1 Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan

advertisement
www.usi.ac.id/karya ilmiah dosen
upload : biro sistem informasi data & hubungan [email protected]
Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan Di Kawasan
Hutan Aek Nauli Kecamatan Lumban Julu
Sarintan Efratani Damanik1 2
1
2
Kaprodi Pascasarjana USI
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Simalungun
Abstrak
Ekowisata tidak akan terlepas dari aspek pendidikan bahkan menjadi bagian utama dalam pengelolaan ekowisata
karena membawa misi sosial untuk menyadarkan keberadaan manusia, lingkungan, dan akibat yang akan timbul
bila terjadi kesalahan dalam manajemen pemberdayaan lingkungan gobal. Salah satu tujuan ekowisata di KHDTK
Aek Nauli Lumban Julu harus mampu menjabarkan nilai kearifan lingkungan dan sekaligus mengajak orang untuk
menghargai apapun yang walaupun tampaknya teramat sederhana. Pada hakikatnya dengan kesederhanaan itulah
yang menjadi pedoman masyarakat sekitar kawasan wisata mempertahankan kelestarian alamnya.
Seorang ekowisatawan yang telah mengunjungi di KHDTK Aek Nauli Lumban Julu mungkin dapat memperoleh
pengetahuan dari pembaurannya dengan lingkungan dan masykarakat. Ia cukup merasa senang ketika memasuki
hutan, saat ia mendapatkan informasi tentang strata tajuk hutan, mengapa owa berteriak di pagi hari, mengapa
madu hutan berwarna hitam, dan yang lain sebagainya. Atau ketika ia mengunjungi sebuah perkampungan ia dapat
melihat dan mendapatkan informasi bagaimana cara membuat gula merah, cara membajak sawah, interaksi
masyarakat di pasar tradisional, dan yang lainnya. Begitu juga sebaliknya, masyarakat akan terdidik dengan
adanya transfer pengetahuan dari ekowisatawan kepada mereka, sebagai perwujudan prinsip memberikan manfaat
kepada masyarakat lokal.
--------------------------------------------------------------------------Keyword : Ekowisata, Nilai Sosial, Pendidikan Lingkungan
PENDAHULUAN
Hal ini dinyatakan oleh
Goeldner
dalam Gufron (2009:5), bahwa pariwisata
Dinamika perkembangan pemanfaatan
adalah suatu usaha ekonomi potensial dan
kawasan hutan menuntut adanya respon dari
sebagai pembangkit perekonomian suatu
pemerintah untuk mengelola kawsan agar
kota, propinsi, kabupaten, atau daerah tujuan
lebih tertata dan memiliki manfaat yang
wisatawan, dari pengeluaran mereka. Pe-
lebih luas. Pada awal tahun 2008, Puslitbag
ngembangan wisata alam dan pendidikan
Peningkatan Produktivitas Hutan sebagai
lingkungan di KHDTK Aek Nauli Lumban
pengelola kawasan, telah mewacanakan
Julu akan berjalan dengan baik jika memiliki
pengembangan wisata alam dan pendidikan
perencanaan yang baik pula. Perencanaan
lngkungan di KHDTK Aek Nauli Lumban
merupakan suatu proses berkelanjutan yang
Julu. Pengembangan sektor wisata selain
melibatkan keputusan atau pilihan, tentang
untuk menata kawasan juga diharapkan
cara – cara alternatif menggunakan sumber
dapat membawa dampak yang luas terhadap
daya yang tersedia, dengan tujuan untuk
perekonomian di suatu daerah.
1
Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan Di Kawasan Hutan Aek Nauli
Kecamatan Lumban Julu ................................. Sarintan E. Damanik
mencapai tujuan tertentu pada beberapa
dulian semua lapisan dan golongan mas-
waktu dimasa depan.
yarakat sadar akan lingkungan.
Perencanaan pengembangan ekowisata
yang dilakukan dengan baik tentu akan
TINJAUAN PUSTAKA
memberikan manfaat yang sebesar– besarnya dan dapat pula memperkecil semua efek
Perencanaan pada prinsipnya berkaitan
sampingan yang kurang menguntungkan.
