perbedaan tingkat pengetahuan tentang kehamilan sehat dengan

advertisement
1
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN SEHAT
DENGAN INDIKATOR KESEHATAN IBU HAMIL YANG MENGIKUTI
KELAS IBU HAMIL
Sri Mumpuni Yuniarsih1*, Anik Indriono2, Siwi Sri Widhowati3
123
Staf Pengajar di Program Studi Keperawatan Universitas Pekalongan. Jl. Sriwijaya No.3
Peklongan 51111, e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Background: Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still one of the highest in Southeast Asia
(ASEAN). World Health Organization (WHO) as the international organization is targeting a decrease in the
(MMR) as one of the targets in the achievement of the Millennium Development Goals (MDGs). However,
based on the evaluation of part-time Development Plan 2010-2014, the target of reducing maternal mortality
rate in Indonesia is still very difficult to achieve. One of the government's efforts to accelerate the decline of
maternal mortality rate is a mother class program.
Objective: This study aimed to analyze the achievement of the indicators of maternal health program in
comparison with the class of pregnant women who do not attend pregnant women class.
Methods: This research was a quantitative research with cross sectional design that compared the
achievement of the nine indicators of the health of pregnant women in the two groups of pregnant women.
The variable in this study was a comparison of weight gain, blood pressure, upper arm circumference
(MUAC), high fundus, fetal heart rate (FHR), the consumption of iron tablets, hemoglobin levels, antenatal
visits, and knowledge about healthy pregnancies. The number of samples in this study were 209 respondents
which were divided into groups of 86 respondents in a class of pregnant women and 123 respondents in the
non-class group of pregnant women. Chi square and t test was used to analyze the comparison of maternal
health indicators achievement advance of two groups of respondents.
Results and Discussion: The results showed that there were significant difference in knowledge about a
healthy pregnancy, the consumption of iron tablet and number of antenatal visits. Pregnant women who
attended classes had a better knowledge, more Fe tablet consumption and ANC visit. While indicators of
weight gain, MUAC, TFU and DJJ of all respondents were within the normal range according to gestational
age when the data retrieval. The other indicators such as hemoglobin level, systolic and diastolic blood
pressure did not reveal any significant differences between the two groups of respondents.
Keywords: Mother class program; maternal health indicators
PENDAHULUAN
ibu
Salah satu masalah pembangunan global
(AKI)
pencapaian
sebagai
salah
satu
target
dalam Millenium Development
adalah kesehatan ibu. Sebanyak sepertiga
Goals
(MDGs).
MDG-s
menargetkan
juta wanita di dunia diperkirakan meninggal
penurunan sepertiga rasio AKI pada tahun
setiap tahun akibat kondisi kehamilan. Di
2015 dibandingkan dengan tahun 1990.1
Indonesia AKI masih menjadi salah satu
Mengacu pada target WHO, pemerintah
yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara
Indonesia menargetkan AKI turun menjadi
(ASEAN). World
Health
Organization
125 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
(WHO)
organisasi Internasional
2010 dan 118 per 100.000 kelahiran hidup
sebagai
menargetkan penurunan
angka
kematian
pada tahun 2014.
Namun,
berdasarkan
2
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
evaluasi paruh waktu RPJM 2010-2014,
5
Bappenas (2013) menyatakan bahwa target
menerapkan program kelas ibu hamil yang
ini masih sangat sulit dicapai.
diketuai
Pemerintah
Indonesia
telah
desa
di
Kecamatan
oleh
Namun, capaian kerja program ini belum
terevaluasi
AKI melalui
belum diteliti secara ilmiah.
perubahan perilaku ibu dan keluarga. Dengan
telah
bidan masing-masing desa.
mengupayakan usaha percepatan penurunan
peningkatan pengetahuan dan
Wiradesa
secara
Penelitian
ini
terstruktur,
akan
termasuk
menganalisis
peningkatan pengetahuan dan perubahan
pencapaian upaya kesehatan dari program
perilaku ini diharapkan kesadaran terhadap
kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas
pentingnya
Wiradesa
kesehatan
menjadi
selama
meningkat.
