BAB I - jurnal stie kesatuan

advertisement
1
STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLYMPIC FURNITURE
PADA PT CAHAYA SAKTI MULTI INTRACO
AGUS KURNIAWAN, WEMAN SUARDY DAN MASHADI
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan
ABSTRAK
PT. Cahaya Sakti Multi Intraco adalah perusahaan yang menjual
produk-produk furniture khususnya produk Olympic. Perusahaan ini bagian
dari Olympic Group yang khusus memasarkan produk-produk furniture mulai
dari Bed room set, Kitchen set, Office set, Living room set dan Children set.
Perusahaan ini mempunyai beberapa cabang distribusi di Indonesia sehingga
penjualannya dapat merata sampai ke pelosok seluruh Indonesia. Adapun
tujuan dari peninjauan ini antara lain adalah untuk mengetahui strategistrategi apa saja yang dijalankan PT. Cahaya Sakti Multi Intraco dalam
meningkatkan dan menjaga penjualan produk agar tetap menjadi nomor satu
di Indonesia. Usaha tersebut
ditinjau mulai dari penerapan strategi
pemasaran produk dan sistem manajemennya, beserta perumusan strategi
analisis SWOT, aspek internal (strength, weakness), aspek eksternal
(opportunity, treats), yang dijalankan oleh PT. Cahaya Sakti Multi Intraco.
Hasil tinjauan tersebut dapat memberikan gambaran apakah PT.Cahaya
Sakti Multi Intraco dapat meningkatkan dan menjaga penjualan produknya.
Komponen kekuatan (strenghts) PT Cahaya Sakti Multi Intraco,
:Berpengalaman selama 27 tahun di Industri Furniture, Mendapatkan
dukungan finansial yang kuat dari Olympic Group, Memiliki mesin berteknologi
moderen dan mampu berproduksi dalam kapasitas besar, Kualitas mutu yang
terjaga, Posisi brand yang kuat dipasaran, Jaringan distribusi yang luas.
Komponen kelemahan (weakness) :Harga jual yang tinggi, Karyawan tetap
lebih dari sepuluh tahun, Penjualan berjenjang. Komponen peluang
(opportunities) , Maraknya pembangunan rumah hunian dan perkantoran,
terutama yang bertingkat, sehingga meningkatkan permintaan atas produkproduk furniture, Dukungan terhadap industri olahan kayu sebagai alternatif
dari industri solid yang melemah akibat kelangkaan bahan baku, Pangsa pasar
yang besar di Indonesia. Komponen ancaman ( threats) : Persaingan dengan
produk-produk furniture murah yang di import dari China., Krisis ekonomi
global menurunkan daya beli masyarkat, Pengaruh negatif dari perdagangan
bebas, Meningkatnya biaya oprasional dan produksi akibat naiknya harga
bahan bakar minyak, Banyaknya produk pesaing yang lebih murah
dibandingkan produk olympic.
Keywords: strategi pemasaran, aspek internal, aspek eksternal
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan zaman berbagai macam teknologi-teknologi baru ditemukan
untuk membantu meringankan kerja manusia dalam berbagai bidang seperti
komunikasi, perdagangan, permesinan, khsususnya perindustrian. Manusia
tidak akan pernah puas terhadap sesuatu yang pernah ada, manusia akan
terus berpikir dan berkreasi untuk mendapatkan yang lebih baik dari
sebelumnya. Hal ini mengakibatkan timbulnya persaingan yang ketat diantara
industri-industri
yang
sejenis
khususnya
mengharuskan manajemen perusahaan
diera
global,
sehingga
memikirkan kembali sasaran,
strategi dan taktiknya merebut konsumen di pasaran.
Perusahaan
pada
hakekatnya
mempunyai
tujuan
dan
untuk
mencapainya, pimpinan perusahaan perlu menerapkan suatu strategi.
Strategi kegiatan produksi lebih ditujukan kearah internal perusahaan yang
bertujuan untuk memperoleh efisiensi produksi, baik preferensi manajerial,
perilaku maupun persepsi, semua berorientasi ke mental produksi. Dari
aspek politik, strategi bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat
terhadap serangan dari luar.
Menghadapi kenyataan yang ada karena semakin ketatnya persaingan,
maka analisa perencanaan strategis merupakan salah satu bidang
studi
yang banyak dipelajari dibidang akademis. Hal ini disebabkan karena setiap
saat terjadi perubahan, seperti persaingan yang semakin ketat, peningkatan
inflasi, penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi, perubahan teknologi yang
semakin canggih dan perubahan kondisi geografis, yang mengakibatkan
perubahan selera konsumen secara cepat. Untuk memenuhi semua
3
tantangan
tersebut,
perusahaan
membutuhkan
analisis
perencanaan
strategis, tujuannya adalah untuk memperoleh keunggulan bersaing.
Dengan demikian
perusahaan mulai berfikir untuk menyusun suatu
strategi pemasaran yang baik dan tepat. Pendekatan dalam menganalisa
lingkungan bisnis perusahaan merupakan hal yang sangat penting mengingat
faktor eksternal dan faktor internal lingkungan bisnis melahirkan kekuatan
dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang harus diperhatikan untuk
antisipasi keadaan tersebut karena perusahaan tidak ingin kehilangan
kepercayaan dari pelanggannya. Agar dapat bertahan dan mampu bersaing
di pasar, perusahaan harus tahu bagaimana cara menyesuaikan diri dengan
pasar yang terus menerus berubah.
Untuk dapat mewujudkannya maka perlu diterapkan satu strategi yang
tepat dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan alat
formulasi strategi yang menganalisis dan mengidentifikasi berbagai faktor
secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan berdasarkan pada
logika
yang
(opportunity),
dapat memaksimalkan kekuatan (strengths), peluang
namun
secara
bersamaan
meminimalkan
kelemahan
(weakness) dan ancaman (threats).
Berdasarkan hal tersebut Penulis menetapkan judul Tugas Akhir
“STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLYMPIC FURNITURE PADA PT
CAHAYA SAKTI MULTI INTRACO”.
1.2
Identifikasi Masalah
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. Faktor-faktor internal dalam strategi pemasaran perusahaan?
2. Faktor-faktor eksternal dalam strategi pemasaran perusahaan?
4
3. Bagaimana menentukan strategi pengembangan pemasaran produk
Olympic Furniture pada PT.Cahaya Sakti Multi Intraco?
1.3
Maksud dan Tujuan
1. Mengetahui faktor-faktor internal yang mempengaruhi perusahaan.
2. Mengetahui faktor-faktor external yang mempengaruhi perusahaan.
3. Mengetahui strategi pemasaran produk Olympic Furniture pada PT
Cahaya Sakti Multi Intraco.
1.4
Waktu dan Tempat Riset
Penulis melakukan riset pada bulan Juni dan Juli 2013 bertempat di
PT Cahaya Sakti Multi Intraco (Olympic group) di jalan Kaum Sari Kedung
Halang Bogor.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pemasaran
Beberapa pengertian pemasaran :
1. Menurut The American Marketing Association (AMA)
Pemasaran merupakan organisasional dan penciptaan 1 set prosesproses, komunikasi dan mengirimkan nilai pada konsumen-konsumen,
dan untuk mengatur relasi pada konsumen yang bertujuan untuk
keuntungan pihak-pihak yang bersangkutan.
2. Menurut Freddy Rangkuti (2005)
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh
berbagai faktor sosial, budaya, politik, ekonomi dan manajerial. Akibat
dari pengaruh beberapa faktor tersebut masing-masing individu
maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan denga
menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki
nilai komoditi.
3. Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (2010)
Pemasaran
secara
sederhana
adalah
yang
mengatur
relasi
menguntungkan dengan konsumen. Tujuan dari pemasaran adalah
menciptakan nilai untuk konsumen dan menangkap nilai dari
konsumen atau mendapat timbal balik dari konsumen.
Tidak hanya organisasi profit yang memerlukan pemasaran tetapi
organisasi non-profit juga memerlukan pemasaran guna meningkatkan
pemasukan dan upaya yang akan dicapai.
6
Terdapat 2 pengertian pemasaran :
1. Sudut pandang sosial
Pemasaran adalah proses untuk bersosialisasi yang dimana individuindividu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan
dan
inginkan
melalui
penciptaan,
permintaan,
dan
kebebasan dalam menukar nilai produk dan jasa dengan yang lain.
2. Sudut pandang manajer pemasaran
Seni untuk menjual produk dimana pemasaran mengetahui dan
mengerti konsumen dengan baik sehingga produk atau pelayanan
yang diciptakan tepat untuk konsumen dan terjual dengan sendirinya.
Dan seiring perkembangan waktu maka konsep pemasaran juga
mengalami perubahan.
Lima konsep dasar pemasaran menurut Kotler dan Keller (2006) :
1. Konsep Produksi
Konsep produksi adalah konsep konsep pertama didunia bisnis.
Dimana konsumen-konsumen akan memilih produk yang tersedia dan
tidak mahal. Manajer produksi berorientasi pada pencapaian efisiensi
produk, biaya rendah dan distribusi.
2. Konsep Produk
Konsep produk dimana konsumen akan meminta produk yang paling
berkualitas, memiliki performa atau fitur yang inovatif. Manajer yang
fokus pada konsep ini membuat produk yang superior dan terus
ditingkatkan dari waktu ke waktu. Produk yang baru atau yang baru
ditingkatkan belum tentu sukses tanpa penetapan biaya, distribusi,
pengiklanan dan penjualan yang tepat.
7
3. Konsep Penjualan