dengan persoalan kebijakan pelaksanaan,
Karena itu pentingnya perencanaan dalam
penentuan tujuan yang hendak dicapai, dan
pengembangan wisata adalah agar perkem-
penentuan cara – cara atau metode peng-
bangan wisata sesuai dengan apa yang telah
gunaan sarana dan prasarana. Perencanaan
dirumuskan dan berhasil mencapai sasaran
selalu berkaitan dengan tiga hal yaitu tujuan,
yang dikehendaki, baik itu ditinjau dari segi
sarana dan cara. Oleh karena itu strategi juga
ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan
harus didukung oeh kemampuan untuk
hidup. Pendekatan perencanaan pembangu-
mengantisipasi kesempatan yang ada. Dalam
nan harus terbuka dan melibatkan masya-
melaksanakan berbagai upaya dalam pe-
rakat, sehingga masyarakat lokal terkena
ngembangan sarana dan prasarana pari-
dampak bagi kebijakan pengelolaan ka-
wisata (Suryono, 2004).
wasan. Kegiatan pengembangan ekowisata
merupakan
upaya
untuk
Menurut Yoeti (1985) terdapat 3 karak-
meningkatkan
teristik utama objek wisata yang harus
kesejahteraan masyarakat setempat, jadi
diperhatikan dalam upaya pengembangan
kebutuhan dari masyarakat dapat terpenuhi.
suatu objek wisata tertentu. Karakteristik
Wisata alam adalah pilihan utama bagi
tersebut antara lain :
para wisatawan, namun dalam pengem-
a. “Something to see”artinya objek wisata
bangan wisata di Aek Nauli, diyakini memi-
harus memiliki suatu atraksi wisata yang
liki dampak yang kecil bagi lingkungan.
bisa dilihat atau dijadikan tontonan bagi para
Ekowisata berkontribusi dalam membangun
wisatawan. b. “Something to do” artinya
kesadaran konservasi lewat pendidikan.
objek
Pendidikan lingkungan merupakan proses
misalnya berupa fasilitas rekreasi baik itu
penyadaran tentang pentingnya lingkungan
arena bermain atau tempt makan sehingga
hidup untuk mendorong terwujudnya kepe-
ada sesuatu
wisata
harus
memiliki
sesuatu
yang bisa dilakukan ole
wisatawan. c. “something to buy” artinya
2
www.usi.ac.id/karya ilmiah dosen
upload : biro sistem informasi data & hubungan [email protected]
objek wisata harus menyediakan fasilitas
deskriptif tentang perencanaan pengem-
bagi para wisatawan untuk berbelanja
bangan wisata alam dan pendidikan ling-
terutama barang – barang souvenir dan
kungan di KHDTK Aek Nauli Kecamatan
kerajinan tangan rakyat
Lumban Julu Kabupaten Simalungun.
Alam merupakan sumber ilmu yang
Penelitian ini dlakukan di KHDTK Aek
tanpa batas. Keanekaragaman lingkungan
Nauli. Adapun pertimbangan pemilihan lo-
(alam, sosial, budaya) dapat menampung
kasi, antara lain : (1) KHDTK Aek Nauli
pengembangan minat (sense of interst) para
merupakan sebuah kawasan hutan penelitian
wisatawan. segala sesuatu yang ada di alam
yang telah mengalami dinamika perkem-
dapat langsung diamati (sense of reality),
bangan yang menarik, yaitu adanya kegiatan
diselidiki (sense of inquiry), dan ditemukan
pengembangan wisata alam dan pendidikan
(sense of discovery). Oleh karena itu,
lingkungan; (2) Pengembangan wisata alam
pendidikan sifatnya inheren (melekat) dalam
dan
ekowisata.
wacana yang baru digagas sehingga masih
Ekowisata
harus
mencakup
pendidikan
lingkungan
untuk dilakukan
merupakan
komponen pendidikan dan interpretasi aspek
perlu
kajian
lanjutan
alam dan budaya suatu tempat. Pengunjung
terutama terhadap proses perencanaannya.
harus belajar sesuatu, membangun penghargaan terhadap budaya dari tempat yang ia
HASIL DAN PEMBAHASAN
kunjungi, dan juga membangun sebuah
pemahaman tentang sifat dan proses –
Dinamika perkembangan KHDTK Aek
proses alami tempat tersebut, sebagaimana
Nauli telah membawa banyak perubahan
dikemukakan
baik dari segi pemanfaatan kawasan maupun
Lipscombe
dan
Thwaites
(2001).
dari segi pongelolaanya. Hal ini juga membawa dampak dalam kegiatan perencanaan.
