belajar musik bikin anak cerdas.

advertisement
Belajar Musik Bikin Anak Cerdas
HARIAN SINDO, Monday, 02 May 2011
Berbagai stimulasi perlu dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan otaknya. Salah satunya
dengan mendengarkan musik, yang terbukti memengaruhi perkembangan otak hingga dewasa
nanti.
Selama ini orang tua umumnya hanya terpaku pada pendidikan formal seperti sekolah untuk
kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung) anak.Padahal, pendidikan seni seperti
menari,musik,dan drama juga baik untuk perkembangan otak. Ahli pendidikan menyarankan
orang tua untuk mulai melibatkan anaknya dalam kegiatan seni sejak dini. Banyak penelitian
telah dipublikasikan pada beberapa tahun terakhir ini, menguatkan alasan bahwa pelajaran musik
memiliki efek positif terhadap perkembangan otak anak.
Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA),
anak yang dikenalkan pelajaran musik dari kecil, kemampuan otaknya akan lebih tajam
dibanding anak seusianya, bahkan saat mereka tidak lagi memainkan alat musik. Penelitian ini
mengikutsertakan 70 orang dewasa sehat berusia 60 hingga 83 tahun yang dibagi dalam
kelompok berdasarkan tingkat seberapa besar pengalaman musik mereka. Partisipan yang
memiliki kemampuan musik mendapatkan hasil tes kognitif lebih baik daripada mereka yang
tidak pernah belajar instrumen atau tidak bisa membaca not balok. Hasil penelitian ini
dipublikasikan secara online dalam jurnal Neuropsychology yang diterbitkan oleh APA.
”Kegiatan berbau musik sepanjang hidup dapat berfungsi sebagai latihan kognitif yang
menantang, yang membuat otak Anda sehat dan lebih mampu mengakomodasi tantangan proses
penuaan,” kata pemimpin peneliti Brenda Hanna-Pladdy PhD seperti dikutip laman
sciencedaily.com. ”Mempelajari instrumen musik yang membutuhkan belajar dan praktek
bertahun-tahun, membuat koneksi alternatif di otak yang dapat mengimbangi penurunan kognitif
seiring bertambahnya usia,” tambahnya.”Walaupun banyak penelitian telah dilakukan tentang
manfaat kognitif aktivitas musik oleh anak-anak, ini adalah studi pertama untuk menguji apakah
manfaat tersebut dapat berlangsung seumur hidup,” kata Hanna-Pladdy.
Hanna-Pladdy adalah seorang neuropsikolog klinis yang melakukan penelitian bersama dengan
psikolog kognitif Alicia MacKay PhD dari University of Kansas Medical Center, Amerika
Serikat.Tiga kelompok peserta penelitian yaitu orang-orang tanpa pelatihan musik
sebelumnya,mereka yang selama satu sampai sembilan tahun belajar musik dan kelompok
dengan setidaknya 10 tahun pelatihan musik. Semua partisipan memiliki tingkat pendidikan dan
kebugaran yang sama serta tidak menunjukkan bukti menderita penyakit alzheimer.Semua
partisipan musisi amatir tersebut biasanya mulai bermain alat musik pada sekitar 10 tahun.
Lebih dari setengah di antaranya bermain piano,sementara sekitar seperempatnya pernah belajar
instrumen jenis tiup kayu seperti flute atau klarinet. Sisanya, menguasai instrumen musik
petik,seperti perkusi atau brass instrument. Peserta musisi yang lebih jago mendapatkan nilai tes
kognitif lebih tinggi, diikuti dengan musisi yang biasa saja dan bukan musisi, yang akhirnya
mengungkapkan tren yang berhubungan dengan berapa tahun mereka menekuni musik.
Para musisi yang termasuk andal memiliki skor yang lebih tinggi secara statistik signifikan
dibanding bukan musisi pada tes kognitif yang berkaitan dengan memori visuospatial, penamaan
objek, dan fleksibilitas kognitif. Selain melalui pendengaran CD,Anda dapat membawa sang
buah hati untuk belajar di tempat kursus musik. ● rendra hanggara
Download