Konsep penjualan menetapkan penjualan yang agresif dengan upaya
promosi, dimana jika tidak diterapkan maka produk tidak akan terjual
secara memuaskan.
4. Konsep Pemasaran
Falsafah pemasaran yang berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran
organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar
sasaran dan penyampaian kepuasan lebih efektif dan efisien dari pada
pesaing.
5. Konsep Pemasaran Sosial
Dimana organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan, dan
minat pasar sasaran dan menyerahkan kepuasan yang didambakan
itu secara leebih efektif daan efisien dari pada pesaing dengan cara
yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen
dan masyarakat.
2.2.
Fundamental Konsep Pemasaran
Perusahaan harus berusaha memahami kebutuhan, keinginan, dan
permintaan dari target pemasar. Kebutuhan adalah basis dasar yang
diperlukan manusia. Menjadi keinginan ketika mereka secara langsung puas
akan kebutuhan mereka. Sedangkan permintaan lebih spesifik untuk produk
yang diciptakan dengan kemampuan.
2.2.1 Sasaran Pemasar, Memposisikan dan Mensegmentasikan
Agar memudahkan dalam pemasaran, atau menyempitkan ruang
pasar agar lebih mudah mengidentifikasikan kebutuhan, keinginan,
dan permintaan, maka perusahaan perlu membagi pasar menjadi
8
segmen. Mengidentfikasi profil grup pembeli yang mungkin memilih
atau memerlukan varias produk dan pelayanan denga memperhatikan
demografi, psycographic dan perilaku yang berbeda antar pembeli.
Dalam memposisikan posisi pasar perusahaan menurut Kotler (2005)
dapat memilih dari 3 jenis dibawah ini :
1. Konsentrasi Segmen Tunggal
Strategi dimana jika perusahaan menginginkan atau mempunyi posisi
yang kuat pada segmen tertentu yang menjadi tujuan perusahaan.
Perusahaan dapat membagi jenis produk menjadi beberapa segmen
dalam pemasarannya. Seperti segmen barang atau jasa yang
dikhususkan untuk dewasa saja. Hal ini akan sangat mempermudah
perusahaan untuk lebih fokus pada satu segmen.
2. Konsentrasi memasuki Pasar
Merupakan strategi dimana perusahaan menginginkan posisi yang
kuat dalam beberapa segmen hal ini didasarkan pada suatu keadaan
bahwa dalam suatu segmen memberi keuntungan pada segmen lain.
3. Strategi memasuki Pasar
Menentukan bagaimana memenuhi segmen yang dituju. Perusahaan
dapat menempuh beberapa cara untuk memasuki segmen pasar yang
dituju, yaitu dengan membeli perusahaan lain, berkembang sendiri
atau dengan mengadakan kerjasama dengan perusahaan lain.
2.2.2 Penawaran dan Merk
Perusahaan perlu memberikan proporsi nilai, satu set keuntungan
yang ditawarkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Sedangkan
merk adalah penawaran dari sumber yang sudah dikenal oleh
9
konsumen. Semakin dikenal merk yang ditawarkan maka akan
semakin tinggi tingkat permintaan konsumen terhadap produk atau
pelayanan yang ditawarkan oleh perusahaan.
2.2.3 Nilai dan Kepuasan
Penawaran akan sukses jika memberikan nilai dan kepuasan pada
target pemasar. Pembeli akan memilih penawaran yang berbeda dan
memberikan nilai lebih. Nilaai adalah pusat konsep pemasaran.
Pemasaran dapat dilihat sebagai identifikasi, kreasi, pengiriman, dan
pemonitor nilai konsumen. Kepuasan merupakan gambaran dari
penilaian komperatif akhir seseorang dari performa yang didapat dari
produk
dengan
apa
yang
berhunungan
dengannya
atau
ekspektasinya.
2.3
Perencanaan Strategi Pemasaran
Setiap organisasi membutuhkan perencanaan strategi pemasaran
untuk mencapai tujuan dan objektifitas mereka, manajer pemasaran harus
mulai berfikir tentang aapa yang dapat dilakukan dengan baik oleh
perusahaan dan apa yang harus dilindungi oleh perusahaan (Ferrel dan
Harline, 2005). Tanpa perencanaan strategi pemasaran yang vital ini,
organisasi tidak dapat mencapai kepuasan dan kebutuhan dan keinginan
konsumen dan para pemegang saham. Dalam perusahaan berencana,
berkembang, dan mengimplementasikan perencanaan strategi, organisasi
memerlukan banyak informasi baik dari eksternal maupun internal yang
sewaktu-waktu berubah. Dengan mengetahui informasi tentang kekuatankekuatan dan kelemahan-kelemahan perusahaan, maka perusahaan dapat
mengambil
langkah
yang
tepat
dalam
memanfaatkan
peluang
dan
menghindari ancaman. Organisasi juga perlu mengamati tentang persaingan,
peraturan, tingkat inflasi siklus bisnin, keinginan dan harapan konsumen.
10
Perencanaan
bagaimana
strategi
organisasi
pemasaran
menyadari
akan
ini
menghasilkan
implementasi,
tata
cara
kontrol,
dan
pengambilan keputusan. Selain itu organisasi juga dapat mempelajari tentang
kebutuhan konsumen, ekspektasi, persepsi, dan level kepuasan. Semakin
dalam perusahaan mengeerti, maka akan menghasilkan pondasi untuk
menciptakan keuntuhan kompetitif. Dalam hal ini jelas sekali, bahwa
perencanaan strategi sangat diperlukan dalam memperoleh keuntungan
bisnis.
2.4
Strategi Pemasaran
Semua organisasi membutuhkan pemasaran untuk mencapai tujuan
dan objektifnya, jadi perusahaan memerlukan strategi yang berbeda-beda
guna jangka panjang yang digunakan bagi pedoman masing-masing tingkat
perusahaan.
Menurut Kotler dan Armstrong (2008), strategi pemasaran adalah
logika pemasaran dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan mencapai
sasaran pemasarannya.
Startegi Pemasaran didasarkan analisis manajer perusahaan akan
lingkungan perusahaan baik internal maupun eksternal.
Terdapat 3 elemen pokok menurut Fandy Tjiptono (2006) dalam
strategi pemasaran :
a.Konsumen
Pemasaran berawal dari kebutuhan dan keinginan pelanggan serat
berakhir dengan kepuasan loyalitas pelanggan. Pemasar wajib
memahami siapa saja pelanggannya, preferensi, karakteristik,
11
kebutuhan, dan keingnan, gaya hidup, serta faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka.
b.Pesaing
Memenuhi kepuasan konsumen belumlah cukup, Apabila ada
pesaing yang sanggup memuaskan pelanggan dengan lebih baik,
maka pelanggan akan beralih kepesaing. Oleh sebab itu, setiap
organisasi harus memperhatikan faktor persaingan pula. Faktor
tersebut meliputi siapa saja pesaing perusahaan, strategi,
kelemahan, kompetensi diri, serta relasi mereka.
c.Perusahaan
Tujuan perusahaan dicapai melalui upaya memuaskan pelanggan.
Caranya tidak semata-mata dengan menekankan pada aspek
transaksi, namun justru lebih fokus pada aspek relasi. Untuk itu
dibutuhkan strategi, kinerja, kompetensi diri, sumber daya (manuasia,
alam, finansial, teknologi, intelektual, informasi, dan waktu).
2.5
Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan tempat sukses masa depan mungkin akan berbeda
dengan saat ini. Perubahan produk yang ditawarkan oleh pesaing kadang
sangat mempengaruhi tingkat penawaran konsumen, selera konsumen
kadang sangat berubah dengan cara yang tidak terduga. Perkembangan
teknologi sering secara tidak sengaja mengubah fungsi produk, dan juga
bagaimana bisnis perusahaan dijalankan, pembelian, logistik, produksi,
pemasaran, penjualan, dan pelayanan. Peraturan-peraturan ekonomi, politik,
dan sosial seringkali muncul, secara langsung atau tidak langsung
mempengaruhi kondisi perusahaan atau persaingan.
12
Untuk berhasil dalam lingkungan hari esok, kadang diperlukan
perubahan yang radikal. Jalan pikiran yang sudah kuno harus dipertanyakan
dan dikaji lagi, asumsi dan keyakinan yang sudah lama dipercayai harus
disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang berubah. Struktur, sistem, dan
sistem keputusan masa lalu harus didesain ulang.
Perlu penyesuaian dan pengendalian diri terhadap pasar disaat terjadi
perubahan internal. Jembatan antara lingkungan eksternal dan internal
sangat diperlukan. Jika organisasi tidak merubah cara berpikir tentang
lingkungan, maka organisasi tidak dapat mendahului perubahan yang terjadi
pada pelanggan, pesaing, industri daan kebijakan pemerintah. Lingkungan
memberi kesempatan bagi perusahaan yang dapat dan mau mengerti
tentang lingkungan diperusahaan.
2.5.1 Lingkungan eksternal perusahaan terdiri dari:
1.Lingkungan Demografi/Ekonomi
Lingkungan Demografi : Pembelajaran tentang populasi manusia,
dilihat dari ukuran, kepadatan, lokasi, umur, gender, ras, tempat
tinggal, dan statistik-statistik lainnya.
Lingkungan Ekonomi : Kekuatan pembelian. Terdiri dari faktor-faktor
memberi efek pada kekuatan pembelian konsumen dan pola
pembelian. Pemasar harus teliti akan trend dan pola pembelian
konsumen.
2.Lingkungan Politik
Lingkungan politik terdiri dari hukum, peraturan yang berlaku, agen
pemerintah, kebijakan, dan pemerintah.
13
3.Lingkungan Teknologi
Merupakan faktor yang paling mempengaruhi pembentukan untuk
masa depan sekarang. Sikap terhadap teknologi tergantung pada
sikap kita terhadap kemudahan/keajaiban yang dapat dilakukan
teknologi atau kesalahan yang dapat disebabkan oleh teknologi.
4.Lingkungan Sosial/Budaya
Lingkungan Sosial : grup-grup pendorong dari beberapa organisasi
individu masyarakat.
