BAB I

advertisement
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Integrasi jaringan komputer sebagai media informasi dan transfer data yang
cepat menjadi solusi bagi instansi, organisasi, atau perusahaan yang ingin
menyediakan sistem informasi dan pengolahan data antar divisi untuk
menunjang kegiatan utama di area mereka; dengan terkoneksi ke jaringan
internet untuk menyediakan layanan publik.
Satellite
INTERNET
Switch
ss
Wirele
Conn
ection
VSAT
Access Point
Client Area Network
VSAT Modem
Switch
Firewall
Email Server
Router
Proxy Server
Tar
get
Access
imp
lem
ent
Filtering Area
a
si
Web Server
Switch
FTP Server
Database Server
Application Server
DMZ=Demiliterized Zone
(Server Area Network)
Gambar 1.1 Infrastruktur Jaringan Internal Multi Area
Oleh karena itu, keamanan jaringan komputer dan komunikasi data menjadi
hal yang sangat perlu diperhatikan agar fungsi utama infrastruktur jaringan
tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Ancaman kepada masalah
keamanan jaringan dan informasi bisa datang kapan saja dari area jaringan
Internet maupun lokal. Dalam hal ini, komputer dengan sistem operasi Linux
2
yang bertindak sebagai Router akan menjadi target pertama untuk dikuasai oleh
pihak-pihak yang tidak berwenang atau tidak bertanggungjawab; agar dapat
menguasai area-area jaringan lainnya yang berada dibawah otoritas komputer
tersebut.
Untuk keperluan proses maintenance, komputer Router yang berbasis
Linux biasanya menjalankan layanan autentikasi (Authentication Service) yang
memungkinkan Administrator melakukan login ke komputer tersebut lalu
melakukan maintenance atau monitoring secara remote-connection. Ini berarti
layanan yang selalu berjalan dan membuka nomor port tertentu untuk
berkomunikasi data tersebut akan rentan dari serangan DOS (Denial Of Service),
Brute Force, Sniffing, maupun Spoofing dari para black-hat hacker, cracker atau
script kiddies. Bila hal tersebut terjadi maka dampak kerusakan dapat
mempengaruhi area-area jaringan yang berada dibawah otoritas komputer
Router tersebut.
Karena itulah, maka idealnya sebuah komputer dengan sistem operasi
Linux yang bertindak sebagai Router tersebut tidak perlu menjalankan layanan
apapun sehingga tidak ada nomor port yang dibuka untuk menghindari
kemungkinan penyerangan dari jaringan Internet maupun dari area LAN (Local
Area Network). Sehingga, dengan demikian tinggal memikirkan solusi agar
Administrator jaringan tetap dapat melakukan koneksi login pada komputer
Router tersebut dengan metode yang tidak terdeteksi akan penyadapan
transmisi-transmisi data oleh pihak yang tidak berwenang atau yang tidak
bertanggungjawab.
Metode Port Knocking diperkenalkan sebagai solusi untuk masalah
tersebut diatas, seperti yang dipaparkan pada situs www.portknocking.org,
3
metode ini memungkinkan Administrator melakukan autentikasi pra-login secara
remote-connection pada komputer tujuan; tanpa terlebih dulu membuka layanan
dan nomor port untuk proses login tersebut.
1.2
Maksud
Membangun sebuah perangkat lunak bantu untuk Administrator dalam
melakukan proses login secara remote-connection, yang dapat bekerja sama
dengan Firewall (Iptables) dan Secure Shell (SSH) yang telah terintegrasi pada
sistem operasi Linux.
1.3
Tujuan
Menganalisis,
merekayasa
dan
mengimplementasikan
metode
Port
Knocking untuk menjadi suatu aplikasi (tool) dengan sistem autentikasi pra-login
bagi Administrator yang aman dari resiko penyerangan oleh Man In The Middle
Attack pada server Router dalam lingkup jaringan multi area.
1.4
Pokok Masalah
Suatu komputer Router yang berbasis sistem operasi Linux, idealnya tidak
perlu membuka layanan dan nomor port untuk akses login kepada publik; agar
dapat menghindari resiko adanya serangan yang mengancam stabilitas kerja dari
komputer yang bersangkutan dan jaringan-jaringan lain yang berada dibawah
otoritasnya. Yang menjadi permasalahan, Administrator akan mengalami kendala
untuk menghubungi layanan SSH (Secure Shell) pada komputer Router tersebut,
karena layanan tersebut tidak akan dijalankan secara otomatis oleh sistem
operasi di saat startup. Dengan berpedoman dari konsep metode Port Knocking,
4
maka masalah utama yang dihadapi adalah membangun sebuah perangkat
lunak bantu yang dapat menjadi event-trigger untuk layanan SSH pada komputer
Router yang menjadi tujuan; yang dapat memberikan akses masuk (login) hanya
bagi yang berhasil melewati tahapan autentikasi pra-login tersebut, untuk
keperluan maintenance dan monitoring. Tantangan untuk pengembangan
perangkat lunak bantu ini adalah resiko terjadinya penyadapan (Sniffing)
transmisi-transmisi data TCP/IP pada saat proses autentikasi ke komputer tujuan
oleh pihak ketiga (Man In The Middle Attack), dan pembajakan data (IP/ARP
Spoofing) serta pembanjiran request SYN (Syn Flooding) terhadap komputer
tujuan (server) yang mengimplementasikan Port Knocking.
