Sinyal Logik level dan Famili logik, perubah level

advertisement
4
Tujuan
Sinyal Logik
level dan Famili logik, perubah level
: Setelah mempelajari Sinyal Logik ini diharapkan
1. Memahami batasan tegangan yang diberlakukan pada logik 1
2. Memahami batasan tegangan yang diberlakukan pada logik 0
3. Mampu menjelaskan prinsip kerja gerbang NOT, pada kejadian sinyal
L pada input
4. Mampu menjelaskan prinsip kerja gerbang NOT, pada kejadian sinyal
H pada input
5. Mampu menjelaskan prinsip kerja gerbang NOT, pada kejadian sinyal
L pada Output
6. Mampu menjelaskan prinsip kerja gerbang NOT, pada kejadian sinyal
H pada Output
7. Mampu menghitung kemampuan pembebanan pada rangkaian TTL
8. Memahami perbedaan antara Famili Bipolar dan Famili MOS
9. Mampu mengantisipasi perubahan level pada rangkaian gabungan
NMOS dan TTL
Prasyarat : Untuk mempelajari Pembelajaran 4 diperlukan kegiatan dan kemampuan
seperti di bawah ini ,
1. Telah mengerjakan latihan-latihan pada Pembelajaran 3.
2. Semua latihan pada Pembelajaran 3 dijawab dengan Benar.
4.1. Level dan Famili Logik
4.1.1. Level Logik
Dalam logik biner kedua keadaan sinyal " 0 " dan " 1 " dibentuk melalui level tegangan
yang berbeda. Hal ini dapat di realisasikan juga melalui gambaran ada arus dan tidak
ada arus. Menurut Positip Logik sinyal 0 dinyatakan dalam daerah Tegangan Low,
sedangkan sinyal 1 dinyatakan dalam daerah Tegangan High. Dalam rangkaian yang
terintegrasi ( IC ) harga outputnya hampir tidak mungkin berharga 0 V, hal ini
dikarenakan tegangan saturasi dari beberapa transistor yang dibangun di dalamnya
antara 0,4 hingga 0,8 Volt. Dari kenyataan di atas maka harga level logik bukan
Teknik Mikroprosessor
52
Sinyal Logik
merupakan harga kongkrit yang tanpa toleransi, tetapi berupa harga dari daerah
tegangan, sehingga level logik dinyatakan dengan L ( Low ) dan H ( High ) dan bukan
berupa besaran tegangan yang absolut. Agar lebih jelas dalam pemahaman level logik
ada baiknya diperhatikan gambar di bawah ini.
OUTPUT Q
INPUT I
U
QH / IH max
5,0
4,5
4,0
H - Level
H - Level
3,5
3,0
2,5
U
IQ min
U
IH min
2,0
0,4V
1,5
1,0
0,8
0,5
L - Level
U
IL max
U
QL max
0,4V
L - Level
0,0
Standard TTL Level Logik
Dari gambar di atas dapat dimengerti bahwa level input yang diberi index I mempunyai
UIL dan UIH , sedangkan level output yang diberi index Q mempunyai UQL dan UQH.
Tegangan input low level ( UIL ) mempunyai harga maksimum
0,8 V sedangkan
tegangan input high level ( UIH ) mempunyai harga minimum 2,0 V. Tegangan output
low level ( UQL ) mempunyai harga maksimum 0,4 V sedangkan tegangan output high
level ( UQH ) mempunyai harga minimum 2,4 V. Dengan dasar di atas didapatkan
daerah tegangan Output dan Input
Output Q
UQmin
0V
+ 2,4 V
Teknik Mikroprosessor
Input I
UQmax
UImin
+ 0,4 V
L
0V
+5V
H
+2V
53
UImax
+ 0,8 V
+5V
Sinyal Logik
Keterangan :
UQLmin
: Tegangan Output Minimum pada Low-Level
UQLmax
: Tegangan Output Maksimum pada Low-Level
UQHmin
: Tegangan Input Minimum pada High-Level
UQHmax
: Tegangan Input Maksimum pada High-Level
Sebagai acuan dalam menganalisa level logik kali ini diambil IC standard yaitu
standard inverter 7404
+5 V
4k
1,6k
125
+5 V
14
13
12
11
1
10
9
1
T3
8
1
D1
I
1
1
1
2
3
T1
1
4
5
6
T2
Q
7
T4
D1
1k
Kaki Inverter 7404
Rangkaian Sebuah Inverter 7404
Sinyal L pada Input : 0 V ≤ UIL ≤ + 0,8 V
- IIL ≤ 1,6 mA
Transistor T1 mendapatkan arus melalui
+5V
tahanan
UIL
1
pada UIH= + 0,4 V
4k yang membuat lintasan
Emitor - Kolektor mempunyai tahanan
UQH
yang rendah. Tegangan pada kolektor T1
I IL
hanya sedikit lebih besar dibandingkan
tegangan emitornya, yang berarti bahwa
sebagai
tegangan
input,
tegangan
kolektor T1 ini tidak cukup untuk
membuat T2 = ON (menghantar). Akibat T2 = OFF, transistor T3 memperoleh arus
basis yg. cukup dan menghantar dengan sempurna. Transistor T4 mempunyai
keadaan yang sebaliknya dengan transistor T3 sehingga T4 dalam keadaan tidak
menghantar ( T4 = OFF ), karena pada tahanan 1 k tidak ada arus yang mengalir (
tidak ada tegangan ). Dalam keadaan T3 = ON dan T4 = OFF
Teknik Mikroprosessor
54
Sinyal Logik
pada output Q terdapat tegangan yang cukup sebagai H Level. Jika beban maksimum
yang diijinkan tidak terlampaui, maka tegangan outputnya akan berada pada batas
level + 2,4 V ≤ UQH ≤ + 5 V .