Program
diselenggarakan
oleh
Kesehatan
mendukung
untuk
kehamilan
yang
Kementerian
langkah
tersebut adalah kelas ibu hamil.2
Pencapaian indikator
didasarkan
pada
Pekalongan.
kesehatan ini akan
berbagai
indikator
kesehatan ibu hamil yang tercantum dalam
standar
Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar
Kabupaten
pelayanan
antenatal
care
dari
Departemen Kesehatan Indonesia. Dengan
ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara
demikian,
4 minggu s.d. 36
memberikan manfaat dengan cakupan yang
minggu (menjelang
persalinan) dengan jumlah peserta maksimal
10
orang.
Kegiatan
dilakukan
diharapkan
dapat
luas ke berbagai pihak
secara
terjadwal yang dipandu oleh bidan atau
tenaga kesehatan yang telah
penelitian
BAHAN DAN CARA PENELITIAN
mendapat
Rancangan penelitain yang digunakan
pelatihan menjadi fasilitator kelas ibu hamil. Di
kuantitatif dengan pendekatan waktu yang
kelas ini ibu bisa berbagi informasi mengenai
digunakan dalam penelitian ini adalah cross
kesehatan ibu dan anak dan hal lain yang
sectional dengan jumlah populasi sebanyak
terkait dengan sesama dan juga petugas
480 ibu hamil dan sampel sebanyak 209 ibu
kesehatan.
yang digunakan dalam
hamil dengan kelompok yang mengikuti
kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, flip chart
kelas ibu hamil sebanyak 86 yang mengikuti
(lembar balik), pedoman pelaksanaan kelas
kelas ibu hamil dan 123 ibu yang tidak
ibu hamil, pegangan fasilitator kelas ibu hamil
mengikuti kelas ibu hamil. Pengumpul data
Paket
dan buku senam ibu hamil.
Salah
satu
3
daerah
dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri
yang
sudah
dibantu
dengan
anggota
peneliti
dan
mengembangkan kelas ibu hamil di Jawa
pengumpul data juga dibantu oleh bidan
Tengah
desa di lokasi penelitian.4,5,6
Kabupaten
adalah
Kecamatan
Pekalongan.
Di
Wiradesa
bawah
pengelolaan Puskesmas Wiradesa, sebanyak
Instrumen
yang
digunakan
dalam
penelitian ini berupa berbagai alat ukur di
3
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
antaranya alat ukur panjang berupa meter
didokumentasikan di lembar checklist peneliti.
line, alat ukur berat berupa timbangan injak,
Data
alat ukur DJJ berupa fetal doppler, dan alat
univariat yang mendiskripsikan karakteristik
hitung molekul hemoglobin merupakan alat
responden seperti usia, status kehamilan, dan
ukur
usia kehamilan. Sedang analisis bivariat yang
standar internasional sehingga tidak
dianalisis
menggunakan
membutuhkan standarisasi ulang. Sedangkan
digunakan
lembar ceklist digunakan untuk mengukur
beberapa indikator kesehatan ibu tersebut di
jumlah konsumsi tablet Fe dan jumlah
antaranya menggunakan uji chi square dan
kunjungan
uji T test.4,5,6
antenatal.
pengetahuan
ibu
Untuk
mengukur
digunakan
kuesioner
untuk
Penelitian
ini
melihat
analisis
perbedaan
menggunakan
dua
evaluasi kelas ibu hamil dari Kemenkes RI,
kelompok yaitu kelompok yang mengikuti
sehingga tidak membutuhkan uji validitas dan
kelas ibu hamil dan kelompok yang tidak
reliabilitas. Kuesioner tersebut ada tiga yang
mengikuti kelas ibu hamil. Peneliti memilih
terdiri atas kuesioner pertemuan pertama,
responden dengan teknik insidental sampling
kedua, dan ketiga. Masing-masing kuesioner
dengan mengumpukan ibu yang mengikuti
terdiri atas 10 item pertanyaan. Kuesioner
kelas ibu hamil dan yang tidak mengikuti di
evaluasi pertemuan pertama menilai tentang
masing-masing desa.
perubahan tubuh selama kehamilan, hal-hal
yang harus dilakukan ibu selama kehamilan,
HASIL DAN PEMBAHASAN
tenaga kesehatan yang dirujuk, tanda bahaya
persalinan,
persalinan.
dijabarkan dalam 3 variabel yaitu usia, status
Kuesioner evaluasi pertemuan kedua menilai
kehamilan, dan trimester sebagaimana tabel
mengenai tanda-tanda persalinan, tenaga
1 berikut.
penolong
serta
persiapan
Karakteristik responden dalam penelitian
persalinan,
dukungan
Tabel 1. Karakteristik Responden
suami,
seputar nifas, dan KB. Sedangkan kuesioner
Variabel
Kategori
evaluasi pertemuan ketiga menilai tentang
tanda-tanda bayi lahir sehat, ASI eksklusif,
Usia
tanda bahaya bayi baru lahir, imunisasi,
penyakit menular seksual, dan HIV AIDS.