Lingkungan Budaya : lingkungan budaya terbuat dari faktor yang
berefek pada nilai dasar sosial, persepsi, pilihan/preferensi, dan
sikap.
5.Konsumen
Konsumen adalah aktor terpenting dalam lingkungan internal
perusahaan. Tujuan seluruh sistem penyaluran nilai untuk target
konsumen dan menciptakan relasi dengan mereka.
6.Supplier
Merupakan hubungan yang penting bagi pemasaran sebagai sistem
penyalur nilai kemasyarakatan. Mereka memberikan sumber daya
yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan
jasa.
Masalah
dengan
supplier
dapat
berefek
serius
pada
pemasaran. Manajer pemasaran harus dapat melihat supply yang
tersedia dan biaya.
7.Pesaing
Pernyataan dari konsep pemasaran adalah jika ingin menjadi sukses,
sebuah perusahaan harus menghasilkan nilai konsumen yang lebih
14
dari beradaptasi dari apa yang dibutuhkan konsumen. Mereka juga
harus memiliki keunggulan strategi dengan memposisikan penawaran
mereka lebih dari penawaran mereka dan penawaran pesaing
dipikiran konsumen.
8.Perantara Pemasaran
Perantara pemasaran membantu untuk promosi, penjualan dan
distribusi produk ke pembeli akhir. Mereka termasuk reseller, firma
distribusi fisik, agen pelayanan pemasaran dan perantara daan biaya.
9.Publik/Umum
Publik adalah grup yang memiliki ketertarikan potensial atau dampak
dari kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Dapat diidentifikasi menjadi 4 tipe :
a. Publik Keuangan
Grup ini memberikan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan
pemasukkan, investasi rumah, bank, pemegang saham.
b. Publik Media
Grup ini membawa berita, fitur-fitur dan pendapatan editor,
termasuk koran, majalah, radio, dan stasiun TV.
c. Publikasi Masyarakat
Keputusan pemasaran mungkin akan dipertanyakan oleh organisasi
konsumen, grup-grup lingkungan, grup-grup minoritas, dan lainnya.
Publik ini membantu departemen untuk lebih dekat dengan
konsumen dan perkumpulan di masyarakat.
15
d. Publik Lokal
Kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan harus menyadari
tentang kebiasaan-kebiasaan publik umum terhadap produk dan
aktivitas-aktivitasnya.
2.5.2.Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan
produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
• Tenaga kerja
• Peralatan dan mesin
• Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
• Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
• Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Dalam strategi pemasaran, perusahaan harus memperhatikan yang
disebut dengan bauran pemasaran dimana perusahaan yang menghasilkan
produk harus memperhatikan 4p sedangkan untuk perusahaan penghasil
jasa ditambah dengan 4p+3p :
1.
Product (Produk)
Produk merupakan bentuk penawaran organisasi yang ditujukan
untuk mencapai organisasi melalui pemuasan kebutuhan dan
keinginan pelanggan.
2.
Price/Pricing (Harga)
Keputusan bauran harga berkenaan dengan keebijakan strategi
dan taktis, seperti tingkat harga, stuktur diskon, syarat
16
pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai
kelompok pelanggan.
3.
Promotion (Promosi)
Bauran promosi tradisional meliputi berbagai metode untuk
mengkomunikasikan manfaat produk maupun jasa.
4.
Place (Tempat)
Keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap
produk atau jasa bagi para pelanggan potensial. Keputusan ini
meliputi lokasi fisik.
5.
People (Orang)
Bagi sebagian besar jasa, orang merupakan unsur vital. Dalam
organisasi jasa, setiap orang memiliki dampak langsung bagi
output yang diterima oleh pelanggan. Sumber daya harus
mempunyai kemampuan akan pengenalan produk (producy
knowledge) secara mantap, sehingga dapat memberikan
pelayanan yang maksimal kepada konsumen.
6.
Physical Evidance (Bukti Nyata)
Karakteristik “tak dapat disentuh/dirasakan” menyebabkan
pelanggan potensial tidak bisa menilai suatu jasa sebelum
mengkonsumsinya. Ini menyebabkan resiko dipersepsikan
konsumen daalam mengambil keputusan pembelian. Bukti fisik
ini bisa dalam berbagai bentuk. Misalnya brosur, gedung, dan
penampilan karyawan.
17
7.
Process (Proses)
Proses produk atau operasi merupakan faktor penting bagi
konsumen dengan tingkat kontak pelayanan tinggi. Dalam bisnis
jasa operasi terkait erat dan sulit dibedakan dengan tegas.
Dari pengumpulan informasi yang dibutuhkan pemasaran baik
internal maupun eksternal, melakukan perencanaan pemasaran
berdasarkan
informasi yang didapat, pengimplementasian
rencana serta kontrol dan pengawasan yang berkelanjutan.
2.6
Keunggulan bersaing
Menurut Eko Putra (2003), tidak ada istilah yang jelas untuk
keunggulan bersaing baik dalam praktek maupun literatur dari strategi
pemasaran. Kadang-kadang menggunakan istilah “kepentingan khusus”
untuk mengartikan keunggulan yang relatif dalam kemampuan dan sumber
daya. Keunggulan bersaing adalah jantung kinerja perusahaan dalam pasar
persaingan.
Keunggulan
bersaing
dapat
dimiliki
oleh
perusahaan
apabila
perusahaan mau dan sadar akan lingkungan perubahan sekitar dan terus
melakukan adaptasi dan motivasi mengenai kekuatan serta peluang yang
ada. Disaat perusahaan dapat melakukan hal itu, maka perusahaan akan
mampu meminimalkan segala kelemahannya serta ancaman yang ada dari
lingkungan perusahaan, sehingga perusahaan memiliki daya saing dari pada
pesaing-pesaing lainnya.
Analisa dan diagnosis keunggulan strategi adalah suatu proses
dimana penyusun strategi memeriksa faktor-faktor keuntungan strategi suatu
perusahaan untuk menentukan dimana kekuatan dan kelemahan perusahaan
sehingga penyusun strategi dapat dimanfaatkan secar efektif kesempatan
lingkungan dan menghadapi tantangan lingkungan (Kuncoro, 2005). Jika
18
penyusun strategi tidak sepenuhnya menyadari kekuatan-kekuatan atau
keuntungan-keuntungan strategi perusahaan, maka mereka tidak dapat
memilih berbagai kesempatan lingkungan yang tersedia untuk pencapaian
tujuan perusahaan dengan lebih sukses.
2.7
Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah sebuah metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi Strengths, Weakness, Oppurtunities, dan
Threats terlibat dalam suatu proyek atau dalam bisnis usaha. Hal ini
melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan mengidentifikasi
faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk
mencapai tujuan itu. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin
proyek riset pada universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an
dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
SWOT adalah sebuah singkatan dari, S adalah Strenght atau
kekuatan, W adalah Weakness atau kelemahan. O adalah Oppurtunity atau
kesempatan, dan T adalah Threat atau ancaman. SWOT ini biasa digunakan
untuk menganalisa suatu kondisi dimana akan dibuat sebuah rencana untuk
melakukan sesuatu, sebagai contoh, program kerja (wordpress.com,2010).
Menurut Kurtz (2008), SWOT analisis adalah suatu alat perencanaan
strategik yang penting untuk membantu perencana untuk membandingkan
kekuatan dan kelemahan internal organisasi dengan kesempatan dan
ancaman dari external.
Menurut Robert W.Duncan (2007), menganalisa lingkungan internal
dan eksternal merupakan hal penting dalam proses perencanaan strategi.
Faktor-faktor lingkungan internal di dalam perusahaan biasanya dapat
digolongkan sebagai Strength(S) atau Weakness (W), dan lingkungan
19
eksternal perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai Opportunities (O) atau
Threat (T). Analisis lingkungan strategi ini disebut sebagai analisis SWOT.
Menurut Thompson (2008), analisa SWOT adalah simpel tetapi
merupakan alat bantu yang sangat kuat untuk memp erbesar kapabilitas
serta mengetahui ketidakefisienan sumber daya perusahaan, kesempatan
dari pasar dan ancaman eksternal untuk masa depan agar lebih baik lagi.
Sedangkan Kotler (2008) mengemukakan bahwa analisis SWOT
adalah evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman disebut analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan perangkat
pencocokan yang penting yang membantu manajer mengembangkan empat
tipe
strategi:
strategi
SO
(Strengths-Opportunities),
strategi
WO
(Weaknesses-Opportunities), strategi ST (Strengths-Threats), dan strategi
WT (Weaknesses-Threats).
Menurut Rangkuti (2006) analisis SWOT adalah identifikasi berbagai
faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis
didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths)
dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan
kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Strengths (Kekuatan) adalah segala hal yang dibutuhkan pada kondisi
yang sifatnya internal organisasi agar kegiatan-kegiatan organisasi berjalan
maksimal. Misalnya : kekuatan keuangan, motivasi anggota yang kuat, nama
baik organisasi , memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih, anggota
yang pekerja keras, memiliki jaringan organisasi yang luas, dan lainnya.
