UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU

advertisement
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) MELALUI
METODE COOPERATIVE LEARNING PADA
SISWA KELAS V MI NU 39 KERTOSARI
KEC. SINGOROJO KAB. KENDAL
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Oleh
RIFA FARIDAWATI
NIM 11509016
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SALATIGA
2014
i
Gambar Logo
ii
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) MELALUI
METODE COOPERATIVE LEARNING PADA
SISWA KELAS V MI NU 39 KERTOSARI
KEC. SINGOROJO KAB. KENDAL
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Oleh
RIFA FARIDAWATI
NIM 11509016
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SALATIGA
2014
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Setelah dikoreksi dan diperbaiki, maka skripsi saudari:
Nama
: Rifa Faridawati
NIM
: 11509016
Jurusan
: Tarbiyah
Program Studi
: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Judul
: UPAYA
MENINGKATAN
PRESTASI
BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM
(IPA) MELALUI METODE COOPERATIVE
LEARNING
PADA
MADRASAH
KERTOSARI
SISWA
IBTIDAIYAH
KEC.
KELAS
V
NU
39
SINGOROJO
KAB.
KENDAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Telah kami setujui untuk dimunaqosahkan.
Salatiga, 12 September 2013
Pembimbing
Dra. Hj Siti Farikhah, M.Pd.
NIP. 19610623 198803 2 001
nge
iv
Lembar
SKRIPSI
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN
ALAM (IPA) MELALUI METODE COOPERATIVE LEARNING
PADA SISWA KELAS V MI NU 39 KERTOSARI
KEC. SINGOROJO KAB. KENDAL
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
DISUSUN OLEH
RIFA FARIDAWATI
NIM 11509016
Telah dipertahankan di depan Panitia Dewan Penguji Skipsi Jurusan
Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, pada tanggal 04
Maret 2014 dan telah dinyatakan memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana
S1 Kependidikan Islam
Susunan Panitia Penguji
Ketua Penguji
: Benny Ridwan, M.Hum
Sekretaris Penguji
: Dra. Siti Zumrotun, M.Ag
Penguji I
: Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag
Penguji II
: Maslikhah, M.Si
Penguji III
: Dra. Hj. Siti Farikhah, M.Pd
Salatiga, 07 Maret 2014
Ketua STAIN Salatiga
Dr. Imam Sutomo, M.Ag.
NIP.195808271983031002
v
KEMENTERIAN AGAMA RI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
Jl. Tentara Pelajar 02 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433 Salatiga 50721
Website: www.stainsalatiga.ac.id Email:[email protected]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertandatangan di bawah ini
Nama
: Rifa Faridawati
Nim
: 11509016
Program studi
: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya
sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang
lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik
ilmiah.
Salatiga, 1 September 2013
Yang menyatakan,
Rifa Faridawati
vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini aku persembahkan untuk
kedua orang tuaku Bp Afifudin dan Ibu Eni Ismawati, para dosenku,
Suamiku, Mas Sugiarto yang selalu memberikan semngatnya untukku,
dan untuk sahabat dan teman seperjuangan.
vii
KATA PENGANTAR
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan rasa ikhlas setulus hati penulis mengucapkan puji dan syukur ke
hadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan begitu banyak rahmat, hidayah ,
inayah serta ridloNYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
baik dan lancar. Sholawat serta salam senantiasa penulis curahkan untuk beliau
Rosul tercinta Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta para pengikutnya
yang telah membawa kita semua dari zaman kejahiliahan menuju zaman yang
penuh barokah ini, semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’atnya. Amin
Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk melengkapi salah satu syarat
dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam STAIN Salatiga.
Dalam penyusunan skipsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan,
bimbingan serta arahan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Oleh
karenanya, dalam kesempatan ini penulis akan menyampaikan ucapan terima
kasih yang setulus-tulusnya kepada:
1. Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag. sebagai ketua STAIN Salatiga.
2. Bapak Suwardi, M.Pd. sebagai ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga.
3. Bapak Drs.Sumarno Widjadipa, M.Pd. sebagai ketua Progdi S1 PGMI STAIN
Salatiga.
4. Ibu Dra. Hj Siti Farikhah, M.Pd sebagai dosen pembimbing yang senantiasa
meluangkan waktunya untuk memberi bimbingan dan arahan dalam
penyusunan skripsi ini.
viii
5. Seluruh dosen STAIN Salatiga yang telah memberikan begitu banyak
ilmunya.
6. BapakMuh Sinin, S.Pd.I sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari
Kecamatan Singorojo yang telah memberikan izin untuk mengadakan
penelitian di Madrasah yang beliau pimpin.
7. Para guru Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari Kecamatan Singorojo, yang
telah banyak membantu penulis dalam proses penelitian.
8. Siswa-siswi kelas V Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari Kecamatan
Kertosari yang sangat ramah dan menyenangkan.
9. Bapak, Ibu, keluargaku dan teman spesialku yang senantiasa menyayangi dan
mencintaiku.
10. Para sahabat-sahabatku PGMI angkatan 2009 yang sangat saya cintai.
11. Orang-orang yang telah membantu dan memberikan fasilitas kepada saya
sehingga skripsi ini dapat selesai.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum begitu sempurna baik isi
maupun penyajiannya. Oleh karena itu penulis berharap akan kritikan dan saran
demi kebaikan skripsi ini. Semoga saja skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi
para pembaca.
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
Salatiga,30 Agustus 2013
Penulis
ix
ABSTRAK
Faridawati,Rifa. 2013. Upaya Meningkaktan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA) Melalui Metode Cooperative Learning Siswa Kelas V MI
NU 39 Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Skripsi.
Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga.
Pembimbing: Dra. Siti Farikhah, M.Pd.
Kata Kunci: Prestasi Belajar dan Metode Cooperative Learning.
Proses pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari
Kecamatan Singorojo telah menggunakan metode dalam pelaksanaan
pembelajarannya, tetapi cenderung kurang memperhatikan manfaat dari metode
tersebut, akibatnya hasil belajar siswa pun rendah. Berdasarkan keadaan tersebut,
maka penulis mengadakan penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengkaji seberapa besar manfaat metode cooperative learning
mampu meningkatkan prestasi belajar siswa apabila digunakan sebagai metode
dalam pembelajaran IPA tersebut.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dan pada tiap
siklus terdiri atas empat langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Penelitian Kolaborasi dilakukan oleh dua orang guru yang
saling bergantian mengamati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode
cooperative learning dalam pelajaran IPA mampu meningkatkan prestasi belajar.
Hasil prestasi belajar yang diperoleh sebelum menggunakan metode cooperative
learning hanya 10 siswa yang tuntas atau 41,67%, dan setelah menggunakan
metode cooperative learning dalam pembelajaran IPA pada siklus I siswa yang
mencapai nilai KKM menjadi 15 siswa atau 62,5%, meningkat 5 siswa atau
20,83% dari kondisi awal. Kemudian pada siklus II siswa yang mencapai nilai
KKM menjadi 20 siswa atau 83,33% meningkat 20,83% dari siklus I. Sehingga
dari data tersebut penulis menyimpulkan bahwa metode cooperative learning
dapat digunakan dalam pembelajaran IPA karena dapat meningkatkan Prestasi
Belajar.
x
DAFTAR ISI
SAMPUL JUDUL ............................................................................................
i
LEMBAR BERLOGO......................................................................................
ii
JUDUL ............................................................................................................
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................................
iv
PENGESAHAN KELULUSAN .....................................................................
v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ........................................................
vi
MOTTO&PERSEMBAHAN ..........................................................................
vii
KATA PENGANTAR .................................................................................... viii
ABSTRAK ......................................................................................................
x
DAFTAR ISI ...................................................................................................
xi
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 4
D. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ....................... 4
E. Manfaat Penelitian .................................................................... 5
F. Definisi Operasional .................................................................. 6
G. Metode Penelitian ...................................................................... 7
1. Rancangan Penelitian ......................................................... 7
2. Subjek Penelitian ................................................................ 8
3. Langkah-langkah Penelitian ............................................... 8
4. Instrument Penelitian .......................................................... 10
5. Teknik Pengumpulan Data .................................................. 10
6. Analisis Data ....................................................................... 12
xi
H. Sistematika Penulisan ................................................................ 12
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Prestasi Belajar ........................................................................... .. 14
1. Pengertian Prestasi Belajar....................................................
14
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .............
15
3. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar ..................................
22
B. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ..........................
23
1.
Pengertian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ...........
23
2.
Tujuan Pengajaran IPA ........................................................
24
3.
Ruang Lingkup IPA .............................................................
24
4.
Fungsi Mata Pelajaran IPA ..................................................
25
5.
Materi IPA Kelas V .............................................................
26
6.
Organ Tubuh manusia dan Hewan.......................................
27
C. Metode Cooperative Learning ...................................................
36
1. Pengertian Metode Cooperative Learning ............................
36
2. Langkah-Langkah Metode Cooperative Learning ................
40
3. Macam-macam Metode Cooperative Learning ....................
42
4. Manfaat Metode Cooperative Learning ...............................
48
5. Kelebihan-Kelebihan Metode Cooperative Learning ...........
48
6. Kelemahan-Kelemahan Metode Cooperative Learning .......
49
D. Kaitan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Cooperative
Learning......................................................................................
49
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Setting (Tempat dan Waktu) Penelitian......................................
51
1.Gambaran Umum Madrasah..................................................
51
2.Waktu Penelitian ...................................................................
56
B. Data Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari...................................
56
xii
C. Deskripsi Penelitian Tindakan ...................................................
57
1. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I ..............................................
57
2. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II .............................................
58
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ...........................................................................
59
1. Kondisi Awal..........................................................................
59
2. Siklus I ..................................................................................
60
3. Siklus II .................................................................................
67
B. Pembahasan ................................................................................
75
1. Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM
per Siklus................................................................................
75
2. Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM
antar Siklus ............................................................................
75
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................
77
B. Saran ...........................................................................................
78
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Struktur Organisasi Sekolah
52
Tabel 3.2 Profil Sekolah
52
Tabel 3.3 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
54
Tabel 3.4 Data Siswa
55
Tabel 3.5 Sarana Prasarana Madrasah
55
Tabel 3.6 Data Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari
56
Tabel 4.1 Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal
59
Tabel 4.2 Prestasi Belajar Siswa Siklus I
62
Tabel 4.3 Lembar Pengamatan Guru Siklus I
64
Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Siswa Siklus I
64
Tabel 4.5 Prestasi Belajar Siswa Siklus II
69
Tabel 4.6 Hasil Pengamatan Guru Siklus II
71
Tabel 4.7 Hasil Pengamatan Siswa Siklus II
71
Tabel 4.8 Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM per Siklus
75
Tabel 4.9 Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai
KKM Antar Siklus
75
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Tabel Data Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari
82
Lampiran 2 : Tabel Struktur Organisasi MI NU 39 Kertosari
83
Lampiran 3 : Tabel Profil MI NU 39 Kertosari
84
Lampiran 4 : Tabel Data Pendidik dan Kependidikan
85
Lampiran 5 : Tabel Data Siswa MI NU 39 Kertosari
86
Lampiran 6 : Tabel Sarana Prasarana MI NU 39 Kertosari
87
Lampiran 7 : Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal
88
Lampiran 8 : Prestasi Belajar Siswa Siklus I
89
Lampiran 9 : Hasil Pengamatan Guru Siklus I
91
Lampiran 10: Hasil Pengamatan Siswa Siklus I
92
Lampiran 11: Prestasi Belajar Siswa Siklus II
94
Lampiran 12: Hasil Pengamatan Guru Siklus II
96
Lampiran 13: Hasil Pengamatan Siswa Siklus II
97
Lampiran 14: Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai
KKM per Siklus
99
Lampiran 15: Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai
KKM antar Siklus
100
Lampiran 16: Daftar Riwayat Hidup
101
Lampiran 17: RPP Siklus I
102
Lampiran 18: RPP Siklus II
107
Lampiran 19: Soal Pre test dan Post test Siklus I
114
Lampiran 20: Soal Pre test dan Post test Siklus II
115
Lampiran 21: Surat permohonan Izin Penelitian
116
Lampiran 22: Surat keterangan madrasah
117
Lampiran 23: Lembar Konsultasi Skripsi
118
Lampiran 24: SKK
119
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan sarana untuk mendapatkan pengetahuan bagi
seorang peserta didik/siswa. Disekolah peserta didik akan mendapatkan
berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan mereka,
seperti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama,
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan lain-lain.
pada pemberian ilmu-ilmu tersebut terjadilah proses belajar mengajar yang
dilakukan oleh seorang guru dengan siswa-siswanya.
Menurut Morgan dalam buku Suprijono (2011:3), belajar adalah
perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman
(Learning is any relatively is a result of past experience). Belajar dalam
idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi
seutuhnya.
(Suprijono,2011:3)
Jadi
proses
belajar
bersumber
dari
pengalaman-pengalaman yang mereka lakukan, dari pengalaman-pengalaman
tersebut terjadilah pembelajaran yang dapat menimbulkan adanya perubahan
perkembangan pribadi menjadi lebih baik.
Dalam proses pembelajaran, Guru bertindak sebagai pengajar yang
berusaha memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya dan peserta
didik giat mengumpulkan atau menerimanya. (Suprijono,2011:3)
1
Namun diera global seperti ini, sering terjadinya perubahan kurikulum
pendidikan, seorang guru harus mampu membuat murid memikul
tanggungjawab mereka sendiri, membangun pengetahuan berdasarkan
pemahaman mereka, dan membentuk nilai-nilai kehidupan serta opini yang
dapat dipertanggungjawabkan. (Asmani,2009:22)
Idealnya, agar proses mengajar dapat berjalan dengan baik dan sesuai
dengan tujuan yang diharapkan maka guru harus memberikan variasi-variasi
strategi dan metode pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, membuat
siswa dapat berpikir kritis, aktif dan mampu membuat peserta didik lebih
mudah memahami ilmu pengetahuan yang mereka peroleh.
Salah satu metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar
tersebut adalah dengan menggunakan metode cooperative learning yaitu
dengan menggunakan metode Team Games Tournament (TGT). Dalam
pembelajaran kooperatif siswa akan belajar secara team dan dapat saling
membantu,
siswa
dapat
membangun
pengetahuannya
sendiri
dan
pemahamannya tentang materi pelajaran dengan saling mendiskusikannya
bersama-sama dan dapat saling memastikan bahwa setiap anggota dari
kelompok mereka telah menguasai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Selain itu para peserta didik juga dapat menemukan dan
memahami materi yang sulit dengan berdiskusi bersama-sama. Dengan
demikian proses pembelajaran dapat menarik minat siswa dan siswa dapat
menjadi lebih aktif.
2
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang pada hakekatnya
bahwa semua materi ada didalam lingkungan sekitar peserta didik. Dalam
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi yang diberikan adalah berkaitan dengan
bumi dan alam semesta. Dengan adanya materi yang lebih dapat terjangkau
oleh peserta didik mereka akan lebih mudah memahami materi jika dikaitkan
dengan
keadaan
disekitar
mereka
secara
langsung
ataupun
dapat
(IPA)
diarahkan
pada
mempraktekkannya melalui alat peraga.
Pendidikan
Ilmu
Pengetahuan
Alam
pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dan menimbulkan peran
serta siswa dalam proses pembelajaran. Karena siswa diajak untuk ikut serta
maka diupayakan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam mampu menjadi
mata pelajaran yang dapat disenangi dan digemari oleh siswa-siswa.
Kenyataannya, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) masih
kurang diminati bagi siswa MI NU 39 Kertosari. Bahkan nilai atau prestasi
mata pelajaran IPA yang dimiliki siswa masih kurang optimal. Dengan nilai
KKM 7,00 banyak siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM yang telah
ditetapkan.
Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk menjadikan
penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Melalui Metode Cooperative Learning pada
Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari Kec. Singorojo Kab. Kendal Tahun
Pelajaran 2
3
B. Rumusan Masalah
Adapun Rumusan masalah dalam penelitian tindakan ini adalah:
Apakah melalui penerapan metode cooperative learning dapat meningkatkan
prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Pada siswa kelas V MI NU 39
Kertosari Kec. Singorojo Kab. Kendal Tahun Pelajaran 2013/2014?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah: Penerapan metode cooperative learning
dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada
siswa kelas V MI NU 39 Kertosari Kec. Singorojo Kab. Kendal Tahun
Pelajaran 2013/2014.
D. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan
1. Hipotesis Tindakan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
Jika penerapan metode cooperative learning dapat meningkatkan
prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa Kelas V MI NU
39 Kertosari Kec. Singorojo Kab. Kendal Tahun Pelajaran 2013/2014.
2. Indikator Keberhasilan
Penerapan metode cooperative learning ini dikatakan efektif apabila
indikator yang diharapkan tercapai. Adapun indikator yang dapat
dirumuskan adalah sebagai berikut:
1) Indikator Prestasi Belajar
4
a) Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai
prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok
b) Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/intruksional
khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa, baik secara individual
maupun kelompok. (Djamarah dan Aswan, 2006:105)
c) 80% siswa mencapai nilai KKM yang meliputi:
(1) Siswa mampu mengidentifikasi fungsi organ pernapasan
manusia
(2) Siswa mampu mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan
(3) Siswa mampu mengidentifikasi fungsi organ pencernaan
manusia
(4) Siswa mampu mengidentifikasi fungsi organ peredaran darah
manusia
(5) Siswa mampu mengidentifikasi gangguan pada organ darah
manusia
2) Indikator metode cooperative learning
a)
Siswa aktif dalam kelompok
b)
Siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok
c)
Siswa mampu berkomunikasi dengan baik dalam kelompok
d)
Siswa mampu memecahkan masalah dalam kelompok
5
E. Manfaat Penelitian
Dari tujuan diadakannya penelitian ini, penelitian ini diharapkan
memiliki manfaat:
1. Manfaat Teoritis
a. Diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran bagi pengembangan
ilmu strategi pembelajaran.
b. Diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran bagi pendidikan
pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
2. Manfaat Praktis
a. Untuk mengetahui manfaat metode cooperative learning
b. Dapat memotivasi guru agar membuat team belajar agar memudahkan
siswa dalam belajar
c. Dapat menarik perhatian dan kesenangan siswa terhadap mata
pelajaran IPA
F. Definisi Operasional
Beberapa istilah penting yang ditegaskan pada penelitian ini adalah:
1. Prestasi Belajar
Belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju
ke perkembangan pribadi seutuhnya. (Suprijono,2011:3) Prestasi adalah
hasil yang telah dicapai. (Poerwadarminta,2003:910)
6
Dari pengertian prestasi dan belajar tersebut, dapat disimpulkan
bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa
melalui proses pembelajaran.
Dengan adanya prestasi belajar guru akan lebih memahami tingkat
pemahaman anak dan kemampuan anak terhadap pembelajaran yang telah
dilakukan. Dengan demikian guru dapat memutuskan tindakan yang akan
dilakukan selanjutnya.
2. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu pengetahuan Alam (IPA) atau disebut juga Ilmu Alamiah
merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam
alam semesta termasuk dimuka bumi ini sehingga terbentuk konsep dan
prinsip. (Maslikhah dan Peni, 2009:4)
3. Metode Cooperative Learning
Metode Kooperatif Learning adalah semua jenis kerja kelompok
termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan
oleh guru. (Suprijono, 2011:54)
Dalam pembelajaran kooperative guru mengarahkan siswa dengan
memberikan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahanbahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik
menyelesaikan masalah yang telah diberikan.
Dengan metode ini siswa akan saling bekerja sama dan
mendiskusikan tentang materi pelajaran yang akan mereka peroleh. Siswa
7
akan lebih aktif dan kreatif untuk berusaha menggali pemahamannya
bersama dengan teman kelompoknya.
G. Metode Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah
pencermatan dalam bentuk tindakan terhadap kegiatan belajar yang
sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan
(Suyadi, 2011:18)
Dalam Penelitian Tindakan Kelas terdapat empat tahap yang
digunakan secara sistematis yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan
tindakan, dan refleksi. Keempat tahapan tersebut diterapkan dalam siklussiklus. sehingga dari penerapan siklus-siklus tersebut dapat diperoleh data
penelitian yang digunakan untuk mengetahui hasil penelitian.
2. Subyek Penelitian
Dalam Penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa
kelas V MI NU 39 Kertosari Kec. Singorojo Kab. Kendal yang berjumlah
24 siswa. Siswa tersebut terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 14 siswa
perempuan.
3. Langkah-langkah
Suharsimi (2010:20) mengemukakan bahwa dalam penelitian
tindakan kelas terdapat empat tahapan penting yaitu perencanaan,
8
tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi. Yang lebih jelasnya sebagai
berikut:
a. Perencanaan (Planning)
Langkah pertama dalam sebuah penelitian adalah perencanaan
(Planning), perencanaan harus dilaksanakan secara matang dan teliti.
Perencanaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah:
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang
mencantumkan penerapan metode belajar kelompok.
2) Menyusun
lembar
pengamatan
pembelajaran
untuk
penilaiaan keaktifan siswa
3) Menyusun lembar pengamatan aktifitas guru dalam
pembelajaran
4) Menyusun tes formatif untuk siswa.
b. Pelaksanaan (Acting)
Pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan
pada tahap satu, yaitu bertindak dikelas. (Suyadi,2011:62) Dan pada
penelitian ini pelaksanaan yang telah dibuat adalah dengan
menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah
disusun pada tahap perencanaan.
c. Pengamatan (Observation)
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap keaktifan
siswa yang kemudian dicatat dan dinilai serta dianalisis untuk
9
mendapatkan umpan balik. Peneliti juga mengamati guru saat
dilakukannya kegiatan belajar mengajar, kondisi siswa dan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran.
d. Refleksi (Reflektion)
Tahapan terakhir dalam penelitian tindakan Kelas (PTK) adalah
refleksi (reflektion). Refleksi adalah kegiatan untuk mengemukakan
kembali apa yang telah dilakukan. (Suyadi, 2011:64) Dalam hal ini
hasil refleksi berupa refleksi terhadap perencanaan yang telah
dilaksanakan, yang kemudian dievaluasi untuk memperbaiki kinerja
guru pada tahap selanjutnya yaitu siklus II dan seterusnya.
4. Instrumen Penelitian
Adapun instrumen penelitian dalam penelitian ini meliputi:
a. Silabus
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
c. Lembar Pengamatan Siswa
d. Lembar pengamatan guru
e. Soal tes
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah metode yang digunakan peneliti
dalam merekam data (informasi) yang dibutuhkan. (Suyadi, 2011:84)
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
10
a. Observasi
Observasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data
dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang
berlangsung. (Sukmadinata, 2009:220)
Ada beberapa variasi bentuk observasi yang dilakukan pada
penelitian tindakan kelas, yaitu:
1) Observasi pertisipatif, peneliti melakukan observasi dengan
ikut serta dalam kegiatan yang sedang berjalan.
2) Observasi khusus, observasi dilakukan ketika peneliti
melakukan
tugas
khusus
umpamanya
memberikan
bimbingan
3) Observasi
pasif,
peneliti
hanya
bertindak
sebagai
pengumpul data, mencatat kegiatan yang sedang berjalan.
(Sukmadinata, 2009:152)
Sedangkan dalam penelitian ini menggunakan bentuk observasi
pasif. Peneliti hanya mencatat dan mengamati kegiatan pembelajaran
yang dilakukan oleh guru serta keaktifan siswa dan kondisi kelas pada
saat terjadinya kegiatan belajar mengajar.
b. Wawancara
Wawancara atau interviu (interview) merupakan salah satu
bentuk pengumpulan data yang banyak digunakan dalam
11
penelitian. Wawancara dilakukan secara lisan dalam pertemuan
tatap muka secara individual. (Basrowi dan Suwandi,2008:129)
Wawancara
digunakan
untuk
mengungkapkan
data
secara
kualitatif. Didalam PTK data kualitatif dapat digunakan untuk
melengkapi data kuantitatif. Data ini bersifat lebih luas dan dalam,
mengingat data ini digali oleh peneliti sampai peneliti merasa cukup.
c. Tes
Tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil
pelajaran siswa. Tes disusun dengan pemberian soal yang berkaitan
dengan materi pelajaran yang telah ditetapkan.
d. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data
dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik
dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. (Sukmadinata,
2009:221) Dokumentasi digunakan untuk memperoleh gambaran
umum selama kegiatan penelitian berlangsung.
6. Analisis Data
Analisis data adalah usaha (proses) memilih, memilah, membuang
dan menggolongkan data untuk menjawab permasalahan pokok. (Basrowi
dan Suwandi,2008:131)
Penulis menganalisis data dengan menyusun dan mengolah data
yang
terkumpul
melalui
tes,catatan
observasi,
wawancara
dan
dokumentasi. Pelaksanaan analisis dilakukan secara terus menerus pada
saat penelitian sehingga pembuatan laporan penelitian akan menghasilkan
suatu kesimpulan.
12
H. Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah dalam pembahasan penelitian ini, penulis
menyusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDUHULUAN: Pendahuluan memuat tentang Latar Belakang
Masalah;
Rumusan Masalah; Tujuan Penelitian;
Hipotesis;
Manfaat
Penelitian; Definisi Operasional; Metode Penelitian meliputi: Rancangan
Penelitian, Langkah-Langkah Penelitian, Instrument Penelitian, Tehnik
Pengumpulan Data, Analisis Data; dan Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kajian Pustaka memuat tentang Prestasi Belajar
yang
meliputi:
Pengertian
Prestasi
Belajar,
Faktor-Faktor
Yang
Mempengaruhi Prestasi Belajar, Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar;
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) meliputi: Pengertian Mata
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Tujuan Pengajaran IPA, Ruang
Lingkup IPA, Fungsi Mata Pelajaran IPA, Materi IPA Kelas V, Organ Tubuh
Manusia dan Hewan; Metode Cooperative Learning meliputi: Pengertian
Metode Cooperative Learning, Langkah-Langkah Metode Cooperative
Learning, Macam-Macam Metode Cooperative Learning, Manfaat Metode
Cooperative Learning, Kelebihan-Kelebihan Metode Cooperative Learning,
Kelemahan-Kelemahan Metode Cooperative Learning; Kaitan Prestasi
Belajar dengan Metode Cooperative Learning
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN: Pelaksanaan penelitian memuat
tentang Setting (Tempat dan Waktu) Penelitian meliputi Gambaran Umum
Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari, Waktu Penelitian; Data Siswa Kelas V
Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari; Deskripsi Penelitian Tindakan
meliputi: Deskripsi Pelaksanaan Siklus I dan Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN: Penelitian dan
pembahasan memuat tentang Hasil Penelitian yang meliputi: Kondisi Awal,
Siklus I dan Siklus II; Pembahasan
BAB V PENUTUP: Penutup memuat tentang Kesimpulan dan Saran
13
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi
adalah
hasil
yang
telah
dicapai.
(Poerwadarminta,2003:910) Belajar dalam idealisme berarti kegiatan
psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya.
(Suprijono,2011:3)
Belajar terjadi melalui proses-proses dari tidak tahu menjadi tahu
yang dapat menimbulkan perubahan perilaku. Belajar dimulai dari
masa kecil sampai akhir hayat, sebagaimana Rosulullah SAW
menyatakan dalam sebuah hadistnya bahwa manusia harus belajar
sejak dari ayunan hingga liang lahat. Orang tua wajib membelajarkan
anak-anaknya
agar
kelak
ia
mampu
hidup
mandiri
dan
mengembangkan dirinya.
Para ahli ilmu jiwa pendidikan menekankan supaya pembentukan
perilaku yang baik harus sudah dimulai dari masa kecil. Karena dengan
menanamkan kebiasaan yang baik ataupun budi pekerti yang baik pada
masa kecil akan berpengaruh pada kebiasaannya dimasa yang akan
datang/dewasa. Seperti kebiasaan tidur lebih cepat, belajar berenang,
lari, pengetahuan yang baik benar ataupun salah, menghormati orang
14
tua dan orang lain, menyayangi saudara. Kebiasaan-kebiasaan ini akan
terbawa sampai ia dewasa. (Martinis,2005:97)
Selain
orangtua,
guru
sebagai
pengajar
disekolahan juga
diwajibkan untuk lebih menekankan pendidikan karakter pada siswa.
Dengan adanya penanaman karakter-karakter yang baik pada siswa
mampu merubah perilaku siswa menjadi lebih baik dan benar.
Jadi Prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh
siswa melalui proses pembelajaran. Hasil belajar terwujud dalam
lembar-lembar jawaban soal ulangan atau ujian dan yang berwujud
karya atau benda. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:200)
Dengan adanya prestasi belajar guru akan lebih memahami tingkat
pemahaman anak dan kemampuan anak terhadap pembelajaran yang
telah dialakukan. Dengan demikian guru dapat memutuskan tindakan
yang akan dilakukan selanjutnya.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
a. Faktor Intern
1) Sikap terhadap belajar
Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian
tentang
sesuatu
yang
membawa
diri
sesuai
dengan
penilaiannya. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:238)
Dengan adanya penilaian terhadap sesuatu, dalam hal ini
belajar dapat mengakibatkan terjadinya sikap menerima,
15
menolak atau mengabaikan belajar. Dengan adanya penilaian
tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian
dan hasil belajar siswa.
2) Motivasi Belajar
Motivasi merupakan kekuatan mental yang mendorong
terjadinya proses belajar. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:239)
Motivasi belajar yang kuat akan memperkuat kegiatan belajar
sehingga prestasi yang dimiliki pun akan menjadi lebih baik.
Begitu juga sebaliknya, apabila motivasi yang dimiliki lemah
maka akan melemahkan kegiatan belajar dan merendahkan
prestasi belajar siswa.
3) Konsentrasi Belajar
Konsentrasi
belajar adalah kemampuan memusatkan
perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju
pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya.
(Dimyati dan Mudjiyono,2002:239)
Untuk
memperkuat
menggunakan
perhatian
bermacam-macam
siswa,
strategi
guru
dan
perlu
metode
pembelajaran. Sehingga suasana proses belajar-mengajar tidak
berlangsung secara monoton dan membosankan bagi siswa.
Siswa yang serius memperhatikan dan konsentrasi terhadap
proses pembelajaran akan lebih mampu menerima dan
16
memahami materi pelajaran yang ia peroleh dan akan
mendapatkan prestasi yang optimal.
4) Rasa Percaya diri siswa
Rasa percaya diri siswa ditimbulkan dari keinginan
mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Rasa percaya diri
dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan.
Dengan adanya percaya diri yang kuat akan mendorong siswa
untuk berprestasi dan semakin diakui oleh orang lain.
5) Intelegensi Siswa
Menurut Wechler dalam buku Dimyati dan Mudjiyono
(2002:248) Intelegensi adalah suatu kecakapan global atau
rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah,
berpikir baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien.
Intelegensi yang tinggi bila nilai IQ menunjukkan angka
130-145, Intelegensi normal bila nilai IQ menunjukkan angka
85-115, dan Intelegensi yang rendah apabila nilai IQ dibawah
70.
Intelegensi ini memiliki pengaruh terhadap prestasi yang
dimiliki siswa, karena dengan intelegensi yang tinggi maka
siswa akan lebih mudah menerima dan memahami materi
pelajaran yang disampaikan oleh guru, begitu pula sebaliknya.
17
6) Kebiasaan Belajar
Prestasi belajar akan tercermin dengan adanya kebiasaan
siswa untuk belajar. Kebiasaan belajar yang baik akan terjadi
dengan adanya disiplin membelajarkan diri. Kedisiplinan untuk
belajar harus ditanamkan di kehidupan sehari-hari dan
dilaksanakan dengan teratur. Kebiasaan siswa untuk belajar
yang tidak hanya pada saat berada disekolah atau karena
tuntutan tertentu (ujian) dapat meningkatkatkan prestasi yang ia
miliki.
7) Cita-cita Siswa
Cita-cita yang dimiliki siswa dapat meningkatkan motivasi
siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan giat. Dengan
adanya
peningkatan
motivasi
untuk
mendapatkan
atau
memperoleh cita-cita yang telah ia bayangkan dan impiimpikan siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh dan
maksimal akan membuat prestasi siswa menjadi lebih baik
sesuai yang telah mereka usahakan. Sehingga cita-cita pun
memiliki pengaruh bagi prestasi belajar yang dimiliki siswa.
b. Faktor Ekstern
1) Guru
18
Guru adalah pengajar yang mendidik. Ia tidak hanya
mengajar bidang studi yang sesuai keahliannya, tetapi juga
menjadi pendidik bagi generasi muda bangsa.
Diera global seperti ini, seiring terjadinya perubahan
kurikulum pendidikan, seorang guru harus mampu membuat
murid memikul tanggungjawab mereka sendiri, membangun
pengetahuan berdasarkan pemahaman mereka, dan membentuk
nilai-nilai
kehidupan
serta
opini
yang
dapat
dipertanggungjawabkan. (Asmani,2009:22)
Untuk pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan
kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan guru harus selalu
membina dan membimbing siswa dalam belajar.