3
Seluruh responden mengisi kuesioner
yang telah disiapkan, kemudian diambil
Status
Kehamilan
sampel untuk pemeriksaan kadar Hb setelah
itu dilakukan pemeriksaan oleh bidan desa.
Jumlah kunjungan ANC dan jumlah konsumsi
tablet Fe dilihat dari Buku KIA ibu kemudian
Trimester
<20
tahun
20-35
tahun
>35
tahun
Ke-1
Ke-2
Ke-3
Ke-4
Ke-5
I
II
III
Kelas Ibu
Hamil
(N=86)
n
%
3
3.5%
Non Kelas
Ibu Hamil
(N=123)
n
%
5
4.1%
74
86%
99
80.5%
9
10.5%
19
15.4%
33
28
19
6
0
3
21
62
38.4%
32.6%
22.1%
7%
0%
3.5%
24.4%
72.1%
44
43
20
15
1
36
58
29
35.8%
35%
16.3%
12.2%
0.8%
29.3%
47.2%
23.6%
4
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
Sebagian besar responden berada
hamil dengan non kelas ibu hamil, baik
pada usia reproduksi sehat untuk kehamilan
pengetahuan di trimester pertama, kedua
(20-35 tahun. Sebagian besar adalah ibu
maupun ketiga. Responden kelas ibu hamil
dengan kehamilan pertama (38.2%) dan
cenderung memiliki pengetahuan yang lebih
kedua (32.6%). Dilihat dari usia kehamilan,
baik daripada responden non kelas ibu hamil,
72.1% peserta kelas ibu hamil adalah ibu
terutama pada pengetahuan di trimester
dengan kehamilan trimester ketiga
pertama, yaitu 59.3% responden kelas ibu
Tabel 2. Perbandingan Pencapaian
Indikator Kesehatan Ibu Hamil pada Kelas
Ibu Hamil dan non Kelas Ibu Hamil dengan
Uji Chi Square
hamil memiliki pengetahuan baik sedangkan
Indikator
Kategori
Kelas
Hamil
Ibu
%
82.6
17.4
Non
Kelas Ibu
Hamil
f
%
77.2
95
22.8
28
97.7
2.3
122
1
P
Value
hanya 21.1% responden non kelas ibu hamil
yang memiliki pengetahuan baik. Meskipun
berbeda secara signifikan, tetapi responden
dari kedua kelas cenderung mempunyai
Tekanan
darah
sistolik
Normal
Tinggi
f
71
15
Tekanan
Darah
Diastolik
Normal
Tinggi
84
2
Kadar Hb
Normal
Rendah
41
45
47.7
52.3
67
56
54.5
45.5
0.333
Pengetahu
an I
Kurang
Baik
35
51
40.7
59.3
97
26
78.9
21.1
0.000
Pengetahu
an II
Kurang
Baik
62
24
72.1
27.9
118
5
86.1
4.1
0.000
Pengetahu
an III
Kurang
Baik
11
75
12.8
87.2
46
77
37.4
62.6
0.000
0.349
pengetahuan yang kurang pada kehamilan
sehat di trimester kedua dan ketiga.
Dua indikator lain (konsumsi tablet zat
99.2
0.8
0.366
besi dan kunjungan antenatal) dianalisa
dengan uji t-test karena kedua indikator ini
Tabel
2
menganalisa
disajikan dengan data numerik dalam tabel 3
berikut ini.
Tabel 3. Perbandingan Pencapaian
Indikator Kesehatan Ibu Hamil pada Kelas
Ibu Hamil dan non Kelas Ibu Hamil dengan
Uji t-Test
Indikator
perbedaan
pencapaian indikator kesehatan ibu hamil
pada variabel-variabel dengan data kategorik.