METODE PENELITIAN
Adanya keterlibatan stakeholders lain, yaitu
pemerintah dalam pengembangan ekowisata
Jenis dari penelitian yang digunakan
dan dalam pengelolaanya diperlukan peren-
dalam penelitian ini adalah penelitian des-
canaan yang matang.
kriptif dengan menggunakan pendekatan
Perencanaan
kualitatif. Penulis ingin memaparkan secara
pengembangan
wisata
alam dan pendidikan lingkungan di KHDTK
3
Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan Di Kawasan Hutan Aek Nauli
Kecamatan Lumban Julu ................................. Sarintan E. Damanik
Aek Nauli dipengaruhi oleh beberapa faktor
melaksanakan
proses
perencanaan
dan
baik eksternal maupun internal yang dapat
menghasilkan rumusan perencanaan yang
bersifat sebagai pendorong maupun sebagai
baik. Dalam proses perencanaan pembangu-
penghambat. Faktor yang mempengaruhi
nan, perencana selaku SDM perencanaan
perencanaan pengembangan wisata alam dan
merupakan faktor utama yang menggerak-
pendidikan lingkungan adalah :
kan pelaksanaan perencanaan. Manusia sebagai perencanaan pembangunan sumber da-
a.
Keterlibatan Komunitas Setempat
(Community Involvement)
ya manusia mempunyai prinsip concern,
Proses pembangunan partisipatif me-
Pengelolaan kawasan ekowisata, peran
consistent, dan continuous.
rupakan salah satu bentuk pemberdayaan
serta
masyarakat sebagai upaya melibatkan mas-
diabaikan.mereka lebih tahu pendatang yang
yarakat dalam proses pembangunan. Dalam
punya proyek karena keterlibatan mereka
pelaksanaan program pembangunan eko-
dalam persiapan dan pengelolaan kawasan
wisata, keterlibatan atau pertisipasi mas-
sangat diperlukan. Mereka lebih mengetahui
yarakat secara langsung untuk mendapatkan
di mana sumber mata air yang banyak, ahli
manfaat
tentang tanaman dan buah–buahan yang bisa
pembangunan
telah
dilakukan
masyarakat
keperluan
tidak
obat,
bisa
dengan kadar keterlibatan dan besarnya
dimakan
manfaat yang diperoleh bervariasi.
mengapa binatang pindah tempat pada
Dalam perencanaan pengembangan
untuk
setempat
tahu
waktu – waktu tertentu.
wisata ini, pihak pengelola telah melakukan
kerjasama dengan pihak akademisi yang
b.
Ekowisata
berkompeten dalam bidang pengembangan
Wisata alam merupakan tujuan utama
wisata alam dan pendidikan lingkungan.
dari masyarakat namun hal tersebut tidak
Pihak pengelola sendiri memiliki tenaga
terlepas dari pendidikan tentang alam.
perencana yang kompeten terdiri dari tenaga
Aspek pendidikan merupakan bagian utama
struktural dan tenaga fungsional atau pene-
dalam
liti lingkup Badan Litbang Kehutanan. Para
lingkungan, dan akibat yang mungkin
perencana ini memiliki kompetensi di
ditimbulkan bila terjadi kesalahan atau
bidangnya dan dapat bekerjasama dengan
kekeliruan dalam manajemen pemberdayaan
konsultan pembantu dari akademisi untuk
lingkungan. Setiap pengelolaan ekowisata
mengelola
keberadaan
manusia,
4
www.usi.ac.id/karya ilmiah dosen
upload : biro sistem informasi data & hubungan [email protected]
memerlukan integritas kuat karena nilai
dan pendidikan lingkungan di KHDTK Aek
pendidikan dari ekowisata memiliki nilai
Nauli.
yang
pada
diharapkan dapat menarik dukungan dari
KHDTK Aek Nauli memiliki ciri – citi yang
berbagai pihak agar kegiatan pengembangan
khas atau unik, waktu sedang berkembang
wisata alam dan pendidikan lingkungan
dipublikasikan secara gencar sebagai tana-
dapat berjalan dengan baik.
man atau bunga langka yang tidak ada
d.
sangat
penting.
Misalnya,
Dengan
adanya
sosialisasi
ini,
Pengawasan (Monitoring)
duanya di dunia. Lingkungan di sekitar
Kita sangat menyadari bahwa budaya
wisata tersebut ditata sedemikian rupa
yang berkembang pada masyarakat di
dengan biaya yang relatif mahal dan berbeda
sekitar kawasan KHDTK Aek Nauli tidak
dengan keadaan lingkungan sekitarnya.
sama
Tindakan yang membangun infrastruktur
pendatang. Dalam melakukan aktivitas, akan
akan membuat perlindungan (advocasy)
terjadi pergeseran yang lambat laun akan
terhadap tanaman sehingga mempunyai nilai
mengakibatkan hilangnya kebudayaan asli.
ekonomi bagi masyarakat.
