Risiko Kredit

advertisement
Risiko Kredit
Bab 10
[email protected] / 0811266750
• Risiko kredit terjadi jika counterparty (pihak
lain dalam transaksi bisnis kita) tidak bisa
memenuhi kewajibannya (wanprestasi). Risiko
kredit semakin penting karena akhir-akhir ini
banyak peristiwa gagal bayar yang dialami
oleh perusahaan-perusahaan domestik, luar
negeri bahkan Negara sekalipun.
[email protected] / 0811266750
1. Penilaian Kualitatif
Dalam dunia perbankan, analisis kredit sering
menggunakan kerangka 3R dan 5C.
Kerangka tersebut pada intinya menganalisis
kemampuan melunasi kewajiban dari calon
nasabah bank.
Kerangka tersebut bisa juga dipakai untuk
menganalisis risiko kredit yang dihadapi oleh
perusahaan.
[email protected] / 0811266750
…
Pedoman 3R bisa dijelaskan dengan sebagai berikut:
• Returns
Berkaitan dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan kredit yang
diminta, apakah kredit tersebut bisa menghasilkan return (pendapatan)
yang memadai untuk melunasi hutang dan bunganya.
• Repayment Capacity
Berkaitan dengan kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman dan
bunganya pada saat pembayaran tersebut jatuh tempo.
• Risk-Bearing Ability
Berkaitan dengan kemampuan perusahaan menanggung risiko kegagalan
atau ketidakpastian yang berkaitan dengan penggunaan kredit tersebut.
Jaminan merupakan hal yang perlu dipertimbangkan oleh kreditor dalam
kaitannya dengan risk-bearing ability.
[email protected] / 0811266750
…
• Sedangkan pedoman 5C berkaitan dengan karakteristik sebagai berikut ini:
• Character
Menunjukkan karakter peminjam sebagai debitur untuk memenuhi
kewajibannya.
• Capacity
Kemampuan peminjam untuk melunasi kewajiban hutangnya, melalui
pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan efisien.
• Capital
Posisi keuangan perusahaan (peminjam) secara keseluruhan. Kondisi
keuangan dapat dilihat melalui analisis keuangan, seperti analisis rasio.
[email protected] / 0811266750
• Collateral
Asset yang dijaminkan (diajsikan agunan) untuk
suatu pinjaman. Jika karena suatu hal pinjaman
tidak bisa dikembalikan, jaminan bisa dijual untuk
menutup pinjaman tersebut.
• Conditions
Sejauh mana kondisi perekonomian pihak
peminjam akan mempengaruhi kemampuan
dalam mengembalikan kewajiban pinjaman.
[email protected] / 0811266750
2. Penilaian Kuantitatif
 Rating Perusahaan
Perusahaan, atau bahkan negara seperti Indonesial
yang akan menerbitkan surat hutang, baik jangka
panjang (obligasi), atau jangka pendek (commercial
paper), biasanya akan di-rating oleh perusahaan
perating.
Rating tersebut menunjukkan tingkat risiko perusahaan
tersebut.
Melalui rating tersebut, calon pembeli obligasi
diharapkan memperoleh gambaran mengenai risiko
perusahaan yang akan menerbitkan surat hutang
tersebut.
[email protected] / 0811266750
…
Rating
Keterangan
AAA
Instrumen hutang dengan risiko sangat rendah, tingkat pengembalian
teramat baik (excellent), perubahan pada kondisi keuangan , bisnis atau
ekonomi tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap risiko
investasi.
AA
Instrumen hutang dengan risiko sangat rendah. Tingkat pengembalian
sangat baik, perubahan pada kondisi keuangan, bisnis, atau ekonomi
barangkali akan berpengaruh terhadap risiko investasi, tetapi tidak
terlalu besar.
A
Pengembalian hutang dengan risiko rendah. Tingkat pengembalian baik,
meskipun perubahan pada kondisi keuangan, bisnis, atau ekonomi akan
meningkatkan risiko investasi.
[email protected] / 0811266750
…
BBB
Tingkat pengembalian yang memadai. Perubahan pada kondisi
keuangan, bisnis atau ekonomi mempunyai kemungkinan
besar meningkatkan risiko investasi dibandingkan dengan
kategori yang lebih tinggi.
BB
Investasi. Perusahaan mempunyai kemampuan membayar
bunga dan pokok pinjaman, tetapi kemampuan tersebut rawan
terhadap perubahan pada kondisi ekonomi, bisnis dan
keuangan.
Instrumen hutang saat ini mengandung risiko investasi. Tingkat
pengembalian tidak terlindungi secara memadai terhadap
kondisi ekonomi, bisnis, dan keuangan.
B
C
Instrumen keuangan yang bersifat spekulatif dengan
kemungkinan besar bangkrut.