Hasil uji chi square menunjukkan tidak
adanya perbedaan yang signifikan antara
responden kelas ibu hamil dengan non kelas
ibu hamil pada variabel tekanan darah
sistolik, tekanan darah diastolik, dan kadar
Hb, yang ditunjukkan oleh p value lebih dari
0.05. Sedangkan pada variabel pengetahuan
ibu hamil tentang kehamilan sehat terdapat
perbedaan yang signifikan antara kelas ibu
Kelas
Ibu
Hamil
Rata SD
-rata
Konsumsi
Tablet Fe
44.5
3
23.993
Kunjungan
Antenatal
5.80
2.320
Non
Kelas
Ibu Hamil
Rata SD
Rata
31.1 19.802
4
t-Test
3.71
0.000
2.632
P
Value
0.000
Tabel 3 menunjukkan adanya perbedaan
yang signifikan antara responden kelas ibu
hamil dengan non kelas ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet Fe dan melakukan
kunjungan antenatal. Responden kelas ibu
hamil cenderung mengonsumsi tablet Fe
5
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
lebih banyak daripada responden non kelas
kelas ibu hamil. Secara garis besar terdapat
ibu hamil. Angka kunjungan antenatal pada
indikator yang berbeda secara signifikan,
responden kelas ibu hamil juga lebih tinggi
namun ada pula yang tidak berbeda secara
(rata-rata 5.8 kunjungan) dibandingkan kelas
signifikan. Dari hasil penelitian ini juga
non ibu hamil (rata-rata 3.71 kunjungan).
terdapat beberapa indikator yang tidak dapat
Tabel 1 memberikan gambaran bahwa
dibandingkan karena dari kedua kelompok
sebagian besar peserta kelas ibu hamil
memiliki hasil 100% sama atau dalam kondisi
adalah ibu dengan kehamilan pertama dan
normal secara keseluruhan. Berikut akan
kedua. Hal ini menunjukkan bahwa ibu
dibahas secara lebih detail.
dengan kehamilan
pertama
atau kedua
Dalam
penelitian ini
terdapat
enam
adalah kelompok yang paling membutuhkan
indikator yang setelah dilakukan uji statistik
kelas ibu hamil. Kelompok ibu ini dianggap
tidak terdapat perbedaan yang signifikan,
masih kurang pengetahuan dan pengalaman
indikator tersebut adalah; pertambahan BB,
dalam hal kehamilan maupun persiapan
LiLA, TFU, DJJ, kadar Hb, dan tekanan
persalinan, sehingga kelompok ini lebih
darah. semua responden berada dalam
membutuhkan
rentang normal. Pertambahan BB sudah
program
kelas
ibu
hamil
dibanding kelompok ibu yang lain.
sesuai dengan usia, LiLA secara keseluruhan
Namun, kelas ibu hamil cenderung diikuti
oleh
ibu
hamil
trimester
ketiga.
yang
sudah
Padahal
di atas 23.5 cm, TFU juga sudah sesuai
menginjak
dengan usia kehamilan, dan DJJ berada
pedoman
dalam rentang normal antara 120-160 x/
pelaksanaan kelas ibu hamil menyebutkan
menit.
bahwa peserta kelas ibu hamil sebaiknya
Kenaikan berat badan ibu hamil dapat
ibu hamil pada umur kehamilan 4 s.d. 36
digunakan sebagai indeks untuk menentukan
minggu. Hal ini berhubungan dengan materi
status
yang disampaikan dalam kelas ibu hamil.
kesamaan dalam jumlah kenaikan berat
Materi pertemuan pertama kelas ibu hamil
badan saat hamil pada semua ibu hamil.
membahas tentang perubahan tubuh selama
Rata-rata total pertambahan berat badan ibu
kehamilan dan cara mengatasi keluhan-
hamil berkisar 10-15 kg yaitu 1 kg pada
keluhan
ini
trimester I dan selebihnya pada trimester II
sebaiknya diikuti oleh kelompok ibu di awal
dan III. Mulai trimester II sampai III rata-rata
kehamilan.
pertambahan berat badan adalah 0,3-0,7 kg
selama
kehamilan.
