Pencatatan dan Analisis Mimpi

advertisement
Antropologi dan Psikologi
Kuliah UMB Yogya
Surono
2013
Asal-usul
 Culture and Personality (Kebudayaan dan
Kepribadian)
 Ethno Psychology (Psikologi Suku Bangsa )
Francis L.K. Hsu  Antropologi Psikologi
Perkembangan Kajian
Pendahulu:
 Mengembangkan ilmu dan kemampuan budaya untuk mengidentifikasi
hubungan sebab akibat antara proses psikologi dengan bentuk-bentuk
masy dan kebudayaan
 Bagaimana Individu belajar memelu dan atau menolak nilai dan
kepercayaan normatif
1940 an:
 Analisis ragam budaya, kepercayaan, praktik ritual, norma-norma sosial
 ekspresi proses psikologis  sosialisasi sbg alat utama meniru
kepribadian dominan
1960 -70 (Antropologi enterpretif)
 Konsep budaya dan Psikologi
Antropologi Psikologi KINI
- Mengamati berbagai model emosi dan pribadi semua
budaya/masyarakat
- Riset istilah dan fungsi psikologi lokal
- Etnografi berpusat pada Pribadi menyangkut praktik
budaya yang menciptakan realitasi sosial dan
emosional
 Melihat hubungan antara Individu dengan makna, nilai,
adat, sistem budaya suatu masyarakat. Kajiannya
umumnya lebih kuat ke Psikologi.
Tokoh-tokoh
Antara lain:
 Margaret Mead (ahli antropologi),
 Abram Kardiner (ahli psikiatri), W.H.R. River (ahli
psikologi),
 Erik H. Erikson (ahli psikoanalisa neo freudian), dan
lain lain.
 di sinilah ilmu antropologi budaya dan sosial dapat
berhubungan dengan ilmu psikologi kepribadian,
psikologi
perkembangan,
ilmu
psikiatri,
dan
psikoanalisa secara sangat akrab dan produktif.
Mengapa Muncul?
Menurut Koentjaraningrat:
 Konsep dan teori psikologi tentang kepribadian tidak
berlaku umum, sehingga…
 “meminjam” metode etnografi untuk analisis mereka,
pun dengan ahli antropologi. akibatnya…
 Banyak ahli psikologi yang beralih menjadi antropolog
terkenal, hasilnya
 dalam antropologi sering muncul penelitian yang
menggunakan metode dan analisis psikologi. Dan
penelitian ini disebut…
 Penelitian watak dan kepribadian (culture and
personality study)
Alasan Akademis
 Perhatian besar penting individu dalam
masyarakat dan kebudayaannya paska PD II
 Kebutuhan sarjana Antro untuk menguji apakah
konsep-konsep psikologi yang dikembangkan dari
Eropa bersifat universal
 Penggeneralisasian watak-watak suku bangsa
dalam etnografi hanya kesan peneliti belaka
(ex:peneliti yang yang mendapat sambutan baik
akan menganggap budaya masy baik, dsb)
 Anggapan bhw: kebudayaan adalah kompleks ideide dan kelakuan manusia untuk memenuhi
kebutuhan nalurinya
Permasalahan Besar Bidang kajian/
penelitian Antro-psiko
Milton Singer:
1. Hubungan kebudayaan dengan sifat
pembawaan manusia (human nature)
2. Hubungan kebudayaan dengan
kepribadian khas kolektif tertentu
(Typical personality)
3. Hubungan kebudayaan dengan
kepribadian abnormal
Metode Dalam Antro-Psiko
Perpaduan Etnografi dengan Metode-metode
Psikologi klinis:
 Metode Pengumpulan dan analisis Folklore
 metode eksak/tes proyeksi
 biografi (life story method)
 Pencatatan dan Analisis mimpi
 Survey lintas budaya
Pengumpulan dan analisis Folklore
Folklore: semua adat dan pengetahuan:
mitos, legenda, peribahasa, teater rakyat,
cerita hikayat, dongeng, takhayul, tebaktebakan, dan permainan rakyat, dsb.
Umumnya bersifat lisan
Fungsi Folklore
1. Sistem Proyeksi
2. Pengesahan Budaya
3. Alat Pedagogis
4. Alat pemaksa norma dan pengendali
masyarakat
Metode eksak/tes proyeksi
 Ego mempertahankan kenikmatannya dengan menolak
segala keinginan dan ide-ide tidak sadar, karena jika
dibiarkan masuk ke alam sadar akan menyiksa ego.
