Karena Iman Ibrani 11:23-28, 11:32

advertisement
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
3APRIL 2017
SENIN MINGGU KE LIMA PRA PASKAH
Karena Iman
Ibrani 11:23-28, 11:32-12:2
23
Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh
orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka
tidak takut akan perintah raja. 24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak
disebut anak puteri Firaun, 25karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat
Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26 Ia
menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari
pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27 Karena
iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia
bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. 28 Karena iman maka ia
mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung
jangan menyentuh mereka.
32
Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu,
apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud
dan Samuel dan para nabi, 33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaankerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup
mulut singa-singa, 34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata
pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam
peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing. 35 Ibu-ibu
telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan.
Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima
pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. 36 Ada pula yang
diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. 37 Mereka dilempari,
digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit
domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 38
Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di
pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
39
Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman
mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. 40 Sebab Allah
telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat
sampai kepada kesempurnaan.
12 1Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita,
marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan
berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Renungan
Melihat para saksi yang menderita karena diperlakukan dengan tidak adil, namun
tetap gigih mempertahankan iman mereka, membuatku malu betapa sedikit saya
memberikan kesaksian tentang iman saya, bahkan tidak berani mencoba berbuat
sesuatu untuk Tuhan. Apa yang dilakukan oleh para saksi Tuhan adalah memilih
jalan yang sempit, jalan yang menuntun pada penyangkalan diri, dan kadangkadang dengan konsekuensi yang berat, bahkan kematian. Pahlawan iman ini tidak
kenal takut, berani dan memiliki visi yang jelas seperti Tuhan. Aku bertanya pada
diriku sendiri: "Bagaimana saya bisa memiliki iman seperti itu? Bagaimana aku
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
1
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
bisa hidup dengan visi yang jelas sehingga saya akan hidup dengan berani? "
Untuk memampukan diriku melakukan hal yang sama, Tuhan mengingatkanku
nama-nama semua orang kudus dalam Perjanjian Lama yang hidup karena iman.
Tapi lebih dari itu, saya diberi nama termanis dari semuanya. Nama-Nya Yesus,
disalibkan di antara langit dan bumi untuk mengampuni dosa-dosa-ku. Dia
memperluas visi kasih Allah bagiku. Allah memanggilku hari ini untuk
memusatkan mataku kepada Anak-Nya, yang menderita untukku dengan
menanggung rasa malu dan sakit di atas kayu salib. Dialah yang memberiku iman
ketika Ia membaptisku, dan mengirimkan Roh Kudus untuk membela, menghibur,
memimpin dan membimbingku, sehingga imanku dikuatkan, dan pada akhirnya
disempurnakan di dalam diri-Nya. Sekarang dari semua yang mengalihkan
perhatianku aku dapat menjalani pertandingan dengan baik dan hidup dengan
berani.
Doa
Bapa kekasih, Engkau mengutus Anak-Mu Yesus, yang terbaik dari semua, nama
yang termanis dari semua nama untuk berteman dengan-ku orang yang berdosa.
Kini, Engkau menempatkan-Nya bertahta di tempat yang maha tinggi untuk
memerintah dengan kuasa-Mu. Memandang kelemahanku dengan kasih sayang dan
menguatkan imanku di dalam-Mu, sehingga saya bisa hidup penuh keberanian dan
cinta kasih bagi sesama. Berikanku visi yang diperbaharui untuk hidup di dalamMu, sehingga semua yang kupilih, akan bebas dari rasa takut, hanya ada cinta kasih
dan keyakinan pada-Mu saja. Dalam nama Yesus, kuberdoa,. Amin.
Tindakan
Pandanglah padaTuhan Yesus di masa Pra Paskah ini dengan memusatkan matamu
pada penderitaan-Nya di atas kayu salib, dan kemudian pada tahta-Nya di sebelah
kanan Allah. Renungkan kasih-Nya kepadamu hari ini, dan serukanlah nama-Nya.
Renungkan kembali jika ada satu keputusan yang harus engkau ambil berkaitan
dengan situasi saat ini dimana Anda membutuhkan latihan iman dan memutuskan
jika engkau akan takut, cinta dan percaya di dalam Allah. Beritahukan Allah
ketakutanmu dan bayangkan "kumpulan para saksi" yang berkumpul di hadapan
tahta Allah, menyemangatimu dan terus memberikan dorongan padamu. Lalu
melangkahlah ke depan dengan iman.
