Aplikasi e-DDC Edition 22 Sebagai Alternatif Untuk Menentukan

advertisement
Aplikasi e-DDC Edition 22 Sebagai Alternatif Untuk Menentukan
Nomor Klasifikasi DDC
Mohamad Rotmianto*
Abstrak:
Sampai saat ini software atau aplikasi perangkat lunak yang ditujukan untuk memudahkan
penentuan nomor klasifikasi masih teramat langka keberadaannya. Sebagaimana dimaklumi
bahwa tugas penentuan nomor klasifikasi koleksi di perpustakaan – yang umumnya
menggunakan sistem klasifikasi DDC – adalah tugas yang penting dikarenakan dengan
pengklasifikasian tersebut maka koleksi perpustakaan dapat dimanage dengan rapi dan tertib. Di
lain pihak, tugas pengklasifikasian koleksi pun juga bukan sesuatu yang mudah dilakukan bagi
petugas perpustakaan terutama untuk petugas perpustakaan yang (kebetulan) bukan berasal dari
kalangan pustakawan – sebagaimana yang jamak terdapat di Indonesia. Oleh karena itu,
keberadaan sebuah alat bantu berupa software untuk mempermudah penentuan nomor
klasifikasi kiranya sudah sangat diperlukan.
Kata kunci: software/aplikasi perangkat lunak, e-DDC Edition 22, halaman web, HTML
Compiler
Pendahuluan
Aplikasi perangkat lunak atau biasa disebut software yang khusus digunakan di
perpustakaan pada dewasa ini sudah merupakan suatu kebutuhan. Hal itu dikarenakan tugas dan
user/pengguna perpustakaan/pemustaka yang semakin beragam telah menuntut kecepatan dan
keakuratan dalam pelayanan yang mana perangkat lunak/software lebih dapat menanganinya
dari pada apabila hanya dikerjakan secara manual.
Dalam sejarahnya di Indonesia, perkembangan software/aplikasi perangkat lunak untuk
perpustakaan bermula dari CDS/ISIS keluaran UNESCO yang kemudian dimodifikasi dan
digunakan oleh IPB Bogor pada awal era 1990-an. Aplikasi tersebut dinamakan SIPISIS
(Qalyubi, dkk: 2003). Namun, fitur dan fasilitas perangkat lunak SIPISIS masih sangat terbatas,
yaitu hanya untuk mengelola pangkalan data katalog. Meskipun demikian SIPISIS sudah
merupakan aplikasi yang paling modern, mengingat penggunaan komputer dan teknologi
informasi di perpustakaan pada masa itu belum secanggih sekarang.
Baru ketika memasuki millenium ke tiga – yang mana disebut-sebut sebagai era
“ledakan informasi” – mulailah bermunculan aplikasi perangkat lunak khusus ditujukan untuk
perpustakaan yang dirilis/dikembangkan oleh banyak pihak dengan berbagai tujuan dan
keperluan, baik yang bersifat free (gratis) maupun yang licensed (berbayar). Tidak hanya
sebatas pengelola katalog seperti SIPISIS, namun perangkat lunak-perangkat lunak “generasi
baru” tersebut kaya akan fitur dan fasilitas, sesuai yang dibutuhkan oleh perpustakaan di masa
kini. Pada intinya, perangkat lunak tersebut membuat kegiatan-kegiatan perpustakaan dapat
dilakukan secara cepat, akurat bahkan secara real time dan online melalui media internet.
Kelebihan lain dari perangkat lunak tersebut – tentu saja – dapat meminimalisasi faktor humanerror sebagaimana apabila dikerjakan secara manual.
Sampai saat ini sudah banyak beredar aplikasi perangkat lunak untuk perpustakaan yang
dikembangkan dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman baik yang bersifat free
software (gratis) seperti Senayan Library Management System (biasa disebut Senayan atau
SLiMS) yang disponsori oleh Depdiknas RI, dan juga Athenaeum Light versi Indonesia yang
merupakan adaptasi dari versi asli Athenaeum Light yang dirilis oleh Sumware Consulting dari
*
Pustakawan pada Perpustakaan Sekolah di Kabupaten Magetan Jawa Timur
New Zealand. Disamping yang free, terdapat pula aplikasi berbayar seperti LASer (Library
Automation Service) yang dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang, dan lainlain.