1.5 Batasan Masalah
Karena luas dan kompleksnya materi yang dapat dibahas sehubungan
dengan maksud dan tujuan pembangunan perangkat lunak bantu yang telah
dipaparkan diatas, maka pembahasan skripsi ini akan berada dalam lingkup
batasan masalah sebagai berikut :
a). Perancangan, dan implementasi difokuskan untuk komputer dengan
sistem operasi Linux; yang berperan sebagai Router atau sekaligus
Gateway bagi jaringan-jaringan dibawah otoritasnya; dalam jaringan
multi area.
b). Koneksi yang terjadi ada pada pengertian secara remote-connection.
c). Perancangan, pengkodean dan implementasi aplikasi Port Knocking
nantinya akan difokuskan untuk menjadi lapisan pra-login terhadap
layanan login SSH (Secure Shell) pada komputer server, dimana
pembahasan tentang SSH tidak dibahas dalam naskah ini karena
5
layanan tersebut telah memiliki mekanisme pengamanannya sendiri;
yaitu enkripsi data, dan Port Knocking akan diimplementasikan untuk
memicu dijalankannya layanan tersebut.
d). Aplikasi Port Knocking yang dikembangkan saat ini hanya dapat
berinteraksi antar IP address lokal dengan IP address lokal, atau IP
address publik dengan IP address publik saja.
e). Pengimplementasian aplikasi dilakukan pada topologi star.
f). Konsep routing yang diterapkan adalah static routing. Dimana, mesin
atau komputer yang berperan sebagai Router merupakan perantara
(Gateway) antara jaringan internet dengan area jaringan internal yang
terkait.
g). Untuk menggunakan aplikasi client maupun server, harus oleh super
user; yang dalam sistem operasi Linux standarnya adalah : root, ini
dikarenakan adanya beberapa perintah yang digunakan nantinya
dimana hanya super user saja yang dapat mengeksekusinya.
h). Perangkat lunak yang dihasilkan akan memiliki sifat open-source
dengan
lisensi
GPL
(General
Public
Licence);
untuk
tujuan
pengembangan lebih lanjut pada komunitas open-source di Internet.
1.6 Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan laporan Karya Tulis ini secara umum adalah sebagai
berikut :
BAB 1
PENDAHULUAN
Pada bagian ini akan dipaparkan hal-hal mengenai latar belakang
masalah, maksud dan tujuan penelitian, pokok masalah, batasan
6
masalah, serta sistematika penulisan laporan; dalam lingkup
pembahasan implementasi Port Knocking.
BAB 2
LANDASAN TEORI
Pada bagian ini berisikan tentang tinjauan secara umum tentang :
konsep
dasar
Port
Knocking
berdasarkan
sumber
pada
www.porknocking.org, pembahasan teknik dasar konfigurasi
komputer dengan sistem operasi Linux untuk peran Router dalam
jaringan yang ditangani; untuk keperluan pemahaman tentang
teknik implementasi aplikasi Port Knocking, pembahasan tentang
dukungan sistem operasi Linux terkait pada utilitas yang akan
dipakai dalam pemrograman Bash Shell Linux untuk keperluan
rekayasa perangkat lunak yang menerapkan metode Port
Knocking,
dan
dasar-dasar
pemrograman
Bash
Shell
di
lingkungan sistem operasi Linux; untuk keperluan rekayasa
perangkat lunak Port Knocking juga.
BAB 3
ANALISIS DAN PERANCANGAN
Pada bagian ini akan berisi penjelasan pengertian dari sistem dari
hasil analisa konsep Port Knocking, kebutuhan perangkat keras
dan perangkat lunak yang akan dipakai, serta hipotesa–hipotesa
yang mengacu pada konsep Port Knocking oleh Martin
Krzywinski; untuk kebutuhan perancangan dan pembangunan
aplikasi yang akan diimplementasikan sesuai tujuan dan maksud
yang disebutkan pada sub bab 1.2 dan 1.3 sebelumnya. Pada
bagian akhir dari bab ini akan berisi perancangan interface untuk
Control Panel aplikasi server dan interface untuk aplikasi client.
7
BAB 4 IMPLEMENTASI
Pada bagian ini akan dipaparkan analisis pada input-output dari
implementasi yang dilakukan; dengan tetap mengacu kepada
hipotesa–hipotesa yang telah dipaparkan pada bab 3.
BAB 5
PENUTUP
Di bagian ini, akan berupa kesimpulan dari hasil analisis
implementasi tiap hipotesa yang ada. Yang menjadi acuan untuk
menentukan
hasil
rekayasa
yang
terbaik
adalah
tingkat
keamanan komunikasi autentikasi pra-login antara server dengan
client yang terkait dengan keamanan proses layanan SSH selama
dijalankan. Pada bagian ini juga akan dipaparkan saran–saran
untuk masalah–masalah minor yang masih didapatkan; untuk
keperluan implementasi nyata dan pengembangan aplikasi
selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi sumber-sumber informasi dan referensi yang dipakai dalam analisa,
perancangan dan rekayasa aplikasi Port Knocking; baik dari Internet
maupun dari berbagai media cetak.
LAMPIRAN
Pada bagian ini berisi lampiran-lampiran, yaitu : daftar perintah built-in
untuk Bash Shell pada lingkungan sistem operasi Linux, daftar utilitas yang
sering digunakan dalam pemrograman Bash Shell, referensi manual
pemakaian aplikasi, gambar-gambar input-output pemakaian aplikasi
Control Panel Server dan aplikasi client, serta source code dari aplikasi
hasil rekayasa.
Download