Rev. Samuel Wang
Gembala, Lutheran Church in Singapore.
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
2
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
4 APRIL 2017
SELASA – MINGGU KELIMA PRA-PASKAH
Setiap Orang yang Terpagut, Jika Ia Melihatnya, akan Tetap Hidup.
Bilangan 21: 4-9
4
Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk
mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah
jalan. 5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu
memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab
di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah
muak." 6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang
memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. 7 Kemudian
datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab
kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN,
supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk
bangsa itu. 8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan
taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya,
akan tetap hidup." 9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada
sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular
tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Renungan
Mereka mengatakan bahwa sejarah berulang kembali. Nas kita memperlihatkan
satu episode lain dimana orang Israel menggerutu dan mengeluh terhadap para
pemimpin mereka dan Tuhan (Bilangan 14 dan 20 untuk episode sebelumnya).
Apakah mereka ini belajar dari sejarah?
Kecenderungan untuk menggerutu dimulai ketika mereka berada di Kades di
ambang pintu Kanaan. Sekarang, kegagalan untuk mencari jalan yang aman untuk
melintasi tanah Edom membuat orang Israel mundur, melalui sisi Laut Merah,
untuk menyeberangi Araba dan berjalan menuju Moab. Perjalanan itu sulit,
persediaan yang minim dan makanan pun kurang enak—sehingga mereka
menggerutu dan mengeluh.
Tetapi semua ini terjadi bukan Karena kelelahan atau kelaparan. Ini adalah frustrasi
yang dipicu oleh ketidakpercayaan. Sejarah mereka menunjukkan bahwa mereka
tidak pernah sungguh-sungguh percaya pada TUHAN untuk membawa mereka
memasuki Tanah Perjanjian.
Apakah perkara ini memberikan kita sesuatu peringatan? Apakah kita menggerutu
ketika kita dihadapkan dengan rintangan dan jalan memutar - lupa bahwa kadangkadang semua ini terjadi akibat diri kita yang kurang setia.
Dosa memiliki konsekuensi. Begitu banyak yang meninggal dari gigitan ular
berbisa. Tetapi konsekuensi dosa bisa menjadi alarm yang membangunkan kita.
Permohonan bangsa Israel kepada Musa dan Musa berbicara kepada Tuhan—sekali
lagi—demi mereka. Terlepas dari janji Tuhan untuk membiarkan satu generasi ini
mati di padang gurun karena ketidak-percayaan mereka, Tuhan memberikan jalan
keluar bagi mereka. Ini adalah sesuai dengan karakter Tuhan (Bil 14:17-18). Oleh
karena itu ular tembaga ditempa dan ditempatkan pada sebuah tiang-dan semua
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
3
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
yang melihat itu dalam iman dibebaskan.
Episode pembebasan ini berperan sebagai cerita yang berlawanan dengan episode
menggerutu dan berbuat dosa. Hal ini juga sebagai pertanda bahwa Yesus akan
menawarkan dirinya di kayu salib untuk semua yang akan melihat kepadanya
dengan iman dan diselamatkan (Yohanes 3:14-15). Apa yang akan Anda katakan
kepada Yesus terhadap latar belakang dari kecenderungan kita yang berdosa?
Doa
Tuhan yang kekasih, aku mengakui kecenderunganku untuk menggerutu dan
mengeluh ketika jalan semakin sulit. Daripada menyerah kepada kecenderungan
berbuat dosa, tolonglah daku untuk percaya pada pemeliharaan, perlindungan, &
tuntunan-Mu dan untuk memandang kepada-Mu dengan iman.
Tindakan
Saat keadaan semakin sulit, pandanglah pada Yesus.
Rev Dr Jimmy Tan
Dosen, Trinity Theological College
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
4
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
5 APRIL 2017
RABU MINGGU KE LIMA PRA PASKAH
Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami
Daniel 3: 14-20, 24-25, 28
14
berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh
dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung
emas yang kudirikan itu? 15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar
bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis
bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu
tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian
yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam
tanganku?"
16
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada
gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 17 Jika Allah kami yang
kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian
yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya
tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa
tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
19
Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap
Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat
tujuh kali lebih panas dari yang biasa. 20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat
dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan
mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
24
Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah
ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan
dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" 25
Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengahtengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak
dewa!"
