9` Pencemaran tanah adalah keadaan dimana

advertisement
Oleh:
Erba Kalto Manik, SKM, M.Sc
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Politeknik Kesehatan Kemenkes medan
TANAH
Apakah yang dimaksud dengan tanah?
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 150 tahun
2000 tentang Pengendalian kerusakan tanah
untuk produksi bio massa: “Tanah adalah salah
satu komponen lahan berupa lapisan teratas
kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan
bahan organik serta mempunyai sifat fisik, kimia,
biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang
kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.”
1`
Tanah merupakan lapisan bumi yang tipis dan
terdiri dari zat-zat lepas yang terdapat pada
permukaan bumi. pada lapisan tanah terdapat
udara dan air sedangkan bagian dalamnya
terdiri dari lapisan yang padat yaitu batu-batuan.
Tanah dalam bahasa latin disebut solum yang
artinya lantai atau dasar. Tanah merupakan
campuran zat-zat organik dan anorganik. Zat-zat
organik pada tanah terdiri dari jasad-jasad renik
dan sisa-sisa makhluk hidup, sedangkan zat
anorganik merupakan bagian dari batu-batuan
dan mineral lainnya serta substansi benda mati.
2`
Pada waktu bumi baru terbentuk, tidak
terdapat lapisan tanah pada
permukaannya, yang ada ialah lapisan
udara, air, dan batu-batuan. Sebagai
akibat terjadinya pelapukan yang
berlangsung berjuta-juta tahun, maka
permukaan bumi mengalami perubahan.
Pelapukan menyangkut peristiwa kimia,
fisika, dan biologis.
3
Di daerah-daerah beriklim dingin, sedang dan di gurun
pasir, pelapukan pada umumnya disebabkan karena
pengaruh mekanis misalnya :
Pengaruh arus air yang mengalir.
Pengaruh perubahan suhu yang besar.
Pengaruh arus glasial atau sungai es
Pengaruh pemuaian air waktu membeku pada celah
batu-batuan.
Pengaruh angin yang kencang, menyapu permukaan
tanah.
Pengaruh akar tanaman yang menembusi celah-celah
dalam batu-batuan.
4`
BAHAN-BAHAN ANORGANIK DALAM TANAH
Selain senyawa organik, tanah
mengandung pula bahan-bahan anorganik
seperti nitrogen, fosfor, kalium yang
kandungannya kadang jauh berbeda
antara tanah yang satu dengan tanah
yang lainnya.
5`
Nitrogen merupakan salah satu komponen
essensial dari protein dan bahan-bahan
hidup lainnya. Tanah yang kaya akan
nitrogen selain menghasilkan tanaman
dengan produksi yang lebih tinggi juga
kadar protein yang cukup tinggi.
6
Seperti halnya dengan nitrogen, posfor harus
ada dalam tanah dalam bentuk anorganik
sebelum diserap oleh tanaman biasanya dalam
bentuk ion ortoposfat.
Kalium dalam tanah diperlukan dalam jumlah
yang relatif tinggi untuk pertumbuhan tanaman.
Kalium mengaktifkan beberapa jenis enzim dan
memegang peranan penting di dalam
keseimbangan air dalam tanaman. Hasil-hasil
pertanian biasanya berkurang cukup besar pada
tanah-tanah yang mengalami defisiensi kalium.
Makin tinggi produktifitas tanaman, makin tinggi
pula kalium yang dilepaskan dari dalam tanah.
7`
KESUBURAN TANAH
penyediaan unsur hara harus
dipertahankan dalam tanah pertanian agar
tanaman hidupnya subur dan hal itu harus
memperhatikan perbandingan unsur-unsur
yang harus tersedia. Tanah yang subur
harga pH-nya tinggi dan yang miskin akan
makanan tumbuhan harga pH-nya rendah
(bersifat asam).
8`
Kesuburan tanah ditentukan juga oleh
sifat-sifat kasar, halus, besar dan kecilnya
keadaan butiran tanah (texture).
Organisme yang ada pada tanah baik
tumbuhan maupun binatang turut
berperan dalam menentukan kesuburan
tanah.
9`
Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia
buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah
alami.
Pencemaran ini biasanya terjadi karena:kebocoran
limbah cair atau bahan kimia dari industri atau
fasilitas komersial;penggunaan pestisida;masuknya air
permukaan tanah tercemar ke dalam subpermukaan;kecelakaan kendaraan pengangkut minyak,
zat kimia atau limabah;air lindi dari tempat
penimbunan sampah serta limbah industri.
