatan.
2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusia, adil dan jujur.
3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan
tanpa diskriminasi
4. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan
keinginannya.
5. Pasien berhak mendapatkan informasi yang meliputi kehamilan, persalinan
nifas dan bayinya yang baru dilakhirkan.
6. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selam persalinan
berlangsung.
7. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan
keinginannya sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
8. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat
kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar.
9. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah
sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya
sepengetahuan dokter yang merwat.
10. Pasien berhak meminta atas privacy dan kerahasiaan penyakit yang diderita
termasuk data-data medisnya.
11. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi :
1.
Penyakit yang diderita
2.
Tindakan kebidanan yang akan dilakuukan.
3.
Alternatif terapi lainnya.
4.
Prognosanya
5.
Perkiraan biaya pengobatan.
12. Pasien berhak menyetujui/ memberikan izin atas tindakan yang akan
dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.
13. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya
dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri
sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.
14. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
47
15. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama kepercayaan yang
dianutnya selama hal itu tidak mengganggupasien lainnya.
16. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di rumah sakit.
17. Pasien berhak menerima/ menolak bimbingan moral maupun spiritual
18. Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus mal
praktek.
Kewajiban Pasien
1. Pasien dan keluarganya berkewajjiban unytuk mentaati segala peraturan dan
tata tertib rumah sakit/ institusi pelayanan kesehatan.
2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter, bidan , perawat
yang merawatnya.
3. Pasien/ penanggungjawabnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan
atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan dokter,
bidan dan perawat.
4. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu
disepakati/ janjian yang teklah dibuatnya.
2.
RASA AMAN DAN NYAMAN
1) Rasa Aman
Manusia adalah mahluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem
terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk
mempertahankan
keseimbangan
hidupnya.
Keseimbangan
yang
dipertahankan oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan
dengan lingkungannya. Untuk mempertahankan keseimbangan tersebut
manusia mempunyai kebutuhan tertentu yang harus terpenuhi dengan
baik.
Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Abraham maslow sebagai berikut
berdasarkan prioritas :
a. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar yang
harus terpenuhi agar kelangsungan hidup bisa bertahan. Ada 8
kebutuhan secara fisiologis diantaranya :

Oksigenasi
48
Oksigen adalah slh satu komponen gas dan unsur vital dalm proses
metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel
manusia.

Cairan dan Elektrolit
Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena
metabolisme tubuh membutuhkan perubahan. Cairan dan Elektrolit
saling berhubungan.

Nutrisi
Tubuh memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ tubuh,
pergerakan tubuh, mempertahnkn suhu, fungsi enzim, pertumbuhan
dan pengantian sel yang rusak

Eliminasi
Eliminasi merupakan proses pembuangan sisa-sisa metabolisme
tubuh

Tempat Tinggal
Lingkungan tempat tinggal yang kotor bisa meningkatkan risiko
terjadinya penyakit, selain itu kondisi yang berantakan dan kurang
bersihpun menjadi faktor pencetus terjadinya penularan penyakit
menulr.

Aktivitas dan Istirahat Tidur
Kebutuhan aktivitas (pergerakan) istirahat merupakan kesatuan yang
saling berhubungan

Seks
Kebutuhan seksual dan perilaku bagaimana untuk memenuhinya
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : umur, social budaya,
etika, nilai, harga diri dan tingkat kesejahteraan
VI. RANGKUMAN
Kebutuhan manusia merupakan sesuatu hal yang harus dipenuhi untuk meningkatkan
darajat kesehatan. Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang
membentuk tingkatan yang dikenal dengan Hirarki Maslow. Lima kebutuhan Maslow
disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga tidak terlalu krusial adapun
kebutuhan yang dimaksud meliputi : kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan
49
keselamatan, kebutuhan cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan
aktualisasi diri.
Oksigen memegang peranan penting dalam semua proses tubuh secara fungsional.
Tidak adanya oksigen akan menyebabkan
tubuh secara fungsional mengalami
kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, kebutuhan
oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh.
Sistem yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah system pencernaan yang
terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Saluran pencernaan dimulai dari mulut
sampai usus halus bagian distal, sedangkan organ asesoris terdiri atas hati, kantong
empedu, dan pankreas.
VII. EVALUASI
1.
Penemu terapi oksigen melalui kanula hidung dengan aliran lambat dengan hasil baik
tanpa retensi CO2 adalah...
a. Beddoes
b. Chemiack
c. Priestly
d. Baraach
2.
Perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan O2 terjadinya fungsi katup
jantung adalah ....
a. Cardiac output
b. Distritmia
c. Ischemia
d. Stenosis
Masalah-masalah defekasi adalah, Kecuali...
a. Flatulence
b. Apacia
c. Incontinensia
d. Fecal infection
3.
4.
Faktor- faktor yang mempengaruhi eliminasi urine adalah, Kecuali :
a. Diet dan asupan makanan
b. Gaya hidup
c. Tingginya aktivitas
d. Stres psikologis
50
5.
Ketidakmampuan otot sphincter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol
ekskresi urine. Secara umum, penyebab dari inkontinensia urine adalah proses
penuaan, pembesaran kelenjar prostat, serta penuaaan kesadaran, serta penggunaan
obat narkotik adalah...
a. Inkontinensia
b. Enuresis
c. Glomerulonefritis
d. Nefritis
VIII. KUNCI JAWABAN
2.
3.
4.
5.
6.
B
D
B
C
A
IX. DAFTAR PUSTAKA
1. Tappero, EP and Honeyfield, ME (1993) Physical Assesment of Newborn
Congcress Cataloging in Publication Data (NICU) Link, Petalum CA, USA
2. Hobs, L (1993) The Independent Midwife : A Guide to independent Midwifery
Practice, UK by Ltd Healthy
3. Bryn, RM (1995) Theory for Midwifery Practice. Macmillan Press, Ltd Healthy
4. World Health Organization (1996) Learning Material of Nursing : Chapter 7 :
Healthy
5. Parenthood WHO Copenhagen
6. World Health Organization Safe Motherhood List-List All WHO publication on
Safe Motherhood All Free of Charge, WHO, Ganewa
7. WHO SEARO (2000) Standard of Midwifery Practice for Safe Motherhood
8. WHO EURO (2000) Essential Antenatal, Prenatal and Post Partum Care
9. Johnson, R and Taylor, W(2010) skill of Midwifery Practice, Churchill
Livingstone, Edinburg
51
52
53
54
55
Download