Weaknesses (Kelemahan) adalah terdapatnya kekurangan pada
kondisi internal organisasi, akibatnya kegiatan-kegiatan organisasi belum
20
maksimal terlaksana. Misalnya ; kekurangan dana, memiliki orang-orang baru
yang belum terampil, belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai
organisasi, anggota kurang kreatif dan malas, tidak adanya teknologi dan
sebagainya.
Opportunities (Peluang) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang
positif, yang dapat dan mampu mengarahkan kegiatan organisasi kearahnya,
misalnya kebutuhan lingkungan sesuai dengan tujuan organisasi, masyarakat
yang membutuhkan perubahan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap
organisasi sangat baik, belum adanya organisasi lain yang melihat peluang
tersebut, banyak pemberi dana yang berkaitan dengan isu yang dibawa oleh
organisasi dan lainnya.
Threats (Ancaman) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang mampu
menghambat pergerakan organisasi. Misalnya masyarakat sedang dalam
kondisi apatis dan pesimis terhadap organisasi tersebut, kegiatan organisasi
seperti itu juga banyak dilakukan oleh organisasi lainnya sehingga ada
banyak competitor atau pesaing.
Organisasi akan lebih mudah memetakan berbagai potensi internal
dan eksternal, serta menemukan strategi yang tepat untuk pengembangan
selanjutnya atau pencapaian tujuan tertentu. Dengan SWOT organisasi akan
mengembangkan kekuatan potensial dengan memanfaatkan peluang, serta
menekan pengaruh dari kelemahan yang dapat menjadi ancaman bagi
organisasi.
.
21
2.7.1 Matriks SWOT
Menurut Rangkuti (2006) alat yang dipakai untuk menyusun faktorfaktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT. Matriks ini dapat
menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal
yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set
kemungkinan alternatif strategis.
Berdasarkan matriks SWOT tersebut dapat disusun empat strategi
utama, yaitu startegi “SO, WO, ST, dan WT”. Masing-masing strategi memiliki
ciri khas tersendiri dan dalam penerapannya dilaksanakan secara simultan.
Matriks SWOT dapat dilihat pada tabel 2.1.
Tabel 2.1
Analisis Matriks SWOT
STRENGTHS (S)
Internal
WEAKNESSES (W)
Tentukan Faktor-faktor kekuatan
Tentukan Faktor-faktor
internal
kelemahan internal
Eksternal
OPPORTUNITIES
(O)
Tentukan Faktor
STRATEGI SO
STRATEGI WO
Ciptakan strategi yang
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan untuk
meminimalkan
peluang eksternal memanfaatkan peluang
kelemahan untuk
memanfaatkan peluang
THREATS (T)
Tentukan Faktor
STRATEGI ST
Ciptakan strategi yang
ancaman eksternal menggunakan kekuatan untuk
mengatasi ancaman
STRATEGI WT
Ciptakan strategi yang
meminimalkan
kelemahan dan
mehghindari ancaman
Sumber: Rangkuti, Freddy (2006).
22
2.7.2 Penentuan Rekomendasi Strategi
1. Strategi SO
Strategi SO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran
organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut
dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Inilah yang merupakan
strategi agresif positif yaitu menyerang penuh inisiatif dan terencana,
sehingga tujuan organisasi akan tercapai secara terencana dan terukur.
Dalam strategi SO, organisasi mengejar peluang-peluang dari luar
dengan mempertimbangkan kekuatan organisasi.
2. Strategi WO
Strategi WO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan pemanfaatan
peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan dalam
organisasi. Dalam hal ini perlu dirancang strategi turn around yaitu
strategi merubah haluan. Maksudnya adalah terkadang harus mundur
satu atau dua langkah ke belakang untuk maju melangkah jauh ke
depan. Peluang eksternal yang besar penting untuk diraih, namun
permasalahan internal atau kelemahan yang ada pada internal organisasi
lebih utama untuk dicarikan solusi, sehingga capaian peluang yang besar
perlu diturunkan skalanya sedikit. Dalam hal ini kelemahan-kelemahan
organisasi perlu diperbaiki dan dicari solusinya untuk memperoleh
peluang tersebut.
3. Strategi ST
Strategi ST adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang
dimiliki organisasi untuk mengatasi ancaman yang terdeteksi. Strategi ini
dikenal dengan istilah strategi diversifikasi atau strategi perbedaan.
Maksudnya, seberapa besar pun ancaman yang ada, kepanikan dan
23
ketergesa-gesaan hanya memperburuk suasana, untuk itu organisasi
perlu memiliki kekuatan yang besar yang bersifat independen dan dapat
digunakan sebagai senjata untuk mengatasi ancaman tersebut. Maka
perlu
mengidentifikasi
kekuatan
dan
menggunankannya
untuk
mengurangi ancaman dari luar.
4. Strategi WT
Strategi WT adalah strategi yang diterapkan kedalam bentuk kegiatan
yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada
serta menghindari ancaman. Karena dalam kondisi ini, organisasi sedang
dalam
bahaya,
kelemahan menimpa
kondisi internal sedangkan
ancaman dari luar juga menyerang. Bila tidak mengambil strategi yang
tepat, maka kondisi ini bisa berdampak buruk bagi citra dan eksistensi
organisasi kedepan, yang perlu dilakukan adalah bersama seluruh
elemen organisasi merencanakan suatu kegiatan untuk mengurangi
kelemahan organisasi, dan menghindar dari ancaman eksternal.
Secara garis besar dalam penentuan strategi, yakni jika kelemahan
organisasi besar, walaupun ada peluang ataupun ancaman, maka yang perlu
dilakukan adalah mengadakan konsolidasi internal. konsolidasi internal
bertujuan untuk menguatkan kembali kelemahan-kelemahan organisasi,
seperti SDM, infrastruktur, pendanaan dan lainnya, sehingga mampu
menghadapi ancaman serta menangkap peluang dari eksternal.
Sedangkan jika yang terjadi adalah organisasi memiliki kekuatan yang
besar, maka organisasi dapat membuat strategi dengan perencanaan yang
matang, sistematis dan terukur dengan memanfaatkan sumber daya
potensial organisasi, untuk bergerak menuju tujuan organisasi. Hal ini
dilakukan agar dapat menekan ancaman dari luar, serta menangkap peluang
yang ada.
24
Menurut Freddy Rangkuti (2005), SWOT adalah identitas faktor secara
sistematis untuk merumuskan stretegi pelayanan. Analisis ini berdasarkan
logika yang dapat memaksimalkan peluang namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kekurangan dan ancaman. Analisis SWOT membandingkan
antara faktor eksternal dan faktor internal. Diagram analisis SWOT :
BERBAGAI PELUANG
IV.Mendukung Strategi Turnaround
I.Mendukung Strategi Agresif
KEKUATAN INTERNAL
KEKUATAN INTERNAL
III.Mendukung Strategi Defensif
II.Mendukung Strategi Diversifikasi
BERBAGAI ANCAMANAN
Gambar 2.1
Diagram Analisis SWOT
Sumber: Freddy Rangkuti (2005)
Kuadran I : Merupakan situasi yang sangat menguntungkan.
Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat
memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkapkan
dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbukan yang
agresif.
Kuadran II : Meskipun menghadapai berbagai ancaman, perusahaan
ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus
diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan
25
peluang
jangka
panjang
dengan
cara
strategi
diversifikasi
(produk/jasa).
Kuadran III : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat
besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan
internal. Fokus perusahaan ini adalah meminimalkan masalahmasalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar
yang lebih baik.
Kuadran IV : ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan,
perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan
internal.
Penentuan
Posisi Perusahaan berdasarkan
analisis SWOT menurut
Suwarsono Muhammad (2002) :
1. Invest and harvest
Bila perusahaan mempunyai keunggulan strategik yang dinyatakan
profil keunggulan yang positif. Sementara lingkungan dunia usaha
yang dimasuki memberi peluang yang besar dan baik, maka pilihan
strategik yang baik adlah melakukan invest kemudian harvesting
(meningkatkan aliran masuk kas secara jangka pendek, berdasarkan
dari proses jangka panjang dalam menginvestasi).
2. Divest
Bila perusahaan tidak punya keunggulan yang menguntungkan
semetara lingkungan dunia usaha yang dimasuki sangat riskan, maka
pilihan terbaik adalah divest atau memikirkan arah bisnis yang dialami
saat ini.
26
Menurut Ferrel dan harline (2005) fungsi dari Analisis SWOT adalah
untuk mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam
pokok persoalan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan
eksternal (peluang dan ancaman). Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan
apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu
perusahaaan mencapai tujuannya atau memberikan indikasi bahwa terdapat
rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi
pemasukan yang diinginkan.
Berikut merupakan potensial pokok persoalan yang harus diperhatikan
dalam melakukan analisis SWOT menurut Ferrel dan harline (2005) :
1. Potensi Kekuatan Internal