Sinyal H pada Input : + 2 V ≤ UIH ≤ + 5 V
IIH ≤ 0,04 mA pada UIH= +2,4 V
Transistor T1 sekarang bekerja terbalik
+5V
oleh karena itu arus akan mengalir
UIH
1
melalui " Kolektor - Basis Dioda " T1
UQL
menuju ke basis T2 dan akan membuat
IIH
T2 = ON. Dengan kejadian ini maka T3 =
OFF dan T4 = ON sehingga tegangan
outputnya
akan
berada
pada batas
level
0 V ≤ UQL ≤ + 0,4 V dan mengalir arus IIH masuk menuju input inverter.
Sinyal L pada Output : 0 V ≤ UQL ≤ +0,4 V
IQL ≤ 16 mA pada UQL= +0,4 V
L sinyal pada output, arus maksimum
+5V
yang
diperbolehkan
mengalir
masuk
menuju output adalah IQLmax = 16 mA
UIH
1
I QL
UQL
Sinyal H pada Output : +2,4 V ≤ UQH ≤ +5 V
- IQH ≤ 0,4 mA pada UQL= +2,4 V
Pernyataan - IQH berarti bahwa arus dari
+5V
output mengalir
keluar
( berlawanan
dengan arah arus pada gambar ). H
UIL
1
I QH
sinyal pada output, arus maksimum yang
UQHL
diperbolehkan mengalir keluar dari output
adalah IQHmax = 0,4 mA.
Teknik Mikroprosessor
55
Sinyal Logik
4.1.2. Kemampuan Pembebanan Rangkaian TTL
Sinyal output dari sebuah pengirim yang berupa tegangan disambungkan dengan satu
atau beberapa input dari penerima. Setiap penerima merupakan beban bagi
pengirimyang akan mempengaruhi tegangan keluarannya. Semakin banyak rangkaian
penerima yang disambungkan pada output dari pengirim semakin besar pengaruhnya
terhadap tegangan outputnya.
PENERIMA
I1
1
Q1
1
Q2
1
Q3
1
Q4
1
QN
I2
PENGIRIM
I3
1
7400
I4
IN
Kejadian 1 : L sinyal pada output pengirim = L sinyal pada semua Input penerima
Dalam kejadian ini berlaku batasan,
IQL ≤ 16 mA
dan
- IIL ≤ 1,6 mA
Dari setiap input penerima mengalir arus IIL ≤ 1,6 mA keluar menuju output pengirim.
Arus yang diperbolehkan mengalir menuju output pengirim sebesar IQL ≤ 16 mA. Dari
dua pernyataan ini dapat dimengerti bahwa sampai 10 buah penerima dapat dilayani
dengan sebuah pengirim ( 16 mA : 1,6 mA = 10 ).
Kejadian 2 : H sinyal pada output pengirim = H sinyal pada semua Input penerima
Dalam kejadian ini berlaku batasan,
- IQH ≤ 0,4 mA
Teknik Mikroprosessor
dan
56
IIH ≤ 0,04 mA
Sinyal Logik
Arus sebesar IIH ≤ 0,04 mA masuk menuju masing-masing penerima, sedangkan pada
saat yang sama berlaku batasan bahwa arus yang diperbolehkan mengalir keluar dari
pengirim IQH ≤ 0,4 mA. Dengan cara yang sama didapatkan juga 10 penerima dapat
dilayani oleh satu pengirim. Faktor atau angka 10 ini berlaku untuk seluruh gerbang
( IC ) TTL seri 74xx dengan output standard dan dinyatakan sebagai Faktor
Pembebanan Output FQ = 10 ( FQ = FAN-OUT ). Selain Fan-Out terdapat juga Faktor
Pembebanan Input FI =1 ( FI = FAN-IN ). Dari seluruh penjelasan di atas, dengan
mudah dan tanpa perhitungan yang rumit dapat dihindari pembebanan suatu output
pengirim yang berlebihan agar diperoleh Level Logik yang diinginkan.