28
Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan
Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya,
yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang
menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah
allah manapun kecuali Allah mereka.
Renungan
Kita hidup di dunia yang penuh dengan kekacauan. Pada saat menulis refleksi ini,
Majalah “Christianity Today” melaporkan bahwa 100 tahun terakhir adalah salah
satu abad dimana kekristenan paling banyak dianiaya dalam sejarah gereja. Teroris
di Suriah membunuh berpuuh-puluh orang Kristen. Umat kristen di Afrika
disembelih atau dibunuh secara massal dan tidak ada laporannya, hampir setiap
bulan jika tidak setiap minggu. Gereja di beberapa bagian di Asia dibakar; dan
daftarnya dapat diteruskan. Di manakah Tuhan? Apakah Dia akan membebaskan
umat-Nya?
Pertanyaan yang sama diajukan oleh Nebukadnezar pada Sadrakh, Mesakh dan
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
5
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
Abednego: "Siapakah dewa yang akan membebaskan Anda?" Kesetiaan mereka
kepada Tuhan terlihat pada bagaimana mereka menolak untuk sujuddan
menyembah kepada berhala bahkan ketika mereka diperhadapkan dengan kematian.
Tidak hanya itu, kematian mereka akan menjadi menyakitkan pertama-mereka akan
dibakar hidup-hidup di dalam perapian! Jawaban mereka: "Tidak ada gunanya kami
memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. ... Allah kami yang kami puja
sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang
menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya tidak,
hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa
tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Iman memiliki konsekuensinya. Tetapi iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego
mengajarkan kita bahwa kesetiaan kepada Tuhan adalah yang terpenting, bahkan
lebih dari masalah hidup dan mati! Bahkan jika Tuhan tidak memberikan kita
seperti yang diharapkan, iman kita di dalam Dia tidak boleh goyah. Ini meluas ke
cara kita melihat hidup, harta, dan hubungan kita. Kesetiaan kepada Tuhan sering
membutuhkan kita untuk berkorban secara duniawi demi panggilan surgawi kita.
Pemuda yang dipanggil untuk pelayanan penuh waktu mengindahkan dengan
mengorbankan karir sekuler yang menjanjikan. Pengusaha yang jujur dengan
kliennya dapat membuat keuntungannya kurang, tapi dia menghormati Allah dalam
karyanya.
Di manakah Tuhan? Apakah Dia akan membebaskan umat-Nya? Kematian Kristus
di kayu salib menunjukkan bahwa Allah tidak diam atau ambivalen terhadap
penderitaan dan pengorbanan kita di dunia. Seperti tiga teman Daniel, kuasa Allah
tidak akan ditunjukkan hanya dalam serangkaian pernyataan teologis ("kita tidak
perlu menjawabmu dalam hal ini"), tetapi melalui perbuatannya bagi umat-Nya.
Kedatangan Kristus dan kematian-Nya di kayu salib menunjukkan bahwa kita
memiliki Allah yang mengasihi umat-Nya. Kita semua lebih termotivasi untuk
memiliki iman dalam diri-Nya sampai akhir oleh karena, Kristus, janji kerajaanNya yang kekal menjadi nyata.
Doa
O Tuhan, tatkala aku-memandang Engkau di atas kayu salib dan
merenungkan apa yang telah Engkau perbuat bagi setiap kami, kiranya
Engkau penuhi hatiku dengan apresiasi akan cinta kasih-Mu yang dalam
bagi kami! Mampukan daku untuk tetap setia bahkan di saat aku
menghadapi pencobaan dan penderitaan hidup, sehingga dapat memuliakan
namaMu.
Tindakan
Refleksikan kesetiaan Allah di dalam hidupmu, dan bagaimana di saat engkau
menghadapi kesulitan dan tantangan hidup, engkau masih dapat memuliakan-Nya
di dalam situasi yang sedang engkau hadapi.
Rev. Dr. Leonard Wee
Dosen Perjanjian Baru - Trinity Theological College
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
6
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
6 APRIL 2017
KAMIS MINGGU KE LIMA PRA PASKAH
Barangsiapa Menuruti Firman-Ku
Yohanes 8: 51-59
51
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak
akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 52 Kata orang-orang Yahudi
kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham
telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa
menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 53
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabinabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" 54 Jawab Yesus:
"Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak
ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia
adalah Allah kami, 55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.
Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama
seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 56 Abraham
bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia
bersukacita." 57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum
sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 58 Kata Yesus
kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi,
Aku telah ada." 59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus
menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Renungan
Nats hari ini akan lebih bermakna jika kita mulai membaca dari Yohanes 8:30.
Yesus telah mengajar orang-orang Yahudi di Bait Allah dan "banyak yang percaya
kepada-Nya" (8:30). Dia kemudian menguji mereka dengan perintah dan janji:
"tinggal di dalam firman-Ku" (8:31) dan " dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (8:32). Perdebatan pun terjadi
tentang warisan Abraham dan apa artinya menjadi bebas. Sekali lagi, Yesus
berkata, "Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami
maut sampai selama-lamanya." (8:51). Tersinggung dengan referensi Yesus tentang
Abraham dan Ia menggunakan kalimat "Aku", "orang-orang percaya" itu
melempari batu untuk membunuhnya.
Mengapa mereka tiba-tiba berubah begitu saja dengan menggunakan kekerasan
begitu tiba-tiba? Mereka melakukannya karena apa yang Yesus ungkapkan tentang
mereka dan menuntut mereka.
Keyakinan yang sesungguhnya bukan sededar kesepakatan intelektual. Keyakinan
ini memanggil kita untuk menyerah kepada kebenaran, tentang Tuhan, tentang diri
kita sendiri, tentang cara kita hidup, meskipun itu menyakitkan untuk menerima
dan sulit untuk berubah. Keyakinan yang benar menuntut kita untuk mengikuti
Kristus dalam pemuridan.
Kebenarannya adalah bahwa dosa telah memperbudak dan mematikan setiap orang,
tanpa kecuali. Satu-satunya cara untuk bebas adalah dengan menyerahkan diri
kepada Kristus, mengenal pengorbananNya bagi kita di atas salib dan kita
menerima pengampunan dosa kita. Firman-Nya melibatkan kami dalam percakapan
konstan dimana kita mengatasi dosa setiap hari melalui ketaatan dengan iman.
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
7
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
Tinggal di dalam Firman-Nya bukan perjanjian satu kali saja. Hal ini secara radikal
mengubah "nats" dari kehidupan kita, dari belajar satu kali melalui kehancuran dan
sinisme, menjadi sebuah cerita epik yang ditulis kembali dan disutradarai oleh Roh
Yesus yang berdiam di dalamnya, tindakan waktu-demi-waktu kepercayaan penuh
sukacita dan ketaatan.
Doa
Mari kita berdoa, Engkau memiliki firman untuk hidup yang kekal, firman yang
sungguh bisa membebaskan kita. Tolongah kami untuk hidup di dalam-Mu bukan
dala kedangkalan pikiran kami, tetapi dallam kasih dimana Engkau rela
memberikan nyawa-Mu, dalam kuasa kebangkitanMu dan dalam sukacita dan
ketaatan. Amin.
Tindakan
Serahkan pada Krisus tiga area dalam hidup dimana dengan kemampuan manusia
Anda sudah gagal, dan mintalah kebebasan untuk taat hari ini!
Venerable Wong Tak Meng
Archdeacon for Community Services
Dean of Cambodia
Vicar, St Hilda’s Church
Diocese of Singapore
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
8
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
7 APRIL 2017
JUMAT MINGGU KE LIMA PRA PASKAH
Sebab kepada-Mulah Kuserahkan perkaraku.
Yeremia 20:7-13
7
Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku
dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah
menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8
Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru:
"Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh
bagiku, sepanjang hari. 9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat
Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku
ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku;
aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. 10 Aku telah
mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan!
Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku
mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya
dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan
kita terhadap dia!" 11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah,
sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak
dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak
berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 12 Ya TUHAN semesta
alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat
pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 13
Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa
orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Renungan
Apakah yang mematahkan semangat hamba Tuhan?
Penganiayaan dan penderitaan. Rasa sakit dan malu membawa kecemasan dan
dorongan untuk melarikan diri. Yeremia mengeluh bawha Tuhan menipu dan
mengalahkannya sehingga dia bertanya, "Kenapa Engkau tidak memberitahuku
ketika Engkau memanggilku, bahwa melayani-Mu dan umat-Mu begitu sulit,
menyakitkan dan kesepian?" Yeremia ingat pemukulan dan dipenjara & dipasung
oleh Pasyhur, kepala rumah Tuhan (Yer 20: 1-6). Ketika Yeremia menyebut
Pasyhur bin Imer ("Kegentaran-dari-segala-jurusan."), sebagai penghakiman ilahi
atas dirinya dan bangsa Israel (Yer 20: 3, 10), hal ini menjadi bumerang.