 Untuk menganalisis watak Individu dengan
menggunakan tes-tes proyeksi (para antropolog
menggunakan tes psikologi untuk menganalisis
kepribadian umum suatu masyarakat
 Dorongan , perasaan, dan sentimen diri sendiri
disebabkan karena orang lain atau dunia luar
Biografi
Tujuannya:
mencapai suatu pengertian tentang suatu
masyarakat, kebudayaan, tipe kepribadian
suatu suku bangsa melalui kaca mata individu
yang merupakan anggota masyarakat
bersangkutan.
Data Biografi penting:
 Memperoleh gambaran tentang gejala-gejala sosial
dengan kacamata indidu partisipan masyarakat
bersangkutan
 Mencapai pengertian ttg masalah individu yang suka
berperilaku menyimpang
 Pengertian mendalam ttg hal-hal psikologis yang tidak
mudah diamati dari luar dengan wawancara atau
pengamatan
 Gambaran mendalam ttg hal-hal yang tidak mudah
diceritakan kepada orang lain
Pencatatan dan Analisis Mimpi
Banyak dibicarakan psikoanalisa.
 Asumsi bahwa mimpi-mimpi menjadi menggambarkan
perilaku standar suatu masyarakat (bagian dari
kebudayaan).
 Mimpi mengungkapkan gagasan-gagasan, perasaan,
keadaan motivasional yang sulit diungkapkan dengan
verbal karena mimpi adalah fenomena ketidaksadaran
manusia. Jika fenomena tersebut berpola pada
masyarakat maka anak menjadi pintu masuk yang baik
untuk memahami kepribadian kolektif masyarakat.
Survey Lintas Budaya
Latar Belakang:
Tiada psikologi positivistik yang berlaku universal, obyektif, sehingga konsep
dalam suatu suku bangsa blm tentu berlaku pd bangsa lain. contohnya:
Rasa (jawa) dan emosi/feeling
Tujuan:
 Secara akademis
- Pengembangan Ilmu pengetahuan
Praktis
- Kepentingan pembangunan dalam arti luas (pada masa penjajahan
digunakan untuk menguasai dan mengatur anak negeri)
- Setelah merdeka untuk sarana integrasi dan pembangunan Indonesia
Teoritik:
- Peristiwa/budaya unik tidak hanya untuk menjelaskan sesuatu yang deskriptif
integration tetapi
- Mengetest dan memperbaharui teorinya
- Upaya penggeneralisasikan untuk mendukung argumen melalui fakta
empirik dan keteraturan-keteraturan lainnya
Tujuan: untuk menguji korelasi unsur-unsur kebudayaan guna mendapatkan
generalisasi
Contoh Studi-studi
 EB Tylor : menliti tentang 300 kebudayaan diberbagai
tempat, ternyata tidak semua teorinya benar.
 S.R.Steinmets: 150 kebudayaan yang diambil dari
berbagai buku dan dibuat dengan sistem kartu
 N.J Nieboer: tentang pranata perbudakan yang
dikaitkan dengan variabel ekonomi, teknologi, dan
orsos
 Magaret Mead mengkaji hubungan antara adat-istiadat
pengasuhan anak dengan unsur kebudayaan suatu
masyarakat, masalah Pubertas pada masyarakat
Samoa dan pola pengasuhan anak di pulau Manus
(utara irian)
HRAF (Human Relation Area Files)
 Dikembangkan Oleh The Yale cros-cultural Survey
 Mengembangkan Outline of Cultural Materials
(pengorganisasian dan pengklasifikasian berbagai suku
bangsa di dunia)
Model pengklasifikasiannya berdasarkan:
Sejarah, tms suku bangsa primitif (sederhana) atau modern,
Tujuannya:
1. Menguji suatu generalisasi dengan cepat
2. Mengetahui kekurangan deskripsi dari suatu literatur,
selanjutnya
3. Menyusun pedoman penelitian lapangan.
Kelemahan HRAF
 Data-data out of date dan data skunder
 Apakah korelasi antar beberapa budaya
tersebut merupakan: hubungan sebab
akibat atau karena difusi budaya?
Kepribadian Umum

1.
2.
Sejumlah watak yang kadang-kadang seluruhnya dan
ada kalanya hanya sebagian yang berada dalam jiwa
dari sebagian besar warga suatu masyarakat,
ditentukan:
bakatnya sendiri
Latar belakang kebudayaan dan sub kebudayaan dari
lingkungan sosial dimana tempat indivisu dibesarkan
Cara menemukan kepribadian umum:
1. Rorschach Test dan Thematic Apperception Test
(TAT)
2. Mempelajari adat istiadat pengasuhan anak
Thematic Apperception Test
Rorschach Test
Latihan
 Menemukan kepribadian umum dalam
masing-masing kebudayaan anda.
Sekian
Download