Kepemilikan sumberdaya keuangan

Kepemilikan nama yang sudah dikenal

Peringkat 1 dalam jenis industrinya

Skala ekonomi

Properti Teknologi

Proses yang paten

Harga yang lebih murah (bahan mentah atau proses)

Kepercayaan dan respek pada perusahaan, produk atau brand image

Superior talenta manajemen

Kemampuaan pemasaran yang lebih baik

Kualitas produk yang superior

Alianssi dengan perusahaan lain

Kemampuan distribusi yaang baik

Karyawan yang berkomitmen
27
2. Potensi Kelemahan Internal

Kurangnya pengaturan strategi

Terbatasnya sumberdaya finansial

Pengeluaran yang kurang dalam pemasaran dan promosi

Sempitnya garis produk

Terbatasnya distribusi

Mahalnya Biaya (Bahan Mentah atau Proses)

Teknologi yang ketinggalan jaman

Problem proses operasi internal

Imej pasar yang lemah

Kemampuan pemasaran yang kurang baik

Lemahnya bekerjasama dengan perusahaan lain

Karyawan yang tidak terlatih
3. Potensi Peluang Eksternal

Pertumbuhan pasar yang terus meningkat

Perusahaan pesaing yang sudah merasa puas diri

Kebutuhan dan keinginan konsumen yang berubah

Terbukanya pemasaran luar negeri

Kecelakaan yang terjadi di perusahaan pesaing

Ditemukannya produk baru

Perubahan Peraturan Pemerintah

Teknologi baru

Ekonomi yang meningkat

Pergantian demografi

Perusahaan lain yang mencari aliansi

Penolakan akan subtitusi produk

Perubahan metode distribusi
28
4. Potensi Ancaman Eksternal
2.8

Masuknya kompetitor asing

Pengenalan produk subtitusi baru

Daur hidup produk pada saat penolakan

Perubahan kebutuhan dan keiinginan konsumen

Kepercayaan konsumen yang berkurang

Perusahaan pesaing mengadopsi strategi baru

Peningkatan peraturan pemerintah

Ekonomi yang mengalami penurunan

Teknologi baru

Perubahan demografi

Hambatan perdagangan asing

Lemahnya kinerja perusahaan aliansi
Analisis Strategi Pemasaran
Menurut Jauch dan Glueck (2003), terdapat 4 strategi generik Glueck
utama dimana sejumlah alternatif yang dapat dipertimbangkan oleh
perusahaan:
1. Strategi Stabilitas
a.
Perusahaan tetap melayani dalam sektor produksi, jasa, sektor
pasar
dan sektor fungsi yang serupa yang sesuai ditetapkan
dalam batasan bisnisnya atau dalam sektor yang serupa.
b.
Keputusan strategi utamanya difokuskan pada penambahan
perbaikan, pelaksanaan fungsinya.
29
Stabilitas dilakukan jika strategi memusatkan pada sumber daya
manajemennya
atau
dapat
mengembangkan
dengan
cepat
keunggulan berbisnis yang berarti fungsi produksi.
2. Strategi Ekspansi
a.
Perusahaan melayani masyarakat dalam sektor produk atau
jasa tambahan atau menambah pasar atau fungsi pada bisnis
mereka.
b.
Perusahaan
memfokuskan
keputusan
strateginya
pada
peningkatan ukuran dalam langkah kegiatan dalam batasan
bisnisnya sekarang.
Strategi ini membutuhkan investasi yang tinggi dan sumber daya yang
memadai. Diman perusahaan perlu memikirkan secara matang dalam
proses perhitungan dalam perluasan pasar atau bisnis mereka.
3. Strategi Penciutan
Strategi penciutan dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas
pasar maupun fungsi-fungsi dalam perusahaan yang memiliki aliran
keuangan negatif. Biasanya strategi ini diterapkan pada perusahaan
yang berada pada tahap menurun (decline), yang tidak mencapai
tujuannya dengan salah satu strategi besar mereka dan ada tekanan
dari pemegang saham, pelanggan atau pihak lainnya, serta banyaknya
hambatan yang tidak dapat diatasi oleh intern perusahaan. Yang
dilakukan dalam strategi penciutan :
a.
Perusahaan merasakan perlunya untuk mengurangi lini
barang atau jasa, pasar dan fungsi mereka.
b.
Perusahaan memusatkan keputusan strateginya pada
peningkatan fungsional melalui pengurangan kegiatan
dalam unit-unit yang memiliki arus kas negatif.
30
4. Strategi Kombinasi
Oleh karena berbagai perubahan eksternal seringkali hadir secara
tidak seragam (dan bahkan terkadang sulit diduga) terhadap berbagai
lini produk yang dihasilkan suatu perusahaan seperti daur hidup
produk yang tidak seragam, maka perusahaan tersebut dapat saja
melakukan kombinasi atas ketiga jenis strategi di atas secara
bersamaan. Strategi dilakukan apabila keputusan strategi pokoknya
difokuskan pada berbagai strategi besar secara sadar (stabilitas,
perluasan, dan penciutan) pada waktu yang sama (secara simultan)
dalam berbagai SBU perusahaan dan Perusahaan merencanakan
menggunakan beberapa strategi besar yang berbeda dimasa datang
(secara bertahap).
Strategi Generik Porter
Dalam analisanya tentang strategi bersaing (competitive strategy atau
disebut juga Porter’s Five Forces) suatu perusahaan, Michael A. Porter
mengenalkan 3 jenis strategi generik, yaitu :
Tabel 2.2
Analisa Strategi bersaing Porter
Kekhasan yang
Posisi Biaya
dirasakan
Rendah
pelanggan
Seluruh industri
Diferensiasi
Keunggulan Biaya
Menyeluruh
Hanya segmen
Fokus
Fokus
31
1. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)
Strategi Biaya Rendah menekankan pada upaya memproduksi produk
standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang
sangat rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan
kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran
harga atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan.
Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan
kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku lowinvolvement (kecilnya keterlibatan), ketika konsumen tidak (terlalu)
peduli terhadap perbedaan merek, (relatif) tidak membutuhkan
pembedaan produk, atau jika terdapat sejumlah besar konsumen
memiliki kekuatan tawar-menawar yang signifikan.
2. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan
untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi
sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan
ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesarbesarnya dari konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk
bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut
fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (sacara nyata maupun
psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut.
Berbagai kemudahan pemeliharaan, fitur tambahan, fleksibilitas,
kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan
merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa
ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak
mengutamkan harga dalam pengambilan keputusannya.
32
3. Strategi Fokus
Startegi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing
dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini
ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif
kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak
dipengaruhi oleh harga. Dalam pelaksanaannya- terutama pada
perusahaan skala menengah dan besar, strategi fokus diintegrasikan
dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya
rendah atau strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa
digunakan oleh pemasok “niche market” (segmen khusus/khas dalam
suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk
memenuhi kebutuhan suatu produk barang dan jasa khusus.
2.9
Metode Analisis SWOT
Penentuan Strategi Pemasaran berdasarkan analisis SWOT dengan
metode IDC yaitu :
I
: Invest
D : Divest
C : Consolidate
1. Invest and Harvest (Investasi dan Menuai Hasil)
Bila perusahaan mempunyai keunggulan strategik yang dinyatakan
profil keunggulan positif. Sementara lingkungan dunia usaha yang
dimasuki memberi peluang yang besar dan baik, maka pilihan strategik
yang
baik
adalah
melakukan
invest
kemudian
harvesting
(meningkatkan aliran masuk kas secara jangka pendek, berdasarkan
dari proses jangka panjang dalam menginvestasi).
33
2. Divest (Divestasi)
Bila perusahaan tidak punya keunggulan yang menguntungkan
sementara lingkungan dunia usaha yang dimasuki sangat riskan,
maka pilihan terbaik adalah divest atau memikirkan arah bisnis yang
dialami saat ini.
3. Consolidate (Konsolidasi)
Posisi
dimana
perusahaan
melakukan
segala
upaya
untuk
memperbaiki dan meningkatkan secara struktural kelebihan mereka
agar dapat memiliki peluang untuk berpindah ke posisi invest.
34
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1
Gambaran Umum Perusahaan
3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Awal munculnya produk Olympic Furniture yaitu dengan lahirnya PT.
Cahaya Sakti Furintraco yang didirikan oleh Bapak Au Bintoro di kota Bogor
pada tahun 1983 dengan jalur bisnis yang ditempuh adalah memproduksi
dan memasarkan produk-produk meja belajar yang bersifat knockdown
furniture dengan mengadopsi Olympic Furniture sebagai brand name-nya.
Untuk memperluas jaringan pemasaran dan distribusi pada tahun
1986 didirikan PT. Cahaya Sakti Multri Intraco. Perluasan pemasaran dan
distribusi tersebut juga disertai dengan perluasan kelompok dan tipe produkproduknya, mulai dari Bed Room Set, Living Room Set, Children Set, Kitchen
Set, dan Office Set, dengan tujuan untuk mengakomodasi meningkatnya
permintaan terhadap produk-produk knockdown untuk rumah tangga maupun
perkantoran.
Mengetahui pentingnya komunikasi melalui media cetak, Olympic
Group menerbitkan Tabloid Furniture untuk para Stakeholder-nya dan
masyarakat. Tabloid Furniture yang terbit setiap bulannya berisikan kegiatankegiatan Olympic pada khususnya dan informasi mengenai furniture pada
umumnya.
Olympic juga berorientasi kepada pelanggan dan masyarakat, dengan
selalu berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan/masyarakat, sehingga
35
mereka akan memperoleh kepuasan bila menggunakan produk-produk
Olympic dan akan menjadi perusahaan furniture yang terbesar dan terluas
dalam penjualan di Indonesia dan akan tetap memimpin pasar dalam era
globalisasi, dengan didukung oleh kondisi organisasi yang dinamis dan
progresif dalam berbagai aspek.
Olympic
Group
bergerak
dalam
bidang
usaha
industri
dan
perdagangan furniture untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kantor
bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dengan komitmen memberikan
fokus keunggulan sebagai berikut :
1. Inovatif dalam pengembangan produk
2. Variatif dalam lini dan tipe produk
3. Proporsional dalam kebijakan harga
4. Proaktif dalam pelayanan
5. Solid dalam kerjasama kelompok
6. Apresiatif dalam kompensasi
7. Mutualistis dalam berafiliasi
Untuk mengakomodasi harapan pihak-pihak yang berkepentingan sejalan
dengan tuntutan persaingan dalam era globalisasi.
3.1.2 Distribusi barang jadi
Saat ini Olympic Furniture sudah menjadi salah satu bagian hidup dari
konsumen Indonesia maupun konsumen luar negeri. Hal ini ditunjukkan
dengan adanya lebih dari 30 cabang Olympic diseluruh Indonesia yang
mendistribusikan ke lebih dari 3000 toko, baik Traditional Retails Outlet
maupun Modern Retails Outlet, dan pendistribusian ke lebih dari 100 negara
di pelosok dunia.
36
Gambar 3.1
Distribusi barang jadi
Sumber. PT Cahaya Sakti Multi Intraco
Mengetahui pentingnya pemenuhan daripada permintaan konsumen,
PT. Cahaya Sakti Multi Intraco memasarkan dan mendistribusikan produkproduk sejenis dengan brand yang berbeda, yang sesuai dengan keadaan
pasar, seperti :
Solid Furniture, Albatros, Procella, Olympia, Jaliteng, Grafier, dan Audipro.
37
3.1.3 Penghargaan
Keberhasilan Olympic Group dimata masyarakat Indonesia sebagai
Indonesia Best Knock Down Furniture dibuktikan dengan diterimanya
berbagai penghargaan dari Indonesia maupun Luar Negeri. Adapun
penghargaan tersebut adalah :
1.Indonesia Customer Satisfaction Award
2. Indonesia Best Brand Award
3.Superbrand
4.Indonesia Good Design
5.International Award for The Best Trade Name
6.Solo Customer Satisfaction Award
7.Museum Rekor Indonesia
3.1.4 Type Produk
Untuk memenuhi kebutuhan furniture di masyarakat, Olympic Group
memasarkan beraneka ragam furniture seperti :
1. Bedroom Set
-
Lemari pakaian, meja rias, tempat tidur, nakas.
2. Children Set
-
Meja belajar, lemari anak.
3. Living Room Set
-
Lemari hias, rak TV
4. Office Set
-
Meja kantor, lemari dokumen.
5. Kitchen Set
-
Lemari sayur.
38
3.1.5 Filosofi, Visi dan Misi Olympic Group.
1. Filosofi Organisasi Olympic Group. :
“The Best Generation Conducting For The Best Re-generation”,
(Generasi yang terbaik, melakukan alih generasi dengan tata cara
yang terbaik, untuk melahirkan generasi penerus yang terbaik).
2. Visi Organisasi
“Menjadi Organisasi Perusahaan Furniture yang Komprehensif dan
Integratif serta Berkelas Dunia”.
Makna dari visi tersebut yaitu :

“ Organisasi Perusahaan Furniture ”
-
Terdiri dari berbagai unit usaha yang tergabung menjadi satu
kesatuan.