Ini harus diusahakan jangan sampai terjadi.
Prasarana yang dibuat hendaknya
dengan
budaya
pengelola
yang
Oleh karena itu, diperlukan pengawasan
mampu memberikan nilai–nilai berwawasan
(monitoring)
yang
berkesinambungan
lingkungan dan menggunakan bahan – ba-
sehingga masalah integritas, loyalitas, atau
han di sekitar obyek itu walau kelihatan
kualitas dan kemampuan untuk mengelola
sangat sederhana. Dengan cara itu, keaslian
akan sangat menentukan untuk mengurangi
dapat dipertahankan karena dengan kese-
dampak yang timbul.
derhanaan itu masyarakat sekitar kawasan
e.
Konservasi (Conservation)
mampu mengelola dan mempertahankan
Pengelola maupun wisatawan yang
kelestarian alam dengan sendirinya tanpa
datang berkunjung harus menyadari bahwa
mengada – ada.
tujuan pengembangan ekowisata adalah
c.
aspek konservasi bagi suatu kawasan dengan
Sosialisasi
Sosialisasi
dilakukan
terhadap
memperhatikan kesejahteraan, kelestarian,
stakeholder dan pihak – pihak terkait lain
dan mempertahankan kelestarian lingkungan
secara luas untuk mensosialisasikan program
kawasan itu sendiri. Memang diakui bahwa
dan kegiatan pengembangan wisata alam
pengelola
kawasan
ekowisata
ibarat
5
Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan Di Kawasan Hutan Aek Nauli
Kecamatan Lumban Julu ................................. Sarintan E. Damanik
memiliki pisau yang harus dilihat dari dua
kualitas SDM dari segi pendidikan masih
sisi mata pisau itu sendiri. Kita menjalankan
merupakan kenyataan yang masih harus
misi dengan tujuan dua kepentingan yang
dihadapi
bertolak belakang satu dengan yang lainnya.
Sementara itu peran kelembagaan
Ekoturisme dipandang sebagai suatu cara
yang ada sebagai alat manajemen belum
untuk membayar konservasi alam dan
efektif. Selain itu penanganannya masih
meningkatkan nilai lahan- lahan
yang
bersifat sentralistik, pada kawasan konser-
dibiarkan dalam kondisi alami. Para pekerja
vasi setiap daerah sangat spesifik. Hal ini
konservasi ekonomi telah menyadari bahwa
menyebabkan manajemen pengelolaan tidak
tidak mungkin dapat menyelamatkan alam
akan berfungsi secara efektif. Melihat masih
dengan mengorbangkan penduduk lokal.
besarnya kendala dalam pelaksanaannya
Dari sisi ekonomi, kekayaan flora dan fauna
dilapangan, maka peran berbagai stake-
serta keberadaan kawasan konservasi akan
holder yaitu operator wisata, pemandu
menciptakan
dan
lapangan, pemilik hotel, pengelolah taman,
lapangan kerja. Perolehan nilai ekonomi
kelompok masyarakat lokal, perencana dari
yang besar dapat digunakan untuk upaya
pemerintah, LSM/NGO dan semua pihak
konservasi sumberdaya alam.
yang terkait, harus bekerja secara sinergi
f.
kegiatan
ekonomi
Tantangan
turisme
Pengembangan
Tantangan
dalam
Eko-
untuk menyelesaikan permasalahan tersebut
diatas.
pengembangan
Pembangunan
sistem
informasi
manajemen konvervasi sumber daya alam
ekoturisme adalah lemahnya kemampuan
merupakan
suatu
dalam pengelolaan data dan informasi
diperlukan.
Secaraa
sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
tindakan penyempurnaan kebijakan, dan
Data dan informasi tentang jumlah, jenis,
institusi serta penguatan institusi.
perilaku serta ekosistem flora dan fauna
g.
