part-3-Diabetes

advertisement
DIABETES MILITUS
DR. RAZIA BEGUM SUROYO, M.SC. M.KES
Diabetes Melitus.
Kebanyakan kasus diabetes yang
didiagnose oleh kita sebelum atau
terdeteksi pada kehamilan adalah
insulin-dependent diabetes melitus
(IDDM)dan ini terjadi pada wanita
hamil antara 0,1 dan 0,3 persen wanita
hamil mengalami intolerasi ada wanita
hamil.Disamping itu antara 1,5 dan 2,5
persen
wanita hamil mengalami
intolerasi glukose selama kehamilan
(diabetes kehamilan).
ALASANNYA ADALAH BAHWA PARA WANITA HAMIL INI
KURANG
MAMPU
MENGATASI
PERUBAHAN
METABOLIME KARBOHIDRAT PADA KEHAMILAN, YANG
MENYEBABKAN PERLAMBATAN PERTUKARAN GLUKOSE
ANTARA
DARAH
DAN
JARINGAN
PENYEBAB
PERLAMBATAN INI TIDAK DIKETAHUI DENGAN PASTI,
KEMUNGKINAN
DISEBABKAN
OLEH
PENINGKATAN
KADAR ESTROGEN DAN PENINGKATAN KADAR HUMAN
PLASENTA
LACTOGEN
(HPL)UNTUK
MEMOBILISASI
ASAM
LEMAK
SEBAGAI
SUMBER
ENERGI
DAN
MENGHEMAT
GLUKOSE,
ATAU
DISEBABKAN
OLEH
SISTEM
YANG
MENDEGRADASI
INSULIN
PADA
PLASENTA.
EFEK PERUBAHAN METABOLIK TERSEBUT ADALAH
IDDM
MENJADI
LEBIH
BURUK
DAN
DIABETES
KEHAMILAN MUNGKIN MUNCUL SELAMA KEHAMILAN.
HINGGA
SAAT
INI
WANITA
HAMIL
MASIH
DIANGGAP
MEMPUNYAI
KEMUNGKINAN
YANG
LEBIH BESAR MENDAPAT DIABETES KEHAMILAN
DAN
BERPOTENSI
DIABETES.WANITA
INI
MEMPUNYAI ANGGOTA KELUARGA DEKAT YANG
MENDERITA DIABETES, YANG MELAHIRKAN BAYI
DENGAN BERAT BADAN > 4500 GR,MEMPUNYAI
RIWAYAT KEMATIAN INTRAUTERINE YANG TIDAK
DAPAT
DIJELASKAN
PENYEBABNYA,
ATAU
KARENA GEMUK. SENSITIVITAS DAN SPESIFITAS
DARI MARKERS’ DIABETES INI MASIH KURANG
BAIK.
Diagnose Diabetes
Komite ahli dari beberapa negara dan WHO telah menyepakati
kriteria untuk mendiagnose seseorang menderita diabetes:
1. Jika diduga diabetes harus ditentukan pemeriksaan kadar gula
darah sewaktu atau puasa. Kadar glukose plasma vena
sewaktu atau puasa. Kadar glukose plasma vena sewaktu 11,0
mmol/latau lebih, atau kadar gula puasa 8 mmol/l atau lebih,
bersifat diagnostik untuk diabetes.
2. Jika hasilnya meragukan,diberikan pembebanan glukose
75g(dicampur air)dan diminum, sesudah lebih 5menit
dilakukan oral glukose tolerance test(OGGT).
3. Jika terdapat gejala diabetes nilai glukose 2 jam cukup
menegakkan diagnosis diabetes, apabila tidak ada gejala
diperlukan paling sedikit satu pembacaan OGTT abnormal
dan peningkatan kadar puasa atau 2 jam post prandial untuk
menegakkan diagnose
Sambungan diagnosis diabetes
Banyak ahli obstetri melakukan skrining
terhadap semua wanita hamil antara kehamilan
minggu ke 20 dan 28 untuk mengetahui
diabetes kehamilan dengan menggunakan
OGTT 50 g atau 75 g. Kadar glukosa darah vena
total 1 jam > 7,8 mmol/l dengan muatan
glukosa 50 g dan > 8 mmol/l dengan muatan
glukosa 75 g menunjukkan bahwa OGTT harus
dilakukan secara lengkap.
