Wajib Pajak

advertisement
E-LEARNING
MATA KULIAH
DOSEN
KELAS
HARI/TGL
: PERPAJAKAN 1
: MOMO
: 22
: RABU, 14 OKTOBER 15
PERINTAH
KERJAKAN SOAL DI SLIDE 6,7,18 DAN 19
DENGAN
TULIS
TANGAN
DAN
KUMPULKAN PALING LAMBAT PADA
HARI SELASA TGL 20 OKTOBER 2015 DI
PENGAJARAN GEJAYAN
DEFINISI PAJAK
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara
yang terutang oleh orang pribadi atau badan
yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapatkan imbalan
secara langsung dan digunakan untuk keperluan
negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.
(Pasal 1 angka 1 UU KUP)
ASPEK EKONOMI
ASPEK HUKUM
MANFAAT
HUKUM PAJAK
MATERIAL
FORMAL
Mengatur hal yang berkaitan
dengan timbulnya pajak terutang,
meliputi al: objek pajak, subjek
pajak, tarif, dasar pengenaan
pajak, dan saat terutang.
Mengatur segala hal agar pajak
yang terutang dapat terealisasi
menjadi penerimaan negara,
berisi ketentuan, prosedur dan
tata cara tentang al: kewajiban
mendaftarkan diri, pembukuan,
pelaporan, pembayaran/
penyetoran, sanksi dll.
UU KUP
memuat ketentuan umum dan tata cara
perpajakan yang pada prinsipnya berlaku
bagi undang-undang pajak materiil, kecuali
dalam undang-undang pajak yang bersangkutan
telah mengatur sendiri mengenai ketentuan
umum dan tata cara perpajakannya
UU Nomor 6 Tahun 1983 yang berlaku 1 Januari 2004
Perubahan I
UU Nomor 9 Tahun 1994 yang mulai berlaku 1 Januari
1995
Perubahan II
UU Nomor 16 Tahun 2000 yang mulai berlaku tanggal
1 Januari 2001
Perubahan III
UU Nomor 28 Tahun 2007 yang mulai berlaku tanggal
1 Januari 2008
Perubahan IV
UU Nomor 16 Tahun 2009 yang mulai berlaku tanggal
25 Maret 2009
UU KUP
Mengatur HAK dan
KEWAJIBAN
terutama bagi WAJIB PAJAK dan FISKUS
UU KUP
KEWAJIBAN
KAPAN KEWAJIBAN ITU TIMBUL?
BAGI SIAPA?
BAGAIMANA MENUNAIKANNYA?
APA SANKSINYA?
UU KUP
HAK
KAPAN DAN UNTUK APA HAK ITU ADA?
BAGI SIAPA?
BAGAIMANA MEMPEROLEHNYA?
APA KONSEKUENSINYA?
Fase timbulnya
hak dan
kewajiban
Berlakunya
UU
Fase self
assessment
Fase
Fase
Fase Sengketa
Penyelesaian
Pengawasan
Sengketa
Ber-NPWP
& PKP
Pengadilan Pajak
Pemeriksaan
Keberatan
Pembukuan
BANDING
Penetapan
Pembayaran
Hak dan
kewajiban
Ketetapan
Pajak
Surat Kep.
Keberatan
Menyampaikan SPT
Setuju?
Diperiksa ?
5 Th
Tidak
Setuju?
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
PUTUSAN
BANDING
S
E
L
E
S
A
I
I
MENDAFTARKAN DIRI dan
MELAPORKAN USAHANYA
MENDAFTARKAN DIRI
adalah KEWAJIBAN
bagi setiap WAJIB PAJAK
Yaitu:
Orang pribadi atau badan yang
telah memenuhi persyaratan
subjektif maupun persyaratan
objektif berdasarkan UU PPh 1984
Sebagai pemikul beban pajak ataupun
sebagai pemotong dan/ pemungut pajak
KEWAJIBAN MENDAFTARKAN DIRI
Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan
objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat
Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau
tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor
Pokok Wajib Pajak.