Bergerak di bidang usaha dalam ke-furnitur-an
“ Komprehensif dan Integratif ”
-
Menggarap sebanyak mungkin dimensi bisnis furnitur
-
Antar dimensi bisnis saling menunjang/bersinergi
“ Berkelas Dunia “
-
Memiliki keunggulan komparatif bertaraf internasional dan global
-
Terutama budaya kerja, bisnis, sistem dan sumber daya.
3. Misi Organisasi
“Memberikan Keunggulan Kinerja dan Keharmonisan Kerjasama bagi
Relasi Bisnis Serta Kemaslahatan untuk
Berkepentingan “.
Makna dari misi tersebut yaitu :
Semua Pihak yang
39

“ Keunggulan Kinerja bagi Relasi Bisnis “
-
Beritikad dan bertekad secara optimal dan maksimal memberikan
sesuatu yang terbaik

Bagi semua pihak yang menjalin hubungan kerjasama bisnis
“ Keharmonisan Kerjasama bagi Relasi Bisnis “
-
Beritikad
dan
bertekad
secara
optimal
dan
maksimal
mengakomodasi kepentingan secara seimbang.

Bagi semua pihak yang menjalin hubungan kerjasama bisnis.
” Kemaslahatan untuk Semua Pihak yang Berkepentingan “
-
Beritikad dan bertekad secara optimal dan maksimal memberikan
manfaat terbaik
-
Bagi berbagai pihak yang tidak secara langsung memiliki jalinan
kerjasama bisnis
3.1.6 Bahan baku dan proses produksi

Bahan baku
Bahan baku untuk pembuatan produk Olympic terdiri dari berbagai
macam yang didapat dari dalam negeri dan luar negeri diantaranya :
1. Particle Board dan Medium Density Fibreboard.
2. Dus Pack (packaging).
3. Foil laminasi dan sideedges.
4. Accesories (sekrup, dowel, kunci, handle dll).
5. Chemical (lem, kaolin, thiner dll).
6. Solid wood (kayu padat).
7. Semifinish goods.
40

Proses Produksi
Dalam membuat produk Olympic ada beberapa tahapan proses di
beberapa bagian, dan proses tersebut ada yang dibuat di
area proses
produksi utama dan ada beberapa di area proses pendukung.
A. Area Proses Produksi Utama
1. Laminating
Area
Laminating
fungsinya
melakukan
proses
penempelan/pelapisan foil plastik (PVC) atau foil kertas (PO)
terhadap permukaan Papan Particle (PB) atau Medium Density
Fibreboard (MDF) dengan menggunakan lem tertentu sehingga
permukaannya menjadi lebih menarik.
2. Cutting
Area Cutting fungsinya melakukan proses pemotongan dari bentuk
PB atau MDF lembaran menjadi komponen-komponen yang
ukurannya lebih kecil sesuai dengan Buku Pedoman Produksi
(BPP) atau Kartu Aktifitas Produksi (KAP).
3. Shapping
Area Shapping fungsinya melakukan proses pembentukan berupa
lubang memanjang atau bentuk lengkung pada permukaan atau
bagian sisi komponen secara manual.
4. Edgebanding
Area Edgebanding fungsinya melakukan proses penempelen
bahan sideedges yang sudah di slitting dengan ukuran tertentu
pada bagian sisi komponen secara semi otomatis maupun manual.
41
5. Borring
Area Borring fungsinya melakukan proses pengeboran atau
membuat lubang pada permukaan dan atau pada bagian sisi
komponen secara semi otomatis maupun manual.
6. Finishing
Area
Finishing
fungsinya
melakukan
proses
pembersihan
komponen atau pemasangan accesories tertentu seperti fisher, list,
kaca, mur nanas dan lain-lain.
7. Packing
Area Packing fungsinya melakukan proses pengepakan komponen
dalam dus tertentu yang sudah ada type produknya yang
selanjutnya dapat dikirim ke gudang barang jadi.
B. Area Proses Produksi Pendukung
1. Wrapping
Area Wrapping fungsinya melakukan proses pelapisan bagian
permukaan, bagian sisi dan bagian bawah secara langsung pada
komponen-komponen yang sudah ditentukan.
2. C & C Membrane
Area C & C Membrane fungsinya membuat profile pada permukaan
dan atau membuat lengkungan pada sisi komponen secara
otomatis dengan mesin yang sudah diprogram dan melakukan
proses laminasi permukaan dengan cara di press di mesin
membran dengan suhu tertentu sehingga menjadi komponen yang
terlaminasi dengan profile yang tampak dari permukaan.
42
3. Assembling
Area Assembling berfungsi merakit
bagian-bagian komponen
sehingga menjadi komponen utuh seperti komponen pintu atau
sandaran ranjang.
4. Handwrapping.
Area Handwrapping berfungsi melapis komponen-komponen secara
manual dan melakukan proses pengecatan pada permukaan yang
polos atau yang sudah dilaminasi foil PO tanpa coating.
3.1.7 Informasi dan Teknologi
Untuk mendukung perkembangan usaha Olympic Group dan sejalan
dengan kemajuan teknologi informasi di era globalisasi, Olympic Group telah
mengimplementasikan Business Solution Software
ERP (Enterprise
Resource Planning) skala dunia dari IFS dan Oracle Data Base secara online
system dan real time antara kantor pusat dan seluruh kantor cabang Olympic
Group yang ada di Indonesia, dengan menggunakan sarana informasi dan
teknologi yang handal seperti : server cluster helwet packard, Router CISCO,
jaringan online frame relay dari Telkom.
3.1.8 Service Centre
Sebagai leader, Olympic Group selalu berinovasi dan selalu
memperhatikan kepuasan pelanggan, untuk itu telah dibuka Olympic Service
Centre di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan beberapa kota besar
lainnya. Tidak hanya dengan Olympic Service Centre saja, Olympic melayani
dan memberikan kepuasan pelanggan dengan akses Tol Free Hot Line
Service, mobil butik Olympic sebagai mobil keliling untuk melayani
pelanggan, baik toko maupun end user, serta website yang dapat pelanggan
akses dan meningkatkan customer satisfaction dan customer relationship.
43
3.2.
Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
Berikut ini struktur organisasi di PT Cahaya Sakti Multi Intraco beserta
tugas-tugasnya :
A. Struktur Organisasi
DIREKTUR
INTERNAL AUDIT
B.
FINANCE
&
ACCOUNTING
C.
SECRETARY
HRM &
GA
OPERATION
MARKETING
C&C
Gambar 3.2. Struktur organisasi
Sumber: PT Cahaya Sakti Multi Intraco
B. Uraian Tugas
Berikut ini penjabaran dari masing-masing unit dalam struktur
organisasi PT Cahaya Sakti Multi Intraco selaku pemasaran produk Olympic :
1. Direktur, bertugas :
 Bertanggung jawab
atas perumusan kebijakan keuangan dan
operasional perusahaan.
 Mengambil keputusan terhadap operasional baik kegiatan keuangan
maupun non keuangan.
44
2.Secretary , bertugas :

Membantu Direktur dalam komunikasi dengan para manajer baik
secara verbal maupun tertulis.

Menjembatani laporan-laporan yang diserahkan oleh para manajer tiap
divisi.

Membantu Direktur membuat laporan-laporan tertulis.
3.Internal Audit, bertugas :

Menterjemhkan goals dan objective perusahaan yang berkaitan
dengan aspek internal audit.

Melakukan audit tutup buku tahunan.

Melakukan pemeriksaan rutin.

Mengawasi pembuatan budget pusat dan cabang.

Menjaga aset perusahaan (piutang kas, bank, aktiva).

Mengawasi pembuatan bonus system untuk BM cabang.
4.Finance & Accounting, bertugas :

Menterjemahkan goals dan objective perusahaan yang berkaitan
dengan aspek financial & accounting.

Mereview kelayakan struktur harga jual, program-program penjualan
marketing.

Melakukan upaya-upaya strategis untuk tercapainya profit pusat dan
cabang sesuai budget.

Melakukan system pengendalian intern dan teraplikasinya financial &
accounting policy.

Menganalisa dan mengkaji perkembangan dan tren teknologi informasi
serta pengaruhnya ke industri dan bidang usaha perusahaan.
45

Menyusun anggaran IT dan mengontrol penggunaan/realisasi dari
anggaran tersebut serta mempertimbangkan biaya dan dasar-dasar
dalam negosiasi kontrak.
5.HRM & GA bertugas :

Menterjemahkan goals dan objective perusahaan yang berkaitan
dengan aspek SDM dan GA.

Menganalisa dan membuat strategi perencanaan sistem SDM melalui
recruitment, kompensasi, pengembangan dan penempatan karyawan
yang sesuai dengan perkembangan organisasi jangka panjang dan
pendek serta target organisasi.

Merencanakan strategi hubungan industrial yang terintegrasi antara
perusahaan dan karyawan.

Menganalisa dan membuat strategi perencanaan sehubungan denga
tanggung jawab sosial, kebijakan pemerintah, legal, publik relation,
ataupun hal lain yang dapat mempengaruhi perusahaan.

Menganalisa dan membuat strategi perencanaan sehubungan dengan
kendaraan operasonal.

Memfasilitasi dan mengkoordinasikan penaganan konflik directorate/
departement.
6.Marketing bertugas :

Menterjemahkan goals dan objective perusahaan yang berkaitan
dengan aspek marketing.

Mengendalikan gross margin/brand.

Mensinergikan antar brand yang dipasarkan PT Cahaya Sakti Multi
Intraco.
46

Mengarahkan kegiatan pengumpulan data dan informasi pemasaran.

Mengarahkan komunikasi marketing ditiap brand.

Memberikan arahan/prioritas pengembangan produk baru tiap-tiap
brand.
7.TRO (Traditional Retail Outlet) bertugas :

Menterjemahkan goals dan objective perusahaan yang berkaitan
dengan aspek penjualan TRO.

Mencapai target penjualan dan profit pasar TRO sesuai dengan
budget yang ditetapkan.

Melakukan pembagian wilayah teritorial bagi cabang
besar,
menengah dan stándar.