Materi
gizi
ibu
hamil,
karena
terdapat
Pembahasan ini akan mendiskusikan
/minggu.Bertambahnya berat badan sesuai,
mengenai pencapaian beberapa indikator
minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg tiap
kesehatan ibu hamil antara yang mengikuti
bulan).7 Faktor-faktor yang memengaruhi
kelas ibu hamil dengan yang tidak mengikuti
peningkatan berat badan ibu hamil sendiri
6
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
molahidatidosa.10
adalah oedema, proses metabolisme, pola
hidramnion
makan, merokok, muntah, atau diare.8
Responden dalam penelitian ini memiliki
Tidak adanya perbedaan pertambahan
atau
Ukuran TFU yang sesuai dengan usia
berat badan antara yang mengikuti kelas ibu
kehamilan.
hamil dengan tidak mengikuti kelas ibu hamil
responden ini juga semua dalam kondisi
dimungkinkan karena responden di antara
normal hal ini dumungkinkan karena seluruh
dua kelompok memiliki kondisi yang hampir
responden
sama. Misalnya usia ibu hamil di kedua
kunjungan pertama (K1). Jika ibu hamil
kelompok
usia
minimal telah melakukan kunjungan ANC
produktif, di antara kedua kelompok juga
sekali saja dimungkinkan ibu hamil telah
tidak tercatat memiliki penyakit tertentu yang
mendapatkan informasi mengenai kehamilan
menyebabkan gangguan permasalahan gizi.
sehat, hal-hal apa saja yang harus dilakukan
berada
dalam
rentang
Lingkar lengan atas merupakan salah
satu alat ukur yang digunakan pada ibu hamil
Denyut
jantung
minimal
telah
janin
pada
melakukan
selama kehamilan.
Kadar
Hb
merupakan
salah
satu
maupun wanita usia subur (WUS) untuk
indikator untuk menilai status anemia atau
menilai status gizi, sehingga dapat diketahui
tidak pada ibu hamil. Kadar Haemoglobin
komplikasi
selama
kehamilan.9
Pada
darah ini dapat dipengaruhi oleh beberapa
penelitian ini juga tidak ada perbedaan yang
faktor yaitu kecukupan dan metabolisme besi
bermakna antara responden yang ikut kelas
dalam tubuh.11 Penelitian ini menunjukkan
ibu hamil dengan yang tidak ikut kelas ibu
tidak ada perbedaan yang signifikan dalam
hamil, karena dari kedua kelompok memang
kadar Hb antara yang ikut kelas ibu hamil
tidak ada yang mengalami permasalahan
dengan yang tidak ikut. Begitu pula dalam
gizi.
indikator tekanan darah, tekanan darah pada
Pengukuran tinggi fundus uteri mulai dari
ibu hamil terutama dipengaruhi oleh penyakit
batas atas symfisis dan disesuaikan dengan
dasar yang dialami ibu dan juga faktor
hari pertama haid terakhir. Tinggi fundus uteri
psikologis. Responden dalam penelitian ini
diukur pada kehamilan >12 minggu karena
sebagian
pada usia kehamilan ini uterus dapat diraba
penyerta.
besar
tidak
memiliki
penyakit
dari dinding perut dan untuk kehamilan > 24
Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk
minggu dianjurkan mengukur dengan pita
belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu
meter. Tinggi fundus uteri dapat menentukan
hamil, dalam bentuk tatap muka dalam
ukuran kehamilan. Bila tinggi fundus kurang
kelompok
dari perhitungan umur kehamilan mungkin
pengetahuan
terdapat gangguan pertumbuhan janin, dan
mengenai kehamilan, persalinan, perawatan
sebaliknya
nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos,
mungkin
terdapat
gemeli,
yang
bertujuan
dan
meningkatkan
keterampilan
ibu-ibu
7
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
penyakit menular, dan akte kelahiran.12 Hasil
penelitian
penelitian ini menunjukkan bahwa kelas ibu
pelaksanaan kelas ibu hamil.
selanjutnya
mengenai
proses
hamil secara signifikan dapat meningkatkan
konsumsi tablet Fe, jumlah kunjungan ANC,
dan
tingkat
mengenai
Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya
kesehatan ibu hamil. Peningkatan konsumsi
variabel pengetahuan, kunjungan ANC, dan
tablet Fe seiringan dengan peningkatan
jumlah tablet Fe yang dikonsumsi ibu hamil.
kunjungan ANC karena saat ibu berkunjung
Hal ini dimungkinkan program kelas ibu hamil
pada saat itu pula ibu mendapat tambahan
belum bisa memberikan pengaruh yang
tablet Fe. Peningkatan pengetahuan ibu
optimal di beberapa variabel yang lain akibat
hamil melalui program kelas ibu hamil ini
kegiatan kelas ibu hamil hanya mampu
sesuai dengan hasil penelitian di tempat lain.