(Pasal 2 angka 1 UU KUP)
Sesuai dengan ketentuan
mengenai subjek pajak
dalam UU PPh 1984 dan
perubahannya.
Persyaratan bagi subjek pajak yang
menerima atau memperoleh penghasilan
atau diwajibkan untuk melakukan
pemotongan/pemungutan sesuai UU PPh
1984 dan perubahannya
Kewajiban mendaftarkan diri tsb berlaku pula thd wanita kawin yg dikenai pajak
secara terpisah karena hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim atau
dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan & harta.
Wanita kawin selain tsb di atas dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP
atas namanya sendiri agar wanita kawin tsb dapat melaksanakan hak & memenuhi
kewajiban perpajakannya terpisah dari hak & kewajiban perpajakan suaminya.
MELAPORKAN USAHANYA
adalah KEWAJIBAN
bagi setiap PENGUSAHA KENA PAJAK
Yaitu:
PENGUSAHA yang menyerahkan
Barang Kena Pajak dan atau
Jasa Kena Pajak yang dikenai
pajak berdasarkan UU PPN 1984
KEWAJIBAN MELAPORKAN USAHA
Setiap Wajib Pajak sebagai Pengusaha yang dikenai pajak berdasarkan UU
PPN 1984 dan perubahannya, wajib melaporkan usahanya pada kantor
Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau
tempat kedudukan Pengusaha, dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk
dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.
(Pasal 2 angka 2 UU KUP)
orang pribadi atau badan dalam
bentuk apa pun yang dalam
kegiatan usaha atau
pekerjaannya menghasilkan
barang, mengimpor barang,
mengekspor barang, melakukan
usaha perdagangan,
memanfaatkan barang tidak
berwujud dari luar daerah
pabean, melakukan usaha jasa,
atau memanfaatkan jasa dari
luar daerah pabean.
(Pasal 1 angka 4 UU KUP)
Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang
Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena
Pajak yang dikenai pajak berdasarkan UndangUndang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan
perubahannya, tidak termasuk Pengusaha Kecil
yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan
Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang
memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha
Kena Pajak. (Pasal 1 angka 15 UU PPN)
pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan
penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah
peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih
dari Rp600juta.{Kep. Menkeu No:571/KMK.03/2003}
KETENTUAN MENGENAI JANGKA WAKTU
PENDAFTARAN
Jangka waktu pendaftaran dan pelaporan serta tata cara
pendaftaran dan pengukuhan termasuk penghapusan
Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau pencabutan
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak diatur dengan
atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
(Pasal 2 angka 5 UU KUP)
Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 20/PMK.03/2008
NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)
adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak
sebagai sarana dalam administrasi perpajakan
yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri
atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan
hak dan kewajiban perpajakannya.
(Pasal 1 angka 5 UU KUP)
terdiri dari 15 (lima belas) digit, yaitu 9 (sembilan) digit pertama
merupakan Kode Wajib Pajak dan 6 (enam) digit berikutnya merupakan
Kode Administrasi Perpajakan.
Peraturan Dirjen Pajak Nomor: PER-44/PJ/2008
01.234.567.8 – 999 . 000
Kode WP
Kode
KPP
Kode
cbg
JANGKA WAKTU PENDAFTARAN DIRI
WAJIB PAJAK
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008
BADAN
Orang pribadi yang
menjalankan
usaha atau
pekerjaan bebas
wajib mendaftarkan diri
paling lama 1 (satu) bulan setelah
saat usaha mulai dijalankan
kepadanya
diberikan
NPWP
saat pendirian, atau saat
usaha atau pekerjaan bebas
nyata-nyata dimulai
Pekerjaan bebas : pekerjaan yg dilakukan oleh orang pribadi yg mempunyai keahlian khusus
sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yg tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.