Adapun tugas guru dalam pengelolaan pembelajaran siswa
adalah sebagai berikut:
a) Membangun hubungan baik dengan siswa
b) Mengarahkan
minat,
perhatian
dan
memperkuat
motivasi belajar siswa
c) Mengorganisasi belajar
d) Melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat
e) Mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan objektif
19
f) Melaporkan hasil belajar siswa kepada orangtua siswa
yang berguna bagi prestasi masa depan siswa. (Dimyati
dan Mudjiyono,2002:249)
Pengggunaan strategi dan metode pembelajaran yang tepat
akan membuat tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan
baik. Ketepatan penyampaian tersebut akan berpengaruh pada
baik buruknya prestasi siswa. Jadi guru pun memiliki peranan
yang utama bagi keberhasilan belajar siswa.
2) Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bacaan,
alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media
pengajaran yang lain. Sedangkan prasarana pembelajaran
meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangan olahraga,
ruang ibadah, ruang kesenian dan peralatan olahraga.
Sarana dan prasarana berfungsi untuk mempermudah siswa
belajar. Dengan adanya sarana dan prasarana akan menuntut
guru dan siswa untuk memanfaatkannya dengan optimal sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Peranan guru dalam sarana prasarana adalah sebagai
berikut:
a) Memelihara, mengatur, prasarana untuk menciptakan
suasana belajar yang menggembirakan
20
b) Memelihara dan mengatur sasaran pembelajaran yang
berorientasi pada keberhasilan siswa belajar
c) Mengorganisasi belajar siswa sesuai dengan sarana dan
prasarana secara tepat. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:250)
Sedangkan peranan siswa adalah sebagai berikut:
a) Ikut serta dalam memelihara dan mengatur sarana dan
prasarana secara baik
b) Ikut serta berperan aktif dalam pemanfaatan sarana
prasarana secara tepat guna
c) Menghormati sekolah sebagai pusat pembelajaran dalam
rangka pencerdasan kehidupan generasi muda bangsa.
(Dimyati dan Mudjiyono,2002:250)
Dengan adanya peranan tersebut maka guru dan siswa
dapat belajar memelihara fasilitas umum yang telah diberikan
dengan baik. Dengan adanya sarana dan prasarana akan
mendukung proses belajar mengajar dan membantu siswa
memperoleh
prestasi
belajar
sesuai
dengan
tujuan
pembelajaran.
3) Kebijakan Penilaian
Penilaian adalah penentuan sampai sesuatu dipandang
berharga,
bermutu
atau
bernilai.
(Dimyati
dan
Mudjiyono,2002:251) Dalam penilaian terdapat patokan21
patokan nilai yang telah ditentukan dan kebijakan penilaian
tersebut merupakan kebijakan guru sebagai pengelola proses
belajar. Dengan patokan nilai tersebut maka akan tercermin
prestasi siswa yang baik maupun yang kurang baik.
4) Lingkungan Sosial Siswa
Lingkungan menjadi faktor ekstern bagi prestasi belajar
siswa, karena dengan adanya lingkungan yang baik dan sehat
sangat mempengaruhi jiwa maupun fisik siswa. Dari keadaan
jiwa dan fisik yang baik maka prestasi belajar yang dimiliki
siswa akan berpengaruh baik pula.
5) Kurikulum Sekolah
Program pembelajaran disekolahan mendasarkan diri pada
suatu kurikulum. Kurikulum sekolah berisi tentang tujuan
pendidikan, isi pendidikan, kegiatan belajar-mengajar, dan
evaluasi.
Kurikulum
masyarakat.
disusun
berdasarkan
Seiring dengan
tuntutan
perkembangan
kemajuan
zaman
dan
tehnologi kurikulum pendidikan juga mengalami perubahan
dan
berganti-ganti.
Perubahan
kurikulum
ini
dapat
menimbulkan masalah bagi guru dan siswa. Karena tujuan
yang akan dicapai mungkin berubah, isi pendidikan berubah,
kegiatan belajar-mengajar berubah dan evaluasi pun berubah.
22
Segala pemasalahan tersebut dapat berpengaruh pada hasil
belajar siswa, bagi siswa yang mudah menerima pergantian
mungkin tidak akan mengalami kesulitan belajar, tapi bagi
siswa yang kurang mampu menerima pergantian akan menjadi
bingung dan berimbas pada prestasi yang ia miliki.
3. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar
Agar prestasi yang dimiliki siswa dapat meningkat dan memiliki
nilai yang maksimal maka terdapat berbagai cara atau upaya yang
dapat dilakukan, diantaranya yaitu:
a. Siswa harus mendengarkan penjelasan guru dengan baik
b. Siswa tidak malu bertanya tentang segala sesuatu yang belum
mereka pahami, baik diwaktu belajar disekolahan bersama guru
atau belajar dirumah bersama orangtua
c. Siswa harus aktif dan kreatif didalam kelas untuk menggali dan
memahami pengetahuannya
d. Siswa harus selalu giat belajar baik disekolah maupun dirumah
e. Mengikuti belajar diluar jam sekolah, seperti les
f. Istirahat yang cukup dan memakan makanan yang sehat
B. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
1. Pengertian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang berhubungan
dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis, tersusun
23
secara teratur, berlaku secara umum, berupa kumpulan hasil observasi
dan eksperimen. Dengan demikian sains tidak hanya sebagai kumpulan
tentang benda atau makhluk hidup, tetapi tentang cara kerja, cara
berpikir dan cara memecahkan masalah. (Djumhana,2009:2)
Dari pengertian tersebut mata pelajaran IPA berupaya untuk
membangkitkan manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan
pemahaman tentang alam dan seisinya sehingga mereka dapat
menemukan berbagai macam rahasia alam seperti mengetahui sebabsebab bencana alam, berbagai macam tumbuhan dan hewan yang ada
didunia, serta bermacam-macam pengetahuan lain yang berhubungan
dengan alam.
2. Tujuan Pengajaran IPA
Menurut Departemen Agama (2002 :254) tujuan IPA adalah:
a. Memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan
kehidupan sehari-hari.
b. Memiliki
ketrampilan-ketrampilan
proses
untuk
mengembangkan pengetahuan, gagasan tentang alam sekitar.
c. Mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari bendabenda serta kejadian dilingkungan sekitar.
d. Bersikap ingin tahu, terbuka, kritis, mawas diri, bertanggung
jawab, bekerjasama dan mandiri.
24
e. Mampu menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan
gejala-gejala alam dan memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari.
f. Mampu menggunakan terknologi sederhana yang berguna untuk
memecahkan suatu masalah yang ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari.
g. Mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar
sehingga menyadari kesadaran Tuhan Yang Maha Esa.
3. Ruang Lingkup IPA
Menurut Departemen Agama (2002 :254) ruang lingkup IPA
adalah sebagai berikut:
a. Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yaitu manusia,
hewan, tumbuhan dan interaksinya.
b. Materi, sifat-sifat, dan kegunaannya meliputi: udara, air, tanah
dan batuan.
c. Listrik dan magnet, energi dan panas, gaya dan pesawat
sederhana, cahaya dan bunyi, tata surya, bumi dan bendabenda langit lainnya.
d. Kesehatan, makanan, penyakit dan pecegahannya.
e. Sumber
daya
alam,
pelestariannya.
25
kegunaan,
pemeliharaan
dan
4. Fungsi Mata Pelajaran IPA
Mata pelajaran IPA berfungsi untuk:
a. Memberikan pengetahuan tentang berbagai jenis dan perangai
lingkungan alam dan lingkungan buatan dalam kaitannya
dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
b. Mengembangkan keterampilan proses.
c. Mengembangkan wawasan, sikap dan nilai yang berguna bagi
siswa untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.
d. Mengembangkan
kesadaran
tentang
adanya
hubungan
keterkaitan yang saling mempengaruhi antara kemajun IPA
dan teknologi dengan keadaan lingkungan dan pemanfaatannya
bagi kehidupan sehari-hari.
e. Mengembangkan
kemampuan
untuk
menerapkan
ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta keterampilan yang
berguna
dalam
kehidupan
sehari-hari
maupun
untuk
melanjutkan pendidikannya ke tingkat pendidikan yang lebih
tinggi.
5. Materi IPA Kelas V
a. Fungsi organ tubuh manusia dan hewan
1) Organ pernapasan manusia
2) Organ pernapasan hewan
3) Alat pencernaan pada manusia
26
4) Alat peredaran darah manusia
b. Tumbuhan
1) Cara tumbuhan hijau membuat makanan
2) Manusia dan hewan bergantung pada tumbuhan hijau
c. Penyesuaian Makhluk hidup dengan lingkungannya
1) Penyesuaian hewan dengan lingkungannya
2) Penyesuaian tumbuhan dengan lingkungannya
d. Benda dan sifatnya
1) Sifat benda
2) Perubahan benda
3) Perubahan wujud benda
e. Gaya, gerak dan energi
1) Hubungan gaya, gerak dan energi
2) Macam-macam gaya
f. Pesawat sederhana
1) Pengertian pesawat sederhana
2) Jenis-jenis pesawat sederhana
3) Memilih pesawat sederhana yang sesuai dengan pekerjaan
g. Cahaya dan sifat-sifatnya
1) Cahaya dan sifat-sifatnya
2) Penerapan sifat-sifat cahaya
3) Merancang sebuah karya berdasarkan sifat-sifat cahaya
27
h. Tanah dan struktur lapisan bumi
1) Batuan pembentuk tanah
2) Pelapukan batuan pembentuk tanah
3) Susunan dan jenis-jenis tanah
4) Struktur bumi
i. Daur air dan peristiwa alam
1) Daur air
2) Peristiwa alam di indonesia
3) Dampak kegiatan manusia terhadap permukaan bumi
6. Organ Tubuh Manusia dan Hewan
a. Organ pernapasan manusia
Bernapas adalah Proses pengambilan oksigen dari udara bebas
dan pembuangan karbondioksida serta uap air.
Adapun alat-alat pernapasan manusia terdiri dari:
1) Hidung
Hidung
merupakan
tempat
keluar
masuknya
udara
pernapasan. Udara masuk melalui lubang hidung menuju
rongga hidung. Didalam rongga hidung terdapat rambut hidung
dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang
masuk agar bebas dari debu dan kuman.
2) Tenggorokan
28
Udara pernapasan dari hidung turun ke tenggorokan. Pada
tenggorokan
terdapat
bulu-bulu
halus
yang
berfungsi
menyaring udara dari kotoran yang masih dapat lolos ke
tenggorokan. Ujung tenggorokan bercabang menjadi dua
bagian yang disebut bronkus.
3) Paru-paru
Paru-paru terdapat didalam rongga dada diatas diafragma.
Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kiri yang terdiri atas
dua gelambir dan paru-paru kanan yang terdiri dari tiga
gelambir.
Proses pernapasan diatur oleh otot diafragma dan otot diantara
tulang rusuk.
Pada saat menarik napas otot diafragma mengerut. Akibatnya
diafragma mendatar, rongga dada membesar, dan udara masuk
paru-paru. Selain itu, paru-paru dapat pula terisi udara dengan
mengerutnya otot antar tulang rusuk. Otot antar tulang rusuk yang
mengerut menyebabkan rongga dada membesar dan udara masuk
ke dalam paru-paru. Proses masuknya udara pernapasan ke dalam
paru-paru disebut inspirasi
Pada saat penghembusan napas, otot difragma dan otot antar
tulang rusuk mengendur. Akibatnya, rongga dada mengecil dan
29
paru-paru mengempis sehingga karbondiksida dalam paru-paru
terdorong keluar. Proses tersebut merupakan proses ekspirasi.
Masuk dan keluarnya udara pernapasan yang disebabkan oleh
naik dan turunnya tulang rusuk disebut dengan pernapasan dada.
Adapun masuk dan keluarnya udara pernapasan karena mendatar
dan melengkungnya diafragma disebut pernapasan perut.
b. Organ pernapasan hewan
Organ pernapasan pada hewan, antara lain sebagai berikut:
1) Burung
Burung bernapas dengan paru-paru. Selain paru-paru,
pernapasan pada burung juga dibantu oleh pundi-pundi
(kantong) udara. Burung bernapas dengan cara mengalirkan
udara yang ada dalam pundi-pundi udara melalui gerakan
sayapnya. Gerakan kedua sayap inilah yang menyebabkan
pundi-pundi udara mengembang dan mengempis sehingga
udara dapat masuk ke dalam paru-paru.
2) Ikan
Ikan bernapas dengan menggunakan insang. Insang terdiri
dari gerigi, lengkung dan lembar insang. Kotoran yang masuk
bersama air akan disaring oleh rigi-rigi. Ketika ikan bernapas
didalam air, mulutnya terbuka dan air masuk ke dalam rongga
mulut. Pada saat bersamaan selaput insang tertutup sehingga
30
tekanan didalam mulut ikan menjadi rendah dan air akan
masuk. Pada lembar insang terjadi pertukaran oksigen yang
larut dalam air dan karbondioksida dari dalam tubuh ikan.
Oksigen yang terkandung dalam air akan diikat oleh kapiler
darah.
Ikan memiliki gelembung renang. Gelembung renang itu
berguna untuk menyimpan oksigen dan mengatur gerak naik
turun. Ikan yang hidup ditempat yang kurang air mempunyai
lipatan-lipatan insang yang disebut dengan labirin.
3) Serangga
Serangga bernapas dengan menggunakan trakhea. Trakhea
merupakan pembuluh-pembuluh yang halus yang bercabang
dan bercabang keseluruh tubuh. Pada ujung pembuluh terdapat
lubang-lubang pernapasan yang disebut stigma. Stigma terletak
disepanjang kedua sisi tubuh serangga dan berfungsi sebagai
jalan keluar dan masuknya udara.
4) Cacing
Cacing bernapas dengan permukaan kulitnya, udara akan
masuk kedalam tubuh melalui permukaan kulit yang lembab.
Kulit yang lembab selain mempermudah masuknya oksigen ke
dalam tubuh, juga mempermudah keluarnya karbondioksida
yang merupakan zat sisa dari pernapasan.
31
c. Alat pencernaan makanan pada manusia
Pencernaan adalah proses melumatkan makanan yang
semula kasar menjadi halus. Alat pencernaan pada tubuh manusia
adalah:
1) Mulut
Makanan masuk kedalam tubuh melalui mulut. Didalam
rongga mulut terdapat:
a) Gigi
Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan yang
masuk dalam rongga mulut. Berdasarkan bentuk dan
fungsinya gigi dibedakan menjadi tiga yaitu:
(1) Gigi seri untuk memotong makana
(2) Gigi taring untuk mengoyak makana
(3) Gigi geraham untuk mengunyah makanan
b) Lidah
Lidah memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebgai
berikut:
(1) Mengatur letak makanan saat dikunyah
(2) Membantu menelan makanan
(3) Mengecap rasa makanan
c) Air liur
32
Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan
dibasahi oleh air liur. Makanan menjadi licin dan mudah
ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau
amilase. Enzim emilase berfungsi untuk mencerna zat
tepung secara kimia menjadi zat gula.
Air liur dihasilkan oleh kelenjar liur. Penglihatan,
bau,
atau
bahkan
pikiran
tentang
makanan
dapat
merangsang kelenjar liur menghasilkan air liur.
2) Kerongkongan
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga
mulut dan lambung. Kerongkongan terdiri atas otot yang lentur.
Makanan yang berada didalam kerongkongan akan didorong
oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan ini
disebut gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik dilakukan oleh
dinding kerongkongan. Gerakan ini berkontraksi secara
bergelombang seperti meremas-remas. Selain lambung dan
kerongkongan, usus juga memiliki gerak peristaltik.
3) Lambung
Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk
seperti kantong yang dapat membesar jika terisi makanan.
Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini
berguna
untuk mengaduk makanan yang berasal
33
dari
kerongkongan. Dinding lambung menghasilkan asam klorida
HCI (asam lambung) yang berguna untuk membunuh kumankuman yang masuk bersama makanan.
Didalam lambung terdapat:
a) Enzim pepsin, berguna untuk mengubah protein menjadi
asam amino
b) Enzim renin, berfungsi untuk mengendapkan protein susu
menjadi kasein
4) Usus halus
Setelah melalui pencernaan dilambung, makanan masuk
kedalam usus halus. Usus halus terdiri atas tiga bagian yaitu
usus dua belas jari, usus kosong dan usus penyerap.
Didalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara
kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu, dan
getah prankeas, getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah
empedu berfungsi untuk mencerna lemak.
Beberapa enzim yang dihasilkan oleh getah prankeas:
a) Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi
gula
b) Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam
amino
34
c) Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam
lemak
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di
usus kosong. Setelah hancur dan lumat, makanan menjadi usus
penyerap.