Pengumuman ni menjadi sebuah nama alias untuk mempermalukan sang nabi.
Harapan yang belum terpenuhi. Mereka kecewa dan patah semangat. Seorang
hamba Tuhan mungkin merasa kecewa karena Nubuat dari Allah tidak
menghasilkan pertobatan. Bagi Yeremia, bahkan membawa cemoohan dan
serangan konstan, bahkan dari teman-teman dekatnya. Selanjutnya, nubuatnya
tentang pekerjaan Allah "untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan
dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." (Yer 01:10), tidak segera
terpenuhi. Jadi, ketika khotbahnya yang
keras dan sepenuh hati hanya
menyebabkan ejekan dan penganiayaan, ia berharap ia tidak dilahirkan (Yer 20: 1418).
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
9
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
Bagaimana hamba Tuhann meraih kemenangan?
Firman Allah yang berapi-api. Seorang hamba yang benar tidak bisa berhenti.
Firman Tuhan bagaikan api yang membakr di tulangnya dan tidak dapat dihentikan
oleh Yeremia. Yeremia menghadapi dilema mengerikan: memberitakan kehancuran
Israel membawanya rasa sakit-itu berganda tidak hanya tertarik penganiayaan,
tetapi juga mendengarkan lonceng kematian warga negara tercinta dan bangsanamun ia tidak dapat berhenti. Dia tidak membiarkan dilema melumpuhkannya,
tapi mengatasi kesedihannya melalui api firman Allah.
Iman di dalam Tuhan. Di saat putus asa, ketika kita melihat tidak ada jalan keluar,
kita bisa melihat ke atas. Sang nabi berpaling kepada Tuhan, penjaga iman yang
setia. Ia percaya kepada perlindungan Tuhan sebagai seorang prajurit yang hebat
yang mampu mengalahkan musuhnya. Berlawanan dengan semua bukti yang
dikumpulkan oleh lawan-lawannya, Tuhan Allah yang berkuasa di atas segalanya,
yang memperhatikan kasih, pikiran dan motivasi dalam diri orang yang benar,
yang akan menjadi pembelanya.
Dengan demikian kita dapat bergabung dengan Yeremia untuk memuji Tuhan,
memanggil umat yang setia untuk terus memercayai Tuhan untuk pembebasan
melalui penderitaan Mesias dari Perjanjian Baru. Seperti Yeremia, kita dengan
rendah hati menganggap diri kita miskin-saleh, saleh dan kekurangan —tetapi
penuh kemenangan dengan api dan iman.
Doa
Ya Allah, aku berdoa kiranya Firman-Mu akan seperti api yang membakar dalam
tulangku sehingga setiap bagian dalam diriku tidak
berhenti hidup dan
memperkatakan kebenaran-Mu, bahkan dalam keadaan menyakitkan. Dengan iman
dalam Anak-Mu, saudara saudaraku, dan saudari-saudariku dan aku di Singapura
dan di luar akan menang di saat keadaan kami kurang baik. Tolonglah kami di saat
kami memberitakan dan menunjukkan kebenaran dan cinta kasih dari kabar baik
Yesus Kristus. Amin.
Tindakan
Berdoa untuk saudara-saudara di mana-pun yang menghadapi tekanan dan
penganiayaan karena percaya pada Alkitab dan menginjili mereka yang hilang.
Berdoa kiranya mereka menang atas kegentaran mereka. Berdoa bagi orang
percaya, gereja dan organisasi mereka karena mereka dengan gagah berani berdiri
dan mempromosikan nilai-nilai Alkitabiah dan gaya hidup Kristen.
Rev Dr Michael Shen
Principal Emeritus
Singapore Bible College
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
10
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
8APRIL 2017
SABTU MINGGU KE LIMA PRA PASKAH
Oleh Darah Perjanjian yang Kekal
Ibrani 13:17-25
17
Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka
berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab
atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan
dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
18
Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah
baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik. 19 Dan
secara khusus aku menasihatkan kamu, agar kamu melakukannya, supaya aku lebih
lekas dikembalikan kepada kamu.