Orang pribadi yg tidak
menjalankan usaha atau
pekerjaan bebas, apabila
jumlah penghasilannya s/d
suatu bulan yg
disetahunkan telah
melebihi PTKP setahun
wajib mendaftarkan diri
paling lama pada akhir bulan
berikutnya
kepadanya
diberikan
NPWP
CONTOH
Udin bersama rekan-rekannya bermaksud mendirikan sebuah Yayasan
di bidang pendidikan. Akte pendirian dibuat dihadapan Notaris pada
tanggal 20 Mei 2008 dengan nama Yayasan Bhakti Utama. Kegiatan
usaha baru benar benar dilaksanakan secara aktif pada 1 November
2008.
Yayasan Bhakti Utama wajib mendaftarkan diri paling lama 1
(satu) bulan setelah saat usaha mulai dijalankan.
Saat usaha mulai dijalankan adalah saat yang terjadi lebih dulu antara saat
pendirian dan saat usaha nyata-nyata mulai dilakukan.
Saat usaha mulai dijalankan Yayasan Bhakti Utama adalah tanggal
20 Mei 2008.
Yayasan Bhakti Utama wajib mendaftarkan diri paling lama tanggal
20 Juni 2008.
CONTOH
Udin, seorang bujangan (TK/-) mulai bekerja pada tanggal 1 April
2008 sebagai karyawan pada sebuah perusahaan swasta nasional
dengan penghasilan neto sebulan sebesar Rp20.000.000,00.
Bagaimana kewajiban NPWPnya?
CONTOH
Seno, bujangan (TK/-) adalah pengangguran. Namun Seno memiliki
deposito dengan bunga per bulan sebesar Rp2.000.000,00. Bunga
tersebut mulai diperoleh sejak bulan Februari 2008. Atas penghasilan
bunga tersebut telah dipotong PPh yang bersifat Final oleh bank.
Bagaimana kewajiban NPWPnya?
JANGKA WAKTU PELAPORAN USAHA
WAJIB PAJAK
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008
BADAN
Orang pribadi
yang
menjalankan
usaha atau
pekerjaan bebas
PENGUSAHA
KECIL
Sebagai
PENGUSAHA yang
menyerahkan
BKP/JKP
Tidak memilih sebagai PKP
sampai dengan suatu bulan
dalam suatu tahun buku
OMSET BKP &/ JKP>
batasan yang ditentukan
sebagai Pengusaha Kecil
wajib melaporkan
usahanya untuk
dikukuhkan sebagai PKP
sebelum melakukan
penyerahan BKP dan/
atau JKP
wajib melaporkan
usahanya untuk
dikukuhkan sebagai PKP
paling lama akhir bulan
berikutnya
Contoh
PT Pluto adalah perusahan yang mengelola rumah makan berdasarkan
perjanjian franchise dengan pemilik merk “Kentucky Fried Chicken” di USA.
Akte pendirian dibuat di hadapan Notaris pada tanggal 10 Januari 2008.
Usaha mulai aktif dijalankan pada tanggal 1 Maret 2008 dan rumah makan
mulai dibuka tanggal 1 April 2008.
PT Pluto adalah Wajib Pajak badan dan wajib mendaftarkan diri untuk
memperoleh NPWP paling lambat 1 bulan setelah tanggal 10 Januari
2008.
PT Pluto adalah PENGUSAHA, karena dalam kegiatan usaha atau
pekerjaannya melakukan usaha perdagangan dan memanfaatkan barang
tidak berwujud (franchise) dari luar Daerah Pabean.
Namun PT Pluto bukan PENGUSAHA KENA PAJAK karena yang diserahkan
adalah makanan minuman di rumah makan (bukan Barang Kena Pajak)
PT Pluto tidak wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak
Contoh
PT Yupiter adalah pedagang besar komputer. Akte pendirian dibuat
dihadapan Notaris pada tanggal 10 Mei 2008. Usaha mulai aktif dijalankan
yaitu dengan mulai menjual komputer pada tanggal 1 Juni 2008.