4.1.3. Famili Logik
Ada dua dasar teknologi pembuatan IC digital yaitu Bipolar dan MOS (Metal Oxid
Semiconductor) teknik. Famili logik adalah sekelompok komponen yang kompatibel
secara level dan tegangan sumber. Kompatibel berarti bahwa kita dapat menghubungkan output dari salah satu komponen ke input komponen yang lain atau
sebaliknya. Bipolar teknologi mempunyai kecepatan yang lebih karena terdiri dari SSI
(Smal Scale Integration, < dari 12 Gerbang dalam chip yang sama) dan MSI (Medium
Scale Integration, 12-100 Gerbang dalam chip yang sama) sedangkan MOS teknologi
terdiri dari LSI (Last Scale Integration > dari 100 Gerbang dlm. chip yang sama) tetapi
untuk ukuran chip yang sama dapat dibangun lebih banyak gerbang di dalamnya.
4.1.3.1. Famili Bipolar
Yang termasuk dalam katagori famili bipolar adalah RTL ( Resistor Transistor Logik ),
DTL ( Dioda Transistor Logik ), TTL ( Transistor Transistor Logik ) dan ECL ( Emitter
Coupled Logik ).
Jika level H ada pada U1 atau U2 maka
3,6 V
transistor
1,5 k
menghantar
yang
bersangkutan
akan
dan pada output akan
berlogika L. Output akan berlogika H
3,6 k
3,6 k
T1
U1
UQ
T2
U2
hanya jika kedua inputnya berlogika L,
dan fungsi yang demikian adalah fungsi
NOR. Rangkai RTL ini untuk masa
RTL Gerbang NOR Typ MC 717
Teknik Mikroprosessor
sekarang sudah tidak disukai lagi
57
Sinyal Logik
5V
Arus basis pada
5V
T1 melalu
tahanan R2 akan timbul jika D1
5k
2k
dan D2 tidak menghantar atau
semua inputnya pada kondisi H.
D1
D3
Dalam
5k
ini
T1
menghantar ( T1 = ON ) dan
U1
U2
keadaan
UQ
T1
R2
tegangan outputnya berlogika L.
D2
Jika salah satu input dari
D1
atau D2 berlogika L maka T2 =
OFF dan tegangan outputnya
DTL Gerbang NAND Typ MC 849
berlogika H. Jika semua input
+5 V
4k
R1
1,6k
130
mengalir arus dari R1 melalui
dioda pelalu " Basis - Kolektor
T4
Dioda " T1, menuju basis T2 dan
D
T2
T1
mempunyai level sinyal H, maka
UQ
membuat T2 = ON yg. diikuti juga
oleh T3 = ON. Keadaan ini
U1
T3
U2
menyebabkan
1k
sinyal
output
berlogika L . Salah satu dari input
T1 berlogika L sinyal output akan
berlogika H. T2 dan T3
TTL Gerbang NAND Typ 7400
membentuk penguat deferensial.
R2
220
220
Pada basis T3 melalui pembagi
tegangan membentuk Vref. Jika
T4
T5
semua input berlogika L, T1 dan
T1
UQ1
T2 T3
Vref
melalui T3 dan pd. R2 timbul
U1
UQ2
U2
780
510
T2 = OFF. Arus emitor mengalir
510
tegangan
mengakibatkan
UQ1
berlogika L dan UQ2 berlogika H.
Jika salah satu input berlogika H
- 5,2 V
keadaan output akan berbalik.
ECL Gerbang NOR-OR Typ MC 10102
4.1.3.2. Famili MOS
Teknik Mikroprosessor
58
Sinyal Logik
Yang termasuk dalam katagori famili MOS adalah PMOS ( p-Chanel MOSFETs ) ,
NMOS ( n-Chanel MOSFETs ) dan CMOS ( Complementary MOSFETs ).
Sinyal L pada U1
VDD
T1p
U1
•
T1p menghantar ( T1p = ON )
•
T1n tidak menghantar ( T1n = OFF )
Sinyal H pada U1
T2p
U2
•
T1p tidak menghantar ( T1p = OFF )
•
T1n menghantar ( T1n = ON )
Keadaan di atas berlaku juga untuk U2.