Sambungan diagnosis diabetes
Para ahli lain, termasuk pengarang Effective Care
in Pregnancy and Childbirth menyatakan bahwa ‘
Tes ini tidak dapat diulang pada 50-70% kasus,
dan angka mortalitas dan morbilitas pada diabetes
kehamilan.
Diabetes kehamilan tidak dapat dideteksi
dengan menggunakan tes urine untuk mengetahui
kadar glukosa karena glikosuria umum ditemukan
pada wanita hamil karena nilai ambang untuk
glukosa rendah Jika diagnose kehamilan telah
ditegakkan, fungsi ginjal harus dinilai dan
dilakukan pemeriksaan oftalmologik.
Efek Kehamilan Pada Diabetes
Kebutuhan insulin meningkat, terutama pada
kehamilan sepuluh minggu terakhir, darah harus
dimonitor secara teratur dengan pengukuran
kadar gula. Ketosis agak umum terjadi.
Gangguan ini memerlukan koreksi secara cepat
dan rekurensi harus dicegah untuk mengurangi
risiko kematian intrauteri pada janin. Segera
setelah lahir, sensitivitas insulin meningkat dan
dosis insulin harus dikurangi untuk mencegah
hipoglikemia dan koma.
Efek Diabetes Pada Kehamilan
Efek IDDM pada kehamilan telah diketahui,
namuan efek diabetes kehamilan kurang jelas.
Frekuensi komplikasi tergantung pada kualitas
perawatan wanita diabetes, yang harus dimulai
sebelum hamil, jika memungkinkan.
Penatalaksanaan Diabetes
Nasehat sebelum hamil
Seorang wanita yang sudah diketahui
menderita diabetes atau wanita yang
mempunyai toleransi glukosa terganggu
harus menghindari kehamilan hingga
kadar hemoglobin glikosilat (Hb1c) dan
glukosanya telah terkontrol dalam batas
normal. Hal ini akan mengurangi resiko
malformasi kongenital dan membuat
pengontrolan diabetes secara optimal
menjadi lebih mudah.
Kehamilan
Beberapa prinsif tertentu yang
digunakan pada kehamilan:
1. Euglikemia harus dipertahankan
selama mungkin untuk mengurangi
resiko kematian janin intrauteri.
2. Defek konginital antara kehamilan
minggu ke 14 dan 18, dan
pengukuran alfa fetoprotein pada
kehamilan sekitar 16 minggu.
3. Waktu optimal untuk melahirkan
harus ditentukan untuk masingmasing wanita.
4. Neonatus harus dilahirkan di
tempat yang menyediakan
perawatan intensif optimal, jika
diperlukan.
Insulin- Dependent Diabetes Mellitus
Perawatan medik dimulai ketika penilaian umum
dilakukan pada kehamilan dini. Rawat inap di rumah sakit
mungkin diperlukan untuk melakukan tes fungsi ginjal,
pengukuran lemak darah, dan menstabilkan diabetes.
Diabetes dianggap stabil apabila kadar glukosa kapiler
darah lengkap dalam keadaan puasa <5,5 mmol/l dan
kadar 2 jam postprandial < 4,8 mmol/l.
Wanita itu harus mengukur kadar glukosa darah
preprandial setiap hari dan menyerahkan hasil monitoring
glukosa di rumah setiap minggu untuk dinilai dan
glukometernya dikalibrasi. Ia diberi campuran insulin
murni kerja singkat (misalnya Actrapid) dan insulin kerja
sedang (misalnya Monotard) dua kali sehari. Kadar Hb
glikosilat diukur setiap 4 minggu
sambungan
Jika kadarnya lebih dari 10% atau jika kontrol
diabetesnya tidak baik, ibu dirawat di rumah sakit
untuk menstabilkan diabetesnya. Perawatan selektif
dirumah sakit dilakukan pada kehamilan ke 35.