20
Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah
membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu
Yesus, Tuhan kita, 21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk
melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan
kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Amin.
22
Dan aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kata-kata nasihat ini kamu
sambut dengan rela hati, sekalipun pendek saja suratku ini kepada kamu. 23
Ketahuilah, bahwa Timotius, saudara kita, telah berangkat. Segera sesudah ia
datang, aku akan mengunjungi kamu bersama-sama dengan dia. 24 Sampaikanlah
salam kepada semua pemimpin kamu dan semua orang kudus. Terimalah salam dari
saudara-saudara di Italia. 25 Kasih karunia menyertai kamu sekalian.
Renungan
Yesus taat pada Tuhan, dan demikian juga kita harus mematuhi para pemimpin
yang telah Tuhan tempatkan dalam perjalanan hidup kita. Mereka ini bukanlah
pemimpin apa-apa, hanya orang-orang yang berjaga-jaga atas jiwa kita. Mereka
harus bertanggung jawab kepada Tuhan untuk kepemimpinan mereka, karena
mereka harus memberikan pertanggung-jawaban atas orang-orang yang mereka
pimpin. Penulis surat kepada orang Ibrani mengakui kepercayaan ini untuk "kita
memiliki hati nurani yang murni". Kita taat kepada pemimpin yang mengakui
bahwa mereka bisa diminta pertanggung-jawaban.
Banyak pemimpin saat ini tidak memiliki pengakuan seperti itu dan mereka tidak
harus diikuti. Seorang pemimpin dapat memimpin ketika ia dipimpin oleh
seseorang atau hal-hal yang benar. Tuhan bermurah hati untuk membekali kita
dengan segala sesuatu yang baik agar kita dapat memimpin, dan dipimpin dengan
baik. Tuhan bersedia untuk membantu kita dalam segala yang berkenan kepadaNya, dan itu termasuk kapasitas untuk membedakan siapa yang harus menjadi
pemimpin kita. Meskipun tampaknya sulit, adalah mungkin bagi Tuhan yang
mampu membangkitkan dari Tuhan Yesus kita dari kematian. Sebagai Gembala
Agung, Yesus adalah pemimpin sejati kita dimana setiap pemimpin harus
memberikan pertanggung-jawaban mereka kepadanya. Yesus sendiri bertanggung
jawab sepenuhnya kepada Allah Bapa untuk semua yang Ia lakukan dan katakan,
dan Ia membuktikan dirinya sebagai pemimpin kita yang sejati. Yesus adalah
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
11
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
Tuhan dan manusia sepenuhnya, sehingga Tuhan dapat masuk ke dalam hati dan
pikiran kita untuk mengisi kita dengan apa yang menyenangkan hati-Nya setiap
saat. Sungguh kita memiliki Tuhan yang besar dan baik!
Doa
Bapa yang Maha Kuasa, terima kasih karena Engkau telah mempersiapkan para
pemimpin untuk membimbing kami dan berjalan di depan kami dalam perjalanan
hidup ini. Bekali mereka Tuhan, sehingga mereka dapat memberikan laporan yang
baik dari diri mereka sendiri kepada-Mu untuk pertanggung-jawaban mereka.
Kiranya kami layak mengemban tanggung jawab di berbagai bidang sebagai
pemimpin, karena banyak yang mencari kami untuk memimpin mereka. Tolonglah
kami untuk menjadi gembala yang baik seperti Engkau, Gembala Agung kami
semua domba-domba yang perlu dipimpin.
Tindakan
Waspadalah siapa yang menuntunmu baik dalam hal kecil maupun besar. Beranilah
untuk menerima kepemimpinan yang baik dan dan menyingkirkan gembala yang
palsu.
Dr.Lee Soo Ann
Ketua Umum
The Bible Society of Singapore
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
12
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
9 APRIL 2017
MINGGU KESENGSARAAN ( MINGGU PALMA)
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan...
Mazmur 118:1-2, 19-29
1 Bersyukurlah
kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya
kasih setia-Nya. 2 Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih
setia-Nya!"
19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya,
hendak mengucap syukur kepada TUHAN. 20Inilah pintu gerbang TUHAN, orangorang benar akan masuk ke dalamnya. 21Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau
telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. 22 Batu yang dibuang oleh
tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. 23Hal itu terjadi dari pihak
TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 24Inilah hari yang dijadikan TUHAN,
marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya
kemujuran!