5) Usus besar
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus
besar terdiri dari usus besar naik, usus besar melintang, dan
usus besar turun. Didalam usus besar terjadi penyerapan air dan
garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibungkus
oleh
bakteri
pembungkus
didalam
usus
besar.
Hasil
pembungkus berupa bahan padat, cair, dan gas. Gas
dikeluarkan melalui kentut.
6) Anus
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar
yang disebut anus. Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan
melalui anus. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan
sebagai tinja dan gas dikeluarkan berupa kentut.
Sisa pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring
dalam ginjal. Cairan yang tidak berguna dikeluarkan melalui
lubang kemih berupa air seni.
d. Alat peredaran darah pada manusia
35
Alat peredaran darah pada manusia terdiri dari:
1) Jantung
Jantung terletak diantara rongga dada sebelah kiri ukuran
jantung kira-kira sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung
tersusun atas kumpulan otot yang sangat kuat dan disebut
miokardia. Jantung terdiri atas 4 ruang yaitu serambi kanan,
serambi kiri, bilik kanan dan bilik kiri.
Antara serambi dan bilik dibatasi oleh katup (klep). Katup
ini mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak
oksigen dan karbondioksida. Jantung berfungsi memompa
darah. Jantung memompa darah dengan cara menguncup
(berkontraksi) dan mengembang (berelaksi).
2) Pembuluh darah
Pembuluh merupakan saluran tempat mengalirnya darah
dari jantung keseluruh tubuh maupun sebaliknya. Ada dua
macam pembuluh darah yaitu:
a) Pembuluh nadi (arteri), yaitu pembuluh yang membawa
darah
kaya
oksigen
keluar
jantung,
kecuali
arteri
pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah kaya
karbondioksida dari jantung menuju paru-paru. Pembuluh
nadi yang paling besar disebut aorta.
36
b) Pembuluh balik, yaitu pembuluh darah yang membawa
darah kaya karbondioksida dari seluruh tubuh menuju
jantung, kecuali vena
pulmonalis. Vena pulnomalis
membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju
jantung.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabang-cabang.
Ujung cabang pembuluh yang terkecil disebut kapiler. Antar
pembuluh nadi dan pembuluh balik terdapat perbedaanperbedaan pokok yaitu sebagai berikut:
a) Pembuluh nadi
(1) Denyut terasa
(2) Umumnya terletak dibagian dalam tubuh
(3) Dinding tebal, kuat dan elastis
(4) Tekanan darahnya tinggi
(5) Darah mengalir cepat
(6) Membawa darah yang mengandung banyak oksigen
kecuali arteri pulmonalis
b) Pembuluh balik
(1) Denyut tidak terasa
(2) Terletak di permukaan tubuh
(3) Dindingnya tipis dan tidak elastis
(4) Tekanan darahnya rendah
37
(5) Darah mengalir lambat
(6) Membawa
darah
yang
mengandung
banyak
karbondioksida kecuali vena pulmonalis
C. Metode Cooperative Learning
1. Pengertian Metode Cooperative Learning
a. Menurut Masitoh dan Dewi (2009:232) kooperatif learning adalah
strategi pembelajaran yang didalamnya mengkondisikan para
siswa untuk bekerja bersama-sama didalam kelompok-kelompok
kecil untuk membantu satu sama lain dalam belajar.
b. Menurut Suprijono (2011:54) Metode belajar kelompok atau yang
lebih dikenal dengan Kooperatif Learning adalah semua jenis kerja
kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru
atau diarahkan oleh guru.
c. Menurut Rusman (2009:202) pembelajaran kooperatif merupakan
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam
kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya
terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok
yang bersifat heterogen.
Melalui kooperatif learning, siswa bukan hanya belajar dan
menerima apa yang disajikan oleh guru dalam proses belajarmengajar, tetapi mereka juga dapat belajar dari siswa lainnya, serta
mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain. Selain
38
itu, siswa juga dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang
relatif sama atau sejajar. Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan
berkembang suasana belajar yang terbuka, karena pada saat itu akan
terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling
membutuhkan.
Dalam metode kooperatif guru tidak hanya berperan sebagai
narasumber tetapi sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan
penghubung kearah pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan
siswa sendiri.
Djumhana (2009:92) Terdapat beberapa karakteristik dalam
pembelajaran kooperatif, antara lain:
a. Setiap individu mempunyai rasa tanggung jawab untuk
menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
kelompok agar hasil belajar menjadi lebih baik (Positive
interdependence)
b. Setiap anggota kelompok harus saling membelajarkan dan
mendorong agar tujuan dan tugas yang diberikan kepada
kelompok dapat dipahami oleh anggota kelompok (Face to face
promotive interaction)
c. Setiap individu dalam kelompok berlatih untuk dapat
dipercaya, mempunyai jiwa kepemimpinan, dapat mengambil
keputusan, mampu berkomunikasi dan memiliki keterampilan
39
untuk mengatur konflik yang terjadi dalam kelompok
(Appropriate use of colaborative skills)
d. Setiap anggota kelompok harus dapat mengatur keberhasilan
kelompok, secara berkala mengevaluasi kelompok, serta
mengidentifikasi perubahan yang akan dilakukan kelompok
agar menjadi lebih efektif (Group processing)
Nurulhayati (2002:25-28) dalam buku Rusman (2011:204)
mengemukakan lima unsur dasar cooperative learning, yaitu:
a. Ketergantungan yang positif
Ketergantungan yang positif adalah suatu bentuk kerja
sama yang sangat erat kaitan antara anggota kelompok.
Kerjasama ini dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Siswa benarbenar mengerti bahwa kesuksesan kelompok tergantung pada
kesuksesan anggotanya.
b. Pertanggungjawaban individual
Maksudnya adalah kelompok tergantung pada cara belajar
perseorangan seluruh anggota kelompok. Pertanggungjawaban
memfokuskan aktifitas kelompok dalam menjelaskan konsep
pada satu orang dan memastikan bahwa setiap orang dalam
kelompok siap menghadapi aktivitas lain dimana siswa harus
menerima tanpa pertolongan anggota kelompok.
c. Kemampuan bersosialisasi
40
Kemampuan bersosialisasi adalah sebuah kemampuan
bekerjasama yang biasa digunakan dalam aktivitas kelompok.
Kelompok tidak berfungsi secara efektif apabila siswa tidak
memiliki kemampuan bersosialisasi yang dibutuhkan.
d. Tatap muka
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk bertemu muka
dan berdiskusi dengan anggotanya. Kegiatan ini akan memberi
keuntungan dan mempermudah siswa dalam kelompok.
e. Evaluasi proses kelompok
Evaluasi dilakukan oleh guru untuk mengetahui hasil yang
telah diperoleh dan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang
diharapkan.
2. Langkah-langkah Metode Cooperative Learning
Menurut Rusman (2011:211) terdapat enam langkah utama dalam
cooperative learning, yaitu:
a. Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa
Pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pelajaran yang
akan dicapai pada kegiatan pelajaran dan menekankan
pentingnya topik yang akan dipelajari dan memotivasi siswa
belajar
b. Menyajikan informasi
41
Tahap ini merupakan tahapan penyampaian pokok-pokok
materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok.
Tujuan utama tahap ini adalah pemahaman siswa terhadap
pokok materi pelajaran
c. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok
belajar
Guru membuat kelompok siswa berdasarkan pencampuran
antara siswa yang berprestasi tinggi dengan yang rendah. Agar
dalam lingkungan kelompok siswa dapat saling melengkapi
dan dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa
d. Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok pada saat mereka belajar dan
mengerjakan tugas
e. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dalam penggabungan kemampuan
individu dan kemampuan pada kelompok. Penilaian dilakukan
dalam bentuk tes maupun kuis
f. Memberikan penghargaan
Dengan memberikan penghargaan maka terjadilah proses
pengakuan terhadap team atau kelompok yang dianggap paling
menonjol. Sehingga kepercayaan diri dapat timbul pada diri
siswa
dan
memotivasi
42
siswa
lain
untuk
berprestasi.
Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk nilai, pujian atau
hadiah.
3. Macam-Macam Metode Cooperative Learning
Ada beberapa variasi jenis metode cooperative learning antaralain
yaitu:
a. Student Teams Achievement Division (STAD)
Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan temantemannya di Universitas John Hopkin. Menurut Slavin (2007)
dalam buku Rusman (2011:213) STAD merupakan variasi
pembelajaran kooperatif yang palig banyak diteliti. Model telah
digunakan dalam penyampaian mata pelajaran matematika, IPA,
IPS, bahasa inggris dan banyak subjek lainnya.
Dalam STAD, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
kemudian guru memberikan suatu pelajaran dan siswa didalam
kelompok memastikan bahwa setiap anggota kelompok telah
menguasai materi tersebut. Kemudian guru memberikan kuis
perseorangan dan pada saat itu siswa tidak boleh saling membantu.
Nilai-nilai hasil kuis siswa diperbandingkan dengan nilai rata-rata
mereka sebelumnya. Nilai-nilai ini kemudian dijumlah untuk
mendapat nilai kelompok dan kelompok yang dapat mencapai
kriteria tertentu bisa mendapat sertifikat atau hadiah.
43
b. Jigsaw
Model ini dikembangkan dan diujicoba oleh Elliot Aronson
dan
teman-temannya
di
Universitas
Texas.
Pembelajaran
kooperatif model jigsaw ini mengambil pola cara bekerja sebuah
gergaji (zigzag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar
dengan cara bekerjasama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan
bersama.
c. Investigasi Kelompok (Group Investigation)
GI dikembangkan oleh Shlomo Sharan dan Yael Sharan di
Universitas Tel Aviv, Israel. Teknik kooperatif GI adalah
kelompok dibentuk oleh siswa sendiri dengan tiap kelompok
memiliki kebebasan untuk memilih subtopik dari keseluruhan unit
materi (pokok bahasan) yang akan diajarkan, kemudian membuat
hasil kelompok. Selanjutnya setiap kelompok mempresentasikan
laporannya kepada seluruh kelas, untuk berbagi dan saling tukar
informasi yang mereka peroleh.
d. Make a Match (Membuat Pasangan)
Make a match merupakan salah satu jenis dari metode
kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994).
Salah satu keunggulan metode ini adalah siswa mencari pasangan
sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana
yang menyenangkan. (Rusman,2011:223)
44
Penerapan metode ini dimulai dengan mempersiapkan
kartu-kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban. Setelah itu guru
membagi siswa menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah
kelompok pembawa kartu pertanyaan, kelompok kedua merupakan
kelompok pembawa kartu jawaban, dan kelompok ketiga adalah
kelompok penilai. (Suprijono, 2011:95)
Kemudian guru meminta kelompok pertanyaan dan
jawaban
untuk
menemukan
pasangannya,
setelah
mereka
menemukan pasangannya mereka menunjukkan jawabannya
kepada kelompok penilai. Kemudian mendiskusikan ketepatan
jawabannya dan mengonfirmasikan hal-hal yang telah mereka
lakukan yaitu memasangkan pertanyaan dan jawaban dan
melaksanakan penilaian.
e. Model TGT (Team Games Tournaments)
Menurut Saco (2006) dalam buku Rusman (2011:224),
dalam TGT siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota
tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing.
Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis dan pertanyaanpertanyaan seputar materi.
f. Model Struktural
Terdapat enam komponen utama di dalam tipe pendekatan
struktural, yaitu struktur dan konstruk yang berkaitan, prinsip45
prinsip dasar, pembentukan kelompok dan pembentukan kelas,
kelompok, tata kelola, serta keterampilan sosial.
g. Think-Pair-Share
“Thinking”,
pembelajaran
ini
diawali
dengan
guru
mengajukan pertanyaan atau isu yang terkait dengan pelajaran
untuk dipikirkan oleh peserta didik. (Suprijono, 2011 : 91)
Selanjutnya, “Pairing”, pada tahap ini guru meminta
peserta didik untuk berpasang-pasangan. (Suprijono, 2011:91)
Dengan pasangannya siswa diminta untuk saling berdiskusi tentang
topik atau permasalahan yang harus diselesaikan sehingga lebih
bermakna.
Setelah berdiskusi, kelompok-kelompok atau pasanganpasangan tersebut memaparkan hasil kelompok mereka yang lebih
dikenal dengan “Sharing”. (Suprijono, 2011: 91) Dalam hal ini
diupayakan terjadinya proses tanya jawab sehingga peserta didik
dapat menemukan pengetahuan yang telah dipelajarinya.
h. Numbered Heads Together
Metode ini diawali dengan Numbering. Guru membagi
siswa menjadi beberapa kelompok kecil, dan memberi masingmasing anggota nomor. Kemudian guru memberikan pertanyaanpertanyaan kepada tiap-tiap kelompok, guru memberi kesempatan
kepada tiap-tiap kelompok untuk menyatukan kepalanya “Head
46
Together”
berdiskusi
menemukan
jawabannya.
(Suprijono,
2011:92)
Langkah berikutnya adalah guru memanggil peserta didik
yang memiliki nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok. Mereka
diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan sampai nomor yang
sama dari masing-masing kelompok mendapatkan giliran untuk
menjawab pertanyaan. Berdasarkan jawaban tersebut guru dapat
mengembangkan hasil diskusi dan jawaban dari pertanyaan
tersebut merupakan pengetahuan bagi siswa.
i. Two Stay Tow Stay
Dalam metode ini siswa dibagi menjadi kelompokkelompok. Kemudian guru memberikan tugas untuk didiskusikan
jawabannya oleh tiap-tiap kelompok.
Setelah diskusi intra kelompok usai, dua orang dari masingmasing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu
kekelompok lain. Anggota kelompok yang tidak mendapat tugas
memiliki kewajiban menerima tamu dari kelompok lain. Tugas
mereka adalah menyajikan hasil kerja kelompoknya kepada tamu.
Dua orang yang bertugas sebagai tamu diwajibkan bertamu kepada
semua kelompok. Setelah mereka menunaikan tugasnya, mereka
kembali ke kelompoknya masing-masing. (Suprijono, 2011:94)
Setelah kembali kekelompok asal, peserta didik yang
bertamu dan menerima tamu mencocokkan dan membahas hasil
kerja yang telah mereka lakukan.
j. Listening Team
Metode ini diawali dengan pemaparan materi pembelajaran
oleh guru, kemudian siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok
pertama merupakan kelompok penanya, kelompok kedua dan
ketiga adalah kelompok penjawab. Diantara kelompok kedua dan
47
ketiga memiliki perspektif yang berbeda. Dengan perbedaan
tersebut diupayakan akan memunculkan diskusi dan tanya jawab
yang aktif sehingga mereka dapat menemukan pengetahuan
struktural. Kelompok ke empat adalah kelompok yang bertugas
mereview dan membuat kesimpulan dari hasil diskusi.
k. The Power of Two
Metode
ini
diawali
dengan
pemberian
pertanyaan-
pertanyaan. Guru meminta setiap siswa untuk menjawab
pertanyaan tersebut, kemudian guru meminta siswa untuk mencari
pasangan kelompok mereka. Setelah berpasangan mereka saling
menjelaskan
jawaban
masing-masing.
Kemudian
mereka
menyusun kembali jawaban yang telah disepakati. Setelah itu
pasangan tersebut akan membandingkan jawaban mereka dengan
pasangan lainnya. Diakhir pelajaran buatlah rumusan-rumusan
rangkuman sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan.
(Suprijono, 2011:101)
4. Manfaat Metode Cooperative learning
Adapun manfaat cooperative learning adalah:
a. Meningkatkan minat belajar yang dimiliki siswa
b. Dalam belajar, perbincangan antar kelompok mempermudah
kenyataan dan teori-teori dilihat dari keseluruhannya
c. Dengan belajar kelompok, siswa belajar bertanggungjawab,
menerima kritik dan masukan, belajar berkomunikasi dan menjalin
keakraban kepada teman
d. Mempermudah belajar dan penyampaian materi yang banyak
sedangkan waktu terbatas
e. Mendorong siswa menyumbangkan bukti pikirannya untuk
memecahkan masalah bersama (Bona, 2005:50)
5. Kelebihan-kelebihan Metode Cooperative learning
48
Menurut Masitoh dan dewi (2009:248) kelebihan metode
cooperative learning adalah sebagai berikut:
a. Siswa berkelompok sambil belajar mengenai suatu konsep atau
topik dalam suasana yang menyenangkan
b. Optimalisasi partisipasi siswa
c. Adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk
berbagi dengan pasangan dengan sesama siswa dalam suasana
gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk
mengolah
informasi
dan
meningkatkan
keterampilan
berkomunikasi
d. Adanya stuktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk berbagi
dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur
e. Meningkatkan penerimaan
f. Meningkatkan hubungan positif
g. Motivasi Intrinsik makin besar
h. Percaya diri yang tinggi
i. Perilaku dalam tugas lebih
j. Sikap yang baik terhadap guru dan sekolah
k. Siswa beranggungjawab dengan belajar
6. Kelemahan-kelemahan Metode Cooperative Learning
Adapun kelemahan metode ini adalah:
a. Siswa yang pandai akan cenderung mendominasi sehingga dapat
menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang lemah
b. Dapat terjadi siswa yang sekedar menyalin pekerjaan siswa yang
pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai
c. Pengelompokan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang
berbeda-beda serta membutuhkan waktu khusus. (Masitoh dan
dewi, 2009:249)
49
D. Kaitan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Cooperative Learning
Ilmu Pengetahuan Alam memiliki materi yang melibatkan siswa
secara aktif serta berhubungan langsung dengan alam sekitar. IPA juga
memiliki materi yang sangat luas yang melibatkan alam sekitar siswa.