• Limbah industri yang langsung di buang ke tanah
secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
10
Peraturan Pemerintah RI No.150 Tahun 2000
Tentang pengendalian kerusakan tanah untuk produksi
biomassa: tanah adalah salah satu komponen lahan
berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari
bahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat
fisik, kimia dan biologi, dan mempunyai kemampuan
menunjang kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya.
Di dalam PP 150 Tahun 2000 disebutkan bahwa kerusakan
tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat
dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan
tanah.
11
Komponen-komponen bahan pencemar tanah
1. Limbah domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah; pemukiman
penduduk;perdagangan/tempat-tempat umum dll;
kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintah dan
swasta, limbah yang dihasilkan dalam bentuk padat dan
cair.
Sampah anorganik tidak dapat ter-biodegradasi yang
menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh
akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan
air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah akan
hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah akan
berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati
karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.
12
Limbah cair berupa; tinja, deterjen, oli, cat
jika meresap ke dalam tanah akan merusak
kandungan air tanah bahkan dapat
membunuh mikroorganisme dalam tanah.
2. Limbah Industri.
Limbah Industri berasal dari produksi sisasisa industri berpa padatan, lumpur bubur
yang berasal dari pengolahan pabrik gula,
pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan
ikan, buah, daging dll.
13
• Limbah cair yang merupakan proses hasil pengolahan
dalam suatu pengolahan produksi, misalnya sisa-sisa
pengolahan dari industri pelapisan logam dan industri
kimia lainnya.
• Tembaga, timbal, khrom, arsen dan boron adalah zat
yang dihasilkan dari industri pelapisan logam seperti:Hg,
Zn, Pb, dapat mencemari tanah dan merupakan zat yang
sangat beracun bagi mikroorganisme.
3. Limbah Pertanian.
Limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk
menyuburkan tanah atau tanaman seperti pupuk urea dan
pestisida untuk memberantas hama tanaman. Penggunaan
pupuk yang terus menerus akan merusak struktur tanah
dan kesuburan tanah berkurang sehingga tidak dapat
ditanami oleh jenis tanaman tertentu karena hara tanah
semakin berkurang.
14
Dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran tanah :
1. Pada Kesehatan
• Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung
pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan
kerentanan populasi yang terkena.Kromium dan berbagai
macam pestisida dan herbisida merupakan bahan
karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat
berbahaya pada anak-anak karena dapat menyebabkan
kerusakan otak serta kerusakan ginjal pada seluruh
populasi.
• Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena
pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan
kemungkinan terkena leukimia.
• Mercuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat
menyebabkan kerusakan ginjal dan beberapa
penderita bahkan tidak dapat diobati.
15
• PCB dan Siklodiema dapat menyebabkan kanker hati
• Organofosfat dan Karbamat dapat menyebabkan gangguan
pada saraf otot.
• Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang
perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan pada sistim
saraf pusat.
2. Pada Ekosistem.
• Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak
terhadap ekosistem.
• Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari
adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis
yang rendah sekalipun.
• Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme
dari mikroorganisme endemik dan artropoda yang hidup di
lingkungan tanah tersebut.
16
• Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa
spesies primer dari rantai makanan, yang besar
terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai
makanan tersebut.
• Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini,
seperti konsentrasi DDT menyebabkan rapuhnya
cangkang telur meningkatnya tingkat kematian
anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
• Dampak pada pertanian terutama perubahan
metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat
menurunkan hasil pertanian.
• Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada
konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu
menahan lapisan tanah dari erosi.
17
Penanganan pencemaran tanah
Ada 2 cara penanganan pencemaran tanah :
1. Remidiasi.
Kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang
tercemar.
Ada dua jenis remidiasi tanah yaitu : in-situ (on-site)
dan ex-situ (off-site).
Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi,
pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah terdiri
dari pembersihan venting (injeksi), dan bioremidiasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang
tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman
untuk dibersihkan dari zat pencemar.
18
Caranya yaitu :
• Tanah tersebut disimpan di dalam bak/tanki
yang kedap
• Kemudian zat pembersih dipompakan ke
bak/tanki tersebut
• Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar
dari bak
• Kemudian diolah dengan instalasi pengolah air
limbah.
Pengolahan off-site ini jauh lebih mahal dan
rumit.
19
2. Bioremidiasi.
Adalah proses penjernihan pencemaran tanah
dengan menggunakan mikroorganisme (jamur,
bakteri). Bioremidiasi bertujuan untuk memecah
atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan
yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon
dioksida dan air).
20
Limbah B-3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
adalah setiap limbah yang mengandung
bahan berbahaya dan atau beracun yang
karena sifat atau konsentrasinya dan
atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung dapat merusak
atau mencemarkan lingkungan hidup
dan atau membahayakan kesehatan
manusia.