26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari
dalam rumah TUHAN. 27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban
hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.
28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak
meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Renungan
Injil telah menghancurkn semua jenis stereotip terhadap agama, khususnya tentang
kekristenan.
Dalam rencana-Nya untuk membawa kita ke dalam relasi yang benar dengan-Nya,
Tuhan mengambil apa yang dianggap sebagai sesuaatu yang 'ditolak' oleh dunia dan
mengubah-Nya menjadi sarana untuk menyelamatkan seluruh dunia: batu yang
dibuang oleh tukang-tukang bangunan menjadi pusat yang tergabung dan
menopang seluruh struktur. Yesus menjadi jalan melalui siapa manusia masuk ke
dalam kebenaran.
Mengapa Ia melakukannya? Untuk memenuhi janji-Nya kepada umat-Nya. Kasih
Tuhan yang kokoh (diulangi di ayat 1-4, 29) adalah dasar dari kesetiaan-Nya.
Kita membaca ayat 22 hari ini (dikutip oleh sang Rasul dalam I Petrus 2:4-7) Yesus
sebagai batu penjuru. Akan tetapi, ketika Mazmur 118 dipergunakan untuk
perayaan di zaman kuno, ayat in ditujukan bagi bangsa Israel, sebagi mitra Tuhan
dalam perjanjian. Ayat ini dinyanyikan atau dibaca sebagai ucapan syukur kepada
Tuhan untuk menunjukkan kekuasaan-Nya di dalam menuntun manusia yang tidak
layak yang berulang kali mengingkari perjanjian tersebut. Bangsa Israel dinilai
rendah di mata banyak bangsa yang berusaha menaklukkannya. Tetapi pada saat itu
sekali lagi Tuhan menyelamatkan mereka, walaupun mereka tidak setia. Tuhan
tidak kehilangan kepercayaan akan janji-Nya kepada Abraham melalui
keturunannya, bangsa-bangsa dibumi akan diberkati (Kejadian 12:1-3).
Pada masa Prapaskah, ketika kita secara pribadi memeriksa kejadian-kejadian yang
baru lewat, kita dapat menemukan banyak kesempatan ketika kita sama seperti
bangsa Israel yang tidak setia, seperti bayang-bayang yang terus berubah. Tetapi
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
13
Pengharapan Hidup untuk Semua Orang
inti dari Mazmur 118 bukanlah untuk berfokus pada kegagalan kita, tetapi pada
kesetiaan Tuhan, yang tidak berubah (Yakobus 1:17). Ini adalah gambaran yang
indah dari Tuhan dan kita: Ia adalah matahari, dan kita manusia yang bayangannya
berubah-ubah, Ketika matahari bergerak di atas kepala kita, tidak ada bayangan.
Hanya ketika kita bergerak menjauh dari matahari di atas kepala kita, bahwa kita
menampilkan bayangan yang berbeda-beda.
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan;
Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.. Mazmur 84:11,
Doa
Allah yang penuh belas kasihan,
kami mengakui bahwa kami tidak mengasihi-Mu dengan sepenuh hati,
kami telah gagal menjadi gereja yang taat,
kami belum melakukan kehendak-Mu,
kami melanggar hukum-Mu,
kami memberontak terhadap kasih-Mu,
kami tidak mengasihi tetangga kami,
kami tidak mendengarkan tangisan yang kekurangan,
Ampuni kami, kami berdoa,
Bebaskan kami utuk ketaatan yang penuh sukacita, melalui Yesus Kristus Tuhan
kami,
Amin.
Dikutip dari “A Service of Word and Table 1". United Methodist Hymnal. (1989)
Tindakan
Dengan syukur atas perkenan Tuhan yang kita miliki di dalam Kristus, (setidaknya
dalam satu hari penuh) berdoa penuh ucapan singkat "Terima kasih, Tuhan"
sesering mungkin untuk semua berkat-berkat yang Anda terima sepanjang hari.
Bishop Emeritus Dr Wee Boon Hup
The Methodist Church in Singapore
7 Armenian Street. Bible House. Singapore 179932  Tel: 6337 3222  Fax: 6337 3036
 Email: [email protected]  Website: www.bible.org.sg
14
Download