T1n
T2n
UQ
Jika kedua input berlogika L, maka T1p
dan T2p = ON, sedangkan T1n dan T2p =
OFF sehingga tegangan output UQ sama
CMOS Gerbang NOR
VGG = 12 V
dengan VDD atau berlogika H
VDD = 5 V
Gerbang NMOS - NOR disamping hampir
T3
mirip dengan rangkaian RTL di atas Jika
Salah satu input berlogika H , maka
tegangan outputnya akan berlogika L.
T1
U1
Sedangkan
T2
UQ
berlogika
Tegangan
H
apabila
output
semua
akan
inputny
berlogika L
U2
-5V
NMOS Gerbang NOR
Teknik Mikroprosessor
59
Sinyal Logik
4.2. Perubah Level dan Sakelar
Pada sebuah sistem yang dibangun dari gabungan rangkaian antara NMOS
(komponen-komponen mikrokomputer ) dengan hardware lain dari komponen TTL
akan timbul permasalahan, karena NMOS yang mempunyai tahanan output besar
hanya dapat mengendalikan sebuah input TTL. Dari permasalahan ini diharapkan ada
driver yang dapat membantu keperluan di atas. Driver atau inverter NMOS yang
dimaksud adalah gerbang 4050 dan 4041. Dengan driver ini dapat mengendalikan
sampai 2 input TTL yang jika disambung secara langsung tidak mungkin.
UB
I1
1
Q1
I2
1
Q2
I3
1
Q3
I4
1
Q4
I5
1
Q5
I6
1
Q6
UB
Q1
Q6
I1
Q2
I2
I6
6x
DRIVER
Q5
Q3
I5
I3
Q4
I4
GERBANG C-MOS 4050
Komponen 4050 mempunyai 6 driver bukan inverter, sedangkan komponen 4041
mempunyai 4 kelompok driver yang masing-msaing mempuyai sebuah output inverter
dan sebuah output bukan inverter.
UB
I1
I2
I3
I4
1
1
1
1
1
1
1
1
Q1
Q1
UB
Q1
Q1
I4
Q2
I1
Q4
4x
BUFFER
Q2
Q2
Q3
Q2
I3
Q3
I2
Q3
Q4
Q4
Q3
Q4
GERBANG C-MOS 4041
Teknik Mikroprosessor
60
Sinyal Logik
Dalam hal-hal tertentu diperlukan juga suatu komponen yang tidak hanya dapat bekerja
dengan sinyal digital tetapi dibutuhkan juga komponen yang dapat bekerja dengan
sinyal analog. Prinsip ini dapat dibayangkan seperti halnya pada sebuah sakelar yang
bekerja berdasarkan fungsi ON-OFF, salah satu komponen yang dimaksud adalah
komponen C-MOS 4066.
UB
E1
Y1
Z1
E2
Y2
Z1
E1
Y2
Z3
E4
Y4
UB
Z2
Z2
E3
Y3
Y1
E4
SAKELAR
ANALOG
Y4
E2
Z4
E3
Z3
Y3
Z4
GERBANG C-MOS 4066
Lintasan Y - Z adalah lintasan sinyal analog dan juga sinyal digital, sedangkan input E
adalah pengatur lintasan agar lintasan Y - Z dapat menghantar ( ON ) atau tidak
menghantar ( OFF ). Sinyal pengatur pada input E adalah sinyal digital yaitu "1" artinya
ON sedangkan "0" artinya OFF. Seperti halnya sakelar biasa, lintasan Y - Z adalah
lintasan dua arah sehingga baik Y atau Z dapat difungsikan sebagai input atau output (
bisa lintasan Y - Z atau lintasan Z - Y ). Dalam keadaan menghantar lintasan Y - Z
mempunyai tahanan antara 30 - 100 Ω sedangkan dalam keadaan tidak mengantar
mempunyai tahanan kira-kira 10 MΩ.
Teknik Mikroprosessor
61
Sinyal Logik
LATIHAN
1 Perhatikan gambar
di bawah ini
+5 V
4k
1,6k
125
+5V
T3
D1
I
T2
T1
UIL
1
Q
UQH
I IL
T4
D1
1k
Jelaskan keadaan T1, T2, T3 dan T4 pada saat sinyal L pada INPUT
Lihat Halaman 54
2
+5 V
4k
1,6k
125
+5V
T3
D1
I
T2
T1
UIH
1
Q
UQL
IIH
T4
D1
1k
Jelaskan keadaan T1, T2, T3 dan T4 pada saat sinyal H pada INPUT
Lihat Halaman 55
3
Hitunglah Faktor Pembebanan ( FAN-OUT ) untuk gerbang standard TTL
10
Teknik Mikroprosessor
62
Sinyal Logik
Download