Merencanakan,
bawahan,
mengorganisir,
mengawasi
dan
menggerakan
mengendalikan
dan
memimpin
seluruh
proses
pelaksanaan aktivitas oprasional yang menyangkut aspek sales di
pusat dan cabang.

Membuat dan menyetujui budget oprasional , program insentive dan
program penjualan lainnya.
8. C & C (Cash & Credit) bertugas :

Menyusun program kerja/action plan departemen yang mengacu
kepada objective directorate.

Membuat program kunjungan account officer ke head office dan
cabang.

Membuat struktur kerja.

Membina hubungan dengan head office dan toko-toko.

Membuat dan melaksanakan action plan dan KPI.

Melakukan trading term/ kontrak toko.
47
3.3
Sumber daya manusia
Mengetahui bahwa faktor Sumber Daya Manusia adalah kunci
terpenting
dalam
keberhasilan
suatu
organisasi,
Olympic
Group
mengkonsentrasikan pada pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai
asset termahal yang harus dikembangkan melalui pelatihan, seminar, dan
kursus-kursus untuk karyawannya. Dengan demikian karyawan Olympic pada
umumnya memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, hal ini terbukti
dengan masa kerja karyawan yang rata-rata sudah lebih dari sepuluh tahun
dengan jumlah karyawan 754 orang .
Pada departemen Quality Assurance ada 43 orang, dengan jabatan
dan pendidikan sebagai berikut :
NO
JABATAN
JUMLAH
PENDIDIKAN
1
Manager
1 orang
S1, 1 orang
2
Supervisor
7 orang
S1, 2 orang
D3, 1 orang
SMU, 3 orang
3
Staff
4 orang
S1, 1 orang
SMU, 3 orang
4
QC Inspector
31 orang
3.4
Sarana dan Prasarana
SMU, 31 orang
Pelanggan bukanlah seorang raja tetapi seorang sahabat, motto
tersebut diwujudkan oleh Olympic Group dengan memperkenalkan Mobile
Butik Olympic, yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada
masyarakat umum, sedangkan Olympic Service Center memberikan
pelayanan purna jual kepada mitra.
48
Berlokasi di Bogor dengan luas kawasan Industri sebesar 16 ha, 10 ha
diantaranya adalah working area/gedung yang didukung oleh suasana asri
menjadikan Olympic sebuah perusahaan yang peduli pada lingkungan baik
pabrik maupun sekitarnya.
Untuk menjaga kualitas produk-produknya, dalam proses produksinya
Olympic Group menggunakan mesin-mesin yang berteknologi tinggi dan
sistem-sistem yang otomatis.
Olympic Group juga menyediakan poliklinik, yang langsung dibawah
tanggung jawab dokter medis. Poliklinik ini tidak terbatas untuk para
personnel Olympic tetapi terbuka juga untuk masyarakat sekitarnya dan
menyediakan fasilitas Gedung Olahraga yang terbuka setiap harinya setelah
jam kerja, juga tersedia koperasi, mesjid dan ATM (Anjungan Tunai Mandiri).
Olympic Group memiliki keyakinan bahwa dengan berlandaskan iman
yang
kuat
menghadapi
akan
memberikan
pekerjaan
dan
ketenangan
senantiasa
dan
keberhasilan
mengemukakan
dalam
kepentingan
stakeholder secara keseluruhan untuk dapat berkembang bersama sehingga
dengan kekuatan tersebut Olympic dapat mewujudkan Visi & Misi Group.
Dengan infrastruktur yang telah diterapkan oleh Olympic secara nasional
akan mendukung proses bisnis secara keseluruhan yang lebih cepat dan
lebih mudah.
3.5
Uraian Singkat Pekerjaan
Pekerjaan sehari-hari yang saya lakukan adalah memeriksa semua
sample bahan baku yang masuk dibantu oleh beberapa staff. Sample bahan
baku yang masuk ada dari bagian incoming yang datang dalam jumlah
banyak dan ada dari bagian purchasing dengan sample bahan baku baru
49
atau supplier baru dengan jumlah yang lebih sedikit. Hasil pemeriksaan
dimasukan kedalam buku ledger, dan buat laporan untuk sample bahan baku
yang baru atau supplier baru.
3.6
Perbandingan Antara Teori dan Praktek
Perumusan strategi yang sesuai dengan kondisi perusahaan dapat
ditentukan dengan analisis SWOT yaitu memperhatikan kombinasi faktor
internal dan external perusahaan. Berikut ini adalah faktor-faktor internal dan
external pada PT Cahaya Sakti Multi Intraco :
3.6.1 Faktor Internal dalam staretegi pemasaran
Komponen kekuatan (strenghts) :
1. Berpengalaman selama 27 tahun di Industri Furniture
PT Cahaya Sakti Multi Intraco telah menjalankan usahanya sejak
tahun 1986. Pengalaman selama 27 tahun ini menjadikan PT Cahaya
Sakti Multi Intraco sebagai perusahaan furniture yang berhasil
menanamkan eksistensinya secara stabil dan diakui dikalangan
industri, supplier, dan pelanggan. Melalui perjalanan 27 tahun ini, PT
Cahaya Sakti Multi Intraco juga telah membangun keahlian dan ilmu
yang
diperlukan
untuk
memantapkan
kualitas
produk
yang
dihasilkannya.
2. Mendapatkan dukungan finansial yang kuat dari Olympic Group.
PT Cahaya Sakti Multi Intraco merupakan bagian dari Olympic Group.
Setiap perusahaan memiliki kemungkinan untuk mengalami gejolak
finansial dalam menjalankan bisnis. Dalam hal ini, PT Cahaya Sakti
Multi Intraco didukung oleh Olympic Group, Oleh sebab itu usaha
usaha yang dijalankan oleh PT Cahaya Sakti Multi Intraco akan lebih
50
stabil. Kekuatan finansial juga dapat digunakan untuk meningkatkan
kualitas bisnis secara keseluruhan dan kualitas produk, misalnya
dengan menerapkan teknologi yang
memadai untuk mendukung
proses bisnis dan memperbaiki mutu hasil produksi.
3. Memiliki mesin berteknologi modern dan mampu berproduksi dalam
kapasitas besar.
Dalam kegiatan produksinya saat ini PT Cahaya Sakti Multi Intraco
sudah menggunakan mesin-mesin dengan teknologi baru sehingga
proses
produksi
dapat
berjalan
dengan
mudah
dan
cepat
dibandingkan jika dikerjakan tanpa bantuan mesin yang memadai.
Produk yang dihasilkanpun lebih berkualitas dan rapih dalam
pengerjaannya. Dengan adanya bantuan mesin ini, PT Cahaya Sakti
Multi Intraco juga mampu berproduksi dalam kapasitas yang besar.
4. Kualitas mutu yang terjaga
PT Cahaya Sakti Multi Intraco tetap mengutamakan kualitas dalam
memproduksi produknya, baik dari pemilihan bahan utama, bahan
baku pelengkap, sampai mesin-mesin dan peralatan lainnya. Setiap
proses pengerjaan yang dilakukan juga diperhatikan agar produk yang
dihasilkan rapi, kuat dan tahan lama. Perusahaan berusaha menjaga
kepuasan pelanggan melalui kualitas produk yang dihasilkan.
5. Posisi brand yang kuat dipasaran.
Saat ini merk Olympic sudah sangat familiar ditengah masyarakat
awam dan menjadi leader di kelasnya. PT Cahaya Sakti Multi Intraco
sudah banyak melakukan promosi. Promosi yang selama ini dijalankan
yaitu mengikuti pameran-pameran furniture, promosi mulut ke mulut,
promosi iklan dan lain-lain.
51
6. Jaringan distribusi yang luas.
Untuk mendukung proses distribusi, PT Cahaya Sakti Multi Intraco
membuat cabang-cabang di seluruh Indonesia. Ada lebih dari 30
cabang untuk membantu penjualan sehingga akan lebih mudah dan
cepat bila disuatu daerah membutuhkan produk yang diminta.
7. Inovasi produk
Olympic Furniture selalu membuat produk-produk baru yang inovatif,
ini didukung oleh adanya departemen R&D yang dapat membuat
disain baru tidak kurang dari 30 produk setiap tahunnya, sehingga
produk-produk yang dikeluarkan selalu up to date sehingga konsumen
tidak
bosan
dengan
produk-produk
yang
telah
dikeluarkan
sebelumnya.
8. Furniture knock down
Produk yang dibuat oleh Olympic adalah furniture knock down yaitu
suatu produk yang dapat di bongkar pasang sehingga lebih mudah
dan lebih banyak dalam distribusi, dan bila akan dibawa ketempat atau
gedung tinggi dapat dibawa dengan mudah karena dapat dibawa
perkomponen atau perpack.
Komponen kelemahan (weakness) :
1. Harga jual yang tinggi
PT Cahaya Sakti Multi Intraco menetapkan harga jual yang lebih tinggi
dibandingkan
produk pesaing, sehingga pelanggan akan memilih
produk merk lain yang harga lebih murah dibandingkan produk
Olympic.
52
2. Karyawan tetap lebih dari sepuluh tahun
Dalam melakukan kegiatannya Olympic group didukung oleh karyawan
yang sudah lama bekerja yang pendapatannya sudah cukup besar,
sehingga dalam menentukan harga pokok penjualan akan sulit
mendapatkan harga yang lebih murah dibanding pesaing yang masih
banyak menggunakan karyawan baru atau karyawan kontrak sehingga
harga jual mereka dapat ditekan seminimal mungkin.
3. Penjualan berjenjang
Untuk penjualan produknya PT Cahaya Sakti Multi Intraco tidak
menjualnya secara langsung ke toko-toko atau konsumen tetapi
melalui beberapa tahap. Pertama produk yang sudah jadi masuk ke
gudang pusat, kedua dari gudang pusat masuk ke cabang-cabang,
ketiga dikirim ke toko-toko selanjutnya baru ke konsumen sehingga
harga yang diterima oleh konsumen menjadi lebih mahal
3.6.2
Faktor Eksternal dalam Strategi Pemasaran
Komponen peluang (opportunities) :
1. Maraknya pembangunan rumah hunian dan perkantoran, terutama
yang bertingkat, sehingga meningkatkan demand atas produk-produk
furniture.
Beberapa
tahun
belakangan
ini
industri
properti
menunjukan