21
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18
Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
Sampah B3 merupakan sampah spesifik yang meliputi:
1. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan
beracun.
2. Sampah yang mengandung limbah B3.
3. Sampah yang timbul akibat bencana.
4. Bongkaran puing bangunan.
5. Sampah yang secara teknologi belum dapat diolah.
6. Sampah yang timbul secara periodik.
22
. Berikut ini adalah karakteristik limbah B3
berdasarkan Peraturan Pemerintah No.85
Tahun 1999.
1. Mudah meledak; Adalah limbah yang pada suhu
dan tekanan standar (25 derajat Celcius, 760
mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia
dan atau fisika dapat menghasilkan gas
dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan
cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.
23
. 2. Mudah terbakar; Limbah yang mempunyai salah satu
sifat sebagai berikut:
Berupa cairan yang mengandung alkohol kurang dari 24%
volume dan atau pada titik nyala tidak lebih dari 60 derajat
Celcius akan menyala apabila terjadi kontak dengan api,
percikan api atau sumber nyala lain pada tekanan udara 760
mmHg.
• Bukan berupa cairan, yang pada temperatur dan tekanan
standar dapat mudah menyebabkan kebakaran melalui
gesekan, penyerapan uap air, atau perubahan kimia secara
spontan dan apabila terbakar dapat menyebabkan kebakaran
yang terus menerus.
• Merupakan limbah yang bertekanan yang mudah terbakar.
• Merupakan limbah pengoksidasi.
24
3. Bersifat reaktif.
Bersifat reaktif; yang dimaksud dengan reaktif adalah yang
mempunyai salah satu sifat sebagai berikut: • Pada
keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan
perubahan tanpa peledakan. • Dapat bereaksi hebat
dengan air. • Apabila bercampur air berpotensi
menimbulkan ledakan, menghasilkan gas, uap atau asap
beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi
kesehatan manusia dan lingkungan. • Limbah Sianida,
Sulfida, atau Amoniak yang pada kondisi pH antara 2 dan
12.5 dapat menghasilkan gas, uap atau asap beracun
dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan
manusia dan lingkungan.
25
4. Beracun;
Limbah yang mengandung pencemar yang
bersifat racun bagi manusia atau
lingkungan yang dapat menyebabkan
kematian atau sakit yang serius apabila
masuk kedalam tubuh melalui
pernapasan, kulit, atau mulut.
26
5. Infeksius
Limbah laboratorium medis, atau limbah
lainnya yang terinfeksi kuman penyakit
yang dapat menular. Limbah ini berbahaya
karena mengandung kuman penyakit
seperti hepatitis dan kolera yang
ditularkan pada pekerja, pembersih jalan
dan masyarakat disekitar lokasi
pembuangan limbah.
27
6. Bersifat korosif
. Limbah yang memiliki dari salah satu sifat
sebagai berikut: • Menyebabkan iritasi (terbakar)
pada kulit. • Menyebabkan proses pengkaratan
pada lempeng baja dengan laju korosi lebih
besar dari 6,35 min/tahun dengan temperature
550 C. • Mempunyai pH sama atau kurang dari
2 untuk limbah bersifat asam dan dan
sama atau lebih besar dari 12.5 untuk yang
bersifat basa.
28
Jenis limbah B3 menurut sumbernya meliputi :
1. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik; yaitu B3 yang
berasal bukan dari proses utamanya tetapi berasal dari
kegiatan pemeliharaan alat, pencucian, inhibitor korosi,
pelarutan kerak, pengemasan, dll.
2. Limbah B3 dari sumber spesifik; yaitu B3 bahan awal,
produk atau sisa proses suatu industri atau kegiatan
tertentu.
3. Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan,
bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak
memenuhi spesifikasi.
29
Beberapa jenis wewangian sintetis diketahui
bisa memicu kanker pada binatang. Meski
belum diuji pada manusia, diduga kuat
senyawa ini juga meningkatkan risiko
kanker pada manusia.
31
Setelah mengetahui bahan-bahan
berbahaya yang terkandung dalam
kosmetik, masihkah Anda lebih memilih
mengambil risiko agar tetap tampil cantik?
BOD : Biological Oxygen Demand yaitu jumlah oksigen
yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan
proses biologi/metabolisme di dalam air.
COD : Chemycal Oxygen Demand yaitu: jumlah oksigen
yang diperlukan oleh senyawa-senyawa kimia yang
bereaksi di dalam air, jika harga BOD dan COD tinggi
berarti banyak oksigen terlarut di dalam air yang
digunakan untuk proses biologi maupun reaksi kimia
dalam air sehingga kandungan oksigen dalam air
menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan harga DO
menjadi rendah.
Download