PT Yupiter adalah Wajib Pajak badan dan wajib mendaftarkan diri untuk
memperoleh NPWP paling lambat 10 Juni 2008.
PT Yupiter adalah PENGUSAHA, karena dalam kegiatan usaha atau
pekerjaannya melakukan usaha perdagangan.
PT Yupiter adalah PENGUSAHA KENA PAJAK karena yang diserahkan adalah
komputer yang merupakan Barang Kena Pajak
PT Yupiter wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak sebelum melakukan penyerahan BKP, yaitu sebelum
tanggal 1 Juni 2008 (bersamaan dengan kewajiban mendaftarkan diri).
Contoh
Misalkan PT Yupiter tersebut dalam tahun buku 2009 omset penjualan
komputernya tidak lebih dari Rp600juta.
PT Yupiter merupakan PENGUSAHA KECIL dan dengan permohonan,
pengukuhan PKP dapat dicabut.
Setelah pengukuhan PKP dicabut, apabila sampai dengan suatu masa pajak
dalam suatu tahun buku OMSET BKP dan atau JKP lebih dari Rp600juta
PT Yupiter wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP
paling lambat akhir masa pajak berikutnya
Penerbitan NPWP dan Pengukuhan
PKP JABATAN
Adalah kewenangan Direktur
Jenderal Pajak
apabila Wajib Pajak tidak
melaksanakan kewajiban
mendaftarkan diri dan atau
Pengusaha Kena Pajak tidak
melaporkan usahanya
NPWP dan PKP JABATAN
Pasal 2 angka 4 UU KUP
Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Nomor Pokok Wajib
Pajak dan atau mengukuhkan Pengusaha Kena Pajak
secara jabatan, apabila Wajib Pajak tidak
melaksanakan kewajiban mendaftarkan diri dan
atau Pengusaha Kena Pajak tidak melaporkan
usahanya.
Dapat dilakukan apabila berdasarkan data yang diperoleh
atau dimiliki oleh Dirjen Pajak ternyata orang pribadi atau
badan atau Pengusaha tersebut telah memenuhi syarat
untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
Kewajiban Perpajakan untuk NPWP dan PKP JABATAN
Pasal 2 angka 4a UU KUP
Kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak yang diterbitkan NPWP dan/atau yang
dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan dimulai sejak saat Wajib
Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum
diterbitkannya Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau
dikukuhkannya sebagai Pengusaha Kena Pajak.
Misalnya terhadap Wajib Pajak diterbitkan Nomor Pokok Wajib
Pajak secara jabatan pada tahun 2008 dan ternyata Wajib
Pajak telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan terhitung sejak tahun 2003, kewajiban
perpajakannya timbul terhitung sejak tahun 2003.
Terhadap kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat NPWP dan pengukuhan PKP
secara jabatan dikenai sanksi administrasi berupa bunga 2% per bulan paling lama 24
bulan dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun
Pajak, atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya SKPKB.
(Pasal 13 ayat 2 UU KUP)
TEMPAT MENDAFTARKAN DIRI
pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi
tempat tinggal WP
tempat kedudukan WP
dapat ditetapkan oleh
Dirjen Pajak
WP BADAN
tempat tinggal dan tempat
kegiatan usaha dilakukan, bagi
WP ORANG PRIBADI
PENGUSAHA TERTENTU
WP ORANG
PRIBADI
Pasal 2 ayat 1 dan 3 UU KUP
selain tempat tinggal dan
tempat kedudukan WP
WP TERTENTU
Wajib Pajak orang pribadi yang mempunyai
1 (satu) atau lebih tempat usaha.
(penjelasan Pasal 25 ayat 7 huruf c UU PPh)
BUMN;
PMA tertentu;
BUT dan orang asing tertentu;
perusahaan masuk bursa tertentu;
perusahaan besar tertentu.