D
Instrumen keuangan sedang default/bangkrut.
[email protected] / 0811266750
…
 Model Skoring Kredit
Model scoring kredit pada dasarnya ingin melihat risiko kredit (potensi
kegagalan bayar) berdasarkan skor tertentu yang dihasilkan melalui model
tertentu, seperti berikut ini:
a) Model Diskriminan
Analisis diskriminan pada dasarnya ingin melihat apakah suatu
perusahaan sebaiknya dimasukkan ke dalam kategori tertentu.
Sebagai contoh, misalkan kita mempunyai dua kategori perusahaan
yang mengalami kegagalan bayar dan yang tidak mengalami
kegagalan bayar. Kemudian kita mengumpulkan informasi, misal
informasi laporan keuangan seperti rasio lancar, rasio profitabilitas,
yang akan digunakan untuk memprediksi apakah suatu perusahaan
layak dimasukkan ke dalam kategori gagal bayar atau tidak.
[email protected] / 0811266750
b)
Model Probabilitas Linear
Dalam beberapa situasi, dua kategori (gagal bayar dan tidak gagal bayar)
tidak cukup. Model probabilitas bisa dipakai untuk mengakomodasi
keinginan tersebut.
Langkah pertama adalah megestimasi persamaan untuk model
probabilitas. Kita akan mengumpulkan data perusahaan yang gagal bayar
dan yang tidak gagal bayar.
Variabel gagal bayar tersebut menjadi variable tidak bebas (dependen).
Perusahaan yang gagal bayar diberi kode 0, yang tidak gagal bayar diberi
kode 1. Kemudian kita mengumpulkan data untuk variable bebas (misal
rasio-rasio keuangan). Setelah data terkumpul, estimasi bisa dilakukan
dengan teknik regresi linear.
c)
Model Probabilitas Logit
Model persamaan logit menggunakan ‘link’ logit (bukannya linear seperti
dalam regresi biasa).
[email protected] / 0811266750
…
 RAROC (Risk Adjusted Return Capital)
Ide dari RAROC adalah membandingkan tingkat keuntungan
dengan modal yang berisiko (modal yang terkena dampak
jika debitur mengalami gagal bayar).
Pembanding tersebut bukannya total dana yang digunakan
untuk mendanai pinjaman tertentu (sebagaimana lazim
digunakan untuk pengukuran kinerja yang konvesional).
Argumen yang diajukan adalah karena kerugian yang tidak
diharapkan, jika terjadi, akan dibebankan pada modal,
sehingga lembaga keuangan atau kreditur akan
menghapuskan sebagian modalnya (write off) sebagai
akibat kerugian tersebut.
[email protected] / 0811266750
…
 Mortality Rate
Mortality rate menghitung persentase
kebangkrutan yang terjadi untuk kelas risiko
tertentu. Mortality rate tersebut mirip dengan
table kematian untuk manusia (mortality
table). Mortality rate dihitung dengan
menggunakan data historis.
[email protected] / 0811266750
…
 Penurunan Risiko Kredit Menggunakan Term
Structure
Term structure atau yield curve atau kurva
hasil menunjukkan hubungan antara jangka
waktu dengan yield surat berharga (obligasi).
Biasanya kurva tersebut mempunyai slope
yang positif, meskipun slope tersebut bisa
berubah menjadi flat (datar) atau bahkan
negative dalam beberapa situasi.
[email protected] / 0811266750
…
 Credit Metrics
Credit Metrics merupakan alat pengukur risiko
kredit dengan menggunakan kerangka Value At
Risk (VAR), sehingga risiko kredit (risiko yang tidak
bisa diperkirakan) bisa diperhitungkan. Ada dua
masalah jika kita menggunakan kerangka VAR
(yang biasa digunakan untuk mengukur risiko
pasar) untuk risiko kredit, yaitu distribusi yang
tidak normal dan perhitungan korelasi.
1. Credit metrics Untuk Aset Individual
2. Credit metrics Untuk Portofolio Dengan Dua Aset
[email protected] / 0811266750
…
 Pendekatan Kerangka Teori Opsi
Opsi call adalah hak untuk membeli asset dengan harga
tertentu pada periode tertentu.
Opsi put adalah hak untuk menjual aset dengan harga
tertentu pada periode tertentu.
Penjual opsi call atau put mempunyai kewajiban untuk
menyediakan asset yang akan dibeli (jika pemegang
opsi call mengeksekusi haknya), atau membeli asset
yang akan dijual (jika pemegang opsi put mengeksekusi
haknya).
Sebagai kompensasi, penjual opsi menerima premium
atau harga opsi sebesar nilai tertentu.
[email protected] / 0811266750
Download