perkembangan yang sangat signifikan, bukan hanya dikota-kota besar
tetapi juga di berbagai daerah. Bisa dilihat banyaknya pembangunan
rumah hunian, baik yang berupa apartemen, rumah susun, maupun
kompleks perumahan, gedung perkantoran, ruko, kost dan mall.
Dampaknya lanjutannya adalah permintaan terhadap furniture pengisi
ruang-ruang kosong juga semakin meningkat.
53
2. Dukungan terhadap industri olahan kayu sebagai alternatif dari industri
solid yang melemah akibat kelangkaan bahan baku.
Beberapa tahun belakangan ini, industri perkayuan dalam negeri
tengah marak isu ilegal logging dan pengundulan hutan. Lahan hutan
semakin minim karena penebangan liar dan hasilnya dilarikan ke luar
negeri dengan illegal. Industri furniture dalam negeri mulai kesulitan
mendapatkan pasokan kayu. Langkanya pasokan kayu membuat
harga kayu meningkat tajam dan produsen-produsen furniture merasa
kesulitan mempertahankan usahanya. Bahkan tidak sedikit yang tutup
atau beralih.Harga furniture solid juga semakin menjulang dipasaran.
Dampak lanjutannya adalah banyak pengusaha maupun pelanggan
furniture yang mencari furniture berbahan dasar olahan kayu.
Permintaan furniture ini meningkat bukan hanya dari dalam negeri
melainkan dari luar negeri. Bahkan pemerintah senderi mendukung
berkembangnya industri olahan kayu untuk mengatasi lemahnya
industri kayu solid.
3. Pangsa pasar yang besar di Indonesia.
PT Cahaya Sakti Multi Intraco menargetkan pangsa pasar menengah
ke bawah, hal ini sejalan dengan kondisi masyarakat indonesia
diamana
sebagian
besar
penduduknya
merupakan
kelompok
masyarakat menengah kebawah. Sehingga pangsa pasarnya sangat
besar dan lebih potensial untuk berkembang.
Komponen ancaman (threats) :
1. Persaingan dengan produk-produk furniture murah yang di import dari
China dan Vietnam.
Belakangan ini dominasi furniture dari China dan Vietnam mulai kuat,
baik diluar maupun dalam negeri. China menawarkan produk dengan
54
kualitas yang hampir seimbang dan dengan harga yang lebih murah
sehingga banyak menarik minat pelanggan.Faktor penyebabbya
adalah karena China dan Vietnam mampu mengadaptasi teknologi
sehingga mereka bisa berproduksi lebih banyak dan cepat.
2. Krisis ekonomi global menurunkan daya beli masyarkat.
Krisis ekonomi global membawa dampak yang cukup besar bagi
masyarakat indonesia, harga-harga kebutuhan pokok meningkat
sehingga menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan.
3. Pengaruh negatif dari perdagangan bebas
Era globalisasi dan perdagangan bebas memberikan dampak negatif,
khususnya bagi pengusaha-pengusaha furniture asal indonesia karena
saat ini indonesia belum cukup kuat untuk menjadi pelaku dalam
perdagangan bebas. Posisi Indonesia saat ini lebih kepada pangsa
pasar.
4. Meningkatnya biaya oprasional dan produksi akibat naiknya harga
bahan bakar minyak.
Dengan naiknya bahan bakar minyak maka naik pula harga
tarnsportasi baik bagi karyawan maupun transportasi untuk distribusi
barang dan dibarengi pula oleh naiknya harga bahan baku, ini menjadi
permasalahan bagi pengambil keputusan, karena bila harga dinaikan
maka konsumen akan pindah ke merek lain tetapi bila harga jualnya
tetap keuntungan menjadi lebih kecil.
5. Banyaknya produk pesaing yang lebih murah dibandingkan produk
olympic.
55
Produk knock down adalah produk yang sangat mudah dibuat dan
ditiru, sehingga perusahaan lain dapat dengan mudah membuatnya
tanpa harus ada departemen R&D, sehingga harga jual mereka bisa
lebih murah.
3.6.3
Pengembangan strategi Pemasaran
Dengan dimilikinya faktor internal (strenght, weakness) dan
faktor external (opportunity, treats) maka dapat dibuat suatu strategi
pemasaran produk Olympic Furniture sebagai berikut :
1. Meningkatkan kepuasan pelanggan
melalui peningkatan kualitas
produk dengan memperketat kontrol kualitas dari hulu ke hilir.
2. Pihak R&D harus merancang dan mengembangkan produk-produk
yang lebih inovatif dan efisien.
3. Menjaga angka penjualan dengan memberikan promosi berupa
keringanan dalam pembelian produk, seperti diskon atau kredit.
4. Memangkas biaya-biaya yang tidak perlu dan meningkatkan
produktifitas .
5. Meng-outsource jasa untuk membantu jalannya proses produksi
dan marketing agar lebih efisien.
6. Sumber daya yang kompeten.
7. Meningkatkan kegiatan promosi melalui berbagai cara terutama
media TV dan meningkatkan pelayanan untuk kepuasan pelanggan.
Beberapa promosi yang dilakukan antara lain:
-
Promo Ramadhan
-
Promo Imlek
-
Promo Back to School
-
Pameran di Pekan Raya Jakarta
-
Midnight sale
56
-
Beli produk dapat produk
-
Beli produk dapat hadiah
-
Membagikan brosur atau tabloid Olympic
-
Lomba merakit produk Olympic.
-
Membagikan brosur
-
Iklan di televisi dan surat kabar
8. Memberikan harga khusus berupa :
-
Harga discount
-
Harga dengan cicilan 0 %
-
Harga khusus PRJ.
9. Penjualan secara langsung
10. Penjualan dengan cara online
57
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1
Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Faktor-faktor internal dalam strategi pemasaran pada PT Cahaya Sakti
Multi Intraco yaitu :
-
Kekuatan yang ada pada PT Cahaya Sakti Multi Intraco adalah
sudah berpengalaman, posisi brand yang kuat dan saluran
distribusi yang baik.
-
Kelemahan yang ada pada PT Cahaya Sakti Multi Intraco adalah
harga jual yang tinggi dibandingkan harga pesaing.
2. Faktor-faktor internal dalam strategi pemasaran pada PT Cahaya Sakti
Multi Intraco yaitu :
- Peluang yang ada yaitu maraknya pembangunan rumah hunian dan
perkantoran, terutama yang bertingkat, sehingga meningkatkan
demand atas produk-produk furniture.
-
Ancaman yang ada yaitu banyaknya produk pesaing yang lebih
murah dibandingkan produk olympic.
3. Strategi pengembangan pemasaran pada PT Cahaya Sakti Multi
Intraco dimulai dari pembuatan produk yang efisien dari departemen
R & D sehingga mempunyai harga pokok produksi yang lebih kecil
yang pada akhirnya harga pokok penjualannya dapat lebih rendah
atau menyamai produk pesaing dan melakukan promosi yang
berkelanjutan serta menjaga dan meningkatkan kualitas produk.
58
4.2
Saran
Produk Olympic furniture yang sudah menjadi leader di kelas produk
furniture knockdown dapat menjadi goyah dalam pemasarannya, untuk
itu pengusaha harus selalu mencari strategi-strategi baru dalam
proses pemasaran agar dapat bersaing dalam penjualan produk, oleh
sebab itu pengusaha tidak hanya membuat strategi pemasaran yang
jitu tetapi dibarengi dengan pembuatan produk yang inovatif dan
efisien dan kualitas yang baik dan meng-outsource sebagian
pekerjaan serta memaksimalkan sumber daya yang ada agar bekerja
lebih produktif yang akan meningkatkan produktifitas sehingga produk
Olympic furniture
dapat bersaing dalam sisi harga dengan produk
pesaing dalam negeri dan produk-produk dari China serta
menjadi leader di kelas produk furniture knockdown.
tetap
59
DAFTAR PUSTAKA
Eko Putra. 2003. Study Mengenai Orientasi dan Kinerja Pemasaran. Jurnal
JSPI.
Kotler, P dan Garry, A.2010.Prinsip-Prinsip Pemasaran. Erlangga, Jakarta.
Kotler, P dan Keller, L. 2006. Marketing Management . Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi Sebelas. PT Indeks
Kelompok Gramedia, Jakarta.
Kurtz, David L. 2008, Principle of Contemporary Marketing, South Western,
Educational Publishing, Stanford.
Mubarak, M.M. and Puspitasari, R., 2012. Mengukur Keputusan Nasabah
Melalui Analisis Brand Association Studi Kasus pada Bank Muamalat
Indonesia–Cabang Bogor. Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR), 10(1),
pp.Halaman-45.
Mulyana, Mumuh. 2012. Consumer Behaviour : Sukses Dengan Memahami
Konsumen, ISBN 978-979-18531-6-3, Bogor : Kesatuan Press.
Rangkuti, Freddy .2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis,
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sejarah berdirinya Olympic, WWW.Olympicfurniture.com.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. 2011 Panduan Seminar dan Penulisan Tugas
Akhir Manajemen, Kesatuan Bogor.
Sri Yati Prawitasari, 2010. Analisis SWOT sebagai Dasar Perumusan Strategi
Pemasaran Berdaya Saing, Skripsi, Program Sarjana Universisitas
Dipenogoro, Semarang.
Tjiptono, Fandy. 2005. Pemasaran Edisi ke 1. Bayu Media Publishing, Jatim.
Tjiptono, Fandy. 2006. Strategi Pemasaran, Andi, Yogyakarta.
Yulia Nurendah, E. Gumbira Said, A. Miftah Fauzi, Zahrial Coto, M. Romli and
Hartrisari Hartrisari, 2013. "Plywood Industry by Using Eco-efficiency
Approach and LIA- Wood Balance Sheet Program," International Journal
on Advanced Science, Engineering and Information Technology, vol. 3,
no. 2, pp. 151-158, 2013. [Online]. Available:
http://dx.doi.org/10.18517/ijaseit.3.2.302.
Download