Per Dirjen Pajak Nomor PER-9/PJ/2008
TEMPAT MENDAFTARKAN DIRI
pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang
wilayah kerjanya meliputi
tempat kedudukan Wajib
Pajak badan/ tempat tinggal
WP orang pribadi
tempat kegiatan usaha apabila
WP OP melakukan kegiatan
usaha/ kantor cabang
Untuk kewajiban perpajakan:
- PPh badan/PPh Orang Pribadi
(PPh Pasal 25 dan 29)
- PPh Pot Put
- PPN dan PPnBM
Untuk kewajiban perpajakan:
- PPh Pot Put
- PPN dan PPnBM
Kewajiban pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPN dan PPnBM
terutang dapat dilakukan secara terpusat (sentralisasi) apabila memenuhi
persyaratan tertentu. Sedangkan untuk PPh Pasal 21 dan Pasal 26 tidak
dapat dilakukan pemusatan pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak
terutang. (SE-23/PJ.43/2000)
TEMPAT MENDAFTARKAN DIRI
Bagi WP OP yang berstatus sebagai
karyawan
Di KPP Domisili
Melalui KPP Lokasi
Diproses sesuai ketentuan
yang berlaku.
KPP yang wilayah kerjanya
meliputi tempat kegiatan usaha
Pemberi Kerja/Bendaharawan
Pemerintah terdaftar.
KPP lokasi mengirimkan
permohonan pendaftaran ke
KPP Domisili.
NPWP diberikan oleh KPP
Domisili.
Kep-338/PJ/2001
TEMPAT PELAPORAN KEGIATAN USAHA
pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang
wilayah kerjanya meliputi
tempat kegiatan
usaha Wajib Pajak
Ditetapkan oleh
Dirjen Pajak
PKP tertentu
BUMN;
PMA tertentu;
BUT dan orang asing tertentu;
perusahaan masuk bursa tertentu;
perusahaan besar tertentu.
Per Dirjen Pajak Nomor PER-9/PJ/2008
KEWAJIBAN MEMILIKI NPWP BAGI WAJIB PAJAK
ORANG PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU
Kep-171/PJ./2002
Yang dimaksud dengan Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu
adalah Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha di bidang
perdagangan grosir dan atau eceran barang-barang konsumsi melalui
tempat usaha/gerai (outlet) yang tersebar di beberapa lokasi, tidak
termasuk perdagangan kendaraan dan restoran.
Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu wajib mendaftarkan diri
untuk memperoleh NPWP bagi setiap tempat usaha/gerai (outlet) di
Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat
usaha/gerai (outlet) tersebut (KPP lokasi) dan di Kantor Pelayanan
Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak (KPP
domisili).
Lama
KEWAJIBAN MEMILIKI NPWP BAGI WAJIB PAJAK
ORANG PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU
Baru
penjelasan Pasal 25 ayat 7 huruf c UU PPh didefinisikan sebagai
“Wajib Pajak orang pribadi yang mempunyai 1 (satu) atau lebih tempat
usaha.”
Peraturan Dirjen Pajak Nomor 9 Tahun 2008: “Wajib Pajak orang
pribadi yang mempunyai tempat usaha tersebar di beberapa tempat.”
Peraturan dirjen Pajak Nomor 44 Tahun 2008: “Wajib Pajak orang
pribadi yang mempunyai 1 (satu) tempat usaha yang berbeda dengan
alamat tempat tinggal atau lebih dari 1 (satu) tempat usaha.”
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 255/PMK.03/2008: “Wajib Pajak
orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha di bidang perdagangan
yang mempunyai tempat usaha lebih dari satu, atau mempunyai tempat
usaha yang berbeda alamat dengan domisili
Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu selain mendaftarkan diri ke
KPP/KP4/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak
juga mendaftarkan diri ke KPP/KP4/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi
tempat-tempat kegiatan usaha Wajib Pajak.
(Peraturan Dirjen Pajak Nomor 44 Tahun 2008).