Namun, dari pengamatan Penulis dari sekian banyak aplikasi perangkat lunak untuk
perpustakaan, belum ada satu pun yang membuat/mengembangkan sebuah sistem untuk
membantu menentukan nomor klasifikasi koleksi secara komputerisasi terutama yang bersifat
free/gratis. Hanya software Athenaeum Light versi Indonesia yang sudah disertai ringkasan
DDC. Sayangnya, notasinya masih sangat terbatas. Satu-satunya aplikasi perangkat lunak yang
berfungsi untuk membantu menentukan nomor klasifikasi adalah DFW (Dewey for Windows)
Version 2.10 keluaran OCLC (Online Computer Library Center). Namun, aplikasi yang
diedarkan dalam bentuk CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory) tersebut sampai saat ini
masih
berdasarkan
Sistem
Klasifikasi
DDC
cetak
Edisi
21
(http://www.oclc.org/dewey/updates/tips/webdewey/farewell.htm), belum menggunakan DDC
Edisi 22, apalagi DDC Edisi 23 yang baru rilis tahun 2011. Dengan kata lain, aplikasi DFW
tersebut out of date. Penggunaannya pun kurang praktis (baca: tidak user friendly) bagi
kebanyakan pustakawan/petugas perpustakaan di Indonesia karena menggunakan Bahasa
Inggris tanpa ada terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Namun yang paling menjadi
kelemahan bagi DFW untuk dapat digunakan secara luas adalah bahwa aplikasi tersebut tidak
bisa didapatkan secara gratis melainkan harus membeli lisensinya pada pengembangnya, dalam
hal ini OCLC. Tentu saja hal ini akan menjadi kendala tersendiri apabila akan digunakan oleh
perpustakaan di Indonesia yang nota bene masih banyak yang berkutat dalam permasalahan
klasik: yaitu keterbatasan anggaran dana.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Penulis merancang dan membuat software
aplikasi yang dinamakan “e-DDC Edition 22” atau kependekan dari “electronic-Dewey Decimal
Classification Edition 22” untuk memudahkan penentuan nomor klasifikasi koleksi di
perpustakaan. Selanjutnya, aplikasi e-DDC Edition 22 tersebut akan disebarluaskan secara gratis
agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi seluruh perpustakaan di Indonesia.
Diharapkan aplikasi e-DDC Edition 22 tersebut nantinya akan membantu
mempermudah tugas-tugas di perpustakaan khususnya dalam menentukan penomoran
klasifikasi koleksi secara lebih cepat dan mudah dengan notasi yang dibuat selengkap mungkin
sehingga dapat mengcover kebutuhan notasi untuk perpustakaan besar, namun tetap sesuai
dipakai untuk perpustakaan kecil. Selain itu, aplikasi e-DDC Edition 22 ini juga diproyeksikan
dapat digunakan siapapun dengan mudah bahkan oleh petugas perpustakaan yang tidak/belum
pernah mendapatkan pendidikan/pelatihan khusus tentang ilmu perpustakaan, terutama materi
tentang penentuan nomor klasifikasi menggunakan Sistem Klasifikasi DDC manual (versi
cetak). Dengan kata lain, aplikasi e-DDC Edition 22 diharapkan lebih “user friendly” bagi
siapapun yang bertugas di perpustakaan karena menggunakan dua bahasa, Inggris dan
Indonesia. Pada akhirnya, diharapkan juga agar aplikasi e-DDC Edition 22 ini dapat saling
melengkapi dengan software-software aplikasi untuk perpustakaan yang sudah beredar seperti
Senayan atau Athenaeum Light versi Indonesia dan lain-lain sebagaimana yang disebutkan di
atas.
Sekilas Pembuatan Aplikasi e-DDC Edition 22
Pada mulanya, Penulis akan menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk membuat
aplikasi e-DDC tersebut. Namun diperkirakan akan timbul masalah apabila menggunakan
bahasa pemrograman PHP nantinya dikhawatirkan tidak dapat diinstall (baca: digunakan)
secara bersama-sama dalam satu komputer yang menggunakan sistem operasi Windows dengan
software untuk perpustakaan yang juga menggunakan bahasa pemrograman PHP (seperti
Senayan dan LASer). Akhirnya, setelah melakukan beberapa kali uji coba, pilihan jatuh pada
HTML Compiler dengan pertimbangan bahwa HTML Compiler cukup ringan, dan seperti halnya
PHP juga tersedia versi free (versi gratisan) sehingga tidak perlu membayar lisensinya pada
vendor atau pengembang dari pembuat HTML Compiler tersebut.