Dalam kaitan memahami materi IPA yang begitu luas guru harus
menggunakan metode pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat dan
keaktifan siswa dalam belajar IPA. Salah satu metode yang dapat
digunakan adalah dengan menggunakan metode Kooperatif Learning.
Adapun pentingnya metode Kooperatif dalam pembelajaran IPA
adalah sebagai berikut:
a. Dengan menggunakan metode cooperative Learning siswa dapat
belajar bersama teman, saling tukar pikiran, serta dapat memecahkan
permasalahan secara bersama-sama
b. Dengan
menggunakan
metode
cooperative
learning
dapat
mengembangkan keterampilan sosial siswa
c. Dengan menggunakan metode cooperative learning siswa tidak hanya
mendapatkan pemahaman materi dari guru tetapi juga dari teman
sekelompoknya
d. Dengan
menggunakan
metode
cooperative
learning
dapat
menumbuhkan pendidikan karakter tentang tanggungjawab terhadap
apa yang telah ditugaskan kepadanya.
e. Dengan menggunakan metode cooperative learning siswa akan lebih
aktif untuk mencari dan menggali pemahamannya tentang materi
f. Dengan
menggunakan
metode
cooperative
menumbuhkan motivasi dan minat belajar siswa
50
learning
dapat
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Setting (Tempat Dan Waktu) Penelitian
1. Gambaran Umum Madrasah
Penelitian ini dilakukan didesa Kertosari, tepatnya di MI NU 39
Kertosari Singorojo Kendal. Dengan gambaran umum sebagai berikut:
a. Tinjauan Geografis
Ditinjau dari letak geografisnya MI NU 39 Kertosari, Singorojo
Kendal berada di wilayah pedesaan dan terletak pada daerah dataran
tinggi, di mana keadaan udaranya masih segar dan sejuk, belum
banyak tercemar dengan polusi udara. Wilayah ini juga masih nyaman,
indah dengan lingkungan yang asri dan relatif bersih. Dari kondisi
seperti ini dapat menambah kenyamanan dan konsentrasi dalam
kegiatan belajar mengajar. Ini menjadi salah satu pendukung
berhasilnya kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah.
MI NU 39 Kertosari Singorojo Kendal terletak di 14 km dari arah
Utara Kecamatan Singorojo, dan terletak di 20 km dari arah selatan
kabupaten Kendal, disebelah timur -+ 27 km dari arah kota madya
Semarang yang merupakan Propinsi Jawa Tengah. Dan di desa
Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal berdiri Madrasah
Ibtidaiyah (MI) Nahdlotul ulama’ (NU) 39 ditengah dukuh dari desa
51
Kertosari sehingga dari letak geografis tersebut keberadaannya sangat
strategis diakses dari arah dukuh manapun.
b. Struktur Organisasi Sekolah
Struktur organisasi yang ada di MI NU 39 Kertosari Singorojo
Kendal Adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Struktur Organisasi Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
Nama
Muh sinin, S.Pd.I
Muchlasin, S.Pd.I
Farida Asmawati, S.Pd.I
Irwaningdyah, S.Pd.I
Eni Ismawati
Istighosah, S.Pd.I
Juwanto
Nur Khasan, A.Ma
Eka Setianingsih, S.Pd.I
Khikmatul Ulfa, S.pd.I
A. Tumasrohan, A.Ma
Muchlasin, S.Pd.I
Muh Sinin, S.Pd.I
Ahmad Rosyidin
Eni Ismawati
Khikmatul Ulfa, S.Pd.I
Jabatan
Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah
Wali Kelas I
Wali Kelas II A
Wali Kelas II B
Wali Kelas III A
Wali Kelas III B
Wali Kelas IV
Wali Kelas V A
Wali Kelas V B
Wali Kelas VI A
Wali Kelas VI B
Guru Kelas
Guru Kelas
Bendahara
TU
Struktur organisasi sekolah membantu melancarkan proses
pembelajaran serta tata tertib rapinya administrasi sekolah yang sesuai
dengan kemampuan dan tugas bagi guru-guru MI NU 39 Kertosari.
c. Profil Sekolah
Agar lebih jelas masalah status MI NU 39 Kertosari Singorojo
Kendal, peneliti sajikan data profil sekolah sebagai berikut
Tabel 3.2 Profil MI NU 39 Kertosari
Profil Sekolah
Identitas Sekolah
Nama Sekolah
NIS
NSS
Provinsi
Otonomi
Kecamatan
Desa
MI NU 39 Kertosari
111233240028
130261670612001
Jawa Tengah
Kendal
Singorojo
Kertosari
Bersambung…
52
Sambungan….
Alamat
Kode Pos
Daerah
Status Sekolah
Kelompok Sekolah
Akreditasi
SK
Jalan iman no.31 Brayo Barat
51382
Pedesaan
Swasta
Filial
B. th 2006 – A. th 2010
No:KW.11.4/4PP.D 32/623.24. 11/
06 TGL 27 Februari 2006
Pagi
Milik Sendiri
+ 14 km
+ 27 km
Desa
Pemerintahan
KBM
Bangunan Sekolah
Jarak ke Pusat Kecamatan
Jarak ke Pusat Otoda
Terletak pada Lintasan
Organisasi Penyelenggara
d. Visi Misi dan Strategi MI NU 39 Kertosari Singorojo Kendal
1) Visi
Cerdas, Trampil, berakhlakul karimah dan berlandaskan imtaq
2) Misi
a) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif
sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai
dengan potensi yang dimiliki.
b) Menumbuhkan semangat budaya mutu dan disiplin kepada
seluruh warga sekolah secara intensif
c) Mendorong dan membantu siswa untuk mengenali potensi
dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara optimal
d) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang di
anut dan juga budaya bangsa, sehingga menjadi sumber
kearifan dalam bertindak .
e) Melaksanakan penataan lingkungan sekolah secara intensif
53
f) Menerapkan
managemen
partisipatif
dengan
melibatkan
seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait
dengan sekolah.
3) Tujuan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlotul ulama’ (NU)
39
Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal adalah sebagai
berikut:
a) Mempersiapkan peserta didik yang berkelakuan islami dengan
faham ahlussunah wal jama’ah dalam keseharian.
b) Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkompetensi
secara akademik, olah raga, keterampilan dan budaya ditingkat
kabupaten, propinsi atau nasional dengan tetap menjunjung
tinggi akhlakul karimah
c) Mempersiapkan peserta didik yang mandiri dan berguna bagi
nusa, bangsa dan agama.
e. Keadaan Guru dan Siswa
1) Keadaan Guru dan Karyawan
Tabel 3. 3 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
No.
Keterangan
Jumlah
P
L
Pendidik
1.
Guru PNS Tetap
2
Guru Tetap Yayasan
3.
Guru Honorer
4.
Guru Tidak Tetap
Tenaga Kependidikan
5.
Penjaga
6
2
3
2
9
1
1
2
1
54
Jumlah
1
Di MI NU 39 Kertosari terdapat 13 tenaga pendidik yang sudah
memiliki tugas masing-masing dalam kegiatan pembelajaran dan
seorang tenaga kependidikan sebagai penjaga madrasah.
2) Keadaan Siswa
Tabel 3.4 Data Siswa
Tahun Ajaran
I
51
59
35
2011/2012
2012/2013
2013/2014
II
58
49
57
Kelas
III
IV
45
61
48
49
44
46
Jumlah
V
31
58
48
VI
33
29
55
279
292
285
f. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana adalah salah satu faktor yang penting dalam
proses pembelajaran, karena tanpa adanya sarana dan prasarana
kegiatan belajar mengajar tidak akan bisa terlaksana dengan baik dan
sebagai alat untuk menunjang mutu pendidikan, dan kegiatan-kegiatan
siswa yang ada di sekolah.
Sarana Prasarana MI NU 39 Kertosari
Tabel 3.5 Sarana Prasarana Madrasah
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Jenis
Ruang Kelas
Ruang Guru
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Tata Usaha
Ruang Perpustakaan
Ruang Laboratorium
Mushola
WC Guru
WC Siswa
Gudang
Ruang UKS
55
Jumlah
10
1
1
1
1
1
1
2
2
1
1
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu yang diperlukan peneliti untuk
melakukan penelitian. Penelitian survei tempat, kondisi dan keadaan siswa
dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2013. Kondisi Awal dilaksanakan
pada tanggal 30 Agustus 2013, Penelitian siklus I pada tanggal 4
September 2013. Penelitian siklus II pada tanggal 6 September 2013.
B. Data Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari
Pada penelitian ini subyeknya adalah siswa kelas V yang berjumlah 24
orang, terdiri dari 10 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Berikut di
sajikan data siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari Kec.
Singorojo Kab. Kendal
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
Tabel 3.6 Data Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari
Nama
Jenis Kelamin
Riski Maulida
P
Anik Fitriya
P
Malik A. Hikam
L
M. Anifudin
L
Sahrul Ari Wibowo
L
Afifatul Maesaroh
P
A. Zidan Khanafi
L
A. maulana Ahsan
L
Anis Ujiyanti
P
A. Sodik Al Munawar
L
Dina Anifatur Rohmah
P
Fajar Khoirul Sofyan
L
Ela Necha Mariska
P
Isna Ella Rosyida
P
Mukti Alya Sofa
P
M. Dhiya’udin Asyifa
L
M. Fadiyan Hudaya
L
Alfi Jamilatul Laili
P
M. Ulil Wafa
L
Sela Nur Afni
P
Sulistyaningsih
P
Aslih Sya’nana
P
Dina Novita
P
Risca Zulfa Aulia
P
56
C. Deskripsi Penelitian Tindakan
Penelitian ini dilakukan atas empat kegiatan, yaitu perencanaan,
pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dengan rincian sebagai berikut:
1. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I
a. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti membuat suatu rancangan yaitu
menentukan waktu, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP), membuat instrument penelitian, yang berupa lembar observasi
dan soal tes. Pada siklus I ini peneliti mempersiapkan sebuah
rancangan yang dibuat atas hasil dari keadaan kondisi awal (kelemahan
dan kelebihan). Sesuai tujuan bahwa penelitian ini ditujukan untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa, maka peneliti menggunakan salah
satu metode kooperatif learning yaitu metode Teams Game
Tournament karena dianggap sesuai.
b. Pelaksanaan
Pada tahap ini peneliti melaksanakan hal-hal yang telah
dirancang sebelumnya. Melaksanakan RPP yang telah di sesuaikan
dengan tujuan penelitian. Tindakan pelaksanaan ini merupakan
perbaikan, pengembangan dan peningkatan dari kondisi awal. Tahap
ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan keberhasilan dari
keadaan kondisi awal.
57
Untuk
mengetahui
tingkat
keberhasilan
siswa
dalam
pembelajaran digunakan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
yang telah ditentukan oleh guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam, yakni, jika nilai siswa tidak atau belum memenuhi KKM
tersebut, dinyatakan belum tuntas. Sebaliknya, jika nilai siswa sama
atau diatas KKM yang telah ditentukan dinyatakan tuntas.
c. Observasi
Observasi merupakan tahap pengamatan yang di fokuskan
dalam penelitian. Dalam penelitian ini,aspek yang di amati adalah
keaktifan dan motivasi siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
d. Refleksi
Refleksi merupakan tahap evaluasi dan perbaikan kegiatan
yang dilakukan sebelumnya. Pada tahap refleksi dapat diketahui
kelemahan dan kelebihan atas kegiatan yang telah dilakukan,sehingga
dapat menjadi acuan untuk melakukan kegiatan pada siklus II.
2. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II.
Seperti pada siklus sebelumnya, siklus II ini merupakan perbaikan,
pengembangan dan peningkatan pembelajaran yang didasarkan atas hasil
refleksi pada siklus I yang telah dilakukan.
Pada siklus dua ini diperoleh hasil yang menunjukkan peningkatan
yang baik dari siklus sebelumnya. Dan peneliti merasa hasil yang
diperoleh cukup memuaskan, sehingga penelitian hanya dilaksanakan
sampai pada siklus II saja.
58
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Kondisi Awal
Pada tahap ini peneliti hanya mengumpulkan data hasil pembelajaran
yang dilaksanakan oleh Ibu Eka (Kolaborator) sebelumnya yaitu tanpa
menggunakan metode Cooperative Learning. Data tersebut akan disajikan
dalam bentuk tabel dibawah ini:
Tabel 4.1 Prestasi Belajar Siswa Kelas Kondisi Awal
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24
Nama Siswa
Riski Maulida
Anik Fitriya
Malik A. Hikam
M. Anifudin
Sahrul Ari Wibowo
Afifatul Maesaroh
A. Zidan Khanafi
A. maulana Ahsan
Anis Ujiyanti
A. Sodik Al Munawar
Dina Anifatur Rohmah
Fajar Khoirul Sofyan
Ela Necha Mariska
Isna Ella Rosyida
Mukti Alya Sofa
M. Dhiya’udin Asyifa
M. Fadiyan Hudaya
Alfi Jamilatul Laili
M. Ulil Wafa
Sela Nur Afni
Sulistyaningsih
Aslih Sya’nana
Dina Novita
Risca Zulfa Aulia
Nilai
40
40
20
50
90
80
50
60
40
40
80
90
90
80
80
80
60
20
40
60
80
20
40
80
Keterangan
BT
BT
BT
BT
T
T
BT
BT
BT
BT
T
T
T
T
T
T
BT
BT
BT
BT
T
BT
BT
T
Pada tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa pada kondisi awal siswa
yang mendapatkan nilai sama dengan atau diatas nilai KKM adalah 10
59
orang dari seluruh siswa yang berjumlah 24 orang atau jika dipersentase
41,67%. Sedangkan siswa yang mendapatkan nilai kurang dari atau
dibawah KKM adalah 14 orang atau jika dipresentase 58,33%.
Dari perbandingan siswa yang sudah mengalami ketuntasan dan
belum tuntas, Peneliti memperhatikan dan melakukan perbaikan pada
siklus I dengan:
a. Mencoba membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan,
tidak membosankan, dan tidak menjenuhkan dengan menggunakan
metode cooperative learning dalam menyampaikan materi selanjutnya.
b. Mengaktifkan kegiatan pembelajaran, membuat kegiatan belajar
mengajar lebih santai dan tidak terlalu tegang, sehingga siswa akan
merasa tidak tertekan, dengan sendirinya akan mau memperhatikan
pelajaran dan meningkatkan motivasi belajarnya
c. Menerapkan metode cooperative learning guna menunjang tercapainya
peningkatan prestasi belajar yang dimiliki siswa.
2. Siklus 1
Tahapan dan langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai
berikut:
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1) Penyiapan bahan atau materi pelajaran yang akan disampaikan
yaitu materi organ penapasan manusia dan hewan.
60
2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah
dikonsultasikan dengan Ibu Eka. Dengan menggunakan salah satu
metode Cooperative Learning yaitu dengan menggunakan metode
Teams Game Tournament
3) Penyusunan uji hasil belajar siswa dengan bimbingan Ibu Eka.
Evaluasi menggunakan tes tertulis yang mencakup materi organ
pernaapasan manusia dan hewan
b. Pelaksanaan
Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan ini
adalah sebagai berikut:
1) Guru mengucapkan salam.
2) Guru melakukan presensi siswa.
3) Guru melakukan appersepsi.
4) Guru membagikan soal pre test
5) Guru menyampaikan materi organ pernapasan pada manusia dan
hewan
6) Guru memfasilitasi siswa untuk bekerja sama dengan membagi
siswa menjadi beberapa kelompok sesuai pilihan mereka sendiri.