SANKSI BERKAITAN DENGAN KEWAJIBAN MENDAFTARKAN
DIRI DAN MELAPORKAN KEGIATAN USAHA
Administrasi
apabila WP tidak melaksanakan
kewajiban mendaftarkan diri dan
atau PKP tidak melaporkan
usahanya
Dirjen Pajak menerbitkan NPWP
dan atau mengukuhkan PKP secara
jabatan
Terhadap kekurangan pembayaran pajak
sebagai akibat NPWP dan pengukuhan
PKP secara jabatan dikenai sanksi
administrasi berupa bunga 2% per bulan
paling lama 24 bulan dihitung sejak saat
terutangnya pajak atau berakhirnya Masa
Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun
Pajak sampai dengan diterbitkannya
SKPKB.
(Pasal 13 ayat 2 UU KUP)
Pidana
Setiap orang yang dengan sengaja :
a. tidak mendaftarkan diri untuk
diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak
atau tidak melaporkan usahanya untuk
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak; b. menyalahgunakan atau
menggunakan tanpa hak Nomor Pokok
Wajib Pajak atau Pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak; sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada
pendapatan negara, dipidana dengan
pidana penjara paling singkat 6 (enam)
bulan dan paling lama 6 (enam) tahun
dan denda paling sedikit 2 (dua) kali
jumlah pajak terutang yang tidak atau
kurang dibayar dan paling banyak 4
(empat) kali jumlah pajak terutang
yang tidak atau kurang dibayar.
(Pasal 39 angka 1 UU KUP)
PENGHAPUSAN NPWP
Adalah hak setiap Wajib Pajak
dan kewenangan Dirjen Pajak
Apabila Wajib Pajak tidak
memenuhi persyaratan subjektif
dan objektif
PENGHAPUSAN NPWP
Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dilakukan dalam hal
Wajib Pajak orang pribadi meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan
Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan
Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak
sudah selesai dibagi
Wajib Pajak badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
bentuk usaha tetap yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai
bentuk usaha tetap
Wajib Pajak orang pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi
sebagai Wajib Pajak
Kep-161/PJ./2001
PENGHAPUSAN NPWP
Penghapusan NPWP dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak apabila:
a.
Diajukan permohonan penghapusan NPWP oleh WP dan/atau ahli warisnya
apabila WP sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan;
b.
WP badan dilikuidasi karena penghentian atau penggabungan usaha;
c.
WP bentuk usaha tetap menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia; atau
d.
Dianggap perlu oleh Direktur Jenderal Pajak untuk menghapuskan NPWP dari
WP yang sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
(Pasal 2 angka 6 UU KUP)
Termasuk wanita yang sebelumnya telah memiliki NPWP dan menikah tanpa
membuat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan
Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan
keputusan atas permohonan penghapusan NPWP dalam jangka waktu 6 (enam)
bulan untuk WP orang pribadi atau 12 (dua belas) bulan untuk WP badan, sejak
tanggal permohonan diterima secara lengkap.
(Pasal 2 angka 7 UU KUP)
PENCABUTAN PKP
Adalah hak setiap Pengusaha
Kena Pajak dan kewenangan
Dirjen Pajak
Apabila tidak memenuhi syarat
lagi sebagai PKP
PENCABUTAN PKP
Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib
Pajak dapat melakukan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.
(Pasal 2 angka 8 UU KUP)
Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus
memberikan keputusan atas permohonan pencabutan pengukuhan PKP
dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal permohonan
diterima secara lengkap.
(Pasal 2 angka 9 UU KUP)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008:
> PKP pindah alamat ke wilayah kerja Kantor Pelayanan
Pajak lain;
> Sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai Pengusaha
Kena Pajak yang jumlah peredaran dan/atau penerimaan
bruto untuk suatu tahun buku tidak melebihi batas
jumlah peredaran dan/atau penerimaan brruto untuk
Pengusaha Kecil
Download