Sedangkan pengertian compiler atau dalam Bahasa Indonesia disebut kompilator adalah
sebuah program khusus yang berguna untuk menerjemahkan program komputer yang ditulis
dalam bahasa pemrograman tertentu
menjadi program dengan bahasa pemrograman lain
(http://id.wikipedia.org/wiki/compiler). Pendek kata, HTML Compiler adalah sebuah tool
khusus yang digunakan untuk mengkompile halaman-halaman web yang bereksistensi *.html
menjadi dokumen baru dengan eksistensi *.chm yaitu kependekan dari compiled HTML.
Pekerjaan pertama untuk membuat software e-DDC Edition 22 terlebih dahulu adalah
membuat halaman web sesuai dengan jumlah keseluruhan notasi yang ada dalam Sistem
Klasifikasi DDC cetak berikut tabel-tabel yang dibutuhkan. Dengan kata lain yaitu
“mendigitalisasi” halaman-halaman cetak dari Sistem Klasifikasi DDC menjadi dokumen baru
dengan eksistensi *.html pada komputer.
Banyak tool yang dapat digunakan untuk membuat halaman web. Pada komputer
dengan sistem operasi Windows dapat menggunakan Notepad. Dapat pula menggunakan tool
bantuan seperti Macromedia Dreamweaver supaya lebih mudah karena pengoperasiannya
menggunakan mode grafis (namun tool Macromedia Dreamweaver tidaklah gratis).
Apabila menggunkana Notepad, format atau struktur dasar halaman web adalah sebagai
berikut:
<html>
<head>
<title>Judul</title>
</head>
<body>Isi (dapat berupa teks atau gambar)</body>
</html>
Untuk keperluan pembuatan e-DDC Edition 22, Penulis mendigitalkan lebih dari 140
halaman web dari Sistem Klasifikasi DDC cetak Edisi 22, yaitu meliputi nomor klasifikasi 000 –
999 beserta Tabel 1 sampai dengan Tabel 6. Jadi, nomor klasifikasi yang ditampilkan pada
software aplikasi e-DDC Edition 22 nantinya cukup lengkap, terlebih dengan ditambahkannya
notasi-notasi tambahan dari tabel.
Setelah semua halaman web yang dibutuhkan untuk membuat software aplikasi e-DDC
Edition 22 sudah disiapkan, maka selanjutnya adalah mengimpor/memasukkan halamanhalaman web tersebut ke dalam tool HTML Compiler untuk dilakukan proses kompilasi. Setelah
kompilasi selesai, hasil dari proses kompilasi halaman-halaman web tersebut menjadi sebuah
dokumen baru dengan eksistensi *.chm (oleh Penulis dinamakan “e-DDC Edition 22.chm”).
Maka secara garis besar, pembuatan aplikasi perangkat lunak e-DDC Edition 22 adalah
melalui dua proses utama, yaitu:
1. Digitalisasi DDC cetak Edisi 22 menjadi halaman-halaman web dengan format *.html
menggunakan Notepad.
2. Kompilasi halaman-halaman web tersebut menggunakan HTML Compiler sehingga
menghasilkan file baru dengan format *.chm.
Sebagaimana diilustrasikan dalam flow chart berikut ini:
Start
Pembuatan halaman web (*.html)
menggunakan Notepad
Proses
kompilasi menggunakan
HTML Compiler
Hasilnya: file e-DDC Edition 22.chm
End
Sekilas Cara Penggunaan Aplikasi e-DDC Edition 22
Tampilan default dari e-DDC Edition 22 adalah sebagaimana ilustrasi berikut:
Pada tampilan e-DDC Edition 22 tersebut terdapat 2 (dua) kolom, yaitu kolom sebelah
kiri yang terdapat tab menu utama yang terdiri dari:
1. Menu Content.
Menu ini memuat semua nomor klasifikasi DDC mulai 000 sampai dengan 999
beserta tabel-tabel yang tersusun secara hierarkis.