7) Guru menentukan juri
8) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa pada saat dalam kelompok,
siswa harus memiliki karakter bersahabat/komunikatif, toleransi
dan kerja keras.
61
9) Guru memberikan pertanyaan/tebakan/quis kepada kelompokkelompok tersebut
10) Juri menentukan kelompok mana yang terlebih dahulu mengangkat
tangan
11) Setelah pertanyaan habis guru dan siswa menjumlah skor dan
menentukan pemenang. Kelompok yamg kalah dihukum sesuai
kesepakatan bersama.
12) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui poleh
siswa.
13) Guru meluruskan kesalahpahaman jika ada, dan memberikan
penguatan dan penyimpulan
14) Guru membagikan lembar evaluasi materi organ pernapasan
manusia dan hewan dengan waktu yang telah ditentukan
15) Guru meminta siswa mempelajari materi yang akan datang
16) Guru dan siswa berdo’a bersama.
17) Guru mengucapkan salam
Adapun hasil belajar melalui tes tertulis dan hasil kelompok yang
telah diperoleh siswa adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2Prestasi Belajar siswa siklus I
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Nama Siswa
Riski Maulida
Anik Fitriya
Malik A. Hikam
M. Anifudin
Sahrul Ari Wibowo
Afifatul Maesaroh
A. Zidan Khanafi
Bersambung…
62
Pre test
40
60
20
40
40
70
40
Post test
60
90
20
60
50
100
60
Sambungan….
8.
A. maulana Ahsan
9.
Anis Ujiyanti
10. A. Sodik Al Munawar
11. Dina Anifatur Rohmah
12. Fajar Khoirul Sofyan
13. Ela Necha Mariska
14. Isna Ella Rosyida
15. Mukti Alya Sofa
16. M. Dhiya’udin Asyifa
17. M. Fadiyan Hudaya
18. Alfi Jamilatul Laili
19. M. Ulil Wafa
20. Sela Nur Afni
21. Sulistyaningsih
22. Aslih Sya’nana
23. Dina Novita
24 Risca Zulfa Aulia
Jumlah
Nilai rata-rata
Jumlah siswa yang tuntas
Peningkatan yang terjadi
50
100
70
100
20
40
30
90
50
60
70
100
60
100
40
100
60
100
80
100
40
60
50
80
40
100
60
100
60
60
80
100
40
80
1210
1910
50,42
79,58
5 siswa 20,83% 15 siswa 62,5%
10 siswa 41,67%
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa
antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Siklus I, hasil pre
test siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 5 siswa atau 20,83%,
dengan rata-rata 50,42. Sedangkan hasil post test 15 siswa atau 62,5%,
dengan rata-rata kelas 79,58. Berdasarkan data di atas dapat diketahui
bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari pre
test ke post test sebanyak 10 siswa atau 41,67%. Oleh karena itu, perlu
adanya perbaikan dalam pembelajaran pada siklus berikutnya.
Dari adanya hasil belajar tersebut dapat diketahui bahwa setelah
adanya siklus I ini siswa yang mengalami ketuntasan belajar
meningkat. Dari 10 siswa menjadi 15 siswa, naik 5 siswa dari kondisi
awal sebelumnya.
63
c. Observasi
Berdasarkan pengamatan dan refleksi pada siklus I, terdapat faktor
pendukung dan faktor penghambat dari guru dan siswa beserta ide
perbaikan yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya.
Berikut ini tabel hasil pengamatan dan penjelasannya.
1) Hasil pengamatan guru
Tabel 4.3 lembar Pengamatan Guru Siklus I
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Kegiatan
Pemberian salam
Penyampaian apresepsi
Penguasaan kelas
Suara
Pembimbingan kelompok
Pembimbingan diskusi
Pengelolaan waktu
Kemampuan melakukan evaluasi
Menyimpulkan materi pelajaran
Menutup pelajaran
4
V
3
2
1
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Keterangan
4=Sangat Baik
3= Baik
2 = Kurang
1 = Sangat Kurang
2) Hasil Pengamatan Siswa
Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Siswa Siklu I
No.
Nama Siswa
Komunikasi
kelompok
1.
2.
3.
4.
Riski Maulida
Anik Fitriya
Malik A. Hikam
M. Anifudin
V
V
V
V
Bersambung…
64
Kemunculan Keaktifan
Kerjasama
Menjawab Mengemukakan
kelompok
pertanyaan pertanyaan (atau
guru
hal yang belum
faham)
V
V
V
V
Sambungan….
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24
Sahrul Ari Wibowo
Afifatul Maesaroh
A. Zidan Khanafi
A. maulana Ahsan
Anis Ujiyanti
A. Sodik Al Munawar
Dina Anifatur Rohmah
Fajar Khoirul Sofyan
Ela Necha Mariska
Isna Ella Rosyida
Mukti Alya Sofa
M. Dhiya’udin Asyifa
M. Fadiyan Hudaya
Alfi Jamilatul Laili
M. Ulil Wafa
Sela Nur Afni
Sulistyaningsih
Aslih Sya’nana
Dina Novita
Risca Zulfa Aulia
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
1) Hal-hal yang mendukung
a) Guru;
(1) Pemberian salam yang jelas
(2) Penyampaian apresepsi yang baik
(3) Pemberian bimbingan kelompok yang baik
(4) Pemberian bimbingan dalam diskusi dengan baik
(5) Pemberian evaluasi yang baik
(6) Menutup pelajaran dengan baik
b) Siswa :
Seluruh siswa melakukan komunikasi yang baik dengan
kelompoknya
65
2) Hal-hal yang menghambat
a) Guru
(1) Suara yang kurang jelas
(2) Penguasaan kelas yang kurang
(3) Pemanfaatan waktu yang kurang
(4) Penyimpulan materi yang tergesa-gesa
b) Siswa :
(1) Kerjasama kelompok yang kurang, dengan adanya
beberapa siswa yang enggan bekerjasama dengan
temannya
(2) Pemberian jawaban pada siswa-siswa tertentu yang
kurang tepat dan suara yang kurang jelas
(3) Sedikitnya siswa yang aktif bertanya kepada guru
d. Refleksi
Pada siklus I yang telah dilaksanakan ini, menurut hasil yang
diperoleh sudah meningkakan prestasi belajar siswa. Tetapi masih ada
hal-hal yang masih harus dibenahi, untuk itu peneliti melakukan
perbaikan pada siklus II dengan:
1) Memperbaiki penguasaan kelas pada guru sehingga apa yang
disampaikan dapat dipahami oleh siswa
2) Memanfaatkan waktu dengan baik
66
3) Memotivasi siswa untuk saling bekerjasama dengan anggota
kelompoknya
4) Memotivasi siswa untuk berani bertanya atau menjawab pertanyaan
3. Siklus II
Tahapan dan langkah-langkah adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan.
Dalam tahapan ini hal-hal yang dilakukan oleh peneliti adalah:
1) Peneliti dengan kolaborator (Ibu Eka) merencanakan perbaikan
untuk meminimalisir kekurangan yang telah terjadi dalam siklus I
yaitu dengan melakukan perbaikan dalam hal penguasaan kelas,
waktu dan penguasaan materi yang akan disampaikan serta
mengupayakan siswa untuk lebih aktif dan menekankan bahwa
untuk menjadi kelompok yang menang harus menjalin kerjasama
yang baik dengan anggota kelompoknya.
2) Penyiapan bahan atau materi belajar yaitu materi organ pencernaan
dan peredaran darah manusia.
3) Penyusunan perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai
dengan pokok bahasan, dengan menggunakan salah satu metode
Cooperative Learning yaitu dengan menggunakan metode Teams
Game Tournament
67
4) Penyusunan uji hasil belajar siswa dengan bimbingan Ibu Eka.
Evaluasi menggunakan tes tertulis yang mencakup materi organ
pernaapasan manusia dan hewan
b. Pelaksanaan
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Guru mengucapkan salam
2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa
3) Guru melakukan presensi siswa.
4) Guru melakukan appersepsi.
5) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
6) Guru membagikan soal Pre test
7) Guru menjelaskan materi organ pencernaan dan peredaran darah
manusia
8) Guru memfasilitasi siswa untuk bekerja sama dengan membagi
siswa menjadi beberapa kelompok sesuai pilihan mereka sendiri.
9) Guru menentukan juri
10) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa pada saat dalam kelompok,
siswa harus memiliki karakter bersahabat/komunikatif, toleransi
dan kerja keras.
11) Guru memberikan pertanyaan/tebakan/quis kepada kelompokkelompok tersebut
12) Juri menentukan kelompok mana yang terlebih dahulu mengangkat
tangan
68
13) Setelah pertanyaan habis guru dan siswa menjumlah skor dan
menentukan pemenang. Kelompok yamg kalah dihukum sesuai
kesepakatan bersama.
14) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui poleh
siswa.
15) Guru meluruskan kesalahpahaman jika ada, dan memberikan
penguatan dan penyimpulan
16) Guru membagikan lembar evaluasi materi organ pencernaan dan
peredaran darah manusia dengan waktu yang telah ditentukan
18) Guru meminta siswa mempelajari materi yang akan datang
19) Guru dan siswa berdo’a bersama.
20) Guru mengucapkan salam
Dari tes yang diberikan kepada siswa, peneliti memperoleh hasil
yang cukup memuaskan dibandingkan dengan hasil dari siklus
sebelumnya.
Adapun hasil belajar pada siklus II ini adalah sebagai berikut:
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
Tabel 4.5 Prestasi Belajar Siswa Siklus II
Nama Siswa
Pre Test
Riski Maulida
50
Anik Fitriya
40
Malik A. Hikam
30
M. Anifudin
70
Sahrul Ari Wibowo
60
Afifatul Maesaroh
80
A. Zidan Khanafi
70
A. Maulana Ahsan
70
Anis Ujiyanti
40
A. Sodik Al Munawar
50
Dina Anifatur Rohmah
40
Fajar Khoirul Sofyan
30
Ela Necha Mariska
60
Isna Ella Rosyida
80
Mukti Alya Sofa
50
M. Dhiya’udin Asyifa
80
M. Fadiyan Hudaya
40
Alfi Jamilatul Laili
70
M. Ulil Wafa
40
69
Post Test
80
90
60
100
90
100
100
90
70
70
80
60
100
100
80
100
60
100
80
20. Sela Nur Afni
21. Sulistyaningsih
22. Aslih Sya’nana
23. Dina Novita
24. Risca Zulfa Aulia
Jumlah
Nilai rata-rata
Jumlah siswa yang tuntas
Peningkatan yang terjadi
50
90
70
100
30
50
40
80
40
90
1280
2020
53,33
84,17
8 siswa 33,33%
20 siswa 83,33%
12 siswa 50%
Pada tabel 4.5 diatas, diketahui bahwa dari jumlah siswa yaitu 24
orang, yang nilainya sama atau lebih dari KKM berjumlah 20 orang,
dan jika dipresentase adalah 83,33%. Hal ini menunjukkan bahwa
adanya peningkatan dari kondisi awal dan siklus I yakni dari jumlah
siswa yang tuntas sebanyak 10 orang (41,67%) kemudian menjadi 15
orang (62,5%) dan meningkat lagi menjadi 20 orang (83,33%).
Selain itu, Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat
diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan.
Siklus II hasil pre test siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 8
siswa atau 33,33% dengan rata-rata kelas 53,33. Sedangkan hasil post
tes siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 20 siswa atau 83,33%
dengan rata-rata kelas 84,17. Berdasarkan data di atas dapat diketahui
bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari pre
test ke post tes sebanyak 12 siswa atau 50% dan terdapat 4 siswa yang
belum tuntas belajar. Setelah ditelusuri ternyata 2 siswa sedang sakit,
dan 2 siswa lainnya memang memiliki kemampuan di bawah siswa
lainnya.
70
Nilai rata-rata kelas dari pre test ke post test juga mengalami
peningkatan, dengan demikian jumlah siswa yang dapat mencapai
KKM melebihi patokan yang peneliti pakai, yaitu 80% dari jumlah
seluruh siswa kelas V.
c. Observasi
Seperti pada siklus sebelumnya, observasi ini difokuskan pada
saat kegiatan belajar mengajar berlangsung
Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
1) Hasil Pengamatan Guru
Tabel 4.6 Hasil pengamatan Guru siklus II
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Kegiatan
Pemberian salam
Penyampaian apresepsi
Penguasaan kelas
Suara
Pembimbingan kelompok
Pembimbingan diskusi
Pengelolaan waktu
Kemampuan melakukan evaluasi
Menyimpulkan materi pelajaran
Menutup pelajaran
4
V
V
V
3
2
1
V
V
V
V
V
V
V
2) Hasil pengamatan siswa
Tabel 4.7 hasil pengamatan siswa siklus II
No.
Nama Siswa
Komunikasi
kelompok
1.
2.
3.
4.
5.
Riski Maulida
Anik Fitriya
Malik A. Hikam
M. Anifudin
Sahrul Ari Wibowo
V
V
V
V
V
Bersambung…
71
Kemunculan Keaktifan
Kerjasama Menjawab Mengemukakan
kelompok
pertanyaan pertanyaan
guru
(atau hal yang
belum faham)
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Sambungan….
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24
Afifatul Maesaroh
A. Zidan Khanafi
A. maulana Ahsan
Anis Ujiyanti
A. Sodik Al Munawar
Dina Anifatur Rohmah
Fajar Khoirul Sofyan
Ela Necha Mariska
Isna Ella Rosyida
Mukti Alya Sofa
M. Dhiya’udin Asyifa
M. Fadiyan Hudaya
Alfi Jamilatul Laili
M. Ulil Wafa
Sela Nur Afni
Sulistyaningsih
Aslih Sya’nana
Dina Novita
Risca Zulfa Aulia
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Berdasarkan tabel 4.6 dan tabel 4.7 tersebut dapat dilihat bahwa:
a) Guru
(1) Guru mengawali pembelajaran dengan sangat baik
(2) Guru menyampaikan appersepsi dan penyampaian materi
dengan sangat baik
(3) Penguasaan kelas yang sangat baik
(4) Volume suara yang jelas dan keras sehingga siswa paham
dengan intruksi dari guru
(5) Pembimbingan kelompok dan pembimbingan diskusi
dengan baik
(6) Pengelolaan waktu yang tepat pada waktu nya
(7) Pemberian evaluasi jelas
72
(8) Penyampaian kesimpulan yang jelas dan sesuai tujuan
pembelajaran
(9) Guru menutup pelajaran dengan sangat baik
b) Siswa
(1) Semua
siswa
melakukan
interaksi
dengan
teman
sekelompoknya dengan sangat baik
(2) Semua siswa melakukan kerjasama dengan berdiskusi
besama
aggota
kelompoknya
untuk
menjawab
quis/pertanyaan yang diberikan guru
(3) Dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru,
banyak siswa yang berani menunjuk tangan dan menjawab
pertanyaan, baik salah atau pun benar.
(4) Terdapat beberapa siswa yang berani mengajukan
pertanyaan tentang materi yang kurang paham.
d. Refleksi
Pelaksanaan siklus II ini merupakan siklus tambahan untuk
mengupayakan perbaikan pembelajaran dari hasil yang diperoleh
dari kondisi awal dan siklus I.
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus dua ini,
peneliti masih menemukan kelemahan yakni tingkat keaktifan
siswa dalm bertanya, dimana masih ada siswa yang tidak
mengungkapkan materi yang dia belum paham.
73
Akan tetapi, pembelajaran siklus II ini, menurut peneliti
telah menunjukkan perubahan atau peningkatan lebih baik dari
kondisi awal dan siklus sebelumnya, yakni dalam hal:
1) Prestasi belajar siswa lebih meningkat dibandingkan kondidi
awal dan siklus I.
2) Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar
lebih meningkat, ditunjukkan dengan adanya interaksi dengan
kelompok, keseriusan siswa saat diskusi, dan keberanian siswa
menjawab pertanyaan dari guru.
74
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diketahui
bahwa penggunaan metode cooperative mampu meningkatkan prestasi belajar
siswa dan keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
1. Data peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM per siklus
Data ini diperoleh dari hasil prestasi belajar siklus I, dan II.
Dipaparkan sebagai berikut:
Tabel 4.8 Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM per Siklus
Siklus
Pre test
Siswa
5
8
Siklus I
Siklus II
Post test
Presentase
20,83%
33,33%
Siswa
15
20
Presentase
62,50%
83,33%
peningkatan
siswa
10
12
presentase
41,67%
50%
Berdasarkan data 4.8 dapat diketahui bahwa pada siklus I
peningkatan dari pre test ke post test sebanyak 10 siswa atau 41,67%,
sedangkan pada siklus II peningkatan dari pre test ke post test
sebanyak 12 siswa atau 50%.