masih sangat terbatas. Padahal data – data
Pelaksanaan
Kegiatan
hal
yang
makro
dan
sangat
diperlukan
Implementasi
tersebut merupakan dasar untuk merancang
Pelaksanaan atau implementasi kegia-
dan menyusun program ekoturisme di suatu
tan merupakan hal yang paling penting
kawasan. Selain itu sarana dan prasarana
dalam
dapat menunjang kegiatan ekoturisme juga
pendidikan lingkungan. Tanpa implementasi
masih
yang baik semua proses perencanaan akan
terbatas,
sementara
rendahnya
pembangunan
wisata alam dan
6
www.usi.ac.id/karya ilmiah dosen
upload : biro sistem informasi data & hubungan [email protected]
sia – sia. Pada tahapan pelaksanaan atau
naan yang matang, waktu yang cukup lama
implementasi ini, keterlibatan Puslitbang
dan upaya kerja keras agar tujtuan eko-
Peningkatan Produktivitas Hutan, Dinas
turisme dapat terpenuhi. Mengembangkan
Kebudayaan dan Pariwisata, Masyarakat
kegiatan ekoturisme memang bukan kegia-
menjadi elemen penting, meskipun tidak
tan yang mudah, memerlukan keahlian dari
menutup kemungkinan akan melibatkan
berbagai disiplin ilmu dan melibatkan
pihak lain.
berbagai stakeholder. Hal ini disebabkan
karena kegiatan ekoturisme yang tidak
terencana dengan baik akan mempunyai
KESIMPULAN DAN SARAN
resiko yang besar, bukan saja mengaa.
kibatkan kegagalan tetapi yang lebih ber-
Kesimpulan
Ekowisata
merupakan
salah
satu
bahaya adalah dampak negatif yang di-
alternative kegiatan wisata yang mendukung
timbulkannya justru lebih besar dari pada
spirit konservasi sumberdaya alam. Ia meru-
dampak
pakan bisnis yang tidak menitikberatkan
sumberdaya alam tersebut.
positifnya,
berupa
rusaknya
pada profit (keuntungan materi) semata,
namun lebih kepada benafit (manfaat) secara
umum,
yang
meliputi
ekowisatawan,
masyara-kat (local communities), lingkugan
dan juga pengelola/pelaku bisnis.
Pengembangan ekoturisme memerlukan keahlian yang multidisiplin dan melibatkan
berbagai
stakeholder.
Konsep
PUSTAKA
Bambang Setiyono, Sarwono, Hermawan,
2012. Perencanaan Pengembangan
Wisata Alam dan Pendidikan
Lingkungan. Jurnal Wacana – Vo
15, No. 3.
Damanik, Janianton dan Helmut F. Weber.
2006. Perencanaan Ekowisata.
Yogyakarta: CV. Andi Offset
carrying capacity dan pertisipasi masyarakat
lokal harus menjadi pertimbangan mulai dari
perencanaan sampai pelaksanaan program.
b.
David Western. 1993. Member Batasan
tentang Ekoturisme. Ekoturisme
Petunjuk
Untuk Perencana dan
Pengelola. The Ecotourism Society.
North Bennington, Vermonth
Saran
Pengembangan kawasan ekoturisme
KHDTK Aek Nauli memerlukan perenca-
Gufron, 2009. Perencanaan Pengembangan
Obyek Wisata Pantai Parangtritis
Kec. Kretek Kab Bantul Pasca
7
Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan Di Kawasan Hutan Aek Nauli
Kecamatan Lumban Julu ................................. Sarintan E. Damanik
Gempa umi 27 Mei 2006. Tesis.
Malang: UB
Lipscombie, N. dan Thwaitas, R. 2001.
Education and Training. Artikel
dalam buku :
The
Encylopedia of Ecotourism, editor :
David
B.
Weaver.
CABI
Publishing. New York
Kutai Kertaneagara, Kalimantan
Timur.
Bogor:
Center
for
International Forestry Research.
Yoeti, Oka A. 2000. Ekowisata : Pariwisata
Berwawasan Lingkungan Hidup.
Jakarta: P.T. Pertja
Nugroho, Iwan. 2011. Ekowisata dan
Pembangunan
Berkelanjutan.
Yogyakarta: Pustaku Pelajar
Riyadi dan Dedy Supriadi Bratakusumah.
2004.
Perencanaan
dan
Pembangunan
Daerah:Strategi
Menggali
Potensi
Dalam
Mewujudkan Otonomi Daerah.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama
Simonds. J.O. and Barry W.Starke. 2006.
Landscape Architecture: A Manual
of Environtment Palnning
and
Design. New York: Mcgraw – Hill
Book Company
Soemarno. 2006. Model Pengelolaan
Sumber
Daya
Hutan untuk
Pengembangan
Wilayah dan
Pemberdayaan
Masyarakat.
Malang: Agritek YPN.
Undang –undang No. 41 tahun 1999 tentang
Kehutanan.
Wiati, Catur Budi. 2005. Kepentingan
Nasional atau Lokal? Konflik
Penguasaan Lahan di hutan
Penelitian Sebulu di Kabupaten
8
Download
Study collections