memberikan pengaruh ke ranah kognitif.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Japan
Perilaku individu dipengaruhi oleh banyak
International
(JICA)
faktor sehingga perlu kajian yang lebih
Departemen
mendalam mengenai proses pelaksanaan
bekerja
pengetahuan
ibu
KESIMPULAN
Cooperation
sama
Agency
dengan
Kesehatan Republik Indonesia pada tahun
2008
di
daerah
menyatakan
Nusa
Tenggara
adanya
program kelas ibu hamil
Barat
peningkatan
pengetahuan, sikap, dan perilaku positif
KEPUSTAKAAN
1.
World Health Organisation. Trends in
dalam menghadapi kehamilan, persalinan,
maternal
dan masa nifas pada ibu hamil yang
Estimates developed by WHO, UNICEF,
mengikuti kelas antenatal. Sebuah penelitian
UNFPA and the World Bank Geneva .
yang dilakukan oleh Ariyani dkkdi wilayah
2010.
Kota Denpasar, Gianyar dan Bandung juga
whqlibdoc.who.int/publications/2010/978
menyatakan bahwa kelas antenatal secara
9241500265_eng.pdf
signifikan meningkatkan pengetahuan ibu
2.
hamil.12
mortality:
Available
Kemenkes,.
Kelas
1990
to
from:
Ibu
2008.
URL:
Hamil
di
Puskesmas Jembatan Kembar, Lombok
Walaupun
kelas
ibu
hamil
dapat
Berat, NTB. 2012. Available from: URL:
meningkatkan pengetahuan ibu, akan tetapi
http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/ar
program ini belum mencapai target indikator
chives/438#more-438,
kesehatan ibu hamil yang lainnya. Hal ini
tanggal 28 April 2014
menunjukkan bahwa kelas ibu hamil belum
bisa
menjangkau
pengetahuan,
yaitu
ranah
sikap
lanjut
dan
dari
perilaku,
sehingga perlu diadakan peninjauan atau
3.
diakses
pada
Kemenkes RI. Pedoman Pelaksanaan
Kelas Ibu Hamil. 2011. Available from:
URL:
https://libportal.jica.go.jp/library/Archive/I
8
4.
5.
Media Ilmu Kesehatan Vol. 6, No. 1, April 2017
ndonesia/232i.pdf
anternatal terhadap perilaku ibu hamil.
Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian
Jurnal Skala Husada Volume 9 Nomor 1
Kesehatan. 2010. Jakarta: Rineka Cipta,
April 2012: 10-15. Available from: URL:
hlm:130.
https://libportal.jica.go.jp/library/Archive/I
Polit, D, F., Beck,C,T., & Hungler, B, P.
ndonesia/232i.pdf
Essentialof nursing research: Method
appraisal and utilization.6th ed. 2006.
Philadelphia:
Lippincott.
Williams
&
Wilkins.
6.
Saryono. .Metodologi
penelitian
kesehatan: penuntun
praktis bagi
pemula.
2011.
Yogyakarta:
Penerbit
buku kesehatan Mitra Cendikia.
7.
Kemenkes
RI,
2013.
Pelayanan
Saku
Kesehatan
Di
Dasar
Buku
Fasilitas
Dan
Ibu
Kesehatan
Rujukan.
Diakses
dari:
http://www.searo.who.int/indonesia/docu
ments/976-602-235-265-5-buku-sakupelayanan-kesehatan-ibu.pdf?ua=1
8.
Salmah
(2006).
Asuhan
Kebidana
Antenatal. EGC. Jakarta : 61.
9.
Supariasa, I. D. N. Penilaian Status Gizi.
2002. Jakarta: EGC
10. Depkes RI,
Antenatal.
Pedoman
2007. Direktorat
Pelayanan
Jenderal
Kesehatan Keluarga
11. Zarianis. 2006. Efek Suplementasi BesiVitamin C Dan Vitamin C Terhadap
Kadar Hemoglobin Anak Sekolah Dasar
Yang Anemia Di Kecamatan Sayung
Kabupaten Demak. Available from: URL:
http://eprints.undip.ac.id/15967/1/Zarianis
.pdf
12. Ariyani, Nw dkk. Pelaksanaan kelas
Download