2. Data peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM antar siklus
Data ini diperoleh dari hasil peningkatan jumlah siswa per
siklus, Dipaparkan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 4.9 Data Peningkatan Siswa yang Mencapai KKM antar Siklus
Siklus
Kondisi awal
Sklus 1
Siklus II
Kategori
BT
T
BT
T
BT
T
75
Jumlah
14
10
9
15
4
20
Presentase
58,33%
41,33%
37,50%
62,50%
16,67%
83,33%
Dari tabel 4.9 dapat dijelaskan bahwa Prestasi belajar siswa
dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang
menerapkan metode Kooperatif learning dalam penyampaian
materinya mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada tahap
siklus I meningkat sebesar 20,83% dari presentase kondisi awal
dan kemudian pada tahap siklus II juga mengalami peningkatan
lagi sebesar 20,83% dari persentase pada siklus I. Selain itu, nilai
rata-rata kelas pun juga mengalami peningkatan.
76
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, peneliti akan
memaparkan perbandingan hasil penelitian antara sebelum dan setelah
menerapkan
metode
cooperative
learning
pada
pembelajaran
Ilmu
Pengetahuan Alam pada tiap siklus:
Pada saat proses pembelajaran siklus I berlangsung terjadi peningkatan
prestasi belajar siswa dari kondisi awal ke siklus I. Pada kondisi awal siswa
yang mencapai nilai KKM hanya 10 siswa atau 41,67%, sedangkan pada
siklus I siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 15 siswa atau 62,5%.
Berdasarkan data tersebut jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat
sebanyak 5 siswa atau 20,83%.Pada proses pembelajaran siklus II berlangsung
terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus
I siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 15 siswa atau 62,5%, sedangkan
pada siklus II siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 20 siswa atau
83,33%. Berdasarkan data tersebut jumlah siswa yang mencapai KKM
meningkat sebanyak 5 siswa atau 20,83%.
Berdasarkan pemaparan hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan prestasi belajar antara kondisi awal, siklus I dan siklus II.
77
Sehingga berdasarkan pada hasil kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan yaitu dengan pelaksanaan siklus I dan siklus II, serta dengan
seluruh pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi organ tubuh manusia dan
hewan melalui metode cooperative learning dapat meningkatkan prestasi
belajar pada siswa kelas V MI NU 39 Kertosari, Kec. Singorojo, Kab. Kendal
Tahun Pelajaran 2013/2014.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka peneliti memberikan
beberapa saran sebagai berikut:
1. Guru sebaiknya menggunakan metode yang relevan agar siswa aktif dan
situasi kelas tidak monoton dan siswa dapat termotivasi untuk mengikuti
pelajaran
2. Guru sebaiknya lebih teliti dalam memilih metode yang mendukung
peningkatan prestasi siswa
3. Guru sebaiknya harus bisa mensiasati agar kegiatan belajar mengajar tidak
membosankan, seperti berinteraksi dengan siswa melalui tanya jawab,
melakukan
game-game,
dan
menggunakan
bervariasi
metode
pembelajaran.
4. Guru
sebaiknya
menggunakan metode
pembelajaran yang dapat
menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu siswa.
78
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara.
Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. 7 Komponen Guru Menyenangkan dan
Profesional. Jakarta: Diva Press.
Basrowi & Suwandi. 2008. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Bogor: Ghalia
Indonesia.
Bona, Frans. 2005. Motivasi Berpikir dan Belajar. Jakarta: Restu Agung.
Departemen Agama RI. 2002. Pendidikan IPA Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta.
Dimyati & Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri & Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Djumhana, Nana. 2009. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI.
Kunandar. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Rajagrafindo persada.
Kusnin. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD & MI keas 5. Jakarta: Piranti
Darma Kalokatama
Masitoh & Laksmi Dewi. 2009. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat
Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI.
Maslikhah & Peni Susapti . 2009. Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta: Mitra
Cendekia.
Poerwadarminta, W.J.S.. 2006. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta: Rajawali Pres
79
Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung:
Nusa Media.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. “Metode Penelitian Pendidikan”. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning Teori dan aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Surawa, Siswandi dkk. Modul Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Semarang:
Pustaka Bengawan.
Suyadi. 2011. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: Diva Pres.
Yamin, Martinis. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Ciputat:
Gaung Persada Press.
80
LAMPIRAN - LAMPIRAN
81
Lampiran 1: Tabel Data Siswa Kelas V MI NU 39 Kertosari
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
Nama
Riski Maulida
Anik Fitriya
Malik A. Hikam
M. Anifudin
Sahrul Ari Wibowo
Afifatul Maesaroh
A. Zidan Khanafi
A. maulana Ahsan
Anis Ujiyanti
A. Sodik Al Munawar
Dina Anifatur Rohmah
Fajar Khoirul Sofyan
Ela Necha Mariska
Isna Ella Rosyida
Mukti Alya Sofa
M. Dhiya’udin Asyifa
M. Fadiyan Hudaya
Alfi Jamilatul Laili
M. Ulil Wafa
Sela Nur Afni
Sulistyaningsih
Aslih Sya’nana
Dina Novita
Risca Zulfa Aulia
Jenis Kelamin
P
P
L
L
L
P
L
L
P
L
P
L
P
P
P
L
L
P
L
P
P
P
P
P
82
Lampiran 2: Tabel Struktur Organisasi Madrasah Ibtidaiyah NU 39
Kertosari
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
Nama
Muh sinin, S.Pd.I
Muchlasin, S.Pd.I
Farida Asmawati, S.Pd.I
Irwaningdyah, S.Pd.I
Eni Ismawati
Istighosah, S.Pd.I
Juwanto
Nur Khasan, A.Ma
Eka Setianingsih, S.Pd.I
Khikmatul Ulfa, S.pd.I
A. Tumasrohan, A.Ma
Muchlasin, S.Pd.I
Muh Sinin, S.Pd.I
Ahmad Rosyidin
Eni Ismawati
Khikmatul Ulfa, S.Pd.I
Jabatan
Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah
Wali Kelas I
Wali Kelas II A
Wali Kelas II B
Wali Kelas III A
Wali Kelas III B
Wali Kelas IV
Wali Kelas V A
Wali Kelas V B
Wali Kelas VI A
Wali Kelas VI B
Guru Kelas
Guru Kelas
Bendahara
TU
83
Lampiran 3: Tabel Profil MI NU 39 Kertosari
Profil Sekolah
Identitas Sekolah
Nama Sekolah
MI NU 39 Kertosari
NIS
111233240028
NSS
Provinsi
Otonomi
Kecamatan
Desa
Alamat
Kode Pos
Daerah
Status Sekolah
Kelompok Sekolah
Akreditasi
SK
130261670612001
Jawa Tengah
Kendal
Singorojo
Kertosari
Jalan iman no.31 Brayo Barat
51382
Pedesaan
Swasta
Filial
B. th 2006 – A. th 2010
No:KW.11.4/4PP.D 32/623.24. 11/ 06
TGL 27 Februari 2006
Pagi
Milik Sendiri
+ 14 km
+ 27 km
Desa
Pemerintahan
KBM
Bangunan Sekolah
Jarak ke Pusat Kecamatan
Jarak ke Pusat Otoda
Terletak pada Lintasan
Organisasi Penyelenggara
84
Lampiran 4: Tabel Data Pendidik dan Kependidikan
No.
Keterangan
Jumlah
P
L
Pendidik
1.
Guru PNS Tetap
2
Guru Tetap Yayasan
3.
Guru Honorer
4.
Guru Tidak Tetap
Tenaga Kependidikan
5.
Penjaga
6
2
3
2
9
1
1
2
1
85
Jumlah
1
Lampiran 5: Tabel Data Siswa MI NU 39 Kertosari
Tahun Ajaran
2011/2012
2012/2013
2013/2014
I
51
59
35
II
58
49
57
Kelas
III
IV
45
61
48
49
44
46
86
Jumlah
V
31
58
48
VI
33
29
55
279
292
285
Lampiran 6: Tabel Sarana Prasarana MI NU 39 Kertosari
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Jenis
Ruang Kelas
Ruang Guru
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Tata Usaha
Ruang Perpustakaan
Ruang Laboratorium
Mushola
WC Guru
WC Siswa
Gudang
Ruang UKS
Jumlah
10
1
1
1
1
1
1
2
2
1
1
87
Lampiran 7: Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24
Nama Siswa
Riski Maulida
Anik Fitriya
Malik A. Hikam
M. Anifudin
Sahrul Ari Wibowo
Afifatul Maesaroh
A. Zidan Khanafi
A. maulana Ahsan
Anis Ujiyanti
A. Sodik Al Munawar
Dina Anifatur Rohmah
Fajar Khoirul Sofyan
Ela Necha Mariska
Isna Ella Rosyida
Mukti Alya Sofa
M. Dhiya’udin Asyifa
M. Fadiyan Hudaya
Alfi Jamilatul Laili
M. Ulil Wafa
Sela Nur Afni
Sulistyaningsih
Aslih Sya’nana
Dina Novita
Risca Zulfa Aulia
Nilai
40
40
20
50
90
80
50
60
40
40
80
90
90
80
80
80
60
20
40
60
80
20
40
80
Keterangan
BT
BT
BT
BT
T
T
BT
BT
BT
BT
T
T
T
T
T
T
BT
BT
BT
BT
T
BT
BT
T
88
Lampiran 8: Prestasi Belajar Siswa Siklus I
No.
Nama Siswa
Pre test
Post test
1.
Riski Maulida
40
60
2.
Anik Fitriya
60
90
3.
Malik A. Hikam
20
20
4.
M. Anifudin
40
60
5.
Sahrul Ari Wibowo
40
50
6.
Afifatul Maesaroh
70
100
7.
A. Zidan Khanafi
40
60
8.
A. maulana Ahsan
50
100
9.
Anis Ujiyanti
70
100
10.
A. Sodik Al Munawar
20
40
11.
Dina Anifatur Rohmah
30
90
12.
Fajar Khoirul Sofyan
50
60
13.
Ela Necha Mariska
70
100
14.
Isna Ella Rosyida
60
100
15.
Mukti Alya Sofa
40
100
16.
M. Dhiya’udin Asyifa
60
100
17.
M. Fadiyan Hudaya
80
100
18.
Alfi Jamilatul Laili
40
60
19.
M. Ulil Wafa
50
80
20.
Sela Nur Afni
40
100
21.
Sulistyaningsih
60
100
Bersambung…
89
Sambungan….
22.
Aslih Sya’nana
60
60
23.
Dina Novita
80
100
24
Risca Zulfa Aulia
40
80
Jumlah
1210
1910
Nilai rata-rata
50,42
79,58
Jumlah siswa yang tuntas
Peningkatan yang terjadi
5 siswa 20,83%
15 siswa 62,5%
10 siswa 41,67%
90
Lampiran 9: Hasil Pengamatan Guru Siklus I
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Kegiatan
Pemberian salam
Penyampaian apresepsi
Penguasaan kelas
Suara
Pembimbingan kelompok
Pembimbingan diskusi
Pengelolaan waktu
Kemampuan melakukan evaluasi
Menyimpulkan materi pelajaran
Menutup pelajaran
4
V
3
2
V
V
V
V
V
V
V
V
V
91
1
Lampiran 10: Hasil Pengamatan Siswa Siklus I
No.
Nama Siswa
Kemunculan Keaktifan
Komunikasi
Kerjasama
Menjawab
Mengemukakan
kelompok
kelompok
pertanyaa
pertanyaan (atau
n guru
hal yang belum
faham)
1.
Riski Maulida
V
V
V
2.
Anik Fitriya
V
V
V
3.
Malik A. Hikam
V
4.
M. Anifudin
V
5.
Sahrul Ari Wibowo
V
6.
Afifatul Maesaroh
V
7.
A. Zidan Khanafi
V
V
V
8.
A. maulana Ahsan
V
V
V
V
9.
Anis Ujiyanti
V
V
V
10.
A. Sodik Al Munawar
V
V
11.
Dina Anifatur Rohmah
V
V
12.
Fajar Khoirul Sofyan
V
V
13.
Ela Necha Mariska
V
V
14.
Isna Ella Rosyida
V
V
V
15.
Mukti Alya Sofa
V
16.
M. Dhiya’udin Asyifa
V
V
V
17.
M. Fadiyan Hudaya
V
V
V
Bersambung…
92
V
V
V
Sambungan….
18.
Alfi Jamilatul Laili
V
19.
M. Ulil Wafa
V
20.
Sela Nur Afni
V
V
21.
Sulistyaningsih
V
V
22.
Aslih Sya’nana
V
23.
Dina Novita
V
24
Risca Zulfa Aulia
V
V
V
V
V
93
V
Lampiran 11: Prestasi Belajar Siswa Siklus II
No.
Nama Siswa
Pre test
Post test
1.
Riski Maulida
50
80
2.
Anik Fitriya
40
90
3.
Malik A. Hikam
30
60
4.
M. Anifudin
70
100
5.
Sahrul Ari Wibowo
60
90
6.
Afifatul Maesaroh
80
100
7.
A. Zidan Khanafi
70
100
8.
A. maulana Ahsan
70
90
9.
Anis Ujiyanti
40
70
10.
A. Sodik Al Munawar
50
70
11.
Dina Anifatur Rohmah
40
80
12.
Fajar Khoirul Sofyan
30
60
13.
Ela Necha Mariska
60
100
14.
Isna Ella Rosyida
80
100
15.
Mukti Alya Sofa
50
80
16.
M. Dhiya’udin Asyifa
80
100
17.
M. Fadiyan Hudaya
40
60
18.
Alfi Jamilatul Laili
70
100
19.
M. Ulil Wafa
40
80
20.
Sela Nur Afni
50
90
Bersambung…
94
Sambungan….
21.
Sulistyaningsih
70
100
22.
Aslih Sya’nana
30
50
23.
Dina Novita
40
80
24
Risca Zulfa Aulia
40
90
Jumlah
1280
2020
Nilai rata-rata
53,33
84,17
Jumlah siswa yang tuntas
8 siswa 33,33%
Peningkatan yang terjadi
20 siswa 87,5%
12 siswa 50%
95
Lampiran 12: Hasil Pengamatan Guru Siklus II
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Kegiatan
Pemberian salam
Penyampaian apresepsi
Penguasaan kelas
Suara
Pembimbingan kelompok
Pembimbingan diskusi
Pengelolaan waktu
Kemampuan melakukan evaluasi
Menyimpulkan materi pelajaran
Menutup pelajaran
4
V
V
V
3
V
V
V
V
V
V
V
96
2
1
Lampiran 13: Hasil Pengamatan Siswa Siklus II
No.
Nama Siswa
Kemunculan Keaktifan
Komunikasi
kelompok
Kerjasama
kelompok
1.
Riski Maulida
V
V
Menjawab
pertanyaan
guru
V
Mengemukakan
pertanyaan (atau hal
yang belum faham)
2.
Anik Fitriya
V
V
V
V
3.
Malik A. Hikam
V
V
4.
M. Anifudin
V
V
V
V
5.
Sahrul Ari Wibowo
V
V
6.
Afifatul Maesaroh
V
V
V
7.
A. Zidan Khanafi
V
V
V
8.
A. maulana Ahsan
V
V
9.
Anis Ujiyanti
V
V
10.
A. Sodik Al Munawar
V
V
11.
Dina Anifatur Rohmah
V
V
12.
Fajar Khoirul Sofyan
V
V
13.
Ela Necha Mariska
V
14.
Isna Ella Rosyida
15.
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Mukti Alya Sofa
V
V
V
16.
M. Dhiya’udin Asyifa
V
V
V
17.
M. Fadiyan Hudaya
V
V
18.
Alfi Jamilatul Laili
V
V
V
19.
M. Ulil Wafa
V
V
V
20.
Sela Nur Afni
V
V
V
Bersambung…
97
V
Sambungan….
21.
Sulistyaningsih
V
V
V
22.
Aslih Sya’nana
V
V
V
23.