2. Menu Search.
Menu ini untuk penelusuran subjek atau nomor klasifikasi dari isi keseluruhan
Content secara otomatis.
Sedangkan kolom sebelah kanan memuat tampilan halaman-halaman web e-DDC dan
hasil dari searching.
Apabila dalam Sistem Klasifikasi DDC manual (versi cetak) menggunakan Index
Relative untuk melakukan penelusuran suatu subjek klasifikasi, kemudian memeriksanya dalam
Bagan Schedule (yang terdiri dari dua jilid tebal) belum lagi apabila ditambah dengan Bagan
Tables, maka dalam e-DDC Edition 22 cukup menggunakan menu Search dan menginputkan
kata yang akan dicari maka hasil pencarian akan keluar secara otomatis. Hasil searching akan
muncul pada kolom sebelah kiri berdasarkan ranking (ranking paling atas dianggap paling
mendekati hasil searching). Disamping lebih cepat, tentu saja lebih ringkas karena hanya
membutuhkan 1 (satu) halaman scroll down pada layar komputer untuk keseluruhan nomor
klasifikasi mulai 000 sampai dengan 999 berikut Tabel 1 sampai dengan Tabel 6.
Ilustrasi berikut ini adalah contoh pencarian untuk kata “sejarah Indonesia”. Caranya:
cukup ketikkan kata “sejarah Indonesia” pada kotak menu Searching, kemudian tekan tombol
Enter pada keyboard. Maka hasilnya adalah sebagaimana ilustrasi berikut ini:
Hasil pencarian untuk kata “sejarah Indonesia” akan muncul di kolom sebelah kiri
dengan ranking/urutan paling atas dianggap paling mendekati pencarian yang di maksud).
Apabila hasil pencarian tersebut dipilih dengan cara diklik, maka maka hasil pencarian akan
muncul dalam highlight warna biru pada kolom sebelah kanan. Selanjutnya, tinggal mencermati
nomor klasifikasi berapakah yang paling cocok untuk “sejarah Indonesia” dengan berdasarkan
highlight warna biru tersebut. Sangat mudah dan cepat.
Tidak lupa, Penulis juga menyertakan tutorial lengkap/petunjuk cara menggunakan eDDC Edition 22 yang sudah include di dalam software e-DDC Edition 22 tersebut. Maka
dengan segala fasilitasnya, diharapkan e-DDC mudah digunakan dan benar-benar dapat
membantu petugas perpustakaan dalam menentukan nomor klasifikasi, termasuk oleh petugas
perpustakaan yang tidak berbackground ilmu perpustakaan dan yang belum memahami dengan
baik cara penentuan nomor klasifikasi menggunakan Sistem Klasifikasi DDC manual. Dengan
demikian, e-DDC Edition 22 dapat menjadi cara alternatif untuk mempermudah tugas
penomoran klasifikasi koleksi. Namun, e-DDC Edition 22 tentunya tidak ditujukan untuk
menggantikan Sistem Klasifikasi DDC manual begitu saja, tetapi sekali lagi e-DDC Edition 22
hanyalah berperan sebagai “alat” untuk memudahkan petugas perpustakaan dalam menentukan
nomor klasifikasi DDC.
Selengkapnya, untuk mengakses dan mendownload/mengunduh software/aplikasi
perangkat lunak e-DDC Edition 22 ini dapat melalui situs yang dibuat Penulis dengan alamat url
berikut: http://e-ddc.org. Sampai tulisan ini dibuat, e-DDC Edition 22 sudah didownload
sebanyak lebih dari 3.000 kali sejak pertama dirilis pada bulan April 2010
(http://www.4shared.com/file/mzHMy3AY/e-DDC.html), membuktikan bahwa e-DDC Edition
22 cukup dapat diterima oleh para praktisi perpustakaan di Indonesia. Aplikasi perangkat lunak
e-DDC Edition 22 tersebut dapat diunduh dan disebarkan dengan gratis oleh siapa saja untuk
dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemajuan perpustakaan di Indonesia.
1. Referensi:
Qalyubi, Syihabuddin, dkk. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta:
Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Infomasi Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga, 2003.
Sumber Internet:
http://www.4shared.com/file/mzHMy3AY/e-DDC.html
http://id.wikipedia.org/wiki/compiler
http://www.oclc.org/dewey/updates/tips/webdewey/farewell.htm
Download