Tujuan perawatan antenatal tambahan adalah untuk
mencari dan mendeteksi PIH, infeksi saluran kemih,
polihidrmnion dan menilai kesehatan janin dan
pertumbuhannya. Penilaian dilakukan dari kehamilan
minggu ke 29 dan 30 dan kondisi janin dievaluasi
dengan
hitung
tendangan
setiap
minggu.
Pertumbuhan janin dievaluasi dengan pemeriksaan
ultrasonografi berkala dengan interval kira-kira 2
minggu.
Diabetes kehamilan
Kebanyakan
wanita
ini
tidak
memerlukan perawatan di rumah
sakit tetapi memerlukan perawatan
yang
sama
cermatnya
selama
kehamilan
Mereka tidak mungkin mendapatkan
bayi dengan malformasi kongenital,
namun bayinya mungkin besar.
Disarankan dilakukan pengaturan
diet dan jika ini tidak mencapai
tingkat kadar gula darah yang
diharapkan maka si pasien harus
diobati dengan insulin.
Saat yang tepat untuk kelahiran
• Kebanyakan wanita diabetes yang diabetesnya
terkontrol
dengan
baik
dapat
melanjutkan
kehamilannya hingga minggu ke 38 atau lebih dan
menjalani
persalinan
spontan.
Beberapa
tim
penatalaksanaan lebih suka melakukan induksi
persalinan pada kehamilan minggu ke 37, asalkan
memenuhi kondisi untuk induksi. Alasannya adalah
bahwa saat kelahiran dapat diantisipasi dengan baik,
staf rumah sakit dan fasilitas dapat dipersiapkan untuk
kelahiran dan perawatan neonatus.Jika persalinan tidak
berlangsung dengan cepat, menurut catatan partogram,
persalinan dapat dipercepat dengan infus oksitosin, atau
seksio sesarea.
sambungan
Tim lain melakukan seksio sesarea selektif
pada kehamilan minggu ke 38dengan alasan
bahwa
pengontrolan
diabetes
selama
persalinan adalah kompleks dan hasil yang
lebih baik didapat dengan seksio sesarea.
Jika timbul hypertensi akibat induksi
kehamilan dan test pada janin menunjukkan
bahwa resiko kematian in utero tinggi,
kehamilan perlu diakhiri dengan seksio
sesarea atau induksi persalinan.
Penatalaksanaan persalinan
• Kadar glukose darah pasien dipertahankan
pada nilai batas yang diharapkan sepanjang
proses persalinan dengan memasang infuse
glukose 5% intravena dan menambahkan
insulin agar pasien mendapatkan 5.0-7,5 u per
jam, tergantung pada kebutuhan insulin total
perhari. Glukose darah dimonitor setiap 2
jam. Setelah kelahiran bayi kecepatan infuse
dikurangi separuh dan diteruskan selama 12
jam atau lebih lama.
Bayi yang baru lahir
• Kebanyakan bayi dari ibu yang diabetes berukuran
besar. Semakin baik pengontrolan diabetes selama
kehamilan semakin kecil kemungkinan akan
dilahirkan bayi besar yang berlebihan. Kebanyakan
bayi mengalami eksitabilitas neuro muskular dan
menampakkan CUSHINGOID. Bayi dari ibu diabetes
mungkin mengalami hipoglikemia, hipokalemia,
polisitemia dan sindrome distres pernafasan.
Pengikatan tali pusat cepat dapat mengurangi risiko
polisitemia dan perawatan neonatus secara intensif
mengurangi risiko gangguan lain. Pemberian makan
diberikan 2-6 jam sesudah lahir.
Saran kepada ibu.
Hindari kegemukan.
Olahraga teratur
Hindari merokok.
Pemeriksaan berkala untuk menghindari dan
mengetahui lebih cepat hipertensi.
• Untuk merubah gaya hidup termasuk diet
untuk mengontrol berat badan dan olahraga.
• Lakukan follow-up dengan test tahunan dan ini
penting karena 5% wanita dengan diabetes
kehamilan
akan
berlanjut
mengalami
intoleransi glukose dan 10% akan berkembang
menjadi diabetes dalam 10 tahun dan >20%
dalam 20 tahun.
•
•
•
•
Download