Dina Novita
V
V
24
Risca Zulfa Aulia
V
V
98
V
V
Lampiran 14: Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM per
Siklus
Siklus
Siklus I
Siklus II
Pre test
Siswa
5
8
Post test
Presentase
20,83%
33,33%
99
Siswa
15
20
Presentase
62,50%
83,33%
peningkatan
siswa
10
12
presentase
41,67%
50%
Lampiran 15: Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM antar
Siklus
Siklus
Kondisi awal
Sklus 1
Siklus II
kategori
BT
T
BT
T
BT
T
Jumlah
14
10
9
15
4
20
100
Presentase
58,33%
41,33%
37,50%
62,50%
16,67%
83,33%
Lampiran 16: Daftar Riwayat Hidup
A. Identitas Diri
1. Nama
: Rifa Faridawati
2. Tempat/Tangal Lahir : Semarang, 13 Februari 1991
3. Jenis Kelamin
: Perempuan
4. Alamat
: RT 02 RW 03 Dusun Brayo Timur Desa Kertosari
Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal
5. Tempat Penelitian
:Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari Desa
Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal
B. Pendidikan
1. MI NU 39 Kertosari Desa Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten
Kendal tahun 2002
2. Mts NU 17 Kyai Jogoreso Desa Kertosari Kecamatan Singorojo
Kabupaten Kendal tahun 2005
3. SMA N 01 Boja Desa Bebengan Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal
tahun 2008
4. S1 STAIN Salatiga tahun 2014
101
Lampiran 17: RPP Siklus I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah
: Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester
: 5 (lima)/1(satu)
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A. Standar Kompetensi
1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan
B. Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan manusia
1.2 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan
C. Indikator
1. Mengidentifikasi alat pernapasan pada manusia dan beberapa hewan
2. Menyebutkan beberapa gangguan pada alat pernapasan manusia
3. Membiasakan diri memelihara kesehatan pada alat pernapasan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan bimbingan guru, siswa dapat mengidentifikasi alat pernapasan
pada manusia dan beberapa hewan.
2. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyebutkan beberapa gangguan
pada alat pernapasan manusia
4. Dengan bimbingan guru, siswa dapat membiasakan diri memelihara
kesehatan pada alat pernapasan
E. Karakter Siswa yang Diharapkan
1. Komunikatif/Bersahabat
2. Toleransi
3. Bertanggungjawab
4. Kerja Keras
F. Materi Ajar
1. Alat Pernapasan Pada Manusia
a. Hidung
Hidung merupakan tempat keluar masuknya udara pernapasan. Udara
masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung
b. Tenggorokan
102
Udara pernapasan dari hidung turun ke tenggorokan.Tenggorokan
merupakan sebuah saluran yang panjangnya kira-kira 9cm.
c. Paru-paru
Paru-paru terdapat didalam rongga dada diatas diafragma.Diafragma
adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut.Paru-paru ada dua
buah yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan.
2. Alat Pernapasan Pada hewan
1. Burung
2. Ikan
3. Serangga
4. Cacing
3. Gangguan pada Organ Pernapasan Manusia
1. Asma
2. Flu
G. Metode Pembelajaran
1. TGT (Team Games Tournaments)
2. Tanya jawab
3. Penugasan
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Salam, doa, mengecek kesiapan siswa
b. Apresepsi dan motivasi
c. Menyampaikan cakupan materi
2. Kegiatan inti
a. Eksplorasi
1) Guru melibatkan siswa mencari informasi tentang topik atau tema
2) Guru menjelaskan cakupan materi
3) Guru menjelaskan organ pernapasan manusia dan gangguannya
4) Guru menjelaskan organ pernapasan hewan
b. Elaborasi
103
1) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
2) Guru menentukan juri
3) Guru menjelaskan masing-masing kelompok untuk berebut
menjawab pertanyaan atau kuis yang akan diberikan guru
4) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa saat berdiskusi dala
kelompok siswa perlu menekankan karakter komunikatif, toleransi,
bertanggung jawab dan kerja keras
5) Guru memberikan pertanyaan/tebakan/quis kepada kelompokkelompok tersebut
6) Juri menentukan kelompok mana yang terlebih dahulu
mengacungkan tangan
7) Setelah pertanyaan habis guru dan siswa menjumlah skor dan
menentukan pemenang. Kelompok yamg kalah dihukum sesuai
kesepakatan bersama.
c. Konfirmasi
1) Guru melakukan tanya jawab kepada siswa
2) Guru memberikan penegasan materi pelajaran
3. Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil pelajaran
b. Guru memberikan evaluasi
c. Guru meminta siswa mempelajari materi yang akan datang
d. Penutup
I. Sumber bahan/alat
1. LKS IPA kelas V
2. Paket IPA untuk SD dan MI kelas 5
104
J. Penilaian Hasil Belajar
Tes tertulis
Berilah panah sesuai jawaban yang benar!
1. Cabang bronkus yang terdapat pada paru-paru disebut…
a.bernapas
2. Proses pengambilan oksigen dari udara bebas dan
b.insang
Pembuangan karbondioksida serta uap air disebut….
3. Ikan bernpas dengan menggunakan….
c.perut
4. masuk dan keluarnya udara pernapasan karena
d.oksigen
Mendatar dan melengkungnya diafragma disebut dengan
pernapasan…
5. Hewan yang bernapas dengan menggunakan permukaan
kulitnya adalah….
e. bronkiolus
f.lembarinsang
6. Pundi-pundi udara pada burung berfungsi sebagai alat….
g.cacing
7. Insang terdiri dari rigi, lengkung dan….
h.virus
8. salah satu gangguan pada organ pernapasan manusia…..
i.tidak
merokok
9. Apa sebab penyakit influenza...
j.asma
10. salah satu menjaga kesehatan alat pernapasan adalah….
k.bantu
pernapasan
105
Kunci jawaban:
1.e
6.k
2.a
7.f
3.b
8.j
4.c
9.h
5.g
10.i
Penilaian: Jawaban benar x 10 = 100
Kendal 4 september 2013
Mengetahui
Guru Pamong
Peneliti
Eka Setia Ningsih, S.Pd
Rifa
Faridawati
Kepala Madrasah
Muh Sinin, S.Pd.
106
Lampiran 18: RPP Siklus II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah
: Madrasah Ibtidaiyah NU 39 Kertosari
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester
: 5 (lima)/1(satu)
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A. Standar Kompetensi
1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan
B. Kompetensi Dasar
1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia
1.4 Mengidentifikasi fungsi organ peredaran darah manusia
1.5 Mengidentifikasi gangguan pada organ darah manusia
C. Indikator
1. Mengidentifikasi alat pencernaan pada manusia
2. Menyebutkan fungsi organ pencernaan manusia
3. Membiasakan diri memelihara kesehatan pada alat pencernaan
4. Mengidentifikasi alat peredaran darah manusia
5. Menyebutkan penyakit yang mempengaruhi alat peredaran darah manusia
D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan bimbingan guru, siswa dapat mengidentifikasi alat pencernaan
pada manusia dan beberapa hewan.
2. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyebutkan fungsi organ
pencernaan manusia
3. Dengan bimbingan guru, siswa dapat membiasakan diri memelihara
kesehatan pada alat pencernaan
107
4. Dengan bimbingan guru, siswa dapat mengidentifikasi alat peredaran
darah manusia
5. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyebutkan penyakit yang
mempengaruhi alat peredaran darah manusia
E. Karakter Siswa yang Diharapkan
1. Komunikatif/Bersahabat
2. Toleransi
3. Bertanggungjawab
4. Kerja Keras
E. Materi Ajar
1. Alat Pencernaan Pada Manusia
a. mulut
b. kerongkongan
c. lambung
d. usus halus
e. usus besar
f. anus
2. Penyakit alat pencernaan manusia
a. Disentri
b. Apendistis (Radang umbai cacing)
c. Maag
d. Sembelit
3. Cara merawat alat pencernaan
a. Menjaga kebersihan alat-alat makanan dan bahan makanan
b. Minum air putih
c. Makan makanan bergizi
d. Cuci tangan sebelum makan
e. Mengunyah makanan sampai halus agar mudah dicerna lambung
4. Alat Peredaran Darah Manusia
108
a. jantung
b. Pembuluh darah
5. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
a. Hipertensi
b. Hipotensi
c. Jantung Koroner
d. Stroke
F. Metode Pembelajaran
1. Teams Game Tournament
2. Tanya jawab
3. Penugasan
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Salam, doa, mengecek kesiapan siswa
b. Apresepsi dan motivasi
c. Menyampaikan cakupan materi
2. Kegiatan inti
a. Eksplorasi
1) Guru melibatkan siswa mencari informasi tentang topik atau tema
2) Guru menjelaskan cakupan materi
b. Elaborasi
1) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
2) Guru menentukan juri
109
3) Guru menjelaskan masing-masing kelompok untuk berebut
menjawab pertanyaan atau kuis yang akan diberikan guru
4) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa saat berdiskusi dala
kelompok siswa perlu menekankan karakter komunikatif, toleransi,
bertanggung jawab dan kerja keras
5) Guru memberikan pertanyaan/tebakan/quis kepada kelompokkelompok tersebut
6) Juri menentukan kelompok mana yang terlebih dahulu
mengacungkan tangan
7) Setelah pertanyaan habis guru dan siswa menjumlah skor dan
menentukan pemenang. Kelompok yamg kalah dihukum sesuai
kesepakatan bersama.
c. Konfirmasi
1) Guru melakukan tanya jawab kepada siswa
2) Guru memberikan penegasan materi pelajaran
3. Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil pelajaran
b. Guru memberikan evaluasi
c. Guru meminta siswa mempelajari materi yang akan datang
d. Penutup
I. Sumber Bahan/alat
1. LKS IPA kelas V
2. Paket IPA untuk SD dan MI kelas 5
110
J. Penilaian Hasil Belajar
Tes tertulis
A. Silanglah Jawaban yang benar!
1. Gerakan meremas-remas yang dilakukan oleh dinding kerongkongan
disebut gerakan….
a. Peristaltik
c. Porabalik
b. Lurus
d. Memutar
2. Saluran pencernaan manusia secara urut adalah…
a. Mulut-kerongkongan-lambung-usus besar-usus halus-anus
b. Mulut-kerongkongan-lambung-usus halus-usus besar-anus
c. Mulut-kerongkongan-usus halus-lambung-usus besar-anus
d. Mulut-kerongkongan-usus besar-anus-lambung-usus halus
3. Gangguan pencernaan yang menyebabkan buang air secara terus
menerus disebut…
a. Diare
c. tipus
b. Maag
d. sembelit
4. Pembuluh yang membawa darah kaya karbondioksida dari seluruh
tubuh menuju jantung disebut….
111
a. Pembuluh bilik
c. pembuluh balik
b. Pembuluh nadi
d. pembuluh lurus
5. Penyakit karena kontraksi otot jantung lemah adalah…
a. Hipertensi
c. stroke
b. Hipotensi
d. jantung koroner
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Gigi seri berfungsi untuk….
2. Enzim yang berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino
adalah enzim….
3. Kontraksi pada jantung menyebabkan terjadinya….
4. Sebutkan tiga cara merawat alat pencernaan manusia!
5. Sebutkan tiga cara merawat alat peredaran darah!
112
Kunci jawaban
A. 1. A
B.1.Memotong makanan,
2.B
2.Pepsin
3.A
3.Denyut jantung/denyut nadi
4.C
4.Kebijakan guru
5.D
5.Kebijakan guru
Penilaian: Jawaban benar x 10 = 100
Kendal 6 September 2013
Mengetahui
Guru Pamong
Peneliti
Eka Setia Ningsih, S.Pd
Rifa
Faridawati
Kepala Madrasah
Muh Sinin, S.Pd.I
113
Lampiran 19: Soal Pre test dan Post test Siklus I
Berilah panah sesuai jawaban yang benar!
1. Cabang bronkus yang terdapat pada paru-paru disebut…
a.bernapas
2. Proses pengambilan oksigen dari udara bebas dan
b.insang
Pembuangan karbondioksida serta uap air disebut….
3. Ikan bernpas dengan menggunakan….
c.perut
4. masuk dan keluarnya udara pernapasan karena
d.oksigen
Mendatar dan melengkungnya diafragma disebut dengan
pernapasan…
5. Hewan yang bernapas dengan menggunakan permukaan
kulitnya adalah….
e. bronkiolus
f.lembarinsang
6. Pundi-pundi udara pada burung berfungsi sebagai alat….
g.cacing
7. Insang terdiri dari rigi, lengkung dan….
h.virus
8. salah satu gangguan pada organ pernapasan manusia…..
i.tidak
merokok
9. Apa sebab penyakit influenza...
j.asma
10. salah satu menjaga kesehatan alat pernapasan adalah….
k.bantu
pernapasan
114
Lampiran 20: Soal Pre test dan Post test Siklus II
A. Silanglah Jawaban yang benar!
1. Gerakan meremas-remas yang dilakukan oleh dinding kerongkongan
disebut gerakan….
a. Peristaltik
c. Porabalik
b. Lurus
d. Memutar
2. Saluran pencernaan manusia secara urut adalah…
a. Mulut-kerongkongan-lambung-usus besar-usus halus-anus
b. Mulut-kerongkongan-lambung-usus halus-usus besar-anus
c. Mulut-kerongkongan-usus halus-lambung-usus besar-anus
d. Mulut-kerongkongan-usus besar-anus-lambung-usus halus
3. Gangguan pencernaan yang menyebabkan buang air secara terus
menerus disebut…
a. Diare
c. tipus
b. Maag
d. sembelit
4. Pembuluh yang membawa darah kaya karbondioksida dari seluruh
tubuh menuju jantung disebut….
a. Pembuluh bilik
c. pembuluh balik
b. Pembuluh nadi
d. pembuluh lurus
5. Penyakit karena kontraksi otot jantung lemah adalah…
a. Hipertensi
c. stroke
b. Hipotensi
d. jantung koroner
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Gigi seri berfungsi untuk….
2. Enzim yang berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino
adalah enzim….
3. Kontraksi pada jantung menyebabkan terjadinya….
4. Sebutkan tiga cara merawat alat pencernaan manusia!
5. Sebutkan tiga cara merawat alat peredaran darah!
115
116
117
118
DAFTAR SKK
Nama
NIM
Jurusan/Progdi
PA
No
1.
: Rifa Faridawati
: 11509016
: Tarbiyah/PGMI
: Djamiatul Islamiah, Dra. MAg
PELAKSANAAN
18-20 Agustus
2009
Pelatihan Emotional Spiritual 21 Agustus 2009
Intelegence Quotient (ESIQ)
UPT PERPUSTAKAAN Usser 25-29 Agustus
Education
2009
Sarasehan Pendidikan
02 April 2010
Keagamaan dengan Tema:
Perab Pendidikan Keagamaan
dalam Meningkatkan
Spiritualitas Intelektual dan
Moralitas Bangsa
Seminar “Heal the World with
19 Maret 2011
Voluntary Service Oleh CEC
STAIN Salatiga
STATUS
Peserta
NILAI
3
Peserta
3
Peserta
3
Peserta
3
Peserta
3
6.
Seminar Nasional pendidikan
“Realisasi pendidikan karakter
bangsa dalam kurikulum
pendidikan nasional” SATIN
Salatiga
20 Juni 2011
Peserta
6
7.
Pelatihan karya tulis (PKTI)
“Karya tulis ilmiah sebagai
salah satu langkah membangun
budaya ilmiah mahasiswa”
STAIN Salatiga
Pratikum pelatihan ikthibar allughah al-Arabiyah ka lughah
ajnabiyah (ILAiK) STAIN
Salatiga
Seminar nasional pendidikan
dengan tema: Pendidikan
Multikultural sebagai pilar
karakter bangsa
11 Oktober 2011
Peserta
3
21 Januari 2012- Peserta
04 Februari 2012
3
29 Mei 2012
6
2.
3.
4.
5.
8.
9.
JENIS KEGIATAN
OPAK
119
Peserta
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Training pembuatan makalah
13 Oktober 2012
yang diselanggarakan oleh
Lembaga Dakwah Kampus
(LDK) Darul Amal STAIN
Salatiga
Seminar region resimen
29 Oktober 2012
mahasiswa sat.953 kalimosodo
dengan tema: Indonesia satu
Sertifikat lomba menembak
15 Desember 2012
metal silhouette 12 meter
resimen mahasiswa dan
mahasiswa umum se Indonesia
Sertifikat pentas seni dan
2 Februari 2013
perpisahan mahasiswa PPL
STAI Salatiga di MI Ma’arif
Global Blotogan Salatiga
Seminar nasional dalam rangka 23 Februari 2013
pelantikan pengurus himpunan
mahasiswa islam cabang
salatiga dengan tema:
kepemimpinan dan masa depan
bangsa
Seminar politik Nasional politik 1 Juni 21013
dengan tema “Peran nyata
mahasiswa dalam menyikapi
perpolitikan Indonesia” STAIN
Salatiga.
Jumlah Skor
Peserta
3
Peserta
4
Peserta
3
Peserta
3
Peserta
6
Peserta
6
58
Salatiga, 20 September 2013
Mengetahui,
Wakil Ketua Bidang
Kemahasiswaan
Drs.H Agus Waluyo M.Ag
NIP: 19750211 200003 1 001
120
Download